Basoeki Abdullah

  • View
    3.667

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Basoeki Abdullah

Slide 1

Basoeki AbdullahXI- MIA 1Nama Kelompok 3:Aristia Endah Renaningtyas (07)Maya Sistania Pratiwi (20)Muhammad Fajar Amrullah (24)Melati Biyan (21)Via Oktaviani (30)

SMA Negeri 9 MalangBIOGRAFI BASOEKI ABDULLAHBasoeki Abdullah lahir di Desa Sriwidari, Surakarta (Solo) Jawa Tengah pada Tanggal 27 Januari 1915, dari pasangan R. Abdullah Suryosubroto dan Raden Nganten Ngadisah. Kakeknya adalah dokter Wahidin Sudirohusodo (1857-1917), salah seorang tokoh sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia, pada awal tahun 1900-an. Bakat melukis Basoeki Abdullah terwarisi dari ayahnya Abdullah Suryosubroto. Seorang pelukis dan juga sempat mencacatkan namanya dalam sejarah seni lukis Indonesia sebagai salah satu tokoh Mooi indi.

Sejak umur 4 tahun Basoeki Abdullah mulai gemar melukis beberapa tokoh terkenal diantaranya Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, Yesus Kristus dan Krishnamurti.Pada usia 10 tahun, Basoeki Abdullah telah melukis tokoh Mahatma Ghandi dengan menggunakan pensil diatas kertas yang hasilnya luar biasa untuk ukuran anak seusia itu.

MASA KECIL BASOEKI ABDULLAHBasuki mengenal ayahnya, pelukis R. Abdullah Surjosubroto, hanya setelah berusia 15 tahun. Suatu kali, anak kedua dari lima bersaudara ini, menggambar seekor singa yang sedang menerkam. ''Masa melukis macan ketawa,'' canda sang ayah, putra tokoh pergerakan Dr. Wahidin Sudirohusodo. Basuki merasa sakit hati dan terpecut oleh komentar sinis sang ayah.Bakat melukisnya terwarisi dari ayahnya, R. Abdullah SuryosubrotoSelain sebagai pelukis potret yang ulung, diapun melukis pemandangan alam, fauna, flora, tema-tema perjuangan, pembangunan dan sebagainya.

MASA MUDA BASOEKI ABDULLAHBasuki Abdullah terkenal sebagai seorang pelukis potret, terutama melukis wanita-wanita cantik, keluarga kerajaan dan kepala negara yang cenderung mempercantik atau memperindah seseorang ketimbang wajah aslinya. PENDIDIKAN FORMAL BASOEKI ABDULLAH

Pendidikan formal yang pernah ditempuh Basoeki Abdullah semasa kanak-kanak dan masa muda diperoleh di HIS (Hollands Inlandsche Scool)Kemudian dilanjutkan ke MULO (Meer Ultgebried Lager Onderwijs). Pada tahun 1913 berkat bantuan Pastur Koch SJ., Basoeki Abdullah mendapatkan bea siswa untuk melanjutkan pendidikannya di Akademi Seni Rupa (Academie Voor Beldeende Kunsten) di Den Haag, Belanda dan menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun lebih 2 bulan dengan meraih penghargaan sertifikat Royal International of Art (RIA). Setelah dari Den Haag, Belanda, Basoeki Abdullah juga mengikuti pelajaran semacam studi banding di sejumlah sekolah seni rupa di Paris dan Roma.

PENGALAMAN BASOEKI ABDULLAHPada masa Pemerintahan Jepang, Basuki Abdullah bergabung dalam Gerakan Poetra atau Pusat Tenaga Rakyat yang dibentuk pada tanggal 19 Maret 1943 dan mendapat tugas mengajar seni lukis. Murid-muridnya antara lain Kusnadi (pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia) dan Zaini (pelukis impresionisme). Selain organisasi Poetra, Basuki Abdullah juga aktif dalamKeimin Bunka Sidhosjo(sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang) bersama-samaAffandi S.Sudjoyono, Otto Djaya dan Basuki Resobawo.

Foto Basoeki Abdullah bersama teman seperjuangannya, AffandiBasoeki Abdullah merupakan salah satu pelukis maestro yang dimiliki Indonesia. Ia dikenal sebagai pelukis aliran realis dan naturalis.Ia pernah diangkat menjadi pelukis resmiIstana MerdekaJakartadan karya-karyanya menghiasi istana-istana negara dan kepresidenanIndonesia, disamping menjadi barang koleksi dari penjuru dunia.

PENGALAMAN BASOEKI ABDULLAHPRESTASI BASOEKI ABDULLAH SAAT MUDADi masa revolusi Bosoeki Abdullah tidak berada di tanah air yang sampai sekarang belum jelas apa yang melatarbelakangi hal tersebut. Jelasnya pada tanggal 6 September 1948 bertempat di BelandaAmsterdamsewaktu penobatan Ratu Yuliana dimana diadakan sayembara melukis, Basuki Abdullah berhasil mengalahkan 87 pelukisEropadan berhasil keluar sebagai pemenang.Lukisan "Balinese Beauty" karya Basuki Abdullah yang terjual di tempat pelelangan Christie's diSingapura pada tahun 1996.

Sejak itu pula dunia mulai mengenal Basuki Abdullah, puteraIndonesiayang mengharumkan namaIndonesia. Selama di negeriBelanda Basuki Abdullah sering kali berkelilingEropadan berkesempatan pula memperdalam seni lukis dengan menjelajahiItaliadanPerancis dimana banyak bermukim para pelukis dengan reputasi dunia.

PRESTASI BASOEKI ABDULLAH SAAT MUDABasuki Abdullah banyak mengadakan pameran tunggal baik di dalam negeri maupun di luar negeri, antara lain karyanya pernah dipamerkan diBangkok(Thailand),Malaysia,Jepang,Belanda,Inggris,Portugaldan negara-negara lain. Lebih kurang 22 negara yang memiliki karya lukisan Basuki Abdullah. Hampir sebagian hidupnya dihabiskan di luar negeri diantaranya beberapa tahun menetap di Thailanddan diangkat sebagai pelukisIstana Merdekadan sejak tahun 1974 Basuki Abdullah menetap diJakarta.Selain menjadi pelukis, dia juga pandai menari dan sering tampil dengan tarian wayang orang sebagai Rahwana atau Hanoman. Tidak hanya menguasai soal kewayangan, budaya Jawa di mana dia berasal, tetapi juga menggemari komposisi-kompasisi Franz Schubert, Beethoven dan Paganini, dengan demikian wawasannya sebagai seniman luas dan tidak Jawasentris.

PAMERAN KELILING DAN ORGANISASI YANG PERNAH DIIKUTIPada tahun 1939, Basoeki Abdullah melakukan perjalanan keliling di Indonesia dengan membawa hasil karya lukisnya agar dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dilakukan setelah merasa bahwa selama bertahun-tahun karyanya hanya dinikmati oleh bangsa asing. Pameran keliling ini dilakukan Basoeki Abdullah, diantaranya di kota Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan di Medan.Berbagai kritikan dan sanjungan senantiasa datang bersama-sama, tetapi Basoeki Abdullah tetap bertahan.Perjalanan pemeran ini, berlangsung cukup lama. Pada tahun 1939 Basoeki Abdullah berpameran di Jakarta dan Bandung, kemudian pada tahun 1941 Basoeki Abdullah berpameran di kota Solo, Surabaya, Semarang, dan kota Yogyakarta. Basoeki Abdullah kembali berpameran di Jakarta pada tahun 1942.Selama masa kemerdekaan, Basoeki Abdullah berada dieropa bersama istrinya Maya Michel. Sampai saat ini, belum diketahui apa yang melatar belakanginya, tetapi dari beberapa peristiwa yang terjadi, bahwa Basoeki Abdullah terus aktif berpameran di Eropa (Belanda dan Inggris).Pameran-pameran tersebut diantaranya di Merdag Museum Nederland (1945), di Bristol Inggris (1946), di Apeldoorn, Amersfoort dan Maritim Museum (1947), di Nieuwe Muzick School-Zeist (1948), dan di Scheveningen Nederland dan Victoria Hotel (1949).Pada tahun 1949 ini pula, Basoeki Abdullah sempat melukis Bung Hatta, Mr. M. Roem, dan Sultan Hamid II dalam rangka Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Hal lain yang sangat menonjol pada masa ini, yaitu ketika Basoeki Abdullah memenangkan sayembara melukis yang diselenggarakan dalam rangka penobatan Ratu Yuliana pada tanggal 6 September 1948 di New Kerk, Amsterdam (Belanda). Sayembara ini dikuti oleh 87 pelukis Eropa. Peristiwa ini cukup mencengangkan kala itu.PAMERAN KELILING DAN ORGANISASI YANG PERNAH DIIKUTISEBAGAI DUTA SENI LUKIS INDONESIA

Pengabdian Basoeki Abdullah dalam bidang seni lukis tampak nyata ketika mendapatkan panggilan untuk melukis raja, Kepala-kepala Negara, dan mengadakan pameran hasil karya lukisnya di mancanegara seperti di Singapura (1951), Italia (1955), Portugal dan Inggris (1956), Singapore (1958), Tokyo, Jepang (1959), Kuala Lumpur, Malaysia (1959), dan Thailand (1960). Diantara pameran tersebut yang menonjol pada peroide tahun 1950-1960, yaitu pameran Jepang di Tokyo Jepang pada tahun 1959 yang dibuka oleh Pangeran Mikasa. Anak Kaisar Hirohito.

Peran Basoeki Abdullah dalam kancah perjuangannya memperkenalkan eksistensinya sebagai seorang pelukis diberbagai Negara tersebut diatas tanpa disadarinya menjadikan ia sebagai duta seni lukis Indonesia, karena dengan melukis, Basoeki Abdullah telah membawa nama bangsa dan Negara Indonesia diluar negeri. Bahkan Basoeki Abdullah pernah menempati posis yang begitu terhormat dengan menjadi pelukis istana kerajaan Thailand, dan mendapatkan penghargaan berupa bintang emas Poporo dari Raja Bhumibol Aduljadej (Raja Thailand), yaitu sebuah penghargaan tertinggi kerajaan Thailand kepada seorang Royal Court Artist yang memp\unyai jasa besar kepada pemerintah dan istana.

Kepala Museum : Drs. Joko Madsono, M. HumAlamat: Jl Keuangan Raya no 19, Cilandak Barat Jakarta SelatanTelp: (021) 7698926Email:basoeki.abdullah@gmail.comWebsite:www.museumbasoekiabdullah.net

Waktu operasionalSelasa-Jumat : Pukul 18.00-16.00 Sabtu-Minggu : Pukul 08.00-15.00Senin dan hari libur nasional tutup

Keterangan : Waktu Indonesia Bag. BaratBiaya tiket masuk :Perorangan : Dewasa Rp 2000Anak-anak Rp 1000Rombongan : Dewasa Rp 1000 Anak-anak Rp 500Asing : Rp 10.000

NIP :19680707 199403 1 002

Kepala Museum :Drs. Joko Madsono, M.HumMUSEUM BASOEKI ABDULLAH

Basoeki Abdullah didirikan pada 25 September 2001 dan diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Drs. I Gede Ardika. Museum ini menyimpan lukisan dan koleksi pribadi Basoeki Abdullah. Museum ini dikelola oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.MUSEUM BASOEKI ABDULLAHMuseum ini didirikan atas wasiat Basoeki Abdullah yang meninggal dunia pada 5 November 1993, Basoeki Abdullah berpesan agar lukisan dan koleksi pribadinya berupa barang atau benda seni beserta rumah kediamannya dihibahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Hingga pada tahun 1998 rumah di Jalan Keuangan Raya No 19 Cilandak Barat Jakarta Selatan diserahkan pada Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan. Bangunan rumah tingkat dua seluas 600 m2dan luas tanah 450 m2rumah ini kemudian direnovasi agar dapat difungsikan sebagai museum dan diresmikan pada tanggal 25 September 2001.

MUSEUM BASOEKI ABDULLAHFasilitas :Koleksi lukisa