adsopsi emas

  • View
    114

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

PENGARUH pH ADSORPSI TERHADAP RECOVERY EMAS(I) DARI LARUTAN BIJIH EMAS SECARA KROMATOGRAFI PASANGAN ION MENGGUNAKAN KARBON AKTIF SEBAGAI FASA DIAM

SKRIPSI

Oleh: YUSRAN KHERY 0310920059-92

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2007

Pengaruh pH Adsorpsi terhadap Recovery Emas(I) dari Larutan Bijih Emas secara Kromatografi Pasangan Ion Menggunakan Karbon Aktif Sebagai Fasa Diam ABSTRAK Di dalam bijih emas, terkandung perak dan tembaga. Pada pelarutan emas, sianida selalu digunakan sebagai ligan pembentuk ion kompleks [Au(CN)2]-. Dalam proses pelarutan, tidak hanya emas yang membentuk kompleks sianida, tetapi perak dan tembaga juga terlarut sebagai kompleks sianida: [Ag(CN)2]-, [Ag(CN)3]2-, [Ag(CN)4]3-, [Cu(CN)2]-, [Cu(CN)3]2-, dan [Cu(CN)4]3-. Untuk memperoleh emas murni, ion kompleks [Au(CN)2]- harus melalui proses recovery dari campuran kompleks sianida. Recovery emas(I) dapat dilakukan secara kromatografi pasangan ion menggunakan karbon aktif sebagai fasa diam dan larutan tiosianat sebagai eluen. Kompleks emas(I), perak(I) dan tembaga(I) sianida memiliki stabilitas yang berbeda dan kompleks ini mengurai pada pH yang berbeda. Recovery emas(I) dari fasa larutan melalui dua proses, yakni adsorpsi dan desorpsi. Dalam proses adsorpsi, kompleks sianida direaksikan dengan setiltrimetilammonium bromida (C16H33(CH3)3NBr) pada pH 3, 4, 5, 6, and 7. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa jika pH meningkat, maka recovery emas(I) menurun. Adsorpsi and recovery maksimum diperoleh pada pH adsorpsi = 3. Emas(I) diadsorpsi 100% dengan recovery 43,96% dalam 20 mL elusi dan konsentrasi emas(I) meningkat 2,2 kali. Perak(I) dan tembaga(I) diadsorpsi 95,98% dan 100% dengan recovery 4,08% dan 7,61%.

Influence of Adsorption pH to Recovery of Gold(I) from Gold Ore by Ion Pair Chromatography Using Activated Carbon as a Stationer Phase ABSTRACT Gold ore, contains of silver and copper. The leaching of gold, cyanide is usually used as a ligand to form the ionic complex [Au(CN)2]-. During the leaching process, not only gold is formed as the cyanide complex, but silver and copper also dissolve as the cyanide complex: [Ag(CN)2]-; [Ag(CN)3]2-; [Ag(CN)4]3- and [Cu(CN)2]-; [Cu(CN)3]2-; [Cu(CN)4]3-. To obtain pure gold, the [Au(CN)2]- complex ion must be recovered from mixture cyanide complexes. The recovery of gold(I) can be done by ion-pair chromatography using activated carbon as a stationer phase and thiocyanate solution as a mobile phase. The gold(I), silver(I), and copper(I) cyanide complexes have different stabilities and decomposing these complexes is done at different pH value. The recovery of gold(I) from an aqueous phase consist of two steps, adsorption and desorption. In the adsorption process, the cyanide complexes were reacted with cetyltrimethylammonium bromide (C16H33(CH3)3NBr) at pH: 3; 4; 5; 6; and 7. The research resulted that recovery of gold(I) decrease if the adsorption pH is increase. The adsorption and recovery maximum is obtained at the adsorption pH = 3. The gold(I) adsorpted 100% and recovered 43.96% in the 20 mL mobile phase, the concentration of gold(I) increased 2.2 times. The silver(I) and copper(I) adsorpted 95.98% and 100% were recovered 4.08% and 7.61%.

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, karunia dan hidayah-Nya yang telah diberikan sehingga dapat menyelesaikan penulisan tugas akhir dengan judul Pengaruh pH Adsorpsi terhadap Recovery Emas(I) dari Larutan Bijih Emas secara Kromatografi Pasangan Ion Menggunakan Karbon Aktif Sebagai Fasa Diam. Penulisan tugas akhir ini merupakan salah satu syarat kelulusan dan memperoleh gelar Sarjana Sains dalam bidang kimia di Fakultas MIPA Universitas Brawijaya. Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung selama pelaksanaan penelitian. Ungkapan terima kasih tersebut penulis sampaikan kepada: 1. Dr. Ani Mulyasuryani, MS. selaku Dosen Pembimbing I, atas segala pengarahan, perhatian, tenaga, pikiran, kesabaran dan segala sesuatu yang telah diberikan selama penyusunan tugas akhir ini. 2. Ulfa Andayani, S.Si., M.Si. selaku Dosen Pembimbing II atas bimbingan dan kesabaran yang diberikan selama penyusunan tugas akhir ini. 3. Arie Srihardyastutie, S.Si., M.Kes. selaku Dosen Penasehat Akademik atas nasehat dan perhatiannya selama melaksanakan studi. 4. Kedua orang tua yang selalu mengiringi penulis dengan doa, perhatian dan kasih sayang serta dukungan hingga terselesainya tugas akhir ini. 5. Semua teman-teman di Jurusan Kimia atas doa dan dukungannya. Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu dengan kerendahan hati, penulis mengharap kritik dan saran guna perbaikan dan penyempurnaannya sehingga dapat bermanfaat bagi kita semua. Malang, Juli 2007 Penulis

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL..................................................................... HALAMAN PENGESAHAN ...................................................... HALAMAN PERNYATAAN ...................................................... ABSTRACT .................................................................................. ABSTRAK..................................................................................... KATA PENGANTAR .................................................................. DAFTAR ISI................................................................................. DAFTAR GAMBAR .................................................................... DAFTAR TABEL......................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ................................................................ i ii iii iv v vi vii ix x xi

BAB I. PENDAHULUAN ............................................................ 1 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. Latar Belakang...................................................................... Perumusan Masalah.............................................................. Batasan Masalah ................................................................... Tujuan Penelitian.................................................................. Manfaat Penelitian................................................................ 1 2 2 2 2

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ................................................. 3 2.1. Kromatografi pasangan ion .................................................. 3 2.2. Mekanisme Recovery Emas(I) dari Campuran Perak(I) dan Tembaga(I) Secara Kromatografi Pasangan Ion............ 5 2.3. Hipotesis ............................................................................... 9 BAB III. METODE PENELITIAN ............................................ 10 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian............................................... 3.2. Bahan dan Alat Penelitian .................................................... 3.2.1. Bahan Penelitian ................................................................... 3.2.2. Alat Penelitian ...................................................................... 3.3. Tahapan Penelitian ............................................................... 3.4. Cara Kerja Penelitian............................................................ 3.4.1. Pembuatan Larutan Sampel Bijih Emas............................... 3.4.2. Pembuatan Kurva Baku Emas, Perak dan Tembaga ............ 10 10 10 10 10 11 11 11

3.4.3 Pengaruh pH Adsorpsi terhadap Recovery Emas(I) dari Larutan Bijih Emas .............................................................. 11

3.4.3 Pengujian Recovery terhadap Bijih Emas Yang Lain .......... 12 3.5. Analisa Data......................................................................... 12 3.5.1 Perhitungan Persamaan Regresi Linier dan Koefisien Korelasi untuk Kurva Baku Emas, Perak dan Tembaga ..... 12 3.5.2 Penentuan Recovery Emas(I), Perak(I) dan Temabaga(I).... 12 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN..................................... 13 4.1. 4.2. Pengaruh pH Adsorpsi ...................................................... 13 Recovery Emas(I) Pada Larutan Sampel Bijih Emas yang Lain............................................................................. 13

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ...................................... 20 5.1. 5.2. Kesimpulan.......................................................................... 20 Saran.................................................................................... 20

DAFTAR PUSTAKA ................................................................... 21 LAMPIRAN .................................................................................. 23

DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 2.3 Gambar 2.4 Gambar 4.1 Mekanisme retensi kromatografi pasangan ion.... 4 Reaksi pembentukan dan penguraian pasangan ion.......................................................................... 6 Mekanisme reaksi pada proses adsorpsi kompleks pasangan ion [C16H33(CH3)3N+ Au(CN)2-] ........... 6 Mekanisme desorpsi ion kompleks Au(CN)2....... 8 Hubungan antara volume eluen SCN- 1 M terhadap recovery emas(I), perak(I) dan tembaga(I) pada pH adsorpsi 3 ............................................................. 14 Hubungan antara volume eluen SCN- 1 M terhadap recovery emas(I), perak(I) dan tembaga(I) pada pH adsorpsi 4 ............................................................. 15 Hubungan antara volume eluen SCN- 1 M terhadap recovery emas(I), perak(I) dan tembaga(I) pada pH adsorpsi 5 ............................................................. 16 Hubungan antara volume eluen SCN- 1 M terhadap recovery emas(I), perak(I) dan tembaga(I) pada pH adsorpsi 6 ............................................................. 17 Hubungan antara volume eluen SCN- 1 M terhadap recovery emas(I), perak(I) dan tembaga(I) pada pH