233
2015 Advancing Our Growth 2015 Laporan Tahunan Annual Report

Advancing Our Growth - PT ACSET Indonusa TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report Tata elola eruahaan Good Corporate Governance 2011 2012 2014 2015 Memperoleh sertifikasi OHSAS 18001dan

  • Upload
    others

  • View
    15

  • Download
    1

Embed Size (px)

Citation preview

2015

Advancing Our Growth

2015 Laporan TahunanAnnual Report

Laporan tahunan ini berisikan pernyataan-pernyataan kondisi keuangan, hasil operasi, proyeksi, rencana, strategi, kebijakan serta tujuan Perusahaan yang digolongkan sebagai pernyataan ke depan dalam pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang berlaku, kecuali hal yang bersifat historis. Pernyataan-pernyataan tersebut memiliki prospek resiko, ketidakpastian, serta terdapat kemungkinan adanya perkembangan aktual secara material yang berbeda dari yang dilaporkan.

Pernyataan prospektif dalam laporan tahunan ini dibuat berdasarkan asumsi mengenai kondisi terkini dan prediksi kondisi mendatang dari Perusahaan serta lingkungan bisnis dimana Perusahaan menjalankan kegiatan usaha. Perseroan tidak menjamin bahwa dokumen-dokumen yang telah dipastikan keabsahannya akan membawa hasil-hasil tertentu sesuai harapan.

Laporan ini juga memuat kata “ACSET” atau “Perseroan” yang didefinisikan sebagai PT Acset Indonusa Tbk yang menjalankan usaha dalam bidang konstruksi spesialis, layanan teknis dan konstruksi gedung, pekerjaan sipil dan kelautan. Adakalanya kata “Perusahaan” digunakan atas dasar kemudahan untuk menyebut PT Acset Indonusa Tbk dan entitas anak secara umum.

This annual report contains financial condition, operation results, projections, plans, strategies, policies, as well as the Company’s objectives, which are classified as forward-looking statements in the implementation of the applicable laws, excluding historical matters. Such forward-looking statements are subject to known and unknown risks (prospective), uncertainties, and other factors that could cause actual results to differ materially from expected results.

Prospective statements in this annual report are prepared based on numerous assumptions concerning current conditions and future events of the Company, and the business environment where the Company conducts business. The Company shall have no obligation to guarantee that all the valid documents presented will bring specific results as expected.

This annual report contains the word “ACSET” or “the Company”, hereinafter referred to PT Acset Indonusa Tbk, as the company that runs business in specialized construction field, building construction and technical services, civil works and maritime. At times, the word “Company” is used for the purpose of simply referring to PT Acset Indonusa Tbk and its subsidiaries in general.

Sanggahan dan Batasan Tanggung JawabDisclaimer

Sekilas Laporan TahunanAnnual Report at a Glance

1PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Sebagai perusahaan jasa konstruksi gedung-gedung bertingkat

yang berkualitas dan prestisius, ACSET berkomitmen untuk

kepuasan pelanggan dengan menghasilkan kualitas kerja

serta pelayanan yang prima. ACSET senantiasa berkompetisi

secara efektif di berbagai proyek bergengsi di Indonesia. Hal

ini dibuktikan dengan portofolio proyek-proyek yang telah

digarap yang terdiri dari proyek-proyek bangunan tinggi,

berkualitas dan prestisius.

Tahun 2015 merupakan tahun yang penuh tantangan,

baik bagi perekonomian global maupun perekonomian

nasional Indonesia. ACSET, sebagai perusahaan konstruksi

berpengalaman, juga turut merasakan imbas dari melemahnya

gejolak perekonomian ini. Akan tetapi, terlepas dari kondisi ini,

di tahun 2015 ACSET berhasil mencatat kenaikan pendapatan

bersih hingga Rp1,36 triliun dibandingkan Rp1,35 triliun di

tahun sebelumnya. Sementara itu, laba setelah pajak yang

diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami

penurunan dari Rp104,8 miliar pada tahun 2014 menjadi

Rp41,9 miliar pada tahun 2015.

Di tahun 2015 pula, ACSET berhasil untuk mendapatkan kontrak

baru senilai Rp3,1 triliun, naik sebesar 411,6% dibandingkan

tahun 2014 sebesar Rp606 miliar. Kenaikan perolehan kontrak

baru ini didukung kontrak yang sedang berjalan di bidang jasa

konstruksi, pondasi dan infrastuktur yang dimiliki oleh ACSET.

Banyaknya kendala dalam iklim ekonomi Indonesia tahun

2015 tidak menghalangi ACSET untuk terus dapat berkarya

bagi Indonesia, khususnya di sektor jasa konstruksi dan

pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

As a construction service company for quality and prestigious

high rise buildings, ACSET is committed to customer

satisfaction by delivering quality works and service excellence.

ACSET continues to effectively compete for various prestigious

projects in Indonesia. This is proven by our project portfolio,

encompassing high rise, high quality, and prestigious building

projects.

2015 was a year filled with many challenges, either in the global

or domestic economy. As one of the experienced construction

companies in the country, ACSET was also affected by such

economic fluctuations. Nevertheless, amid the unfavorable

situation throughout the year, ACSET was able to record an

increase in net revenue, reaching Rp1.36 trillion from the net

revenue of the previous year at Rp1.35 trillion. On the other

hand, profit after tax attributable to owners of the parent entity

dropped from Rp104.8 billion in 2014 to Rp41.9 billion in 2015.

This year, ACSET succeeded in acquiring new contracts

amounting to Rp3.1 trillion, an increase of 411.6% from the

value of new contracts acquired in 2014 at Rp606 billion. This

growth was supported by the ongoing contract in construction,

foundation and infrastructure services of the Company. The

numerous challenges present in the nation's economy during

the year did not hinder the Company from continuing to

provide contributions to Indonesia, particularly in construction

service sector and sustainable development of infrastructure.

Daftar IsiTable of Content Sanggahan dan Batasan Tanggung Jawab Disclaimer1 Sekilas Laporan Tahunan Annual Report at a Glance2 Daftar Isi Table of Content

Profil PerusahaanCompany Profile

16 Laporan Dewan Komisaris Board of Commissioners Report24 Laporan Direksi Board of Directors Report

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

34 Identitas Perusahaan Corporate Identity 35 Sekilas Tentang ACSET ACSET at a Glance37 Bidang Usaha, Produk dan Jasa Line of Business, Products and Services41 Visi dan Misi Perusahaan Company’s Vision and Mission41 Tata Nilai dan Budaya Perusahaan The Company’s Values and Culture42 Struktur Organisasi Organization Structure44 Profil Dewan Komisaris Board of Commissioners Profile47 Profil Direksi Board of Directors Profile52 Sumber Daya Manusia Human Capital57 Teknologi Informasi Information Technology59 Konstruksi Hijau Green Construction60 Komposisi Pemegang Saham Composition of Shareholders61 Struktur Grup Perusahaan Company Group Structure61 Kronologis Pencatatan Saham Share Listing Chronologies62 Kronologis Pencatatan Efek Lainnya Other Securities Listing Chronology

2 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

73 Tinjauan Umum General Overview73 Tinjauan Industri Industrial Overview74 Tinjauan Operasi per Segmen Usaha

Operational Overview per Business Segment

75 Tinjauan Kinerja Keuangan Overview of Financial Performance76 Laporan Posisi Keuangan Report of Financial Position79 Kemampuan Membayar Utang

dan Kolektibilitas Piutang yang Pembahasannya Mencakup Beberapa Rasio Perusahaan

Solvency and Collectability of which Discussion Covers the Company’s Ratios

80 Struktur Modal dan Kebijakan Manajemen atas Struktur Modal

Capital Structure and Management Policy on Capital Structure

81 Ikatan yang Material untuk Investasi Barang Modal

Material Ties for Capital Goods Investment

81 Informasi Material Mengenai Investasi, Ekspansi, Divestasi, Penggabungan/Peleburan Usaha, Akuisisi atau Restrukturisasi Utang/ Modal

Material Information on Investment, Expansion, Divestment, Business Merger/Consolidation, Acquisition, or Capital/Debt Restructuring

81 Informasi Transaksi Material yang Mengandung Benturan Kepentingan dan Transaksi dengan Pihak Afiliasi

Information on Material Transaction Containing Conflicts of Interest and Transaction with Affiliated Parties

83 Perubahan Peraturan Perundang- Undangan yang Berpengaruh Signifikan Terhadap Kinerja Perusahaan

Changes in Rules and Regulations with Significant Impact on the Company’s Performance

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

4 Rekam Jejak Perusahaan

Milestones

01

0404

8 Peristiwa Penting Tahun 2015 2015 Event Highlights

10 Ikhtisar Keuangan Financial Highlights10 Rasio Keuangan Financial Ratio11 Grafik Ikhtisar Keuangan Charts of Financial Highlights12 Ikhtisar Saham Stock Highlights

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

02

03

62 Lembaga Penunjang Pasar Modal Capital Market Supporting Institutions63 Penghargaan dan Sertifikasi Awards and Certifications64 Daftar Proyek-Proyek PT Acset

Indonusa Tbk List of PT Acset Indonusa Tbk Projects

3PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

87 Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik di Perusahaan

Implementation of Good Corporate Governance in the Company

94 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

General Meeting of Shareholders (GMS)99 Dewan Komisaris Board of Commissioners100 Komisaris Independen Independent Commissioner101 Direksi Board of Directors106 Kebijakan Remunerasi Dewan

Komisaris dan Direksi Remuneration Policy for Board of

Commissioners and Board of Directors106 Pelatihan dan Pengembangan

Kompetensi Dewan Komisaris dan Direksi

Competency Training and Development of Board of Commissioners and Board of Directors

107 Hubungan Afiliasi Dewan Komisaris dan Direksi

Affiliation in Board of Commissioners and Board of Directors

107 Keberagaman Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi

Composition Diversity of Board of Commissioners and Board of Directors

108 Komite Audit Audit Committee Pernyataan Komite Audit Statement of the Audit Committee117 Komite Nominasi dan Remunerasi Nomination and Remuneration

Committee119 Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary121 Hubungan Investor Investor Relations122 Unit Audit Internal Internal Audit Unit124 Informasi Tentang Akuntan Perseroan Information on the Company ’s

Accountant

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility141 Kebijakan Program Tanggung Jawab

Sosial Perusahaan Di Tahun 2015 2015 Corporate Social Responsibility

Policy142 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

dalam Bidang Sosial dan Kemasyarakatan

Corporate Social Responsibility in Social and Community Sector

143 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Bidang Praktik Ketenagakerjaan

Corporate Social Responsibility in Labor Practices aspect

143 Keselamatan, Keamanan dan Kesehatan Kerja (K3)

Occupational Health and Safety (OHS)146 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Bidang Tanggung Jawab Perusahaan Terhadap Pelanggan/Konsumen

Corporate Social Responsibility on Company ’s Responsibility to the Consumers

Pernyataan Dewan Komisaris Statement of the Board of

Commissioners Pernyataan Direksi Statement of the Board of Directors

0506

124 Manajemen Risiko Risk Management125 Sistem Pengendalian Internal Internal Control System127 Perkara Penting yang Dihadapi

Perusahaan Legal Cases Handled by the Company127 Pernyataan Kepatuhan Terhadap

Pajak Tax Compliance Statement127 Akses Informasi dan Data Perusahaan Company ’s Information and Data Access128 Kode Etik Perusahaan Company ’s Code of Conduct133 Informasi Mengenai Budaya /Tata

Nilai Perusahaan Information on Company Culture /

Values135 Sistem Pelaporan Pelanggaran Whistleblowing System

83 Perubahan Kebijakan Akuntansi yang Diterapkan pada Tahun Buku Terakhir

Changes in Accounting Policy Implemented in the Last Fiscal Year

83 Informasi dan Fakta Material yang Terjadi Setelah Tanggal Laporan Keuangan

Material Information and Fact Subsequent to Financial Statements

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

4

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Profil PerusahaanCompany Profile

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Rekam Jejak PerusahaanMilestones

1995

2000

2001

2006

2008

2010ACSET didirikan sebagai Perusahaan

yang memiliki spesialisasi dalam

pengerjaan pondasi.

ACSET was established as a

foundation specialist.

Mulai mengerjakan proyek

konstruksi di Surabaya.

Started to work on construction

project in Surabaya.

Memperoleh sertifikasi

ISO 9001.

Obtained ISO 9001

certification.

Proyek Pacific Place sebagai

proyek notable, dirampungkan

dalam waktu 18 bulan.

As a notable project, The Pacific

Place project was completed

within the period of 18 months.

Gandaria City, GFA :

600.000 m2.

Gandaria City GFA :

600,000 m2.

Kota Kasablanka, GFA :

633.000 m2.

Kota Kasablanka GFA :

633,000 m2.

5

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

2011

2012

2014

2015

Memperoleh sertifikasi OHSAS

18001dan ISO 14001.

Obtained OHSAS 18001 and ISO

14001 certifications.

Setiabudi Sky Garden

• Desain detil

• Pondasi

• Penyelesaian

• Mekanikal & Elektrikal

• Plumbing

Setiabudi Sky Garden

• Detail design

• Foundation

• Finishing

• Mechanical & Electrical

• Plumbing

Penandatanganan Memorandum of

Understanding (MoU) antara PT. United

Tractors Tbk (UT), PT. Cross Plus Indonesia

(CPI) & PT. Loka Cipta Kreasi (LCK).

Signed the

Memorandum of

Understanding

(MoU) between PT.

United Tractors Tbk

(UT), PT. Cross Plus

Indonesia (CPI) and

PT. Loka Cipta Kreasi

(LCK).

Penjualan dan Pengalihan

saham Perseroan sebanyak

50,1% dari CPI dan LCK

kepada PT Karya Supra

Perkasa, anak Perusahaan

dari PT United Tractors Tbk.

Sale and Transfer of total

50,1% of the Company's

shares from CPI and

LCK to PT Karya Supra

Perkasa, subsidiary of

PT United Tractors Tbk.

Kami menyongsong tahun 2016 dengan optimisme yang juga disertai dengan kehati- hatian.

We are optimistic as we enter 2016 while adhering to prudent business principles.

Kilas Kinerja 2015 2015 Performance Flashback 01

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

8

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Profil PerusahaanCompany Profile

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Peristiwa Penting Tahun 20152015 Event Highlights

Perayaan Ulang Tahun ACSET ke-20.

Celebration of ACSET 20th Anniversary

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ACSET.

ACSET Annual General Meetings of Shareholders.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ACSET.

ACSET Extraordinary General Meetings of Shareholders.

Mendapatkan Pekerjaan Konstruksi Gedung Thamrin Nine

sebagai Gedung Tertinggi yang sedang dalam pembangunan di

Indonesia--72 Lantai dan 6 Lantai Basements.

Acquired Thamrin Nine Construction Project for the Tallest

Building that is Under Construction in Indonesia--72 floors and 6

basements.

30

08

09

24

Januari / January

April / April

Februari / February

Maret / March

9

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Memulai Pengerjaan High-rise Demolition Gedung Sequis

setinggi 26 Lantai dan Gedung CIMB setinggi 18 Lantai.

Start High-rise Demolition Works of Sequis Building (26

floors) and CIMB Building (18 floors).

Paparan Publik ACSET.

Public Expose of ACSET.

Mendapatkan Pekerjaan Pondasi Gedung Indonesia 1 sebagai

Pondasi Terdalam (94 meter) dengan 7 Lantai Basements

(diaphragm wall).

Acquired Indonesia 1 Foundation Project as the Deepest

Foundation for 94 meters depth with 7 basements (diaphragm wall).

Mendapatkan Pekerjaan Infrastruktur untuk Pembangunan Gerbang

dan Kantor Tol untuk Mojokerto-Kertosono dan Cilegon Barat

Acquired Infrastructure Project for Toll Gate and Office in Mojokerto-

Kertosono and West Cilegon Toll Road.

12

11

25

15April / April

November / November

Juni / June

Juni / June

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

10

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Profil PerusahaanCompany Profile

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Marjin laba bersih / Net Profit Margin 3,1% 7,8% 9,7% 7,8%

Marjin laba kotor / Gross Profit Margin 16,5% 18,4% 20,5% 17,2%

Rasio Lancar / Current Ratio 1,33 1,56 1,48 1,15

Average Return on Assets 2,5% 7,6% 9,6% 9,4%

Average Return on Equity 6,4% 17,5% 25,3% 27,4%

Utang/aset / Liability to Asset Ratio 0,23 0,18 0,08 0,13

Utang/equity / Liability to Equity Ratio 0,66 0,42 0,18 0,47

Uraian / Description 2015 2014 2013 2012

Pendapatan bersih / Net revenue 1.356.868 1.350.908 1.014.503 669.906

Laba bruto / Gross profit 224.374 248.939 207.869 115.548

Laba tahun berjalan / Profit for the year 42.222 103.897 97.929 52.233

Laba/(rugi) setelah pajak yang diatribusikan kepada / Profit/(loss) after tax attributable to:

Pemilik entitas induk / Owners of the parent 41.918 104.787 98.071 52.249

Kepentingan non-pengendali / Non-controlling interest 304 (890) (142) (16)

Jumlah saham beredar (dalam juta lembar) / Total outstanding share (in million of shares) 500 500 500 400

Laba bersih per saham (dalam Rupiah) / Earnings per share (in Rupiah) 84 210 196 104

Uraian / Description 2015 2014 2013 2012

Ikhtisar KeuanganFinancial Highlights

Total Aset Lancar / Total Current Assets 1.590.910 1.214.765 1.061.423 607.780

Total Aset Tidak Lancar / Total Non-Current Assets 338.588 258.884 236.935 146.991

Total Aset / Total Assets 1.929.498 1.473.649 1.298.358 754.771

Total Liabilitas Jangka Pendek / Total Current Liabilities 1.199.387 777.115 715.314 527.978

Total Liabilitas Jangka Panjang / Total Non-Current Liabilities 65.252 54.486 24.115 10.317

Total Liabilitas / Total Liabilities 1.264.639 831.601 739.429 538.295

Total Ekuitas / Total Equity 664.859 642.048 558.929 216.476

Total Liabilitas dan Ekuitas / Total Liabilities and Equity 1.929.498 1.473.649 1.298.358 754.771

10 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Rasio KeuanganFinancial Ratio

Uraian / Description 2015 2014 2013 2012

(dalam jutaan Rupiah / in million Rupiah)

(dalam jutaan Rupiah / in million Rupiah)

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN / CONSOLIDATED STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN /CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION

11

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Grafik Ikhtisar KeuanganCharts of Financial Highlights

dalam jutaan Rupiah / in million Rupiah

(dalam Rupiah penuh / in full Rupiah)

Pendapatan bersihRevenues

20132012 2014 2015

1.356.868 1.350.908

1.014.502

669.906

Laba setelah pajak yang diatribusikan kepada entitas indukProfit after tax attribute to owners of the parent

20132012 2014 2015

41.918

104.787 98.071

52.249

Jumlah ekuitasTotal equity

20132012 2014 2015

664.859 642.048

558.929

216.476

EBITDAEBITDA

20132012 2014 2015

181.187

234.235

194.155

102.387

Jumlah liabilitasTotal liability

20132012 2014 2015

1.264.639

831.601 739.429

538.295

Laba bersih per sahamEarnings per share

20132012 2014 2015

84

210 196

104

115.548

Laba brutoGross profit

20132012 2014 2015

207.869

248.939

224.374

Jumlah asetTotal assets

20132012 2014 2015

1,929.498

1,473.649 1.298.358

754.771

Kontrak baru (dalam triliun Rupiah)New contract (in trillion Rupiah)

20132012 2014 2015

3,09

0,61

1,62

1,26

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

12

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Profil PerusahaanCompany Profile

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Ikhtisar Saham Stock Highlights

Periode / Period Tertinggi /Highest

(Rp)

Terendah /Lowest (Rp)

Penutupan /Closing (Rp)

Volume Rata-rata / Average Volume

Triwulan I / Quarter I 5.975 3.500 5.400 61.755.300

Triwulan II / Quarter II 5.450 4.190 4.700 21.790.500

Triwulan III / Quarter III 5.025 3.350 4.200 12.938.300

Triwulan IV / Quarter IV 4.395 2.550 3.020 14.190.400

Periode / Period Tertinggi /Highest

(Rp)

Terendah /Lowest (Rp)

Penutupan /Closing (Rp)

Volume Rata-rata / Average Volume

Triwulan I / Quarter I 2.355 1.700 2.320 27.940.100

Triwulan II / Quarter II 2.500 2.100 2.345 16.275.100

Triwulan III / Quarter III 3.700 2.250 3.300 31.092.800

Triwulan IV / Quarter IV 3.920 3.025 3.725 31.712.500

Periode / Periods

Periode / Periods

2015

2014

Tertinggi /Highest (Rp)

Tertinggi /Highest (Rp)

Terendah /Lowest (Rp)

Terendah /Lowest (Rp)

Penutupan /Closing (Rp)

Penutupan /Closing (Rp)

Volume Transaksi / Transaction Volume

Volume Transaksi / Transaction Volume

INFORMASI HARGA SAHAM TRIwULAN 2015 / INFORMATION ON 2015 QUARTERLy STOCK PRICE

INFORMASI HARGA SAHAM TRIwULAN 2014 / INFORMATION ON 2014 QUARTERLy STOCK PRICE

13

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

KAPITALISASI PASAR / MARKET CAPITALIzATION

500

1.000

1.500

2.000

2.500

3.000

Kapitalisasi Pasar 2015 Market Capitalization 2015dalam miliar Rupiah

in billion Rupiah Kapitalisasi Pasar 2014 Market Capitalization 2014

Bulan Month

Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec

Menjaga hubungan baik dengan pelanggan merupakan kunci untuk mendapatkan dan mempertahankan kontrak

baru di dunia konstruksi. Karena itu, kami berupaya memuaskan pelanggan di

setiap tahapan proyek serta pada waktu yang bersamaan, meningkatkan kemampuan

untuk memenuhi harapan pemilik proyek yang senantiasa meningkat.

Maintaining excellent customer relationship is key to secure potential contracts. Therefore, we strive to maintain our customer satisfaction in every stage of projects and

improve our capability to meet project owners expectations.

Laporan Dewan Komisaris dan Direksi Board of Commissioners and Board of Directors Report

02

16 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Laporan Dewan KomisarisBoard of Commissioners Report

GIDION HASANPresiden Komisaris

President Commissioner

17

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

PEMEGANG SAHAM yANG TERHORMAT, Tahun 2015 merupakan tahun yang penuh dengan gejolak

dan tantangan baru. Banyak usaha dan kerja keras yang

telah dilakukan dalam menghadapi tantangan tersebut,

sehingga pada akhirnya ACSET dapat menutup tahun 2015

dengan sangat baik dalam hal perolehan kontrak baru. Hal

ini membuktikan bahwa ACSET selalu memiliki semangat

sebagai tim yang tajam, solid, ulet dan inovatif, bahkan dalam

menghadapi iklim usaha yang kurang kondusif.

Perekonomian global yang melambat, tidak dapat dipungkiri,

turut mempengaruhi perekonomian Indonesia secara

keseluruhan. Secara garis besar, perlambatan ekonomi

bukanlah hal yang berada di dalam kontrol kita. Namun,

merupakan hal yang tidak dapat kita kendalikan sepenuhnya.

Kondisi inilah yang disebut kondisi normal yang baru, kondisi

yang harus kita hadapi dengan sikap yang pantang menyerah

dan terus aktif berinovasi. Kondisi ini bukanlah sesuatu yang

harus dikeluhkesahkan, namun justru harus kita embrace dan

kita jadikan pendorong untuk terus bergerak maju.

DEAR DISTINGUISHED SHAREHOLDERS, The year 2015 has been turbulent and challenging for us. A lot

of effort and hard works have been committed in facing the

challenges, enabling us to end 2015 in a high note, in terms of

new contracts acquisition. This has proven how ACSET always

maintains a sharp, solid, diligent, and innovative team spirit,

even in a less than conducive business climate.

The global economic slowdown, undoubtedly, influenced

Indonesian economy as well. Generally, this slowdown was

certainly beyond our control. Nevertheless, this condition, also

known as the new normal, has to be faced with an unending

spirit of perseverance and constantly willing to innovate. It was

never a condition to be complained upon, instead, it was one

to be embraced and made a driving force to push us forward.

Inilah saatnya kita menghadapi "the new normal". Pusatkan upaya pada hal-hal yang dapat dikendalikan, daripada mengeluhkan hal-hal di luar kendali kita.

This is the new normal and we should embrace it. Focus on something that we can control, rather than complaining on something that we cannot control.

18 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Selaras dengan ini, komitmen pemerintah Indonesia untuk

terus mengedepankan insiatif perbaikan infrastruktur dan

birokrasi bertepatan dengan upaya ACSET untuk dapat

memperluas kiprahnya di bidang jasa konstruksi dan memiliki

peluang untuk memasuki pasar infrastuktur yang lebih luas.

Posisi ACSET juga diperkuat seiring dengan bergabungnya

ACSET dengan salah satu grup yang terdepan dalam bidang

alat berat dan pertambangan, PT United Tractors Tbk, pada

awal tahun 2015. Secara timbal balik, ACSET diperhitungkan

sebagai entitas bisnis yang tangguh untuk menyeimbangkan

portofolio bisnis Grup United Tractors di bidang konstruksi.

KINERJA DIREKSIKondisi makroekonomi yang penuh tantangan dan dengan

semakin kompleksnya dari segi intensitas dan jumlah pesaing

domestik serta asing kompetisi usaha konstruksi di Indonesia

terus memacu ACSET untuk aktif mencari peluang, bersaing

secara sehat dan mengembangkan kemampuannya untuk

selalu memberikan kualitas yang terbaik. Terbukti pada tahun

2015, ACSET berhasil mencatatkan kontrak baru sebesar Rp

3,1 triliun, pencapaian tertinggi ACSET setelah selama lebih

dari 20 tahun bergelut dalam industri konstruksi. Selain itu,

pendapatan bersih tahun 2015 tercatat pada angka Rp1,36

triliun yang didapatkan dari pendapatan jasa konstruksi

sebesar 62%, pendapatan jasa pondasi sebesar 33%, dan

pendapatan lainnya sebesar 5%.

Dewan Komisaris melihat bahwa pencapaian gemilang ini tidak

bisa dilepaskan dari semua dedikasi dan kontribusi seluruh

jajaran yang ada di dalam ACSET. Secara keseluruhan, kami

menilai bahwa Direksi telah mengimplementasikan dengan

sangat baik semua langkah-langkah usaha yang strategis

untuk terus memajukan performa ACSET di tengah-tengah

perlambatan ekonomi nasional. Selain itu, Direksi bersama

dengan manajemen juga berhasil mengatasi tantangan

operasional, bahkan mampu melakukan diversifikasi usaha di

bidang bisnis high-rise demolition work dan pekerjaan terkait

infrastruktur di tahun 2015.

It was in this spirit, the Indonesian government's commitment

to put forth initiatives to create better infrastructures and

bureaucracy aligned to broaden its contribution construction

services business, and to enter greater infrastructure markets.

ACSET's position was also strengthened when it joined one

of the nation's most prominent business groups in heavy and

mining equipments, PT United Tractors Tbk, in early 2015. As

a result, ACSET is now considered as a firm business entity to

balance the United Tractors Group's construction portfolios.

BOARD OF DIRECTORS’ PERFORMANCE The turbulent and challenging macroeconomic condition, with

its growing complexities—in terms of intensity and number of

domestic and foreign competitors—the level of competition

for construction services business in Indonesia constantly

drives ACSET to actively seek for new opportunities, compete

in good spirit and to develop its abilities to achieve the highest

possible quality. It has been proven in 2015, ACSET managed to

earn IDR 3.1 trillion worth of contracts, the highest for ACSET

in more than 20 years of its history in the business. In addition,

last year's net revenue was recorded at IDR 1.36 trillion, 62% of

which came from construction services, 33% from foundation

services, and 5% from others.

The Board of Commissioner views that this glowing achievement

is inseparable from the dedication and contribution from every

single individual within ACSET. Overall, we have seen that

the Board of Directors has implemented properly all strategic

business actions to further push forward ACSET's performance

in the middle of national economic downturn. At the same

time, the Board of Directors along with the Management have

successfully dealt with various operational challenges, and

even been able to diversify ACSET's business lines in high-rise

demolition business and infrastructure-related works in 2015.

19

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Kami terus mendapatkan bantuan dari Komite Audit dalam

mengkaji laporan keuangan dan dalam pengawasan

manajemen internal serta manajemen resiko. Kontribusi

karyawan dan seluruh anak perusahaan juga tidak kalah

pentingnya dalam upaya pengembangan usaha ACSET.

Seluruh pencapaian ini merupakan hal yang patut diberikan

apresiasi dan dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan

target pencapaian di tahun yang akan datang.

PANDANGAN ATAS PROSPEK USAHA PERUSAHAAN yANG DISUSUN OLEH DIREKSIDengan mempertimbangkan kondisi eksternal dan kompetensi

ACSET, Dewan Komisaris menilai bahwa rencana kerja yang

disusun Direksi telah memperhitungkan dengan seksama

prospek usaha pada tahun mendatang. Walaupun masih ada

gejolak yang signifikan dalam perekonomian global, beberapa

langkah antisipatif yang dijalankan oleh pemerintahan yang

baru diperkirakan akan memberi warna positif terhadap

kondisi perekonomian domestik.

Tahun 2016 akan menjadi tahun yang cukup menantang

kemampuan kita untuk senantiasa melakukan terobosan

baru untuk mencapai penghasilan usaha yang lebih optimal.

Kami yakin bahwa dengan adanya perencanaan dan

pengimplementasian strategi usaha yang matang; konsistensi

untuk terus memperkaya keahlian dan spesialisasi; komitmen

kuat untuk selalu menerapkan praktik Good Corporate

Governance (GCG); serta inisiatif people untuk terus berinovasi

dan memberikan kualitas yang terbaik, ACSET dapat terus

mempertahankan posisinya sebagai Perusahaan yang terbaik

dan terdepan dalam hal quality dan safety.

We are assisted continuously by the Audit Committee in

analyzing the financial report and for internal management

oversight, also in terms of risk management. Employees' and

subsidiaries' contributions are equally important in developing

ACSET' businesses. All of these are worth gracious appreciation

and shall be treated as motivation to constantly improve our

target achievement in the upcoming year.

VIEw ON THE BOARD OF DIRECTORS' BUSINESS PROSPECTS

By considering various external conditions and ACSET's own

competencies, the Board of Commissioners has determined

that the Board of Directors' business plan has carefully taken

into account the business prospects for the coming year.

Despite the presence of significant turbulence in global

economy, a number of anticipatory measures taken by the new

administration are predicted to spur positive outlook to our

domestic economy.

The year 2016 will definitely be challenging for us to create

new breakthroughs to reach optimal business returns. We are

convinced that with proper planning and implementation

of business strategy, consistency on enrichment and skill

improvement, strong commitment for good corporate

governance practices, and people initiatives to continuously

innovate and to give the best quality, ACSET can continuously

maintain its position as a front runner in terms of quality and

safety.

20 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

PENGAwASAN, PENILAIAN, DAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Di tahun 2015, Dewan Komisaris melaksanakan tugas

pengawasan serta memberikan rekomendasi dalam

penerapan praktik prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan

oleh Direksi. Selain itu, Dewan Komisaris juga senantiasa

melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi

prinsip Tata Kelola Perusahaan dengan bantuan dari Komite

Audit. Dewan Komisaris bersama dengan seluruh entitas

perusahaan mematuhi prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan

di seluruh kegiatan usaha perusahaan dan anak perusahaan

demi terciptanya usaha yang transparan dan akuntabel.

PELAKSANAAN TANGGUNG JAwAB SOSIAL PERUSAHAANTanggung jawab sosial perusahaan merupakan faktor

krusial yang tidak dapat dilepaskan dari praktik Tata Kelola

Perusahaan yang dijalankan oleh ACSET. ACSET memiliki

komitmen dan dedikasi untuk melaksanakan tanggung jawab

sosial perusahaan dengan berlandaskan pada keyakinan

bahwa bisnis harus bisa menjadi bermanfaat bukan hanya

untuk perusahaan, namun juga bisa bermanfaat bagi kebaikan

masyarakat.

Sepanjang tahun 2015, ACSET terus melaksanakan tanggung

jawab sosial perusahaannya di empat bidang utama,

yaitu bidang sosial dan kemasyarakatan (memajukan

masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan vital); bidang

praktik ketenagakerjaan (pengembangan dan peningkatan

kesejahteraan karyawan); bidang Keselamatan, Keamanan dan

Kesehatan Kerja (pembentukan Panitia Pembina Keselamatan

dan Kesehatan kerja untuk program penyuluhan dan

pengawasan aspek keselamatan); serta bidang tanggung jawab

kepada konsumen (memperhatikan masukkan konsumen

sebagai faktor penunjang usaha yang berkelanjutan).

OVERSIGHT, EVALUATION, AND IMPLEMENTATION OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) In 2015, the Board of Commissioners has taken the responsibility

of oversight and has also provided recommendations on

implementation of practices of GCG principles to the Board of

Directors. Also, the Board of Commissioners has also conducted

regular evaluation to such implementation with close assistance

of the Audit Committee. The Board of Commissioners, along

with all corporate entities, adhere to the principles of GCG in

all our business practices, both in parent and subsidiaries, to

ensure transparent and credible businesses.

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITy IMPLEMENTATION Company social responsibility is a crucial factor which cannot

be separated from Good Corporate Governance practices that

are implemented by ACSET. ACSET is committed and dedicated

to implement company social responsibility based on the belief

that business shall bring benefit not only for the company, but

also for the society wellbeing.

Throughout 2015, ACSET has continued to implement its

company social responsibility in four main aspects: Social and

Community aspect (society development through the fulfillment

of essential necessity); Labor Practice aspect (development and

enhancement of employees’ welfare); Occupational Health and

Security (establishment of Occupational Health and Safety

Supervisory Team to supervise and monitor safety and health

aspect), and Company's Responsibility to the Consumer aspect

(observing consumers' inputs as driving factors of sustainable

business support).

21

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

PERUBAHAN KOMPOSISI DEwAN KOMISARIS Di tahun 2015, sesuai dengan keputusan yang dihasilkan

dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)

pada 9 Februari 2015, terdapat pergantian komposisi Dewan

Komisaris.

Dengan bergabungnya ACSET sebagai bagian dari keluarga

besar PT United Tractors Tbk, merupakan sebuah kehormatan

bagi saya untuk dapat mengemban tanggung jawab sebagai

Presiden Komisaris dari PT Acset Indonusa Tbk. Saya harap

dengan terus membangun tim yang kuat dan suportif, kita

dapat bersama-sama menghantarkan ACSET sebagai pemain

unggul di industri konstruksi.

Melalui kesempatan ini juga, kami ingin menyambut

kedatangan Bapak Bambang Widjanarko Santoso sebagai

anggota Dewan Komisaris yang baru.

Dengan adanya wajah baru dalam susunan Dewan

Komisaris, kami berharap bahwa kedepannya, ACSET dapat

mempertahankan tim yang solid dengan etos kerja yang tinggi

dalam rangka mencapai target usaha di masa mendatang.

CHANGES IN THE COMPOSITION OF BOARD OF COMMISSIONERS In 2015, the Board of Commissioners composition was changed

based on the resolutions made in Extraordinary General

Meeting of Shareholders (EGMS) on February 9, 2015.

By having ACSET as a part of PT United Tractors Tbk's family, it

is an honor for me to embrace the responsibility as President

Commissioner of PT Acset Indonusa Tbk. I expect by continually

building a strong and supportive team, together we can bring

ACSET as a forerunner in construction industry.

In this opportunity, we would also like to welcome Mr.

Bambang Widjanarko Santoso as a new member of the Board

of Commissioners.

By having a new figure in the Board of Commissioners

composition, we hope that ACSET may preserve a solid team

with high work ethics in achieving business target in the future.

22 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

APRESIASIAtas nama Dewan Komisaris, kami mengucapkan banyak terima

kasih kepada PT United Tractors Tbk selaku pemegang saham

mayoritas dan para pemegang saham lainnya atas arahan yang

telah diberikan kepada ACSET. Kami juga mengucapkan terima

kasih kepada seluruh pemangku kepentingan ACSET yang

terus memberikan dukungan untuk tumbuh dan berkembang

menjadi salah satu perusahaan konstruksi yang terkemuka di

tanah air.

Kepada seluruh karyawan, khususnya Direksi dan karyawan

ACSET, kami sangat menghargai kerja keras dan dedikasi yang

telah diberikan. Kami berharap seluruh insan ACSET untuk

dapat terus bekerja dengan sepenuh hati dan semangat,

sehingga dapat terus berpikir positif dalam menghadapi

lesunya perekonomian nasional, terus mengupayakan sinergi

dan inovasi.

Apresiasi yang sangat tinggi pula kami sampaikan kepada

seluruh mitra kerja atas kepercayaan yang telah diberikan

kepada ACSET. Kami akan terus melakukan berbagai upaya

perbaikan, melakukan inovasi dalam rangka memenuhi

kebutuhan pelanggan dan memberikan solusi untuk kepuasan

mitra kerja kami. Melalui usaha ini, kami yakin bahwa kami

mampu memberikan nilai tambah bagi semua pemangku

kepentingan dan dapat secara konsisten mewujudkan visi

serta misi Perusahaan.

APPRECIATION On behalf of the Board of Commissioners, we would like to

thank PT United Tractors Tbk as the majority shareholder and

all other shareholders for the guidance given to ACSET. We

would also like to express out highest gratitude to all of ACSET

stakeholders who continuously providing support to grow

and develop as one of leading construction company in this

country.

To all employees, particularly the Board of Directors and

ACSET employees, we really appreciate all the hard works and

dedications that have been given. We hope that all individuals

in ACSET will continue working wholeheartedly and full of

spirit with a positive mindset in facing the national economic

slowdown, and constantly striving for synergy and innovation.

We would also express a very high appreciation to all partners

for trusting ACSET. We will conserve to improve, innovate in

order to fulfill customer needs and provide solution for our

partners’ satisfaction. Through this effort, we believe that we

are able to give an added value to all of the stakeholders and

consistently actualizing the Company’s vision and mission.

GIDION HASAN

Presiden Komisaris President Commissioner

23

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

ANDI ANzHAR CAKRA wIJAyAKomisaris

Commissioner

GIDION HASANPresiden Komisaris

President Commissioner

BAMBANG wIDJANARKO SANTOSOKomisaris

Commissioner

IR. ROBERT MULyONOKomisaris Independen

Independent Commissioner

24 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Laporan DireksiBoard of Directors Report

TAN TIAM SENG RONNIEPresiden Direktur

President Director

25

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

PARA PEMEGANG SAHAM yANG TERHORMAT,Di tahun 2015, kondisi perekonomian global masih penuh

dengan tantangan yang disebabkan oleh melemahnya

performa ekonomi negara-negara maju. Hal ini berdampak

bagi perekonomian Indonesia yang masih berorientasi pada

kegiatan ekspor sumber daya alam dan komoditas lainnya.

Oleh karena itu, pemerintah telah mengambil kebijakan untuk

mengurangi subsidi bahan bakar dan membatasi subsidi pada

bahan bakar diesel, sementara yang lain telah perlahan-lahan

dihapuskan.

Di pertengahan tahun 2015, Indonesia dihadapkan pada

kenaikan nilai tukar mata uang yang berdampak pada kenaikan

harga pada beberapa bahan baku impor. Sebagai tanggapan

atas hal ini, pemerintah memberlakukan pengetatan

penggunaan mata uang asing serta mengeluarkan kebijakan

paket ekonomi yang menekankan pada pembangunan

infrastruktur dan reformasi birokrasi.

PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) yang bergerak di bidang

konstruksi dan properti menyambut baik kebijakan tersebut

dengan pandangan yang optimis. Faktanya, kondisi

pasar properti di tahun 2015 tetap menarik, meski terjadi

perlambatan pertumbuhan ekonomi. Hal ini tergambar dari

kondisi demografi Indonesia yang mengalami peningkatan

dan berpusat di perkotaan seiring dengan tren urbanisasi serta

meningkatnya jumlah masyarakat ekonomi kelas menengah.

Kami percaya bahwa potensi ACSET di industri konstruksi

akan terus mengalami peningkatan yang positif di masa

mendatang, karena ACSET telah memiliki pengalaman dalam

industri konstruksi domestik maupun negara-negara lainnya

yang kerap kali mengalami fluktuasi pertumbuhan ekonomi.

Kinerja ACSET senantiasa terjaga dari masa ke masa, hal ini karena ACSET memiliki pengalaman dan keberagaman keahlian yang terus ditingkatkan.ACSET consistently maintains its performance through the year, as ACSET has the experience and various skills that are continually improved.

DEAR DISTINGUISHED SHAREHOLDERS,

In 2015, the global economic condition remained full of

challenges due to the depreciating performance of most major

economies. This situation affected the Indonesian economy

which was derived mainly from export of natural resources and

commodities. In this regards, the Government issued a policy

to reduce fuel subsidy and limit the subsidy for diesel fuel while

gradually removing other subsidies.

In mid-2015, Indonesia experienced Rupiah currency

depreciation that gave impact on price inflation on imported

materials. As a response, the government imposed strict

usage of Rupiah currency on transactions and issued policy on

economic package, focusing on infrastructure and bureaucracy

reformation.

PT Acset Indonusa Tbk (ACSET), which engaged in construction

service business, eagerly welcomed the policy with positive

outlook. The fact showed that, despite the slowdown in

economic growth, property market remained promising in

2015. This fact was illustrated in Indonesia’s demographic

condition that improved and in line with urbanization trend,

also with the rising number of people in middle-income

segment. We believe that ACSET’s potential in construction

industry will continue to grow, as ACSET has extensive

experience in both domestic and foreign construction market,

which have cyclical growth.

26 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Indonesia, sebagai negara dengan pendapatan domestik

bruto terbesar di Asia Tenggara, memiliki kandungan sumber

daya alam yang dapat mendukung pembangunan yang

berkelanjutan. Kami percaya bahwa, industri konstruksi akan

terus berkembang karena selaras dengan kebijakan-kebijakan

pemerintah dalam bidang investasi. Selain itu, pemerintah

telah menyampaikan rencana peningkatan belanja negara di

bidang pembangunan dan pengembangan infrastuktur serta

fasilitas penunjang lainnya, dimana hal ini akan mendorong

pertumbuhan industri pada sektor konstruksi. Kami juga

percaya bahwa dengan adanya inisiatif dari pemerintah

dalam upayanya untuk melakukan deregulasi peraturan

terkait dengan kebijakan-kebijakan yang kurang bersahabat

bagi masuknya investasi asing juga kami pandang sebagai

faktor pendukung terciptanya iklim yang lebih kondusif bagi

pertumbuhan industri konstruksi.

KINERJA ACSET 2015Walaupun menghadapi kondisi-kondisi yang menatang,

sepanjang tahun 2015, kinerja finansial ACSET cukup

memuaskan. Melemahnya Rupiah dibandingkan mata uang

asing dan risiko usaha lainnya juga turut memainkan peranan

dalam nilai profitabilitas ACSET secara keseluruhan. Oleh karena

itu, strategi ACSET adalah untuk tetap fokus pada upaya-upaya

yang telah dijalankan serta memperluas pangsa pasar dengan

meningkatkan kualitas pembangunan gedung-gedung tinggi.

Kontribusi utama pendapatan usaha yang diraih ACSET di tahun

2015, salah satunya berasal dari pendapatan pembangunan

konstruksi. Hal ini menunjukan bahwa strategi yang

dijalankan Perseroan sudah tepat sasaran. Pendapatan bersih

konsolidasian di tahun 2015 tercatat sebesar Rp1,36 triliun

yang diperoleh dari pendapatan jasa konstruksi sebesar 62%

dan pendapatan jasa pondasi sebesar 33%, serta pendapatan

lainnya sebesar 5%.

Di tahun 2015, ACSET mencatat nilai kontrak sebesar Rp3,1

triliun, kenaikan yang sangat signifikan jika dibandingkan

dengan nilai kontrak tahun 2014, yaitu sebesar Rp606 miliar.

Estimasi nilai proyek secara tepat adalah salah satu strategi

utama kami. Perhitungan jumlah penawaran dan permintaan

secara holistik, misalnya dengan menimbang adanya

penurunan harga minyak dan baja serta peningkatan

penawaran harga dari pemasok sebagai akibat dari adanya

peningkatan permintaan untuk mencapai persaingan harga

yang kompetitif dan anggaran biaya yang lebih rendah,

merupakan beberapa upaya kami untuk menghadapi kondisi

ekonomi kini.

Indonesia, as a country with the biggest Gross Domestic

Product in Southeast Asia, has rich natural resources that are

capable to support sustainable development. We believe that

construction industry will continue to prosper in line with the

government investment policies. Besides, the government

has delivered their intention to raise development budget in

infrastructure power and other supporting facilities, which will

foster the growth of construction industry. We also believe that

the government’s initiative and efforts in deregulating policies

that hinder foreign investment and encouraging foreign direct

investments will eventually create favourable condition for

construction industry to develop.

ACSET’S PERFORMANCE IN 2015Despite the challenging condition, ACSET’s financial

performance in 2015 was considered satisfactory based on its

profitability. Rupiah depreciation against foreign currencies and

other business risks significantly affected ACSET’s performance

in general. ACSET’s strategy is to focus on its existing business

and expand its market share by improving the quality and

performance of high-rise building construction.

One of the major revenues contribution achieved by ACSET

in 2015 comes from income building construction. This

demonstrated that the Company’s strategy has been properly

implemented. Consolidated revenue in 2015 was Rp1.36

trillion, which derived from main construction works revenue

of 62%, foundation services revenue of 33%, and other revenue

of 5%.

In 2015, ACSET has achieved new contract value of Rp3,1

trillion, a significant increase as compared with achieved new

contract value in 2014 of Rp606 billion.

An accurate estimation of project costing is one of our main

strategies. Being able to assess the market supply and demand,

and leveraging on the lower fuel and steel prices to achieve a

competitive pricing and lower cost budget, are some of our

efforts in responding to this matter.

27

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Pada tahun mendatang, kami menargetkan jumlah proyek

senilai Rp3,5 triliun dan kami optimis bahwa target tersebut

dapat terealisasi dengan adanya dukungan dan kepercayaan

dari para klien dan pemegang saham. Merupakan komitmen

kami untuk selalu memberikan nilai tambah bagi para

pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Kami

berupaya meningkatkan kapabilitas dalam bidang konstruksi

serta hal-hal lainnya yang terkait dengan jasa konstruksi

seperti, pembangunan infrastruktur dan pembangkit listrik.

Dalam jangka waktu panjang, ACSET juga terus aktif dalam

mencari peluang pembangunan infrakstruktur. Sementara itu,

ACSET juga terlibat dalam proyek bergengsi Astra Biz Centre,

yang mana turut menguatkan portfolio ACSET di tahun 2015.

Dengan strategi yang kami kelola, ACSET optimis dapat

mencapai target dan dapat meningkatkan nilai proyek yang

lebih baik dibanding tahun lalu. Pada tahun 2015, kami

menerima proyek pengerjaan bangunan tertinggi saat ini,

72 lantai dengan 6 lantai basement, yaitu Gedung Thamrin

Nine. Selain itu, kami juga sedang dalam penggarapan

proyek Gedung Indonesia 1 yang merupakan gedung dengan

basement terdalam hingga saat ini, 94 meter dengan 7 lantai

basement. Dua proyek tersebut merupakan tantangan bagi

ACSET untuk dapat terus meningkatkan kemampuannya

serta menjadi tonggak sejarah bagi ACSET dari segi bangunan

tertinggi dan terdalam yang pernah ACSET kerjakan. Proyek

ini merupakan tantangan yang paling berkesan bagi ACSET

dan menjadi tonggak sejarah sebagai bangunan tertinggi dan

pondasi terdalam yang pernah kami kerjakan.

TANTANGAN 2015Kinerja ACSET secara konstan terus terjaga dari masa ke

masa. Hal ini ada karena ACSET memiliki pengalaman dan

ragam keahlian yang secara konsisten terus ditingkatkan.

Penguasaan pangsa pasar merupakan salah satu faktor

penting dalam menjaga stabilitas kinerja Perseroan. Dalam

bidang operasional, ACSET dihadapkan pada tantangan akan

perubahan kebijakan pemerintah tentang pemberian izin

mendirikan bangunan baru, dimana hal ini kerap mengalami

perubahan paska pemerintahan baru terbentuk. Terlepas

dari itu, seiring dengan perkembangannya, kami optimis

bahwa pemerintah telah melaksanakan kebijakan yang dapat

mendukung peningkatan usaha berkelanjutan yang terkait

dengan industri jasa konstruksi.

In the following year, we target a total new contract value of Rp3,5

trillion and we remain optimistic that such target can be realized

with supports and trust from the clients and shareholders. It is

our commitment to provide added value for the shareholders

and other stakeholders. We strive to improve our capability in

the construction sector by offering our construction services to

infrastructure and power plant development project. In longer

term, ACSET continues to actively seeking opportunities in

the infrastructure development projects. In addition, ACSET is

also involved in prestigious project namely Astra Biz Centre, of

which the project also strengthened ACSET’s portfolio in 2015.

With the strategy that we manage, ACSET is able to meet its

targets and achieve better project value compared with the

previous year. In 2015, we are awarded the contract to construct

currently the highest building that is the Thamrin Nine

building, which comprised of 72 floors and 6 floors basement.

In addition, we are currently working on Gedung Indonesia 1

project, a building with deepest bored piles foundation of 94

meters and 7 floors basement. These projects are the most

challenging for ACSET and thus become a milestone for the

highest building and deepest foundation and basements that

we have undertaken.

CHALLENGES IN 2015ACSET constantly maintains its performance through the

year, as ACSET has the experience and various skills that are

consistently improved. Market share growth is one of our

significant factors in maintaining the Company’s performance

stability. In operational stage, ACSET is faced with challenges

from the continuous change in government policy on the

granting of building permit since the establishment of the new

government. Nevertheless, ACSET believes that the government

has conducted the policy that supports sustainable business

improvement in construction services industry.

28 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Kami menilai kinerja Perusahaan dengan berdasarkan pada

laporan yang sudah diaudit dalam rangka mendapatkan

tinjauan atas perkembangan dan pencapaian yang sudah

dilakukan. Selain itu, berdasarkan pada hal yang sama kami

juga dapat menentukan target profit tahun mendatang.

Berdasarkan pada pengalaman yang ada, kami akan berupaya

untuk menampilkan performa yang lebih baik lagi dari target

yang sudah ditentukan.

Anjloknya nilai tukar Rupiah juga merupakan salah satu

tantangan besar bagi kami. Kami memulai proyek dengan

estimasi nilai tukar Rupiah sebesar Rp9.000 per dolar AS,

namun seiring dengan waktu, Rupiah melemah hingga ke titik

Rp14.000 per dolar AS. Terlebih lagi, harga bahan bakar diesel

yang cukup fluktuatif sepanjang tahun 2015 juga memiliki

andil yang cukup besar dalam kinerja operasional ACSET.

We assess the Company’s performance based on the audited

reports in order to observe the development and achievement

that we have accomplished. In addition, we also are able to

determine the target profit level in the future. Based on our

experience, we will strive to perform better than our target.

Rupiah devaluation is a significant challenge for the Company.

We started our project with estimated Rupiah exchange value

of Rp9,000 per US Dollar and over time, Rupiah declined up to

Rp14,000 per US Dollar. Furthermore, fluctuating diesel price in

2015 also have affected ACSET’s operational performance.

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners' and Board of Directors' Report

29

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

PROSPEK USAHAKami melihat terdapat banyak peluang di pusat atau kawasan

bisnis (Central Business District) Jakarta, dimana permintaan di

pasar properti high-end dan berkualitas untuk komersil dan

area perumahan masih tinggi.

Walaupun sentimen di pasar properti nampaknya menurun,

performa ACSET justru terbukti tangguh, sebagaimana

terefleksikan dalam perolehan kontrak baru dan pendapatan

total Perusahaan. ACSET secara berkelanjutan dengan terus

meningkatkan kinerja kami dan menghasilkan produk-produk

yang premium. Hal ini memperlihatkan bahwa ACSET memiliki

cukup peluang dan permintaan dari pengembang/developer

terkemuka untuk jasa konstruksi kami.

BUSINESS OUTLOOKIn our view, more opportunities exist in the Central Business

District (CBD) of Jakarta, where the markets for high-end

and quality commercial and residential properties are still in

demand.

While the property market sentiment is in decline, ACSET’s

performance has proven to be resilience as reflected in our

significant increased in our new order book and revenue. ACSET

continuously improves our performance and delivers premium

products. This presented ACSET with ample opportunities

and demand from reputable developers for our construction

services.

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

30 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

TAN TIAM SENG RONNIE

Presiden DirekturPresident Director

JEFFREy GUNADI CHANDRAwIJAyA

Wakil Presiden DirekturVice President Director

Tahun 2015, ACSET telah melakukan ekspansi dalam aktivitas

konstruksi, khususnya yang terkait dengan proyek infrastruktur,

sebagai bagian dari strategi Perusahaan. Kami akan terus

mengimplementasikan strategi tersebut dan meningkatkan

kapabilitas serta partisipasi kami dalam sektor infrastruktur.

PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Penerapan Tata Kelola Perusahaan ACSET akan terus

disesuaikan dengan peraturan dan perundang-undangan yang

berlaku seiring dengan perubahan peraturan oleh pasar modal.

ACSET mewujudkan komitmennya sebagai warga korporasi

yang baik melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik

secara konsekuen dan transparan. Kami selalu berupaya untuk

menyesuaikan diri dengan Astra dan United Tractors Group

sebagai pemegang saham utama Perseroan dan telah melalui

proses persetujuan Dewan Komisaris dan Internal Audit. Selain

itu, kami juga selalu berusaha untuk meminimalisasi terjadinya

benturan kepentingan yang berdampak negatif bagi Perseroan.

PENUTUPSemua pencapaian yang telah kami lakukan tidak bisa

dilepaskan dari adanya kepercayaan, dukungan dan dorongan

positif dari para pelanggan, pemegang saham dan Dewan

Komisaris. Kami juga ingin menyampaikan terima kasih

kepada para karyawan dan pihak terkait lainnya atas kontribusi

berharga untuk mencapai dan menjaga stabilitas kinerja

Perseroan.

In the year 2015, ACSET has expanded its construction activities

in infrastructure related projects as part of the Company

strategy. We will continue to implement the strategy and

increase our capabilities and participation in the infrastructure

sector.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE IMPLEMENTATIONGood Corporate Governance (GCG) implementation shall

constantly be adjusted in compliance with the prevailing

regulations and changes in the capital market. ACSET

understands its commitment as good corporate citizen

through consistent and transparent implementation of GCG.

We endeavour to adjust and be in line with ASTRA and United

Tractors Group as the Company’s major shareholders through

approval process by the Board of Commissioners and Internal

Audit. With these measures, we aim to minimize the occurrence

of conflicts of interest, which may have negative impacts for

the Company.

CLOSINGOur accomplishment cannot be achieved without the trust,

strong support and motivation from the clients, shareholders

and Board of Commissioners. In this regards, we wish to also

extend our gratitude to all of our employees and related parties

for their valuable contribution in achieving and maintaining

the Company’s performance.

31

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

JEFFREy GUNADI CHANDRAwIJAyA

Wakil Presiden DirekturVice President Director

wILTARSA HALIMDirektur IndependenIndependent Director

TAN TIAM SENG RONNIEPresiden DirekturPresident Director

HILARIUS ARwANDHIDirekturDirector

LUKAS IwAN SETIADIDirekturDirector

HERJADI BUDIMANDirekturDirector

Sinergi yang solid semakin memperkuat nilai Perseroan di mata publik, pemegang saham maupun pemangku kepentingan lainnya.

Solid sinergy has strengthened our value in the market, shareholders and other stakeholders.

Profil Perusahaan Company Profile 03

34 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Identitas Perusahaan Corporate Identity

34 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Kilas Kinerja 2015Flashback Performance 2015

Profil PerusahaanCompany Profile

Nama Perusahaan Company Name PT Acset Indonusa Tbk

Nama Perusahaan Sebelumnya Previous Name

Sampai saat ini Perseroan tidak pernah melakukan perubahan nama. The Company has not changed its name.

Bidang Usaha/Produk Line of Business/Products

Jasa konstruksi gedung, konstruksi bangunan, konstruksi elektrikal dan komunikasi, konstruksi khusus berupa pemasangan pondasi dan pilar. Construction services for buildings, structures, electrical and communication, and specialized construction for foundation and pillar.

Tanggal Pendirian Date of Establishment

10 Januari 1995 January 10, 1995

Akte Pendirian Deed of Establishment

Akta No.02 Tahun 1995, dibuat dihadapan Notaris Liliana Arif Gondoutomo, SH Deed No.02 of 1995, made by notary Liliana Arif Gondoutomo, SH

Modal Dasar Authorized Capital Rp.160.000.000.000,-

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Issued and Fully Paid-in Capital

Rp.50.000.000.000,-

Pencatatan Saham di Bursa Listed on Stock Exchange

24 Juni 2013June 24, 2013

Kepemilikan Ownership

• PT Karya Supra Perkasa (50,1%)• PT Cross Plus Indonesia (12,3%)• PT Loka Cipta Kreasi (5,8%)• Hilarius Arwandhi (0,8%)• Publik / Public (31%)

Alamat Kantor Office Address Acset Building

Jl. Majapahit No.26Petojo Selatan-Gambir Jakarta 10160INDONESIA

Telepon / Phone : +62-21-3511961Fax : +62-21-3441413E-mail : [email protected] : www.acset.co

35

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

TTechnology

EEngineering

SStructure

CCivil

AAdvance

Sekilas Tentang Acset Acset at a Glance

PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) didirikan pada tahun 1995

oleh Tan Tiam Seng Ronnie dan Hilarius Arwandhi sebagai

perusahaan spesialis jasa pondasi. Penamaan ACSET merupakan

representasi komitmen Perseroan dalam memberikan layanan

berkualitas dan serta menunjukkan pengalaman Perusahaan

dalam pengerjaan proyek pondasi maupun konstruksi,

sebagaimana terangkum dalam singkatan ACSET yang terdiri

dari:

Saat ini Perseroan bertransformasi dan dikenal luas sebagai

perusahaan konstruksi swasta yang mengerjakan proyek-

proyek prestisius dan iconic baik di Jakarta maupun di kota-

kota lainnya. Momen transformasi tersebut ditandai dengan

dimulainya pengerjaan proyek jasa konstruksi di Surabaya pada

tahun 2000. Tidak terbatas pada pengerjaan pembangunan

pondasi, bidang usaha Perseroan saat ini telah mencakup

pengerjaan mulai dari struktur hingga finishing, dan termasuk

high-rise demolishing. Sekaligus menegaskan posisi Perseroan

sebagai perusahaan konstruksi di Indonesia yang memiliki

kemampuan dalam memberikan pelayanan jasa konstruksi

secara menyeluruh.

Tahun 2006, Perseroan mengerjakan proyek Pacific Place

yang menjadi salah satu proyek notable. Dalam proses

pengerjaannya Perseroan tidak hanya mampu menyelesaikan

proyek tersebut pada medan yang sangat sulit, namun juga

mampu melakukannya dalam jangka waktu singkat, yakni 18

bulan. Proyek-proyek yang menjadi portofolio bagi Perseroan

selanjutnya adalah, proyek Gandaria City (GFA: 600.000 m2)

pada tahun 2008, proyek Kota Kasablanka (GFA: 633.000 m2)

pada tahun 2010, dan proyek Setiabudi SkyGarden di tahun

2012, dimana Perseroan mengerjakan proses pembangunan

secara keseluruhan, yang meliputi desain, pondasi, struktur,

mekanikal, elektrikal, plumbing sampai dengan finishing.

PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) was established in 1995 by

Tan Tiam Seng Ronnie and Hilarius Arwandhi as a company

specializing in providing foundation services. The name of

ACSET is a representation of the Company’s commitment

to providing quality and experienced services in the field of

foundation and construction services. It is further elaborated

as follows:

At present, the Company has been transforming and is widely

well-known as a private construction company that conducts

various prestigious and iconic projects in Jakarta and other

big cities in Indonesia. The transformation was marked by the

commencement of construction project in Surabaya in 2000.

Nevertheless, the Company’s line of business is not limited

only to foundation works, but is also structural works until the

finishing, and including high-rise demolishing. This strengthens

the Company’s position as a construction company that

possesses the ability to give a holistic and best construction

services in Indonesia.

In 2006, the Company obtained and worked on the Pacific Place

Project, which later on became one of the notable projects. In

its process, the Company was not only able to complete the

project in a very difficult environment, but also completed it

in a short period of time, that was 18 months. Other projects

that are included in the Company’s portfolio are the Gandaria

City project (GFA: 600.000 m2) in 2008, Kota Kasablanka project

(GFA: 633.000 m2) in 2010, and Setiabudi SkyGarden project in

2012 in which the Company performed the overall construction

process encompassing detail design, foundation, structure,

mechanical, electrical, plumbing and finishing.

36 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Sejalan dengan misi Perseroan untuk memberikan layanan

terbaik, ACSET terus berkomitmen untuk menerapkan Sistem

Manajemen Mutu dalam setiap kegiatan usahanya. Komitmen

tersebut memberikan hasil positif dengan diperolehnya

sertifikat ISO 9001 pada tahun 2007, serta meraih sertifikat

OHSAS 18001:2007 dan ISO 14001:2004 pada tahun 2011.

Selain sebagai sebuah pencapaian, penghargaan-penghargaan

tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi Perseroan dalam

menjaga mutu layanan yang berdampak pada peningkatan

kepuasan klien.

Pada 24 Juni 2013, Perseroan resmi menjadi Perusahaan

Terbuka dan listing di Bursa Efek Indonesia. Selanjutnya pada

tanggal 5 Januari 2015, PT United Tractors Tbk (UT) melalui

anak perusahaannya, yakni PT Karya Supra Perkasa (KSP) telah

melakukan pembelian tahap pertama sebanyak 200.000.000

saham atau mewakili 40% dari seluruh saham yang telah

ditempatkan dan disetor penuh dalam ACSET, dari PT Loka

Cipta Kreasi (LCK) dan PT Cross Plus Indonesia (CPI).

KSP menyelesaikan pembelian tahap kedua pada tanggal 11

Mei 2015, dengan melakukan pembelian sebanyak 50.500.000

saham atau mewakili 10,1% dari seluruh saham yang telah

ditempatkan dan disetor penuh dalam ACSET dari LCK dan CPI.

ACSET memiliki pengalaman dan kompetensi terpercaya

dalam bidang jasa kontruksi dan pondasi selama lebih dari

20 tahun. Perseroan secara berkesinambungan melahirkan

konsep diferensiasi serta transformasi yang berkualitas dan

menjunjung inovasi sebagai landasan kerja. Tekad Perseroan

untuk menjadi perusahaan jasa kontruksi dan pondasi kelas

dunia diwujudkan dengan melakukan improvement dan

inovasi, baik di pusat maupun di proyek-proyek yang dikerjakan,

dari segi waktu, kualitas, proses kerja, dan pengelolaan limbah

sehingga mampu menjawab tantangan serta dinamika bisnis

di masa mendatang.

ACSET juga berupaya menerapkan beberapa kebijakan

strategis terhadap mekanisme operasional, seperti efisiensi

kerja dan pemanfaatan sumber daya secara optimal untuk

mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan. ACSET

berpendapat bahwa langkah tersebut dapat meningkatkan

efisiensi dan dapat mencapai komitmen terhadap mutu dan

pelayanan kepada pelanggan.

In line with the Company’s mission to provide the best

services, ACSET is fully committed to implement the Quality

Management System within each of its business activity. The

commitment is supported through the ISO 9001 certification

that was obtained in 2007 as well as OHSAS 18001:2007 and

ISO 14001:2004 certifications in 2011. For the Company, these

certifications are seen as both an achievement and guidelines

in order to maintain high quality services that in turn will

impact on the improvement of clients’ satisfaction.

On June 24, 2013, the Company officially became a Public

Company and was listed on the Indonesia Stock Exchange.

On January 5, 2015, PT United Tractors Tbk (UT) through

its subsidiary, PT Karya Supra Perkasa (KSP) first stage of

200,000,000 shares acquisition that represented 40% of the

total shares issued and fully paid in ACSET from PT Loka Cipta

Kreasi (LCK) and PT Cross Plus Indonesia (CPI).

KSP completed the second stage of acquisition on May 11,

2015, by purchasing 50,500,000 shares or representing 10.1%

of all issued and fully-paid shares in ACSET from LCK and CPI.

ACSET has strong track record and competencies in

construction and foundation services for over 20 years.

Company continuously delivers a quality differentiation

concept and transformation that uphold innovation as our

Company's work ethics. Company's determination to become

a world class construction and foundation service Company

is then developed by creating improvement and innovation,

both in the headquarters and in the projects that are entrusted

to the Company, from the aspect of time, quality, work process,

and waste management, so that the Company is able to address

all the challenges and business dynamics in the future.

ACSET endeavors to implement a number of strategic and

operational policies such as work efficiency and optimal use

of resources in order to maintain sustainable growth. ACSET

regards that such measures will improve our efficiency and

achieve Company's commitment in quality and customer

services.

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Kilas Kinerja 2015Flashback Performance 2015

Profil PerusahaanCompany Profile

37

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Bidang Usaha, Produk dan Jasa Line of Business, Products and Services

ACSET, as an integrated construction company (group),

has expanded our construction business value chain by

establishing Subsidiary and/or Associate Companies to provide

complete range of services. The Company currently offers the

following field of works:

ACSET sebagai Perusahaan konstruksi terintegrasi (grup), telah

memperluas mata rantai bisnis konstruksi dengan mendirikan

Anak Perusahaan dan/atau Perusahaan Asosiasi untuk

menyediakan pelayanan yang terpadu. Perusahaan saat ini

bergerak dalam bidang sebagai berikut:

ACSET memiliki spesialisasi dalam pengerjaan pondasi dan

dinding diafragma. Kami memiliki kemampuan yang telah

terbukti dalam pengerjaan pondasi berdiameter besar

(diameter sebesar 2,1 m), deep bored piles (100 m), dan

dinding diafragma. Perusahaan telah mengembangkan

pelayanan selain pengerjaan fondasi, yaitu pengerjaan

ground engineering untuk meningkatkan kondisi tanah yang

lunak (soft-soil condition)

Untuk meningkatkan nilai aset properti pelanggan kami,

ACSET telah mengembangkan usahanya pada bisnis

pembongkaran sistematis untuk gedung tingkat tinggi di

lokasi Central Business District (CBD) yang padat.

To enhance our client property asset value, ACSET has

entered into controlled demolition of high-rise building in

high density Central Business District (CBD) area.

Pekerjaan Spesialis di Bidang Pondasi Specialized works in Foundation

Pekerjaan Spesialis di Bidang Pembongkaran Specialized works in Demolition

1

2

ACSET is specialized in foundation and diaphragm wall

works. Our proven capability are in performing large

diameter (2.1 m diameter), deep bored piles (100 m), and

diaphragm wall. The Company has expanded its services

beyond foundation works to ground engineering work for

improvement of soft-soil condition.

38 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

With the growing infrastructure development, ACSET

has expanded to civil engineering work and undertaken

infrastructure-related and power plant projects, namely

Tanjung Jati Unit 3 and 4 cold water intake, fly ash silo and

clinker silo and infrastructures for Astra's Toll projects.

Dengan semakin meningkatnya perkembangan

infrastruktur, ACSET telah memperluas kemampuan

bisnisnya di ranah konstruksi sipil serta mendapatkan

berbagai proyek terkait pengerjaan infrastruktur dan

pembangkit listrik, seperti pengerjaan cold water intake

dalam proyek Tanjung Jati Unit 3 dan 4, silo untuk fly ash dan

terak,dan proyek jalan tol Astra.

Konstruksi Sipil Civil Construction4

ACSET telah memposisikan dirinya sebagai kontraktor untuk

berbagai proyek bangunan gedung berkualitas premium.

Hal ini dibuktikan dengan berbagai rekam jejak kami untuk

pengerjaan proyek-proyek prestisius.

Kami memiliki kemampuan dalam menjalin kerjasama

dengan mitra-mitra lokal dan internasional ternama dalam

usaha kami untuk menghasilkan proyek yang berkualitas,

aman, dan tepat waktu.

ACSET has positioned ourselves as a contractor for high-

rise premium quality projects with proven track record of

prestigious projects.

We have the capability of working with reputable

international and local clients in delivering uncompromise

quality, safety and timely completion.

Konstruksi Gedung Building Construction3

39

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Perseroan saat ini telah mengembangkan pelayanan jasa

konstruksi secara keseluruhan, mulai dari perencanaan

hingga penyelesaian. Harapannya adalah menghadirkan

pelayanan terpadu di bidang jasa konstruksi. Mekanikal,

Elektrikal dan Plumbing (MEP), melalui Perusahaan Asosiasi,

yaitu PT Bintai Kindenko Engineering Indonesia (BINKEI).

Di tahun 2015, BINKEI dipercaya untuk pengerjaan

proyek MRT pertama Indonesia di Jakarta, yang meliputi

pengerjaan atas 4 stasiun MRT (Bundaran Senayan, Istora

Senayan, Bendungan Hilir dan Setiabudi).

Currently, the Company is expanding on full-scope

construction services which covers planning up to finishing

stage to provide one-stop service in the field of construction.

Some of the development that are implemented by the

Company include the Mechanical, Electrical and Plumbing

(MEP) works, through our associated company, PT Bintai

Kindenko Engineering Indonesia (BINKEI).

In 2015, BINKEI is awarded for the first MRT Project Indonesia

in Jakarta, covering 4 stations (Bundaran Senayan, Istora

Senayan, Bendungan Hilir and Setiabudi).

Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP)Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP)5

40 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Perusahaan juga menyediakan jasa penunjang konstruksi

dalam memenuhi kebutuhan pengerjaan konstruksi

meliputi formwork system, concrete pumping system,

passenger hoist dan tower crane.

Selain memberikan pelayanan dalam ruang lingkup

proses pengerjaan konstruksi, Perseroan juga hadir dalam

memenuhi kebutuhan penyediaan peralatan proyek

konstruksi dalam bentuk penjualan alat berat meliputi

mesin bored piling, concrete pump, batching plant, concrete

placing boom dan tower crane. Dalam memenuhi aspek

layanan purna jual, Perseroan juga menyediakan jasa

perawatan terhadap peralatan-peralatan tersebut.

Jasa Penunjang KonstruksiConstruction Support Services

PerdaganganTrading

6

7

The Company also provides construction support services

to meet the construction works requirements such as

formwork system, concrete pumping system, passenger

hoist and tower crane.

In addition to provide services in construction works,

the Company also offers supporting equipments for

construction projects such as the sales of heavy equipments

namely: bored piling machines, concrete pump, batching

plant, concrete placing boom and tower crane. For after-

sales service, the Company also provides maintenance

services for the equipments.

41

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Visi dan Misi PerusahaanCompany’s Vision and Mission

VISI

Tata Nilai dan Budaya Perusahaan

MISIVision

The Company’s Values and Culture

MissionMenjadi Perusahaan konstruksi integrasi terbaik yang memberikan solusi bagi para pemangku kepentingan.

To be the best integrated construction solution company for the benefit of stakeholders.

Nilai-nilai Perseroan mengadopsi filosofi dasar dari Catur

Dharma, PT Astra International Tbk untuk membangun sistem

nilai yang berfungsi sebagai sumber acuan dari semua nilai,

prinsip, etika dan kebijakan dalam membentuk budaya

Perseroan.

Tata Nilai dan Budaya Perseroan adalah sebagai berikut:

• MenjadiMilikyangBermanfaatbagiBangsadanNegara.

• MemberikanPelayananTerbaikkepadaPelanggan.

• MenghargaiIndividudanMembinaKerjasama.

• SenantiasaBerusahaMencapaiyangTerbaik.

The Company Values are adapted from the philosophy

contained in PT Astra International Tbk Catur Dharma to

establish a value system that functions as references for all

values, principles, ethics and policy in shaping the Company's

culture.

The Company Values and Cultures are as follows:

• To be an Asset to the Nation.

• To Provide the Best Service to Our Customers.

• To Respect Individuals and Promote Teamwork.

• To Continually Strive for Excellence.

• Our desire is to contribute, add value and be significant to your

(Our Client & Our People) success.

• The most preferred construction partner company.

• Contributes to the nation's development.

• Hasrat kami adalah untuk memberi kontribusi, memberi nilai

tambah dan memberikan kesuksesan yang signifikan bagi Anda

(klien dan karyawan kami).

• Menjadi mitra utama dalam bisnis konstruksi.

• Berkontribusi pada pembangunan bangsa.

Visi dan misi tersebut telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.The Vision and Mission have been approved by the Board of Commissioners and Board of Directors of the Company.

42 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

BoarD of CoMMiSSionerSDEwAN KOMISARIS

DEwAN DIREKSI

DIREKTUR yANG BERTANGGUNG JAwABDireCTor in Charge

BoarD of DireCTorS

Presiden Komisaris/President Commissioner : GIDION HASANKomisaris/Commissioner : BAMBANG wIDJANARKO SANTOSO Komisaris/Commissioner : ANDI ANzHAR CAKRA wIJAyAKomisaris Independen/Independent Commissioner : ROBERT MULyONO

Presiden Direktur/President Director : TAN TIAM SENG RONNIEWakil Presiden Direktur/Vice President Director : JEFFREy GUNADI CHANDRAwIJAyA Direktur/Director : HILARIUS ARwANDHIDirektur/Director : LUKAS IwAN SETIADIDirektur/Director : HERJADI BUDIMANDirektur Independen/Independent Director : wILTARSA HALIM

Presiden Direktur/President Director

Direktur Keuangan/Finance Director

Direktur SDM dan Pengadaan/Director of Human Capital & Procurement

Direktur Operasional dan Pemasaran/Director of Operation and Marketing

Direktur Inovasi & Astra Relasi / Director of Innovation and Astra Relation

Deputi Direktur/Deputy Director

Wakil Presiden Direktur/Vice President Director

TAN TIAM SENG RONNIE

LUKAS IwAN SETIADI

HERJADI BUDIMAN

HILARIUS ARwANDHI

wILTARSA HALIM

AGUSTINUS HAMBADI

JEFFREy GUNADI CHANDRAwIJAyA

43

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Struktur Organisasi Organization Structure

KOMITE AUDITauDiT CoMMiTTee

KOMITE NOMINASI & REMUNERASI noMinaTion & reMuneraTion CoMMiTTee

DIVISI OPERASIONAL oPeraTionaL DiViSion

Sekretaris Perusahaan/Corporate Secretary

Divisi Keuangan dan Akuntansi/Finance and Accounting Division

Divisi SDM, Umum, K3L/HC, GA, ESR Division

Divisi Infrastruktur & Proyek Khusus/Infrastructure and Special Project Division

Divisi Support & Plant Proyek Pondasi/Support and Plant Foundation Division

Audit Perusahaan/Corporate Audit

Divisi Teknologi Informasi & Sistem/ IT & Management System Division

Divisi Struktur/Structure Division

Divisi Proyek Pondasi/Project Foundation Division

Divisi Pengadaan/Procurement Division

Divisi Support & Plant Struktur/Support and Plant Structure Division

Divisi Marketing & Customer Engagement/Marketing and Customer Engagement Division

Pengembangan Bisinis/Business Development

Corporate Legal/Corporate Legal

Direktur Grup Proyek/ Group Project Director

Perwakilan Manajemen (ISO)/Management Representative (ISO)

ROBERT MULyONOBUNTORO MULJONO

STEPHEN z. SATyAHADI*

ROBERT MULyONOGIDION HASAN

BAMBANG wIDJANARKO SANTOSO

MARIA CESILIA HAPSARI

MARIA CESILIA HAPSARI

ABRAHAM EKA

HERJADI BUDIMAN (con)

HERJADI BUDIMAN (con)

HILARIUS ARwANDHI (con)

DJATIKESUMO SUBAGIO (con)

Gedung high rise : FREDDy NAPITUPULUindustrial & Show room: DJONI TANUDJAJA

Kepala : KUSNADI

PETRUS SULARDI

AGUSTINUS HAMBADI (con)

Kepala : BUNyAMIN SUDIN

Kepala : MUTyADEwI SUBAGIO

JEFFREy GUNADICHANDRAwIJAyA (con)

DJATIKESUMO SUBAGIO

BUNyAMIN SUDIN

*Diangkat pada 18 Desember 2015 Appointed on December 18, 2015

44 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Profil Dewan Komisaris Board of Commissioners Profile

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1972. Memperoleh gelar Sarjana Keuangan dari Roger State University, Oklahoma, AS pada tahun 1994. Saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur PT United Tractors Tbk sejak April 2015. Beliau juga menjabat sebagai Direktur dan Komisaris di beberapa anak perusahaan PT United Tractors Tbk, antara lain sebagai Presiden Komisaris PT Tuah Turangga Agung, PT United Tractors Pandu Engineering, dan PT Tambang Supra Perkasa serta Komisaris di PT Pamapersada Nusantara. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT United Tractors Tbk tahun 2013 dan Director of Finance, Administration and Business Development PT United Tractors Tbk sejak tahun 2006. Sebelum bergabung dengan Grup Astra tahun 1999 di Divisi Corporate Planning and Investor Relations, beliau pernah menjabat sebagai Manager of Corporate Finance di Grup Salim.

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1959. Memperoleh gelar Insinyur Pertanian dari Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (1982), Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (1987).

Saat ini beliau juga menjabat sebagai Direktur bidang Infrastuktur, Logistik dan Teknologi Informasi PT Astra International Tbk (2011-sekarang), Presiden Komisaris PT Astra Graphia Tbk (2013-sekarang), PT Serasi Autoraya (2013-sekarang), PT Astratel Nusantara (2013-sekarang), dan sebagai Komisaris di PT Marga Mandala Sakti (2011-sekarang).

Sebelumnya beliau pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT United Tractors Tbk (2007-2011) dan memulai karirnya di PT Astra International Tbk pada 1982 sebagai Staff Teknologi Informasi sampai menduduki posisi Vice President

GIDION HASANPresiden KomisarisPresident Commissioner

BAMBANG wIDJANARKO SANTOSOKomisarisCommissioner

ANDI ANzHAR CAKRA wIJAyAKomisarisCommissioner

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1971. Menjabat sebagai Komisaris Perusahaan sejak tahun 2013. Memperoleh gelar Magister Hukum dari Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 2007, Sarjana Hukum dari Universitas Jakarta, Jakarta pada tahun 2005, Bachelor Business Management Degree dari Pamantasan Nang Lungsod Nang, Manila Filipina pada tahun 1998, dan Sarjana Ekonomi dari Universitas Pancasila, Jakarta pada tahun 1994.

Saat ini beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama di PT Cakra Karya Bersama (1998-sekarang), Direktur Utama PT Cakra Griya Pratama (1999-sekarang), Ketua Yayasan Ibnu Hadjar (2000 sekarang), Pembina Yayasan Andi Anzhar (2008-sekarang), Direktur Utama di PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (2008-sekarang), Komisaris Utama PT Bogor Bangun Sarana (2010 sekarang), dan Direktur Utama PT

45

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Indonesian Citizen, born in 1959. He studied Agriculture Engineering in the Faculty of Agricultural Technology, Bogor Agricultural University (1982) and received a Bachelor degree in Economics from the Faculty of Economics, University of Indonesia (1987)

He currently serves as Director of Infrastructure, Logistics and Information Technology in PT Astra International Tbk (2011-now),

Indonesian Citizen, born in 1972. Graduated in 1994 with a Bachelor degree in Finance from Rogers State University, Oklahoma, United States. Appointed as President Director of United Tractors since April 2015. Currently also serves as the President Commissioner of PT Tuah Turangga Agung, PT United Tractors Pandu Engineering, PT Tambang Supra Perkasa and; a Commissioner of PT Pamapersada Nusantara.

Indonesian Citizen, born in 1971. Served as Commissioner of the Company since 2013. He received Master degree in Law from Padjajaran University, Bandung, in 2007, Bachelor degree in Law from University of Jakarta, Jakarta in 2005, Bachelor Business Management from Pamantasan Nang Lungsod Nang, Manila, Phillipines, in 1998 and Bachelor degree in Economics from Pancasila University, Jakarta, in 1994.

Beliau diangkat sebagai Presiden Komisaris ACSET, melalui RUPSLB pada 9 Februari 2015 yang disaksikan oleh notaris Perusahaan Kumala Tjahjani Widodo, S.H untuk periode 2015-2017.

Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi. Tahun 1999-2003 menjabat sebagai Managing Director PT Astra Graphia Tbk.

Beliau diangkat sebagai Komisaris ACSET, melalui RUPSLB pada 9 Februari 2015 yang disaksikan oleh notaris Perusahaan Kumala Tjahjani Widodo, S.H untuk periode 2015-2017

President Commisisoner in PT Astra Graphia Tbk (2013-now), PT Serasi Autoraya (2013-now), PT Astratel Nusantara (2013-now) and as Commissioner in PT Marga Mandala Sakti (2011-now).

Previously, he served as Vice President Director in PT United Tractors Tbk (2007- 2011). He joined Astra in 1982 as an Information Technology Staff member who continued on to be the Vice President of Human Resources and Information Technology. From 1999 to 2003, he served as the Managing Director at PT Astra Graphia Tbk.

He was appointed as Commissioner at the EGM on February 9, 2015, witnessed by the Company’s notary Kumala Tjahjani Widodo, S.H., for the period of 2015-2017.

Bara Prima Mandiri (2012-sekarang). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama di PT Balinusa Sukses Pratama (1998-2004), Direktur Utama PT Ahapacivica Putratama (1994-2001) dan sebagai Direktur di PT Satya Mandiri Lestari (1992-1993). Beliau diangkat kembali sebagai Komisaris ACSET, melalui RUPSLB pada 9 Februari 2015 yang disaksikan oleh notaris Perusahaan Kumala Tjahjani Widodo, S.H untuk periode 2015-2017.

Currently, he serves as President Director at PT Cakra Karya Bersama (1998-now), President Director at PT Cakra Griya Pratama (1999-now), Head of Ibnu Hadjar Foundation (2000-now), Supervisor at Andi Anzhar Foundation (2008-now), President Director at PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (2008-now), President Commissioner at PT Bogor Bangun Sarana (2010-now) and President Director at PT Bara Prima Mandiri (2012-now). Previously, he served as President Director at PT Balinusa Sukses Pratama (1998-2004), President Director at PT Ahapacivica Putratama (1994-2001) and as Director at PT Satya Mandiri Lestari (1992-1993).

He is reappointed as a Commissioner of ACSET pursuant to the resolution of EGM on February 9, 2015, witnessed by Kumala Tjahjani Widodo, S.H, the Company’s notary for the period of 2015-2017.

Previously, he was appointed as Vice President Director of United Tractors in 2013 and Director of Finance, Administration and Business Development of United Tractors in 2006. Joined Astra Group in 1999 in the Corporate Planning and Investor Relations Division. Prior to joining Astra, served as the Manager of Corporate Finance of Salim Group.

He was appointed as President Commissioner at the EGM on February 9, 2015, witnessed by Company’s notary Kumala Tjahjani Widodo, S.H., for the period of 2015-2017.

46 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1948. Menjabat sebagai Dewan Komisaris Perusahaan sejak tahun 2013. Memperoleh gelar Insinyur dari Fakultas Teknik Sipil, Universitas Gajah Mada pada tahun 1975. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Nindya Karya (2002-2008), Direktur Utama PT Hutama Karya (1999-2002), Ad-Interim Direktur Utama PT Hutama Karya (1998-1999), Direktur Operasional II PT Hutama Karya (1993-1998).

Beliau diangkat kembali sebagai Komisaris Independen ACSET, melalui RUPSLB pada 9 Februari 2015 yang disaksikan oleh notaris Perusahaan Kumala Tjahjani Widodo, S.H untuk periode 2015-2017.

Indonesian Citizen, born in 1948. Served as Commissioner of the Company since 2013. He received Bachelor degree in Engineering from the Faculty of Civil Engineering, Gadjah Mada University, in 1975. Previously, he served as President Director at PT Nindya Karya (2002-2008), President Director at PT Hutama Karya (1999- 2002), Ad-Interim President Director at PT Hutama Karya (1998-1999), and Operations Director II at PT Hutama Karya (1993-1998).

He was appointed as Independent Commissioner at the EGM on Februari 9, 2015, witnessed by the Company’s notary Kumala Tjahjani Widodo, S.H., for the period of 2015-2017.

IR. ROBERT MULyONOKomisaris IndependenIndependent Commissioner

47

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Profil Direksi Board of Directors Profile

Warga Negara Singapura, lahir pada tahun 1958. Menjabat sebagai Presiden Direktur Perusahaan sejak tahun 2013. Memperoleh gelar Diploma jurusan Building dari Politeknik Singapura pada tahun 1978. Diploma jurusan Penjualan dan Pemasaran dari Marketing Institute di Singapura pada tahun 1983 dan Diploma jurusan Pemasaran dari Chartered Institute of Marketing di Inggris pada tahun 1988.

Sebelumnya pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Acset Indonusa (2005-2012), Managing Director PT Acset Indonusa (1995-2004), Managing Director Acset Construction (Pte) Ltd, Singapura (1993-1995), General Manager (Luar Negeri) Bored Piling (Pte) Ltd, Singapura (1990-1993), Business Development & Country Head di Indonesia untuk L&M Group PLC, Singapura (1986-1989), Executive Director di High Ground Sdn Bhd, Kuala Lumpur (1983-1985).

Beliau diangkat sebagai Presiden Direktur ACSET, melalui RUPSLB pada 9 Februari 2015 yang disaksikan oleh notaris Perusahaan Kumala Tjahjani Widodo, S.H untuk periode 2015-2017.

TAN TIAM SENG RONNIEPresiden DirekturPresident Director

Singaporean Citizen, born in 1958. Served as President Director of the Company since 2013. He received Diploma degree in Building from Singapore Polytechnic in 1978, Diploma in Sales and Marketing from Marketing Institute in Singapore in 1983, and Diploma degree in Marketing from Chartered Institute of Marketing, England, in 1988.

Previously, he served as President Commissioner at PT Acset Indonusa (2005-2012), Managing Director at PT Acset Indonusa (1995-2004), Managing Director at Acset Construction (Pte) Ltd, Singapore (1993-1995), General Manager (Overseas) at Bored Piling (Pte) Ltd, Singapore (1990-1993), Business Development & Country Head in Indonesia for L&M Group PLC, Singapore (1986-1989) and Executive Director at High Ground Sdn Bhd, Kuala Lumpur (1983-1985).

He was appointed as President Director at the EGM on February 9, 2015, witnessed by the Company’s notary Kumala Tjahjani Widodo, S.H., for the period of 2015-2017.

48 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1961. Menjabat sebagai Direktur Operasional Perusahaan sejak tahun 2013. Memperoleh gelar Insinyur dari Universitas Maranatha, Bandung, jurusan Teknik Sipil pada tahun 1986.

Saat ini beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Dinamik Struktural Sistem (2003-sekarang). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Acset Indonusa (1993-2012), Project Manager PT Elenem Indonusa (1988-1991) dan Site Manager PT Pilar Utama Nusantara (1987-1988).

HILARIUS ARwANDHIDirekturDirector

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1973. Beliau lulus dengan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Katolik Indonesia Atmajaya pada 1995 serta gelar Master of Business in Finance dari University of Technology Sydney pada tahun 1998. Beliau memulai karirnya di PT Bank Lippo Tbk pada tahun 1996, kemudian bergabung dengan Grup Astra sejak 1998 dan memegang beberapa jabatan seperti Staf Analis di PT Astra Internasional Tbk (2000-2001), Kepala Bidang Keuangan dan Pengembangan Organisasi AstraWorld (2001-2006), Kepala Bidang Investasi di PT Asuransi Astra Buana (2008-2009), Direktur Keuangan dan Investasi di Dana Pensiun Astra (2010), Komisaris di PT Duta Sejahtera (2014), serta Komisaris di PT Duta Nurcahya (2014). Saat ini, beliau menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan Bisnis di PT United Tractors Tbk sejak tahun 2010 serta sebagai Komisaris di PT United Tractors Semen Gresik sejak tahun 2014,

JEFFREy GUNADI CHANDRAwIJAyAWakil Presiden DirekturVice President Director

LUKAS IwAN SETIADIDirekturDirector

Warga negara Indonesia, lahir pada tahun 1965. Meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Parahyangan, Bandung, 1988 dan Magister Manajemen dari IPPM, Jakarta, 1995.

Bergabung dengan Group Astra pada tahun 1990 dengan memulai karirnya di PT Sumalindo Lestari Jaya, Tbk. Sejak 1996 menduduki posisi yang berbeda-beda di Group Astra yaitu sebagai  berikut: tahun 1996 sebagai Manager Corporate Planning PT Astra International Tbk, tahun 2004 sebagai General Manager Treasury & Finance PT Astra International Tbk.  Sebelumnya, menjabat sebagai Direktur di berbagai Group Astra seperti Direktur Dana Pensiun Astra (2010-2011), Direktur PT Multi Prima Universal (2012) dan terakhir menjabat sebagai Direktur Keuangan PT United Tractors Pandu Engineering (2013-2014).

49

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Indonesian Citizen, born in 1961. Served as Operations Director of

the Company since 2013. He received his Engineering degree from

the Faculty of Civil Engineering, Maranatha University, Bandung, in

1986.

Beliau diangkat sebagai Direktur Operasional ACSET, melalui RUPSLB pada 9 Februari 2015 yang disaksikan oleh notaris Perusahaan Kumala Tjahjani Widodo, S.H untuk periode 2015-2017.

Currently, he serves as President Director at PT Dinamik Struktural

Sistem (2003-now). Previously, he served as President Director at

PT Acset Indonusa (1993-2012), Project Manager at PT Elenem

Indonusa (1988-1991) and Site Manager at PT Pilar Utama

Nusantara (1987-1988).

He was appointed as Operations Director at the EGM on February 9,

2015, witnessed by the Company’s notary Kumala Tjahjani Widodo,

S.H., for the period of 2015-2017.

Beliau diangkat sebagai Wakil Direktur Utama ACSET melalui RUPSLB pada 9 Februari 2015 yang disaksikan oleh Notaris Perusahaan Kumala Tjahjani Widodo, S.H untuk periode 2015-2017.

Indonesian Citizen, born in 1973. He holds Bachelor of Economics from Atmajaya Indonesian Catholic University in 1995 and Master of Business in Finance from University of Technology Sydney in 1998. He started his career at PT Bank Lippo Tbk in 1996 and joined Astra Group since 1998 and held various posts, including Analyst at PT Astra International Tbk (1998), Head of Finance Administration of PT Astra International Tbk (1998-2000), Head of Finance Administration of PT Astra Graphia Tbk (2000-2001), Head of Finance and Organization Development of

AstraWorld (2001-2006), Head of Investment at PT Asuransi Astra Buana (2008-2009), Finance and Investment Director of Dana Pensiun Astra (2010), Commissioner at PT Duta Sejahtera (2014) and Commissioner at PT Duta Nurcahya (2014). He currently serves as Chief of Corporate Business Development of PT United Tractors Tbk since 2010, and as Commissioner of PT United Tractors Semen Gresik since 2014,

He was appointed as Vice President Director of ACSET at the EGM on Februrary 9, 2015, witnessed by the Company's Notary Kumala Tjahjani Widodo, S.H, for the period of 2015-2017.

Beliau diangkat sebagai Direktur ACSET, melalui RUPST pada 8 April 2015 yang disaksikan oleh notaris Perusahaan Kumala Tjahjani Widodo, S.H untuk periode 2015-2017.

Indonesian citizen, born in 1965. He obtained his bachelor degree in Civil Engineering from Parahyangan University, Bandung, in 1988, and master degree in Management from IPPM, Jakarta, in 1995.

He started his career at PT Sumalindo Lestari Jaya, Tbk. and joined Astra Group in 1990. Since 1996, he has held various positions in Astra Group as follows: as the Corporate Planning Manager of PT Astra International Tbk in 1996, General Manager of Treasury & Finance of PT Astra

International Tbk in 2004. Previously, also served as Director in several companies of Astra Group, among others as Director at Dana Pensiun Astra (2010-2011), Director at PT Multi Prima Universal (2012) and Finance Director at PT United Tractors Pandu Engineering (2013-2014).

He was appointed as a Director of ACSET pursuant to the resolution of EGM on February 9, 2015, witnessed by the Company's notary Kumala Tjahjani Widodo, S.H., for the period of 2015-2017.

50 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Warga negara Indonesia, lahir pada tahun 1971. Meraih gelar Sarjana Teknik Lingkungan pada tahun 1995 dari Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat. Memulai karir di PT United Tractors Tbk sejak tahun 2000. Pada tahun 2009, beliau menjabat sebagai Kepala Corporate Environment, Social Responsibility, Security, General Affairs di PT United Tractors Tbk. Selain itu sebelumnya menduduki jabatan sebagai Komisaris di PT Bahtera Harapan Lestari (2010) dan Presiden Komisaris PT Mitra Bakti United Tractors (2014). 

Beliau diangkat sebagai Direktur ACSET, melalui RUPSLB pada 9 Februari 2015 yang disaksikan oleh notaris Perusahaan Kumala Tjahjani Widodo, S.H untuk periode 2015-2017.

HERJADI BUDIMANDirekturDirector

Indonesian Citizen, born in 1971. He obtained his bachelor degree in Environmental Engineering from Bandung Institute of Technology, West Java, in 1995.

He started his career at PT United Tractors Tbk in 2000. In 2009, he served as the Head of Corporate Environment, Social Responsibility, Security and General Affairs at PT United Tractors Tbk. Concurrently, he also serves as a Commissioner at PT Bahtera Harapan Lestari (since 2010) and President Commissioner at PT Mitra Bakti United Tractors (since 2014).

He was appointed as a Director of ACSET pursuant to the resolution of EGM on February 9, 2015, witnessed by the Company's notary Kumala Tjahjani Widodo, S.H., for the period of 2015-2017.

51

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

wILTARSA HALIMDirektur IndependenIndependent Director

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1948. Meraih gelar Sarjana Teknik, jurusan Teknik Mesin dari Akademi Teknik Nasional (sekarang Institut Sains dan Teknologi Nasional) pada tahun 1973. Selain itu pernah mengikuti Executive Program on Corporate Management AOTS (Jepang) pada tahun 1988, Manufacturing Management The SANNO Institute of Management (Jepang) pada 1990, dan Astra Executive Program pada 1991. 

Bergabung pertama kali dengan UT pada 1973 sebagai Staf dan selanjutnya menjabat sebagai Manajer PT United Tractors Tbk 1978-1986, Direktur Keuangan PT Komatsu Indonesia 1986-1991, Managing Director PT Traktor Nusantara dan PT Swadaya Harapan Nusantara mulai tahun 1991-1993, Direktur Keuangan & Administrasi PT Astra Daihatsu Motor 1993-2008.   Saat ini menjabat sebagi anggota Komite Audit PT United Tractors Tbk  (sejak tahun 2012), Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit di PT Federal International Finance serta anggota Komite Audit PT Astra Honda Motor (sejak tahun 2008).

Beliau diangkat sebagai Direktur Independen ACSET, melalui RUPSLB pada 9 Februari 2015 yang disaksikan oleh notaris Perusahaan Kumala Tjahjani Widodo, S.H untuk periode 2015-2017.

Indonesian Citizen, born in 1948. He obtained his bachelor degree in Mechanical Engineering from National Engineering Academy (now National Institute of Science and Technology) in 1973. He also participated in the Executive Program on Corporate Mvwanagement AOTS (Japan) in 1988, Manufacturing Management The SANNO Institute of Management (Japan) in 1990, and Astra Executive Program in 1991.

He joined UT in 1973 as a Staff and since then, he has held various positions, such as a Manager of PT United Tractors Tbk 1978-1986, Finance Director at PT Komatsu Indonesia 1986-1991, Managing Director at PT Traktor Nusantara and PT Swadaya Harapan Nusantara 1991-1993, Finance and Administration Director at PT Astra Daihatsu Motor 1993-2008. Currently, he serves as a member of Audit Committee of PT United Tractors Tbk (since 2012), Independent Commissioner and Chairman of Audit Committee at PT Federal International Finance and member of Audit Committee of PT Astra Honda Motor (since 2008).

He was appointed as an Independent Director of PT Acset Indonusa Tbk pursuant to the resolution of EGM on Ferbruary 9, 2015, witnessed by the Company's notary Kumala Tjahjani Widodo, S.H., for the period of 2015-2017.

52 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Sumber Daya Manusia Human Capital

PROFIL SUMBER DAyA MANUSIASumber Daya Manusia (SDM) bagi Perseroan memiliki

arti penting dalam mendukung keberhasilan bisnis dan

pengembangan usaha ke depan. Layaknya cita-cita Perseroan

untuk bergerak dinamis mengikuti perkembangan dunia

usaha bahkan untuk melampauinya, peningkatan kapabilitas

dan kompetensi karyawan pun mutlak diperlukan dalam

mencapai titik sinergi, sehingga menciptakan satu kesatuan

integral antara kedua elemen tersebut. Kata kuncinya adalah

pemberdayaan dan pengembangan melalui mekanisme

yang sistematis. Karyawan sebagai pendukung keberhasilan

bisnis dan pengembangan usaha merupakan manusia yang

membutuhkan input pengalaman simultan untuk menangkap

obyek yang direfleksikan melalui nalar dan akal budinya

dengan hasil akhir berupa peningkatan kemampuan personal

dan perbaikan etos kerja.

Unit Pengelolaan Organisasi, Rekrutmen dan Pengembangan

Karyawan pada Perseroan bertanggung jawab langsung atas

pembelajaran secara organisasional dan pengembangan

sumber daya manusia. Unit ini melakukan perencanaan, desain,

pengaturan dan terus mengimplementasikan perbaikan atas

perencanaan organisasi, tenaga kerja, program rekrutmen,

pelatihan berbasis kompetensi dan program pengembangan,

serta program retensi karyawan yang terdiri dari imbalan kerja,

penilaian kinerja dan penghargaan serta perencanaan jenjang

karir.

HUMAN CAPITAL PROFILEFor the Company, Human Capital is important to support

business success and development in the future. In accordance

with the Company’s vision to move dynamicaly, following

or even going beyond the development of business world,

improvement of employee’s capability and competency

without a doubt is necessary in reaching synergy to create a

unity between both elements. The key word is empowerment

and development through systematic mechanism, as

employees are human who need simultaneous experience

to capture the object reflected by their mind, resulting in

improvement of personal capability and work ethos.

The Company's Organization, Recruitment and Employee

Development is directly responsible for organizational

learning and human capital development. This unit conducts

planning, designing, arranging, and continuously striving

to seek for improvement on organization planning, human

capital, recruitment program, competency-based training, and

development program, along with people's retention program

that includes incentives, performance assessment, rewards/

appreciation, and career development planning.

53

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

COMPOSITION OF EMPLOyEESComposition of Employees Based on Hierarchy

Composition of Employees Based on Age

Composition of Employees Based on Educational Level

KOMPOSISI KARyAwANKomposisi Karyawan Berdasarkan Posisi Jabatan

Jenjang Jabatan / hierarchies 2015 2014

Komisaris / Commissioners 4 2

Direksi & Eksekutif / Directors & Executive 10 4

Manajerial / Managerial 97 57

Staff 1.741 1.458

Jumlah/Total 1.852 1.521

Komposisi Karyawan Berdasarkan Usia

Usia / age 2015 2014

>55 tahun / years old 47 17

46-55 tahun / years old 256 239

36-45 tahun / years old 409 360

26-35 tahun / years old 522 508

18-25 tahun / years old 618 397

Jumlah/Total 1.852 1.521

Komposisi Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Jenjang Pendidikan / educational Level 2015 2014

Pasca Sarjana / Post Graduate 10 8

Sarjana / Bachelor Degree 453 334

Sarjana Muda dan Setingkat / Diploma III and Equivalent 209 157

SLTA dan Sederajat / Senior High School and Equivalent 1.180 1.022

Jumlah/Total 1.852 1521

54 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

REKRUTMEN, PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAyA MANUSIAProgram pengembangan sumber daya manusia dalam

lingkungan Perusahaan dan Entitas Anak dimulai dengan

analisa kebutuhan tenaga karyawan yang disesuaikan dengan

Rencana Tahunan Perusahaan. Rencana Tahunan yang disusun

selain memuat anggaran proyek, juga memuat rencana

kebutuhan tenaga kerja baik yang berkaitan langsung dengan

proses operasional proyek, tenaga penjualan maupun tenaga

administrasi di lingkungan kantor Perusahaan.

Proses perekrutan tenaga kerja dilaksanakan dengan

memperhatikan asas kesetaraan dan kualifikasi dari setiap

kandidat untuk posisi pekerjaan yang ditawarkan oleh

Perusahaan. Kandidat akan melalui serangkaian proses

seleksi penerimaan karyawan baru berupa tes tertulis, tes

psikologi, pemeriksaan kesehatan dan wawancara langsung

dengan pimpinan/kepala divisi terkait. Untuk beberapa posisi

kunci, kandidat akan dipertemukan dengan tim Manajemen

Perusahaan (Direksi) yang akan melakukan wawancara

langsung. Pada dasarnya hanya kandidat terbaik yang akan

diproses untuk dipilih. Setiap kandidat yang diterima menjadi

karyawan Perusahaan akan melalui masa kontrak untuk posisi

pekerjaan yang dibutuhkan.

Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) bertanggung jawab untuk

menyusun serangkaian program pengembangan sesuai

matriks kompetensi, baik yang bersifat teknis (hard skill)

maupun kemampuan soft skills karyawan. Program-program

pengembangan bagi karyawan yang telah berhasil disusun

meliputi project assignment, program pelatihan, coaching

dan mentoring serta self study. Pengembangan perilaku,

manajemen bisnis dan kemampuan teknis tak luput menjadi

salah satu program yang turut dilakukan oleh Perseroan guna

menguatkan potensi dan kapabilitas Perseroan di sektor

sumber daya manusia yang begitu berharga peranannya

dalam memajukan perseroan. Beberapa program pelatihan

yang telah dilaksanakan oleh Perusahaan diantaranya adalah:

RECRUITMENT, TRAINING AND DEVELOPMENT OF HUMAN CAPITAL

Human resources development program within the Company

and Subsidiaries begins with analysis on needs of manpower

in accordance to the Company’s Annual Plan. Annual Plan

contains not only the project budget, but also need of

manpower plan, whether it is directly related to the project

operations, salespersons and administrative personnel within

the Company's office.

Employee recruitment process is implemented by taking into

account the principle of equality and qualifications from each

candidates who applied for a position offered by the Company.

Candidates will go through a series of tests, such as written test,

psychological test, medical examination, and interview with

leader/head of each division. For some key positions, candidate

will be presented in front of the Company’s Management

team (Board of Directors) to have an interview. Basically, only

the best candidates will be processed and approved in the

recruitment process. Candidates who are accepted to be the

Company’s employees will go through a length of contract for

the positions.

Human Capital (HC) Division is responsible to prepare a series of

training programs in accordance with the competency matrix,

in terms of the employee's hard skill and soft skill. Several

employee's development program which have successfully

established are project assignment, training program, coaching

and mentoring, and also self-study. Behavior development,

business management, and technical skills are also the main

focus in programs that are done by the Company in order to

strengthen the Company's potential and capability in human

capital sector that is necessary for Company's advancement.

Several training programs that have been done by the

Company are as follows:

55

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Disscusion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggun Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

No Jenis Pelatihan / Type of Trainings Peserta / Participants Penyelenggara / organizer

1. Safety Man Training & Assessment 16 In House

2. Pelatihan Logistik / Logistical Training 30 In House

3. Pelatihan Supervisor Struktur / Structure Supervisor Training 10 In House

4. Pelatihan Surveyor / Surveyor Training 65 In House

5. Teknisi / Technician 112 In House

6. NEOP (New Employee Orientation Program) 105 In House

7. Behaviour Base Safety (BBS) Training 122 Prosafe

8. Pelatihan Rigger / Rigger Training 10 UT School

9. Basic Quality Surveyor I 27 In House

10. Basic Quality Surveyor II 38 In House

11. Intermediate Quality Surveyor 26 In House

12. Coaching & Mentoring 22 In House

13. Basic 77 In House

14. Pelatihan Pengemudi / Driver Training 15 In House

Untuk memastikan kelancaran hubungan kerja serta menjamin

keseimbangan antara hak dan kewajiban Perusahaan

dengan para karyawannya, masing-masing Entitas Anak

Perusahaan memiliki Peraturan Perusahaan (PP). PP tersebut

disosialisasikan pada saat rekrutmen karyawan baru dan setiap

kali apabila terjadi perubahan pada PP tersebut.

PP yang berlaku hingga saat diterbitkannya Laporan Tahunan

ini telah mendapatkan pengesahan dari Dinas Tenaga Kerja

dan Transmigrasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Surat

Pengesahan Nomor 833/PP/L/IX/D/2014 tanggal 8 Oktober

2014 Pendaftaran Peraturan Perusahaan ACSET. PP ini berlaku

untuk paling lama 2 (dua) tahun, untuk selanjutnya bisa

diperpanjang sesuai dengan Peraturan Pemerintah maupun

Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku.

To ensure the fluency of working relation and to guarantee

the balance between Company's rights and responsibilities

with its employees, each of the Company's Subsidiaries has

its own Company Regulation (PP). Each Company Regulation

is disseminated during the recruitment of new employees and

when the Company Regulation is amended.

The prevailing Company Regulation that is valid until the

publication of this Annual Report has been endorsed by

the Labor and Transmigration Authority of the Provincial

Government of the Special Capital Region of Jakarta through

Letter of Endorsement No. 883/PP/LIX/D/2014 dated October 8,

2014 on the Registration of ACSET's Company Regulation. This

Company Regulation is valid for a maximum period of 2 (two)

years, of which further extension can be conducted pursuant

to the prevailing Government Regulation or Indonesian Labor

Law.

56 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

JENJANG KARIRJenjang karir di Perusahaan sebagai media pengembangan

dan pencapaian diri karyawan secara pribadi memiliki posisi

yang penting. Peningkatan jenjang karir menjadi sebuah

keharusan yang tidak dapat dipungkiri saat ini. Hal tersebut

memiliki kaitan erat terhadap eksistensi dan pembuktian atas

pencapaian bagi seorang manusia.

Jenjang karir juga diperlukan bagi Perseroan dalam

menciptakan sistem regenerasi yang baik, serta membawa

nuansa perubahan dan penyegaran di internal Perusahaan.

Maka dari itu Perseroan melalui Divisi SDM merumuskan

program jenjang karir bagi karyawan dengan tetap mengacu

pada kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan, serta

membuka kesempatan yang luas bagi seluruh karyawan.

KEBIJAKAN ANTI DISKRIMINASIDalam proses rekrutmen, pemberian imbalan serta peluang

dalam peningkatan karir karyawan, Perseroan menetapkan

kualifikasi yang berdasarkan pada kompetensi serta kapabilitas

setiap individu dengan mengacu kepada peraturan dan

kebijakan internal Perseroan serta Peraturan Perundang-

undangan yang berlaku tanpa didasari oleh latar belakang

suku, agama, ras dan kepercayaan masing-masing karyawan.

PENILAIAN EVALUASI DAN KOMPETENSI

Penilaian evaluasi kinerja dan kompetensi karyawan dilakukan

secara rutin setiap semesternya, dimulai pada minggu pertama

bulan April dan berakhir pada bulan Agustus serta pada minggu

pertama bulan Oktober dan berakhir pada bulan Februari

pada tahun berikutnya. Penilaian ini dilakukan dengan tujuan

selain untuk mengetahui kinerja karyawan dan sebagai dasar

penyusunan rencana pengembangan manusia, juga sebagai

pertimbangan untuk penyesuaian insentif bagi karyawan

atas kinerjanya dan sebagai pemacu agar karyawan semakin

meningkatkan kinerjanya demi tercapainya kesuksesan

bersama.

FASILITAS DAN KESEJAHTERAANDemi menjamin kesejahteraan setiap karyawannya,

perusahaan mematuhi peraturan pemerintah, memberikan

jaminan ketenagakerjaan dan jaminan kesehatan kepada

semua karyawan yang bekerja di Perusahaan.

CAREER DEVELOPMENTThe existence of career development within the Company

has an important meaning as a media of development and

employee's personal achievement. Progressive career path is

absolutely necessary nowadays. This matter is closely related

to the existence and proof of achievement of a human being.

Career development is also necessary for the Company to

create a good regeneration, as well as providing a change

of atmosphere and refreshment in the Company’s internal

unit. Therefore, the Company through the Capital Division

has formulated career path for employees by refering to the

qualification and competencies needed, as well as providing a

vast opportunity for all employees.

ANTI-DISCRIMINATION POLICyIn recruitment process, rewarding and giving the opportunity

of career development, the Company has set a competency

and capability-based qualification for each individual, referring

to the Company regulations and internal policies as well as the

Laws and Regulations in force, regardless of ethnic, religion,

race and belief of each employees.

EVALUATION AND COMPETENCy ASSESSMENTRoutine evaluation for all employees' performance and

competence is always conducted regularly beginning on

the first week of April and ending on the month of August,

also on the first week of October and ending on February of

the subsequent year. The assessment is conducted to review

all employees' performance to lay out the Company's human

resources development plan, and also as the benchmark

necessary to determine adjustments on incentive for the

employees' level of performance, and as a booster to drive

employees' to perform better for Company's success.

BENEFITS AND wELFARETo ensure the employee's well-being, the Company complies

with the government regulation and provide manpower and

health insurance to all employees working in the Company.

57

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Teknologi Informasi Information Technology

Pengembangan Teknologi Informasi (TI) dilakukan secara

berkesinambungan oleh Perseroan guna meningkatkan

kapabilitas Perseroan. Pengembangan TI yang selaras dengan

proses bisnis Perseroan akan memberikan kontribusi bagi

penciptaan nilai tambah, service excellence, serta pelaksanaan

operasional perusahaan yang efisien, efektif dan optimal.

IMPLEMENTASI TIPemilihan teknologi konstruksi yang sesuai dengan kebutuhan

tidaklah sederhana. Teknologi terkait dengan berbagai dimensi

alam dan kehidupan manusia. Lingkup penerapan dan

pemanfaatannyapun sangat luas, dari yang sangat sederhana

sampai dengan yang paling kompleks.

Information technology (IT) advancement is done in

sustainable manner in order to upgrade Company's capability.

IT advancement that concurrents with Company's business

process will address a contribution in the creation of added

values, service excellence, along with Company's efficient,

effective, and optimal operational execution.

IT IMPLEMENTATIONSelecting construction technology that is suitable for

Company's necessity is not a walk in the park. Technology

relates to numbers of dimension of nature and human life. So

do the scope of implementation and utilization of IT that is

indeed very vast, ranging from the simplest one until the very

complex one.

58 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Penerapan teknologi dalam konstruksi sangat tergantung pada

kualitas SDM yang melaksanakannya. Perseroan konsisten

menjaga produktivitas SDM dengan mempertimbangkan

norma, standar, pedoman, dan manual untuk mendukung

penerapan teknologi dalam konstruksi sejak tahap perencanaan

sampai dengan operasi dan pemeliharaannya.

Identifikasi kebutuhan teknologi masa depan diperlukan oleh

ACSET untuk mengembangkan SDM dan pendukungnya.

Dalam Undang Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa

Konstruksi telah diwajibkan bagi setiap tenaga perencana,

pelaksana dan pengawas di bidang konstruksi untuk memiliki

sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh lembaga

sertifikasi terakreditasi. Pengaturan ini akan meningkatkan

jaminan keamanan dan keselamatan bagi setiap pengguna

jasa konstruksi. SDM ACSET melakukan uji kompetensi dan

sertifikasi secara berkelanjutan dengan berpedoman pada

standar dan prilaku yang berlaku sesuai dengan keahlian atau

keterampilan yang bersangkutan.

PROGRAM PENGEMBANGAN TIPerseroan memiliki program pengembangan dan pengelolaan

informasi, sistem informasi, dan komunikasi yang efektif antara

lain :

• Penerapan TI selaras dengan kebutuhan bisnis,

• TI dapat mempermudah usaha dan memberikan benefit

optimal,

• Sumber daya TI digunakan dengan penuh tanggung jawab,

• Risiko-risiko yang terdapat dalam Tl dikelola dengan baik,

• Kebijakan Tata Kelola TI diterapkan dengan baik,

• Kepatuhan terhadap aturan tata kelola yang diterapkan.

Technology implementation in construction is highly

dependent on the quality of HC that performs the action.

The Company consistently maintains HC productivity by

considering the norms, standards, guidelines and manual to

support its technology implementation from planning stage

up to operational and maintenance stages.

ACSET requires identification of future technological demand

to expand its HC and its supporting factors. Based on Law

Number 18 Year 1999 on Construction Services, all planning,

managing and supervising staffs in construction services

must have certificates of competence issued by accredited

certification boards. This regulation is expected to improve

security and safety assurance for all users of construction

services. ACSET's HC conducts continuous competence tests

and certification based on standards and behaviors applicable

to the respective skills.

IT DEVELOPMENT PROGRAM The Company has an effective development and management

program for information, information system and

communication, such as:

• IT implementation that is in line with business needs,

• IT to facilitate business and provide optimum benefits,

• Responsible usage of IT resource,

• Good management of IT risks,

• Appropriate implementation of IT Governance policy

• Compliance with the governance regulation in force.

59

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Sistem konstruksi hijau merupakan bagian dari pembangunan

berkelanjutan, yang merupakan komitmen Perseroan sebagai

respon atas isu pemanasan global.

Perseroan memiliki kebijakan dalam konsep pembangunan

yang menggabungkan konsep pembangunan ikonik

dan konsep pembangunan berkelanjutan. Konsep

pembangunan ikonik menekankan terciptanya bangunan

yang diharapkan menjadi suatu ikon tertentu. Sedangkan,

konsep pembangunan berkelanjutan menekankan pada

optimalisasi penggunaan energi. Konsep ini didasarkan atas

penggunaan energi yang optimal secara integratif mulai dari

tahap perencanaan, konstruksi, pemanfaatan sampai pada

pembongkaran. Hal ini dapat terwujud jika perencanaan

dilakukan secara integratif antara arsitek, perencana struktur

dan perencana utilitas.

IMPLEMENTASI KONSTRUKSI HIJAU

Setiap proyek yang dikerjakan ACSET selalu menekankan

pada keseimbangan hasil dan dampak pembangunan dengan

menganalisis aspek lingkungan yang berhubungan dengan

suatu produk dan siklus hidupnya, mulai diambil dari alam,

diproduksi, dipergunakan, dipelihara sampai dibongkar dan

kembali ke alam. Hasil akhir yang diperoleh dari konstruksi

hijau akan berpengaruh positif terhadap harmonisasi antara

gedung dan lingkungan secara berkelanjutan (sustainable).

Secara umum, ada 7 aspek yang menjadi penilaian terhadap

suatu gedung jika ingin direncanakan dengan konsep

pembangunan berkelanjutan. Perseroan memiliki kriteria

tersebut di setiap produk usahanya yaitu:

• Lokasi pembangunan yang sesuai dan tepat guna

• Konservasi dan efisiensi energi

• Konservasi air

• Sumber daya material yang dapat di daur ulang

• Penempatan lokasi yang sehat dan nyaman

• Pengelolaan bangunan yang ramah lingkungan

• Inovatif

Konsep konstruksi yang memenuhi kriteria tersebut dikenal

sebagai konstruksi hijau. Prinsip utama konstruksi hijau

dalam segi material adalah 3R (reduce, reuse, recycle).

Green construction is part of sustainable development; the

Company's commitment as a response on global warming issue.

The Company has a policy in its development concept

which combines both iconic development and sustainable

development concepts. Iconic development concept

emphasizes on the construction of buildings that are expected

to represent certain icons. On the other hand, sustainable

development concept emphasizes on optimization of energy

consumption. This concept is based on optimum energy

usage in an integrated manner, from planning, construction,

consumption, to dismantling. This initiative can be realized with

integrated planning between architects, structures planners

and utility planners.

IMPLEMENTATION OF GREEN CONSTRUCTION Each of ACSET'S ongoing project is emphasized on the balance

between results and impacts from development by analyzing

environmental aspect related with a product and its cycle; from

its first excavation from nature, production, usage, maintenance,

to its dismantling and being reverted to the environment.

The end results gained from green construction will generate

positive impacts on the sustainable harmony between the

buildings and the environment.

In general, there are 7 aspects of assessment for a building to

be planned based on sustainable construction concept. The

Company has the following criteria in each of its business

products, namely:

• Appropriate and efficient construction location

• Energy conservation and efficiency

• Water conservation

• Recyclable material resources

• Placement on healthy and comfortable locations

• Eco-friendly building management

• Innovative

The construction concept that meets the above criteria is

known as green construction. The main principles of green

construction from the material aspect is 3R (reduce, reuse,

recycle).

Konstruksi Hijau Green Construction

60 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

KEPEMILIKAN SAHAM ANGGOTA DEwAN KOMISARIS DAN DIREKSI

Dalam jajaran Dewan Komisaris dan Direksi, Hilarius Arwandhi

yang berkedudukan sebagai Direktur memiliki saham di

Perseroan sebesar 0,80%.

ANAK PERUSAHAAN, ASOSIASI DAN VENTURA BERSAMA

Acset Indonusa (Vietnam) Co, Ltd.,Jenis Usaha / : Jasa Konstruksi Pondasi & Umum / Foundation & General Construction.Line of BusinessKepemilikan Saham / : 100%Share OwnershipAlamat / Address : 3rd Floor, C2 Thuy Loi Building No.301 D1 Street, Binh Thanh District. HCMC, Vietnam.Telepon / Telephone : +84 822109315Faksimili / Facsimile : +84 835121151

PT Innotech SystemJenis Usaha / : Distributor dan Importir Formwork dan Bekisting / Line of Business Distributor and Importer of Formwork and BekistingKepemilikan Saham / : 84%Share OwnershipAlamat / Address : Acset Building Jl. Majapahit No.26, Kel. Petojo Selatan. Kec. Gambir, Jakarta Pusat 10160.Telepon / Telephone : 021-3511961Faksimili / Facsimile : 021-3441413

PT Sacindo MachineryJenis Usaha / : Perdagangan dan penyewaan alat berat / Sales and rental of heavy machineryLine of BusinessKepemilikan Saham / : 78%Share OwnershipAlamat / Address : Wisma ITC, Lantai 4, Jl Abdul Muis No. 8, Kel Petojo Selatan, Kec Gambir Jakarta Pusat 10160.Telepon / Telephone : 021-3448157Faksimili / Facsimile : 021-3505212

PT Aneka Raya Konstruksi MesindoJenis Usaha / : Distributor dan Importir Tower Crane dan Passenger Hoist / Line of Business Distributor and Importer of Tower Crane and Passenger HoistKepemilikan Saham / : 80%Share OwnershipAlamat / Address : Acset Building Jl. Majapahit No.26, Kel. Petojo Selatan. Kec. Gambir, Jakarta Pusat 10160.Telepon / Telephone : 021-3511961Faksimili / Facsimile : 021-3441413

PT ATMC Pump ServiceJenis Usaha / : Penyewaan alat konstruksi (Concrete Pumps) /Line of Business Rental of Construction Equipment (Concrete Pumps)Kepemilikan Saham / : 55%Share OwnershipAlamat / Address : Acset Building Jl. Majapahit No.26, Kel. Petojo Selatan. Kec. Gambir, Jakarta Pusat 10160.Telepon / Telephone : 021-3511961Faksimili / Facsimile : 021-3441413

PT Bintai Kindenko Engineering IdonesiaJenis Usaha / : Jasa pelaksana konstruksi (Mechanical, Electrical & Plumbing) /Line of Business Construction services (Mechanical, Electrical & Plumbing)Kepemilikan Saham / : 40%Share OwnershipAlamat / Address : Jl. Moch Mansyur No.11 Blok D8-9, Kompleks Jembatan 5 Permai Jakarta Pusat 10140Telepon / Telephone : 021-6347650, 6306430 (hunting)Faksimili / Facsimile : 021-6330973

Komposisi Pemegang Saham Composition of Shareholders

SHARES OwNERSHIP OF MEMBER OF BOARD OF COMMISSIONERS AND BOARD OF DIRECTORSWithin the Board of Commissioners and Board of Directors,

Hilarius Arwandhi as the Director owns the Company’s shares

that amounts to 0.80%.

SUBSIDIARIES, ASSOCIATE ENTITIES AND JOINT VENTURE

61

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

PT Bintai Kindenko Engineering

Indonesia40%

PT ATMC Pump Services

55%

PT Aneka Raya Konstruksi Mesindo

80%

PT Sacindo Machinery

78%

PT Acset Indonusa Tbk

PT Innoctech Systems

84%

Acset Indonusa Co, Ltd

100%

Struktur Grup PerusahaanCompany Group Structure

Kronologis Pencatatan Saham Share Listing Chronologies

· Pada tanggal 12 Juni 2013, ACSET memperoleh pernyataan

efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan

Penawaran Umum Perdana Saham ACSET (IPO) kepada

masyarakat sebanyak 155.000.000 dengan nilai nominal

Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp2.500,- per

saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek

Indonesia (BEI) pada tanggal 24 Juni 2013, dengan kode

saham ACST.

· Per 31 Desember 2014 harga saham ACST adalah Rp3.725

Dengan saham yang beredar sejumlah 500 juta lembar

sehingga kapitalisasi pasar saham ACST pada akhir tahun

2014 adalah Rp1,86 triliun.

· Per 31 Desember 2015 harga saham ACST adalah Rp3.020

Dengan saham yang beredar sejumlah 500 juta lembar

maka kapitalisasi pasar saham ACST pada akhir tahun 2015

adalah Rp1,51 triliun.

· On June 12, 2013, ACSET received an effective statement

from Financial Services Authorities (OJK) to conduct ACSET

Initial Public Offering (IPO) to the public of 155,000,000

shares with par value of Rp100,- per share and offering price

of Rp2,500,- per share. The shares were listed on Indonesia

Stock Exchange (IDX) on June 24, 2013, quoted as ACST.

· As of December 31, 2014, ACST share price was Rp3,725

with 500 billion shares in circulation. Therefore, ACST share

market capitalization by the end of 2014 was Rp1.86 trillion.

· As of December 31, 2015, ACST share price was Rp3,020

with 500 billion shares in circulation. Therefore, ACST share

market capitalization by the end of 2015 was Rp1.51 trillion.

62 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

1. Biro Administrasi Efek / Share registrar

Nama / Name PT Sinartama Gunita

Alamat / AddressSinarmas Land Plaza Menara I, Lt.9 Jl. MH Thamrin Kav.22 No.51 Gondangdia, Menteng, Jakarta -

10350

Telp. / Phone (021) 3922332

Faksimili / Facsimile (021) 3923003

Periode penugasan /

Assignment period2015

Jasa / Service Pemeliharaan Data Saham PT Acset Indonusa Tbk / Shares Data Keeping for PT Acset Indonusa Tbk

2. Kantor Akuntan Publik / Public accounting firm

Nama / NameTanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (anggota jaringan global PricewaterhouseCoopers) / (member

of PricewaterhouseCoopers global network)

Alamat / Address Gedung Plaza 89, Jl. H.R Rasuna Said Kav.X-7 No.6, Jakarta 12940

Telp. / Phone (021) 5212901

Faksimili / Facsimile (021) 52905555

Periode penugasan /

Assignment period2015

Jasa / Service Jasa Audit Laporan keuangan / Financial Statements Audit Service

3. Notaris / Notary

Nama / Name Kumala Tjahjani Widodo, S.H, M.H, M. Kn.

Alamat / Address Jl. Biak No.7D, Jakarta Pusat 10150

Telp. / Phone (021) 63865246

Kronologis Pencatatan Efek Lainnya Other Securities Listing Chronology

Lembaga Penunjang Pasar Modal Capital Market Supporting Institutions

Pada tahun 2015, Perseroan tidak menerbitkan efek lainnya. In 2015, the Company did not issue other bonds.

63

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Penghargaan dan SertifikasiAwards and Certifications

Indonesia Best New Issuer 2014, warta Ekonomi.

Diperoleh pada tanggal 02 April 2014.

Obtained on April 2, 2014.

ISO 9001:2008Diperoleh pada

tanggal 4 Mei 2007.

Obtained on May 4, 2007.

OHSAS 18001:2007Diperoleh pada tanggal

12 Oktober 2011.

Obtained on October 12, 2011.

ISO 14001:2004Diperoleh pada tanggal

12 Oktober 2011.

Obtained on October 12, 2011.

63

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Disscusion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggun Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

64 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

CONTRACTS ON FOUNDATION SERVICES

Daftar Proyek-Proyek PT Acset Indonusa Tbk List of PT Acset Indonusa Tbk Projects

KONTRAK JASA PONDASINo. Nama Proyek / Project name Kota / City

1995

1 Bank Indonesia, Building D Jakarta

2 Graha Iskandarsyah Building Jakarta

3 Le Meridien Extension Jakarta

1996

4 Menara Merdeka Jakarta

5 Menara Sahid Jakarta

6 Wisma Dharmala Surabaya

1997

7 Bank Mestika Medan

8 Energy Building (Graha Niaga 2) Jakarta

9 Menara Telkom Jakarta

10 Plaza Dago Bandung

2002

11 Pakuwon Golf & Family Club Surabaya

12 Sun Plaza Medan

2003

13 Gedung Badan Koordinasi (BKPM) Project Jakarta

14 Hotel Crown International Medan

15 Plaza Asia & Sudirman Mansion (Joint Operation) Jakarta

2004

16 Pasar Tanah Abang, Blok A Jakarta

17 Plaza Ambarukmo Jogjakarta

18 Plaza Sudirman Jakarta

19 Saphir Square Jogjakarta

2005

20 Dispenda Building Semarang

21 Geologi Building Jakarta

22 Hotel Bahana Surya, Extension Balikpapan

23 Hotel Grand Hyatt Ball Room, Nusa Dua Bali

24 Pacific Place, SCBD Jakarta

16

17

18

65

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

No. Nama Proyek / Project name Kota / City

2006

25 Approach Bridge of Suramadu Bridge Surabaya

26 Century Hill Bandung

27 Departemen Perdagangan Office Building Jakarta

28 Gandaria City Jakarta

29 IPEKA Meruya School Building Jakarta

30 Smesco Promotion Center & Convention Center Building Jakarta

31 Techno World Plaza Bogor

32 The Marriott Hotel Medan

33 YKK Zipper Building Depok

2007

34 Ciputat Flyover Jakarta

35 Departemen Kelautan dan Perikanan Building Jakarta

36 PT Semen Andalas Indonesia Captive Power Plant Aceh

37 Rembang Coal Fired Power Plant Rembang

38 Sekretariat Negara Building Jakarta

2008

39 Ciputra World Jakarta

40 Estella Residential Development Project, An Phu Ward, District 2 Vietnam

41 Pasar Tanah Abang, Blok B Jakarta

42 The Peak Hotel & Apartment Riau

2009

43 Hotel Grand Aston Jogjakarta

2010

44 Alamanda Tower Jakarta

45 Hotel Santika Medan

46 Hotel Tentrem Jogjakarta

47 Medan Focal Point Medan

2011

48 Hotel Margo Depok

49 Hotel 101 Dharmawangsa Jakarta

50 Kota Kasablanka Jakarta

51 Menteng Residence Jakarta

52 The Pakubuwono Signature Jakarta

66 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

No. Nama Proyek / Project name Kota / City

2012

53 Bahana Office Tower Jakarta

54 Botanica Residences Jakarta

55 District 8 @ Senopati Project Jakarta

56 Sahid Sudirman Center Jakarta

57 Satrio Office Tower Jakarta

58 St. Regis Jakarta

2013

59 Centennial Tower Jakarta

60 Delta Spa Pancoran Jakarta

61 Mangkuluhur City Jakarta

62 Sahid Yogya Lifestyle City Jogjakarta

63 SCBD Lot 10 Jakarta

64 T-Tower Jakarta

65 Thamrin Nine, Foundation Tahap I Jakarta

66 The Tower Jakarta

67 World Capital Tower Jakarta

2014

68 Gayanti City Jakarta

69 Gedung Perpustakaan Nasional / National Library Building Jakarta

70 Puri Mansion Apartement Jakarta

71 Sungai Gerong Jakarta

72 Taman Anggrek Residences Jakarta

73 TCC Batavia Tower 2 Jakarta

74 Thamrin Nine, Foundation Tahap II Jakarta

2015

75 Apartemen Borobudur Jakarta

76 Indonesia 1 Jakarta

77 Millenium Centennial Jakarta

78 Pembangunan Gedung C dan Entrance Museum Nastional, Tahap II dan Tahap III / Construction of Building C and National Museum Entrance, Phase II and Phase III Jakarta

79 Sedayu City Jakarta

67

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

CONTRACTS ON CONSTRUCTION SERVICESKONTRAK JASA KONSTRUKSINo. Nama Proyek / Project name Kota / City

1997

1 Tunjungan Plaza IV Surabaya

2002

2 Sun Plaza (Joint Operation) Medan

3 Supermal-PTC Pakuwon Indah Surabaya

2003

4 Jogjatronik Jogjakarta

2004

5 Mirota Batik Jogjakarta

2005

6 BG Junction Surabaya

7 Peremajaan Pasar Induk Kramat Jati / Rejuvenation of Pasar Induk Kramat Jati Jakarta

2006

8 Pacific Place Jakarta

9 PT Kiang Multi Corporation Office Building Jakarta

10 Techno World Plaza Bogor

11 Singaporean Embassy (Demolition) Jakarta

2008

12 Equity Tower Jakarta

13 Gandaria City Jakarta

2009

14 Korea Town, Blok F, Extension Building, Pulomas Jakarta

2010

15 Kota Kasablanka Jakarta

16 Gedung Metro Dallas, Alun-alun Bandung Metro Dallas Building, Bandung City Square Bandung

2011

17 Kota Kasablanka, Tahap II Jakarta

18 New British Embassy Jakarta

19 Gedung Pabrik Lelco, Jatake / Lelco Factory Building, Jatake Tangerang

20 Residence 8 @ Senopati Office & Apartment Jakarta

21 Pakubuwono House – SOHO Jakarta

68 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

No. Nama Proyek / Project name Kota / City

2012

22 Alila Seminyak Resort Bali

23 Pasar Plaza Cikampek Jakarta

24 Satrio Office Tower Jakarta

25 Setiabudi Skygarden Apartment, Tower I dan II, Fraser Residences Jakarta

26 The Pakubuwono House Jakarta

2013

27 Centennial Tower Jakarta

28 District 8 Lot 28, SCBD Jakarta

29 Hotel TS Suites dan Mall Townsquare Bali

30 Nobel Factory Cikarang

31 T-Tower Jakarta

2014

32 Artotel Sanur Bali

33 Demolition Works on CIMB Niaga & Sequis Plaza Jakarta

34 District 8 Lot 13, SCBD Jakarta

35 Hotel Harris & Yello Jakarta

2015

36 Astra Biz Centre Tangerang

37 Inti Pantja Press Industri Karawang

38 Laboratorium Biologi Universitas Gadjah Mada Jogjakarta

39 Thamrin Nine, Tahap I Jakarta

40 West Vista Apartment Jakarta

69

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

CONTRACTS ON INFRASTRUCTUREKONTRAK JASA INFRASTRUKTUR No. Nama Proyek / Project name Kota / City

2008-2010

1 Tanjung Jati B Power Plant Expansion Project, Unit 3 & 4 Jepara

2Pekerjaan Pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo Tahap I, Ruas Semarang – Bawen Seksi II di Lokasi Jembatan Susukan / Construction of Semarang-Solo Toll Road Stage I, Semarang-Bawen Row Section II at Susukan Bridge

Jawa Tengah / Central Java

3Pekerjaan Penambahan lajur Ruas Gerbang Tol Manyaran-Jatingaleh Sta.2+400 - 7+508, Jawa Tengah / Construction Work for Additional Rows for Manyaran-Jatilangeh Toll Road Sta.2+400 – 7+580

Jawa Tengah / Central Java

4 Proyek Pembangunan Pondasi PT Semen Gresik / Foundation Construction Project of PT Semen Gresik Tuban

2011

5 Silo Semen PT Semen Gresik Bayuwangi

2012

6 Silo Semen Bosowa PT Waskita Mataram

7 Pembangunan Jalan Akses Tanjung Priok, Tahap II / Tanjung Priok Access Road Construction, Phase II Jakarta

2013

8 Silo Semen PT Pembangunan Perumahan Tbk Banjarmasin

9 Silo Tuban PT Semen Gresik, Tahap II Tuban

10 Silo Tuban PT Semen Gresik, Tahap IV Tuban

2014

11 Pembangunan Dermaga, Silo dan Packing Plant PT Hutama Karya Construction of Dock, Silo and Packing Plant of PT Hutama Karya Pontianak

12 Silo Semen PT Semen Indonesia Balikpapan

2015

13 Pembangunan Gerbang dan Kantor Gerbang Tol pada Jalan Tol Kertosono-Mojokerto Construction of Toll Gate and Toll Gate Office Building on Kertosono-Mojokerto Toll Road Mojokerto

14 Pembangunan Gedung Tol & Jalur Transaksi, Balaraja Timur dan Cilegon Barat Construction of Toll Gate & Transaction Line, Balaraja Timur and Cilegon Barat Cilegon

15 Slipforming PT Semen Gresik Rembang

Kedepannya, Perseroan akan tetap mempertahankan posisinya di pasar dan mengembangkan pasar- pasar baru yang potensial dalam upaya mencapai pertumbuhan pendapatan dan laba yang berkesinambungan, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Moving forward, the Company will maintain its market presence while developing new potential markets in an effort to achieve sustainable revenue and income growth, ultimately improving added value to the shareholders.

Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis 04

72 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Seiring dengan situasi perekonomian Indonesia yang kondusif, Perseroan menutup tahun 2015 dengan peningkatan kinerja yang baik.Along with the conducive environment of Indonesia's economy, the Company concluded 2015 with encouraging results.

Total EkuitasTotal Equity

Pendapatan bersihRevenue

Laba setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas indukIncome after tax attributable to owner of the parent

Total asetTotal assets

Rp1,36

Rp41,9 Rp1,93

Rp664,9

billion Rupiah billion Rupiah

billion Rupiah

Kontrak baruNew contract

Rp3,1trillion Rupiah trillion Rupiah

Triliun Triliun

Miliar Triliun

Miliar

73

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

GENERAL OVERVIEwThe progress of global economic growth in 2015 went under

the wind, which in turn caused the economic downturn for the

majority of the countries, particularly in developing countries.

Previously, in the end of 2014, World Bank predicted the

economic growth rate in 2015 to be above 3% following the

growth rate of the year which was only 2.6%, while the growth

prediction for developing countries remained on an average

4.8%. Despite the positive prediction, the majority of business

players still experienced uneasiness from the slowdown. The

slowdown factors were caused by the weakening of several

significant indicators, such as global oil price and financial

impact on producing countries, uncertainties in The Fed

Fund Rate (FFR) which caused pressure in foreign currencies,

particularly for countries that used US Dollar currency for

transactions and other impacts such as climate anomaly due

to El Niño and political crisis in the Middle East (source: http://

bit.ly/1Rg3h9D).

National economic condition was also affected by the

slowdown. The impact from the weakening of national

economy was detected in quarter II of 2015, starting with the

weakening of Rupiah’s exchange rate against US Dollar, which

reached the lowest level at Rp.14,728. The declining rate forced

the Government through its financial authorities such as Bank

Indonesia (BI) to issue a policy to overcome the problem.

The Government, through BI, issued 3 strategies to optimize

monetary market, which were: strengthening Rupiah’s liquidity

in money market, foreign currencies supply and demand

and the adequacy of foreign exchange reserves. The policies

provided a boost in strengthening Rupiah and economic

condition, which gradually recovered by the end of 2015.

INDUSTRIAL OVERVIEw The growth of construction industry in Indonesia continued

to improve within the last few years; the number grew

beyond the average economic growth of 6-6.5%. PT BCI Asia,

a construction research institution, predicted that the growth

of construction sector in 2015 would grow by 7.4% for both

building construction and civil projects, even more Indonesia

Construction Entrepreneurs Association (GAPEKSINDO)

assessed that the growth may reached 8-9%.

TINJAUAN UMUMLaju pertumbuhan ekonomi global pada 2015 mengalami

perlambatan yang berdampak pada menurunnya geliat

perekonomian di seluruh negara, terutama pada negara-

negara berkembang. Sebelumnya, di akhir 2014 Bank Dunia

(World Bank) memprediksi angka pertumbuhan 2015 berada

di angka 3% setelah raihan pertumbuhan pada 2014 yang

hanya mencapai 2,6%, sedangkan untuk negara berkembang

prediksi pertumbuhan masih berkisar di angka 4,8%. Walaupun

diprediksi membaik, kekhawatiran atas terjadinya perlambatan

masih dirasakan oleh sebagian besar pihak. Faktor perlambatan

berasal dari berlangsungnya pelemahan pada beberapa

indikator penting seperti penurunan harga minyak dunia

serta dampak keuangan yang ditimbulkan bagi negara-negara

produsen, ketidakpastian suku bunga The Fed Fund Rate (FFR)

yang menyebabkan tekanan mata uang asing khususnya pada

negara-negara yang menggunakan Dollar AS untuk kegiatan

transaksinya, serta dampak-dampak lainnya seperti anomali

cuaca akibat El Niño dan krisis politik di Timur Tengah (sumber:

http://bit.ly/1Rg3h9D).

Kondisi perekonomian nasional turut merasakan imbas dari

perlambatan tersebut. Pelemahan perekonomian nasional

mulai dirasakan pada triwulan II 2015, yang dimulai dari

melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang

mencapai pada level terendahnya sebesar Rp14.728. Hal

tersebut memaksa Pemerintah melalui otoritas keuangannya

seperti Bank Indonesia (BI) untuk mengeluarkan paket kebijakan

terkait penanggulangan masalah tersebut. Pemerintah melalui

BI mengeluarkan 3 strategi optimalisasi pasar moneter seperti;

memperkuat likuiditas Rupiah di pasar uang, memperkuat

supply dan demand valas serta memperkuat kecukupan

cadangan devisa. Kebijakan tersebut memberikan dampak

terhadap penguatan Rupiah dan kondisi perekonomian yang

mulai berangsur-angsur membaik mendekati akhir tahun 2015.

TINJAUAN INDUSTRI Pertumbuhan industri konstruksi di Indonesia dalam beberapa

tahun terakhir terus mengalami peningkatan, bahkan angkanya

melebihi pertumbuhan ekonomi rata-rata yang hanya berkisar

6-6,5%. Lembaga riset konstruksi PT BCI Asia memprediksi

pertumbuhan sektor konstruksi 2015 diperkirakan tumbuh

sebesar 7,4% baik untuk bidang konstruksi gedung maupun

proyek-proyek sipil, bahkan Gabungan Pengusaha Konstruksi

Indonesia (GAPEKSINDO) menilai pertumbuhannya dapat

mencapai 8-9%.

74 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Untuk sektor konstruksi gedung, kontribusi peningkatan

pertumbuhan berasal dari segmen high rise building dan

bangunan komersial untuk keperluan perkantoran, kondotel,

hotel apartemen serta pusat perbelanjaan dengan nilai proyek

mencapai Rp260,2 triliun. Geliat pertumbuhan pada segmen

high rise building dan bangunan komersial menjadikan

keduanya sebagai target pasar utama Perseroan.

Dengan adanya perlambatan perekonomian global dan

nasional dampaknya cukup berpengaruh pada realisasi

usaha bidang konstruksi dalam negeri, terutama sektor

kontruksi gedung yang banyak dikelola swasta dengan tidak

mengandalkan serapan anggaran Pemerintah. Perlambatan

tersebut menjadikan tersendatnya pelaksanaan beberapa

proyek akibat peningkatan beban usaha dan lonjakan

harga bahan baku konstruksi. Perseroan melihat, dengan

adanya upaya maksimal dari pemerintah dalam menangani

permasalahan ekonomi serta indikator fundamental yang

masih terkendali seperti inflasi, stabilitas sistem keuangan serta

nilai tukar Rupiah yang kembali menguat dapat meningkatkan

kembali geliat industri konstruksi nasional di tahun mendatang

yang sempat tertahan.

TINJAUAN OPERASI PER SEGMEN USAHA

Informasi Masing-masing Segmen Usahaa. Konstruksi

Bidang usaha konstruksi merupakan kegiatan usaha utama

Perseroan yang memfokuskan pada pembangunan sarana

dan prasarana atau infrastruktur baik dalam ruang lingkup

pengerjaan penghancuran, pondasi maupun struktur

bangunan maupun bentuk bangunan secara keseluruhan.

Saat ini Perseroan banyak mengerjakan proyek-proyek

konstruksi berupa penghancuran bangunan, pondasi,

kawasan pergudangan, high rise building yang akan

digunakan untuk keperluan unit perkantoran dan area

komersil.

b. Penunjang Jasa Konstruksi

Kegiatan usaha penunjang jasa konstruksi yaitu penyewaan

alat-alat konstruksi.

In building construction sector, the contribution for growth

improvement is sourced from high-rise building segment and

commercial buildings for offices, condotels, hotels, apartments

and shopping centers with project value of Rp260.2 trillion. The

uprising growth in high-rise building and commercial buildings

segment thus makes both segments as main market targets for

the Company.

The impacts from slowdown in global and national economy

are quite significant for the realization in domestic construction

business, particularly in building construction managed by

private players without the usage of Government’s budget.

The slowdown thus causes hindrances in the progress of

several projects due to a rise in operating expenses and a price

hike in construction materials’ prices. The Company observes

that, with maximum efforts exerted by the Government in

handling economic problems and controlled fundamental

indicators such as inflation, the stability of financial system and

the gradually-improving Rupiah exchange value may help to

recover the activity of national construction industry, which is

previously halted, for the following years.

OPERATIONAL OVERVIEw PER BUSINESS SEGMENT Information of Each Business Segment a. Construction

Construction business segment is the Company’s major

business which focuses on facilities and infrastructure

development in the scope of demolition, construction

of foundation or structure of the building or the shape of

building in overall. Currently, the Company mostly executes

construction projects in the form of demolition of building,

foundation, warehouse area, and high-rise building that

will be used for office building units and commercial areas.

b. Construction Support Service

Construction support service business covers the rental of

construction equipment.

75

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

c. Perdagangan

Perseroan juga melakukan kegiatan usaha di bidang

perdagangan, khususnya pada bidang perdagangan alat-

alat konstruksi yang meliputi kegiatan penjualan serta

layanan purna jual dan perawatan. Kegiatan perdagangan

Perseroan meliputi penjualan tower crane, passanger hoist,

concrete pump, drilling rigs dan jenis alat berat konstruksi

lainnya.

Kinerja per Segmen Usaha pada Tahun Berjalan

a. Konstruksi

Pada 2015 kinerja segmen usaha konstruksi mengalami

penurunan dengan mencatatkan total pendapatan usaha

sebelum eliminasi sebesar Rp1,29 triliun atau turun sebesar

4,4% dari perolehan tahun 2014 yang tercatat sebesar

Rp1,35 triliun, penurunan ini terutama disebabkan oleh

berkurangnya pendapatan kontrak baru yang diperoleh

Perusahaan pada tahun 2014 dibandingkan dengan

kontrak baru yang didapatkan pada tahun 2013.

b. Penunjang Jasa Konstruksi

Pada 2015 kinerja segmen usaha penunjang jasa konstruksi

terjadi peningkatan 353,2% dengan total pendapatan

usaha sebelum eliminasi sebesar Rp71,6 miliar dari tahun

2014 yang tercatat sebesar Rp15,8 miliar.

c. Perdagangan

Pada 2015, Perseroan berhasil membukukan total

pendapatan usaha sebelum eliminasi pada segmen usaha

perdagangan sebesar Rp52,8 miliar yang naik 604,0% dari

tahun 2014 sebesar Rp7,5 miliar.

TINJAUAN KINERJA KEUANGAN

Analisis Kinerja Keuangan Informasi mengenai analisis kinerja keuangan yang

disampaikan berikut, diperoleh dari Laporan Keuangan

Perseroan yang berakhir pada 31 Desember 2015 dan data

tersebut telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,

Wibisana, Rintis & Rekan (anggota jaringan global dari

PricewaterhouseCoopers) tertanggal 20 Februari 2016.

c. Trading

The Company also conducts business in trading, particularly

in construction material trading such as selling activity and

after-sales services, lease and maintenance. The Company’s

trading activity includes sales of tower crane, passenger

hoist concrete pump, drilling rigs and other types of heavy

equipment for construction.

Performance per Business Segment in Current yeara. Construction

In 2015, the performance of construction business

segment decreased, with total revenue before elimination

Rp1.29 billion or decreasing by 4.4% from 2014, which was

Rp1.35 billion, the decrease was due to declining of new

contracts acquired by the Company in 2014 compared to

new contracts obtained in 2013.

b. Construction Support Service

In 2015, the performance of construction support service

increased by 353.2% with total revenue before elimination

of Rp71.6 billion from 2014, which was Rp15.8 billion.

c. Trading

In 2015, the Company recorded revenue before elimination

in trading segment by Rp52.8 billion, increased by 604.0%

from 2014, which was Rp7.5 billion.

OVERVIEw OF FINANCIAL PERFORMANCE

Financial Performance Analysis The following information on financial performance analysis

is acquired from the Company’s Financial Statements ended

on December 31, 2015. The data has beed audited by Public

Accounting Firm Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Partners

(member of PricewaterhouseCoopers global network) dated

February 20, 2016.

76 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

LAPORAN POSISI KEUANGAN

AsetKomposisi aset Perseroan terdiri dari dua komponen utama

yaitu aset lancar dan dan aset tidak lancar. Pada pos aset

lancar muatannya terdiri atas kas dan setara kas, piutang

usaha, piutang non-usaha, piutang retensi, persediaan,

jumlah kontraktual tagihan bruto pemberi kerja, uang muka,

biaya dibayar di muka, pajak dibayar di muka dan proyek

dalam pelaksanaan. Sedangkan untuk pos aset tidak lancar

muatannya terdiri dari aset tetap, deposito berjangka yang

dibatasi penggunaannya, investasi pada entitas asosiasi dan

ventura bersama, uang muka, serta aset lain-lain.

Total aset Perseroan pada 2015 mengalami kenaikan sebesar

31,3%, dibanding total aset 2014 sebesar Rp1,47 triliun

sedangkan pada 2015 total aset Perseroan tercatat sebesar

Rp1,93 triliun.

a. Aset Lancar

Di tahun 2015, aset lancar Perseroan naik sebesar 31,4%

dari aset lancar 2014 sebesar Rp1,21 triliun menjadi Rp1,59

triliun. Kenaikan aset lancar Perseroan didukung atas

beberapa indikator seperti kas dan setara kas, piutang

usaha, piutang non-usaha, jumlah kontraktual tagihan

bruto pemberi kerja dan uang muka.

b. Aset Tidak Lancar

Di tahun 2015, terjadi kenaikan pada aset tidak lancar

Perseroan sebesar 30,8% dari sebesar Rp258,9 miliar pada

2014 menjadi Rp338,6 miliar Kontribusi terbesar pada

kenaikan aset tidak lancar berasal dari naiknya aset tetap,

investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama, uang

muka jangka panjang, setelah dikurangi bagian jangka

pendek, dan aset lain-lain.

LiabilitasKomposisi liabilitas yang dimiliki oleh Perseroan terbagi dalam

2 komponen utama yaitu, liabilitas jangka pendek dan liabilitas

jangka panjang. Dalam liabilitas jangka pendek susunannya

terdiri dari utang usaha, utang anjak piutang, utang non-usaha,

utang pajak, pendapatan diterima di muka, akrual, utang

kepada pemegang saham, bagian jangka pendek dari utang

jangka panjang (i) utang bank, (ii) liabilitas sewa pembiayaan,

(iiI) pinjaman lain-lain, dan liabilitas imbalan kerja. Sedangkan

REPORT OF FINANCIAL POSITION

Assets The Company’s assets composition consists of two main

components, namely current assets and non-current assets.

Current assets consist of cash and cash equivalents, trade

receivables, non-trade receivables, retention receivables,

inventories, gross contractual amount due from customers,

advances, prepaid expenses, prepaid taxes and projects

under construction. Non-current assets consist of fixed assets,

restricted time deposits, investment in associate and joint

venture, advances net of current portion and other assets.

The Company’s total assets in 2015 increased by 31.3%

compared with 2014 total assets, which was Rp1.47 trillion.

Total assets in 2015 was Rp1.93 trillion.

a. Current Assets

In 2015, the Company’s current assets increased by 31.4%

from the 2014 current assets, which was Rp1.21 trillion, to

Rp1.59 trillion. The increase of current assets was supported

by several indicators such as cash and cash equivalents,

non-trade receivables, gross contractual amount due from

customers and advances.

b. Non-Current Assets

In 2015, non-current assets increased by 30.8% from Rp258.9

billion in 2014 to Rp338.6 billion. Major contributors to

rising of non-current assets were from increase in fixed

assets, investment in associate and joint venture, long-term

advances, net of current portion and other assets.

Liabilities Liabilities composition of the Company is divided into 2

main components, namely current liabilities and noncurrent

liabilities. The composition of current liabilities consists of

trade payables, loan from factoring, non-trade payables, taxes

payable, unearned revenues, accruals, loan from shareholders,

current portion of long-term debts (i) bank loans, (ii) finance

lease liabilities, (iii) other borrowings and employee benefit

obligations. The composition of non-current liabilities consists

77

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

untuk liabilitas jangka panjang susunannya terdiri dari utang

jangka panjang, dikurangi bagian jangka pendek (i) pinjaman

bank, (ii) liabilitas sewa pembiayaan, (iii) pinjaman lain-lain,

serta liabilitas imbalan kerja.

Total liabilitas Perseroan pada 2015 mengalami kenaikan

sebesar 51,8%, dibanding liabilitas 2014 sebesar Rp0,83 triliun

sedangkan pada 2015 total liabilitas Perseroan tercatat sebesar

Rp1,26 triliun.

a. Liabilitas Jangka Pendek

Liabilitas jangka pendek Perusahaan di tahun 2015

mengalami kenaikan dengan persentase sebesar 53,8%.

dibanding liabilitas jangka pendek 2014 sebesar Rp0,78

triliun menjadi Rp1,20 triliun di tahun 2015. Indikator

peningkatan liabilitas jangka pendek Perusahaan berasal

dari bertambahnya utang usaha, pendapatan diterima di

muka, utang kepada pemegang saham, dan bagian jangka

pendek dari utang jangka panjang - pinjaman lain-lain.

b. Liabilitas Jangka Panjang

Susunan liabilitas jangka panjang Perusahaan terdiri atas

utang jangka panjang, dikurangi bagian jangka pendek

(i) pinjaman bank, (ii) liabilitas sewa pembiayaan, (iii)

pinjaman lain-lain, serta liabilitas imbalan kerja. Di tahun

2015 tercatat total liabilitas jangka panjang mengalami

peningkatan 19,8% menjadi sebesar Rp65,3 miliar

dibanding liabilitas jangka panjang 2014 sebesar Rp54,5

miliar.

EkuitasEkuitas Perusahaan memiliki susunan yang terdiri atas ekuitas

yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, modal

saham - modal dasar, tambahan modal disetor, saldo laba,

selisih kurs dari penjabaran laporan keuangan dalam valuta

asing dan kepentingan non-pengendali. Pada tahun 2015

terjadi kenaikan 3,6% dari ekuitas 2014 sebesar Rp642,0 miliar

menjadi Rp664,9 miliar, yang terutama disebabkan oleh laba

tahun berjalan.

Laporan Laba RugiLaba setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas

induk pada 2015 mengalami penurunan sebesar 60,0%, pada

2014 sebesar Rp104,8 miliar menjadi Rp41,9 miliar pada

2015. Penurunan tersebut terjadi akibat meningkatnya beban

pokok pendapatan, biaya umum dan administrasi serta biaya

keuangan.

of long-term debt, net of current portion (i) bank loans, (ii)

finance lease liabilities, (iii) other borrowings and employee

benefit obligations.

The Company’s total liabilities in 2015 increased by 51.8%

compared with liabilities in 2014 which was Rp0.83 trillion. In

2015, the Company’s total liabilities was Rp1.26 trillion.

a. Current Liabilities

The Company's current liabilities in 2015 increased with the

percentage of 53.8% compared with current liabilities in

2014 which was Rp0.78 trillion to Rp1.20 trillion in 2015. The

indicators of increase in current liabilities were from rising

trade payables, unearned revenues, loan from shareholders

and current portion of long-term debts - other borrowings.

b. Non-Current Liabilities

The composition of non-current liabilities consists of long-

term debt, net of current portion (i) bank loans, (ii) finance

lease liabilities, (iii) other borrowings and employee benefit

obligations. In 2015, total non-current liabilities increased

by 19.8% to Rp65.3 billion compared with non-current

liabilities in 2014 which was Rp54.5 billion.

EquityEquity's composition consists of equity attributable to owners

of the parent entity, share capital - authorized capital, additional

paid-in capital, retained earnings, exchange difference on

financial statements translation in foreign currencies and

non-controlling interests. In 2015, equity increased by 3.6%

compared with 2014, which was Rp642.0 billion, to Rp664.9

billion mainly due to profit for the year.

Income Statement Profit after tax attributable to owner of the parent in 2015

decreased by 60.0% from Rp104.8 billion in 2014 to Rp41.9

billion in 2015. The decrease was due to rising cost of revenue,

general and administrative expenses and finance costs.

78 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

a. Pendapatan bersih

Pendapatan bersih Perseroan pada 2015 tercatat sebesar

Rp1,36 triliun dibanding pendapatan usaha 2014, sebesar

Rp1,35 triliun. Proporsi pendapatan bersih Perseroan pada

2015 terdiri dari sektor jasa konstruksi sebesar 95,2%,

sektor jasa penunjang jasa konstruksi sebesar 2,5% dan

perdagangan adalah 2,3%.

b. Beban Pokok Pendapatan

Pada 2015, jumlah beban pokok pendapatan mengalami

kenaikan 2,7% dibanding beban pokok pendapatan 2014

sebesar Rp1,10 triliun miliar menjadi Rp1,13 triliun pada

2015. Meningkatnya beban pokok pendapatan terjadi

seiring dengan bertambahnya pendapatan usaha dari

proporsi sektor jasa konstruksi pada 2015 menjadi 62,0%

yang sebelumnya sebesar 53,4% pada 2014.

c. Laba Kotor

Adanya peningkatan pada beban pokok pendapatan

mempengaruhi turunnya laba kotor Perseroan sebesar

9,8% yang pada 2015 tercatat sebesar Rp224,4 miliar jika

dibandingkan dengan perolehan laba kotor 2014 sebesar

Rp248,9 miliar.

d. Laba Tahun Berjalan

Besaran laba tahun berjalan pada 2015 adalah laba

sebelum pajak penghasilan dikurangi (beban)/manfaat

pajak penghasilan tercatat sebesar Rp42,2 miliar, angka

tersebut lebih rendah 59,4% dibandingkan laba tahun

berjalan 2014 yang tercatat sebesar Rp103,9 miliar.

e. Laba Setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik

entitas induk

Laba Setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik

entitas induk 2015 sebesar Rp41,9 miliar, turun 60,0% dari

tahun 2014 yang sebesar Rp104,8 miliar.

Arus KasKomponen perhitungan yang terdapat dalam Laporan Arus Kas

Perusahaan terdiri dari arus kas dari aktivitas operasi, arus kas

dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan.

Arus Kas dari Aktivitas OperasiArus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi

Perusahaan di 2015 tercatat sebesar Rp25,0 miliar, lebih rendah

42,3% dari Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas

operasi 2014 sebesar Rp43,3 miliar. Penurunan ini terutama

disebabkan naiknya penerimaan dari pelanggan terkait

aktivitas operasional Perusahaan.

a. Net Revenue

The Company’s net revenue in 2015 was Rp1.36 trillion

compared with 2014 which was Rp1.35 trillion. Net revenue

proportion in 2015 consisted of construction services

sector of 95.2%, construction support services of 2.5% and

trading of 2.3%.

b. Cost of Revenue

In 2015, total cost of revenue increased by 2.7% compared

with 2014, from Rp1.10 trillion to Rp1.13 trillion. The

increase in cost of revenue occurred in line with rising

revenues from construction services proportion from

53.4% in 2014 to 62.0% in 2015.

c. Gross Profit

The rise in cost of revenue affected the decline of gross

profit by 9.8% which was Rp224.4 billion in 2015 compared

with 2014, which was Rp248.9 billion.

d. Profit for the year

The amount of profit for the year in 2015 was derived

from profit before income tax after income tax (expense)/

benefit, which was Rp42.2 billion. The number was lower by

59.4% compared with profit for the year in 2014, which was

Rp103.9 billion.

e. Profit after tax attributable to owners of the parent

Profit after tax attributable to owners of the parent in 2015

was Rp41.9 billion, decreased by 60.0% from 2014 which

was Rp104.8 billion.

Cash Flow Measuring components in the Company’s Cash Flow Report

consist of cash flow from operating activities, cash flow from

investing activities and cash flow from financing activities.

Cash Flow from Operating Activities Cash flow from operating activities in 2015 was Rp25.0 billion,

decreased by 42.3% from the cash flow from operating activities

in 2014, which was Rp43.3 billion. The decrease was due to

rising receipts from customers on the Company’s operating

activities.

79

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Arus Kas dari Aktivitas InvestasiArus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi

Perusahaan di 2015 tercatat sebesar Rp110,0 miliar, naik

36,0% dari Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas

investasi 2014 sebesar Rp80,9 miliar. Peningkatan ini terutama

disebabkan oleh perolehan aset tetap untuk menunjang

operasional Perusahaan.

Arus Kas dari Aktivitas PendanaanArus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan

Perusahaan di 2015 tercatat sebesar Rp149,3 miliar, naik 18,7%

dari arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan

2014 sebesar Rp125,8 miliar. Kenaikan ini terutama disebabkan

oleh adanya penerimaan dari pinjaman pemegang saham.

KEMAMPUAN MEMBAyAR UTANG DAN KOLEKTIBILITAS PIUTANG yANG PEMBAHASANNyA MENCAKUP BEBERAPA RASIO PERUSAHAAN

Kemampuan Membayar Utang dan Kolektibilitas Piutanga. Rasio Likuiditas

• Perseroan memiliki kemampuan yang baik dalam

memenuhi liabilitas jangka pendek. Hal ini tercermin

dari rasio likuiditas yang dihitung berdasarkan

rasio lancar, yang dihitung dengan membagi aset

lancar dengan liabilitas jangka pendek. Pada tahun

2015, tingkat likuiditas Perseroan yang dihitung

menggunakan metode rasio lancar adalah 1,33.

Perseroan akan senantiasa menjaga tingkat likuiditas

yang sehat.

b. Rasio Solvabilitas

• Menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi

liabilitas jangka pendek maupun jangka panjang yang

akan jatuh tempo, dihitung dengan membandingkan

total liabilitas terhadap total aset. Pada tahun 2015,

rasio solvabilitas adalah sebesar 0,66.

• Demikian halnya dengan perbandingan antara total

liabilitas terhadap total ekuitas/modal (Debt to Equity

Ratio) pada 2015 mengalami kenaikan menjadi 0,66

dari 0,43 pada 2014.

• Melalui perhitungan dua jenis rasio di atas,

menunjukkan kemampuan Perseroan yang besar untuk

membayar pinjamannya.

Cash Flow from Investing Activities Net cash flow for investing activities in 2015 was Rp110.0 billion,

increased by 36.0% from cash flow from investing activities

in 2014, which was Rp80.9 billion. The increase was due to

acquisition of fixed assets to support the Company’s operation.

Cash Flow from Financing Activities Net cash flow from financing activities in 2015 was Rp149.3

billion, increased by 18.7% from net cash flow in 2014 which

was Rp125.8 billion. The increase was due to receipts from

shareholders’ loan.

SOLVENCy AND COLLECTABILITy OF wHICH DISCUSSION COVERS THE COMPANy’S RATIOS

Solvency and collectability

a. Liquidity Ratio

• The Company was capable to meet its current liabilities

as reflected in the liquidity ratio, which is calculated

from current ratio; a result of division from current

assets and current liabilities. In 2015, the Company’s

liquidity rate calculated from current ratio method was

1.33. The Company shall maintain its healthy liquidity

rate.

b. Solvability Ratio

• Solvability ratio shows the Compay’s ability to meet its

matured current and non-current liabilities, calculated

from the division of total liabilities to total assets. In 2015,

solvability ratio was 0.66.

• Furthermore, Debt to Equity Ratio increased from 0.43 in

2014 to 0.66 in 2015.

• The calculation of both ratios illustrates the Company’s

significant capability to repay its loans.

80 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Analisis Tingkat Kolektibilitas PerusahaanTingkat kolektibilitas piutang Perseroan pada tahun 2015

adalah sebesar 36 hari, sedangkan sebelumnya adalah 30

hari. Periode masa penagihan yang lebih lambat adalah imbas

dari mundurnya jadwal pembayaran kewajiban pelanggan,

namun hal ini tidak menyebabkan perubahan yang signifikan

terhadap kualitas kredit. Secara berkala, Perseroan melakukan

tinjauan atas kualitas kredit dan kemampuan pelanggan untuk

membayar kewajibannya, sehingga manajemen berkeyakinan

saldo piutang dapat dipulihkan.

STRUKTUR MODAL DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN ATAS STRUKTUR MODAL

Kebijakan Manajemen atas Struktur ModalTujuan Perseroan dalam mengelola permodalan adalah untuk

mempertahankan kelangsungan usaha Perseroan guna

memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat

kepada pemangku kepentingan lainnya serta menjaga stuktur

modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal.

Perseroan secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola

struktur permodalan untuk memastikan struktur modal dan

hasil pengembalian ke pemegang saham yang optimal,

dengan mempertimbangkan kebutuhan modal masa depan

dan efisiensi modal Perseroan, profitabilitas masa sekarang

dan yang akan datang, proyeksi arus kas operasi, proyeksi

pengeluaran barang modal dan proyeksi peluang investasi

yang strategis. Untuk mempertahankan atau menyesuaikan

struktur modal, Perseroan menyesuaikan jumlah dividen yang

dibayar kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru

atau menjual aset untuk mengurangi utang.

Perseroan memonitor permodalan berdasarkan rasio gearing

konsolidasian dan rasio laba yang disesuaikan terhadap bunga

konsolidasian. Rasio gearing dihitung dengan membagi

utang bersih dengan jumlah modal. Utang bersih dihitung

dari jumlah pinjaman (termasuk pinjaman jangka pendek dan

jangka panjang yang disajikan pada laporan posisi keuangan)

dikurangi kas dan setara kas. Jumlah modal dihitung dari

“ekuitas” seperti yang ada pada laporan posisi keuangan

konsolidasian

Analysis of Company’s Collectability Rate The collectability rate of the Company in 2015 was 36 days

compared to the previous year which was 30 days. The slower

collectability period was an effect of delay in customers’

obligation payment schedule, which did not significantly

change the credit quality. The Company periodically reviewed

the credit quality and customers’ capability to pay their

obligations. As such, by doing so, the management believed

that the balances could be recovered.

CAPITAL STRUCTURE AND MANAGEMENT POLICy ON CAPITAL STRUCTURE

Management Policy on Capital StructureThe Company’s purpose in managing the capital is to maintain

its business continuity to generate yields to the shareholders

and benefits to other stakeholders, as well as to maintain

optimum capital structure in order to reduce the cost of capital.

The Company actively and regularly reviews and manages

its capital structure to ensure optimal capital structure and

shareholder returns, taking into consideration the future

capital requirements and capital efficiency of the Group,

prevailing and projected profitability, projected operating cash

flows, projected capital expenditures and projected strategic

investment opportunities. In order to maintain or adjust the

capital structure, the Company may adjust the amount of

dividends paid to shareholders, issue new shares or sell assets

to reduce debt.

The Company monitors capital on the basis of the Company’s

consolidated gearing ratio and consolidated interest cover.

The gearing ratio is calculated as net borrowings divided by

total capital. Net borrowings is calculated as total borrowings

(including current and non-current borrowings as shown in the

consolidated statement of financial position) less cash and cash

equivalents. Total capital is calculated as “equity” as shown in

the consolidated statement of financial position.

81

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Rasio pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah

sebagai berikut:

Uraian / Description 31/12/2015 31/12/2014

Total Pinjaman / Total Borrowings 440.262 227.628Dikurangi kas dan setara kas / Less cash and cash equivalents (60.671) (49.575)Pinjaman bersih/ Net borrowings 379.591 178.053Total ekuitas / Total equity 664.859 642.048Rasio gearing / Gearing ratio 57,09% 27,73%

IKATAN yANG MATERIAL UNTUK INVESTASI BARANG MODALa. Jumlah Dana dan Tujuan Investasi Barang dan Modal

Pada 2015, investasi barang dan modal Perseroan tercatat

sebesar Rp118,8 miliar atau mengalami kenaikan sebesar

51,1% dari tahun 2014 sebesar Rp78,6 miliar.

b. Sumber Dana

Sumber dana terkait barang dan modal berasal dari modal

sendiri dan leasing.

INFORMASI MATERIAL MENGENAI INVESTASI, EKSPANSI, DIVESTASI, PENGGABUNGAN/PELEBURAN USAHA, AKUISISI ATAU RESTRUKTURISASI UTANG/MODALSelama tahun 2015, Perseroan tidak melakukan aktivitas di

luar kewajaran terkait dengan investasi, ekspansi, divestasi,

penggabungan/peleburan usaha, akuisisi atau restrukturisasi

sehingga tidak terdapat informasi dan/atau fakta material

terkait hal-hal di atas.

INFORMASI TRANSAKSI MATERIAL yANG MENGANDUNG BENTURAN KEPENTINGAN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK AFILIASI

Tidak terdapat transaksi yang mengandung benturan

kepentingan selama tahun pelaporan.

Transaksi dengan Pihak-Pihak BerelasiPerseroan melakukan transaksi usaha dengan pihak berelasi,

baik menyangkut pembelian, penjualan maupun sewa operasi.

Namun demikian, semua transaksi tersebut bersifat wajar dan

sama dengan transaksi dengan pihak ketiga lainnya. Persamaan

terjadi dalam penetapan harga jual, harga pembelian, beban

sewa, maupun transaksi lainnya dilakukan melalui negosiasi

agar memenuhi asas quality, cost, delivery (QCD) yang optimal

The ratios as at 31 December 2015 and 2014 are as follows:

MATERIAL TIES FOR CAPITAL GOODS INVESTMENTa. Total Funds and Purposes of Capital Goods Investment

In 2015, the Company’s capital goods investment was

Rp118.8 billion or increased by 51.1% from 2014 which was

Rp78.6 billion.

b. Sources of fund

Sources of fund for capital goods were from the Company’s

own capital and leasing.

MATERIAL INFORMATION ON INVESTMENT, ExPANSION, DIVESTMENT, BUSINESS MERGER/CONSOLIDATION, ACQUISITION, OR CAPITAL/DEBT RESTRUCTURINGIn 2015, the Company did not conduct any unfair activities

related with material information on investment, expansion,

divestment, business merger/consolidation, acquisition, or

capital/debt restructuring. Therefore, there is no information or

material facts of the above matters.

INFORMATION ON MATERIAL TRANSACTION CONTAINING CONFLICTS OF INTEREST AND TRANSACTION wITH AFFILIATED PARTIESThere was no transaction with conflicts of interest during the

reporting year.

Transaction with Related PartiesThe Company conducts business transaction with related

parties on purchase, sales and operational lease. Nevertheless,

all transactions are conducted in fair and equal manner as in the

transaction with other third parties. Similarities can be found in

the determination of sales price, purchase price, lease expense,

as well as in other transactions, which is conducted through

negotiation for optimum fulfilment of quality, cost, delivery

82 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

bagi kepentingan kedua belah pihak. Daftar seluruh transaksi

dan saldo dengan pihak-pihak yang berelasi tersebut

dapat dilihat pada catatan 28 dari Laporan Keuangan Audit

Konsolidasian Perseroan.

Sifat Hubungan dan Sifat Transaksi dengan Pihak BerelasiBerikut ini merupakan sifat hubungan dan transaksi Perseroan

dengan pihak berelasi:

Pihak-Pihak berelasi / related Parties

Sifat dari hubungan /nature of relationship

Sifat dari Transaksi /nature of Transaction

PT Karya Supra Perkasa

Pemegang saham pengendali langsung Perseroan / Direct controlling shareholder of the Company

Pembayaran dividen dan pinjaman / Dividend payment and loan

PT Cross Plus Indonesia Pemegang saham Perseroan / Shareholder of the Company

Pembayaran dividen dan pinjaman / Dividend payment and loan

PT Loka Cipta Kreasi Pemegang saham Perseroan / Shareholder of the Company

Pembayaran dividen dan pinjaman / Dividend payment and loan

PT Bintai Kindenko Engineering Indonesia Asosiasi / Associated Pembelian / Purchase

PT ATMC Pump Services Entitas ventura bersama / Joint venture entity Pembelian / Purchase

PT Dinamik Struktural Sistem Entitas sepengendali / Entity under common control Pembelian / Purchase

PT Alfa Stilindo Entitas sepengendali / Entity under common control Pembelian / Purchase

PT Astra International TbkPemegang saham pengendali dari PT United Tractors Tbk / Controlling shareholder of PT United Tractors Tbk

Pendapatan / Revenue

PT United Tractors TbkPemegang saham pengendali dari PT Karya Supra Perkasa / Controlling shareholder of PT Karya Supra Perkasa

Pembelian aset tetap / Purchase of fixed assets

PT United Tractors Pandu Engineering

Entitas sepengendali / Entity under common control Pembelian / Purchase

PT Andalan Multi Kencana Entitas sepengendali / Entity under common control Pembelian / Purchase

PT Bina Pertiwi Entitas sepengendali / Entity under common control Pembelian aset tetap / Purchase of fixed assets

PT Astra Sedaya Finance Entitas sepengendali / Entity under common control

Transaksi sewa pembiayaan /Finance lease transaction

PT Bank Permata Tbk Entitas sepengendali / Entity under common control

Transaksi perbankan /Bank transaction

PT Marga Mandalasakti Entitas sepengendali / Entity under common control Pendapatan / Revenue

PT Marga Harjaya Infrastruktur Entitas sepengendali / Entity under common control Pendapatan / Revenue

Dewan Komisaris dan Direksi / Board of Commissioners and Directors

Personil manajemen kunci / Key management personnel

Kompensasi dan remunerasi / Compensation and remuneration

(QCD) principles for both parties. The list of all transactions and

balance with related parties may be viewed on Note 28 in the

Company’s Audited Consolidated Financial Statements.

Nature of Relation and Nature of Transaction with Related Parties

The following is the relation and transaction nature of the

Company with related parties.

83

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Realisasi TransaksiPada tanggal 16 Maret 2015, Perseroan menandatangani

fasilitas pinjaman pemegang saham dengan PT Karya Supra

Perkasa yang terdiri atas pinjaman berjangka dan pinjaman

berulang dengan total fasilitas sebesar Rp300,0 miliar (atau

setara dalam USD). Fasilitas ini dikenakan bunga Lembaga

Penjamin Simpanan (LPS) ditambah margin tertentu per tahun

untuk pinjaman dalam mata uang Rupiah dan London Interbank

Offered Rate (LIBOR) ditambah margin per tahun tertentu untuk

pinjaman dalam mata uang USD.

Pada tanggal 23 Maret 2015, Perseroan menandatangani

fasilitas pinjaman pemegang saham dengan PT Cross Plus

Indonesia dan PT Loka Cipta Kreasi yang terdiri atas pinjaman

berjangka dan pinjaman berulang dengan total fasilitas

masing-masing sebesar Rp60,0 miliar (atau setara dalam USD).

Fasilitas ini dikenakan bunga LPS ditambah margin tertentu

per tahun untuk pinjaman dalam mata uang Rupiah dan LIBOR

ditambah margin tertentu per tahun untuk pinjaman dalam

mata uang USD.

PERUBAHAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN yANG BERPENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAANSelama tahun pelaporan akuntan tahun 2015, Perseroan tidak

mengalami dampak signifikan dari perubahan peraturan

perundang-undangan.

PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI yANG DITERAPKAN PADA TAHUN BUKU TERAKHIRPerubahan kebijakan akuntansi yang diterapkan pada tahun

buku terakhir dapat dilihat pada Catatan 2a dari Laporan

Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan.

INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL yANG TERJADI SETELAH TANGGAL LAPORAN KEUANGANSetelah tanggal Laporan Keuangan, tidak ada kejadian penting

yang berdampak pada kinerja dan risiko usaha di masa

mendatang.

Transaction RealizationOn 16 March 2015, the Company signed a shareholder’s loan

facility agreement with PT Karya Supra Perkasa, which consists

of term loan and revolving loan with total facility of Rp300.0

billion (or in USD equivalent). This facility bears interest rate

of Deposit Insurance Corporation (DIC) plus certain margin

per annum for shareholder’s loan denominated in Rupiah and

LIBOR plus certain margin per annum for shareholder’s loan

denominated in USD.

On 23 March 2015, the Company signed shareholder’s loan

facility agreements with PT Cross Plus Indonesia and PT Loka

Cipta Kreasi, which consist of term loan and revolving loan with

total facility of Rp60.0 billion (or in USD equivalent) each. These

facilities bear interest rate of DIC plus certain margin per annum

for shareholder’s loan denominated in Rupiah and LIBOR plus

certain margin per annum for shareholder’s loan denominated

in USD.

CHANGES IN RULES AND REGULATIONS wITH SIGNIFICANT IMPACT ON THE COMPANy’S PERFORMANCE

During the balance sheet reporting year in 2015, the Company

did not experience any significant impact from changes in rules

and regulations.

CHANGES IN ACCOUNTING POLICy IMPLEMENTED IN THE LAST FISCAL yEAR

Changes in accounting policy implemented in the last fiscal

year may be viewed in Note 2a in the Company’s Audited

Consolidated Financial Statements.

MATERIAL INFORMATION AND FACT SUBSEQUENT TO FINANCIAL STATEMENTS

There were no significant event that affected the Company’s

performance and future business risks subsequent to Financial

Statements.

Kami ingin karyawan kami bangga bekerja pada sektor konstruksi, dan memungkinkan mereka tumbuh dan berkinerja maksimal serta berupaya terus menerus untuk menghasilkan kesempurnaan.

We want our people to be proud to work in the construction industry which allows them to improve themselves, perform their best, and continually strive for excellence.

Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance 05

86 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Perseroan berupaya mewujudkan tata kelola perusahaan di lingkungan Perseroan dengan menerapkan nilai- nilai dan budaya kerja yang selaras dengan prinsip -prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik.

The Company is committed to implement good corporate governance by applying values and work culture that is in line with the principles of Good Corporate Governance (GCG).

86 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

87

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN yANG BAIK DI PERUSAHAANPerusahaan ditinjau dari sudut pandang organisasi merupakan

sebuah rangkaian hirarki institusi dan Sumber Daya Manusia

(SDM) yang memiliki fungsi terkait proses, pengelolaan,

pembuatan dan pelaksanaan kebijakan serta kontrol terhadap

jalannya operasional usaha. Dalam mencapai tujuan-tujuan

yang telah disusun serta pelaksanaan pengelolaan yang sesuai

dengan regulasi dan Peraturan Perundang-undangan yang

berlaku, Perseroan dituntut untuk mampu menjalankan Tata

Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG)

yang mengacu pada beberapa parameter sebagai indikator

baik-tidaknya pengelolaan yang sudah dilakukan.

Standar acuan tersebut meliputi beberapa prinsip dasar seperti

transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi

serta kewajaran. Dalam implementasinya, prinsip-prinsip

dasar tersebut merangkum seluruh aspek kegiatan

operasional Perseroan seperti keterbukaan dalam pengelolaan

keuangan dengan melibatkan sistem pengawasan yang baik,

kesesuaian prosedur dalam proses perumusan kebijakan dan

pengambilan keputusan sebagai wujud akuntabilitas, dan

pelaksanaan program-program terpadu di luar kegiatan usaha

sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan. Pengungkapan

atas pelaksanaan GCG juga memilki manfaat bagi seluruh

pemangku kepentingan dalam memperoleh informasi yang

detil mengenai perkembangan tata kelola yang dijalankan.

Prinsip GCGPerseroan memastikan bahwa prinsip GCG diterapkan

pada setiap aspek bisnis dan di semua jajaran Perseroan.

Transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi

serta kewajaran dan kesetaraan diperlukan untuk mencapai

kesinambungan usaha (sustainability) perusahaan dengan

memperhatikan pemangku kepentingan (stakeholders).

IMPLEMENTATION OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE IN THE COMPANyFrom the standpoint of organization, the Company is a series

of hierarchy of institution and Human Capital which has

functions related to process, management, production, and

implementation of policy as well as control towards the course

of business operation. In order to achieve the set target and

implementation of management complied with the prevailing

Laws and Regulations, the Company is required to implement

Good Corporate Governance referring to parameters as

indicator of a good/bad management.

The standards cover several basic principles such as

transparency, accountability, responsibility, independence, and

fairness. In the implementation process, those basic principles

summarize all aspects of operational activity in the Company,

such as transparency in financial management by involving

a good system of supervision, adjustment of procedure in

process of policy formulating and decision making as a form

of accountability, and implementation of integrated programs

outside business activity as a form of corporate responsibility.

The disclosure of GCG implementation also beneficial to

all stakeholders in obtaining detailed information on the

development of GCG practices implemented by the Company.

GCG PrinciplesThe Company ensures that the GCG principles are applied in

all business aspects and ranks in the Company. Transparency,

accountability, responsibility, independency, as well as fairness

and equality are required to achieve sustainability by taking

the stakeholders into account.

88 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

1. Transparansi

Prinsip Dasar

Untuk menjaga objektivitas dalam menjalankan bisnis,

Perseroan menyediakan informasi yang material dan relevan

dengan cara yang mudah diakses dan dipahami oleh

pemangku kepentingan. Perseroan mengambil inisiatif untuk

mengungkapkan tidak hanya masalah yang disyaratkan oleh

peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal yang penting

untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham dan

pemangku kepentingan lainnya.

Pedoman Pokok Pelaksanaan

• Perseroan menyediakan informasi secara tepat waktu,

memadai, jelas, akurat dan informasi tersebut dapat

diperbandingkan serta mudah diakses oleh pemangku

kepentingan sesuai dengan haknya.

• Informasi yang diungkapkan meliputi, visi, misi, sasaran

usaha dan strategi Perusahaan, kondisi keuangan,

susunan dan kompensasi manajemen, pemegang

saham pengendali, kepemilikan saham oleh anggota

Direksi dan anggota Dewan Komisaris beserta anggota

keluarganya dalam Perseroan dan perusahaan lainnya,

sistem manajemen risiko, sistem pengawasan dan

pengendalian internal, sistem dan pelaksanaan GCG serta

tingkat kepatuhannya, dan kejadian penting yang dapat

mempengaruhi kondisi perusahaan.

• Prinsip keterbukaan yang dianut oleh Perseroan tidak

mengurangi kewajiban untuk memenuhi ketentuan

kerahasiaan Perseroan sesuai dengan peraturan

perundang-undangan, rahasia jabatan, dan hak-hak

pribadi.

• Kebijakan Perseroan dibuat tertulis dan secara proporsional

dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan.

2. Akuntabilitas

Prinsip Dasar

Perseroan dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya

secara transparan dan wajar. Perseroan dengan pengelolaan

yang benar, terukur dan sesuai dengan kepentingan Perseroan

dengan tetap memperhitungkan kepentingan pemegang

saham dan pemangku kepentingan lain. Akuntabilitas

merupakan prasyarat yang diperlukan untuk mencapai kinerja

yang berkesinambungan.

1. Transparency

Basic Principle

To maintain objectivity in running the business, the Company

provides material and relevant information which can be easily

accessed and understood by stakeholders. The Company

initiates to disclose not only matters required by the laws and

regulations but also important matters for decision making

done by shareholders and other stakeholders.

Basic Guidelines

• The Company provides adequate, clear, and accurate

information in a timely manner. The information is

comparable and can be accessed easily by stakeholders in

accordance with their rights.

• Thedisclosedinformationcoversvision,mission,business

target and corporate strategy, financial condition,

composition and compensation of management,

controlling shareholders, share ownership by member

of the Board of Directors and Board of Commissioners

and their family in the Company and other company, risk

management system, supervisory system and internal

control, system and implementation of GCG and its level of

compliance, and significant events affecting the Company’s

condition.

• PrincipleoftransparencyadoptedintheCompanydoesnot

decrease responsibility to fulfill the Company’s provision of

confidentiality in accordance with the laws and regulations,

professional secrecy, and personal rights.

• The Company’s policy is written and proportionally

communicated to stakeholders.

2. Accountability

Basic Principle

The Company is responsible for its performance and shall

be disclosed transparently and fairly. The Company shall be

managed appropriately, measurably and in line with the

Company’s interest and also interest of shareholders and other

stakeholders. Accountability is a necessary prerequisite to

attain sustainable performance.

89

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Pedoman Pokok Pelaksanaan

• Perseroan harus menetapkan rincian tugas dan tanggung

jawab masing-masing organ Perseroan dan semua

karyawan secara jelas dan selaras dengan visi, misi, nilai-

nilai Perseroan (corporate values), dan strategi Perseroan.

• Perseroan meyakini bahwa semua organ Perseroan dan

semua karyawan mempunyai kemampuan sesuai dengan

tugas, tanggung jawab, dan perannya dalam pelaksanaan

GCG.

• Perseroan memastikan adanya sistem pengendalian

internal yang efektif dalam pengelolaan Perseroan.

• Perseroan harus memiliki ukuran kinerja untuk semua

jajaran Perseroan yang konsisten dengan sasaran usaha

Perseroan, serta memiliki sistem penghargaan dan sanksi

(reward and punishment system).

• Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, setiap

organ Perseroan dan semua karyawan harus berpegang

pada etika bisnis dan pedoman perilaku (code of conduct)

yang telah disepakati.

3. Pertanggungjawaban

Prinsip Dasar

Perseroan mematuhi peraturan perundang-undangan serta

melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan

lingkungan sehingga kesinambungan usaha dalam jangka

panjang dapat terpelihara dan mendapat pengakuan sebagai

good corporate citizen.

Pedoman Pokok Pelaksanaan

• Organ Perseroan berpegang pada prinsip kehati-hatian dan

memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-

undangan, anggaran dasar dan peraturan Perseroan (by-

laws).

• Perseroan melaksanakan tanggung jawab sosial dengan

tetap memperhatikan kondisi masyarakat dan kelestarian

lingkungan terutama di sekitar Perseroan dengan membuat

perencanaan dan pelaksanaan yang memadai.

4. Independensi

Prinsip Dasar

Untuk memastikan pelaksanaan asas GCG, Perseroan dikelola

secara independen sehingga masing-masing organ Perseroan

tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi oleh

pihak lain.

Basic Guidelines

• The Company shall determine the job descriptions and

responsibility of each organs and all employees clearly and

in line with vision, mission, corporate values, and corporate

strategy.

• TheCompanybelievesthatallorgansandemployeesinthe

Company have capabilities to do their duties, responsibilities,

and roles that in line with the implementation of GCG.

• The Company ensures the existence of effective internal

control system in the Company’s management.

• TheCompanyshallhaveperformancemeasurementforall

ranks which is consistent with corporate business target,

and possess reward and punishment system.

• AllorgansintheCompanyshallupholdtheagreedbusiness

ethics and code of conduct in performing their duties and

responsibilities.

3. Responsibility

Basic Principle

The Company complies with the laws and regulations and

carries out its responsibilities towards society and environment

so that long-term business continuity will be maintained and

the Company is recognized as good corporate citizen.

Basic Guidelines

• Organs in the Company uphold the prudence principle

and ensure the compliance with the laws and regulations,

articles of association and the Company’s by-laws.

• TheCompanyfulfillssocialresponsibilitybyalwaystaking

into account condition of society and environmental

preservation particularly around the Company by making

adequate planning and execution.

4. Independency

Basic Principle

In order to ensure the implementation of GCG principles, the

Company is managed independently so that organs in the

Company do not seek domination over each other and cannot

be intervened by other parties.

90 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Pedoman Pokok Pelaksanaan

• Masing-masing organ perusahaan menghindari terjadinya

dominasi oleh pihak manapun, tidak terpengaruh oleh

kepentingan tertentu, bebas dari benturan kepentingan

(conflict of interest) dan dari segala pengaruh atau tekanan,

sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara

obyektif.

• Masing-masing organ perusahaan harus melaksanakan

fungsi dan tugasnya sesuai dengan anggaran dasar dan

peraturan perundang-undangan, tidak saling mendominasi

dan atau melempar tanggung jawab antara satu dengan

yang lain.

5. Kewajaran dan Kesetaraan

Prinsip Dasar

Dalam melaksanakan kegiatannya, Perseroan senantiasa

memperhatikan kepentingan pemegang saham dan

pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran

dan kesetaraan.

Pedoman Pokok Pelaksanaan

• Perseroan memberikan kesempatan kepada pemangku

kepentingan untuk memberi masukan dan menyampaikan

pendapat bagi kepentingan perusahaan. Serta Perseroan

menyediakan akses terhadap informasi sesuai dengan

prinsip transparansi dalam lingkup kedudukan masing-

masing.

• Perseroan memberikan perlakuan yang wajar dan setara

kepada pemangku kepentingan sesuai dengan manfaat

dan kontribusi yang diberikan kepada Perseroan.

• Perseroan memberikan kesempatan yang sama dalam

penerimaan karyawan, karir dan melaksanakan tugasnya

secara profesional tanpa membedakan suku, agama, ras,

golongan, gender dan kondisi fisik.

Penerapan GCG terkandung dalam misi Perseroan untuk

menciptakan produk berkualitas sehingga memiliki hasil

yang menarik dan berpegang pada tujuan finansial dalam

mempertahankan pengembalian tingkat modal tinggi agar

dapat meningkatkan nilai investasi bagi pemegang saham.

Dalam penerapan GCG yang baik Perseroan berpedoman pada:

• Tercapainya kesinambungan perusahaan melalui

pengelolaan yang didasarkan pada asas transparansi,

akuntabilitas, responsibilitas, independensi serta kewajaran

dan kesetaraan.

Basic Guidelines

• Each organ avoids the occurrence of domination by any

party, does not get affected by particular interests, and is

free from conflict of interest and all influences or pressures,

all of which is performed to be able to make decisions in

objective manner.

• Each organ shall carry out its functions and duties in

accordance with the Articles of Association and the laws

and regulations, and does not seek domination and/or pass

the buck with each other.

5. Fairness and Equality

Basic Principle

In conducting its activity, the Company shall consider the

shareholders and other stakeholders’ interests in accordance

with fairness and equality principle.

Basic Implementation Guidelines

• The Company allows the stakeholders to give inputs

and state their opinions for the Company’s interest. The

Company also provides access to information in accordance

with principle of transparency in the scope of respective

position.

• The Company treats the stakeholders fairly and equaly,

proportional to their contributions and benefits given to

the Company.

• TheCompanygivesequalopportunityintermsofemployee

recruitment and career. The Company also implements its

business professionally, regardless of ethnic, religion, race,

group, gender and physical condition.

The implementation of GCG is contained in the Company’s

mission to produce high-quality products that are appealing.

The Company also adheres to financial objective in maintaining

high returns on capital in order to increase investment value for

shareholders.

In the implementation of GCG, the Company is guided by:

• The achievement of the Company’s sustainability

through management which is based on the principle of

transparency, accountability, responsibility, independency,

fairness and equality.

91

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

• Pemberdayaan fungsi dan kemandirian masing-masing

organ perusahaan, yaitu Dewan Komisaris, Direksi dan

Rapat Umum Pemegang Saham.

• Kepatuhan pemegang saham, anggota Dewan Komisaris

dan anggota Direksi dalam membuat keputusan dan

menjalankan tindakannya dilandasi oleh nilai moral yang

tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-

undangan.

• Kesadaran dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap

masyarakat dan kelestarian lingkungan terutama di sekitar

perusahaan.

• Optimalisasi nilai Perseroan bagi pemegang saham dengan

tetap memperhatikan pemangku kepentingan lainnya.

• Daya saing perusahaan secara nasional maupun

internasional, sehingga meningkatkan kepercayaan pasar

yang dapat mendorong arus investasi dan pertumbuhan

ekonomi nasional yang berkesinambungan.

Tujuan Tata Kelola PerusahaanSebagai perusahaan konstruksi yang dikelola secara

profesional, ACSET berusaha agar pelaksanaan kegiatan

operasional berjalan sesuai dengan peraturan perundang-

undangan yang berlaku. Penerapan GCG adalah wujud

kepatuhan Perseroan. Perseroan memandang GCG sebagai

landasan terwujudnya praktik etika bisnis untuk menjadi warga

Perusahaan yang baik (Good Corporate Citizen), di samping

itu juga berfungsi memelihara keberlanjutan perusahaan

(Corporate Sustainability).

Perseroan memastikan bahwa prinsip GCG diterapkan pada setiap aspek bisnis dan di semua jajaran Perseroan.The Company ensures that the GCG principles are applied in all business aspects and ranks in the Company.

• Theempowermentoffunctionandindependenceofeach

instrument, namely the Board of Commissioners, Board of

Directors, and General Meeting of Shareholders.

• The compliance of shareholders, members of the Board

of Commissioners, and members of the Board of Directors

in decision making and performing their activities. All of

which shall be carried out based on high moral value and

compliance with the laws and regulations.

• Social responsibility and awareness towards community

and environmental preservation, particularly in the

Company's surroundings.

• TheoptimisationoftheCompany’svalueforshareholders

by taking into account other stakeholders.

• The Company’s competitiveness in national and

international level, thus increasing market’s trust which will

drive investment flow and sustainable growth of national

economy.

Objective of Good Corporate GovernanceAs a professionally-managed construction company, ACSET

strives to implement its operational activity in accordance

with the prevailing laws and regulations. The implementation

of GCG is the realization of the Company’s compliance. The

Company observes the GCG as a foundation is a foundation

of the realization of business ethics practice in order to be a

Good Corporate Citizen, while also function in maintaining the

Corporate sustainability.

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Disscusion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggun Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

92 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

• AsaguidelinefortheBoardofCommissionersinoverseeing

and giving suggestions to the board of Directors in

managing the Company.

• AsaguidelinefortheDirectorstoimplementdailyactivities

in accordance with high moral value by considering the

Articles of Association, business ethics, and other prevailing

laws and regulations.

• Asaguidelinefortheranksofmanagementandemployees

in implementing daily activities and duties in accordance

with GCG principles.

In order to provide maximum service to consumers, creating

professionalism, having strong competitiveness spirit, and

creating added value for all stakeholders, the Company is

consistently committed to implement GCG principles.

All individuals in the Company has committed to implement

GCG principles based on Corporate Culture, namely consumer

satisfaction oriented, proactive towards change in business

environment, honest, positive thinking and highly dedicated,

work hard and discipline by prioritizing the Company’s interest,

always improve professionalism in order to reach Company's

added value. This Corporate Values have been implemented in

all level of the Company which one also the Company’s code of

conduct thus all individuals can think and act based on clear

and measurable guideline that can convey the Company to

achieve its GCG objectives.

GCG RoadmapTo prepare for ASEAN Economic Community, the Company

commits to develop business practices conducted in order

to increase Company’s competitiveness. The improvement

of Company’s competitiveness is conducted by improving

Company’s governance practices in order to develop financial

and operational performance as well as investor’s trust.

To prepare a comprehensive analysis of Roadmap GCG

composition, every working group discusses problems found

from the evaluation. Furthermore, the conclusion discussed by

all working group is analyzed in order to reach an agreement,

that later will be implemented in Corporate's governance.

• Sebagai pedoman bagi Dewan Komisaris dalam

melaksanakan pengawasan dan pemberian saran-saran

kepada Direksi dalam pengelolaan Perusahaan. 

• Sebagai pedoman bagi Direksi agar dalam menjalankan

kegiataan sehari-hari, Perusahaan dilandasi dengan nilai

moral yang tinggi dengan memperhatikan Anggaran

Dasar, etika bisnis, perundang-undangan dan peraturan

yang berlaku lainnya. 

• Sebagai pedoman bagi jajaran manajemen dan karyawan

Perseroan dalam melaksanakan kegiatan maupun tugasnya

sehari-hari sesuai dengan prinsip-prinsip GCG.

Dalam rangka memberikan pelayanan yang maksimal kepada

konsumen, menciptakan profesionalisme, memiliki daya

saing yang tinggi, dan menciptakan nilai tambah bagi semua

pihak yang berkepentingan (stakeholders), Perseroan terus

berkomitmen menerapkan GCG.

Seluruh insan Perseroan telah mempunyai komitmen untuk

melaksanakan prinsip-prinsip GCG yang berlandaskan

pada Budaya Perusahaan yaitu berorientasi pada kepuasan

konsumen, proaktif terhadap perubahan lingkungan usaha,

bersikap jujur, berpikir positif dan berdedikasi tinggi, bekerja

tekun dan berdisiplin dengan mengutamakan kepentingan

Perseroan, selalu meningkatkan profesionalisme demi

pencapaian nilai tambah bagi Perseroan. Nilai-nilai budaya

Perseroan ini telah diimplementasikan diseluruh jajaran

perusahaan yang juga merupakan kode etik Perseroan

sehingga, dalam berfikir dan bertindak, semua individu

mempunyai acuan yang jelas dan terukur, yang selanjutnya

dapat membawa Perseroan pada tujuan GCG.

roadmap gCgDalam menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN, Perseroan

berkomitmen untuk meningkatkan praktik-praktik bisnis

yang dilakukannya agar mampu meningkatkan daya saing.

Penguatan daya saing dilakukan melalui peningkatan praktik

tata kelola perusahaan sehingga dapat memacu kinerja

finansial dan operasional serta meningkatkan kepercayaan

investor, disamping terus menjaga kinerja Perseroan.

Dalam rangka mempersiapkan analisis yang komprehensif bagi

penyusunan Roadmap GCG, setiap Gugus Kerja mendiskusikan

kesenjangan atau masalah yang ditemukan dari hasil penilaian.

Selanjutnya, kesimpulan hasil diskusi oleh semua gugus kerja

kemudian dianalisis guna mencapai kesepakatan sehingga

dapat diimplementasikan dalam tata kelola perusahaan.

93

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

The implementation of the Company’s GCG is implemented

in the form of Roadmap to ensure that the principles of GCG

become a reference in every Company’s activities. The purpose

of GCG Roadmap is to make ACSET one of the good corporate

citizens.

Implementation of Good Corporate GovernanceThe Company measures the implementation of GCG

periodically. Through the measurement process, ACSET strives

to actualize the good corporate governance by:

• Examining and assessing the implementation of GCG in

the Company through elaboration of GCG implementation

condition and comparing the result to the examination

parameters that are set previously.

• Assessing the implementation of GCG, improving the

proposed recommendation, in order to reduce the gap

between level of practice and examination indicator and

parameter.

• Monitoring the consistency of GCG implementation

in organizational environment, to receive input for

improvement and development of GCG policy.

• Encouragingamoreprofessional,transparent,andefficient

management, as well as empowering the function and

improving the independence of the Company’s Organs.

Corporate Governance StructureTo achieve a success GCG implementation, important organs

in the Company’s hierarchical structure hold central role in

conducting its function in accordance with the prevailing

laws and regulations. Referring to Law No. 40 of 2007 and the

Company’s Articles of Association, the Company establishes a

governance structure that includes:

Implementasi GCG Perseroan diterapkan dalam bentuk

Roadmap untuk memastikan prinsip-prinsip GCG menjadi

acuan dalam setiap kegiatan Perseroan. Tujuan dari Roadmap

GCG adalah mewujudkan ACSET sebagai salah satu warga

korporasi yang baik (good corporate citizen).

Memenuhi ketentuan dan peraturan (wajib maupun sukarela) dalam tata kelola Perusahaan

/ Complying with rules and regulations (mandatory and voluntary) of corporate

governanceTolo

k Uku

rM

easu

rem

ent

Sasa

ran

Obj

ectiv

es

Dapat mengendalikan operasi bisnis terutama aspek risiko usaha secara efektif / Controlling business operation, especially

business risk aspect, effectively

Menjadi warga industri maupun masyarakat sosial yang beretika dan bertanggungjawab / Becoming ethical and responsible citizen of the

industry as well as the social community

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

GOOD CORPORATE COMPANy

GOOD CORPORATE CITIzENTATA KELOLA PERUSAHAAN yANG BAIK

PERUSAHAAN yANG BAIK

wARGA KORPORASI yANG BAIK

Implementasi Tata Kelola Perusahaan yang BaikPerseroan melakukan pengukuran implementasi GCG secara

berkala. Melalui proses pengukuran tersebut, ACSET berupaya

untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik dengan

cara:

• Menguji dan menilai penerapan GCG di Perseroan melalui

elaborasi kondisi penerapan GCG dan pembandingan

dengan indikator serta parameter pengujian yang telah

ditentukan.

• Melakukan penilaian atas penerapan GCG, melakukan

perbaikan atas rekomendasi yang diusulkan, guna

mengurangi kesenjangan antara tataran praktik dengan

indikator dan parameter pengujian.

• Memantau konsistensi penerapan GCG di lingkungan

organisasi Perseroan, untuk memperoleh masukan demi

penyempurnaan dan pengembangan kebijakan GCG.

• Mendorong pengelolaan Perseroan yang semakin

profesional, transparan, dan efisien, serta memberdayakan

fungsi dan meningkatkan kemandirian Organ Perseroan.

Struktur Tata KelolaDalam mencapai keberhasilan pelaksanaan GCG, organ-organ

penting dalam struktur tata kelola Perusahaan memiliki peran

sentral dalam menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan

dan regulasi yang berlaku. Mengacu pada Undang-Undang

No. 40 Tahun 2007 dan Anggaran Dasar Perseroan, Perseroan

membentuk struktur tata kelola yang meliputi:

94 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS)

RUPS adalah wadah para pemegang saham ACSET untuk

mengambil keputusan berdasarkan kepentingan Perseroan

secara wajar dan transparan. Para pemegang saham tidak

melalukukan intervensi terhadap fungsi, tugas, dan wewenang

Dewan Komisaris dan Direksi, dengan tidak mengurangi

kewenangan RUPS untuk menjalankan haknya sesuai dengan

Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-

undangan yang berlaku.

Keputusan RUPS 2015Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2015

ACSET, yang diselenggarakan pada hari Rabu 8 April 2015

bertempat di Soehanna Hall, The Energy Building Lantai 2, Jalan

Jendral Sudirman, Kav.52-53 Jakarta, diputuskan beberapa hal

yang menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan operasional

Perseroan untuk tahun buku 2015.

Dalam memenuhi persyaratan penyelenggaraan RUPST yang

tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan dan Undang-

Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 Tentang

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAMgeneraL MeeTing of SharehoLDerS

DIREKSIBoarD of DireCTor

SEKRETARIS PERUSAHAANCorPoraTe SeCreTarY

MANAJEMEN RISIKOriSK ManageMenT

DEwAN KOMISARISBoarD of CoMMiSSioner

HUBUNGAN INVESTORinVeSTor reLaTionShiP

KOMITE AUDITauDiT CoMMiTTee

TANGGUNG JAwAB SOSIAL PERUSAHAAN

CorPoraTe SoCiaL reSPonSiBiLiTY

TATA KELOLA PERUSAHAANgooD CorPoraTe

goVernanCe

GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS (GMS)GMS is a forum for ACSET's shareholders to make decision

fairly and transparently based on the Company’s interest.

Shareholders also do not interfere the function, duty, and

authority of the Board of Commissioners and Board of

Directors, by not decreasing the authority of GMS to obtain its

rights in accordance with the Company’s Articles of Association

and the prevailing laws and regulations.

Resolution of 2015 GMSThrough 2015 Annual General Meeting of Shareholders (AGMS)

of ACSET, held on Wednesday, April 8, 2015, in Soehanna Hall,

The Energy Building, 2nd Floor, Jalan Jendral Sudirman, Kav.

52-53, Jakarta, several implementation guidelines of the

Company's operational activity for 2015 fiscal year have been

decided.

To fulfill the requirements of AGMS implementation stated in

the Company’s Articles of Association and Law of the Republic

of Indonesia Number 40 of 2007 Regarding Limited Liability

95

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Perseroan Terbatas serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

Republik Indonesia tertanggal 8 Desember 2014 Nomor 32/

POJK.4/2014 Tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat

Umum Pemegang Saham Terbuka, penyelenggaraan RUPST

tersebut dinyatakan kuorum karena dihadiri oleh pemegang

saham dengan kepemilikan 363.719.345 (tiga ratus enam puluh

tiga juta tujuh ratus sembilan belas ribu tiga ratus empat puluh

lima) saham atau sebesar 72,74% (tujuh puluh dua koma tujuh

puluh empat persen) dari seluruh saham yang dikeluarkan oleh

Perseroan sebanyak 500.000.000 (lima ratus juta) saham.

Adapun hasil keputusan dari penyelenggaraan RUPST 2015

yaitu:

Agenda Pertama:

1. Menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan

Perseroan untuk tahun buku 2014, mengesahkan laporan

tugas pengawasan Dewan Komisaris Perseroan, dan

mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan

untuk Tahun Buku 2014 tersebut, yang telah diaudit oleh

Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja

(Ernst and Young), sebagaimana yang dimuat dalam

laporannya tertanggal 13 Maret 2015, dengan pendapat

wajar dalam semua hal yang material.

2. Dengan disetujuinya Laporan Tahunan termasuk

diantaranya laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris

dan disahkannya Laporan Keuangan Konsolidasi tersebut,

memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab

sepenuhnya (acquit et de charge) kepada seluruh anggota

Direksi Perseroan, termasuk kepada seluruh Direksi yang

telah mengundurkan diri sebelum pelaksanaan Rapat

Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan, tertanggal

9 Februari 2015, yaitu Bapak Agustinus Hambadi dan Bapak

Djatikesumo Subagio atas tindakan kepengurusan yang

telah mereka lakukan dan kepada seluruh anggota Dewan

Komisaris Perseroan atas tindakan pengawasan yang telah

mereka lakukan, selama tahun buku 2014, sepanjang

tindakan-tindakan tersebut tercermin dalam Laporan

Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasi tersebut.

Agenda Kedua:

Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun

buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar

Rp104.689.676.893 (seratus empat miliar enam ratus delapan

puluh sembilan juta enam ratus tujuh puluh enam ribu delapan

ratus sembilan puluh tiga Rupiah) dengan rincian sebagai

berikut:

Company and Regulation of Financial Services Authority of the

Republic of Indonesia dated December 8, 2014 Number 32/

POJK.4/2014 Regarding Plan and execution of General Meeting

of Shareholders of Listed Company, the AGMS was declared to

be fulfiled the quorum because it was attended by shareholders

accumulating to 363,719,345 (three hundred and sixty three

million seven hundred nineteen thousand three hundred forty

five) shares or 72.74% (seventy two point seventy four percent)

of total shares issued by the Company which were 500,000,000

(five hundred million) shares.

Resolutions of 2015 AGM are as follows:

First Agenda:

1. Approving and accepting the Annual Report for 2014 fiscal

year, validating the Board of Commissioners’ supervisory

duty report, and validating the Company’s Consolidated

Financial Statements for 2014 fiscal year which have been

audited by Public Accounting Firm of Purwanto, Suherman,

& Surja (Ernst and Young), as stated in their report dated

March 13, 2015, “fair in all material respects”.

2. With the approval of the Annual Report, including the

Board of Commissioners’ supervisory duty report and

the validation of the Consolidated Financial Statements

the Company granted acquittal and release (acquit et de

charge) to all member of the Board of Directors, including

all Directors who have resigned before the implementation

of Extraordinary General Meeting of Shareholders dated

February 9, 2015, namely Agustinus Hambadi and

Djatikesumo Subagio from their obligations in respect of

their management actions and the Board of Commissioners

from their obligations in respect of their supervisory

actions during the 2014 fiscal year, to the extent that such

actions are reflected in the Company’s Annual Report and

Consolidated Financial Statements.

Second Agenda:

Approving the use of the Company’s net income for fiscal year

ended December 31, 2014 at the amount of Rp104,689,676,893

(one hundred four billion six hundred eighty-nine million six

hundred seventy-six thousand eight hundred ninety-three

Rupiahs) as follows:

96 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

a. Dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp42 (empat

puluh dua rupiah) setiap saham atau sebesar kurang lebih

20% (dua puluh persen) dari laba bersih Perseroan, yang

akan dibagikan kepada Pemegang Saham Perseroan pada

tanggal 20 April 2015 pukul 16.15 WIB dan akan dibayarkan

kepada Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 4 Mei

2015;

b. Memberikan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk

melaksanakan pembagian dividen tersebut dan untuk itu

melakukan semua tindakan yang diperlukan. Pembayaran

dividen akan dilakukan memperhatikan ketentuan pajak,

ketentuan Bursa Efek Indonesia dan ketentuan pasar modal

lainnya yang berlaku.

c. Sisanya dibukukan sebagai laba ditahan Perseroan.

Agenda Ketiga:

Menyetujui:

a. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan

Komisaris Perseroan untuk menetapkan gaji dan/atau

tunjangan anggota Direksi.

b. Menetapkan pemberian honorarium kepada para anggota

Dewan Komisaris Perseroan dengan memperhatikan

ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku

di bidang ketenagakerjaan dan perpajakan yang berlaku

di Indonesia, yang mana mulai berlaku sejak ditutupnya

Rapat hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham

Tahunan berikutnya di tahun 2016, dan memberikan kuasa

serta wewenang kepada Presiden Komisaris Perseroan

untuk menetapkan pembagian jumlah honorarium

tersebut diantara para anggota Dewan Komisaris Perseroan.

Agenda Keempat:

Menyetujui:

• Memberikan wewenang kepada Direksi dengan

memperhatikan pendapat dari Dewan Komisaris Perseroan

untuk menunjuk salah satu kantor akuntan publik di

Indonesia yang terafiliasi dengan salah satu dari empat

besar kantor akuntan publik Internasional yang terdaftar

di Otoritas Jasa Keuangan, untuk mengaudit laporan

Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku

yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 serta

menetapkan jumlah honorarium dan persyaratan lain

penunjukan kantor akuntan publik tersebut.

a. Distributing dividend in the amount of Rp42 (forty-two

rupiahs) per share or at least 20% (twenty percent) of

net income to Shareholders dated April 20, 2015 at 16.15

Western Indonesian Time and will be paid to Shareholders

on May 4, 2015.

b. Delegating authority to the Board of Directors to distribute

the dividend and for that matter is allowed to do anything

necessary. The distribution is carried out by considering the

provision of tax, regulation of Indonesia Stock Exchange

and other prevailing market regulation.

c. The remaining net income is recorded as the Company’s

retained earnings.

Third Agenda

Approving:

a. Delegating authority to the Board of Commissioners to

determine the salary and/or allowance of member of the

Board of Directors.

b. Determining the honorarium payment to members of the

Board of Commissioners by considering the prevailing Laws

and Regulations in the field of manpower and taxation in

Indonesia, which will be effective since the closing of the

next Annual General Meeting of Shareholders in 2016,

and delegating authority to President Commissioner to

determine the honorarium among the members of the

Board of Commissioners.

Fourth Agenda

Approving:

• Delegating authority to the Board of Directors by

considering the opinion from the Board of Commissioners

to appoint a public accounting firm affiliating with one

of four big International public accounting firm which

is registered in Financial Services Authority, to audit the

Company’s Consolidated Financial Statements for fiscal

year ended on December 31, 2015 as well as determining

the total honorarium and other requirements of appointing

the public accounting firm.

97

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Agenda Kelima:

Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan disesuaikan

dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa

Efek Indonesia yaitu, ketentuan Pasal 4 ayat 3 huruf b, Pasal 4

ayat 3 huruf e, Pasal 11, Pasal 12 ayat 6, Pasal 12 ayat 7, Pasal 13,

Pasal 14, Pasal 15 ayat 7, Pasal 15 ayat 8, Pasal 16, Pasal 17 ayat

3, Pasal 18, Pasal 19, Pasal 20, Pasal 21, Pasal 22 ayat 1, Pasal 23,

Pasal 24 ayat 2, Pasal 26 ayat 4, Pasal 27 ayat 2, Pasal 28 ayat 1

dan Pasal 28 ayat 5.

Uraian Mengenai Keputusan RUPS 2014 dan Realisasinya pada Tahun Buku 2015

No. Keputusan RUPS 2014/ 2014 gMS resolutions Realisasi/ realization

1. Menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2013 termasuk didalamnya Laporan Kegiatan Perseroan, Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Keuangan tahun buku 2013, serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang mereka lakukan dalam tahun buku 2013 sepanjang tindakan-tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan tersebut./ Approving and ratifying the Company's Annual Report for 2013 fiscal year including the Company's Activity Report, the Board of Commissioners Supervisory Report and 2013 Financial Statements, as well as granting full acquittal and release (acquit et de charge) to the Board of Directors and the Board of Commissioners for their management and supervision throughout 2013 as long as these actions were reflected in the Annual Report.

Terealisasi / Realized

2. a. Menyetujui penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp99.215.342.391 (sembilan puluh sembilan miliar dua ratus lima belas juta tiga ratus empat puluh dua ribu tiga ratus sembilan puluh satu Rupiah) sebagai berikut/ Approving the use of the Company's profit for fiscal year ended on December 31, 2013 at the amount of Rp99,215,342,391 (ninety nine billion two hundred fifteen million three hundred forty-two thousand three hundred ninety-one Rupiah) as following:i. Sebesar Rp19.750.000.000,- (sembilan belas miliar tujuh ratus lima puluh juta Rupiah) akan

dibagikan sebagai dividen tunai, kepada para pemegang saham, yaitu sebanyak 500.000.000 (lima ratus juta) lembar saham, sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp39,50 (tiga puluh sembilan koma lima puluh Rupiah) dengan memperhatikan peraturan perpajakan yang berlaku./ Rp19,750,000,000, - (nineteen billion seven hundred fifty million Rupiah) will be distributed as cash dividends to the shareholders at the amount of 500,000,000 (five hundred million) shares, thus every shares will receive dividends amounting to Rp39.50 (thirty-nine point fifty Rupiah) with regard to the applicable Tax Regulation.

ii. Sebesar Rp3.000.000.000 (tiga miliar Rupiah) dialokasikan dan dibukukan sebagai Dana Cadangan/ Rp3,000,000,000 (three billion Rupiah) were allocated and recorded as Reserve Funds;

iii. Sisa laba bersih tahun buku 2013, di bukukan sebagai laba ditahan/ The remaining net income in 2013 will be recorded as Retained Earning.

b. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melakukan setiap dan semua tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan tersebut di atas, sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku./ Delegating authority to the Board of Directors to perform any and all decision required in connection with the above resolution in accordance with the prevailing laws and regulations.

Terealisasi / Realized

3. Menerima baik laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum yang telah digunakan seluruhnya. / Received the realization report of all proceeds for the rights issue that have been utilized.

Terealisasi / Realized

Fifth Agenda:

Approving the amendment of the Company’s Articles of

Association, adjusted to the regulations of Financial Services

Authority and Indonesia Stock Exchange, namely Article 4

paragraph 3 letter b, Article 4 paragraph 3 letter e, Article 11,

Article 12 paragraph 6, Article 12 paragraph 7, Article 13, Article

14, Article 15 paragraph 7, Article 15 paragraph 8, Article 16,

Article 17 paragraph 3, Article 18, Article 19, Article 20, Article

21, Article 22 paragraph 1, Article 23, Article 24 paragraph

2, Article 26 paragraph 4, Article 27 paragraph 2, Article 28

paragraph 1 and Article 28 paragraph 5.

Description of 2014 GMS Resoulutions and its Realization on 2015 Fiscal year

98 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

No. Keputusan RUPS 2014/ 2014 gMS resolutions Realisasi/ realization

4. a. Melimpahkan kewenangan kepada Direksi Perseroan dengan memperhatikan rekomendasi dari Dewan Komisaris Perseroan, untuk melakukan penunjukan Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2014 dengan ketentuan bahwa Kantor Akuntan Publik yang ditunjuk merupakan Kantor Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)./Delegating authority to the Board of Directors with regard to the recommendation from the Board of Commissioners to appoint Public Accounting Firm to audit The Company's Financial Statements for period ended December 31, 2014 with the provision that the appointed Public Accounting Firm was an Independent Public Accounting Firm Listed with the Financial Services Authority (FSA).

b. Memberikan wewenang sepenuhnya kepada Direksi Perseroan untuk menetapkan honorarium dan persyaratan-persyaratan lain penunjukan Akuntan Publik tersebut dengan memperhatikan rekomendasi dari Dewan Komisaris Perseroan./Delegating full authority to the Board of Directors to set the honorarium and other requirements with respect to the appointment of the Public Accountant Firm in respect to the Board of Commissioners' recommendation.

Terealisasi / Realized

5. Memberikan wewenang dan kuasa kepada PT Cross Plus Indonesia dan PT Loka Cipta Kreasi selaku pemegang saham utama Perseroan, untuk menetapkan gaji dan/atau tunjangan lainnya bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan./ Delegating authority to PT Cross Plus Indonesia and PT Loka Cipta Kreasi as the Company's majority shareholder to set salary and/or other allowance for members of the Board of Commissioners and the Board of Directors.

Terealisasi / Realized

Informasi Pemegang Saham Utama dan Pengendali

Information on Majority and Controlling Shareholder

Lainnya (semua <10%)Other (all <10%)

Lainnya (semua <10%)Other (all <10%)

Lainnya (semua <10%)Other (all <10%)

Lainnya (semua <5%)Other (all <5%)

Lainnya (semua <5%)Other (all <5%)

PT Cross Plus Indonesia 12.27%PT Loka Cipta Kreasi 5,83%Lainnya (semua <5%)Other (all <5%)

44,05%

82,49%

74,29%

50,11%

59,50%

50,10%

100%

55.95%

17,51%

25,71%

49,89%

40,50%

49,90%

Jardine Matheson Holdings Limited BermudaPerusahaan Publik yang tercatat (Standing Listing) di London

Public Company with standard listing in London

Jardine Strategic Holdings Limited BermudaPerusahaan Publik yang tercatat (Standing Listing) di London

Public Company with standard listing in London

Jardine Cycle & Carriage Limited SingaporePerusahaan Publik yang tercatat di Singapura

Public Company listed in Singapore

PT Astra International TbkPerusahaan Publik yang tercatat di Indonesia

Public Company listed in Indonesia

PT United Tractors TbkPerusahaan Publik yang tercatat di Indonesia

Public Company listed in Indonesia

PT Acset Indonusa TbkPerusahaan Publik yang tercatat di Indonesia

Public Company listed in Indonesia

PT Karya Supra PerkasaPerseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan hukum IndonesiaA limited liability Company duty established and existed under the

Laws of Republic Indonesia

99

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

DEwAN KOMISARISDewan Komisaris sebagai salah satu organ dalam struktur

Tata Kelola Perusahaan memiliki peran dan kewajiban dalam

melakukan fungsi pengawasan dan memberikan saran/

pengarahan kepada Direksi serta bertanggung jawab secara

kolektif kepada para pemegang saham. Selain itu Dewan

Komisaris memiliki kewenangan untuk memastikan bahwa

Perseroan melaksanakan tata kelola perusahaan dengan baik

pada seluruh tingkatan atau jenjang.

Kriteria dan Kualifikasi Dewan Komisaris

Seluruh anggota Dewan Komisaris memiliki keahlian dalam

pengawasan pengelolaan usaha di bidang konstruksi serta

mengetahui sejarah perjalanan usaha Perseroan.

Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris

Dewan Komisaris mempunyai tugas untuk mengawasi dan

memberikan nasihat kepada Dewan Direksi dalam mengelola

Perusahaan dan menjalankan usaha sesuai dengan Visi dan

Misi Perusahaan. Selain itu, merupakan tugas dari Dewan

Komisaris pula untuk selalu mengingatkan Dewan Direksi

agar selalu menerapkan nilai-nilai GCG dalam setiap kebijakan

yang diambil oleh Perusahaan agar nilai saham dalam jangka

panjang dapat meningkat.

Prosedur Penetapan Remunerasi Dewan Komisaris Prosedur penetapan remunerasi terhadap Dewan Komisaris

untuk tahun buku 2015 didasarkan pada hasil keputusan

RUPST dengan memperhatikan kebijakan mengenai peraturan

tentang ketenagakerjaan dan perpajakan yang berlaku serta

daya saing Perusahaan.

Frekuensi Pertemuan dan Tingkat Kehadiran Dewan KomisarisPada 2015, Dewan Komisaris mengadakan 6 kali rapat dengan

rata-rata kehadiran dari seluruh anggota Direksi sebesar 88%.

Pertemuan-pertemuan ini secara komprehensif membahas

hal-hal yang terkait arah strategis Perseroan, visi, kinerja Direksi,

umpan balik pemangku kepentingan atas kinerja Perseroan,

dan hal-hal lain terkait peningkatan kinerja Perseroan.

BOARD OF COMMISSIONERS As one of the instruments in the Company’s Good Corporate

Governance structure, it is the Board of Commissioner's role

and responsibility to perform monitoring and advice-giving/

supervisory functions to the Board of Directors and take

collective responsibility to all shareholders. In addition, the

Board of Commissioners has the authority to ensure that the

Company has implemented good corporate governance in all

management levels.

Board of Commissioners Criteria and QualificationsAll members of Board of Commissioners have the ability in

supervising construction business management and familiar

with the Company's business historical milestones.

Board of Commissioners Duties and ResponsibilitiesThe Board of Commissioners is in charge of monitoring and

giving advices to the Board of Directors in managing the

Company and running the businesss in line with the Company’s

Vision and Mission. Furthermore, the Board of Commissioners

will remind the Board of Directors to always perform GCG

principles in every policy made by the Company to improve its

share value in the long term.

Remuneration Determination Procedure for Board of Commissioners The remuneration determination procedure for the Board of

Commissioners for 2015 fiscal year was based on the stipulation

of Annual General Meeting of Shareholders (AGMS), taking into

account the policy on manpower and taxation regulations in

force and the Company’s competency.

Meeting Frequency and Attendance Rate of Board of Commissioners In 2015, the Board of Commissioners held 6 metings with an

average attendance rate from all the Board of Commissioners’

members of 88%. The meetings comprehensively discuss issues

related to the Company’s strategic directions, vision, Board of

Directors’ performance, feedback from the stakeholders on

the Company’s performance and other issues related to the

Company’s performance improvement.

100 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Pengungkapan Mengenai Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan KomisarisDalam menjalankan fungsinya, pedoman kerja Dewan

Komisaris tidak hanya mengacu pada deskripsi tugas dan

tanggung jawabnya saja namun juga turut dibekali dengan

sebuah perangkat aturan yang bertujuan untuk memberikan

panduan terkait ruang lingkup atas kewenangan dalam

menjalankan fungsi pengawasan yang dikristalisasikan dalam

bentuk Pedoman Kerja Dewan Komisaris.

Tujuan keberadaan pedoman tersebut berguna untuk

memberikan informasi detail dan mekanisme tata kerja yang

nantinya dijalankan oleh Dewan Komisaris, yang substansinya

secara umum meliputi tata cara, keleluasaan serta beberapa

batasan wewenang.

Adapun yang menjadi isi dari pedoman tata tertib kerja Dewan

Komisaris yang mengacu pada standar pelaksanaan GCG

meliputi:

• Penjelasan fungsi Dewan Komisaris

• Pedoman umum pengawasan Dewan Komisaris

• Etika jabatan Dewan Komisaris

• Tugas dan kewajiban Dewan Komisaris

• Wewenang dan hak Dewan Komisaris

• Evaluasi kinerja, dan

• Komite-komite Dewan Komisaris

KOMISARIS INDEPENDENDewan Komisaris dituntut untuk bersikap independen

terkait dengan fungsinya sebagai organ pengawasan di level

elit Perseroan, untuk itu dibutuhkan kehadiran Komisaris

Independen dengan kualifikasi khusus yang berperan dalam

menjaga independensi jajaran Dewan Komisaris dari transaksi

yang mengandung benturan kepentingan dan hal-hal lainnya

yang dapat mengganggu perannya.

Susunan Komisaris Independen Mengacu pada hasil keputusan RUPST yang diselenggarakan

pada 8 April 2015, Bapak Robert Mulyono sebagai anggota

Dewan Komisaris dinilai memenuhi seluruh kriteria dan

kualifikasi dalam menduduki jabatan Komisaris Independen.

Untuk itu, beliau ditunjuk sekaligus diamanatkan oleh

Perseroan memegang posisi tersebut berikut hak dan

kewajiban yang melekat.

Disclosure on Board of Commissioners' Guidelines and Procedures In carrying out its functions, the Board of Commissioners’

Guidelines and Procedures refers to not only description of the

Board of Commissioners' duties and responsibilities, but also a

set of rules to provide guidance on the scope of authority in

conducting monitoring function in the form of the Board of

Commissioners’ Board Manual.

The Board Manuals is established to state detailed information

and mechanism of working procedures carried out by the

Board of Commissioners. The substance of the Board Manuals

in general covers procedures, discretion and limitations of

authority.

The content of the Board of Commissioners’ Board Manuals,

referring to the GCG implementation standards, is as follows:

• DescriptionoftheBoardofCommissioners’functions

• General guidelines of monitoring for the Board of

Commissioners

• OccupationalethicsoftheBoardofCommissioners

• DutiesandresponsibilitiesoftheBoardofCommissioners

• AuthoritiesandrightsoftheBoardofCommissioners

• Performanceevaluation,and

• CommitteesundertheBoardofCommissioners

INDEPENDENT COMMISSIONERThe Board of Commissioners is expected to take an independent

stance in relation to its function as an elite monitoring

instrument in the Company. Therefore, an Independent

Commissioner bearing specific qualification is needed to

maintain the independency of the Board of Commissioners,

transactions containing conflicts of interest and other matters

which may disrupt the Board of Commissioners’ functions.

Composition of Independent Commissioner Pursuant to AGMS resolution held on April 8, 2015, Mr. Robert

Mulyono, a member of the Board of Commissioners, has met

the criteria and qualification to serve as an Independent

Commissioner. As such, he is appointed and mandated by

the Company to uphold the position and bear the rights and

responsibilities that adhere to it.

101

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Kriteria Komisaris IndependenBerdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, seorang Komisaris

Independen harus memenuhi ketentuan independensi sebagai

berikut:

• Berasal dari luar Perseroan.

• Tidak mempunyai saham baik langsung maupun tidak

langsung pada Perseroan.

• Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan,

Komisaris, Direksi atau pemegang saham utama Perseroan.

• Tidak memiliki hubungan usaha baik langsung maupun

tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha

Perseroan.

DIREKSIDireksi bertanggung jawab mengelola kegiatan Perseroan

sehari-hari dalam mewujudkan visi dan misi Perseroan,

sesuai dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang

ditetapkan oleh Dewan Komisaris dan Anggaran Dasar

Perseroan berdasarkan wewenang yang diberikan oleh RUPS.

Kriteria dan Kualifikasi DireksiDireksi Perseroan menguasai bidang keahlian yang dijabatnya

terkait dengan pengelolaan Perseroan di bidang konstruksi.

Susunan Direksi

Nama/ name Jabatan/Position Periode Jabatan/ Terms of office

Tan Tiam Seng Ronnie Presiden Direktur/ President Director 2015-2017

Jeffrey Gunadi Chandrawijaya Wakil Presiden Direktur/ Vice President Director 2015-2017

Hilarius Arwandhi Direktur/ Director 2015-2017

Lukas Iwan Setiadi Direktur/ Director 2015-2017

Herjadi Budiman Direktur/ Director 2015-2017

Wiltarsa Halim Direktur Independen/ Independent Director 2015-2017

Criteria of Independent Commissioner Based on the Company’s Articles of Association, an Independent

Commissioner shall fulfill the following independency

requirements:

• IsnotamemberoftheCompany.

• Does not own shares, both directly and indirectly, in the

Company.

• Does not have affiliation with the Company, Board

of Commissioners, Board of Directors or the majority

shareholders.

• Does not havedirect and indirect business relations that

are linked with the Company’s business activities.

BOARD OF DIRECTORS The Board of Directors is responsible in managing the

Company’s daily activities to realize its vision and mission,

in line with the job division and responsibility stipulated by

the Board of Commissioners and the Company’s Articles of

Association based on the authority given at the GMS.

Criteria and Qualification of Board of DirectorsThe Company's Board of Directors posses an expertise in

each field that is related to Company's construction business

management.

Board of Directors Composition

102 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Program Orientasi bagi Direksi BaruProgram pengenalan disiapkan oleh Sekretaris Perusahaan

dengan melakukan kajian dokumen yang terdiri dari dokumen

Laporan Tahunan, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan

(RKAP), Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), Anggaran

Dasar Perusahaan, Corporate Governance Policy (CGP), Standar

Etika Perusahaan, Program Kerja Direksi dan Charter Direksi,

serta peraturan perundangan yang terkait dengan proses

bisnis ACSET.

Tugas dan Tanggung Jawab DireksiDireksi memiliki tugas utama mengelola Perusahaan sejalan

dengan Visi dan Misi Perusahaan agar dapat mencapai target

yang telah ditentukan, sehingga dapat meningkatkan nilai

saham. Direksi bertanggung jawab terhadap penerapan nilai-

nilai Tata Kelola Perusahaan yang baik dari setiap kebijakan

yang diambil Perusahaan. Selain itu, Direksi juga mempunyai

kewajiban untuk memberikan semua keterangan yang

berhubungan dengan Perseroan kepada Dewan Komisaris.

Pelatihan Direksi

Kegiatan dan Topik / activities and Topics Institusi / institution

Indonesia Panel Discussion " Infrastructure, Power and Logistics: Unlocking Productivity" Oxford Business Group

SMBC Market Outlook 2016 and Summary of BI Regulation Regarding FX Transaction SMBC

Driving the Potential (Automotive and Infrastructure Industry) HSBC

Seminar Ekonomi dan Perbankan / Seminar on Economy and Banking CIMB

Seminar Ekonomi Makro 2015 / Seminar on Macro-Economy 2015 Astra Internasional

Investor Summit and Capital Market Expo 2015 OJK, BEI, KPEI, KSEI

Astra HR Conference Astra International

Seminar Globalisasi Ekonomi dan Dampaknya terhadap Ekonomi di Indonesia / Seminar on Economic Globalization and Its Impact on Indonesia's Economy BEI

Finance Transformation

School of Business and Management of the Hong

Kong University of Science and Technology (HKUST)

Orientation Program for New DirectorsOrientation program is prepared by the Corporate Secretary

with the examination on several documents including Annual

Report, Corporate Business and Budgetary Planning, Corporate

Long-Term Planning, Corporate Articles of Association,

Corporate Governance Policy (CGP), Corporate Ethical

Standards, Board of Director's Business Plan and Charter, and

laws related to ACSET's business activities.

Board of Directors Duties and ResponsibilitiesThe Board of Directors’ main duty is to manage the Company

in accordance with the Vision and Mission to achieve the

predetermined target and improve share price. The Board

of Directors bears the responsibility on the implementation

of Good Corporate Governance values from each policy

decided by the Company. In addition, the Board of Directors is

responsible to provide any information related to the Company

to the Board of Commissioners.

Trainings for Board of Directors

103

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Frekuensi Pertemuan dan Tingkat Kehadiran Direksi Pada 2015, Direksi mengadakan 43 kali rapat dengan rata-

rata kehadiran dari seluruh anggota Direksi sebesar 81%.

Pertemuan-pertemuan ini secara komprehensif membahas

hal-hal yang terkait arah strategis Perseroan, target saat ini dan

masa yang akan datang, pencapaian kemajuan target tersebut,

progress dan update atas proyek yang sedang berjalan, umpan

balik pelanggan dan pemangku kepentingan atas kinerja

Perseroan, dan hal-hal lain terkait peningkatan kinerja ACSET.

Frekuensi Pertemuan dan Tingkat Kehadiran Direksi dalam Rapat Direksi dan Rapat Gabungan dengan Dewan KomisarisPada 2015, Direksi mengadakan 4 kali Rapat Gabungan dengan

Dewan Komisaris dengan rata-rata kehadiran dari seluruh

anggota Direksi sebesar 100%. Pertemuan-pertemuan ini

secara komprehensif mengenai Tinjauan Kerja dari Perseroan.

Pengungkapan Mengenai Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi Guna menciptakan operasional Perseroan yang memenuhi

standar pengelolaan yang baik di setiap bidang serta terjalinnya

pola hubungan yang harmonis dengan Dewan Komisaris, maka

dalam menjalankan aktivitasnya, Direksi sebagaimana Dewan

Komisaris dilengkapi pula dengan pula dengan perangkat

aturan yang disebut sebagai Pedoman Direksi.

Substansi yang terkandung dalam Pedoman tersebut mengacu

pada komitmen Perseroan dalam menjalankan praktik GCG.

Hal tersebut terkait peran sentral dan porsi tugas Direksi yang

berhubungan langsung terhadap kegiatan operasional dan

pengelolaan Perseroan. Ruang lingkup Pedoman dan Tata

Tertib Kerja Direksi meiputi:

• Penjelasan fungsi Direksi

• Tugas dan kewajiban Direksi

• Hak dan wewenang Direksi

• Etika jabatan

• Evaluasi kinerja

Meeting Frequency and Attendance Rate of DirectorsIn 2015, the Board of Directors held 43 meetings with the

average attendance rate of the Board of Directors’ members

of 81%. Comprehensive discussion are conducted in the

meetings to discuss matters related to the Company’s strategic

direction, current and future targets, progress of each target

achievement effort, feedback from customers and stakeholders

on the Company’s performance and other issues related to

performance improvement from ACSET.

Meeting Frequency and Attendance Rate of Directors in Board of Directors Meeting and Joint Meeting with Board of Commissioners In 2015, the Board of Directors held 4 Joint Meetings with the

Board of Commissioners with an average attendance rate of all

members of the Board of Directors of 100%. Comprehensive

discussion on Performance Review from the Company is

conducted in the meeting.

Disclosure on Board of Directors’ Charter

In order to establish the Company’s operation that meets good

managing standards for each respective field as well as to create

a harmonious relationship with the Board of Commissioners,

Board of Directors similar to the Board of Commissioners has its

own Charter in performing its business activities, namely the

Board of Directors’ Charter.

The principles in the Charter refer to the Company’s

commitment to implement GCG practice. Such practice is

conducted in relation with the Board of Directors’ central

role and job portion which are directly linked to operational

activities and Company management. The scope covered in the

Board of Directors’ Charter is as follows:

• DescriptionoftheBoardofDirectors’function

• DutiesandresponsibilitiesoftheBoardofCommissioners

• RightsandauthoritiesoftheBoardofDirectors

• Occupationalethics

• Performanceevaluation

104 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Penilaian Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi

Setiap tahun, Dewan Komisaris dan Direksi melaporkan kinerja

tahunan mereka dalam Rapat Umum Pemegang Saham

Tahunan. Dewan Komisaris akan dinilai secara langsung

oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atas tugas

pemantauan dan pengawasan pada kebijakan pengelolaan,

keseluruhan jalannya kegiatan usaha Perseroan, serta atas

rekomendasi dan saran yang diberikan kepada Direksi demi

kepentingan Perseroan, selain juga atas tugas dan tanggung

jawab lainnya yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar

Perseroan.

Sementara itu, Direksi akan dinilai oleh Dewan Komisaris

berdasarkan indikator kinerja sebagai berikut :

1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan

Anggaran Dasar

2. Hasil-hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2015

3. Keberhasilan mencapai target rencana kerja

Dewan Komisaris dan Direksi akan melaporkan kinerja 2015

dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2016.

Prosedur Pelaksanaan PenilaianPenilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi mencakup;

1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris

dan Direksi sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan;

2. Pelaksanaan hasil keputusan RUPS;

3. Pengawasan yang dilakukan oleh Dewan Komisaris atas

kebijakan pengurusan dan pengelolaan oleh Direksi,

pemberian masukan dan nasehat-nasehat kepada Direksi

untuk kepentingan dan mencapai tujuan Perseroan;

4. Pencapaian realisasi dari rencana kerja dan anggaran

tahunan Perseroan.

Penilaian atas kinerja Dewan Komisaris dan Direksi dilaksanakan

melalui RUPS berdasarkan laporan Dewan Komisaris dan

Direksi kepada Pemegang Saham. Dewan Komisaris dan Direksi

akan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan

pencapaian kinerja tahun 2015 melalui RUPS tahunan yang

akan dilaksanakan pada tahun 2016.

Performance Evaluation on Board of Commissioners and Board of Directors Every year, both the Board of Commissioners and the Board

of Directors submit their respective performance reports

in Annual General Meeting of Shareholders. The Board of

Commissioners will be directly assessed in the Annual General

Meeting of Shareholders on its monitoring and supervisory

duties on management policy, the progress of the Company’s

business activities and all recommendations and suggestions

provided to the Board of Directors in the Company’s interest

in addition to its duties and responsibilities as stated in the

Articles of Association.

On the other hand, the Board of Directors will be assessed by the

Board of Commissioners based on the following performance

indicators:

1. Duties and responsibilities implementation in accordance

with the Articles of Association

2. Results of the 2015 Annual General Meeting of Shareholders

3. The success in meeting all work plan targets

The Board of Commissioners and the Board of Directors will

report the 2015 performance in the 2016 Annual General

Meeting of Shareholders.

Implementation of Assessment Procedure The performance assessment for the Board of Commissioners

and the Board of Directors covers the following aspects:

1. Implementation of duties and responsibilities by the Board

of Commissioners and the Board of Directors in line with

the Company’s Articles of Association;

2. Implementation of GMS resolutions;

3. Monitoring performed by the Board of Commissioners on

the Board of Directors’ supervision and management policy,

giving advices and suggestions for the Board of Directors

for the interest and goals realization of the Company;

4. Realization of the Company’s annual work plan and budget.

Performance assessment of the Board of Commissioners and the

Board of Directors is conducted in the GMS, based on the Board

of Commissioners and the Board of Directors reports submitted

to the Shareholders. Both the Board of Commissioners and the

Board of Directors shall be responsible on execution of duties

and performance accomplishment in 2015 through the annual

GMS that will be held in 2016.

105

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Kriteria yang Digunakan• PencapaiankinerjaPerseroansesuaidengansasaranyang

ditetapkan RUPS;

• Pelaksanaantugasdantanggungjawabmasing-masing;

• Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang

berlaku serta arahan pemegang saham;

• KomitmendalammemajukanbisnisPerseroan;

• Kehadirandalamrapat-rapatDireksi;

• Keberhasilandalampenugasantertentu;serta

• Kontribusidalamprosespengambilankeputusan.

Pihak yang Melakukan Penilaian Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi

Setiap tahun, Dewan Komisaris dan Direksi melaporkan kinerja

tahunan mereka dalam Rapat Umum Pemegang Saham

Tahunan.

Dewan Komisaris akan dinilai secara langsung oleh Rapat

Umum Pemegang Saham Tahunan atas tugas pemantauan

dan pengawasan pada kebijakan pengelolaan, keseluruhan

jalannya kegiatan usaha Perseroan, serta atas rekomendasi

dan saran yang diberikan kepada Direksi demi kepentingan

Perseroan, selain juga atas tugas dan tanggung jawab lainnya

yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Perseroan.

Sementara itu, Direksi akan dinilai oleh Dewan Komisaris

berdasarkan indikator kinerja sebagai berikut :

1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan

Anggaran Dasar

2. Hasil-hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2015

3. Keberhasilan mencapai target rencana kerja

Dewan Komisaris dan Direksi akan melaporkan kinerja 2015

dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2016.

Criteria Used• Company's performance accomplishment that goes in line

with the target that is set in GMS

• Execution of each duties and responsibilities

• Compliance on prevailing law and regulations, along with

the Shareholders' guidance

• Commitment to promote Company's business

• Attendance in Board of Directors' meetings

• Succeed on particular assignment

• Contribution on decision making process

The Party Performing Performance Assessment of Board of Commissioners and Board of Directors Every year, the Board of Commissioners and the Board of

Directors report their annual performance in the Annual

General Meeting of Shareholders.

The Board of Commissioners will be directly assessed in the

Annual General Meeting of Shareholders on their monitoring

and supervising duties on the Company's activities and on the

recommendations and advice given to the Board of Directors

for the Company's interests, in addition to other duties and

responsibilities stated in the Company's Articles of Association.

The Board of Directors will be assessed by the Board of

Commissioners based on the following performance indicators:

1. Duties and responsibilities implementation based on the

Articles of Association

2. Results from the 2015 Annual General Meeting of

Shareholders

3. Success in achieving targets in work plan

The Board of Commissioners and the Board of Directors shall

report the 2015 performance in the 2016 Annual General

Meeting of Shareholders.

106 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

KEBIJAKAN REMUNERASI DEwAN KOMISARIS DAN DIREKSI

Dasar kebijakan penetapan dan remunerasi Dewan Komisaris

dan Direksi diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan melalui

keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

dengan memperhatikan kebijakan-kebijakan terkait. Untuk

Dewan Komisaris, besaran remunerasi tahun 2015 mengacu

kepada keputusan agenda rapat ketiga poin b, sedangkan

kewenangan dalam menetukan besaran remunerasi dan

tunjangan Direksi dilaksanakan oleh Dewan Komisaris

Perusahaan berdasarkan keputusan agenda rapat ketiga poin a.

Pengungkapan Prosedur dan Indikator Penetapan RemunerasiProsedur penetapan remunerasi Direksi diatur dalam hasil

keputusan RUPST 2015 dengan memberikan kuasa kepada

Dewan Komisaris untuk menetapkan struktur remunerasi

terhadap Direksi Perusahaan.

Struktur Remunerasi Struktur remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi mengacu

kepada Anggaran Dasar Perusahaan meliputi gaji pokok,

tunjangan, fasilitas dan tantiem.

PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI DEwAN KOMISARIS DAN DIREKSI

Guna menunjang tugas dan tanggung jawab yang diemban

Dewan Komisaris, para anggota Dewan Komisaris juga

mengikuti seminar atau pelatihan yang diselenggarakan baik

di dalam maupun luar negeri.

REMUNERATION POLICy FOR BOARD OF COMMISSIONERS AND BOARD OF DIRECTORS The policy for the determination and remuneration for the

Board of Commissioners and the Board of Directors is regulated

in Articles of Association through Annual General Meeting of

Shareholders (AGMS), taking into account any related policy.

Remuneration amount for the Board of Commissioners in 2015

is determined based on the resolution point b of third meeting

agenda, while the authority to determine remuneration

amount and allowances for the Board of Directors is held by

the Board of Commissioners pursuant to the resolution point a

of third meeting agenda.

Disclosure of Procedure and Indicator of Remuneration DeterminationThe procedure to determine the remuneration for the Board of

Directors is regulated in the 2015 AGMS resolutions by granting

authority to the Board of Commissioners to determine the

remuneration structure for the Board of Directors.

Remuneration StructureThe remuneration structure for the Board of Commissioners

and the Board of Directors refers to the Articles of Association,

including basic salary, allowances, facilities and tantiem.

COMPETENCy TRAINING AND DEVELOPMENT OF BOARD OF COMMISSIONERS AND BOARD OF DIRECTORSTo support the duties and responsibilities carried out by

the Board of Commissioners, members of the Board of

Commissioners participate in seminars or trainings held within

and outside the country.

107

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

HUBUNGAN AFILIASI DEwAN KOMISARIS DAN DIREKSI

Nama/name

Hubungan Keuangan dengan/ financial relation with Hubungan Keluarga dengan/ family relation with

Perusahaan / Company

Perusahaan / Company

ya / Yes Tidak / no ya / Yes Tidak / no

Dewan Komisaris / Board of Commisioner

Gidion Hasan √ √

Bambang Widjanarko Santoso √ √

Andi Anzhar Cakra Wijaya √ √

Robert Mulyono √ √

Direksi / Board of Director

Tan Tiam Seng Ronnie √ √

Jeffrey Gunadi Chandrawijaya √ √

Hilarius Arwandhi √ √

Lukas Iwan Setiadi √ √

Herjadi Budiman √ √

Wiltarsa Halim √ √

KEBERAGAMAN KOMPOSISI DEwAN KOMISARIS DAN DIREKSI

Sebagai organ yang memiliki kewenangan dalam menentukan

arah usaha Perseroan, Dewan Komisaris dan Direksi dituntut

untuk dapat menerapkan praktik GCG di tengah dinamika dan

tantangan usaha yang membutuhkan penanganan profesional

dengan melibatkan berbagai pendekatan dalam pengambilan

keputusan. Untuk itu diperlukan suatu keberagaman atas

komposisi individu-individu di dalam kedua organ tersebut dari

segi latar belakang pendidikan, pengalaman serta kompetensi

pendukung lainnya. Dengan adanya keberagaman tersebut

diharapkan dapat menciptakan sebuah dialektika terkait

metode yang digunakan dalam pengelolaan usaha maupun

inovasi dalam bisnis.

AFFILIATION IN BOARD OF COMMISSIONERS AND BOARD OF

DIRECTORS

COMPOSITION DIVERSITy OF BOARD OF COMMISSIONERS AND BOARD OF DIRECTORS As the instruments that possess the influence to affect the

direction the Company will take, the Board of Commissioners

and the Board of Directors are expected to implement GCG

practice amidst the business dynamics and challenges which

require professional handling and various approaches in

decision-making process. A diversity in the composition of

both instruments is therefore needed in terms of educational

background, experience and other supporting competency. By

implementing diversity in the composition, it is expected that a

dialectics can be established for the methods used for business

management and innovations.

108 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Komposisi Dewan Komisaris

Nama/name Jabatan/PositionJenis

Kelamin/gender

Tahun Lahir/

Year of Birth

Kualifikasi Akademik/ academic Qualification

Gidion Hasan Presiden Komisaris/ President Commissioner Pria/Male 1972 Sarjana Keuangan/ Bachelor of Finance

Bambang Widjanarko Santoso Komisaris/ Commissioner Pria/Male 1959 Sarjana Pertanian & Sarjana Ekonomi/ Bachelor

of Agriculture & Bachelor of Economics

Andi Anzhar Cakra Wijaya Komisaris/ Commissioner Pria/Male 1971 Magister di bidang Hukum & Sarjana Ekonomi/

Master of Law & Bachelor of Economics

Robert Mulyono Komisaris Independen/ Independent Commissioner Pria/Male 1948 Sarjana Teknik Sipil/ Bachelor of Civil

Engineering

Komposisi Direksi

Nama/name Jabatan/PositionJenis

Kelamin/gender

Tahun Lahir/

Year of Birth

Kualifikasi Akademik/ academic Qualification

Tan Tiam Seng Ronnie

Presiden Direktur/ President Director Pria/Male 1958 Diploma di bidang Building dan Pemasaran/

Diploma of Building and Marketing

Jeffrey Gunadi Chandrawijaya

Wakil Presiden Direktur/ Vice President Director Pria/Male 1973 Magister Keuangan/Master of Business in

Finance

Hilarius Arwandhi Direktur Operasional/ Managing Director Pria/Male 1961 Sarjana Teknik di bidang Teknik Sipil/Bachelor of

Civil Engineering

Lukas Iwan Setiadi Direktur/ Director Pria/Male 1965 Magister Manajemen/Master of Management

Herjadi Budiman Direktur/ Director Pria/Male 1971 Sarjana Teknik di bidang Teknik Lingkungan/Bachelor of Environmental Engineering

Wiltarsa Halim Direktur Independen/ Independent Director Pria/Male 1948 Sarjana Teknik di bidang Teknik Mesin /Bachelor

of Mechanical Engineering

KOMITE AUDIT

Profil, Kualifikasi Pendidikan dan Pengalaman Kerja Anggota Komite AuditKeberadaan Komite Audit di dalam Perusahaan berperan

sebagai sebuah organ yang memiliki fungsi konsultatif terkait

pelaksanaan GCG di bidang pengawasan dan kepatuhan

dalam menjalankan fungsi operasional serta sistem informasi

keuangan Perusahaan, yang bertanggung jawab secara

langsung kepada Dewan Komisaris. Selain itu Komite Audit

juga memiliki peran independen yang dapat menjembatani

komunikasi di berbagai level seperti Dewan Komisaris,

Composition of Board of Commissioners

Composition Diversity of Board of Directors

AUDIT COMMITTEE

Profile, Educational Qualification and work Experience of Audit Committee Members In the Company, the Audit Committee serves as an instrument

with consultative function on GCG implementation in

the field of monitoring and compliance in operational

function and financial information system performance.

The Audit Committee takes direct reporting to the Board

of Commissioners. In addition, the Audit Committee has an

independent role to link the communication between levels,

such as the Board of Commissioners, the Board of Directors,

109

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Company management, Internal Audit Unit and External

Audit in relation to its functions and authority. Based on the

consideration on the Audit Committee’s capability to perform

its duties, all Audit Committee members are appointed from

the Board of Commissioners members possessing specific

qualifications.

In performing its duties, the Audit Committee is facilitated with

access to information from related internal and external parties

of the Company on the implementation, results and findings

from audit process. These information is then used to generate

outlook and recommendation for the Board of Commissioners.

Pursuant to the provision from Jakarta Stock Exchange

No.Kep-305/BEJ/07-2004 dated July 19, 2004, Capital Market

Supervisory Board (Bapepam) regulation No. IX.1.5 dated

September 24, 2004 and Decision Letter of the Board of

Commissioners No. 01/SK/KOM/XI/2013 of PT Acset Indonusa

Tbk, an Audit Committee was established to support the Board

of Commissioners in performing its duties. The Company’s

Audit Committee was established on December 6, 2013,

to realize the Company’s commitment in supporting Good

Corporate Governance Implementation. In 2015, there was a

change in the Audit Committee’s composition, ratified through

Decree of Audit Committee No. 001/SK/KOM/III/2015, dated

March 16, 2015, with the following structure:

*Resign effectively on December 18, 2015**Appointed as Audit Committee on December 18, 2015 based on the Board of Commissioners' No. 003/SK/KOM/XII/2015

Direksi, manajemen Perusahaan, Unit Audit Internal maupun

lembaga Audit Eksternal terkait fungsi dan wewenangnya.

Atas pertimbangan mengenai kapabilitas Komite Audit dalam

menjalankankan tugas-tugasnya, maka keanggotaan Komite

Audit berasal dari Dewan Komisaris yang memenuhi kualifikasi

tertentu.

Komite Audit dalam menjalankan tugasnya diberikan fasilitas

untuk mendapatkan akses informasi dari pihak-pihak terkait

baik di internal maupun eksternal Perusahaan mengenai

pelaksanaan, hasil dan temuan-temuan dalam proses

audit, untuk kemudian memberikan pandangannya serta

merumuskan rekomendasi kepada Dewan Komisaris.

Sesuai ketentuan Bursa Efek Jakarta No.Kep-305/ BEJ/07-2004

tanggal 19 Juli 2004, peraturan Bapepam No. IX.1.5 tanggal 24

September 2004 dan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 01/

SK/KOM/XI/2013 PT Acset Indonusa Tbk, telah membentuk

Komite Audit untuk membantu Dewan Komisaris dalam

melakukan tugasnya. Komite Audit Perusahaan terbentuk sejak

tanggal 6 Desember 2013, sebagai wujud komitmen Perseroan

dalam mendukung pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang

baik. Pada tahun 2015 terjadi perubahan susunan Komite Audit

dan disahkan melalui Surat Keputusan Komite Audit No. 001/

SK/KOM/III/2015 tanggal 16 Maret 2015 yang susunannya

terdiri dari:

Nama/name Jabatan dalam Komite Audit/ Position in audit Committee

Jabatan di Perusahaan/ Position in the Company

Periode Jabatan/ Terms of office

Robert Mulyono Ketua Komisaris Independen/Independent Commissioner 2015-2017

Buntoro Muljono Anggota - 2015-2017

Robby Sani* Anggota - 2015-2017

Stephen Z. Satyahadi** Anggota - 2015-2017

*Mengundurkan diri efektif pada tanggal 18 Desember 2015**Ditunjuk sebagai Komite Audit pada tanggal 18 Desember 2015 berdasarkan persetujuan Dewan Komisaris No. 003/SK/KOM/XII/2015

110 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Profile of Audit Committee Profil Komite Audit

Warga Negara Indonesia, lahir pada

tahun 1948. Meraih gelar Sarjana

Teknik Sipil dari Universitas Gadjah

Mada, 1975. Menjabat Ketua

Komite Audit Perseroan sejak Maret

2015.

Pernah menjabat sebagai Direktur

Operasional II di PT Hutama Karya

(1993-1998), Ad-Interim Direktur

Utama di PT Hutama Karya (1998-

1999), Direktur Utama di PT Hutama

Karya (1999-2002), Direktur Utama

PT Nindya Karya (2002-2008) dan

sebagai Presiden Komisaris di

ACSET (2013 - 2014).

Robert MulyonoKetua Komite Audit / Chairman of audit Committee

An Indonesian Citizen, born in 1948.

Graduated in Civil Engineering

of Gadjah Mada University, 1975.

Appointed as a chairman of Audit

Committee of the Company since

March 2015.

He was appointed as Operational

Director II of PT Hutama Karya (1993-

1998), Ad-Interim President Director

of PT Hutama Karya (1998-1999),

President Director of PT Hutama Karya

(1999-2002), President Director of

PT Nindya Karya (2002-2008) and as

Commissioner of ACSET (2013 - 2014).

111

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Warga Negara Indonesia,

lahir pada tahun 1955. Meraih

gelar Sarjana Teknik Elektro dari

Universitas Indonesia. Menjabat

anggota Komite Audit Perseroan

sejak Maret 2015.

Memulai karir di Management

Trainee United Tractors sejak

(1981-1983). General Manager

Pandu Dayatama Patria (1985-

1992). General Manager Corporate

Finance United Tractors (1993-

1999). Pernah menjabat sebagai

Finance & Administration Director

United Tractors (1999-2006) dan

selanjutnya menjabat sebagai

Presiden Direktur Toyota Astra

Financial Services (2006-2014).

Selain itu pernah menjabat sebagai

Direktur maupun Komisaris di

beberapa anak Perusahaan PT

United Tractors Tbk antara lain;

Komisaris di PT Traktor Nusantara

dan Direktur pada United Tractors

Pandu Engineering.

Buntoro MuljonoAnggota Komite Audit / Member of audit Committee

Indonesian Citizen, born in 1955.

Graduated with a degree in

Accounting from University of

Indonesia. Appointed as a Member

of Audit Committee of the Company

since March 2015.

Starting his career as a Management

Trainee of United Tractors since 1981-

1983. General Manager of Pandu

Dayatama Patria (1985-1992). General

Manager Corporate Finance of United

Tractors (1993-1999). Served as the

Finance & Administration Director of

United Tractors (1999-2006) and then

appointed as President Director of

Toyota Astra Financial Services (2006-

2014). He was also appointed as

Directors and Commisioners of several

subsidaries of PT United Tractors Tbk

such as the Commissioner of PT Traktor

Nusantara and as well as Director

United Tractors Pandu Engineering.

112 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Warga Negara Indonesia, lahir

pada tahun 1943. Meraih gelar

Sarjana Akuntansi dari Universitas

Indonesia tahun 1967. Menjabat

anggota Komite Audit Perseroan

sejak Desember 2015.

Sebelumnya sebagai Presiden

Direktur Bank Universal (1990-

2002) dan Presiden Direktur Bank

Perkembangan Asia (1986-1990).

Bergabung dengan Astra Sebagai

General Manager Finance dan

Corporate Treasurer sejak 1980

hingga 1985. Ditunjuk sebagai

Wakil Presiden Direktur Astra

Sedaya Finance pada tahun 1983.

Memulai karirnya pada tahun

1968 di Bank of Tokyo, Jakarta.

Selanjutnya, pindah ke Citibank

N.A. (1970-1980) di bidang bank

operation dan terakhir sebagai

Asisten Wakil Presiden Pemasaran

Corporate Banking.

Stephen z. SatyahadiAnggota Komite Audit / Member of audit Committee

Indonesian Citizen, born in 1943.

Graduated with a degree in Accounting

from University of Indonesia in 1967.

Appointed as a Member of Audit

Committee of the Company since

December 2015.

Prior to that, served as the President

Director of Bank Universal (1990-

2002) and a President Director of Bank

Perkembangan Asia (1986-1990). Has

been a part of Astra since becoming

the General Manager of Finance and

Corporate Treasurer of Astra from

1980 to 1985. Also served as the Vice

President Director of Astra Sedaya

Finance in 1983. Started his career in

1968 at Bank of Tokyo, Jakarta, and

then moved to Citibank N.A. (1970-

1980) in the field of bank operations

and the and the latter, served as as the

Assistant Vice President of Marketing

Corporate Banking.

Independensi Komite AuditDalam menjalankan fungsinya, Komite Audit dituntut

untuk dapat memberikan pandangan dan masukan

yang bersifat otonom dan bebas dari berbagai macam

kepentingan yang menyertainya. Hal tersebut bertujuan

agar referensi yang dihasilkan dan digunakan dalam proses

perumusan kebijakan Perseroan bersifat akuntabel dan dapat

dipertanggungjawabkan. Bukti komitmen tersebut dituangkan

dalam bentuk penetapan kriteria Komite Audit dalam menjaga

independensinya, kriteria tersebut yaitu:

1. Tidak memiliki hubungan keuangan dengan Dewan

Komisaris dan Direksi.

2. Tidak memiliki saham atau hubungan dengan pemilik

saham di Perseroan.

3. Tidak memiliki hubungan keluarga dengan Dewan

Komisaris, Direksi dan/atau sesama anggota Komite Audit.

Independency of Audit Committee

In performing its function, the Audit Committee shall provide

autonomous insights and opinion that are not affected by

various interests. The provision of autonomous insights

and opinion is aimed to generate accountable and reliable

reference to be used in the formulation of the Company policy.

The evidence of such commitment is realized as the stipulation

of the Audit Committee criteria to maintain its independency.

The criteria are as follows:

1. Does not have financial relation with the Board of

Commissioners and the Board of Directors.

2. Does not own shares or have relation with share owners of

the Company.

3. Does not have family relation with members of the Board

of Commissioners, the Board of Directors and/or between

members of the Audit Committee.

113

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

4. Tidak mejabat sebagai pengurus di Partai Politik dan

menduduki jabatan di Pemerintahan.

Berdasarkan kriteria tersebut, Robert Mulyono selaku Ketua

Komite Audit dan Stephen Z. Satyahadi dan Buntoro Muljono

selaku anggota dinyatakan memenuhi kualifikasi dan

persyaratan untuk menjadi anggota Komite Audit.

Uraian Mengenai Tugas dan Tanggung Jawab KomiteKomite Audit bertugas dan bertanggung jawab untuk

memberikan pendapat independen dan profesional kepada

Komisaris Perusahaan terkait laporan atau hal-hal yang

disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris Perusahaan,

untuk kemudian diidentifikasi mana dari laporan tersebut

yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris.

Secara rinci yang menjadi tugas dari Komite Audit yaitu:

• Membahas Draft Laporan Keuangan Audit akhir tahun

dengan Auditor Eksternal.

• Membantu manajemen ACSET dalam pengembangan

sistem kontrol internal, dan efektivitas pelaksanaan audit

internal.

• Memberikan masukan untuk penyempurnaan rencana

kerja tahunan audit internal dan penyusunan program

kerja audit internal.

• Memberikan masukan untuk penyempurnaan pelaksanaan

audit yang dilaksanakan oleh Auditor Eksternal.

• Membahas temuan audit dan memantau tindak lanjut

Manajemen atas rekomendasi dari Auditor Internal dan

Auditor Eksternal.

• Berpartisipasi terhadap upaya Perusahaan dalam

menerapkan GCG.

• Menyusun rencana kerja tahunan Komite Audit dan laporan

pelaksanaan kegiatan Komite Audit.

Laporan Singkat Pelaksanaan Kegiatan Komite AuditTugas utama Komite Audit adalah membantu Dewan Komisaris

dalam memenuhi tanggung jawab pengawasan kegiatan

operasional Perseroan dengan meninjau:

• Seluruh laporan keuangan, proyeksi dan laporan lainnya

terkait dengan informasi keuangan Perseroan yang akan

dipublikasikan oleh Perseroan, baik untuk pihak eksternal

dan OJK serta BEI.

4. Does not serve as member of any Political Party and serve

in the Government.

Based on the aforementioned criteria, Robert Mulyono as Head

of the Audit Committee and Stephen Z. Satyahadi and Buntoro

Muljono as Audit Committee members are deemed to have

fulfilled the qualification to become full members of the Audit

Committee.

Description of Duties and Responsibilities of Audit Committee The Audit Committee shall be in charge and responsible for

providing independent and professional opinions to the Board

of Commissioners on any report or matter conveyed by the

Board of Directors to the Board of Commissioners for further

identification on which report that requires attention from the

Board of Commissioners:

The duties of the Audit Committee in details are as follows:

• Todiscussyear-endAuditedFinancialStatementdraftwith

External Audit.

• TohelpACSETmanagementindevelopinginternalcontrol

system and effective performance of internal audit.

• Toprovideinputsinordertoimproveannualworkplanof

internal audit and composing internal audit work program.

• Toprovideinputsinordertoimproveauditimplementation

conducted by External Auditor.

• To discuss audit findings and monitor the Management

follow-up on the recommendations from Internal and

External Auditors.

• ToparticipateintheCompany’sefforttoimplementGCG.

• To create the Audit Committee’s annual work plan and

activity implementation report.

Brief Report on the Implementation of Audit Committee’s ActivityThe Audit Committee’s main duty is to support Board of

Commissioners in fulfilling its responsibilities in monitoring the

Company’s operational activities by observing:

• All financial statements, projections and other reports

related with the Company’s financial information that will

be published by the Company, both for external parties,

OJK and BEI.

114 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

• Internal supervising system on the Management and the

Board of Directors’ acts in the field of finance, accounting,

compliance with the law and regulations, risk control and

code of conduct implementation.

• Audit process, accounting recording and financial reporting.

In order to meet the duties and responsibilities, in 2015 the

Audit Committee conducted the following activities:

• Reviewing independency and objectivity of the appointed

External Auditor, namely Public Accounting Firm

Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Partners (member of Price

waterhouseCoopers global network).

• Reviewing annual audit program from the External Auditor.

• Reviewing assessment and opinion from the External

Auditor on the Company’s financial statement.

• Reviewing, in cooperation with the Board of Directors:

i. The Company’s financial statements and other financial

information that will be submitted to government

institutions or the public

ii. Internal supervising process

iii. Audit process

iv. Compliance with the laws and regulations, and

v. Risk management process

• Conducting annual meetings with the External Auditors

• Holding four meetings every two months with the staffs

in accounting, finance, internal supervising and risk

management sectors.

• Submitting and presenting four two-month reports to the

Board of Commissioners

Audit Committee MeetingIn 2015, Audit Commitee held 4 meetings with an average

attendance rate of the Audit Committee members of 75%.

The meetings comprehensively discuss issues related with

assessment on the Company's audit, Study on Financial

Information, Selection, Appointment and Monitoring on

Independent Auditor's Duties, Evaluation on the Effectiveness

of Internal Audit's Duties Implementation, Monitoring

the Effectiveness of Internal Control, Compliance with

the Regulations, Risk Reporting and Risk Management

Implementation.

• Sistem pengawasan internal atas tindakan Manajemen dan

Direksi di bidang keuangan, akuntansi, kepatuhan terhadap

hukum dan peraturan perundangan dan pengendalian

risiko serta penerapan kode etik.

• Proses audit, pencatatan akuntansi dan pelaporan

keuangan Perseroan.

Dalam rangka memenuhi tugas dan tanggung jawab tersebut

di atas, pada tahun 2015 Komite Audit melaksanakan kegiatan-

kegiatan :

• Mengkaji independensi dan objektivitas Auditor Eksternal

Perseroan yang ditunjuk, yakni Kantor Akuntan Publik

Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (anggota jaringan

global PriceWaterhouseCoopers).

• Mengkaji cakupan program audit tahunan dari Auditor

Eksternal

• Mengkaji hasil penelaahan dan opini dari Auditor Eksternal

atas laporan keuangan Perseroan.

• Bersama dengan Direksi Perseroan melakukan penelaahan

atas :

i. Laporan keuangan Perseroan dan informasi keuangan

lain yang akan disampaikan kepada lembaga

pemerintah maupun kepada publik

ii. Proses pengawasan internal

iii. Proses audit

iv. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan

perundangan, serta

v. Proses pengelolaan risiko

• Melakukan rapat tahunan dengan Auditor Eksternal

• Melakukan empat kali rapat setiap dua bulan dengan

jajaran pejabat di bidang akuntansi, keuangan, pengawasan

internal dan pengelolaan risiko.

• Menyerahkan dan mempresentasikan empat laporan

setiap dua bulan kepada Dewan Komisaris.

Rapat Komite AuditPada 2015, Komite Audit mengadakan 4 kali rapat dengan rata-

rata kehadiran dari seluruh anggota Komite Audit sebesar 75%.

Pertemuan-pertemuan ini secara komprehensif membahas

hal-hal yang terkait penilaian terhadap audit Perseroan,

Penelaahan atas Informasi Keuangan, Seleksi, Penunjukan

dan Pengawasan Pekerjaan Auditor Independen, Evaluasi

Efektivitas Pelaksanaan Fungsi Internal Audit, Pengawasan

Efektivitas Pengendalian Intern, Kepatuhan Terhadap Peraturan

Perundangan, Pelaporan Risiko dan Pelaksanaan Manajemen

Risiko.

Pernyataan Komite AuditStatement of the Audit Committee

Melalui pernyataan ini, Kami telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab Komite Audit selama tahun buku 2015.

Through this statement, We confirmed that we have implemented duties and responsibilities of the Audit Committee during 2015 fiscal year.

PERNyATAAN KOMITE AUDIT PT ACSET INDONUSA Tbk STATEMENT OF THE AUDIT COMMITTEE OFPT ACSET INDONUSA Tbk

Robert MulyonoKetua Komite Audit

Head of Audit Committee

Buntoro MuljonoAnggota Komite Audit

Audit Committee Member

Stephen z. SatyahadiAnggota Komite Audit

Audit Committee Member

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Jakarta28 Maret 2015March 28, 2015

Halaman ini sengaja dikosongkan

This page is intentionally left blank

117

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

NOMINATION AND REMUNERATION COMMITTEEThe roles of the Board of Commissioners in monitoring the

Company’s operation cover various fields, such as determining

the appointment criteria for new members of the Board

of Commissioners and the Board of Directors and their

remuneration system. To support the Board of Commissioners

in running such function, several regulations, such as Bank

Indonesia Regulation Number 8/4/PBI/2006 and GCG

implementation manual published by National Committee on

Governance Regulations (KNKG), state the rules for establishing

the Nomination and Remuneration Committee that serves

directly under the Board of Commissioners.

KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI

Peran Dewan Komisaris dalam melakukan tugas pengawasan

operasional Perusahaan mencakup banyak bidang salah

satunya adalah tugas dalam penetapan kriteria pemilihan

calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi beserta

sistem remunerasinya. Untuk membantu Dewan Komisaris

melaksanakan fungsi tersebut, beberapa regulasi seperti

Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 dan

pedoman pelaksanaan GCG yang dikeluarkan oleh Komite

Nasional Kebijakan Governance (KNKG) menetapkan aturan

pembentukan Komite Nominasi dan Remunerasi yang berada

langsung dibawah Dewan Komisaris.

Warga Negara Indonesia, lahir pada

tahun 1948.Meraih gelar Sarjana

Teknik Sipil dari Universitas Gadjah

Mada, 1975. Menjabat Ketua

Komite Audit Perseroan sejak Maret

2015.

Pernah menjabat sebagai Direktur

Operasional II di PT Hutama Karya

(1993-1998), Ad-Interim Direktur

Utama di PT Hutama Karya (1998-

1999), Direktur Utama di PT Hutama

Karya (1999-2002), Direktur Utama

PT Nindya Karya (2002-2008) dan

sebagai Presiden Komisaris di

ACSET (2013- 2014).

Robert MulyonoKetua / Chairman

An Indonesian Citizen, born in 1948.

Graduated in Civil Engineering

from Gadjah Mada University, 1975.

Appointed as a chairman of Audit

Committee of the Company since

March 2015.

He was appointed as Operational

Director II of PT Hutama Karya (1993-

1998), Ad-Interim President Director

of PT Hutama Karya (1998-1999),

President Director of PT Hutama Karya

(1999-2002), President Director of

PT Nindya Karya (2002-2008) and as

Commissioner of ACSET (2013-2014).

118 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Warga Negara Indonesia, lahir pada

tahun 1972. Meraih gelar Sarjana

Keuangan dari Rogers State

University, Oklahoma, AS pada

tahun 1994.

Saat ini menjabat sebagai Presiden

Direktur PT United Tractors Tbk

sejak April 2015, selain itu menjabat

sebagai Direktur maupun Komisaris

di beberapa anak perusahaan

PT United Tractors Tbk antara

lain; Presiden Komisaris PT Tuah

Turangga Agung, PT Duta Nurcahya,

PT Pamapersada Nusantara, Wakil

Presiden Komisaris PT Traktor

Nusantara dan Komisaris PT United

Tractors Pandu Engineering.

Gidion HasanAnggota / Member

Indonesian Citizen, born in 1972.

Graduated with Bachelor degree in

Finance from Rogers State University,

Oklahoma, United States in 1994.

Appointed as President Director of PT

United Tractors Tbk since April 2015

and as Directors and Commisioners

of several subsidaries of PT United

Tractors Tbk, such as the President

Commissioner of PT Tuah Turangga

Agung and PT Duta Nurcahya,

PT Pamapersada Nusantara, Vice

President Commissioner of PT Traktor

Nusantara and as well as Commissioner

of PT United Tractors Tbk.

Warga Negara Indonesia, lahir

pada tahun 1959.Menyelesaikan

pendidikan di Institut Pertanian

Bogor Fakultas Teknologi Pertanian

dan Fakultas Ekonomi Universitas

Indonesia.

Tahun 1999-2003 menjabat

sebagai Managing Director PT Astra

Graphia Tbk yang bertanggung

jawab atas Information Technology

Business (AGIT) dan menjabat

sebagai Wakil Presiden Direktur PT

United Tractors Tbk pada 2007-

2011. Selain itu, beliau juga

menjabat sebagai Direktur PT

Astra International Tbk sejak April

2014, Presiden Komisaris PT Astra

Graphia Tbk., PT Serasi Autoraya

(TRAC), PT Astratel Nusantara,

Komisaris PT Marga Mandala Sakti

dan PT Sedaya Multi Investama.

Bambang widjanarko SantosoAnggota / Member

Indonesian Citizen, born in 1959. He

studied Agriculture Engineering at

Bogor Institute of Agriculture and later

completed his study in Economics in

University of Indonesia.

From 1999 to 2003 he served as

the Managing Director at PT Astra

Graphia Tbk which was responsible

for Information Technology Solution

Business Group (AGIT) and later

served as the Vice President Director

of PT United Tractors Tbk from 2007

to 2011. He was also appointed as

Director of PT Astra International

Tbk since April 2014, President

Comissioner of PT Astra Graphia

Tbk., PT Serasi Autoraya (TRAC) and PT

Astratel Nusantara, Comissioner of PT

Marga Mandala Sakti and PT Sedaya

Multi Investama.

119

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Tugas dan Tanggung JawabTugas Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan yaitu

melakukan penetapan atas beberapa komponen seperti:

• Honorarium

• Tunjangan

• Fasilitas

• Tantiem/ insentif kerja

Laporan Singkat Pelaksanaan Kegiatan Komite Nominasi dan Remunerasi

Manajemen Kunci menerima remunerasi tetap dan tidak

tetap yang terdiri dari gaji dasar tahunan bruto, penghasilan

keseluruhan, remunerasi serta fasilitas lainnya dan tunjangan

dalam jumlah yang direkomendasikan oleh Komite Nominasi

dan Remunerasi. Remunerasi Manajemen Kuncimungkin

berbeda-beda sesuai tugas dan tanggungjawab masing-

masing, dengan mempertimbangkan pula standar remunerasi

domestik dan regional yang berlaku. Total remunerasi yang

diterima oleh Dewan Komisaris dilaporkan oleh Perseroan

dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

Sesuai keputusan RUPST 2014, remunerasi Manajemen Kunci

Perseroan pada 2014 adalah sebesar-besarnya sejumlah Rp100

juta per bulan dan telah sepenuhnya didistribusikan 13 kali

dalam setahun, sejak 1 Mei 2015.

Sementara itu, remunerasi seluruh anggota Dewan Komisaris

dan Direksi Grup Perseroan pada tahun 2015 adalah sebesar

Rp5,3 miliar, yang terdiri dari manfaat jangka pendek sebesar

Rp5,3 miliar.

SEKRETARIS PERUSAHAANSekretaris Perusahaan mengemban misi untuk mendukung

terciptanya citra Perseroan yang baik secara konsisten dan

berkesinambungan melalui pengelolaan program komunikasi

yang efektif kepada segenap pemangku kepentingan.

Sekretaris Perusahaan memiliki fungsi utama dalam rangka

membantu tugas Direksi, yaitu sebagai liaison officer (Public

Relation/Corporate Communication), hubungan antar institusi,

implementasi GCG, pengawasan pelaksanaan kegiatan

Corporate Social Responsibility (CSR) serta administrasi

dokumen kebijakan dan notulensi rapat Direksi.

Duties and Responsibilities The Company’s Nomination and Remuneration Committee

has the duty to determine the amount of the following

components:

• Honorarium

• Allowances

• Facilities

• Tantiem/workincentives

Brief Report on the Implementation of Nomination and Remuneration Committee's ActivityKey Management receives fixed and non-fixed remuneration

consisting of annual gross base salary (honorarium for the Board

of Commissioners), total overall earnings, total remuneration

and other facilities and allowances in an amount to be

recommended by Nomination and Remuneration Committee.

Remuneration of the Key Management may differ among them

depending on their respective duty and responsibility, taking

also into consideration the applicable domestic and regional

remuneration standards. Total remuneration received by the

Board of Commissioners is reported by the Company at General

Meeting of Shareholders.

In compliance with the decisions of 2014 AGMS, the

remuneration of Key Management in 2014 was maximum of

Rp100 million per month and had been fully distributed 13

times within the year, starting from May 1, 2015.

Meanwhile, the total remuneration of members of the Company

Group’s Board of Commissioners and Board of Directors in 2015

was a total of Rp5.3 billion, which consisted of short-term

benefits amounted to Rp5.3 billion.

CORPORATE SECRETARy The Corporate Secretary's mission is to build and protect the

good image of the company consistently and continuously

through effective communication programs to all stakeholders.

Corporate Secretary undertakes the primary functions to

assist the Board of Directors as liaison officer (public relations/

Corporate Communication), institution relations, GCG

implementation, monitor the implementation of Corporate

Social Responsibility (CSR) and maintain administration of

policy documentation and minutes of meeting the of Board of

Directors.

120 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Corporate Secretary’s Profile

Duties and Responsibilities of Corporate SecretaryThe Corporate Secretary is responsible to the Board of Directors

and has the following functions:

a. Giving inputs to the Board of Directors and the Board of

Commissioners on the provision of regulations in capital

market.

b. Ensuring that the convening of the Board of Directors and

the Board of Commissioners is appropriate and in line with

the schedule, drafting and keeping meeting minutes.

c. Ensuring the proper and orderly convening of the General

Meeting of Shareholders.

d. Supporting the dissemination and implementation of

the Company's Philosophy, Company Values, System and

Culture.

e. Synergize with related divisions for the dissemination,

implementation monitoring and study on ACSET Code of

Conduct.

f. Giving input on the Company's Strategic Corporate

Planning.

g. Serving as contact person between the Company and

Financial Services Authority, stock exchange in which the

Company's securities are listed, and the public.

h. Ensuring the implementation of administration,

registeration and reporting to Financial Services Authorities

and stock exchange in proper and timely manners.

Profil Sekretaris Perusahaan

Warga Negara Indonesia, lahir

pada tahun 1986. Meraih gelar

Sarjana Hukum dari Universitas

Trisakti, Jakarta tahun 2007 dan

Magister Hukum Bisnis dari

Universitas Indonesia, Jakarta

tahun 2010. Ditunjuk sebagai

Sekretaris Perusahaan sejak 17 Juni

2015, berdasarkan Surat Keputusan

Nomor 002/AI/SK-DIR/VI/2015.

Memulai karir di PT Garudafood

Putra Putri Jaya di tahun 2008 dan

bergabung dengan United Tractors

Group pada tahun 2011 sebagai

Corporate Legal.

Maria Cesilia Hapsari

Indonesian citizen, born in 1986.

Graduated as Bachelor of Law from

Trisakti University, Jakarta in 2007

and completed her Master degree in

Business Law in University of Indonesia,

Jakarta in 2010. She was appointed as

Corporate Secretary since June 17,

2015, pursuant to Decree No 002/AI/

SK-DIR/VI/2015.

She started her career in PT

Garudafood Putra Putri Jaya in 2008

and joined United Tractors Group in

2011 as Corporate Legal.

Tugas dan Tanggung Jawab Sekretaris PerusahaanSekretaris Perusahaan bertanggung jawab kepada Direksi

dan memiliki fungsi antara lain sebagai berikut:

a. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan

Komisaris mengenai ketentuan peraturan perundangan di

bidang pasar modal.

b. Memastikan rapat Direksi dan rapat Dewan Komisaris

berjalan dengan baik dan sesuai jadwal, dan dibuatkan

risalahnya dan disimpan dengan baik.

c. Memastikan terlaksananya Rapat Umum Pemegang

Saham dengan baik dan teratur.

d. Mendukung sosialisasi dan implementasi Filosofi

Perusahaan, Nilai Perusahaan, Sistem, dan Budaya

Perusahaan.

e. Melakukan sinergi dengan divisi-divisi terkait untuk

sosialisasi, implementasi, pengawasan dan penelaahan

pelaksanaan ACSET Code of Conduct.

f. Memberikan masukan terhadap Strategic Corporate

Planning Perseroan.

g. Sebagai penghubung atau contact person antara Perseroan

dan Otoritas Jasa Keuangan, bursa efek dimana efek

Perseroan tercatat dan publik.

h. Memastikan dijalankannya administrasi, pendaftaran

dan pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan bursa

efek dengan baik dan tepat waktu.

121

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

i. Preparing and/or communicating material information

in an accurate and sufficient manner to capital market

players in Indonesia, including matters on the Company's

performance and corporate action.

j. Establishing good relationship with the stakeholders

to maintain trust on the management's capability in

managing the Company and developing long-term values

for the stakeholders.

k. Conducting orientation program for newly-appointed

members of the Board of Directors and/or the Board of

Commissioners, and

l. Keeping up with the development of capital market,

particularly the prevailing regulations and international

practices related with good corporate governance.

Description of Corporate Secretary’s Duties ImplementationThe activities conducted by Corporate Secretary in 2015 were,

among others:

1. Holding Extraordinary GMS on February 9, 2015

2. Holding Annual GMS on April 8, 2015

3. Holding Board of Directors and Board of Commissioners

Meetings

4. Coordinating and conducting Acset Code of Conduct

dissemination program

5. Establishing information disclosure on the Company's

corporate activities

Competency Development Training Program for Corporate Secretary

INVESTOR RELATIONSInvestor Relations serves as a spokesperson who provides

information to investors on the Company’s performance

and outlook, including financial aspect. Investor Relations

fosters harmonious relationship between financial/capital

market analysts and other financial institutions, including

managing, analyzing and making reports on the Company’s

strategic information, particularly in the field of economics and

i. Menyiapkan dan/atau mengkomunikasikan informasi

material dengan akurat dan memadai kepada masyarakat

pasar modal Indonesia, termasuk mengenai kinerja dan

aksi korporasi (corporate action) Perseroan.

j. Menjalin hubungan baik dengan pemangku kepentingan

untuk membina kepercayaan atas kemampuan manajemen

dalam mengelola Perseroan dan membangun nilai jangka

panjang bagi pemangku kepentingan.

k. Melaksanaan program orientasi bagi anggota Direksi

dan/atau Dewan Komisaris yang baru menjabat, dan

l. Mengikuti perkembangan pasar modal, khususnya

peraturan-peraturan yang berlaku serta praktik-praktik

internasional berkaitan dengan good corporate governance.

Uraian Pelaksanaan Tugas Sekretaris PerusahaanBerbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Sekretaris

Perusahaan sepanjang 2015, antara lain :

1. Menyelenggarakan RUPS Luar Biasa pada 9 Februari 2015.

2. Menyelenggarakan RUPS Tahunan pada 8 April 2015.

3. Menyelenggarakan Rapat-rapat Direksi dan Dewan

Komisaris Perusahaan

4. Mengkoordinasikan dan melaksanakan program sosialisasi

Acset Code of Conduct

5. Melakukan keterbukaan informasi terkait kegiatan

korporasi Perusahaan.

Program Pelatihan dalam Rangka Pengembangan Kompetensi Sekretaris Perusahaan

No. Nama Pelatihan / Training name Institusi / institution

1.Peran dan Kompetensi Corporate Secretary Emiten dalam Pelaksanaan Peraturan & Perundangan Pasar Modal. / Roles and Competency of an Issuer's Corporate Secretary in the Implementation of Capital Market Regulations & Laws.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) / Financial Services Authority (OJK)

2. Investor Summit & Capital Market Expo 2015 OJK, IDX, KPEI, KSEI

3. Finnon 1 : Understanding Financial Statement Manajemen PPM / PPM Management

HUBUNGAN INVESTORFungsi Hubungan Investor adalah sebagai juru bicara yang

memberikan informasi kepada investor mengenai kinerja

serta prospek Perseroan, termasuk aspek finansial. Hubungan

Investor juga membina hubungan yang harmonis dengan

kalangan pengamat keuangan/pasar modal serta lembaga-

lembaga keuangan lainnya, termasuk mengelola, menganalisis,

dan membuat laporan mengenai segenap informasi strategis

122 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

finance related with the Company’s business environment. By

providing accurate and all-encompassing vision on current

information regarding the Company, Investor Relations shapes

the Company’s image among financial industry players. In 2013,

the role of Investor Relations is separated from the Corporate

Secretary’s function. The division is one of the Company’s effort

to endorse better information transparency.

Description on the Implementation of Investor Relations’ Duties

Investor Relations’ activities in 2015 are as follows:

INTERNAL AUDIT UNIT The Company complies with and implement the prevailing

legislation on the implementation of the Good Corporate

Governance, particularly those related with Internal Audit

Unit. The Company refers to Regulation Number: KEP-496/

BL/2008 on the establishment and composition guidelines for

Internal Audit Charter and effectiveness improvement on Risk

Management and Good Corporate Governance.

The Internal Audit Unit is established by the Company as a

process aimed to internally monitor and analyze the flow and

effectiveness of control performance by the management in

order to keep up with the development of increasingly complex

property business.

Perseroan terutama dalam bidang perekonomian dan

keuangan yang terkait dengan lingkungan bisnis Perseroan.

Dengan menyediakan pandangan akurat dan menyeluruh

mengenai informasi Perusahaan terkini, Hubungan Investor

berfungsi untuk membentuk citra Perseroan di tengah

kalangan industri keuangan. Pada tahun 2013, peran Hubungan

Investor dipisahkan dari fungsi Sekretaris Perusahaan. Hal ini

merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk melaksanakan

keterbukaan informasi yang lebih baik.

Uraian Pelaksanaan Tugas Hubungan Investor

Aktivitas Hubungan Investor selama tahun 2015 meliputi:

Aktivitas / activity Jumlah Pelaksanaan Acara / number of events

Paparan Publik / Public Expose 1 kali / time

International Call and Analyst or Investor Meeting 49 kali / time

Investor Conference 2 kali / time

UNIT AUDIT INTERNALPerseroan senantiasa patuh dalam melaksanakan peraturan

dan perundang-undangan yang berlaku terkait dengan

penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik, khususnya yang

terkait dengan Unit Audit Internal Perseroan mengacu pada

Peraturan Nomor: KEP- 496/BL/2008 tentang pembentukan

dan pedoman penyusunan Piagam Audit Internal sekaligus

meningkatkan efektifitas Manajemen Risiko dan Tata Kelola

Perusahaan.

Unit Audit Internal dibentuk oleh Perseroan sebagai sebuah

proses yang memiliki tujuan memantau sekaligus memeriksa

secara internal atas kelancaran dan keefektivan performa

pengendalian yang dilakukan oleh manajemen guna mengikuti

perkembangan bisnis properti yang semakin kompleks.

123

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Head of Internal Audit Unit’s Profile

Appointment and Discharge of Head of Internal AuditPursuant to Decision Letter of the Board of Directors of PT

Acset Indonusa Tbk. No. 002/SK/DIR/II/2013 dated February 11,

2013 on the Establishment and Appointment of Internal Audit

Unit of PT Acset Indonusa Tbk. President Director appoints Mr.

Petrus Sulardi as Head of the Company's Internal Audit.

Duties and Responsibilities of Internal AuditIn line with the Internal Audit Unit’s vision and mission

to support the Board of Commissioners and the Board of

Directors in performing internal monitoring on the Company’s

operational activities based on risk level while maintaining

“audit partner” paradigm in its performance, the Internal Audit

Unit has the following duty scope:

• Performing monitoring function and ensuring the

proficiency of internal control on function, activity and

effectiveness of risk management in accordance with the

Company’s policy.

• Ensuring the maximum utilization of the Company’s

resources in an effective and productive manners.

• Giving inputs for the Management in the form of

implementable advices to improve operational

performance.

Profil Ketua Unit Audit Internal

Warga Negara Indonesia, lahir pada

tahun 1953. Menjabat sebagai

Kepala Audit Internal sejak tahun

2013 di PT Acset Indonusa Tbk.

Sebelumnya pernah menjabat

sebagai Kepala Accounting di PT

Acset Indonusa.

Petrus Sulardi

Indonesian Citizen, born in 1953.

Serves as Head of Internal Audit

since 2013 at PT Acset Indonusa

Tbk. He previously served as Head of

Accounting at PT Acset Indonusa.

Prosedur Pengangkatan dan Pemberhentian Ketua Audit InternalSesuai dengan SK Direksi PT Acset Indonusa Tbk. No. 002/SK/

DIR/II/2013 tanggal 11 Februari 2013 tentang Pembentukan

dan Pengangkatan Unit Audit Internal PT Acset Indonusa Tbk.

Direktur Utama mengangkat Bapak Petrus Sulardi sebagai

Kepala Audit Internal Perseroan.

Tugas dan Tanggung Jawab Unit Audit InternalSesuai dengan visi dan misi Unit Audit Internal untuk

mendukung Dewan Komisaris dan jajaran Direksi Perusahaan

dalam melaksanakan kegiatan pengawasan internal terhadap

seluruh kegiatan operasional Perusahaan berdasarkan tingkat

risiko dengan tetap mempertahankan paradigma sebagai

“audit partner” dalam menjalankan fungsinya, maka Unit Audit

Internal memiliki ruang lingkup tugas yang meliputi:

• Menjalankan fungsi pengawasan dan memastikan

kecakapan pengendalian internal pada fungsi, kegiatan,

dan efektivitas pengelolaan risiko sesuai dengan kebijakan

Perusahaan.

• Memastikan bahwa sumber daya Perusahaan digunakan

secara maksimal, efektif dan produktif.

• Memberikan masukan pada Manajemen berupa saran-

saran yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan

kinerja operasional Perusahaan

124 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Laporan Singkat Pelaksanaan Tugas dan Kegiatan Unit Audit InternalAudit Internal Perseroan telah Melaksanakan fungsi manajerial

di Unit Audit Internal mulai dari kegiatan perencanaan,

pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian terhadap

kegiatan pemeriksaan dengan melakukan penilaian serta

memberikan saran-saran perbaikannya pada setiap objek yang

terindikasi adanya penyimpangan khusus melalui siklus Plan -

Do - Check – Act.

INFORMASI TENTANG AKUNTAN PERSEROANBerdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan

(RUPST) Tahun Buku 2015, manajemen menyetujui penunjukan

Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan,

anggota jaringan global dari (KAP) PricewaterhouseCoopers

International Limited, untuk mengaudit Laporan Keuangan

Perseroan Tahun 2015. Penunjukan ini merupakan yang

pertama kali bagi KAP Tanudireja, Wibisana, Rintis & Rekan

untuk melakukan audit keuangan ACSET.

Selama tahun 2015, KAP Tanudireja, Wibisana, Rintis & Rekan

tidak melakukan jasa non-audit di ACSET.

MANAJEMEN RISIKODalam menjalankan usahanya, ACSET perlu memahami risiko

yang mungkin terjadi yang dapat mempengaruhi kinerja

maupun hasil usaha. Oleh karenanya, Perseroan dituntut untuk

mampu mengenali, mengklasifikasikan, serta merumuskan

kebijakan dan prosedur mitigasi atas potensi timbulnya

berbagai macam resiko tersebut.

Berkaca pada pengalaman dalam menjalankan kegiatan

usaha serta analisis terhadap beberapa kondisi aktual terkait

tren, perubahan kebijakan, dan faktor lain yang dapat diukur

secara komprehensif maupun tidak, risiko-risiko tersebut dapat

dikelompokan sebagai berikut:

• Risiko Perubahan Peraturan Pemerintah

Adanya perubahan peraturan perundang-undangan yang

berlaku, terutama pada sektor properti yang berkaitan

dengan perizinan dan kebijakan moneter dapat berdampak

bagi kinerja sektor properti. Risiko ini dapat diantisipasi

dengan aktif dalam asosiasi sehingga dapat memberikan

masukkan agar dapat berdampak positif bagi iklim usaha

dan pemangku kepentingan.

Brief Report of Duty Implementation and Activity of Internal Audit Unit The Company's Internal Audit has performed managerial

function in Internal Audit Unit, starting from planning,

organizing, execution and control on auditing activity by

assessing and providing advice for improvement for every

indication of violation in an object throuugh Plan - Do - Check

- Act cycle.

INFORMATION ON THE COMPANy’S ACCOUNTANT Pursuant to the Annual General Meeting of Shareholders (AGMS)

for 2015 Fiscal Year, the management approved the appointment

of Public Accounting Firm (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis

& Partners, member firm of PricewaterhouseCoopers global

network, to audit the Company's Financial Statement for 2015.

This is the first appointment for KAP Tanudredja, Wibisana,

Rintis & Partners to perform audit on ACSET's finance.

In 2015, KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Partners did not

perform non-audit services at ACSET.

RISK MANAGEMENTIn running its business, ACSET must take into account on any

possible risk that may affect its performance and business

results. Therefore, the Company is expected to be able to

identify, clarify and derive policy and mitigation procedure on

the potentials of risk occurence.

By reflecting on the experience in running business and

analysis on factual condition of the trend, changing policy and

other factors which may be comprehensively measured, the

risks are categorized in the following groups:

• Risk of Changes in Government Regulation

Changes in the prevailing rules and regulations or the

Government’s policy, particularly in property sector related

with licensing and monetary policy that affect property

sector’s performance. This risk can be actively anticipated

by an active participation in related associations, thus

be able to give positive impact for business climate and

stakeholders.

125

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

• Risiko Ketergantungan Pada Pasar Properti

Risiko yang dialami oleh Perseroan yang disebabkan oleh

ketergantungan yang tinggi pada sektor bisnis properti.

Risiko ini dapat diatasi melalui diversifikasi usaha di bidang

infrastruktur dan ground improvement.

• Risiko Ketersediaan Sumber Daya

Keberlangsungan perkembangan kegiatan usaha

Perusahaan tidak lepas dari ketersediaan sumber daya

seperti sumber daya manusia, material dan peralatan. Oleh

karena itu, Perseroan rutin melakukan internal development,

multi-sourcing, penerapan working method yang lebih

efisien

• Risiko Kecelakaan Kerja

Risiko yang muncul akibat tindakan atau kondisi yang

tidak aman, risiko ini juga dapat disebabkan oleh keadaan

eksternal. Kecelakaan kerja dapat diminimalisir melalui

pendidikan dan pelatihan keselamatan kerja mulai dari

awareness sampai dengan penyediaan perangkat peraturan

dan equipment/tools, sertifikasi, reward and punishment,

serta pemahaman atas potensi bahaya.

• Risiko Peningkatan Biaya Konstruksi

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan juga

menghadapi risiko kenaikan biaya konstruksi. Oleh karena

itu untuk mengantisipasi risiko tersebut, Perusahaan

menerapkan sistem keuangan dan pengadaan yang

prudent, value engineering, disiplin dalam project monitoring

dan evaluasi supplier secara menyeluruh.

• Risiko Pembayaran dari Pelanggan

Risiko yang dihadapi Perseroan akibat ketidakmampuan

pelanggan dalam menyelesaikan kewajiban-kewajibannya

secara penuh dan tepat waktu. Risiko ini dapat di atas

dengan Know Your Customer (KYC) yang komprehensif,

contract management yang kuat, project/activity

documentation yang lengkap atau kompensasi jaminan

yang mencukupi.

SISTEM PENGENDALIAN INTERNALSistem Pengendalian Perusahaan berfungsi sebagai pencegah

terjadinya kecurangan di dalam Perusahaan, dengan

meningkatkan dan memperkuat kepatuhan Perusahaan

terhadap regulasi yang berlaku melalui pengujian kecukupan

dan efektivitas Perusahaan. Mengingat pentingnya sistem

pengendalian internal dalam kelangsungan usaha suatu

Perusahaan, maka berdasarkan Peraturan Menteri Negara

• Risk of Property Market Dependency

The risk experienced by the Company due to high

dependency on property business sector.

This risk can be overcome by diversifying the Company's

business into infrastructure and ground improvement

sector

• Risk of Resources Availability

The sustainability of the Company’s business development

is related with available resources such as human resources,

material resources, and equipments. Therefore, the

Company conducts routine internal development, multi-

sourcing and implementation of efficient working method.

• Risk of work Accident

The risks that occur due to unsafe condition, as well as

external conditions. Work accident can be minimized

through occupational safety education and training,

from awareness up to the procurement of regulation

instruments and equipment/tools, certifications, reward

and punishment and understanding on potential hazards.

• Risk of Rising Construction Cost

In conducting its business, the Company faces risk of

rising construction cost. Therefore, in order to anticipate

such risk, the Company implements prudent financial and

procurement system, value engineering, discipline project

monitoring and thorough supplier evaluation.

• Risk of Payment from Customers

The risk faced by the Company due to a customer's inability

to fully meet his/her obligations and in timely manner. This

risk may be prevented through comprehensive Know Your

Customer (KYC), strong contract management, complete

project/activity documentation or sufficient collateral

compensation.

INTERNAL CONTROL SySTEM The Company's Control Systems serves to prevent fraud within

the Company by improving and strengthening the Company’s

compliance with the prevailing regulations. This is done by

performing a series of test on the Company’s adequacy and

effectiveness. Given the importance of an internal control

system for a company's business sustainability, based on the

Minister's Regulation which requires the implementation of

126 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

yang mensyaratkan adanya Penerapan Tata Kelola Perusahaan

yang baik, Perusahaan akan mewajibkan adanya Sistem

Pengendalian Internal yang efektif guna mengamankan aset

dan investasi Perusahaan.

Sistem pengendalian internal oleh Perusahaan meliputi antara

lain pengendalian keuangan dan operasional. Pengendalian

Keuangan terdiri dari struktur organisasi, prosedur-prosedur

dan sistem pencatatan yang berkaitan dengan pengelolaan

dan pengamanan harta kekayaan Perusahaan dan dapat

dipercayanya catatan keuangan serta konsekuensinya.

Kesesuaian Sistem Pengendalian Internal dengan COSOSistem Pengendalian Internal Perusahaan diterapkan ke

seluruh proses bisnis dan fungsi-fungsi organisasi yan ada di

perusahaan, mencakup seluruh Direktorat, Divisi, Departemen/

Biro, Seksi dan Unit dalam organisasi perusahaan.

Sesuai dengan kerangka kerja (framework) yang dikeluarkan

oleh Commitee of Sponsoring Organizations of the Treadway

Commission (COSO), Komponen Sistem Pengendalian Internal

Perusahaan meliputi:

1. Lingkungan Pengendalian;

2. Penilaian Risiko;

3. Kegiatan Pengendalian;

4. Informasi dan Komunikasi, Pemantauan.

Evaluasi atas Efektivitas Sistem Pengendalian InternalEvaluasi dari pelaksanaan Sistem Pengendalian Internal

umumnya dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan

Audit Operasional. Hasil dari evaluasi tersebut akan dijadikan

rujukan bagi manajemen terkait efektivitas pengendalian yang

dilakukan dan sebagai acuan dalam melakukan penataan

perbaikan sistem pengendalian internal agar jauh lebih efektif.

Hasil evaluasi Sistem Pengendalian Internal yang berlangsung

pada tahun buku 2015 secara komprehensif menunjukan

bahwa penerapannya sudah cukup memadai.

Good Corporate Governance, the Company will require the

establishment of an effective Internal Control System in order

to secure the Company's assets and investments.

The internal control system implemented by the Company

includes, among others, financial and operational control.

Financial Control consists of organizational structure,

procedures and recording system related to the Company's

assets management and security, as well as the reliability and

consequences of financial records.

Internal Control System’s Compliance with COSO The Company's Internal Control System is implemented in all

business process and organizational functions, including in the

Directorates, Divisions, Departments/Bureaus, Sections and

Units in a company's organization.

In line with the framework issued by the Committee of

Sponsoring Organizations of the Treadway Commission

(COSO), the Company's Internal Control System Components

consist of:

1. Control Environment;

2. Risk Assessment;

3. Control Activities;

4. Information & Communication, Monitoring.

Evaluation on the Effectiveness of Internal Control System The evaluation of the Internal Control System implementation

is conducted concurrently with Operational Audit activity. The

evaluation results are used as a reference for the management

on the effectiveness of control system and to improve the

effectiveness of internal control system.

The evaluation results for Internal Control System in the

2015 fiscal year has comprehensively displayed an adequate

implementation of the system.

127

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

PERKARA PENTING yANG DIHADAPI PERUSAHAANPerkara yang sedang dihadapi Perseroan saat ini adalah

perkara yang telah diajukan pada Januari 2012, dimana

Perseroan mengajukan gugatan perdata terhadap Pemerintah

Republik Indonesia, Kementerian Badan Usaha Milik Negara,

Perusahaan Listrik Negara (“Tergugat”) ke Pengadilan Negeri

Jakarta Selatan dengan nomor perkara 15/PDT.G/2012/PN. JKT.

SEL. Pada tanggal 15 Agustus 2012, Pengadilan Negeri

Jakarta Selatan mengabulkan seluruh gugatan Perseroan dan

memerintahkan Tergugat untuk mengembalikan uang yang

telah disetor pemberi kerja Perseroan (PT Bintang Sedayu

Makmur) sebesar Rp2,36 miliar. Atas putusan tersebut, Tergugat

telah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta yang

menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di

atas. Tergugat telah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung

Republik Indonesia dan sampai tanggal penerbitan laporan

keuangan konsolidasian, kasasi ini masih dalam proses.

PERNyATAAN KEPATUHAN TERHADAP PAJAKPerseroan senantiasa patuh terhadap peraturan dan

perundang-undangan yang berlaku terkait kewajiban

Perseroan dalam memenuhi ketentuan pembayaran pajak

terkait kegiatan usaha Perseroan. Perseroan aktif melaporkan

segala kegiatannya yang berkenaan dengan pajak melalui

Surat Pemberitahuan (SPT).

AKSES INFORMASI DAN DATA PERUSAHAANDalam mendukung keterbukaan akses informasi Perseroan

terhadap masyarakat sekaligus membangun komunikasi

yang simultan melalui pembaharuan informasi terkait data

Perusahaan yang dihadirkan per kuartal serta informasi jasa

dan layanan, Perseroan menyediakan akses informasi publik

melalui website yang disajikan dengan menggunakan bahasa

Indonesia dan bahasa Inggris. Selain itu publik juga diberi

kesempatan untuk menghubungi Perusahaan melalui:

Hubungan Investor/ investor relations

PT Acset Indonusa TbkAcset Building Jl. Majapahit No.26, Petojo Selatan, Gambir Jakarta 10160

Telepon : +6221-3511961Fax : +6221-3441413Email : [email protected] [email protected] : www.acset.co

Phone : +6221-3511961Fax : +6221-3441413Email : [email protected] [email protected] : www.acset.co

LEGAL CASES HANDLED By THE COMPANy

A recent legal cases faced by the Company is the cases filed

in January 2012, in which the Company filed a civil lawsuit

against the Government of the Republic of Indonesia, Ministry

of State-Owned Enterprises, and State Electricity Company

("Defendant") to the South Jakarta District Court, lawsuit

number 15/PDT.G/2012/PN.JKT.SEL. On August 15, 2012, to the

South Jakarta District Court granted the Company's lawsuits

and ordered the Defendant to refund the money deposited

by the Company's employer (PT Bintang Sedayu Makmur) of

Rp2.36 billion. Based on the verdict, the Defendant filed an

appeal to High Court of Jakarta, which further affirmed the

Verdict of the South Jakarta District Court. The Defendant filed

a cassation to the Supreme Court of the Republic of Indonesia

and, up to the publishing date of consolidated financial

statements, the cassation remains under process.

TAx COMPLIANCE STATEMENT

The Company relentlessly complies with the prevailing rules

and regulations in relation to the Company's responsibility

in meeting the requirements for tax payment in business

activities. The Company actively reports all tax-related activities

in Letter of Notification (SPT).

COMPANy’S INFORMATION AND DATA ACCESS To support transparency of the Company’s information access

for the public and to build simultaneous communication

through quarterly updated information regarding the

Company’s data and its services, the Company provides

information access with Indonesian-English language feature

for the public in the official website. In addition, the public may

contact the Company through the following address:

128 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

KODE ETIK PERUSAHAAN

Isi Kode Etik1. Bagaimana Kita Berbisnis

a. Perlindungan Aset-aset Perusahaan

Karyawan bertanggung jawab untuk melindungi

aset berwujud dan tak berwujud yang dimiliki

oleh Perusahaan termasuk vendor dan konsumen

yang berada di bawah pengawasan karyawan yang

bersangkutan. Aset yang dimiliki oleh Perusahaan

hanya dapat dipergunakan untuk tujuan yang disetujui

oleh Perusahaan. Aset tersebut meliputi (namun

tidak terbatas pada) uang tunai dan properti yang

merupakan bagian dari perilaku bisnis. Namun, komisi

adalah hak yang harus diterima oleh Perusahaan, bukan

oleh Karyawan.

• Karyawan tidak diperkenankan menerima hadiah/

bingkisan yang secara wajar tidak dapat dibalasnya

secara pribadi misalnya, sehubungan dengan hari-

hari raya keagamaan seperti Natal, Idul Fitri, Waisak,

Nyepi dll.

• Karyawan harus melapor kepada pimpinannya

apabila ada hal yang dapat menimbulkan terjadinya

pertentangan kepentingan. Adalah penting untuk

mengemukakan serta memperjelas hal tersebut.

Bila ragu, mintalah pendapat pimpinan Anda.

Sehingga, bilamana diberikan suatu hadiah yang

bernilai tinggi dari Kontraktor atau pemasok,

laporkanlah kepada pimpinan Anda. Manajer/

supervisor Anda yang kemudian akan memutuskan

apakah hadiah boleh diterima atau harus

dikembalikan kepada si pemberi. Pertimbangan

yang menyeluruh adalah dasar yang paling tepat

dalam menentukan apakah hadiah yang diberikan

dapat diterima atau tidak.

• Anda akan menetapkan apakah hadiah tersebut

dapat diterima atau harus dikembalikan kepada

orang yang memberikannya. Pertimbangan yang

matang merupakan dasar yang paling tepat untuk

menentukan apakah hadiah yang ditawarkan

tersebut dapat diterima atau tidak.

2. Perilaku di Tempat Kerja

a. Standar Moral dan Integritas

Karyawan Perusahaan harus memiliki standar moral

dan integritas yang tinggi, serta harus dapat dipercaya.

COMPANy’S CODE OF CONDUCT

Code of Conduct’s Content 1. How we Do Business

a. Protection of Company’s Assets

All employees are responsible for protecting the

Company’s tangible and intangible assets, including

vendors and customers under the supervision of related

employee. Assets belonging to the Company shall only

be used for purposes that have received the Company’s

approval. Such assets include (but not limited to) cash

money and properties. Receiving any commission is the

sole right of the Company, not that any of individual..

• Employeesarenotallowedtoreceivepresents/gifts

that in nature cannot be compensated personally,

for instance in connection with religious holidays

such as Christmas, Eid, Vesak, 'Nyepi' etc.

• Employees must report to their supervisors in

case there are matters that might cause a conflict

of interests to occur. It is important to express and

clarify the matters. If in doubt, ask your supervisor's

opinion. Thus, in the event you have been given

a gift that has a high value from a Contractor or a

Supplier, report it to your supervisor. Your manager/

supervisor will determine whether the gift may be

received or must be returned to the person giving

it. Thorough consideration is the most appropriate

basis in determining whether the gift offered can

be received or not.

• You shall determine whether the present is

acceptable or must be returned to the gifter. A firm

consideration serves as an appropriate basis in

determining the acceptability of such gift.

2. Behavior in the workplace

a. Integrity and Moral Standards

Employees must have high moral standards, integrity

and reliability.

129

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

b. Kepentingan Pribadi

Karyawan tidak akan meminta bantuan bawahannya

untuk kepentingan-kepentingan yang sifatnya pribadi

dan tidak ada hubungannya dengan tugas kantor.

c. Kepentingan Bisnis di Tempat Lain

Karyawan tidak diperkenankan untuk bekerja di pihak

ketiga tanpa izin tertulis dari Perusahaan. Hal ini tidak

berarti melarang Karyawan memiliki usahanya sendiri,

selama usaha tersebut tidak bertentangan dengan

kepentingan Perusahaan.

d. Hubungan Kekerabatan

Kebijakan Perusahaan mempekerjakan seseorang

yang paling sesuai dan memenuhi syarat untuk suatu

pekerjaan/jabatan bukan semata-mata hubungan

kekerabatan/keluarga.

e. Transaksi Bisnis

Secara umum karyawan tidak diperkenankan

melakukan bisnis atas nama Perusahaan dengan

anggota keluarganya. Jika transaksi tersebut tidak

dapat dihindarkan, maka hal tersebut harus disetujui

terlebih dahulu oleh atasan yang bersangkutan.

f. Diskriminasi atau Pelecehan

Perusahaan menerapkan suatu lingkungan kerja yang

menjunjung tinggi keberagaman, dimana perbedaan

diantara karyawan dihargai dan dihormati.

• Jika Anda merasa bahwa Anda mengalami

perlakuan diskriminasi maupun pelecehan, atau

bila Anda melihat maupun menerima pengaduan

terkait perilaku semacam itu, Anda harus

melaporkan kepada Atasan Anda atau ke bagian

HRD.

• Perusahaan tidak mentolerir penggunaan

komunikasi, peralatan, sistem dan layanannya

meliputi email, dan atau intranet untuk

menciptakan suatu lingkungan kerja yang bersifat

menyerang, merendahkan, menghina, melecehkan

atau memusuhi individu atas dasar ras, jenis

kelamin, warna kulit, agama, negara/ suku bangsa

asal, cacat fisik, status perkawinan, keturunan,

kebudayaan, status sosial ekonomi, maupun

ciri-ciri pribadi lainnya, termasuk dalam hal ini

pengunduhan, pengiriman lelucon, gambar cerita,

video atau konten lainnya.

b. Personal Interests

Employees must not rely on their subordinates to

resolve personal matters which do not correlate with

office duties.

c. Business Interest in Other Places

Employees are not allowed to work at any third

party without first acquiring written permit from the

Company. Nevertheless, the Employees are permitted

to run personal business, bearing in mind that such

business must not interfere with the Company’s

interest.

d. Family Relations

The Company’s policy employs individuals who are

well-suited and meet the requirements for a job/

position and not based on family relations.

e. Business Transaction

Employees are not permitted to run business with their

family members using the Company’s name. Should a

transaction is unavoidable, an approval for transaction

must be issued by the supervisor in charge.

f. Discrimination or Harassment

The Company establishes a work environment that

greatly supports diversity, in which differences between

employees are respected and valued.

• If you feel that you experience a discriminative

treatment or harassment, or if you see or receive

complaints related to such behavior, you must

report it to your Supervisor or to HRD department.

• The Company does not tolerate the use of

communication, devices, system and its services

including email, and or intranet to create a work

environment that confronting, humiliating,

insulting, harassing, or antagonizing any individual

based on race, gender, skin color, religion, country/

ethnic origin, physical disability, marital status,

ancestry, culture, socio-economic status, or

other personal traits, including, in this matter,

downloading, sending jokes, story pictures, videos

or other contents.

130 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

• Jika Anda menerima hal tersebut dari karyawan

lain, Anda harus segera melaporkan atau jika Anda

menerima menerima email yang berisikan hal

terkait, Anda harus segera menghapusnya, dan

jangan diteruskan/ disebarkan kepada karyawan

lain.

g. Keselamatan di tempat Kerja

Keselamatan dan Keamanan di tempat kerja menjadi

perhatian utama Perusahaan. Kita semua harus

mematuhi kebijakan kesehatan dan keselamatan yang

berlaku. Ancaman atau tindak kekerasan di tempat

kerja tidak akan ditolerir dan harus segera dilaporkan.

h. Tempat Kerja Bebas dari Obat-obatan Terlarang

Perusahaan harus menjaga lingkungan kerja yang

sehat dan produktif. Penyalahgunaan, penjualan,

produksi, kepemilikan, penggunaan zat-zat atau

berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang yang

dapat menyebabkan Anda tidak mampu melaksanakan

tugas atau saat menjalankan pekerjaan adalah hal yang

dilarang.

i. Komunikasi, Peralatan dan Sistem Layanan

• Perangkat dan Sistem Layanan Perusahaan

termasuk, namun tidak terbatas pada, komputer,

telepon, laptop, netbook, mesin fax, layanan kotak

surat, intranet, akses internet, email, SMS dan

pesan instan dan alat serta perangkat komunikasi

elektronik lainnya, sambungan data, layanan data

untuk penggunaan kantor, mobile atau dari jarak

jauh diberikan oleh Perusahaan untuk kepentingan

bisnis dan agar Anda dapat melaksanakan tugas

terkait dengan pekerjaan Anda, sehingga setiap

saat Perusahaan dapat memantau dan merekam

penggunaan perangkat tersebut, sebaiknya Anda

tidak berharap adanya kerahasiaan yang sifatnya

pribadi saat menggunakan perangkat tersebut.

• Anda tidak diperkenankan menggunakan

perangkat, sistem dan layanan Perusahaan untuk

tujuan yang tidak benar atau tidak sah atau dengan

cara yang melanggar hukum/peraturan/ kebijakan

yang berlaku, termasuk untuk pengunduhan

atau penggunaan tidak resmi atas materi apapun

yang memiliki hak cipta termasuk gambar, video,

maupun materi yang dicetak.

• If you have receive such things from other

employees, you have report it immediately or if you

have receive email containing related content from

outside, you have to delete it promptly, and do not

forward/broadcast it to other employees.

g. Workplace Safety

The Safety and Security in the workplace become the

primary attention of Company. We all must adhere to

the applicable policy of health and safety. Threats or

violences in the workplace will not be tolerated and

must be reported.

h. Illegal Drugs-Free Workplace

The Company must maintain a healthy and productive

work environment. Abusing, selling, producing,

being the owner of, using substances or under drugs

influence that may cause your inability to perform

duties or during performing your duties is prohibited.

i. Communication, Devices and Service System

• Company Devices and Service System include,

but not limited to computers, telephones,

laptops, netbooks, fax machines, mailbox

services, intranets, internet access, email, text

messages and instant messages, and also other

electronic communications tools and devices, data

connection, data service for office usage, mobile or

long distance are given by Company for business

purposes and in order that you can perform

duties related to your work, so that at all times the

Company can monitor and record the use of the

device, it is best that you do not expect personal

confidentiality when using the devices.

• You are not allowed to use Company devices,

system and services for improper or illegal purposes

or in a manner that violates the applicable laws/

regulations/policies, including for downloading

or illegal use of any material that has copyrights,

including pictures, videos, or printed material.

131

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

j. Informasi

Beberapa Karyawan mungkin mendapatkan/

berhubungan dengan informasi yang sifatnya rahasia

dan atau karena tugasnya sehari-hari, seperti informasi

yang menyangkut kondisi keuangan Perusahaan,

formulasi produk, rencana strategis, luas lahan yang

akan dikembangkan dan banyak lagi informasi lain-

lainnya. Informasi ini sangat berharga bagi Perusahaan

dan tidak diperkenankan untuk disebar-luaskan ke

pihak ketiga, baik Pemerintah, Masyarakat luas maupun

karyawan lainnya yang tidak memiliki hak serupa.

Informasi tersebut bisa pula mengenai harga pasar,

daftar gaji dan lain-lain.

k. Penyelidikan

• Anda diminta untuk bekerja sama sepenuhnya

dalam segala bentuk penyelidikan internal

maupun eksternal yang dilakukan oleh pihak

yang berwenang secara wajar, termasuk, namun

tidak terbatas pada, penyelidikan masalah etika,

pengaduan tindakan diskriminasi dan pelecehan

maupun yang berkaitan dengan Fraud Detection

Program.

• Anda dilarang menahan, mengubah, menolak

untuk menyampaikan informasi terkait dengan

suatu penyelidikan, selain itu Anda diharapkan

untuk menjaga dan melindungi kerahasiaan

penyelidikan sejauh yang memungkinkan.

3. Konflik Kepentingan

a. Hadiah dan Perjamuan

• Anda dilarang menerima hadiah dan atau

perjamuan dalam kondisi yang dapat menimbulkan

persepsi dari pihak lain bahwa hal tersebut telah

mempengaruhi pertimbangan bisnis.

• Anda juga dilarang untuk menerima atau

membiarkan anggota keluarga Anda menerima

hadiah, layanan, pinjaman atau perlakuan istimewa

dari siapa saja yang terkait hubungan bisnis dengan

Perusahaan.

• Hadiah berupa uang tunai atau yang sejenisnya

(misal voucher belanja) tidak boleh diterima dalam

kondisi apapun. Hadiah selain dari uang tunai

masih dapat diterima bila diijinkan oleh hukum

yang berlaku dan nilainya setara atau lebih kecil

dari Rp100.000,-, atau hadiah yang sesuai, wajar

j. Information

Some Employees might obtain/connected with

confidential information and or due to their daily

duties, such as information related to Company’s

financial conditions, product formulas, strategic plans,

size of land to be developed and any other information.

This information is very valuable to Company and

may not be disseminated to third parties, whether the

Government, public or other employees that are not

entitled to. The information can also concern market

price, payroll and others.

k. Investigation

• You are requested to fully cooperate in all forms

of investigation both internally and externally

conducted by authorized parties reasonably,

including but not limited to investigation on ethic

issues, complaints on acts of discrimination and

harassment or matters related to Fraud Detection

Program.

• You are prohibited to hold, change, refused to

deliver information related to an investigation.

Furthermore, you are expected to keep and protect

the confidentiality of investigation as far as possible.

3. Conflict of Interest

a. Gifts and Entertainment

• You are prohibited to receive any gift and or

entertainment on the condition that it may lead to

the perception of other parties that such thing has

influenced business considerations.

• Youarealsoprohibitedtoreceiveorletthemember

of your family to receive gifts, services, loans, or

special treatments from anyone related to business

relation with Company.

• Giftsintheformofcashorequivalent(e.g.shopping

vouchers), may not be received in any condition

whatsoever. Gifts other than cash money may be

received if permitted by the applicable laws and

the value must be equal or less than Rp100,000.00,

or gifts that is appropriate, reasonable and

132 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

dan patut dan diberikan atas dasar hubungan

pribadi dan kekeluargaan serta benar benar tidak

bertujuan mempengaruhi bisnis Perusahaan.

b. Kegiatan dan Kontribusi Politik

• Perusahaan harus berada dalam posisi tidak

berpihak dalam hal partai politik. Oleh karenanya,

Perusahaan tidak akan memberikan sumbangan

dana kepada partai politik atau calon-calon dari

partai yang manapun pada setiap pemilihan.

• Jika ada pihak tertentu yang meminta hal-hal

terkait dengan kontribusi politik, hal tersebut harus

segera dilaporkan kepada pimpinan Perusahaan.

c. Kepemilikan

Karyawan Perusahaan tidak diperkenankan dengan

sengaja melibatkan diri dalam kepemilikan lahan atau

fasilitas yang mungkin dibutuhkan oleh Perusahaan

untuk pembangunan kantor, pabrik, gudang atau

kantor perwakilan dan lain sebagainya.

d. Kasus-kasus Khusus

• Dalam menjalankan tugasnya, terkadang Karyawan

membutuhkan pembuatan perijinan tertentu

seperti visa, KITAS, Exit-Re-entry Permit, dimana hal

ini membutuhkan biaya tambahan. Apabila hal ini

terjadi, pimpinan Perusahaan akan memutuskan

jumlahnya dan mensahkan pembayarannya sesuai

dengan situasi-kondisi. Beberapa ijin menghendaki

pembayaran bea/pungutan, seperti: Ijin Mendirikan

Bangunan, Ijin Berlayar, Ijin Pembebasan Tanah, Ijin

mengoperasikan alat transportasi di jalan umum,

Biaya inspeksi dan sebagainya, adalah resmi dan

akan dibayarkan oleh Perusahaan bila disertai

tanda terima.

• Apabila beberapa instansi/pihak terlibat dalam

pengambilan keputusan yang berkaitan dengan

Pemerintah, situasinya menjadi kompleks. Kepala

Departemen wajib berkonsultasi dengan pimpinan

puncak Perusahaan, sebelum menetapkan

sikap dalam masalah masalah yang dihadapi.

Pertimbangan hukum harus dimintakan, untuk

memastikan bahwa langkah yang diambil

Perusahaan bukanlah transaksi bisnis yang

melanggar hukum. Sekali lagi, pertimbangan yang

matang merupakan petunjuk yang paling tepat

untuk bertindak dalam situasi yang melibatkan

Pejabat Pemerintah.

proper given on the basis of personal and family-

atmosphere relationship and does not have any

purpose whatsoever to influence the company

business.

b. Political Activities and Contribution

• TheCompanymustbe inthe impartialityposition

in the matters of political parties. Therefore, the

Company will not give fund contribution to any

political party or candidates of whichever party in

every election.

• In the event there is a certain party request for

matters related to political contribution, this matter

must be reported to the Company Management.

c. Ownership

Employees of the Company are not allowed to

purposedly involve themselves in the ownership of

land or other facilities that might be needed by the

Company for building offices, factories, warehouses or

representative offices, etc.

d. Special Cases

• In performing their duties, Employees are

sometimes required to have certain permits

such as visa, KITAS or Exit-Re-entry Permit, which

sometimes required additional costs. Should this

occurs, the Company management shall decide

the amount and authorize the payment according

to the condition. Some permits require payment of

duties/levies, such as: building permit (IMB), Sailing

Permit, Land Acquisition Permit, Permit to operate

transportation means in public roads, inspection

cost and so forth, which are legal and will be paid

by the Company if receipts are enclosed.

• In the event that several institutions/parties are

involved in the decision making related to the

Government, the situation may become complex.

Department Head must consult with the Company’s

top management, prior to decide how to deal

with problems encountered. Legal considerations

must be requested, to ensure that the measures

taken by the Company are not unlawful business

transactions. Once again, thorough consideration

shall be the appropriate guidance to act in a

situations involving Government Officials.

133

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Pemberlakuan Kode Etik bagi Seluruh Level OrganisasiAturan-aturan yang tercantum dalam Kode Etik Perusahaan

berlaku untuk seluruh pihak di lingkungan Perusahaan dan di

berbagai level organisasi.

Penyebarluasan dan Sosialisasi Kode Etik

Distribusi dan pengungkapan substansi yang terkandung

dalam Kode Etik Perusahaan dilakukan di berbagai kesempatan

dan menggunakan berbagai macam media, sehingga dengan

mudah dapat diakses oleh seluruh karyawan di lingkungan

Perusahaan.

Penegakan dan Sanksi Pelanggaran Kode Etik

Setiap pelanggaran atas Etika Bisnis Perusahaan ini dapat

dikenakan tindakan disiplin, termasuk pemutusan hubungan

kerja (PHK). Besaran sanksi ditentukan oleh pimpinan

menejemen yang berwenang.

INFORMASI MENGENAI BUDAyA/TATA NILAI PERUSAHAAN Selain menerapkan nilai-nilai Catur Dharma yang berasal dari

PT Astra International Tbk, ACSET juga memiliki budaya dan

tata nilai yang disebut ACSET Management System dan Basic

Mentality.

ACSET Management System (AMS)AMS merupakan sistem manajemen yang melibatkan seluruh

karyawan, dengan penerapan metode statistik, untuk

mengelola dan meningkatkan kualitas proses bisnis demi

tercapainya kepuasan pelanggan dan peningkatan daya saing.

AMS diadopsi dari Astra Management System, dimana ke duanya

memiliki titik berat pada pengembangan people sebagai

landasan untuk mencapai peningkatan bisnis berkelanjutan

dan dalam rangka berkontribusi bagi perkembangan

Indonesia. AMS memiliki tiga karakteristik utama, yakni Fokus

pada Pelanggan, Partisipasi Total dan Improvement yang

Berkesinambungan.

Code of Conduct Enforcement in All Organizational Levels The regulation stated in the Company’s Code of Conduct

applies for all parties within the Company’s environment and

all organizational levels.

Code of Conduct Dissemination and SocializationThe distribution and disclosure of values in the Code of Conduct

are held in various events and by means of several medium,

allowing easy access for all employees of the Company.

Code of Conduct Enforcement and Sanction for ViolationAny violation of the Company’s Code of Conduct shall be

punished with disciplinary act, including Termination of

Employment (PHK). The severity of the sanction will be

determined by the respective head of management.

INFORMATION OF COMPANy CULTURE/COMPANyAside from implementing PT Astra International Tbk’s Catur

Dharma, ACSET also has its own corporate culture and value

system, known as ACSET Management System and Basic

Mentality.

ACSET Management System (AMS)The AMS is a management system involving all employees, by

implementing statistical methods, to manage and improve

the quality of business processes to earn customer satisfaction

and to increase level of competitiveness. The AMS is adopted

from the Astra Management System, in which both emphasize

on people development as the foundation to achieve

sustainable business improvement and to contribute to the

nation’s development. The AMS has three main characteristics:

Focus on the Customer, Total Participation, and Continuous

Improvement.

134 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Kerangka kerja AMS dapat dilihat dalam skema di bawah ini:

1. Vision

6. Structure2. Strategy

5. SystemControl

4. Process

BSC Measure

STRATEGIC MANAGEMENTBASIC MENTALITY

TOOLSPillar II:

ENABLES FOR IMPLEMENTATIONPillar IV:

Pillar I: Pillar III:

COMPANY VISION

COMPANY RESULTS

3. Values

STRA

TEG

Y FO

RMU

LATI

ON

STRA

TEG

Y EX

ECU

TIO

N

• Focus on Customer

• Focus on PDCA• Focus on Fact &

Data• Focus on

Teamwork• Focus on

Excellence

• Visioning• Strategic

Alignment• Process

Alignment

• Commitment • Aligment • Monitoring • Support

• Goal & Strategy(Policy Management)

• Processo (Activity

Management)o Activity Plano Table of Dutieso Improvement

Projects• Control

ACSET Basic Mentality (ABM)ABM merupakan penurunan prinsip-prinsip yang berasal dari

Pilar I AMS, yakni yang fokus pada bidang people roadmap.

Definisi dari ABM sendiri adalah sikap mental yang mendasari

cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak dalam

melaksanakan pekerjaan, selaras dengan nilai-nilai Astra.

Tujuannya menitikberatkan pada pembangunan budaya

kerja dan budaya perusahaan yang unggul untuk mencapai

excellence.

AMS framework can be seen in scheme below:

ACSET Basic Mentality (ABM)The ABM is a derivation from the first pillar of AMS, which

focuses on people roadmap. The ABM is defined as a mentality

that underlies both thought and action in work, in accordance

to Astra’s values. The goal is to emphasize on building working

and corporate cultures to achieve excellence.

135

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

ABM berisi lima nilai pokok, yaitu:

a. Fokus pada Pelanggan:

· Memberikan nilai tambah bagi pelanggan

· Berpikir kualitas adalah QCDSM (Quality, Cost, Delivery,

Safety, Morale)

· Berpikir pelanggan adalah proses berikut

b. Fokus pada PDCA (Plan-Do-Check-Action):

· Mengelola dengan siklus PDCA

· Mengendalikan proses dari awal sampai hasil akhir

· Mengendalikan proses dengan tindakan perbaikan dan

pencegahan

c. Fokus pada Fakta dan Data:

· Mengelola dengan fakta dan data

· Mengelola dengan prinsip prioritas

· Menetapkan sasaran dengan SMART (Specific,

Measurable, Attainable, Realistic, Time-bound)

· Merujuk pada standar dan SOP (Standard of Operating

Procedures)

d. Fokus pada Kerjasama:

· Mencapai kematangan individu

· Jangan menyalahkan orang lain

· Membina hubungan yang baik antara atasan dan

bawahan

· Mencapai keselarasan antar individu

e. Fokus pada Excellence:

· Bebas mencoba hal baru

· Mengelola risiko

· Belajar dari kesalahan

SISTEM PELAPORAN PELANGGARAN

Penyampaian Laporan Pelanggaran dan Pihak yang Mengelola PengaduanBagi para karyawan yang memiliki kepedulian tinggi serta

mengetahui terjadinya pelanggaran atas kode etik karyawan

ini, perlu untuk melaporkannya kepada:

1. Direktur atau

2. HC, SHE, SSR Head

Dalam hal ini Perusahaan akan menindaklanjuti laporan

tersebut dalam waktu maksimal 3 minggu sejak diterimanya

laporan oleh pihak-pihak tersebut diatas.

The ABM contains five essential values:

a. Focus on Customer:

· Delivering added value for customer

· Quality equals to QCDSM (Quality, Cost, Delivery, Safety,

Morale)

· Next process is our customer

b. Focus on PDCA (Plan-Do-Check-Action):

· Managing based on PDCA cycle

· End to end process management

· Countermeasure and preventive acts

c. Focus on Fact and Data:

· Speak and manage by fact and data

· Managing based on priority principle

· Determining target based on SMART (Specific,

Measurable, Attainable, Realistic, Time-bound) principle

· Referring to the standards and SOP (Standard of

Operating Procedures)

d. Focus on Teamwork:

· Reaching individual maturity

· Do not blame others

· Man management

· Inter-team harmony

e. Focus on Excellence:

· Free to try out new approach

· Manageable risks

· Learn from mistakes

wHISTLEBLOwING SySTEM

whistleblowing Report Submission and whistleblowing Management Party Employees with significant regard and are witness of any

violation on employee’s code of conduct must report to:

1. Directors, or

2. Head of HC, SHE, SSR Department

Furthermore, the Company shall perform follow-up on such

report within 3 weeks at maximum since the acceptance of the

report by the aforementioned parties.

136 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Perlindungan bagi Pelapor Dalam menjalankan fungsi pengaduan atas tindakan

pelanggaran Kode Etik di lingkungan kerja, Perseroan

menetapkan prosedur perlindungan terhadap pelapor dengan

cara menjamin kerahasiaan identitas pelapor terkait potensi

ancaman yang dapat timbul terhadap pelapor. Komitmen

Perlindungan tersebut dilakukan oleh Perusahaan selain

sebagai upaya dalam mendukung kepatuhan seluruh elemen

terhadap regulasi yang berlaku yang dapat menciptakan

keteraturan usaha, juga dapat meningkatkan partisipasi

pengawasan dari seluruh karyawan.

Protection for whistleblowers In performing whistleblowing function on Code of Conduct

violation at working environment, the Company establishes

a procedure to protect whistleblowers by ensuring the

confidentiality of a whistleblower’s identity against any

potential threat. The Company’s commitment on the effort,

in addition to supporting compliance of all elements with the

prevailing regulations and in turn creates orderly business, shall

improve all employees’ participation in monitoring activity.

137

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Penanganan PengaduanPerusahaan selalu menerapkan asas Praduga tak Bersalah

terhadap setiap laporan yang masuk atas terjadinya

pelanggaran Kode Etik. Untuk itu, Perseroan menetapkan

sebuah alur proses penyelidikan terkait pelaporan yang masuk

dengan tidak hanya melakukan perlindungan bagi pelapor,

tapi juga terhadap pihak terlapor untuk menghindari tindakan

kesewenang-wenangan.

Mekanisme penanganan pengaduan atas pelanggaran Kode

Etik yang terjadi di lingkungan Perusahaan dimulai dengan

melakukan proses investigasi atas laporan yang masuk

melalui Direktur Perusahaan di bidang operasional maupun

melalui penanggung jawab dari Departemen Sumber Daya

Manusia. Langkah-langkah investigasi dimulai dengan

dilakukan melakukan pemanggilan terhadap pihak terlapor

terkait pelanggaran-pelanggaran yang diadukan, serta

menggali informasi lebih dalam atas latar belakang terjadinya

pelanggaran. Untuk pelanggaran yang bersifat kriminal dan

masuk dalam ranah hukum pidana, proses investigasi langsung

melibatkan pihak berwajib. Hasil dari proses investigasi tersebut

diputuskan melalui pemberlakuan sanksi sesuai dengan skala

pelanggaran yang dilakukan dengan mengacu kepada regulasi

yang berlaku di internal Perusahaan. Sanksi tersebut berupa

teguran untuk tingkat pelanggaran ringan, denda atau penalti

terhadap benefit yang menjadi hak pelanggar, penerbitan

Surat Peringatan dan Pemecatan jika terjadi pelanggaran berat

atau akibat dari akumulasi pelanggaran-pelanggaran yang

terjadi sebelumnya.

whistleblowing Management The Company implements Presumption of Innocence principle

on all incoming reports on Code of Conduct violation. Therefore,

the Company establishes a flow of investigation process on

any report, offering protection for not only the whistleblower

but also for the reported individual in order to avoid arbitrary

action.

The mechanism of whistleblowing management on Code of

Conduct violation in the Company’s environment is conducted

by performing investigation on any incoming reports from the

Company’s Directors in operational field or through a person-

in-charge from Human Capital Department. The investigation

steps begin by first calling the reported individual regarding

the violation, as well as collecting further information on the

background of violation. If any crime-related violation that

belongs to the field of criminal law, law enforcement may be

involved in the process. The investigation results are enforced

by imposing sanctions in accordance with the scale of violation,

which refers to the internal regulation of the Company.

The sanctions may be in the form of reprimand for lighter

violations, penalties on benefits which belongs to violator's

rights, issuance of Warning Letter and Termination for severe

violation or from the accumulation of previous violations.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan upaya Perusahaan dalam menjalin hubungan harmonis dengan pemangku kepentingan sekitar proyek maupun kantor pusat.

The implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) reflects the Company’s efforts to create a harmonious relationship with the stakeholders surrounding the project and head office.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Corporate Social Responsibility 06

140 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social

Responsibility-CSR) secara umum merupakan suatu konsep

organisasi yang memiliki tujuan menjembatani perusahaan

dalam melaksanakan tanggung jawabnya terhadap

masyarakat, lingkungan dan kepada seluruh pemangku

kepentingan dalam rangka melaksanakan pembangunan

berkelanjutan (sustainable). Dengan dilaksanakannya program

CSR, diharapkan Perseroan tidak hanya semata-mata bersandar

pada upaya peningkatkan aspek ekonomi saja, melainkan

turut memperhatikan serta mempertimbangan dampak-

dampak yang timbul dari aspek sosial dan lingkungan terkait

dengan kebijakan dan kegiatan operasional Perseroan.

Program CSR berfungsi untuk membantu Perseroan

mengurangi dampak negatif yang timbul sebagai efek dari

adanya kegiatan operasional dengan meningkatkan fungsi

pencegahan, penanggulangan dampak sebagai wujud

tanggung jawab, serta menerapkan program-program yang

terukur dan tepat sasaran agar aspek-aspek yang menjadi fokus

CSR berjalan dengan baik dalam rangka untuk meningkatkan

dampak positif bagi Perusahaan.

Corporate Social Responsibility (CSR) in general is an

organizational concept which aim is to help a company in giving

back to the community, environment and the stakeholders

for sustainable development. With the implementation of

CSR program, the Company is expected to not only rely on

the efforts to improve its economic aspect, but also to be

aware and consider the impacts that may arise from social

and environmental aspects in relation with the Company’s

operational activities.

CSR program functions to help the Company in reducing

negative impacts from operational activities by improving

preventive function, countermeasuring impacts as part of

responsibilities and implementing programs in measurable

and precise manners. By doing so, the aspects that become

the focus of CSR shall be well-implemented in order to improve

positive impacts for the Company.

140 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Pelaksanaan program CSR menyasar pada empat aspek utama, yaitu bidang lingkungan, sosial dan kemasyarakatan, tanggung jawab kepada konsumen, praktik ketenagakerjaan, serta keselamatan dan kesehatan kerja.The implementation of CSR program covers four main aspects, namely: environment, social and community, responsibility to consumers, employment and occupational health and safety.

141

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Pelaksanaan program CSR menyasar pada empat aspek

utama, yaitu bidang lingkungan, sosial dan kemasyarakatan,

tanggung jawab kepada konsumen, praktik ketenagakerjaan,

serta keselamatan dan kesehatan kerja.

KEBIJAKAN PROGRAM TANGGUNG JAwAB SOSIAL PERUSAHAAN DI TAHUN 2015Perseroan menyelenggarakan kebijakan CSR berdasarkan

Undang-Undang No.40 Tahun 2007, pasal 74 ayat 1. Dalam

undang -undang tersebut dijelaskan bahwa Perusahaan yang

menjalankan kegiatan usaha wajib melaksanakan program CSR

yang tepat guna sesuai dengan kebutuhan.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Bidang LingkunganSebagai Perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi,

ACSET menyadari bahwa kegiatan usaha Perseroan akan

bersinggungan langsung dengan kelestarian lingkungan,

baik sekitar area proyek (project sites) maupun di kantor pusat

Perseroan. Guna mencegah dampak negatif yang dapat

dihasilkan dari kegiatan usaha yang dijalankan, serta wujud

komitmen dan tanggung jawab Perseroan di bidang lingkungan

dalam hal pencegahan maupun penanggulangannya,

Perseroan berupaya untuk selalu berkontribusi dan hadir

melalui kegiatan-kegiatan pelestarian lingkungan di sekitar

area operasional Perseroan.

Selain melaksanakan kegiatan-kegiatan secara eksternal,

perbaikan dalam hal penanganan dampak lingkungan secara

internal melalui pembentukan mekanisme yang mengacu

pada peraturan perundang-undangan yang berlaku juga

menjadi fokus perhatian Perseroan. Hal tersebut ditujukan

untuk membangun pondasi awal dalam mewujudkan cita-

cita pelaksanaan green construction yang sedang disusun oleh

Perseroan untuk memaksimalkan perannya, sehingga peran

Perseroan dalam pembangunan berkelanjutan menjadi lebih

sempurna.

Uraian Kegiatan CSR di Bidang Lingkungan1. Fogging dilingkungan sekitar proyek

2. Siaga Banjir

3. Pembinaan Lingkungan (Perbaikan Sarana dan Prasarana)

The implementation of CSR program covers four main aspects,

namely: environment, social and community, responsibility to

consumers, labor practices and labor health and safety.

2015 CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITy POLICy The Company implements its CSR policy pursuant to Law No.

40 Year 2007, article 74 paragraph 1. The Law states that the

Company engaging in business must implement an efficient

CSR program in accordance with the needs.

Corporate Social Responsibility in Environment AspectAs a Company that runs in the field of construction, ACSET

is aware that the Company’s business activities will directly

affect environmental sustainability, both near the project sites

and in the head office. To prevent any negative impact from

the business activities, as well as a form of the Company's

commitment and responsibility for the environment in terms

of prevention and counter-measurement, the Company strives

to contribute to environmental preservation acivities in the the

Company's operational areas vicinity.

In addition to holding external activities, the improvement in

handling internal environmental impacts that has been realized

through the establishment of a mechanism based on the

prevailing rules and regulation, is also part of the Company’s

focus. This emphasis is aimed to establish an initial foundation

to realize the implementation of green construction that is

currently planned by the Company to maximize its role in order

to deliver integrated/complete performance in a sustainable

development.

Description of CSR Activities in Environment Aspect1. Fogging in the project's environment

2. Flood Anticipation

3. Environmental Development (Improvement of Facilities

and Infrastructure

142 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Standar OperasionalPenerapan CSR Perseroan di bidang lingkungan mengacu pada

AFC (Astra Friendly Company) merupakan kriteria implementasi

Corporate Social Responsibility. AFC adalah suatu sistem yang

dapat mengakomodir Perusahaan dalam pelaksanaan CSR dan

memberikan kontribusi bidang sosial kepada stakeholder.

TANGGUNG JAwAB SOSIAL PERUSAHAAN DALAM BIDANG SOSIAL DAN KEMASyARAKATANProgram CSR sejatinya didesain untuk memberikan ruang

kepada perusahaan untuk melakukan pengembangan yang

tidak hanya berpedoman pada peningkatan aspek ekonomi,

namun perkembangan dan pertumbuhan perusahaan juga

sebaiknya beriringan dengan pengembangan pada aspek

sosial dan kemasyarakatan di sekitar wilayah operasional

perusahaan tersebut sebagai indikator keberhasilan dalam

melakukan pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam mencapai tujuan tersebut perusahaan dituntut

untuk dapat melakukan langkah-langkah strategis, terarah

dan dijalankan secara bertahap. Perusahaan harus mampu

beradaptasi dengan lingkungannya melalui pendekatan,

kehadiran, serta berkontribusi dalam bidang sosial dan

kemasyarakatan melalui pelaksanaan kegiatan, maupun

donasi terhadap apa yang menjadi kebutuhan vital dan

berlaku untuk jangka panjang bagi masyarakat. Pemenuhan

terhadap kebutuhan-kebutuhan tersebut diharapkan

dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sehingga

kedepannya melalui hubungan yang saling menguntungkan,

masyarakat di sekitar mampu berperan dalam menyokong

pertumbuhan dan pengembangan Perusahaan.

ACSET selama ini hadir dan berkontribusi dalam upaya

membangun masyarakat melalui pemberian bantuan serta

donasi terhadap apa yang menjadi kebutuhan vital dalam

suatu komunitas masyarakat, terutama pada komunitas

masyarakat di sekitar area proyek yang menjadi sasaran utama.

Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi:

Operational Standard The Company's CSR implementation is based on AFC (Astra

Friendly Company) is a criteria of corporate social responsibility

implementation. AFC is a system that can accommodate

the Company in the implementation of CSR and give social

contribution to the stakeholders.

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITy IN SOCIAL AND COMMUNITy SECTOR

CSR program are designed to provide a space for the Company

to develop not only economically, but also socially and for

the community on the surroundings of operational area. This

initiative serves as an indicator for a successful sustainable

development.

To achieve such goal, the Company is expected to take

strategic and guided actions which are implemented in clear

steps/stages. The Company must be able to adapt within its

environment through approaches, presence and contribution

in social and community sector by conducting both activities

and donation for vital and long-terms needs of the people. The

fulfillment of such demands is expected to improve the people’s

welfare, and through mutual relationship, shall support the

Company’s growth and development.

ACSET has been contributing in efforts to empower the people

by providing supports and donation for various vital necessity

of communities, particularly for the communities in the project

area surroundings that become the main priority for donations.

The activities are as follows:

143

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Uraian Kegiatan

Jenis Kegiatan / activity Type Sasaran Kegiatan / activity goals

HUT Republik Indonesia / Independence Day

Sambung rasa antara manajemen dan seluruh karyawan serta kontraktor Perusahaan. / Strengthening the relationship between the management , the employees and contractors of the Company.

Program Beasiswa / Scholarship Kepedulian Perusahaan atas kesejahteraan dan pendidikan keluarga karyawan. / The Company’s awareness on the welfare and education of the employees’ families.

Kurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha / Cattle Sacrifice (Qurban) to celebrate Eid al Adha

Peningkatan Iman dan Taqwa dengan turut merayakan hari besar umat Islam. / Improving Faith and Taqwa by celebrating Islamic holiday.

Donor Darah / Blood Donation Kepedulian Perusahaan terhadap isu-isu kemanusiaan. / The Company’s awareness on humanitarian issues.

Renovasi Pos Polisi / Police Posts Renovation

Kepedulian Perusahaan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. / The Company’s awareness on public security and order.

TANGGUNG JAwAB SOSIAL PERUSAHAAN DALAM BIDANG PRAKTIK KETENAGAKERJAANPerseroan menyadari dalam rangka membangun suatu

hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara

Perseroan sebagai suatu organisasi dengan setiap individu-

individu yang ada di dalamnya, dibutuhkan perhatian besar

Perseroan dalam pemenuhan tanggung jawab sosial terkait

praktik ketenagakerjaan serta pemenuhan tanggung jawab

dalam hal keselamatan, keamanan dan kesehatan kerja.

Perseroan menghargai kehadiran karyawan sebagai sebuah

entitas yang memainkan peran penting dalam berjalannya

kegiatan operasional Perusahaan. Sebagai manusia, karyawan

bukan hanya merupakan sumber aset tenaga dan pikiran,

namun namun dengan pengelolaan sumber daya manusia

yang baik, pemberdayaan, peningkatan kesejahteraan dan

keselamatannya pun harus diperhatikan demi terciptanya

hubungan timbal balik yang baik antara Perseroan dan

karyawan.

KESELAMATAN, KEAMANAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)Dalam menjalankan operasional sehari-hari, Perusahaan

berupaya untuk menjamin keselamatan dan kesehatan semua

karyawan dalam lingkungan pekerjaan. Upaya-upaya yang

dilakukan oleh manajemen Perusahaan meliputi pembentukan

Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)

yang secara aktif melakukan penyuluhan dan mengawasi

Description of Activities

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITy IN LABOR PRACTICES ASPECT

The Company realizes that, in establishing a beneficial

reciprocial relationship between the Company as an

organization with inidividuals in it, a considerable amount of

attention is required to meet its social responsibility on labor

practice and in the field of labor health and safety.

The Company appreciates its employees as entities that

play significant role within the engagement of operational

activities. As human beings, employees are needed not

only for their potential and ideas. The empowerment and

improvement of their welfare and safety through good human

resources management must be considered for the realization

of good reciprocal relationship between the Company and the

employees.

OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETy (OHS) In conducting its daily operations, the Company strives

to guarantee the safety and health of the employees in

the occupational environment. The efforts taken by the

Company’s management include the establishment of

Occupational Health and Safety Supervisory Team (P2K3) that

actively supervises and monitors safety and health aspects at

144 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

pemenuhan aspek-aspek keselamatan dan kesehatan di

tempat kerja, baik lingkungan pabrik, kantor maupun daerah-

daerah operasional lain dalam jangkauan sistem pemasaran

Perusahaan serta pembuatan Safety, Health and Environment

(SHE) Plan yang diterapkan dan digunakan sebagai pedoman

pelaksanaan Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan

Kerja pada setiap proyek struktur dan pondasi yang sedang

berlangsung.

P2K3 dibentuk dan disahkan Dinas Tenaga Kerja Pemerintah

Kota di setiap proyek yang sedang berlangsung pada saat ini

dan berlaku sampai dengan selesainya proyek. Untuk SHE Plan

dibuat oleh masing-masing proyek, setelah terbentuknya P2K3

di proyek tersebut berdasarkan Kebijakan Manual yang sudah

ada dan disahkan oleh Direksi.

KebijakanKerangka kerja P2K3 dan SHE Plan berpedoman pada

Undang-undang Ketenagakerjaan yang dimulai dari

penerbitan kebijakan internal perusahaan tentang masalah

keselamatan dan kesehatan kerja, kemudian diikuti dengan

proses administratif berupa pembentukan rencana kerja,

pengorganisasian dan tata cara pelaksanaan kebijakan.

Tindakan-tindakan evaluatif dijalankan untuk kebijakan-

kebijakan yang belum tepat sasaran apabila masih ditemui

kasus-kasus kecelakaan kerja yang merugikan kesehatan

pekerjaan dan kerugian bagi Perusahaan.

workplace, such as at workshop, office and other operational

areas within the Company’s scope as well as drafting on Human

Safety Environment (HSE) Plan that is implemented and used

as Occupational Health and Safety execution guideline for any

ongoing structures and foundations project.

The Occupational Health and Safety Team is established and

approved by Department of Labor of Municipal Authorities

on each current ongoing project and is in effect up to the

completion of the project. SHE Plan is drafted in each project

following the establishment of Occupational Health and Safety

Team in the project pursuant to the existing Manual Policy and

is approved by the Board of Directors.

Policy The framework for Occupational Health and Safety Team and

HSE Plan is based on the Law of Manpower. It starts from the

publication of the Company’s internal policy on issues related

to occupational health and safety, followed by administrative

process such as the drafting of work plan, organizing and

making guideline for policy implementation. Evaluative

actions will be taken for ineffective policy should cases of

accident at workplace that may harm an employee’s health and

disadvantage the Company still occur.

145

Analisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and Analysis

Tata Kelola PerusahaanGood Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social Responsibility

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Ruang lingkup kerja P2K3 meliputi sumber daya manusia

Perusahaan, harta benda atau properti yang digunakan

operasional sehari-hari, serta proses proyek itu sendiri.

Sedangkan SHE Plan adalah pedoman dan ketentuan-ketentuan

administratif (berupa sebuah Prosedur) dan manajerial

dalam mengendalikan serta menangani hal Keselamatan

dan Lingkungan Kerja di proyek pada masa konstruksi. SHE

Plan merupakan satu kesatuan dari dokumen Prosedur atau

biasa disebut dokumen Management System: STANDAR

KESELAMATAN KESEHATAN DAN LINGKUNGAN serta Formulir

dan laporan kerja. Prosedur dan Standar diberlakukan kesemua

proyek Struktur dan Pondasi yang sedang berlangsung setelah

disetujui oleh Head Management dan Site Management selaku

pengimplementasi Management System itu sendiri.

Budaya KeselamatanDalam pelaksanaannya, Perseroan menciptakan budaya

keselamatan kerja melalui alur pengawasan yang meliputi

beberapa aspek pengawasan terhadap potensi risiko kerja.

Tim SHE proyek membuat dan mengirimkan laporan bulanan

ke pusat mengenai implementasi pelaksanaan Standar

Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan yang meliputi total

pekerja, data kasus kecelakaan dan kerusakan peralatan, data

pelaksana SHE proyek, kegiatan harian/mingguan dan tindak

lanjut perbaikan dari kondisi tidak aman. Selain itu setiap

bulan juga diadakan rapat bulanan yang dihadiri semua

proyek untuk memantau kinerja tim SHE semua proyek. Tim

SHE juga berencana akan mengadakan pelatihan internal yang

berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan lingkungan

secara rutin setiap 3 bulan untuk meningkatkan kemampuan

para pekerja.

Data Kecelakaan dan RekomendasinyaDalam pengamatan SHE perusahaan, hingga diterbitkannya

Laporan Tahunan ini, perusahaan mengkatagorikan kasus

kecelakaan menjadi berat dan ringan. Kecelakaan berat adalah

kecelakaan yang menyebabkan kehilangan nyawa pekerja

maupun menderita cacat atau luka permanen dan kecelakaan

ringan yang menyebabkan hilangnya hari kerja. Dari beberapa

kasus kecelakaan yang dilaporkan, mengakibatkan hilangnya

jumlah hari kerja bagi karyawan yang bersangkutan, menurut

data P2K3, jumlahnya 4 hari setiap bulannya. Namun demikian,

operasional Perusahaan tidak mengalami gangguan karena

terdapat karyawan lain yang menggantikan tugas-tugas

bersangkutan.

The scope of Occupational Health and Safety team covers

Human Resources, property for daily operations and the process

of a project. HSE Plan is a guideline and administrative (in the

form of Procedure) and managerial regulations in controlling

and handling Occupational Safety and Environment in the

project during construction period. HSE Plan is part of the unity

of Procedure document, generally called Management System:

SAFETY, HEALTH AND ENVIRONMENTAL STANDARDS, Forms

and work reports. The Procedure and Standards are applied

for all ongoing Structure and Foundations projects after being

approved by the Head Management and Site Management as

the implementer of the Management System itself.

Safety Culture In its implementation, the Company creates occupational safety

culture by means of monitoring flow, which covers several

monitoring aspects on potential work risks. The HSE team of

the project drafts and sends monthly report to the headquarter

on the implementation of Environmental Health and Safety

Standards, such as total onsite workers, data on accidents and

equipment failures, data on project organizers, daily/weekly

activities and maintenance follow-ups from unsafe condition.

In addition, monthly meetings are held and attended by all

projects to monitor the performance of HSE Team.

Data on Accidents and Recommendations Based on the observation from HSE team, up to the publishing

of this Annual Report, the Company categorizes accidents

into severe accidents and light accidents. Severe accidents

are accidents that cause loss of life or permanent disabilities

or injuries, while light accidents cause loss of working days.

From the number of reported accidents based on P2K3 data

that caused loss of working days for the employees, there were

4 days every months. Nevertheless, the Company's operations

remained undisturbed as other employees are well-prepared

to replace the absent employees to perform their duties.

146 PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Profil PerusahaanCompany Profile

Kilas Kinerja 20152015 Performance Flashback

Laporan Dewan Komisaris dan DireksiBoard of Commissioners and Board of Directors Report

Standar OperasionalPenerapan CSR di bidang ketenagakerjaan mengacu pada

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

berstandar Internasional OHSAS 18001:2007. Standar OHSAS

18001 merupakan sistem yang telah disusun selaras dengan

standar lainnya sehingga mudah untuk mengintegrasikan

penerapannya dengan standar yang lainnya.

TANGGUNG JAwAB SOSIAL PERUSAHAAN BIDANG TANGGUNG JAwAB TERHADAP PELANGGAN/KONSUMENPerkembangan pesat Perseroan selama ini merupakan hasil

dari kerja keras seluruh elemen di Perseroan yang berorientasi

pada kepuasan pelanggan dengan melakukan peningkatan

kualitas pelayanan dan profesionalisme kerja. Perseroan

menyadari bahwa, kepuasan pelanggan Perseroan secara tidak

langsung membawa pengaruh pada peningkatan kepercayaan

pelanggan yang berujung pada peningkatan pendapatan

usaha.

Atas pengalaman tersebut, Perseroan meyakini bahwa masukan

pelanggan memiliki faktor penting bagi keberlanjutan dan

peningkatan usaha Perseroan serta membawa perbaikan dan

pengembangan bagi kualitas pelayanan yang diberikan.

Standar OperasionalPenerapan CSR kepada konsumen dilakukan berdasarkan

Sistem Manajamen Mutu berstandar Internasional, ISO

9001:2008. Dengan ISO 9001:2008 prosedur pelaksanaan

operasional Perseroan dapat terdokumentasi sehingga

menjamin kesesuaian dari suatu proses terhadap kebutuhan

atau persyaratan tertentu yang dispesifikasikan oleh konsumen

dan mitra usaha Perseroan.

Operational StandardsCSR implementation in employment aspect refers to

International-standard Occupational Health and Safety

Management System OHSAS 18001:2007. OHSAS 18001

standard is a system that has been drafted in line with other

standards to simplify the implementation so it integrates with

other standards.

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITy ON COMPANy’S RESPONSIBILITy TO THE CONSUMERS The Company’s development is a result of hard work

exerted by all of the Company’s elements, oriented on

customer’s satisfaction, by improving its services quality and

professionalism at work. The Company realizes that customers’

satisfaction indirectly generate significant impact on improving

customers’ trust, which in return drives the revenue growth.

Based on such experience, the Company believes that

customers’ opinions are important factors that determine the

sustainability and development of the Company’s business,

as well as generating improvement for the quality of services

provided.

Operational StandardsCSR implementation to the consumers is conducted in line

with International-standard Quality Management System, ISO

9001:2008. With ISO 9001:2008, the Company's operational

implementation procedure shall be well-documented to ensure

the conformity of a process with any demand or requirement

specified by consumers or the Company's business partners.

Halaman ini sengaja dikosongkan

This page is intentionally left blank

Pernyataan Dewan KomisarisStatement of the Board of Commissioners

Dewan Komisaris PT ACSET INDONUSA Tbk dengan ini menyampaikan

Laporan Tahunan untuk Tahun Buku 2015 dan menyatakan

bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan ini.

The Board of Commissioners of PT ACSET INDONUSA Tbk hereby

present the Annual Report of the Company of Year 2015 and represent

that we are fully responsible for the correctness of the content of this

Annual Report.

PERNyATAAN DEwAN KOMISARIS PT ACSET INDONUSA Tbk STATEMENT OF THE BOARD OF COMMISSIONERS PT ACSET INDONUSA Tbk

Robert MulyonoKomisaris Independen

Independent Commissioner

Andi Anzhar Cakra wijayaKomisaris

Commissioner

Bambang widjanarko SantosoKomisaris

Commissioner

Gidion HasanPresiden Komisaris

President Commissioner

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015 2015 Annual Report

Jakarta28 Maret 2015March 28, 2015

Pernyataan DireksiStatement of the Board of Directors

Direksi PT ACSET INDONUSA Tbk dengan ini menyampaikan Laporan

Tahunan untuk Tahun Buku 2015 dan menyatakan bertanggung jawab

penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan ini.

The Board of Directors of PT ACSET INDONUSA Tbk hereby present the

Annual Report of the Company of Year 2015 and represent that we

are fully responsible for the correctness of the content of this Annual

Report.

PERNyATAAN DIREKSI PT ACSET INDONUSA Tbk STATEMENT OF THE BOARD OF DIRECTORS PT ACSET INDONUSA Tbk

Lukas Iwan SetiadiDirekturDirector

Hilarius ArwandhiDirekturDirector

Herjadi BudimanDirekturDirector

wiltarsa HalimDirektur IndependenIndependent Director

Tan Tiam Seng RonniePresiden DirekturPresident Director

Jeffrey Gunadi ChandrawijayaWakil Presiden DirekturVice President Director

PT ACSET INDONUSA TbkLaporan Tahunan 2015

2015 Annual Report

Jakarta28 Maret 2015March 28, 2015

Halaman ini sengaja dikosongkan

This page is intentionally left blank

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DESEMBER/DECEMBER 2015 DAN/AND 2014

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 1/1 Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakanbagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

The accompanying notes form an integral partof these consolidated financial statements.

LAPORAN POSISI KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Disajikan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

CONSOLIDATED STATEMENTS OFFINANCIAL POSITION

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

Catatan/Notes 31/12/2015 31/12/2014*

Aset Assets

Aset lancar Current assetsKas dan setara kas 4 60,671 49,575 Cash and cash equivalentsPiutang usaha, bersih Trade receivables, net

- Pihak ketiga 5 182,725 81,823 Third parties -- Pihak berelasi 5,28 3,857 370 Related parties -

Piutang non-usaha Non-trade receivables- Pihak ketiga 5 89,473 2,477 Third parties -- Pihak berelasi 5,28 873 10,340 Related parties -

Piutang retensi, bersih Retention receivables, net- Pihak ketiga 6 54,923 127,062 Third parties -- Pihak berelasi 6,28 - 22 Related parties -

Persediaan 7 3,470 11,688 InventoriesJumlah kontraktual

tagihan bruto pemberi kerja, Gross contractual amountbersih due from customers, net- Pihak ketiga 8 653,816 463,037 Third parties -- Pihak berelasi 8,28 29,193 2,324 Related parties -

Uang muka 9 191,490 160,611 AdvancesBiaya dibayar dimuka 10 7,960 4,094 Prepaid expensesPajak dibayar dimuka 20a 158 3,764 Prepaid taxesProyek dalam pelaksanaan Project under construction

- Pihak ketiga 8 300,720 297,578 Third parties -- Pihak berelasi 8,28 11,581 - Related parties -

1,590,910 1,214,765

Aset tidak lancar Non-current assetsAset tetap, bersih 11 310,061 242,007 Fixed assets, netDeposito berjangka yang

dibatasi penggunaannya 4 - 14,728 Restricted time depositsInvestment in

Investasi pada entitas associateasosiasi dan ventura bersama 12 5,380 932 and joint venture

Uang muka jangka panjang,setelah dikurangi Long-term advances, netbagian jangka pendek 9 8,051 - of current portion

Aset lain-lain 15,096 1,217 Other assets

338,588 258,884

Jumlah aset 1,929,498 1,473,649 Total assets

*) Disajikan kembali, lihat Catatan 2a *) Restated, see Note 2a

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 1/2 Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakanbagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

The accompanying notes form an integral partof these consolidated financial statements.

LAPORAN POSISI KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Disajikan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

CONSOLIDATED STATEMENTS OFFINANCIAL POSITION

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

Catatan/Notes 31/12/2015 31/12/2014*

Liabilitas jangka pendek Current liabilitiesUtang usaha Trade payables

- Pihak ketiga 13 333,022 266,058 Third parties -- Pihak berelasi 13,28 4,020 2,528 Related parties -

Utang anjak piutang - 45,337 Loan from factoringUtang non-usaha Non-trade payables

- Pihak ketiga 36,689 31,110 Third parties -- Pihak berelasi - 3,095 Related parties -

Utang pajak 20b 22,364 27,228 Taxes payablePendapatan diterima di muka Unearned revenues

- Pihak ketiga 14 374,795 201,445 Third parties -- Pihak berelasi 14,28 29,850 3,668 Related parties -

Akrual 15 8,951 9,320 AccrualsUtang kepada

pemegang saham 17,28 350,000 - Loan from shareholdersBagian jangka pendek dari Current portion of

utang jangka panjang long-term debts- Utang bank 16 - 182,813 Bank loans -- Liabilitas sewa pembiayaan 99 237 Finance lease liabilities -- Pinjaman lain-lain Other borrowings -

- Pihak ketiga 18 17,495 - Third parties -- Pihak berelasi 18,28 16,459 - Related parties -

Liabilitas imbalan kerja 19 5,643 4,276 Employee benefit obligations

1,199,387 777,115

Liabilitas jangka panjang Non-current liabilitiesUtang jangka panjang, setelah Long-term debt, net of

dikurangi bagian jangka pendek current portion- Pinjaman bank 16 - 44,362 Bank loans -- Liabilitas sewa pembiayaan 62 216 Finance lease liabilities -- Pinjaman lain-lain Other borrowings -

- Pihak ketiga 18 27,659 - Third parties -- Pihak berelasi 18,28 28,488 - Related parties -

Liabilitas imbalan kerja 19 9,043 9,908 Employee benefit obligations

65,252 54,486

Jumlah liabilitas 1,264,639 831,601 Total liabilities

*) Disajikan kembali, lihat Catatan 2a *) Restated,see Note 2a

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 1/3 Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakanbagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

The accompanying notes form an integral partof these consolidated financial statements.

LAPORAN POSISI KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Disajikan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

CONSOLIDATED STATEMENTS OFFINANCIAL POSITION

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

Catatan/Notes 31/12/2015 31/12/2014*

Ekuitas yang diatribusikan Equity attributable tokepada pemilik entitas owners of the parentinduk

Modal saham - modal dasar Share capital - authorised1.600.000.000 saham biasa, capital 1,600,000,000modal ditempatkan ordinary shares, issueddan disetor penuh sebesar and fully paid capital500.000.000 saham biasa, 500,000,000 ordinarydengan nilai nominal shares, with par value ofRp 100 (nilai penuh) Rp 100 (full amount)per lembar saham 22 50,000 50,000 per share

Tambahan modal disetor 1b 231,796 231,796 Additional paid-in capitalSaldo laba Retained earnings

- Dicadangkan 23 3,000 3,000 Appropriated -- Belum dicadangkan 380,116 356,300 Unappropriated -

Exchange difference onSelisih kurs dari penjabaran financial statements

laporan keuangan dalam translation in foreignvaluta asing (1,001) (1,267) currency

663,911 639,829

Kepentingan nonpengendali 21 948 2,219 Non-controlling interest

Jumlah ekuitas 664,859 642,048 Total equity

Jumlah liabilitas dan ekuitas 1,929,498 1,473,649 Total liabilities and equity

*) Disajikan kembali, lihat Catatan 2a *) Restated, see Note 2a

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 2/1 Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakanbagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

The accompanying notes form an integral partof these consolidated financial statements.

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILANKOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIANUNTUK TAHUN YANG BERAKHIR31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Disajikan dalam jutaan Rupiah,kecuali laba per saham)

CONSOLIDATED STATEMENTS OF PROFIT ORLOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME

FOR THE YEARS ENDED31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

except earnings per share)

Catatan/Notes 31/12/2015 31/12/2014*

Pendapatan bersih 25 1,356,868 1,350,908 Net revenue

Beban pokok pendapatan 26 (1,132,494) (1,101,969) Cost of revenue

Laba bruto 224,374 248,939 Gross profit

Beban penjualan 26 (1,201) (1,079) Selling expensesGeneral and administrative

Beban umum dan administrasi 26 (92,257) (71,053) expensesBeban pajak final (41,481) (41,075) Final tax expensesBiaya keuangan 27 (52,331) (31,854) Finance costsPenghasilan keuangan 27 2,167 1,754 Finance incomeBagian atas rugi bersih entitas

asosiasi dan ventura Share of net loss of associatebersama (739) (2,187) and joint venture

Penghasilan lain-lain, bersih 4,000 4 Other income, net

Laba sebelum pajakpenghasilan 42,532 103,449 Profit before income tax

(Beban)/manfaat pajak Income tax (expense)/penghasilan 20c (310) 448 benefits

Laba tahun berjalan 42,222 103,897 Profit for the year

Penghasilan/(beban) Other comprehensivekomprehensif lain income/(expense)

Pos yang tidak akan Item that will not bedireklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss

Pengukuran kembali liabilitas Remeasurement of employeeimbalan pasca kerja 2,898 (3,871) benefit obligations

Pos yang akan direklasifikasi Item that will beke laba rugi reclassified to profit or loss

Exchange difference onSelisih kurs dari penjabaran financial statements

laporan keuangan dalam translation in foreignvaluta asing 266 (2) currency

Penghasilan/(beban) Other comprehensivekomprehensif lain tahun income/(expense)berjalan 3,164 (3,873) for the year

Jumlah penghasilan Total comprehensivekomprehensif tahun berjalan 45,386 100,024 income for the year

*) Disajikan kembali, lihat Catatan 2a *) Restated, see Note 2a

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 2/2 Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakanbagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

The accompanying notes form an integral partof these consolidated financial statements.

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILANKOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIANUNTUK TAHUN YANG BERAKHIR31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Disajikan dalam jutaan Rupiah,laba per saham)

CONSOLIDATED STATEMENTS OF PROFIT OR LOSSAND OTHER COMPREHENSIVE INCOME

FOR THE YEARS ENDED31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

except earnings per share)

Catatan/Notes 31/12/2015 31/12/2014*

Laba/(rugi) setelah pajak yang Profit/(loss) after taxdiatribusikan kepada: attributable to:- Pemilik entitas induk 41,918 104,787 Owners of the parent -- Kepentingan non-pengendali 304 (890) Non-controlling interest -

42,222 103,897

Jumlah penghasilan/(beban) Total comprehensivekomprehensif yang income/(expense)diatribusikan kepada: atributable to:- Pemilik entitas induk 45,082 100,914 Owners of the parent -- Kepentingan non-pengendali 304 (890) Non-controlling interest -

45,386 100,024

Laba per saham Earnings per share(dinyatakan dalamRupiah penuh) (expressed in full Rupiah)- Dasar dan dilusian 31 84 210 Basic and diluted -

*) Disajikan kembali, lihat Catatan 2a *) Restated, see Note 2a

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 3 Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan darilaporan keuangan konsolidasian.

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIANUNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Disajikan dalam jutaan Rupiah)

CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITYFOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2015 AND 2014

(Expressed in millions of Rupiah)

Diatribusikan kepada pemilik entitas induk/Attributable to owners of the parentSelisih kurs dari

penjabaran laporankeuangan dalam

valuta asing/Tambahan Saldo laba/Retained earnings Exchange difference Kepentingan

modal disetor/ Telah ditentukan Belum ditentukan on financial nonpengendali/Catatan/ Modal saham/ Additional penggunaannya/ penggunaannya/ statements translation Jumlah/ Non-controlling Jumlah ekuitas/

Notes Share capital paid-in capital Appropriated Unappropriated in foreign currency Total interest Total equity

Saldo 1 Januari 2014 50,000 231,796 - 279,648 (1,265) 560,179 264 560,443 Balance as at 1 January 2014

Penyesuaian PSAK No. 24 Adjustment SFAS No. 24(Revisi 2013) 19 - - - (1,514) - (1,514) - (1,514) (Revised 2013)

Saldo 1 Januari 2014* 50,000 231,796 - 278,134 (1,265) 558,665 264 558,929 Balance as at 1 January 2014*

Laba tahun berjalan* - - - 104,787 - 104,787 (890) 103,897 Profit for the year*

Beban komprehensif lain: Other comprehensive expense:- Selisih kurs dari penjabaran Exchange difference on -

laporan keuangan dalam financial statements translationvaluta asing - - - - (2) (2) - (2) in foreign currency

- Pengukuran kembali Remeasurement of employee -liabilitas imbalan kerja - - - (3,871) - (3,871) - (3,871) benefit obligations

Beban komprehensiftahun berjalan - - - (3,871) (2) (3,873) - (3,873) Comprehensive expense for the year

Cadangan wajib 23 - - 3,000 (3,000) - - - - Statutory reserve

Penambahan kepentingannonpengendali 21 - - - - - - 2,845 2,845 Addition to non-controlling interest

Dividen tunai 24 - - - (19,750) - (19,750) - (19,750) Cash dividends

Saldo 31 Desember 2014* 50,000 231,796 3,000 356,300 (1,267) 639,829 2,219 642,048 Balance as at 31 December 2014*

Laba tahun berjalan - - - 41,918 - 41,918 304 42,222 Profit for the year

Penghasilan komprehensif lain: Other comprehensive income:- Selisih kurs dari penjabaran Exchange difference on -

laporan keuangan dalam financial statements translationvaluta asing - - - - 266 266 - 266 in foreign currency

- Pengukuran kembali Remeasurement of -liabilitas imbalan kerja - - - 2,898 - 2,898 - 2,898 employee benefit obligaitons

Penghasilan komprehensiftahun berjalan - - - 2,898 266 3,164 - 3,164 Comprehensive income for the year

Reklasifikasi kepentingannonpengendali 21 - - - - - - (1,575) (1,575) Reclassification of non-controlling interest

Dividen tunai 24 - - - (21,000) - (21,000) - (21,000) Cash dividends

Saldo per 31 Desember 2015 50,000 231,796 3,000 380,116 (1,001) 663,911 948 664,859 Balance as at 31 December 2015

*) Disajikan kembali, lihat Catatan 2a*) Restated, see Note 2a

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 4 Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakanbagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

The accompanying notes form an integral partof these consolidated financial statements.

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIANUNTUK TAHUN YANG BERAKHIR31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Disajikan dalam jutaan Rupiah)

CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWSFOR THE YEARS ENDED

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah)

Catatan/Notes 2015 2014*

Cash flows fromArus kas dari aktivitas operasi operating activitiesPenerimaan dari pelanggan 1,289,836 1,151,700 Receipts from customersPembayaran kepada pemasok dan lainnya (1,270,271) (1,161,592) Payments to suppliers and othersPembayaran kepada karyawan (46,700) (34,674) Payments to employeesPenerimaan bunga 27 2,167 1,753 Interest receivedPembayaran beban pajak Payments of income tax

penghasilan - (474) expenses

Arus kas bersih yang digunakan Net cash flows used inuntuk aktivitas operasi (24,968) (43,287) operating activities

Cash flow fromArus kas dari aktivitas investasi investing activitiesPenarikan atas deposito yang Withdrawal of restricted time

dibatasi penggunannya 14,728 - depositsPenerimaan dari

penjualan aset tetap 11 5,369 108 Proceed from sale of fixed assetsPerolehan aset tetap 11 (118,831) (78,634) Acquisition of fixed assetsPenambahan uang Addition of long-term

muka jangka panjang (8,051) - of advancePenambahan investasi pada Addition of investment in

entitas asosiasi 12 (3,255) (2,405) associate

Arus kas bersih yang digunakan Net cash flows used inuntuk aktivitas investasi (110,040) (80,931) investing activities

Cash flows fromArus kas dari aktivitas pendanaan financing activitiesPenerimaan pinjaman bank 175,548 453,197 Proceeds from bank loansPembayaran pinjaman bank (400,005) (281,304) Repayments of bank loansPenerimaan pinjaman lain-lain 101,446 - Proceeds from other borrowingsPembayaran pinjaman lain-lain (11,637) - Repayments of other borrowingsPenerimaan dari pinjaman Proceeds of

pemegang saham 382,000 - loan from shareholder’sPembayaran pinjaman pemegang saham (32,000) - Repayments shareholders’ loanPembayaran dividen 24 (21,000) (19,750) Payments of dividendsPembayaran bunga (45,013) (26,357) Interest paid

Arus kas bersih yang diperoleh Net cash flows provided bydari aktivitas pendanaan 149,339 125,786 financing activities

Net increase inKenaikan bersih cash, cash equivalents and

kas, setara kas dan cerukan 14,331 1,568 overdrafts

Cash, cash equivalents andKas setara kas dan cerukan overdrafts at beginning of

pada awal tahun 46,840 45,052 the year

Dampak perubahan selisih kurs Effect of exchange rate changesterhadap kas, setara kas on cash, cash equivalentsdan cerukan (500) 220 and overdrafts

Kas, setara kas, dan cerukan Cash, cash equivalents andpada akhir tahun 60,671 46,840 overdrafts at end of the year

Cash, cash equivalents andKas, setara kas, dan cerukan overdrafts compose the

terdiri dari: following:Kas 266 3,527 Cash on handKas di bank 56,810 40,730 Cash in bankDeposito berjangka 3,595 5,318 Time depositCerukan - (2,735) Overdrafts

Kas, setara kas, dan cerukan Cash, cash equivalents andpada akhir tahun 60,671 46,840 overdrafts at end of the year

Transaksi non-kas Non-cash transactionAcquisition of fixed assets through

Perolehan aset tetap melalui sewa pembiayan 632 - finance lease

*) Disajikan kembali, lihat Catatan 2a *) Restated, see Note 2a

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/1 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian dan informasi umum a. Establishment and general information

PT Acset Indonusa Tbk (“Perseroan”) didirikanberdasarkan Akta Notaris Ny. Liliana ArifGondoutomo, S.H., No. 2 tanggal10 Januari 1995, Notaris di Bekasi. Aktapendirian ini telah disahkan oleh MenteriKehakiman Republik Indonesia dengan SuratKeputusan No. C2-3460.HT.01.01.TH.95tanggal 22 Maret 1995 serta telah diumumkandalam Berita Negara Republik IndonesiaNo. 76 tanggal 22 September 1995,Tambahan No. 7928.

Anggaran dasar Perseroan telah mengalamibeberapa kali perubahan, PerubahanAnggaran Dasar terakhir terkait dengan RapatUmum Pemegang Saham Tahunan 2015sebagaimana dituangkan dalam akta No. 54tanggal 8 April 2015 yang dibuat dihadapanKumala Tjahjani Widodo S.H., M.H., M.Kn.,notaris di Jakarta, yang telah mendapatpenerimaan pemberitahuan dari MenteriHukum dan Hak Asasi Manusia RepublikIndonesia sesuai dengan suratnya tanggal5 Mei 2015 No. AHU-AH.01.03-0929722.

PT Acset Indonusa Tbk (the “Company”) wasestablished based on Notarial Deed No. 2 dated10 January 1995 of Ny. Liliana ArifGondoutomo, S.H., Notary in Bekasi.The deed of establishment was approvedby the Minister of Justice of the Republicof Indonesia in its Decision LetterNo. C2-3460.HT.01.01.TH.95. dated 22 March1995 and has been published in the StateGazette No. 76 dated 22 September 1995,Supplement No. 7928.

The Company’s Articles of Association havebeen amended from time to time. The mostrecent amendment to the Articles of Associationrelated to the 2015 Annual GeneralShareholder’s Meeting as stated in the deed No.54 dated 8 April 2015 made by Kumala TjahjaniWidodo S.H., M.H., M.Kn., notary in Jakarta,which notification regarding the said amendmentof its Articles of Association had been dulyreceived by the Minister of Law and HumanRights of Republic of Indonesia by virtue of itsletter dated on 5 May 2015 No. AHU-AH.01.03-0929722.

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasarPerseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroanterutama bergerak dalam bidangpembangunan dan jasa konstruksi. Perseroantelah menjalankan kegiatan usaha sepertimembangun gedung pertokoan, hotel, kantor,apartemen, jembatan dan lain-lain.

According to article 3 of the Company’s articlesof association, the scope of its activities ismainly to engage in the development andservices in constructions. The Company isengaged in business activities such as buildingdepartment stores, hotels, offices, apartments,bridges and others.

Perseroan memulai aktivitas usahakomersialnya sejak tahun 1995.

The Company’s commercial operations startedin 1995.

Perseroan berdomisili di Jl. MajapahitNo. 26, Jakarta.

The Company is domiciled at Jl. MajapahitNo. 26, Jakarta.

Entitas induk langsung Perseroan adalahPT Karya Supra Perkasa, yang didirikan danberdomisili di Indonesia, sedangkan entitasinduk utama Perusahaan adalah JardineMatheson Holdings Limited, yang didirikan danberdomisili di Bermuda.

The Company’s immediate parent company isPT Karya Supra Perkasa, incorporated anddomiciled in Indonesia and its ultimate parentcompany is Jardine Matheson Holdings Limited,incorporated and domiciled in Bermuda.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/2 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

b. Penawaran umum saham b. Public offering of shares

Pada tahun 2013, Perseroan menawarkan150.000.000 saham, atau 30% dari jumlahsaham yang ditempatkan Perseroan, kepadamasyarakat pada harga penawaran sebesarRp 2.500 (nilai penuh) per saham. Sahamyang ditawarkan merupakan saham denganharga nominal Rp 100 (nilai penuh) per sahamsebesar Rp 231.796. Selisih lebih antaraharga penawaran per saham dengan nilainominal per saham dicatat sebagai“Tambahan modal disetor” setelah dikurangibiaya emisi saham, yang disajikan padabagian ekuitas pada laporan posisi keuangankonsolidasian. Berdasarkan surat dari OtoritasJasa Keuangan (OJK) No. S-169/D.04/2013tanggal 12 Juni 2013, pendaftaran sahamPerseroan di Bursa Efek Indonesia dinyatakanefektif. Seluruh saham beredar Perseroantelah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

In 2013, the Company offered 150,000,000shares, or 30% of the total of the Company’sissued shares, to the public at an offering priceof Rp 2,500 (full amount) per share. The offeredshares are shares with nominal value of Rp 100(full amount) per share. The excess of the shareoffering price over the par value per shareamounting to Rp 231,796 was recognised as“Additional paid-in capital” after deductingshares issuance cost, which is presented underthe equity section of the consolidatedstatements of financial position. Based on aletter from Financial Services Authority (FSA)No. S-169/D.04/2013 dated 12 June 2013, theregistration of the Company’s shares on theIndonesian Stock Exchange were declaredeffective. All the Company’s shares were listedon the Indonesia Stock Exchange.

c. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, KomiteAudit dan Karyawan Perseroan

c. Board of Commissioners, Board ofDirectors, Audit Committees and Employees

Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014susunan Dewan Komisaris dan DireksiPerseroan adalah sebagai berikut:

As at 31 December 2015 and 2014 thecomposition of the Company’s Board ofCommissioners and Directors was as follows:

31/12/2015 31/12/2014

Dewan Komisaris Board of CommissionersPresiden Komisaris Gidion Hasan Robert Mulyono President CommissionerKomisaris Bambang Widjanarko E.S. Andi Anzhar Cakra Wijaya CommissionerKomisaris Andi Anzhar Cakra Wijaya - CommissionerKomisaris Independen Robert Mulyono - Independent Commissioner

Dewan Direksi Board of DirectorsPresiden Direktur Tan Tiam Seng Ronnie Tan Tiam Seng Ronnie President DirectorWakil Presiden Direktur Jeffrey Gunadi Chandrawijaya - Vice President DirectorDirektur Hilarius Arwandhi Hilarius Arwandhi DirectorDirektur Lukas Iwan Setiadi Agustinus Hambadi DirectorDirektur Herjadi Budiman - DirectorDirektur Independen Wiltarsa Halim Djatikesumo Subagio Independent Director

Komite Audit Audit CommitteesKetua Robert Mulyono Robert Mulyono ChairmanAnggota Buntoro Muljono Thomas Wijaya MemberAnggota Robby Sani* - MemberAnggota Stephen Z. Satyahadi** Yohanes W. Wempi Hapan Member

Pada tanggal 31 Desember 2015, Grupmemiliki 210 karyawan tetap (31 Desember2014: 183 karyawan) (tidak diaudit).

As at 31 December 2015, the Group had 210permanent employees (31 December 2014: 183employees) (unaudited).

*Mengundurkan diri efektif pada tanggal 18 Desember 2015 *Resign effectively on 18 December 2015**Ditunjuk sebagai Komite Audit pada tanggal 18 Desember 2015. **Appointed as Audit Committee on 18 December 2015

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/3 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak d. Subsidiaries

Laporan keuangan konsolidasian meliputiakun-akun perseroan dan entitas anak yangsignifikan sebagai berikut:

The consolidated financial statements includethe accounts of the Company and significantsubsidiaries, listed as follows:

Tahunmemulaikegiatan Persentase

komersial/ kepemilikan/Commence- Percentage

Tempat ment of of ownership Jumlah aset/Kegiatan usaha/ kedudukan/ commercial 2015 2014 Total assets

Entitas anak/subsidiaries Activity Domicile operations % % 2015 2014

Acset Indonusa Co. Ltd.(i)

Jasa konstruksi/Constructionservices Vietnam 2008 100 100 3,883 4,333

PT Innotech Systems Jasa penunjang konstruksi/Construction supportservices Indonesia 2013 84 84 35,359 19,861

PT Sacindo Machinery Perdagangan besar alat berat/Wholesale of heavyequipment Indonesia 2014 78 78 23,928 20,162

PT Aneka Raya Konstruksi Mesindo(ii)

Perdagangan besar alat berat/Wholesale of heavyequipment Indonesia - 80 80 2,500 3,500

PT ATMC Pump Services(iii)

Jasa penyewaan alat konstruksi/Construction equipmentrent Indonesia 2014 - 55 - 2,500

(i) Perusahaan tidak aktif/Dormant company.(ii) Perusahaan baru didirikan tahun 2014 dan belum beroperasi secara komersial/Company was established in 2014 and has not operated commercially.(iii)Manajemen melakukan penilaian kembali atas investasi pada PT ATMC Pump Services yang berkesimpulan investasi tersebut perlu direklasifikasikan

sebagai investasi pada ventura bersama (Catatan 12)/Management reassessed classification of its investment in PT ATMC Pump Services, which concludedthat the investments is reclassified as investments in joint venture (Notes 12).

e. Persetujuan laporan keuangankonsolidasian

e. Approval of consolidated financialstatements

Laporan keuangan konsolidasian ini diotorisasioleh Dewan Direksi pada tanggal20 Februari 2016.

These consolidated financial statements wereauthorised by the Board of Directors on20 February 2016.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES

Berikut ini adalah ikhtisar kebijakan akuntansi yangpenting yang diterapkan dalam penyusunanlaporan keuangan konsolidasian Grup, sesuaidengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesiadan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal danLembaga Keuangan (“Bapepam-LK”) IndonesiaNo. VIII.G.7 tentang Penyajian dan PengungkapanLaporan Keuangan Emiten atau PerusahaanPublik, yang terlampir dalam surat keputusanNo. KEP-347/BL/2012.

The following are the principal accounting policiesapplied in preparing the consolidated financialstatements of the Group, which confirm withIndonesian Financial Accounting Standards andIndonesian Capital Market and Financial InstitutionSupervisory Agency’s (“Bapepam-LK”) regulationsNo. VIII.G.7 regarding the Presentation andDisclosures of Financial Statements of ListedEntity, enclosed in the decision letterNo. KEP-347/BL/2012.

a. Dasar penyusunan laporan keuangankonsolidasian

a. Basis of preparation of the consolidatedfinancial statements

Laporan keuangan konsolidasian disusunberdasarkan konsep harga perolehan sertamenggunakan dasar akrual, kecuali untuklaporan arus kas konsolidasian.

The consolidated financial statements havebeen prepared under the historical costconvention and using the accrual basis exceptfor the consolidated statements of cash flows.

Laporan arus kas konsolidasian disusunmenggunakan metode langsung denganmengelompokkan arus kas ke dalam aktivitasoperasi, investasi dan pendanaan.

The consolidated statements of cash flows areprepared based on the direct method byclassifying cash flows on the basis of operating,investing and financing activities.

Seluruh angka dalam laporan keuangankonsolidasian, dibulatkan dan dinyatakandalam jutaan Rupiah (“Rp”), kecuali dinyatakanlain.

Figures in the consolidated financial statementsare rounded to and stated in millions of Rupiah(“Rp”), unless otherwise stated.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/4 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

a. Dasar penyusunan laporan keuangankonsolidasian (lanjutan)

a. Basis of preparation of the consolidatedfinancial statements (continued)

Kecuali dinyatakan dibawah ini, kebijakanakuntansi telah diterapkan secara konsistendengan laporan keuangan konsolidasiantahunan untuk tahun yang berakhir31 Desember 2014 yang telah sesuai denganStandar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Except as described below, the accountingpolicies applied are consistent with those of theannual consolidated financial statements for theyear ended 31 December 2014, which conformto the Indonesian Financial AccountingStandards.

Penyusunan laporan keuangan konsolidasiansesuai dengan Standar Akuntasi Keuangan diIndonesia mengharuskan penggunaanestimasi dan asumsi. Hal tersebut jugamengharuskan manajemen untuk membuatpertimbangan dalam proses penerapankebijakan akuntansi Grup. Area yangkompleks atau memerlukan tingkatpertimbangan yang lebih tinggi atau areadimana asumsi dan estimasi dapat berdampaksignifikan terhadap laporan keuangankonsolidasian diungkapkan di Catatan 3.

The preparation of consolidated financialstatements in conformity with IndonesianFinancial Accounting Standards requires theuse of certain critical accounting estimates andassumptions. It also requires management toexcercise its judgement in the process ofapplying the Group’s accounting policies. Theareas involving a higher degree of judgment orcomplexity, or areas where assumptions andestimates are significant to the consolidatedfinancial statements are disclosed in Note 3.

Perubahan atas Pernyataan StandarAkuntansi Keuangan (“PSAK”) danInterpretasi Standar Akuntansi Keuangan(“ISAK”)

Changes in the Statements of FinancialAccounting Standards (“SFAS”) andInterpretations of Statements of FinancialAccounting Standards (“ISFAS”)

Grup menerapkan standar akuntansi daninterpretasi baru/revisi yang efektif pada tahun2015. Perubahan kebijakan akuntansi Gruptelah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuaidengan ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi.

The Group adopted new/revised standards andinterpretations that are effective in 2015.Changes to the Group’s accounting policieshave been made as required, in accordancewith the transitional provisions in the respectivestandards and interpretations.

Penerapan standar dan intepretasi baru/revisi,yang relevan dengan operasi Grup danmemberikan dampak pada laporan keuangankonsolidasian, adalah sebagai berikut.

The adoption of the new or revised standardsand interpretations which are relevant to theGroup’s operations and resulted in an effect onthe consolidated financial statements are asfollow:

- PSAK No. 1 “Penyajian LaporanKeuangan”

- SFAS No. 1 “Presentation of FinancialStatements”

Perubahan PSAK No. 1, memberikanpenyesuaian dalam penyajian penghasilankomperhensif lain. Perubahan yang utamaadalah persyaratan untukmengelompokkan hal-hal yang disajikansebagai penghasilan komprehensif lainberdasarkan apakah hal-hal tersebutberpotensi untuk direklasifikasi ke laporanlaba rugi di masa yang akan datang.

Amendment to SFAS No. 1, provides theadjustment for presentation of othercomprehensive income. The main changeresulting from these amendments is arequirement to group items presented inother comprehensive income (“OCI”) on thebasis of whether they are potentiallyreclassifiable to profit or loss subsequently.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/5 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

a. Dasar penyusunan laporan keuangankonsolidasian (lanjutan)

a. Basis of preparation of the consolidatedfinancial statements (continued)

Perubahan atas Pernyataan StandarAkuntansi Keuangan (“PSAK”) danInterpretasi Standar Akuntansi Keuangan(“ISAK”) (lanjutan)

Changes in the Statements of FinancialAccounting Standards (“SFAS”) andInterpretations of Statements of FinancialAccounting Standards (“ISFAS”) (continued)

- PSAK No. 24 (Revisi 2013), “Imbalankerja”

- SFAS No. 24 (Revised 2013), “Employeebenefits”

Penerapan PSAK No. 24 (Revisi 2013)“Imbalan Kerja” mengakibatkan perubahankebijakan akuntansi Grup sebagai berikut:

The adoption of SFAS No. 24 (Revised 2013)“Employee Benefits” results in changes to theGroup’s accounting policies as follows:

- Seluruh biaya jasa lalu diakui langsungdi laporan laba rugi. Sebelumnya, biayajasa lalu diakui berdasarkan metodegaris lurus sepanjang periode vestingjika perubahan bersifat kondisionalterhadap sisa jasa pekerja untukperiode waktu tertentu (periodevesting).

- All past service costs are now recognisedimmediately in profit or loss. Previously,past service costs were recognised on astraight line basis over the vesting periodif the changes were conditional on theemployees remaining in service for aspecified period of time (the vestingperiod).

- Biaya bunga dan imbal hasil yangdiharapkan dari aset program digantidengan nilai bunga bersih yang dihitungberdasarkan tingkat diskonto terhadapkewajiban (aset) imbalan pasti bersih.

- The interest cost and expected return onplan assets is replaced with a net interestamount that is calculated by applying thediscount rate to the net defined benefitliability (asset).

- Keuntungan dan kerugian aktuarialberganti nama menjadi pengukurankembali dan akan diakui secaralangsung pada penghasilankomprehensif lain. Keuntungan dankerugian aktuaria tidak akan lagiditangguhkan dengan pendekatankoridor atau diakui dalam laporan labadan rugi. Hal ini mungkin untukmeningkatkan neraca dan volatilitaspenghasilan komprehensif lain.Pengukuran kembali diakui dalampenghasilan komprehensif lain tidakakan diakui kembali melalui laporanlaba rugi pada periode berikutnya.

- Actuarial gains and losses are renamedas remeasurement and will be recognisedimmediately in other comprehensiveincome. Actuarial gains and losses will nolonger be deferred using the corridorapproach or recognised in profit or loss.This is likely to increase balance sheetand other comprehensive incomevolatility. Remeasurements recognised inother comprehensive income will not berecycled through profit or loss insubsequent periods.

- Revisi standar ini juga mensyaratkanpengungkapan yang lebih ekstensif.Pengungkapan tersebut telah diterapkan di Catatan 19.

- The revised standard also requires moreextensive disclosures. These have beenprovided in Note 19.

Sesuai dengan ketentuan PSAK No. 25“Kebijakan Akuntansi, Perubahan EstimasiKeuangan dan Kesalahan”, perubahanpengakuan biaya jasa lalu dan keuntungandan kerugian aktuarial tersebutdipertimbangkan sebagai perubahankebijakan akuntansi.

In accordance with SFAS No. 25“Accounting Policies, Changes in AccountingEstimates and Errors”, the changes of pastservice costs and actuarial gans and lossesrecognition are considered as changes inaccounting policies.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/6 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

a. Dasar penyusunan laporan keuangankonsolidasian (lanjutan)

a. Basis of preparation of the consolidatedfinancial statements (continued)

Perubahan atas Pernyataan StandarAkuntansi Keuangan (“PSAK”) danInterpretasi Standar Akuntansi Keuangan(“ISAK”) (lanjutan)

Changes in the statements of financialaccounting standards (“SFAS”) andinterpretations of statements of financialaccounting standards (“ISFAS”) (continued)

- PSAK No. 24 (Revisi 2013) “ImbalanKerja” (lanjutan)

- SFAS No. 24 (Revised 2013) “EmployeeBenefits” (continued)

Grup telah membukukan efek dariperubahan ini sebesar Rp 1.514 pada saldolaba ditahan awal tahun 2014 dan Rp 3.773dalam laporan laba rugi komprehensif untuktahun yang berakhir pada 31 Desember2014. Akibatnya, saldo liabilitas imbalankerja pada 31 Desember 2014 meningkatsebesar Rp 5.287.

The Group has recorded the impact of thesechanges amounting to Rp 1,514 in thebeginning 2014 retained earnings and Rp3,773 in the total comprehensive income forthe year ended 31 December 2014.Consequently, the balance of employeebenefit obligations as at 31 December 2014was increased by Rp 5,287.

Mempertimbangkan dampak yang tidaksignifikan terhadap saldo laba ditahan padatanggal 1 Januari 2014 (posisi awal periodeterdekat sebelum 31 Desember 2015), Grupmemutuskan untuk tidak menyajikan laporanposisi keuangan ketiga pada tanggal 1Januari 2014 sebagai tambahan ataslaporan keuangan komparatif minimum yangdisyaratkan dalam PSAK No. 1 “PenyajianLaporan Keuangan”.

Considering the insignificant impact to theretain earnings as at 1 January 2014 (thebeginning of the period preceding 31December 2015), the Group has decided notto present a third statement of financialposition as at 1 January 2014 in addition tothe minimum comparative financialstatements required in SFAS No. 1“Presentation of Financial Statements”.

- PSAK No. 46 (Revisi 2014) "PajakPenghasilan"

- SFAS No. 46 (Revised 2014) “IncomeTaxes”

PSAK No. 46 (Revisi 2014) terdapatperubahan ruang lingkup pajak penghasilanuntuk menekankan bahwa konsep laba fiskaladalah berdasarkan jumlah bersih kenapajak bukan berdasarkan jumlah bruto kenapajak. Hal ini mempengaruhi penilaian dasarobyek pajak yang digunakan dalammenghitung pajak final. Grup telahmelakukan reklasifikasi beban pajak final,yang berada di luar ruang lingkup standar,pada tahun 2014 sebesarRp 41.075 daribeban pajak penghasilan.

SFAS No. 46 (Revised 2014) amended thescope of income taxes to emphasize that theconcept of taxable profit implies a net ratherthan gross taxable amount. This resulted toassessment of the tax object basis used inapplying final taxes. The Group hasreclassified the final tax expense, that isoutside the scope of the standard, in 2014amounted to Rp 41,075 from income taxexpenses.

Penerapan dari standar dan interpretasibaru/revisi berikut, yang relevan denganoperasi grup, namun tidak menimbulkan efeksubstansial terhadap laporan keuangankonsolidasian adalah:

The adoption of the following new/revisedstandards and interpretations, which arerelevant to the Group’s operations, but did notresult in significant effect on the consolidatedfinancial statements are as follows:

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/7 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

a. Dasar penyusunan laporan keuangankonsolidasian (lanjutan)

a. Basis of preparation of the consolidatedfinancial statements (continued)

Perubahan atas Pernyataan StandarAkuntansi Keuangan (“PSAK”) danInterpretasi Standar Akuntansi Keuangan(“ISAK”) (lanjutan)

Changes in the Statements of FinancialAccounting Standards (“SFAS”) andInterpretations of Statements of FinancialAccounting Standards (“ISFAS”) (continued)

- PSAK No. 4 (Revisi 2013) ”LaporanKeuangan Tersendiri”

- SFAS No. 4 (Revised 2013) ”SeparateFinancial Statements”

- PSAK No. 15 (Revisi 2013) ”Investasipada Entitas Asosiasi dan VenturaBersama”

- SFAS No. 15 (Revised 2013) ”Investmentin Associates and Joint Ventures”

- PSAK No. 48 (Revisi 2014) ”PenurunanNilai Aset”

- SFAS No. 48 (Revised 2014) ”Impairmentof Assets”

- PSAK No. 50 (Revisi 2014) ”InstrumenKeuangan: Penyajian”

- SFAS No. 50 (Revised 2014) ”FinancialInstruments: Presentation”

- PSAK No. 55 (Revisi 2014) ”InstrumenKeuangan: Pengakuan dan Pengukuran”

- SFAS No. 55 (Revised 2014) ”FinancialInstruments: Recognition andMeasurement”

- PSAK No. 60 (Revisi 2014) ”InstrumenKeuangan: Pengungkapan”

- SFAS No. 60 (Revised 2014) ”FinancialInstruments: Disclosure”

- PSAK No. 65 ”Laporan KeuanganKonsolidasian”

- SFAS No. 65 ”Consolidated FinancialStatements”

- PSAK No. 66 ”Pengaturan Bersama” - SFAS No. 66 ”Joint Arrangements”- PSAK No. 67 ”Pengungkapan

Kepentingan dalam Entitas Lain”- SFAS No. 67 ”Disclosure of Interests in

Other Entities”- PSAK No. 68 ”Pengukuran Nilai Wajar” - SFAS No. 68 ” Fair Value Measurement”

Standar baru, revisi dan interpretasi yang telahditerbitkan, berlaku efektif untuk tahun bukuyang dimulai pada atau setelah tanggal1 Januari 2016 adalah sebagai berikut:

New standards, amendments and interpretationsissued effective for the financial year beginning1 January 2016 are as follows:

- PSAK No. 3 ”Laporan Keuangan Interim” - SFAS No. 3 ”Interim Financial Statements”- PSAK No. 4 ”Laporan Keuangan

Tersendiri”- SFAS No. 4 ”Separate Financial

Statements”- PSAK No. 5 (Revisi 2015) ”Segmen

Operasi”- SFAS No. 5 (Revised 2015) ”Operating

Segment”- PSAK No. 7 (Revisi 2015) ”Pengungkapan

Pihak-pihak Berelasi”- SFAS No. 7 (Revised 2015) ”Disclosure of

Related Parties”- PSAK No. 13 (Revisi 2015) ”Properti

Investasi”- SFAS No. 13 (Revised 2015) ”Investment

Properties”- PSAK No. 15 ”Investasi Pada Entitas

Asosiasi dan Ventura Bersama”- SFAS No. 15 ”Investment in Associates

and Joint Ventures”- PSAK No. 16 (Revisi 2015) ”Aset Tetap” - SFAS No. 16 (Revised 2015) ”Fixed

Assets”- PSAK No. 19 (Revisi 2015) ”Aset

Takberwujud”- SFAS No. 19 (Revised 2015) ”Intangible

Assets”- PSAK No. 22 (Revisi 2015) ”Kombinasi

Bisnis”- SFAS No. 22 (Revised 2015) ”Business

Combination”- PSAK No. 24 ”Imbalan Kerja” - SFAS No. 24 ”Employee Benefits”- PSAK No. 25 (Revisi 2015) ”Kebijakan

Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansidan Kesalahan”

- SFAS No. 25 (Revised 2015) ”AccountingPolicies, Changes in AccountingEstimates and Errors”

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/8 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

a. Dasar penyusunan laporan keuangankonsolidasian (lanjutan)

a. Basis of preparation of the consolidatedfinancial statements (continued)

Perubahan atas Pernyataan StandarAkuntansi Keuangan (“PSAK”) danInterpretasi Standar Akuntansi Keuangan(“ISAK”) (lanjutan)

Changes in the Statements of FinancialAccounting Standards (“SFAS”) andInterpretations of Statements of FinancialAccounting Standards (“ISFAS”) (continued)

Standar baru, revisi dan interpretasi yang telahditerbitkan, berlaku efektif untuk tahun bukuyang dimulai pada atau setelah tanggal1 Januari 2016 adalah sebagai berikut(lanjutan):

New standards, amendments and interpretationsissued effective for the financial year beginning1 January 2016 are as follows (continued):

- PSAK No. 53 (Revisi 2015) ”PembayaranBerbasis Saham”

- SFAS No. 53 (Revised 2015) ”Share-based Compensation”

- PSAK No. 65 ”Laporan KeuanganKonsolidasian”

- SFAS No. 65 ”Consolidated FinancialStatements”

- PSAK No. 66 ”Pengaturan Bersama” - SFAS No. 66 ”Joint Arrangements”- PSAK No. 67 ”Pengungkapan

Kepentingan Dalam Entitas Lain”- SFAS No. 67 ”Interest in Other Entities

Disclosure”- PSAK No. 68 (Revisi 2015) ”Pengukuran

Nilai Wajar”- SFAS No. 68 (Revised 2015) ”Fair Value

Measurements”- ISAK No. 30 ”Pungutan” - ISFAS No. 30 ”Levies”

Standar baru, revisi dan interpretasi yang telahditerbitkan, berlaku efektif untuk tahun bukuyang dimulai pada atau setelah tanggal 1Januari 2017 adalah sebagai berikut:

New standards, amendments and interpretationsissued effective for the financial year beginning 1January 2017 are as follows:

- PSAK No. 1 ”Penyajian LaporanKeuangan”

- SFAS No. 1 ”Presentation of FinancialStatements”

- ISAK No. 31 ”Interpretasi atas RuangLingkup PSAK No. 13: Properti Investasi”

- ISFAS No. 31 ”Interpretation in Scope ofSFAS No. 13: Investment Property”

Pada saat penerbitan laporan keuangan,manajemen sedang mempelajari dampakyang mungkin timbul dari penerapan standarbaru dan revisi tersebut serta pengaruhnyapada laporan keuangan Grup.

As at the authorisation date of this consolidatedfinancial statements, the Group is stillevaluating the potential impact of these newand revised standards.

b. Konsolidasi b. Consolidation

(1) Entitas anak (1) Subsidiaries

Laporan keuangan konsolidasian meliputilaporan keuangan Perseroan dan entitasanak.

The consolidated financial statementsinclude the financial statements of theCompany and its subsidiaries.

Entitas anak adalah seluruh entitas(termasuk entitas terstruktur) dimana Grupmemiliki pengendalian. Grupmengendalikan entitas lain ketika Grupterekspos atas, atau memiliki hak untuk,pengembalian yang bervariasi dariketerlibatannya dengan entitas danmemiliki kemampuan untukmempengaruhi pengembalian tersebutmelalui kekuasaannya atas entitastersebut.

Subsidiaries are all entities (includingstructured entities) over which the Grouphas control. The Group controls an entitywhen the Group is exposed to, or hasrights to, variable returns from itsinvolvement with the entity and has theability to affect those returns through itspower over the entity.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/9 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

b. Konsolidasi (lanjutan) b. Consolidation (continued)

(1) Entitas anak (lanjutan) (1) Subsidiaries (continued)

Entitas anak dikonsolidasikan secarapenuh sejak tanggal dimana pengendaliandialihkan kepada Perseroan. Entitas anaktidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggalGrup kehilangan pengendalian.

Subsidiaries are fully consolidated fromthe date on which control is transferred tothe Company. They are de-consolidatedfrom the date on which that controlceases.

Grup menerapkan metode akuisisi untukmencatat kombinasi bisnis. Imbalan yangdialihkan untuk akuisisi suatu entitas anakadalah sebesar nilai wajar aset yangdialihkan, liabilitas yang diakui terhadappemilik pihak yang diakuisisi sebelumnyadan kepentingan ekuitas yang diterbitkanoleh Grup. Imbalan yang dialihkantermasuk nilai wajar aset dan liabilitasyang dihasilkan dari imbalan kontinjensi.Aset terindentifikasi yang diperoleh danliabilitas serta liabilitas kontinjensi yangdiambil alih dalam suatu kombinasi bisnisdiukur pada awalnya sebesar nilai wajarpada tanggal akuisisi.

The Group applies the acquisition methodto account for business combination. Theconsideration transferred for theacquisition of a subsidiary is the fair valueof the assets transferred, the liabilitiesincurred to the former owners of theacquiree and equity interests issued bythe Group. The consideration transferredincludes the fair value of any asset orliability resulting from a contingentconsideration arrangement. Identifiableassets acquired and liabilities andcontingent liabilities assumed in abusiness combination are measuredinitially at their fair values at theacquisition date.

Transaksi dengan kepentingannonpengendali yang tidak mengakibatkanhilangnya pengendalian merupakantransaksi ekuitas. Selisih antara nilai wajarimbalan yang dibayar dan bagian yangdiakuisisi atas nilai tercatat aset bersihentitas anak dicatat pada ekuitas.Keuntungan atau kerugian pelepasankepentingan nonpengendali juga dicatatpada ekuitas.

Transactions with non-controllinginterests that do not result in loss ofcontrol are accounted for as equitytransactions. The difference between thefair value of any consideration paid andthe relevant share acquired of thecarrying value of net assets of thesubsidiary is recorded in equity. Gains orlosses on disposals to non-controllinginterests are also recorded in equity.

Biaya yang terkait dengan akuisisidibebankan pada saat terjadinya. Jikakombinasi bisnis diperoleh secarabertahap, nilai wajar pada tanggal akuisisidari kepentingan ekuitas yangsebelumnya dimiliki oleh pihakpengakuisisi pada pihak yang diakuisisidiukur kembali ke nilai wajar tanggalakuisisi melalui laporan laba rugi.

Acquisition related costs are expensed asincurred. If the business combination isachieved in stages, at the acquisitiondate fair value of the acquirer’s previouslyheld equity interest in the acquiree isremeasured to fair value at theacquisition date through the profit or loss.

Imbalan kontinjensi yang masih harusdialihkan oleh Grup diakui sebesar nilaiwajar pada tanggal akuisisi. Perubahanselanjutnya atas nilai wajar imbalankontinjensi yang diakui sebagai aset atauliabilitas dan dicatat sesuai dengan PSAKNo. 55 (Revisi 2011) “Instrumenkeuangan: pengakuan dan pengukuran”,dalam laporan laba rugi.

Any contingent consideration to betransferred by the Group is recognised atfair value at the acquisition date.Subsequent changes to the fair value ofthe contingent consideration that isdeemed to be an asset or liability isrecognised in accordance with SFAS No.55 (Revised 2011) “Financial instrument:recognition and measurement”, in theprofit or loss.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/10 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

b. Konsolidasi (lanjutan) b. Consolidation (continued)

(1) Entitas anak (lanjutan) (1) Subsidiaries (continued)

Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikansebagai ekuitas tidak diukur kembali danpenyelesaian selanjutnya diperhitungkandalam ekuitas.

Contingent consideration that is classifiedas equity is not remeasured, and itssubsequent settlement is accounted forwithin equity.

Transaksi dengan kepentingannonpengendali yang tidakmengakibatkan hilangnya pengendalianmerupakan transaksi ekuitas. Selisihantara nilai wajar imbalan yang dibayardan bagian yang diakuisisi atas nilaitercatat aset bersih entitas anak dicatatpada ekuitas. Keuntungan atau kerugianpelepasan kepentingan nonpengendalijuga dicatat pada ekuitas.

Transactions with non-controlling intereststhat do not result in loss of control areaccounted for as equity transactions. Thedifference between the fair value of anyconsideration paid and the relevant shareacquired of the carrying value of netassets of the subsidiary is recorded inequity. Gains or losses on disposals tonon-controlling interests are also recordedin equity.

Selisih lebih imbalan yang dialihkan,jumlah setiap kepentingannonpengendali pada pihak diakuisisi dannilai wajar pada tanggal akuisisikepentingan ekuitas sebelumnya dimilikioleh pihak pengakuisisi pada pihakdiakuisisi atas nilai wajar aset bersihteridentifikasi yang diperoleh dicatatsebagai goodwill. Jika jumlah imbalanyang dialihkan, kepentingannonpengendali yang diakui, dankepentingan yang sebelumnya dimilikipengakuisisi lebih rendah dari nilai wajaraset bersih entitas anak yang diakuisisidalam kasus pembelian dengan diskon,selisihnya diakui dalam laporan laba rugi.

The excess of the considerationtransferred the amount of any non-controlling interest in the acquiree and theacquisition-date fair value of any previousequity interest in the acquiree over the fairvalue of the identifiable net assetsacquired is recorded as goodwill. If thetotal of consideration transferred, non-controlling interest recognised andpreviously held interest measured is lessthan the fair value of the net assets of thesubsidiary acquired in the case of abargain purchase, the difference isrecognised directly in the profit or loss.

Transaksi, saldo dan keuntungan entitasGrup yang belum direalisasi telahdieliminasi. Kerugian yang belumdirealisasi juga dieliminasi.

Intercompany transactions, balances andunrealised gains on transaction betweenGroup companies are eliminated.Unrealised losses are also eliminated.

Kepentingan nonpengendali merupakanproporsi atas hasil usaha dan aset bersihentitas anak yang tidak diatribusikanpada Grup.

Non-controlling interest represents theproportion of the results and net assets ofsubsidiaries not attributable to the Group.

Grup mengakui kepentingannonpengendali pada pihak yangdiakuisisi baik sebesar nilai wajar atausebesar bagian proporsional kepentingannonpengendali atas aset bersih pihakyang diakuisisi.

The Group recognises any non-controllinginterest in the acquiree on an acquisition-by-acquisition basis, either at fair value orat the non-controlling interest’sproportionate share of the acquiree’s netassets.

Kepentingan nonpengendali disajikan diekuitas dalam laporan posisi keuangankonsolidasian, terpisah dari ekuitaspemilik entitas induk.

Non-controlling interest is reported asequity in the consolidated statement offinancial position, separate from theowner of the parent's equity.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/11 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

b. Konsolidasi (lanjutan) b. Consolidation (continued)

(2) Pelepasan entitas anak (2) Disposal of subsidiaries

Ketika Grup tidak lagi memilikipengendalian, kepentingan yang masihtersisa atas entitas diukur kembaliberdasarkan nilai wajarnya, danperubahan nilai tercatat diakui dalamlaporan laba rugi. Nilai tercatat awaladalah sebesar nilai wajar untukkepentingan pengukuran kembalikepentingan yang tersisa sebagai entitasasosiasi, ventura bersama atau asetkeuangan. Di samping itu, jumlah yangsebelumnya diakui pada penghasilankomprehensif lain sehubungan denganentitas tersebut dicatat seolah-olah Gruptelah melepas aset atau liabilitas terkait.Hal ini dapat berarti bahwa jumlah yangsebelumnya diakui pada penghasilankomprehensif lain direklasifikasi kelaporan laba rugi.

When the Group ceases to have control,any retained interest in the entity isremeasured to its fair value at the datewhen the control is lost, with the changein carrying amount recognised in theprofit or loss. The fair value is the initialcarrying amount for the purposes ofsubsequently accounting for the retainedinterest as an associate, joint venture orfinancial asset. In addition, any amountspreviously recognised in othercomprehensive income in respect of thatentity are accounted for as if the Grouphad directly disposed of the relatedassets or liabilities. This may mean thatamounts previously recognised in othercomprehensive income are reclassifiedto the profit or loss.

c. Penjabaran mata uang asing c. Foreign currency translation

(1) Mata uang fungsional dan penyajian (1) Functional and presentation currency

Pos-pos yang disertakan dalam laporankeuangan setiap entitas anggota Grupdiukur menggunakan mata uang yangsesuai dengan lingkungan ekonomiutama dimana entitas beroperasi ("matauang fungsional").

Items included in the financialstatements of each of the Group’s entitesare measured using the currency of theprimary economic environment in whichthe entity operates (the”functionalcurrency”).

Laporan keuangan konsolidasiandisajikan dalam Rupiah (“Rp”) yangmerupakan mata uang penyajian Grupdan mata uang fungsional Perseroan.

The consolidated financial statementsare presented in Rupiah (“Rp”), which isthe presentation currency of the Groupand functional currency of the Company.

Aset dan kewajiban entitas anak denganmata uang fungsional yang berbedadengan Perseroan dijabarkan ke dalammata uang pelaporan seperti yang diaturdalam PSAK No. 10, “Pengaruhperubahan kurs valuta asing”. Selisihkurs yang dihasilkan diakui padapenghasilan komprehensif lain-lain dandiakumulasikan dalam ekuitas padaselisih kurs dari penjabaran laporankeuangan dalam mata uang asing.

The assets and liabilities of subsidiarieswhich functional currency differs fromthat of the Company are translated intoreporting currency in accordance withSFAS No. 10 “effects of changes inforeign exchange rates”. The resultingexchange differences are recognised inthe other comprehensive income andaccumulated in equity under theexchange difference on financialstatements translation in foreigncurrency.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/12 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

c. Penjabaran mata uang asing (lanjutan) c. Foreign currency translation (continued)

(2) Transaksi dan saldo (2) Transactions and balances

Transaksi dalam mata uang asingdijabarkan ke dalam mata uangfungsional (dalam hal ini, Rupiah untukPerseroan) dengan menggunakan kursyang berlaku pada tanggal transaksi.Pada setiap tanggal pelaporan, asetdan liabilitas moneter dalam matauang asing dijabarkan ke dalam matauang fungsional dengan menggunakankurs penutup. Kurs yang digunakansebagai acuan adalah kurs yangdikeluarkan oleh Bank Indonesia.Keuntungan dan kerugian selisih kursyang timbul dari penyelesaiantransaksi dalam mata uang asing dandari penjabaran aset dan liabilitasmoneter dalam mata uang asing diakuidi dalam laporan laba rugi.

Foreign currency transactions aretranslated into functional currency (inthis case, Rupiah for the Company)using the exchange rates prevailing atthe dates of the transactions. At eachreporting date, foreign currencymonetary assets and liabilities aretranslated into functional currencyusing the closing exchange rate. Theexchange rate used as the benchmarkis the rate which is issued by BankIndonesia. Foreign exchange gainsand losses resulting from thesettlement of such transactions andfrom the translation at period-endexchange rates of monetary assetsand liabilities denominated in foreigncurrencies are recognised in the profitor loss.

Keuntungan dan kerugian selisih kursyang berhubungan dengan pinjaman,kas dan setara kas, dan keuntunganatau kerugian bersih selisih kurslainnya disajikan pada laporan labarugi sebagai “penghasilan lain-lain,bersih”.

Foreign exchange gains and lossesthat relate to borrowings, cash andcash equivalents, and other net foreignexchange gains and losses arepresented in the profit or loss within“other income, net”.

Kurs utama yang digunakan, berdasarkankurs tengah yang diterbitkan Bank Indonesia,adalah sebagai berikut (dalam nilai penuh):

The main exchange rates used, based on themiddle rate published by Bank Indonesia, are asfollows (in full amount):

31/12/2015 31/12/2014

Dolar Amerika Serikat (“USD”) 13,795 12,440 United States Dollar (“USD”)Dolar Singapura (“SGD”) 9,751 9,422 Singapore Dollar (“SGD”)Dong Vietnam (“VND”) 0.6145 0.5783 Vietnamese Dong (“VND”)

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/13 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

d. Aset Keuangan d. Financial assets

(1) Klasifikasi (1) Classification

Grup mengklasifikasikan aset keuangandalam pinjaman dan piutang. Klasifikasiini tergantung pada tujuan perolehan asetkeuangan. Manajemen menentukanklasifikasi aset keuangan pada saat awalpengakuan.

The Group classifies its financial assets asloans and receivables. The classificationdepends on the purpose for which thefinancial assets were acquired.Management determines the classificationof its financial assets at initial recognition.

Pinjaman yang diberikan dan piutangadalah aset keuangan non-derivatifdengan pembayaran yang tetap ataudapat ditentukan dan tidak mempunyaikuotasi harga di pasar aktif. Pinjamanyang diberikan dan piutang dimasukkansebagai aset lancar, kecuali jika jatuhtemponya melebihi 12 bulan setelah akhirperiode pelaporan; pinjaman yangdiberikan dan piutang ini dimasukkansebagai aset tidak lancar. Pinjaman yangdiberikan dan piutang Grup terdiri dari kasdan setara kas, deposito berjangka yangdibatasi penggunaanya, piutang usaha,piutang non-usaha, piutang retensi,jumlah kontraktual tagihan bruto pemberikerja dan proyek dalam pelaksanaanpada laporan posisi keuangankonsolidasi.

Loans and receivables are non-derivativefinancial assets with fixed or determinablepayments that are not quoted in an activemarket. They are included in currentassets, except for maturities greater than12 months after the end of reporting period;these are classified as non-current assets.The Group’s loans and receivablescomprise cash and cash equivalent,restricted time deposits, trade receivables,non-trade receivables, retentionreceivables, gross contractual amount duefrom customers and project underconstruction in the consolidated statementsof financial position.

(2) Pengakuan dan pengukuran (2) Recognition and measurement

Pembelian dan penjualan aset keuanganyang lazim (reguler) diakui pada tanggalperdagangan - tanggal dimana Grupberkomitmen untuk membeli atau menjualaset. Investasi pada awalnya diakuisebesar nilai wajarnya ditambah biayatransaksi untuk seluruh aset keuanganyang tidak diukur pada nilai wajar melaluilaporan laba rugi.

Regular purchases and sales of financialassets are recognised on the trade date -the date on which the Group commits topurchase or sell the asset. Investments areinitially recognised at fair value plus thetransaction costs for all financial assets notcarried at fair value through the profit orloss.

Aset keuangan dihentikan pengakuannyaketika hak untuk menerima arus kas dariinvestasi tersebut telah jatuh tempo atautelah ditransfer dan Grup telahmentransfer secara substansial seluruhrisiko dan manfaat atas kepemilikan aset.Pinjaman yang diberikan dan piutangdicatat sebesar biaya perolehandiamortisasi dengan menggunakanmetode suku bunga efektif.

Financial assets are derecognised whenthe rights to receive cash flows from theinvestments have expired or have beentransferred and the Group has transferredsubstantially all risks and rewards ofownership. Loans and receivables arecarried at amortised cost using the effectiveinterest method.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/14 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

d. Aset keuangan (lanjutan) d. Financial assets (continued)

(3) Penurunan nilai aset keuangan (3) Impairment of financial assets

Pada setiap akhir periode pelaporan,Grup menilai apakah terdapat buktiobjektif bahwa aset keuangan ataukelompok aset keuangan telahmengalami penurunan nilai. Asetkeuangan atau kelompok aset keuanganditurunkan nilainya dan kerugianpenurunan nilai terjadi hanya jika terdapatbukti objektif bahwa penurunan nilaimerupakan akibat dari satu atau lebihperistiwa yang terjadi setelah pengakuanawal aset (peristiwa kerugian) danperistiwa kerugian (atau peristiwa)tersebut memiliki dampak pada estimasiarus kas masa datang atas asetkeuangan atau kelompok aset keuanganyang dapat diestimasi secara andal.

At the end of each reporting period, theGroup assesses whether there is objectiveevidence that a financial asset or group offinancial assets is impaired. A financialasset or a group of financial assets isimpaired and impairment losses areincurred only if there is objective evidenceof impairment as a result of one or moreevents that occurred after the initialrecognition of the asset (a loss event) andthat loss event (or events) has an impacton the estimated future cash flows of thefinancial asset or group of financial assetsthat can be reliably estimated.

Untuk kategori pinjaman yang diberikandan piutang, jumlah kerugian diukursebesar selisih antara nilai tercatat asetdan nilai kini dari estimasi arus kas masadatang diestimasi (tidak termasukkerugian kredit masa depan yang belumterjadi) yang didiskonto menggunakansuku bunga efektif awal dari asettersebut. Nilai tercatat aset dikurangi danjumlah kerugian diakui pada laporan labarugi. Jika pinjaman yang diberikanmemiliki tingkat bunga mengambang,tingkat diskonto yang digunakan untukmengukur kerugian penurunan nilaiadalah tingkat bunga efektif saat ini yangditentukan dalam kontrak. Untuk alasanpraktis, Grup dapat mengukur penurunannilai berdasarkan nilai wajar instrumendengan menggunakan harga pasar yangdapat diobservasi.

For the loans and receivables category,the amount of the loss is measured as thedifference between the asset’s carryingamount and the present value of estimatedfuture cash flows (excluding future creditlosses that have not been incurred)discounted at the financial asset’s originaleffective interest rate. The carrying amountof the asset is reduced and the amount ofthe loss is recognised in the profit or loss.If a loan has a floating interest rate, thediscount rate for measuring anyimpairment loss is the current effectiveinterest rate determined under thecontract. As a practical expedient, theGroup may measure impairment on thebasis of an instrument’s fair value using anobservable market price.

Jika, pada periode selanjutnya, jumlahpenurunan nilai berkurang danpenurunan tersebut dapat dihubungkansecara objektif dengan peristiwa yangterjadi setelah penurunan nilai diakui(misalnya meningkatnya peringkat kreditdebitur), pemulihan atas jumlahpenurunan nilai yang telah diakuisebelumnya diakui pada laporan labarugi.

If, in a subsequent period, the amount ofthe impairment loss decreases and thedecrease can be related objectively to anevent occurring after the impairment wasrecognised (such as an improvement inthe debtor’s credit rating), the reversal ofthe previously recognised impairment lossis recognised in the profit or loss.

Pengujian penurunan nilai pada piutangusaha dan piutang non-usaha dijelaskanpada Catatan 2f.

The impairment testing of trade and non-trade receivables is described in Note 2f.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/15 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

d. Aset keuangan (lanjutan) d. Financial assets (continued)

(4) Instrumen keuangan disalinghapus (4) Offsetting financial instruments

Aset keuangan dan liabilitas keuangandisalinghapuskan dan jumlah netonyadilaporkan pada laporan posisi keuanganketika terdapat hak yang berkekuatanhukum untuk melakukan salinghapus atasjumlah yang telah diakui tersebut danadanya niat untuk menyelesaikan secaraneto, atau untuk merealisasikan aset danmenyelesaikan liabilitas secarabersamaan.

Financial assets and liabilities are offsetand the net amount is reported in thestatement of financial position when thereis a legally enforceable right to offset therecognised amounts and there is anintention to settle on a net basis, or realisethe asset and settle the liabilitysimultaneously.

e. Kas dan setara kas e. Cash and cash equivalents

Kas dan setara kas terdiri dari kas, simpananyang sewaktu-waktu bisa dicairkan, bank daninvestasi likuid jangka pendek lain-lain denganjangka waktu jatuh tempo tiga bulan ataukurang. Pada laporan posisi keuangankonsolidasian, cerukan disajikan bersamasebagai pinjaman bank dalam liabilitas jangkapendek.

Cash and cash equivalents include cash onhand, deposits held at call with banks, cash inbanks and other short-term highly liquidinvestments with original maturities of threemonths or less. In the consolidated statementsof financial position, bank overdrafts are shownwithin bank loan in current liabilities.

Deposito berjangka yang dibatasipenggunaannya diklasifikasikan dalam laporanposisi keuangan konsolidasian sebagai asettidak lancar yaitu “Deposito berjangka yangdibatasi penggunaannya”.

Time deposits which are restricted in use, areclassified and presented in the consolidatedstatements of financial position as non-currentasset under “Restricted time deposits".

f. Piutang usaha dan piutang non-usaha f. Trade receivables and non-trade receivables

Piutang usaha adalah jumlah yang terutangdari pelanggan untuk pengakuan pendapatanpada penjualan barang dan jasa dalamkegiatan usaha biasa.

Trade receivables are amounts grosscontractual amount due from customers forrevenues recognised on the sale of goods andservices in the ordinary course of business.

Piutang non-usaha adalah piutang dari pihakberelasi dan pihak ketiga dalam transaksiselain penjualan barang dan jasa.

Non-trade receivables are receivables fromrelated and third parties on transactions enteredinto other than the sale of goods and services.

Jika piutang diperkirakan dapat ditagih dalamwaktu satu tahun atau kurang (atau dalamsiklus operasi normal jika lebih panjang),piutang diklasifikasikan sebagai aset lancar.Jika tidak, piutang disajikan sebagai aset tidaklancar.

If collection is expected in one year or less (or inthe normal operating cycle of the business iflonger), they are classified as current assets. Ifnot, they are presented as non-current assets.

Piutang usaha dan piutang non-usaha padaawalnya diakui sebesar nilai wajar danselanjutnya diukur pada biaya perolehandiamortisasi dengan menggunakan metodebunga efektif, kecuali efek diskontonya tidakmaterial, maka dinyatakan pada biaya, setelahdikurangi provisi atas penurunan nilai piutang.

Trade and non-trade receivables are recognisedinitially at fair value and subsequently measuredat amortised cost using the effective interestmethod, except where the effect of discountingwould be immaterial as such, they are stated atcost, less provision for impairment ofreceivables.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/16 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

f. Piutang usaha dan piutang non-usaha(lanjutan)

f. Trade receivables and non-trade receivables(continued)

Kolektibilitas piutang usaha dan piutang non-usaha ditinjau secara berkala. Piutang yangdiketahui tidak tertagih, dihapuskan dengansecara langsung mengurangi nilai tercatatnya.Akun penyisihan digunakan ketika terdapatbukti yang objektif bahwa Grup tidak dapatmenagih seluruh nilai terutang sesuai denganpersyaratan awal piutang. Kesulitan keuangansignifikan yang dialami debitur, kemungkinandebitur dinyatakan pailit atau melakukanreorganisasi keuangan dan gagal bayar ataumenunggak pembayaran merupakan indikatoryang dianggap dapat menunjukan adanyapenurunan nilai piutang usaha dan non-usaha.Jumlah penurunan nilai adalah sebesar selisihantara nilai tercatat aset dan nilai kini dariestimasi arus kas masa depan pada tingkatsuku bunga efektif awal. Arus kas terkaitdengan piutang jangka pendek tidakdidiskontokan apabila efek diskonto tidakmaterial.

The collectability of trade and non-tradereceivables is reviewed on an ongoing basis.Receivables which are known to beuncollectible are written off by reducing thecarrying amount directly. An allowance accountis used when there is objective evidence thatthe Group will not be able to collect all amountsdue according to the original terms of thereceivables. Significant financial difficulties ofthe debtor, probability that the debtor will enterbankruptcy or financial reorganisation, anddefault or delinquency in payments areconsidered indicators that the trade and non-trade receivable is impaired. The amount of theimpairment allowance is the difference betweenthe asset’s carrying amount and the presentvalue of estimated future cash flows, discountedat the original effective interest rate. Cash flowsrelating to short-term receivables are notdiscounted if the effect of discounting isimmaterial.

Jumlah kerugian penurunan nilai diakui padalaporan laba rugi dan disajikan dalam “bebanumum dan administrasi”. Ketika piutang usahadan piutang non-usaha, yang rugi penurunannilainya telah diakui, tidak dapat ditagih padaperiode selanjutnya, maka piutang tersebutdihapusbukukan dengan mengurangi akunpenyisihan. Jumlah yang selanjutnya dapatditagih kembali atas piutang yang sebelumnyatelah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap“beban umum dan administarsi” pada laporanlaba rugi.

The amount of the impairment loss isrecognised in the profit or loss within “generaland administrative expenses”. When a tradeand non-trade receivable for which animpairment allowance had been recognisedbecomes uncollectible in a subsequent period, itis written off against the allowance account.Subsequent recoveries of amounts previouslywritten off are credited against “general andadministrative expenses” in the profit or loss.

g. Piutang retensi g. Retention receivables

Piutang retensi merupakan piutangperusahaan kepada pemberi kerja yang akandilunasi oleh pemberi kerja setelahpemenuhan kondisi yang ditentukan dalamkontrak. Piutang retensi diukur pada nilai wajarpiutang berdasarkan penerimaan arus kasyang diharapkan.

Retention receivables are receivables fromcustomers collectable after the fulfillment of theconditions as set in the contract, or until defectshave been rectified. The retentions aremeasured at the fair value of the considerationreceivable based on the expected timing of cashinflows.

Piutang retensi dicatat pada saat penerimaanatas tagihan termin yang ditahan oleh pemberikerja sejumlah persentase yang telahditetapkan dalam kontrak sampai denganmasa pemeliharaan.

Retentions receivables are recorded at the timeof receipt of the final invoice to customers untilthe fulfillment of the conditions specified in thecontract.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/17 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

h. Jumlah kontraktual tagihan dan utang brutopemberi kerja

h. Gross contractual due from and tocustomers

Jumlah kontraktual tagihan (utang) brutokepada pemberi kerja berasal dari pekerjaankontrak konstruksi yang dilakukan kepadapihak pemberi kerja namun pekerjaan yangdilakukan masih dalam pelaksanaan. Nilai daritagihan (utang) bruto merupakan selisih antarapendapatan yang diakui berdasarkan metodepersentase penyelesaian dan termin yangditagih.

This represents receivables from (payables to)customers (project owners) resulting fromconstruction contract services which are still inprogress. The value of receivables (payables)represents the difference between the revenuerecognised based on percentage of completionmethod and the progress billings.

Jumlah kontraktual tagihan bruto pemberi kerjadiperoleh apabila pendapatan diakuiberdasarkan metode persentase penyelesaianmelebihi termin yang ditagih. Utang brutokepada pemberi kerja terjadi apabila terminyang ditagih melebihi pendapatan yang diakuiberdasarkan metode persentase penyelesaian.

Gross contractual amount due from customersare obtained when the revenue recognisedbased on percentage of completion methodexceeds the progress billings. Amounts due tocustomers are obtained when the progressbilling exceeds the revenue recognised basedon the percentage of completion method.

i. Proyek dalam pelaksanaan i. Project under construction

Proyek dalam pelaksanaan merupakankelebihan dari biaya aktual yang dikeluarkanuntuk pekerjaan konstruksi dan laba diakui(dikurangi kerugian yang diakui) atas jumlahpendapatan diakui berdasarkan metodepersentase penyelesaian

Project under construction represents theexcess of the actual costs incurred for theconstruction work and the profit recognised(deducted by recognised loss) over the amountof revenue recognised based on the percentageof completion method.

j. Persediaan j. Inventories

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebihrendah antara harga perolehan dan nilairealisasi bersih. Harga perolehan persediaanditentukan dengan menggunakan metode“masuk pertama, keluar pertama” (FIFO).

Inventories are stated at the lower of cost andnet realisable value. Cost of inventories isdetermined using “first-in, first-out” (FIFO)method.

Nilai realisasi bersih adalah estimasi hargapenjualan dalam kegiatan usaha biasa,dikurangi taksiran biaya penyelesaian, jika ada,dan beban penjualan.

Net realisable value is the estimate of the sellingprice in the ordinary course of business, less theestimated costs of completion, if any, and sellingexpenses.

Provisi atas penurunan nilai persediaanditentukan berdasarkan estimasi penggunaanatau penjualan masing-masing jenispersediaan pada masa mendatang.

A provision for impairment of inventories isdetermined based on the estimated future usageor sale of individual inventory items.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/18 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

k. Investasi pada entitas asosiasi danpengendalian bersama

k. Investments in associates and jointarrangement

Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimanaGrup memiliki pengaruh signifikan namunbukan pengendalian, biasanya melaluikepemilikan hak suara antara 20,0% dan50,0%. Ventura bersama adalah suatu entitasdimana Grup memiliki pengendalian bersamadengan satu venturer atau lebih. Entitasasosiasi dan ventura bersama dicatat denganmenggunakan metode ekuitas.

Associates are all entities over which the Grouphas significant influence but not control,generally accompanying a shareholding ofbetween 20.0% and 50.0% of the voting rights.Joint ventures are entities which the Groupjointly controls with one or more other venturers.Associates and joint ventures are accounted forusing the equity method.

Sesuai metode ekuitas, investasi padaawalnya dicatat pada biaya, dan nilai tercatatakan meningkat atau menurun untuk mengakuibagian investor atas laba rugi. Di dalaminvestasi Grup atas entitas asosiasi termasukgoodwill yang diidentifikasi ketika akuisisi.

Under the equity method, the investment isinitially recognised at cost, and the carryingamount is increased or decreased to recognisethe investor's share of the profit or loss of theinvestee after the date of acquisition. TheGroup’s investment in associates includesgoodwill identified on acquisition.

Jika kepemilikan kepentingan pada entitasasosiasi berkurang, namun tetap memilikipengaruh signifikan, hanya suatu bagianproporsional atas jumlah yang telah diakuisebelumnya pada pendapatan komprehensiflainnya yang direklasifikasi ke laporan labarugi.

If the ownership interest in an associate isreduced but significant influence is retained,only a proportionate share of the amountspreviously recognised in other comprehensiveincome is reclassified to profit or loss whereappropriate.

Pada setiap tanggal pelaporan, Grupmenentukan apakah terdapat bukti objektifbahwa telah terjadi penurunan nilai padainvestasi pada entitas asosiasi. Jika demikian,maka Grup menghitung besarnya penurunannilai sebagai selisih antara jumlah yangterpulihkan dan nilai tercatat atas investasipada perusahaan asosiasi dan mengakuiselisih tersebut pada “bagian atas hasil bersihentitas asosiasi dan ventura bersama” dilaporan laba rugi. Kerugian yang belumdirealisasi juga dieliminasi kecuali transaksitersebut memberikan bukti penurunan nilaiatas aset yang ditransfer. Kebijakan akuntansientitas asosiasi disesuaikan jika diperlukanuntuk memastikan konsistensi dengankebijakan yang diterapkan oleh Grup.

The Group determines at each reporting datewhether there is any objective evidence that theinvestment in the associate is impaired. If this isthe case, the Group calculates the amount ofimpairment as the difference between therecoverable amount of the associate and itscarrying value and recognises the amountadjacent to “share of profit/(loss) of associatesand joint ventures” in the profit or loss.Unrealised losses are eliminated unless thetransaction provides evidence of an impairmentof the asset transferred. Accounting policies ofassociates have been changed wherenecessary to ensure consistency with thepolicies adopted by the Group.

Pengaturan bersama diklasifikasikan sebagaioperasi bersama atau ventura bersamatergantung atas hak dan kewajiban kontraktualyang dimiliki setiap investor, dibanding bentuklegal suatu perikatan bersama. Operasibersama timbul dimana para investormempunyai hak atas aset dan kewajiban atasliabilitas dari sebuah pengaturan. Operatormencatat kepemilikannya atas aset, liabilitas,pendapatan, dan beban.

Joint arrangements are classified as either jointoperations or joint ventures depending on thecontractual rights and obligations each investorhas, rather than the legal structure of the jointarrangements. Joint operations arise where theinvestors have rights to the assets andobligations for the liabilities of an arrangement.A joint operator accounts for its share of theassets, liabilities, revenue and expenses.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/19 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

k. Investasi pada entitas asosiasi danpengendalian bersama (lanjutan)

k. Investments in associates and jointarrangement (continued)

Ventura bersama timbul dimana para investormemiliki hak atas aset bersih dari pengaturanbersama. Ventura bersama dicatat denganmenggunakan metode ekuitas. Konsolidasiproporsional tidak diijinkan.

Joint ventures arise where the investors haverights to the net assets of the arrangement.Joint ventures are accounted for under theequity method. Proportional consolidation ofjoint arrangements is no longer permitted.

Bagian Grup atas laba atau rugi entitasasosiasi pasca akuisisi diakui dalam laporanlaba rugi dan bagian atas mutasi penghasilankomprehensif lain-lain pasca akuisisi diakui didalam penghasilan komprehensif lain dandiikuti dengan penyesuaian pada jumlahtercatat investasi. Dividen yang akan diterimadari entitas asosiasi diakui sebagai pengurangjumlah tercatat investasi. Jika bagian Grupatas kerugian entitas asosiasi sama denganatau melebihi kepentingannya pada entitasasosiasi, termasuk piutang tanpa agunan,Grup menghentikan pengakuan bagiankerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajibanatau melakukan pembayaran atas namaentitas asosiasi.

The Group’s share of post-acquisition profits orlosses is recognised in the profit or loss, and itsshare of post-acquisition movements in othercomprehensive income is recognised in othercomprehensive income with a correspondingadjustment to the carrying amount of theinvestment. Dividends receivable fromassociates are recognised as a reduction in thecarrying amount of the investment. When theGroup’s share of losses in an associate equalsor exceeds its interest in the associate,including any other unsecured receivables, theGroup does not recognise further losses, unlessit has incurred legal or constructive obligationsor made payments on behalf of the associate.

Kerugian yang melebihi nilai tercatat investasitidak diakui, kecuali bila Grup mempunyaikomitmen untuk memberikan bantuankeuangan atau menjamin kewajiban entitasasosiasi.

Loss exceeding the carrying value of theinvestment is not recognised, unless the Grouphas committed to provide financial support orguarantee the associates’ obligation.

Laba dan rugi yang dihasilkan dari transaksihulu dan hilir antara Grup dengan entitasasosiasi diakui dalam laporan keuangankonsolidasian Grup hanya sebesar bagianinvestor lain dalam entitas asosiasi.

Profits and losses resulting from upstream anddownstream transactions between the Groupand its associates are recognised in the Group’sconsolidated financial statements only to theextent of the unrelated investor’s interests in theassociates.

Dalam akuntansi metode ekuitas, kepentingandalam ventura bersama diakui pada biayaperolehan dan disesuaikan selanjutnya untukmengakui bagian grup atas laba rugi danpenghasilan komperhensif lain pascaperolehan. Ketika bagian grup atas rugi dalamventura bersama-sama dengan atau melebihikepentingannya dalam ventura bersama(dimana termasuk kepentingan jangkapanjang, dalam substansinya membentukbagian dari investasi bersih Grup dalamventura bersama), Grup tidak mengakuikerugian selanjutnya, kecuali telah menjadikewajiban atau telah melakukan pembayaranatas nama ventura bersama.

Under the equity method of accounting,interests in joint ventures are initially recognisedat cost and adjusted thereafter to recognise thegroup’s share of the post acquisition profits orlosses and movements in other comprehensiveincome. When the group’s share of losses in ajoint venture equals or exceeds its interests inthe joint ventures (which includes any long-terminterests that, in substance, form part of theGroup’s net investment in the joint ventures),the Group does not recognise further losses,unless it has incurred obligations or madepayments on behalf of the joint ventures.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/20 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

k. Investasi pada entitas asosiasi danpengendalian bersama (lanjutan)

k. Investments in associates and jointarrangement (continued)

Keuntungan yang belum terealisasi atastransaksi antara Grup dan ventura bersamadieliminasi sebesar kepentingan Grup dalamventura bersama. Kerugian yang belumterealisasi juga dieliminasi kecuali transaksitersebut memberikan bukti adanya penurunannilai aset yang dialihkan. Kebijakan akuntansiventura bersama telah diubah jika diperlukanuntuk memastikan konsistensi dari kebijakanyang diterapkan oleh Grup.

Unrealised gains on transactions between theGroup and its joint ventures are eliminated tothe extent of the group’s interest in the jointventures. Unrealised losses are also eliminatedunless the transaction provides evidence of animpairment of the asset transferred. Accountingpolicies of the joint ventures have been changedwhere necessary to ensure consistency with thepolicies adopted by the Group.

l. Aset tetap dan penyusutan l. Fixed assets and depreciation

Aset tetap diakui sebesar harga perolehan,dikurangi dengan akumulasi penyusutan danakumulasi kerugian penurunan nilai, jika ada.Harga perolehan termasuk pengeluaran yangdapat diatribusikan secara langsung atasperolehan aset tersebut.

Fixed assets are stated at historical cost, lessaccumulated depreciation and accumulatedimpairment losses, if any. Historical costincludes expenditure that is directly attributableto the acquisition of the items.

Aset tetap, kecuali tanah dan bangunan,disusutkan sampai dengan nilai sisanyamenggunakan metode saldo menurun ganda,sedangkan penyusutan atas bangunan dihitungdengan menggunakan metode garis lurusselama estimasi masa manfaat ekonomis asettetap sebagai berikut:

Fixed assets, except for land and buildings, aredepreciated to their residual value using thedouble-declining balance method, whiledepreciation on building is calculated using thestraight-line method over their expectedeconomic useful lives, as follows:

Tahun/Years

Bangunan 20 BuildingsAlat berat dan mesin 4 - 8 Heavy equipments and machineriesKendaraan 4 - 8 VehiclesPeralatan kantor 4 - 8 Office equipmentPerabot dan perlengkapan 8 Furniture and fittings

Efektif 1 Januari 2015, Grup merubah metodedepresiasi untuk aset tetap, kecuali bangunan,dari metode saldo menurun ganda menjadimetode garis lurus, sehubungan denganperubahan pola konsumsi dari manfaatekonomis dimasa datang yang diharapkan.

Effective on 1 January 2015, the Groupchanged its depreciation method for fixedassets, except buildings, from double-decliningmethod into straight-line method in conjuctionwith the change in the expected pattern ofconsumption of the future economic benefits.

Biaya-biaya setelah pengakuan awal asetdiakui sebagai bagian dari nilai tercatat asetatau sebagai aset yang terpisah, sebagaimanaseharusnya, hanya apabila kemungkinan besarGrup akan mendapatkan manfaat ekonomis dimasa depan berkenaan dengan aset tersebutdan biaya perolehan aset dapat diukur denganandal. Nilai yang terkait dengan penggantiankomponen tidak diakui. Biaya perbaikan danpemeliharaan dibebankan ke dalam laporanlaba rugi selama periode dimana biaya-biayatersebut terjadi.

Subsequent costs are included in the asset’scarrying amount or recognised as a separateasset, as appropriate, only when it is probablethat future economic benefits associated withthe item will flow to the Group and the cost ofthe item can be measured reliably. Amounts inrespect of replaced parts are derecognised. Allother repairs and maintenance are charged tothe profit or loss during the period in which theyare incurred.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/21 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

l. Aset tetap dan penyusutan (lanjutan) l. Fixed assets and depreciation (continued)

Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legaldiakui sebagai bagian biaya akuisisi tanah,biaya-biaya tersebut tidak didepresiasikan.Biaya terkait dengan pembaruan hak atastanah diakui sebagai aset tak berwujud dandiamortisasi sepanjang period hak atas tanahtersebut.

Initial legal costs incurred to obtain legal rightsare recognised as part of the acquisition cost ofthe land, and these costs are not depreciated.Costs related to the renewal of land rights arerecognised as intangible assets and amortisedduring the period of the land rights.

Nilai sisa aset, masa manfaat dan metodepenyusutan ditelaah dan jika perludisesuaikan, pada setiap akhir periodepelaporan.

The assets’ residual values, useful lives anddepreciation method are reviewed and adjustedif appropriate, at the end of each reportingperiod.

Nilai tercatat aset segera diturunkan sebesarjumlah yang dapat dipulihkan jika nilai tercatataset lebih besar dari estimasi jumlah yangdapat dipulihkan (lihat Catatan 2n).

An asset’s carrying amount is written downimmediately to its recoverable amount if theasset’s carrying amount is greater than itsestimated recoverable amount (see Note 2n).

Ketika aset tetap dilepas, maka nilai tercatatdan akumulasi penyusutannya dikeluarkan darilaporan keuangan konsolidasian dankeuntungan atau kerugian yang dihasilkandiakui dalam laporan laba rugi.

When assets are disposed, their carrying valuesand the related accumulated depreciation areeliminated from the consolidated financialstatements and the resulting gain or loss on thedisposal of fixed assets is recognised in theprofit or loss.

Akumulasi biaya konstruksi bangunan, pabrikdan pemasangan mesin dikapitalisasi sebagaiaset dalam penyelesaian. Biaya tersebutdireklasifikasi ke akun aset tetap pada saatproses konstruksi atau pemasangan selesai.Penyusutan dimulai pada saat aset tersebutsiap untuk digunakan sesuai dengan tujuanyang diinginkan manajemen.

The accumulated costs of the construction ofbuildings and the installation of machinery arecapitalised as construction in progress. Thesecosts are reclassified to fixed assets when theconstruction or installation is complete.Depreciation is charged from the date theassets are ready for use in the manner intendedby the management.

Biaya bunga dan biaya pinjaman lainnya,seperti biaya diskonto pinjaman baik yangsecara langsung atau tidak langsungdigunakan untuk pendanaan konstruksi asetkualifikasian, dikapitalisasi hingga aset tersebutselesai dikonstruksi.

Interest and other borrowing costs, such asdiscount fees on loans either directly orindirectly used in financing the construction of aqualifying asset, are capitalised up to the datewhen construction is complete.

Untuk biaya pinjaman yang dapat diatribusikansecara langsung pada aset kualifikasian,jumlah yang dikapitalisasi ditentukan dari biayapinjaman aktual yang terjadi selama periodeberjalan, dikurangi penghasilan yang diperolehdari investasi sementara atas dana hasilpinjaman tersebut. Untuk pinjaman yang tidakdapat diatribusikan secara langsung padasuatu aset kualifikasian, jumlah yangdikapitalisasi ditentukan dengan mengalikantingkat kapitalisasi terhadap jumlah yangdikeluarkan untuk memperoleh asetkualifikasian. Tingkat kapitalisasi dihitungberdasarkan rata-rata tertimbang biayapinjaman yang dibagi dengan jumlah pinjamanyang tersedia selama periode, selain pinjamanyang secara spesifik diambil untuk tujuanmemperoleh suatu aset kualifikasian.

For borrowings that are directly attributable to aqualifying asset, the amount to be capitalised isdetermined as the actual borrowing costincurred during the period, less any incomeearned on the temporary investment of suchborrowings. For borrowings that are not directlyattributable to a qualifying asset, the amount tobe capitalised is determined by applying acapitalisation rate to the amount expended onthe qualifying assets. The capitalisation rate isthe weighted average of the total borrowingcosts applicable to the total borrowingsoutstanding during the period, other thanborrowings made specifically for the purpose ofobtaining a qualifying asset.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/22 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

m. Pendapatan diterima dimuka m. Unearned revenues

Pendapatan diterima dimuka merupakan uangmuka yang diterima dari pemberi kerja.

Unearned revenues represents constructionwork advances from the customers.

n. Penurunan nilai aset non-keuangan n. Impairment of non-financial assets

Aset tetap dan aset tidak lancar lain-lainditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadipenurunan nilai bilamana terdapat kejadianatau perubahan keadaan yangmengindikasikan bahwa nilai tercatat asettersebut tidak dapat diperoleh kembali.Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesarselisih antara nilai tercatat aset dengan nilaiyang dapat diperoleh kembali dari asettersebut.

Fixed assets and other non-current assets arereviewed for impairment whenever events orchanges in circumstances indicate that thecarrying amount may not be recoverable. Animpairment loss is recognised for the amount bywhich the carrying amount of the asset exceedsits recoverable amount.

Pada setiap akhir periode pelaporan, aset non-keuangan, selain goodwill, yang telahmengalami penurunan nilai ditelaah untukmenentukan apakah terdapat kemungkinanpemulihan penurunan nilai. Jika terjadipemulihan nilai, maka langsung diakui dalamlaporan laba rugi, tetapi tidak boleh melebihiakumulasi rugi penurunan nilai yang telahdiakui sebelumnya.

At the end of each reporting period, non-financial assets, other than goodwill, thatsuffered impairment are reviewed for possiblereversal of the impairment. Reversal isimmediately recognised in the profit or loss, butnot in excess of any accumulated impairmentloss previously recognised.

o. Utang usaha dan utang non-usaha o. Trade payables and non-trade payables

Utang usaha adalah kewajiban membayarbarang atau jasa yang telah diterima dalamkegiatan usaha normal dari pemasok.

Trade payables are obligations to pay for goodsor services that have been acquired in theordinary course of business from suppliers.

Utang non-usaha adalah kewajiban membayaruntuk barang atau jasa dalam transaksi selaindari transaksi inti Grup.

Non-trade payables are obligations to pay forgoods or services that have been acquired otherthan the Group’s core business.

Utang usaha dan non-usaha pada awalnyadiakui sebesar nilai wajar dan selanjutnyadiukur pada biaya perolehan diamortisasidengan menggunakan metode suku bungaefektif. Utang usaha dan non-usahadiklasifikasikan sebagai liabilitas jangkapendek jika pembayaran jatuh tempo dalamsatu tahun atau kurang (atau dalam siklusoperasi normal bisnis jika lebih lama). Jikatidak, utang tersebut disajikan sebagai liabilitasjangka panjang.

Trade and non-trade payables are initiallyrecognised at fair value and subsequentlymeasured at amortised cost, using the effectiveinterest method. Trade and non-trade payablesare classified as current liabilities if payment isdue within one year or less (or in the normaloperating cycle of the business if longer). If not,they are presented as non-current liabilities.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/23 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

p. Provisi p. Provision

Provisi diakui apabila Grup mempunyaikewajiban kini (baik bersifat hukum maupunkonstruktif) sebagai akibat peristiwa masa laludan besar kemungkinan penyelesaiankewajiban tersebut mengakibatkan arus keluarsumber daya dan kewajiban tersebut dapatdiestimasi dengan andal. Provisi tidak diakuiuntuk kerugian operasi masa depan.

Provision is recognised when the Group has apresent obligation (legal or constructive) as aresult of past events and it is more likely thannot that an outflow of resources embodyingeconomic benefits will be required to settle theobligation and a reliable estimate of the amountof the obligation can be made. Provision is notrecognised for future operating losses.

Provisi diukur sebesar nilai kini dari estimasiterbaik manajemen atas pengeluaran yangdiharapkan diperlukan untuk menyelesaikankewajiban. Tingkat diskonto yang digunakanuntuk menentukan nilai kini adalah tingkatdiskonto sebelum pajak yang mencerminkanpenilaian pasar atas nilai waktu uang dan risikoyang terkait dengan kewajiban.

Provision is measured at the present value ofmanagement’s best estimate of the expenditurerequired to settle the obligation. The discountrate used to determine the present value is apre-tax rate that reflects current marketassessments of the time value of money andthe risks specific to the liability.

q. Pinjaman q. Borrowings

Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakuisebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya transaksi yang terjadi. Selanjutnya,pinjaman diukur sebesar biaya perolehandiamortisasi; selisih antara penerimaan kas(dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasandicatat pada laporan laba rugi selama periodepinjaman dengan menggunakan metode bungaefektif.

Borrowings are recognised initially at fair value,net of transaction costs incurred. Borrowings aresubsequently carried at the amortised cost; anydifference between the proceeds (net oftransaction costs) and the redemption value isrecognised in the profit or loss over the period ofthe borrowings using the effective interestmethod.

Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitaspinjaman diakui sebagai biaya transaksipinjaman sepanjang besar kemungkinansebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik.Dalam hal ini, biaya memperoleh pinjamanditangguhkan sampai penarikan pinjamanterjadi. Sepanjang tidak terdapat bukti bahwabesar kemungkinan sebagian atau seluruhfasilitas akan ditarik, biaya memperolehpinjaman dikapitalisasi sebagai biaya dibayardi muka untuk jasa likuiditas dan diamortisasiselama periode fasilitas yang terkait.

Fees paid on the establishment of loan facilitiesare recognised as transaction costs of the loanto the extent that it is probable that some or allof the facility will be drawn down. In this case,the fee is deferred until the draw-down occurs.To the extent that there is no evidence that it isprobable that some or all of the facility will bedrawn down, the fee is capitalised as aprepayment for liquidity services and amortisedover the period of the facility to which it relates.

Biaya pinjaman yang terjadi untuk konstruksiaset kualifikasian dikapitalisasi selama periodewaktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikankonstruksi aset dan mempersiapkannyasampai dapat digunakan sesuai tujuan yangdimaksudkan atau untuk dijual (lihat Catatan2l). Biaya pinjaman lainnya dibebankan padalaporan laba rugi.

Borrowing costs incurred for the construction ofany qualifying asset are capitalised during theperiod of time that is required to complete andprepare the asset for its intended use or sale(see Note 2l). Other borrowing costs areexpensed in the profit or loss.

Pinjaman diklasifikasikan sebagai liabilitasjangka pendek kecuali Grup memiliki hak tanpasyarat untuk menunda pembayaran liabilitasselama paling tidak 12 bulan setelah tanggalpelaporan.

Borrowings are classified as current liabilitiesunless the Group has an unconditional right todefer the settlement of the liability for at least 12months after the reporting date.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/24 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

r. Imbalan kerja r. Employee benefit

Imbalan kerja jangka pendek Short-term employee benefits

Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saatterutang kepada karyawan.

Short-term employee benefits are recognisedwhen they accrue to the employees.

Imbalan pensiun Pension benefits

Sesuai dengan Undang-UndangKetenagakerjaan No. 13/2003 (“UU 13/2003”)Grup disyaratkan untuk memberikan imbalanpensiun sekurang-kurangnya sama denganimbalan pensiun yang diatur dalamUU 13/2003 yang adalah program pensiunimbalan pasti. UU 13/2003 menentukan rumustertentu untuk menghitung jumlah minimalimbalan pensiun.

In accordance with Labour Law No. 13/2003(“Law 13/2003”), the Group is required toprovide pension benefits, with minimum benefitsas stipulated in Law 13/2003, which basically isa defined benefit plan. The Law 13/2003 setsthe formula for determining the minimum amountof pension benefits.

Program imbalan pasti adalah programpensiun yang menentukan jumlah imbalanpensiun yang akan diterima seorang pekerjapada saat pensiun, biasanya tergantung olehsatu faktor atau lebih, misalnya usia, masabekerja dan kompensasi.

A defined benefit plan is a pension plan thatdefines an amount of pension benefit that anemployee will receive on retirement, usuallydepending on one or more factors such as age,years of services and compensation.

Kewajiban program pensiun imbalan pastimerupakan nilai kini kewajiban imbalan pastipada akhir periode pelaporan denganpenyesuaian biaya jasa lalu yang belumdiakui. Kewajiban imbalan pasti dihitung sekalisetahun oleh aktuaris independen denganmenggunakan metode projected unit credit.

The pension benefit obligation of a definedbenefit pension plan is the present value of thedefined benefit obligation at the end of reportingperiod, together with adjustments forunrecognised past service costs. The definedbenefit obligation is calculated annually by anindependent actuary using the projected unitcredit method.

Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukandengan mendiskontokan estimasi arus kasmasa depan dengan menggunakan tingkatimbal hasil obligasi pemerintah jangka panjangpada tanggal laporan posisi keuangankonsolidasian dalam mata uang Rupiah sesuaidengan mata uang dimana imbalan tersebutakan dibayarkan dan yang memiliki jangkawaktu yang sama dengan kewajiban imbalanpensiun yang bersangkutan.

The present value of the defined benefitobligation is determined by discounting theestimated future cash outflows using the yieldat the consolidated statement of financialposition date of government bonds that aredenominated in Rupiah in which the benefitswill be paid and that have terms to maturitysimilar to the related pension obligation.

Keuntungan dan kerugian aktuarial yangtimbul dari penyesuaian pengalaman danperubahan asumsi aktuarial segera diakuiseluruhnya melalui penghasilan komprehensiflain dalam periode terjadinya. Akumulasi saldopengukuran kembali dilaporkan di saldo laba.

Actuarial gains and losses arising fromexperience adjustments and changes inactuarial assumptions are immediatelyrecognised in other comprehensive income inthe period in which they arise. Accumulatedremeasurements balance reported in retainedearnings.

Biaya jasa lalu diakui segera dalam laporanlaba rugi.

Past service costs are recognised immediatelyin the profit or loss.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/25 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

r. Imbalan kerja (lanjutan) r. Employee benefit (continued)

Imbalan pensiun (lanjutan) Pension benefits (continued)

Biaya jasa lalu yang timbul dari amandemenatau kurtailmen program diakui sebagai bebandalam laba rugi pada saat terjadinya.

Past service costs arising from amendment orcurtailment programs are recognised asexpense in profit or loss when incurred.

s. Saham dan biaya emisi saham s. Shares and share issuance costs

Saham biasa diklasifikasikan sebagai ekuitas. Ordinary shares are classified as equity.

Biaya emisi saham yaitu tambahan biaya yanglangsung terkait dengan penerbitan sahamatau opsi baru disajikan sebagai pengurangdari “tambahan modal disetor” pada bagianekuitas sebesar jumlah yang diterima setelahdikurangi pajak pada laporan posisi keuangankonsolidasian.

Share issuance costs which are an incrementalcost directly attributable to the issue of newshares or options are shown as deduction from“additional paid-in capital” account in equity, netof tax, from the proceeds in the consolidatedstatements of financial position.

t. Pengakuan pendapatan dan beban t. Revenue and expense recognition

Semua kegiatan yang berhubungan dengankontrak konstruksi dicatat denganmenggunakan metode persentasepenyelesaian. Dengan metode ini, pendapatanyang diakui sama dengan estimasi terbaru dariharga jual total kontrak dikalikan dengantingkat penyelesaian sebenarnya yangditentukan dengan mengacu pada keadaanfisik kemajuan pekerjaan. Variasi dan klaimsehubungan dengan kontrak konstruksitermasuk dalam pendapatan sepanjang telahdisetujui oleh pelanggan.

All activities related to construction contracts areaccounted for using the percentage ofcompletion method. Under this method, therevenue recognised equals the latest estimateof the total selling price of the contract multipliedby the actual completion rate determined byreference to the physical state of progress of theworks. Variations to, and claims arising inrespect of, construction contracts, are includedin revenue to the extent that they have beenagreed with the customers.

Jika adanya kemungkinan bahwa kontrak akanmenghasilkan kerugian pada saatpenyelesaian kontrak, penyisihan ataskerugian yang diperkirakan hinggapenyelesaian kontrak diakui sebagaipenyisihan kini pada laporan keuangankonsolidasian. Kerugian diakui secara penuhketika dapat diukur secara andal, terlepas daritingkat penyelesaian.

If it is regarded as probable that a contract willgenerate a loss on completion, a provision forexpected losses to completion is recognised asa current provision in the consolidated financialstatements. The loss is provided for in full assoon as it is can be reliably measured,irrespective of the completion rate.

Beban diakui pada saat terjadinya (metodeakrual), kecuali diakui sebagai aset yangterkait dengan aktivitas kontrak masa depan.

Expenses are recognised as incurred (accrualbasis), unless they create an asset related tofuture contract activity.

Biaya kontrak yang tidak mungkin dipulihkandiakui segera sebagai beban tahun berjalanpada laporan laba rugi.

Contract costs that are not probable of beingrecovered are recognised as expenses inthe current year in the profit or loss.

Beban langsung dan beban tidak langsungproyek yang dapat dialokasikan ke suatuproyek tertentu, diakui sebagai beban padaproyek yang bersangkutan, sedangkan bebanyang tidak dapat didistribusikan atau tidakdapat dialokasikan ke aktivitas proyek menjadibeban non proyek (beban usaha).

Direct and indirect costs of projects which canbe allocated to a particular project,are recognised as an expense on the relatedprojects, while the expenses that can not bedistributed or can not be allocated tothe project activities are recognised under non-project expenses (operating expenses).

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/26 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

u. Perpajakan u. Taxation

Pajak penghasilan final Final income tax

Pajak penghasilan Perseroan dan entitasanak dari aktivitas jasa konstruksi dihitungberdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)No. 40 tahun 2009 mengenai perubahanatas PP No. 51 tahun 2008 tentang pajakpenghasilan atas penghasilan dari usahajasa konstruksi yang berlaku efektif mulaitanggal 1 Agustus 2008, dimanaperlakuan pengenaan pajak finaldikenakan atas kontrak sebesar 3% yangdiperoleh mulai tanggal 1 Agustus 2008.

The Company and its subsidiaries incometax from construction is computedbased on the Government issuedRegulation No. 40 year 2009 concerningamendments of Government RegulationNo. 51 year 2008 concerning income taxfrom the construction business whicheffective starting 1 August 2008, where thefinal tax at 3% is applied for contract signedstarting 1 August 2008.

Pajak penghasilan final disajikan diluarbeban pajak penghasilan pada laporanlaba rugi.

Final income tax is presented outsideincome tax expenses in the statements ofprofit or loss.

Perbedaan nilai tercatat aset atau liabilitasyang berhubungan dengan pajakpenghasilan final dengan dasarpengenaan pajaknya tidak diakui sebagaiaset atau liabilitas pajak tangguhan.

The difference between the financialstatement carrying amounts of existingassets and liabilities, and their respectivefinal tax bases are not recognised asdeferred tax assets or liabilities.

Pajak penghasilan di luar pajak final Non-final income tax

Beban pajak penghasilan terdiri dari pajakkini dan pajak tangguhan. Pajak diakuidalam laporan laba rugi, kecuali jika pajaktersebut terkait dengan transaksi ataukejadian yang diakui ke penghasilankomprehensif lain-lain atau langsung keekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebutmasing-masing diakui dalam penghasilankomprehensif lain atau ekuitas.

The income tax expense comprises currentand deferred tax. Tax is recognised in theprofit or loss, except to the extent that itrelates to items recognised in othercomprehensive income or directly in equity.In this case, the tax is also recognised inother comprehensive income or directly inequity, respectively.

Beban pajak penghasilan kini dihitungdengan menggunakan tarif pajak yangberlaku pada akhir periode pelaporan.

The current income tax is calculated usingtax rates that have been enacted at the endof the reporting period.

Manajemen secara berkala mengevaluasiketentuan yang diambil dalam SuratPemberitahuan Pajak sehubungandengan situasi dimana peraturan pajakyang berlaku membutuhkan penafsiran.Hal ini menentukan jumlah provisidiperlukan yang sesuai dengan jumlahyang diharapkan akan dibayarkan kepadaotoritas pajak.

Management periodically evaluatespositions taken in tax returns with respectto situations in which the applicable taxregulation is subject to interpretation. Itestablishes provision where appropriate onthe basis of the amounts expected to bepaid to the tax authorities.

Pajak penghasilan tangguhan diakuidengan menggunakan balance sheetliability method, perbedaan temporerantara dasar pengenaan pajak atas asetdan liabilitas dengan nilai tercatatnya.

Deferred income tax is provided using thebalance sheet liability method, ontemporary differences arising between thetax bases of assets and liabilities and theircarrying amounts.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/27 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

u. Perpajakan (lanjutan) u. Taxation (continued)

Pajak penghasilan di luar pajak final(lanjutan)

Non-final income tax (continued)

Pajak penghasilan tangguhan ditentukanmenggunakan tarif pajak yang telahberlaku atau secara substansial berlakupada akhir periode pelaporan dan yangakan diterapkan pada saat aset pajaktangguhan yang bersangkutan direalisasiatau pada saat liabilitas pajak tangguhandiselesaikan.

Deferred income tax is determined usingtax rates that have been enacted orsubstantially enacted by the end of thereporting period and are expected to applywhen the related deferred income tax assetis realised or the deferred income taxliability is settled.

Aset pajak tangguhan diakui apabilabesar kemungkinan jumlah penghasilankena pajak di masa mendatang akanmemadai untuk dikompensasi denganperbedaan temporer yang dapatdikurangkan dan rugi fiskal yang masihdapat dimanfaatkan.

Deferred tax assets are recognised to theextent that it is probable that future taxableprofit will be available against which thedeductible temporary differences and taxlosses carried forward can be utilised.

Atas perbedaan temporer dalam investasipada entitas anak dan entitas asosiasidibentuk pajak penghasilan tangguhan,kecuali untuk liabilitas pajak penghasilantangguhan dimana saat pembalikanperbedaan sementara dikendalikan olehGrup dan sangat mungkin perbedaantemporer tersebut tidak akan dibalik dimasa mendatang.

Deferred income tax is provided ontemporary differences arising oninvestments in subsidiaries and associates,except for deferred income tax liabilitywhere the timing of the reversal of thetemporary difference is controlled by theGroup and it is probable that the temporarydifference will not be reversed in theforeseeable future.

Aset dan liabilitas pajak penghasilantangguhan dapat saling hapus apabilaterdapat hak yang berkekuatan hukumuntuk melakukan saling hapus antaraaset pajak kini dengan liabilitas pajak kinidan apabila aset dan liabilitas pajakpenghasilan tangguhan dikenakan olehotoritas perpajakan yang sama, baik atasentitas kena pajak yang sama ataupunberbeda dan adanya niat untukmelakukan penyelesaian saldo-saldotersebut secara neto.

Deferred income tax assets and liabilitiesare offset when there is a legallyenforceable right to offset current taxassets against current tax liabilities andwhen the deferred income taxes assetsand liabilities relate to income taxes leviedby the same taxation authority on either thesame taxable entity or different taxableentities where there is an intention to settlethe balances on a net basis.

Entitas Anak di Vietnam dikenakan tarif pajaksebesar 22%. Pajak tangguhan tidak dihitungkarena tidak terdapat perbedaan temporer yangsignifikan antara dasar pengenaan pajak dankomersial.

The Subsidiary in Vietnam is subject to incometax rate of 22%. No deferred tax is accounted asthere is no significant temporary differenceidentified for commercial and tax base values.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/28 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

v. Sewa v. Leases

Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan,atau mengandung, sewa dibuat berdasarkansubstansi perjanjian itu sendiri dan penilaianapakah pemenuhan atas perjanjian bergantungdari penggunaan aset tertentu atau kelompokaset, dan apakah perjanjian memberikan hakuntuk menggunakan aset.

Determination of whether an arrangement is, orcontains, a lease is made based on thesubstance of the arrangement and assessmentof whether fulfilment of the arrangement isdependent on the use of a specific asset orgroup of assets, and the arrangement conveysa right to use the asset.

Sewa dimana sebagian besar risiko danmanfaat yang terkait dengan kepemilikandipertahankan oleh lessor diklasifikasikansebagai sewa operasi. Pembayaran sewaoperasi (dikurangi insentif yang diterima darilessor) dibebankan pada laporan laba rugidengan menggunakan metode garis lurusselama periode sewa.

Leases in which a significant portion of therisks and rewards of ownership are retained bythe lessor are classified as operating leases.Payments made under operating leases (net ofany incentives received from the lessor) arecharged to the profit or loss on a straight-linebasis over the term of the lease.

Grup menyewa aset tetap tertentu. Sewa asettetap dimana Grup, sebagai lessee, memilikisebagian besar risiko dan manfaat kepemilikandiklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan.Sewa pembiayaan dikapitalisasi pada awalmasa sewa sebesar yang lebih rendah antaranilai wajar aset sewaan dan nilai kinipembayaran sewa minimum.

The Group leases certain fixed assets. Leasesof fixed assets where the Group as the lesseesubstantially bears all the risks and rewards ofownership are classified as finance leases.Finance leases are capitalised at the lease’scommencement at the lower of the fair value ofthe leased asset and the present value of theminimum lease payments.

Setiap pembayaran sewa dialokasikan antaraliabilitas dan beban keuangan sehinggamenghasilkan tingkat suku bunga yang konstanatas saldo liabilitas yang tersisa. Kewajibansewa yang terkait, dikurangi dengan bebankeuangan, dimasukkan ke dalam “liabilitassewa pembiayaan”. Elemen bunga dari bebankeuangan dibebankan pada laporan laba rugiselama periode sewa sehingga menghasilkantingkat bunga periodik yang konstan untuksaldo liabilitas yang tersisa pada setiap periode.Aset tetap yang diperoleh melalui sewapembiayaan disusutkan selama jangka waktuyang lebih pendek antara masa manfaat asetdan masa sewa apabila tidak terdapatkepastian yang memadai bahwa Grup akanmendapatkan hak kepemilikan pada akhir masasewa.

Each lease payment is allocated between theliability and finance charges so as to achieve aconstant rate on the finance balanceoutstanding. The corresponding rentalobligations, net of finance charges, areincluded in “finance lease liabilities”. Theinterest element of the finance cost is chargedto the profit or loss over the lease period so asto produce a constant periodic rate of intereston the remaining balance of the liability foreach period. The property, plant andequipment acquired under finance leases isdepreciated over the shorter of the useful lifeof the asset and the lease term if there is noreasonable certainty that the Group will obtainownership at the end of the lease term.

w. Laba per saham w. Earnings per share

Laba per saham dasar dihitung denganmembagi laba bersih yang tersedia bagipemegang saham Perseroan dengan jumlahrata-rata tertimbang saham biasa yangberedar pada periode berjalan.

Basic earnings per share are computed bydividing profit attributable to the equity holdersof the Company by the weighted averagenumber of ordinary shares outstanding duringthe period.

Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014,tidak ada efek yang berpotensi menjadisaham biasa. Oleh karena itu, laba per sahamdilusian sama dengan laba per saham dasar.

As at 31 December 2015 and 2014, there wereno existing instruments which could result inthe issue of further ordinary shares. Therefore,diluted earning per share is equivalent to basicearning per share.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/29 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANGPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLIClES (continued)

x. Dividen x. Dividends

Pembagian dividen final diakui sebagailiabilitas ketika dividen tersebut disetujui RapatUmum Pemegang Saham Perseroan.

Dividend distributions are recognised as aliability when the dividends are approved in theCompany’s General Meeting of theShareholders.

y. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi y. Related parties transactions

Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikandalam PSAK No. 7 (Revisi 2010),“Pengungkapan pihak berelasi”.

The Group enters into transactions with relatedparties as defined in SFAS No. 7 (Revised2010), “Related party disclosures”.

Seluruh transaksi dan saldo material denganpihak-pihak berelasi diungkapkan dalamcatatan atas laporan keuangan konsolidasian.

All significant transactions and balances withrelated parties are disclosed in the notes toconsolidated financial statements.

z. Pelaporan segmen z. Segment reporting

Segmen operasi dilaporkan dengan cara yangkonsisten dengan pelaporan internal yangdiberikan kepada pengambil keputusanoperasional utama. Pengambil keputusanoperasional utama bertanggung jawab untukmengalokasikan sumber daya, menilai kinerjasegmen operasi dan membuat keputusanstrategis.

Operating segments are reported in a mannerconsistent with the internal reporting providedto the chief operating decision-maker. Thechief operating decision-maker is responsiblefor allocating resources, assessingperformance of the operating segments andmaking strategic decisions.

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSIYANG PENTING

3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES ANDJUDGMENTS

Estimasi dan pertimbangan yang digunakan dalampenyusunan laporan keuangan konsolidasian terusdievaluasi berdasarkan pengalaman historis danfaktor lainnya, termasuk ekspektasi dari peristiwamasa depan yang diyakini wajar. Hasil aktual dapatberbeda dengan jumlah yang diestimasi. Estimasidan asumsi yang memiliki pengaruh signifikanterhadap jumlah tercatat aset dan liabilitasdiungkapkan di bawah ini.

Estimates and judgments used in preparing theconsolidated financial statements are continuallyevaluated and are based on historical experienceand other factors, including expectations of futureevents that are believed to be reasonable. Actualresults may differ from these estimates. Theestimates and assumptions that have a significanteffect on the carrying amounts of assets andliabilities are disclosed below.

Estimasi umur manfaat aset tetap Estimated useful lives of fixed assets

Grup melakukan penelaahan berkala atas masamanfaat ekonomis aset tetap berdasarkan faktorfaktor seperti kondisi teknis dan perkembanganteknologi di masa depan.

The Group reviews periodically the estimated usefullives of fixed assets based on factors such astechnical specification and future technologicaldevelopments.

Hasil operasi di masa depan akan dipengaruhisecara material atas perubahan estimasi ini yangdiakibatkan oleh perubahan faktor yang telahdisebutkan di atas.

Future results of operations could be materiallyaffected by changes in these estimates broughtabout by changes in the factors mentioned.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/30 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSIYANG PENTING (lanjutan)

3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES ANDJUDGMENTS (continued)

Imbalan pensiun Pension benefits

Nilai kini kewajiban imbalan pensiun tergantungpada beberapa faktor yang ditentukan dengandasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi.Asumsi yang digunakan untuk menentukanbiaya/(penghasilan) pensiun neto mencakup tingkatdiskonto dan kenaikan gaji di masa datang. Adanyaperubahan pada asumsi ini akan mempengaruhijumlah tercatat kewajiban pensiun.

The present value of the pension benefits obligationsdepends on a number of factors that are determinedon an actuarial basis using a number ofassumptions. The assumptions used in determiningthe net cost/(income) for pensions include thediscount rate and future salary increase. Anychanges in these assumptions will have an impacton the carrying amount of pension obligations.

Grup menentukan tingkat diskonto dan kenaikangaji masa datang yang sesuai pada akhir periodepelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat sukubunga yang harus digunakan untuk menentukannilai kini atas estimasi arus kas keluar masa depanyang diharapkan untuk menyelesaikan kewajibanpensiun. Dalam menentukan tingkat suku bungayang sesuai, Grup mempertimbangkan tingkat sukubunga obligasi pemerintah yang didenominasikandalam mata uang imbalan akan dibayar danmemiliki jangka waktu yang serupa dengan jangkawaktu kewajiban pensiun yang terkait.

The Group determines the appropriate discount rateand future salary increase at the end of eachreporting period. The discount rate is the interestrate that should be used to determine the presentvalue of estimated future cash outflows expected tobe required to settle the pension obligations. Indetermining the appropriate discount rate, the Groupconsiders the interest rates of government bondsthat are denominated in the currency in which thebenefits will be paid and have terms to maturityapproximating the terms of the related pensionobligation.

Untuk tingkat kenaikan gaji masa datang, Grupmengumpulkan data historis mengenai perubahangaji dasar pekerja dan menyesuaikannya denganperencanaan bisnis masa datang.

For the rate of future salary increases, the Groupcollects all historical data relating to changes in basesalaries and adjusts it for future business plans.

Asumsi kunci kewajiban pensiun lainnya sebagianditentukan berdasarkan kondisi pasar saat ini.Informasi tambahan diungkapkan pada Catatan 19.

Other key assumptions for pension obligations arebased in part on current market conditions.Additional information is disclosed in Note 19.

Provisi atas penurunan nilai piutang Provision for impairment of receivables

Manajemen menentukan provisi atas penurunannilai piutang dengan menggunakan penilaianindividual. Penilaian individual didasarkan padadata historis, antara lain penghapusan piutang,kualitas hubungan dengan debitur, dan hubunganpihak berelasi.

Management determines the provision forimpairment of receivables by using individualassessments. Individual assessments are based onhistorical data, such as the write-off of receivables,the quality of the relationship with the debtor, and therelated party relationship.

Atas piutang yang telah jatuh tempo, manajemenmempertimbangkan berbagai faktor termasuk,namun tidak terbatas pada, hubungan denganpelanggan, sejarah penghapusan piutang danpenjadwalan kembali piutang, dan keadaankeuangan pelanggan, sebelum menentukan nilaiprovisi.

For receivables that are past due, managementwould consider various factors, including but notlimited to, the relationship with the customer, historyof write-off and payment reschedule, the financialwell being of the customer, prior to concluding on theamount of provision required.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/31 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSIYANG PENTING (lanjutan)

3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES ANDJUDGMENTS (continued)

Pengakuan pendapatan dan beban konstruksi Revenue and expense recognition ofconstruction contract

Kebijakan pengakuan pendapatan dan bebankonstruksi Grup mensyaratkan penggunaanestimasi yang dapat mempengaruhi jumlah yangdilaporkan dari pendapatan dan beban pokokpendapatan. Grup mengakui pendapatan kontrakdan biaya kontrak yang berhubungan dengankontrak konstruksi berdasarkan tahappenyelesaian aktivitas kontrak pada tanggal akhirperiode pelaporan (metode persentasepenyelesaian).

The policy of revenue and expense recognition ofconstruction contract of the Group requires use ofestimates which may impact the reported amount ofrevenues and cost of revenues. The Grouprecognises revenues and expenses related toconstruction contracts based on the completionstage of contract activities at end of reporting period(percentage of completion method).

Grup melaksanakan proyek yang lamanya lebihdari satu periode akuntansi dan dicatat sebagaikontrak konstruksi. Kebijakan akuntansi Grup untukproyek membutuhkan pendapatan dan biaya yangakan dialokasikan pada periode akuntansi danpengakuan berikutnya pada akhir periode atas asetatau liabilitas kontrak untuk proyek yang masihdalam proses. Penerapan kebijakan inimengharuskan manajemen untuk menerapkanpertimbangan dalam memperkirakan totalpendapatan dan total biaya yang diharapkan padasetiap proyek. Estimasi tersebut direvisi ketikaproyek berlangsung untuk mencerminkan statusproyek dan informasi terbaru yang tersedia untukmanajemen, perubahan estimasi tersebutditerapkan secara prospektif. Manajemen proyekmelakukan tinjauan rutin untuk memastikanperkiraan terbaru yang sesuai. Perubahan atasestimasi akan dicatat prospektif. Walaupun Grupberkeyakinan bahwa estimasi yang dibuat adalahwajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada tahappenyelesaian aktual dapat mempengaruhi secaramaterial pendapatan dan beban pokok pendapatandari konstruksi.

The Group undertakes projects that frequently spanmore than one accounting period and are accountedfor as construction contracts. The Group’saccounting policies for these projects requirerevenue and costs to be allocated to individualaccounting periods and the consequent recognitionat period end of contract assets or liabilities forprojects is still in progress. The application of thesepolicies requires management to apply judgement inestimating the total revenue and total costs expectedon each project. Such estimates are revised as aproject progresses to reflect the current status of theproject and the latest information available tomanagement. Project management teams performregular reviews to ensure the latest estimates areappropriate, the changes in estimation is appliedprospectively. Change to estimates is accounted forprospectively. While the Group believes that theirestimates are reasonable and appropriate, significantdifferences to the actual completion stage maymaterially affect the revenues of constructioncontracts.

Pada tanggal 31 Desember 2015, apabilapersentase penyelesaian bergerak naik atau turun3%, maka dampak terhadap laba tahun berjalanGrup setelah pajak akan menjadi naik atau turunsebesar Rp 408.

As at 31 December 2015, if the percentage ofcompletion increased or decreased by 3%, theGroup’s after tax profit for the year would decreaseor increase by Rp 408.

4. KAS DAN SETARA KAS DAN DEPOSITOBERJANGKA YANG DIBATASIPENGGUNAANNYA

4. CASH AND CASH EQUIVALENTS ANDRESTRICTED TIME DEPOSITS

31/12/2015 31/12/2014

Kas 266 3,527 Cash on handKas pada bank 56,810 40,730 Cash in banksDeposito berjangka 3,595 5,318 Time deposits

60,671 49,575

Deposito berjangka yangdibatasi penggunaanya - 14,728 Restricted time deposits

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/32 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

4. KAS DAN SETARA KAS DAN DEPOSITOBERJANGKA YANG DIBATASIPENGGUNAANNYA (lanjutan)

4. CASH AND CASH EQUIVALENTS ANDRESTRICTED TIME DEPOSITS (continued)

a. Kas pada bank a. Cash in banks

31/12/2015 31/12/2014

Pihak ketiga Third partiesRupiah RupiahPT Bank Danamon PT Bank Danamon

Indonesia Tbk 40,781 8,925 Indonesia TbkPT Bank Maybank PT Bank Maybank

Indonesia Tbk 2,688 13,658 Indonesia TbkPT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1,744 2,157 PT Bank Mandiri (Persero)TbkPT Bank Central Asia Tbk 90 5,827 PT Bank Central Asia TbkPT Bank Artha Graha PT Bank Artha Graha

International Tbk - 433 International TbkLain-lain (masing-masing

dibawah Rp 250) 312 530 Others (below Rp 250 each)

45,615 31,530

USD USDPT Bank Maybank PT Bank Maybank

Indonesia Tbk 1,546 8,833 Indonesia TbkLain-lain (masing-masing

dibawah Rp 250) 321 287 Others (below Rp 250 each)

1,867 9,120

Mata uang lainnya Other currenciesLain-lain (masing-masing

dibawah Rp 250) 62 80 Others (below Rp 250 each)

Pihak berelasi Related partyPT Bank Permata Tbk PT Bank Permata Tbk

Rupiah 6,922 - RupiahUSD 2,344 - USD

9,266 -

Jumlah kas pada bank 56,810 40,730 Total cash in banks

b. Deposito berjangka b. Time deposits

31/12/2015 31/12/2014

Pihak ketiga Third partiesRupiah RupiahPT Bank Maybank PT Bank Maybank

Indonesia Tbk - 479 Indonesia TbkLain-lain (masing-masing

dibawah Rp 250) - 140 Others (below Rp 250 each)

- 619

USD USDPT Bank Maybank PT Bank Maybank

Indonesia Tbk - 680 Indonesia Tbk

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/33 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

4. KAS DAN SETARA KAS DAN DEPOSITOBERJANGKA YANG DIBATASIPENGGUNAANNYA (lanjutan)

4. CASH AND CASH EQUIVALENTS ANDRESTRICTED TIME DEPOSITS (continued)

b. Deposito berjangka (lanjutan) b. Time deposits (continued)

31/12/2015 31/12/2014

Pihak ketiga Third partyVND VNDAn Binh Commercial Joint An Binh Commercial Joint

Stock Bank (Vietnam) 3,595 4,019 Stock Bank (Vietnam)

Jumlah deposito berjangka 3,595 5,318 Total time deposits

c. Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya c. Restricted time deposits

31/12/2015 31/12/2014

Rupiah - 13,086 RupiahUSD - 1,642 USD

- 14,728

Akun ini merupakan deposito berjangka dalammata uang Rupiah dan USD yang ditempatkanpada PT Bank Maybank Indonesia Tbk dandijaminkan untuk penyelesaian kontrakkonstruksi.

This account represents time depositsdenominated in Rupiah and USD account whichare placed at PT Bank Maybank Indonesia Tbkand used as guarantee for contract completion.

Tingkat bunga deposito berjangka selama tahunberjalan adalah sebagai berikut:

Time deposits earned interests throughout theyear at the following rates:

2015 2014

Rupiah 4.00% - 7.00% 4.00% - 7.00% RupiahUSD 1.00% 1.00% USDVND 5.10% - 7.00% 5.10% - 7.00% VND

5. PIUTANG USAHA DAN NON-USAHA 5. TRADE AND NON-TRADE RECEIVABLES

31/12/2015 31/12/2014

Piutang usaha Trade receivablesPihak ketiga Third partiesRupiah 191,469 84,532 RupiahMata uang lainnya - 1,737 Other currencies

191,469 86,269

Dikurangi: Less:Provisi atas penurunan nilai (8,744) (4,446) Provision for impairment

182,725 81,823

Pihak berelasi Related partiesRupiah Rupiah

PT Marga Mandala Sakti 2,819 - PT Marga Mandala SaktiPT ATMC Pump Services 1,038 - PT ATMC Pump ServicesLain-lain - 370 Others

3,857 370

186,582 82,193

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/34 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

5. PIUTANG USAHA DAN NON-USAHA (lanjutan) 5. TRADE AND NON-TRADE RECEIVABLES(continued)

31/12/2015 31/12/2014

Piutang non-usaha Non-trade receivablesPihak ketiga Third partiesRupiah 89,473 2,477 Rupiah

Pihak berelasi Related partiesRupiah Rupiah

PT United Tractors Tbk 366 - PT United Tractors TbkLain-lain 507 10,340 Others

873 10,340

90,346 12,817

Rata-rata periode kredit atas penjualan barang danjasa untuk seluruh bisnis Grup bervariasi namuntidak lebih dari 30 hari. Sebelum penerimaankonsumen baru, Grup melakukan analisa kreditdan menetapkan batasan kredit konsumen.Batasan kredit ini ditinjau secara berkala.

The average credit period on the sale of goods andservices varies among Group businesses but is notmore than 30 days. Before accepting any newcustomer, the Group assesses the potentialcustomer’s credit quality and sets credit limits bycustomer. These limits are reviewed periodically.

Pada tanggal 31 Desember 2015, piutang usahadan non-usaha sebesar Rp 236.570 (2014:Rp 41.952) belum jatuh tempo dan belummengalami penurunan nilai. Piutang tersebut akanjatuh tempo dalam 30 hari.

As at 31 December 2015, trade and non-tradereceivables of Rp 236,570 (2014: Rp 41,952) areneither past due nor impaired. These receivablesare due within 30 days.

Risiko piutang yang telah jatuh tempo tetapi tidakmengalami penurunan nilai pada tanggal31 Desember 2015 adalah kecil karena debiturmemiliki rekam jejak yang baik dengan Grup.

The risk of debtors that are past due but not impairedas at 31 December 2015 becoming impaired isconsidered low as they have a good track recordwith the Group.

Analisis umur piutang usaha dan non-usaha yangtelah jatuh tempo adalah sebagai berikut:

The aging analysis of past due trade and non-tradereceivables is as follows:

31/12/2015 31/12/2014Tanpa provisi Without provisionTelah lewat jatuh tempo < 30 hari 12,912 24,380 Overdue < 30 daysTelah lewat jatuh tempo 31 - 60 hari 50 6,522 Overdue 31 - 60 daysTelah lewat jatuh tempo > 60 hari 27,396 22,156 Overdue > 60 days

40,358 53,058

Dengan provisi With provisionTelah lewat jatuh tempo > 60 hari 8,744 4,446 Overdue > 60 days

49,102 57,504

Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014,piutang usaha dan non-usaha yang telah lewatjatuh tempo namun tidak mengalami penurunannilai terkait dengan sejumlah pelanggan yang tidakmemiliki sejarah penghapusan piutang dan/ataumemiliki jaminan yang memadai. Berdasarkanpengalaman masa lalu, manajemen berkeyakinanbahwa provisi atas penurunan nilai tidak diperlukankarena tidak ada perubahan yang signifikanterhadap kualitas kredit dan saldo piutangdianggap dapat seluruhnya dipulihkan.

As at 31 December 2015 and 2014, trade and non-trade receivables that were past due but notimpaired related to a number of independentcustomers for whom there is no history of write-offand/or have sufficient collateral. Based on pastexperience, the management believes that noprovision for impairment is necessary in respect ofthese balances as there has not been a significantchange in credit quality and the balances are stillconsidered fully recoverable.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/35 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

5. PIUTANG USAHA DAN NON-USAHA (lanjutan) 5. TRADE AND NON-TRADE RECEIVABLES(continued)

Mutasi provisi atas penurunan nilai piutang usahaadalah sebagai berikut:

Movements in the provision for the impairment oftrade receivables are as follows:

31/12/2015 31/12/2014

Saldo awal 4,446 4,444 Beginning balancePenambahan provisi 4,298 - Increase in provision

Translation adjustment inPenyesuaian selisih transaksi - 2 foreign currency

8,744 4,446

Berdasarkan hasil penelaahan atas piutangmasing-masing pelanggan pada akhir tahun,manajemen Grup berkeyakinan bahwa nilai provisiatas penurunan nilai telah memadai untuk menutupkerugian atas piutang usaha dan non-usaha tidaktertagih.

Based on the review of the status of the individualcustomers at the end of the year, the Group’smanagement believes that the provision for theimpairment of trade and non-trade receivables isadequate to cover losses from uncollectible tradeand non-trade receivables.

Pada tanggal 31 Desember 2014, piutang usahamasing-masing sebesar Rp. 492.500, Rp 275.000dan Rp 610.179 digunakan sebagai jaminansehubungan dengan fasilitas kredit yang diterimadari PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT BankDanamon Indonesia Tbk dan PT Bank Mandiri(Persero) Tbk (Catatan 16).

As at 31 December 2014, trade receivablesamounting to Rp. 492,500, Rp 275,000 andRp 610,179 are pledged as collateral for loans fromPT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT BankDanamon Indonesia Tbk dan PT Bank Mandiri(Persero) Tbk (Note 16).

Lihat Catatan 28 untuk informasi mengenai pihakberelasi.

See Note 28 for related party information.

6. PIUTANG RETENSI 6. RETENTION RECEIVABLES

Piutang retensi proyek merupakan pendapatanGrup yang ditahan oleh pemberi kerja sebagaijaminan dalam masa pemeliharaan, dengan rinciansebagai berikut:

Project retention receivables represents the Groupearnings which are retained by the customers asguarantee during the maintenance period, withdetails as follows:

31/12/2015 31/12/2014

Pihak ketiga Third partiesRupiah 58,247 122,730 RupiahUSD - 4,332 USD

58,247 127,062

Dikurangi: provisi atas Less: provision forpenurunan nilai (3,324) - impairment

54,923 127,062

Pihak berelasi Related partyRupiah Rupiah

Lain-lain - 22 Others

54,923 127,084

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/36 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

6. PIUTANG RETENSI (lanjutan) 6. RETENTION RECEIVABLES (continued)

Penyisihan dan pelepasan provisi penurunan nilaipiutang retensi usaha telah dicatat sebagai “bebanumum dan administrasi” dalam laporan laba rugi.Jumlah yang telah dibuat provisi penurunannilainya biasanya akan dihapuskan pada saat tidakterdapat kemungkinan pemulihan tambahan kaskecuali provisi, semua piutang belum jatuh tempodan belum mengalami penurunan nilai.

The creation and reversal of provision for impairedretention trade receivables has been included as“general and administrative expenses” in the profitor loss. Amounts charged to the allowance accountare generally written off when there is no possibilityof recovering additional cash except for theprovision, all of the receivables are neither past duenor impaired.

Berdasarkan hasil penelaahan atas piutangmasing-masing pelanggan pada akhir tahun,manajemen Grup berkeyakinan bahwa nilai provisiatas penurunan nilai piutang retensi telah memadaiuntuk menutup kerugian atas piutang retensi tidaktertagih.

Based on the review of the status of the individualcustomers at the end of the year, the Group’smanagement believes that the provision for theimpairment of retention receivables is adequate tocover losses from uncollectible retentionreceivables.

Pada tanggal 31 Desember 2014, piutang usaha,piutang retensi dan jumlah kontraktual tagihanbruto pemberi kerja dengan nilai pengikatanminimal Rp 150.000 dijaminan sehubungan denganfasilitas kredit yang diterima dari PT Bank Mandiri(Persero) Tbk (Catatan 16).

As at 31 December 2014, trade receivables,retention receivables and gross contractual amountdue from customers with minimum amount Rp150,000 are pledged as collateral for loans fromPT Bank Mandiri (Persero) Tbk, respectively(Note 16).

Lihat Catatan 28 untuk informasi mengenai pihakberelasi.

See Note 28 for related party information.

7. PERSEDIAAN 7. INVENTORIES

Pada tanggal 31 Desember 2015, nilai persediaanberupa alat berat dari entitas anak sebesar Rp3.470 (2014: Rp 11.688).

As at 31 December 2015, the amount of inventoriesin the form of heavy equipments of the subsidiary isRp 3,470 (2014: Rp 11,688).

Biaya persediaan yang diakui sebagai beban dantermasuk dalam “beban pokok pendapatan” selamatahun 2015 adalah sebesar Rp 19.121 (2014: nil).

The cost of inventories recognised as expense andincluded in “cost of revenue” during 2015 amountedto Rp 19,121 (2014: nil).

Berdasarkan penelaahan terhadap kondisipersediaan, manajemen Grup berkeyakinan bahwatidak diperlukan penyisihan atas penurunan nilaipersediaan.

Based on the review of the condition of theinventories, the Group’s management believes thatno provision for impairment of inventories isnecessary.

8. JUMLAH KONTRAKTUAL TAGIHAN BRUTOPEMBERI KERJA DAN PROYEK DALAMPELAKSANAAN

8. GROSS CONTRACTUAL AMOUNT DUE FROMCUSTOMERS AND PROJECT UNDERCONSTRUCTION

31/12/2015 31/12/2014

Biaya kontrak 4,210,135 3,127,035 Cost of contractLaba yang diakui 1,063,395 758,553 Recognised profit

Dikurangi: Less:kerugian yang diakui (1,985) - recognised losstermin yang ditagih (4,281,108) (3,129,486) progress billing

Tagihan bruto 990,437 756,102 Gross amount

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/37 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

8. JUMLAH KONTRAKTUAL TAGIHAN BRUTOPEMBERI KERJA DAN PROYEK DALAMPELAKSANAAN (lanjutan)

8. GROSS CONTRACTUAL AMOUNT DUE FROMCUSTOMERS AND PROJECT UNDERCONSTRUCTION (continued)

31/12/2015 31/12/2014

Jumlah kontraktual Gross contractual amounttagihan bruto pemberi kerja 683,009 465,361 due from customers

Proyek dalam pelaksanaan 312,301 297,578 Project under constructionJumlah kontraktual Gross contractual amount

utang bruto pemberi kerja due to customers(Catatan 15) (4,873) (6,837) (Note 15)

990,437 756,102

Rincian jumlah kontraktual tagihan bruto pemberikerja atas pekerjaan dalam pelaksanaan adalahsebagai berikut:

Details of amounts gross contractual amount duefrom customers for contracts in progress are asfollows:

31/12/2015 31/12/2014

Pihak ketiga Third partiesRupiah 655,801 456,547 RupiahUSD - 6,490 USD

655,801 463,037

Dikurangi: provisi atas Less: provision forpenurunan nilai (1,985) - impairment

653,816 463,037

Pihak berelasi Related partiesRupiah RupiahPT Marga Mandala Sakti 15,917 - PT Marga Mandala SaktiPT Astra International Tbk 8,021 - PT Astra International TbkPT Marga Harjaya Infrastruktur 5,255 - PT Marga Harjaya InfrastrukturLain-lain - 2,324 Others

29,193 2,324

683,009 465,361

Rincian proyek dalam pelaksanaan adalah sebagaiberikut:

Details of project under construction are as follows:

31/12/2015 31/12/2014

Pihak ketiga Third partiesRupiah 302,581 297,578 Rupiah

Dikurangi: provisi atas Less: provision forpenurunan nilai (1,861) - impairment

300,720 297,578

Pihak berelasi Related partiesRupiah Rupiah

PT Astra International Tbk 8,059 - PT Astra International TbkPT Marga Mandala Sakti 2,828 - PT Marga Mandala SaktiPT Marga Harjaya Infrastruktur 694 - PT Marga Harjaya Infrastruktur

11,581 -

312,301 297,578

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/38 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

8. JUMLAH KONTRAKTUAL TAGIHAN BRUTOPEMBERI KERJA DAN PROYEK DALAMPELAKSANAAN (lanjutan)

8. GROSS CONTRACTUAL AMOUNT DUE FROMCUSTOMERS AND PROJECT UNDERCONSTRUCTION (continued)

Berdasarkan penelaahan atas masing-masing dankolektif pelanggan, manajemen Grup berkeyakinanbahwa nilai provisi atas penurunan nilai telahmemadai untuk menutup kerugian atas jumlahkontraktual tagihan bruto pemberi kerjadan proyekdalam penyelesaian kecuali provisi, semua saldobelum jatuh tempo dan belum mengalamipenurunan nilai.

Based on the review of the status of the individualand collective customers, the Group’s managementbelieves that the provision for the impairment ofgross contractual amount due from customers andproject under construction is adequate to coverlosses except for provision, all balances are neitherpast due nor impaired.

Pada tanggal 31 Desember 2014, piutang usaha,piutang retensi dan jumlah kontraktual tagihanbruto pemberi kerja dengan nilai pengikatanminimal Rp 150.000 dijaminan sehubungan denganfasilitas kredit yang diterima dari PT Bank Mandiri(Persero) Tbk (Catatan 16).

As at 31 December 2014, trade receivables,retention receivables and gross contractual amountdue from customers with minimum amountRp 150,000 are pledged as collateral for loans fromPT Bank Mandiri (Persero) Tbk, respectively (Note16).

Lihat Catatan 28 untuk informasi mengenai pihakberelasi.

See Note 28 for related party information.

9. UANG MUKA 9. ADVANCES

31/12/2015 31/12/2014

Pemasok pihak ketiga 183,683 141,374 Third party suppliersLain-lain 15,858 19,237 Others

199,541 160,611Dikurangi: bagian

jangka pendek (191,490) (160,611) Less: current portion

Bagian jangka panjang Long-term portiondari uang muka 8,051 - of advances

10. BIAYA DIBAYAR DIMUKA 10. PREPAID EXPENSES

31/12/2015 31/12/2014

Sewa 6,098 2,933 RentAsuransi 1,742 1,039 InsuranceLain-lain 120 122 Others

7,960 4,094

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/39 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

11. ASET TETAP 11. FIXED ASSETS

31/12/2015Selisih

penjabaranSaldo laporanawal/ keuangan/

Beginning Penambahan/ Pelepasan/ Translation Saldo akhir/balance Additions Disposals adjustment Ending balance

Harga perolehan: Cost:Kepemilikan langsung Direct ownershipTanah 25,817 - (1,300) - 24,517 LandBangunan 15,070 - - - 15,070 Buildings

Heavy equipmentsAlat berat dan mesin 361,063 108,735 (4,610) - 465,188 and machineriesKendaraan 14,501 2,010 - 148 16,659 VehiclesPeralatan kantor 5,801 3,399 - - 9,200 Office equipmentsPerabot dan perlengkapan 911 47 - - 958 Furniture and fittingsAset dalam penyelesaian 15,752 4,640 - - 20,392 Construction in progress

438,915 118,831 (5,910) 148 551,984

Aset sewa pembiayaan Leased assetsKendaraan 813 632 - - 1,445 Vehicles

Jumlah harga perolehan 439,728 119,463 (5,910) 148 553,429 Total cost

AccumulatedAkumulasi penyusutan: depreciation:Kepemilikan langsung Direct ownershipBangunan (2,565) (754) - - (3,319) Buildings

Heavy equipmentsAlat berat dan mesin (181,346) (46,621) 4,259 - (223,708) and machineriesKendaraan (9,855) (1,157) - - (11,012) VehiclesPeralatan kantor (3,504) (1,092) - - (4,596) Office equipmentsPerabot dan perlengkapan (338) (93) - - (431) Furniture and fittings

(197,608) (49,717) 4,259 - (243,066)

Aset sewa pembiayaan Leased assetsKendaraan (113) (189) - - (302) Vehicles

TotalJumlah akumulasi accumulated

penyusutan (197,721) (49,906) 4,259 - (243,368) depreciation

Nilai buku bersih 242,007 310,061 Net book value

31/12/2014Selisih

penjabaranSaldo laporanawal/ keuangan/

Beginning Penambahan/ Pelepasan/ Translation Saldo akhir/balance Additions Disposals adjustment Ending balance

Harga perolehan: Cost:Kepemilikan langsung Direct ownershipTanah 25,817 - - - 25,817 LandBangunan 14,665 405 - - 15,070 Buildings

Heavy equipmentsAlat berat dan mesin 302,156 58,888 - 19 361,063 and machineriesKendaraan 13,984 721 (220) 16 14,501 VehiclesPeralatan kantor 4,193 1,608 - - 5,801 Office equipmentsPerabot dan perlengkapan 463 448 - - 911 Furniture and fittingsAset dalam penyelesaian - 15,752 - - 15,752 Construction in progress

361,278 77,822 (220) 35 438,915

Aset sewa pembiayaan Leased assetsKendaraan - 813 - - 813 Vehicles

Jumlah harga perolehan 361,278 78,635 (220) 35 439,728 Total cost

AccumulatedAkumulasi penyusutan: depreciation:Kepemilikan langsung Direct ownershipBangunan (1,821) (744) - - (2,565) Buildings

Heavy equipmentsAlat berat dan mesin (128,332) (52,996) - (18) (181,346) and machineriesKendaraan (8,223) (1,791) 174 (15) (9,855) VehiclesPeralatan kantor (1,869) (1,635) - - (3,504) Office equipmentsPerabot dan perlengkapan (193) (145) - - (338) Furniture and fittings

(140,438) (57,311) 174 (33) (197,608)

Aset sewa pembiayaan Leased assetsKendaraan - (113) - - (113) Vehicles

TotalJumlah akumulasi accumulated

penyusutan (140,438) (57,424) 174 (33) (197,721) depreciation

Nilai buku bersih 220,840 242,007 Net book value

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/40 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued)

Persentase penyelesaian aset dalam penyelesaianpada 31 Desember 2015 and 2014 berkisar antara1% - 30% dari jumlah yang dianggarkan. Sebagianbesar bangunan, alat berat dan mesin dalampenyelesaian diperkirakan akan selesai di tahun2016.

The percentage of completion for construction inprogress as at 31 December 2015 and 2014 rangesfrom 1% - 30% of total budgeted costs. Most of thebuildings, heavy equipments and machineries underconstruction are estimated to be completed in 2016.

Pada tanggal 31 Desember 2015, Grup memilikitanah dengan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB)yang akan berakhir pada berbagai tanggal dari tahun2029 sampai 2043. Manajemen berkeyakinan bahwaHGB di atas dapat diperbaharui kembali pada saathabis masa berlakunya.

As at 31 December 2015, the Group has landsunder The Rights to Use Building (HGB) which willexpire between 2029 to 2043. Management believesthat the above HGB are renewable when expired.

Rincian dari keuntungan atas pelepasan aset tetapadalah sebagai berikut:

The details of gains on disposal of fixed assets areas follows:

31/12/2015 31/12/2014

Penerimaan dari penjualan 5,369 108 Proceeds from saleNilai buku bersih (1,651) (46) Net book value

Keuntungan atas pelepasan Gain on disposalaset tetap 3,718 62 of fixed assets

Penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Depreciation was allocated to the following:

31/12/2015 31/12/2014

Beban pokok pendapatan 47,684 54,025 Cost of revenueGeneral and administrative

Beban umum dan administrasi 2,222 3,399 expenses

49,906 57,424

Grup menyewa berbagai kendaraan berdasarkanperjanjian sewa pembiayaan yang tidak dapatdibatalkan. Tidak ada dari aset sewa tersebut yangdisewakan kembali oleh Grup kepada pihak ketiga.

The Group leases various vehicles under non-cancellable finance lease agreements. None of theleased assets were subleased by the Group to thirdparties.

Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, jumlahharga perolehan aset tetap yang telah disusutkanpenuh dan masih digunakan dalam kegiatanoperasional adalah masing-masing sebesarRp 25.828 dan Rp 18.359.

As at 31 December 2015 and 2014, the acquisitioncost of fixed assets which have been fullydepreciated and are still being used amounted toRp 25,828 and Rp 18,359, respectively.

Berdasarkan penilaian manajemen, tidak adaperistiwa atau perubahan keadaan yangmengindikasikan penurunan nilai aset tetap padatanggal 31 Desember 2015 dan 2014.

Based on management’s assessment, there are noevents or changes in circumstances which indicateimpairment in value of fixed assets as at31 December 2015 and 2014.

Seluruh aset sewa yang diperoleh secara langsungdengan jumlah nilai buku sebesar Rp 443 (2014:Rp 700) dijaminkan untuk kewajiban sewapembiayaan dan pinjaman lain-lain (lihatCatatan 18).

All leased assets with a total net book value of toRp 443 (2014: Rp 700) are pledged as collateral forfinance lease liabilities and other borrowings (seeNote 18).

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/41 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2015, aset tetap,kecuali tanah, telah diasuransikan atas risikokerugian akibat kebakaran dan risiko lainnyakepada pihak ketiga dengan nilai pertanggungansebesar Rp 54.980 (2014: Rp 133.893).Manajemen berkeyakinan pertanggungan tersebutcukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atasrisiko yang dipertanggungkan tersebut.

As at 31 December 2015, fixed assets, except land,are covered by insurance against losses from fireand other risks through third parties with totalcoverage of Rp 54,980 (2014: Rp 133,893).Management is of the opinion that the insurancecoverage is adequate to cover possible losses thatmay arise from the insured risks.

Tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilaiwajar dan nilai tercatat dari aset tetap selain tanahdan bangunan. Nilai wajar tanah dan bangunanpada tanggal 31 December 2015 adalah sebesarRp 118.107. Nilai tersebut merupakan observasiharga pasar dari objek sejenis dan termasuk dalamhirarki nilai wajar tingkat 2.

There is no significant difference between the fairvalue and carrying value of fixed assets other thanland and buildings. The fair value of the land andbuildings as at 31 December 2015 is Rp 118,107.The value is an observation market price from similarobjects and included in the fair value measurementof level 2.

Pada tanggal 31 Desember 2014, tanah danbangunan sebesar Rp 46.224, serta alat berat danmesin sebesar Rp 26.840 dan USD 4.069.526digunakan sebagai jaminan sehubungan denganfasilitas kredit yang diterima dari PT Bank MaybankIndonesia Tbk (Catatan 16).

As at 31 December 2014, lands and buildingsamounted to Rp 46,224 and heavy equipmentsand machineries amounted to Rp 26,840 andUSD 4,069,526 are pledged as collaterals for thecredit facilities received from PT Bank MaybankIndonesia Tbk (Note 16).

12. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DANVENTURA BERSAMA

12. INVESTMENT IN ASSOCIATE AND JOINTVENTURE

Tahun memulai Persentase kepemilikan/Tempat kegiatan komersial/ Percentage of ownership

Entitas asosiasi dan ventura bersama/ Sifat dari hubungan/ kedudukan/ Commencement of 2015 2014Associate and joint venture Nature of relationship Domicile commercial operations % %

Entitas asosiasi/AssociatePT Bintai Kindenko Engineering Indonesia Entitas Asosiasi/Associate Indonesia 2013 40 37

Ventura bersama/Joint venturePT ATMC Pump Services Ventura bersama/

Joint venture Indonesia 2013 55 55

Berikut adalah mutasi investasi pada entitas asosiasidan ventura bersama:

Below are the movements of investment inassociate and joint venture:

2015Saldo Bagian laba Saldoawal/ (rugi) bersih/ akhir/

Beginning Penambahan/ Reklasifikasi/ Share of net Endingbalance Additions Reclasification profit (loss) balance

PT Bintai KindenkoEngineering Indonesia 932 1,515 - (932) 1,515

PT ATMC Pump Services - 1,740 1,925 200 3,865

932 3,255 1,925 (732) 5,380

2014Saldo Bagian laba Saldoawal/ (rugi) bersih/ akhir/

Beginning Penambahan/ Reklasifikasi/ Share of net Endingbalance Additions Reclasification profit (loss) balance

PT Bintai KindenkoEngineering Indonesia 714 2,405 - (2,187) 932

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/42 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

12. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DANVENTURA BERSAMA (lanjutan)

12. INVESTMENT IN ASSOCIATE AND JOINTVENTURE (continued)

Entitas asosiasi dan ventura bersama di atasmempunyai modal saham yang terdiri atas sahambiasa, yang dimiliki secara langsung oleh Grup.Negara tempat pendirian atau pendaftaraanmerupakan lokasi bisnis yang utama.

The associate and joint venture as listed above haveshare capital consisting solely of ordinary shares,which are held directly by the Group.The country ofincorporation or registration is also their principalplace of business.

PT Bintai Kidenko Engineering Indonesia danPT ATMC Pump Services merupakan perusahaanswasta dan tidak terdapat harga pasar yangtersedia untuk saham perusahaan tersebut.

PT Bintai Kidenko Engineering Indonesia andPT ATMC Pump Services are private companiesand there is no quoted market price available fortheir shares.

Selama 2015 manajemen melakukan penilaiankembali atas investasi pada PT ATMC PumpServices yang berkesimpulan investasi tersebutperlu direklasifikasikan sebagai investasi padaventura bersama. Mempertimbangkan jumlahreklasifikasi yang tidak material, Grup memutuskanuntuk tidak melakukan penyesuaian untuk saldotahun sebelumnya.

During 2015, management reassessed classificationof its investment in PT ATMC Pump Services, whichconcluded that the investment is reclassified asinvestment in joint venture. Considering theimmaterial amount of the reclassification, the Grouphas decided not to adjust its prior year balance.

Meskipun Grup memiliki lebih dari 50% sahamPT ATMC Pump Services, Grup memilikipengaturan bersama atas perusahaan tersebutsesuai dengan perjanjian kontraktual dimanadibutuhkan adanya suara bulat dari seluruh pihakuntuk persetujuan atas semua aktivitas relevan.

Although the Group holds more than 50% of theequity shares of PT ATMC Pump Services, theGroup has joint control over this Company as underthe contractual agreements, unanimous consent isrequired from all parties to the agreements for allrelevant activities.

Aset, liabilitas, pendapatan dan laba/(rugi) bersihdari entitas asosiasi dan ventura bersama tidaksignifikan untuk laporan keuangan konsolidasian,oleh karena itu ringkasan informasi keuangan tidakdiungkapkan dalam catatan atas laporan keuangankonsolidasian.

Assets, liabilities, revenue and net profit/(loss) ofassociate and joint venture are not significant to theconsolidated financial statements, therefore thesummary of financial information is not disclosed inthe consolidated financial statements.

13. UTANG USAHA 13. TRADE PAYABLES

31/12/2015 31/12/2014

Pihak ketiga Third partiesRupiah 333,022 239,775 RupiahUSD - 26,265 USDVND - 18 VND

333,022 266,058

Pihak berelasi Related partiesRupiah RupiahPT Bina Pertiwi 2,419 - PT Bina PertiwiPT Astra International Tbk 905 - PT Astra International TbkPT United Tractors Pandu PT United Tractors Pandu

Engineering 377 - EngineeringPT Alfa Stilindo - 1,349 PT Alfa StilindoPT Dinamik Struktural Sistem - 686 PT Dinamik Struktural SistemPT Bintai Kindenko Engineering PT Bintai Kindenko

Indonesia - 493 Engineering IndonesiaLain-lain (masing-masing

dibawah Rp 250) 319 - Others (below Rp 250 each)

4,020 2,528

337,042 268,586

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/43 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

13. UTANG USAHA (lanjutan) 13. TRADE PAYABLES (continued)

Karena sifatnya yang jangka pendek, nilai wajarutang usaha diperkirakan sama dengan nilaitercatatnya.

Due to the short-term nature, the carrying amount oftrade payables approximates their fair values.

Lihat Catatan 28 untuk informasi mengenai pihakberelasi

See Note 28 for related party information.

14. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA 14. UNEARNED REVENUES

31/12/2015 31/12/2014

Pihak ketiga Third partiesRupiah 374,795 201,445 Rupiah

Pihak berelasi Related partiesRupiah Rupiah

PT Astra International Tbk 20,400 - PT Astra International TbkPT Marga Mandala Sakti 5,632 - PT Marga Mandala SaktiPT Marga Harjaya PT Marga Harjaya

Infrastruktur 3,818 - InfrastrukturLain-lain - 3,668 Other

29,850 3,668 Rupiah

404,645 205,113

Merupakan uang muka yang diterima dari pemilikproyek yang secara proporsional akandikompensasikan dengan tagihan yang didasarkanatas kemajuan fisik yang telah dicapai.

Represents advances received from project ownersand will be proportionately compensanted to billingsin accordance with physical progress of the projects.

15. AKRUAL 15. ACCRUALS

31/12/2015 31/12/2014

Jumlah kontraktual utang Gross contractual amountbruto pemberi kerja 4,873 6,837 due to customers

Gaji dan imbalan lain 3,469 77 Salary and other benefitsBunga - 1,592 InterestLain-lain 609 814 Others

8,951 9,320

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/44 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

16. UTANG BANK 16. BANK LOANS

31/12/2015 31/12/2014

Pihak ketiga Third partiesRupiah RupiahPT Bank Maybank PT Bank Maybank

Indonesia Tbk - 165,815 Indonesia TbkPT Bank Danamon PT Bank Danamon

Indonesia Tbk - 44,236 Indonesia TbkPT Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 15,008 (Persero) Tbk

- 225,059

USD USDPT Bank Maybank PT Bank Maybank

Indonesia Tbk - 2,116 Indonesia Tbk

- 227,175Dikurangi: bagian jangka pendek - (182,813) Less: current portion

Bagian jangka panjang - 44,362 Non-current portion

Selama tahun 2015, Grup melakukan pembayaranpenuh atas semua utang bank.

During 2015, the Group has fully repaid all bankloans.

Grup memiliki fasilitas pinjaman berikut yang belumdigunakan:

The Group has the following undrawn borrowingfacilities:

31/12/2015 31/12/2014

- Berakhir satu tahun 550,000 337,595 Expiring within one year -Expiring more -

- Berakhir lebih dari satu tahun 70,988 142,403 than one year

620,988 479,998

Fasilitas-fasilitas ini digunakan untuk membiayaimodal kerja, belanja modal dan keperluanpendanaan umum lainnya.

The facilities are used to finance working capitalfunding requirements, capital expenditures and forother general corporate funding purposes.

Pada tanggal 31 Desember 2014, utang bankjangka panjang dijamin dengan tanah, bangunan,alat berat dan mesin, piutang usaha dan jaminanpersonal dari Direktur Perseroan.

As at 31 December 2014, long-term bank loans issecured by land, buildings, heavy equipments andmachineries, trade receivables and personalguarantee by Directors of the Company.

Pada tanggal 31 Desember 2014, Perseroan telahmemenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalamperjanjian pinjaman tersebut.

As at 31 December 2014, the Company hascomplied with the covenants in the borrowingagreements.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/45 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

16. UTANG BANK (lanjutan) 16. BANK LOANS (continued)

Beberapa informasi lain yang signifikan terkait dengan pinjaman bank padatanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai berikut:

Other significant information related to bank loans as at 31 December 2015 and2014 are as follows:

Pemberi utang/Lenders

Jatuh tempofasilitas/

Maturity of facilityFasilitas/Facility

Jumlah fasilitas/Total facility

Periode pembayaran/Repayment frequency

Suku bunga/Interest rate 2015 2014

PT Bank Maybank Indonesia Tbk April/April 2015 Fasilitas pinjamanberjangka/Term loanfacility

Rp 60 miliar/billion Angsuran bulanan/Monthlyinstallment

12.25% - 12.75% - 40,888

Mei/May 2015 Revolving loan facility Rp 29 miliar/billion Hingga jatuh tempo/Untilmaturity

12.25% - 12.75% - 29,000

Mei/May 2015 Revolving loan facility Rp 140 miliar/billion Hingga jatuh tempo/Untilmaturity

12.25% - 12.75% - 25,000

Mei/May 2015 Revolving loan facility Rp 120 miliar/billion Hingga jatuh tempo/Untilmaturity

12.75% - 53,435

Mei/May 2015 Cerukan/Overdraft Rp 5 miliar/billion Hingga jatuh tempo/Untilmaturity

12.25% - 12.75% - 2,162

Juli/July 2015 Fasilitas pinjamanberjangka/Term loanfacility

USD 2 juta/million (setaradengan/equivalent toRp 27.59 miliar/billion)

Angsuran bulanan/Monthlyinstallment

6.50% - 6.75% - 2,115

Oktober/October 2015 Fasilitas pinjamanberjangka/Term loanfacility

Rp 19 miliar/billion Angsuran bulanan/Monthlyinstallment

12.25% - 12.75% - 14,883

PT Bank Danamon Indonesia Tbk Juli/July 2016 Omnibus trade facility Rp 150 miliar/billion Angsuran bulanan/Monthlyinstallment

12.00% - 12.25% - 29,287

Desember/December2017

Fasilitas pinjamanberjangka/Term loanfacility

Rp 100 miliar/billion Angsuran bulanan/Monthlyinstallment

12.25% - 12.50% - 15,397

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk April/April 2017 Working capital loan Rp 50 miliar/billion Angsuran bulanan/Monthlyinstallment

12.50% - 15,008

PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia Desember/December2016

Working capital loan Rp 300 miliar/billion Angsuran bulanan/Monthlyinstallment

JIBOR + 3.25% - -

PT Bank CIMB Niaga Tbk November/November2016

Money market facility Rp 100 miliar/billion Angsuran bulanan/Monthlyinstallment

JIBOR + 2.5% - -

Jumlah utang bank/Total bank loans - 227,175

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/46 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

17. UTANG KEPADA PEMEGANG SAHAM 17. LOAN FROM SHAREHOLDERS

31/12/2015 31/12/2014

Rupiah RupiahPT Karya Supra Perkasa 260,000 - PT Karya Supra PerkasaPT Cross Plus Indonesia 45,000 - PT Cross Plus IndonesiaPT Loka Cipta Kreasi 45,000 - PT Loka Cipta Kreasi

350,000 -

Pada tanggal 16 Maret 2015, Perseroanmenandatangani fasilitas pinjaman pemegangsaham dengan PT Karya Supra Perkasa yangterdiri atas pinjaman berjangka dan pinjamanberulang dengan total fasilitas sebesar Rp 300.000(atau setara dalam USD). Fasilitas ini dikenakanbunga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)ditambah margin tertentu per tahun untuk pinjamandalam mata uang Rupiah dan LIBOR ditambahmargin tertentu per tahun untuk pinjaman dalammata uang USD.

On 16 March 2015, the Company signed ashareholder’s loan facility agreement with PT KaryaSupra Perkasa, which consists of term loan andrevolving loan with total facility of Rp 300,000 (or inUSD equivalent). This facility bears interest rate ofDeposit Insurance Corporation (DIC) plus certainmargin per annum for shareholder’s loandenominated in Rupiah and LIBOR plus certainmargin per annum for shareholder’s loandenominated in USD.

Pada tanggal 23 Maret 2015, Perseroanmenandatangani fasilitas pinjaman pemegangsaham dengan PT Cross Plus Indonesia danPT Loka Cipta Kreasi yang terdiri atas pinjamanberjangka dan pinjaman berulang dengan totalfasilitas masing-masing sebesar Rp 60.000 (atausetara dalam USD). Fasilitas ini dikenakan bungaLPS ditambah margin tertentu per tahun untukpinjaman dalam mata uang Rupiah dan LIBORditambah margin tertentu per tahun untuk pinjamandalam mata uang USD.

On 23 March 2015, the Company signedshareholder’s loan facility agreements with PT CrossPlus Indonesia and PT Loka Cipta Kreasi, whichconsist of term loan and revolving loan with totalfacility of Rp 60,000 (or in USD equivalent) each.These facilities bear interest rate of DIC plus certainmargin per annum for shareholder’s loandenominated in Rupiah and LIBOR plus certainmargin per annum for shareholder’s loandenominated in USD.

Tidak terdapat aset yang dijaminkan dan batasan-batasan di dalam utang pemegang saham.

There were no assets pledged and covenant for theabove loan from shareholders.

Utang ini dibayarkan sesuai kebutuhan sehinggadiklasifikasikan sebagai bagian lancar.

The loan is repayable on demand therefore isclassified as current.

18. PINJAMAN LAIN-LAIN 18. OTHER BORROWINGS

31/12/2015 31/12/2014

Pihak ketiga Third partyRupiah RupiahPT JA Mitsui Leasing Indonesia 45,154 - PT JA Mitsui Leasing Indonesia

Pihak berelasi Related partyRupiah RupiahPT Astra Sedaya Finance 44,947 - PT Astra Sedaya Finance

90,101 -Dikurangi: bagian jangka pendek Less: current portion

- Pihak ketiga (17,495) - Third party -- Pihak berelasi (16,459) - Related party -

(33,954) -

Bagian jangka panjang Long-term portion- Pihak ketiga 27,659 - Third party -- Pihak berelasi 28,488 - Related party -

56,147 -

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/47 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

18. PINJAMAN LAIN-LAIN (lanjutan) 18. OTHER BORROWINGS (continued)

Perseroan menandatangani perjanjian pembiayaanuntuk alat berat dengan beberapa perusahaanpembiayaan dengan tingkat suku bunga tetap.

The Company has entered into financingagreements for heavy equipments with certainfinancing companies with fixed interest rate.

Alat berat tersebut dipakai sebagai jaminan untukpinjaman lain-lain yang bersangkutan. Perseroantidak memiliki batasan-batasan yang diwajibkandalam perjanjian fasilitas pinjaman ini.

These heavy equipments are pledged as collateralfor the underlying other borrowings. The Companyhave no covenants under these loan facilityagreements

Lihat Catatan 28 untuk informasi mengenai pihakberelasi.

See Note 28 for related party information.

19. LIABILITAS IMBALAN KERJA 19. EMPLOYEE BENEFIT OBLIGATIONS

31/12/2015 31/12/2014*

Liabilitas imbalan pensiun 14,686 14,184 Pension benefit liabilitiesDikurangi: bagian jangka pendek (5,643) (4,276) Less: current portion

Bagian jangka panjang 9,043 9,908 Long term portion

Liabilitas imbalan kerja dihitung oleh PT Dian ArthaTama, aktuaris independen, yang dalamlaporannya tertanggal 9 Februari 2016 (2014:29 Januari 2015), dengan menggunakan metode“Projected Unit Credit” dengan asumsi sebagaiberikut:

The employee benefit obligations are calculatedby PT Dian Artha Tama, an independent actuary,as shown in its report dated 9 February 2016(2014: 29 January 2015) using the “Projected UnitCredit” method with the following assumptions:

31/12/2015 31/12/2014

Tingkat diskonto 9% 8% Discount rateKenaikan gaji masa datang 5% 5% Future salary increases

Tabel berikut ini merupakan ringkasan darikewajiban, dan mutasi saldo liabilitas imbalan kerja.

The following table summarises the obligations,expenses, and movement in the employee benefitobligations.

31/12/2015 31/12/2014*

Nilai kini liabilitas imbalan Present value of pensionpensiun 14,686 14,184 benefit liabilities

*) Disajikan kembali, lihat Catatan 2a *) Restated, see Note 2a

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/48 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

19. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 19. EMPLOYEE BENEFIT OBLIGATIONS (continued)

Mutasi liabilitas imbalan pension adalah sebagaiberikut:

The movement of pension benefit liabilities is asfollows:

31/12/2015 31/12/2014*

Pada awal tahun 14,184 5,716 At the beginning of the yearPenerapan PSAK 24 - 1,514 Implementation of SFAS 24

Pada awal tahun 14,184 7,230 At the beginning of the year

Biaya jasa kini 3,159 2,509 Current service costBiaya bunga 1,126 609 Interest cost

Pengukuran kembali: Remeasurements:- Keuntungan aktuarial yang timbul

dari perubahan asumsi Gain from change in -demografik (127) - demographic assumptions

- (Keuntungan)/kerugian aktuarialyang timbul dari perubahan (Gain)/loss from -asumsi keuangan (624) 345 change in financial assumptions

- (Keuntungan)/kerugian daripenyesuaian atas pengalaman (2,147) 3,526 Experience (gains)/losses -

Imbalan yang dibayar (885) (35) Benefits paid

Pada akhir tahun 14,686 14,184 At end of year

Dikurangi: Less:bagian jangka pendek (5,643) (4,276) Current portion

Bagian jangka panjang 9,043 9,908 Long-term portion

Durasi rata-rata tertimbang dari liabilitas programpensiun imbalan pasti pada tanggal 31 Desember2015 adalah 13 tahun.

The weighted average duration of the defined benefitpension obligation at 31 December 2015 is 13 years.

Sensitivitas dari kewajiban imbalan pasti terhadapperubahan asumsi aktuarial utama adalah sebagaiberikut:

The sensitivity of the defined benefit obligation tochanges in the weighted principal assumptions is asfollows:

Dampak atas kewajiban imbalan pastiImpact on defined benefit obligations

Perubahan Kenaikan Penurunanasumsi/ asumsi/ asumsi/

Change in Increase in Decrease inassumption assumption assumption

Tingkat diskonto 1% Penurunan sebesar/ Kenaikan sebesar/ Discount rateDecrease by 3.8% Increase by 4.3%

Tingkat kenaikan gaji 1% Kenaikan sebesar/ Penurunan sebesar/ Salary growth rateIncrease by 4.4% Decrease by 4.0%

Analisa sensitivitas didasarkan pada perubahanatas satu asumsi aktuarial dimana asumsi lainnyadianggap konstan. Dalam prakteknya, hal ini jarangterjadi dan perubahan beberapa asumsi mungkinsaling berkolerasi. Dalam perhitungan sensitivitaskewajiban imbalan pasti atas asumsi aktuarialutama, metode yang sama (perhitungan nilai kinikewajiban imbalan pasti dengan menggunakanmetode projected unit credit di akhir periode) telahditerapkan seperti dalam penghitungan kewajibanpensiun yang diakui dalam laporan posisikeuangan konsolidasian.

The sensitivity analyses are based on a change in anassumption while holding all other assumptionsconstant. In practice, this is unlikely to occur, andchanges in some of the assumptions may becorrelated. When calculating the sensitivity of thedefined benefit obligation to significant actuarialassumptions the same method (present value of thedefined benefit obligation calculated with theprojected unit credit method at the end of thereporting period) has been applied as whencalculating the pension liability recognised within theconsolidated statements of financial position.

*) Disajikan kembali, lihat Catatan 2a *) Restated, see Note 2a

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/49 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

19. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 19. EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES (continued)

Melalui program imbalan pasti, Grup menghadapisejumlah risiko signifikan sebagai berikut:

Through its defined benefit pension plans, the Groupis exposed to a number of significant risks which aredetailed below:

- Perubahan imbal hasil obligasi - Changes in bond yieldsKewajiban imbalan pasti yang dihitungberdasarkan PSAK No. 24 menggunakantingkat diskonto obligasi. Jika tingkat diskontotersebut turun, maka kewajiban imbalan pastiakan cenderung mengalami kenaikan.

The defined benefit obligation calculated underSFAS No. 24 uses a discount rate on bond yields.If bond yields fall, the defined benefit will tend toincrease.

- Tingkat kenaikan gaji - Salary growth rateLiabilitas imbalan pensiun Perseroanberhubungan dengan tingkat kenaikan gaji,dan semakin tinggi tingkat kenaikan gaji akanmenyebabkan semakin besarnya liabilitas.

The Company’s pension obligations are linked tosalary growth rate, and higher salary growth ratewill lead to higher liabilities.

Analisa jatuh tempo yang diharapkan dari liabilitasimbalan kerja yang tidak terdiskonto adalahsebagai berikut:

Expected maturity analysis of undiscounted employeebenefit liabilities is as follows:

31/12/2015 31/12/2014

Kurang dari satu tahun 5,747 4,253 Less than a yearAntara satu dan dua tahun 1,293 1,616 Between one and two yearsAntara dua dan lima tahun 6,447 5,507 Between two and five yearsLebih dari lima tahun 79,716 72,834 Beyond five years

93,203 84,210

20. PERPAJAKAN 20. TAXATION

a. Pajak dibayar dimuka a. Prepaid taxes

31/12/2015 31/12/2014

Pajak penghasilan Income taxesPasal 4(2) 158 350 Article 4(2)Pasal 22 - 13 Article 22

Pajak Pertambahan Nilai - 3,401 Value Added Tax (VAT)

158 3,764

b. Utang pajak b. Taxes payable

31/12/2015 31/12/2014

Pajak penghasilan Income taxesPasal 4(2) 16,962 14,269 Article 4(2)Pasal 23 1,192 59 Article 23Pasal 21 162 752 Article 21

Pajak Pertambahan Nilai 4,048 12,148 Value Added Tax (VAT)

22,364 27,228

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/50 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

20. PERPAJAKAN (lanjutan) 20. TAXATION (continued)

c. Beban/(manfaat) pajak penghasilan c. Income tax expenses/(benefits)

Beban/(manfaat) pajak penghasilan untuktahun yang berakhir pada 31 Desember 2015dan 2014 adalah sebagai berikut:

Income tax expenses/(benefits) for the yearsended 31 December 2015 and 2014 are asfollows:

2015 2014*

Pajak tangguhan 310 (448) Deferred tax

Rekonsiliasi antara manfaat pajak penghasilankonsolidasian dengan hasil perkalian labaakuntansi sebelum pajak penghasilankonsolidasian dan tarif pajak yang berlakuadalah sebagai berikut:

The reconciliation between consolidated incometax benefits and the theoretical tax amount onthe Company’s consolidated profit beforeincome tax is as follows:

2015 2014*

Laba konsolidasian sebelumpajak 42,532 103,449 Consolidated profit before tax

Pajak dihitung pada tarifpajak yang berlaku 10,633 25,862 Tax calculated at applicable rates

Penghasilan dikenakan pajak final (331,499) (337,727) Income subjected to final taxBiaya sehubungan dengan

pendapatan yang dikenakan Expenses related to incomepajak final 321,533 311,309 subject to final tax

Lain-lain (357) 108 Others

Beban/(manfaat) pajakpenghasilan 310 (448) Income tax expenses/(benefits)

Dalam laporan keuangan konsolidasian ini,jumlah penghasilan kena pajak tahun 2015didasarkan atas perhitungan sementara,karena Perseroan belum menyampaikan SuratPemberitahuan Tahunan (“SPT”) pajakpenghasilan badan.

In these consolidated financial statements, theamount of taxable income for the year 2015 isbased on preliminary calculations, as theCompany has not yet been required to submit itscorporate income tax return.

d. Administrasi d. Administration

Undang-undang (“UU”) Perpajakan yangberlaku di Indonesia mengatur bahwa masing-masing perusahaan dalam Grup menghitung,menetapkan dan membayar sendiri besarnyajumlah pajak yang terutang secara individu.

The taxation laws of Indonesia require that eachcompany in the Group calculates, assesses, andsubmits individual tax returns on the basis of selfassessment.

Berdasarkan UU yang berlaku, DirektoratJenderal Pajak dapat menetapkan ataumengubah kewajiban pajak dalam jangka waktulima tahun sejak saat terutangnya pajak.

Under prevailing regulations, Directorate Generalof Tax may assess or amend taxes within fiveyears of the time the tax become due.

*) Disajikan kembali, lihat Catatan 2a *) Restated, see Note 2a

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/51 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

21. KEPENTINGAN NONPENGENDALI 21. NONCONTROLLING INTEREST

Kepentingan nonpengendali atas aset neto entitasanak yang dikonsolidasi adalah sebagai berikut:

Non-controlling interest in net assets of consolidatedsubsidiaries are as follows:

31/12/2015Penambahan Bagian laba/ Kepentingan

Saldo awal/ investasi/ (rugi) bersih/ Saldo akhir/ nonpengendali/Beginning Additional Share of net Reklasifikasi/ Ending Non-controlling

balance investment profit/(loss) Reclassification balance interest

PT ATMC Pump Services 1,575 - - (1,575) - - PT ATMC Pump ServicesPT Aneka Raya Konstruksi PT Aneka Raya Konstruksi

Mesindo 500 - - - 500 20% MesindoPT Sacindo Machinery 449 - 129 - 578 22% PT Sacindo MachineryPT Innotech Systems (305) - 175 - (130) 16% PT Innotech Systems

2,219 - 304 (1,575) 948

31/12/2014Penambahan Bagian laba/ Kepentingan

Saldo awal/ investasi/ (rugi) bersih/ Saldo akhir/ nonpengendali/Beginning Additional Share of net Reklasifikasi/ Ending Non-controlling

balance investment profit/(loss) Reclassification balance interest

PT ATMC Pump Services - 1,575 - - 1,575 45% PT ATMC Pump ServicesPT Aneka Raya Konstruksi PT Aneka Raya Konstruksi

Mesindo - 500 - - 500 20% MesindoPT Sacindo Machinery - 770 (321) - 449 22% PT Sacindo MachineryPT Innotech Systems 264 - (569) - (305) 16% PT Innotech Systems

264 2,845 (890) - 2,219

Aset, liabilitas, pendapatan dan laba/(rugi) bersihdari entitas anak tidak signifikan untuk laporankeuangan konsolidasian, oleh karena itu ringkasaninformasi keuangan tidak diungkapkan dalamcatatan atas laporan keuangan konsolidasian.

Assets, liabilities, revenue and net profit/(loss) ofsubsidiaries are not significant to the consolidatedfinancial statements, therefore the summary offinancial information is not disclosed in theconsolidated financial statements.

22. MODAL SAHAM 22. SHARE CAPITAL

Komposisi pemegang saham pada tanggal31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagaiberikut:

The composition of the Company’s shareholders asat 31 December 2015 and 2014 is as follows:

31/12/2015Total saham

ditempatkan dandisetor penuh/ Persentase

Number of shares kepemilikan/issued and Percentage of Jumlah/

Pemegang saham fully paid ownership Amount Shareholders

PT Karya Supra Perkasa 250,500,000 50.10% 25,050 PT Karya Supra PerkasaPT Cross Plus Indonesia 61,373,000 12.27% 6,137 PT Cross Plus IndonesiaPT Loka Cipta Kreasi 29,127,000 5.83% 2,913 PT Loka Cipta KreasiTn. Hilarius Arwandhi 4,000,000 0.80% 400 Mr. Hilarius ArwandhiMasyarakat (kepemilikan di bawah Public (ownership less

5% setiap pihak) 155,000,000 31.00% 15,500 than 5% each)

500,000,000 100.00% 50,000

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/52 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

22. MODAL SAHAM (lanjutan) 22. SHARE CAPITAL (continued)

31/12/2014Total saham

ditempatkan dandisetor penuh/ Persentase

Number of shares kepemilikan/issued and Percentage of Jumlah/

Pemegang saham fully paid ownership Amount Shareholders

PT Cross Plus Indonesia 192,250,000 38.45% 19,225 PT Cross Plus IndonesiaPT Loka Cipta Kreasi 148,750,000 29.75% 14,875 PT Loka Cipta KreasiTn. Hilarius Arwandhi 4,000,000 0.80% 400 Mr. Hilarius ArwandhiMasyarakat (kepemilikan di bawah Public (ownership less

5% setiap pihak) 155,000,000 31.00% 15,500 than 5% each)

500,000,000 100.00% 50,000

Pada tanggal 10 Oktober 2014, PT United TractorsTbk telah menandatangani Memorandum ofUnderstanding (“MoU”) dengan PT Cross PlusIndonesia dan PT Loka Cipta Kreasi (“Penjual”)sehubungan dengan rencana jual beli danpengalihan 50,1% saham kepemilikan(250.500.000 lembar saham) dalam Perseroan,dan diikuti dengan penandatanganan ConditionalSale and Purchase of Shares Agreement (“CSPA”)tertanggal 18 Desember 2014 antara PT KaryaSupra Perkasa (“KSP”), entitas anak dariPerseroan, dengan Penjual yang merupakankelanjutan dari kesepakatan rencana jual beli danpengalihan sebagaimana dituangkan dalam MoU.

On 10 October 2014, PT United Tractors Tbk signeda Memorandum of Understanding (“MoU”) with PTCross Plus Indonesia and PT Loka Cipta Kreasi (the“Sellers”) regarding the sale and purchase andtransfer of 50.1% ownership (250,500,000 shares) inthe Company, and followed with a Conditional Saleand Purchase of Shares Agreement (“CSPA”) dated18 December 2014 between PT Karya SupraPerkasa ("KSP"), a subsidiary of PT United TractorsTbk, with the Sellers which is in line with the salesand purchase and transfer as stated in MoU.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham LuarBiasa tanggal 9 Februari 2015, yang diaktakanberdasarkan Akta Notaris No. 27 Tjahjani Widodo,S.H., M.H., M.Kn., Penjual sepakat untuk menjualdan mengalihkan 50,1% kepemilikan terhadapPerseroan kepada KSP.

Based on Extraordinary Shareholders GeneralMeeting on 9 February 2015, as covered by NotarialDeed No. 27 of Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn.,the Sellers agreed to sell and transfer a total of50.1% ownership in the Company to KSP.

Pada tahap awal, Penjual akan menjual 40,0%saham kepemilikan (200.000.000 lembar saham)dalam Perseroan dan karenanya KSP akanmenjadi pemegang saham pengendali baruPerseroan. Sebagai akibat dari transaksi ini, dimana KSP menjadi pemegang saham pengendaliyang baru di Perseroan, harus melaksanakanMandatory Tender Offer (“MTO”). Pada tanggal5 Januari 2015 telah terjadi penutupan transaksiatas pembelian 40,0% saham.

In the first step, the Sellers will sell 40.0% of shareownership (200,000,000 shares) in the Company andtherefore KSP will be the new controllingshareholders in the Company. As a result of thesetransactions, KSP as the new controllingshareholders should conduct Mandatory TenderOffer (“MTO”). On 5 January 2015 the purchase of40.0% of share ownership in the Company has beencompleted by KSP.

Pada periode 17 Maret – 15 April 2015, telahdilaksanakan MTO, tidak satupun pemegangsaham publik Perseroan (kecuali Penjual)menawarkan saham yang dimilikinya untuk dibelioleh KSP. Sesuai kesepakatan dalam CSPA, padatanggal 11 Mei 2015, KSP meningkatkankepemilikan sahamnya dalam Perseroan denganmembeli tambahan saham sebanyak 10,1% sahamkepemilikan (50.500.000 lembar saham) dariPenjual.

During 17 March – 15 April 2015, the MTO has beenconducted, none of the public shareholders of theCompany (except the Sellers) offered their shares tobe acquired by KSP. Based on the CSPA, on 11 May2015, KSP increased their share ownership in theCompany by acquiring additional 10.1% of shareownership (50,500,000 shares) from the Sellers.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/53 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

23. CADANGAN WAJIB 23. STATUTORY RESERVE

Undang-undang Perseroan Terbatas Tahun 1995sebagaimana telah diubah melalui Undang-undangNo. 40/2007, mewajibkan perusahaan di Indonesiauntuk menyisihkan sebagian dari laba bersihnyauntuk tujuan pembentukan cadangan wajib sampaisebesar 20% dari jumlah modal saham yangditempatkan dan disetor penuh. Undang-undangtersebut tidak mengatur jangka waktu untukmencapai cadangan wajib minimum tersebut.

The Indonesian Company Law of 1995 which wassubsequently amended by law No. 40/2007 requiresthat Indonesian companies provide a certain amountof their net income as a statutory reserve up to 20%of the issued and paid up share capital. There is noset period of time over which this amount should beaccumulated.

Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, parapemegang saham Perseroan telah membentukcadangan umum sebesar Rp 3.000, yangmerupakan 6% dari modal yang ditempatkan dandisetor penuh.

As at 31 December 2015 and 2014, the Company'sshareholders have set up a statutory reserve fundamounting to Rp 3,000, which represents 6% of theissued and paid up share capital.

24. DIVIDEN 24. DIVIDENDS

Berdasarkan Akta Rapat Umum Pemegang SahamTahunan No. 53 tanggal 8 April 2015, parapemegang saham Perseroan menyetujuipembagian dividen tunai sebesar Rp 21.000 atauRp 42 per saham (nilai penuh) dari laba tahun2014. Dividen dibayarkan pada tanggal 4 Mei 2015.

Based on the Notarial Deed No. 53 of AnnualGeneral Shareholders Meetings dated 8 April 2015,the shareholders agreed to distribute cash dividendsof Rp 21,000 or Rp 42 per share (full amount) from2014 income. Dividend was paid on 4 May 2015.

Berdasarkan Akta Rapat Umum Pemegang SahamTahunan No. 481 tanggal 19 Juni 2014, parapemegang saham Perseroan menyetujuipembagian dividen tunai sebesar Rp 19.750 atauRp 39,5 per saham (nilai penuh) dari laba tahun2013. Dividen dibayarkan pada tanggal17 September 2014.

Based on the Notarial Deed No. 481 of AnnualGeneral Shareholders Meetings dated 19 June 2014,the shareholders agreed to distribute cash dividendsof Rp 19,750 or Rp 39.5 per share (full amount) from2013 income. Dividend was paid on17 September 2014.

25. PENDAPATAN USAHA 25. REVENUES

Rincian pendapatan usaha adalah sebagai berikut: Details of revenues are as follows:

2015 2014

Pihak ketiga Third partiesJasa konstruksi 1,257,999 1,350,908 Construction servicesPenunjang jasa konstruksi 34,576 - Construction support servicesPerdagangan 21,740 - Trading

1,314,315 1,350,908

Pihak berelasi Related partiesJasa konstruksi 33,422 - Construction servicesPerdagangan 9,131 - Trading

42,553 -

1,356,868 1,350,908

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal31 Desember 2015 dan 2014, rincian pendapatandari pelanggan dengan jumlah penjualan kumulatifindividual masing-masing melebihi 10% daripendapatan usaha konsolidasian adalah sebagaiberikut:

For the years ended 31 December 2015 and 2014,the details of revenues from customers withindividual cumulative amounts each exceeding 10%of consolidated revenues are as follows:

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/54 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

25. PENDAPATAN USAHA (lanjutan) 25. REVENUES (continued)

2015 2014Persentase Persentaseterhadap terhadap

total totalpendapatan/ pendapatan/

Total/ Percentage Total/ PercentageTotal to total revenue Total to total revenue

PT China SonangolPT China Sonangol Media Investama 214,536 15.81% - - Media InvestamaPT Rasuna Setiabudi Raya 204,930 15.10% 262,300 19.42% PT Rasuna Setiabudi RayaPT Sumber Cipta Griya Utama 187,341 13.81% - - PT Sumber Cipta Griya UtamaPT Prima Bangun Investama - - 160,886 11.91% PT Prima Bangun InvestamaPT Citratama Inti Persada - - 157,673 11.67% PT Citratama Inti Persada

606,807 44.72% 580,859 43.00%

Lihat Catatan 28 untuk informasi mengenai pihakberelasi.

See Note 28 for related party information.

26. BEBAN 26. EXPENSES

a. Beban pokok pendapatan a. Cost of revenue

Rincian beban pokok pendapatan adalahsebagai berikut:

The details of cost of revenue are as follows:

2015 2014*

Bahan baku 369,074 493,176 Direct materialSub-kontraktor 326,096 220,672 Sub-contractorsBiaya tenaga kerja 269,972 200,326 Labor costOverhead 86,226 89,845 OverheadSewa alat 62,005 97,950 Equipments rentalBeban persediaan (Catatan 7) 19,121 - Cost of inventories (Note 7)

1,132,494 1,101,969

b. Beban berdasarkan sifat b. Expenses by nature

2015 2014*

Sub-kontraktor 326,096 220,672 Sub-contractorsBahan baku 321,390 439,152 Direct materialBiaya tenaga kerja 320,063 238,180 Labor costOverhead 86,226 89,842 OverheadSewa alat 62,005 97,950 Equipments rentalPenyusutan (Catatan 11) 49,906 57,424 Depreciation (Note 11)Beban persediaan (Catatan 7) 19,121 - Cost of inventories (Note 7)Pajak dan perijinan 13,513 6,680 Tax and licensesProvisi atas penurunan nilai Provision for impairment of trade

piutang usaha, piutang retensi, receivables, retention receivables,jumlah kontraktual tagihan bruto gross contractual amount, duepemberi kerja dan proyek dalam from customers and projectpenyelesaian 11,468 - under construction

Perbaikan dan pemeliharaan 5,699 14,159 Repair and maintenanceTransportasi 2,396 1,519 TransportationJasa profesional 2,065 2,464 Professional feesSewa kantor 1,532 1,999 Office rentalPemasaran 1,201 1,079 MarketingAdministrasi 712 610 AdministrativeLain-lain 2,559 2,371 Miscellaneous

1,225,952 1,174,101

*) Disajikan kembali, lihat Catatan 2a *) Restated, see Note 2a

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/55 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

26. BEBAN (lanjutan) 26. EXPENSES (continued)

Selama tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2015 dan 2014 tidak ada transaksidari satu pemasok yang jumlah pembeliankumulatifnya melebihi 10% dari pendapatan usahakonsolidasian.

During the years ended 31 December 2015 and2014, there were no purchases made from anysingle supplier with a cumulative amount exceeding10% of the consolidated revenues.

Beban tersebut di atas disajikan sebagai berikutdalam laporan laba rugi:

The above expenses were presented in the profit orloss as follows:

2015 2014*

Beban pokok pendapatan 1,132,494 1,101,969 Cost of revenueGeneral and administrative

Beban umum dan administrasi 92,257 71,053 expenseBeban penjualan 1,201 1,079 Selling expense

1,225,952 1,174,101

Lihat Catatan 28 untuk informasi mengenai pihakberelasi.

See Note 28 for related party information.

27. BIAYA DAN PENGHASILAN KEUANGAN 27. FINANCE COSTS AND INCOME

Rincian biaya keuangan adalah sebagai berikut: The details of finance costs are as follows:

2015 2014

Bunga sewa pembiayaan Finance lease interest- Pihak ketiga 2,795 4,564 Third parties -- Pihak berelasi Related party -

PT Astra Sedaya Finance 1,283 - PT Astra Sedaya Finance

4,078 4,564

Bunga pinjaman Interest loan- Pihak ketiga 14,434 21,794 Third parties -- Pihak berelasi Related parties -

PT Karya Supra Perkasa 20,378 - PT Karya Supra PerkasaPT Cross Plus Indonesia 3,079 - PT Cross Plus IndonesiaPT Loka Cipta Kreasi 3,044 - PT Loka Cipta Kreasi

40,935 21,794

Administrasi bank 7,318 5,496 Bank administrative

52,331 31,854

Selama tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2015 dan 2014, penghasilankeuangan merupakan pendapatan bunga daribank.

During the years ended 31 December 2015 and2014, finance income represents interest incomefrom the banks.

*) Disajikan kembali, lihat Catatan 2a *) Restated, see Note 2a

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/56 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

28. INFORMASI MENGENAI PIHAK BERELASI 28. RELATED PARTY INFORMATION

Grup melakukan transaksi usaha dan lainnyadengan pihak berelasi. Transaksi dan saldo yangsignifikan dengan pihak berelasi adalah sebagaiberikut:

The Group has engaged in trade and othertransactions with related parties. Significanttransactions and balances with related parties are asfollows:

a. Sifat hubungan dan transaksi a. Nature of relationship and transactions

Pihak-pihak berelasi/Related parties

Sifat dari hubungan/Nature of relationship

Sifat dari transaksi/Nature of transaction

PT Karya Supra Perkasa Pemegang saham pengendali langsungPerseroan/Direct controlling shareholderof the Company

Pembayaran dividen dan pinjaman/Dividend payment and loan

PT Cross Plus Indonesia Pemegang saham Perseroan/Shareholder of the Company

Pembayaran dividen dan pinjaman/Dividend payment and loan

PT Loka Cipta Kreasi Pemegang saham Perseroan/Shareholder of the Company

Pembayaran dividen dan pinjaman/Dividend payment and loan

PT Bintai KindenkoEngineering Indonesia

Asosiasi/Associated Pembelian/Purchase

PT ATMC Pump Services Entitas ventura bersama/Joint venture entity

Pendapatan/Revenue

PT Dinamik Struktural Sistem Entitas sepengendali/Entity under common control

Pembelian/Purchase

PT Alfa Stilindo Entitas sepengendali/Entity under common control

Pembelian/Purchase

PT Astra International Tbk Pemegang saham pengendali dari PT UnitedTractor Tbk/Controlling shareholder ofPT United Tractor Tbk.

Pendapatan/Revenue

PT United Tractors Tbk Pemegang saham pengendali dari PT KaryaSupra Perkasa /Controlling shareholderof PT Karya Supra Perkasa

Pembelian aset tetap/Purchase of fixed assets

PT United Tractors PanduEngineering.

Entitas sepengendali/Entity under common control

Pembelian/Purchase

PT Andalan Multi Kencana Entitas sepengendali/Entity under common control

Pembelian/Purchase

PT Bina Pertiwi Entitas sepengendali/Entity under common control

Pembelian aset tetap/Purchase of fixed assets

PT Astra Sedaya Finance Entitas sepengendali/Entity under common control

Transaksi sewa pembiayaan/Finance lease transaction

PT Bank Permata Tbk Entitas sepengendali/Entity under common control

Transaksi perbankan/Bank Transaction

PT Marga Mandalasakti Entitas sepengedali/Entity under common control

Pendapatan/Revenue

PT Marga Harjaya Infrastruktur Entitas sepengedali/Entity under common control

Pendapatan/Revenue

Dewan Komisaris dan Direksi/Board of Commissionersand Directors

Personil manajemen kunci/Key management personnel

Kompensasi dan remunerasi/Compensation and remuneration

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/57 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

28. INFORMASI MENGENAI PIHAK BERELASI(lanjutan)

28. RELATED PARTY INFORMATION (continued)

b. Transaksi b. Transactions

Pendapatan (sebagaipersentase terhadap Revenue (as percentagejumlah pendapatan) 2015 2014 of total revenue)

Entitas induk Parent entityPT Astra International Tbk 8,021 0.6% - - PT Astra International Tbk

Entitas sepengendali Entity under common controlPT Marga Mandalasakti 19,720 1.5% - - PT Marga MandalasaktiPT Marga Harjaya Infrastruktur 5,681 0.4% - - PT Marga Harjaya Infrastruktur

Entitas ventura bersama Joint venture entityPT ATMC Pump Services 9,131 0.7% - - PT ATMC Pump Services

42,553 3.2% - -

Beban (sebagaipersentase terhadap Expense (as percentagejumlah beban) 2015 2014* of total expenses)

Entitas sepengendali Entity under common controlPT Dinamik Struktural Sistem 44,207 3.6% 16,075 1.4% PT Dinamik Struktural SistemPT Alfa Stilindo 1,824 0.1% 2,255 0.2% PT Alfa StilindoPT Astra Sedaya Finance 1,462 0.1% - - PT Astra Sedaya FinancePT Andalan Multi Kencana 332 0.0% - - PT Andalan Multi Kencana

47,825 3.8% 18,330 1.6%

Pembelian aset tetap Acquisition of fixed assets(sebagai persentase terhadap (as percentage of totaljumlah pembelian aset tetap) 2015 2014 acquisition of fixed assets)

Entitas sepengendali Entity under common controlPT Bina Pertiwi 2,419 2.0% - - PT Bina Pertiwi

Penjualan aset tetap Sale of fixed assets(sebagai persentase terhadap (as percentage of totalpenerimaan atas proceeds sales ofpenjualan aset tetap) 2015 2014 fixed assets)

Entitas induk Parent entityPT United Tractors Tbk 366 6.8% - - PT United Tractors Tbk

Seperti halnya dengan pihak ketiga, harga jual,harga pembelian, beban sewa operasi, bebanasuransi dan beban bunga dengan pihak-pihakberelasi ditentukan berdasarkan perjanjian.

Similar to third parties, sales price, purchaseprice, operating lease expense, insurancecharges and interest charges to related partiesare determined based on agreement.

c. Saldo c. Balances

Aset (sebagaipersentase terhadap Assets (as percentagejumlah aset) 31/12/2015 31/12/2014 of total assets)

Piutang usaha (Catatan 5) 3,857 0.2% 370 0.0% Trade receivables (Note 5)Piutang non-usaha (Catatan 5) 873 0.0% 10,340 0.7% Non-trade receivables (Note 5)Piutang retensi (Catatan 6) - - 22 0.0% Retention receivbales (Note 6)Tagihan bruto kepada Gross contractual

pemberi kerja (Catatan 8) 29,193 1.5% 2,324 0.2% due from customers (Note 8)Proyek dalam penyelesaian Projects under

(Catatan 8) 11,581 0.6% - - construction (Note 8)

45,504 2.3% 13,056 0.9%

*) Disajikan kembali, lihat Catatan 2a *) Restated, see Note 2a

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/58 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

28. INFORMASI MENGENAI PIHAK BERELASI(lanjutan)

28. RELATED PARTY INFORMATION (continued)

c. Saldo (lanjutan) c. Balances (continued)

Liabilitas (sebagaipersentase terhadap Liabilities (as percentagejumlah liabilitas) 31/12/2015 31/12/2014 of total liabilities)

Utang usaha (Catatan 13) 4,020 0.3% 2,528 0.3% Trade payables (Note 13)Utang non-usaha - - 3,095 0.4% Non-trade payablesPendapatan diterima dimuka

(Catatan 14) 29,850 2.4% 3,668 0.4% Unearned revenues (Note 14)Utang kepada pemegang saham Loan from shareholders

(Catatan 17) 350,000 27.7% - - (Note 17)Pinjaman lain-lain

(Catatan 18) 44,947 3.5% - - Other borrowings (Note 18)

428,817 33.9% 9,291 1.1%

d. Kompensasi manajemen kunci d. Key management compensation

Kompensasi yang dibayar atau terutang padamanajemen kunci atas jasa kepegawaianadalah sebagai berikut:

The compensation paid or payable to keymanagement for employee services is asfollows:

2015 2014

Imbalan kerja jangka pendek Short-term employee benefitsDewan Komisaris 908 754 Board of CommissionersDewan Direksi 4,417 4,482 Board of Directors

5,325 5,236

Imbalan pensiun Pension benefitsDewan Direksi - 1,209 Board of Directors

5,325 6,445

29. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANGASING

29. ASSETS AND LIABILITIES IN FOREIGNCURRENCIES

Grup memiliki aset dan liabilitas dalam mata uangasing dengan rincian sebagai berikut (dalam jumlahpenuh):

The Group has assets and liabilities denominated inforeign currencies as follows (in full amount):

31/12/2015USD VND

Aset AssetsKas dan setara kas 419,822 5,950,005,542 Cash and cash equivalentsAset lain-lain - 369,333,641 Other assets

419,822 6,319,339,183Liabilitas LiabilitiesUtang usaha - (27,331,122) Trade payablesUtang non-usaha - (120,158,378) Non-trade payablesLiabilitas sewa pembiayaan - - Finance lease liabilities

- (147,489,500)

Aset bersih 419,822 6,171,849,683 Net assets

Jumlah setara Rupiah (dalam jutaan) 5,791 3,792 Rupiah equivalent (in million)

Jumlah setara Rupiah (dalam jutaan) Total in Rupiah, net(dalam jutaan) 9,583 (in millions)

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/59 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

29. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANGASING (lanjutan)

29. ASSETS AND LIABILITIES IN FOREIGNCURRENCIES (continued)

31/12/2014USD VND

Aset AssetsKas dan setara kas 797,730 7,100,786,882 Cash and cash equivalentsPiutang usaha 112,500 582,229,191 Trade receivablesPiutang retensi 348,235 - Retention receivablesTagihan bruto kepada pemberi kerja 521,691 - Gross contractual due from customersDeposito berjangka yang

dibatasi penggunaannya 132,000 - Restricted time depositsAset lain-lain - 40,553,000 Other assets

1,912,156 7,723,569,073

Liabilitas LiabilitiesUtang usaha (2,111,353) (31,232,775) Trade payablesUtang non-usaha - (34,639,220) Non-trade payablesUtang bank (170,022) - Bank loans

(2,281,375) (65,871,995)

Aset/(liabilitas) bersih (369,219) 7,657,697,078 Net assets/(liabilities)

Jumlah setara Rupiah (dalam jutaan) (4,593) 4,757 Rupiah equivalent (in millions)

Jumlah dalam Rupiah, bersih Total in Rupiah, net(dalam jutaan) 164 (in millions)

Aset dan liabilitas moneter di atas dijabarkanmenggunakan kurs penutupan Bank Indonesiapada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014.

Monetary assets and liabilities mentioned above aretranslated using Bank Indonesia closing rate as at31 December 2015 and 2014.

Apabila aset dan liabilitas dalam mata uang asingpada tanggal 31 Desember 2015 dijabarkandengan menggunakan kurs tengah mata uangasing pada tanggal laporan ini, maka aset bersihdalam mata uang asing Grup akan naik sekitarRp 9.451.

If assets and liabilities in foreign currencies as at31 December 2015 had been translated using themiddle rates as at the date of this report, the totalnet foreign currency assets of the Group would haveincreased by approximately Rp 9,451.

30. PERJANJIAN - PERJANJIAN PENTING,KOMITMEN DAN KONTINJENSI

30. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTSAND CONTINGENCIES

Perjanjian kerja sama operasi Joint operation agreement

Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, Grupmemiliki kerjasama dengan Daewoo Engineering& Construction Co Ltd untuk melakukan pekerjaankonstruksi di Distrik 8 Lot 13 & 28 SCBD,Indonesia dengan nilai kontrak sebesarRp 800.800. Grup memiliki bagian 60% dalamoperasi bersama dimana Grup menyediakandana, sumber daya dan teknologi untuk operasibersama.

As at 31 December 2015 and 2014, the Group has ajoint operation with Daewoo Engineering &Construction Co. Ltd to undertake construction workin District 8 Lot 13 & 28 SCBD, Indonesia with totalcontract value of Rp 800,800. The Group has 60%interest in the joint operation to which the Groupprovides funding, resources and technology for thejoint operation.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/60 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

30. PERJANJIAN - PERJANJIAN PENTING,KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)

30. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTSAND CONTINGENCIES (continued)

Kontrak kerja signifikan yang masih berjalan: Outstanding significant contracts:

Nilai kontrak(dalam jutaanrupiah atau

ribuan USD)/Value of contract

(in millions ofNama proyek/ rupiah or USD Pemberi kerja/ Tanggal kontrak/

No Projects name thousands) Owner Date of the contract

1 Setiabudi Sky Garden – Tower 3 Rp 161,161 JO KSO Proyek Setiabudi Raya Desember/December 2011USD 4,579

2 Setiabudi Sky Garden – Tower 1 & 2 Rp 523,480 PT Rasuna Setiabudi Raya Desember/December 2011

3 Hayam Wuruk Rp 121,940 PT Gunung Ansa November/November 2013

4 Nobel Cikarang Albani Rp 39,831 PT Multi Fiber Industri Februari/February 2014

5 CIMB Niaga Plaza & Sequis Plaza Rp 7,841 PT Permata Birama Sakti November/November 2014

6 Langham (District 8) Rp 193,000 PT Sumbercipta Griyautama Desember/December 2014

7 Milenium Centenial Tower Rp 89,894 PT Permata Birama Sakti Januari/January 2015

8 Thamrin Nine Rp 1,070,000 PT Putra Gaya Wahana Maret/March 2015Rp 387,578 Juni/June 2014

9 CS Tower Indonesia Rp 390,935 PT China Sonangol Media Investama Juni/June 2015

10 Nobel Cikarang Latexing Rp 77,668 PT Nobel Industries Juni/June 2015

11 Gerbang & Kantor Gerbang Tol Mojokerto Rp 24,812 PT Marga Herjaya Infrastruktur Juni/June 2015

12 Gerbang Tol & JPO Balaraja Timur Rp 42,616 PT Marga Mandala Sakti Juni/June 2015

13 Apartemen Jl. Borobudur - Jakarta Rp 27,784 PT Cozmo Menteng Juli/July 2015

14 Gedung Fakultas Biologi UGM Rp 28,181 PT Omega Minerba Gan Agustus/August 2015

15 Grand Cipulir Rp 1,700 PT Citra Abadi Mandiri Agustus/August 2015

16 West Vista Residences Rp 888,000 PT Harapan Global Niaga September/September 2015

17 Astra Business Center Rp 166,699 PT Astra International Tbk September/September 2015Rp 37,300 Juli/July 2015

18 New Plant Surya Cipta PT. IPPI Rp 85,000 PT Inti Pantja Press Industri Oktober/October 2015

19 Centenial Tower Rp 6,170 PT Citratama Inti Persada Oktober/October 2015Rp 239,539 Juli/July 2013

20 Sedayu City Rp 1,494 PT Pandega Shora Oktober/October 2015

Kontrak kerja dalam masa pemeliharaan Contract in maintenance period

Perusahaan memiliki beberapa kontrak konstruksiyang berada di bawah masa pemeliharaan. Masapemeliharaan adalah antara 6-12 bulan setelahselesainya pekerjaan konstruksi. Berdasarkankontrak, Perseroan bertanggung jawab atassegala kerusakan yang diakibatkan dari pekerjaankonstruksi dan pelanggan berhak untuk menahanpiutang retensi Perseroan hingga pemenuhanpersyaratan sebagaimana diatur dalam kontrakatau hingga kerusakan telah diperbaiki(Catatan 6).

The Company has several construction contractswhich are under maintenance period. Maintenanceperiod is between 6-12 months after the completionof the construction works. Under the contracts, theCompany is liable for any defect resulting from theconstruction works and customers have the right tokeep the Company’s retention receivable until thefulfilment of the conditions as set in the contract oruntil defects have been rectified (Note 6).

Komitmen perolehan barang modal Capital commitments

Pada tanggal 31 Desember 2015, Grupmempunyai komitmen pembelian barang modaluntuk perolehan alat berat senilai Rp 41.145(2014: nil).

As at 31 December 2015, the Group had capitalcommitments for the purchase of heavy equipments,machinery and leasehold improvements amounting toRp 41,145 (2014: nil).

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/61 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

30. PERJANJIAN - PERJANJIAN PENTING,KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)

30. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTSAND CONTINGENCIES (continued)

Fasilitas bank garansi Bank guarantee facilities

Pada tanggal 31 Desember 2015, Grupmempunyai fasilitas bank garansi yang diperolehdari berbagai bank sejumlah Rp 400.000 (2014:Rp 393.000).

As at 31 December 2015, the Group had bankguarantee facilities obtained from various banks ofRp 400,000 (2014: Rp 393,000).

Pada tanggal 31 Desember 2015, jumlah fasilitasyang belum digunakan oleh Grup adalah sebesarRp 331.051 (2014: Rp 288.537).

As at 31 December 2015, total unused facilitiesof the Group amounted to Rp 331,051 (2014:Rp 288,537).

31. LABA DASAR PER SAHAM 31. BASIC EARNINGS PER SHARE

Laba dasar per saham dihitung dengan membagilaba yang diatribusikan kepada pemilik entitasinduk dengan jumlah saham biasa yang beredarsepanjang tahun.

Basic earning per share is calculated by dividing theprofit attributable to the owners of the parent by thenumber of ordinary shares outstanding during theyear.

2015 2014*

Laba bersih kepada pemilik Net profit attributable to ownersentitas induk 41,918 104,787 of the parent

Jumlah saham biasa The number of ordinary sharesyang beredar (‘000,000) 500 500 outstanding (‘000,000)

Laba dasar per saham Basic earning per share(dalam nilai penuh) 84 210 (in full amount)

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT

Aktivitas Grup terekspos beragam risiko keuangan:risiko pasar (termasuk risiko nilai mata uang danrisiko tingkat bunga atas), risiko kredit dan risikolikuiditas. Kebijakan keuangan Grup dimaksudkanuntuk mengelola dampak keuangan dari fluktuasitingkat bunga dan nilai tukar valuta asing sertameminimalisir potensi kerugian yang dapatberdampak pada kinerja keuangan Grup.

The Group’s activities exposed it to a variety offinancial risks: market risk (including currency riskand interest rate risk), credit risk and liquidity risk.The Group’s treasury policies are designed tomanage the financial impact of fluctuations in interestrates and foreign exchange rates and seek tominimise potential adverse effects on the Group’sfinancial performance.

Program manajemen risiko Grup secarakeseluruhan dipusatkan pada pasar keuanganyang tidak dapat diprediksi dan Grup berusahauntuk memperkecil efek yang berpotensimerugikan kinerja keuangan Grup.

The Group’s overall risk management programmefocuses on the unpredictability of financial marketsand seeks to minimise potential adverse effects onthe Group’s financial performance.

Manajemen risiko dijalankan oleh Dewan DireksiGrup. Dewan Direksi melakukan identifikasi danevaluasi terhadap risiko-risiko keuangan, apabiladianggap perlu. Dewan Direksi bertugasmenentukan prinsip dasar kebijakan manajemenrisiko Grup secara keseluruhan serta kebijakanpada area tertentu seperti risiko nilai mata uang,risiko suku bunga, risiko kredit, penggunaaninstrumen keuangan non-derivatif dan investasiatas kelebihan likuiditas.

Risk management is carried out by the Group’sBoard of Directors. The Board of Directors identifiesand evaluates financial risks, where consideredappropriate. The Board of Directors has theresponsibility to determine the basic principles of theGroup’s risk management as well as principlescovering specific areas, such as currency risk,interest rate risk, credit risk, the use of non-derivativefinancial instruments and the investment of excessliquidity.

*) Disajikan kembali, lihat Catatan 2a *) Restated, see Note 2a

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/62 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

a. Faktor-faktor risiko keuangan a. Financial risk factors

(1) Risiko pasar (1) Market risk

Grup rentan terhadap risiko nilai tukarmata uang asing yang timbul dari berbagaimata uang dan tingkat bunga yangberasal dari dampak perubahan tingkatbunga yang dimiliki oleh aset dan liabilitastertentu yang mengandung komponentingkat bunga.

The Group is exposed to foreign exchangerisk arising from various currencyexposures and interest rate risk through theimpact of rate changes on interest bearingassets and liabilities.

Kebijakan manajemen risiko Grupdimaksudkan untuk mengurangi dampakkeuangan dari fluktuasi tingkat bunga dannilai tukar mata uang asing sertameminimalisir potensi kerugian yangdapat berdampak pada risiko keuanganGrup.

The Group’s risk management policies aredesigned to mitigate the financial impact offluctuations in interest rates and foreignexchange rates and to minimise potentialadverse effects on the Group’s financialrisk.

Risiko nilai tukar mata uang asing Foreign exchange risk

Risiko mata uang asing terutama timbuldari aset dan liabilitas moneter yangdiakui dalam mata uang yang berbedadengan mata uang fungsional entitas yangbersangkutan. Sebagian dari risiko inidikelola menggunakan lindung nilainatural yang berasal dari aset danliabilitas moneter dalam mata uang asingyang sama.

Foreign exchange risk primarily arises fromrecognised monetary assets and liabilitiesthat are denominated in a currency that isnot the entity’s functional currency. Theseexposures are managed partly by usingnatural hedges that arise from monetaryassets and liabilities in the same foreigncurrency.

Mata uang asing yang banyak digunakanoleh Grup adalah USD dan VND. Padatanggal 31 Desember 2015, apabila USDdan VND menguat atau melemah sebesar10% terhadap Rupiah dengan asumsivariabel lainnya tidak mengalamiperubahan, maka laba setelah pajak Grupakan naik atau turun sebesar Rp 515(2014: Rp 16), hal ini terutama diakibatkankeuntungan atau kerugian penjabaranaset dan liabilitas moneter dalam matauang asing

The foreign currencies most commonlyused by the Group are USD and VND. Asat 31 December 2014, if the USD and VNDhad strengthened or weakened by 10%against Rupiah with all other variables heldconstant, the profit after tax of the Groupwould increase or decrease by Rp 515(2014: Rp 16), arising mainly from foreignexchange gains or losses translation ofmonetary assets and liabilities in foreigncurrency.

Risiko tingkat suku bunga Interest rate risk

Pada tanggal 31 Desember 2015, apabilatingkat suku bunga atas pinjamanmeningkat/menurun sebesar 50 poin danvariabel lain tetap, laba setelah pajakuntuk periode berjalan akan lebihturun/naik sebesar Rp 262 (2014: Rp 120)terutama akibat lebih tinggi/rendahnyabeban bunga pinjaman dengan tingkatsuku bunga mengambang.

As at 31 December 2015, if interest rateson borrowings at that date had been 50point higher/lower with all other variablesheld constant, profit after tax for the periodwould increase or decrease by Rp 262lower/higher (2014: Rp 120), mainly as aresult of higher/lower interest expense ofborrowings with floating interest rates.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/63 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

a. Faktor-faktor risiko keuangan (lanjutan) a. Financial risk factors (continued)

(1) Risiko pasar (lanjutan) (1) Market risk (continued)

Risiko tingkat suku bunga (lanjutan) Interest rate risk (continued)

Risiko arus kas tingkat suku bungaadalah risiko akibat perubahan tingkatsuku bunga pasar yang mempengaruhiarus kas yang terkait dengan instrumenkeuangan dengan tingkat bunga variabel.

Cash flow interest rate risk is the risk thatchanges in market interest rates will havean impact on cash flows arising fromvariable rate financial instruments.

Risiko tingkat suku bunga Grup timbuldari pinjaman dengan tingkat bungamengambang. Risiko tingkat suku bungadari kas di bank dan deposito berjangkatidak signifikan.

The Group’s interest rate risk primarilyarises from its borrowings with floatingrates. The interest rate risk from cash inbanks and time deposits is not significant.

(2) Risiko kredit (2) Credit risk

Grup memiliki risiko kredit yang terutamaberasal dari simpanan di bank, piutangusaha, piutang non-usaha, piutangretensi, proyek dalam pelaksanaan dantagihan bruto kepada pemberi kerja.

The Group is exposed to credit riskprimarily from deposits in banks, tradereceivables, non-trade receivables,retention receivables, project underconstruction and gross contractual amountdue from customers.

Grup mengelola risiko kredit yang terkaitdengan simpanan di bank denganmemonitor reputasi, peringkat kredit danmenekan risiko agregat dari masing-masing pihak dalam kontrak.

The Group manages credit risk arising fromits deposits with banks by monitoringreputation, credit ratings and limiting theaggregate risk to any individualcounterparty.

Kualitas kredit dari kas pada bank,deposito berjangka, deposito berjangkayang dibatasi penggunaannya, piutangusaha, piutang non-usaha, piutangretensi, proyek dalam pelaksanaan dantaghan bruto kepada pemberi kerja baikyang belum jatuh tempo atau tidakmengalami penurunan nilai dapat dinilaidengan mengacu pada peringkat krediteksternal (jika tersedia) atau mengacupada informasi historis mengenai tingkatgagal bayar debitur:

The credit quality of cash in bank, timedeposits, restricted time deposits, tradereceivables, non-trade receivables,retention receivables, project underconstruction and gross contractual amountdue from customers that are neither pastdue nor impaired can be assessed byreference to external credit rating (ifavailable) or to historical information aboutcounterparty default rates:

(i) Kas pada bank, deposito berjangkadan deposito berjangka yangdibatasi penggunaannya

(i) Cash in banks, time deposits andrestricted time deposits

31/12/2015 31/12/2014

Pefindo Pefindo- idAAA 56,583 55,731 idAAA -- idAA- - 244 idAA- -

Fitch Fitch- A 75 - A -- F3 90 - F3 -

Pihak yang tidakmemiliki peringkat Counter parties withoutkredit eksternal 3,657 4,803 external credit rating

60,405 60,778

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/64 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

a. Faktor-faktor risiko keuangan (lanjutan) a. Financial risk factors (continued)

(2) Risiko kredit (lanjutan) (2) Credit risk (continued)

(ii) Piutang usaha, piutang non-usaha,piutang retensi, proyek dalampelaksanaan dan jumlahkontraktual tagihan bruto pemberikerja(lanjutan)

(ii) Trade receivables, non-tradereceivables, retention receivables,project under contruction and grosscontractual amount due fromcustomers (continued)

Semua saldo piutang usaha, piutangnon-usaha, piutang retensi, proyekdalam pelaksanaan dan jumlahkontraktual tagihan bruto pemberikerja merupakan pelanggan, pihakberelasi dan karyawan tanpa adanyakasus gagal bayar di masa terdahulu.

All balances of trade receivables, non-trade receivables, retentionreceivables, project under constructionand gross contractual amount duefrom customers represent customers,related parties and employees with nohistory of default in the past.

Manajemen yakin terhadapkemampuan untuk mengendalikandan menjaga eksposur risiko kreditpada tingkat yang minimal. Eksposurmaksimum risiko kredit pada tanggalpelaporan adalah sebagai berikut:

Management is confident in its abilityto control and sustain minimalexposure of credit risk. The maximumcredit risk exposure at the reportingdate is as follows:

31/12/2015 31/12/2014

Kas pada bank dandeposito berjangka 60,405 46,048 Cash in bank and time deposits

Deposito berjangkayang dibatasipenggunaannya - 14,728 Restricted time deposits

Piutang usaha 185,544 82,193 Trade receivablesPiutang non-usaha 91,384 12,817 Non-trade receivablesPiutang retensi 54,923 127,084 Retention receivablesProyek dalam

pelaksanaan 312,301 297,578 Project under constructionJumlah kontraktual

tagihan bruto kepada Gross contractual amountpemberi kerja 683,009 465,361 due from customers

1,387,566 1,045,809

(3) Risiko likuiditas (3) Liquidity risk

Pengelolaan risiko likuiditas dilakukanantara lain dengan memantau profil jatuhtempo pinjaman dan sumber pendanaan,serta memastikan tersedianya pendanaandari sejumlah fasilitas kredit yangmengikat, dan kesiapan untuk menjagaposisi pasar. Grup mempertahankankemampuannya untuk melakukanpembiayaan atas pinjaman yang dimilikidengan cara mencari berbagai sumberfasilitas pembiayaan yang mengikat daripemberi pinjaman yang handal sertaterus memonitor perkiraan posisi kas danutang bruto yang dimiliki Grup dalamjangka pendek berdasarkan perkiraanarus kas. Selain itu, dilakukan proyeksiarus kas jangka panjang untuk membantuGrup dalam merencanakan kebutuhanpendanaan dalam jangka panjang.

Prudent liquidity risk management includesmanaging the profile of borrowingmaturities and funding sources, maintainingsufficient cash and marketable securities,and ensuring the availability of funding froman adequate amount of committed creditfacilities and the ability to close out marketpositions. The Group’s ability to fund itsborrowing requirements is managed bymaintaining diversified funding sources withadequate committed funding lines fromhigh quality lenders and by monitoringrolling short-term forecasts of the Group’scash and gross debt on the basis ofexpected cash flows. In addition, long-termcash flows are projected to assist with theGroup’s long-term debt financing plans.

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/65 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

a. Faktor-faktor risiko keuangan (lanjutan) a. Financial risk factors (continued)

(3) Risiko likuiditas (lanjutan) (3) Liquidity risk (continued)

Grup memonitor pergerakan perkiraankebutuhan likuiditas untuk memastikantersedianya kas yang cukup untukmemenuhi kebutuhan operasional sertauntuk senantiasa memeliharakelonggaran likuiditas Grup, sehinggaGrup tidak melampaui batas pinjamanatau perjanjian untuk setiap fasilitaspinjaman yang diperoleh.

The Group monitors rolling forecasts of theliquidity requirements to ensure it hassufficient cash to meet operational needswhile maintaining sufficient headroom on itsundrawn committed borrowing facilities atall times so that the Group does not breachborrowing limits or covenants on any of itsborrowing facilities.

Tabel di bawah ini menganalisis liabilitasyang dikelompokkan berdasarkan periodeyang tersisa pada tanggal pelaporansampai dengan tanggal jatuh tempokontraktual:

The table below analyses the Group’sfinancial liabilities into relevant maturitygroupings based on the remaining period atthe reporting date to the contractualmaturity dates:

31/12/2015

Kurang dari1 tahun/ Lebih dari 5

Less than 1-3 tahun/ 4-5 tahun/ tahun/More1 year 1-3 years 4-5 years than 5 years Jumlah/Total

Liabilitas keuangan/Financial liabilities

Utang usaha/Trade payables 337,042 - - - 337,042Utang non-usaha/Non-trade

payables 36,689 - - - 36,689Akrual/Accruals 8,951 - - - 8,951Utang pemegang saham/

Due to shareholders 384,475 - - - 384,475Liabilitas sewa pembiayaan/

Finance lease liabilities 109 69 - - 178Pinjaman lain-lain/

Other borrowings 41,693 61,136 - - 102,829

Jumlah liabilitias keuangan/Total financial liabilities 808,959 61,205 - - 870,164

31/12/2014

Kurang dari1 tahun/ Lebih dari 5

Less than 1-3 tahun/ 4-5 tahun/ tahun/More1 year 1-3 years 4-5 years than 5 years Jumlah/Total

Liabilitas keuangan/Financial liabilities

Utang usaha/Trade payables 268,586 - - - 268,586Utang non-usaha/Non-trade

payables 34,205 - - - 34,205Utang anjak piutang/

Loan from factor 45,337 - - - 45,337Akrual/Accruals 9,320 - - - 9,320Pinjaman bank/Bank loans 206,122 - - - 206,122Liabilitas sewa pembiayaan/

Finance lease liabilities 275 238 - - 513

Jumlah liabilitias keuangan/Total financial liabilities 563,845 238 - - 564,083

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/66 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

b. Manajemen permodalan b. Capital management

Tujuan Grup dalam mengelola permodalanadalah untuk mempertahankan kelangsunganusaha Grup guna memberikan imbal hasilkepada pemegang saham dan manfaatkepada pemangku kepentingan lainnya sertamenjaga stuktur modal yang optimal untukmengurangi biaya modal.

The Group’s objectives when managing capitalare to safeguard the Group’s ability to continueas a going concern in order to provide returns forshareholders and benefits for other stakeholdersand to maintain an optimal capital structure toreduce the cost of capital.

Grup secara aktif dan rutin menelaah danmengelola struktur permodalan untukmemastikan struktur modal dan hasilpengembalian ke pemegang saham yangoptimal, dengan mempertimbangkankebutuhan modal masa depan dan efisiensimodal Grup, profitabilitas masa sekarang danyang akan datang, proyeksi arus kas operasi,proyeksi pengeluaran barang modal danproyeksi peluang investasi yang strategis.Untuk mempertahankan atau menyesuaikanstruktur modal, Grup menyesuaikan jumlahdividen yang dibayar kepada pemegangsaham, menerbitkan saham baru atau menjualaset untuk mengurangi utang.

The Group actively and regularly reviews andmanages its capital structure to ensure optimalcapital structure and shareholder returns, takinginto consideration the future capital requirementsand capital efficiency of the Group, prevailing andprojected profitability, projected operating cashflows, projected capital expenditures andprojected strategic investment opportunities. Inorder to maintain or adjust the capital structure,the Group may adjust the amount of dividendspaid to shareholders, issue new shares or sellassets to reduce debt.

Grup memonitor permodalan berdasarkanrasio gearing konsolidasian dan rasio labayang disesuaikan terhadap bungakonsolidasian. Rasio gearing dihitung denganmembagi pinjaman bersih dengan jumlahmodal. Pinjaman bersih dihitung dari jumlahpinjaman (termasuk pinjaman jangka pendekdan jangka panjang yang disajikan padalaporan posisi keuangan konsolidasian)dikurangi kas dan setara kas. Jumlah modaldihitung dari “ekuitas” seperti yang ada padalaporan posisi keuangan konsolidasianditambah pinjaman bersih.

The Group monitors capital on the basis of theGroup’s consolidated gearing ratio andconsolidated interest cover. The gearing ratio iscalculated as net borrowings divided by totalcapital. Net borrowings is calculated as totalborrowings (including current and non-currentborrowings as shown in the consolidatedstatement of financial position) less cash andcash equivalents. Total capital is calculated as“equity” as shown in the consolidated statementof financial position plus net borrowings.

Rasio pada tanggal 31 Desember 2015 dan2014 adalah sebagai berikut:

The ratios as at 31 December 2015 and 2014are as follows:

2015 2014*

Jumlah pinjaman 440,262 227,628 Total borrowingsDikurangi: Less:Kas dan setara kas (60,671) (49,575) Cash and cash equivalents

Pinjaman bersih 379,591 178,053 Net borrowingsJumlah ekuitas 664,859 642,048 Total equity

Jumlah modal 1,044,450 820,101 Total capital

Rasio gearing 36.34% 21.71% Gearing ratio

*) Disajikan kembali, lihat Catatan 2a *) Restated, see Note 2a

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/67 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

c. Nilai wajar instrumen keuangan c. Fair value of financial instruments

Pada 31 Desember 2015 dan 2014, nilai wajarasset dan liabilitas keuangan mendekati nilaitercatatnya, karena dampak dari diskonto tidaksignifikan.

As at 31 December 2015 and 2014, fair value offinancial assets and liabilities approximate theircarrying amount as the impact of discounting isnot significant.

33. INFORMASI SEGMEN 33. SEGMENT INFORMATION

Dewan direksi adalah pengambil keputusan operasiutama Grup.

The Board of Directors is the Group's chief operatingdecision-maker.

Manajemen memonitor hasil operasi segmen bisnisuntuk tujuan pengambilan keputusan tentang alokasisumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmendinilai berdasarkan laba atau rugi operasi yangdiukur dengan cara yang konsisten dengan laba ataurugi usaha dalam laporan keuangan konsolidasian.

Management monitors the operating results of itsbusiness segments for the purpose of decision makingabout resource allocation and performanceassessment. Segment performance is evaluatedbased on operating profit or loss and is measuredconsistently with the operating profit or loss in theconsolidated financial statements.

a. Aktivitas a. Activity

Bisnis utama Grup dibagi menjadi tiga segmen,yaitu konstruksi, penunjang jasa konstruksi danperdagangan.

The Group’s main business is divided into threesegments which are construction, constructionsupport services and trading.

Informasi segmen yang diberikan kepadapengambil keputusan operasional utama untuksetiap segmen dilaporkan pada tanggal danuntuk tahun yang berakhir pada 31 Desember2015 dan 2014 adalah sebagai berikut:

The segment information provided to the chiefoperating decision-maker for the reportablesegments as at and for the year ended31 December 2015 and 2014 is as follows:

2015Penunjang Jasa

Konstruksi/Konstruksi/ Construction Perdagangan/ Total/ Eliminasi/ Konsolidasi/

Construction Support Service Trading Total Elimination Consolidation

Pendapatan usaha 1,291,588 71,605 52,805 1,415,998 (59,130) 1,356,868 RevenuesBeban pokok pendapatan (1,086,464) (61,621) (45,656) (1,193,741) 61,247 (1,132,494) Cost of revenue

Laba usaha segmen 205,124 9,984 7,149 222,257 2,117 224,374 Segment resultsEquity in net earnings of

Bagian atas rugi bersih associatedentitas asosiasi - bersih (96) - - (96) (643) (739) company - net

OperatingBeban usaha (83,818) (5,966) (3,674) (93,458) - (93,458) expensesLain-lain - neto 6,540 - (2,540) 4,000 - 4,000 Others - netPendapatan keuangan 2,138 8 21 2,167 - 2,167 Finance incomeBeban keuangan (52,238) (27) (66) (52,331) - (52,331) Finance expenses

Final taxBeban pajak final (38,617) (2,864) - (41,481) - (41,481) expense

Income taxBeban pajak penghasilan - - (310) (310) - (310) expenseLaba tahun berjalan yang Income for the

dapat diatribusikan year attributablekepada kepentingan to non-controllingnon-pengendali - - - - (304) (304) interest

Laba tahun berjalan yang Income for the yeardapat diatribusikan attributable tokepada pemilik owners of theentitas induk 39,033 1,135 580 40,748 1,170 41,918 parent entity

Aset dan liabilitas Assets and liabilitiesAset segmen 2,011,090 41,741 23,928 2,076,759 (152,641) 1,924,118 Segment assets

Investment inInvestasi pada entitas associate and

asosiasi dan pengendalian controlledbersama entitas 20,040 - - 20,040 (14,660) 5,380 jointly entity

Total aset 2,031,130 41,741 23,928 2,096,799 (167,301) 1,929,498 Total assets

Liabilitas segmen 1,361,295 36,261 14,800 1,412,356 (147,717) 1,264,639 Segment liabilities

CapitalPengeluaran modal (120,155) (2,260) (22) (122,437) 2,974 (119,463) expenditure

DepreciationBeban penyusutan (48,063) (1,734) (109) (49,906) - (49,906) expenses

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/68 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

33. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 33. SEGMENT INFORMATION (continued)

a. Aktivitas (lanjutan) a. Activity (continued)

2014*Penunjang Jasa

Konstruksi/Konstruksi/ Construction Perdagangan/ Total/ Eliminasi/ Konsolidasi/

Construction Support Service Trading Total Elimination Consolidation

Pendapatan usaha 1,348,135 15,782 7,497 1,371,414 (20,506) 1,350,908 RevenuesBeban pokok pendapatan (1,095,611) (15,682) (7,444) (1,118,737) 16,768 (1,101,969) Cost of revenue

Laba usaha segmen 252,524 100 53 252,677 (3,738) 248,939 Segment resultsEquity in net earnings of

Bagian atas rugi bersih associatedentitas asosiasi - bersih (7,079) - - (7,079) 4,892 (2,187) company - net

OperatingBeban usaha (67,811) (3,067) (1,254) (72,132) - (72,132) expensesLain-lain - neto 660 42 (698) 4 - 4 Others - netPendapatan keuangan 1,741 6 7 1,754 - 1,754 Finance incomeBeban keuangan (31,834) (8) (12) (31,854) - (31,854) Finance expenses

Final taxBeban pajak final (40,444) (631) - (41,075) - (41,075) expense

Income taxBeban pajak penghasilan - - 448 448 - 448 expenseLaba tahun berjalan yang Income for the

dapat diatribusikan year attributablekepada kepentingan to non-controllingnon-pengendali - - - - 890 890 interest

Laba tahun berjalan yang Income for the yeardapat diatribusikan attributable tokepada pemilik owners of theentitas induk 107,757 (3,558) (1,456) 102,743 2,044 104,787 parent entity

Aset dan liabilitas Assets and liabilitiesAset segmen 1,484,855 23,365 22,661 1,530,881 (58,164) 1,472,717 Segment assets

Investment inInvestasi pada entitas associate and

asosiasi dan pengendalian controlledbersama entitas 10,366 - - 10,366 (9,434) 932 jointly entity

Total aset 1,495,221 23,365 22,661 1,541,247 (67,598) 1,473,649 Total assets

Liabilitas segmen 839,258 21,814 18,119 879,191 (47,590) 831,601 Segment liabilities

CapitalPengeluaran modal (74,525) (2,684) (1,478) (78,687) 52 (78,635) expenditure

DepreciationBeban penyusutan (55,987) (1,355) (84) (57,426) 2 (57,424) expenses

b. Segmen Geografis b. Geographical segments

Segmen geografis Grup dikelompokkanberdasarkan lokasi geografis. Segmen operasiberdasarkan lokasi geografis adalah sebagaiberikut:

The Group’s geographical segments are classifiedbased on geographical location. Operatingsegments based on the geographical location areas follows:

2015 2014

Segmen total aset Segment total assetsIndonesia 2,092,916 1,536,914 IndonesiaLuar negeri 3,883 4,333 Overseas

Eliminasi (167,301) (67,598) Elimination

1,929,498 1,473,649

2015 2014*

Segmen total liabilitas Segment total liabilitiesIndonesia 1,412,265 879,153 IndonesiaLuar negeri 91 38 Overseas

Eliminasi (147,717) (47,590) Elimination

1,264,639 831,601

Grup berdomisili di Indonesia dengan tidakada aktivitas signifikan di luar negeri sehinggatidak ada pendapatan dan pengeluaran modaldari aktivitas luar negeri.

The Group is domiciled in Indonesia withdormant activities overseas, therefore there isno revenue and capital expenditure fromoverseas activities.

*) Disajikan kembali, lihat Catatan 2a *) Restated, see Note 2a

PT ACSET INDONUSA TbkDAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5/69 Schedule

CATATAN ATASLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2015 DAN 2014(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NOTES TOTHE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DECEMBER 2015 AND 2014(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

34. INFORMASI PENTING LAINNYA 34. OTHER SIGNIFICANT INFORMATION

Kasus hukum Legal case

Pada bulan Januari 2012, Perseroan mengajukangugatan perdata terhadap Pemerintah RepublikIndonesia, Cq. Kementerian Badan Usaha MilikNegara, Cq. Perusahaan Listrik Negara(“Tergugat”) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatandengan nomor perkara 15/PDT.G/2012/PN.JKT.SEL. Pada tanggal 15 Agustus 2012,Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkanseluruh gugatan Perseroan dan memerintahkanTergugat untuk mengembalikan uang yang telahdisetor pemberi kerja Perseroan (PT BintangSedayu Makmur) sebesar Rp 2.362. Atas putusantersebut, Tergugat telah mengajukan banding kePengadilan Tinggi Jakarta yang menguatkanPutusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di atas.Tergugat telah mengajukan kasasi ke MahkamahAgung Republik Indonesia dan sampai tanggalpenerbitan laporan keuangan konsolidasian, kasasiini masih dalam proses.

In January 2012, the Company filed a civil suitagainst the Government of the Republic ofIndonesia, Cq. Stated-Owned Enterprise, Cq.Perusahaan Listrik Negara (the “Defendant”) atSouth Jakarta District Court with the case number15/PDT.G/2012/PN.JKT.SEL. On August 15, 2012,South Jakarta District Court declared the decision togrant all the Company suits and order the Defendantto return the money that had been paid by theCompany’s customer (PT Bintang Sedayu Makmur)amounting to Rp 2,362. The Defendant has filed anappeal on the decision at Jakarta High Court, whichaffirmed the Decision of South Jakarta District Courtabove. The Defendant has filed a cassation on thedecision to Supreme Court of Republic of Indonesiaand until the date of the issue of the consolidatedfinancial statement, the cassation is still in process.

2015 Laporan TahunanAnnual Report

2015L

apo

ran Tah

un

anA

nnu

al Rep

ort

Grow

thAdvancing O

ur

PT Acset Indonusa TbkAcset Building Jl. Majapahit No. 26 Petojo Selatan-Gambir Jakarta, 10160 Indonesia

Phone : +62-21-3511961 Fax : +62-21-3441413