ANALITIK 1

  • View
    31

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • MIKROBIOLOGI ANALITIK

    Samata, 2013By. Hafsah,

  • Beberapa hal umum yg tdk diperkenankan dalam pengerjaan mikrobiologiMakan, Minum, Mengunyah permen karet dan merokokMengaplikasikan kosmetik (lipstik, bedak dll)Membiarkan anggota tubuh dengan luka terbukaMembiarkan tabung biakan terbuka

  • Mikrobiologi Analitik ????Mikro-biologi : ilmu tentang mikroba Analitik (Analisa):Menghitung, mendeteksi, memeriksa Pemeriksaan bahan secara Mikrobiologi: Deteksi, penghitungan dan pengujian mikroba pada suatu bahan tertentu

  • Sasarannya??Mikroba sebagai mikroba bahan uji (Mikroba uji): untuk pengujian berdasarkan respon mikroba terhadap sampelMikroba sebagai kontaminan dalam produk farmasi, pangan dan kosmetik

  • Tujuan melakukan analisa mikrobiologiMenentukan jenis dan sumber kontaminanEvaluasi proses sanitasi, penanganan bahan dasar dan proses pengolahanMenentukan kualitas mikrobiologis makanan Menentukan umur simpan makanan

  • Sistem Pengawasan Makanan Oleh BPOM-RI Pemberian Nomer Registrasi BPOM-RI - Makanan/Minuman : MD (dalam), ML (import) 12 digits- Obat-obatan : D (dalam), DL (obat import) - Kosmetika : CD (dalam), CL (kosmetik import) - Alat kesehatan : KD (dalam), KL (alat import)- Obat tradisional : TR

    Melakukan uji laboratorium sampel makanan - Uji kandungan (komposisi) gizi - Uji fisika kimia - Uji mikrobiologi - Uji bahan berbahaya dan beracun

  • Sources of bacterial contamination

  • Beberapa teknik dasar di dalam analisa: 1. Teknik transfer aseptis 2. Agar Slants (Agar miring) 3. Teknik Dilusi (pengenceran) 5. Teknik Pour-Plate (lempeng tuang) 6. Teknik Spread Plate (lempeng sebar) 7. Teknik Streak Plate (lempeng gores)

  • TEKNIK TRANSFER ASEPTIS Suatu metode teknik di dalam memindahkan/mentransfer kultur bakteri/fungi dari satu tempat ke tempat lain secara aseptis agar tidak terjadi kontaminasi oleh mikroba lain ke dalam kultur. Teknik transfer aseptis ini sangat esensial dan kunci keberhasilan prosedur mikrobial yang harus diketahui oleh siapapun yang hendak melakukan analisis mikrobiologi.

  • Sebelum Pelaksanaan:Singkirkan semua barang yg tidak diperlukan dari meja dan ruang kerjaKenakan pakaian atau jas laboratorium yg bersih dan higinis sebelum masuk ke dalam laboratoriumDianjurkan untuk mengenakan masker yg bersih dan higinisKenakan penutup rambut yang bersih dan higinis

  • Sebelum dan Setelah Pelaksanaan:Cuci tangan anda dengan bersih dan gunakan antiseptisSanitasi dan desinfeksi ruang kerja (laboratorium dan sekitarnya) dengan desinfektan yang memadai, termasuk Laminar Air Flow dan InkubatorSterilisasi semua alat dan bahan sebelum digunakan

  • Ketika Pelaksanaan Kultur:Jangan berbicaraBekerjalah di dekat api (pembakar bunsen) dan di dalam Laminar Air Flow (LAF)Bukalah tabung /cawan di atas api dan jauhkan dari hidung dan mulutUsahakan jangan meletakkan tutup (kapas penutup) tabung reaksi di atas meja/LAFMiringkan tutup cawan petri yg akan dibuka sebagai penghalang antara kultur dengan mulut/hidung Jangan buka tutup cawan petri tlalu lebar dan lamaBekerjalah dengan cepat

  • Setelah Pelaksanaan :Segera tutup semua tabung /cawan yang masih terbukaSingkirkan segera semua peralatan atau bahan sisa yg sudah tidak digunakan lagiBersihkan dan keringkan segera tumpahan-tumpahan media yang adaSanitasi dan desinfeksi ulang meja dan ruang kerjaLepas pakaian kerja dan jas laboratorium sebelum meninggalkan ruang kerja

  • Inoculating (inokulasi) dengan jarum osePipetting (mentransfer dengan pipet) Alcohol Flamming (mentransfer dengan forsep yang dibakar dengan alkohol)

    Dalam teknik transfer aseptis ada beberapa teknik yang perlu dipahami, yaitu:

  • Inoculating dengan jarum ose

    Bakar jarum ose dari bagian pangkal dalam terus hingga ke bagian lup (ujung) sampai berpijar merah.Biarkan selama beberapa detik sampai pijar menghilang, kemudian segera ambil tabung reaksi yang berisi kultur bakteri, buka penutupnya dengan ketiga jari tengah, manis dan kelingking sedangkan jari telunjuk dan ibu jari memegang jarum ose.

  • Bakar bibir tabung reaksi dengan cara memutar tabung sehingga semua bagian bibir tabung terkena api.Segera masukkan jarum ose ke dalam tabung reaksi, lalu segera keluarkan. Usahakan ketika memasukkan jarum ose jangan sampai menyentuh dinding tabung dan lakukan di dekat pembakar bunsen.Bakar kembali bibir tabung reaksi dan segera tutup. Ingat, jarum ose jangan dibakar kembali karena akan membunuh bakteri yang akan diinokulasikan.

  • Ambil tabung reaksi lainnya yang akan diinokulasi, buka tutupnya dengan cara yang sama dengan cara (2) dan bakar bibirnya dengan cara yang sama dengan cara (3)Segera masukkan jarum ose dan inokulasikan ke dalam tabung tadi sebagaimana cara (4).Bakar bibir tabung reaksi dn tutup kembaliBakar kembali jarum ose hingga berpijar

  • Isolasi dengan cara goresanHasil goresan yang baikGoresan yang berasal dari dua jenis bakteriKoloni kurang terpisahCawan - terkontaminasiCara goresan yang salah

  • Pipetting (mentransfer dengan pipet)

    Ambil pipet yang telah steril, buka pembungkusnya dan pasang katup karetnya.Bakar ujungnya dibakar atas bunsen selama beberapa detik. Jangan terlalu lama karena dapat merusak ujung pipet.

  • Ambil tabung reaksi yang berisi kultur bakteri, buka penutupnya dengan kedua jari manis dan kelingking sedangkan jari telunjuk, jari tengah dan ibu jari memegang pipet. Segera masukkan pipet ke dalam tabung reaksi, tekan katup karet penghisap tombol [S] lalu segera keluarkan. Usahakan ketika memasukkan pipe t jangan sampai menyentuh dinding tabung dan lakukan di dekat pembakar bunsen.

  • Bakar kembali bibir tabung reaksi dan segera tutup. Ambil tabung reaksi lainnya yang akan diinokulasi, buka tutupnya dengan cara yang sama dengan cara (b) dan bakar bibirnya dengan cara yang sama dengan cara.Segera masukkan pipet ke dalam tabung tadi, kemudian keluarkan cairan yang telah diinokulasi dari pipet dengan menekan tombol [E].

  • Bakar bibir tabung reaksi dan tutup sebagaimana cara.Pindahkan pipet dan ganti dengan pipet baru apabila akan melakukan pipetting kembali.Lakukan kembali dengan cara yang sama apabila diperlukan dilusi atau pengenceran.

  • Alcohol Flamming : Biasanya digunakan untuk meletakkan kertas cakram atau instrumen lain ke dalam cawan petri yang berisi media.Ambil forsep, celupkan ujungnya ke dalam alkohol, lalu segera bakar ujungnya di atas bunsen selama beberapa detik secara mendatar. Ingat, jangan miringAmbil kertas cakram steril atau instrumen lainnya dengan forsep tadi.

  • Ambil tabung reaksi yang berisi zat antimikrobial, celupkan kertas cakram tadi ke dalam cairan di dalam tabung reaksi.Ambil cawan petri yang telah berisi biakan bakteri di dalam agar, buka penutupnya dengan cara memiringkan beberapa derajat hingga hanya pada satu sisi bagian saja yang terbuka. Ingat jangan terlalu lebar membukanya atau me mbuka seluruh tutupnya dari cawan.

  • Segera masukkan kertas cakram steril atau instrumen lainnya dengan forsep secara hati-hati agar tidak merusak permukaan agar. Lakukan di dekat pembakar bunsen.Segera tutup dan bakar kembali bibir cawan. Lakukan kembali dengan cara yang sama apabila diperlukan.

  • Metode Analisa Mikroba

  • Menggunakan metode pour plate atau spread plate. Inkubasi 48 jam pada 37 C koloni tumbuh dihitung Jumlah yang sebagai jumlah bakteri. Suhu inkubasi Tergantung pada suhu inkubasi yang diinginkan Plate Count Method

  • Dilution and Plate Count

  • Dilution and Plate Count (2)

  • Standard Plate Count (SPC)

    Standard di dalam equipment, material dan inkubasiEquipment tempat kerja, kabinet, refrigerator, termometer, transfer pipet, botol untuk pengenceran, cawan Petri, timbangan, waterbath, autoclave, inkubator, dllPenyimpanan sampel suhu 4,4 C, waktu pengujian < 36 jam Media Standard method agar (Plate count Agar)Pancreatic digest of casein (tripton)5,0 gYeast extract2,5 gGlucose1,0 gAgar 15,0 gDW s/d 1 literpH (setelah sterilisasi) 7.0 + 0,2

    Inkubasi 32 + 1C, 48 + 3 jam untuk mesofilikUntuk termofilik : 55 + 1 C selama 48 jamUntuk psikrofilik : 7 + 1 C selama 10 hari

  • *

  • *

  • Presence Absence Testing

    Dilakukan untuk memperoleh informasi kualitatif tentang ada tidaknya organisme target atau group organisme. 100 ml sample ditambahkam media mikrobiologi. Dalam metode ini sampel tidak diencerkan karena akan menurunkan selektivitasnya.

  • Negative Positive Negative Positive Total coliformE. coli

  • Most Probable Number MPN merupakan modifikasi dari metode Presence Absence. Jika pd presence absence hanya digunakan 1 sampel, maka pada MPN digunakan pd bbagai tabung dgn jumlah sampel yang diencerkan. Hasil positive dan negatif dari tabung dapat digunakan u/ mperkirakan jum. mikrobaUntuk menghitungnya dibandingkan dengan tabel MPN

  • Membrane Filtration

    Metoda filtration lebih sederhana dan memberikan hasil kuantitatif yang jauh lebih cepat. Teknik ini biasanya digunakan untuk menguji air minum tetapi mempunyai pada air yang keterbatasan terkontaminasi berat atau mempunyai banyak bakteri non coliform.

  • SAMPEL

    Sampel tidak boleh lebih dari 24 jam. Jika analisa tidak dilakukan dengan segera, maka sampel harus didinginkan dalam lemari pendingin.

  • Prosedur SamplingGunakan wadah yang sterilJaga tangan selalu bersih dan kering Jangan membalik atau menjatuhkan tutup botolJangan mengkontaminasi bagian atas ataupun bagian dalam plastik sampel.Cuci peralatan sampling sebelum digunakanIsi didalam wadah tidak lebih dari 2/3 atau 3/4 nyaJangan memegang wadah (belum ter