of 21 /21
PENGUKURAN ARAH KIBLAT DAN BAYANGAN KIBLAT SECARA SEDERHANA Dilampiri data Lintang dan Bujur Masjid Kota Kecamatan, Kabupaten, dan Propinsi DIY Makalah disampaikan dalam Pelatihan Hisab dan Rukyat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama PW NU DIY di Wisma Puas Kaliurang Yogyakarta 22 s.d. 23 Juli 2007 Oleh Drs. H. Sofwan Jannah, M Ag. LAJNAH FALAKIYAH NAHDLATUL ULAMA PW NU DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 2007

Artikel Arah Kiblat Pelatihan Hisab Rukyat PWNU 2007

Embed Size (px)

Text of Artikel Arah Kiblat Pelatihan Hisab Rukyat PWNU 2007

PENGUKURAN ARAH KIBLAT DAN BAYANGAN KIBLAT SECARA SEDERHANA Dilampiri data Lintang dan Bujur Masjid Kota Kecamatan, Kabupaten, dan Propinsi DIY

Makalah disampaikan dalam Pelatihan Hisab dan Rukyat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama PW NU DIY di Wisma Puas Kaliurang Yogyakarta 22 s.d. 23 Juli 2007

Oleh Drs. H. Sofwan Jannah, M Ag.

LAJNAH FALAKIYAH NAHDLATUL ULAMAPW NU DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

2007

2

PENGUKURAN ARAH KIBLAT SECARA SEDERHANA Dilampiri data Lintang dan Bujur Masjid Kota Kecamatan, Kabupaten, dan Propinsi DIY *Drs. H. Sofwan Jannah, M Ag.

Pendahuluan Perhatian masyarakat terhadap arah kiblat ternyata masih lemah. Hal ini ditandai dengan banyaknya masjid, musolla, langgar, atau surau yang mihrabnya tidak searah dengan kiblat. Belum termasuk posisi kuburan umat Islam yang seyogyanya dapat memberikan akses agar jenazah yang dikuburkan menghadap ke arah kiblat. Arah kiblat merupakan salah satu syarat sah salatnya setiap muslim. Oleh karena itu, seharusnya umat Islam mengetahui pedoman yang digunakan untuk menentukan arah kiblat, baik untuk pelaksaaan ibadah salat maupun untuk pembangunan tempat-tempat ibadah. Di samping itu, pengukuran arah kiblat dapat dimanfaatkan untuk menentukan posisi makam atau kuburan umat Islam, karena orang-orang Islam yang meninggal pada saat dikuburkan dalam posisi menghadap ke arah kiblat. Realitas di lapangan posisi bangunan Masjid dan Musolla kerap kali tidak searah dengan kiblat, sehingga dalam pelaksanaan ibadah salat berjamaah, ada yang tidak tepat menghadap ke arah kiblat, terutama jamaah yang tidak dapat melihat petunjuk saf, bahkan ada jamaah yang salat di Masjid yang sudah dibangun searah dengan qiblat, ketika ia salat masih menyerongkan diri ke kanan. Dapat dibayangkan jika masjid itu sudah serong terlalu ke kanan sebanyak 10, kemudian serong lagi ke kanan sebanyak 15, maka orang yang salat di masjid tersebut bukan lagi menghadap ke arah kiblat tapi sudah menyimpang sebanyak 25. Bahkan di bulan Juli 2007, ada satu Masjid yang diukur arah kiblatnya ternyata mengarah ke azimuth 262. Dengan demikian, arah kiblatnya kurang ke kanan sebanyak 32 41' 43.54", padahal jaraknya dari masjid itu ke Kabah adalah: 8355.06 Km. maka jamaah yang salat di masjid itu melenceng ke Selatan KabahMakalah disampaikan pada Pelatihan Hisab Rukyat bagi Kalangan Pesantren se-DIY tanggal 15 s.d. 17 Juli 2007 Dosen Ilmu Falak Jurusan Syariah FIAI UII Yogyakarta dan Anggota BHR DIY*

3

sebanyak 4.768,3 Km. Dan perlu diketahui, apabila di kota Yogyakarta salat menghadap ke arah azimuth 303 51' 57.25", maka berarti solatnya menghadap ke arah Masjid al Aqso di Yerussalem Israel. Atas dasar kenyataan tersebut, perlu dicari jalan keluarnya agar masyarakat Islam mengetahui arah kiblat yang akurat dan benar, tetapi dilakukan secara sederhana. agar pelaksanaan ibadah umat Islam dapat dilakukan dengan sesempurna mungkin sesuai perintah Allah SWT. Di samping itu, arah kiblat dapat dijadikan pedoman untuk pembangunan Masjid, Musolla, bahkan dapat digunakan untuk pelaksanaan pemakaman kaum muslimin yang meninggal dunia, sehingga di Pemakaman pun selayaknya ada pedoman untuk mengetahui ke arah kiblat. Pengertian Kiblat dan Dasar Hukumnya Para ulama sepakat bahwa yang dimaksud kiblat adalah Ka'bah yang berada di Masjid al-Haram kota Mekah Saudi Arabia, sebagaimana ditegaskan dalam Firman Allah SWT surat Al-Baqarah (2): 143, 149, dan 150:

"...Palingkanlah mukamu ke arah Masjid al-Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya..." Hadis Rosulullah saw riwayat Bukhari-Muslim dari Abu Hurairah r.a.:

... "Apabila kamu hendak salat, maka sempurnakanlah berwudu, lalu menghadap kiblat, kemudian takbir (salat)".

Hadis riwayat Bukhari-Muslim dari Ibnu Abbas r.a.:

* "Ketika Nabi saw masuk ke dalam Baitullah, beliau berdoa di setiap sudut-sudutnya dan tidak salat sehingga beliau keluar dari Baitullah, setelah keluar beliau salat dua raka'at dengan mengadap (di hadapan) Ka'bah, dan (Nabi saw) bersabda: ini adalah kiblat". Atas dasar ayat Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw tersebut

ulama Syafi'iyah dan Hanabilah berpendapat bahwa kiblat adalah Ain al-

4

Ka'bah (Kabah-nya sendiri). Oleh karena itu, orang yang akan melakukan salat harus berusaha dengan maksimal untuk mengetahui arah ain alKa'bah, baik berada di daerah yang dekat dengan Ka'bah maupun yang jauh dari Ka'bah. Ulama Hanafiah dan Malikiah berpendapat hanya bagi yang salat di Masjid al-Haram harus langsung menghadap ke arah ain al-Ka'bah, sedangkan bagi yang jauh cukup menhadap ke arah Jihat al-Ka'bah, hal ini karena menentukan arah ke ain al-Ka'bah bagi yang jauh dari Ka'bah merupakan kesulitan (masaqqah). Dengan mengesampingkan perbedaan pendapat menghadap ke ain al-Ka'bah atau ke jihat al-Ka'bah, perlu diperhatikan hadis dari Usamah r.a. yang menunjukkan betapa pentingnya usaha untuk mengetahui arah kiblat yang sesungguhnya (ain al-Ka'bah) agar dalam melaksanakan salat dapat dilakukan dengan sempurna. Apalagi keadaan sekarang, berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi penentuan arah kiblat tidak lagi menjadi masaqqah, tetapi dapat dilakukan hampir oleh setiap orang, asal ada kemauan untuk berupaya mengetahui posisi kiblat tersebut. Tata Cara Menentukan Arah Kiblat Menentukan arah kiblat hanya masalah arah yaitu ke arah Kabah (Baitullah) di kota Mekah yang dapat diketahui dari setiap titik di permukaan bumi ini, dengan berbagai cara yang nyaris dapat dilakukan oleh setiap orang. Adapun untuk mengetahui arah kiblat dapat dilakukan dengan 3 macam cara, yaitu: 1. Mengamati ketika matahari tepat berada di atas Ka'bah. 2. Melakukan suatu perhitungan arah kiblat dengan ilmu ukur segi tiga bola (Spherical trigonometri). 3. Mengamati atau memperhatikan pada saat bayangan matahari (terhadap suatu benda tegak) se arah dengan arah kiblat. Cara yang pertama dapat dilakukan oleh setiap orang, tanpa harus mengetahui koordinat (lintang dan bujur) tempat yang akan dicari arah kiblatnya, tetapi cukup menunggu kapan saatnya posisi matahari tepat berada di atas Kabah. Posisi matahari tepat berada di atas Kabah akan terjadi jika lintang Kabah sama dengan deklinasi matahari, maka pada saat itu matahari5

berkulminasi tepat di atas Kabah. Adapun posisi tersebut akan terjadi dalam satu tahun sebanyak dua kali, yaitu pada setiap tanggal 27 Mei (tahun Kabisat) atau 28 Mei (tahun pendek/basitah) jam 11 57 LMT dan pada tanggal 15 Juli (tahun Kabisat) atau 16 Juli (tahun pendek/basitah) jam 12 06 LMT. karena pada kedua tanggal dan jam tersebut besaran deklinasi matahari hampir sama dengan lintang Ka'bah tersebut. Dengan demikian apabila waktu Mekah (LMT) tersebut dikonversi menjadi waktu Indonesia bagian Barat (WIB), maka harus ditambah dengan 4 jam 21 menit sama dengan jam 16 18 WIB dan 16 27 WIB. Oleh karena itu, masyarakat Islam dapat mengecek arah Kiblat setiap tanggal 27 atau 28 Mei jam 16 18 WIB, karena semua bayangan matahari akan searah dengan arah kiblat, demikian pula pada setiap tanggal 15 atau 16 Juli jam 16 27 WIB. Insya Allah dengan pedoman bayangan matahari pada kedua tanggal tersebut merupakan cara yang praktis dan dapat dilakukan oleh setiap orang. Berdasarkan pengukuran terakhir dengan alat GPS (Gelobal Positioning Satelit), yaitu suatu alat ukur koordinat dengan bantuan

satelit untuk mengetahui lintang, bujur ketinggian tempat, jarak dan sebagainya. Data posisi Ka'bah pernah dilakukan pengukuran pada saat towaf pada tahun 2004 dengan GPS, ternyata jika diambil tengah (center) Kabah berada pada lintang: 21 25' 20.94", dan pada bujur: 39 49' 34.26", sedangkan menurut pelacakan dengan menggunakan software Google earth dapat diketahui center Kabah pada lintang: 21 25' 21.04", dan pada bujur: 39 49' 34.04". Ternyata pengukuran dengan GPS dan pelacakan dengan bantuan software Google earth memperoleh hasil yang sangat mirip, yang dapat dikatakan sama. Oleh karena itu, untuk pengukuran arah kiblat dalam makalah ini akan mengguanakan data Kabah yang diperoleh dari pelacakan Google earth, yaitu: lintang: 21 25' 21.04", dan pada bujur: 39 49' 34.04". Menurut teori yang sudah dibuktikan berulang-ulang; posisi matahari akan berada di atas Ka'bah pada saat deklinasi matahari sama dengan lintang Ka'bah 21 25' 21.04", dan itu akan terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada setiap tanggal 27 atau 28 Mei dan tanggal 15 atau 16 Juli. Hanya saja ketika mau menggunakan pengukuran dengan posisi6

matahari di atas Kabah, harus menggunakan waktu yang tepat sesuai waktu standar WIB, karenanya jam yang akan digunakan harus disesuaikan dulu dengan waktu yang disiarkan oleh RRI pada pk. 07.00 WIB pada hari saat matahari akan melewati center Kabah. Cara yang lain untuk menentukan arah kiblat yaitu dengan ilmu ukur segi tiga bola. Rumus yang digunakan antara lain: cot b . sin a Cot K = ----------------- - cos a cot C sin C K = Arah Kiblat (sudut antara arah ke Ka'bah dan arah ke Kutub Utara, hasilnya dari utara ke arah barat) a = 90 - Lintang tempat (Busur antara titik Kutub Utara dengan tempat yang akan dicari arah kiblatnya). b =90 - Lintang Ka'bah (Busur antara titik Kutub Utara dengan Ka'bah). C =Selisih antara bujur Ka'bah dengan Bujur tempat yang akan dicari arah kiblatnya) Atau menggunakan rumus: sin C Tan K = ----------------------------------------cos tp . tan Kb - sin tp . cos C Dari hasil perhitungan dengan rumus tersebut di atas, kota-kota yang sudah diketahui lintang dan bujurnya akan dapat diketahui pula arah kiblatnya secara tepat. Adapun praktek pengukurannya di lapangan dapat dilakukan dengan bantuan alat Magnetik Kompas tentu saja harus dikoreksi sesuai daftar penyimpangannya (untuk pulau Jawa harus dikoreksi -1), untuk mengetahui titik utara sejati, kemudian untuk menentukan arah kiblat di lapangan setelah diketahui titik Utara sejati dan diketahui titik Timur, selatan, dan baratnya. Misalnya kiblat Masjid Syuhada Yogyakarta berada pada Azimuth: 294 42' 32.66". selanjutnya untuk pengukurannya dapat dilakukan dengan bantuan rumus Tangen, langkah-langkahnya dilakukan sebagai berikut: a. Tentukan garis Barat dan Timur

7

b. Tentukan jarak A dan B dengan jarak 500 Cm c. Buat garis tegak lurus pada titik B d. Dengan perhitungan AB x Tan 24 42' 31.91" = 500 x 0.460136079 = 230.07m (230 Cm) e. AC = Garis arah kiblat yang dicari Visualisasi dari garis tersebut sebagai berikut: AB CB ACC

= 500 Cm = 230 Cm = Arah KiblatA qiblat rah

230 C m

B arat

B

500 C m

A

Tim ur

Koreksi terhadap Koordinat lintang dan Bujur kota Mekah perlu dilakukan misalnya dalam Buku Daftar Lintang dan Bujur Kota-Kota Penting di Dunia, Sumbangsih Mekah sbb: Mekah Mekah Mekah Mekah = 21 30' = 39 58' = 21 25' = 39 50' Offset Yogyakarta memuat data kota

sedangkan dalam buku Hisab Awal Bulan oleh Saaduddin Djambek

Data yang diperoleh dengan alat GPS (Global Positioning System) dilakukan oleh Drs. H. Nabhan Saputra pada tahun 1994 sbb: Mekah Mekah Mekah Mekah = 21 25' 14.7 = 39 49' 40.0 = 21 25' 20.94", = 39 49' 34.26"

Sedangkan hasil pelacakan dengan GPS V pada tahun 2004, adalah:

dan hasil pelacakan dengan menggunakan software Google earth:

8

Mekah Mekah

= 21 25' 21.04", = 39 49' 34.04"

Ternyata pengukuran yang dilakukan Sa'aduddin Djambek sama dengan menggunakan alat GPS jika dilakukan pembulatan. Untuk kota-kota di DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) yang termuat dalam buku Daftar Lintang dan Bujur Kota-Kota Penting di Dunia khususnya untuk kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Wonosari, Wates, Kalasan, Prambanan, dan Kota Gede. Data tersebut tidak mustahil ada koreksi seperti yang terjadi pada lintang dan bujur kota Mekah. Adapun data geografis untuk Masjid Syuhada dan Mekah (Kabah) adalah sebagai berikut: Masjid Syuhada Masjid Syuhada = -7 47' 10.6 Mekah = 21 25' 21.04 Mekah = 39 49' 34.04 = 110 22' 09.5

Untuk akurasi pengukuran arah kiblat sangat perlu adanya alat GPS atau secara sederhana dapat menggunakan bantuan website: www heavens-above.com, software Encarta, atau Google earth. Hasil pengukuran arah kiblat dapat ditindaklanjuti sampai mengetahui jarak dari suatu Masjid sampai ke Kabah, sebagai contoh jarak dari Masjid Syuhada ke Baitullah adalah: 8.345,41 Km. Jika terjadi suatu penyimpangan terhadap arah kiblat misalnya melenceng 1 (satu derajat) ke kiri atau ke kanan, maka akan berakibat melenceng menjauhi Kabah sebanyak 145,67 Km. Dapat dibayangkan jika melencengnya 9 maka penyimpangannya menjadi 1.311,03 Km. Mengukur Arah Kiblat Masjid yang sudah jadi

Arah Kiblat suatu tempat ibadah, baik berupa masjid, musolla, atau surau dengan magnetik kompas harus diperhatikan berbagai kemungkinan adanya medan magnit. Hal ini karena bangunan masjid pada umumnya menggunakan besi beton. Oleh karena itu, tahapan yang perlu dilakukan adalah mengukur posisi bangunan tempat ibadah itu dari luar yang diperkirakan tidak ada logam yang mempengaruhi magnetik kompas, selanjutnya bandingkan dengan arah kiblat yang seharusnya, misalnya posisi bangunan kiblat memiliki azimuth 288 30 padahal arah kiblat yang seharusnya adalah 294 30. Dari data tersebut masih ada kekurangan sebanyak9

6. Kemudian cari harga cotangennya, yaitu: 6 = 9,514. Selanjutnya untuk mengetahui kemiringan arah kiblatnya, hitung tegel kramik di masjid itu dengan perbandingan 1 : 9,514. Perhatikan ilustrasi berikut: Utara1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Selatan tabel Cotangen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 57,29 28,64 19,08 14,30 11,43 9,514 8,144 7,115 6,314 10 11 12 13 14 15 16 17 18 5,671 5,145 4,705 4,332 4,011 3,732 3,487 3,271 3,078 19 20 21 22 23 24 25 26 27 2,904 2,747 2,605 2,475 2,356 2,246 2,145 2,050 1,963 28 29 30 31 32 33 34 35 36 1,881 1,804 1,732 1,664 1,600 1,540 1,483 1,428 1,376 37 38 39 40 41 42 43 44 45 1,327 1,280 1,235 1,192 1,150 1,111 1,072 1,036 1,000 1,5 39,19 10,5 5,396 19,5 2,824 28,5 1,842 37,5 1,303 2,5 22,90 11,5 4,915 20,5 2,675 29,5 1,767 38,5 1,257 3,5 16,35 12,5 4,511 21,5 2,539 30,5 1,698 39,5 1,213 4,5 12,71 13,5 4,165 22,5 2,414 31,5 1,632 40,5 1,171 5,5 10,39 14,5 3,867 23,5 2,300 32,5 1,570 41,5 1,130 6,5 8,777 15,5 3,606 24,5 2,194 33,5 1,511 42,5 1,091 7,5 7,596 16,5 3,376 25,5 2,095 34,5 1,455 43,5 1,054 8,5 6,691 17,5 3,172 26,5 2,006 35,5 1,402 44,5 1,018 9,5 5,976 18,5 2,989 27,5 1,921 36,5 1,351

Memanfaatkan Bayangan Matahari sebagai Alat Ukur kiblat

10

Posisi matahari dapat dimanfaatkan untuk mengatahui arah kiblat, baik pada saat matahari berada di atas Kabah, atau pada saat matahari akan membentuk bayangan yang searah dengan arah Kiblat. Posisi matahari pada saat tertentu akan membentuk bayangan yang searah dengan kiblat jika deklinasi matahari tepat memotong garis arah kiblat. Oleh karena itu, sebenarnya hampir setiap hari ada bayangan matahari yang mengarah kearah kiblat. Hisab untuk mengetahui Bayangan kiblat itu menggunakan rumus berikut: Cot P = cos a . tan K Cos (S P) = cot d . tan a . cos P (12 - e) + S : 15 + ( dh - tp) : 15 S = sudut yang membentuk bayangan searah dengan kiblat P = sudut pembntu a = 90 tp d = 90 mth K = arah kiblat Contoh Hisab: BAYANGAN KIBLAT MASJID BESAR KAUMAN Masjid Besar Kauman = - 748'14.50" Masjid Besar Kauman = 11021'45.30" WIB = 105 Mekah Mekah = 2125'21.04" = 3949'34.04"

a = 90 - Masjid Besar Kauman = 90 - - 748'14.50" = 9748'14.50" b = 90 - Mekah = 90 - 2125'21.04" = 6834'38.96" C = Selisih = 105 - 11021'45.30" = 7032'11.26" Cot b . sin a Cot K = - cos a . cot C sin C Cot 6834'38.96" x sin 9748'14.50" Cot K = - cos 9748'14.50" x cot 7032'11.26" sin 7032'11.26" 0.39234902 x 0.99073830 Cot K = - -0.13578522 x 0.35340257 0.94285372 Cot K = 0.41227519 - -0.047986845 Cot K = 0.46026204

11

K = 6517' 6.65" dari Utara ke arah Barat K = 2442'53.35" dari Barat ke arah Utara = 29442'53.35" (Azimuth Kiblat) MENENTUKAN BAYANGAN KIBLAT Matahari = 2019' 0.93" d = 90 - = 90 - 2019' 0.93" = 6940'59.07" equation of time = - 0j 6m26.00d Cot P = cos a . tan K Cot P = cos 9748'14.50" x tan 6517' 6.65" Cot P = -0.13578522 x 2.17267539 Cot P = -0.29501721 P = - 7333'46.92" Cos (S P) = cot d . tan a . cos P Cos S-P = cot 6940'59.07" x tan 9748'14.50" x cos -7333'46.92" = 0.37024709 x -7.29636333 x 0.28296033 = -0.76440523 S-P = 139 51' 14.79" S-P = -139 51' 14.79" P = - 73 33' 46.92" + P = - 73 33' 46.92" + S = 66 17' 27.87" S = -213 25' 01.71" (12 - e) + S : 15 + ( dh - tp) : 15 12 - e 6617'27.87" : 15 + 12 - e + S : 15 105- 11021'45.30" : 15 Bayangan searah Kiblat = 12j 06m 26.00d = 4j 25m 09.86d + -21325' 1.71" : 15 = 12j 06m 26.00d = -14j 13m 40.11d = - 2j 07m 14.11d LMT = - 0j 21m 27.02d + = - 2j 28m 41.13d WIB

= 16j 31m 35.86d LMT = - 0j 21m 27.02d + = 16j 10m 08.84d WIB

12

Hisab Arah Kiblat Masjid Syuhada Yogyakarta cot b . sin a Cot K = ----------------- - cos a cot C sin CCot 6834'38.96" x sin 9747'10.6" Cot K = --------------------------------------------- - cos 9747'35.46" x cot 7032'35.46" sin 7032'35.46" 0.392349018 x 0.990780315 Cot K = ---------------------------------------- - -0.13547828 x 0.353270594 0.94289281 Cot K = 0.412275584 - -0.04786049 Cot K = 0.460136079 K = 65 17' 28.09" dari Utara ke arah Barat K = 24 42' 31.91" dari Barat ke arah Utara = 294 42' 31.91" Azimuth Kiblat

atau menggunakan Rumus:sin C Tan K = -------------------------------------------------cos tp . tan Kb - sin tp . cos C 0.94289281 Tan K = -----------------------------------------------------------------------------0.990780315 x 0.392349018 - -0.13547828 x 0.333096304 0.943147269 Tan K = ------------------------------------0.388731684 - -0.04512731 Tan K = 2.173270136 K = 65 17' 28.09" dari Utara ke arah Barat K = 24 42' 31.91" dari Barat ke arah Utara = 294 42' 31.91" Azimuth Kiblat Adapun hasil perhitungan arah kiblat Kota Kecamatan, Kabupaten, Propinsi se-DIY yang memiliki data lintang dan bujur yang diperoleh dengan bantuan GPS, dan realitas Bangunan dan arah Kiblat Masjidnya berdasarkan hasil survey tim Hisab Rukyat Kanwil De[pag DIY pada bulan Mei s.d. Juni 2007 sebagai berikut:

8

DATA GEOGRAFI (LINTANG & BUJUR) KECAMATAN SE-DIY Kabah = 21 25 21.04 Kabah = 39 49 34.04 NO. KECAMATAN 141 Gn. KIDUL (Al Ikhlas) 1 Wonosari (Safinatunnajah) 2 Playen (Al Huda) 3 Paliyan (El Sitarda) 4 Panggang (Jend. Sudirman) 5 Semanu (Al Muttaqin) 6 Tepus (Al Azhar) 7 Rongkop (Jami) 8 Karangmojo (Al Falah) 9 Ponjong (Al Mustofa) 10 Ngawen (Al Ikhlas) 17 15 11 Semin (Al Muttaqien) 17 05 12 Ngelipar (Nurul Huda) 18 25 13 Patuk (Al Muhajirin) 14 Saptosari(Al Ikhlas) 15 Gedangsari (AtTaqwa)17 56 16 Girisubo (Muhajirin) 17 Tanjungsari (Al Hikmah) 18 Purwosari (Asy Syukur) LINTANG -07 57 54.3 -07 58 10.1 -07 56 33.6 -08 00 04.8 -08 00 55.7 -07 59 55.2 -08 05 22.9 -08 04 58.2 -07 57 08.7 -07 58 16.1 -07 50 14.7 -07 51 21.4 -07 53 04.9 -07 50 58.2 -08 02 50.2 -07 53 08.9 -08 10 02.6 -08 04 19.1 -07 59 41.4 BUJUR 110 35 57.7 110 35 43.7 110 32 54.1 110 30 45.8 110 25 05.5 110 39 13.6 110 37 41.4 110 45 50.1 110 40 33.7 110 42 50.9 110 42 03.0 110 43 15.2 110 37 13.2 110 29 03.4 110 30 34.7 110 34 26.9 110 46 12.6 110 36 05.9 110 21 55.0 A. KIBLAT 65 18 16.90 65 18 09.69 65 17 50.80 65 16 28.67 65 14 51.93 65 18 36.58 65 16 56.5 65 19 03.17 65 20 34.68 65 19 53.53 65 21 35.63 65 21 37.46 65 19 44.28 65 18 14.23 65 15 46.40 65 19 02.49 65 17 57.59 65 16 47.66 65 14 22.36 AZIMUT KIBLAT (5) 294 41 43.10 (5) 294 41 50.31 (5) 294 42 09.20 (5) 294 43 31.33 (6) 294 45 08.07 (5) 294 41 23.42 (8) 294 43 03.50 (8) 294 40 56.83 (5) 294 39 25.32 (5) 294 40 06.47 (8) 294 38 24.37 (7) 294 38 22.54 (4) 294 40 15.72 (5) 294 41 45.77 (9) 294 44 13.60 (7) 294 40 57.51 (7) 294 42 02.41 (7) 294 43 12.34 (5) 294 45 37.64 285 301 278 285 288 294 295 294 290 292 294 298 KET 294

10

DATA GEOGRAFI (LINTANG & BUJUR) KECAMATAN SE-DIY Kabah = 21 25 21.04 Kabah = 39 49 34.04 NO. KECAMATAN LINTANG -07 42 52.3 -07 45 08.8 -07 42 05.0 -07 38 54.0 -07 38 40.2 -07 44 38.5 -07 43 51.2 -07 39 53.8 -07 40 01.2 -07 42 05.0 -07 44 50.2 -07 46 22.7 -07 45 51.3 -07 47 30.5 -07 43 11.4 -07 45 50.9 -07 47 57.4 -07 46 46.1 -07 51 01.7 BUJUR 110 21 20.5 110 22 26.6 110 20 47.4 110 19 29.9 110 21 27.0 110 24 24.0 110 19 48.0 110 25 03.3 110 27 44.8 110 26 50.1 110 23 19.7 110 27 47.1 110 29 19.5 110 18 31.2 110 17 26.0 110 19 33.4 110 15 01.4 110 15 27.2 110 23 54.3 A. KIBLAT 65 18 18.01 65 18 01.07 65 18 21.40 65 18 48.99 65 19 20.94 65 18 37.2 65 17 41.00 65 19 55.80 65 20 33.35 65 19 50.07 65 18 18.60 65 19 01.81 65 19 31.98 65 16 28.75 65 17 21.39 65 17 08.29 65 16 37.69 65 16 07.24 65 15 54.19 AZ KIBLAT (7) 294 41 41.99 (6) 294 41 58.93 (8) 294 41 38.60 (5) 294 41 11.01 (5) 294 40 39.06 (5) 294 41 22.8 (8) 294 42 19.00 (6) 294 40 04.20 (5) 294 39 26.65 (7) 294 40 09.93 10) 294 41 41.40 (6) 294 40 58.19 (6) 294 40 28.02 (5) 294 43 31.25 (5) 294 42 38.61 (8) 294 42 51.71 (5) 294 43 22.31 (5) 294 43 52.76 (6) 294 44 05.81 289.5 287.5 295 288 285 290 287 287 294/6 285 300 291 290 282 KET 292 275.5 280

142 SLEMAN (Dr Wahidin SH 0 Asrama Haji 1 Sleman (Msj Besar Sleman) 2 Tempel (Al Barokah) 3 Turi (Baitur Rahim) 4 Ngaglik (At Taqwa) Minoma 5 Mlati (Jami Mlati) 6 Pakem(At Taqwa)8/5/07;11 7 Cangkringan (Nur Mutaqin) 8 Ngemplak (Al Muawwanah) 9 Depok (Sultan Agung)13:10 10 Kalasan (Baitul Makmur) 11 Prambanan (Al Muttaqien) 12 Berbah (Hasan Maulani) 13 Sayegan As Sakinah) 14 Godean (Al Huda) 15 Gamping (Asy Syakur) 16 Minggir (Jami Ngijon) 17 Moyudan Jami Kd Banteng

11

NO. 140 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 NO. 139 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

DATA GEOGRAFI (LINTANG & BUJUR) KECAMATAN SE-DIY BUJUR A. KIBLAT AZ KIBLAT KECAMATAN LINTANG 65 15 33.13 (9) 294 44 26.87 BANTUL (Agung Manunggal -07 52 46.2 110 19 56.2 65 15 20.95 (9) 294 44 39.05 Bantul -07 53 15.4 110 19 35.6 65 13 51.78 (5) 294 46 08.22 Kretek (Al Irfan) -07 58 44.3 110 18 57.0 65 13 11.76 (7) 294 46 48.24 Sanden (Darus Salam) -07 58 07.0 110 15 40.3 65 13 33.31 (6) 294 46 26.69 Srandakan (Al Mujahidin) -07 56 18.2 110 15 20.8 65 05 40.79 (9) 294 54 19.21 Bambanglipuro (Al Amna) -07 55 38.3 110 19 19.0 65 14 29.64 (9) 294 45 30.36 Pandak (Mursyidullah) -07 54 41.6 110 17 33.0 65 14 36.73 (10)294 45 23.27 Pundong (Al Barokah) -07 57 22.0 110 20 37.9 65 15 43.98 (7) 294 44 16.02 Imogiri (Al Hikmah) -07 55 23.5 110 23 13.4 65 17 26.53 (6) 294 42 33.74 Banguntapan (Al Mataab) -07 49 43.2 110 24 36.2 110 22 25.7 65 15 54.65 (9) 294 44 05.35 Jetis (An Nur) -07 53 50.2 65 16 44.81 (9) 294 43 15.19 Dlingo (Al Aman) Koripan -07 56 11.0 110 28 05.2 65 15 15.08 (8) 294 44 44.92 Pajangan (Al Munir) -07 52 47.7 110 18 44.9 65 15 24.46 (5) 294 44 35.54 Sedayu (Fadlul Karim) -07 48 49.8 110 15 29.0 65 16 26.21 (8) 294 43 33.79 Kasihan (Ad Dawah) 272 -07 49 45.2 110 20 33.5 65 16 44.81 (9) 294 43 15.19 Sewon (Al Aman) 16 55 3/5 -07 56 11.0 110 28 05.2 65 15 15.08 (8) 294 44 44.92 Pleret (Sultan Agung) -07 52 47.7 110 18 44.9 65 18 09.0 (5) 294 41 51.0 Piyungan (At Taqwa) -07 49 57.0 110 27 42.3 KECAMATAN KULONPROGO (M Agung) Temon (Nurul Huda) 26 04 Wates (At Taqwa) bendung Panjatan (Al Ikhlas) 11 55 Galur (AlMuqorrobin) 12 15 Lendah (Al Furqon) Sentolo (At Taqwa) 10.00 Pengasih (Masjid Agung) 26 Kokap (Ar Rohmah) 26 Girimulyo (Nurul Aqso) 26 Nanggulan (Jami Kauma)26 Samigaluh (Jami) 26 Kalibawang (Sultan Agung) LINTANG -07 52 02.4 -07 53 11.5 -07 53 34.3 -07 56 04.3 -07 56 27.4 -07 56 14.7 -07 49 59.8 -07 50 33.0 -07 50 31.0 -07 46 17.7 -07 46 00.5 -07 40 07.2 -07 40 32.0 BUJUR 110 08 54.9 110 04 35.3 110 08 33.7 110 08 47.5 110 14 04.8 110 13 49.7 110 13 06.1 110 10 04.9 110 06 03.7 110 10 54.8 110 12 31.2 110 09 56.4 110 15 43.2 A. KIBLAT 65 12 59.61 65 11 37.92 65 12 31.84 65 11 58.56 65 13 12.13 65 13 11.46 65 14 32.0 65 13 39.92 65 12 39.40 65 14 53.85 65 15 21.89 65 16 14.05 65 17 29.56 (7) (8) (7) (8) (6) (6) (7) (8) (8) (8) (6) (5) (7) AZ KIBLAT 294 47 00.39 294 48 22.08 294 47 28.16 294 48 01.44 294 46 47.87 294 46 48.54 294 45 28.0 294 46 21.08 294 47 20.60 294 45 06.15 294 44 38.11 294 43 45.95 294 42 30.44

KET 285 294 270 288/269 269 280.5 293 280 272 287/279 286 304 298 289 294.5 304 298 286 KET 294.5 290 278/275 294 293/270 273 26 290 299 273 274 278.5 273 300

11

DATA GEOGRAFI (LINTANG & BUJUR) KECAMATAN SE-DIY Kabah = 21 25 21.04 Kabah = 39 49 34.04 NO. KECAMATAN 143 YOGYAKARTA (Kauman) 0 Yogyakarta (Agung Syuhada) 1 Tegalrejo (P. Diponegoro) 2 Jetis (Noor) 3 Gondokusman(Baitul Hikmah) 4 Danurejan (Al Mubarak) 5 Gedongtengen (Al Hasanah) 6 Ngampilan (At Taqwa) 7 Wirobrajan Ikhwatun Hsnah 8 Mantrijeron (Baitul Mal) 9 Kraton (Margoyuwono) 10 Gondomanan (M Bsr Kauman) 11 Pakualaman (MB Paku Alaman 12 Mergangsan (Jami Krg kajen) 13 Umbulharjo (Muthahirin) LINTANG -07 48 14.5 -07 47 10.6 -07 47 14.5 -07 46 51.7 -07 47 01.9 -07 47 36.2 -07 47 27.4 -07 48 09.8 -07 47 35.9 -07 49 27.5 -07 48 41.4 -07 48 14.5 -07 48 04.0 -07 49 20.0 -07 49 30.8 BUJUR 110 21 45.3 110 22 09.5 110 21 04.1 110 21 42.1 110 22 57.1 110 22 17.8 110 21 27.9 110 21 34.3 110 21 08.2 110 21 52.3 110 21 53.5 110 21 45.3 110 22 32.0 110 22 18.7 110 23 02.6 110 23 53.7 A. KIBLAT 65 17 05.89 65 17 27.34 65 17 10.30 65 17 25.18 65 17 41.15 65 17 23.18 65 17 13.03 65 17 04.32 65 17 06.12 65 16 49.94 65 17 01.40 65 17 05.89 65 17 19.94 65 16 58.26 65 17 06.47 65 17 15.41 AZ KIBLAT (9) 294 42 54.11 (6) 294 42 32.66 10)294 42 49.7 (9) 294 42 34.82 (5) 294 42 18.85 (8) 294 42 36.82 (8) 294 42 46.97 (3) 294 42 55.68 10)294 42 53.88 (6) 294 43 10.06 (7) 294 42 58.60 (9) 294 42 54.11 (8) 294 42 40.06 10) 294 43 01.74 (6) 294 42 53.53 (4) 294 42 44.59 KET 294/276 294 294/279 294/271 303 292.5 294/274 294/261 292/283 285/274 291/4 275 294/276 294/272 294/286 294/266 296/287

14 Kotagede (M Bsr Mataram) -07 49 45.9 Catatan: Pengukuran lokasi dilakukan oleh tim dari BHR DIY Sejak 3 April s.d. 6 Mei 2007 Ket: posisi sof dalam masjid/Bangunan Masjid

Yogyakarta, 21 Juli 2007

Drs. Sofwan Jannah, M Ag.

12