of 18/18
Analisis Kualitas Koneksi Antara Wireless Protocol Nstreme dan Nstreme version 2 (Nv2) Pada Wireless Mikrotik Artikel Ilmiah Peneliti: Setyan Adi Cahya (672015033) Dr. Indrastanti R. Widiasari, M.T. Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga 2019

Analisis Kualitas Koneksi Antara Wireless Protocol Nstreme ......Analisis Kualitas Koneksi Antara Wireless Protocol Nstreme dan Nstreme version 2 (Nv2) Pada Wireless Mikrotik Artikel

  • View
    8

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Analisis Kualitas Koneksi Antara Wireless Protocol Nstreme ......Analisis Kualitas Koneksi Antara...

  • Analisis Kualitas Koneksi Antara Wireless Protocol Nstreme dan

    Nstreme version 2 (Nv2) Pada Wireless Mikrotik

    Artikel Ilmiah

    Peneliti:

    Setyan Adi Cahya (672015033)

    Dr. Indrastanti R. Widiasari, M.T.

    Program Studi Teknik Informatika

    Fakultas Teknologi Informasi

    Universitas Kristen Satya Wacana

    Salatiga

    2019

  • ii

    Analisis Kualitas Koneksi Antara Wireless Protocol Nstreme dan

    Nstreme version 2 (Nv2) Pada Wireless Mikrotik

    Artikel Ilmiah

    Diajukan kepada

    Fakultas Teknologi Informasi

    untuk memperoleh Gelar Sarjana Komputer

    Peneliti:

    Setyan Adi Cahya (672015033)

    Dr. Indrastanti R. Widiasari, M.T.

    Program Studi Teknik Informatika

    Fakultas Teknologi Informasi

    Universitas Kristen Satya Wacana

    Salatiga

    2019

  • iii

  • iv

  • v

  • vi

  • 1

    Analisis Kualitas Koneksi Antara Wireless Protocol Nstreme dan

    Nstreme version 2 (Nv2) Pada Wireless Mikrotik

    Setyan Adi Cahya1, Indrastanti R. Widiasari2

    Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

    Jalan Dr. O. Notohamidjodjo, Blotongan, Sidorejo, Kota Salatiga, 50715

    E-mail: [email protected], [email protected]

    Abstract

    The development in communication scope nowadays creates many brand-new

    creations of technology. One of them is wireless network technology (nirkabel) which is

    beneficial in the way of data sending to obtain the maximum result. Mikrotik is a company

    which develops the wireless protocol named Nstreme and Nstreme version 2 (Nv2). Those

    wireless protocols which have been developed by proxy each have different quality

    connections. Therefore, the aims of conducting this research is to analyze the quality of the

    connection between the wireless protocol Nstreme and Nstreme version 2 (Nv2) on wireless

    Mikrotik. to determine the causes of the difference quality of the connection between those two

    protocols. This research was conducted by a method β€œpoint to point” using a Mikrotik wireless

    router board device sxt lite5 5GHz as the medium. By having the analysis result of QoS

    measurements and signal quality, it will recognize the causes of the difference in connection

    quality. Where the Nstreme protocol acquires a better SNR value rather than the Nv2 protocol,

    it is by reason of the interference received by the Nstreme protocol is lower than the Nv2

    protocol. As its end, it concludes that the Nstreme protocol connection stability is better than

    Nv2 protocol.

    Keyword: Nstreme, Nstreme version 2 (Nv2), QoS, Signal quality, Wireless

    Abstrak

    Perkembangan komunikasi saat ini membuat terciptanya teknologi baru, salah satunya

    teknologi jaringan nirkabel (wireless) yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam

    berkirim data agar memperoleh hasil yang maksimal. Mikrotik merupakan perusahaan yang

    mengembangkan wireless protokol Nstreme dan Nstreme version 2 (Nv2). Wireless protokol

    yang dikembangkan mikrotik masing – masing memiliki kualitas koneksi yang berbeda.

    Tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu menganalisis kualitas koneksi antara wireless

    protokol Nstreme dan Nstreme version 2 (Nv2) pada wireless mikrotik, untuk mengetahui

    penyebab perbedaan kualitas koneksi antara kedua protokol. Penelitian ini dilakukan dengan

    cara point to point menggunakan perangkat mikrotik wireless routerboard sxt lite5 5GHz. Dari

    hasil analisis pengukuran QoS dan kualitas sinyal, maka diketahui penyebab perbedaan kualitas

    koneksi. Dimana protokol Nstreme memperoleh nilai SNR yang lebih baik dibandingkan

    protokol Nv2, hal ini disebabkan gangguan yang diterima protokol Nstreme lebih rendah

    daripada protokol Nv2 sehingga kestabilan koneksi protokol Nstreme lebih baik daripada

    protokol Nv2.

    Kata kunci: Kualitas sinyal, Nstreme, Nstreme version 2 (Nv2), QoS, Wireless

    1 Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Program Studi Teknik Informatika, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga 2 Pengajar Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

  • 2

    1. Latar Belakang Masalah Layanan komunikasi saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Hal ini tak lepas dari banyaknya kebutuhan dalam berkirim data, terutama untuk

    memperoleh hasil yang maksimal dalam transfer data. Perkembangan yang terjadi saat

    ini membuat terciptanya teknologi baru. Komunikasi yang digunakan tidak hanya

    melalui jaringan kabel, akan tetapi melalui jaringan nirkabel (wireless).

    Teknologi jaringan nirkabel atau yang disebut wireless merupakan jaringan yang memungkinkan dalam proses pengiriman informasi atau data antar host dilakukan

    menggunakan frekuensi radio. Saat ini jaringan wireless memiliki standar protokol

    yang umum digunakan yaitu 802.11 a/b/g/n. Mikrotik merupakan salah satu

    perusahaan perangkat keras jaringan yang telah mengembangkan sebuah wireless

    protokol yaitu Nstreme dan Nstreme version 2 (Nv2). Protokol Nstreme dan Nstreme

    version 2 (Nv2) merupakan protokol baru yang diakui dapat meningkatkan kualitas link

    perangkat yang terkoneksi. Kedua protokol tersebut merupakan proprietary protocol

    yang mana hanya didukung oleh sesama perangkat mikrotik saja.

    Dari beberapa wireless protokol yang dikembangkan mikrotik, masing-masing

    memiliki kualitas koneksi yang berbeda. Kualitas koneksi berpengaruh terhadap

    bandwidth yang dihasilkan oleh masing-masing protokol. Oleh sebab itu tujuan yang

    dilakukan dalam penelitian ini yaitu menganalisis kualitas koneksi antara wireless

    protokol Nstreme dan Nstreme version 2 (Nv2) dengan melakukan point to point antar

    perangkat wireless mikrotik, untuk mengetahui penyebab perbedaan kualitas koneksi

    dan bandwidth yang dihasilkan oleh masing-masing protokol yang terdapat di wireless

    mikrotik.

    2. Tinjauan Pustaka Penelitian yang dilakukan mengenai perbandingan jaringan nirkabel antara

    wireless protokol Nstreme version 2 (Nv2) dan 802.11 terdapat perbedaan kinerja dari

    kedua protokol yang dipengaruhi dari kondisi jaringan. Protokol Nv2 memperoleh hasil

    yang lebih baik dari segi parameter throughput, akan tetapi dari segi delay dan packet

    loss protokol 802.11 lebih unggul dibandingkan protokol Nv2. Kesimpulan dari

    penelitian yang dilakukan ialah pada protokol 802.11 lebih baik diaplikasikan untuk

    kebutuhan transfer data yang tidak terlalu membutuhkan kecepatan transfer yang

    tinggi, sedangkan protokol Nv2 lebih baik diaplikasikan untuk kebutuhan transfer data

    yang cepat [3].

    Dalam penelitian tentang analisis jaringan menggunakan QoS (Quality of

    Service) khususnya adalah latency/delay dan throughput mampu memberikan analisis

    jaringan yang baik, dimana aspek ini yang sering digunakan didalam analisis jaringan.

    QoS didefinisikan sebagai sebuah mekanisme atau cara yang memungkinkan layanan

    dapat beroperasi sesuai dengan karakteristiknya masing-masing dalam jaringan IP

    (Internet Protocol). Terdapat nilai yang bagus dalam pengukuran yang dilakukan di

    jam kantor dan jam pulang kantor dengan menggunakan aplikasi wireshark sebagai

    tools pengukuran. Didapatkan pengukuran delay dengan indeks nilai 21,95ms (sangat

  • 3

    bagus), throughput dengan indeks nilai 37,72bps (sedang), untuk jitter indeks nilai 0

    ms (sangat bagus) dan packet loss 0% (sangat bagus). Sedangkan pada jam pulang

    kantor didapatkan hasil delay dengan indeks nilai 11,03ms (sangat bagus), throughput

    dengan indeks nilai 63.31bps (sedang), untuk jitter indeks nilai 0 ms (sangat bagus)

    dan packetloss 0% [9].

    Dalam penelitian tentang analisis QoS (Quality of Service) terdapat beberapa

    pengukuran yang dipakai, salah satunya pengukuran bandwidth dengan menggunakan

    website speedtest.net. Dari pengukuran yang dilakukan didapatkan hasil rata-rata

    bandwidth faktual sebesar 6 Mbps dari 24 Mbps bandwidth yang disediakan oleh

    Penyedia jasa layanan internet [4].

    Dalam penelitian mengenai analisis perancangan dan implementasi jaringan

    wireless point to point. Melalui pengujian jaringan wireless point to point dapat

    diketahui hal-hal yang berkaitan dengan pengiriman data serta pengaruh-pengaruh

    eksternal yang menyebabkan terjadi perubahan. Jika terjadi kesalahan maka perlu

    dilakukan perancangan ulang sampai target tercapai. Pada implementasi jaringan

    wireless point to point yang dilakukan, memperoleh hasil pengujian yaitu terdapat

    banyak interferensi dari wireless access point lain, sambungan berhasil dilakukan

    dengan 0% packet loss, kekuatan sinyal -64,75 dBm, signal to noise 41,25 dB, client

    connection quality 86,14%, dan throughput 11,15 Mbps [2].

    QoS (Quality of Service) adalah kemampuan sebuah jaringan dalam

    menyediakan kualitas layanan dan merupakan suatu usaha untuk mendefinisikan

    karakteristik atau sifat dari suatu layanan. QoS memiliki tujuan untuk membantu user

    dalam mengetahui kualitas layanan yang didapatkan. Adapun parameter yang dimiliki

    QoS antara lain, bandwidth, delay, packet loss [1].

    Bandwidth merupakan suatu ukuran waktu tertentu dalam suatu hari

    menggunakan rute internet yang spesifik ketika sedang men-download suatu file [7].

    Packet loss merupakan suatu parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang

    menunjukkan jumlah total paket yang hilang, dapat terjadi karena collision dan

    congestion pada jaringan [8].

    Tabel 1 Kategori Packet loss versi TIPHON

    Kategori Packet Loss

    Sangat Bagus 0

    Bagus 3 %

    Sedang 15 %

    Jelek 25 %

    Untuk mengukur nilai Packet loss digunakan persamaan:

    Packet loss = π‘ƒπ‘Žπ‘˜π‘’π‘‘ π‘‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘‘π‘–π‘˜π‘–π‘Ÿπ‘–π‘šβˆ’π‘ƒπ‘Žπ‘˜π‘’π‘‘ π‘‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘‘π‘–π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Ž

    π‘π‘Žπ‘˜π‘’π‘‘ π‘‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘‘π‘–π‘˜π‘–π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘₯ 100

    Delay adalah waktu yang dibutuhkan paket untuk mencapai tujuan, karena

    adanya antrian, atau mengambil jalur yang lain untuk menghindari kemacetan. Delay

  • 4

    pada suatu jaringan akan menentukan langkah apa yang akan diambil ketika

    memanajemen suatu jaringan. Ketika delay besar, dapat diketahui jaringan tersebut

    sedang sibuk atau kemungkinan yang lain adalah kapasitas jaringan tersebut yang kecil

    sehingga bisa dilakukannya tindakan pencegahan agar tidak terjadi overload. Misalkan

    dengan memindahkan sebagian aliran data ke jalur lain atau memperbesar kapasitas

    jaringan [8]. Tabel 2 Kategori Delay versi TIPHON

    Kategori Besar Delay

    Sangat Bagus < 150 ms

    Bagus 150 – 300 ms

    Sedang 300 – 400 ms

    Jelek > 450 ms

    Untuk mengukur nilai Delay digunakan persamaan:

    Delay = π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ‘¦

    π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘π‘Žπ‘˜π‘’π‘‘ π‘‘π‘–π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Ž

    Signal Strength (kekuatan sinyal) merupakan nilai ukuran sebuah koneksi komputer yang terhubung ke internet baik melalui modem maupun jaringan wifi, kuat

    sinyal akan berpengaruh dengan kecepatan koneksi jaringan internet dan terpengaruh

    dengan adanya penghalang yang akan membuat sinyal mengalami penurunan [8].

    Tabel 3 Standarisasi Signal Strength

    Kategori Signal Strength Range

    Sangat Bagus -57 to -10 dBm 75 - 100%

    Bagus -75 to -58 dBm 40 - 74%

    Sedang -85 to -76 dBm 20 - 39%

    Jelek -95 to -86 dBm 0 - 19%

    Client Connection Quality (CCQ) adalah nilai dalam persen yang menunjukkan efektifitas penggunaan bandwidth yang digunakan (Data Rate) terhadap bandwidth

    maksimum yang tersedia secara teoritis. Semakin bagus CCQ maka semakin tinggi

    data rate yang didapatkan, nilai terbesar CCQ yaitu 100% sehingga semakin mendekati

    100% maka semakin bagus CCQ yang diperoleh [2]. Untuk pengukuran nilai CCQ digunakan persamaan:

    CCQ=π·π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘…π‘Žπ‘‘π‘’ (𝑀𝑏𝑝𝑠)

    π΅π‘Žπ‘›π‘‘π‘€π‘–π‘‘π‘‘β„Ž (𝑀𝑏𝑝𝑠) π‘₯ 100%

    Signal to Noise Ratio merupakan perhitungan mengenai rasio perbandingan antara sinyal yang berjalan dengan gangguan yang diterima. Jika kekuatan sinyal lebih

    besar dari gangguan yang diterima, maka kecil kemungkinan gangguan tersebut

    mempengaruhi kualitas sinyal pada perangkat, dan apabila gangguan yang diterima

  • 5

    sebanding dengan kekuatan sinyal maka perangkat penerima akan sulit menangkap

    sinyal dengan baik [2].

    Tabel 4 Standarisasi Signal to Noise Ratio

    Kategori SNR

    Excellent Signal 40 dB <

    Very Good Signal 25 dB – 40 dB

    Low Signal 15 dB – 25 dB

    Very Low Signal 10 dB – 15 dB

    No Signal 5 dB – 10 dB

    Untuk pengukuran Signal to Noise Ratio (SNR) digunakan persamaan:

    SNR = 10 log10 (π‘·π‘ π‘–π‘”π‘›π‘Žπ‘™

    π‘·π‘›π‘œπ‘–π‘ π‘’) = Psignal - Pnoise

    Jaringan nirkabel atau biasa dikenal dengan wireless adalah sebuah media komunikasi antar jaringan komputer yang menggunakan frekuensi radio untuk

    melakukan pertukaran data. Pada jaringan wireless terdapat sebuah protokol yang

    berfungsi untuk mengatur kecepatan pengiriman data. Protokol Nstreme dan Nstreme

    version 2 (Nv2) merupakan sebuah protokol baru yang dikembangkan oleh Mikrotik

    dan diakui dapat meningkatkan kualitas link pengangkat yang terkoneksi dan lebih

    stabil. Kedua protokol tersebut merupakan proprietary protocol yang mana hanya

    didukung oleh sesama perangkat Mikrotik saja [5].

    koneksi point to point merupakan solusi untuk menghubungkan dua area yang

    berjauhan dengan menggunakan metode nirkabel sehingga akan lebih hemat tanpa

    penggunaan kabel yang banyak jika jarak yang harus ditempuh oleh kabel jauh.

    Jaringan point to point dapat menghubungkan dua jalur melalui mode bridge [6].

    Gambar 1 Point to point

    3. Metode Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah analisis perbandingan wireless protokol

    Nstreme dan Nstreme version 2 (Nv2) pada wireless mikrotik, dengan uji coba jaringan

    wireless point to point menggunakan perangkat wireless mikrotik. Parameter

    pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu QoS, dengan standar

    pengukuran versi TIPHON.

  • 6

    Gambar 2 Tahapan Penelitian

    1. Studi Literatur Dalam penelitian ini, tahap awal yaitu studi literatur untuk menemukan

    referensi teori yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang akan

    diteliti. Referensi yang berkaitan dengan topik penelitian diperoleh dari

    jurnal, serta sumber-sumber lainnya.

    2. Analisis Kebutuhan Pada tahap yang kedua, dilakukan analisis kebutuhan yang terkait dalam

    pembangunan jaringan wireless point to point, berupa perangkat atau

    peralatan yang akan digunakan. Perangkat yang digunakan adalah wireless

    routerboard sxt lite5 5GHz mikrotik, yang merupakan perangkat wireless

    outdoor untuk jaringan point to point. Dua laptop yang digunakan dalam

    menganalisis jaringan dan pengambilan data.

    3. Perancangan Pada tahap yang ketiga adalah tahap membangun model perancangan.

    Perancangan yang dilakukan merupakan proses penerapan atau kegiatan

    yang bertujuan untuk mengimplementasikan hasil analisis kebutuhan

    kedalam suatu model rancangan, yang nantinya akan dilakukan pengujian

    untuk membuktikannya. Oleh sebab itu, dibuatlah sebuah model rancangan

    Studi Literatur

    Analisis Kebutuhan

    Perancangan

    Pengujian dan Pengukuran

    Analisis Hasil Pengukuran

    Penulisan Laporan

    Selesai

  • 7

    atau topologi agar penelitian dapat berjalan sesuai rencana. Topologi dapat

    dilihat pada Gambar 3.

    Gambar 3 Topologi Point to point

    4. Pengujian dan Pengukuran Pada tahap keempat, dilakukan tahap pengujian dan pengukuran. Pengujian

    pada penelitian ini yaitu mengimplementasikan hasil rancangan kedalam

    model jaringan point to point yang nyata, supaya dapat dilakukan proses

    analisis untuk memperoleh data dari kedua wireless protokol yang diuji.

    Dalam pengukuran signal strength, signal to noise ratio (SNR), client

    connection quality (CCQ) dan bandwidth menggunakan software winbox.

    Parameter pengukuran QoS meliputi delay, dan packet loss menggunakan

    software wireshark dari pengirim ke penerima (end to end) dengan sistem

    operasi windows. Standar pengukuran yang digunakan yaitu standaisasi versi

    TIPHON.

    5. Analisis Hasil Pada tahap kelima, dilakukan analisis hasil pengukuran yang diperoleh dari

    parameter QoS meliputi bandwidth, delay, packet loss dan hasil pengukuran

    kualitas sinyal meliputi signal strength, client connection quality (CCQ) dan

    signal to noise ratio (SNR) dari protokol Nstreme dan Nstreme version 2

    (Nv2), yang bertujuan untuk mengetahui penyebab perbedaan kualitas

    koneksi dari masing-masing protokol.

    6. Penulisan Laporan Pada tahap terakhir dilakukan penulisan laporan dari hasil yang telah

    dianalisis. Penulisan laporan bertujuan untuk mendokumentasikan

    penelitian, hingga diperolehnya hasil dan kesimpulan dari penelitian

    tersebut.

    4. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan metodologi yang telah dibuat, mekanisme dalam penelitian ini

    dilakukan dengan cara streaming video menggunakan aplikasi VLC media player

    (Video Lan Client). Sesuai topologi pada Gambar 3 file video berada pada laptop di

  • 8

    sisi AP (Access Point) dan untuk pemutar video dilakukan pada laptop di sisi client,

    untuk membandingkan hasil dari masing-masing wireless protokol yang dimiliki

    mikrotik yaitu wireless protokol Nstreme dan Nstreme version 2 (Nv2). Perangkat yang

    digunakan untuk jaringan point to point adalah wireless routerboard mikrotik sxt lite5

    5GHz.

    Dalam melakukan analisis QoS dibutuhkan sebuah software untuk

    mendapatkan data jaringan untuk dianalisis, software tersebut ialah wireshark.

    Wireshark merupakan tools yang digunakan untuk menganalisis paket data jaringan,

    wireshark juga disebut sebagai Network packet analyzer yang berfungsi memeriksa

    atau menangkap paket -paket data jaringan kabel maupun wireless secara detail.

    Pengambilan data dilakukan sebanyak 10 kali pengujian dengan durasi pengambilan

    data masing - masing 1 menit setiap pengujiannya pada masing-masing wireless

    protokol. Parameter yang digunakan dalam pengukuran QoS terdiri dari delay, packet

    loss, dan untuk pengukuran signal strength, client connection quality (CCQ), signal to

    noise ratio (SNR) dan bandwidth, software yang digunakan ialah winbox.

    Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan melalui pengukuran QoS dengan

    parameter bandwidth, delay, packetloss dan pengukuran kualitas sinyal meliputi signal

    strength, CCQ, Signal to Noise (SNR), didapatkan hasil perbandingan dari wireless

    protokol Nstreme dan Nstreme verion 2 (Nv2) sebagai berikut:

    Gambar 4 Diagram hasil pengukuran Delay

    Pada Gambar 4 delay yang dihasilkan oleh wireless protokol Nstreme dan

    wireless protokol Nv2 memiliki perbedaan yang tidak terlalu besar. Nilai delay yang

    diperoleh Nstreme sebesar 0.03162575 ms dan protokol Nv2 sebesar 0.03110755 ms.

    dapat disimpulkan bahwa protokol Nv2 mendapat nilai delay yang cukup baik daripada

    protokol Nstreme. Semakin kecil delay yang dihasilkan maka kualitas jaringan semakin

    bagus.

    0.03162575

    0.03110755

    0.0308

    0.031

    0.0312

    0.0314

    0.0316

    0.0318

    Nstreme Nv2

    Del

    ay

    ( m

    s )

    Wireless Protocol

    Hasil Delay

  • 9

    Gambar 5 Diagram hasil pengukuran Packetloss

    Pada Gambar 5 dijelaskan bahwa hasil packet loss yang diperoleh protokol

    Nstreme sebesar 8,51%, sedangkan protokol Nv2 sebesar 5,53%. Hasil yang didapatkan

    menjelaskan bahwa protokol Nv2 memperoleh nilai packet loss yang lebih baik

    dibandingkan protokol Nstreme. Ketika nilai packet loss suatu jaringan besar, dapat

    dikatakan kinerja jaringan tersebut buruk.

    Gambar 6 Diagram hasil pengukuran Bandwidth

    Pada Gambar 6 dijelaskan bahwa bandwidth yang dihasilkan dari jaringan point

    to point antara wireless AP (Access Point) dan wireless client yaitu 50,96 Mbps untuk

    protokol Nstreme, sedangkan protokol Nv2 menghasilkan 54,91 Mbps. Hasil tersebut

    menunjukan bahwa bandwidth yang dihasilkan protokol Nv2 lebih besar dibandingkan

    protokol Nstreme.

    8.51%

    5.53%

    0.00%

    2.00%

    4.00%

    6.00%

    8.00%

    10.00%

    Nstreme Nv2P

    ack

    etlo

    ss (

    %)

    Wireless Protocol

    Hasil Packetloss

    50.96

    54.91

    48

    50

    52

    54

    56

    Nstreme Nv2

    Ba

    nd

    wid

    th

    Wireless Protocol

    Hasil Bandwidth (Mbps)

  • 10

    Gambar 7 Diagram hasil pengukuran Signal Strength

    Pada Gambar 7 dijelaskan bahwa signal strength yang dihasilkan oleh wireless

    protokol Nstreme sebesar -62dBm, sedangkan wireless protokol Nv2 sebesar -59 dBm.

    Protokol Nv2 memperoleh kekuatan sinyal yang lebih baik dibandingkan protokol

    Nstreme. Jika nilai signal strength mendekati angka 0 maka kualitas jaringan tersebut

    sangat baik.

    Gambar 8 Diagram hasil pengukuran Client Connection Quality (CCQ)

    Pada Gambar 8 dijelaskan bahwa nilai CCQ yang dihasilkan oleh wireless

    protokol Nstreme sebesar 81% dan Nv2 sebesar 91%. Oleh sebab itu, dapat

    disimpulkan bahwa protokol Nv2 memiliki nilai CCQ yang lebih bagus dibandingkan

    protokol Nstreme. Ketika nilai CCQ semakin bagus maka data rate yang didapatkan

    semakin tinggi.

    -62

    -59.8

    -63

    -62

    -61

    -60

    -59

    -58

    Nstreme Nv2

    Sig

    nal

    (d

    Bm

    )

    Wireless Protocol

    Hasil Signal Strength

    81

    91

    75

    80

    85

    90

    95

    Nstreme Nv2

    CC

    Q(%

    )

    Wireless Protocol

    Hasil Pengukuran CCQ

  • 11

    Gambar 9 Diagram hasil pengukuran Signal to Noise Ratio (SNR)

    Pada Gambar 9 dijelaskan bahwa nilai SNR yang dihasilkan wireless protokol

    Nstreme sebesar 56,2 dB dan wireless protokol Nv2 menghasilkan nilai SNR sebesar

    55,5 dB. Pada pengukuran SNR protokol Nstreme memiliki nilai SNR yang lebih baik

    dibandingkan protokol Nv2. Jika nilai SNR yang didapatkan lebih tinggi maka

    gangguan yang diterima semakin kecil.

    5. Kesimpulan Dari hasil analisis jaringan point to point untuk mengetahui kualitas koneksi antara wireless protokol Nstreme dan Nstreme version 2 (Nv2) menggunakan wireless

    routerboard sxt lite5 5GHz Mikrotik, maka dapat disimpulkan bahwa nilai Signal to

    noise ratio (SNR) mempengaruhi kualitas koneksi yang dihasilkan oleh wireless

    protokol Nstreme dan Nstreme version 2 (Nv2). SNR merupakan perhitungan mengenai

    seberapa besar gangguan yang diterima. Hal ini terlihat pada pengujian kualitas sinyal

    yang dilakukan sebanyak 10 kali pengujian, pada kedua wireless protokol

    menggunakan perangkat mikrotik. Protokol Nstreme memiliki nilai SNR sebesar 56,2

    dB yang lebih baik dibandingkan protokol Nv2 dengan nilai SNR sebesar 55,5 dB, hal

    ini disebabkan gangguan yang diterima protokol Nstreme lebih rendah dibandingkan

    protokol Nv2 sehingga kestabilan protokol Nstreme lebih baik daripada protokol Nv2.

    Untuk penelitian yang berikutnya, peneliti menyarankan untuk menambah parameter

    pengukuran untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

    Daftar Pustaka

    [1] Cisco. (2012). Internetworking Technology Handbook, Quality of Service

    Networking. http://docwiki.cisco.com diakses pada 8 November 2018

    [2] Duskarnaen, F. (2017). Analisis, Perancangan, Dan Implementasi Jaringan

    Wireless Point To Point antara kampus A dan Kampus B Universitas Negeri

    Jakarta. Jurnal Pinter, Vol. 1, No. 2

    [3] Hanan, R. F. (2017). Analisis Kinerja Wireless Protocol 802.11 dan Nstreme

    Version 2 (Nv2) Pada Wireless Mikrotik. Jurnal Jarkom Vol. 6 No.1

    56.2

    55.5

    55

    55.5

    56

    56.5

    Nstreme Nv2Sig

    na

    l to

    No

    ise

    Ra

    tio

    (d

    B)

    Wireless Protocol

    Hasil Signal to Noise Ratio (SNR)

  • 12

    [4] Lubis, R. S. (2014). Analisis Quality of Service (QoS) Jaringan Internet di

    SMK Telkom Medan. SINGUDA ENSIKOM Vol.7 no 3

    [5] Mikrotik. (2017). Artikel 802.11, Nstreme, & NV2 pada Wireless MikroTik.

    http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=147# diakes pada 7 November 2018

    [6] Moedjahedy, J. (2016). Implementasi Point to Point Jaringan Internet Nirkabel

    di SMA Universitas Klabat. Cogito Smart Journal Vol. 2 No. 2

    [7] Romadhon, P. P. (2014). Analisa Kinerja Jaringan Wireless Lan Menggunakan

    Metode QoS dan RMA Pada PT Pertamina EP Ubep Ramba (Persero). Universitas

    Bina Darma

    [8] Setyawan, M. A. (2016). Analisis Kinerja Teknologi Jaringan Wireless Pada

    Frekuensi 2.4 GHz Dalam Kondisi Ruangan Tertentu. Jurnal JARKOM Vol.4

    No.1

    [9] Wulandari, R. (2016). Analisis QoS (Quallity of Service) Pada Jaringan

    Internet di UPT Loka Uji Teknik Penambangan Jampang Kulon-LIPI. JuTiSi,

    Vol.2 No. 2