Click here to load reader

BAB III CHAPTER III PENDUDUK DAN TENAGA KERJA · PDF filependuduk, maka proyeksi pertumbuhan penduduk Surabaya dari yang sebelumnya di ... kecamatan tujuan terbesar adalah Kenjeran

  • View
    216

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB III CHAPTER III PENDUDUK DAN TENAGA KERJA · PDF filependuduk, maka proyeksi pertumbuhan...

Informasi Data Pokok Kota Surabaya Tahun 2012 III.a

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

1. PENDUDUK

Jumlah penduduk Surabaya terpadat

berada di wilayah Surabaya Selatan, kemudian

disusul oleh Surabaya pusat dan Surabaya

Timur. Kecamatan dengan jumlah penduduk

terpadat adalah Kecamatan Simokerto dan

yang paling sedikit jumlah penduduknya adalah

Kecamatan Pakal. Kecamatan Simokerto

bahkan pada dua periode sensus sebelumnya

juga memiliki jumlah penduduk terpadat.

Menurut jenis kelaminnya, berdasar

Sensus Penduduk 2010, hampir seluruh

Kecamatan di Surabaya jumlah penduduk

perempuan lebih besar dibandingkan laki-laki.

Namun di Kecamatan Pakal, Asemrowo,

Tandes, Karangpilang, Tenggilis Mejoyo, Bulak,

Kenjeran, dan Pabean Cantikan saja penduduk

laki-lakinya lebih besar daripada populasi

penduduk perempuannya.

Jika berdasarkan kelompok umur, di

usia 0-14 tahun, jumlah penduduk laki-laki

masih lebih besar dibandingkan penduduk

perempuan. Begitu pula di kelompok usia 35-

39 serta usia 55-59, jumlah populasi penduduk

laki-lakinya lebih besar dibandingkan

perempuan. Namun di kelompok usia lainnya,

jumlah penduduk perempuan lebih besar

dibandingkan laki-laki.

Dari hasil sensus, pertumbuhan

penduduk rata-rata mengalami penurunan.

Hanya di beberapa kecamatan saja seperti

Gunung Anyar, Sukolilo, Mulyorejo, Dukuh

Pakis, Wiyung, Gayungan, Jambangan, Tandes,

CHAPTER III

POPULATION AND MAN POWER

1. POPULATION

Densest population of Surabaya in the

area of South Surabaya, followed by Surabaya

Surabaya central and eastern. Districts with the

densest population is Simokerto district and the

least number of inhabitants is Pakal District.

Simokerto districts even in the two previous

census period also has the densest population.

By sex, based on the 2010 Population

Census, almost the entire district in Surabaya

larger population of women than men.

However, in the District of Pakal, Asemrowo,

Tandes, Karangpilang, Tenggilis Mejoyo, Bulak,

Kenjeran, and Pabean Cantikan male

population alone is greater than the female

population.

If by age group, in the age of 0-14

years, the number of the male population is

larger than the female population. Similarly, in

the age group 35-39 and age 55-59, the

number of male population larger than females.

But in other age groups, the number of females

larger than males.

From the census, the average

population growth decreased. Only in a few

districts like Gunung Anyar, Sukolilo, Mulyorejo,

Dukuh Pakis, Wiyung, Gayungan, Jambangan,

Tandes, Asemrowo, Benowo, Pakal, Lakarsantri

and Sambikarep which increased the

population. Benowo districts are districts that

have the greatest population growth, which

amounted to 4.61%. Moderate districts that

experienced a decline in population is the

Informasi Data Pokok Kota Surabaya Tahun 2012 III.b

Asemrowo, Benowo, Pakal, Lakarsantri dan

Sambikarep yang mengalami peningkatan

jumlah penduduk. Kecamatan benowo adalah

kecamatan yang memiliki pertumbuhan

penduduk terbesar, yakni sebesar 4,61%.

Sedang kecamatan yang mengalami penurunan

jumlah penduduk terbesar adalah Genteng

sebesar -1,70%. Jika melihat dari hasil sensus

penduduk, maka proyeksi pertumbuhan

penduduk Surabaya dari yang sebelumnya di

tahun 2010 sebesar 2.738.193 menjadi

2.757.232 di tahun 2011.

Rata-rata jumlah anggota rumah

tangga di Surabaya menurut sensus 2010

adalah sebesar 3,6. Jika berdasarkan

kecamatannya, kecamatan yang memiliki

jumlah rumah tangga terbanyak adalah

kecamatan Tambaksari dengan jumlah rumah

tangga sebanyak 55.564 dan jumlah populasi

204.805. Namun rata-rata jumlah anggota

keluarga terbesar ada di kecamatan Kenjeran

dengan rata-rata 4,00. Namun jika melihat

hasil sensus penduduk selama tiga periode

sensus, maka anggota rumah tangga yang

tercatat dalam sensus 2010 mengalami

penurunan jika dibandingkan dengan dua

periode sensus sebelumnya. Tahun 1990 rerata

anggota rumah tangga mencapai angka 4,51,

kemudian di tahun 2000 reratanya mencapai

3,66, dan kemudian di tahun 2010 mencapai

3,60 saja,

Sedangkan mengenai status

kewarganegaraannya, penduduk Surabaya

yang memiliki status WNA terbanyak berada di

Kecamatan Sawahan (251 orang) dan yang

paling sedikit berada di Kecamatan Bulak,

largest tile was -1.70%. If you look at the

results of the population census, the projected

population growth of the previous Surabaya in

2010 of 2,738,193 to 2,757,232 in 2011.

The average household size in

Surabaya by the 2010 census was of 3.6. If

based on his district, sub-district which has the

highest number of households is Tambaksari

districts with as many as 55 564 households

and a population of 204 805. However, the

average number of members of the largest

family in the district Kenjeran with an average

4.00. But if you look at the results of the

population census for the three census periods,

the household members listed in the census of

2010 decreased compared to the previous two

census periods. In 1990 the average household

reached 4.51, then in 2000 average reached

3.66, and then in 2010 was only 3.60,

As for citizenship, resident status

Surabaya which has most foreigners are

Sawahan (251 people) and the least was in

Bulak district, Jambangan, Asemrowo, Benowo,

and Pakal.

Based on the results of registration of

the population, in 2012 the number of males

was higher than the female population,

amounting to 1,566,072. This amount is in line

with the previous year, amounting to

1,517,341.

2. MIGRATION

From the results of data collection born

in Surabaya in 2012, there were 20 683 male

infants and 19 507 female babies born in

Surabaya. Districts with the largest number of

Informasi Data Pokok Kota Surabaya Tahun 2012 III.c

Jambangan, Asemrowo, Benowo, dan Pakal.

Berdasarkan hasil registrasi penduduk,

di tahun 2012 jumlah penduduk laki-laki masih

lebih banyak dibandingkan penduduk

perempuan, yaitu sebesar 1.566.072. Jumlah

ini selaras dengan tahun sebelumnya yang

berjumlah 1.517.341.

2. MUTASI PENDUDUK

Dari hasil pendataan kelahiran di

Surabaya sepanjang tahun 2012, terdapat

20.683 bayi laki-laki dilahirkan dan 19.507 bayi

perempuan di Surabaya. Kecamatan dengan

angka kelahiran terbesar berada di Tambaksari

kemudian disusul Sawahan. Sedangkan

kecamatan dengan jumlah kelahiran terkecil di

tahun 2012 adalah Gayungan. Untuk jumlah

kelahiran yang dilaporkan, beberapa

kecamatan mengalami peningkatan dari tahun

2011 ke tahun 2012, namun beberapa

kecamatan malah mengalami penurunan.

Kecamatan yang mengalami peningkatan

diantaranya Tambaksari, Sawahan,

Wonokromo, Sukolilo dan Mulyorejo.

Jika dilihat dari jumlah kematian,

kecamatan yang paling banyak mengalami

peristiwa kematian di tahun 2012 adalah

kecamatan Sawahan dan yang paling sedikit

adalah kecamatan Asemrowo. Sedangkan dari

jumlah kematian yang dilaporkan didapatkan

data bahwa dari tahun ke tahun sejak 2010,

kecamatan Sawahan mengalami peningkatan

jumlah peristiwa kematian.

Kedatangan penduduk harus

dilaporkan pada pemerintah. Dari data yang

ada di Dinas Pendaftaran Penduduk dan

births were followed Tambaksari Sawahan.

While the district with the smallest number of

births in 2012 was Gayungan. For the number

of births reported, some districts have

increased from 2011 to 2012, but some

districts actually decreased. Districts that have

increased among Tambaksari, Sawahan,

Wonokromo, Sukolilo and Mulyorejo.

If seen from the number of deaths,

most districts experienced the death in the year

2012 is Sawahan district and the least is

Asemrowo district. While the number of deaths

reported from the data obtained that from year

to year since 2010, the district has increased

the number of events Sawahan death.

The arrival of the population must be

reported to the government. Of the existing

data in the Department of Population and Civil

Registration Registration Surabaya City

Tambaksari found that district is a district as a

destination in Surabaya largest population

(2,326 people). While the district is at least a

point of removals is Asemrowo with only 371

inhabitants. If you look at the trend for the

citizens, residents who came to the township

Tambaksari reduced from previous years as

many as 4,853 people. As well as the drastic

decline in the previous sub-Asemrowo from

2,593 to just 371 only. And of the total number

of people who entered in 2011, the biggest

goal is Kenjeran district.

Contrary to the arrival of

Search related