Click here to load reader

askep jiwa isos

  • View
    268

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of askep jiwa isos

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA RUANGAN RAWAT TANGGAL DIRAWAT I. Inisial Tanggal Pengkajian Umur RM No. Informan II. : Bangsal Cendana : 21 April 2012

IDENTITAS KLIEN : Tuan A : 21 Mei 2012 : 43 Tahun : 0334678 : Keluarga pasien, RM, observasi, ALASAN MASUK (L/P)

Keluarga menyatakan bahwa pasien Tn. A di rumah selalu mengurung diri di kamar dan beberapa kali pernah berusaha meninggalkan rumah. Keluarga sudah berusaha membujuk pasien untuk keluar dari kamarnya dan berkumpul dengan anggota keluarga yang lainnya dan sesekali keluar rumah untuk sosialisasi, akan tetapi pasien menolak dan tetap berada di kamarnya. Pasien selalu menyendiri, berdiam diri di kamar. Pasien menolak berhubungan dengan orang lain dan jarang melakukan kegiatan sehari-hari, hanya menyendiri. Pasien menyatakan sudah 1 bulan sebelum masuk RS jiwa berhenti minum obat karena di rumah tidak ada anggota yang mengurusi minum obat. Pasien kadang memuntahkan lagi obat yang diminum dan pasien malas minum obat sehingga pasien juga tidak pernah kontrol selama masa pemulihan di rumah.

III.

FAKTOR PREDISPOSISI

1.Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu ?

Ya

Tidak

2.Pengobatan sebelumnya, Berhasil

Kurang berhasil

Tidak berhasil

Sutejo/Kep Jiwa/Jrsn Keperawatan/Poltekkes Kemnkes Yogyakarta/2012

3. Aniaya fisik Aniaya seksual

Pelaku/usia

Korban/Usia Saksi/Usia

Penolakan

24 41

Kekerasan dalam keluarga Tindakan criminal Jelaskan No. 1, 2, 3

:

Keluarga pasien menyatakan 2 tahun yang lalu pasien pernah mengalami gangguan jiwa dan dirawat di RS Jiwa karena merusak barang-barang di rumah. Pasien kemudian pulang ke rumah setelah dirawat selama 6 bulan dan kontrol rutin dengan minum obat yang diresepkan oleh dokter. Akan tetapi keluarga mulai tidak mengawasi pasien minum obat sejak 2 bulan yang lalu sehingga pasien berhenti minum obat. Pengobatan sebelumnya kurang berhasil karena keluarga menyatakan setelah keluar dari rumah sakit pasien masih sulit untuk bersosialisasi dan selalu mengurung diri di kamar. Pasien menyatakan tidak memiliki riwayat aniaya fisik maupun seksual, baik sebagai pelaku, korban maupun saksi. Keluarga mengatakan 2 tahun yang lalu pasien pernah melakukan kekerasan rumah tangga yaitu merusak barang-barang di rumah. Pasien menyatakan pernah mangalami penolakan saat ia masih berusia 24 tahun, pasien tidak terlalu diterima di kelompok remaja di desanya. Masalah Keperawatan diri 4.Adakah anggota keluarga mengalami gangguan jiwa : Resiko Perilaku Kekerasan, Isolasi sosial : menarik

Ya

Tidak

Sutejo/Kep Jiwa/Jrsn Keperawatan/Poltekkes Kemnkes Yogyakarta/2012

Hubungan keluarga sepupu pasien

Gejala murung, pendiam, Jarang bicara

Riwayat pengobatan/perawatan pernah menjalani terapi selama 2 tahun saat berusia 40 th di RSJ akan tetapi tidak berhasil.

Merendahkan diri. Masalah Keperawatan : Harga Diri Rendah

5.Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan Keluarga pasien mengatakan saat masih usia 20 tahun, pasien kehilangan ibunya yang sangat dekat dengannya karena kecelakaan lalu lintas. Saat itu pasien sangat terpukul dan sedih. Pasien juga kurang mahir bersosialisasi sehingga di kelompok remaja, saat umur 24 tahun pasien kurang diterima. IV. FISIK : TD : 130/100 mmHg P : 21x/mnt 2. Ukur 3. Keluhan fisik Jelasakan : TB : 175 cm : Ya BB : 68 kg S : 36,8o C N : 86x/mnt 1. Tanda- tanda vital

Tidak

: pasien tidak mempunyai keluhan terkait kondisi fisiknya

Masalah keperawatan : V. 1. Genogram PSIKOSOSIAL

Tn. A , 48 th

Jelaskan

: keluarga pasien mengatakan komunikasi dalam

keluarga berjalan dengan baik pada awal pernikahan meskipun pasien memang tidak terlalu banyak bicara, akan tetapi sejak kembali dari dirawat di rumah sakit 2

Sutejo/Kep Jiwa/Jrsn Keperawatan/Poltekkes Kemnkes Yogyakarta/2012

tahun yang lalu komunikasi menjadi terhambat karena pasien cenderung mengurung diri di kamar dan menjadi lebih pendiam. Pengambilan keputusan ada di tangan istri, akan tetapi keputusan akhir selalu dibicarakan dengan suami, tapi 3 tahun yang lalu kebanyakan keputusan diambil oleh istri. Pola asuh anak menurut cara pandang istri karena suami merasa istri lebih paham cara mengasuh anak dan kondisi suami tidak memungkinkan. Pada saat masih dengan orang tuanya dulu pasien cenderung dimanja dan dituruti keinginannya oleh orang tua karena anak terakhir. Masalah Keperawatan 2. Konsep diri a. Gambaran diri baik saja. b. Identitas : pasien merupakan kepala keluarga dan : pasien menyatakan bahwa anggota tubuhnya baik: Hambatan komunikasi verbal

seorang suami serta ayah. Pasien merasa puas dengan perannya di keluarga karena istri dan anaknya menghormatinya. Di tempat kerjanya pasien diterima dengan baik. Pasien merasa puas dengan perannya sebagai laki-laki karena memang dalam keluarga pasien sering dimintai pendapat oleh istri, meski keputusan lebih sering oleh istri. c. Peran : pasien merupakan kepala keluarga yang mempunyai peran mengambil keputusan terakhir, pasien juga bertugas mencari nafkah untuk keluarga, akan tetapi istri yang memnuhi nafkah sejak pasien mengurung diri di kamar. d. Ideal diri : pasien ingin dirinya yang mencari nafkah dan istrinya tinggal di rumah menjaga anak karena dia laki-laki dan kepala keluarga. Pasien berharap dirinya mampu diterima dengan baik di lingkungan dan bisa berkomunikasi dengan baik dan bisa lebih berperan daripada istrinya. e. Harga diri : pasien merasa dihargai di keluarganya, akan tetapi pasien masih sedikit kaku dalam bersosialisasi. Pasien sedikit sedih karena perannya lebih kecil daripada istrinya Masalah Keperawatan : resiko HDR 3. Hubungan sosial

Sutejo/Kep Jiwa/Jrsn Keperawatan/Poltekkes Kemnkes Yogyakarta/2012

a.

Orang yang berarti : keluarga, terutama istri bakti atau ikut pertemuan warga, tapi jarang sekali. Setelah pasien sering mengurung diri di kamar pasien tidak pernah ikut lagi.

b. Peran serta dalam kegiatan kelompok / masyarakat : pasien sesekali ikut kerja

c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain : pasien merasa dirinya terlalu kaku dan tidak mahir bersosialisasi, sehingga dalam berhubungan dengan orang lain cenderung kaku dan menutup diri. Saat sakit pasien terhambat dalam berhubungan dengan orang lain karena tidak keluar dari kamarnya.

Masalah Keperawatan : isolasi sosial : menarik diri 4. Spiritual a. Nilai dan keyakinan : pasien merupakan pemeluk agama islam. Pasien menganggap jika ada gangguan jiwa maka dalam masyarakat sudah menjadi hal biasa jika tidak akan diterima dengan baik seperti ketika masih sehat. b. Kegiatan ibadah : pasien tidak terlalu rajin dalam beribadah baik secara individu atau berkelompok di masjid. Keluarga sering mengajak akan tetapi pasien tidak terlalu berminat. Masalah Keperawatan : -

VI. 1. Penampilan

STATUS MENTAL.

Jelaskan

Tidak rapih

Penggunaan pakaian Tidak sesuai

Cara berpakaian seperti biasa

: pasien tidak rapi karena rambut pasien acak-acakan dan baju pasien tidak rapi tersetrika, cenderung menggulung dan terlipat-lipat.

Masalah Keperawatan : 2. Pembicaraan

Sutejo/Kep Jiwa/Jrsn Keperawatan/Poltekkes Kemnkes Yogyakarta/2012

Cepat

Keras

Gagap

Inkoheren

Apatis

Lambat

Membisu

Tidak mampu Memulai pembicaraan

Jelaskan

: pasien bicara dengan pelan dan dengan menunduk. Pasien tidak suka bicara terlalu panjang, pasien bicara setalah ditanya, tidak memulai pembicaraan sendiri. Pasien cenderung diam dan setiap ditanya, pasien hanya menjawab pertanyaan dengan singkat.

Masalah Keperawatan 3. Aktivitas Motorik

: isolasi sosial : menarik diri

Lesu Tik

Tegang Grimasen

Gelisah Tremor

Agitasi Kompulsif

Jelaskan

: pasien lesu dan cenderung tidak bersemangat. Saat diajak komunikasi pasien menunduk dan kontak mata pasien kurang. Pasien sedikit tegang dan gelisah karena jarang berkomunikasi dan mengurung diri di kamar.

Masalah Keperawatan 4. Sedih

: hambatan komunikasi verbal

Alam perasaan Ketakutan

Putus asa

Khawatir

Gembira berlebihan

Jelaskan

: pasien tampak putus asa karena hanya menundukkan kepala dan cenderung diam. Pasien tidak punya semangat.

Masalah Keperawatan

: hambatan komunikasi verbal

Sutejo/Kep Jiwa/Jrsn Keperawatan/Poltekkes Kemnkes Yogyakarta/2012

5. Efek Datar

Tumpul

Labil

Tidak sesuai

Jelaskan

: pasien cenderung bereaksi bila ada stimulus yang kuat. Bila tidak ada stimulus yang berarti, pasien hanya bereaksi seadanya dan kembali diam. Pasien lebih sering melampiaskan emosi dengan merusak barang daripada dengan marah-marah atau diskusi.

Masalah Keperawatan 6. Interaksi selama wawancara Bermusuhan

: hambatan komunikasi verbal

Tidak kooperatif

Mudah tersinggung

Kontak mata (-)

Definsif

Curiga

Jelaskan

: selama wawancara interaksi pasien kurang, kontak mata kurang dan pasien tidak mau menatap mata lawan bicara langsung, pasien lebih sering menunduk.

Masalah Keperawatan 7. Persepsi Pendengaran Pengecapan Jelaskan Masalah Keperawatan 8. Proses Pikir Sirkumtansial Flight of idea Jelaskan

: hambatan komunikasi verbal Penglihatan Penghidu : pasien tidak mengalami gangguan persepsi :Perabaan

Tangensial Blocking

Kehilangan asosiasi Pengulangan Pembicaraan/persevarasi

: pasien tidak mengalami gangguan proses pikir, pasien berbicara dengan jelas dan menjawab sesuai

Sutejo/Kep Jiwa/Jrsn Keperawatan/Poltekkes Kemnkes Yogyakarta/2012

pertanyaan dari perawat, meski menjawab ti