of 121 /121
ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE 2010-2014) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Akademika Dan Melengkapi Sebagian Dari Syarat syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Oleh ACHADDEH 2011420028 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS DARMA PERSADA JAKARTA 2015

ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK

HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP

PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN

PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE 2010-2014)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Akademika Dan Melengkapi

Sebagian Dari Syarat – syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan

Akuntansi

Oleh

ACHADDEH

2011420028

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS DARMA PERSADA

JAKARTA

2015

Page 2: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE
Page 3: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE
Page 4: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE
Page 5: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

v

ABSTRAK

NIM : 2011420028, Judul Skripsi : ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL,

PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK

PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH SUKU DINAS

PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE 2010-2014)

Jumlah Hal : xiv + 95 Hal,

Kata Kunci : Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame dan

Pajak Parkir, Penerimaan Pajak Daerah, Kontribusi

Penelitian ini membahas tentang pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran,

pajak reklame dan pajak parkir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini

adalah metode deskripstif kuantitatif. Tujuan dalam penelitian ini untuk

mengetahui bagaimana tingkat kontribusinya dan sektor pajak apa yang

memberikan kontribusi dominan terhadap penerimaan pajak daerah Suku Dinas

Pelayanan Pajak Timur selama 5 tahun serta untuk menganalisis laju pertumbuhan

dari segi wajib pajak baru yang terjadi pada tiap sektor pajak daerah.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa realisasi penerimaan pajak dari

lima sektor pada tahun 2011 mampu mencapai target dan memberikan surflus

bagi sudin pp timur serta kontribusi terbesar yang diberikan pada tahun 2010-

2011 berasal dari pajak reklame dengan tingkat “kriterian baik” sedangkan dari tahun 2012-2014 berasal dari pajak restoran dengan tingkat “kriteria sangat baik” selain itu dapat diketahui sektor pajak yang memberikan kontribusi paling

dominan adalah pajak restoran dengan total penerimaan selama lima tahun

terakhir sebesar Rp 277.882.891.424 dengan nilai rata-rata kontribusi 41%. Laju

pertumbuhan pajak merupakan ukuran untuk menilai tingkat perkembangan

penerimaan pajak pada tiap sektor pajak, hasilnya menunjukan rata-rata

pertumbuhan tertinggi berasal dari pajak hiburan sebesar 85% dan masuk dalam

kategori pertumbuhan yang sangat berhasil. Hal ini menunjukan pertumbuhan

penerimaan pajak hiburan memiliki peluang prospek untuk memberikan

kontribusi yang besar

Daftar Acuan : (2004-2014)

Jakarta, Agustus 2015

Achaddeh

Page 6: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

vi

KATA PENGANTAR

Bismil-laahir-rahmanir-raahiim

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan rahmat dan kuasa-Nya yang telah diberikan kepada penulis, baik

berupa kesehatan jasmani dan rohani sehingga penulis dapat menyelesaikan

skripsi ini, skripsi yang berjudul “ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL,

PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK

PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH SUKU DINAS

PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE 2010-2014)”, yang

merupakan salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi

jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Darma Persada Jakarta.

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis mengucapkan terima kasih yang

tidak terhingga kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, sehingga

memungkinkan skripsi ini terwujud. Dengan kerendahan hati penulis ingin

menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak, Mama, Adik dan Saudara-saudaraku untuk doa, restu, kasih

sayang, perhatian, kesabaran dan dukungan yang mereka berikan

sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

2. Bapak Ahmad Basid Hasibuan, SE, M.Si selaku Ketua Jurusan

Akuntansi Universitas Darma Persada yang telah bersedia meluangkan

waktu untuk memberikan bimbingan dan saran kepada peneliti.

Page 7: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

vii

3. Bapak Jombrik, SE, MM. selaku Dosen Pembimbing bagi peneliti yang

dengan sabar, bijaksana serta sistematis membimbing peneliti dalam

menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih untuk waktu, tenaga dan

pikiran yang telah bapak berikan untuk penulis.

4. Dinas Pelayanan Pajak Provinsi DKI Jakarta yang telah memberikan

izin dan fasilitas pelayanan yang baik selama penelitian skripsi.

5. Suku Dinas Pelayanan Pajak Jakarta Timur yang telah memberikan izin

dan fasilitas pelayanan yang baik selama penelitian skripsi.

Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna dan

mempunyai banyak kekurangan, untuk itu peneliti mengharapkan kritik dan saran

yang membangun dari berbagai pihak. Akhir kata, peneliti berharap semoga

skripsi ini dapat diterima dan memberikan manfaat bagi kita semua khususnya

bagi penulis sendiri maupun bagi pihak lain yang membutukan.

Jakarta, Agustus 2015

Achaddeh

Page 8: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

viii

DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL SKRIPSI ............................................................................ i

LEMBAR PERNYATAAN ............................................................ ii

LEMBAR PERSETUJUAN ........................................................... iii

LEMBAR PENGESAHAN ............................................................ iv

ABSTRAK ....................................................................................... v

KATA PENGANTAR ..................................................................... vi

DAFTAR ISI .................................................................................... viii

DAFTAR TABEL ............................................................................ xii

DAFTAR GAMBAR ....................................................................... xiv

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah ................................................... 1

1.2. Rumusan Masalah ............................................................ 3

1.3. Tujuan Penelitian ……...................................................... 4

1.4. Manfaat Penelitian ........................................................... 5

1.5. Pembatasan Masalah ........................................................ 5

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan Pustaka .............................................................. 6

2.1.1 Definisi Perpajakan ................................................. 6

2.1.2 Pengelompokan Pajak.............................................. 8

2.1.3 Fungsi Pajak ............................................................ 10

2.1.4 Sayarat-syarat Pemungutan Pajak............................ 11

2.1.5 Teori Dasar Pemungutan Pajak…............................ 13

2.1.6 Sistem Pemungutan Pajak ....................................... 15

2.2 Pendapatan Asli Daerah ………………..………………. 17

2.2.1 Pengertian Pendapatan Asli Daerah ……………… 17

2.2.2 Sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah ………… 18

2.3 Pajak Daerah ……………………………………………. 19

Page 9: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

ix

2.3.1 Pengertian Pajak Daerah …………………………… 19

2.3.2 Jenis-jenis Pajak Daerah …………………………… 21

2.3.3 Nilai Ukur untuk hasil Pajak Daerah ………………. 23

2.3.4 Sanksi Pajak Daerah ……………………………….. 25

2.4 Pajak Hotel ………………………………………………. 28

2.4.1 Pengertian Pajak Hotel …………………………….. 28

2.4.2 Objek Pajak dan Bukan Objek Pajak Hotel ……….. 28

2.4.3 Subjek Pajak dan Wajib Pajak Hotel………………. 29

2.4.4 Dasar Pengenaan, Tarif dan Cara Perhitungan

Pajak Hotel ………………………………………… 30

2.5 Pajak Hiburan ……………………………………………. 31

2.5.1 Pengertian Pajak Hiburan ………………………….. 31

2.5.2 Objek Pajak dan Bukan Objek Pajak Hiburan …….. 31

2.5.3 Subjek Pajak dan Wajib Pajak Hiburan…………….. 32

2.5.4 Dasar Pengenaan, Tarif dan Cara Perhitungan

Pajak Hiburan ………………………………………. 32

2.6 Pajak Restoran ……………………………………………. 34

2.6.1 Pengertian Pajak Restoran ………………………….. 34

2.6.2 Objek Pajak dan Bukan Objek Pajak Restoran …….. 34

2.6.3 Subjek Pajak dan Wajib Pajak Restoran…………….. 35

2.6.4 Dasar Pengenaan, Tarif dan Cara Perhitungan

Pajak Restoran ………………………………………. 36

2.7 Pajak Reklame …………………………………………….. 36

2.7.1 Pengertian Pajak Restoran …………………………... 36

2.7.2 Objek Pajak dan Bukan Objek Pajak Restoran ……... 37

2.7.3 Subjek Pajak dan Wajib Pajak Restoran…………….. 38

2.7.4 Dasar Pengenaan, Tarif dan Cara Perhitungan

Pajak Restoran ………………………………………. 39

2.8 Pajak Parkir …………………………………………….…. 41

2.8.1 Pengertian Pajak Parkir ………………………….….. 41

2.8.2 Objek Pajak dan Bukan Objek Pajak Parkir ………... 41

Page 10: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

x

2.8.3 Subjek Pajak dan Wajib Pajak Parkir………………... 42

2.8.4 Dasar Pengenaan, Tarif dan Cara Perhitungan

Pajak Parkir …………………………………………. 42

2.9 Kerangka berfikir …………………………………………. 44

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................... 45

3.2 Jenis Data ............................................................................. 45

3.3 Teknik Pengumpulan Data ...................................................... 46

3.4 Metode Analisis Data ........................................................... 46

BAB IV ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi Objek Penelitian ................................................... 49

4.1.1 Sejarah Sudin Pelayanan Pajak Kota

Administrasi Jakarta Timur …………………….……. 49

4.1.2 Visi dan Misi Suku Dinas Pelayanan Pajak………….. 51

4.1.3 Struktur Organisasi …………………………...……… 51

4.1.4 Tugas dan Fungsi Organisasi ………………………… 53

4.1.5 Batas Wilayah Kerja Suku Dinas Pelayanan

Pajak Jakarta Timur ………………………………….. 54

4.1.6 Objek Pajak yang Dikelola …………………………... 55

4.2 Data Dan Pembahasan ……………………………………... 56

4.2.1 Penerimaan Pajak Daerah Sudin PP Jakarta Timur

4.2.1.1 Pajak Hotel …………………………………… 56

4.2.1.2 Pajak Hiburan ………………………………… 58

4.2.1.3 Pajak Restoran ……………………………….. 59

4.2.1.4 Pajak Reklame ……………………………….. 62

4.2.1.5 Pajak Parkir ………………………………….. 63

4.2.1.6 Rekapitulasi Penerimaan Pajak ………………. 65

4.2.2 Kontribusi Pajak

4.2.2.1 Kontribusi Pajak Daerah terhadap Penerimaan

Pajak Daerah SUDIN PP Jakarta Timur

Page 11: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

xi

4.2.2.2 Kontribusi Tahun Anggara 2010 ……………... 67

4.2.2.3 Kontribusi Tahun Anggara 2011 ……………… 70

4.2.2.4 Kontribusi Tahun Anggara 2012 ……………… 73

4.2.2.5 Kontribusi Tahun Anggara 2013 ……………… 76

4.2.2.6 Kontribusi Tahun Anggara 2014 ……………… 79

4.2.2.7 Rekapitulasi Pajak Kontribusi TA 2010-2014… 82

4.2.3 Pertumbuhan Pajak Daerah

4.2.3.1 Pajak Hotel Periode 2010-2014 ……………….. 84

4.2.3.2 Pajak Restoran Periode 2010-2014 ……………. 85

4.2.3.3 Pajak Hiburan Periode 2010-2014 …………….. 87

4.2.3.4 Pajak Reklame Periode 2010-2014 ……………. 89

4.2.3.5 Pajak Parkir Periode 2010-2014 ………………. 90

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan ............................................................................. 94

5.2 Saran ....................................................................................... 96

DAFTAR PUSTAKA

RIWAYAT HIDUP

LAMPIRAN

Page 12: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

xii

DAFTAR TABEL

TABEL Judul Hal.

4.1 Realisasi dan Target Penerimaan Pajak Hotel

Jakarta Timur TA 2010-2014 ……………………………... 56

4.2 Realisasi dan Target Penerimaan Pajak Hiburan

Jakarta Timur TA 2010-2014 ……………………………... 58

4.3 Realisasi dan Target Penerimaan Pajak Restoran

Jakarta Timur TA 2010-2014 ……………………………... 60

4.4 Realisasi dan Target Penerimaan Pajak Reklame

Jakarta Timur TA 2010-2014 ……………………………... 62

4.5 Realisasi dan Target Penerimaan Pajak Parkir

Jakarta Timur TA 2010-2014 ……………………………... 64

4.6 Rekapitulasi Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Daerah

Jakarta Timur TA 2010-2014……………………………… 66

4.7 Kontribusi Pajak Daerah bagi Penerimaan Pajak

Sudin PP Timur Tahun 2010………………………………. 67

4.7 Kriterian Nilai Kontribusi………………………………….. 69

4.8 Kontribusi Pajak Daerah bagi Penerimaan Pajak

Sudin PP Timur Tahun 2011………………………………. 70

4.8 Kriterian Nilai Kontribusi………………………………….. 72

4.9 Kontribusi Pajak Daerah bagi Penerimaan Pajak

Sudin PP Timur Tahun 2012………………………………. 73

4.9 Kriterian Nilai Kontribusi………………………………….. 75

4.10 Kontribusi Pajak Daerah bagi Penerimaan Pajak

Sudin PP Timur Tahun 2013………………………………. 76

4.10 Kriterian Nilai Kontribusi………………………………….. 78

4.11 Kontribusi Pajak Daerah bagi Penerimaan Pajak

Sudin PP Timur Tahun 2014………………………………. 80

4.11 Kriterian Nilai Kontribusi………………………………….. 81

Page 13: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

xiii

4.11 Rekapitulasi Kontribusi Pajak Periode 2010-2014 pada

SUDIN PP Timur …………………………………............... 82

4.12 Pertumbuhan Penerimaan Pajak Hotel Tahun 2010-2014…... 84

4.12 Pengukuran Laju Pertumbuhan Pajak Hotel ………………... 85

4.13 Pertumbuhan Penerimaan Pajak Restoran Tahun 2010-2014.. 86

4.13 Pengukuran Laju Pertumbuhan Pajak Restoran…………….. 87

4.14 Pertumbuhan Penerimaan Pajak Hiburan Tahun 2010-2014.. 87

4.14 Pengukuran Laju Pertumbuhan Pajak Hiburan……………... 88

4.15 Pertumbuhan Penerimaan Pajak Reklame Tahun 2010-2014.. 89

4.15 Pengukuran Laju Pertumbuhan Pajak Reklame ……………. 90

4.16 Pertumbuhan Penerimaan Pajak Parkir Tahun 2010-2014…. 91

4.16 Pengkuran Laju Pertumbuhan Pajak Parkir ……..…………. 92

4.16 Rekapitulasi Laju Pertumbuhan Penerimaan Pajak Periode

2010-2014 pada SUDIN PP Timur .….……………………. 92

Page 14: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

xiv

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR Judul Hal.

1 Kerangka Pemikiran ........................................................ 44

2 Struktur Organisasi Suku Dinas Pelayanan Pajak

Jakarta Timur .................................................................. 52

Page 15: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Pajak merupakan iuran wajib warga negara kepada pemerintah dan

dikenakan berdasarkan ketentuan undang-undang yang berlaku. Iuran pajak

tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan sehingga dapat

terealisasi dan mensejahterakan masyarakat.

Berdasarkan lembaga pemungutannya pajak terbagi menjadi pajak pusat

dan pajak daerah. Pajak pusat adalah Pajak yang dipungut oleh pemerintah

pusat yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak guna membiayai rumah

tangga pemerintahan pusat dan tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan

Belanja Negara (APBN). Besaran pajak pusat ditetapkan melalui undang-

undang dan PP atau Perpu. Sedangkan Pajak daerah adalah pajak yang

dipungut oleh pemerintah daerah yang dilakukan oleh Dinas Pendapatan

Daerah atau Dispenda, digunakan untuk membiayai rumah tangga pemerintah

daerah dan tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

(APBD). Besaran dan bentuk pajak daerah ditetapkan melalui Peraturan Daerah

(Perda).

Setiap daerah dituntut untuk berkembang dan bersaing untuk dapat

mensejahterakan kehidupan masyarakat didaerahnya tanpa bergantung terhadap

bantuan pemerintah pusat maka dibentuklah daerah otonom yang disebut

kebijakan Otonomi daerah yaitu merupakan hak, wewenang, dan kewajiban

daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan

Page 16: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

2

kepentingan masyarakat setempat dalam sistem Negara Kesatuan Republik

Indonesia (UU No.23 Tahun 2014)

Sebagian besar pendapatan daerah berasal dari pajak sehingga dengan

adanya kebijakan otonomi daerah, pemerintah memberikan peluang kepada tiap

daerah untuk menggali potensi sumber-sumber penerimaan daerah untuk

dikelola demi pembangunan daerahnya, sehingga dapat memanjukan dan

meningkatkan Pendapatan Daerah (PAD). Maka daerah membutuhkan sumber-

sumber penerimaan yang cukup memadai untuk kemajuan daerahnya, sumber-

sumber penerimaan daerah ini dapat berasal dari pajak dan bantuan (subsidi)

dari pemerintah pusat ( Rustam,2014) .

DKI Jakarta merupakan pusat pemerintahan Republik Indonesia,

sehingga menjadikan kota Jakarta sebagai indicator pertumbuhan

perekonomian utama Indonesia, Ada banyak macam objek bisnis ekonomi

kreatif yang bermunculan di Jakarta dan setiap pemekaran yang dilakukan

untuk objek seperti hiburan, hotel,restoran dan bahkan parker, semua sector

akan membutuhkan peran reklame karena ada perusahaan dan pebisnis yang

menggunakan reklame sebagai iklan untuk menginformasikan dan

mempromosikan perusahannya ataupun produknya.

Peran Jakarta sebagai kota megapolitan yang modern dizaman sekarang

dapat menumbuhkan persaingan bisnis dikalangan usaha-usaha ekonomi

kreatif. Jika bisnis usaha tumbuh dan berkembang dengan cepat akan

meningkatkan perekonomian masyarakat, sehingga kemampuan masyarakat

sebagai konsumen objek-objek bisnis tersebut akan meningkat, secara dampak

Page 17: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

3

langsung penerimaan pajak pun akan meningkat. Sehingga kontribusi yang

diberikan pajak terhadap pendapatan daerah akan cukup besar.

Menurut sumber Ivan Setyadhi - Kamis, 02-04-2015 16:38 di E-magazine

Actual.co menuliskan

“Diketahui, di APBD-Perubahan 2014 target penerimaan dari pajak daerah

DKI dipatok Rp 32,5 triliun atau dinaikkan hingga 42 persen dari target 2013

yang hanya Rp22,61 triliun. Namun realisasinya, malah meleset Rp 5,48 triliun

dari target. Tak mau meleset lagi, di tahun 2015, target penerimaan pajak DKI

diturunkan kenaikkannya menjadi hanya 10,7 persen atau hanya naik sekitar Rp

4 triliun dari 2014. Sedangkan di 2015 DKI akan menaikkan tarif dari sektor

pajak. Seperti pajak kendaraan bermotor yang mulai Januari 2015 mengalami

kenaikan tarif progresif. Yang tadinya 1,5 persen menjadi 2 persen. Juga pajak

hiburan yang akan dinaikkan dari 20 persen menjadi 30 persen. Belum lagi

upaya mengintensifkan penerapan pajak online di sektor hiburan, hotel,

restoran, dan parkir. Dimana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

akhir Januari lalu menargetkan jumlah pajak online akan menyasar 10.951

wajib pajak, dari hanya 4.690 wajib pajak di 2014.”

Melihat pertumbuhan hotel, Restoran, Hiburan, Reklame, dan Parkir di

jakarta yang sangat pesat. Hal ini menimbulkan asumsi bahwa penerimaan

pajak daerah dari 5 sektor tersebut juga tinggi. Berdasarkan gambaran dan latar

belakang tersebut serta melihat realita perpajakan yang ada maka peneliti

tertarik untuk mengambil topik tentang pajak daerah tersebut dengan judul

“Analisis Kontribusi Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak

Reklame, dan Pajak Parkir Terhadap Penerimaan Pajak Daerah Suku

Dinas Pelayanan Pajak Jakarta Timur Periode 2010-2014”

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan dalam latar belakang

permasalahan yang muncul dapat dirumuskan sebagai berikut :

Page 18: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

4

1. Berapa besar realisasi penerimaan dan target pajak hotel, pajak restoran,

pajak hiburan pajak reklame, dan pajak parkir terhadap penerimaan pajak

daerah SUDIN PP Timur?

2. Seberapa besar kontribusi pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran, pajak

reklame, dan pajak parkir serta sektor apa yang memberikan kontribusi

paling dominan terhadap penerimaan pajak daerah SUDIN PP Timur

selama 5 tahun terakhir ?

3. Bagaimana laju pertumbuhan penerimaan pajak dari lima sektor pajak

untuk periode 2010-2014?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk menganalisis dan mengetahui apakah penerimaan pajak hotel,

pajak hiburan, pajak restoran, pajak reklame dan pajak parkir pada suku

dinas sudah mencapai target realisasi

2. Untuk menganalisis dan mengetahui tingkat kontribusi pajak hotel, pajak

hiburan, pajak restoran, pajak reklame dan pajak parkir di wilayah kota

Jakarta Timur.

3. Untuk menganalisis dan mengetahui sektor pajak apa yang memberikan

kontribusi paling dominan.

4. Untuk menganalisa dan mengetahui laju pertumbuhan penerimaanpajak

hotel, pajak hiburan, pajak restoran, pajak reklame dan pajak parkir.

Page 19: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

5

1.4 Manfaat Penelitian

1. Bagi peneliti

1) Hasil penelitian ini diharapkan menambah pemahaman dan wawasan

mengenai perkembangan pajak daerah.

2) Menambah wawasan mengenai kontribusi dari pajak hotel, pajak

hiburan, pajak restoran, pajak reklame dan pajak parkir terhadap

penerimaan pajak daerah.

2. Bagi Instansi

1) Hasil penelitian ini diharapkan memberikan inspirasi bagi pemerintah

khususnya kepala daerah dalam pengambilan kebijakan-kebijakan guna

menggali pontensi sumber daya yang ada khususnya dari sektor pajak

hotel, hiburan, restoran, reklame dan parkir.

3. Bagi pihak lain

1) Hasil penelitian yang peneliti lakukan diharapkan dapat memberikan

manfaat dan informasi ataupun sumbangan pemikiran bagi pihak-pihak

lain yang berkepentingan.

1.5 Pembatasan Masalah

Karena pendapatan pajak daerah di kantor Suku Dinas Pelayanan Pajak Timur

hanya mengurusi 5 sektor pajak maka untuk lebih memfokuskan masalah

peneliti membatasi ruang lingkup penelitian ini hanya pada pendapatan pajak

daerah dari 5 sektor yaitu pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran, pajak

reklame dan pajak parkir untuk periode 2010-2014.

Page 20: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

6

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan pustaka

2.1.1 Definisi perpajakan

Sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

serta Anggaran Pendapatan dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD)

terlihat bahwa salah satu sumber penerimaan negara adalah bersumber

dari sektor pajak. Definisi pajak itu sendiri, menurut :

Rochmat Soemitro (2013: 1) :

“Pajak adalah iuran rakyat kepada kas Negara berdasarkan Undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat

jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan

yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.”

P.J.A Adriani (2012:2) :

“Pajak adalah iuran masyarakat kepada Negara (yang dipaksakan)

yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-

peraturan umum (undang-undang) dengan tidak mendapat prestasi

kembali yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah

untuk membiayai pengeluaran umum berhubung tugas Negara

untuk menyelenggarakan pemerintahan.”

S.I Djajadiningrat (2012:2) :

“Pajak adalah kewajiban meyerahkan sebagian kekayaan ke kas

negara yang disebabkan suatu keadaan, kejadian dan perbuatana

yang memberikan kedudukan tertentu tetapi bukan sebagai

hukuman menurut peraturan yang ditetapkan Pemerintah serta

dapat dipaksakan tetapi tidak ada jasa timbal balik dari negara

secara langsung, untuk memelihara kesejahteraan secara umum.”

Page 21: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

7

Mr.Dr.N.J. Feldmann dalam buku perpajakan Indonesia oleh Diaz

Priantara (2012:2) :

“Pajak adalah prestasi yang dipaksakan sepihak dan terutang kepada penguasa (menurut norma-norma yang ditetapkan penguasa

secara umum) tanpa ada kontraprestasi dan semata-mata digunakan

untuk menutup pengeluaran umum.”

MJH Smeets dalam buku Perpajakan Indonesia oleh Diaz Priantara

(2012:2) :

“Pajak adalah prestasi kepada pemerintah yang terutang melalui norma-norma umum, dan yang dapat dipaksakan, tanpa adanya

kontraprestasi yang dapat ditunjukan dalam hal yang individual,

maksudnya untuk membiayai pengeluaran pemerintah.”

Sommerfeld Ray M., Anderson Herschel M., dan Brock Horace R.

Dalam buku Perpajakan indonesai oleh Diaz Priantara (2012:2) :

“Pajak dapat diartikan adanya aliran dari sektor privat ke sektor

publik secara dipaksakan yang dipungut berdasarkan keuntunga

ekonomi tertentu dari nilai setara dalam rangka pemenuhan

kebutuhan negara dan objek-objek sosial.

Menurut Undang-undang no 28 tahun 2009 :

“Pajak Daerah, yang selanjutnya disebut Pajak, adalah kontribusi

wajib kepada Daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan

yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak

mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk

keperluan Daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”

Dari beberapa definisi di atas terdapat persamaan pandangan atau

prinsip mengenai pajak. Perbedaan mengenai beberapa definisi tersebut

hanya pada penggunaan gaya bahasa serta kalimatnya saja. Seningga

dapat disimpulkan bahwa pajak adalah iuran kepada Negara (yang dapat

Page 22: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

8

dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut

peraturan-peraturan dan tidak mendapatkan prestasi-prestasi kembali

yang dirasakan secara langsung.

2.1.2 Pengelompokan Pajak

Secara umum, pajak yang berlaku di Indonesia dapat dibedakan

menjadi Pajak Pusat dan Pajak Daerah. Pajak Pusat adalah pajak-pajak

yang dikelola oleh Pemerintah Pusat yang dalam hal ini sebagian dikelola

oleh Direktorat Jenderal Pajak - Departemen Keuangan. Sedangkan Pajak

Daerah adalah pajak-pajak yang dikelola oleh Pemerintah Daerah baik di

tingkat Propinsi maupun Kabupaten/Kota. Berikut Jenis-jenis pajak

dilihat dari segi :

1. Ditinjau dari Pihak yang Menanggung

1) Pajak Langsung

adalah pajak yang pembayarannya harus ditanggung sendiri oleh

wajib pajak dan tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, seperti

PBB dan PPh

2) Pajak Tidak Langsung

adalah pajak yang pembayarannya dapat dialihkan kepada pihak

lain. Seperti Pajak Penjualan, PPN, PPn-BM, Bea Materai

dan Cukai.

2. Ditinjau dari Sifatnya

1) Pajak Subjektif

adalah pajak yang memperhatikan kondisi keadaan wajib pajak.

Dalam hal ini penentuan besarnya pajak harus ada alasan-alasan

Page 23: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

9

objektif yang berhubungan erat dengan kemampuan membayar

wajib pajak. Seperti PPh.

2) Pajak Objektif

Adalah pajak yang berdasarkan pada objeknya saja tanpa

memperhatikan keadaan diri wajib pajak. Seperti PPN, PBB, PPn-

BM.

3. Ditinjau dari Pihak yang Memungut

1) Pajak Pusat atau Negara

Pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat melalui aparatnya,

yaitu Dirjen Pajak, Kantor Inspeksi Pajak yang tersebar diseluruh

Indonesia, Dirjen Bea dan Cukai.

2) Pajak Daerah

Adalah Pajak yang dipungut oleh Pmerintah daerah dan terbatas

pada rakyat daerah itu sendiri, baik yang dilakukan Pemda

Tingkat I maupun Pemda Tingkat II. Jenis pajak daerah

berdasarkan UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan

Retribusi Daerah, berikut jenis-jenis Pajak Daerah sesuai dengan

lokasi pemungutannya:

a. Pajak Provinsi terdiri atas:

Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan

Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Pajak Air

Permukaan, dan Pajak Rokok.

b. Jenis Pajak Kabupaten/Kota terdiri atas

Page 24: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

10

Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame,

Pajak Penerangan Jalan, Pajak Mineral Bukan Logam dan

Batuan, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah, Pajak Sarang Burung

Walet, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan;

dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.

2.1.3 Fungsi Pajak

Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan

bernegara, khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak

merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai semua

pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan. Oleh karena itu pajak

mempunyai beberapa fungsi dalam situs resmi Dirjen Pajak disebutkan

fungsinya, yaitu :

1. Fungsi anggaran (budgetair)

Sebagai sumber pendapatan negara, pajak berfungsi untuk

membiayai pengeluaran-pengeluaran negara. Biaya ini dapat

diperoleh dari penerimaan pajak. Dewasa ini pajak digunakan untuk

pembiayaan rutin seperti belanja pegawai, belanja barang,

pemeliharaan, dan lain sebagainya. Untuk pembiayaan

pembangunan, uang dikeluarkan dari tabungan pemerintah, yakni

penerimaan dalam negeri dikurangi pengeluaran rutin. Tabungan

pemerintah ini dari tahun ke tahun harus ditingkatkan sesuai

kebutuhan pembiayaan pembangunan yang semakin meningkat dan

ini terutama diharapkan dari sektor pajak.

2. Fungsi mengatur (regulerend)

Page 25: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

11

Dengan fungsi mengatur, pajak bisa digunakan sebagai alat untuk

mencapai tujuan. Contohnya dalam rangka menggiring penanaman

modal, baik dalam negeri maupun luar negeri, diberikan berbagai

macam fasilitas keringanan pajak.

3. Fungsi stabilitas

Dengan adanya pajak, pemerintah memiliki dana untuk menjalankan

kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas harga sehingga inflasi

dapat dikendalikan, Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan jalan

mengatur peredaran uang di masyarakat, pemungutan pajak,

penggunaan pajak yang efektif dan efisien.

4. Fungsi redistribusi pendapatan

Pajak yang sudah dipungut oleh negara akan digunakan untuk

membiayai semua kepentingan umum, termasuk juga untuk

membiayai pembangunan sehingga dapat membuka kesempatan

kerja, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan

masyarakat.

Fungsi-fungsi pajak tersebut berperan demi ke efektivan terhadap

pemungutan pajak sehingga pajak yang dibebankan terhadap wajib pajak

akan berguna bagi masyarakat ataupun instansi umum terkait.

2.1.4 Syarat-syarat Pemungutan Pajak

Tidak mudah untuk membebankan pajak pada masyarakat. Bila

terlalu tinggi, masyarakat akan enggan membayar pajak. Namun bila

terlalu rendah, maka pembangunan tidak akan berjalan karena kurangnya

Page 26: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

12

dana. Agar tidak menimbulkan berbagai masalah, maka pemungutan

pajak harus memenuhi persyaratan. adapun syaratnya menurut

Mardiasmo (2012:2), yaitu:

1. Pemungutan pajak harus adil

Seperti halnya produk hukum pajak pun mempunyai tujuan untuk

menciptakan keadilan dalam hal pemungutan pajak. Adil dalam

perundang-undangan maupun adil dalam pelaksanaannya. Perlakuan

adilnya antara lain :

1) Dengan mengatur hak dan kewajiban para wajib pajak

2) Pajak diberlakukan bagi setiap warga negara yang memenuhi

syarat sebagai wajib pajak

3) Sanksi atas pelanggaran pajak diberlakukan secara umum sesuai

dengan berat ringannya pelanggaran

4) Pengaturan pajak harus berdasarkan UU

5) Pungutan pajak tidak mengganggu perekonomian

Pemungutan pajak harus diusahakan sedemikian rupa agar tidak

mengganggu kondisi perekonomian, baik kegiatan produksi,

perdagangan, maupun jasa. Pemungutan pajak jangan sampai

merugikan kepentingan masyarakat dan menghambat lajunya usaha

masyarakat pemasok pajak, terutama masyarakat kecil dan menengah.

2. Pemungutan pajak harus efesien

Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka pemungutan pajak harus

diperhitungkan. Jangan sampai pajak yang diterima lebih rendah

Page 27: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

13

daripada biaya pengurusan pajak tersebut. Sehingga wajib pajak tidak

akan mengalami kesulitan dalam pembayaran pajak baik dari segi

penghitungan maupun dari segi waktu.

3. Sistem pemungutan pajak harus sederhana

Sistem yang sederhana akan memudahkan wajib pajak dalam

menghitung beban pajak yang harus dibiayai sehingga akan

memberikan dampak positif bagi para wajib pajak untuk

meningkatkan kesadaran dalam pembayaran pajak. Adapun bentuk

kebijakan penyederhanaan pemungutan pajak seperti :

1) Bea materai disederhanakan dari 167 macam tarif menjadi 2

macam tarif

2) Tarif PPN yang beragam disederhanakan menjadi hanya satu tarif,

yaitu 10%

3) Pajak perseorangan untuk badan dan pajak pendapatan untuk

perseorangan disederhanakan menjadi pajak penghasilan (PPh)

yang berlaku bagi badan maupun perseorangan (pribadi)

2.1.5 Teori Dasar Pemungutan Pajak

Setelah diterangkan mengenai asas pemungutan pajak adapun

teori yang mendasari pemungutan pajak tersebut yang telah dikemukakan

oleh para ahli menurut Diaz Priantara (2012:4) ada beberapa teori yang

mendasari adanya pemungutan pajak, yaitu :

1. Teori Asuransi

Dalam teori ini dikatakan bahwa tugas negara adalah untuk

melindungi warganya dengan segala kepentingannya, yaitu seperti

Page 28: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

14

keselamatan dan keamanan jiwa ataupun harta bendanya. Seperti

halnya pada perjanjian asuransi atau pertanggungan maka untuk

perlindungan tersebut diperlukan pembayaran premi, dalam hal ini

pembayaran pajak disamakan dengan pembayaran premi tersebut.

2. Teori Kepentingan

Teori ini menekankan bahwa pembagian beban pajak pada penduduk

seluruhnya harus didasarkan masyarakat umum, termasuk juga

perlindungan atas jiwa serta harta bendanya. Pembayaran pajak

dihubungkan dengan kepentingan masyarakat tersebut terhadap

negara. Maka sudah selayaknyalah jika biaya-biaya yang dikeluarkan

oleh negara untuk menunaikan kewajibannya dibebankan kepada

seluruh penduduk tersebut.

3. Teori Daya Pikul

Teori ini pada hakekatnya mengandung suatu kesimpulan bahwa

dasar keadilan dalam pemungutan pajak terletak pada jasa-jasa yang

diberikan oleh negara kepada warganya, yaitu perlindungan atas jiwa

dan harta bendanya. Dan untuk kepentingan tersebut dibutuhkan

adanya biaya yang harus dipikul oleh warga dalam bentuk pajak.

Yang menjadi pokok pangkal teori ini adalah tekanan pajak itu

haruslah sama beratnya untuk setiap orang. Pajak harus dibayar

sesuai dengan daya pikul seseorang dan untuk mengukur daya pikul

dapat dilihat dari dua unsur yaitu, unsur objektif (penghasilan,

kekayaan dan besarnya pengeluaran seseorang) dan unsur subjektif

Page 29: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

15

(segala kebutuhan terutama materiil dengan memperhatikan besar

kecilnya jumlah tanggungan keluarga).

4. Teori Bakti

Dasar keadilan pemungutan pajak terletak pada hubungan antara

rakyat dengan negaranya, yang justru karena sifat suatu negara

menyelenggarakan kepentingan umum maka timbullah hak mutlak

untuk memungut pajak. Sedangkan rakyat, harus selalu menyadari

bahwa pembayaran pajak sebagai suatu kewajiban asli untuk

membuktikan tanda baktinya kepada negara.

5. Teori Asas Daya Beli

Menurut teori ini fungsi pemungutan pajak dapat disamakan dengan

pompa, yaitu mengambil daya beli dari rumah tangga masyarakat

untuk rumah tangga negara, kemudian menyalurkan kembali ke

masyarakat dengan maksud untuk memelihara kehidupan masyarakat

dan membawa warga ke arah kesejahteraan. Jadi penyelenggaraan

kepentingan masyarakat inilah yang dianggap sebagai dasar keadilan

pemungutan pajak, bukan kepentingan individu ataupun kepentingan

negara saja, melainkan kepentingan kepentingan masyarakat yang

meliputi kepentingan individu dan negara.

2.1.6 Sistem Pemungutan Pajak

Dalam perpajakan ada beberapa proses sitem pemungutan pajak

menurut mardiasmo (2011:7) dibagi menjadi 3 bagian. Yaitu :

1. Official Assessment System

Page 30: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

16

sistem pemungutan pajak ini memberikan wewenang kepada

pemerintah (petugas pajak) untuk menentukan besarnya pajak

terhutang wajib pajak. Sistem pemungutan pajak ini sudah tidak

berlaku lagi setelah reformasi perpajakan pada tahun 1984. Ciri-ciri

sistem pemungutan pajak ini adalah :

1) pajak terhutang dihitung oleh petugas pajak,

2) wajib pajak bersifat pasif, dan

3) hutang pajak timbul setelah petugas pajak menghitung pajak yang

terhutang dengan diterbitkannya surat ketetapan pajak.

2. Self Assessment System

sistem pemungutan pajak ini memberikan wewenang kepada wajib

pajak untuk menghitung sendiri, melaporkan sendiri, dan membayar

sendiri pajak yang terhutang yang seharusnya dibayar. Ciri-ciri sistem

pemungutan pajak ini adalah :

1) pajak terhutang dihitung sendiri oleh wajib pajak,

2) wajib pajak bersifat aktif dengan melaporkan dan membayar

sendiri pajak terhutang yang seharusnya dibayar, dan

3) pemerintah tidak perlu mengeluarkan surat ketetapan pajak setiap

saat kecuali oleh kasus-kasus tertentu saja seperti wajib pajak

terlambat melaporkan atau membayar pajak terhutang atau

terdapat pajak yang seharusnya dibayar tetapi tidak dibayar.

3. Withholding System

sistem pemungutan pajak ini memberikan wewenang kepada pihak

lain atau pihak ketiga untuk memotong dan memungut besarnya

Page 31: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

17

pajak yang terhutang oleh wajib pajak. Pihak ketiga disini adalah

pihak lain selain pemerintah dan wajib pajak.

Sistem pemungutan pajak yang berlaku di Indonesia sesuai dengan asas

pemungutan pajak menganut sistem pemungutan pajak self assesment

system dan witholding system.

2.2 Pendapatan Asli Daerah

2.2.1 Pengertian Pendapatan Asli Daerah

Pengertian pendapatan asli daerah berdasarkan Undang-Undang

Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pusat dan

Daerah Pasal 1 angka 18 bahwa :

“Pendapatan asli daerah, selanjutnya disebut PAD adalah

pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan

peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan”.

Sedangkan pengertian pendapatan daerah menurut penjelasan UU No.33

Tahun 2004 bahwa :

“Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan pendapatan daerah

yang bersumber dari hasil pajak daerah, hasil retribusi Daerah,

basil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain

pendapatan asli daerah yang sah, yang bertujuan untuk

memberikan keleluasaan kepada daerah dalam menggali pendanaan

dalam pelaksanaan otonomi daerah sebagai mewujudan asas

desentralisasi”.

Sebagaimana telah diuraikan terlebih dahulu bahwa pendapatan

daerah dalam hal ini pendapatan asli daerah adalah salah satu sumber

dana pembiayaan pembangunan daerah pada Kenyataannya belum cukup

memberikan sumbangan bagi pertumbuhan daerah, hal ini mengharuskan

Page 32: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

18

pemerintah daerah menggali dan meningkatkan pendapatan daerah

terutama sumber pendapatan asli daerah.

2.2.2 Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD)

1. Pajak Daerah

a. Hasil Pajak Daerah

Pajak Daerah, yang selanjutnya disebut pajak, adalah kontribusi

wajib kepada daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan

yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan

tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk

keperluan daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat

(Pasal 1 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009).

b. Hasil Retribusi Daerah

Retribusi Daerah, yang selanjutnya disebut retribusi, adalah

pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian

izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh

Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan

(Pasal 1 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009).

c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan

Bagi daerah yang memiliki BUMD seperti Perusahan Daerah Air

Minum (PDAM), Bank Pembangunan Daerah (BPD), badan

kredit kecamatan, pasar, tempat hiburan/rekreasi, villa,

pesanggrahan, dan lain-lain keuntungannya merupakan

penghasilan bagi daerah yang bersangkutan (Hanif Nurcholis,

2007 : 184). Adapun Selain itu hasil pengelolaan kekayaan daerah

Page 33: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

19

yang dipisahkan antara lain bagian laba, deviden, dan penjualan

saham milik daerah (Ahmad Yani, 2004 : 40)

d. Lain-Lain PAD Yang Sah

Dalam Pasal 6 Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang

Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah,

lain-lain PAD yang sah meliputi :

a) Hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan

b) Jasa giro

c) Pendapatan bunga

d) Keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang

asing

e) Komisi, potongan, ataupun bentuk lain sebagai akibat dari

penjualan dan/atau pengadaan barang dan/atau jasa oleh

daerah.

2.3 Pajak Daerah

2.3.1 Pengertian pajak daerah

Dalam Peraturan Daerah (PERDA) No. 6 Tahun 2010 Tentang

Ketentuan Umum Pajak Daerah (KUPD) :

Pajak Daerah yang selanjutnya disebut Pajak adalah kontribusi

wajib kepada Daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang

bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang. dengan tidak

mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan

Daerah bagi sebesar-besarnya kernakmuran rakyat.

Page 34: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

20

Menurut Mardiasmo dalam bukunya Perpajakan Edisi Revisi

tahun (2013:12) Ada beberapa pengertian atau istilah yang terkait

dengan pajak daerah antara lain :

1. Daerah otonom, selanjutnya disebut daerah adalah kesatuan

masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang

berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan

kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri

berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan

Republik Indonesia.

2. Pajak daerah, yang selanjutnaya disebut pajak adalah kontribusi

wajib kepada daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan

yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang dengan tidak

mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk

keperluan daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

3. Badan, adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan

kesatuan, baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan

usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer,

perseroan lainnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), atau Badan

Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan nama dan dalam bentuk

apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan,

perkumpulan, yayasan, oraganisasi massa, organisasi sosial politik

aau oraganisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk

kontrak investasi kolektifdan bentuk usaha tetap.

Page 35: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

21

4. Subjek Pajak, adalah orang pribadi atau badan yang dapat

dikenanakan pajak.

5. Wajib Pajak, adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar

pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yang mempunyai hak

dan kewajiban perpajakaan sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang-undangan perpajakan daerah.

2.3.2 Jenis-jenis Pajak Daerah

Berdasarkan pengertian diatas maka pemerintah

mengkelompokan pajak daerah menjadi dua, menurut Undang-undang 28

tahun 2009 yaitu :

1. Pajak Hotel

Adalah pajak pajak atas pelayanan yang disediakan oleh holel, Hotel

adalah fasilitas penyedia jasa penginapanl peristirahatan termasuk

jasa terkait lainnya dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga

motel, losmen, gubuk pariwisata, wisma pariwisata, pesanggrahan,

rumah penginapan dan sejenisnya, serta rumah kos dengan jurnlah

kamar lebih dari 10 (sepuluh).

2. Pajak Restoran

Pajak atas pelayanan yang disediakan restoran, Artinya restoran

adalah fasilitas penyedia makanan dan minuman dengan dipungut

bayaran yang mencakup juga rumah makan, kafe, kantin, warung,

bar, dan sejenisnya.

3. Pajak Hiburan

Page 36: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

22

Adalah pajak atas penyelenggaraan hiburan, dalam hal ini hiburan

adalah semua jenis tontonan, pertunjukan, permainan dan keramaian

yang dinikmati dengan pungutan bayaran.

4. Pajak Reklame

Adalah pajak atas penyelengaraan reklame. Reklame yang

dimaksudkan disini yaitu benda, alat, perbuatan, atau media yang

bentuk dan corak ragamnya dirancang untuk tujuan komersial

memperkenalkan, menganjurkan, mempromosikan atauuntuk

menarik perhatian umum terhadap barang/jasa, orang atau badan,

yang dapat dilihat, dibaca, didengar, dirasakan dan dinikmati oleh

umum.

5. Pajak Parkir

Adalah pajak atas penyelenggaraan tempat parkir diluar badan jalan,

baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha yang disediakan

sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan

kendaraan bermotor.

6. Pajak Penerangan Jalan

Pajak atas penggunaan tenaga listrik, baik yang dihasilkan sendiri

maupun diperoleh dari sumber lain.

7. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan

Yaitu mineral bukan logam dan batuan sebagaimana dimaksud

didalam peraturan perundang-undangan di bidang mineral dan

batubara.

8. Pajak Air Tanah

Page 37: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

23

Adalah Pajak atas pengembalian dan/atau pemanfaatan air permukaan

9. Pajak Sarang Burung Walet

Adalah Pajak atas kegiatan pengambilan dan/atau pengusahaan

sarang burung walet.

10. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan

Adalah Pajak atas bumi dan/atau bangunan yang dimiliki, dikuasai,

dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan, kecuali

kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan,

perhutanan dan pertambangan.

11. Bea Peroleha Hak atas Tanah dan Bangunan

Adalah pajak atas perolehan hak atas tanah dan bangunan. Perolehan

hak atas tanah dan bangunan maksudnya adlah perbuatan atau

peristiwa hukum yang mengakibatkan diperolehnya hak atas tanah

dan/atau bangunan oleh pribadi atau badan.

2.3.3 Nilai ukur untuk hasil pajak daerah

Dalam pengelolaan Pajak Daerah agar dapat menunjang

pelaksanaan Otonomi Daerah serta manfaat dari membayar pajak dapat

dirasakan oleh pembayar pajak. Apabila pembayar pajak daerah dapat

merasakan dampak manfaat pembayaran pajak yang dilakukannya.

Diharapkan timbul kesadaran dan ikut berpartisipasi membayar pajak

sesuai dengan ketentuan hukum yang ada. Secara umum pemungutan

Pajak Daerah harus dilihat dari dua sisi yaitu hasil guna dan daya guna

bagi pemerinta daerah dan masyarakat yang bersangkutan

(Rustam,2014).

Page 38: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

24

Ada lima tolak ukur nilai ukur untuk menilai pajak daerah yaitu :

1. Hasil ( yield )

a. Memadai tidaknya hasil suatu pajak dalam kaitan berbagai

layanan yang dibiayainya.

b. Stabilitas dan mudah tidaknya memeperkirakan besar hasil itu.

c. Elastisitas hasil pajak terhadap pertumbuhan penduduk.

d. Perbandinganhasil pajak dengan biaya pungut.

2. Keadilan ( Equity )

a. Dasar pajak dan kewajiban membayar harus jelas dantidak

sewenang-wenang.

b. Pajak yang bersangkutan harus adil secara horizontal artinya

beban pajak haruslah sama benar antara berbagai kelompok yang

berbeda tetapi dengan kedudukan ekonomi yang sama

c. Adil secara vertikal artinya kelompok yang memiliki sumber

ekonomiyang sama besar memberikan sumbangan yang lebih

besar daripada kelompok yang tidak memiliki sumber daya

ekonomi.

3. Daya Guna Ekonomi ( Economic Efficiency)

a. Pajak hendaknya mendorong pengguna sumber daya secara

efisien dan efektif dalam kehidupan ekonomi

b. Mencegah jangan sampai pilihan konsumen dan pilihan produsen

menjadi salah arah atau orang menjadi segan bekerja atau

menabung dan memperkecil bebanlain pajak.

4. Kemampuan melaksanakan ( ability to implement )

Page 39: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

25

a. Pajak harus dapat dilaksanakan dari sudut kemauan politis dan

kemauan tata usaha.

b. Dalam menilai kemampuan administrasi pengukurannya dilihat

dari kemudahan dalam prosedur pemungutan pajak daerah,

kemudahan data potensi objek pajak akan memberikan optimasi

pemungutan pajak daerah.

c. Kemampuan politis diperlukan dalam pengenaan pajak,

menetapkan struktur tarif, memutuskan siapa yang harus

membayar dan bagaimana pajak tersebut ditetapkan, memungut

pajak secara fisik dan memaksakan sanksi terhadap para

pelanggar.

5. Kecocokan sebagai Sumber Penerimaan Daerah

a. Haruslah jelas kepada daerah mana suatu pajak dibayarkan, dan

tempat memungut pajak sedapat mungkin sama dengan tempat

akhir beban pajak

b. Pajak tidak dapat dihindari, dengan cara memindahkan objek

pajak dari kemampuan tata usaha pajak daerah.

2.3.4 Sanksi Pajak Daerah

Peraturan Daerah no 6 tahun 2010 tentang ketentuan umum

Pajak daerah merupakan penyempurnaan peraturan sebelumnya yaitu

Peraturan Daerah no 4 tahun 2002.

Peraturan Daerah ini ditetapkan selain karena pemberlakuan

Undang-Undang Namar 28 Tahun 2009, juga dalam rangka

meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, untuk lebih memberikan

Page 40: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

26

keadilan, kepastian hukum terhadap hak dan kewajiban Wajib Pajak,

penegakan hukum dibidang perpajakan daerah, meningkatkan kepatuilan

Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan, dan tertib

administrasi perpajakan daerah, yang pada akhirnya akan meningkatkan

penerimaan daerah untuk menunjang kemandirian daerah, dalam

mensejahterakan masyarakat. Adapun sanksinya berupa sanksi

administrasi dan sanksi pidana.

1. Sanksi Administrasi

Sanksi administrasi biasanya dilaksanakan dengan terbitan surat

pemberitahuan kepada wajib pajak. Sebagai berikut :

a. Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB), adalah

surat ketetapan pajak yang menentukan besarnya jumlah pokok

pajak, jumlah kredit pajak, jumlah kekurangan pembayaran pokok

pajak, besarnya sanksi administratif, dan jumlah pajak yang masih

harus dibayar. Jumlah pajak yang lerutang dalam SKPDKB

sebagaimana dikenakan sanksi administrasi berupa kenaikan pajak

sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari pokok pajak, ditambah

sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan

dihitung dari pajak yang kurang atau terlambat dibayar untuk

jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empal) bulan dihitung

sejak saat

terutangnya pajak.

b. Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Tambahan

(SKPDKBT), adalah surat ketetapan pajak yang menentukan

Page 41: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

27

tambahan atas jumlah pajak yang telah. ditetapkan.Jumlah

kekurangan pajak yang terutang dalam Surat Ketetapan Pajak

Daerah Kurang Bayar Tambahan ( SKPDKBT ) dikenakan sanksi

administrasi berupa kenaikan pajak sebesar 100% (seratus persen)

dari jurnlah kekurangan pajak tersebut.

c. Terkait dengan sistem self assessment dalam hal Wajib Pajak atau

Penanggung Pajak membentulkan sendiri Surat Tagihan Pajak

Daerah (SPTPD) sebagaimana maka dapat mengakibatkan utang

pajak menjadi lebih besar, oleh karena itu kepadanya dikenakan

sanksi adm:nistrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan

atas jumlah pajak yang kurang dibayar, dihitung sejak saal

berakhirnya penyampaian SPTPD sampai dengan tanggal

pembayaran karena pembelulan SPTPD.

d. Wajib Pajak yang sudah menjalankan usahanya tetapi tidak

mendaftarkan diri dan melaporkan usahanya, dikenakan sanksi

administrasi berupa denda yang besarnya ditetapkan oleh

Gubernur, dan kepada Wajib Pajak dapat diterbitkan NPWPO

secara jabatan. Dalarn hal Keberatan Wajib Pajak dilolak atau

dikabulkan sebagian, Wajib Pajak dikenai sanksi administrasi

berupa denda sebesar 50 % (Iirna puluh persen) dar! jurnlah pajak

berdasarkan Surat Keputusan Keberatan dikurangi dengan pajak

yang telah dibayar sebeJum mengajukan keberatan.

2. Sanksi Pidana

Page 42: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

28

a. Wajib Pajak yang karena ke alpaannya tidak meyampaikan Surat

Pemberitahuan Pajak Daerah atau mengisi dengan tidak benar atau

tidak lengkap ataupun melampirkan keterangan yang tidak benar

sehingga merugikan keuangan daerah dapat dipidanakan dengan

kurungan paling lama satu tahun dan paling banyak dua kali

jumlah pajak yang terutang.

b. Wajib Pajak yang dengan sengaja tidak menyampaikan Surat

Pemberitahuan Pajak Daerah atau mengisi dengan tidak benar atau

tidak lengkap ataupun melampirka keteranagan yang tidak benar

sehingga merugikan keuangan daerah dapat dipidanakan dengan

pidana penjara paling lama dua tahun atau paling banyak empat

kali jumlah pajak terutang.

2.4 Pajak Hotel

2.4.1 Pengertian Pajak Hotel

Adalah pajak pajak atas pelayanan yang disediakan oleh holel, Hotel

adalah fasilitas penyedia jasa penginapanl peristirahatan termasuk jasa

terkait lainnya dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga motel,

losmen, gubuk pariwisata, wisma pariwisata, pesanggrahan, rumah

penginapan dan sejenisnya, serta rumah kos dengan jurnlah kamar lebih

dari 10 (sepuluh).

2.4.2 Objek Pajak dan Bukan Objek Pajak Hotel

1. Objek Pajak Hotel

a. Objek Pajak Hotel adalah pelayanan yang disediakan oleh hotel

dengan pembayaran, termasuk jasa penunjang sebagai

Page 43: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

29

kelengkapan hotel yang sifatnya memberikan kemudahan dan

kenyamanan, termasuk fasilitas olahraga, hiburan dan persewaan

ruangan di hotel yang disewakan oleh pihak hotel.

b. Jasa penunjang yang dimaksud adalah fasililas telepon, faksimile,

teleks, internet, fotokopi, pelayanan cuci, seterika, transportasi,

dan fasilitas sejenis lainnya yang disediakan atau dikelola hotel.

2. Bukan Objek Pajak

Pada Pajak Hotel tidak semua pelayanan yang diberikan oleh

penginapan dikenakan pajak ada beberapa pengecualian yang tidak

termasuk objek pajak

a. jasa tempat tinggal asrama yang diselenggarakan oleh Pemerintah

Pusat atau Pemerintah Daerah

b. jasa sewa apartemen, kondominium, dan sejenisnya

c. jasa tempat tinggal di rumah sakit, asrama perawat, panti jompo,

panli asuhan, dan panti sosial lainnya yang sejenis.

d. jasa biro perjalanan atau perjalanan wisata yang diselenggarakan

oleh hotel yang dapat dimanfaatkan oleh umum.

2.4.3 Subjek Pajak dan Wajib Pajak Hotel

1. Subjek Pajak Hotel

Subjek Pajak Hotel adalah orang pribadi atau badan yang melakukan

pembayaran kepada orang pribadi atau badan yang mengusahakan

hotel. Maksudnya adalah subjek pajak disini merupakan konsumen

orang pribadi ataupun badan yang menikmati pelayanan hotel

sehingga subjek pajak yang akan menanggung pembayaran pajak.

Page 44: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

30

2. Wajib Pajak Hotel

Wajib Pajak Hotel adalah orang pribadi atau badan yang

mengusahakan hotel. Wajib Pajak disini adalah orangpribadi atau

badan yang diberikan kewenangan untuk memungut pajak dari

konsumen (subjek pajak) dan melaksanakan kewajiban perpajakan

lainnya.

2.4.4 Dasar Pengenaan, Tarif dan Cara Perhitungan Pajak Hotel

1. Dasar Pengenaan

Dasar pengenaan Pajak Hotel adalah jumlah pembayaran atau

yang seharusnya dibayar kepada hotel. Yang dimaksud dengan

pembayaran atau se harusnya dibayar adalah jumlah yang diterima

atau seharusnya diterima sebagai imbalan atas penyerahan jasa

sebagai pembayaran.

Penyerahan jasa adalah pelayanan jasa yang diberikan oleh

hotel baik sendiri maupun kerjasama dengan pihak lain.

2. Tarif Pajak

Tari! Pajak Hotel ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen).

3. Cara Penghitungan Pajak

Besaran pokok Pajak Hotel yang terutang dihitung dengan cara

mengalikan tarif yang sudah ditentukan yaitu sebesar 10% dikali

dengan jumlah pembayarannya.

Page 45: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

31

2.5 Pajak Hiburan

2.5.1 Pengertian Pajak Hiburan

Menurut Peraturan Daerah (PERDA) no. 13 tahun 2010 tentang

pajak hiburan adalah pajak atas penyelenggaraan hiburan, dalam hal ini

hiburan adalah semua jenis tontonan, pertunjukan, permainan dan

keramaian yang dinikmati dengan pungutan bayaran.

2.5.2 Objek Pajak dan Bukan Objek Pajak Hiburan

1. Objek Pajak Hiburan

Objek Pajak Hiburan adalah jasa penyelenggaraan hiburan

dengan dipungut bayaran. Yang dimaksud dengan hiburan dalam hal

ini adalah sebagai berikut :

a. tontonan film

b. pagelaran kesenian, musik, tari, dan/atau busana

c. kontes kecantikan

d. Pameran

e. diskotik, karaoke, klab malam, dan sejenisnya

f. sirkus, akrobal, dan sulap

g. permainan bilyar, goll, dan bowling

h. pacuan kuda, kendaraan bermotor dan permainan ketangkasan

i. panti pijat, refleksi, mandi uap/spa, dan pusat kebugaran (fitness

center)

j. pertandingan olahraga

Page 46: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

32

k. penyelenggaraan hiburan di tempat keramaian : tempat wisata,

taman rekreasi/rekreasi keluarga, pasar malam, pemancingan,

komidi putar, kereta pesiar dan sejenisnya.

2. Bukan Objek Pajak Hiburan

Dikecualikan dari objek Pajak Hiburan adalah

penyelenggaraan hiburan yang tidak dipungut bayaran pada acara

pernikahan, upacara adat, kegiatan keagamaan, dan pameran buku.

2.5.3 Subjek Pajak dan Wajib Pajak Hiburan

1. Subjek Pajak Hiburan

Subjek Pajak Hiburan adalah orang pribadi atau badan yang

menikmati hiburan. Maksudnya subjek pajak disini merupakan

konsumen baik orang pribadi ataupun badan yang menikmati apapun

bentuk hiburan dengan karakteristik yang sudah dijelaskan dalam

peraturan daerah. Sehingga subjek pajak sebagai penanggung

pembayaran pajak biasanya sudah di include melalui tiket (HTM).

2. Wajib Pajak Hiburan

Wajib Pajak Hiburan adalah orang pribadi atau badan yang

menyelenggarakan hiburan. Wajib Pajak disini adalah orang pribadi

atau badan yang diberikan kewenangan untuk memungut pajak dari

konsumen (subjek pajak) dan melaksanakan kewajiban perpajakan

lainnya.

2.5.4 Dasar Pengenaan, Tarif dan Cara perhitungan Pajak Hiburan

1. Dasar Pengenaan

Page 47: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

33

a. Dasar pengenaan Pajak Hiburan adalah jumlah uang yang

diterima atau yang seharusnya diterima oleh penyelenggara

hiburan.

b. Jumlah uang yang seharusnya diterima sebagaimana dimaksud

pada huruf (a), termasuk potongan harga dan tiket cuma-Cuma

yang diberikan kepada penerima jasa hiburan.

2. Tarif Pajak

a. Tarif Pajak untuk pertunjukan film di bioskop ditetapkan sebesar

10% (sepuluh persen).

b. Tarif pajak untuk pagelaran kesenian, musik, tari danJatau busana

sebesar 10% (sepuluh persen).

c. Tarif pajak untuk kontes kecantikan sebesar 10% (sepuluh

persen).

d. Tarif pajak untuk pameran sebesar 10% (sepuluh persen).

e. Tarif pajak untuk diskotik, karaoke, klab malam, pub, bar, musik

hidup (live music), musik dengan Disc Jockey (OJ) dan

sejenisnya sebesar 20% (dua puluh persen).

f. Tarjf pajak untuk sirkus, akrobat, dan sulap sebesar 10% (sepuluh

persen).

g. Tarif pajak untuk permainan bilyar, bowling dan Seluncur Es (ice

skating) sebesar 10% (sepuluh persen).

h. Tarif pajak untuk permainan golf (green fee) sebesar 15% (lima

belas persen) dan untuk driving range sebesar 10% (sepuluh

persen).

Page 48: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

34

i. Tarif pajak untuk pacuan kuda, kendaraan bermotor dan

permainan ketangkasan, sebesar 10% (sepuluh persen).

j. Tarif pajak untuk panti pijat, mandi uap dan spa sebesar 20% (dua

puluh persen).

k. Tarif pajak untuk refleksi dan pusat Kebugaran/Fitness Center

sebesar 10% (sepuluh persen).

l. Tarif pajak untuk pertandingan olahraga sebesar 5% (lima

persen).

m. Penyelenggaraan hiburan di tempat keramaian : tempat wisata,

taman rekreasi/rekreasi keluarga, pasar malam, kolarn

pemancingan, komidi putar, kereta pesiar dan sejenisnya sebesar

10% (sepuluh persen).

3. Cara Perhitungan

Besaran pokok Pajak Hiburan yang terhutang dihitung dengan cara

mengalikan masing-masing tarif dengan dasar pengenaan pajak

sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya.

2.6 Pajak Restoran

2.6.1 Pengertian Pajak Restoran

Pajak atas pelayanan yang disediakan restoran, Artinya restoran adalah

fasilitas penyedia makanan dan minuman dengan dipungut bayaran yang

mencakup juga rumah makan, kafe, kantin, warung, bar, dan sejenisnya.

2.6.2 Objek Pajak dan Bukan Objek Pajak Restoran

1. Objek Pajak Restoran

Page 49: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

35

Objek Pajak Restoran adalah pelayanan yang disediakan oleh

restoran. Pelayanan yang disediakan restoran sebagaimana dimaksud

meliputi pelayanan penjualan makanan dan/atau minuman yang

dikonsumsi oleh pembeli, baik dikonsumsi di tempat pelayanan

maupun di tempat lain.

2. Bukan Objek Pajak

Tidak termasuk objek Pajak Restoran adalah

a) pelayanan yang disediakan restoran atau rumah makan yang

pengelolaannya satu manajeman dengan hotel

b) pelayanan yang disediakan oleh restoran yang nilai penjualannya

(peredaran usaha) tidak melebihi Rp. 200.000.000,- (dua ratus

juta rupiah) per tahun.

2.6.3 Subjek Pajak dan Wajib Pajak Restoran

1. Subjek Pajak

Subjek Pajak Restoran adalah orang pribadi atau badan yang membeli

makanan dan/atau minuman dari restoran. Maksudnya adalah subjek

pajak disini merupakan konsumen orang pribadi ataupun badan yang

membeli makanan dan minuman, sehingga subjek pajak yang akan

menanggung pembayaran pajak.

2. Wajib Pajak

Wajib Pajak Restoran adalah orang pribadi atau badan yang

mengusahakan Restoran. Wajib Pajak disini adalah orang pribadi atau

badan yang diberikan kewenangan untuk memungut pajak dari

Page 50: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

36

konsumen (subjek pajak) dan melaksanakan kewajiban perpajakan

lainnya.

2.6.4 Dasar Pengenaan, Tarif dan Cara Perhitungan Pajak Restoran

1. Dasar Pengenaan

Dasar pengenaan Pajak Restoran adalah jumlah pembayaran

yang diterima atau yanga seharusnya diterima restoran. Maksudnya

adalah jumlah yang diterima atau seharusnya diterima sebagai

imbalan atas penyerahan jasa sebagai pembayaran kepada pengusaha

restoran.

Untuk usaha katering/jasa boga pembayaran adalah pada saat

diterimanya pembayaran dari pemesan kepada pengusaha

katering/jasa boga.Yang dimaksud dengan pembayaran atau

seharusnya dibayar adalah jumlah yang diterima atau seharusnya

diterima sebagai imbalan atas penyerahan jasa sebagai pembayaran.

2. Tarif Pajak

Tarif Pajak Restoran yang ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen).

3. Cara Penghitungan

Besaran pokok Pajak Restoran yang terutang dihitung dengan cara

mengalikan tarif yang sudah ditentukan yaitu sebesar 10% dikali

dengan dasar pengenaan pajak.

2.7 Pajak Reklame

2.7.1 Pengertian Pajak Reklame

Adalah pajak atas penyelengaraan reklame. Reklame yang

dimaksudkan disini yaitu benda, alat, perbuatan, atau media yang bentuk

Page 51: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

37

dan corak ragamnya dirancang untuk tujuan komersial memperkenalkan,

menganjurkan, mempromosikan atauuntuk menarik perhatian umum

terhadap barang/jasa, orang atau badan, yang dapat dilihat, dibaca,

didengar, dirasakan dan dinikmati oleh umum.

2.7.2 Objek Pajak dan Bukan Objek Pajak Reklame

1. Objek Pajak Reklame

Objek Pajak Reklame adalah semua penyelenggaraan

reklame. Objek Pajak sebagaimana dimaksud pada Peratura Daerah

no 12 tahun 2011 bab III Pasal 3 ayat (2), me!iputi :

a. reklame papan/bil1board/videotron/ megatr n dan sejenisnya

b. reklame kain

c. reklame meIekat, stiker

d. reklame selebaran

e. reklame berjalan, termasuk pada kendarailn

f. reklame udara

g. reklame apung

h. reklame suara

i. reklame film/slide

j. reklame peragaan.

2. Bukan Objek Pajak Reklame

a. Diselenggarakan melalui internet, media elektronik dan media

cetak.

b. Diselenggarakan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

Page 52: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

38

c. Diselenggarakan yang memuat nama tempat ibadah dan panti

asuhan.

d. Diselenggarakan sesuai dengan ketentuan yang mengatur nama

pengenal usaha atau profesi tersebut yang luasnya, tidak melebihi

1 m2 (satu meter persegi), ketinggian maksimum 15 (lima belas)

meter dengan jumlah reklame terpasang tidak lebih dari 1 (satu)

buah.

e. Diselenggarakan untuk tanah tidak melebihi 1 m2 yang letaknya

ditanah tersebut.

f. Diselenggarakan oleh Perwakilan Luar Negeri

g. label/merek produk yang melekat pada barang yang

diperdagangkan, yang berfungsi untuk membedakan dari produk

sejenis lainnya.

2.7.3 Subjek Pajak dan Wajib Pajak Reklame

1. Subjek Pajak Reklame

Subjek Pajak Reklame adalah orang pribadi latau badan yang

menggunakan reklame.

2. Wajib Pajak Reklame

a. Wajib Pajak Reklame adalah orang pribadi atau badan yang

menyelenggarakan reklame.

b. Dalam hal reklame diselenggarakan sendiri secara langsung oleh

orang pribadi atau badan, Wajib Pajak Reklame adalah orang

pribadi atau badan tersebut.

Page 53: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

39

c. Dalam hal reklame diselenggarakan melalui pihak ketiga, pihak

ketiga tersebut menjadi Wajib Pajak Reklame.

2.7.4 Dasar Pengenaan, Tarif dan Cara Perhitungan Pajak Reklame

1. Dasar Pengenaan

Dasar Pengenaan Pajak Reklame (DPP), Nilai Sewa Reklame

berdasarkan

a. Lokasi penempatan reklame yang terbagi atas daerah protokol,

ekonomi dan lingkungan (ditetapkan dalam keputusan gubernur)

b. Jenis reklame

c. Jangka waktu penyelenggaraan

d. Ukuran media Reklame

NSR ( Nilai Sewa Reklame ) pada Pajak Reklame :

a. Reklame kain : umbul-umbul, spanduk dan sejenisnya nilai sewa

reklame saa dengan reklame papan.

b. Reklame tempel atau stiker : Rp 5 per cm persegi atau

sekurang=kurangnya Rp 500.000 setiap penyelenggaraan.

c. Reklame berjalan atau reklame kendaraan : Rp 5.000 permeter

persegu perhari

d. Reklame udara : Rp 2.000.000 perperagaan maksimal 1 bulan

e. Reklame suara : Rp 1000 per 15 detik

f. Reklame film atau slide : Rp 5.000 per 15 detik dengan suara dan

Rp 2.000 per 15 detik tanpa suara.

Page 54: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

40

g. Reklame peragaan Rp 12.000 perhari atau setidak-tidaknya

minimal Rp 400.000 untuk peragaan diluar ruangan yang bersifat

permanen dan Rp 200.000 untuk peragaan yang tidak permanen.

h. Reklame indoor / dalam ruangan sama seperti reklame peragaan

namun mendapat potongan 50%.

i. Reklame papan, billboard, videotron, LED per 1 meter persegi

perhari:

a) Protokol A: Rp. 15.000

b) Protokol B: Rp 10.000

c) Prtokol C: Rp. 8.000

d) Ekonomi kelas I: Rp. 5.000

e) Ekonomi kelas II: Rp. 3.000

f) Ekonomi kelas III: Rp. 2.000

g) Lingkungan: Rp. 1.000

Penjelasan tambahan mengenai pajak reklame:

a. Pengertian reklame termasuk juga merek, simbol logo

perusahaan yang merupakan tanda atau inisial atau lambnag

perusahaan yang dapat mudah dikenali orang.

b. Reklame papan: tinpkate, poster, wrapping, dan yang

ditempel-tempel ke dinding, pagar, tiang, dan lain sebagainya.

c. Reklame kain: bendera, krey, umbul-umbul dari bahan kain,

karet, karung, dan lain-lain.

Page 55: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

41

d. Reklame kendaraan: kapal laut, kereta api/KA, pesawat udara,

dan sebagainya.

e. Reklame yang berguna contohnya seperti gantungan kunci,

kanting, dan lain sebagainya yang dibagikan secara cuma-

Cuma alias gratis.

2. Tarif Pajak

Tarif Pajak Reklame yang ditetapkan sebesar 25 % ( Dua puluh lima

persen )

3. Cara Penghitungan

Besaran pokok Pajak Reklame yang terutang dihitung dengan cara

mengalikan tarif yang sudah ditentukan yaitu sebesar 10% dikali DPP

( Dasar Pengenaan Pajak ).

2.8 Pajak Parkir

2.8.1 Pengertian pajak parkir

parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan dan tidak bersifat

sementara, maka Pajak Parkir adalah pajak atas penyelenggaraan tempat

parkir di luar badan jalan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok

usaha maupun yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk

penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor.

2.8.2 Objek Pajak dan Bukan Objek Pajak Parkir

1. Objek Pajak Parkir

Objek Pajak Parkir adalah penyelenggaraan tempat parkir di luar

badan jalan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha

Page 56: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

42

maupun yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan

tempat penitipan kendaraan bermotor.

2. Bukan Objek Pajak Parkir

a. penyelenggaraan tempat parkir oleh Pemerintah dan Pemerintah

Daerah

b. penyelenggaraan tempat parkir oleh perkantoran yang hanya

digunakan untuk karyawannya sendiri

c. penyelenggaraan tempat parkir oleh kedutaan, konsulat, dan

perwakilan negara asing dengan asas timbal balik

d. Penyelenggaraan penitipan kendaraan bermotor dengan kapasitas

sampai dengan 10 (sepuluh) kendaraan roda 4 (empat) atau lebih

dan kapasitas sampai dengan 20 (dua puluh) kendaraan roda 2

(dua)

e. penyelenggaraan tempat parkir yang semata-mata digunakan

untuk usaha memperdagangkan kendaraan bermotor.

2.8.3 Subjek Pajak dan Wajib Pajak Parkir

1. Subjek Pajak Parkir

Subjek Pajak Parkir adalah orang pribadi atau badan yang melakukan

parker kendaraan bermotor.

2. Wajib Pajak Parkir

Wajib Pajak Parkir adalah orang pribadi atau badan yang

menyelenggarakan tempat parkir

2.8.4 Dasar Pengenaan, Tarif dan Cara Perhitungan Pajak Parkir

1. Dasar Pengenaan

Page 57: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

43

Dasar pengenaan Pajak Parkir adalah pembayaran atau yang

seharusnya dibayar kepada peneyelenggara tempat parkir. Maksud

dari jumlah yang dibayar adalah termasuk potongan harga parkirdan

parkir Cuma-Cuma yang diberikan kepada penerima jasa parkir

2. Tarif Pajak

Tarif Pajak Parkir ditetapkan sebesar 20 % (dua puluh persen).

3. Cara Perhitungan

Besaran pokok Pajak Parkir yang terutang dihitung dengan cara

mengalikan tarif yang sudah ditentukan yaitu sebesar 20% dikali

dengan dasar pengenaan pajak

Page 58: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

44

2.9 Kerangka Pemikiran

Sumber : Penulis (Diolah)

Suku Dinas Pendapatan

Daerah

Pengambilan Data Pajak Daerah tahun

2010-2014

Klasifikasi Pajak

Daerah

Pajak Hiburan

Pajak Hotel

Pajak Reklame

Pajak Restoran

Pajak Parkir

Penerimaan dan Pertumbuhan Pajak

Daerah (2010-2014)

Analisis

Deskriptif Rasio

Page 59: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

45

Dalam Penelitian ini peneliti melakukan penelitian pada Suku Dinas

Pelayanan Pajak (SUDIN PP) Jakarta Timur. Pengambilan data yang diteliti

merupakan data penerimaan dan pertumbuhan pajak daerah periode 2010-2014,

Adapun klasifikasi pajak nya dari 5 sektor yaitu Pajak Hotel, Pajak Hiburan, Pajak

Restoran, Pajak Reklame dan Pajak Parkir.

Dalam pemenuhan pembiayaan kebutuhannya, setiap daerah memiliki

potensi yang berbeda-beda baik itu dari jenis maupun besarnya penerimaan daerah.

Pajak Daerah merupakan salah satu sumber penerimaan daerah yang berperan besar

dalam pemenuhan kebutuhan daerah. Triantoro (Abdul Halim, 2004:142)

menyebutkan bahwa :

“Pajak Daerah sebagai salah satu komponen pendapatan asli daerah memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan. Oleh sebab itu

pajak daerah harus dikelola kontribusinya terhadap anggaran pendapatan

dan belanja daerah ... “.

Penerimaan dari masing-masing jenis pajak daerah memiliki jumlah yang

berbede-beda tergantung dari potensi masing-masing daerah. Karena SUDIN PP

hanya mengurusi lima sektor pajak yang ada di Jakarta Timur maka penerimaan

dan pertumbuhan pajak hanya berasalah dari lima sektor yaitu Pajak Hotel, Pajak

Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Restoran dan Pajak Parkir.

Untuk menilai penerimaan dan pertumbuhan pajak daerah menggunakan

Rasio kontribusi dan Rasio pertumbuhan. Dapat diketahui nilai kontribusi dan

tingkat pencapaian targetnya pada tiap sektor berdasarkan range tingkatan sebagai

tolak ukur penerimaan. Serta pada pertumbuhan akan terlihat sektor yang memiliki

harapan untuk mendapat penerimaan lebih tinggi.

Page 60: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

45

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Berdasarkan judul yang dipilih maka penulis akan melakukan penelitian di

Kantor Suku Dinas Pelayan Pajak Jakarta Timur , Jalan D.I Panjaitan

Kav.55 Jatinegara.

2. Waktu Penelitian

01 Mei 2015 s/d 1 juni 2015

3.2 Jenis Data yang Digunakan

1. Data Primer

Data primer yang didapatkan peneliti dari sumber objek penelitian yaitu

Pegawai pada Kantor Suku Dinas Pelayan Pajak Jakarta Timur.

Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui wawancara langsung ke

SUDIN PP mengenai data penerimaan pajak daerah

2. Data Sekunder

Dalam melakukan penelitian ini peneliti memperoleh data dari sumber data

sekunder yang merupakan data penelitian dari berbagai sumber informasi

baik kepustakaan maupun dari media elektronik yang relevan dengan

masalah yang akan diteliti. Data penelitian berupa dokumentasi penerimaan

pajak daerah Jakarta Timur.

Page 61: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

46

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu

dengan

1. DOKUMENTASI

Pengumpulan data yang dilakukan secara dokumentasi, yaitu teknik

pengumpulan data dengan mempelajari dokumen-dokumen beserta catatan-

catatan terkait kontribusi pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran, pajak

reklame dan pajak parkir. serta penerimaan asli pajak daerah yang terdapat

di Suku Dinas Pelayanan Pajak Kota Administrasi Jakarta Timur

2. WAWANCARA

pengumpulan data dengan teknik wawancara dengan staff di Suku Dinas

Pelayanan Pajak Kota Administrasi Jakarta Timur perihal realisasi

penerimaan pajak daerah dan pendapatan daerah dari pajak tersebut.

3. KEPUSTAKAAN

Pengumpulan data dari berbagai sumber buku-buku dan jurnal yang relevan

dengan masalah yang akan diteliti dan yang sudah ditelaah dan diolah oleh

peneliti.

3.4 Metode Analisis Data

Dari data yang sudah diperoleh, maka dilakukan analisa data. Metode analisa

data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif berdasarkan

data kuantitatif yang didapatkan sebagai berikut :

Page 62: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

47

1. Untuk mengetahui kontribusi pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran,

pajak reklame dan pajak parkir terhadap penerimaan pajak daerah

menggunakan rumus :

Kontribusi = � � � � �� �� �� � � � ��� � �� � � %

(Sumber : Undang-undang no 32 tahun 2004)

Tabel Kriteria Nilai Kontribusi

Persentase Kontribusi Kriteria

0-10% Sangat Kurang

10,10% - 20% kurang

20,10% - 30% Cukup

30,10% - 40% Sedang

40,10% - 50% Baik

> 50% Sangat Baik (Sumber : Tim Litbang Depdagri Fisipol UGM)

2. Untuk mengetahui laju pertumbuhan pajak hotel, pajak hiburan, pajak

restoran, pajak reklame dan pajak parkir digunakan rumusan sebagai

berikut:

GX = � − � −� − � %

(Sumber : Abdul,Halim, 2004:164)

Keterangan:

GX : Laju Pertumbuhan Pajak per tahun

Xt : Penerimaan Pajak pada tahun tertentu

X(t-1 ): Penerimaan Pajak pada tahun sebelumnya

Page 63: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

48

Kreteria Laju Pertumbuhan

Sumber : Irdiwan dalam Halim (2007:91)

Berdasarkan hasil perhitungan diatas dapat diketahui seberapa besar

kontribusi pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran, pajak reklame, dan pajak

parkir berdasarkan kriteria presentase tersebut.

Persentase Laju Pertumbuhan Kriteria

85 - 100% Sangat Berhasil

70% - 85% Berhasil

55% - 70% Cukup Berhasil

30% - 55% Kurang Berhasil

< 30% Tidak berhasil

Page 64: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

49

BAB IV

ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi Objek Penelitian

4.1.1 Sejarah Sudin Pelayanan Pajak Kota Administrasi Jakarta Timur

Sejarah berdirinya Dinas Pelayanan Pajak Provinsi DKI Jakarta yang

saat ini sudah dibentuk sejak tahun 1952 berdasarkan keputusan Dewan

Perwakilsn Kota Sementara Jakarta Raya Nomor 18/DK/Tanggal 11

September 1952 maka dibentuklah Suku Bagian Pajak, dan kembali berubah

nama menjadi Urusan Pendapatan Pajak Jakarta sesuai dengan Keputusan

Gubernur Jakarta No B.6/6/52 tahun 1996 tanggal 22 Juni 1996 tentang

struktur organisasi sekretariat.

Tahun 1968 berdasarkan keputusan Jakarta No. 1B3/2/48/1968 tanggal

3 September Perubahan dan Peningkatan Status Urusan Pendapatan dan Pajak

Daerah Khusus Jakarta menjadi Dinas Pajak dan Pendapatan Daerah Jakarta.

Selanjutnya bernama Kantor Pajak dan Pendapatan Daerah khusus Ibukota

Jakarta sesuai dengan keputusan gubernur Jakarta Nomor B.VII/774/a/1/1075

Tanggal 20 februari 1975 tentang perubahan sebutan dan struktur organisasi

Tahun 1969 keputusan Gubernur Jakarta No. B.VI/585/a/1976 tentang

berubahan kembali nama atau sebutan dan susunan organisasi serta tata kerja

Kantor Pajak dan Pendapatan Daerah Jakarta menjadi Dinas Pajak Daerah

Khusus Ibukota Jakarta. Dengan adanya Otonomi Daerah UU Tahun 1999 No

22 dan berdasarkan Peraturan Daerah No. 10 tahun 2008 tentang organisasi

perangkat daerah mengalami perubahan nama atau sebutan dari Dinas

Page 65: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

50

Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta menjadi Dinas Pelayanan Pajak

Provinsi DKI Jakarta. Yang bertempat di Kantor Bersama Samsat Jakarta

Timur, Jalan D.I Panjaitan Kav. 55, Jatinegara, Jakarta Timur 13410.

Dinas Pelayanan Pajak Provinsi DKI Jakarta Timur memiliki dua unit

kerja yaitu Suku Dinas Pelayanan Pajak I dan Suku Dinas Pelayanan Pajak II

Berdasarkan keputusan Gubernur pada November 2014 tentang perubahan

struktur organisasi dengan menggabungkan unit kerja menjadi Suku Dinas

Pelayanan Pajak Kota Administrasi Jakarta Timur merupakan unit kerja

murni milik daerah yang dibentuk karena diberikan kewenangan dan dituntut

untuk menggali sumber keungan daerahnya sendiri sehingga bukan menerima

pelimpahan wewenang dari pusat melainkan melakukan salah satu unsur

pelaksanaan pemerintah daerah yang mempunyai tugas menggali, mengelola

dan mengkoordinir pungutan daerah.

Maksud dan Tujuan Suku Dinas Pelayanan Pajak Timur didirikan adalah:

1) Meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan dibidang pendapatan daerah

2) Mengembangkan suasana kerja yang kondusif, partisipatif dan produktif

3) Meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam pemungutan Pendapatan

Daerah

4) Meningkatkan Koordinas dan hubungan kerja dengan swasta, sehingga

sosial, masyarakat dan unit Instansi Pemerintah

5) Meningkatkan upaya-upaya penggalian sumber pendapatan daerah yang

potensial

6) Meningkatkan peran serta aktif masyarakat dalam mengoptimalkan

pendapatan daerah

Page 66: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

51

4.1.2 Visi dan Misi Suku Dinas Pelayanan Pajak

a. Visi

Menjadikan Suku Dinas sebagai organisasi yang efisien, efektif dan

transparan dalam optimalisasi penerimaan pajak daerah dengan dukungan

aktif masyarakat.

b. Misi

1. Mengadakan koordinasi dengan Instansi lain dalam perencanaan,

pelaksanaan, serta pengendalian pelayanan pajak daerah

2. Melaksanakan kegiatan pelayanan pajak daerah dengan prinsip

profesionalisme dan transparan.

3. Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan prinsip

transparan dan akuntabel

4. Menciptakan kemudahan, keterbukaan, keadilan, kepastian, dan tanggung

jawab dalam kegiatan pelayanan pajak daerah

5. Mendorong dan menciptakanpartipasi masyarakat dalam pengawasan

pelayanan pajak daerah

6. Peningkatan profesionalisme aparat dengan memanfaatkan teknologi

informasi dan kegiatana pelayanan pajak daerah

4.1.3 Struktur Organisasi

Struktur organisasi ialah suatu usaha kerja dari kelompok orang untuk

mencapai tujuan tertentu. Untuk merealisasikan tujuan tersebut diperlukan

pembinaan organisasi dan menejemen yang baik sehingga semua kegiatan

perusahaan dapat berjalan dengan baik.

Page 67: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

52

Ditinjau dari struktur organisasinya Sudin Pelayanan Pajak Jakarta

Timur, termasuk dalam organisasi berbentuk garis dan staff yaitu wewenang

dari puncak yang dilimpahkan kepada satuan-satuan bagian lain dibawahya

sehingga pembagian tugasnya terlihat jelas dan menjamin adanya kesatuan

komando dalam organisasi.

Dalam melaksanakan fungsinya, Organisasi Suku Dinas Pelayanan

Pajak Jakarta Timur dipimpin oleh Kepala Suku Dinas dan dibantu oleh satu

orang kasubag TU dan empat kepala seksi yang dibantu para staff. Untuk

memperjelas dapat dilihat pada bagan struktur organisasi tersebut.

Struktur Organisasi

Suku Dinas Pelayanan Pajak Kota Administrasi Jakarta Timur

Sumber : Suku Dinas Pelayanan Pajak Jakarta Timur

KEPALA SUKU DINAS

Ka. Sub Tata Usaha

Staff

Ka. Seksi Pelayanan

dan Pengolahan data

informasi Pajak Daerah

Ka. Seksi Pendataan

dan pemeriksaan

Pajak Daerah

Ka. Seksi

Penagihan

Pajak Daerah

Ka. Seksi Penilaian

dan Penetapan

Pajak Daerah

Staff Staff Staff Staff

Page 68: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

53

4.1.4 Tugas dan Fungsi Organisasi

a. Kepala Suku Dinas

Memimpin dan mengkoordinasi pelaksanaan tugas dan fungsi Suku Dinas

Kota yaitu, koordinasi pelaksanaan tugas subbagian, Seksi dan

Subkelompok Jabatan Fungsional, melaksanakan kerja sama terhadap

instansi peemrintahan atau swasta .serta melaporkan dan

memepertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi Suku Dinas Kota.

b. SubBagian Tata Usaha

Melaksanakan penyiapan kebijakan teknis, pembinaan, pengkoordinasian

pelayanan administrasi dan pelaksanaan dibidang program, keuangan,

umum dan pegawai.

c. Ka. Seksi Pelayanan dan Pengelolaan Data informasi Pajak Daerah

Menyususn dan melaksanakan rencana strategi, rencana kerja, dan dokumen

pelaksanaan anggaran sesuai dengan lingkup. Melaksanakan implementasi

aplikasi sistem informasi perpajakan daerah dan pemutakhiran data

spasial/peta tematik informasi pajak. Memonitoring dan menganalisis

pembayaran pajak serta menyususn laporan kinerja penerimaan dan

pelayanan pemungutan pajak.

d. Ka. Seksi Pendataan dan Pemerikasaan Pajak Daerah

Menyususn dan melaksanakan rencana strategi, rencana kerja, dan dokumen

pelaksanaan anggaran. Melaksanakan pengawasan, pengumpulan data dan

informasi mengenai pajak daerah beserta potensinya. Menyiapkan

perumusan kebijakan dan standar teknis pemungutan pajak. Mengususlkan

penyidikan terhadap dugaan pidana perpajakan.

Page 69: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

54

e. Ka. Seksi Penilaian dan Penetapan Pajak Daerah

Menyususn dan melaksanakan rencana strategi, rencana kerja, dan dokumen

pelaksanaan anggaran sesuai dengan lingkupnya. Mengumpulkan informasi

dalam rangka penilaian dan penggalian potensi pajak daerah, penilaian dan

penghitungan terhadap objek pajak. Mengadministrasikan dan

mendistribusikan dokumen penilaian dan pemeriksaan.

f. Ka. Seksi Penagihan Pajak Daerah

Menyususn dan melaksanakan rencana strategi, rencana kerja, dan dokumen

pelaksanaan anggaran sesuai dengan lingkupnya. Menerima, memproses,

dan mengadministrasi permohonan pembetulan, pembatalan, pengurangan

ketetapapan pajak atau sanksi administrasi pajak daerah. Menyususn

rencana penerimaan pajak daerah.

g. Membantu untuk menyelesaikan dalam membuat laporan yang dibutuhkan

oleh setiap kepala seksi ataupun kepala suku dinas sesuai dengan bidangnya

masing-masing.

4.1.5 Batas Wilayah Kerja Suku Dinas Pelayanan Pajak Kota Administrasi

Jakarta Timur

Pembagian wilayah kerja Suku Dinas Pelayanan Pajak Kota Administrasi

Jakarta Timur adalah sebagai berikut

1. Kecamatan Matraman

2. Kecamatan Jatinegara

3. Kecamatan Pulogadung

4. Kecamatan Cakung

5. Kecamatan Duren Sawit

Page 70: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

55

6. Kecamatan Ciracas

7. Kecamatan Cipayung

8. Kecamatan Pasar rebo

9. Kecamatan Keramat jati

10. Kecamatan Makasar

4.1.6 Objek Pajak yang Dikelola

1. Pajak Hotel

2. Pajak Restoran

3. Pajak Hiburan

4. Pajak Reklame

5. Pajak Parkir

Page 71: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

56

Tahun

SUDIN I SUDIN II

Total Realisasi

Persentase (%)

Target Realisasi Target Realisasi SUDIN

I

SUDIN

II

2010 4.367.049.000 4.154.373.408 8.500.000.000 12.058.548.550 16.212.921.958 95,13 141,87

2011 4.327.000.000 3.062.712.069 4.061.772.739 11.490.014.887 14.552.726.956 70,78 282,88

2012 - 67.635.228 8.629.000.000 7.871.388.505 7.939.023.733 0 91,22

2013 8.492.000.000 8.736.607.989 16.712.000.000 16.618.522.006 25.355.129.995 102,88 99,44

2014 11.600.000.000 9.496.228.882 20.828.000.000 20.233.648.558 29.729.877.440 81.86 97,14

4.2 Data Dan Pembahasan

4.2.1 Penerimaan Pajak Daerah Sudin PP Jakarta Timur

4.2.1.1 Pajak Hotel

Berikut merupakan Realisasi dan target penerimaan pajak hotel Jakarta

timur pada SUDIN I dan II untuk tahun 2010 sampai dengan tahun 2014.

Tabel 4.1

Realisasi dan Target Penerimaan Pajak Hotel Jakarta Timur TA 2010-2014

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Dari tabel diatas dapat diketahui penerimaan pajak hotel di Suku

Dinas Pelayanan Pajak Timur dilihat dari total realisasi tertinggi terjadi pada

tahun 2014 sebesar Rp 29.729.877.440 telah mengalami kenaikan sebesar

Rp 4.374.747.450 dari penerimaan sebelumnya Rp 25.355.129.995. Dalam

hal ini terjadi peningkatan penerimaan pajak disebabkan bertambahnya

wajib pajak yang mendaftarkan usahanya dapat dilihat pada grafik 4.1

perbandingan penerimaan pajak tiap tahunnya pada Suku Dinas Pelayanan

Pajak Timur.

Page 72: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

57

Grafik 4.1

Perbandingan Total Realisasi Pajak Hotel Tahun 2010-2014

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Apabila dilihat dari segi persentase tertinggi terjadi pada tahun 2012 di

SUDIN PP I yaitu 102,88% sehingga terlihat jelas target penerimaan dalam 1 tahun

sebesar Rp 8.492.000.000 telah berhasil dicapai sebesar Rp 8.736.607.989.

Peningkatan kedua di SUDIN PP II pada tahun 2011 dengan persentase tertinggi

sebesar 282,88% yang artinya target penerimaan dalam 1 tahun sebesar Rp

4.061.772.739 telah berhasil dicapai sebesar Rp 11.490.014.887. Dalam hal ini

penerimaan pajak yang meningkat disebabkan karena peranan hotel cukup dominan

dijakarta, selain itu bertambahnya jumlah wajib pajak dan peran serta suku dinas

pelayanan pajak timur sebagai pelopor sosialisasi kepada masyarakat mengenai

imbauan dan transparasi dalam pemungutan pajak daerah berkenaan dengan

penetapan tarif pajak daerah.

-

5.000.000.000

10.000.000.000

15.000.000.000

20.000.000.000

25.000.000.000

30.000.000.000

2010 2011 2012 2013 2014

Datenreihen1 16.212.921 14.552.726 7.939.023. 25.355.129 29.729.877

Pe

ne

rim

aa

n

Tahun

Pajak Hotel

Page 73: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

58

4.2.1.2 Pajak Hiburan

Berikut merupakan Realisasi dan target penerimaan pajak hiburan Jakarta

timur pada SUDIN I dan II untuk tahun 2010 sampai dengan tahun 2014.

Tabel 4.2

Realisasi dan Target Penerimaan Pajak Hiburan Jakarta Timur TA 2010-2014

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Dari tabel diatas dapat diketahui penerimaan pajak hiburan di Suku Dinas

Pelayanan Pajak Timur dilihat dari total realisasi tertinggi terjadi pada tahun 2013

sebesar Rp 21.930.480.239 telah mengalami kenaikan sebesar Rp 8.636.976.280.

dari penerimaan sebelumnya Rp 13.293.503.954. Peningkatan tersebut dikarenakan

bertambahanya hiburan-hiburan yang diselenggarakan untuk masyarakat sebagai

konsumen dengan menawarkan pertunjukan yang menarik seperti film dibioskop,

konser musik, dan pertandingan olahraga sehingga minat masyarakat untuk ikut

serta menikmati atau menonton kegiatan tersebut semakin bertambah, dan

masyarakat sebagai penontonnya dipungut bayaran (pajak). Dapat dilihat juga pada

grafik 4.2 perbandingan penerimaan pajak hiburan untuk tiap tahunnya pada Sudin

PP Timur.

Tahun

SUDIN I SUDIN II

Total Realisasi

Persentase (%)

Target Realisasi Target Realisasi SUDIN

I

SUDIN

II

2010 7.572.000.000 893.787.843 3.652.000.000 858.954.535 1.752.742.378 11,8 23,52

2011 1.033.000.000 3.529.830.006 8.184.368.281 2.390.670.897 5.920.500.903 341,71 29,21

2012 9.456.000.000 8.090.420.154 7.870.000.000 5.203.083.800 13.293.503.954 85,56 66,11

2013 15.215.000.000 15.982.817.976 7.351.000.000 5.947.662.263 21.930.480.239 105,05 80,91

2014 14.680.000.000 14.900.566.815 8.103.000.000 6.676.104.185 21.576.671.000 101,5 82,39

Page 74: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

59

Grafik 4.2

Perbandingan Total Realisasi Pajak Hiburan Tahun 2010-2014

Sumber : Sudin PP Jakarta Timur (Data diolah)

Apabila dilihat dari segi persentase tertinggi terjadi pada tahun 2011

di SUDIN PP I yaitu 341,71% yang artinya target penerimaan dalam 1

tahun sebesar Rp 1.033.000.000 telah berhasil dicapai sebesar Rp

3.529.830.006. Peningkatan kedua di SUDIN PP II pada tahun 2014 dengan

82,39% yang artinya target penerimaan dalam 1 tahun sebesar Rp

8.103.000.000 telah berhasil dicapai sebesar Rp 6.676.104.185 walaupun

tidak mencapai targetnya tetapi persentase penerimaan tahun 2014

mengalami peningkatan dari tahun 2013. Tidak tercapainya target

disebabkan adanya indikasi oknum-oknum yang tidak tertib membayar

pajak.

4.2.1.3 Pajak Restoran

Berikut Berikut merupakan Realisasi dan target penerimaan pajak Restoran .

Jakarta timur pada SUDIN I dan II untuk tahun 2010 sampai dengan tahun

2014.

-

5.000.000.000

10.000.000.000

15.000.000.000

20.000.000.000

25.000.000.000

2010 2011 2012 2013 2014

Datenreihen1 1.752.742 5.920.500 1.752.742 21.930.48 21.576.67

Pe

ne

rim

aa

n

Tahun

Pajak Hiburan

Page 75: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

60

Tabel 4.3

Realisasi dan Target Penerimaan Pajak Restoran Jakarta Timur Tahun

Anggaran 2010-2014

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Dari tabel diatas dapat diketahui penerimaan pajak restoran di Suku

Dinas Pelayanan Pajak Timur dilihat dari total realisasi tertinggi terjadi pada

tahun 2014 sebesar Rp 90.919.667.348 telah mengalami kenaikan sebesar

Rp 2.318.043.000 dari penerimaan sebelumnya yaitu 88.601.624.343. Dari

segi target dan realisasinya prospek peningkatan penerimaan pajak tiap

tahunnya cukup tinggi, dalam hal ini disebabkan bertambahnya restoran

ataupun rumah makan baru di Jakarta sehingga menjadikan bertambahnya

wajib pajak yang mendaftarkan usahanya selain itu faktor bertambahnya

pusat perbelanjaaan sebagai penampung pengusaha untuk membuka

restoran. Dapat dilihat pada grafik 4.3 perbandingan penerimaan pajak tiap

tahunnya pada Sudin PP Timur.

Tahun

SUDIN I SUDIN II

Total Realisasi

Persentase (%)

Target Realisasi Target Realisasi SUDIN

I

SUDIN

II

2010 6.849.600.000 4.569.029.640 10.061.600.000 7.677.224.293 12.246.253.933 66,71 76,3

2011 4.907.000.000 13.569.939.056 10.641.042.322 12.361.330.717 25.931.269.773 276,54 116,17

2012 52.630.000.000 47.817.392.500 11.298.000.000 12.366.683.527 60.184.076.027 90,86 109,46

2013 65.380.000.000 64.506.889.253 22.475.000.000 24.094.735.090 88.601.624.343 98,66 107,21

2014 81.000.000.000 61.410.409.106 30.000.000.000 29.509.258.242 90.919.667.348 75,82 98,36

Page 76: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

61

Grafik 4.3

Perbandingan Total Realisasi Pajak Restoran Tahun 2010-2014

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Apabila dilihat dari segi persentase tertinggi terjadi pada tahun 2011 di

SUDIN PP I yaitu 276,54% yang artinya target penerimaan dalam 1 tahun sebesar

Rp 4.907.000.000 telah berhasil dicapai sebesar Rp 13.569.939.056 ini merupakan

peningkatan pajak tertinggi selama 5 tahun terakhir. Peningkatan kedua di SUDIN

PP II pada tahun 2011 dengan persentase 116,17% yang artinya target penerimaan

dalam 1 tahun sebesar Rp 10.641.042.322 telah berhasil dicapai sebesar Rp

12.361.330.717 . Menurut keterangan dari SUDIN PP pada tahun 2011 ini mereka

mengalami surplus karena baik SUDIN 1 dan SUDIN II mengalami pencapaian

penerimaan yang melebihi target. Terbuktik dari penghitungan data yang diolah

pada tahun 2011 penerimaan pajak timur untuk restoran cukup tinggi.

-

10.000.000.000

20.000.000.000

30.000.000.000

40.000.000.000

50.000.000.000

60.000.000.000

70.000.000.000

80.000.000.000

90.000.000.000

100.000.000.000

2010 2011 2012 2013 2014

Datenreihen1 12.246.253 25.931.269 60.184.076 88.601.624 90.919.667

Pe

ne

rim

aa

n

Tahun

Pajak Restoran

Page 77: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

62

4.2.1.4 Pajak Reklame

Berikut Berikut merupakan Realisasi dan target penerimaan pajak Reklame

Jakarta timur pada SUDIN I dan II untuk tahun 2010 sampai dengan tahun

2014.

Tabel 4.4

Realisasi dan Target Penerimaan Pajak Reklame Jakarta Timur TA 2010-

2014

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Dari tabel diatas dapat diketahui penerimaan pajak hiburan di Suku Dinas

Pelayanan Pajak Timur dilihat dari total realisasi tertinggi terjadi pada tahun 2014

sebesar Rp 39.514.760.731 telah mengalami kenaikan sebesar Rp

14.007.153.410. dari penerimaan sebelumnya Rp 25.507.607.321. Peningkatan

yang tinggi ditunjang oleh keberadaan pengusaha yang ingin mengiklankan

ataupun mengenalkan produknya kepada masyarakat dengan mengunakan media

reklame seprti iklan yang berbentuk baliho, pamflet, balon udara, dan sebagainya.

Dapat dilihat juga pada grafik 4.4 perbandingan penerimaan pajak reklame untuk

tiap tahunnya pada Sudin PP Timur.

Tahun

SUDIN I SUDIN II

Total Realisasi

Persentase (%)

Target Realisasi Target Realisasi SUDIN

I

SUDIN

II

2010 12.632.000.000 11.069.591.900 30.210.000.000 21.617.123.885 32.686.715.785 87,63 71,56

2011 15.633.000.000 9.684.872.308 3.180.324.198 17.907.691.732 27.592.564.040 61,95 563,08

2012 15.285.000.000 13.563.370.766 16.684.000.000 14.623.030.457 28.186.401.223 88,74 87,65

2013 12.269.100.000 13.767.505.148 10.575.100.000 11.740.102.173 25.507.607.321 112,21 111,02

2014 82.007.000.000 15.849.884.214 80.000.000.000 23.664.876.517 39.514.760.731 19,33 29,58

Page 78: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

63

Grafik 4.4

Perbandingan Total Realisasi Pajak Reklame Tahun 2010-2014

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Apabila dilihat dari segi persentase tertinggi terjadi pada tahun 2013

di SUDIN PP I yaitu 121,21% yang artinya target penerimaan dalam 1

tahun sebesar Rp 12.269.100.000 telah berhasil dicapai 13.767.505.148.

Peningkatan kedua di SUDIN PP II pada tahun 2011 dengan 563,08% yang

artinya target penerimaan dalam 1 tahun sebesar Rp 3.180.324.198 telah

berhasil dicapai sebesar Rp 17.907.691.732. Persentase kenaikan yang

cukup fantastis pada tahun 2011 didukung oleh penambahan wajib pajak

serta ketertiban membayara pajak tepat waktu dan tepat nilai.

4.2.1.5 Pajak Parkir

Berikut Berikut merupakan Realisasi dan target penerimaan pajak Reklame

Jakarta timur pada SUDIN I dan II untuk tahun 2010 sampai dengan tahun

2014.

-

5.000.000.000

10.000.000.000

15.000.000.000

20.000.000.000

25.000.000.000

30.000.000.000

35.000.000.000

40.000.000.000

2010 2011 2012 2013 2014

Datenreihen1 32.686.715 27.592.564 28.186.401 25.507.607 39.514.760

Pe

ne

rim

aa

n

Tahun

Pajak Reklame

Page 79: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

64

Tabel 4.5

Realisasi dan Target Penerimaan Pajak Parkir Jakarta Timur Tahun

Anggaran 2010-2014

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Dari tabel diatas dapat diketahui penerimaan pajak parkir di Suku Dinas

Pelayanan Pajak Timur dilihat dari total realisasi tertinggi terjadi pada tahun 2014

sebesar Rp 9.892.081.163 telah mengalami kenaikan sebesar Rp 5.966.133.247

dari penerimaan sebelumnya Rp 3.925.947.916. Peningkatan yang tinggi

ditunjang oleh bertambahnya keberadaan perkantoran, pusat perbelanjaan dan

ruko ataupun toko besar yang menyediakan lahan untuk parkir selain itu ada

kenaikan tarif parkir sebagai kebijakan perintahan ditahun 2014, sehingga

penerimaan juga akan tinggi Dapat dilihat juga pada grafik 4.5 perbandingan

penerimaan pajak reklame untuk tiap tahunnya pada Sudin PP Timur.

Tahun

SUDIN I SUDIN II Total

Realisasi

Persentase (%)

Target Realisasi Target Realisasi SUDIN

I

SUDIN

II

2010 9.029.100.000 4.319.351.767 5.681.000.000 2.394.355.824 6.713.707.591 47,84 42,15

2011 5.114.000.000 3.415.617.679 3.824.558.170 3.908.975.985 7.324.593.664 66,79 102,21

2012 705.000.000 497.626.728 7.870.000.000 5.536.945.173 6.034.571.901 70,59 70,36

2013 1.928.000.000 2.157.618.840 1.728.000.000 1.768.329.076 3.925.947.916 111.91 102,33

2014 5.700.000.000 5.736.935.106 11.011.000.000 4.155.146.057 9.892.081.163 100,65 37,74

Page 80: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

65

Grafik 4.5

Perbandingan Total Realisasi Pajak Parkir Tahun 2010-2014

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Apabila dilihat dari segi persentase tertinggi terjadi pada tahun 2013

di SUDIN PP I yaitu 111,91% yang artinya target penerimaan pajak parkir

dalam 1 tahun sebesar Rp 1.928.000.000 telah berhasil dicapai sebesar Rp

2.157.618.840. Peningkatan kedua di SUDIN PP II pada tahun 2013 dengan

102,33% yang artinya target penerimaan dalam 1 tahun sebesar Rp

1.728.000.000 telah berhasil dicapai sebesar Rp 1.768.329.076. Persentase

kenaikan ditahun yang sama merupakan keberhasilan suku dinas dalam

pencapaian target dan tertib pajak pada sektor pajak parkir sehingga suku

dinas pelayanan pajak memperoleh surplus ditahun 2013.

4.2.1.6 Rekapitulasi Target dan Realisasi Penerimaan Pajak

Rekapitulasi merupakan total penerimaan pajak pada SUDIN PP Timur

yang berasal dari 5 sektor pajak secara keseluruhan sebagai berikut :

-

1.000.000.000

2.000.000.000

3.000.000.000

4.000.000.000

5.000.000.000

6.000.000.000

7.000.000.000

8.000.000.000

9.000.000.000

10.000.000.000

2010 2011 2012 2013 2014

Datenreihen1 6.713.707. 7.324.593. 6.034.571. 3.925.947. 9.892.081.

Pe

ne

rim

aa

n

Tahun

Pajak Parkir

Page 81: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

66

Tabel 4.6

Rekapitulasi Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Jakarta Timur

Tahun 2010-2014

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Pada tiap sektor ada target penerimaan yang harus dicapai, seperti yang sudah

diteliti sebelumnya untuk persentase pencapain target tertinggi banyak terjadi ditahun

2011. dapat dilihat pada tabel 4.6 tahun 2011 untuk Pajak Hotel dengan target

Rp8.388.772.739 dicapai sebesar Rp14.552.726.956 dengan persentase 173,48%.

Pajak Restoran dengan target Rp15.548.042.322 dicapai sebesar Rp25.931.269.773

dengan persentase 166,78%. Pajak Hiburan dengan target Rp9.217.368.281 dicapai

sebesar Rp5.920.500.903 dengan persentase 64%. Pajak Reklame dengan target

Rp18.813.324.198 dicapai sebesar Rp27.592.564.040 dengan persentase 146,67%.

dan Pajak Parkir dengan target Rp8.938.558.170 dicapai sebesar Rp 7.324.593.664

dengan persentase 81,94%.

Pendapatan yang diterima SUDIN PP berasal dari 5 sektor pajak yang tertinggi

terjadi ditahun 2014 sebesar Rp 191.633.057.682.Banyak indikasi yang membuat

penerimaan mencapai target, diantaranya bertambahnya wajib pajak baru, kenaikan

tarif, dan Adanya tunggakan pajak sehingga penerimaan akan tinggi pada tahun tertu.

Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi

2010 12,867,049,000 16,212,921,958 16,911,200,000 12,246,253,933 11,224,000,000 1,752,742,378 42,842,000,000 32,686,715,785 14,710,100,000 6,713,707,591 98,554,349,000 69,612,341,645

2011 8,388,772,739 14,552,726,956 15,548,042,322 25,931,269,773 9,217,368,281 5,920,500,903 18,813,324,198 27,592,564,040 8,938,558,170 7,324,593,664 60,906,065,710 81,321,655,336

2012 8,629,000,000 7,939,023,733 63,928,000,000 60,184,076,027 17,326,000,000 13,293,503,954 31,969,000,000 28,186,401,223 8,575,000,000 6,034,571,901 130,427,000,000 115,637,576,838

2013 25,204,000,000 25,355,129,995 87,855,000,000 88,601,624,343 22,566,000,000 21,930,480,239 22,844,200,000 25,507,607,321 3,656,000,000 3,925,947,916 162,125,200,000 165,320,789,814

2014 32,428,000,000 29,729,877,440 111,000,000,000 90,919,667,348 22,783,000,000 21,576,671,000 162,007,000,000 39,514,760,731 16,711,000,000 9,892,081,163 344,929,000,000 191,633,057,682

Pajak Hotel Pajak Restoran Pajak Hiburan Pajak Reklame Pajak ParkirTahun Total RealisasiTotal Target

Page 82: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

67

4.2.2 Kntribusi Pajak Daerah

4.2.2.1 Kontribusi Pajak Daerah terhadap Penerimaan Pajak Daerah SUDIN

PP Jakarta Timur

Kontribusi Pajak daerah dari lima sektor pajak yaitu Pajak Hotel, Pajak

Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame dan Pajak Parkir perkembangan

kontribusi tersebut dilihat dari tiap tahunya untuk periode 2010-2014.

4.2.2.2 Kontribusi Tahun Anggara 2010

Mengetahui hasil kontribusi dengan perhitungan sebagai berikut: Kontribusi = . . .. . . � %

Tabel 4.7

Kontribusi Pajak Daerah bagi Penerimaan Pajak Sudin PP

Timur Tahun 2010

Jenis Pajak Tahun 2010 Kontribusi (%)

Pajak Hotel 16.212.921.958 23,291

Pajak Restoran 12.246.253.933 17,592

Pajak Hiburan 1.752.742.378 2,518

Pajak Reklame 32.686.715.785 46,955

Pajak Parkir 6.713.707.591 9,644

Total Kontribusi Sumber

Pajak Daerah 69.612.341.645 100

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Pada Tabel 4.7 Kontribusi tahun 2010 untuk 5 sektor Pajak Daerah

dengan total sumber pajak Rp 69.612.341.645 terlihat jelas tiap-tiap sektor

memberikan kontribusi yang beragam. Berdasarkan tabel 4.7 untuk Pajak

Hotel memberi penerimaan Rp16.212.921.958 dengan kontribusi 23,291%

Page 83: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

68

dari total sumber pajak sebesar Rp 69.612.341.645, Untuk Pajak Restoran

memberikan penerimaan Rp 12.246.253.933 dengan kontribusi 17,592 %

dari total sumber pajak sebesar Rp 69.612.341.645, Untuk Pajak Hiburan

memberikan penerimaan Rp 1.752.742.378 dengan kontribusi 2,518% dari

total sumber pajak sebesar Rp 69.612.341.645, Untuk Pajak Reklame

memberikan penerimaan Rp 32.686.715.785 dengan kontribusi 46,955%

dari total sumber pajak sebesar Rp 69.612.341.645, Untuk Pajak Parkir

memeberikan penerimaan Rp 6.713.707.591 dengan kontribusi 9,644% dari

total sumber pajak sebesar Rp 69.612.341.645. Dapat dilihat besar

perbandingan kontribusi untuk tiap sektor pada diagram 4.7 dibawah ini

Diagram 4.7

Perbandingan Kontribusi Pajak Daerah

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Apabila dilihat dari diagram 4.7 diatas menurut segi persentase

kontribusi terbesar yang diberikan terhadap penerimaan pajak Sudin PP Timur

berasal dari sektor Pajak Reklame yaitu sebesar 46,955% dan Kontribusi

23,291

17,592

2,518

46,955

9,644

TAHUN 2010 persentase (%)

Pajak Hotel

Pajak Restoran

Pajak Hiburan

Pajak Reklame

Pajak Parkir

Page 84: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

69

terkecil berasal dari sektor Pajak Hiburan dengan nilai kontribusi sebesar

2,518%. Dapat dilihat pula kriteria nilai kontribusi pada tabel 4.7 dibawah ini.

Tabel 4.7

Kriteria Nilai Kontribusi

Sumber : Tim Litbang Depdagri Fisipol UGM (Data diolah)

Jika dilihat berdasarkan tabel kriteria nilai kontribusi tersebut

sudah dapat dilihat hasil kontribusi dari 5 (lima) sektor pajak tersebut di

tahun 2010 yang memeberikan kontribusi terbesar adalah pajak reklame

dengan kontribusi 46,955% serta memiliki kriteria baik dibandingkan

dengan 4 (empat) sector pajak lainnya seperti pajak hotel dengan

kontribusi 23,291% memiliki kriteria cukup, pajak Restoran dengan

kontribusi 17,592% memiliki kriteria kurang, pajak Hiburan dan pajak

parkir dengan kontribusi masing-masing 2,518% dan 9,644% memiliki

kriteria sangat kurang. Dalam hal ini mengindikasikan bahwa pada tahun

2010 pajak reklame seperti pamflet,brosur,baliho dan sejenisnya sangat

diminati sebagai wadah iklan ataupun info pemberitahuan kepada

masyarakat, sehingga wajib pajak reklame menjadi bertambah.

Pajak Daerah Kontribusi Persentase

Kontribusi Kriteria

Pajak Hotel 23,291 20,10% - 30% Cukup

Pajak Restoran 17,592 10,10% - 20% Kurang Pajak Hiburan 2,518 0% - 10% Sangat kurang Pajak Reklame 46,955 40,10% - 50% Baik

Pajak Parkir 9,644 0% - 10% Sangat kurang

Page 85: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

70

4.2.2.3 Kontribusi Tahun Anggara 2011

Mengetahui hasil kontribusi dengan perhitungan sebagai berikut : Kontribusi = . . .. . . � %

Tabel 4.8

Kontribusi Pajak Daerah bagi Penerimaan Pajak Sudin PP Timur

Tahun 2011

Jenis Pajak Tahun 2011 Kontribusi

(%)

Pajak Hotel 14.552.726.956 17,895

Pajak Restoran 25.931.269.773 31,887

Pajak Hiburan 5.920.500.903 7,281

Pajak Reklame 27.592.564.040 33,93

Pajak Parkir 7.324.593.664 9,007

Total Kontribusi Sumber Pajak

Daerah 81.321.655.336 100

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Pada Tabel 4.8 Kontribusi tahun 2011 untuk 5 sektor Pajak Daerah

dengan total sumber pajak Rp 81.321.655.336 terlihat jelas tiap-tiap sektor

memberikan kontribusi yang beragam. Berdasarkan tabel 4.8 untuk Pajak

Hotel memberikan penerimaan Rp 14.552.726.956 dengan kontribusi

17,895% dari total sumber pajak sebesar Rp 81.321.655.336, Untuk Pajak

Restoran memberikan penerimaan Rp 25.931.269.773 dengan kontribusi

7,281% dari total sumber pajak sebesar Rp 81.321.655.336, Untuk Pajak

Hiburan memberikan penerimaan sebesar Rp 5.920.500.903 dengan

kontribusi 7,281% dari total sumber pajak sebesar Rp 81.321.655.336, Untuk

Pajak Reklame memberikan penerimaan sebesar Rp 27.592.564.040 dengan

Page 86: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

71

kontribusi 33.93% dari total sumber pajak sebesar Rp 81.321.655.336,

Untuk Pajak Parkir memberikan penerimaan Rp 7.324.593.664 dengan

kontribusi 9,007% dari total sumber pajak sebesar Rp 81.321.655.336. Dapat

dilihat besar perbandingan kontribusi untuk tiap sektor pada diagram 4.8

dibawah ini

Diagram 4.8

Perbandingan Kontribusi Pajak Daerah

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Apabila dilihat dari diagram 4.8 diatas menurut segi persentase

kontribusi terbesar yang diberikan terhadap penerimaan pajak Sudin PP

Timur berasal dari sektor Pajak Reklame yaitu sebesar33,93% dan

Kontribusi terkecil berasal dari sektor Pajak Hiburan dengan nilai kontribusi

sebesar 7,281%. ditahun 2010 dan 2011 pajak reklame masih menjadi sektor

pajak yang memiliki kontribusi terbesar. Dapat dilihat pula kriteria nilai

kontribusi pada tabel 4.8 dibawah ini.

17,895

31,887

7,281

33,93

9,007

TAHUN 2011 persentase (%)

Pajak Hotel

Pajak Restoran

Pajak Hiburan

Pajak Reklame

Pajak Parkir

Page 87: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

72

Tabel 4.8

Kriteria Nilai Kontribusi

Pajak Daerah Kontribusi Persentase

Kontribusi Kriteria

Pajak Hotel 17,895 10,10% - 20% Kurang

Pajak Restoran 31,887 30,10% - 40% Sedang Pajak Hiburan 7,281 0% - 10% Sangat kurang Pajak Reklame 33,93 30,10% - 40% Sedang

Pajak Parkir 9,007 0% - 10% Sangat kurang

Sumber : Tim Litbang Depdagri Fisipol UGM (Data diolah)

Jika dilihat berdasarkan tabel kriteria nilai kontribusi tersebut

sudah dapat dilihat hasil kontribusi dari 5 (lima) sektor pajak tersebut di

tahun 2011 yang memberikan kontribusi terbesar adalah pajak

reklame dan pajak restoran dengan kontribusi masing-masing 33,93%

dan 31.887% serta memiliki kriteria sedang dibandingkan dengan 3

(tiga) sektor pajak lainnya seperti pajak hotel dengan kontribusi 17,895%

memiliki kriteria kurang, pajak Hiburan dan pajak parkir dengan

kontribusi masing-masing 7,281% dan 9,007% memiliki kriteria sangat

kurang.

Dalam hal ini mengindikasikan bahwa pada tahun 2011 pajak

reklame memang mimiliki kontribusi terbesar tetapi mengalami

penurunan dari tahun sebelumnya, selain itupajak hiburan dan pajak hotel

juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, sementara pajak

restoran dan pajak parkir naik dengan drastis dari tahun sebelumnya(2010)

Page 88: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

73

4.2.2.4 Kontribusi Tahun Anggara 2012

Mengetahui hasil kontribusi dengan perhitungan sebagai berikut : Kontribusi = . . .. . . � %

Tabel 4.9

Kontribusi Pajak Daerah bagi Penerimaan Pajak Sudin PP Timur

Tahun 2012

Jenis Pajak Tahun 2012 Kontribusi

(%)

Pajak Hotel 7.939.023733 6,865

Pajak Restoran 60.184.076.027 52,045

Pajak Hiburan 13.293.503.954 11,496

Pajak Reklame 28.186.401.223 24,375

Pajak Parkir 6.034.571.901 5,219

Total Kontribusi Sumber Pajak

Daerah 115.637.576.838 100

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Pada Tabel 4.9 Kontribusi tahun 2012 untuk 5 sektor Pajak Daerah

dengan total sumber pajak Rp 115.637.576.838 terlihat jelas tiap-tiap sektor

memberikan kontribusi yang beragam. Berdasarkan tabel 4.9 untuk Pajak

Hotel memberikan penerimaan Rp 7.939.023733 dengan kontribusi 6,865%

dari total sumber pajak sebesar Rp 115.637.576.838 , Untuk Pajak Restoran

memberikan penerimaan Rp 60.184.076.027 dengan kontribusi 52,045% dari

total sumber pajak sebesar Rp 115.637.576.838 ,Untuk Pajak Hiburan

memberikan penerimaan Rp 13.293.503.954 dengan kontribusi 11,496%,

Untuk Pajak Reklame memberikan penerimaan sebesar Rp 28.186.401.223

dengan kontribusi 24,375% dari total sumber pajak Rp 115.637.576.838,

Page 89: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

74

Untuk Pajak Parkir memberikan penerimaan Rp 6.034.571.901 dengan

kontribusi 5,219% dari total sumber pajak sebesar Rp 115.637.576.838, Dapat

dilihat besar perbandingan kontribusi untuk tiap sektor pada diagram 4.8

dibawah ini

Diagram 4.9

Perbandingan Kontribusi Pajak Daerah

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Apabila dilihat dari diagram 4.9 diatas menurut segi persentase

kontribusi terbesar yang diberikan terhadap penerimaan pajak Sudin PP

Timur berasal dari sektor Pajak Restoran yaitu sebesar 52,045% dan

Kontribusi terkecil berasal dari sektor Pajak Parkir dengan nilai kontribusi

sebesar 5,219% di tahun 2012 penerimaan pajak restoran meningkat dari

tahun ke tahun dan memberikan persentase kontribusi yang sangat besar.

Dapat dilihat pula kriteria nilai kontribusi pada tabel 4.9 dibawah ini.

6,865

52,045

11,496

24,375

5,219

TAHUN 2012 persentase (%)

Pajak Hotel

Pajak Restoran

Pajak Hiburan

Pajak Reklame

Pajak Parkir

Page 90: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

75

Tabel 4.9

Kriteria Nilai Kontribusi

Pajak Daerah Kontribusi Persentase

Kontribusi Kriteria

Pajak Hotel 6,865 0% - 10% Sangat kurang

Pajak Restoran 52,045 > 50% Sangat Baik

Pajak Hiburan 11,496 10,10% - 20% Kurang

Pajak Reklame 24,375 20,10% - 30% Cukup

Pajak Parkir 5,219 0% - 10% Sangat kurang

Sumber : Tim Litbang Depdagri Fisipol UGM (Data diolah)

Jika dilihat berdasarkan tabel kriteria nilai kontribusi tersebut

sudah dapat dilihat hasil kontribusi dari 5 (lima) sektor pajak tersebut di

tahun 2012 yang memberikan kontribusi terbesar adalah pajak

restoran dengan kontribusi 52,045% serta memiliki kriteria sangat baik,

dibandingkan dengan 4 (empat) sektor pajak lainnya seperti pajak hotel

dan pajak parkir dengan kontribusi masing-masing 6,865% dan 5,219%

serta memiliki kriteria sangat kurang, pajak hiburan dengan kontribusi

11,496% memiliki kriteria kurang. dan pajak reklame dengan kontribusi

sebesar 24,375% memiliki kriteria cukup.

Dalam hal ini mengindikasikan bahwa pada tahun 2012 pajak

restoran mengalami prospek peningkatan yang bagus tiap tahunnya

khususnya pada tahun 2012 kontribusi yang diberikan pajak restoran

mencapai hingga lebih dari 50% kenaikan yang baik ini mengartikan

sosialisasi sudin pp terhadap masyarakat mengenai pajak berhasil dan

disebabkan pula adanya peningkatan jumlah wajib pajak baru yang

Page 91: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

76

mendaftarkan usahanya serta pembayaran tunggakan pajak yang

dibayarkan pada tahun 2012, selain itu terlihat pajak hiburan juga

meningkat untuk tiap tahunnya jika dibandingkan dengan pajak hotel,

pajak reklame, pajak parkir yang terus mengalami penurunan tiap tahun.

ada bebrapa penyebabnya seperti adanya tunggakan pajak, melemahnya

daya konsumsi masyarakat terhadap hotel, reklame, parkir. penutupan

operasi usahanya sehingga berhenti menjadi waib pajak.

4.2.2.5 Kontribusi Tahun Anggara 2013

Mengetahui hasil kontribusi dengan perhitungan sebagai berikut : Kontribusi = , , ,, , , � %

Tabel 4.10

Kontribusi Pajak Daerah bagi Penerimaan Pajak Sudin PP Timur

Tahun 2013

Jenis Pajak Tahun 2013 Kontribusi

(%)

Pajak Hotel 25.355.129.995 15,337

Pajak Restoran 88.601.624.343 53,594

Pajak Hiburan 21.930.480.239 13,265

Pajak Reklame 25.507.607.321 15,429

Pajak Parkir 3.925.947.916 2,375

Total Kontribusi Sumber Pajak

Daerah 165.320.789.814 100

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Pada Tabel 4.10 Kontribusi tahun 2013 untuk 5 sektor Pajak Daerah

dengan total sumber pajak Rp 165.320.789.814 terlihat jelas tiap-tiap sektor

Page 92: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

77

memberikan kontribusi yang beragam. Berdasarkan tabel 4.10 untuk Pajak

Hotel memberikan penerimaan Rp 25.355.129.995 dengan kontribusi

15,337% dari total sumber pajak sebesar Rp 165.320.789.814 , Untuk Pajak

Restoran memberikan penerimaan Rp 88.601.624.343 dengan kontribusi

53,594% dari total sumber pajak sebesar Rp 165.320.789.814 , Untuk Pajak

Hiburan memberikan penerimaan sebesar Rp 21.930.480.239 dengan

kontribusi 13,265% dari total sumber pajak sebesar Rp 165.320.789.814,

Untuk Pajak Reklame memberikan penerimaan sebesar Rp 25.507.607.321

dengan kontribusi 15,429% dari total sumber pajak sebesar

Rp 165.320.789.814, Untuk Pajak Parkir memberikan penerimaan Rp

3.925.947.916 dengan kontribusi 2,375% dari total sumber pajak sebesar

Rp 165.320.789.814. Dapat dilihat besar perbandingan kontribusi untuk tiap

sektor pada diagram 4.10 dibawah ini

Diagram 4.10 Perbandingan Kontribusi Pajak Daerah

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Apabila dilihat dari diagram 4.10 diatas menurut segi persentase

kontribusi terbesar yang diberikan terhadap penerimaan pajak Sudin PP

15,337

53,594

13,265

15,429

2,375

TAHUN 2013 persentase (%)

Pajak Hotel

Pajak Restoran

Pajak Hiburan

Pajak Reklame

Pajak Parkir

Page 93: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

78

Timur berasal dari sektor Pajak Restoran yaitu sebesar 53,594% dan

Kontribusi terkecil berasal dari sektor Pajak Parkir dengan nilai kontribusi

sebesar 2,375% di tahun 2013 penerimaan pajak restoran meningkat dari

tahun ke tahun dan memberikan persentase kontribusi yang sangat besar.

Dapat dilihat pula kriteria nilai kontribusi pada tabel 4.10 dibawah ini.

Tabel 4.10

Kriteria Nilai Kontribusi

Pajak Daerah Kontribusi Persentase

Kontribusi Kriteria

Pajak Hotel 15,337 10,10% - 20% Kurang

Pajak Restoran 53,594 > 50% Sangat Baik

Pajak Hiburan 13,265 10,10% - 20% Kurang

Pajak Reklame 15,429 10,10% - 20% Kurang

Pajak Parkir 2,375 0% - 10% Sangat kurang

Sumber : Tim Litbang Depdagri Fisipol UGM (Data diolah)

Jika dilihat berdasarkan tabel kriteria nilai kontribusi tersebut

sudah dapat dilihat hasil kontribusi dari 5 (lima) sektor pajak tersebut di

tahun 2013 yang memberikan kontribusi terbesar adalah pajak

restoran dengan kontribusi 53,594% serta memiliki kriteria sangat baik,

dibandingkan dengan 4 (empat) sektor pajak lainnya seperti pajak hotel,

pajak hiburan, dan pajak reklame memberikan kontribusi masing-masing

15,337%, 13,265%, dan 15,429% dengan criteria kurang, sedangkan pajak

parkir memiliki kontribusi yang minim yaitu sebesar 2,375% dengan

keriteria sangat kurang.

Dalam hal ini mengindikasikan bahwa pada tahun 2013 pajak

restoran mengalami prospek peningkatan yang bagus tiap tahunnya

Page 94: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

79

khususnya pada tahun 2012 dan 2013 kontribusi yang diberikan pajak

restoran mencapai hingga lebih dari 50% kenaikan yang baik ini

mengartikan sosialisasi SUDIN PP terhadap masyarakat mengenai pajak

berhasil dan disebabkan pula adanya peningkatan jumlah wajib pajak baru

yang mendaftarkan usahanya dan pembayaran tunggakan pajak yang

dibayarkan pada tahun 2013, selain itu terlihat pajak hiburan dan pajak

hotel juga meningkat untuk tahun 2013. jika dibandingkan dengan pajak

pajak reklame dan pajak parkir yang terus mengalami penurunan selama

tiga tahun terakhir (2010-2013) ada bebrapa penyebabnya seperti adanya

tunggakan pajak, melemahnya daya konsumsi masyarakat terhadap

reklame dan parkir, serta terjadinya penutupan operasi usahanya sehingga

berhenti menjadi waib pajak..

4.2.2.6 Kontribusi Tahun Anggara 2014

Mengetahui hasil kontribusi dengan perhitungan sebagai berikut : Kontribusi = . . .. . . � %

Page 95: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

80

Tabel 4.11

Kontribusi Pajak Daerah bagi Penerimaan Pajak Sudin PP Timur

Tahun 2014

Jenis Pajak Tahun 2014

(Rp) Kontribusi

(%)

Pajak Hotel 29.729.877.440 15,514 Pajak Restoran 90.919.667.348 47,445 Pajak Hiburan 21.576.671.000 11,259 Pajak Reklame 39.514.760.731 20,62

Pajak Parkir 9.892.081.163 5,162 Total Kontribusi Sumber Pajak

Daerah 191.633.057.682 100

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Pada Tabel 4.11 Kontribusi tahun 2014 untuk 5 sektor Pajak Daerah

dengan total sumber pajak Rp 191.633.057.682 terlihat jelas tiap-tiap sektor

memberikan kontribusi yang beragam. Berdasarkan tabel 4.11 untuk Pajak

Hotel memberikan penerimaan Rp 29.729.877.440 dengan kontribusi 15,514%

dari total sumber pajak sebesar Rp 191.633.057.682, Untuk Pajak Restoran

memberikan penerimaan Rp 90.919.667.348 dengan kontribusi 47,445% dari

total sumber pajak sebesar Rp 191.633.057.682, Untuk Pajak Hiburan

memberikan penerimaan Rp 21.576.671.000 dengan kontribusi 11,259% dari

total sumber pajak sebesar Rp 191.633.057.682, Untuk Pajak Reklame

memberikan penerimaan sebesar Rp 39.514.760.731 dengan kontribusi 20,62%

dari total sumber pajak sebesar Rp 191.633.057.682, Untuk Pajak Parkir

memberikan penerimaan sebesar Rp 9.892.081.163 dengan kontribusi 5,162%

dari total sumber pajak sebesar Rp 191.633.057.682. Dapat dilihat besar

perbandingan kontribusi untuk tiap sektor pada diagram 4.11 dibawah ini.

Page 96: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

81

Diagram 4.11

Perbandingan Kontribusi Pajak Daerah

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Apabila dilihat dari diagram 4.11 diatas menurut segi persentase

kontribusi terbesar yang diberikan terhadap penerimaan pajak Sudin PP

Timur berasal dari sektor Pajak Restoran yaitu sebesar 47.445% dan

Kontribusi terkecil berasal dari sektor Pajak Parkir dengan nilai kontribusi

sebesar 5,162% di tahun 2014. Penerimaan pajak restoran meningkat dari

tahun ke tahun dan memberikan persentase kontribusi yang sangat besar.

Dapat dilihat pula kriteria nilai kontribusi pada tabel 4.11 dibawah ini.

Tabel 4.11

Kriteria Nilai Kontribusi

Pajak Daerah Kontribusi Persentase

Kontribusi Kriteria

Pajak Hotel 15,514 10,10% - 20% Kurang

Pajak Restoran 47,445 40,10% - 50% Baik

Pajak Hiburan 11,259 10,10% - 20% Kurang

Pajak Reklame 20,62 20,10% - 30% Cukup

Pajak Parkir 5,162 0% - 10% Sangat kurang

Sumber : Tim Litbang Depdagri Fisipol UGM (Data diolah)

15,514

47,445 11,259

20,62

5,162

TAHUN 2014 persentase (%)

Pajak Hotel

Pajak Restoran

Pajak Hiburan

Pajak Reklame

Pajak Parkir

Page 97: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

82

Apabila dilihat berdasarkan tabel kriteria nilai kontribusi tersebut

sudah dapat dilihat hasil kontribusi dari 5 (lima) sektor pajak tersebut di

tahun 2014 yang memberikan kontribusi terbesar adalah pajak

restoran dengan kontribusi 47,445% serta memiliki kriteria baik,

dibandingkan dengan 4 (empat) sektor pajak lainnya seperti pajak hotel

dan pajak hiburan memberikan kontribusi masing-masing 15,514% dan

11,259% dengan kriteria kurang, pajak reklame memiliki kontribusi

20,62% dengan keriteria cukup, selain itu pajak parkir memiliki kontribusi

5,162 dengan kriteria sangat kurang.

4.2.2.7 Rekapitulasi Kontribusi Pajak Tahun Anggran 2010-2014

Berdasarkan penghitungan kontribusi sebelumnya adapun rekapan hasilnya

sebagai berikut :

Tabel 4.11

Rekapitulasi Kontribusi Pajak Periode 2010-2014 Pada SUDIN PP Timur

Tahun

Pajak

Hotel

Pajak

Restoran

Pajak

Hiburan

Pajak

Reklame

Pajak

Parkir

Persentase (%)

2010 23.291 17.592 2.518 46.955 9.644

2011 17.895 31.887 7.281 33.93 9.007

2012 6.865 52.045 11.496 24.375 5.219

2013 15.337 53.594 13.265 15.429 2.375

2014 15.514 47.445 11.259 20.62 5.162

Rata-rata Kontribusi

Periode 2010-2014 15.7804 40.5126 9.1638 28.2618 6.2814

Pembulatan 16 41 9 28 6 Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Pada tabel 4.11 menunjukan hasil kontribusi tertinggi di tahun 2010

berasal dari sektor Pajak Reklame dengan nilai 46,955% serta memiliki tingkat

kriteria “Baik”. untuk tahun 2011 berasal dari sektor Pajak Reklame dengan

Page 98: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

83

nilai 33,93% serta memiliki kriteria “Sedang”. untuk tahun 2012 berasal dari

Pajak Restoran dengan nilai 52,045% memiliki kriteria “Sangat Baik”. untuk

tahun 2013 berasal dari Pajak Rstoran dengan nilai 53,594% memiliki kriteria

“Sangat Baik”. dan untuk tahun 2014 berasal dari Pajak Restoran dengan nilai

47,455% memiliki tingkat kriteria “Baik”. Berdasarkan kontribusi tersebut

disimpulkan 2tahun berturut-turut (2010-2011) diberikan Pajak Reklame

cukup besar mengindikasikan pada tahun itu media reklame sangat diminati

sebagai alat informasi atau iklan sebuah produk bagi pengusaha bisnis

(masyarakat) sehingga meningkatnya wajib pajak. Sedangkan pada 3tahun

berturut-turut (2012-2014) kontribusi tertinggi diberikan Pajak Restoran, ini

mengindikasi bahwa sosialisasi SUDIN PP terhadap masyarakat mengenai

pajak cukup berhasil, meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap makanan

di restoran, bertambahnya wajib pajak, dan adanya tunggakan pajak yang

dibayarkan pada tahun-tahun tersebut. sebaliknya kontribusi yang minim dapat

disebabkan adanya oknum-oknum yang tidak tepat membayar pajak, pailitnya

atau tutupnya bisnis usaha menjadikan berhentinya status wajib pajak.

Rata-rata kontribusi periode 2010-2014 untuk Pajak Hotel 16%, Pajak

Restoran 41%, Pajak Hiburan 9%, Pajak Reklame 28% dan Pajak Parkir 6%.

Dapat disimpulkan sektor pajak yang memberikan kontribusi paling dominan

berasal dari Pajak Restoran dengan nilai rata-rata 41%.

4.2.3 Pertumbuhan Pajak Daerah

Berdasarkan perhitungan sumber penerimaan pajak daerah SUDIN PP

Timur, kontribusi pajak daerah SUDIN PP Timur telah dapat diketahui kenaikan

dan penurunan serta besaran kontribusi yang didapat tiap tahunnya selama lima

Page 99: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

84

tahun terakhir, pada bagian ini akan dibahas mengenai pertumbuhan penerimaan

pajak untuk tiap sektor sehingga dapat melengkapi hasil penelitian.

4.2.3.1 Pajak Hotel Periode 2010-2014

Pertumbuhan penerimaan Pajak Hotel selama lima tahun terakhir dengan

perhitungan sebagai berikut : GT = − � %

Tabel 4.12

Pertumbuhan Penerimaan Pajak Hotel Tahun 2010-2014

sumber : SUDIN PP Timur (Data diolah)

Tabel 4.12 Menampilkan perkembangan penerimaan pada periode

2010-2014. Terlihat ditahun 2011 terjadi penurunan penerimaan dari

Rp16.212.921.958 ke Rp14.552.726.956 mengalami penurunan sebesar

Rp1.660.195.002 dengan persentase penurunan -10% dari tahun lalu.

Pada tahun 2012 terjadi penurunan penerimaan pajak dari

Rp14.552.726.956 ke Rp7.939.023.733 mengalami penurunan sebesar

Rp6.613.703.223 dengan persentase penurunan -45% dari tahun lalu.

Pada tahun 2013 terjadi kenaikan penerimaan pajak dari

Rp7.939.023.733 ke Rp25.355.129.995 mengalami kenaikan sebesar

Rp17.416.106.262 dengan persentase kenaikan 219% dari penerimaan tahun

sebelumnya.

Tahun Pajak Hotel Perkembangan GT (%)

2010 16.212.921.958 - -

2011 14.552.726.956 -1.660.195.002 -10

2012 7.939.023.733 -6.613.703.223 -45

2013 25.355.129.995 17.416.106.262 219

2014 29.729.877.440 4.374.747.445 17

Total penerimaan

dan Rata-rata 93.789.680.082

36

Page 100: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

85

Pada tahun 2014 terjadi kenaikan penerimaan pajak dari

Rp25.355.129.995 ke Rp29.729.877.440 telah mengalami kenaikan sebesar

Rp4.374.747.445 dengan persentase kenaikan 17% dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.12

untuk kriterian laju pertumbuhannya.

Tabel 4.12

Pengukuran Laju Pertumbuhan Pajak Hotel

Tahun GT (%) Laju pertumbuhan Kriteria

2010-2011 -10 < 30% Tidak berhasil

2011-2012 -45 < 30% Tidak berhasil

2012-2013 219 85 - 100% Sangat Berhasil

2013-2014 17 < 30% Tidak berhasil

Rata-rata

Pertumbuhan 36 30% - 55% Kurang Berhasil

Sumber : Tim Litbang Depdagri Fisipol UGM (Data diolah)

Berdasarkan tabel 4.12 kriteria diatas maka secara garis besar dilihat pada

rata-rata pertumbuhan penerimaan pajak hotel selama periode 2010-2014

sebesar 36% menunjukan bahwa pertumbuhan penerimaan sektor Pajak

Hotel “kurang berhasil"

4.2.3.2 Pajak Restoran Periode 2010-2014

Pertumbuhan Pajak Restoran selama lima tahun terakhir dengan perhitungan

sebagai berikut : GT = − � %

Page 101: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

86

Tabel 4.13

Pertumbuhan Penerimaan Pajak Restoran Tahun 2010-2014

Tahun Pajak Restoran Perkembangan GT (%)

2010 12.246.253.933 - -

2011 25.931.269.773 13.685,015.840 112

2012 60.184.076.027 34.252.806.254 132

2013 88.601.624.343 28.417.548.316 47

2014 90.919.667.348 2.318.043.005 3

Total Penerimaan

dan Rata-rata 277.882.891.424

59

sumber : SUDIN PP Timur (Data diolah)

Tabel 4.13 Menampilkan perkembangan penerimaan pada periode

2010-2014. Terlihat ditahun 2011 terjadi kenaikan penerimaan dari

Rp12,246,253,933 ke Rp25,931,269,773 telah mengalami kenaikan sebesar

Rp13,685,015,840 dengan persentase kenaikan 112% dari tahun lalu .

Pada tahun 2012 terjadi kenaikan penerimaan pajak dari

Rp25,931,269,773 ke Rp60,184,076,027 telah mengalami kenaikan sebesar

Rp34.252.806.254 dengan persentase kenaikan 132% dari tahun lalu.

Pada tahun 2013 terjadi kenaikan penerimaan pajak dari

Rp60.184.076.027 ke Rp88.601.624.343 telah mengalami kenaikan sebesar

Rp28.417.548.316 dengan persentase kenaikan 47% dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2014 terjadi kenaikan penerimaan pajak dari

Rp88.601.624.343 ke Rp90.919.667.348 telah mengalami kenaikan sebesar

Rp2.318.043.005 dengan persentase kenaikan 3% dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.13

untuk kriterian laju pertumbuhannya

Page 102: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

87

Tabel 4.13

Pengukuran Laju Pertumbuhan Pajak Restoran

Tahun GT (%) Laju pertumbuhan Kriteria

2010-2011 112 85 - 100% Sangat Berhasil

2011-2012 132 85 - 100% Sangat Berhasil

2012-2013 47 30% - 55% Kurang Berhasil

2013-2014 3 < 30% Tidak berhasil

Rata-rata

Pertumbuhan 59 55% - 70% Cukup Berhasil

Sumber : Tim Litbang Depdagri Fisipol UGM (Data diolah)

Berdasarkan tabel 4.13 kriteria diatas maka secara garis besar dilihat pada

rata-rata pertumbuhan penerimaan Pajak Restoran selama periode 2010-

2014 sebesar 59% menunjukan bahwa pertumbuhan penerimaan sektor

Pajak Restoran “Cukup berhasil”

4.2.3.3 Pajak Hiburan Periode 2010-2014

Pertumbuhan Pajak Hiburan selama lima tahun terakhir dengan perhitungan

sebagai berikut : GT = − � %

Tabel 4.14

Pertumbuhan Penerimaan Pajak Hiburan Tahun 2010-2014

sumber : SUDIN PP Timur (Data diolah)

Tabel 4.14 Menampilkan perkembangan penerimaan pada periode

2010-2014. Terlihat ditahun 2011 terjadi kenaikan penerimaan dari

Tahun Pajak Hiburan Perkembang GT (%)

2010 1.752.742.378 - -

2011 5.920.500.903 4.167.758.525 238

2012 13.293.503.954 7.373.003.051 125

2013 21.930.480.239 8.636.976.285 65

2014 21.576.671.000 -353.809.239 -2

Total Penerimaa

dan Rata-rata 64.473.898.474

85

Page 103: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

88

Rp1.752.742.378 ke Rp5.920.500.903 telah mengalami kenaikan sebesar

Rp4.167.758.525 dengan persentase kenaikan 238% dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2012 terjadi kenaikan penerimaan pajak dari

Rp5.920.500.903 ke Rp13.293.503.954 telah mengalami kenaikan sebesar

Rp7.373.003.051 dengan persentase kenaikan 125% dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2013 terjadi kenaikan penerimaan pajak dari

Rp13.293.503.954 ke Rp21.930.480.239 telah mengalami kenaikan sebesar

Rp8.636.976.285 dengan persentase kenaikan 65% dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2014 terjadi penurunan penerimaan pajak dari

Rp21.930.480.239 ke Rp21.576.671.000 mengalami penurunan sebesar

Rp353.809.239 dengan persentase penurunan -2% dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.14

untuk kriterian laju pertumbuhannya

Tabel 4.14

Pengukuran Pertumbuhan Pajak Hiburan

Tahun GT (%) Laju pertumbuhan Kriteria

2010-2011 238 85 - 100% Sangat Berhasil

2011-2012 125 85 - 100% Sangat Berhasil

2012-2013 65 55% - 70% Cukup Berhasil

2013-2014 -2 < 30% Tidak berhasil

Rata-rata

Pertumbuhan 85 85 - 100% Sangat Berhasil

Sumber : Tim Litbang Depdagri Fisipol UGM (Data diolah)

Berdasarkan tabel 4.14 kriteria diatas maka secara garis besar dilihat pada

rata-rata pertumbuhan penerimaan Pajak Restoran selama periode 2010-

2014 sebesar 85% menunjukan bahwa pertumbuhan penerimaan sektor

Pajak Restoran “Sangat berhasil”

Page 104: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

89

4.2.3.4 Pajak Reklame Periode 2010-2014

Pertumbuhan Pajak Reklame selama lima tahun terakhir dengan perhitungan

sebagai berikut : GT = − � %

Tabel 4.15

Pertumbuhan Penerimaan Pajak ReklameTahun 2010-2014

Tahun Pajak Reklame Perkembangan GT

(%)

2010 32.686.715.785 - -

2011 27.592.564.040 -5.094.151.745 -16

2012 28.186.401.223 593.837.183 2

2013 25.507.607.321 -2.678.793.902 -10

2014 39.514.760.731 14.007.153.410 55

Total Penerimaan

dan Rata-rata 153.488.049.100

6

sumber : SUDIN PP Timur (Data diolah)

Tabel 4.15 Menampilkan perkembangan penerimaan pada periode

2010-2014. Terlihat ditahun 2011 terjadi penurunan penerimaan dari

Rp32.686.715.785 ke Rp27.592.564.040 mengalami penurunan sebesar

Rp5.094.151.745 dengan persentase penurunan -16% dari tahun lalu.

Pada tahun 2012 terjadi kenaikan penerimaan pajak dari

Rp27.592.564.040 ke Rp28.186.401.223 telah mengalami kenaikan sebesar

Rp593.837.183 dengan persentase kenaikan 2% dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2013 terjadi penurunan penerimaan pajak dari

Rp28.186.401.223 ke Rp25.507.607.321 mengalami penurunan sebesar

Rp2.678.793.902 dengan persentase penurunan -10% dari tahun lalu.

Pada tahun 2014 terjadi kenaikan penerimaan pajak dari

Rp25.507.607.321 ke Rp39.514.760.731 telah mengalami kenaikan sebesar

Page 105: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

90

Rp14.007.153.410 dengan persentase penurunan 55% dari tahun lalu.

Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.15 untuk

kriterian laju pertumbuhannya.

Tabel 4.15

Pengukuran Laju Pertumbuhan Pajak Reklame

Tahun GT (%) Laju pertumbuhan Kriteria

2010-2011 -16 < 30% Tidak berhasil

2011-2012 2 < 30% Tidak berhasil

2012-2013 -10 < 30% Tidak berhasil

2013-2014 55 55% - 70% Cukup Berhasil

Rata-rata

Pertumbuhan 6 < 30% Tidak berhasil

Sumber : Tim Litbang Depdagri Fisipol UGM (Data diolah)

Berdasarkan tabel 4.15 kriteria diatas maka secara garis besar dilihat pada

rata-rata pertumbuhan penerimaan Pajak Reklame selama periode 2010-

2014 sebesar 6% menunjukan bahwa pertumbuhan penerimaan sektor Pajak

Reklame “Tidak berhasil”

4.2.3.5 Pajak Parkir Periode 2010-2014

Pertumbuhan Pajak Parkir selama lima tahun terakhir dengan perhitungan

sebagai berikut : GT = − � %

Page 106: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

91

Tabel 4.16

Pertumbuhan Penerimaan Pajak Parkir Tahun 2010-2014

Tahun Pajak Parkir Perkembangan GT (%)

2010 6.713.707.591 - -

2011 7.324.593.664 610.886.073 9

2012 6.034.571.901 -1.290.021.763 -18

2013 3.925.947.916 -2.108.623.985 -35

2014 9.892.081.163 5.966.133.247 152

Total Penerimaan

dan Rata-rata 33.890.902.235

22

sumber : SUDIN PP Timur (Data diolah)

Tabel 4.16 Menampilkan perkembangan penerimaan pada periode

2010-2014. Terlihat ditahun 2011 terjadi kenaikan penerimaan dari

Rp6.713.707.591 ke Rp7.324.593.664 telah mengalami kenaikan sebesar

Rp610.886.073 dengan persentase kenaikan 9% dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2012 terjadi penurunan penerimaan pajak dari

Rp7.324.593.664 ke Rp6.034.571.901 mengalami penurunan sebesar

Rp1.290.021.763 dengan persentase penurunan -18% dari tahun lalu.

Pada tahun 2013 terjadi penurunan penerimaan pajak dari

Rp6.034.571.901 ke Rp3.925.947.916 mengalami penurunan sebesar

Rp2.108.623.985 dengan persentase penurunan -35% dari tahun lalu.

Pada tahun 2014 terjadi kenaikan penerimaan pajak dari

Rp3.925.947.916 ke Rp9.892.081.163 telah mengalami kenaikan sebesar

Rp5.966.133.247 dengan persentase penurunan 152% dari tahun lalu.

Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.16 untuk

kriterian laju pertumbuhannya.

Page 107: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

92

Tabel 4.16

Pengukuran Laju Pertumbuhan Pajak Parkir

Tahun GT (%) Laju pertumbuhan Kriteria

2010-2011 9 < 30% Tidak berhasil

2011-2012 -18 < 30% Tidak berhasil

2012-2013 -35 < 30% Tidak berhasil

2013-2014 152 85 - 100% Sangat Berhasil

Rata-rata

Pertumbuhan 22 < 30% Tidak berhasil

Sumber : Tim Litbang Depdagri Fisipol UGM (Data diolah)

Berdasarkan tabel 4.16 kriteria diatas maka secara garis besar dilihat pada

rata-rata pertumbuhan penerimaan Pajak Parkir selama periode 2010-2014

sebesar 22% menunjukan bahwa pertumbuhan penerimaan sektor Pajak

Parkir “Tidak berhasil”.

Berdasarkan dari laju pertumbuhan pajak dari lima sektor pajak

terdapat beragam kriteria pertumbuhana untuk tiap tahunnya pada tabel

4.16 dibawah ini yaitu rekapitulasi laju pertumbuhan Pajak Hotel, Pajak

Restoran. Pajak Hiburan, Pajak Reklame, dan Pajak Parkir untuk periode

2010 sampai dengan 2014 sebagai berikut :

Tabel 4.16

Rekapitulasi Laju Pertumbuhan Penerimaan Pajak Periode 2010-2014 pada

SUDIN PP Timur

Tahun

Pajak

Hotel

Pajak

Restoran

Pajak

Hiburan

Pajak

Reklame

Pajak

Parkir

Persentase (%)

2010-2011 -10 112 238 -16 9

2011-2012 -45 132 125 2 -18

2012-2013 219 47 65 -10 -35

2013-2014 17 3 -2 55 152

Rata-rata Laju

Pertumbuhan Periode

2010-2014

36 59 85 6 22

Sumber : SUDIN PP Jakarta Timur (Data diolah)

Page 108: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

93

Pada Tabel 4.16 menunjukan Rata-rata laju pertumbuhan penerimaan pada

periode 2010-2014 untuk Pajak Hotel 36% masuk pada range kriteria pertumbuhan

“kurang berhasil”, untuk Pajak Restoran 59% masuk pada range kriteria

pertumbuhan “cukup berhasil, untuk Pajak Hiburan 85% masuk pada range

pertumbuhan “sangat berhasil”, untuk Pajak Reklame 6% masuk pada range

pertumbuhan “tidak berhasil” dan untuk Pajak Parkir 22% masuk pada range

pertumbuhan “tidak berhasil”.

Pertumbuhan penerimaan yang tertinggi dan masuk dalam kategori sangat

berhasil berasal dari sektor pajak hiburan. hal ini menunjukan bahwa pertumbuhan

penerimaan dari pajak hiburan sangat baik sehingga adanya peluang prospek untuk

memberikan kontribusi terbesar. bahkan mengidikasikan bahwa sektor pajak

hiburan mampu untuk meningkatkan penerimaan jika pertumbuhan penerimaanya

mampu dipertahankan dan ditingkatkan.

Page 109: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

94

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan pada pembahasan bab IV , maka kesimpulan yang dapat

diambil oleh penulias adalah :

1. Secara total pendpatan pajak yang didapat Oleh Suku Dinas Pelayanan Pajak

Timur (SUDIN PP) yang tertinggi terdapat ditahun 2014 sebesar Rp

191.633.057.682. Lain halnya dengan nilai persentase menunjukan

kemampuan penerimaan pajak mencapai targetnya banyak berhasil jauh

melampui target ditahun 2011 yaitu Pajak Hotel dengan target

Rp8.388.772.739 dicapai sebesar Rp14.552.726.956 dengan persentase

173,48%. Pajak Restoran dengan target Rp15.548.042.322 dicapai sebesar

Rp25.931.269.773 dengan persentase 166,78%. Pajak Hiburan dengan target

Rp9.217.368.281 dicapai sebesar Rp5.920.500.903 dengan persentase 64%.

Pajak Reklame dengan target Rp18.813.324.198 dicapai sebesar

Rp27.592.564.040 dengan persentase 146,67%. dan Pajak Parkir dengan target

Rp8.938.558.170 dicapai sebesar Rp 7.324.593.664 dengan persentase

81,94%..

Page 110: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

95

2. Kontribusi per-tahun yang diberikan oleh Pajak Daerah untuk penerimaan

Suku Dinas Pelayanan Pajak selama 5 (lima) tahun terakhir memiliki tingkat

kontribusi yang beragam.

Tahun 2010 dan 2011 hasil penelitian menunjukan kontribusi terbesar

berasal dari sektor Pajak Reklame yang memberikan nilai kontribusi sebesar

46,955% ditahun 2010 dan 33,93% ditahun 2011. nilai kontribusi tersebut

memiliki tingkat range “kriteria baik”.

Kontribusi untuk tahun 2012, 2013 dan 2014 menunjukan kontribusi

terbesar berasal dari sektor Pajak Restoran, dengan nilai kontribusi masing-

masing sebesar 52,045%, 53,594% dan 47,455% serta memiliki tingkat

“kriteria sangat baik” dan “kriteria baik” . Pada 3 tahun terakhir ini kontribusi

yang diberikan Pajak Restoran cukup memuaskan karena melebihi dari 50%.

Rata-rata kontribusi periode 2010-2014 untuk Pajak Hotel 16%, Pajak

Restoran 41%, Pajak Hiburan 9%, Pajak Reklame 28% dan Pajak Parkir 6%.

Dapat disimpulkan sektor pajak yang memberikan kontribusi paling dominan

berasal dari Pajak Restoran dengan nilai rata-rata 41%.

3. Pertumbuhan penerimaan yang tertinggi dan masuk dalam kategori sangat

berhasil berasal dari sektor pajak hiburan dengan rata-rata pertumbuhan 85%.

hal ini menunjukan bahwa pertumbuhan penerimaan dari pajak hiburan sangat

baik sehingga adanya peluang prospek untuk memberikan kontribusi terbesar.

bahkan mengidikasikan bahwa sektor pajak hiburan mampu untuk

Page 111: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

96

meningkatkan penerimaan jika pertumbuhan penerimaanya mampu

dipertahankan dan ditingkatkan.

5.2 Saran

Adapun saran-saran yang mampu diberikan oleh peneliti adalah sebagai

berikut :

1. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diharapkan Suku Dinas Pelayanan Pajak

Timur untuk menseleksi strategi tertentu agar penerimaan tahun-tahun

berikutnya mampu melampaui target seperti tahun 2011.

2. Berdasarkan kontribusi yang ada peran Suku Dinas Pelayanan Pajak Timur

sudah mampu mempertahankan penerimaan Pajak Restoran selama lima tahun

terakhir sebagai pemberi kontribusi terbesar (dominan), namun diharapkan juga

untuk memperhatikan sektor pajak yang memberikan kontribusi minim

3. Melihat pertumbuhan penerimaan dari sektor pajak hiburan memiliki prospek

untuk memberikan kontribusi penerimaan yang besar maka diharapkan Suku

Dinas Pelayanan Pajak Timur untuk memberikan sosialisasi pada pengusaha

hiburan mengenai pengenaan ketentuan-ketentuan perpajakan yang berkaitan

dengan sektor hiburan sehingga dapat menambah penerimaan dari sektor

hiburan karena berdasarkan penelitian pertumbuhan penerimaan pajak hiburan

sangat bagus yaitu dengan rata-rata persentase 85% .

Page 112: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

97

DAFTAR PUSTAKA

Halim, Abdul. 2004. Bunga Rampai Manajemen Keuangan Daerah Edisi Revisi.

Yogyakarta. UPP AMP YKPN.

K.Y., Firman Hadi. 3013. “Analisi Potensi dan Kontribusi Pajak Hiburan

Terhadap Penerimaan Pendapatan Asli Daerah”. Malang: Universitas

Brawijaya Vol.1 No.2, hlm 1-22

Mardiasmo. 2014. “Perpajakan: Edisi Revisi 2011”. Jogyakarta:Andi.

Nursewan, makhdonal. 2012. Modul Kuliah Metodelogi Penelitian, Fakultas

Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Darma Persada, Jakarta

Priantara, Diaz. 2012. “Perpajakan Indonesia Edisi 2”. Jakarta:Mitra Wacana

Media.

Resmi, Siti. 2014. “Perpajakan: Contoh dan Kasus”. Edisi 8. Jakarta:Salemba

Empat.

Triantoro, Arvian. 2010. “Efektifitas Pemungutan Pajak Reklame dan

Kontribusinya Terhadap Penerimaan Pajak Daerah di Kota Bandung”,Fokus

Ekonomi Vol.5 No.1, hlm 1-24.

Waluyo. 2011. “Perpajakan Indonesia Edisi 10”. Jakarta:Salemba Empat

Page 113: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

98

W.K., Widya Hayu., Pambudi Prasetyo., and Restianto, Yanuar E.. 2015

“Compliance in Paying Restaurant Taxes (Studies in Clacap City)”,Journal

of Economic and Business Faculty Jendral Soedirman University.

__________Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2010 tentang

Ketentuan Umum Pajak Daerah.

__________Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor. 11 Tahun 2010

tentang Pajak Hotel.

__________Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor. 12 Tahun 2012

tentang Pajak Reklame.

__________Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor. 13 Tahun 2010

tentang Pajak Hiburan

__________Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor. 16 Tahun 2010

tentang Pajak Parkir

___________Undang-undang No. 23 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

___________Undang-undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

___________Undang-undang No 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan antara

Pusat dan Daerah.

___________Undang-undang No 28 Tahun 2009 tentang Pemerintahan Daerah.

Page 114: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

99

Referensi Situs :

www.actual.co.id E-magazine, Mei 2015

http://www.pajak.go.id/content/mari-pahami-fungsi-pajak, Juli 2015

http://www.jakarta.dpp.go.id, Juli 2015

http://info-keungandaerah.blogspot.com/2012/04/pendapatan-daerah, Juli 2015

Page 115: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

100

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Achaddeh

Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 26 Desember 1993

Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Status : Belum Kawin

Alamat : Jalan Rawa Jaya Pondok Kopi Ujung Duren Sawit

Jakarta Timur

Email : [email protected]

Telp. : 089672947241

Pendidikan Formal

Tahun Sekolah Keterangan

1999-2005 SDN Pondo Kopi 06 Lulus

2005-2008 SMPN 213 Jakarta Lulus

2008-2011 MAN 9 Jakarta Lulus

2011-2015 S1 Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi

Universitas Darma Persada

Page 116: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE
Page 117: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE
Page 118: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2

Jan 420.832.200 887.783.477 388.867.897 1.092.502.255 - 642.408.593 660.641.961 1.457.131.836 946.182.492 1.443.251.738

Feb 354.219.657 771.514.534 406.875.700 994.714.906 - 578.807.683 706.006.404 1.268.737.345 769.979.647 1.384.189.441

Mar 325.235.361 715.869.196 318.466.612 940.756.956 - 622.508.824 665.183.272 1.221.478.115 772.028.530 1.575.662.523

Apr 372.743.558 896.213.172 372.710.376 1.160.555.116 - 677.238.806 704.439.272 1.366.689.191 932.416.452 1.412.707.989

Mei 335.758.620 875.411.915 369.191.402 1.184.917.423 - 622.145.286 801.788.100 1.435.408.238 852.666.056 1.978.101.873

Jun 331.784.223 1.101.074.651 359.379.265 1.171.702.693 - 682.133.081 748.872.753 1.507.802.151 1.006.579.537 1.399.632.513

Jul 374.304.349 976.391.792 362.950.169 1.147.025.223 - 681.280.000 749.868.407 1.333.852.239 985.018.680 1.499.698.332

Agust 389.087.675 1.085.928.836 484.270.648 1.319.039.600 7.423.455 667.542.654 567.966.670 1.105.424.470 645.675.561 1.257.788.285

Sep 264.852.825 819.543.218 - 358.395.085 5.204.091 412.088.204 593.712.717 1.077.362.897 1.215.269.479 1.966.280.426

Okt 259.260.606 957.368.625 - 621.324.759 18.592.227 720.583.093 862.989.835 1.465.547.800 1.370.412.448 2.080.417.835

Nov 350.791.845 1.064.158.965 - 762.004.039 15.312.455 736.584.690 787.809.329 1.490.860.823 - 1.887.004.162

Des 375.502.489 1.907.290.169 - 737.076.832 21.103.000 828.067.591 887.329.269 1.888.226.901 - 2.348.913.441

Jumlah

Realisasi4.154.373.408 12.058.548.550 3.062.712.069 11.490.014.887 67.635.228 7.871.388.505 8.736.607.989 16.618.522.006 9.496.228.882 20.233.648.558

target 4.367.049.000 8.500.000.000 4.327.000.000 4.061.772.739 - 8.629.000.000 8.492.000.000 16.712.000.000 11.600.000.000 20.828.000.000

TOTAL

Persentase 95,129993 141,8652771 70,78142059 282,8817766 0 91,22017041 102,8804521 99,44065346 81,86404209 97,14638255

Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2

Jan 301.945.535 430.324.138 324.180.119 646.629.724 4.455.008.478 963.541.949 5.697.345.717 1.967.249.866 5.985.148.149 2.727.637.284

Feb 367.002.241 404.004.634 359.637.208 779.033.195 3.766.327.391 930.102.727 5.053.564.268 1.678.890.204 4.498.879.719 1.993.755.012

Mar 281.495.818 834.652.827 318.979.739 647.798.088 3.339.457.772 944.640.150 4.723.715.554 1.648.701.746 3.935.261.818 2.191.308.911

Apr 328.614.590 593.970.742 319.439.577 778.637.084 3.792.812.637 906.826.389 5.432.349.973 1.800.519.864 5.121.321.692 2.224.852.486

Mei 329.938.165 551.367.007 347.607.767 719.202.064 3.829.615.569 944.382.589 5.488.908.636 1.974.031.264 4.477.525.432 2.242.974.445

Jun 329.540.987 560.745.778 364.694.909 632.219.752 3.947.028.284 922.521.879 5.562.002.260 2.010.387.313 4.702.738.190 2.528.948.001

Jul 304.637.631 913.227.552 362.500.013 3.161.133.279 4.203.587.038 1.006.038.177 5.653.282.645 2.052.290.161 4.980.110.351 2.277.067.152

Agust 351.213.037 559.469.120 414.605.451 828.860.304 4.157.995.772 1.119.962.378 5.845.142.177 2.344.650.245 5.991.828.928 2.859.436.695

Sep 357.287.397 549.532.115 174.227.098 1.131.931.409 4.716.553.403 1.324.792.647 6.356.515.522 2.412.752.181 5.209.432.706 2.925.671.200

Okt 945.889.869 1.015.930.165 3.585.735.992 1.353.754.921 3.786.575.633 1.100.620.314 5.130.203.579 2.198.078.450 5.505.805.845 2.456.862.374

Nov 351.401.202 833.594.923 3.518.689.004 822.927.401 3.879.882.820 1.103.907.458 4.865.441.151 2.046.306.206 5.466.111.631 2.516.195.186

Des 320.063.168 430.405.292 3.479.642.179 859.203.496 3.942.547.703 1.099.346.870 4.698.417.771 1.960.877.590 5.536.244.645 2.564.549.496

Jumlah

Realisasi4.569.029.640 7.677.224.293 13.569.939.056 12.361.330.717 47.817.392.500 12.366.683.527 64.506.889.253 24.094.735.090 61.410.409.106 29.509.258.242

target 6.849.600.000 10.061.600.000 4.907.000.000 10.641.042.322 52.630.000.000 11.298.000.000 65.380.000.000 22.475.000.000 81.000.000.000 30.000.000.000

TOTAL

Persentase 66,70505781 76,30222125 276,5424711 116,1665403 90,85577142 109,4590505 98,66455989 107,2068302 75,81531988 98,36419414

BulanPajak Hotel

2010 2011 2012 2013 2014

12.246.253.933 25.931.269.773 60.184.076.027 88.601.624.343 90.919.667.348

16.212.921.958 14.552.726.956 7.939.023.733 25.355.129.995 29.729.877.440

BulanPajak Restoran

2010 2011 2012 2013 2014

Page 119: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2

Jan 246.377.650 52.349.616 301.244.458 87.942.350 820.871.643 423.447.335 1.151.427.831 488.186.739 1.200.894.111 1.061.357.023

Feb 38.523.000 45.671.144 70.429.100 69.249.100 515.272.145 405.755.634 523.816.761 710.604.319 809.920.205 464.057.492

Mar 104.459.900 100.244.350 144.652.784 64.626.475 505.628.415 390.221.962 674.410.600 446.603.378 950.691.800 597.673.417

Apr 48.922.500 80.890.000 226.117.300 95.853.594 542.697.515 387.394.090 2.747.533.214 564.148.301 1.113.060.383 465.771.984

Mei 50.431.828 82.328.800 138.775.200 59.805.500 615.204.022 380.283.928 1.110.752.247 481.424.143 1.050.037.450 397.663.281

Jun 50.219.283 102.975.575 35.107.750 83.063.925 631.148.977 434.683.454 1.297.192.079 481.304.091 1.563.400.399 440.396.466

Jul 55.800.899 72.601.700 198.225.112 119.896.270 698.727.785 444.158.884 1.433.428.530 465.827.719 1.436.181.976 369.118.595

Agust 58.703.300 60.559.750 866.825.970 81.122.475 1.022.338.091 292.357.681 1.200.555.317 255.810.959 1.211.224.700 182.989.485

Sep 140.027.550 45.027.050 165.431.175 25.000.000 643.704.427 497.422.157 1.261.994.772 389.954.047 1.331.091.194 460.611.358

Okt 37.783.150 69.507.150 453.987.700 878.617.111 585.017.862 395.065.300 1.167.516.884 527.601.920 945.225.520 401.613.134

Nov 25.800.683 77.985.450 438.397.367 398.486.180 788.390.423 467.516.437 1.074.557.926 425.626.713 1.130.975.806 1.380.810.585

Des 36.738.100 68.813.950 490.636.090 427.007.917 721.418.849 684.776.938 2.339.631.815 710.569.934 2.157.863.271 454.041.365

Jumlah

Realisasi893.787.843 858.954.535 3.529.830.006 2.390.670.897 8.090.420.154 5.203.083.800 15.982.817.976 5.947.662.263 14.900.566.815 6.676.104.185

target 7.572.000.000 3.652.000.000 1.033.000.000 8.184.368.281 9.456.000.000 7.870.000.000 15.215.000.000 7.351.000.000 14.680.000.000 8.103.000.000

TOTAL

Persentase 11,80385424 23,52011323 341,7066802 29,21020676 85,55858877 66,11288183 105,046454 80,9095669 101,5024987 82,39052431

Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2

Jan 1.060.006.700 3.161.980.000 1.110.101.000 1.565.695.500 839.286.496 823.094.764 506.256.122 348.172.650 1.177.627.420 1.593.853.519

Feb 712.877.400 1.074.494.600 939.870.900 1.956.107.500 738.426.689 789.712.234 566.283.500 303.324.473 412.834.550 2.526.586.920

Mar 611.159.200 2.275.647.300 1.065.553.400 2.043.255.100 873.157.668 2.122.350.302 647.112.590 797.861.819 1.100.563.050 1.909.255.561

Apr 729.926.500 1.714.444.900 876.765.943 1.921.305.827 213.702.275 1.907.274.202 806.193.840 2.468.493.365 2.565.634.426 2.192.971.071

Mei 785.545.700 1.907.104.000 637.843.540 1.836.494.392 705.444.313 1.207.540.025 785.444.316 581.895.585 757.050.300 346.838.250

Jun 1.748.161.300 1.800.719.400 584.880.860 2.246.298.292 685.857.778 1.025.180.696 2.012.511.800 1.186.850.838 1.363.778.400 1.180.755.071

Jul 1.155.231.900 1.658.014.025 461.146.910 1.362.930.658 2.640.932.571 870.685.607 2.915.410.080 1.147.468.115 889.922.960 3.502.317.646

Agust 731.878.700 1.039.712.700 850.297.191 1.272.315.336 856.548.371 794.745.221 601.213.860 879.150.904 456.603.530 1.728.523.469

Sep 425.955.500 1.468.400.160 696.254.532 310.720.007 1.254.595.965 1.284.861.448 389.184.950 1.245.030.238 2.307.960.750 2.047.412.131

Okt 876.334.000 1.361.133.600 583.011.223 1.141.041.270 1.464.268.240 1.430.053.886 1.520.990.150 1.074.561.638 1.536.022.304 3.342.722.257

Nov 766.580.300 2.541.094.100 680.996.448 1.307.012.858 2.723.825.570 834.484.206 1.390.757.040 1.083.384.061 1.710.168.264 1.066.566.906

Des 1.465.934.700 1.614.379.100 1.198.150.361 944.514.992 567.324.830 1.533.047.866 1.626.146.900 623.908.487 1.571.718.260 2.227.073.716

Jumlah

Realisasi11.069.591.900 21.617.123.885 9.684.872.308 17.907.691.732 13.563.370.766 14.623.030.457 13.767.505.148 11.740.102.173 15.849.884.214 23.664.876.517

target 12.632.000.000 30.210.000.000 15.633.000.000 3.180.324.198 15.285.000.000 16.684.000.000 12.269.100.000 10.575.100.000 82.007.000.000 80.000.000.000

TOTAL

Persentase 87,63134816 71,55618631 61,95146362 563,0775549 88,73647868 87,64702983 112,2128367 111,0164648 19,32747718 29,58109565

BulanPajak Hiburan

2010 2011 2012 2013 2014

32.686.715.785 27.592.564.040 28.186.401.223 25.507.607.321 39.514.760.731

1.752.742.378 5.920.500.903 1.752.742.378 21.930.480.239 21.576.671.000

BulanPajak Reklame

2010 2011 2012 2013 2014

Page 120: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE

Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2 Sudin 1 Sudin 2

Jan 336.399.424 151.528.471 415.857.666 227.675.717 37.932.700 460.545.597 109.126.500 146.560.300 251.478.600 175.687.245

Feb 325.165.484 226.330.833 418.851.100 251.485.976 35.107.100 467.168.049 101.601.800 118.598.800 233.194.920 147.304.100

Mar 281.159.754 195.176.941 388.483.700 229.625.851 32.033.000 457.227.115 76.321.900 166.516.912 185.909.982 136.873.787

Apr 329.621.790 192.144.555 424.661.625 278.244.370 38.171.000 483.672.127 206.569.900 145.521.800 874.309.632 197.493.500

Mei 335.254.897 96.878.600 407.937.750 234.465.433 64.112.494 475.577.076 204.982.500 139.715.264 404.912.710 160.851.400

Jun 277.203.593 276.691.216 441.857.500 362.713.033 38.690.700 469.440.431 220.664.340 134.689.100 662.746.573 267.934.572

Jul 464.755.332 196.678.476 210.246.305 271.957.050 39.706.000 482.781.634 199.007.300 150.864.100 466.412.850 251.102.520

Agust 366.714.517 308.515.792 521.647.962 238.168.500 40.001.500 474.068.581 203.844.200 158.248.500 376.293.700 196.025.300

Sep 493.914.656 185.605.429 43.673.082 424.075.419 48.351.900 394.463.045 219.852.700 145.107.100 606.368.600 206.732.000

Okt 406.996.340 181.569.971 34.589.400 463.141.888 38.887.000 448.367.234 195.979.600 197.781.800 656.543.650 783.043.993

Nov 293.854.120 196.562.473 34.827.100 462.989.184 40.905.992 465.843.034 209.148.800 129.553.200 525.140.589 782.048.607

Des 408.311.860 186.673.067 72.984.489 464.433.564 43.727.342 457.791.250 210.519.300 135.172.200 493.623.300 850.049.033

Jumlah

Realisasi4.319.351.767 2.394.355.824 3.415.617.679 3.908.975.985 497.626.728 5.536.945.173 2.157.618.840 1.768.329.076 5.736.935.106 4.155.146.057

target 9.029.100.000 5.681.000.000 5.114.000.000 3.824.558.170 705.000.000 7.870.000.000 1.928.000.000 1.728.000.000 5.700.000.000 11.011.000.000

TOTAL

Persentase 47,83812082 42,14673163 66,7895518 102,2072567 70,58535149 70,35508479 111,9096909 102,3338586 100,6479843 37,73631874

BulanPajak Parkir

2010 2011 2012 2013 2014

6.713.707.591 7.324.593.664 6.034.571.901 3.925.947.916 9.892.081.163

Page 121: ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK REKLAME DAN PAJAK PARKIR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA SUKU DINAS PELAYANAN PAJAK JAKARTA TIMUR (PERIODE