Click here to load reader

ASKEP JIWA

  • View
    35

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

dpd

Text of ASKEP JIWA

TUGAS KEPERAWATAN JIWA

Dosen Pengampu : Ns Dyah W, M.Kep

Di Susun Oleh: Kelompok 1 kelas II B

1. Adha Tazakka

(P17420213040)2. Agung Adi N

(P17420213041)3. Agung Tri S

(P17420213042)4. Anjar Tiara Ayu L(P17420213043)5. Arum Rakhmawati(P17420213044)6. Daryl Farahi K

(P17420213046)7. Desi Afyati

(P17420213047)8. Desty Afyati

(P17420213048)9. Diktari Cita P

(P17420213049)POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG

PRODI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO

2015

LAPORAN PENDAHULUANA. Definisi

Defisit perawatan diri adalah suatu kondisi pada seseorang yang mengalami kelemahan kemampuan dalam melakukan atau melengkapi aktifitas perawatan diri secara mandiri seperti mandi ( hygiene ) , berpakaian / berhias, makan dan BAB atau BAK ( toileting ). ( Sumber: NITA FITRIA, 2009 )Defisit perawatan diri adalah Salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna mempertahankan hidupnya, kesehatannya,dan kesejaterannya, sesuaia dengan kondisi kesehtannya. Klien dinyatakan terganggu perawtaan dirinya jika tidak dapat melakukan perawatan dirinya. ( Sumber: Dr.Amino Gondohutomo, 2008 )

B. Klasifikasi

1. Kurang perawatan diri : Mandi / kebersihan

Kurang perawatan diri (mandi) adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktivitasmandi/kebersihan diri.2.

2. Kurang perawatan diri : Mengenakan pakaian / berhias.

Kurang perawatan diri (mengenakan pakaian) adalah gangguan kemampuan memakaipakaian dan aktivitas berdandan sendiri.3.

3. Kurang perawatan diri : Makan

Kurang perawatan diri (makan) adalah gangguan kemampuan untuk menunjukkan aktivitasmakan.4.

4. Kurang perawatan diri : Toileting

Kurang perawatan diri (toileting) adalah gangguan kemampuan untuk melakukan ataumenyelesaikan aktivitas toileting sendiri.(Nurjannah, 2004)

C. Etiologi

Menurut Tarwoto dan Wartonah, (2000) Penyebab kurang perawatan diri adalah sebagai berikut :1. Kelelahan fisik2. Penurunan kesadaranMenurut Dep Kes (2000: 20), penyebab kurang perawatan diri adalah :

1. Faktor prediposisia) PerkembanganKeluarga terlalu melindungi dan memanjakan klien sehingga perkembangan inisiatif terganggu.b) BiologisPenyakit kronis yang menyebabkan klien tidak mampu melakukan perawatan diri.c) Kemampuan realitas turunKlien dengan gangguan jiwa dengan kemampuan realitas yang kurang menyebabkan ketidakpedulian dirinya dan lingkungan termasuk perawatan diri.d) SosialKurang dukungan dan latihan kemampuan perawatan diri lingkungannya. Situasi lingkungan mempengaruhi latihan kemampuan dalam perawatan diri.2. Faktor presipitasiYang merupakan faktor presiptasi deficit perawatan diri adalah kurang penurunan motivasi, kerusakan kognisi atau perceptual, cemas, lelah/lemah yang dialami individu sehingga menyebabkan individu kurang mampu melakukan perawatan diri.Menurut Depkes (2000: 59) Faktor faktor yang mempengaruhi personal hygiene adalah:a) Body ImageGambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya dengan adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli dengan kebersihan dirinya.b) Praktik SosialPada anak anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene.c) Status Sosial EkonomiPersonal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, shampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.d) PengetahuanPengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasien penderita diabetes mellitus ia harus menjaga kebersihan kakinya.e) BudayaDi sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu tidak boleh dimandikan.f) Kebiasaan seseorangAda kebiasaan orang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan diri seperti penggunaan sabun, sampo dan lain lain.g) Kondisi fisik atau psikisPada keadaan tertentu / sakit kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya.D. Tanda dan GejalaMenurut Depkes (2000: 20) Tanda dan gejala klien dengan defisit perawatan diri adalah:1) Fisika. Badan bau, pakaian kotorb. Rambut dan kulit kotorc. Kuku panjang dan kotord. Gigi kotor disertai mulut baue. Penampilan tidak rapi.

2) Psikologisa. Malas, tidak ada inisiatifb. Menarik diri, isolasi diric. Merasa tak berdaya, rendah diri dan merasa hina.3) Sosiala. Interaksi kurangb. Kegiatan kurangc. Tidak mampu berperilaku sesuai normad. Cara makan tidak teratur e. BAK dan BAB di sembarang tempat, gosok gigi dan mandi tidak mampu mandiri.E. Akibat/DampakDampak yang sering timbul pada masalah personal hygiene.

1. Dampak fisikBanyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik, gangguan fisik yang sering terjadi adalah : Gangguan integritas kulit, gangguan membran mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga dan gangguan fisik pada kuku.2. Dampak psikososialMasalah sosial yang berhubungan dengan personal hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.F. Penatalakasanaan

1. Meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri2. Membimbing dan menolong klien merawatan diri3. Ciptakan lingkungan yang mendukungG. Pohon Masalah

Resiko tinggi isolasi sosial > Akibat

> Coor problem

Gangguan konsep diri : harga diri rendah

> Sebab

KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN

KASUS

Tn.Adin umur 25 tahun dibawa ke RSJ Magelang karena menurut keluarga Tn.a sudah 2 minggu ini tidak mau mandi, badan kotor dan bau, dan penampilan berantakan. Hal ini dialami Tn.a sejak Tn.a mengalami penolakan berkali-kali saat ia mendaftar menjadi polisi karena ambisi dan tuntutan dari keluarga yang memang rata-rata berprofesi sebagai polisi. Semenjak kejadian itu Tn.a mengurung diri di kamar dan enggan keluar. Ia tidak peduli dengan kondisinya. ASUHAN KEPERAWATAN DEFISIT KEPERAWATAN DIRI (MANDI) PADA TN. A

DI RUMAH SAKIT JIWA RSU Dr. Soeroyo Magelang

A. Identitas Klien

Nama

: Tn. A

Umur

:25 Tahun

Jenis kelamin:Laki-Laki

Tgl masuk

:30 Januari 2014

Identitas penanggungjawab :

Nama

: Tn. D

Umur

:55 tahun

Jenis kelamin:Laki-Laki

B. Alasan masuk/faktor presipitasi

Pasien dibawa ke RSJ Dr. Soeroyo Magelang dengan keluhan sudah 2 minggu ini tidak mau mandi, badan kotor dan bau, dan penampilan berantakan.Hal itu disebabkan karena pasien depresi karena mengalami penolakan sebanyak 5 kali saat ia mendaftar di kepolisian.C. Faktor predisposisi

1. Pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu?

( ) Ya( ) Tidak

2. Pengobatan sebelumnya :

( ) Berhasil( ) kurang berhasil( ) Tidak berhasil

3. Trauma :

Usia Pelaku Korban Saksi

( ) Aniaya Fisik

........................................................

( ) Aniaya Seksual

........................................................

( ) Penolakan

................................. ..................

( ) Kekerasan dalam keluarga........................................................

( ) Tindakan kriminal

........................................................Jelaskan:

Pasien masuk RSJ Magelang pertama kalinya.

Ingin menjadi polisi namun sudah mendaftar 5 kali dan selalu gagal dan selalu dituntut oleh keluarganya untuk menjadi seorang polisi seperti saudara-saudaranya, dan hal itu menyebabkan depresi berkepanjangan pada tn. A.

Tidak ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.

4. Anggota keluarga yang gangguan jiwa : ( ) Ada( ) Tidak, Jika ada :

Hubungan keluarga:-

Gejala

:-

Riwayat pengobatan:-5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan?

....................................................................................................................................................................................................................................................................................

D. Pemeriksaan Fisik

1. Tanda Vital : TD= 120/90 mmHg

S=36,3oCHR=70

RR=20

2. Ukur: BB= 69 kg

TB= 175 cm

3. Keluhan fisik

..

E. Psikososial

1. Genogram

Keterangan

: Laki-laki

: Perempuan

X: Meninggal

- - - - - -: Tinggal serumah

: Penderita

Jelaskan (deskripsi) :

Klien adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara, dan klien satu satu nya di keluarganya yang belum menjadi polisi seperti ke 2 kakak nya yang belum sukses. Didalam keluarganya tidak ada yang menderita gangguan jiwa.

Konsepsi diri :

a) Citra tubuh: klien merasa dirinya minder karena tidak bisa menjadi seperti ke 2 saudaranya

b) Identitas: klien sebagai anak merasa tidak berguna dalam keluarganya karena klien tidak bisa seperti saudara saudaranya yang menjadi seorang polisi

c) Peran: klien berjenis kelamin laki laki anak ke 3 dari 3 bersaudara yang tidak bisa jadi seorang polisi

d) Ideal diri: setelah sembuh klien ingin mencoba lagi untuk mendaftar sebagai seorang polisi seperti cita citanya , namun percayaan diri nya tidak seperti pertama mendaftar

e) Harga diri: Klien tidak yakin dengan penerimaan keluarga dan masyarakat. Klien merasa minder dan merasa tidak berguna oleh keluarganya karena tidak seperti kedua saudaranya

2. Hubungan sosial

a) Orang terdekat:

ayah

b) Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat :klien pernah mengikuti karang taruna di desa nya dan aktif mengikuti bakti sosial di lingkungan nya

c) Ham