20
29 BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan Beitz Perancangan merupakan kegiatan awal dari usaha merealisasikan suatu produk yang kebutuhannya sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Setelah perancangan selesai maka kegiatan yang menyusul adalah pembuatan produk. Kedua kegiatan tersebut dilakukan dua orang atau dua kelompok orang dengan keahlian masing-masing, yaitu perancangan dilakukan oleh tim perancang dan pembuatan produk oleh tim kelompok pembuat produk. Merancang adalah serangkaian proses yang dilakukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dengan mengubah suatu yang lama menjadi lebih baik atau membuat sesuatu yang baru. Pahl dan Beitz mengusulkan cara merancang produk sebagaimana yang dijelaskan dalam bukunya; Engineering Design: A Systematic Approach. Cara merancang Pahl dan Beitz tersebut terdiri dari 4 kegiatan atau fase, yang masing- masing terdiri dari beberapa langkah. Keempat fase tersebut adalah: 1. Perencanaan dan penjelasan tugas 2. Perancangan konsep produk 3. Perancangan bentuk produk (embodiment design) 4. Perancangan detail Sebenarnya langkah-langkah dalam keempat fase proses perancangan diatas tidaklah perlu dikelompokkan dalam 4 fase secara kaku, sebab seperti misalnya, pada langkah pada fase perancangan detail (fase ke-4) cara pembuatan komponen produk sudah diperlukan detail dan banyak lain contohnya seperti itu. Setiap fase proses perancangan berakhir pada hasil fase, seperti fase pertama menghasilkan daftar persyaratan dan spesifikasi perancangan. Hasil setiap fase

BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

29

BAB III

METODE PERANCANGAN

3.1 Metode Desain Pahl dan Beitz

Perancangan merupakan kegiatan awal dari usaha merealisasikan suatu

produk yang kebutuhannya sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Setelah

perancangan selesai maka kegiatan yang menyusul adalah pembuatan produk.

Kedua kegiatan tersebut dilakukan dua orang atau dua kelompok orang dengan

keahlian masing-masing, yaitu perancangan dilakukan oleh tim perancang dan

pembuatan produk oleh tim kelompok pembuat produk. Merancang adalah

serangkaian proses yang dilakukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi

dengan mengubah suatu yang lama menjadi lebih baik atau membuat sesuatu

yang baru.

Pahl dan Beitz mengusulkan cara merancang produk sebagaimana yang

dijelaskan dalam bukunya; Engineering Design: A Systematic Approach. Cara

merancang Pahl dan Beitz tersebut terdiri dari 4 kegiatan atau fase, yang masing-

masing terdiri dari beberapa langkah. Keempat fase tersebut adalah:

1. Perencanaan dan penjelasan tugas

2. Perancangan konsep produk

3. Perancangan bentuk produk (embodiment design)

4. Perancangan detail

Sebenarnya langkah-langkah dalam keempat fase proses perancangan

diatas tidaklah perlu dikelompokkan dalam 4 fase secara kaku, sebab seperti

misalnya, pada langkah pada fase perancangan detail (fase ke-4) cara pembuatan

komponen produk sudah diperlukan detail dan banyak lain contohnya seperti itu.

Setiap fase proses perancangan berakhir pada hasil fase, seperti fase pertama

menghasilkan daftar persyaratan dan spesifikasi perancangan. Hasil setiap fase

Page 2: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

30

tersebut kemudian menjadi masukan untuk fase berikutnya dan menjadi umpan

balik untuk fase yang mendahului. Perlu dicatat pula bahwa hasil fase itu sendiri

setiap saat dapat berubah oleh umpan balik yang diterima dari hasil fase-fase

berikutnya.

Tugas Pasar,Perusahaan,Ekonomi

Perencanaan dan Penjelasan Tugas Analisis pasar dan keadaan perusahaan Memformulasi usulan produk Penjelasan tugas Mengembangkan daftar persyaratan

Daftar persyaratan (Spesifikasi Produk)

Konsep produk (Solusi)

Layout awal

Dokumen produk

Layout akhir

Mengembangkan Solusi Utama Mengidentifikasi masalah-masalah penting Menentukan struktur fungsi produk Mencari prinsip-prinsip kerja produk Membentuk beberapa alternatif produk Evaluasi terhadap kriteria teknis & ekonomis

Mengembangkan Struktur Produk Menentukan bentuk awal, memilih material dan perhitungan-

perhitungan Memilih layout awal yang terbaik Memperbaiki layout Evaluasi terhadap criteria teknis & ekonomis

Menetukan struktur produk Menghilangkan kelemahan dan kekurangan Cek kalau-kalau ada kesalahan Persiapan daftar komponen awal dan dokumen Pembuatan dan susunan produk

Menyiapkan dokumen pembuatan Mengembangkan gambar atau daftar detail Menyelesaikan instruksi-instruksi pembuatan susunan

danpengiriman produk Periksa semua dokumen

Solusi

Ting

katk

an d

an p

erba

ikan

Info

rmas

i per

baik

i daf

tar p

ersy

arat

an h

asil

umpa

n ba

lik

Pere

ncan

aan

dan

Penj

elas

an P

rodu

k Pe

ranc

anga

n K

onse

p Pr

oduk

Pe

ranc

anga

n Be

ntuk

Pe

ranc

anga

n D

etai

l

Gambar 3.1 Diagram alir perancangan menurut Pahl and Beitz

*)Sumber: http://google.com/image

Page 3: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

31

3.1.1 Perencanaan dan Penjelasan Produk

Tugas fase ini adalah menyusun spesifikasi produk yang

mempunyai fungsi khusus dan karakteristik tertentu yang memenuhi

kebutuhan masyarakat. Produk ini dengan fungsi khusus dan karakteristik

tertentu tersebut merupakan olahan hasil survei bagian pemasaran atau

atas permintaan segmen masyarakat. Fase pertama tersebut perlu diadakan

untuk menjelaskan secara lebih detail sebelum produk tersebut

dikembangkan lebih lanjut.

Pada fase ini dikumpulkan semua informasi tentang semua

persyaratan atau requirement yang harus dipenuhi oleh produk dan

kendala-kendala yang merupakan batas-batas untuk produk. Hasil fase ini

adalah spesifikasi produk yang dimuat dalam suatu daftar persyartan

teknis. Fase perencanaan produk tersebut baru dapat memberikan hasil

yang baik, jika fase tersebut memperhatikan kondisi pasar, keadaan

perusahaan dan ekonomi negara. Pada perencanaan proyek dibuat jadwal

kegiatan dan waktu penyelesaian setiap kegiatan dalam proses

perancangan.

Bagi industri pemesinan penggunaan jig and fixture sangatlah

penting sebagai alat penepat dan pencekam benda kerja. PT. Mandiri

GIFHA Nusantara yang salah satu proses kerjanya adalah perbaikan

lubang atau diameter (hole repair) material silindris (pipa) dengan

Portable Line Boring Machine yang masih menerapkan metode las titik

(tack welding) untuk proses centering, mungkin terasa kurang efektif dan

rumit. Jig and fixture memberikan solusi bagi industri ini untuk dapat

lebih memudahkan proses kerja. Sehingga tidak perlu lagi menggunakan

pengelasan dan pekerjaan menjadi lebih cepat, mudah, sederhana, safety

serta nyaman.

Page 4: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

32

3.1.2 Perancangan Konsep Produk

Berdasarkan spesifikasi produk hasil fase pertama, dicarilah

beberapa konsep produk yang dapat memenuhi persyaratan-persyaratan

dalam spesifikasi tersebut. Konsep produk tersebut merupakan solusi dari

masalah perancangan yang harus dipecahkan. Beberapa alternativ konsep

produk dapat ditemukan. Konsep produk biasanya berupa gambar skets

atau gambar skema yang sederhana, tetapi telah memuat semua.

Beberapa alternatif konsep produk kemudian dikembangkan lebih

lanjut dan setelah dievaluasi. Evaluasi tersebut haruslah dilakukan

beberapa kriteria khusus seperti kriteria teknis, kriteria ekonomis dan lain-

lain. Konsep produk yang tidak memenuhi persyaratan-persyaratan dalam

spesifikasi produk, tidak diproses lagi dalam fase-fase berikutnya,

sedangkan dari beberapa konsep produk yang memenuhi kriteria dapat

dipilih solusi yang terbaik. Mungkin terjadi, ditemukan beberapa konsep

produk terbaik yang dikembangkan lebih lanjut pada fase-fase berikutnya.

Dari diagaram alir cara merancang Pahl dan Beitz dapat dilihat bahwa fase

perancangan konsep produk terdiri dari beberapa langkah. Konsep produk

jig and fixture yang ada diseleksi dengan menggunakan diagram blok

fungsi untuk dapat menentukan bentukan dari produk yang akan

dirancang.

3.1.3 Perancangan Bentuk (Embodiment Design)

Dari diagram alir cara merancang Pahl dan Beitz dapat dilihat

bahwa fase perancangan bentuk terdiri dari beberapa langkah, yang

jumlahnya lebih banyak dari jumlah langkah-langkah pada fase

perancangan konsep produk.

Pada fase perancangan bentuk ini, konsep produk “diberi bentuk”,

yaitu komponen-komponen konsep produk yang dalam gambar skema

atau gambar skets masih berupa garis atau batang saja, kini harus diberi

Page 5: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

33

bentuk, sedemikian rupa sehingga komponen-komponen tersebut secara

bersama menyusun bentuk produk, yang dalam geraknya tidak saling

bertabrakan sehingga produk dapat melakukan fungsinya. Konsep produk

yang sudah digambarkan pada preliminary layout, sehingga dapat

diperoleh beberapa preliminary layout.

Preliminary layout masih dikembangkan lagi menjadi layout yang

lebih baik lagi dengan meniadakan kekurangan dan kelemahan yang ada

dan sebagainya. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap beberapa

preliminary layout yang sudah dikembangkan lebih lanjut berdasarkan

kriteria teknis,kriteria ekonomis dan lain-lain yang lebih ketat untuk

memperoleh layout yang terbaik yang disebut definitive layout. Definitive

layout telah dicek dari segi kemampuan melakukan fungsi produk,

kekuatan, kelayakan finansial dan lain-lain. Pada perancangan jig and

fixture ini langkah-langkah yang digunakan antara lain: pemberian bobot

nilai dengan menggunakan matriks untuk setiap bentukan produk yang

tersedia berdasarkan kriteria perbandingan yang sudah ditentukan. Hal

tersebut dilakukan guna mendapatkan bentukan yang sesuai dengan fungsi

yang akan dilakukan oleh jig and fixture.

3.1.4 Perancangan Detail

Pada fase perancangan detail, maka susunan komponen produk,

bentuk, dimensi, kehalusan permukaan, material dari setiap komponen

produk ditetapkan. Demikian juga kemungkianan cara pembuatan setiap

produk sudah dijajaki dan perkiraan biaya sudah dihitung. Hasil akhir fase

ini adalah gambar rancangan lengkap dan spesifikasi produk untuk

pembuatan jig and fixture; kedua hal tersebut disebut dokumen untuk

pembuatan produk.

Page 6: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

34

3.2 Ide Produk, Definisi dan Batasan

Bagi industri pemesinan penggunaan jig and fixture sangatlah penting

sebagai alat penepat dan pencekam benda kerja. Khususnya PT. Mandiri GIFHA

Nusantara yang salah satu proses kerjanya adalah perbaikan lubang atau diameter

(hole repair) material silindris (pipa) dengan Portable Line Boring Machine yang

masih menerapkan metode las titik (tack welding) untuk proses centering,

mungkin terasa kurang efektif dan rumit. Jig and fixture memberikan solusi bagi

industri ini untuk dapat lebih memudahkan proses kerja. Sehingga tidak perlu lagi

menggunakan pengelasan dan pekerjaan menjadi lebih cepat, mudah, sederhana,

safety serta nyaman.

Selanjutnya ide tersebut dengan pendekatan analisa kebutuhan perusahaan

didefinisikan dengan suatu uraian:

Jig and fixture portable line boring machine yang dapat mempermudah

proses hole repair pada material silindris (pipa)

Sedangkan batasan rancangan sebagai prasyarat pengguna ditetapkan

sebagai berikut:

Jig and fixture dapat digunakan dengan mudah (simple).

Proses centering menjadi lebih mudah.

Dimensi proporsional.

Aman.

Benda kerja dapat digerakkan karena terhubung dengan eretan pada

Portable Line Boring Machine.

Page 7: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

35

3.3 Fungsi Produk

Tahap selanjutnya konsep produk dikembangkan menjadi perancangan

produk dengan pendekatan “black-box” dikembangkan suatu transformasi energi

untuk merealisasikan produk yang telah didefinisikan diatas. Transformasi energi

tersebut dapat dijelaskan melalui bentuk diagram blok fungsi. Selanjutnya dari

diagram blok fungsi dibuat matriks morfologi sebagai susunan alternatif fungsi

yang merealisasikan perubahan transformasi energi tersebut.

3.3.1 Blok Fungsi

Fungsi dapat dideskripsikan sebagai aliran energi, aliran material

dan aliran informasi, yang digambarkan sebagai blok fungsi dengan aliran

masuk dan aliran keluar. Jenis energi dapat berupa energi mekanik, gerak,

listrik atau termal. Ketika energi tersebut dialirkan maka dapat disimpan,

ditransformasi, dialihkan dan lain sebagainya. Aliran informasi dapat

berupa sinyal, baik sinyal mekanis maupun sinyal listrik atau software.

Biasanya sinyal tersebut dipergunakan sebagai alat kendali manual

maupun automatik atau sebagai interface dengan manusia. Sub-fungsi

biasanya disebut sebagai tingkat atau level kedua, sub-sub-fungsi tingkat

ketiga dan seterusnya.

Pada jig and fixture yang akan dirancang, energi masukan dapat

berupa energi gerak, mekanik atau listrik. Sistem penggerak untuk

mentransformasikan energi ke jig and fixture. Keluarannya berupa tenaga

penggerak untuk mencekam, centering dan menggerakkan benda kerja.

Page 8: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

36

Gambar 3.2 Blok fungsi

3.3.2 Diagram Blok Perancangan Alat

Pada tahap ini akan dibuat secara umum kinerja dari tiap

komponen melalui diagram blok seperti di bawah ini.

Gambar 3.3 Diagram blok fungsi perancangan alat

Dari diagram blok fungsi di atas dapat dilihat dimana fungsi

terlebih dahulu didefinisikan sebagai fungsi keseluruhan, kemudian

dikembangkan menjadi sub-fungsi yang akan dilakukan pada produk yang

akan dikembangkan nantinya. Fungsi utama produk jig and fixture ini

Jig and Fixture

Energi/Gaya

Material

Energi/Gaya

Material

Dengan tangan Sentuh

Pasang Alat dan material

Dengan tangan

Tempatkan pemasangan

Beri Energi Ubah energi

Aplikasi gaya Gaya Cekam

dan Penggerak (energi)

Page 9: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

37

adalah untuk menghasilkan gaya cekam yang dapat menjamin posisi

benda kerja agar tetap pada posisinya sewaktu proses pemotongan dan

dapat menggerakkan benda kerja.

Langkah kedua yang akan dilakukan adalah menguraikan fungsi

menjadi sub-fungsi dan selanjutnya menguraikan sub-fungsi menjadi sub-

sub-fungsi dan begitu seterusnya.

3.3.3 Matriks Morfologi

Sub-fungsi pada diagram blok fungsi merupakan fungsi tingkat

kedua. Untuk setiap sub-fungsi ini kini akan dicari solusi-solusi yang

dapat memenuhi setiap sub-fungsi. Solusi-solusi yang memenuhi sub-

fungsi dan sub-sub-fungsi belumlah merupakan konsep produk, tetapi baru

konsep elemen. Kombinasi konsep elemen barulah merupakan konsep

produk. Berikut ini akan ditampilkan matriks morfologi dimana akan

dapat disusun beberapa varian konsep produk yang mungkin dibuat.

Tabel 3.1 Matriks morfologi untuk jig and fixture

Pasang . 1

Pasang dengan tangan 1.1

Pegang 1.1.1 Satu tangan A.1

Dua tangan A.2

Aktifkan . 2

Beri energi (gaya) 2.1 Aktifkan 2.1.1

Tuas pemutar B.1

Penyangga B.2

Body B.3

Penahan B.4

Tuas eretan B.5

Ubah energi 2.2 Mekanik 2.2.1 Ulir C.1

Pin C.2

Page 10: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

38

Vise jaw C.3

Screw clamp C.4

Support C.5

Aplikasi gaya cekam dan penggerak 2.3 Mekanik 2.3.1

Rack pinion D.1

Jaw D.2

V block D.3

Ulir Penahan D.4

Berdasarkan tabel 3.1 di atas maka dapat disusun alternatif konsep

produk (varian) sebagai berikut:

1. Konsep 1

= A.2 + B.1 + B.2 + B.3 + B.4 + C.1 + C.2 + C.3 + C.5 + D.2

2. Konsep 2

= A.2 + B.1 + B.2 + B.3 + B.4 + C.1 + C.2 + C.4 + C.5 + D.4

3. Konsep 3

= A.2 + B.1 + B.2 + B.3 + B.4 + B.5 + C.1 + C.2 + C.4 + C.5 + D.1 +

D.3

Dari ketiga konsep tersebut akan dibuat model skets yang dibuat

pada fase perancangan konsep produk.

3.3.4 Konsep Produk

Konsep-konsep produk yang telah diperoleh dari morfologi di atas,

yaitu konsep produk yang mungkin dibuat, akan dikembangkan dalam

bentuk sketsa. Diharapkan dengan membuat sketsa dari konsep-konsep

produk tersebut maka akan dapat dianalisa konsep produk yang paling

baik untuk dikembangkan baik dari segi kemudahan penggunaan maupun

dari segi biaya atau cost.

Page 11: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

39

- Pengembangan konsep produk pertama

Skets dari konsep jig and fixture yang pertama dapat dilihat di gambar

berikut:

Gambar 3.4 Skets konsep produk pertama jig and fixture

Keterangan:

Konsep ini menggunakan vise jaw untuk memposisikan dan

mencekam benda kerja. Menggunakan set block dengan sistem ulir

untuk setting jaw to fit part (benda kerja). Bentuk dari vise jaw body

lebih cocok untuk benda kerja berbentuk kotak atau tidak beraturan.

Untuk proses centering terhadap pahat potong juga sudah dilengkapi

dengan ulir kiri dan kanan. Benda kerja dapat terjamin posisinya

steady selama proses pemotongan menggunakan Portable Line Boring

Machine berlangsung.

- Pengembangan konsep produk kedua

Skets dari konsep jig and fixture yang kedua dapat dilihat dari gambar

berikut:

Gambar 3.5 Skets konsep produk kedua jig and fixture

Page 12: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

40

Keterangan:

Konsep ini menggunakan screw clamp untuk memposisikan

dan mencekam benda kerja. Sesuai bentuk dari body pencekam lebih

cocok untuk material atau benda kerja bentuk kotak. Proses centering

menggunakan thumb screw. Konsep ini memungkinkan pengerjaan

pada tiap permukaan benda tanpa pengubahan posisi. Pemasangan

pada benda kerja adalah dengan mengelilinginya. Dapat dipastikan

bahwa selama proses pemotongan benda kerja akan tetap pada

posisinya.

- Pengembangan konsep produk ketiga

Skets dari konsep jig and fixture yang ketiga dapat dilihat dari gambar

berikut:

Gambar 3.6 Skets konsep produk ketiga jig and fixture

Keterangan:

Konsep ini menggunakan V-block untuk memposisikan dan

mencekam benda kerja. Bentuk pencekam pencekam V memang lebih

cocok untuk material atau benda kerja bentuk silindris. Proses

centering juga semakin lebih mudah dengan satu V block tetap (fixed)

dan satu V block gerak (sliding). Konsep ini lebih sederhana

dibandingkan dengan konsep-konsep produk sebelumnya. Pemasangan

Page 13: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

41

dan penempatan pada benda kerja juga lebih mudah dan ringkas.

Dapat dipastikan bahwa selama proses pemotongan benda kerja akan

tetap pada posisinya (steady). Konsep ini juga dilengkapi dengan table

yang bisa bergerak ke samping (maju mundur jika dilihat dari sudut

pandang operator) serta dudukan (saddle) yang terhubung dengan roda

gigi (rack and pinion), yang memungkinkan untuk menggerakkan

benda kerja, baik saat sebelum, saat/sedang maupun setelah proses

pemotongan dengan bantuan eretan (tuas pemutar).

3.3.5 Pemilihan Konsep Produk

Metode pengambilan keputusan yang juga dikenal dengan metode

Pugh, terbukti dapat digunakan dengan mudah dan efektif. Konsep produk

dibandingkan berdasarkan keinginan atau kebutuhan industri.

Pada tahap evaluasi ini konsep produk dibandingkan satu sama

lain, satu persatu secara berpasangan dalam hal kemampuan memenuhi

kebutuhan industri dan kemudian memberi skor pada hasil perbandingan

untuk kesesuaian akan kebutuhan industri dan kemudian menjumlahkan

skor yang diperoleh untuk setiap konsep produk. Konsep produk dengan

skor yang tertinggi adalah yang terbaik. Matriks pengambilan keputusan

digambarkan sebagai berikut:

Page 14: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

42

Konsep-konsep

produk yang

dipertimbangkan

(langkah 2)

Kriteria untuk

perbandingan

(langkah 1)

Bobot Pemberian skor

(langkah 3)

Menjumlahkan skor

(langkah 4)

Gambar 3.7 Diagram langkah metode pengambilan keputusan

Langkah 1: menyusun kriteria untuk membandingkan konsep produk satu

sama lainnya.

Kriteria perbandingan ini disusun berdasarkan data kebutuhan dan

kesesuaian dengan industri, dimana keinginan industri tersebut dibagi

menjadi dua yakni keinginan yang harus dipenuhi dan keinginan lain,

yang disusun berdasarkan prioritasnya untuk konsep produk yang

dikembangkan atau dirancang. Untuk jig and fixture pada Portable Line

Boring Machine, maka kriteria perbandingan disusun sebagai berikut:

1. Kuat dan tahan lama: diharapkan produk dapat tahan dalam waktu yang

lama sehingga akan mengurangi biaya perbaikan.

2. Komponen tidak rumit: diinginkan alat atau perkakas bantu ini tidak

memiliki komponen yang begitu banyak dan rumit, sehingga memudahkan

perakitan, pemeliharaan, serta dapat juga menurunkan biaya pembuatan.

Page 15: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

43

3. Kemampuan mencekam: jig and fixture yang dirancang diharapkan

mempunyai kapasitas cekam material yang optimum.

4. Besar produk: diharapkan jig and fixture yang dirancang tidak memiliki

bentuk yang begitu besar sehingga tidak menyusahkan sewaktu

pemindahan karena bersifat portable.

5. Biaya material murah: biaya pembelian material untuk jig and fixture

diharapkan seminimal mungkin.

6. Ringan: jig and fixture yang dirancang tidak terlalu berat sehingga tidak

menyulitkan pengguna atau operator dalam pengoperasiannya.

7. Pengoperasian mudah: diharapkan pengoperasiannya sesederhana dan

se-simple mungkin oleh operator.

8. Pemeliharaan mudah: diharapkan perawatannya tidak begitu sulit agar

alat tetap bekerja dengan baik.

9. Tepat guna: dapat digunakan dengan baik untuk material atau benda kerja

bentuk silindris (pipa) sesuai kebutuhan industri.

10. Transfer energi: energi penggerak maupun pencekam dari jig and fixture

harus dapat dialirkan dengan baik untuk menghasilkan pencekaman yang

optimum.

11. Keamanan pengoperasian: produk jig and fixture harus aman selama

dioperasikan.

12. Kehandalan: jig and fixture harus memiliki keandalan yang baik, yaitu:

dapat menggerakkan benda kerja dan proses centering menjadi lebih

mudah.

Langkah 2: pemilihan konsep-konsep produk yang dibandingkan.

Dari matriks morfologi telah didapat tiga buah konsep produk yang

mungkin dirancang, ketiga konsep inilah nantinya akan saling

dibandingkan.

Page 16: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

44

Langkah 3: pemberian skor.

Sebelum memberi skor maka terlebih dahulu harus ditetapkan

produk referensi dari konsep produk. Kemudian dibandingkan, jika dapat

memenuhi keinginan industri lebih baik maka diberi skor +, jika

kemampuannya sama diberi skor S dan jika lebih buruk diberi skor -.

Langkah 4: menjumlahkan skor.

Setelah setiap kriteria diberi skor untuk tiap-tiap konsep produk

maka skor-skor tersebut dijumlahkan. Terdapat empat macam skor, yaitu:

Jumlah skor +

Jumlah skor S

Jumlah skor –

Jumlah skor total yang diberi bobot angka

Berikut ini ditampilkan matriks pengambil keputusan (Tabel 3.2)

berdasarkan metode yang diterangkan di atas untuk jig and fixture.

Page 17: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

45

No. Kriteria seleksi Konsep

bobot 1 2 3

1. Kuat dan tahan lama 10 S S S

2. Komponen tidak rumit 5 + + -

3. Kemampuan mencekam 11 + S +

4. Besar produk 5 S S S

5. Biaya material murah 7 S S S

6. Ringan 4 S S S

7. Pengoperasian mudah 10 S S +

8. Pemeliharaan mudah 6 S S S

9. Tepat guna 9 S S +

10. Transfer energi 7 S S S

11. Keamanan pengoperasian 10 S S S

12. Kehandalan 8 S S +

Total + 2 1 4

Total S 10 11 7

Total - 0 0 1

Total keseluruhan dengan bobot 16 5 33

Dari matriks pengambil keputusan maka konsep produk yang memiliki skor

tertinggi adalah konsep produk ketiga. Sehingga konsep produk inilah yang akan

dikembangkan selanjutnya menjadi produk jig and fixture untuk Portable Line

Boring Machine.

Pada bagian selanjutnya akan dilakukan pemberian bentuk atau pemodelan

solid dari produk berdasarkan konsep produk ketiga.

Page 18: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

46

3.4 Perancangan Produk Pada Konsep Produk Terpilih

Setelah fase perancangan konsep produk, maka akan dilanjutkan dengan

fase perancangan produk. Konsep produk yang masih berupa skets diberi bentuk,

oleh sebab itulah fase ini juga disebut sebagai Pemberian Bentuk.

Dari pemilihan konsep produk telah dipilih 1 konsep yang selanjutnya

akan diberi bentuk menjadi perancangan produk jig and fixture. Berikut ini

ditampilkan pemodelan solid dari produk yang akan dikembangkan, sedangkan

gambar teknik produk ditampilkan pada akhir laporan ini. Pemodelan dilakukan

dengan menggunakan software Autodesk Inventor.

Gambar 3.8 Model keseluruhan dari jig and fixture

Berikut ditampilkan komponen-komponen dari produk jig and fixture

portable line boring machine.

Gambar 3.9 Fix dan Sliding V-block

Page 19: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

47

Gambar 3.10 Body dan Penutup atas

Gambar 3.11 Table dan Saddle

Gambar 3.12 Poros ulir sliding V-block dan Poros table

Gambar 3.13 Stir saddle dan table

Page 20: BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Desain Pahl dan …eprints.umm.ac.id/40771/4/jiptummpp-gdl-muhammadik-51129-4-babiii.pdf · jig and fixture. sangatlah ... 3.2 Ide Produk, Definisi

48