bab 2 (EDIT)

  • View
    217

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

thisi is

Transcript

52

BAB IIURAIAN PROSES

2.1 Bahan Baku 2.1.1 Bahan Baku Produksi Bahan baku untuk PT PERTAMINA RU III berupa minyak mentah diperoleh dari daerah Sumatera Bagian Selatan. Sebagai pasokan utama, minyak mentah disalurkan melalui pipa dari lapangan di sekitar wilayah Sumatera Selatan dan melalui kapal. Adapun perbandingannya adalah 70% minyak mentah melalui pipa dari lapangan dan 30% minyak mentah melalui kapal tanker. Jalur Penyaluran minyak mentah tersebut adalah: 1. Minyak mentah yang dikirim melalui sistem perpipaan adalah :a. South Palembang District (SPD) dari DOH Prabumulihb. Talang Akar Pendopo Oil (TAP) dari DOH Prabumulihc. Jambi Asphalitic Oil (Paraffinic Oil)d. Jene, dane. Ramba Crude Oil (RCO) dari DOH Jambi.2. Minyak mentah yang dikirim menggunakan kapal tanker adalah :a. Geragai Crude Oil (GCO) dari Santa Fe, Jambib. Bula/ Klamono (BL/KL) dari Irian Jayac. Kaji Semoga Crude Oil (KSCO)d. Sepanjang Crude Oil (SPO)e. Sumatera Light Crude (SLC)f. Duri Crude Oil (DCO) Setiap minyak mentah dari sumber yang berbeda tersebut akan ditampung dahulu di dalam tangki penampungan. Minyak mentah tersebut seringkali masih mengandung kadar air yang cukup tinggi, baik dalam bentuk emulsi maupun air bebas. Adanya kandungan air dapat menyebabkan gangguan dalam unit-unit pengolahan sehingga sebelum dimasukkan ke dalam unit CD, minyak mentah harus dipisahkan dari air terlebih dahulu. Spesifikasi minyak mentah yang boleh diumpankan ke dalam unit CD adalah di bawah 0,5 %vol air.Setelah memiliki kandungan air yang sesuai spesifikasi, minyak mentah tersebut diumpankan ke Unit Crude Distiller dan Redistiller yang berbeda sesuai dengan komposisi dan sifat minyak tersebut. Minyak tersebut akan dijadikan umpan pada Primary Process Unit dan Secondary Process Unit. Umpan pada Primary Process Unit tertera pada tabel 3 di bawah ini.Tabel 3. Umpan Primary Process UnitUnitKapasitas PengolahanSumber minyak bumi

CD-II16,2 MBSDKaji, Jene, SPD, TAP

CD-III30,0 MBSDRamba, Kaji, Jene

CD-IV30,0 MBSDRamba, Kaji, Jene

CD-V35,0 MBSDSPD, TAP

CD-VI15,0 MBSDGeragai, Bula, Klamono

Sumber : PERTAMINA RU III Plaju, 2011 Sumber minyak bumi yang dijadikan umpan pada Secondary Process Unit tertera pada Tabel 4. Tabel 4. Umpan Secondary Process UnitUnitSumber minyak bumi

HVULong residue

RFCCUMVGO (Medium Vacuum Gas Oil), HVGO (High Vacuum Gas Oil), dan Long Residue

BB (Butane-Butylene)Unstab crack, Comprimate, Condensate Gas, dan Residual Gas

Stabilizer C/A/BSR-Tops (Straight Run-Tops)

Unit PolimerisasiFresh BB (Butane-Butylene)

Unit AlkilasiFresh BB dari BB Distiller

Kilang PolypropyleneRaw PP (Propaneee-Propylene) dari RFCCU (Riser Fluid Catalytic Cracking Unit)

Sumber : PERTAMINA RU III Plaju, 2011

2.1.2 Bahan Baku Penunjang Selain bahan baku utama, proses pengolahan juga membutuhkan bahan-bahan penunjang lain yang tertera pada tabel 5 seperti katalis, solvent, dan bahan aditif yang mendukung proses pengolahan bahan baku menjadi produk. Tabel 5. Bahan-Bahan PenunjangBahanUnitFungsi

H2SO4AlkilasiKatalis

NaOHBB Treating & Caustic TreatingProses treating untuk menghilangkan senyawa belerang

Silika aluminaRFCCUKatalis cracking

Titanium CatalystPolypropyleneKatalis utama

Tri Ethyl Alumunium (AT cat)PolypropyleneKo-katalis

CMMSPolypropyleneCatalyst adjuvant

HexanePolypropylenePelarut katalis

Ekstraktor pada purifikasi Raw

DEAPolypropylenepropaneee propylene

AE-Stab, AH-Stab, Al-Stab, HA-Stab, HD-Stab, SA-Stab, SB-Stab, SC-StabPolypropyleneStabilizer additive

Gas N2 PolypropyleneOff gas, carrier gas

Fuel oil, fuel gasSemua unitBahan bakar untuk pembakaran dalam furnace unit

Sumber : PERTAMINA RU III Plaju, 2011 Kegunaan bahan-bahan penunjang dalam mendukung proses pengolahan bahan baku menjadi produk tertera pada Tabel 6.

Tabel 6. Kegunaan Bahan-Bahan PenunjangBahanKegunaan

Gas

1. Amoniak (NH3)Sebagai zat anti korosi pada system overhead kolom distilasi.

2. Gas PanasSebagai Regenerator Dryer pada unit Polypropylene.

3. N2Sebagai pendingin (Cooler).

4. H2Sebagai pemutus dan penyambung rantai Polypropylene.

Lanjutan Tabel 6BahanKegunaan

Aditif

1.MTBE dan TELUntuk menaikan bilangan Oktan dari bensin.

2. AditifUntuk memperbaiki sifat Polypropylene sehingga sesuai dengan sifat yang diinginkan.

3.Topanol AAnti oksidan aditif untuk polimer mogas unit polimerisasi, aditif untuk produk Treating Plant bagian crude distiller.

Bahan Kimia

1. H2SO4Sebagai katalis unit alkilasi.

2. ZeoliteSebagai katalis pada RFCCU.

3. NaOHSebagai Caustic Treater pada CD&L unit alkilasi dan LPG Treater.

4. P2O5Sebagai katalis unit Polimerisasi.

5. Al2(SO4)3, klorin air, coagulant acid, karbon aktif, resin penukar ionSebagai penjernih air pada unit utilitas.

6. DEASebagai DEA ekstraktor pada unit Polypropylene.

7. Heavy alkylateSebagai Lean Oil (absorben) pada unit BB distilasi.

8. LCGOSebagai Lean Oil (absorben) pada unit Light End FCCU

9. PropanaSebagai regenerator dan cooler pada DEA dan caustic extractor system, serta sebagai chilling system pada unit alkilasi.

10. Katalis bahan dasar TiSebagai katalis utama pada unit Polypropylene.

11. Katalis TK,AT,OFSebagai ko-katalis pada unit polypropylene.

12. Silika GelSebagai molecular sieve pada unit Polypropylene

13. Corrosion InhibitorSebagai zat pencegah atau penghambat korosi

14. Scale InhibitorSebagai zat pencegah atau penghambat pembentukan kerak

15. BiocidePenghambat tumbuhnya lumut, ganggang, dll.

Sumber : PERTAMINA RU III Plaju, 20112.1.3 Bahan Baku Produk Non BBM Selain mengolah minyak mentah, kilang musi juga mengolah produk antara/ intermediate, berupa :1. Bahan baku Naften ( Bitumen Feed Stock ) dari Cilacap2. Komponen mogas beroktan tinggi (HOMC) untuk blending Motor Gasoline dari Cilacap dan Dumai3. Raw-Propane-Propylene dari unit RFCCU untuk produksi Polypropylene.

2.2 Proses Produksi2.2.1 Unit Crude Distiller and Gas Plant (CD-GP) PT PERTAMINA RU III memiliki 6 Crude Distiller yaitu Crude Distiller (CD) II, III, IV, V, dan Redistiller I/II. Keenam unit tersebut terletak di kilang Plaju. Pada unit ini juga terdapat unit Stabilizer C/A/B dan Straight Run Motor Gas Compressor (SRMGC), sedangkan pada Gas Plant terdapat unit Butane-Butylene Motor Gas Compressor (BBMGC), Butane-Butylene (BB) Distiller, Unit Polimerisasi dan Unit Alkilasi. Selain itu terdapat unit-unit Treater seperti BB Treater, Caustic Treater, dan Sulfuric Acid Unit (SAU). Proses yang dilakukan pada CD II, III, IV, V, dan Redistiller I/II disebut proses primer yang bertujuan untuk memisahkan komponen-komponen minyak mentah secara fisik dengan cara distilasi. Pada awalnya Redistiller I/II berfungsi untuk mendistilasi kembali Slop Oil (minyak tumpahan dan produk yang off spec) serta minyak mentah dengan spesifikasi khusus, tetapi kemudian diubah fungsinya sehingga menjadi sama seperti CD. Proses-proses yang dilakukan pada unit Polimerisasi, Alkilasi, Stabilizer C/A/B, SRMGC, BBMGC, dan BB Distiller disebut proses sekunder. Proses ini bertujuan menghasilkan produk-produk yang bernilai tinggi hasil dari proses primer. Proses treating dilakukan pada unit BB Treater, Caustic Treater dan SAU. BB Treater bertujuan mengurangi kandungan Sulfur pada Butane-Butylene. Caustic Treater bertujuan mengurangi kandungan Sulfur dan Merkaptan pada produk Gasoline. SAU bertujuan meningkatkan konsentrasi Asam Sulfat ex katalis unit alkilasi sehingga dapat digunakan lagi sebagai katalis pada proses alkilasi. 2.2.1.1 Crude Distiller II (CD-II) CD-II memiliki kapasitas 2600 ton/hari. Fungsi CD-II ini adalah untuk memisahkan fraksi-fraksi tertentu pada minyak mentah. Umpan unit berasal dari Sumatera Light Crude (SLC) dan Jene Crude. Unit ini terdiri atas 5 kolom Fraksionator dan 1 Kolom Evaporator yang bekerja pada kondisi operasi masing-masing (tabel 8). Umpan dipanaskan pada furnace I dan dimasukkan pada Kolom Evaporator. Fasa gas akan masuk pada Kolom I dan fasa cair masuk ke Furnace II untuk dipanaskan yang selanjutnya masuk ke kolom IV. Produk atas Kolom I masuk ke kolom V, side stream masuk ke kolom II, sedangkan produk bawah ditampung ke Side Striper (LCT stripper) 2-1. Produk atas Kolom II dimasukkan tangki Akumulator 8-7 yang sebagian dikembalikan ke Kolom I sebagai reflux dan sebagian lagi sebagai produk gas. Produk bawah Kolom II dikondensasikan dan keluar sebagai produk LKD (Light Kerosene Distillate).Produk atas Kolom V dikondensasikan dan ditampung pada tangki Akumulator 8-8. Aliran gas yang tidak terkondensasi dibagi menjadi dua. Aliran pertama sebagai produk gas, sedangkan aliran lainnya dikondensasikan kembali sehingga menghasilkan Crude Residual (CR) Butane. Gas yang tidak terkondensasi dijadikan sebagai produk gas. Produk atas Kolom V yang tertampung pada tangki Akumulator 8-8 sebagian dikembalikan ke Kolom V sebagai reflux dan sebagian keluar sebagai produk atas Straight Run (SR). Side stream Kolom V masuk ke Kolom III. Produk bawah Kolom V dikembalikan ke Kolom I sebagai reflux.Kolom III yang memiliki umpan dari side stream Kolom V menghasilkan produk bawah berupa Naphta II/III dan produk atas berupa gas yang dikembalikan ke Kolom V.Produk atas kolom IV didinginkan dan dimasukkan ke tangki akumulator 8-6. Dari tangki ini, sebagian di-reflux dan sebagian dimasukkan ke kolom I. Side stream kolom IV dimasukkan ke Light Cold Test (LCT) Stripper bersama-sama dengan produk bawah kolom I. Produk bawah kolom IV didinginkan dan menghasilkan produk Long Residue. Produk bawah kolom I dan s