arsitektur dunia fix.doc

  • View
    218

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of arsitektur dunia fix.doc

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANGMesir adalah salah satu negara yang memiliki perabadan yang terkenal di dunia.Mesir Purba adalah suatu peradaban kuno di bagian timur laut Afrika. Peradaban ini terpusat di sepanjang hilir sungai Nil. Peradaban ini dimulai dari Mesir Hulu dan Hilir sekitar 3150 SM, dan selanjutnya berkembang selama kurang lebih tiga milenium. Sejarahnya mengalir melalui periode kerajaan-kerajaan yang stabil, masing-masing diantarai oleh periode ketidakstabilan yang dikenal sebagai Periode Menengah. Mesir Purba mencapai puncak kejayaannya pada masa Kerajaan Baru. Selanjutnya, peradaban ini mulai mengalami kemunduran. Mesir ditaklukan oleh kekuatan-kekuatan asing pada periode akhir. Kekuasaan firaun secara resmi dianggap berakhir pada sekitar 31 SM, ketika Kekaisaran Romawi menaklukkan dan menjadikan wilayah Mesir Ptolemeus sebagai bagian dari provinsi Romawi. Meskipun ini bukanlah pendudukan asing pertama terhadap Mesir, periode kekuasaan Romawi menimbulkan suatu perubahan politik dan agama secara bertahap di lembah sungai Nil, yang secara efektif menandai berakhirnya perkembangan peradaban merdeka Mesir.Peradaban Mesir ini tentunya memiliki kekhasan dan hal-hal unik untuk dibahas, agar tidak menjadi cerita lalu dan hanya menjadi sekedar sejarah saja. Masing-masing bangsa pun tentunya ingin menjaga peradaban mereka dengan peninggalan-peninggalan arsitekturalnya yang memiliki nilai-nilai tersendiri. Dengan mempelajari dan memahami peradaban di berbagai belahan dunia tentunya sedikit tidaknya kita bisa memahami kekayaan yang ada di dunia dari segi peninggalan arsitekturalnya.

1.2RUMUSAN MASALAH

1.Bagaimana sejarah peradaban Mesir Purba ?

2.Dimana saja pusat-pusat peradaban Mesir Purba ?

3.Apa saja peninggalan-peninggalan arsitektural yang ada pada masa peradaban Mesir Purba ?

4.Siapa saja yang berpengaruh dalam peradaban Mesir Purba ?

5.Apa perbedaan peradaban Mesir Purba dengan peradaban bangsa-bangsa di dunia lainnya ?

1.3TUJUAN

1.Untuk mengetahui sejarah peradaban mesir purba.

2.Untuk mengetahui dimana pusat-pusat peradaban mesir purba.

3.Untuk mengetahui peninggalan-peninggalan arsitektural yang ada pada masa peradaban mesir purba.

4.Untuk mengetahui siapa saja yang berpengaruh dalam peradaban mesir purba

5.Untuk mengetahui perbedaan peradaban mesir purba dengan peradaban bangsa-bangsa dunia lainnya.

BAB 2

ISI DAN PEMBAHASAN

2.1LETAK GEOGRAFIS MESIR

Mesir adalah salah satu negara berkembang yang terletak di kawasan Afrika Utara yang secara astronomis terletak di antara 22oLU 31,5o LS dan 25oBT 36oBT. Luas wilayah Negara ini sekitar 997.739 km. Mesir mencakup Semenanjung Sinai (Asia Barat Daya) dan sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika Utara. Pada bagian barat Mesir berbatasan dengan Libya, Sudan di selatan, jalur Gaza dan Israel di utara-timur. Perbatasannya dengan perairan adalah Laut Tengah di utara dan Laut Merah di timur. Keadaan alam Mesir terbagi menjadi empat daerah utama yaitu:

1. Semenanjung Sinai. Daerah ini terdiri dari dataran tinggi dan pegunungan dengan puncak tertinggi terletak di Gunung Jabel Katherina (1.602 m). Semenanjung Sinnai terletak di sebelah timur Terusan Suez dan berbatasan dengan Israel. Semenanjung Sinai dan daratan Mesir dipisahkan oleh Terusan Suez. Terusan ini menghubungkan Laut Merah dengan Laut Tengah dan menjadi pintu gerbang Asia ke Eropa, sehingga Mesir memiliki posisi yang sangat strategis dalam jalur pelayaran dunia.

2. Gurun Arabia. Daerah ini diapit oleh pegunungan di tepi Laut Merah dan Lembah Sungai Nil di bagian barat. Topografi wilayah ini berupa pegunungan sangat kasar, bergelombang dan sangat tandus. Puncak tertinggi terdapat di Gunung Jabel Hemada (1977 m).

3. Gurun Libya. Gurun Libya terletak di sebelah barat lembah Sungai Nil. Daerah ini iklimnya sangat kering dan topografinya berupa daerah depresi kontinental (permukaan daratan yang lebih rendah dari permukaan laut). Salah satu daerah depresi yang cukup luas di daerah ini adalah Depresi Qatara yang terletak di sebelah selatan Kota El Alamein4. Lembah Sungai Nil. Daerah ini berupa dataran rendah yang sangat subur dengan aliran Sungai Nil yang menjadi sungai terpanjang di dunia (5.600 km). Lembah Sungai Nil menjadi pusat pertanian, pemusatan penduduk, sumber air bersih dan irigasi di Mesir. Lembah Sungai Nil juga menjadi pusat peradaban Mesir Kuno

Mayoritas penduduk Mesir menetap di pinggir Sungai Nil (sekitar 40.000 km). Sebagian besar daratan merupakan bagian dari gurun Sahara yang jarang dihuni. Mesir terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa peninggalan kuno termegah di dunia, misalnya Piramid Giza, Kuil Karnak dan Lembah Raja serta Kuil Ramses. Di Luxor, sebuah kota di wilayah selatan, terdapat kira-kira artefak kuno yang mencakup sekitar 65% artefak kuno di seluruh dunia. Kini, Mesir diakui secara luas sebagai pusat budaya dan politikal utama di wilayah Arab dan Timur Tengah.

Sebagian besar penduduk bermukim di sepanjang lembah Sungai Nil, dan sekitar 40% tinggal di daerah perkotaan. Perekonomian Mesir bertumpu pada sektor pertanian dan pertambangan. Bendungan Aswan di Sungai Nil berperan penting pada peningkatan pertanian dan industri. Turbin. Bendungan Aswan menghasilkan hidroelektrik (listrik dengan sumber tenaga air) dalam jumlah besar untuk keperluan industri. Air ditampung untuk mengubah daerah gurun yang kering menjadi ribuan hektar tanah pertanian yang subur. Mayoritas penduduk Mesir mencari nafkah dengan cara bertani dengan hasil utama kapas (60% dari seluruh ekspor Mesir), jagung, gandum, tebu, sayuran, kurma dan buah-buahan. Selain sektor pertanian Mesir juga memiliki kekayaan barang tambang yang berupa minyak bumi (terdapat di Semenanjung Sinai, El-Alamein, dan Gurun Arabia), besi, timbal, emas, asbes, krom, dan belerang.

2.2SEJARAH PERADABAN MESIR PURBADi wilayah Mesir terutama di sepanjang hilir sungai Nil sejak zaman prasejarah telah berkembang suatu peradaban yang tinggi di dunia. Peradaban ini lahir di sekitar lembah Sungai Nil. Lahirnya peradaban lembah sungai Nil di Mesir disebabkan karena kesuburan tanah disekitar lembah sungai. Hal inilah yang menarik perhatian manusia untuk mulai hidup dan membangun peradaban ditempat tersebut.

Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia yaitu mencapai 6400 kilometer. Sungai Nil bersumber dari mata air di dataran tinggi (pegunungan) Kilimanjaro di Afrika Timur. Sungai Nil mengalir dari arah selatan ke utara bermuara ke Laut Tengah. Ada empat negara yang dilewati sungai Nil yaitu Uganda, Sudan, Ethiopia dan Mesir.

Setiap tahun sungai Nil selalu banjir. Luapan banjir itu menggenangi daerah di kiri kanan sungai, sehingga menjadi lembah yang subur selebar antara 15 sampai 50 kilometer. Di sekeliling lembah sungai adalah gurun. Batas timur adalah gurun Arabia di tepi Laut Merah. Batas selatan terdapat gurun Nubia di Sudan, batas barat adalah gurun Libya. Kemudian batas utara Mesir adalah Laut Tengah.

Menurut mitos, air sungai yang mengalir terus tersebut adalah air mata Dewi Isis yang selalu sibuk menangis dan menyusuri sungai Nil untuk mencari jenazah puteranya yang gugur dalam pertempuran.

Gambar 2.2.1 Peta Sungai Nil

Namun secara ilmiah, air tersebut berasal dari gletsyer yang mencair dari pegunungan Kilimanjaro sebagai hulu sungai Nil. Peranan sungai Nil begitu penting bagi lahirnya kehidupan masyarakat di lembah sungai tersebut. Maka tepatlah jika Herodotus menyebutkan Mesir adalah hadiah sungai Nil (Egypt is the gift of the Nile) Lembah sungai Nil yang subur mendorong masyarakat untuk bertani. Air sungai Nil dimanfaatkan untuk irigasi dengan membangun saluran air, terusan-terusan dan waduk. Air sungai dialirkan ke ladang-ladang milik penduduk dengan distribusi yang merata. Hasil pertanian Masyarakat peradaban Mesir adalah gandum, padi-padian yang biji atau buahnya keras seperti jagung.

Masyarakat peradaban Mesir kuno pada umumnya hidup sebagai petani gandum, beras, dan jagung serta sebagian pedagang. Mereka sudah dapat mengembangkan ilmu alam (astronomi dan astrologi). Selain pengembangan dalam ilmu pengetahuan, mereka juga memiliki pencapaian yang luar biasa. Pencapaian-pencapaian peradaban Mesir Kuno antara lain: Teknik pembangunan monumen sepertipiramida, kuil, danobelisk Pengetahuan matematika Teknik pengobatan

Sistem irigasi dan agrikultur

Teknologitembikar glasir beningdan kaca

Seni dan arsitektur yang baru Sastra Mesir Kuno Traktat perdamaian pertama yang pernah diketahui Seni dan arsitekturnya banyak ditiru, dan barang-barang antik buatan peradaban ini dibawa hingga ke ujung dunia. Reruntuhan-reruntuhan monumentalnya menjadi inspirasi bagi pengelana dan penulis selama berabad-abad.

2.3 SISTEM KEKUASAAN RAJA-RAJA MESIR KUNO Sejarah politik di Mesir awal mulanyal terbentuk dari komunitas-komunitas atau kelompok-kelompok di desa-desa, dimana komunitas-komunitas yang ada membentuk kerajaan-kerajaan kecil atau pemerintahan desa. Maka dari itu desa disebut dengan Nomen. Dari desa-desa kecil inilah berkembang menjadi kota yang kemudian pada saat itu disatukan menjadi kerajaan Mesir Hilir dan Mesir Hulu. Proses perkembangannya berawal dari tahun 4000 SM tetapi pada tahun 3400 SM seorang penguasa yang bernama Menes mempersatukan kedua kerajaan itu menjadi satu kerjaan Mesir yang sangat besar. Mesir adalah sebuah kerajaan yang diperintah oleh raja yang bergelar Firaun. Raja yang bergelar Firaun ini berkuasa secara mutlak. Firaun dianggap sebagai dewa dan dipercaya sebagai putera dari Dewa Osiris. Semua kekuasaan berada ditangannya baik itu sipil, militer maupun agama. Sebagai penguasa dalam militer Firaun berperan sebagai seorang panglima perang, sedangkan pada saat damai Firaun memerintahkan tentara-tentaranya untuk membangun kanal-kan