27
BAB III PEKAN BATIK INTERNASIONAL DAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PEKALONGAN A. Latar Belakang Pekan Batik Internasional Pekalongan yang menyandang gelar Kota Batik, sesungguhnya sudah memiliki potensi sebagai kota tujuan wisata. Julukan itu tidak datang dengan sendirinya tanpa sebuah alasan, akan tetapi datang dari suatu tradisi yang cukup lama mengakar di Pekalongan. Selama periode yang panjang itulah, ragam kegunaan, jenis rancangan, serta mutu batik berkembang karena faktor sejarah, perdagangan dan kesiapan masyarakatnya dalam menerima paham serta pemikira n baru. Industri batik di Kota Pekalongan yang mengalami pasang surut bahkan sempat mati suri akibat guncangan krisis ekonomi, sepertinya tidak mau menyerah begitu saja. Pada tahun 2003 ketika kegiatan batik mulai menunjukan geliat bangkit seiring dengan munculnya pasar grosir batik yang tumbuh subur sebagai penyangga industri perdagangan Kota Pekalongan. Pasar grosir ini menjadi tujuan wisata belanja khas Kota Pekalongan bagi para pelancong. Melihat fenomena ini, para pecinta batik membentuk Paguyuban Pecinta Batik Pekalongan (PPBP). Dari wadah ini akhirnya digelar festival batik yang pertama pada September 2003 dan yang kedua pada September 2005 yang memperoleh dukungan dari Yayasan Batik Indonesia (YBI) serta tokoh batik lainnya seperti Iwan Tirta (Wawancara dengan M.Wahyu 27 Juni 2016). Kemudian pada tahun 2007 berubah menjadi Pekan Batik Internasio na l. Pengelolaanya diambil alih oleh Pemda. Pekan Batik Internasional merupakan gelar budaya, wisata dan bisnis dalam dunia perbatikan di Kota Pekalongan. Pekan Batik

BAB III PEKAN BATIK INTERNASIONAL DAN … · Batik Indonesia. Tema yang diusung adalah Batik ku, Batik Kita, Batik Dunia. Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Batik Indonesia. Tema pertama

  • Upload
    lekhanh

  • View
    265

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

BAB III

PEKAN BATIK INTERNASIONAL DAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PEKALONGAN

A. Latar Belakang Pekan Batik Internasional

Pekalongan yang menyandang gelar Kota Batik, sesungguhnya sudah

memiliki potensi sebagai kota tujuan wisata. Julukan itu tidak datang dengan

sendirinya tanpa sebuah alasan, akan tetapi datang dari suatu tradisi yang cukup

lama mengakar di Pekalongan. Selama periode yang panjang itulah, ragam

kegunaan, jenis rancangan, serta mutu batik berkembang karena faktor sejarah,

perdagangan dan kesiapan masyarakatnya dalam menerima paham serta pemikiran

baru. Industri batik di Kota Pekalongan yang mengalami pasang surut bahkan

sempat mati suri akibat guncangan krisis ekonomi, sepertinya tidak mau menyerah

begitu saja. Pada tahun 2003 ketika kegiatan batik mulai menunjukan geliat bangkit

seiring dengan munculnya pasar grosir batik yang tumbuh subur sebagai penyangga

industri perdagangan Kota Pekalongan. Pasar grosir ini menjadi tujuan wisata

belanja khas Kota Pekalongan bagi para pelancong. Melihat fenomena ini, para

pecinta batik membentuk Paguyuban Pecinta Batik Pekalongan (PPBP). Dari

wadah ini akhirnya digelar festival batik yang pertama pada September 2003 dan

yang kedua pada September 2005 yang memperoleh dukungan dari Yayasan Batik

Indonesia (YBI) serta tokoh batik lainnya seperti Iwan Tirta (Wawancara dengan

M.Wahyu 27 Juni 2016).

Kemudian pada tahun 2007 berubah menjadi Pekan Batik Internasiona l.

Pengelolaanya diambil alih oleh Pemda. Pekan Batik Internasional merupakan gelar

budaya, wisata dan bisnis dalam dunia perbatikan di Kota Pekalongan. Pekan Batik

Internasional ini diadakan pada tahun ganjil, biasanya digelar dalam rangka Hari

Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober. Pekan Batik Internasional (PBI)

ini merupakan pengembangan dari event terdahulu khususnya Festival Batik yang

diprakarsai Paguyuban Pecinta Batik Pekalongan (PPBP), yang saat ini

pengelolaanya dilakukan sepenuhnya oleh Pemda dan dilaksanakan oleh Event

Organizer.

Pekan Batik merupakan agenda rutin dan menjadi tradisi Pemerintah Kota

Pekalongan mendukung pariwisata dan promosi karya batik serta produk unggulan

Nusantara. Pada tahun 2015 Kota Pekalongan sudah menjadi anggota jaringan Kota

Kreativ Dunia, satu-satunya kota di Indonesia yang terpilih oleh UNESCO pada

bidang kerajinan dan kesenian rakyat. Berkaitan dengan hal tersebut, maka pada

kegiatan PBI 2015 mengundang UNESCO dan anggota Kota Kreativ Dunia untuk

datang sebagai peserta dan tamu undangan.

Kegiatan ini didukung oleh berbagai stakeholder terkait di Indonesia yakni,

Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian

Perindustrian RI, Kementerian Koperasi dan UKM RI, Kementerian Kominfo,

Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah RI Pemerintah

Provinsi Jawa Tengah, Badan Ekonomi Kreativ RI,Asosiasi Pemerintah Kota

Seluruh Indonesia, BUMN, BUMD, Swasta dan UMKM.

B. Awal Pengelolaan Pekan Batik Internasional

1. Festival Batik Pekalongan

Event perdana Festival Batik tahun 2003 yang diselenggarakan di rumah

Dinas eks Residen Pekalongan (Bakorwil III Jateng) dengan menampilkan berbagai

kegiatan pameran koleksi batik nusantara ini tergolong sukses, tamu undangan yang

hadir tidak hanya tingkat lokal tetapi juga menteri dan para tamu mancanegara,

kerabat keraton Yogyakarta ikut menyaksikannya. Bahkan saat itu kemeja raksasa

setinggi pohon kelapa yang terbuat dari batik berhasil memecahkan rekor dan

dicatat oleh Museum rekor Indonesia (MURI) sebagai kemeja batik terbesar di

Indonesia. Gema Pekalongan sebagai Kota Batik semakin meluas. Tahun 2005

ajang festival batik kembali digelar pada bulan Sepetember Tahun 2005.

Penyelenggaraan kali kedua yang mengusung tema “Dari Pekalongan

membatik dunia” sangat besar pengaruhnya. Salah satu acara penting dalam

Festival Batik Pekalongan Tahun 2005 adalah seminar dengan tema "Cara

Mempersiapkan Mendirikan Museum Batik dan Pengelolaannya". Selain seminar

Museum Batik masih ada acara menarik lainya yaitu Batik on The Road, dimana

1000 meter batik akan di batik oleh 1000 orang pembatik di jalan protokol

Pekalongan ( jl Hayam Wuruk ). Direncanakan event tersebut akan memecahkan

Guiness Book of Record. Seperti tahun sebelumnya Festival Batik Pekalongan 2005

ini juga di meriahkan dengan Pameran Batik - batik antik, fashion show, workshop

pembuatan bahan warna alam untuk batik dan Gala Diner (Wawancara dengan

Trigandi Imamudin 17 Maret 2016).

Tema Festival Batik Pekalongan 2005 “Dari Pekalongan Membatik Dunia”

berikut perjuangan untuk mendapatkan Guinnes World Record untuk kategori batik

terpanjang telah menggugah kesadaran pentingnya branding, baik untuk batik

pekalongan maupun city branding itu sendiri. Target dari festival adalah

memperluas medan magnet festival batik pekalongan untuk dicatat di lembaga -

lembaga internasional. Bukan hanya Internasional di label event saja.

2. Sejarah Pekan Batik Internasional (tiap tahun)

Saat itu ada dua agenda yang dirancang oleh pemerintah pusat yakni Kota

yang menjadi alternatif event Pekan Batik Internasional yaitu antara Kota Makasar

dan Kota Pekalongan sebagai pilihan event yang akan dihadiri secara langsung oleh

Wapres Jusuf Kalla yang terkait dengan pengembangan industri yang berbasis

ekonomi kreativ pada saat tahun 2007. Walikota dr. HM Basyir Ahmad yang

melihat peluang itu dengan cepat melakukan pendekatan agar event itu bisa jatuh

di Kota Pekalongan. Dengan susah payah bersama jajaranya dalam rentang waktu

kurang dari dua bulan terpaksa harus bolak-balik Pekalongan-Jakarta, semua

dilakukan tidak lain untuk meyakinkan pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian

Perdagangan Industri, Pariwisata serta Kementrian Koperasi dan UKM. Kegigihan

dan jerih payah yang di fasilitasi oleh Yayasan Kamar Dagang dan Industri (Kadin)

pusat yang dimotori oleh Iman Sucipto Umar disamping para pakar batik lokal

maupun pusat seperti Asmoro Dhamais, Iwan Tirta, Fatciah Ahmad, Umar Ahmad,

Dudung Ali Syabana, Fatchur Rochman, Balqis Diab dan beberapa lainya

membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Pekan Batik Internasional 2007

yang berlangsung selama lima hari ditetapkan di Kota Pekalongan (1-5 September).

(Riyanto DC, 2008: 10).

Pekan Batik Internasional (PBI) yang berlangsung di kota Pekalongan 1-5

September 2007 mengundang beberapa pembatik dari negara asing untuk membuka

stan. Dari pembatik asing itu, diharapkan Pekalongan menjadi daya tarik pengusaha

dari luar negeri. PBI dibuka oleh Wapres Jussuf Kalla itu akan mengadakan

beberapa kegiatan antara lain temu wicara dengan UKM Batik Nusantara bersama

Wapres, launching kampung batik di Kauman Kota Pekalongan, pameran batik,

street party yang diisi pesta kuliner, parade batik, malam apresiasi batik dan tour

budaya serta beberapa seminar yang menghadirkan pembicara Iwan Tirta dan

mantan Menparpostel Joove Ave. Bahkan dalam kegiatan itu, sudah dimulai sejak

Juni lalu berupa lomba menulis tentang Batik, lomba desain, tasyakuran setahun

museum batik serta bindang batik kontemporer. Wali Kota mengharapkan, dengan

kegiatan itu, batik Pekalongan makin dikenal dunia, sehingga ke depan pameran itu

akan mendunia sehingga kota di pantura itu bisa menjadi transaksi batik tingkat

dunia (Trias, Purwadi. 2007. “Pekan Batik Internasional Undang Negara Asing”,

Suara Merdeka 08 Agustus 2007).

Dengan adanya event Pekan Batik Internasional tahun 2007 ini. Secara tidak

langsung akan berdampak pada produk batik Pekalongan itu sendiri, selain itu juga

akan memperoleh pengakuan dari daerah lain bahkan luar negeri serta sebagai

upaya juga memperkenalkan ciri dan kualitas yang khas batik Pekalongan. Setelah

suksesnya diselenggarakanya PBI tahun 2007 pihak Pemerintah Kota Pekalongan

melanjutkan dengan diselenggarakan PBI tahun 2009 ini tepatnya pada tanggal 29

April sampai dengan tanggal 3 Mei 2009. Pekan Batik Internasional 2009

mempunyai tujuan yaitu untuk menunjukan Kota Pekalongan pantas menjadi icon

batik di Indonesia. Dari pihak Pemerintah Kota Pekalongan sendiri bertujuan untuk

memperkenalkan batik Pekalongan kepada UNESCO.

Melalui Pekan Batik Internasional semua jenis hasil produksi batik

Pekalongan dipromosikan di ajang PBI. Workshop tentang cara pembuatan

batikpun tak luput untuk dipamerkan, sehingga benar-benar menunjukkan bahwa

batik adalah budaya luhur bangsa Indonesia. Pekan Batik Internasional kedua ini,

dibuka oleh Menteri Perdagangan RI, Marie Elka Pangestu bertempat di Museum

Batik Indonesia. Tema yang diusung adalah Batik ku, Batik Kita, Batik Dunia. Satu

Nusa, Satu Bangsa, Satu Batik Indonesia. Tema pertama dimaksudkan untuk

menunjukkan bahwa batik adalah warisan yang sudah mendunia dan dimiliki serta

berasal dari warisan dan karya kreativ nenek moyang seluruh masyarakat Indonesia,

sedangkan tema kedua untuk membangkitkan semangat rasa memiliki terhadap

produk dalam negeri, sehingga masyarakat merasa bangga memakai batik sebagai

icon budaya bangsa (Wawancara dengan Wahyu, 27 Juni 2016).

Tema pertama dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa batik adalah

warisan yang sudah mendunia dan dimiliki serta berasal dari warisan dan karya

kreativ nenek moyang seluruh masyarakat Indonesia, sedangkan tema kedua untuk

membangkitkan semangat rasa memiliki terhadap produk dalam negeri, sehingga

masyarakat merasa bangga memakai batik sebagai ikon budaya bangsa. Event ini

merupakan rangkaian kegiatan antara lain : pameran batik, kontak bisnis, seminar,

gelar seni budaya Indonesia, wisata kuliner, Fashion Show, lomba merancang,

desain, dekorasi dan melukis yang semuanya bernuansa batik. Kegiatan ini

merupakan ajang pekan promosi batik Indonesia dan beberapa negara produsen

batik untuk dunia Internasional, maka mengundang pengunjung dan wisatawan

mancanegara seperti dari Jepang, Afrika Selatan, Timur Tengah, AS, Eropa,

Australia, China, negara-negara Asean dll.

Menghadapi situasi dan kondisi dunia yang terkena dampak krisis keuangan

global, kegiatan Pekan Batik Internasional 2009 ini diharapkan mampu mendorong

dan membangkitkan kinerja industri dan kerajinan batik Indonesia serta membawa

multiplier efek bagi perekonomian dengan bangkitnya sektor riil. Untuk itu

serangkaian agenda telah disiapkan guna memeriahkan kegiatan yang ditargetkan

akan dikunjungi 100.000 orang baik lokal maupun Internasional ini, yaitu Batik

Expo, Pesta Kuliner, Forum Bisnis & Seminar / Dialog Batik, Pentas Seni &

Budaya, Parade Kendaraan Batik dan Fashion on the Road, Lomba Desain, Melukis

dan Dekorasi Batik, Demo Membuat Canting Batik Tulis dan Cap.

Batik Fiesta digelar tahun 2011 pengganti acara Pekan Batik Internasiona l,

yang tahun ini bertepatan dengan acara World Batik Summit di Jakarta. Perayaan

Hari Batik tahun 2011 ini dipusatkan di Kota Pekalongan . Hari batik yang jatuh

pada tanggal 02 Oktober 2011 mempunyai spirit yang sangat istimewa bagi

pengrajin batik di Kota Pekalongan pada khususnya dan seluruh masyarakat kota

Pekalongan pada umumnya. Batik Fiesta 2011 mengambil tema “Batik Seribu

Tahun Lagi”. Itulah salah satu pesan yang disampaikan oleh Ibu Ani Yudoyono,

yang hadir dalam perayaan hari batik di Kota Pekalongan. Tema ini bermakna kita

ingin melihat batik seribu tahun lagi, yang berarti bahwa batik merupakan budaya

dari Indonesia yang akan diwariskan turun temurun kepada generasi penerus bangsa

hingga akhir jaman.

Gambar 3.1

Dialog Ibu Ani Yudhoyono dengan masyarakat pengrajin batik

Sumber: Dishubparbud Kota Pekalongan 2011

Agenda Internasional di sebuah kota berbasis jasa dan budaya religi, serta

kekayaan alam dan warisan budaya batik, menjadikan banyak mata melirik daerah

di Pantai Utara Jawa Tengah ini. Pekan Batik Internasional 2011 menjadi tahun

kunjungan wisata Kota Pekalongan. Dengan digelarnya beberapa kegiatan di Kota

Batik, seperti peringatan hari jadi, rapat kerja nasional (Rakernas) jaring kota

pusaka Indonesia (JKPI) dan Pekan Batik Internasional. Kegiatan inovatif dan

spektakuler menghadirkan banyak duta besar serta tamu manca negara. Pada Batik

Fiesta 2011 ini terdapat beberapa rangkaian acara yaitu, pemecahan rekor muri

parade membatik 1.000 payung dengan peserta 750 orang pembatik wanita, 200

orang pelajar dan 50 orang seniman Pekalongan, workshop batik, pameran batik

dan festival kuliner dan sebagai penutup acara ada artis ibu kota Big band maha

dewi dan Five minutes (wawancara dengan Doyo, 30 Maret 2016).

Gambar 3.2

Rekor Muro Parade Membatik 1.000 Payung

Sumber: Dishubparbud Kota Pekalongan 2011

Tahun 2013 kembali digelar Pekan Batik Internasional (PBI) di kawasan

lapangan Jetayu dan GOR. Event Batik Week Internasional bersamaan dengan

Pekan Inovasi dan Kreativitas yang berlangsung tanggal 2 hingga 6 oktober 2013.

Pembukaan Pekan Batik Batik Internasional 2013 oleh Dirjen ekonomi kreativ

berbasis seni dan budaya, dan inovasi, Prof. DR. HM Achman sya. Terlebih

Presiden MURI Jaya Suprana yang datang langsung dari Singapura menyempatkan

diri memberikan kota batik Pekalongan sebagai kota terbanyak mengembangakan

Sistem Informasi Management (SIM) berbasis open source di Dunia (Warta Kota

Batik edisi III, 2013:16).

Event yang diselenggarakan sebagai upaya melestarikan dan

mempertahankan batik kepada dunia Internasional serta dimeriahkan dengan

serangkaian acara, antara lain : Internasional Batik Expo, Internasional Trans

Culture of Batik & Theatrikal Batik Pekalongan, Internasional Batik Conference,

Pesta Kuliner Tradisional Indonesia, Gala Dinner & Fashion Show on The Loji

Bridge ini ada , Festival Lampion Nusantara, Batik Village Festival dan pemberian

penghargaan Pekalongan Batik Award. Semua rangakain kegiatan itu dalam rangka

mendukung program Visit Jawa Tengah 2013. 9 negara yang ikut meramaikan

acara Pekan Batik Internasional tahun 2013 yaitu : Malaysia, Singapura, Thailand,

Brunei Darusalam, Vietnam, India, Korea Selatan, Belanda dan Jepang

(Wawancara dengan Trigandi Imamudin, 17 Maret 2016).

Dari Festival Batik hingga berubah menjadi Pekan Batik Internasional ini

semakin semarak dari tahun ke tahun. Pengelolaanya pun semakin matang.

Kegiatan ini sekaligus juga menggairahkan ekonomi kreativ Pekalongan. Baik

terhadap perkembangan industri batik maupun sektor pariwisata. Evaluasi tiap

tahun pun dilakukan Pekan Batik Internasional ini untuk bisa menjadi ajang

menonjolkan potensi yang ada di Pekalongan dan dimantapkan dengan

penghargaan-penghargaan yang diberikan. Tahun 2015, kembali digelar Pekan

Batik Internasional 2015 yang diadakan di kawasan budaya jetayu pada tanggal 30

Juli hingga 03 Agustus 2015. Menurut Ketua Bidang Pariwisata dan Kebudayaan

Kota Pekalongan, Sigit Mursito, agenda ini akhirnya diikuti 104 peserta dari

berbagai kalangan. Penyelenggaraan Pekan Batik Internasional yang biasanya

dilaksanakan pada Oktober tiap tahunnya, pada tahun 2015 dimajukan pada tanggal

30 Juli hingga 03 Agustus 2015. Kegiatan yang dirangkaikan dengan HUT RI ke-

70, Pekan Batik serta HARTEKNAS (Hari Teknologi dan Inovasi Nasional) ini

dinamai dengan Pekalongan Batik Week 2015 dan mengangkat tema pelangi

budaya nusantara dengan berbagai kegiatan mulai seminar Pekalongan Kota kreativ

pembangunan berbasis budaya (menuju World Culture Forum 2016), pameran,

festival kuliner Jawa Tengah, karnaval, Pekalongan great sale dan berbagai lomba

yang dibuka oleh Mendikbud Anis Baswedan tak lain sebagai upaya meningkatkan

inovasi dan kreativitas sekaligus untuk memberikan penghargaan kepada Walikota

dan Wakil Walikota yang mengakhiri masa jabatanya. Sebagai penutup acara ada

Video mapping performance art yang mengilustrasikan visual dengan teknologi

multi media yang dipantulkan ke Museum Batik Pekalongan dengan gerak tata

warna dan suara yang menceritakan kisah Kota Pekalongan mendapatkan

penghargaan batik dunia serta Kota Kreativ dari UNESCO. Kegiatan kreativ

menjadi kewajiban bagi Kota Pekalongan setelah 1 Desember 2014, secara resmi

dinobatkan UNESCO sebagai salah satu kota kreativ dunia (Wawancara dengan Edi

Haryoso, 27 Juni 2016).

C. Pengembangan Pekan Batik Internasional (PBI) dalam meningkatkan

Pariwisata Pekalongan

Pekan Batik Internasional 2015 merupakan event bisnis penggiat wisata,

yang difasilitasi oleh Pemerintah, untuk mendatangkan pembeli dari luar daerah.

Dilihat dari sisi pariwsata, kegiatan ini berusaha menjual Pekalongan dengan

menampilkan berbagai potensi yang dimiliki Kota Pekalongan. Event yang

berlangsung lima hari ini tidak sekedar pameran batik semata namun juga diisi

dengan berbagai kegiatan kesenian maupun berbagai lomba dan tidak ketingga lan

peragaan busana maupun karnaval yang semuanya bernuansa batik. Tidak

mengherankan jika event tersebut penuh warna-warni yang mampu menyedot

pengunjung.

Pekan Batik Internasional (PBI) 2015 yang digelar di Kawasan Budaya

Jetayu, 30 Juli - 1 Agustus 2015. Menurut Koordinator PBI 2015, Supriono,

menjelaskan bahwa jumlah stand sebanyak 210 unit, terdiri atas stand batik dan

handycraft 120 unit dan stand kuliner 90 unit.

Maksud dan Tujuan diadakan Pekan Batik Internasional (PBI) 2015 adalah :

1. Sarana promosi karya batik Nusantara

2. Meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Pekalongan

3. Sarana Temu Bisnis para pengusaha dan UMKM Batik

4. Mempertemukan pembeli dan penjual Batik Nasional dan Mancanegara

5. Meningkatkan dukungan pemerintah pusat terhadap pemasaran dan

promosi karya batik, produsen ekonomi kreativ dan Pariwisata daerah.

6. Menyambut dan memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik

Indonesia ke-70

1. Tahapan Pelaksanaan Pekan Batik Internasional

Dalam penyelenggaraan Pekan Batik, disusun desain penyelenggaraan yang

dapat mendorong suksesnya event ini. Adapun tahapan-tahapan yang

digunakan dalam melaksanakan event ini adalah sebagai berikut:

a. Persiapan Pelaksanaan Kegiatan

Sebagai langkah awal, dilakukan persiapan kerja berupa penyusunan

program dan jadwal kerja serta pembagian kerja yang diperlukan untuk

menjabarkan ruang lingkup kegiatan ke dalam langkah-langkah

pelaksanaan secara detail. Pembentukan panitia Pekan Batik Internasiona l

2015 berdasarkan keputusan Walikota Pekalongan nomor : 510.01/238

Tahun 2015 tentang Pembentukan Panitia Pelaksana Kegiatan Pekan Batik

Tahun 2015. Panitia ini gabungan antar SKPD (satuan kerja perangkat

daerah) Kota Pekalongan, Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan

Kota Pekalongan, Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Pekalongan,

Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Pekalongan. Setelah semuanya

menjadi satu tim kemudian saling bekerja sama dan bersinergi.

b. Penyusunan Rencana Kerja

Rencana kerja disusun berdasarkan waktu yang disediakan untuk

melaksanakan Pekan Batik ini sesuai dengan kontrak.

c. Koordinasi Dengan Instansi Dan Lembaga Terkait

Diantara para pihak yang dikoordinasikan dalam rangka

mensukseskan Pekan Batik ini adalah: Dinas Perindustrian, Perdagangan,

Koperasi dan UMKM Kota Pekalongan Jawa Tengah, Koperasi dan UKM,

Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Pekalongan, Kepolisian Daerah,

Pengelola Tempat Penyelenggaraan, dan pihak-pihak yang terkait lainnya.

d. Rekrutmen dan Penentuan UMKM Batik

Proses perekrutan peserta UMKM Batik dilakukan dengan

mempertimbangkan skala usaha, kinerja dan orisinalitas produk UMKM

yang berada di Kota Pekalongan. Dalam proses ini pihak Penyedia Jasa

selalu berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi

dan UMKM Kota Pekalongan Jawa Tengah.

e. Rekrutmen dan Penentuan UMKM Kuliner

Proses perekrutan peserta UMKM Kuliner juga dilakukan dengan

mempertimbangkan skala usaha, kinerja dan orisinalitas produk UMKM

yang berada di Kota Pekalongan. Dalam proses ini pihak Penyedia Jasa

selalu berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi

dan UMKM Kota Pekalongan Jawa Tengah.

f. Pelaksanaan Penyelenggaraan Pekan Batik

Pelaksanaan Pekan Batik ini diselenggarakan selama 5 (lima) hari

berturut-turut dengan menghadirkan 40 UMKM Batik dan 40 UMKM

Kuliner dan berbagai rangkaian acara, yaitu: Pameran Batik Nusantara,

Festival Kuliner Indonesia, Welcome Dinner & Fashion Show, Visit

Pekalongan Great Sale, Festival Lampion, Gelar Seni dan Budaya,

Pekalongan Batik Karnaval, Kontak Bisnis Batik Nasional, Lomba Stand

Terbaik, dan Teatrikal Batik On The Street. Waktu yang dibutuhkan untuk

persiapan Pekan Batik Internasional ini selama lima bulan sebelum hari H.

Waktu lima bulan ini cukup efektif untuk sebuah event ini. Persiapan yang

dilakukan antara lain pembuatan proposal dan promosi Kota Pekalongan.

Promosi yang dilakukan Bidang Pariwisata melalui media elektronik dan

juga coffee morning yang dilakukan biasanya di Rumah Dinas Walikota

dengan mengundang media pers (Wawancara dengan Trigandi Imamudin,

17 Maret 2016).

g. Penyusunan Laporan

Laporan kegiatan penyelenggaraan Pekan Batik disusun setelah

diselesaikannya seluruh rangkaian kegiatan. Pelaporan memuat hasil-has il

yang dicapai sesuai dengan target yang ditetapkan menurut Kerangka Acuan

Kerja.

2. Kegiatan Pekan Batik Internasional 2015

Dalam Pekan Batik Internasional terdiri dari beberapa kegiatan. Dimana

rangkaian acara ini saling berkaitan dan saling mendukung untuk keberhasilan

event ini. Menampilkan rangkaian kegiatan selama sepekan dengan susunan

sebagai berikut:

a. Acara Pembukaan

Acara pembukaan merupakan kegiatan pertama dari seluruh rangkaian

kegiatan Pekan Batik yang dibuka oleh Mendikbud Anis Baswedan. Sampai di

Pekalongan, rombongan menuju Guest House (Rumah Jabatan Walikota

Pekalongan) yang dilanjutkan ke tempat penyelenggaraan Pekan Batik di Kawasan

Jetayu. Penyambutan Pejabat dilakukan dengan tarian tradisional Pekalongan dan

Pengalungan shawl batik jlamprang. Acara Pembukaan ditandai dengan

pencontrengan batik.

b. Pameran Batik Nusantara

Pameran ini dilakukan pada tanggal 30 Juli – 3 Agustus 2015 pada pukul

10.00 WIB – 21.00 WIB di GOR Jetayu, kawasan budaya jetayu. Tahun 2015 ada

150 stand. Produk pameran ada beragam mulai dari karya batik, batik tulis dan cap,

aneka kerajinan, komoditas unggulan produk ekonomi kreativ, komoditas unggulan

daerah dan pariwisata, barang seni, multi produk dan jasa dan masih banyak lagi.

Diantaranya 40 stand merupakan fasilitasi dari Dinas Perindustrian, Perdagangan,

Koperasi dan UKM Kota Pekalongan. Peserta merupakan UKM Batik dari Kota

Pekalongan dan sekitarnya. Selain itu, bagi UKM batik yang belum memperoleh

fasilitas mengikuti pameran juga dapat secara mandiri mengikuti pameran ini.

Standar pameran adalah standar Nasional yang terdiri dari stand partisi R-8

Oktogonal dan stand special design khusus. Adapun area luar disediakan tenda

tertutup dan tenda scarnavil (kerucut).

Pameran Batik Nusantara merupakan pameran batik terbesar di Pekalongan

dan Jawa Tengah, sebagai media promosi bagi keberagaman karya batik baik dari

Pekalongan maupun dari daerah lain.

c. Pesta Cita Rasa Kuliner Indonesia

Kawasan Budaya Jetayu Kota Pekalongan sebagai kawasan wisata Pekan

Batik dilengkapi area Festival Kuliner Indonesia yang menyajikan masakan-

masakan khas Kota Pekalongan dan Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Panitia

menyediakan stand-stand kuliner dengan penampilan yang eksklusif dan nyaman

untuk menikmati sajian kuliner yang ada. Tahun ini panitia menyediakan stand

kuliner di sekitar Kawasan Jalan Jetayu dengan lebih dari 75 peserta yang 40

pesertanya merupakan fasilitasi dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi

dan UKM Kota Pekalongan. Stand kuliner yang disediakan terbagi dalam 2 bagian,

yakni di sepanjang Jalan Raden Saleh dan di Jalan Jetayu sebelah panggung utama

Lapangan Jetayu. Berbagai makanan, minuman dan camilan disajikan oleh peserta

pesta cira rasa ini. Mulai dari minuman teh khas Pekalongan sampai dengan bebek

goreng dengan lima tingkat kepedasan selalu siap untuk dihidangkan.

d. Gala Dinner Dan Fashion Show

Dalam rangka menyambut kedatangan peserta pameran dan tamu-tamu

undangan yang datang ke Pekalongan, maka pada malam tanggal 31 Juli 2015 telah

digelar kegiatan sebagai kelanjutan dari rangkaian peringatan hari batik berupa

Gala Diner & Fashion Show. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman belakang rumah

jabatan pembantu Gubernur Jawa Tengah di kawasan Jetayu Pekalongan.

Panitia mengisi jamuan makan tersebut dengan acara hiburan dan Fashion

show yang menampilkan karya-karya desainer terkemuka Nasional dan karya batik

khas Pekalongan. Batik sebagai sebuah karya seni tradisional telah mampu bertahan

dan terus berkiprah dalam setiap momen. Batik tidak hanya tampil dalam suasana

remi atau suasana pesta, namun telah menyatu dalam aktivitas kerohanian dalam

wujud busana muslim atau busana beribadah lainnya.

e. Gelar Seni Budaya

Pekan Batik adalah kegiatan seni dan budaya serta pariwisata yang kurang

lengkap tanpa sajian pagelaran kesenian dan pentas seni. Panggung hiburan

disiapkan oleh panitia untuk menghibur masyarakat yang datang pada perhela tan

selama 5 hari mulai dari pagi sampai malam harinya. Berbagai kesenian daerah dan

penampilan musik-musik modern hadir setiap harinya.

Gambar 3.3

Penampilan Tari Batik Jlamprang

Sumber: Dishubparbud Kota Pekalongan 2015

f. Seminar dan Talk Show

Seminar ini merupakan Rembug batik nasional dengan tema: “Pekalongan

Kota Kreativ, Pembangunan Berbasis Budaya (menuju World Culture Forum

2016)” yang dilaksanakan di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan pada tanggal

30 Juli 2015, dimulai pukul 08.00 s.d. 15.00 WIB.

Batik diakui sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO, selain

menjadikan batik sebagai salah satu asset budaya Indonesia, batik juga menjadi

asset strategis peningkatan kesejahteraan masyarakat. Omset dari industry batik

sejak menjadi world heritage naik 300% menjadi sekitar 10 triliun per tahun.

Indonesia sebagai salah satu negara anggota asean harus ikut serta menerapkan

pasar bebas asean 2015. Sehingga UMKM batik di Indonesia harus bersiap-siap

untuk meningkatkan daya saing terhadap produk sejenis dari luar negeri.

Gambar 3.4

Anies Baswedan memberikan sambutan dalam pembukaan Seminar Nasional

Sumber: Dishubparbud Kota Pekalongan 2015

g. Karnaval Batik Pekalongan

Ikon acara Pekan Batik yang tidak bisa dilewatkan adalah penampilan

karya-karya batik tulis Pekalongan dengan desain pakaian, workshop dan karnaval

yang sudah berjalan selama hampir tiga tahun. Ratusan peserta mengikuti acara ini

mulai dari anak sekolah, mahasiswa, pengusaha batik dan masyarakat umum secara

total menampilkan karya-karya fashion batik karnaval yang menyedot ribuan

pengunjung dari berbagai kota dan media massa Nasional. Peserta karnaval budaya

batik dibagi menjadi dua kelompok, yaitu budaya kreativ dan festival kostum. Pada

kelompok budaya kreativ tercatat ada 16 kelompok dan festival kostum diikuti 104

peserta. Karnaval budaya batik ini digelar pada tanggal 2 Agustus mulai pukul

08.00 wib.

Gambar 3.5

Peserta Kostum Karnaval

Sumber: Dishubparbud Kota Pekalongan 2015

h. Video Mapping Performance Art

Penutupan Pekan Batik Week 2015 tersebut, dimeriahkan dengan

sebuah acara yang cukup spektakuler yakni video mapping tentang sejarah

perjalanan Kota Pekalongan menjadi kota batik dunia hingga kemudian

ditetapkan sebagai Kota Kreativ UNESCO. Video mapping ini

dipersembahkan oleh Sembilan Matahari Bandung yang memukau ribuan

penonton, mengingat tontonan itu menggunakan teknologi multi media

yang dipantulkan ke Museum Batik Pekalongan dengan gerak tata warna

dan suara yang menarik.

Gambar 3.6

Pengunjung menikmati sajian Video Maping

Sumber: Dishubparbud Kota Pekalongan 2015

i. Pekalongan Great Sale

Kegiatan ini merupakan pesta diskon bagi para pembeli batik untuk semua toko

di Pekalongan dengan discount mencapai 30% yang pelaksanaan sepenuhnya

ditangani oleh Dinas Perindagkop dan UKM kota Pekalongan yang dilaksanakan

selama kegiatan pekan batik.

3. Kontribusi Penyelenggaraan Pekan Batik Internasional Terhadap

Pariwisata Kota Pekalongan

a. Kunjungan Wisatawan

Pekan Batik Internasional memiliki peran yang sangat penting bagi

pariwisata di Pekalongan yaitu sebagai alat promosi Kota Pekalongan.

Setelah keberhasilan mencapai minat berkunjung wisatawan, maka

wisatawan tersebut perlu diyakinkan agar mereka mau dan ingin kembali

berkunjung. Hal ini dapat dilihat data dan jumlah kunjungan wisatawan ke

Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) di Pekalongan disajikan pada tabel

1 yang diperoleh dari Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan

Pekalongan.

Tabel 1: Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Obyek dan Daya Tarik Wisata

(ODTW) di Pekalongan

Tahun Wisatawan Jumlah

Domestik Mancanegara

2013 192.883 238 193.121

2014 194.396 232 194.628

2015 194.864 256 195.120

Sumber : Data Arsip Kantor Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Pekalongan 2016

Dilihat dari tabel diatas, maka dapat diketahui bahwa jumlah kunjungan

wisatawan ke Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) Pekalongan, dalam tiga

tahun terakhir, jumlah kunjungan setiap tahunnya mengalami peningkatan yang

cukup baik, peningkatan tertinggi pada tahun 2015.

Dari jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat maka event PBI ini

sebagai promosi wisata yang dilakukan oleh Pemerintah dan dapat terjangkau oleh

wisatawan mancanegara.

b. Ekonomi

Jika semula batik hanya dikenal sebagai tradisi yang diketahui

pembuatannya melalui proses yang tidak gampang dan sebagai seni nilai

budaya, kemudian meningkat menjadi batik industri untuk kesejahteraan

ekonomi. Potensi sebuah daerah tidak akan bisa berkembang tanpa ada

campur tangan pemerintah daerah sebagai regulator. Event Pekan Batik

Internasional ini jadi lembar sejarah kota. Sinergi antara pemimpin daerah

dan masyarakat yang mendorong kemajuan kota dan memperkokoh

keberadaan Kota Pekalongan sebagai Kota Batik serta Kota Kreativ Dunia

(UNESCO). Selain itu event Pekan Batik Internasional ini mampu

membangun ekonomi kerakyatan antara lain, menciptakan lapangan kerja,

meningkatkan penjualan batik yang dijual oleh pedagang kecil karena

pamor batik terangkat.

Data dari transaksi PBI selama lima hari mencapai Rp. 4,5 Miliar.

Transaksi itu, dihasilkan dari transaksi produk kreativ sebesar Rp.3 miliar

dan transaksi stan kuliner sebesar Rp.520 juta. Bukan hanya pengusaha

kalangan atas aja yang merasakan efek dari PBI, juga masyarakat pengrajin

setempat yang sangat kreativ sekaligus mempunysi jiwa kewirausahaan

yang sangat kuat, sebagai penopang terus berlangsungnya kegiatan usaha

batik serta dapat memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah Pekalongan.

Gerak roda perekonomian di Kota Pekalongan, sangat di pengaruhi oleh

industri batik, sehingga batik mempunyai peranan yang sangat penting

didalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menggerakan kembali

sektor riil Industri Kecil Menengah (IKM) yang mempunyai daya lentur

dalam menghadapi berbagai guncangan badai krisis ekonomi

c. Citra Kota Pekalpngan Sebagai Kota Batik

Bahwa penyelenggaraan Pekan Batik Internasional semakin

memperkokoh keberadaan Kota Pekalongan sebagai Kota Batik serta

memantapkan branding Pekalongan The World of City Batik. Event PBI

sebagai upaya pelestarian dengan melakukan inventarisasi dan dokumentasi

dan kajian batik seperti melakukan pameran sebagai wadah kreativitas

seniman dan apresiasi masyarakat. Selain itu memasukan batik sebagai

kurikulum sekolah serta mempromosikan secara terus menerus baik di

media lokal maupun Internasional juga sebagai upaya yang dilakukan

Pemerinta Kota Pekalongan untuk meningkatkan citra sebagai Kota Batik.

Dengan adanya Pekan Batik Internasional yang digelar Pemkot Pekalongan

ini merupakan bagian dari wadah edukasi, meningat Kota Pekalongan yang

merupakan satu-satunya Kota Batik terbesar di nusantara dan dunia terus

menggelorakan semangat batik yang sesungguhnya.

d. Budaya

Batik memiliki potensi membangun citra bangsa Indonesia dipentas

dunia. Batik kini memang tak lagi sekedar jarik atau kemben yang identik

dengan masyarakat tempo dulu atau pedesaan. Wujudnya pun tak melulu

helaian kain panjang tanpa jahit. Upaya masyarakat Pekalongan untuk lebih

mengenalkan batik Pekalongan di kancah dunia dengan mengkolaboras ikan

dengan budaya lain dengan trans culture agar menjadi perhatian banyak

negara. Tanpa menerjang pakem batik tradisional, sejumlah industri mode

berkreasi mengkawinkannya dengan detail modern. Dengan demikian batik

bisa menjadi life style (gaya hidup), sekaligus merubah image bahwa batik

tidak hanya dipakai suatu kalangan saja. Selain itu para seniman juga

mencoba merepresentatifkan batik dengan membuat tarian batik jlamprang.

Tarian yang berasal dari dasar tahapan membuat batik. Dengan adanya

akulturasi budaya ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan batik

sebagai warisan budaya tak benda.

D. Kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan Pekan Batik Internasional.

Dalam penyelenggaraan event Pekan Batik Internasional 2015 yang

diselenggarakan pada tanggal 30 Juli - 1 Agustus 2015 panitia mengalami beberapa

kendala atau hambatan yang di hadapi. Hal ini yang menjadi ganjalan besar yang

harus diatasi. Dari hasil wawancara yang dilakukan pada tanggal 24 Juni 2016

dengan Bapak Edi Haryoso, maka terdapat kendala yang dihadapi diantaranya

sebagai berikut :

1. Disinkronkan panitia dari beberapa instansi untuk bekerjasama tentunya

tidak mudah, karena mempunyai karakter dan latar belakang yang berbeda

satu sama lain . Maka panitia semuanya menjadi satu tim yang kemudian

saling bekerjasama dan bersinergi dimana mereka harus mengerjakan

pekerjaan sesuai skill masing-masing agar bisa berkoordinasi dengan baik

panitia yang satu dengan panitia lainnya.

2. Dalam mendatangkan peserta pameran dari luar negeri untuk datang ke

Pekalongan tentunya tidak mudah. Maka panitia berusaha semaksimal

mungkin untuk bisa mendatangkan peserta pameran dari beberapa negara

untuk terselenggaranya event Pekan Batik Internasional ini. Biasanya

panitia bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendatangkan

peserta ini.

3. Kurangnya koordinasi panitia dengan pihak ketiga event organizer sebagai

pelaksana mengakibatkan beberapa agenda yang seharusnya bisa

diselesaikan dengan cepat terkadang jadi lama dan ini menyebabkan

molornya waktu.

4. Kurangnya anggaran dari Pemda untuk event PBI. Padahal event ini

merupakan event Provinsi dari Pemerintah sendiri. Anggaran yang keluar

untuk kegiatan kegiatan Pekan Batik Internasional (PBI) oleh Pemerintah

hanya Rp. 50.000.0000,-. Anggaran ini terlalu kurang untuk event sebesar

ini. Disini peran event organizer selain membantu mengorganisir juga

membantu mencari dana dari sponsor-sponsor dan juga dengan membuat

paket Pekalongan city tour.