Click here to load reader

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel ... Cornelia Erviana Prima... · PDF filePopulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan ... public di

  • View
    222

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel ... Cornelia Erviana Prima... ·...

68

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan

manufaktur yang sudah terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) tahun 2010-2015.

Penulis menggunakan perusahaan manufaktur karena perusahaan manufaktur

merupakan perusahaan yang memiliki jumlah lebih banyak dibandingkan

perusahaan lainnya, oleh karena itu dengan jumlah yang banyak maka

kemungkinan data berdistribusi normal cukup tinggi sehingga penulis memilih

perusahaan tersebut. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode

purposive sampling, yang didasarkan pada kriteria-kriteria tertentu yang telah

ditetapkan peneliti (Jogianto, 2013). Kriteria yang menjadi dasar pemilihan adalah

sebagai berikut :

1. Perusahaan manufaktur yang terdaftar sebagai perusahaan go public di

Bursa Efek Indonesia selama periode 2010-2015.

2. Perusahaan manufaktur yang mengungkapkan data biaya CSR

3. Perusahaan manufaktur yang menggunakan mata uang rupiah.

4. Data perusahaan manufaktur yang listing di tahun berikutnya.

Berdasarkan kriteria-kriteria diatas, maka hasil samplingnya ditampilkan

dalam tabel 3.1 sebagai berikut :

69

Tabel 3.1

Sampel Penelitian

Identifikasi Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Total

Perusahaan manufaktur go

public di BEI selama

periode 2010-2015.

135 139 138 142 144 143 841

Perusahaan manufaktur

yang tidak melaporkan

biaya CSR

(91) (92) (87) (80) (76) (67 (493)

Perusahaan manufaktur

yang tidak menggunakan

mata uang rupiah

(13) (13) (11) (15) (16) (15) (83)

Data perusahaan

manufaktur yang tidak

listing di tahun berikutnya

(7) (5) (6) (5) (3) (4) (30)

Jumlah Sampel 25 29 36 42 48 58 238

Data Outlier Model 1 (9) (12) (10) (8) (6) (30) (75)

Data Akhir Model 1 16 17 26 34 42 28 163

Data Outlier Model 2 (7) (8) (10) (9) (11) (30) (75)

Data Akhir Model 2 18 21 26 33 37 28 163

Sumber : Data sekunder diolah, 2017

3.2. Sumber dan Jenis Data Penelitian

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

berupa pengumpulan data sekunder. Data sekunder yang digunakan untuk

menganalisis kinerja keuangan (quick ratio (QR), debt to asset ratio (DAR),

return to assets (ROA), dan total assets turnover (TATO)), nilai perusahaan

(Price to book value (PBV)), serta rasio biaya CSR yang dapat diambil dari

laporan keuangan perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek

Indonesia (BEI) tahun 2010-2015 dengan mengakses situs resmi BEI

70

www.idx.co.id. Sedangkan data price history yang digunakan untuk mengukur

return saham akhir tahun dapat diakses melalui website www.yahoofinance.com.

3.3. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Dalam penelitian ini, terdapat 3 jenis variabel yang digunakan yaitu variabel

dependen, variabel independen, dan variabel moderasi. Variabel dependen yang

digunakan dalam penelitian ini adalah return saham. Sedangkan untuk variabel

yang mempengaruhinya (variabel independen) antara lain kinerja keuangan (quick

ratio (QR), debt to asset ratio (DAR), return to assets (ROA), dan total assets

turnover (TATO)) dan nilai perusahaan yang diukur dengan price to book value

ratio (PBV). Selain itu, variabel moderasi yang digunakan adalah kinerja

Corporate Social Responsibility (CSR) yang diukur dengan rasio biaya CSR.

3.3.1. Variabel Dependen (Kinerja Harga Saham)

Variabel dependen merupakan variabel utama sebuah penelitian yang

menjadi perhatian utama peneliti (Sulistyanto dan Susilawati, 2013). Kinerja

harga saham merupakan variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini.

Kinerja harga saham adalah suatu tingkat keberhasilan yang dicapai perusahaan

dilihat dari pergerakan harga sahamnya, dan dapat diukur menggunakan return

saham (Fabozzi dan Peterson, 2003). Return saham merupakan tingkat

pengembalian (keuntungan/kerugian) yang diterima oleh pemegang saham atas

investasi saham yang dilakukannya (Corrado dan Jodan, 2002). Harga saham yang

digunakan dalam perhitungan ini adalah harga saham tahun berikutnya karena

http://www.idx.co.id/http://www.yahoofinance.com/

71

kinerja pada tahun sekarang akan berdampak pada return saham tahun berikutnya.

Sehingga secara matematis, rumus yang digunakan untuk menghitung return

saham adalah sebagai berikut (Ross et. al., 2002) :

it

ititit

P

PPR

11

Keterangan :

Rit+1 = tingkat pengembalian saham ke-i pada periode t+1

Pit+1 = harga penutupan saham ke-i pada periode t+1

Pit = harga penutupan saham ke-i pada periode t

3.3.2. Variabel Independen

Variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi variabel

dependen baik secara positif maupun negatif (Sulistyanto dan Susilawati, 2013).

Variabel independen dalam penelitian ini yang mempengaruhi kinerja harga

saham adalah kinerja keuangan (likuiditas, leverage, profitabilitas, dan aktivitas)

dan nilai perusahaan dijelaskan sebagai berikut :

3.3.2.1. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas diartikan sebagai indikator penilaian kinerja keuangan

perusahaan dalam menunjukkan hubungan antara asset lancar dengan hutang

lancarnya (Kasmir, 2011). Rasio ini bertujuan untuk mengukur kemampuan

perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya (Brigham dan Houston,

2010). Dalam penelitian ini, rasio likuiditas diproksikan dengan menggunakan

quick ratio (QR). QR merupakan rasio yang mencerminkan kemampuan

perusahaan dalam memenuhi hutang lancarnya dengan menggunakan asset lancar

namun tanpa menyertakan persediaan dan berbagai pembayaran dimuka dalam

72

perhitungan (Prastowo dan Juliaty, 2008). Hal ini karena, persediaan dan

pembayaran dimuka merupakan unsur asset lancar yang dinilai kurang likuid.

Secara matematis, perhitungan QR dirumuskan sebagai berikut :

Asset lancar - (persediaan + pembayaran dimuka)

QR =

Liabilitas lancar

3.3.2.2. Rasio Leverage

Rasio leverage (hutang) diartikan sebagai indikator penilaian kinerja

keuangan perusahaan dalam menunjukkan perbandingan antara total liabilitas

(jangka panjang) yang dimiliki perusahaan dengan total assetnya (Murhadi, 2013).

Rasio ini bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi

liabilitas jangka panjangnya (Brigham dan Houston, 2010). Dalam penelitian ini,

rasio leverage diproksikan dengan menggunakan debt to asset ratio (DAR). DAR

merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar total aset yang dimiliki

perusahaan yang dibiayai oleh hutang (Kasmir, 2011). Semakin besar DAR

mengindikasikan bahwa risiko yang dimiliki perusahaan juga semakin besar

karena semakin besar utang yang digunakan untuk membiayai asetnya. Secara

matematis, perhitungan DAR dirumuskan sebagai berikut :

Total Debt

Debt to Asset ratio =

Total Asset

3.3.2.3. Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan

dalam menghasilkan keuntungan (profit) pada tingkat penjualan, aset, dan modal

saham tertentu (Husnan, 2001). Rasio ini diproksikan dengan menggunakan

73

return on asset (ROA) yang menggambarkan sejauh mana kemampuan asset-asset

yang dimiliki perusahaan dapat menghasilkan laba (Murhadi, 2013). Alasan

penulis memilih menggunakan ROA karena ROA memiliki banyak keunggulan,

salah satunya yaitu ROA dapat mengukur efisiensi pengunaan modal yang

menyeluruh serta sensitive terhadap setiap hal yang mempengaruhi keadaan

perusahaan (Munawir, 2006). Secara matematis, perhitungan ROA adalah sebagai

berikut :

Net Income

Return On Asset =

Total Asset

3.3.2.4. Rasio Aktivitas

Rasio Aktivitas diartikan sebagai indikator penilaian kinerja keuangan

perusahaan yang menunjukkan seberapa besar efektivitas dan efisiensi manajemen

dalam mengelola perusahaan (Brigham dan Houston, 2010). Dalam penelitian ini,

rasio aktivitas diproksikan dengan menggunakan total assets turnover (TATO).

TATO menggambarkan perputaran asset dalam satu periode tertentu yang

diperoleh dari hasil perbandingan antara penjualan dengan total asset (Murhadi,

2013). Secara matematis, perhitungan TATO adalah dengan rumus berikut :

Sales

Assets turnover =

Total Assets

3.3.2.5. Nilai Perusahaan

Nilai perusahaan merupakan harga jual yang bersedia dibayar oleh calon

investor sebagai pembeli apabila perusahaan tersebut dijual (Erlangga, 2009).

Dalam penelitian ini, proksi yang digunakan untuk mengukur nilai perusahaan

74

adalah price to book value (PBV). PBV merupakan rasio yang membandingkan

antara harga pasar saham dengan nilai buku perusahaan (Prasto