Click here to load reader

72199 psak 27 revisi (98) akuntansi perkoperasian

  • View
    959

  • Download
    6

Embed Size (px)

Text of 72199 psak 27 revisi (98) akuntansi perkoperasian

  • 1. A KUNTANSI P ERKOPERASIANPSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1PERNYATAANSTANDAR AKUNTANSIKEUANGAN 2NO. 27 (REVISI 1998) 3AKUTANSI PERKOPERASIAN 4 5Paragraf-paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring adalah parag- 6raf standar yang harus dibaca dalam konteks dengan paragraf-paragraf 7penjelasan dan panduan implementasi yang dicetak dalam huruf biasa. 8Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Akuntansi Perkoperasian (Per- 9nyataan) ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material.1011PENDAHULUAN1213KarakteristikKoperasi1415 01 Koperasi adalah badan usaha yang mengorganisir peman-16faatan dan pendayagunaan sumber daya ekonomi para anggotanya atas17dasar prinsip-prinsip Koperasi dan kaidah usaha ekonomi untuk meningkat-18kan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat daerah kerja19pada umumnya, dengan demikian koperasi merupakan gerakan ekonomi20rakyat dan sokoguru perekonomian nasional.2122 02Prinsip-prinsip koperasi merupakan landasan pokok kope-23rasi dalam menjalankan usahanya sebagai badan usaha dan gerakan24ekonomi rakyat. Prinsip-prinsip tersebut terdiri dari: kemandirian, keanggo-25taan bersifat terbuka, pengelolaan dilakukan secara demokratis pembagian26sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa27usaha masing-masing anggota, pemberian balas jasa yang terbatas28terhadap modal, pendidikan perkoperasian dan kerjasama antar koperasi.2930 03Karakteristik utama koperasi yang membedakannya dengan31badan usaha lain adalah bahwa anggota koperasi memiliki identitas ganda32(the dual identity of the member), yaitu anggota sebagai pemilik dan sekali-33gus pengguna jasa koperasi (user own oriented firm). Oleh karena itu:3435a. Koperasi dimiliki oleh anggota yang bergabung atas dasar sedikitnya36 ada satu kepentingan ekonomi yang sama.3738b. Koperasi didirikan dan dikembangkan berlandaskan nilai-nilai39 percaya diri untuk menolong dan bertanggung jawab kepada diri Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIADilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 27.1

2. A KUNTANSI P ERKOPERASIANPSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1 sendiri, kesetiakawanan, keadilan, persamaan dan demokrasi. 2 Selain itu anggota-anggota koperasi percaya pada nilai-nilai etika 3 kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian 4 terhadap orang lain. 5 6c. Koperasi didirikan, dimodali, dibiayai, diatur dan diawasi serta 7 dimanfaatkan sendiri oleh anggotanya. 8 9d. Tugas pokok badan usaha koperasi adalah menunjang kepentingan10 ekonomi anggotanya dalam rangka memajukan kesejahteraan11 anggota (promotion of the members welfare).1213e. Jika terdapat kelebihan kemampuan pelayanan koperasi kepada14 anggotanya maka kelebihan kemampuan pelayanan tersebut dapat15 digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang non-16 anggota koperasi.1718 04 Dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya, koperasi19tidak hanya dituntut mempromosikan usaha-usaha ekonomi anggota, tetapi20juga mengembangkan sumber daya anggota melalui pendidikan dan21pelatihan yang dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan sehingga22anggota semakin profesional dan mampu mengikuti perkembangan bidang23usahanya.2425 05Sebagai penggerak ekonomi rakyat dan sokoguru pereko-26nomian nasional, pemerintah sangat berkepentingan terhadap keberhasilan27koperasi. Oleh karena itu pemerintah berperan dalam memberikan pem-28binaan, perlindungan dan peluang usaha pada koperasi. Dalam pelak-29sanaan pembinaan, perlindungan dan peluang usaha tersebut koperasi30perlu berpedoman pada ketentuan-ketentuan yang ditetapkan pemerintah.31Ketentuan-ketentuan tersebut juga berpengaruh terhadap perlakuan32akuntansi pada koperasi.3334Struktur PengorganisasianKoperasi353606 Koperasi terbagi ke dalam Koperasi Primer dan Koperasi37Sekunder. Koperasi Primer adalah koperasi yang beranggotakan orang38seseorang. Koperasi Sekunder adalah koperasi yang beranggotakan39badan-badan hukum koperasi. Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA27.2Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 3. A KUNTANSI P ERKOPERASIANPSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 107Jumlah pemilikan anggota pada koperasi, baik pada Kope- 2rasi Primer maupun Koperasi Sekunder pada prinsipnya adalah sama, 3dengan demikian tidak terdapat pemilikan mayoritas dan minoritas dalam 4koperasi. Oleh karena itu laporan keuangan Koperasi Primer dan Sekunder 5tidak dikonsolidasikan. 6 7Usaha dan Jenis Koperasi 8 9 08 Koperasi dapat melakukan usaha-usaha sebagaimana10badan usaha lain, seperti di sektor perdagangan, industri manufaktur, jasa11keuangan dan pembiayaan, jasa asuransi, jasa transportasi, jasa profesi12dan jasa lainnya. Perlakuan akuntansi koperasi ini mengacu pada Pernyata-13an Standar Akuntansi Keuangan yang mengatur perlakuan akuntansi dalam14setiap sektor industri tersebut.1516 09 Koperasi dapat digolongkan dalam beberapa jenis, namun17berdasarkan kepentingan anggota dan usaha utama koperasi, koperasi18digolongkan ke dalam empat jenis, yakni Koperasi Konsumen, Koperasi19Produsen, Koperasi Simpan Pinjam, dan Koperasi Pemasaran.2021Tu j u a n222310 Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akun-24tansi yang timbul dari hubungan transaksi antara koperasi dengan anggota-25nya dan transaksi lain yang spesifik pada koperasi. Pernyataan ini mencakup26pengaturan mengenai pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengung-27kapan dalam laporan keuangan.2829Ruang Lingkup3031 11 Pernyataan ini mengatur akuntansi bagi badan usaha32koperasi atas transaksi yang timbul dari hubungan koperasi bagi anggota-33nya, yaitu meliputi transaksi setoran anggota koperasi dan transaksi usaha34koperasi dengan anggotanya; dan transaksi yang spesifik pada badan35usaha koperasi, di antaranya cadangan, modal penyertaan, modal sum-36bangan, beban-beban perkoperasian; serta penyajian dan pengungkapan-37nya dalam laporan keuangan.3839 12 Pernyataan ini tidak mengatur akuntansi transaksi yang Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIADilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 27.3 4. A KUNTANSI P ERKOPERASIAN PSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1timbul dari hubungan koperasi dengan non-anggota. Transaksi tersebut 2diperlakukan sama dengan transaksi yang terjadi pada badan usaha 3lainnya. 4 513 Hal-hal yang bersifat umum atau yang tidak secara khusus 6diatur dalam Pernyataan ini, termasuk akuntansi untuk transaksi unit usaha 7otonom koperasi, harus diperlakukan dengan mengacu pada Pernyataan 8Standar Akuntansi Keuangan yang lain. 910 14 Pernyataan ini berlaku bagi laporan keuangan untuk disaji-11kan kepada pihak eksternal yaitu anggota koperasi, pemerintah, kreditur12dan pihak lain yang berkepentingan.131415 Pemerintah sebagai salah satu pihak pemakai laporan15keuangan koperasi, mungkin memerlukan informasi khusus untuk tujuan16tertentu. Pernyataan ini bukan merupakan pengaturan penyajian laporan17untuk kepentingan pemerintah tersebut. Penyajian informasi khusus ini18diatur dalam pedoman akuntansi tersendiri yang mengacu pada pernyataan19ini.202116 Bermacam-macam jenis koperasi, misalnya Koperasi22Konsumen, dan Koperasi Produsen, Koperasi Simpan Pinjam dan Koperasi23Pemasaran dalam penyajian laporan keuangannya dapat menampakkan24kekhususan masing-masing, dan untuk itu dapat diatur dalam pedoman25akuntansi tersendiri dengan mengacu pada Pernyataan ini.2627Definisi2829Berikut ini adalah pengertian istilah yang digunakan dalam30pernyataan ini.313217Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-33seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya34berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat35yang berdasar atas asas kekeluargaan.3637 18 Anggota Koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna38jasa koperasi, dan telah membayar penuh simpanan pokok yang ditetapkan.39Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA27.4 Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 5. A KUNTANSI P ERKOPERASIANPSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1 19 Koperasi Konsumen adalah koperasi yang anggotanya 2para konsumen akhir atau pemakai barang atau jasa, dan kegiatan atau 3jasa utama melakukan pembelian bersama. Contoh Koperasi Konsumen 4adalah koperasi yang kegiatan utamanya mengelola warung serba ada 5atau supermarket. 6 7 20Koperasi Produsen adalah koperasi yang anggotanya tidak 8memiliki rumah tangga usaha atau perusahaan sendiri-sendiri tetapi bekerja 9sama dalam wadah koperasi untuk menghasilkan dan memasarkan barang10atau jasa, dan kegiatan utamanya menyediakan, mengoperasikan, atau11mengelola sarana produksi bersama. Contoh Koperasi Produsen adalah12Koperasi Jasa Konsultasi.131421 Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang kegiatan15atau jasa utamanya menyediakan jasa penyimpanan dan peminjaman untuk16anggotanya.1718 22 Koperasi Pemasaran adalah koperasi yang anggotanya19para produsen atau pemilik barang atau penyedia jasa dan kegiatan atau20jasa utamanya melakukan pemasaran bersama.2122 23Simpanan Pokok adalah sejumlah uang yang sama23banyaknya dan atau sama nilainya yang wajib dibayarkan oleh anggota24kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak25dapat diambil kembali selama yang bersangkutan menjadi anggota.2627 24Simpanan Wajib adalah sejumlah simpanan tertentu yang28tidak harus sama yang wajib dibayar oleh anggota kepada koperasi dalam29waktu dan kesempatan tertentu. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali30selama yang bersangkutan menjadi anggota.313225 Modal Anggota adalah simpanan pokok dan simpanan33wajib yang harus dibayar anggota kepada koperasi sesuai dengan ketentuan34yang berlaku pada koperasi. Tiap anggota memiliki hak suara yang sama,35tidak tergantung pada besarnya modal anggota pada koperasi.363726Modal Sumbangan adalah sejumlah uang atau barang38modal yang dapat dinilai dengan uang yang diterima dari pihak lain yang39bersifat hibah dan tidak mengikat. Modal sumbangan tidak dapat dibagikan Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIADilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 27.5 6. A KUNTANSI P ERKOPERASIANPSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1kepada anggota selama koperasi belum dibubarkan. 2 3 27 Modal Penyertaan adalah sejumlah uang atau barang 4modal yang dapat dinilai dengan uang yang ditanamkan oleh pemodal 5untuk menambah dan memperkuat struktur permodalan dalam mening- 6katkan usaha koperasi. 7 828 Cadangan adalah bagian dari sisa hasil usaha yang disisih- 9kan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar atau ketetapan rapat10anggota.111229Partisipasi Bruto adalah kontribusi anggota kepada13koperasi sebagai imbalan penyerahan barang dan jasa kepada anggota,14yang mencakup harga pokok dan partisipasi neto.151630 Partisipasi Neto adalah kontribusi anggota terhadap hasil17usaha koperasi yang merupakan selisih antara partisipasi bruto dengan18beban pokok.1920 31 Pendapatan dari non-anggota adalah penjualan barang/21jasa kepada non-anggota.222332Beban Perkoperasian adalah beban sehubungan dengan24gerakan perkoperasian dan tidak berhubungan dengan kegiatan usaha.2526 33Sisa Hasil Usaha (SHU) adalah gabungan dari hasil parti-27sipasi neto dan laba atau rugi kotor dengan non-anggota, ditambah atau28dikurangi dengan pendapatan dan beban lain serta beban perkoperasian29dan pajak penghasilan badan koperasi.3031 34 Promosi Ekonomi Anggota adalah peningkatan pelayan-32an koperasi kepada anggotanya dalam bentuk manfaat ekonomi yang33diperoleh sebagai anggota koperasi.343535Unit Usaha Otonom adalah bagian organisasi yang mandiri36berkegiatan dan beranggota khusus dalam sebuah koperasi, sehingga unit37usaha otonom tersebut setara dengan sebuah entitas akuntansi. Contoh:38sebuah KUD memiliki unit usaha otonom simpan pinjam, unit usaha otonom39konsumen dan unit usaha otonom distribusi. Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA27.6Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 7. A KUNTANSI P ERKOPERASIANPSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1PENJELASAN 2 3E K U I TA S 4 5 36 Ekuitas koperasi terdiri dari modal anggota berbentuk 6simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan lain yang memiliki karakteristik 7yang sama dengan simpanan pokok atau simpanan wajib, modal penyer- 8taan, modal sumbangan, cadangan dan sisa hasil usaha belum dibagi. 910ModalAnggota1112 37 Simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan lain13yang memiliki karakteristik yang sama dengan simpanan pokok atau14simpanan wajib diakui sebagai ekuitas koperasi dan dicatat sebesar15nilai nominalnya.1617 38 Secara formal, anggota dapat diakui sebagai anggota kope-18rasi jika ia telah menyetor uang sejumlah tertentu sebagai simpanan pokok19pada saat pertama menjadi anggota. Di samping itu ia juga harus menyetor20uang sejumlah tertentu secara berkala sebagai simpanan wajib.2122 39Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang sama banyak-23nya yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat menjadi24anggota. Simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang yang tidak25harus sama yang wajib dibayar oleh anggota kepada koperasi dalam waktu26dan kesempatan tertentu.2728 40Simpanan pokok dan simpanan wajib berfungsi sebagai29penutup risiko dan karena itu tidak dapat diambil selama yang bersangkutan30masih menjadi anggota. Simpanan wajib yang terkait dengan pinjaman31anggota dan jenis simpanan wajib lain yang dalam prakteknya justru dapat32diambil setelah pinjaman yang bersangkutan lunas atau pada waktu-waktu33tertentu, tidak dapat diakui sebagai ekuitas.3435 41 Walaupun simpanan pokok dan simpanan wajib dapat36diambil kembali jika yang bersangkutan keluar dari anggota koperasi, namun37diasumsikan bahwa anggota koperasi akan tetap menjadi anggota dalam38waktu yang tidak terbatas. Dengan demikian simpanan pokok dan simpanan39wajib tersebut bersifat permanen. Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIADilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 27.7 8. A KUNTANSI P ERKOPERASIANPSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1 42 Simpanan pokok dan simpanan wajib yang belum dite- 2rima disajikan sebagai piutang simpanan pokok dan simpanan wajib. 3 4 43 Pembayaran simpanan pokok dan simpanan wajib dapat 5dilakukan dengan cara angsuran yang jumlah dan lamanya ditetapkan 6dalam anggaran dasar atau ketentuan lain. Penyajian nilai simpanan pokok 7dan simpanan wajib di neraca adalah dengan menyajikan nilai nominal 8simpanan pokok dan simpanan wajib. Jumlah simpanan pokok dan simpan- 9an wajib yang belum diterima dari anggota disajikan sebagai piutang10simpanan pokok dan simpanan wajib.1112 44Kelebihan setoran simpanan pokok dan simpanan wajib13anggota baru di atas nilai nominal simpanan pokok dan simpanan14wajib anggota pendiri diakui sebagai Modal Penyetaraan Partisipasi15Anggota.161745 Rapat anggota dapat menetapkan jumlah setoran simpanan18pokok dan simpanan wajib bagi anggota baru yang masuk kemudian yang19jumlahnya setara dengan jumlah simpanan pokok dan simpanan wajib20anggota pendiri. Jika terdapat kelebihan nilai setoran simpanan tersebut21di atas nilai nominal simpanan pokok dan simpanan wajib anggota pendiri,22maka kelebihan tersebut diakui sebagai modal penyetaraan partisipasi23anggota. Modal ini bukan milik anggota penyetor, karena itu tidak dapat24diambil kembali pada saat anggota keluar dari keanggotaan koperasi.2526 46 Apabila koperasi juga menetapkan simpanan lain selain27simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai ekuitas, maka bila terdapat28penyetoran lebih dari nilai nominal simpanan oleh anggota baru, maka29kelebihan tersebut juga diakui sebagai modal penyetaraan partisipasi30anggota.3132ModalPenyertaan3334 47 Modal penyertaan diakui sebagai ekuitas dan dicatat35sebesar jumlah nominal setoran. Dalam hal modal penyertaan yang36diterima selain uang tunai, maka modal penyertaan tersebut dinilai37sebesar harga pasar yang berlaku pada saat diterima.3839 48Modal penyertaan ikut menutup risiko kerugian dan memiliki Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA27.8Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 9. A KUNTANSI P ERKOPERASIANPSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1sifat relatif permanen, dan imbalan atas pemodal didasarkan atas hasil 2usaha yang diperoleh. Oleh karena itu modal pernyertaan tersebut diakui 3sebagai ekuitas. 4 5 49Modal penyertaan dicatat dengan nilai nominal, dan dalam 6hal modal penyertaan diterima dalam bentuk selain uang tunai, maka modal 7penyertaan tersebut dicatat sebesar nilai pasar yang berlaku pada saat 8diterima. Apabila nilai pasar tidak tersedia dapat digunakan nilai taksiran. 9Penjelasan yang cukup harus diungkapkan dalam catatan atas laporan10keuangan atas penilaian yang dilakukan.111250 Ketentuan mengenai perjanjian dengan pemodal yang13menyangkut pembagian keuntungan atau hasil usaha, tanggungan14kerugian, jangka waktu dan hak-hak pemodal harus dijelaskan dalam15catatan atas laporan keuangan.1617ModalSumbangan181951 Modal sumbangan yang diterima oleh koperasi yang20dapat menutup risiko kerugian diakui sebagai ekuitas, sedangkan21modal sumbangan yang substansinya merupakan pinjaman diakui22sebagai kewajiban jangka panjang dan dijelaskan dalam catatan atas23laporan keuangan.2425 52Oleh karena koperasi mengemban misi nasional untuk26menggerakkan ekonomi rakyat dan menjadi soko guru perekonomian27nasional, maka dimungkinkan koperasi memperoleh sumbangan dari28pemerintah dan pihak lain. Sumbangan tersebut dapat diakui sebagai29ekuitas jika ia dapat menanggung risiko atas kerugian.3031 53 Kadangkala sumbangan diterima oleh koperasi dengan32persyaratan tertentu yang mengikat, sehingga hakekat sumbangan tersebut33adalah pinjaman. Sumbangan ini tidak dapat diakui sebagai ekuitas, tetapi34harus diakui sebagai kewajiban lain-lain jangka panjang dan dijelaskan35dalam catatan atas laporan keuangan.3637Cadangan3839 54 Cadangan dan tujuan penggunaannya dijelaskan dalam Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIADilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 27.9 10. A KUNTANSI P ERKOPERASIAN PSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1catatan atas laporan keuangan. 2 3 55 Pembentukan cadangan dapat ditujukan antara lain untuk 4pengembangan usaha koperasi, menutup risiko kerugian, dan pembagian 5kepada anggota yang keluar dari keanggotaan koperasi. Cadangan yang 6dibentuk dari sisa hasil usaha dicatat dalam akun Cadangan. Tujuan peng- 7gunaan cadangan tersebut harus dijelaskan dalam catatan atas laporan 8keuangan. 91056 Pembayaran tambahan kepada anggota yang keluar dari11keanggotaan koperasi di atas jumlah simpanan pokok, simpanan wajib12dan simpanan lain-lain dibebankan pada cadangan.1314 57 Cadangan yang dibentuk dari sisa hasil usaha yang diper-15oleh setiap tahun buku yang dimaksudkan untuk pemupukan modal untuk16pengembangan usaha dan untuk menutup risiko kerugian merupakan17bagian dari ekuitas. Sebagai bagian dari ekuitas, cadangan berpengaruh18terhadap total nilai kekayaan bersih koperasi yang mencerminkan nilai19pemilikan anggota dalam koperasi. Oleh karena itu anggota yang keluar20dalam tahun berjalan, selain menerima pengembalian simpanan pokok,21simpanan wajib, dan simpanan lain sebesar nilai nominalnya, koperasi dapat22menetapkan pembayaran tambahan dalam jumlah yang proporsional23dengan nilai kekayaan bersih koperasi atau jumlah tertentu yang ditetapkan24rapat anggota. Pembayaran tambahan tersebut dibebankan pada cadangan25koperasi.2627Sisa Hasil Usaha2829 58 Sisa hasil usaha tahun berjalan dibagi sesuai dengan30ketentuan yang berlaku pada koperasi. Dalam hal jenis dan jumlah31pembagian sisa hasil telah diatur secara jelas maka bagian yang tidak32menjadi hak koperasi diakui sebagai kewajiban. Apabila jenis dan33jumlah pembagiannya belum diatur secara jelas, maka sisa hasil usaha34tersebut dicatat sebagai sisa hasil usaha belum dibagi dan harus35dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan.363759Suatu kebiasaan dalam koperasi, bahwa sisa hasil usaha38yang diperoleh dalam tahun berjalan dibagi sesuai dengan ketentuan39anggaran dasar atau anggaran rumah tangga. Keharusan pembagian sisaHak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA27.10Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 11. A KUNTANSI P ERKOPERASIANPSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1hasil usaha tersebut juga dinyatakan dalam undang-undang perkoperasian. 2Penggunaan sisa hasil usaha yang dibagikan tersebut diantaranya adalah 3untuk anggota, dana pendidikan dan untuk koperasi sendiri. Jumlah yang 4merupakan hak Koperasi diakui sebagai cadangan. 5 6 60Pembagian sisa usaha tersebut harus dilakukan pada akhir 7periode pembukuan. Jumlah yang dialokasikan selain untuk koperasi diakui 8sebagai kewajiban. Dalam hal pembagian tidak dapat dilakukan karena 9jenis dan jumlah pembagiannya belum diatur secara jelas dalam anggaran10dasar atau anggaran rumah tangga, tetapi harus menunggu rapat anggota,11maka sisa hasil usaha tersebut dicacat sebagai sisa hasil usaha belum12dibagi dan harus dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan.1314K E WA J I BA N151661 Simpanan anggota yang tidak berkarakteristik sebagai17ekuitas diakui sebagai kewajiban jangka pendek atau jangka panjang18sesuai dengan tanggal jatuh temponya dan dicatat sebesar nilai19nominalnya.2021 62Simpanan anggota yang berkarakteristik sebagai ekuitas22adalah sejumlah tertentu dalam nilai uang yang diserahkan oleh anggota23pada koperasi atas kehendak sendiri sebagai simpanan dan dapat diambil24sewaktu-waktu sesuai perjanjian. Simpanan ini tidak menanggung risiko25kerugian dan sifatnya sementara karenanya diakui sebagai kewajiban.2627A K T I VA282963 Aktiva yang diperoleh dari sumbangan yang terikat30penggunaannya dan tidak dapat dijual untuk menutup kerugian ko-31perasi diakui sebagai aktiva lain-lain. Sifat keterikatan penggunaan32tersebut dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan.3334 64 Sebagai penggerak ekonomi rakyat dan sebagai soko guru35perekonomian nasional, koperasi sering mendapat dukungan dari berbagai36pihak dalam bentuk bantuan atau sumbangan barang modal untuk men-37jalankan usahanya. Barang modal tersebut dapat diakui sebagai aktiva38tetap milik koperasi walaupun aktiva tetap tersebut tidak dapat dijual untuk39menutup risiko kerugian. Dalam hal aktiva tetap tersebut tidak dapat menu- Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIADilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 27.11 12. A KUNTANSI P ERKOPERASIAN PSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1tup risiko kerugian sebagaimana disyaratkan oleh penyumbangnya atau 2ditetapkan dalam perjanjian (akta penerimaan) sumbangan, maka aktiva 3tetap tersebut dikelompokkan dalam aktiva lain-lain. Sifat pembatasan aktiva 4tetap dijelaskan dalam catatan laporan keuangan. 5 6 65Aktiva-aktiva yang dikelola oleh koperasi, tetapi bukan 7milik koperasi, tidak diakui sebagai aktiva dan harus dijelaskan dalam 8catatan atas laporan keuangan. 910 66Rapat anggota koperasi dapat menetapkan pengumpulan11dana tertentu dari anggota yang digunakan untuk tujuan khusus sesuai12kepentingan anggota. Dana tersebut merupakan milik anggota yang penge-13lolaannya dikuasakan kepada koperasi, misalnya dana pemeliharaan jalan14dan peremajaan kebun pada koperasi perkebunan kelapa sawit. Dana ter-15sebut tidak diakui sebagai aktiva koperasi. Namun sebagai pengelola16koperasi harus membuat pertanggung-jawaban tersendiri dan keberadaan17dana tersebut harus dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan.1819PENDAPATANDANBEBAN2021TransaksiUsaha KoperasiDengan Anggota2223 67Pendapatan koperasi yang timbul dari transaksi dengan24anggota diakui sebesar partisipasi bruto.2526 68 Partisipasi bruto pada dasarnya adalah penjualan barang/27jasa kepada anggota. Dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa untuk28anggota, partisipasi bruto dihitung dari harga pelayanan yang diterima atau29dibayar oleh anggota yang mencakup beban pokok dan partisipasi neto.30Dalam kegiatan pemasaran hasil produksi anggota, partisipasi bruto31dihitung dari beban jual hasil produksi anggota baik kepada non-anggota32maupun kepada anggota.3334 69 Pendapatan koperasi yang berasal dari transaksi de-35ngan non-anggota diakui sebagai pendapatan (penjualan) dan dilapor-36kan terpisah dari partisipasi anggota dalam laporan perhitungan hasil37usaha sebesar nilai transaksi. Selisih antara pendapatan dan beban38pokok transaksi dengan non-anggota diakui sebagai laba atau rugi39kotor dengan non-anggota.Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA27.12Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 13. A KUNTANSI P ERKOPERASIANPSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1 70Dalam hal koperasi memiliki kelebihan kapasitas setelah 2pelayanan kepada anggota, koperasi dapat memanfaatkan kelebihan 3kapasitas tersebut kepada non-anggota. Dalam hal ini, berarti koperasi 4memasuki pasar bebas dan kedudukan koperasi adalah sama seperti 5badan usaha lain. Koperasi boleh menggunakan motivasi mencari laba 6sebesar-besarnya sejauh pelanggan adalah pasar bebas. 7 8 71 Oleh karena laporan keuangan koperasi harus dapat men- 9cerminkan tujuan koperasi, maka perhitungan hasil usaha harus menon-10jolkan secara jelas kegiatan usaha koperasi dengan anggotanya, karena11itu pendapatan dari anggota disajikan terpisah dari pendapatan yang ber-12asal dari transaksi non-anggota. Penyajian ini lebih mencerminkan bahwa13usaha koperasi lebih mementingkan transaksi atau pelayanan kepada14anggotanya daripada non-anggota.1516 72Beban usaha dan beban-beban perkoperasian harus17disajikan terpisah dalam laporan perhitungan hasil usaha.1819 73Dalam meningkatkan kesejahteraan anggota, koperasi tidak20hanya berfungsi menjalankan usaha-usaha bisnis yang memberikan21manfaatkan atau keuntungan ekonomi kepada anggota, tetapi juga harus22menjalankan fungsi lain untuk meningkatkan kemampuan sumber daya23anggota, baik secara khusus maupun sumber daya koperasi secara24nasional. Kegiatan ini tidak dilakukan oleh badan usaha lain. Beban-beban25yang dikeluarkan untuk kegiatan ini disebut dengan beban perkoperasian.26Termasuk dalam beban ini antara lain adalah beban pelatihan anggota,27beban pengembangan usaha anggota, dan beban iuran untuk gerakan28koperasi (Dewan Koperasi Indonesia).2930LAPORAN KEUANGAN KOPERASI313274 Laporan keuangan koperasi meliputi Neraca, Per-33hitungan Hasil Usaha, Laporan Arus Kas, Laporan Promosi Ekonomi34Anggota, dan Catatan atas Laporan Keuangan.3536Neraca373875Neraca menyajikan informasi mengenai aktiva, kewajiban,39dan ekuitas koperasi pada waktu tertentu. Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIADilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 27.13 14. A KUNTANSI P ERKOPERASIANPSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1PerhitunganHasil Usaha (PHU) 2 3 76 Perhitungan hasil usaha harus memuat hasil usaha 4dengan anggota dan laba atau rugi kotor dengan non-anggota. 5 6 77Perhitungan hasil usaha menyajikan informasi mengenai 7pendapatan dan beban-beban usaha dan beban perkoperasian selama 8periode tertentu. Perhitungan hasil usaha menyajikan hasil akhir yang 9disebut sisa hasil usaha. Sisa hasil usaha yang diperoleh mencakup hasil10usaha dengan anggota dan laba atau rugi kotor dengan non-anggota. Istilah11perhitungan hasil usaha digunakan mengingat manfaat dari usaha koperasi12tidak semata-mata diukur dari sisa hasil usaha atau laba tetapi lebih13ditentukan pada manfaat bagi anggota.1415Laporan Arus Kas1617 78 Laporan arus kas menyajikan informasi mengenai perubah-18an kas yang meliputi saldo awal kas, sumber penerimaan kas, pengeluaran19kas dan saldo akhir kas pada periode tertentu.2021Laporan PromosiEkonomi Anggota2223 79 Dalam hal sisa hasil usaha tahun berjalan belum dibagi,24maka manfaat ekonomi yang diperoleh anggota dari pembagian sisa25hasil usaha pada akhir tahun buku dapat dicatat sebesar taksiran26jumlah sisa hasil usaha yang akan dibagi untuk anggota.2728 80Laporan promosi ekonomi anggota adalah laporan yang29memperlihatkan manfaat ekonomi yang diperoleh anggota koperasi selama30satu tahun tertentu. Laporan tersebut mencakup empat unsur, yaitu:31a. Manfaat ekonomi dari pembelian barang atau pengadaan jasa32 bersama.33b. Manfaat ekonomi dari pemasaran dan pengolahan bersama.34c. Manfaat ekonomi dari simpan pinjam lewat koperasi.35d. Manfaat ekonomi dalam bentuk pembagian sisa hasil usaha.363781 Manfaat tersebut mencakup manfaat yang diperoleh selama38tahun berjalan dari transaksi pelayanan yang dilakukan koperasi untuk39anggota dan manfaat yang diperoleh pada akhir tahun buku dari pembagian Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA27.14 Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 15. A KUNTANSI P ERKOPERASIANPSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1sisa hasil usaha tahun berjalan. Laporan promosi ekonomi anggota ini 2disesuaikan dengan jenis koperasi dan usaha yang dijalankannya. 3 4 82 Sisa hasil usaha tahun berjalan harus dibagi sesuai dengan 5ketentuan anggaran dan anggaran rumah tangga koperasi. Bagian sisa 6hasil usaha untuk anggota merupakan manfaat ekonomi yang diterima 7anggota pada akhir tahun buku. Dalam hal pembagian sisa hasil usaha 8tahun berjalan belum dibagi karena tidak diatur secara tegas pembagiannya 9dalam anggaran dasar atau anggaran rumah tangga dan harus menunggu10keputusan rapat anggota, maka manfaat ekonomi yang diterima dari11pembagian sisa hasil usaha dapat dicatat atas dasar taksiran jumlah bagian12sisa hasil usaha yang akan diterima oleh anggota.1314Catatan atasLaporan Keuangan1516 83Catatan atas laporan keuangan menyajikan pengungkapan17(disclosures) yang memuat:1819a. Perlakuan akuntansi antara lain mengenai:20 1) Pengakuan pendapatan dan beban sehubungan dengan21transaksi koperasi dengan anggota dan non-anggota22 2) Kebijakan akuntansi tentang aktiva tetap, penilaian persedia-23an, piutang dan sebagainya.24 3) Dasar penetapan harga pelayanan kepada anggota dan non-25anggota2627b. Pengungkapan informasi lain antara lain:28 1) Kegiatan atau pelayanan utama koperasi kepada anggota29baik yang tercantum dalam anggaran dasar dan anggaran30rumah tangga maupun dalam praktek, atau yang telah31dicapai oleh koperasi.32 2) Aktivitas koperasi dalam pengembangan sumber daya dan33mempromosikan usaha ekonomi anggota, pendidikan dan34pelatihan perkoperasian, usaha, manajemen yang diseleng-35garakan untuk anggota dan penciptaan lapangan usaha baru36untuk anggota.37 3) Ikatan atau kewajiban bersyarat yang timbul dan transaksi38koperasi dengan anggota dan non-anggota.39 4) Pengklasifikasian piutang dan hutang yang timbul dari Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIADilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 27.15 16. A KUNTANSI P ERKOPERASIAN PSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1 transaksi koperasi dengan anggota dan non-anggota. 2 5)Pembatasan penggunaan dan risiko atas aktiva tetap yang 3 diperoleh atas dasar hibah atau sumbangan. 4 6)Aktiva yang dioperasikan oleh koperasi tetapi bukan milik 5 koperasi. 6 7)Aktiva yang diperoleh secara hibah dalam bentuk pengalihan 7 saham dari perusahaan swasta. 8 8)Pembagian sisa hasil usaha dan penggunaan cadangan. 9 9)Hak dan tanggungan pemodal modal penyertaan.10 10) Penyelenggaraan rapat anggota, dan keputusan-keputusan11 penting yang berpengaruh terhadap perlakuan akuntansi dan12 penyajian laporan keuangan.1314TANGGALBERLAKUEFEKTIF151684 Pernyataan ini mulai berlaku efektif untuk laporan keuangan17yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1999.18192021222324252627282930313233343536373839Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA27.16Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 17. A KUNTANSI P ERKOPERASIANPSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1LAMPIRAN 2 3 Lampiran ini hanya ilustrasi dan bukan bagian dari Pernyataan 4Standar Akuntansi Keuangan ini. Tujuan lampiran ini adalah mengilustrasi- 5kan penerapan Pernyataan ini dalam rangka membantu memahami artinya. 6Urutan penyajian dan deskripsi, bila perlu, dapat diubah sesuai dengan 7kondisi masing-masing koperasi agar tercapai penyajian laporan keuangan 8secara wajar. 9101112131415161718192021222324252627282930313233343536373839 Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIADilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 27.17 18. A KUNTANSI P ERKOPERASIAN PSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1KOPERASI PEMBANGUNAN RAKYAT 2 NERACA 3 31 Desember 19X1 dan 19X0 4 AKTIVA19X119X0 KEWAJIBAN DAN EKUITAS19X1 19X0 5 6 AKTIVA LANCARRpRpKEWAJIBAN JANGKA PENDEK 7Kas dan Bank xxxxx xxxxx Hutang UsahaRp xxxxxRp xxxxx 8Investasi Jangka Pendekxxxxx xxxxx Hutang Bankxxxxx xxxxx 9Piutang Usahaxxxxx xxxxx Hutang Pajak xxxxx xxxxx10Piutang Pinjaman Anggota xxxxx xxxxx Hutang Simpanan Anggotaxxxxx xxxxx11Piutang Pinjaman Non-Hutang Dana Bagian SHU xxxxx xxxxx12Anggota xxxxx xxxxxHutang Jangka Panjang13Piutang Lain-lain xxxxx xxxxxAkan Jatuh Tempo xxxxx xxxxx14Peny. Piutang Tak Tertagih(xxxxx) (xxxxx)Biaya Harus Dibayarxxxxx xxxxx15Persediaanxxxxx xxxxx Jml. Kwj. Jangka PendekRp xxxxxRp xxxxx16Pendapatan Akan Diterimaxxxxx xxxxx17Jumlah Aktiva LancarRp xxxxxRp xxxxx1819 INVESTASI JANGKA PANJANG KEWAJIBAN JANGKA PANJANG20Penyertaan Pada KoperasiRp xxxxxRp xxxxx Hutang BankRp xxxxx Rp xxxxx21Penyertaan Pada Non- Kop.xxxxx xxxxx Hutang Jangka Panjang lainnya xxxxxxxxxx22Jumlah Investasi JangkaJumlah Kewajiban23Panjang Rp xxxxxRp xxxxx Jangka Panjang Rp xxxxx Rp xxxxx2425 AKTIVA TETAP EKUITAS26Tanah/Hak atas TanahRp xxxxxRp xxxxx Simpanan WajibRp xxxxxRp xxxxx27Bangunan xxxxx xxxxx Simpanan Pokok xxxxx xxxxx28Mesinxxxxx xxxxx Modal Penyetaraan29Iventarisxxxxx xxxxx Partisipasi Anggotaxxxxx xxxxx30Akumulasi Penyusutan (xxxxx) (xxxxx) Modal Penyertaan xxxxx xxxxx31 Modal Sumbanganxxxxx xxxxxJumlah Aktiva Tetap Rp xxxxxRp xxxxx32 Cadangan xxxxx xxxxx33 SHU Belum Dibagi xxxxx xxxxx AKTIVA LAIN-LAIN34Ak. Tetap Dalam KonstruksiRp xxxxxRp xxxxxJumlah Ekuitas Rp xxxxxRp xxxxx35Beban Ditangguhkan xxxxx xxxxx3637Jumlah Aktiva Lain-lain Rp xxxxxRp xxxxx38JUMLAH KEWAJIBAN39 JUMLAH AKTIVARp xxxxxRp xxxxx DAN EKUITAS Rp xxxxxRp xxxxxHak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA27.18Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 19. A KUNTANSI P ERKOPERASIAN PSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1 KOPERASI PEMBANGUNAN RAKYAT 2PERHITUNGAN HASIL USAHA 3 4 Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 19X1 dan 19X0 5 6 7 8PARTISIPASI ANGGOTA 19X1 19X0 9 Partisipasi Bruto AnggotaRp xxxxxx Rp xxxxxx10 Beban Pokok (xxxxxx) (xxxxxx)1112Partisipasi Neto AnggotaRpxxxxxxRp xxxxxx1314PENDAPATAN DARI NON-ANGGOTA1516Penjualan Rp xxxxxx Rpxxxxxx17Harga Pokok(xxxxxx) (xxxxxx)1819Laba(Rugi) Kotor Dengan Non-Anggota RpxxxxxxRp xxxxxx20Sisa Hasil Usaha KotorRpxxxxxxRp xxxxxx212223BEBAN OPERASI:24Beban Usaha (xxxxxx)(xxxxxx)25 Sisa Hasil Usaha KoperasiRp xxxxxxRp xxxxxx2627Beban Perkoperasian(xxxxxx) (xxxxxx)28 Sisa Hasil Usaha Setelah Beban Perkoperasian RpxxxxxxRp xxxxxx2930Pendapatan dan Beban Lain-lainxxxxxx xxxxxx31 Sisa Hasil Usaha Sebelum Pos-pos Luar BiasaRpxxxxxxRp xxxxxx32Pendapatan Dan Beban Luar Biasa xxxxxx xxxxxx3334 Sisa Hasil Usaha Sebelum Pajak RpxxxxxxRpxxxxxx35Pajak Penghasilan (xxxxxx)(xxxxxx)3637Sisa Hasil Usaha Setelah PajakRpxxxxxxRp xxxxxx3839 Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIADilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 27.19 20. A KUNTANSI P ERKOPERASIANPSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1 KOPERASI PEMBANGUNAN RAKYAT 2LAPORAN PROMOSI EKONOMI ANGGOTA 3 Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 19X1 dan 19X0 4 (Koperasi Konsumen) 5 6 19X119X0 7PROMOSI EKONOMI SELAMA TAHUN BERJALAN 8 9MANFAAT EKONOMI DARI PEMASARAN PRODUK ANGGOTA:10- Pemasaran Produk Anggota Atas Dasar11Harga Koperasi Rp xxxxxx Rp xxxxxx12- Pemasaran Produk Anggota Atas13Dasar Harga Pasar (xxxxxx) (xxxxxx)14Jumlah Promosi Ekonomi dari Transaksi15 Pemasaran Produk AnggotaRp xxxxxx Rp xxxxxx1617MANFAAT EKONOMI DARI PENGADAAN BARANG UNTUK ANGGOTA:18- Pengadaan Barang Atas Dasar Harga PasarRp xxxxxx Rp xxxxxx19- Pengadaan Barang Atas Dasar Harga Koperasi (xxxxxx)(xxxxxx)20Jumlah Promosi Ekonomi dari Transaksi21 Pengadaan Barang Untuk AnggotaRp xxxxxx Rp xxxxxx2223MANFAAT EKONOMI DARI SIMPAN PINJAM LEWAT KOPERASI:24- Penghematan Beban Pinjaman Anggota Rp xxxxxx Rp xxxxxx25- Kelebihan Balas Jasa Simpanan Anggota(xxxxxx)(xxxxxx)26Jumlah Promosi Ekonomi Dari Transaksi Penyediaan27Jasa Untuk Anggota Rp xxxxxx Rp xxxxxx2829Jumlah Promosi Ekonomi Anggota Selama30 Tahun BerjalanRp xxxxxx Rp xxxxxx3132PROMOSI EKONOMI PADA AKHIR TAHUN33 Pembagian Sisa Hasil Usaha Tahun Berjalan34Untuk AnggotaRp xxxxxx Rp xxxxxx35Jumlah Promosi Ekonomi Anggota Rp xxxxxx Rp xxxxxx36373839 Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA27.20 Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 21. A KUNTANSI P ERKOPERASIANPSAK N O . 27 (R EVISI 1998) 1 KOPERASI PEMBANGUNAN RAKYAT 2LAPORAN PROMOSI EKONOMI ANGGOTA 3 Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 19X1 dan 19X0 4(Koperasi Produsen) 5 6 19X119X0 7PROMOSI EKONOMI SELAMA TAHUN BERJALAN 8 9MANFAAT EKONOMI DARI PEMASARAN PRODUK ANGGOTA:10- Pemasaran Produk Anggota Atas Dasar11Harga PasarRp xxxxxxRp xxxxxx12- Pemasaran Produk Anggota Atas Dasar13Harga Koperasi(xxxxxx)(xxxxxx)14Jumlah Promosi Ekonomi Dari Transaksi Pemasaran15 Produk AnggotaRp xxxxxxRp xxxxxx1617MANFAAT EKONOMI DARI PENGADAAN BARANG UNTUK ANGGOTA:18- Pengadaan Barang Atas Dasar Harga PasarRp xxxxxxRp xxxxxx19- Pengadaan Barang Atas Dasar Harga Koperasi (xxxxxx) (xxxxxx)20Jumlah Promosi Ekonomi Dari Transaksi Pengadaan21 Barang Untuk AnggotaRp xxxxxxRp xxxxxx2223MANFAAT EKONOMI DARI PENYEDIAAN JASA UNTUK ANGGOTA:24- Penyediaan Jasa Atas Dasar Harga Pasar Rp xxxxxxRp xxxxxx25- Penyediaan Jasa Atas Dasar Harga Koperasi(xxxxxx) (xxxxxx)26Jumlah Promosi Ekonomi dari Transaksi Penyediaan27 Jasa Untuk AnggotaRp xxxxxxRp xxxxxx2829Jumlah Promosi Ekonomi Anggota Selama30 Tahun BerjalanRp xxxxxxRp xxxxxx3132PROMOSI EKONOMI PADA AKHIR TAHUN33 Pembagian Sisa Hasil Usaha Tahun Berjalan34Untuk AnggotaRp xxxxxxRp xxxxxx3536Jumlah Promosi Ekonomi Anggota Rp xxxxxxRp xxxxxx373839 Hak Cipta 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIADilarang memfoto-kopi atau memperbanyak27.21