of 29 /29
MAKALAH ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN Disusun oleh : Ujang Adi R. JURUSAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK SMK BUDI BAKTI CIWIDEY Jln. Babakan Tiga, Desa Ciwidey, Kec. Ciwidey, Kab. Bandung No.82 (0220) 5928262

Algoritma dan-pemrograman

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Algoritma dan-pemrograman

MAKALAH

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN

Disusun oleh :

Ujang Adi R.

JURUSAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK SMK BUDI BAKTI CIWIDEY

Jln. Babakan Tiga, Desa Ciwidey, Kec. Ciwidey, Kab. Bandung No.82 (0220) 5928262

Page 2: Algoritma dan-pemrograman

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT. Atas rahmat-

Nya lah Penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Tak lupa Penulis

juga menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah

mendukung dan membantu Penulis dalam menyelesaikan makalah ini.

Dalam makalah yang berjudul ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN ini, akan

dibahas mengenai pengertian Algoritma dan Pemrograman, sejarah Algoritma itu sendiri,

kemudian dasar-dasar pemrograman yang menjelaskan tentang variabel, tipe data, dan

operatoryang terdapat dalam bahasa pemrograman. Selain itu, untuk mempermudah

pemahaman juga sebagai bahan latihan, Penulis juga menyertakan contoh program yang dapat

dipraktekkan oleh para pembaca.

Namun demikian, Penulis merasa masih banyak sekali kekurangan dalam

penyusunan makalah ini, sesuai dengan pepatah yang mengatakan bahwa tak ada gading yang tak retak. Oleh

karena itu, segala saran dan kritik yang membangun dari yang lebih berkompeten di bidang Algoritma

dan Pemrograman, penulis terima dengan penuh rasa terima kasih.

Akhir kata, Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca,

khususnya bagi yang akan mempelajari Algoritma dan Pemrograman.

Bandung, 30 Oktober 2013

PenulisUjang Adi R.

i

Page 3: Algoritma dan-pemrograman

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB 1 PENDAHULUAN 1

1.1. LATAR BELAKANG 1

1.2. TUJUAN 1

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN 2

2.2. DEFINISI ALGORITMA 3

2.2.1. ALGORITMA MERUPAKAN JANTUNG ILMU

INFORMATIKA 3

2.2.2. MEKANISME PELAKSANAAN ALGORITMA OLEH

PEMROSES 4

2.2.3. BELAJAR MEMPROGRAM DAN BELAJAR BAHASA

PROGRAM 4

2.2.4. ALGORITMA 5

2.2.5. NOTASI ALGORITMA INDEPENDEN TERHADAP

BAHASA PEMROGRAMAN DAN MESIN KOMPUTER 7

2.3. ATURAN PENULISAN ALGORITMA 11

BAB 3 PENUTUP

3.1. KESIMPULAN 16

3.2. REFERENSI 16

ii

Page 4: Algoritma dan-pemrograman

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Pesatnya teknologi, terutama teknologi komputer sudah tak bisa dipungkiri

lagi, bagi yang mengikuti perkembangannya, ia tidak akan dipandang sebelah mata.

Sebaliknya, bagi yang tidak mengikuti perkembangannya, bersiaplah untuk mundur

secara suka rela dari panggung kompetisi. Ibarat wabah, teknologi komputer sudah

menyusupi hampir semua bidang kehidupan manusia. Dari pemerintah pusat sampai

tingkat pemerintah desa, perusahaan-perusahaan, supermarket, minimarket,

perguruan tinggi, SLTA, SLTP, bahkan SD hampir semuanya mengenal komputer.

Saat ini, yang mempunyai lingkungan yang semakin luas dan banyak diminati, juga dapat

digunakan untuk menghasilkan uang adalah dunia pemrograman komputer. Dalam

dunia pemrograman komputer, dikenal algoritma dan banyak bahasa pemrograman,

seperti C, C++, Pascal, Basic, Java, dan lain-lain. Oleh karena itulah, yang akan

dibahas dalam makalah ini adalah Algoritma dan Pemrograman.

1.2. TUJUAN

Makalah ini disusun dengan tujuan sebagai sarana untuk mengikuti pesatnya

perkembangan teknologi komputer di masa sekarang ini, salah satunya di dunia

pemrograman yang sekarang semakin banyak diminati. Selain itu, tujuan disusunnya

makalah ini adalah untuk memenuhi tugas untuk memperbaiki nilai UTS.

1

Page 5: Algoritma dan-pemrograman

1

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN

Ditinjau dari asal usul katanya kata Algoritma sendiri mempunyai sejarah yang

aneh. Orang hanya menemukan kata Algorism yang berarti proses menghitung

dengan angka arab. Anda dikatakan Algorist jika anda menghitung menggunakan

Angka Arab. Para ahli bahasa berusaha menemukan asal kata ini namun hasilnya

kurang memuaskan. Akhirnya para ahli sejarah matematika menemukan asal kata

tersebut yang berasal dari nama penulis buku arab yang terkenal yaitu Abu Ja’far

Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi.

Al-Khuwarizmi dibaca orang barat menjadi Algorism. Al-Khuwarizmi menulis

buku yang berjudul Kitab Al Jabar Wal-Muqabala yang artinya “Buku pemugaran

dan pengurangan” (The book of restoration and reduction). Dari judul buku itu kita

juga memperoleh akar kata “Aljabar” (Algebra). Perubahan kata dari Algorism

menjadi Algorithm muncul karena kata Algorism sering dikelirukan dengan

Arithmetic, sehingga akhiran –sm berubah menjadi –thm. Karena perhitungan dengan

angka Arab sudah menjadi hal yang biasa. Maka lambat laun kata Algorithm

berangsur-angsur dipakai sebagai metode perhitungan (komputasi) secara umum,

sehingga kehilangan makna kata aslinya. Dalam Bahasa Indonesia, kata Algorithm

diserap menjadi Algoritma.

Bahasa Pemrograman merupakan notasi yang dipergunakan untuk

mendeskripsikan proses komputasi dalam format yang dapat dibaca oleh komputer

dan manusia. Proses komputasi umumnya didefinisikan secara formal menggunakan

konsep matematika dari Mesin Turing. Pada dasarnya bahasa Pemrograman

dirancang untuk memfasilitasi komunikasi antara manusia dengan komputer.

Page 6: Algoritma dan-pemrograman

Sebuah bahasa pemrograman disebut Turing Complete jika dapat dipergunakan

untuk mendeskripsikan semua komputasi yang dapat dilakukan Mesin Turing, yaitu

memiliki variable integer dan operator aritmatik, pernyataan penugasan, pernyataan

sekuensial, pernyataan seleksi, dan pernyataan iterasi.

2

2.2. DEFINISI ALGORITMA

“Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang

disusun secara sistematis dan logis”. Kata Logis merupakan kata kunci dalam

Algoritma. Langkah-langkah dalam Algoritmaharus logis dan harus dapat ditentukan

bernilai salah atau benar.

2.2.1. Algoritma Merupakan Jantung Ilmu Informatika

Algoritma adalah jantung ilmu komputer atau informatika. Banyak cabang

ilmu computer yang diacu dalam terminologi algoritma. Namun, jangan

beranggapan algoritma selalu identik dengan ilmu komputer saja. Dalam

kehidupan sehari-haripun banyak terdapat proses yang dinyatakan dalam

suatu algoritma. Cara-cara membuat kue atau masakan yang dinyatakan

dalam suatu resep juga dapat disebut sebagai algoritma. Pada setiap resep

selalu ada urutan langkah-lankah membuat masakan. Bila langkah-

langkahnya tidak logis, tidak dapat dihasilkan masakan yang diinginkan. Ibu-

ibu yang mencoba suatu resep masakan akan membaca satu per satu langkah-

langkah pembuatannya lalu ia mengerjakan proses sesuai yang ia baca. Secara

umum, pihak (benda) yang mengerjakan proses disebut pemroses (processor).

Pemroses tersebut dapat berupa manusia, komputer, robot atau alat alat

elektronik lainnya. Pemroses melakukan suatu proses dengan melaksanakan

atau “mengeksekusi” algoritma yang menjabarkan proses tersebut.

Melaksanakan Algoritma berarti mengerjakan langkah-langkah di dalam

Algoritma tersebut. Pemroses mengerjakan proses sesuai dengan algoritma

yang diberikan kepadanya. Juru masak membuat kue berdasarkan resep yang

diberikan kepadanya, pianis memainkan lagu berdasarkan papan not balok.

Page 7: Algoritma dan-pemrograman

Karena itu suatu Algoritma harus dinyatakan dalam bentuk yang dapat

dimengerti oleh pemroses. Jadi suatu pemroses harus :

1. Mengerti setiap langkah dalam Algoritma.

2. Mengerjakan operasi yang bersesuaian dengan langkah tersebut.

3

2.2.2. Mekanisme Pelaksanan Algoritma Oleh Pemroses

Komputer hanyalah salah satu pemroses. Agar dapat dilaksanakan oleh

komputer, algoritma hasrus ditulis dalam notasi bahasa pemrograman

sehingga dinamakan program. Jadi program adalah prwujudan atau

implementasi teknis Algoritma yang ditulis dalam bahasa pemrogaman

tertentu sehingga dapat dilaksanakan oleh komputer.

2.2.3. Belajar Memprogram Dan Belajar Bahasa Pemrograman

Belajar memprogram tidak sama dengan belajar bahasa pemrograman.

Belajar memprogram adalah belajar tentang metodologi pemecahan masalah,

kemudian menuangkannya dalam suatu notasi tertentu yang mudah dibaca

dan dipahami. Sedangakan belajar bahasa pemrograman berarti belajar

memakai suatu bahasa aturan-aturan tata bahasanya, instruksi-instruksinya,

tata cara pengoperasian compiler-nya, dan memanfaatkan instruksi-instruksi

tersebut untuk membuat program yang ditulis hanya dalam bahasa itu saja.

Sampai saat ini terdapat puluhan bahasa pemrogram. Yang dapat dibedakan

berdasarkan tujuan dan fungsinya. Diantaranya adalah :

ProgrammingLanguage Paradigm

Imperative Declarative

Page 8: Algoritma dan-pemrograman

4

a. Belajar Memprogram

Belajar memprogram ≠ belajar bahasa pemrograman

Belajar memprogram : belajar tentang strategi pemecahan masalah,

metodologi dan sistematika pemecahan masalah kemudian

menuliskannya dalam notasi yang disepakati bersama.

Belajar memprogram : bersifat pemahaman persoalan, analisis dan

sintesis.

Belajar memprogram, titik berat : designer program.

b. Belajar Bahasa Pemrograman

Belajar bahasa pemrograman : belajar memakai suatu bahasa

pemrograman, aturan sintaks, tatacara untuk memanfaatkan instruksi

yang spesifik untuk setiap bahasa.

Belajar bahasa pemrograman, titik berat : coder.

c. Produk yang dihasilkan Pemrogram :

Program dengan rancangan yang baik (metodologis, sistematis).

Dapat dieksekusi oleh mesin.

Berfungsi dengan benar.

Sanggup melayani segala kemungkinan masukan.

Disertai dokumentasi.

Belajar memprogram, titik berat : designer program.

2.2.4. Algoritma

a. Aksi :

Prosedural C, Pascal, Fortran, Basic

ObjOrientedAda, ObjectPascal, C++,

Java, Smalltalk,

Eiffel

ParallelProcessing :

Ada, Pascal S, Occam, CLinda

Logic : PROLOG

Functional :LISP, APL,SCHEME

Database :SQL

Page 9: Algoritma dan-pemrograman

kejadian yang terjadi pada selang waktu terbatas (dimulai saat T0 dan

berakhir pada saat T1).

Menghasilkan efek netto yang terdefinisi dengan baik dan

direncanakan.

5

b. Contoh :

Ibu Tati mengupas kentang untuk mempersiapkan makan malam

(luas ruang lingkupnya).

Karena ruang lingkup luas, maka harus didefinisikan keadaan awal

dan efek netto yang direncanakan ( Initial State dan Final State).

Initial State (keadaan awal) : T0 kentang sudah ada dikantong

kentang, dan ditaruh di rak dapur dimana ibu Tati akan mengupasnya.

Final State (keadaan akhir) : T1 kentang dalam keadaan terkupas di

panci, siap untuk dimasak dan kantong kertasnya harus dikembalikan

ke rak lagi.

Kejadian : urut-urutan dari beberapa aksi yang terjadi secara

berurutan.

Efek kumulatif dari semua aksi yang terjadi menjadi efek netto dari

kejadian.

Penggolongan suatu kejadian menjadi aksi adalah relatif tergantung

dari sudut pandang. Contoh mengupas kentang dapat dijelaskan :

- Ambil kantong kentang dari rak

- Ambil panci dari almari

- Kupas kentang

- Kembalikan kantong kentang ke rak

Contoh lain (jika tidak dipandang perlu untuk menjelaskan kantong

kentang diambil dari rak sebelum ambil panci) :

- Ambil kantong kentang dari rak dan ambil panci dari almari

- Kupas kentang

- Kembalikan kantong kentang ke rak

Page 10: Algoritma dan-pemrograman

Jika esok hari ibu Tati mengupas kentang lagi untuk makan malam juga,

dan kita mengamati hal-hal yang sama, apakah hal tsb bisa disebut sama?

Ini tergantung jawabannya bisa sama bisa tidak.

Tidak karena ibu Tati tidak mungkin mengupas kentang yang sama

dengan kemarin.

Sama karena kemiripan pola yang dilakukan.

6

2.2.5. Notasi Algoritma Independen Terhadap Bahasa Pemrograman Dan

Mesin Komputer

Notasi Algoritma dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa

pemrograman. Analoginya sama dengan resep membuat kue. Sebuah resep

dapat ditulis dalam bahasa apapun dan hasilnya akan sama asalkan semua

aturan pada resep diikuti. Mengapa demikian ? Karena setiap juru masak

(sebagai pemroses) dapat melakukan operasi dasar yang sama, seperti

mengocok telur, menimbang berat gula, dan lain sebagainya.

Demikian juga halnya dengan komputer. Meskipun setiap komputer berbeda

teknologinya, tetapi secara umum semua komputer dapat melakukan operasi-

operasi dasar dalam pemrograman seperti operasi pembacaan data, operasi

perbandingan, operasi aritmatika, dan sebagainya. Perkembangan teknologi

komputer tidak mengubah operasi-operasi dasar itu, yang berubah hanyalah

kecepatan, biaya, atau tingkat ketelitian. Pada sisi lain setiap program dalam

bahasa tingkat tinggi selalu diterjemahkan kedalam bahasa mesin sebelum

akhirnya dikerjakan oleh CPU. Setiap instruksi dalam bahasa mesin

menyajikan operasi dasar yang sesuai, dan menghasilkan efek netto yang

sama pada setiap komputer.

Pemrograman Prosedural

Algoritma berisi urutan langkah-langkah penyelesaian masalah. Ini berarti

Algoritma adalah proses yang procedural.

Definisi Prosedural menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :

1. Tahap-tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas.

2. Metode langkah demi langkah secara eksak dalam memecahkan suatu

masalah.

Page 11: Algoritma dan-pemrograman

Pada pemrograman procedural, program dibedakan antara bagian data dengan

bagian instruksi. Bagian instruksi terdiri atas runtutan (sequence) instruksi

yang dilaksanakan satu per satu secara berurutan oleh pemroses. Alur

pelaksanaan instruksi dapat berubah karena adanya pencabangan kondisional.

Data yang disimpan di dalam memori dimanipulasi oleh instrusi secara

beruntun atau procedural. Paradigma pemrograman seperti ini dinamakan

pemrograman procedural.

7

Bahasa-bahasa tingkat tinggi seperti Cobol, Basic, Pascal, Fortran dan C

mendukung kegiatan pemrograman procedural, karena itu mereka dinamakan

juga bahasa procedural. Selain paradigma pemrograman procedural, ada lagi

paradigma yang lain yaitu pemrograman berorientasi objek (Object Oriented

Programming). Paradigma pemrograman ini merupakan trend baru dan

sangat populr akhir-akhir ini.

Paradigma pemrograman yang lain adalah pemrograman fungsional,

pemrogramn deklaratif dan pemrograman konkuren. Pada kesempatan ini

penulis hanya menyajikan paradigma pemrograman procedural saja.

Keuntungan pemakaian algoritma adalah: logika pemecahan masalah dapat

dibuat bertingkat (mulai dari global menuju terperinci), algoritma

merupakan bentuk fleksibel untuk diterapkan keberbagai bahasa

pemrograman.

Jadi Algoritma adalah:

1. penyusunaan aspekproses logika dari suatu pemecahan masalah tanpa

melihat karakteristik bahasa pemrograman yang akan digunakan.

2. Urutan notasi logika yang merupakan hasil analiss dan rancangan

sistematik dari strategi pemecahan maslah, untuk menggambarkan

urutan langkah kerja yang jika dikerjakan akan membawa ketujuannya.

3. Urutan logika langkah kerja untuk meyelesaikan suatu masalah.

Contoh algoritma dalam kehidupan sehari-hari, misalnya: menjahit

pakaian, membuat kue, jadwal harian, panduan merakit komputer, dan

lain-lain.

Beberapa notasi yang digunakan dalam penulisan algoritma :

Page 12: Algoritma dan-pemrograman

1. Notasi I : untaian kalimat deskriptif

2. Notasi II : diagram alir (flow chart)

3. Notasi III : psudo-code

8

Contoh masalah : menghitung luas segiempat.

Notasi I :

Algoritma Luas_Segiempat

Menghitung luas segiempat dengan memasukkan nilai lebar dan panjang

segiempat

Deklarasi

Luas,panjang,lebar : bilangan bulat

Deskripsi

1. Masukkan nilai lebar dan panjang

2. Hitung luas sama dengan panjang kali lebar

3. Tampilkan Luas

Simbol-simbol program flowchart

Page 13: Algoritma dan-pemrograman

9

Notasi II :

Notasi III :

Algoritma Luas_Segiempat

Menghitung luas segiempat dengan memasukkan nilai lebar dan panjang

segiempat

Deklarasi

Luas,panjang,lebar :integer

Deskripsi

Input(n)

Luas= panjang * lebar

Output(Luas)

Page 14: Algoritma dan-pemrograman

10

2.3. ATURAN PENULISAN ALGORITMA

Algoritma berisi langkah-langkah penyelesaian masalah. Langkah-langkah tersebut

dapat ditulis dalam notasi apapun, asalkan mudah dibaca dan dimengerti, karena

memang tidak ada notasi baku dalam penulisan algoritma. Tiap orang dapat

membuat aturan penulisan dan notasi algoritma sendiri. Agar notasi algoritma mudah

ditranslasi ke dalam notasi bahasa pemrograman, maka sebaiknya notasi algoritma

tersebut berkorespnden dengan notasi bahasa pemrograman secara umum.

a. Aturan Penulisan Algoritma

Setiap Algoritma akan selalu terdiri dari tiga bagian yaitu :

Judul (Header)

Kamus

Algoritma

Pada setiap bagian tersebut apabila akan dituliskan komentar mengenai setiap

bagian tersebut dituliskan diantara tanda kurung kurawa contoh { Komentar }.

Notasi algoritmis yang dituliskan diantara tanda ini tidak akan dieksekusi oleh

program.

Contoh :

Judul{ Komentar mengenai Algoritma seperti cara kerja program, Kondisi awal dan kondisi akhir dari algoritma }

Kamus{ Pada bagian ini, didefinifikan nama konstanta, nama variable, nama prosedur dan nama fungsi }

Algoritma{ Pada bagian ini algoritma dituliskan. Semua teks yang dituliskan tidak diantara tanda kurung kurawa akan dianggap sebagai notasi algoritma yang akan berpengaruh terhadap kebenaran algoritma }

Page 15: Algoritma dan-pemrograman

11

Judul (Header)

Judul adalah bagian teks algoritma yang digunakan sebagai tempat

mendefinisikan nama dengan menentukan apakah teks tersebut adalah program,

prosedur, fungsi. Setelah judul disarankan untuk menuliskan spesifikasi singkat

dari teks algoritma tersebut. Nama algoritma sebaiknya singkat namun cukup

menggambarkan apa yang akan dilakukan oleh algoritma tersebut.

Contoh :

Catatan :

Untuk memisahkan antara kata dalam judul algoritma menggunakan tanda “_”

bukanlah suatu keharusan. Anda dapat menuliskan LuasLingkaran atau

Luas_Lingkaran. Tetapi sebaiknya anda tidak menggunakan spasi “ “ untuk

memisahkan antara kata di dalam nama algoritma.

Kamus (Deklarasi)

Kamus adalah bagian teks algoritma sebagai tempat untuk mendefinisikan :

Nama type

Nama konstanta

Nama variable

Nama fungsi

Nama prosedur

Program Luas_Kubus ← {Judul Algoritma}{ Menghitung luas kubus untuk ukuran sisi yang dibaca dari piranti masukan lalu mencetak hasilnya kepiranti keluaran} ← {Spesifikasi Algoritma}

Page 16: Algoritma dan-pemrograman

Semua nama tersebut baru dapat dipakai di dalam algoritma jika telah

didefinisikan terlebih dahulu didalam kamus. Penulisan sekumpulan nama dalam

kamus sebaiknya dikelompokan menurut jenis nama tersebut. Nama variabel

belum terdefinisi nilainya ketika didefinisikan. Pendefinisian nama konstanta

sekaligus memberikan harga konstanta tersebut, pendefinisian nama fungsi

dilakukan sekaligus dengan domain / range serta spesifikasinya. Pendefinisian

nama prosedur sekaligus dengan pendefinisian parameter (jika ada) dan

spesifikasi prosedur (kondisi awal “Initial State”, Kondisi akhir “ Final State”

dan proses yang dilakukan).

12

Contoh :

Kamus{Nama type, hanya untuk type yang bukan type dasar}type jam : <hh,mm,ss :integer> {Type jam terdiri dari 3 masukan yaitu “hh” sebagai jam. “mm” sebagai menit dan “ss” sebagai detik}

{Nama konstanta, harus menyebutkan type dan nilai }constant phi : real = 3,14159constant nama : string = ‘Alex’constant benar : boolean = true

{Nama Informasi, menyebutkan type}x,y : integer {suatu nilai yang bertype bilangan bulat}NMax : real {nilai maksimum yang bertype bilangan real}Nama : string {suatu nilai yang merupakan kumpulan character}P : point {suatu nilai pada bidang kartesian}Cari : Boolean {suatu nilai logika}Algoritma (Deskripsi)

Algoritma adalah bagian inti dari suatu algoritma yang berisi instruksi atau

pemanggilan aksi yang telah didefinisikan. Komponen teks algoritma dalam

pemrograman procedural dapat berupa :

Instruksi dasar seperti input/output, assignment

Sequence (runtutan)

Analisa kasus

Perulangan

Page 17: Algoritma dan-pemrograman

Setiap langkah algoritma dibaca dari “atas” ke “bawah”. Urutan deskripsi

penulisan menentuan urutan langkah pelaksanaan perintah.

13

Contoh :

Algoritma

input (c,d) {menerima masukan 2 bilangan c dan d}

if c < d then {operasi kondisional}

e ← a + b {e di assignment oleh nilai a dan b}

else

e ← a – boutput (e) {hasil keluaran berupa bilangan e}

Catatan :

Untuk kata-kata input, output, if then else, output akan dipelajari lebih

mendalam dalam bab-bab selanjutnya.

Contoh Penyelesaian Masalah Oleh Algoritma

Mencetak String “Selamat Belajar Algoritma dan Pemrograman” ke piranti

Keluaran.

Program Cetak_string{mencetak string “Selamat Belajar Algoritma dan Pemrograman” ke pirantikeluaran}Kamus{tidak ada}AlgoritmaOutput (‘Selamat Belajar Algoritma dan Pemrograman’)

Page 18: Algoritma dan-pemrograman

14

Menentukan nilai terbesar dari bilangan bulat yang dibaca dari piranti masukan

dan menuliskan hasilnya ke piranti keluaran.

Program Nilai_Maksimal{Menentukan nilai tertinggi yang dibaca dari piranti masukan dan hasilnya dicetak ke piranti keluaran}

Kamushasil,x,y : integer {hasil merupakan variabel untuk menampung nilai

keluaran}{x,y adalah variabel untuk menampung nilai masukan}

Algoritmainput (x,y) {membaca nilai x dan y dari piranti masukan}if x < y then {operasi kondisional}hasil ← x {hasil di assignment oleh nila terbesar}

elsehasil ← y

output (hasil) (nilai didalam variabel hasil dicetak ke piranti keluaran}

Page 19: Algoritma dan-pemrograman

15

BAB 3

PENUTUP

 

3.1. Kesimpulan

Imperative program beranalogi dibawah bahasa pemograman yang memacu atau

berorientasi pada objek objek system informasi yang mengarah pada system

informasi. Pembuatan program program komputer dengan penguasaan data yang ada

pada bahasa pemograman untuk dikuasai agar menjadi seorang programmer handal.

Beberapa sub dari bidang pemograman imperative diantaranya adalah variable dan

penugasan ; perintah tidak struktur ; perintah tidak terstruktur ; subprogram, prosedur

dan fungsi; dan penanganan eksepsi. Mengenali dan memberi contoh variable dan

penguasaaanya, mengenali bentuk perintah tidak terstruktur, mengenali bentuk

perintah terstruktur, dapat menjelaskan bentuk-bentuk struktur control, dapat

menuliskan subprogram, prosedur, dan fungsi, dan dapat mengenali serta

menjelaskan beberapa bentuk eksepsi dan penangananya.

3.2. Refferensi

http://google.com/

http://ikc.dinus.ac.id/berseri/alex-algoritma/index.php

https://wikipedia.co.id/

Software materi Asep Baban Sobana, ST.

Page 20: Algoritma dan-pemrograman

16