Click here to load reader

ANALISIS PUTUSAN TENTANG PEMBATALAN PENETAPAN AHLI WARIS ... fileanalisis putusan tentang pembatalan penetapan ahli waris (studi perkara nomor 0232/pdt.g/2013/pa.sby) skripsi oleh:

  • View
    238

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of ANALISIS PUTUSAN TENTANG PEMBATALAN PENETAPAN AHLI WARIS ... fileanalisis putusan tentang pembatalan...

  • 1

    ANALISIS PUTUSAN TENTANG PEMBATALAN PENETAPAN AHLI

    WARIS

    (Studi Perkara Nomor 0232/Pdt.G/2013/PA.Sby)

    SKRIPSI

    Oleh:

    Arin Fahmiya

    NIM 14210042

    JURUSAN AL-AHWAL AL-SYAKHSIYYAH

    FAKULTAS SYARIAH

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

    MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

    2018

  • i

    ANALISIS PUTUSAN TENTANG PEMBATALAN PENETAPAN AHLI

    WARIS

    (Studi Perkara Nomor 0232/Pdt.G/2013/PA.Sby)

    SKRIPSI

    Oleh:

    Arin Fahmiya

    NIM 14210042

    JURUSAN AL-AHWAL AL-SYAKHSIYYAH

    FAKULTAS SYARIAH

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

    MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

    2018

  • ii

  • iii

  • iv

  • v

    HALAMAN MOTTO

    Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim,

    sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk

    kedalam api yang menyala-nyala.

  • vi

    KATA PENGANTAR

    Alhamdulillah, dengan mengucap syukur kehadirat ALLAH SWT penulisan

    skripsi yang berjudul ANALISIS PUTUSAN TENTANG PEMBATALAN

    PENETAPAN AHLI WARIS (Studi Perkara Nomor 0232/Pdt.G/2013/PA.Sby) dapat

    terselesaikan dengan lancar.

    Tentunya kelancaran penulisan skripsi ini tidak terlepas dari arahan,

    bimbingan, doa, dan hasil diskusi dari berbagai pihak. Oleh karena itu dengan segala

    kerendahan hati penulis sampaikan terima kasih yang tidak terbatas kepada:

    1. Prof.Dr.H Abd. Haris, M.Ag., selaku Rektor Universitas Islam Negeri

    Maulana Malik Ibrahim Malang.

    2. Dr.H. Saifullah, SH., M.Hum., selaku Dekan Fakultas Syariah Universitas

    Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

    3. Dr.Sudirman, MA., selaku Ketua Jurusan Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah

    Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

    4. Dr. H. Roibin, M.Hi, selaku dosen wali. Terima kasih atas bimbingan, arahan,

    motivasi. Semoga beliau selalu diberi kesehatan, kebahagiaan lahir batin, dan

    kemudahan dalam segala urusannya.

    5. Dr. Zaenul Mahmudi, MA., selaku dosen pembimbing yang selalu sabar

    memberikan arahan, motivasi, bimbingan, arahan dalam penulisan skripsi ini.

  • vii

    Mudah-mudahan beliau senantiasa kesehatan, kebahagiaan lahir dan batin

    serta dipermudah segala urusannya.

    6. Seluruh dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah mendidik,

    memberikan ilmu dan banyak pelajaran selama penulis menempuh studi di UIN

    Maulana Malik Ibrahim Malang.

    7. Terima kasih yang tidak terhingga penulis haturkan kepada kedua malaikat

    dunia, Ibuk Indah Wahyuni dan Bapak Agus Santoso yang telah tulus dan ikhlas

    tanpa pamrih mengasuh, membimbing, merawat, mengarahkan dan mengiringi

    doa dalam setiap langkah penulis. Semoga ALLAH SWT memberikan

    kesehatan, kebahagiaan lahir dan batin, dan dimudahkan segala urusannya. Dan

    untuk adik-adik tercinta, Anin Nafila, Arfinia Ulfa, dan Amjad Tauhid, semoga

    ALLAH SWT memperkenankan semua hajatnya, dan dijadikan anak yang

    sholeh Sholehah dan bermanfaat bagi sesama.

    8. Teman-teman dekat, Lina, Fitri, Ana, Awel, Devi, Hajrah, Nelly, Febry, Wulan

    yang selalu memberi cerita mengasyikkan setiap harinya.

    9. Teman-teman Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah angkatan 2014, yang tidak bisa

    disebutkan satu persatu. Terima kasih atas banyak pelajaran hidup yang penulis

    peroleh dari kalian semua.

    Semoga apa yang telah saya peroleh selama kuliah di Fakultas Syariah

    Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini, bisa bermanfaat bagi

    semua pembaca, khususnya bagi saya pribadi. Disini penulis sebagai manusia biasa

  • viii

    yang tak pernah luput dari salah dan dosa, menyadari bahwasannya skripsi ini masih

    jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharap kritik dan saran

    dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi ini.

    Malang,4 Mei 2018

    Penulis,

    Arin fahmiya

    NIM 12410042

  • ix

    PEDOMAN TRANSLITERASI

    A. Umum

    Transliterasi ialah pemindahan tulisan Arab ke dalam tulisan Indonesia

    (Latin), bukan terjemahan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Termasuk dalam

    kategori ini ialah nama Arab dari bangsa Arab, sedangkan nama Arab dari bangsa

    selain Arab ditulis sebagaimana ejaan bahasa nasionalnya, atau sebagaimana yang

    tertulis dalam buku yang menjadi rujukan. Penulisan judul buku dalam footnote

    maupun daftar pustaka, tetap menggunakan ketentuan transliterasi ini.

    Banyak pilihan dan ketentuan transliterasi yang dapat digunakan dalam

    penulisan karya ilmiah, baik yang berstandard internasional, nasional maupun

    ketentuan yang khusus digunakan penerbit tertentu. Transliterasi yang digunakan

    Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang

    menggunakan EYD plus, yaitu transliterasi yang didasarkan atas Surat Keputusan

    Kebudayaan Republik Idonesia, tanggal 22 Januari 1998 No.158/1987 dan

    0543.b/U/1987, sebagaimana tertera dalam buku Pedoman Transliterasi Bahasa Arab

    ( A Guide Arabic Transliteration), INIS Fellow 1992.

    B. Konsonan

    dl = Tidak dilambangkan = th = b = dh = t = ( koma menghadap ke atas) = ts =

  • x

    gh = j = f = h = q = kh = k = d = q = dz = r = m = z = n = w = s = sy = h = sh = y =

    Hamzah () yang sering dilambangkan dengan alif, apabila terletak di

    awal kata maka dalam transliterasinya mengikuti vokalnya, tidak dilambangkan,

    namun apabila terletak di tengah atau akhir kata, maka dilambangkan dengan tanda

    koma diatas (), berbalik dengan koma () untuk pengganti lambang .

    C. Vokal, Panjang, dan Diftong

    Setiap penulisan bahasa Arab dalam bentuk tulisan latin vokal fathah ditulis

    dengan a, kasrah dengan i, dlommah dengan u, sedangkan bacaan panjang

    masing-masing ditulis dengan cara berikut :

    Vokal (a) panjang = misalnya menjadi qla

    Vokal (i) panjang = misalnya menjadi qla

  • xi

    Vokal (u) panjang = misalnya menjadi dna

    Khusus untuk bacaan ya nisbat, maa tidak boleh digantikan dengan i melainkan

    tetap ditulis dengan iy agar dapat menggambarkan ya nisbat diakhirnya. Begitu

    juga dengan suara diftong, wawu dan ya setelah fathah ditulis dengan aw dan ay.

    Perhatikan contoh berikut :

    Diftong (aw) = misalnya menjadi qawlun

    Diftong (ay) = misalnya menjadi khayrun

    D. Ta marbuthah

    Ta marbuthah () ditransliterasikan dengan t jika berada di tengah kalimat,

    tetapi apabila ta marbuthah tersebut berada di akhir kalimat, maka ditransliterasikan

    dengan menggunakan h misalnya ,menjadi alrisalat li al-mudarrisah

    atau apabila berada di tengah-tengah kalimat yang terdiri dari susunan mudlaf dan

    mudlaf ilayh, maka ditransliterasikan dengan menggunakan t yang disambungkan

    dengan kalimat berikutnya, misalnya menjadi fi rahmatillah.

    E. Kata sandang dan Lafdh al-Jalalah

    Kata sandang berupa al () ditulis dengan huruf kecil, kecuali terletak di awal

    kalimat, sedangkan al dalam lafadh jalalah yang berada di tengah-tengah, kalimat

    yang disandarkan (idhafah) maka dihilangkan. Perhatikan contoh-contoh berikut ini :

  • xii

    1. Al-Imm al-Bukhariy mengatakan.....

    2. Al-Bukhriy dalam muqaddimah kitabnya menjelaskan .....

    3. Masy Allah kana wa man lam yasya lam yakun.

    4. Billh azza wa jalla.

    F. Nama dan Kata Arab Terindonesiakan

    Pada prinsipnya setiap kata yang berasal dari bahasa Arab harus ditulis

    dengan menggunakan sistem transliterasi. Apabila kata tersebut merupakan nama

    Arab dari orang Indonesia atau bahasa Arab yang sudah terindonesiakan, tidak perlu

    ditulis dengan menggunakan sistem transliterasi. Perhatikan contoh berikut :

    .......Abdurrahman Wahid, mantan presiden RI keempat, dan Amin Rais, manyan

    ketua MPR pada masa yang sama, telah melakukan kesepakatan untuk menghapuskan

    nepotisme, kolusi dan korupsi dari muka bumi Indonesia, dengan salah satu caranya

    melalui pengintensifan salat di berbagai kantor pemerintahan, namun.....

    Perhatikan penulisan nama Abdurrahman Wahid, Amin Rais dan kata

    salat ditulis dengan menggunakan tata cara penulisan namanya. Kata-kata tersebut

    sekalipun berasal dari bahasa Arab, namun ia berupa nama dari orang Indonesia dan

    terindonesiakan, untuk itu tidak ditulis denga cara Abd al-Rahman Wahid, Amin

    Rais dan bukan ditulis dengan shalat.

  • xiii

    DAFTAR ISI

    HALAMAN SAMPUL DEPAN

    HALAMAN JUDUL ..................................................................................................... i

    HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ................................................ ii

    HALAMAN PERSETUJUAN .................................................................................... iii

    HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................... iv

    HALAMAN MOTTO .................................................................................................. v

    KATA PENGANTAR ................................................................................................ vi

    PEDOMAN TRANSLATERASI ............................................................................... ix

    DAFTAR ISI ............................................................................................................. v

Search related