Assessment Psikologi Keterlambatan Bicara

  • View
    586

  • Download
    16

Embed Size (px)

Transcript

KASUSSaya ibu yang bekerja mempunyai putra berusia 4 tahun 1 bulan yang mana sampai saat ini anak saya belum lancar mengucapkan kata, apalagi untuk merangkai kata. Apakah hal ini ada kaitannya dengan tidak bisa diamnya anak saya (anak saya selalu ingin bergerak kesana kemari), tapi kalau diajak bercerita anak selalu memandang (kontak mata ada) malah kalau dia bicara kita tidak melihat ke matanya dia akan memalingkan wajah kita agar melihatnya. 1.1.Identifikasi Masalah Kasus Nama anak Jenis kelamin Umur Kebiasaan Keluhan : Putra (bukan nama sebenarnya) : Laki-laki : 4 tahun 1 bulan : - tidak bisa diam - selalu memandang lawan bicara : Belum lancar mengucapkan kata apalagi merangkai kata Dari kasus tersebut, dapat diketahui anak berumur 4 tahun lebih namun belum lancar mengucapkan kata apalagi berbicara, hanya menggunakan bahasa isyarat tubuh saja. Anak dapat merespon setiap stimulus dari orang lain, anak selalu aktif bergerak. Dan ibu mereka sama-sama bekerja. karena merupakan Masalah keterlambatan bicara pada anak salah satu penyebab gangguan perkembangan merupakan masalah yang cukup serius yang harus segera ditangani yang paling sering ditemukan pada anak. Menurut Hurlock (2008: 194195) anak yang mengalami keterlambatan bicara, yaitu apabila tingkat perkembangan bicara anak berada di bawah tingkat kualitas perkembangan bicara anak pada umur yang sama. Yang dapat diketahui dari ketepatan penggunaan kata, yang ditandai dengan pengucapan yang tidak jelas dan dalam berkomunikasi hanya dapat menggunakan bahasa isyarat, sehingga orang tua maupun orang yang ada disekitarnya kurang dapat memahami anak. Dalam keterlambatan 1

bicara anak dapat memahami apa yang dibicarakan orang, namun dia mengalami kesulitan dalam merespon dengan menggunakan kata-kata dan hanya dapat mengunakan bahasa isyarat saja. Dampak yang paling nyata dengan adanya keterlambatan bicara pada anak yaitu anak akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi terhadap lingkungannya, orang disekitar anak akan susah memahami anak. Anak akan mengalami keputusasaan sebab mereka tidak dapat menjelaskan kebutuhan dan keinginan mereka kepada orang lain, anak juga akan mengalami kesulitan bersosialisasi terhadap teman sebaya. Dan pada akhirnya perkembangan anak akan mengalami gangguan karena tidak terpenuhinya keterampilan-keteramapilan yang dibutuhkan anak untuk dapat memenuhi tugas-tugas perkembangannya. Keterlambatan bicara tidak hanya mempengaruhi penyesuaian sosial dan pribadi anak, tetapi juga mempengaruhi penyesuaian akademis anak. Pengaruh yang paling serius adalah terhadap kemampuan membaca yang merupakan mata pelajaran pokok pada awal sekolah anak. Kemudian keadaan ini akan mempengaruhi kemampuan anak dalam mengeja. Ketidakmampuan berprestasi di sekolah, digabungkan dengan masalah penerimaan social akan menimbulkan rasa benci anak untuk bersekolah. Lebih jauh lagi, ini akan menghambat prestasi akademis anak. 1.2.Latar Belakang Bahasa adalah bentuk aturan atau sistem lambang yang digunakan anak dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya yang dilakukan untuk bertukar gagasan, pikiran dan emosi. Bahasa bisa diekspresikan melalui bicara mengacu pada simbol verbal. Selain itu bahasa dapat juga diekspresikan melalui tulisan, tanda gestural dan musik. Bahasa juga dapat mencakup aspek komunikasi nonverbal seperti gestikulasi, gestural atau pantomim. Gestikulasi adalah ekspresi gerakan tangan dan lengan untuk menekankan makna wicara. Pantomim adalah sebuah cara komunikasi yang mengubah komunikasi verbal dengan aksi yang mencakup beberapa gestural (ekspresi gerakan yang menggunakan setiap bagian tubuh) dengan

makna yang berbeda-beda. Gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Keterlambatan bicara adalah keluhan utama yang sering dicemaskan dan dikeluhkan orang tua kepada dokter. Gangguan ini semakin hari tampak semakin meningkat pesat. Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 5 - 10% pada anak sekolah. Penyebab keterlambatan bicara sangat luas dan banyak, Gangguan tersebut ada yang ringan sampai yang berat, mulai dari yang bisa membaik hingga yang sulit untuk membaik. Keterlambatan bicara fungsional merupakan penyebab yang sering dialami oleh sebagian anak. Keterlambatan bicara golongan ini biasanya ringan dan hanya merupakan tertentu ketidakmatangan fungsi bicara pada anak. Pada usia setelah usia 2 tahun akan membaik. Bila terutama

keterlambatan bicara tersebut bukan karena proses fungsional maka gangguan tersebut harus lebih diwaspadai karena bukan sesuatu yang ringan. Semakin dini mendeteksi keterlambatan bicara, maka semakin baik kemungkinan pemulihan gangguan tersebut. Bila keterlambatan bicara tersebut nonfungsional maka harus cepat dilakukan stimulasi dan intervensi dapat dilakukan pada anak tersebut. Deteksi dini keterlambatan bicara harus dilakukan oleh semua individu yang terlibat dalam penanganan anak ini. Kegiatan deteksi dini ini melibatkan orang tua, keluarga, dokter kandungan yang merawat sejak kehamilan dan dokter anak yang merawat anak tersebut. Sehingga dalam deteksi dini tersebut harus bisa mengenali apakah keterlambatan bicara anak kita merupakan sesuatu yang fungsional atau yang nonfungsional. Berdasarkan Keterlambatan kesimpulan di atas, maka dapat sebagai Gangguan gangguan Berbicara dapat didefinisikan

kemampuan dalam berbahasa yang dialami oleh individu, dalam hal ini anak-anak, yang dilihat berdasarkan dalam tahapan perkembangan berbicara dan bahasa, yang disebabkan oleh beberapa factor yaitu factor fungsional (gangguan pendengaran) dan factor nonfungsional

3

(komunikasi dengan orangtua atau lingkungan sosialnya).

1.3.Landasan Teori 1.3.1. Tahapan Perkembangan Kemampuan Bicara dan Berbahasa Berikut ini akan disajikan informasi seputar tahapan perkembangan bahasa dan bicara seorang anak. Namun perlu diperhatikan, bahwa batasan-batasan yang tertera juga bukan merupakan batasan yang kaku mengingat keunikan setiap anak berbeda satu dengan yang lain. (1995) tahapan perkembangan dibagi berbahasa dapat Menurut Dr. Miriam Stoppard kemampuan berikut bicara dan sebagai (www.e-

psikologi.com) : 1) 0 - 8 Minggu Pada masa awal, seorang bayi akan mendengarkan dan mencoba mengikuti suara yang didengarnya. Sebenarnya tidak hanya itu, sejak lahir ia sudah belajar mengamati dan mengikuti gerak tubuh serta ekspresi wajah orang yang dilihatnya dari jarak tertentu. Meskipun masih bayi, seorang anak akan mampu memahami dan merasakan adanya komunikasi dua arah dengan memberikan respon lewat gerak tubuh dan suara. Sejak dua minggu pertama, ia sudah mulai terlibat dengan percakapan, dan pada minggu ke-6 ia akan mengenali suara sang ibu, dan pada usia 8 minggu, ia mulai mampu memberikan respon terhadap suara yang dikenalinya. 2) 8 - 24 Minggu Tidak lama setelah seorang bayi tersenyum, ia mulai belajar mengekspresikan dirinya melalui suara-suara yang sangat lucu dan sederhana, seperti eh, ah, uh, oh dan tidak lama kemudian ia akan mulai mengucapkan konsonan seperti m, p, b, j dan k. Pada usia 12 minggu, seorang bayi sudah mulai terlibat pada percakapan tunggal dengan

menyuarakan gaga, ah goo, dan pada usia 16 minggu, ia makin mampu mengeluarkan suara seperti tertawa atau teriakan riang, dan bublling. Pada usia 24 minggu, seorang bayi akan mulai bisa menyuarakan ma, ka, da dan sejenisnya. Sebenarnya banyak tanda-tanda yang menunjukkan bahwa seorang anak sudah mulai memahami apa yang orang tuanya atau orang lain katakan. Lucunya, anak-anak itu akan bermain dengan suaranya sendiri dan terus mengulang apa yang didengar dari suaranya sendiri. 3) 28 Minggu - 1 Tahun Usia 28 minggu seorang anak mulai bisa mengucapkan ba, da, ka secara jelas sekali. Bahkan waktu menangis pun vokal suaranya sangat lantang dan dengan penuh intonasi. Pada usia 32 minggu, ia akan mampu mengulang beberapa suku kata yang sebelumnya sudah mampu diucapkannya. Pada usia 48 minggu, seorang anak mulai mampu sedikit demi sedikit mengucapkan sepatah kata yang sarat dengan arti. Selain itu, ia mulai mengerti kata tidak dan mengikuti instruksi sederhana seperti bye-bye atau main ciluk-baa. Ia juga mulai bisa meniru bunyi binatang seperti guk, kuk, ck 4) 1 Tahun - 18 Bulan Pada usia setahun, seorang anak akan mampu mengucapkan dua atau tiga patah kata yang punya makna. Sebenarnya, ia juga sudah mampu memahami sebuah obyek sederhana yang diperlihatkan padanya. Pada usia 15 bulan, anak mulai bisa mengucapkan dan meniru kata yang sederhana bulan, dan sering didengarnya untuk kemudian yang mengekspresikannya pada porsi / situasi yang tepat. Usia 18 ia sudah mampu menunjuk obyek-obyek dilihatnya di buku dan dijumpainya setiap hari. Selain itu ia juga mampu menghasilkan kurang lebih 10 kata yang

5

bermakna. 5) 18 Bulan - 2 Tahun Pada rentang usia ini, kemampuan bicara anak semakin tinggi dan kompleks. Perbendaharaan katanya pun bisa mencapai 30 kata dan mulai sering mengutarakan pertanyaan sederhana, seperti mana ?, dimana? dan memberikan jawaban singkat, seperti tidak, disana, disitu, mau. Pada usia ini mereka juga mulai menggunakan kata-kata yang menunjukkan kepemilikan, seperti punya ani, punyaku. Bagaimana pun juga, sebuah percakapan melibatkan komunikasi dua belah pihak, sehingga anak juga akan belajar merespon setelah mendapatkan stimulus. Semakin hari ia semakin luwes dalam menggunakan kata-kata dan bahasa sesuai dengan situasi yang sedang dihadapinya dan mengutarakan kebutuhannya. Namun perlu diingat, oleh karena perkembangan koordinasi motoriknya juga belum terlalu sempurna, maka kata-kata yang diucapkannya masih sering kabur, misalnya balon jadi aon, roti jadi oti 6) 2 Tahun - 3 Tahun Seorang anak mulai menguasai 200 300 kata dan senang bicara sendiri (monolog). Sekali waktu ia akan memperhatikan kata-kata yang baru didengarnya untuk dipelajari secara diam-diam. Mereka mulai mendengarka