of 22 /22
ة ي م لا س لا ا دة ي ق ع ل ا ب ه ا مد ل اAliran-aliran Aqidah Islam Moch. Fahru Rizal ة ملا ا راق ت ف ا ة س ودراKajian Mengenai Perpecahan Ummat

المذاهب العقيدة الإسلامية

  • Author
    alva

  • View
    145

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

المذاهب العقيدة الإسلامية. ودراسة إفتراق الامة. Aliran-aliran Aqidah Islam. Kajian Mengenai Perpecahan Ummat. Moch. Fahru Rizal. وَقُل رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَآجْعَل لِّى مِن لَدُنكَ سُلْطَنًا نَصِيرًا. Manhaj Aqidah. - PowerPoint PPT Presentation

Text of المذاهب العقيدة الإسلامية

PowerPoint Presentation

Aliran-aliran Aqidah IslamMoch. Fahru Rizal Kajian Mengenai Perpecahan Ummat Manhaj AqidahManhaj yang benar lagi menyeluruh ( ) yang dianut oleh ahlus sunnah wal-jamaah (manhaj Sunni)Manhaj yang parsial ( )

() Orang-orang biasanya bertanya kepada Rasulullah perihal kebaikan, tapi saya bertanya kepadanya perihal keburukan karena takut hal itu menimpa diriku. (Hudzaifah bin Yaman)AtsarDisebutkan dalam atsar yang diriwayatkan Abdullah bin Umar oleh AlHakim bahwa generasi umat dibagi jadi dua: Umat yang diberi keimanan terlebih dahulu, kemudian baru diberi AlQur'an Umat yang mengambil pelajaran AlQur'an lebih dahulu sebelum didapatkan keimanan.

Kemudian Atsar itu menyebutkan perilaku dari kedua kelompok generasi itu, di mana kelompok yang pertama terdiri dari para Salafushsholeh dan pembesarpembesar sahabat yang mengetahui yang diwajibkan dari yang dilarang dan alasannya, sementara kelompok yang kedua cuma pandai membaca AlQur'an dengan lancar an mengkhatamkannya dengan cepat tanpa tahu mana yang diperintahkan dan mana yang dilarang serta batasanbatasannya pada akhirnya kedua kelompok ini melahirkan manhaj yang berbeda dan dari kelompok yang kedualah munculnya AlFiroq AlBathilah (aliranaliran yang sesat) dan di antaranya AlKhawarij.

Manhaj Parsialjuz'i dalam bidang akal; ini terdapat pada manhaj ilmu kalam yang dianut oleh Mu'tazilah juz'i dalam perasaan; ini dianut oleh Rowafidh atau Syi'ah juz'i dalam Suluk dan penampilan; ini dianut oleh Kaum Khawarij.

5Kaum Mu'tazilah disebut juzi dalam menggunakan akal, sebab kalau rnereka tepat dalam menggunakan akal tidak ada kontradiksi antara akal dengan nash apalagi sifat mereka yang lebih mengutamakan akal atas nash. Kaum Syi'ah dianggap juz'i dalarn syu'ur sebab mengangkat emosi ummat untuk mencintai sebagian ahlil bait yang menurut rnereka dizholimi, padahal Islam sendiri menganjurkan untuk mencintai ahlil bait secara keseluruhannya, termasuk Aisyah dan Hafsah yang justru didzolimi oleh kaum Syi'ah bahkan dianggap kafir. Sedangkan Khawarij memiliki sikapsikap yang juz'i dan menyimpang dari Islam. AL-KHAWARIJTarif Secara bahasa kata khawarij berarti orang-orang yang telah keluar (kharij). Para ulama salaf berbeda pendapat mengenai definisi khawarij, diantaranya;Khawarij sebagai sikap politik siapa saja yang keluar dari ketaatan kepada imam, yang kepemimpinannya dibenarkan secara syari, kapanpun itu terjadiDinisbatkan pada sekelompok orang yang keluar dari barisan Ali ibn Abi Thalib r.a. karena kekecewaan mereka terhadap sikapnya yang telah menerima tawaran tahkim (arbitrase) dari kelompok Mu'awiyyah dalam perang Shiffin (37H/657)Sebagian ulama ibadhiyah berpendapat bahwa khawarij adalah sekelompok manusia pada zaman tabiin dan tabiuttabiin dan yang pertama ialah Nafi bin Azrad tetapi pendapat ini lemah karena tidak ada yang berpendapat serupa kecuali dari golongan ibadhiyah

7Diantaranya imam asy-syahrastaniy, beliau berkata tiap2 orang yang keluar dari imam yang haq, yang telah disepakati jamaah, maka ia dinamakan khawarij, baik itu terjadi di masa sahabat, yaitu keluarnya mereka dari khalifah yang empat, ataupun pada masa tabiin serta imam2 pada setiap masaDiantaranya imam al-Asyariy, beliau berkata: faktor yang menyebabkan mereka disebut khawarij adalah keluarnya mereka dari kekhilafahan Ali bin Abi Thalib. Dan ibnu Hazm menambahkan bahwa istilah khawarij dapat dinisbatkan pada semua kelompok atau pecahan yang dulu keluar dari barisan Ali ibn Abi Thalib r.a atau yang mengikuti paham mereka, kapanpun itu terjadiGhalib bin Ali berkata, yang paling rajih adalah pendapat kedua karena banyaknya ulama firaq yang berpendapat demikian.Nama-nama KhawarijAl-Haruriyah, yang dinisbatkan pada nama desa di Kufah tempat mereka berada, yaitu Harura Sekte ini lebih suka menamakan diri dengan syurah atau para penjual, yaitu orang-orang yang menjual (mengorbankan) jiwa raga mereka demi keridhaan Allah, sesuai dengan firman Allah QS. Al-Baqarah 207 atau syarah (orang2 yang rakus) dinisbatkan pada asyira (membeli) sebagaimana dalam At-Taubah 111Al-Muhakkimah, karena seringnya kelompok ini mendasarkan diri pada kalimat "la hukma illa lillah" (tidak ada hukum selain hukum Allah), atau "la hakama illa Allah" (tidak ada pengantara selain Allah) atau bisa juga karena penolakan mereka pada tahkim antara Ali dan MuawiyahAl-Mariqah, yang lepas dari Islam, nama yang diberikan NabiAn-Nawashib, karena kebencian mereka kepada Ali raSejarah Munculnya Khawarij : "Bid'ah yang pertama muncul dalam Islam adalah bid'ah Khawarij (ibnu Taimiyah)Sejarah munculnya Khawarij dimulai pada zaman utsman ra, yang berakhir dengan syahidnya beliau ditangan khawarij (Imam AtThabari dan Ibnu Katsir)Kemudian ummat Islam membai'ah Ali ra termasuk sebagian besar orangorang yang telah membunuh Utsman ra.Sementara itu Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Aisyah dan sahabat yang lain keluar dan menuntut pembelaan terhadap Utsman ra. Ali ra berkata: "Saya setuju dengan pendapat anda tapi mereka sangat banyak dan bercampur dalam pasukan kami" Kesepakatan terjadi antara Ali dan Aisyah, tapi orangorang yang mebunuh Utsman membuat fitnah lagi dalam perang Jamal. Mereka memisahkan diri jadi dua, sebagian bersama Ali dan sebagian bersama Aisyah dan mereka berdua saling melempar lembing dan satu sama lain mengatakan bahwa Ali telah berkhianat dan Aisyah telah berkhianat, maka terjadilah apa yang terjadi dalam perang Jamal 9haditshadits yang berkaitan dengan firoq dan sanadnya benar adalah haditshadits yang berkaitan dengan Khawarij sedang yang berkaitan dengan Mu'tazilah dan Syi'ah atau yang lainnya hanya terdapat dalam Atsar Sahabah atau hadits lemah, ini menunjukkan begitu besarnya tingkat bahaya Khawarij dan fenomenanya yang sudah ada pada masa Rasulullah SAW Sejarah Munculnya KhawarijPada peperangan Shiffin antara Ali dengan Muawiyah ada pihak ketiga yang netral di antaranya Abdullah bin Umar, Abu Musa AlAsyari, Zaid bin Tsabit, dan yang lainnya yang mencoba mengadakan ishlah pada keduanya dan mempertemukan keduanya. Terjadilah suatu dialog antara utusan Ali ra dengan Muawiyah bin Abi Sofyan"Apakah anda memerangi Ali karena anda ingin menjadi khalifah? Muawiyah berkata: "Saya tahu diri saya, dan saya tahu diri saya jauh di bawah Ali, dan tidak ada dalam benak saya keinginan untuk menjadi khalifah, saya keluar berperang untuk menuntut darah Utsman." "Apa betul anda tidak ingin menjadi khalifah?" berkata Muawiyah: "Andaikata Ali menyerahkan siapa pembunuh Utsman niscaya saya orang yang pertama berbai'ah." Akan tetapi suasana dikacaukan oleh orangorang tadi yang akhirnya terjadi perang Shifiin.Ketika pihak Muawiyah hampir kalah, atas usulan Amru bin AlAsh untuk meletakkan mushaf di pucuk pedang sebagai tanda ingin berunding. Ali RA tahu bahwa ini tipu daya tetapi orangorang Khawarij meminta Ali untuk menerimanya bahkan memaksa dan mengancam: "Jika engkau menolak, kami akan memperlakukan anda sebagaimana kami memperlakukan Utsman dan kami akan membunuh anda sebagaimana kami telah membunuh Utsman." 10Ali kemudian menyuruh panglima perangnya Asytar AnNakho'i untuk menerima tahkim, tapi Asytar juga keberatan atas perintah itu karena ia tahu benar unsur tipuannya sangat besar, tapi lagilagi orangorang Khawarij memaksa Asytar dan mengatakan apa yang dikatakan kepada Ali RA, maka Asytar pun menerima tahkim itu. Ketika Ali RA tahu bahwa pihak Muawiyah mengutus Amru bin AlAsh, seorang yang diketahui ahli diplomasi maka Ali RA mengutus Abdullah bin AlAbbas, tapi lagilagi orang Khawarij membuat ulah dan berkata: "Kalau anda mengutus Ibnu Abbas apa bedanya anda dengan Utsman, kami memerangi Utsman karena dia selalu mengangkat keluarganya sendiri, sekarang anda mengutus Ibnu Abbas keponakan anda sendiri". Mereka rninta yang menjadi utusannya adalah Abu Musa AlAsy'ari tokoh netral, tapi Ali tahu kalau Abu Musa bukanlah orang yang cocok pada masalah ini, dia terlalu lugu (ikhlash), tapi mereka ngotot dan mengancam Ali RA, sampai dalam hal ini Ali mengeluarkan katakata yang 'ngenes': "Dulu saya bisa memimpin tapi saya sekarang jadi dipimpin."Sejarah Munculnya KhawarijPasca peristiwa tahkim Khawarij bikin ulah lagi mengkafrkan Ali ra dan berkata , "Anda telah kafir karena anda telah menyerahkan urusan tahkim kepada orang dalam hukum Allah. Tiada yang berhak menghukum melainkan Allah.Dan mereka keluar dari pasukan Ali, jumlah mereka sebanyak 12.000 orang, maka terpaksa Ali menghadapi mereka dan menyuruh Ibnu Abbas untuk berdiskusi dengan mereka

Ciri-ciri KhawarijCiri-ciri Khawarij, menurut ibnu Abbas;Mereka sangat wara', pakaiannya sangat sederhana, muka mereka pucat karena jarang tidur malam, jidatnya hitam, telapak tangan dan kakinya kapalan, dan meraka disebut quro yaitu orang yang bagus bacaannya dan lama bila membaca Qur'an Hadits-hadits Khawarij : () : . () . () . ()

(1) "Dari Abi Said AlKhudry berkata: Tatkala kami bersama Rasulullah SAW dan beliau sedang membagikan ghanimah, datang Dzul Kliuwaishirah salah seorang dari Bani Tarnim dan berkata: "Wahai Rasulullah berbuat adillah!" Berkata Rasulullah SAW: "Celaka! Siapa yang akan berbuat adil jika saya tidak berbuat adil? Niscaya saya celaka dan binasa jika saya tidak adil." Berkata Umar bin Khattab: "Wahai Rasulullah! Ijinkan saya memenggal lehernya; Berkata Rasulullah SAW: "Biarkanlah dia. Sesunggulinya dia mempunyai banyak teman, di rnana dianggap remeh shalat diantara kalian dibanding shalat mereka, shaum katian disbanding shaum mereka, mereka membaca alQur'an tidak sampai kecuali pada tenggorokan mereka. Mereka keluar dari Islam sebagaimana lepasnya anak panah dari busur." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadits-hadits Khawarij(2) "Pada hari Hunain Rasulullah SAW mengutamakan sebagian manusia dalam pembagian ghanimah, Beliau memberi AlAqra bin Habis AlHandhaly 100 unta, memberi Uyainah bin Badrul Fijary dengan jumlah yang scrupa dan memberi para pembesar Arab, beliau mengutamakan mereka dalam pembagian. Maka berkata salah seorang: "Demi Allah, pembagian ini tidak adil dan tidak bertujuan untuk mencari ridha Allah!" (HR. Muslim)

: (3) Dalam riwayat yang lain: "Sesungguhnya dari keturunan ini ada kaum yang mcmbaca Al-Qur'an yang tidak sampai kccuali pada kcrongkongan, mereka rnembunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala, mereka keluar dari Islam sebagaimana lepasnya anak panah dari busurnya, jika saya menjumpai mereka pasti akan saya bunuh mereka seperti membunuh kaum Aad." (HR.Bukhari dan Muslim)

(4) "Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang usia mcreka masih rnuda, dan bodoh, mereka mengatakan sebaikbaiknya perkataan rnanusia, membaca alQur'an tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari din sebagaimana anak panah keluar dan busurnya." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadits-hadits Khawarij (5) "Suatu kaum dari ummatku akan keluar membaca AlQur'an, mereka mengira bacaan Qur'an itu menolong dirinya padahal justru membahayakan dirinya. Shalat mereka tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka." (HR Muslim)

(6) "Mereka baik dalam berkata tapi jelek dalam berbuat, mengajak untuk mengamalkan kitab Allah padahal mereka tidak menjalankannya sedikitpun" (HR. Al-Hakim)

Mereka akan senantiasa keluar sampai pada yang terakhir bersama al-Masih ad-Dajjal. Jika kalian bertemu mereka maka bunuhlah, merekalah sejelek-jelek penciptaan dan sejelek-jelek makhluk. (HR. An-NasaI dan Al-Hakim)

(8) Al-Khawarij adalah anjingnya ahli neraka.Sifatsifat Khawarij Mencela dan Menyesatkan ( ) Buruk Sangka ( )Berlebih lebihan dalam ibadah ( )Keras terhadap sesama Muslim dan memudahkan yang lainnya ( )Sedikit pengalamannya ( )Sedikit pemahamannya ( )16Orangorang Khawarij sangat mudah mencela dan menganggap sesat Muslim lain, bahkan Rasul SAW sendiri dianggap tidak adil dalam pembagian ghanimah. Efek dari mudahnya mereka saling mengkafirkan adalah kelompok mereka mudah pecah disebabkan kesalahan kecil yang mereka perbuat Fenomena sejarah membuktikan, bahwa orangorang Khawarij adalah kaum yang paling mudah berburuk sangka, mereka berburuk sangka pada Rasulullah SAW bahwa beliau tidak adil dalam pembagian ghanimah bahkan menuduh Rasulullah SAW tidak mencari ridha Allah, mereka tidak cukup sabar menanyakan cara dan tujuan Rasulullah SAW Hadits Rasulullah SAW menyebutkan bahwa mereka mudah membunuh orang Islam, tetapi membiarkan penyembali berhala. Ibnu Abdil Bar meriwayatkan: "Ketika Abdullah bin Habbab bin AlArt berjalan dengan isterinya bertemu dengan orang Khawarij dan mereka merninta kcpada Abdullah untuk menyampaikan haditshadits yang didengar dari Rasulullah SAW, kemudian Abdullah menyampaikan hadits tentang terjadinya fitnah. "Yang duduk pada waktu itu lebih baik dari yang berdiri, yang berdiri lebih baik dari yang berjalan...." Mereka berkata: "Apakah anda mendengar ini dari Rasulullah'?" Tanya mereka. "Ya," jawab Abdullah maka serta merta mereka langsung memenggal Abdullah dan isterinya dibunuh dengan mengeluarkan janin dari perutnya." Di sisi lain tatkala mereka di kebun kurma, dan ada satu biji kurma yang jatuh kemudian salah seorang dari mereka memakannya, tetapi setelah yang lain mengingatkan bahwa kurma itu bukan miliknya, langsung saja memuntahkan kurma yang dimakannya. Dan ketika mereka di Kuffah, melihat babi langsung mereka bunuh, tapi setelah diingatkan bahwa babi itu milik orang kafir ahli dzimmah, langsung saja yang membunuh babi tadi mencari orang yang mempunyai babi tersebut, meminta maaf dan membayar tebusan. Sikap Terhadap KhawarijOrangorang Khawarij keluar dari Islam sebagaimana yang disebutkan Rasulullah SAW: "Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah keluar dari busurnya" Mereka akan senantiasa ada sampai hari kiamat: "Mereka akan senantiasa keluar sampai yang terakhir keluar bersama alMasih adDajjal" Rasulullah SAW menyuruh kita untuk membunuh jika menjumpai mereka: "Jika engkau bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka." Ide-ide Pemikiran KhawarijMenganggap kafir orang-orang yang berseberangan dengan merekaMenganggap kafir muslim yang berbuat dosa besar, seperti berzinah dan pembunuh selamanya masuk neraka Hak khilafat tidak harus dari kerabat nabi atau suku Quraisy khususnya, dan orang Arab umumnya. Seorang khalifah harus dipilih oleh kaum Muslimin melalui pemilihan yang bebas Orang musyrik adalah yang melakukan dosa besar, tidak sepaham dengan mereka, atau orang yang sepaham tetapi tidak ikut hijrah dan berperang bersama mereka Mereka menganggap bahwa hanya daerahnya yang disebut dar al-Islam, dan daerah orang yang melawan mereka adalah dar al-harb. Karenanya, orang yang tinggal dalam wilayah dar al-harb, baik anak-anak maupun wanita boleh dibunuh Ajaran agama yang harus diketahui hanya ada dua, yakni mengetahui Allah dan rasul-Nya. Selain dua hal ini tidak wajib diketahui

Ide-ide Pemikiran KhawarijMelakukan taqiyyah (menyembunyikan keyakinan demi keselamatan diri), baik secara lisan maupun perbuatan adalah dibolehkan bila keselamatan diri mereka terancam Dosa kecil yang dilakukan secara terus menerus akan berubah menjadi dosa besar dan pelakunya menjadi musyrik Imam dan khilafah bukanlah suatu keniscayaan. Tanpa imam dan khilafah, kaum muslimin bisa hidup dalam kebenaran dengan cara saling menasehati dalam hal kebenaran

Kemunculan gerakan Khawarij sangat kental dengan nuansa politiknya. Persoalan teologi hanya dijadikan komoditi politik untuk melegitimasi gerakan mereka MUTAZILAH TarifSacara bahasa, kata mu'tazilah berasal dari mashdar (kata kerja dasar) i'tazala yang berarti mengasingkan diriMenurut suatu teori, nama ini diberikan atas dasar ucapan Hasan al-Bashri; I'tazala 'anna, setelah melihat Washil ibn Atha' memisahkan diri dari majlisnyaBerkata al-Thabari, Ibn Katsir dan Abu al-Fida, bahwa Mu'tazilah adalah predikat yang diberikan kepada sekelompok orang yang tidak mau ikut campur dalam politik serta tidak berpihak kepada salah satu pendapat dari Murji'ah dan KhawarijPendirinya adalah Abu Huzaifah Washil ibn Atha al-Gazzal (81-131H) diteruskan oleh Abu Huzail al-'Allaf (135-235H) dan al-Nazzam (185-221H) Madrasah Bashrah- dan Bisyr ibn al-Mu'tamar Madrasah Baghdad-Tokoh-tokohnya antara lain al-Jahiz (w. 256H) al-Jubba'I (w.295H), Abu Hasyim (w.321H), al-Murdar (w.226H), al-Khayyat (w. 300H) dllPokok-pokok Ajaran MutazilahAl-Tawhid, Al-'Adl, Al-Wa'd wa al-wa'id, Al-Manzilah bain al-manzilatain, Al-Amr bi al-ma'ruf wa al-nahy 'an al-munkar,22Tuhan Maha Esa, hanya kalau Tuhan betul-betul merupakan dzat yang unik, tiada yang serupa dengan-NyaYang berarti keadilan Tuhan. Hanya Tuhan-lah yang berbuat adil. Segala kehendak dan perbuatan Tuhan tidak dapat bertentangan dengan paham keadilan. Paham keadilan Tuhan inilah yang menjadi titik tolak bagi rasioanalitas kaum Mu'tazilah mengenai pendapat-pendapat keagaman mereka. Dari ajaran dasar keadilan Tuhan inilah timbul paham kebebasan manusia dalam kehendak dan perbuatan, paham manusia bertanggungjawab atas perbuatan dan kelakuannya, paham al-shalih wa al-ashlah (wajib bagi tuhan berbuat baik kepada manusia), wajib bagi tuhan untuk mengirimkan nabi-nabi guna menyampaikan kepada manusia, apa yang tidak dapat diketahui akal, keadaan Tuhan tidak memberikan kepada manusia beban yang tak terpikul, terikatnya Tuhan kepada janji-janjinya, dan sebagainya.Tuhan tidak akan adil kalau ia tidak memberikan pahala kepada orang yang berbuat baik dan kalau Dia tidak menghukum orang yang berbuat jahat. Dalam soal janji dan ancaman tuhan ini, terdapat paham kewajiban-kewajiban Tuhan. Tuhan wajib memberikan upah kepada orang yang baik dan wajib menghukum orang jahat, besok di akhirat. Apalagi dalam al- Qur'an, Tuhan telah menjanjikan yang demikian. Tidaklah adil kalau Tuhan memasukkan pelaku dosa ke surga dan pembuat kebajikan ke neraka, serta tidak menetapi janji dan ancaman-Nya. Hal demikian, kata Qadli al-Jabbar, akan membuat Tuhan menjadi berdusta, suatu hal yang mustahil.yaitu posisi menengah bagi pembuat dosa besar; tidak berada di posisi mukmin, dan tidak pula posisi kafir, tetapi posisi Muslim yang terletak di antara keduanyaperintah berbuat baik dan larangan berbuat jahat. Ajaran dasar kelima ini hubungannya erat dengan pembinaan moral. Bahwa kaum mu'tazilah mementingkan pembinaan moral dapat dilihat dari pengertian mereka tentang iman. Yaitu pengakuan yang harus diikuti oleh perbuatan-perbuatan baik. Orang beriman tetapi berbuat jahat, bagi mereka tidak akan luput dari neraka. Yang masuk surga adalah orang yang imannya tercermin dalam perbuatanperbuatan dan kelakuan baik.