of 28/28
74 Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian merupakan tempat pelaksanaan dilakukannya penelitian. Sejalan dengan permasalahan yang menjadi kajian penulis, maka penelitian ini dilaksanakan di lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri se-Kabupaten Purwakarta. Alasan peneliti mengambil lokasi penelitian di Sekolah Menengah Pertama Negeri se-Kabupaten Purwakarta, dikarenakan: a. Sekolah Menengah Pertama merupakan sebuah sekolah lanjutan dari sekolah dasar tapi masih termasuk ke dalam pendidikan dasar dimana anak-anak atau siswa mengalami transisi dari anak-anak menjadi remaja oleh karena itu guru sebagai ujung tombak pendidikan harus mampu melakukan inovasi dalam kegiatan belajar mengajar baik itu dalam pemilihan metode ataupun teknik mengajar. b. Permasalahan selanjutnya adalah dari eksternal yaitu pemimpin atau kepala sekolah yang memiliki tugas untuk melakukan pembimbingan dan pembinaan terhadap guru untuk dpaat membantu guru meningkatkan kinerjanya, seperti yang dikatakan oleh Bpk. Asep Mulyana kepala sekolah SMP Negeri 2 Kiarapedes yang diwawancarai penulis, bahwa salah satu permasalahan dari kinerja mengajar guru adalah kurangnya pembinaan dari kepala sekolah yang mengakibatkan guru kurang mendapatkan arahan dan bimbingan. c. Kabupaten Purwakarta merupakan sebuah kabupaten yang dikatakan unik karena memiliki kebijakan bahwa hari sabtu sekolah diliburkan sedangkan jam mengajar guru tetap 24 jam/minggu sehingga kinerja mengajar guru harus lebih ekstra di Kabupaten Purwakarta.

BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan …repository.upi.edu/1516/6/S_ADP_0907430_Chapter3.pdf · Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru di di SMP Negeri Se-Kabupaten

  • View
    214

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan...

  • 74 Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian

    1. Lokasi Penelitian

    Lokasi penelitian merupakan tempat pelaksanaan dilakukannya

    penelitian. Sejalan dengan permasalahan yang menjadi kajian penulis,

    maka penelitian ini dilaksanakan di lingkungan Sekolah Menengah

    Pertama Negeri se-Kabupaten Purwakarta.

    Alasan peneliti mengambil lokasi penelitian di Sekolah Menengah

    Pertama Negeri se-Kabupaten Purwakarta, dikarenakan:

    a. Sekolah Menengah Pertama merupakan sebuah sekolah lanjutan dari

    sekolah dasar tapi masih termasuk ke dalam pendidikan dasar dimana

    anak-anak atau siswa mengalami transisi dari anak-anak menjadi

    remaja oleh karena itu guru sebagai ujung tombak pendidikan harus

    mampu melakukan inovasi dalam kegiatan belajar mengajar baik itu

    dalam pemilihan metode ataupun teknik mengajar.

    b. Permasalahan selanjutnya adalah dari eksternal yaitu pemimpin atau

    kepala sekolah yang memiliki tugas untuk melakukan pembimbingan

    dan pembinaan terhadap guru untuk dpaat membantu guru

    meningkatkan kinerjanya, seperti yang dikatakan oleh Bpk. Asep

    Mulyana kepala sekolah SMP Negeri 2 Kiarapedes yang diwawancarai

    penulis, bahwa salah satu permasalahan dari kinerja mengajar guru

    adalah kurangnya pembinaan dari kepala sekolah yang mengakibatkan

    guru kurang mendapatkan arahan dan bimbingan.

    c. Kabupaten Purwakarta merupakan sebuah kabupaten yang dikatakan

    unik karena memiliki kebijakan bahwa hari sabtu sekolah diliburkan

    sedangkan jam mengajar guru tetap 24 jam/minggu sehingga kinerja

    mengajar guru harus lebih ekstra di Kabupaten Purwakarta.

  • 75

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    2. Populasi Penelitian

    Populasi merupakan keseluruhan objek yang dijadikan sumber data

    yang diperlukan dalam penelitian. Sugiyono (2009: 117) mengatakan

    Populasi sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang

    mempunyai kuantitas atau karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

    peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Menurut

    Riduwan (2011: 54) populasi merupakan subjek dan objek yang berada

    pada suatu wilayah yang memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan

    dengan masalah penelitian.

    Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru di di SMP Negeri

    Se-Kabupaten Purwakarta, dengan perwakilan tiap kecamatan yang ada di

    Kabupaten Purwakarta dan sekolah akreditasi A dan B saja, maka didapat

    populasi sebagai berikut:

    Tabel 3.1

    Data Sekolah dan Guru

    No Kecamatan Sekolah Jumlah Guru

    1. Babakan Cikao SMPN 1 Babakan Cikao

    38

    2. SMPN 2 Babakan Cikao

    16

    3. Bojong SMPN 2 Bojong 14

    4. SMPN 1 Bojong 19

    5. Bungursari SMPN 1 Bungursari 18

    6. Campaka SMPN 1 Campaka 21

    7. SMPN 2 Campaka 15

    8. Cibatu SMPN 1 Cibatu 14

    9. Darangdan SMPN 1 Darangdan 18

    10. SMPN 2 Darangdan 21

    11. SMPN 3 Darangdan 21

    12. Jatiluhur SMPN 1 Jatiluhur 19

    13. Kiarapedes SMPN 2 Kiarapedes 17

  • 76

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    14. SMPN 1 Kiarapedes 18

    15. Maniis SMPN 1 Maniis 21

    16. Pasawahan SMPN 1 Pasawahan 21

    17. SMPN 2 Pasawahan 18

    18. Plered SMPN 1 Plered 21

    19. Pondoksalam SMPN 1 Pondoksalam 18

    20. Purwakarta SMPN 1 Purwakarta 38

    21. SMPN 2 Purwakarta 36

    22. SMPN 7 Purwakarta 34

    23. SMPN 8 Purwakarta 28

    24. Sukasari SMPN 1 Sukasari 18

    25. Sukatani SMPN 1 Sukatani 28

    26. SMPN 2 Sukatani 18

    27. Tegalwaru SMPN 1 Tegalwaru 21

    28. SMPN 3 Tegalwaru 17

    29. Wanayasa SMPN 2 Wanayasa 16

    30. SMPN 1 Wanayasa 37

    Jumlah 614

    3. Sampel Penelitian

    Menurut Riduwan (2011: 56), sampel merupakan bagian dari

    populasi yang memiliki ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti.

    Karena tidak semua data atau informasi akan diproses dan tidak semua

    orang atau benda akan diteliti melainkan cukup menggunakan sampel

    yang mewakilinya. Berkaitan dengan mutu sampling, Nasution (Riduwan,

    2011: 57) mengatakan bahwa mutu penelitian tidak selalu ditentukan oleh

    besarnya sampel, akan tetapi oleh kokohnya dasar-dasar teorinya, oleh

    desain penelitiannya, serta mutu pelaksanaan dan pengolahan.

    Adapun untuk mencari sampel dari guru diambil sampel dengan

    menggunakan rumus Taro Yamane (Riduwan, 2011: 65) yaitu:

  • 77

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    dimana:

    n = jumlah sampel

    N = Jumlah Populasi

    d2 = presisi yang ditetapkan (0.1)

    Maka:

    dibulatkan menjadi 85

    Berdasarkan pada perhitungan di atas, maka jumlah sampel yang

    ditetapkan penelitian ini yaitu sebanyak 85 orang guru. Adapun untuk

    menentukan sampel dari masing-masing sekolah digunakan rumus

    Stratified Random Sampling (Akdon, 2008: 108), yaitu sebagai berikut:

    Keterangan:

    = Jumlah sampel menurut stratum

    n = Jumlah sampel seluruhnya

    = Jumlah populasi secara stratum

    N = Jumlah populasi seluruhnya

    Untuk lebih jelasnya dapat dilihat rinciannya sebagai berikut:

  • 78

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    Tabel 3.2

    Perhitungan Besaran Sampel

    Berdasarkan Teknik Proportionate Stratified Random Sampling

    No Sekolah Ni Sampel

    1. SMPN 1 Babakan Cikao 38 5

    2. SMPN 2 Babakan Cikao 16 2

    3. SMPN 2 Bojong 14 2

    4. SMPN 1 Bojong 19 2

    5. SMPN 1 Bungursari 18 2

    6. SMPN 1 Campaka 21 3

    7. SMPN 1 Cibatu 15 2

    8. SMPN 1 Darangdan 14 2

    9. SMPN 2 Darangdan 18 2

    10. SMPN 3 Darangdan 21 3

    11. SMPN 1 Jatiluhur 21 3

    12. SMPN 2 Kiarapedes 19 3

    13. SMPN 1 Kiarapedes 17 2

    14. SMPN 1 Maniis 18 2

    15. SMPN 2 Maniis 21 3

    16. SMPN 1 Pasawahan 21 3

    17. SMPN 2 Pasawahan 18 2

    18. SMPN 1 Plered 21 3

    19. SMPN 1 Pondoksalam 18 2

    20. SMPN 1 Purwakarta 38 5

    21. SMPN 2 Purwakarta 36 4

    22. SMPN 7 Purwakarta 34 4

    23. SMPN 8 Purwakarta 28 4

    24. SMPN 1 Sukasari 18 2

    25. SMPN 1 Sukatani 28 4

    26. SMPN 2 Sukatani 18 2

  • 79

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    27. SMPN 1 Tegalwaru 21 3

    28. SMPN 2 Tegalwaru 17 2

    29. SMPN 2 Wanayasa 16 2

    30. SMPN 1 Wanayasa 37 5

    Jumlah 614 85

    B. Desain Penelitian

    Desain penelitian menurut Suchman (Moh Nazir, 1999:99) adalah

    semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian.

    Menurut moh Nazir (1999:99), pengertian desain penelitian secara sempit

    hanya mengenai pengumpulan dan analisa data saja. Dari pengertian yang

    lebih luas, desain penelitian menurut moh Nazir (1999: 99-100) mencakup

    proses-proses berikut:

    1. Identifikasi dan pemilihan masalah penelitian

    2. Pemilihan kerangka konseptual untuk masalah penelitian serta hubungan-

    hubungan dengan penelitian sebelumnya

    3. Menformulasikan masalah penelitian termasuk membuat spesifkasi dari

    tujuan, luas jangkau (scope) dan hipotesa untuk diuji.

    4. Membangun penyelidikan atau percobaan

    5. Memilih serta definisi terhadap pengukuran variabel-variabel

    6. Memilih prosedur dan teknik sampling yang digunakan

    7. Menyusun alat serta teknik untuk mengumpulkan data

    8. Membuat coding, serta mengadakan editing, dalam procesing data

    9. Menganalisa data serta memilih prosedur statistik untuk mengadakan

    generalisasi serta inferensi statistik

    10. Pelaporan hasil penelitian, termasuk proses penelitan, diskusi, serta

    interpretasi data, generalisasi kekurangan-kekurangan dalam penemuan,

    serta menganjurkan beberapa saran dan kerja penelitian yang akan datang.

    Desain penelitian menurut Iqbal hasan (2009:16) terdiri dari tiga

    tahapan, yaitu (1) tahap perencanaan penelitian yaitu tahap dimana sebuah

  • 80

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    penelitian dipersiapkan. Pada tahap ini semua hal-hal yang berhubungan

    dengan penelitian dipersiapkan atau diadakan, seperti pemilihan judul,

    perumusan masalah dan hipotesis; (2) tahap pelaksanaan penelitian yaitu tahap

    dimana sebuah penelitian sedang dilaksanakan atau diadakan. Pada tahap ini,

    proses pengumpulan data atau informasi, analisis data dan penarikan

    kesimpulan dilakukan; dan (3) tahap penulisan laporan penelitian yaitu tahap

    dimana sebuah penelitian telah selesai dilaksankan. Pada tahap ini, hasil dari

    sebuah peelitian dibuat dalam bentuk laporan.

    C. Metode Penelitian

    Metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan

    data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010: 3). Dalam

    sumber yang sama dikemukakan bahwa terdapat empat kata kunci atau

    karakteristik kunci dari metode penelitian yaitu cara ilmiah, data, tujuan, dan

    kegunaan. Cara ilmiah berarti penelitian berdasarkan ciri-ciri keilmuan

    meliputi rasional (kegiatan penelitian masuk akal atau dapat diterima oleh

    penalaran manusia); empiris berarti penelitian yang dilakukan dapat diamati

    oleh indera manusia; sistematis berarti penelitian dilakukan berdasarkan

    tahapan-tahapan atau langkah yang logis.

    Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data tujuan

    dan kegunaan tertentu. Seperti yang dikemukakan oleh Surakhmad Winarno

    (1990: 131) yaitu:

    Metode merupakan suatu cara yang utama yang digunakan untuk

    mencapai suatu tujuan, misalnya untuk menguji serangkaian hipotesa,

    dengan mempergunakan teknik serta alat-alat tertentu. Cara utama ini

    dipergunakan setelah penyelidik memperhitungkan kewajarannya

    ditinjau dari tujuan penyelidikan dan situasi penyelidikan.

    Berdasarkan permasalahan yang diteliti dalam penelitian, maka metode

    penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

    dengan pendekatan kuantitatif yang ditunjang oleh studi kepustakaan.

  • 81

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    1. Metode Deskriptif

    Metode Deskriptif menurut Moh Nazir (1999: 63) adalah suatu

    metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set

    kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa

    sekarang. Menurut Whitney (Nazir, 1999:63) metode deskriptif adalah

    pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif

    mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tatacara yang

    berlaku dalam masyarakat seta situasi-situasi tertentu, termasuk

    didalamnya tentang hubungan kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-

    pandangan atau proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-

    pengaruh dari suatu fenomena.

    2. Pendekatan Kuantitatif

    Metode deskriptif adalah suatu kegiatan penelitian dengan cara

    menganalisis kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa yang terjadi pada

    saat sekarang, sehingga mampu memberikan gambaran mengenai hal-hal

    yang ditelitinya. Seperti yang dikemukakan oleh Surakhmad Winarno

    (1990: 135) yaitu:

    Metode penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang

    digunakan untuk memecahkan sekaligus menjawab permasalahan

    yang terjadi pada masa sekarang. Dilakukan dengan menempuh

    langkah-langkah pengumpulan, klasifikasi dan analisis atau

    pengolahan data, membuat kesimpulan dan laporan dengan tujuan

    untuk membuat penggambaran tentang suatu keadaan secara

    objektif dalam suatu deskripsi situasi.

    Pendekatan kuantitatif dikemukakan oleh Arikunto (1997: 86)

    yaitu : Pendekatan yang digunakan oleh peneliti dalam meneliti dengan

    cara mengukur indikator-indikator variabel sehingga diperoleh gambaran

    umum dan kesimpulan masalah penelitian. Selanjutnya Watson (dalam

    Danim 2002) mengemukakan pendekatan kuantitatif, sebagai berikut:

    Pendekatan kuantitatif merupakan salah satu upaya pencarian ilmiah

  • 82

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    (scientific inquiry) yang didasari oleh filsafat positivisme logikal (logical

    positivism) yang beroperasi dengan aturan-aturan yang ketat mengenai

    logika, kebenaran, hukum-hukum, dan prediksi. Pendekatan kuantitatif

    digunakan untuk mengukur tiap-tiap variabel yang ada dalam penelitian

    sehingga diketahui tingkat keterhubungan melalui teknik perhitungan

    statistik

    3. Study Kepustakaan

    Study Kepustakaan menurut Moh Nazir (1999: 111) adalah survey

    yang dilakukan dengan menelusuri litelatur yang ada serta menelaahnya

    secara tekun. Studi kepustakaan disebut juga biblografi. Menurut

    Surakhmad Winarno (1990: 144) menyatakan bahwa:

    Penyelidikan biblografis tidak dapat diabaikan, sebab disinilah

    penyelidik berusaha menemukan keterangan mengenai segala

    sesuatu yang relevan dalam masalahnya, yakni teori yang dipakai,

    pendapat para ahli mengenai aspek-aspek itu, penyelidikan yang

    sedang berjalan atau masalah-masalah yang disarankan oleh para

    ahli.

    Studi kepustakaan digunakan untuk mencari informasi-informasi

    mengenai sesuatu hal yang relevan dengan permasalahan yang akan

    diteliti. Cara yang dilakukan dalam studi kepustakaan yaitu melalui

    penelaahan terhadap berbagai sumber bacaan yang memenuhi syarat

    keilmuan, seperti buku-buku, laporan penelitian, artikel, jurnal, surat

    kabar, dan sebagainya.

  • 83

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    D. Definisi Operasional

    1. Kemampuan Surpervisi Kepala Sekolah

    Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam

    kemampuan menyusun, melaksanakan program supervisi pendidikan, serta

    memanfaatkan hasilnya. Kemampuan menyusun program supervisi

    pendidikan harus diwujudkan dalam penyusunan program supervisi kelas

    pengembangan program supervisi untuk kegiatan ekstra kurikuler,

    pengembangan program supervisi perpustakaan, laboratorium, dan ujian.

    Kemampuan melaksanakan program supervisi pendidikan harus

    diwujudkan dalam pelaksanaan program supervisi klinis, program

    supervisi nonklinis, dan program supervisi kegiatan ekstra kurikuler.

    Sedangkan kemampuan memanfaatkan hasil supervisi pendidikan harus

    diwujudkan dalam pemanfaatan hasil supervisi untuk meningkatkan

    kinerja tanag kependidikan dan pemanfaatan hasil supervisi untuk

    mengembangkan sekolah (Mulyasa, 2009: 111). Sedangkan yang

    dimaksud dengan kemampuan supervisi kepala sekolah dalam peneltian

    ini adalah segenap pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki kepala

    sekolah untuk membimbing, membina dan membantu guru dalam

    mengatasi berbagai kesulitan melaksanakan program pengajaran sebagai

    upaya melakukan perbaikan terus menerus yang direliasasikan dalam

    kemampuan merencanakan, kemampuan melaksanakan dan kemampuan

    mengevaluasi program supervisi.

    Tabel 3.3

    Indikator Variabel X

    Variabel Indikator Sub indikator

    Kemampuan supervisi

    kepala sekolah

    Kemampuan

    merencanakan

    program supervisi

    - Penyusunan Program

    supervisi

    - Perencanaan Program

    supervisi

    Kemampuan - Pelaksanaan Supervisi

  • 84

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    melaksanakan program

    supervisi

    - menganalisis PBM

    - melakukan pembinaan dan

    bimbingan

    Kemampuan

    mengevaluasi program

    supervisi

    - Evaluasi

    - Tindak lanjut

    2. Kinerja Mengajar Guru

    Kinerja mengajar guru dapat dilihat pada saat melakukan

    pembelajaran di kelas dan perencanaan yang dilakukan sebelumnya baik

    berupa program semesteran maupun persiapan pengajaran (Mulyasa, 2005:

    99). Tetapi, dalam penelitian ini yang dimaksud dengan kinerja mengajar

    guru adalah unjuk kerja guru dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan

    tugas pokok dan tanggung jawabnya yang berhubungan dengan proses

    belajar mengajar mulai dari perencanaan sampai pada evaluasi. Dalam

    melakukan penelitian ini, kinerja mengajar guru diukur dengan cara yang

    dikembangkan dalam pendekatan proses dengan teknik job centered yang

    fokus penilaian tidak lagi ditujukan pada trait atau ciri-ciri kepribadian,

    tetapi pada baik buruknya pelaksanaan tugas oleh seseorang pegawai.

    Kinerja mengajar guru diukur melalui sikap dan perilakunya dalam

    melaksanakan tugas dan tanggungjawab. Penilaian ini tidak

    menitikberatkan pada kuantitas dan kualitas hasil yang dicapai melainkan

    bagaimana tugas-tugas dilaksanakan. Adapun indikatornya dapat dilihat

    dari bagaimana tugas-tugas mengajar dilaksanakan, terlihat dari

    perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi

    pembelajaran.

    Tabel 3.4

    Indikator Variabel Y

    Variabel Indikator Sub indikator

  • 85

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    Kinerja Mengajar

    Guru

    Perencanaan

    pembelajaran

    - Merumuskan tujuan

    - Memilih prioritas

    materi yang diajarkan

    - Memilih dan

    menggunakan metode

    - Memilih dan

    menggunakan sumber

    belajar yang ada

    - Memilih dan

    menggunakan media

    pembelajaran

    Pelaksanaan

    pembelajaran

    - Memilih bentuk

    kegiatan pembelajran

    yang tepat

    - Menyajikan urutan

    pembelajaran secara

    tepat

    Evaluasi pembelajaran

    - Memilih dan

    menyususn jenis

    evaluasi

    - Melaksanakan

    kegiatan evaluasi

    sepanjang proses

    - Mengadministrasikan

    hasil evaluasi

    E. Instrumen

    Sugiyono (2005: 119) mengemukakan bahwa : Instrumen penelitian

    adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial.

  • 86

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    Instrumen penelitian digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan, yang

    secara spesifik berhubungan dengan variabel penelitian. Alat ukur atau

    instrumen yang digunakan harus berdasarkan pada karakteristik sumber data

    dari variabel yang diteliti, sehingga mempermudah peneliti dalam

    memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan. Akdon (2008: 130),

    mengemukakan bahwa : Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur

    nilai variabel yang akan diteliti.

    Kisi-kisi instrumen penelitian sangat dibutuhkan untuk mempermudah

    penyusunan instrumen penelitian, karena akan terlihat dimensi dan indikator

    dari masing-masing variabel yang selanjutnya dijabarkan dalam bentuk

    pertanyaan atau pernyataan sebagai instrumen penelitian.

    F. Proses Pengembangan Instrumen

    1. Validitas

    Berkaitan dengan pengujian validitas instrumen, Arikunto

    (Riduwan, 2011:97) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan validitas

    adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan

    suatu alat ukur, sehingga jika instrumen dikatakan valid berarti alat ukur

    yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid sehingga valid berarti

    instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa mengukur apa

    yang seharusnya diukur. Menurut Riduwan (2011:98) ada beberapa tahap

    yang dilakukan sebelum melakukan uji validitas. Untuk menguji validitas

    konstruksi (construct validity), dapat digunakan pendapat dari ahli

    (judgment experts). Setelah instrumen dikonstruksikan tentang aspek-

    aspek yang akan diukur dengan berdasarkan teori tertentu, maka

    selanjutnya dikontruksikan dengan para ahli dengan cara dimintai

    pendapatnya tentang instrumen yang telah disuusn itu. Setelah pengujian

  • 87

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    konstruk selesai maka diteruskan degan uji instrument. Instrumen yang

    telah disetujui oleh ahli tersebut diujicobakan pada sampel dari populasi

    yang diambil. Setelah data didapat dan ditabulasikan, maka pengujian

    validitas konstruksi dilakukan deNgan analisis faktor, yaitu dengan

    mengkorelasikan antara skor item instrumen dengan rumus Pearson

    Product moment, sebagai berikut:

    Dimana:

    rhitung = koefisien korelasi

    Xi = jumlah skor item

    Yi = jumlah skor total (seluruh item)

    n = jumlah responden

    Selanjutnya dihitung dengan uji-t dengan rumus:

    Dimana:

    t = nilai thitung

    r = koefisien kerelasi hasil thitung

    n = jumlah responden

    Distribusi (Tabel t) untuk = 0,05 dan derajat kebebasan (dk = n-

    2) kaidah keputusannya: jika thitung > ttabel berarti valid, sebaliknya

    Jika thitung < ttabel berati tidak valid

    Jika instrumen itu valid, maka dilihat kriteria penafsiran mengenai

    indeks korelasinya (r) sebagai berikut:

    Antara 0,800 sampai dengan 1,000 : sangat tinggi

    Antara 0, 600 sampai dengan 0, 799 : tinggi

    Antara 0, 400 sampai dengan 0, 599 : cukup tinggi

    Antara 0, 200 sampai dengan 0, 399 : rendah

    ( ) ( )( )

    * ( ) +* ( ) +

  • 88

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    Antara 0, 000 sampai dengan 0, 199 : sangat rendah (tidak valid)

    Setelah melakukan penyebaran angket pada dua sekolah yaitu SMP

    Negeri 1 Lembang dan SMP Negeri 3 Lembang didapat data sebanyak 10

    angket, sehingga didapat hasil uji validitas sebagai berikut:

    Tabel 3.5

    Hasil Uji Validitas Instrumen X

    No. item Koefisien

    Korelasi t kritis t hitung Keterangan

    1 0,62 1,860 2,251 Valid

    2 0,59 1,860 2,053 Valid

    3 0,59 1,860 2,050 Valid

    4 0,62 1,860 2,232 Valid

    5 0,57 1,860 1,986 Valid

    6 0,91 1,860 6,154 Valid

    7 0,77 1,860 3,399 Valid

    8 0,57 1,860 1,943 Valid

    9 0,88 1,860 5,246 Valid

    10 0,75 1,860 3,238 Valid

    11 0,66 1,860 2,507 Valid

    12 0,79 1,860 3,598 Valid

    13 0,87 1,860 4,976 Valid

    14 0,83 1,860 4,234 Valid

    15 0,90 1,860 5,706 Valid

    16 0,91 1,860 6,107 Valid

    17 0,80 1,860 3,778 Valid

    18 0,78 1,860 3,551 Valid

    19 0,80 1,860 3,763 Valid

    20 0,64 1,860 2,357 Valid

    21 0,61 1,860 2,194 Valid

    22 0,87 1,860 4,891 Valid

    23 0,85 1,860 4,661 Valid

    24 0,84 1,860 4,304 Valid

    25 0,85 1,860 4,523 Valid

    26 0,92 1,860 6,419 Valid

    27 0,92 1,860 6,642 Valid

    28 0,74 1,860 3,077 Valid

    29 0,74 1,860 3,077 Valid

    30 0,76 1,860 3,297 Valid

  • 89

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    31 0,81 1,860 3,959 Valid

    32 0,70 1,860 2,794 Valid

    Setelah dilakukan uji validitas terhadap angket variabel X

    (kemampuan supervisi kepala sekolah), dapat disimpulkan bahwa dari 32

    item yang diujikan, 32 item dinyatakan memiliki validitas konstruksi

    yang baik.

    Tabel 3.6

    Hasil Uji Validitas Instrumen Y

    No. item Koefisien

    Korelasi t tabel t hitung Keterangan

    1 0,56 1,860 1,929 Valid

    2 0,58 1,860 2,026 Valid

    3 0,64 1,860 2,345 Valid

    4 0,60 1,860 2,141 Valid

    5 0,65 1,860 2,432 Valid

    6 0,61 1,860 2,189 Valid

    7 0,68 1,860 2,626 Valid

    8 0,57 1,860 1,956 Valid

    9 0,64 1,860 2,361 Valid

    10 0,72 1,860 2,907 Valid

    11 0,60 1,860 2,141 Valid

    12 0,73 1,860 3,037 Valid

    13 0,86 1,860 4,857 Valid

    14 0,73 1,860 2,987 Valid

    15 0,62 1,860 2,221 Valid

    16 0,75 1,860 3,191 Valid

    17 0,58 1,860 2,016 Valid

    18 0,68 1,860 2,642 Valid

    19 0,57 1,860 1,972 Valid

    20 0,87 1,860 4,899 Valid

    21 0,67 1,860 2,566 Valid

    22 0,72 1,860 2,913 Valid

    23 0,68 1,860 2,595 Valid

    24 0,70 1,860 2,782 Valid

    25 0,81 1,860 3,903 Valid

    26 0,61 1,860 2,154 Valid

    27 0,82 1,860 4,010 Valid

  • 90

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    28 0,56 1,860 1,889 Valid

    29 0,86 1,860 4,857 Valid

    30 0,61 1,860 2,154 Valid

    31 0,82 1,860 4,111 Valid

    32 0,97 1,860 11,075 Valid

    Setelah dilakukan uji validitas terhadap angket variabel Y (kinerja

    mengajar guru), dapat disimpulkan bahwa dari 32 item yang diujikan, 32

    item dinyatakan memiliki validitas konstruksi yang baik.

    2. Reabilitas

    Reliabilitas menunjukkan pada satu pengertian bahwa suatu

    instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul

    data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto. 2006: 178). Pada

    penelitian ini pengujian uji reabilitas dilakukan dengan menggunakan

    metode Alpha yaitu dengan menganalisis reliabilitas alat ukur dari satu

    kali pengukuran. Rumus yang digunakan sebagaimana dikemukakan

    Akdon (2008: 161) sebagai berikut:

    Keterangan:

    = Nilai Reliabilitas

    = Jumlah varians skor tiap-tiap item

    = Varians total

    = Jumlah item

    Dalam implementasinya penulis melakukan uji reliabilitas dengan

    menggunakan bantuan Microsoft Office Excel 2007. Hasil dari nilai

    reliabilitas ( ) dikonsultasikan dengan nilai tabel r product moment

    dengan dk = N 1 = 10 1 = 9, signifikansi 5% maka diperoleh =

    0,666. Selanjutnya untuk menentukan reliabilitas tidaknya instrumen

    didasarkan pada ujicoba hipotesa dengan kriteria sebagai berikut:

    1) Jika > berarti Reliabel dan

    [

    ] [

    ]

  • 91

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    2) Jika < berarti Tidak Reliabel

    Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan bantuan

    Microsoft Office Excel 2007 reliabilitas masing-masing variabel adalah

    sebagai berikut:

    1) Hasil uji reliabilitas variabel X (kemampuan supervisi kepala sekolah)

    [

    ] [

    ]

    [

    ] [

    ]

    Dari hasil perhitungan reliabilitas variabel X diperoleh

    = 0,975 sedangkan = 0,666. Karena > maka semua

    data yang dianalisis dengan menggunakan metode Alpha adalah

    Reliabel.

    2) Hasil uji reliabilitas variabel Y (kinerja mengajar guru)

    [

    ] [

    ]

    [

    ] [

    ]

    Dari hasil perhitungan reliabilitas variabel Y diperoleh

    = 0,951 sedangkan = 0,666. Karena > maka semua

    data yang dianalisis dengan menggunakan metode Alpha adalah

    Reliabel.

    G. Teknik Pengumpulan Data

    Teknik pengumpulan data menurut Riduwan (2011:69) adalah teknik

    yang digunakan sehingga mendapatkan data yang realibel dan valid. Metode

    pengumpulan data merupakan teknik atau cara-cara yang digunakan oleh

    peneliti untuk mengumpulkan data. Metode (cara atau teknik) menunjuk suatu

    kata yang abstrak dan tidak diwujudkan dalam benda tetapi hanya dapat

    dilihatkan penggunaanya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes,

  • 92

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    dokumentasi dan lainnya sehingga peneliti dapat menggunakan salah satu atau

    gabungan tergantung dari masalah yang dihadapinya (Riduwan, 2011:69).

    1. Kuesioner (angket)

    Angket menurut Riduwan (2011:71) adalah daftar petanyaan yang

    diberikan kepada orang lain bersedia memberikan respons (responden)

    sesuai dengan permintaan pengguna. Tujuan dari penyebaran angket

    menurut Riduwan (2011:71) ialah mencari informasi yang lengkap

    mengenai suatu masalah dan responden tanpa khawatir bila responden

    memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam pengisian

    daftar pertanyaan.

    Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert

    yang dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi

    seseorang atau sekelompok orang tentang kejadian atau gejala sosial.

    Dengan mengggunakan skala likert, maka variabel yang akan diukur

    dijabarkan kedalam dimensi, dimensi dijabarkan menjadi sub variabel,

    kemudian sub variabel dijabarkan lagi menjadi indikator-indikator yang

    dapat diukur. Sehingga indikator-indikator yang terukur ini dapat

    dijadikan titik tolak untuk membuat item instrumen yang berupa

    pertanyaan atau pernyataan yang perlu dijawab oleh responden (Riduwan,

    2011:87) .

    Tabel.3.7

    Kriteria Penskoran Berdasarkan Skala Likert

    Skor Variabel X Variabel Y

    Skor 5 Selalu (SL) Selalu (SL)

    Skor 4 Sering (SR) Sering (SR)

    Skor 3 Kadang-kadang (KD) Kadang-kadang (KD)

    Skor 2 Hampir Tidak Pernah (HTP) Hampir Tidak Pernah (HTP)

    Skor 1 Tidak Pernah (TP) Tidak Pernah (TP)

  • 93

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    Adapun cara untuk mengisi instrumen dalam penelitian ini adalah

    dengan cara checklist (), dimana responden memberikan tanda checklist

    () pada alternatif jawaban yang dipilih pada setiap item-item pernyataan.

    Instrumen ini digunakan menjadi alat pengumpulan data penelitian dengan

    teknik angket, karena angket digunakan untuk mencari informasi yang

    lengkap mengenai suatu masalah dari responden yang jumlahnya cukup

    banyak.

    H. Analisis Data

    Data yang terkumpul tidak akan memberikan banyak makna jika data

    tersebut disajikan dalam bentuk data mentah, tidak dianalisis. Analisis data

    merupakan bagian yang amat penting dalam metode ilmiah, karena dengan

    dilakukan analisis, data tersebut dapat diberi arti dan makna yang berguna

    dalam memecahkan masalah penelitian (Nazir, 1999: 346). Dengan

    melakukan analisis data, dapat diperoleh kesimpulan atas generalisasi masalah

    yang diteliti, baik berupa implikasi-implikasi maupun rekomendasi untuk

    kebijakan selanjutnya. Adapun tahapan analisis data, sebagai berikut :

    1. Seleksi data

    Seleksi angket dilakukan setelah data terkumpul. Proses seleksi

    angket merupakan kegiatan awal atau persiapan dalam analisis data, yaitu

    peneliti memeriksa kelengkapan angket yang telah terkumpul setelah

    disebarkan. Kegiatan ini penting dilakukan untuk meyakinkan bahwa data-

    data yang telah terkumpul siap untuk diolah lebih lanjut. Adapun langkah-

    langkah dalam tahap seleksi angket, sebagai berikut :

    a. Memeriksa apakah data semua angket dari responden telah terkumpul

    b. Memeriksa apakah semua pertanyaan/pernyataan dijawab sesuai

    petunjuk yang diberikan

    c. Memeriksa apakah data yang telah terkumpul tersebut layak untuk

    diolah. Data dinyatakan layak diolah, manakala data tersebut telah

    memenuhi kelengkapan seperti yang dijelaskan pada poin-poin di atas.

  • 94

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    2. Perhitungan Kecendrungan Umum Skor Responden Berdasarkan

    Perhitungan Rata-Rata (Weight Means Score)

    Adapun rumus dari Adapun rumus WMS (Weight Means Score)

    adalah sebagai berikut:

    Keterangan:

    = Rata-rata skor responden

    = Jumlah Skor dari jawaban responden

    = Jumlah Responden

    Langkah-langkah yang ditetapkan dalam pengolahan data dengan

    menggunakan rumus WMS ini adalah sebagai berikut:

    a. Memberi bobot nilai untuk setiap alternatif jawaban dengan

    menggunkan skala Likert.

    b. Menghitung frekuensi dari setiap alternatif pilihan jawaban yang

    dipilih.

    c. Menjumlahkan jawaban responden untuk setiap item dan langsung

    dikaitkan dengan bobot alternatif jawaban itu sendiri.

    d. Menghitung nilai rata-rata untuk setiap item pada masing-masing

    kolom.

    e. Menentukan kriteria untuk setiap item dengan menggunakan tabel

    konsultasi hasil perhitungan WMS di bawah ini:

    Tabel 3.8

    Daftar Konsultasi Hasil Perhitungan WMS

    Rentang

    Nilai Kriteria

    Penafsiran

    Variabel X Variabel Y

    4,01 5,00

    3,01 4,00

    2,01 3,00

    1,01 2,00

    Sangat Baik

    Baik

    Cukup

    Rendah

    Selalu (SL)

    Sering (SR)

    Kadang-kadang (KD)

    Hampir Tidak Pernah (HTP)

    Selalu (SL)

    Sering (SR)

    Kadang-kadang (KD)

    Hampir Tidak Pernah (HTP)

  • 95

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    0,01 1,00 Sangat Rendah Tidak Pernah (TP) Tidak Pernah (TP)

    f. Mencocokan hasil perhitungan setiap variabel dengan kriteria

    masing-masing untuk menentukan dimana letak kedudukan setiap

    variabel atau dengan kata lain mengetahuai arah kecenderungan

    masing-masing variabel

    3. Menghitung Skor Mentah Menjadi Skor Baku untuk Setiap Variabel

    Untuk mengubah skor mentah menjadi skor baku dapat digunakan

    rumus sebagai berikut:

    Keterangan:

    = Skor baku yang dicari

    = Data skor dari masing-masing responden

    = Skor rata-rata

    = Standar defiasi

    Untuk menggunakan skor mentah menjadi skor baku, terlebih

    dahulu perlu diketahui hal-hal sebagai berikut:

    a. Mencari skor terbesar dan terkecil

    b. Mencari rentang (R), yaitu skor tertinggi (ST) dikurangi skor terendah

    (SR)

    c. Mencari banyak kelas (BK), dengan menggunakan rumus Sturgess.

    d. Mencari nilai panjang kelas (i), yaitu rentang (R) dibagi banyak kelas

    interval (BK)

    ( )

    [

    ]

  • 96

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    e. Membuat tabel distribusi frekuensi dengan (BK) dan (i) yang sudah

    diketahui.

    f. Mencari nilai rata-rata (mean) dengan rumus:

    g. Mencari simpangan baku (standar defiasi) dengan rumus:

    h. Mengubah skor mentah menjadi skor baku dengan rumus:

    4. Uji Normalitas Distribusi Data

    Uji normalitas distribusi ini digunakan untuk mengetahui dan

    menentukan apakah pengolahan data menggunkan analisis data parametrik

    atau non parametrik. Untuk mengetahui teknik yang akan digunakan

    dalam pengolahan data, perlu dilakukan uji normalitas distribusi data yaitu

    menggunakan rumus Chi Kuadrat ( ) Akdon (2008: 171) sebagai berikut:

    Keterangan:

    = Kuadrat Chi yang dicari

    = Frekuensi hasil penelitian

    = Frekuensi yang diharapkan

    Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut:

    a. Mencari skor terbesar dan terkecil

    b. Mencari rentang (R), yaitu skor tertinggi (ST) dikurangi skor terendah

    (SR)

    ( )

    ( )

    ( )

    ( )

  • 97

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    c. Mencari banyak kelas (BK), dengan menggunakan rumus Sturgess.

    d. Mencari nilai panjang kelas (i), yaitu rentang (R) dibagi banyak kelas

    interval (BK)

    e. Membuat tabel distribusi frekuensi dengan (BK) dan (i) yang sudah

    diketahui.

    f. Mencari nilai rata-rata (mean) dengan rumus:

    g. Mencari simpangan baku (standar defiasi) dengan rumus:

    h. Membuat daftar frekuensi yang diharapkan dengan cara:

    1) Menentukan batas kelas, yaitu angka kiri kelas interval pertama

    dikurangi 0,5 dan kemudian angka skor-skor kanan kelas interval

    ditambah 0,5.

    2) Mencari nilai Z-score untuk batas kelas interval dengan rumus:

    3) Mencari luas 0 Z dari Tabel Kurva Normal dari 0 Z dengan

    menggunakan angka-angka untuk batas kelas.

    4) Mencari luas tiap kelas interval dengan cara mengurangkan angka-

    angka 0 Z yaitu angka baris pertama dikurangi baris kedua,

    angka baris kedua dikurangi batas baris ketiga dan begitu

    seterusnya, kecuali untuk angka yang berada pada baris paling

    tengah ditambah dengan angka pada baris berikutnya.

    ( )

    ( )

    ( )

  • 98

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    5) Mencari frekuensi yang diharapkan (fe) dengan cara mengalikan

    luas tiap interval dengan jumlah responden (n).

    i. Mencari chi kuadrat

    j. Membandingkan dengan

    untuk = 0,05 dan derajat

    kebebasan (dk) = k 1, dengan kriteria pengujian sebagai berikut:

    Jika

    , artinya Distribusi Data Tidak Normal

    Jika

    , artinya Data Berdistribusi Normal.

    5. Pengujian Hipotesis Penelitian

    Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik

    korelasi pearson product moment. Adapun langkah-langkah dalam

    menguji hipotesis penelitian ini dengan menggunakan analisis koefisien

    korelasi, uji signifikasi, uji koefisien determinasi dan analisis regresi.

    a. Analisis Koefisien Korelasi

    Analisis korelasi dimaksudkan untuk mengetahui derajat

    hubungan antara variabel X dan variabel Y. Ukuran yang digunakan

    untuk mengetahui derajat hubungan dalam penelitian ini adalah

    statistik parametrik, yaitu teknik korelasi product moment. Hal ini

    didasarkan pada distribusi data kedua variabel penelitian yang normal.

    Adapun untuk mencari koefisien korelasi antara variabel X dan Y

    dengan menggunakan rumus Pearson Product Moment (Akdon, 2008:

    188) sebagai berikut:

    Keterangan:

    = koefisien korelasi

    = jumlah responden

    ( )

    ( ) ( )( )

    * ( ) +* ( ) +

  • 99

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    = jumlah perkalian X dan Y

    = jumlah skor item

    = jumlah skor total (seluruh item)

    = jumlah skor-skor X yang dikuadratkan

    = jumlah skor-skor Y yang dikuadratkan

    Adapun langkah-langkah perhitungannya adalah sebagai

    berikut:

    1) Membuat tabel penolong untuk menghitung korelasi pearson

    product moment.

    2) Mencari dengan cara memasukkan angka statistik dari tabel

    penolong sesuai rumus.

    3) Menafsirkan besarnya koefisien korelasi dengan klasifikasi yang

    diperoleh dari Akdon (2008: 188) sebagai berikut:

    Tabel 3.9

    Kriteria Harga Koefisien Korelasi

    Interval Koefisien Tingkat Hubungan

    0,80 1,000 Sangat Kuat

    0,60 0,799 Kuat

    0,40 0,599 Cukup Kuat

    0,20 0,399 Rendah

    0,00 0,199 Sangat rendah

    b. Uji Signifikansi

    Pengujian signifikansi koefisien korelasi dimaksudkan untuk

    mengukur tingkat signifikasi keterkaitan antara variabel X dan variabel

    Y. Untuk menguji signifikansi koefisien korelasi antara variabel X dan

    variabel Y, maka digunakan rumus yang dikemukakan oleh Akdon

    (2008: 188) berikut:

  • 100

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    Keterangan :

    = Nilai t

    = Nilai Koefisien Korelasi

    = Jumlah Sampel

    Membandingkan dengan untuk = 0,05, uji satu

    pihak, dan derajat kebebasan (dk) = n 2, dengan kaidah pengujian

    sebagai berikut:

    Jika , maka Ho ditolak artinya signifikan, dan

    Jika , maka Ho diterima artinya tidak signifikan.

    c. Uji Koefisien Determinasi

    Derajat determinasi dipergunakan dengan maksud untuk

    mengetahui besarnya kontribusi variabel X terhadap variabel Y untuk

    mengujinya dipergunakan rumus yang dikemukakan oleh Akdon

    (2008: 188) sebagai berikut:

    Keterangan:

    KP = Nilai Koefisien Diterminan

    r2 =

    Nilai Koefisien Korelasi

    d. Analisi Regresi

    Analisis regresi merupakan analisis yang untuk melakukan

    prediksi seberapa tinggi nilai dependen (variabel Y) jika variabel

    independen (variabel X) diubah. Adapun rumus yang digunakan

    adalah regresi sederhana, karena didasari oleh hubungan fungsional

    atau hubungan sebab akibat (kausal) variabel bebas (X) terhadap

    variabel terikat (Y), rumus regresi sederhana menurut Akdon (2008:

    197) yaitu:

    Keterangan:

    = Subjek dalam variabel dependen yang diproyeksikan

  • 101

    Herlina, 2013 Kontribusi Kemampuan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMP Negeri se-Kabupaten Purwakarta Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

    = Variabel bebas yang mempunyai nilai tertentu untuk

    diprediksikan

    = Nilai konstanta harga Y jika X = 0

    = Nilai arah sebagai penentu ramalan (prediksi) yang menunjukkan

    nilai peningkatan (+) atau nilai penurunan () variabel Y

    Dimana harga dan harus dicari terlebih dahulu dengan

    menggunakan rumus sebagai berikut:

    Setelah diperoleh harga dan maka akan dihasilkan suatu

    persamaan berdasarkan rumus regresi sederhana Y atas X.

    ( )