BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4 - IV... · menggunakan ice breaking berbantuan musik pada

Embed Size (px)

Text of BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4 - IV... · menggunakan ice breaking berbantuan musik pada

52

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Unit Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SDN 01 Mungseng dan SDN Giyanti

Kecamatan Temanggung Kabupaten Temanggung. Dalam penelitian ini subyek

penelitian dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas

eksperimen adalah siswa kelas III SDN 01 Mungseng yang berjumlah 25 siswa dan

kelas kontrol adalah siswa kelas III SDN Giyanti yang berjumlah 25 siswa. Siswa

Kelas III SDN 01 Mungseng yang berjumlah 25 siswa terdiri dari 10 siswa laki-laki

dan 15 siswa perempuan mendapat perlakuan berupa pembelajaran dengan

menggunakan ice breaking berbantuan musik pada mata pelajaran matematika.

Sedangkan untuk Siswa Kelas III SDN Giyanti yang berjumlah 25 siswa terdiri dari

12 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan mendapat perlakuan berupa pembelajaran

Matematika dengan menggunakan pendekatan konvensional, yaitu pembelajaran yang

biasa guru gunakan. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dari Tabel Data Subyek

Penelitian sebagai berikut :

Tabel 4.1

Distribusi Unit Penelitian

Sekolah

Jumlah Siswa

Total Keterangan Laki-

laki

Perempu

an

SDN Giyanti 12 13 25 Kelompok Kontrol

SDN 01 Mungseng 10 15 25 Kelompok Eksperimen

Jumlah sampel penelitaian 50

53

4.2 Kondisi awal sebelum diberi perlakuan

4.2.1 Analisis Deskriptif

4.2.1.1 Hasil Belajar

Data nilai pretest digunakan untuk melihat hasil belajar matematika

siswa sebelum dilakukan penelitian dan diberikan perlakuan. Data yang

digunakan sebagai pretest adalah nilai murni dari soal pretest untuk kelas

eksperimen dan kelas control yang dapat dilihat pada lampiran 5. Nilai murni

berarti bahwa nilai belum diolah dengan nilai-nilai lainnya. Nilai ini dijadikan

patokan kemampuan awal siswa kelas III SDN 01 Mungseng dan SDN

Giyanti. Analisis deskriptif menggunakan alat bantu hitung SPSS 16.0 dan

hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.2.

Tabel 4.2

Hasil Analisis Deskriptif Statistik Pretest

N Mean Std.

Deviation

Minimu

m

Maximu

m

Eksperimen 25 75.20 9.407 60 95

Kontrol 25 72.40 6.474 65 90

Tabel 4.2 dapat dilihat bahwa variabel dari kelompok eksperimen

dengan jumlah data (N) sebanyak 25 siswa dan dari kelompok kontrol

sebanyak 25 siswa. Kelompok eksperimen memperoleh hasil belajar pretest

dengan nilai terendah (minimum) 60 dan nilai tertinggi (maximum) 95 dengan

rata-rata (mean) sebesar 75,20 dan standar deviasi 9,407. Sedangkan dari

kelompok kontrol hasil belajar pretest dengan nilai terendah (minimum) 65

dan nilai tertinggi (maximum) 90 dengan rata-rata (mean) sebesar 72,40 dan

standar deviasi 6,474. Hal ini berarti keberagaman nilai kelas eksperimen

lebih tinggi daripada kelas kontrol. Sebaran nilai pretest kelas baik kelas

eksperimen maupun kelas kontrol dapat dilihat pada tabel 4.3.

54

Tabel 4.3

Kategori Nilai Pretest

e

r

Berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan bahwa hasil belajar matematika

siswa kelas eksperimen tersebut tidak memiliki siswa dalam kategori rendah,

kategori sedang sebanyak 6 siswa (12%) dan kategori tinggi sebanyak 19

siswa (38%). Oleh karena itu dapat disimpulkan sebagian besar siswa kelas III

SDN 01 Mungseng berada pada kategori tinggi. Sedangkan hasil belajar

matematika siswa kelas kontrol juga tidak memiliki siswa ntuk kategori

rendah, kategori sedang sebanyak 6 siswa (12%), dan kategori tinggi sebanyak

19 siswa (38%). Oleh karena itu dapat disimpulkan sebagian besar siswa kelas

III SDN Giyanti berada pada kategori tinggi.

4.2.1.2 Minat Belajar

Data minat belajar awal digunakan untuk mengetahui minat belajar

matematika siswa sebelum dilakukan penelitian dan diberikan perlakuan. Data

minat belajar awal diambil dari hasil pengisian angket minat belajar untuk

kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dapat dilihat pada lampiran 10 dan

hasil pengamatan terhadap kedua kelas sebelum diberi perlakuan yang

hasilnya dapat dilihat pada lampiran 11. Analisis deskriptif menggunakan alat

bantu hitung SPSS 16.0 dan hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.4

No Interval Kategori Eksperimen Kontrol

Jmlh

Siswa

% Jmlh

Siswa

%

1 68 101 Tinggi 19 76 19 76

2 34 67 Sedang 6 24 6 24

3 0 33 Rendah 0 0 0 0

55

Tabel 4.4 dapat dilihat bahwa variabel dari kelompok eksperimen

dengan jumlah data (N) sebanyak 25 siswa dan dari kelompok kontrol

sebanyak 25 siswa. Kelompok eksperimen memperoleh skor minat belajar

awal dengan nilai terendah (minimum) sebesar 13 dan nilai tertinggi

(maximum) sebesar 29 dengan rata-rata (mean) sebesar 24,20 dan standar

deviasi sebesar 3,831. Sedangkan dari kelompok kontrol skor minat belajar

awal dengan nilai terendah (minimum) sebesar 20 dan nilai tertinggi

(maximum) sebesar 29 dengan rata-rata (mean) sebesar 23,92 dan standar

deviasi sebesar 2,197. Hal ini berarti keberagaman skor kelas eksperimen

lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Sebaran skor minat belajar awal kelas

baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol dapat dilihat pada tabel 4.5.

Tabel 4.4

Hasil Analisis Deskriptif Statistik untuk Minat Belajar

N Mean Std. Deviation Minimum Maximum

Eksperimen 25 24.20 3.851 13 29

Kontrol 25 23.92 2.197 20 29

56

Tabel 4.5

Kategori Nilai Minat Belajar Pretest

No Interval Kategori

Eksperimen Kontrol

Jmlh

Siswa %

Jmlh

Siswa %

1 22 32 Tinggi 21 84 17 68

2 11 21 Sedang 4 16 8 32

3 0 10 Rendah 0 0 0 0

Tabel 4.5 menunjukkan bahwa tidak ada siswa baik kelas eksperimen

maupun kelas kontrol yang masuk dalam kategori rendah. Selain itu, siswa

dari kelas eksperimen yang masuk dalam kategori sedang lebih rendah yaitu 4

siswa dibandingkan dengan kelas kontrol yaitu 8 siswa. Adapun siswa yang

masuk dalam kategori tinggi, dalam kelas eksperimen lebih tinggi yaitu 21

siswa dibandingkan dengan kelas kontrol yaitu 17 siswa.

4.2.2 Analisis Inferensial untuk Kondisi Awal

4.2.2.1 Hasil Belajar

a. Uji Normalitas

Uji Normalitas digunakan untuk mengetahui apakah sampel dalam

penelitian ini berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Uji

normalitas dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows Version 20

dengan Kolmogrov Smirnov. Menurut Slameto (2015:295) persyaratan

data tersebut normal jika probabilitas atau p > 0,05 pada uji normalitas

dengan Kolmogrov Smirnov. Hasil olah data uji normalitas menggunakan

SPSS 20 for windows dapat dilihat pada tabel 4.6 sebagai berikut

57

Tabel 4.6

Hasil Uji Normalitas soal pretest

Eksperimen Kontrol

N 25 25

Normal Parametersa,b

Mean 75.20 72.40

Std.

Deviation 9.407 6.474

Most Extreme

Differences

Absolute .212 .205

Positive .188 .205

Negative -.212 -.127

Kolmogorov-Smirnov Z 1.058 1.023

Asymp. Sig. (2-tailed) .213 .246

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Berdasarkan tabel 4.6, didapatkan nilai signifikansi

pretest kelas kontrol dan kelas eksperimen berturut-turut adalah

0,213 dan 0,246 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan kedua data

tersebut berdistribusi normal. Untuk penyebaran datanya dapat

dilihat pada diagram berikut ini.

Gambar 4.1 Grafik Normalitas Pretest Eksperimen dan

Kontrol

58

b. Uji Homogenitas dan Uji Beda Rerata Nilai Pretest

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah kedua

kelompok dalam penelitian ini yaitu kelompok eksperimen dan

kelompok kontrol homogen atau tidak. Uji homogenitas dilakukan

dengan menggunakan SPSS for Windows Version 20. Kedua kelompok

dikatakan berasal dari kelompok yang homogen apabila hasil uji

statistika pada signifikansi menunjukkan angka 0,05. Jadi jika nilai

signifikansi > 0,05 dapat dikatakan kedua kelompok tersebut homogen.

Sebaliknya jika nilai signifikansi < 0,05 dapat dikatakan kedua kelompok

tersebut tidak homogen.

Berdasarkan Tabel 4.7, hasil uji homogenitas menghasilkan nilai

signifikansi sebesar 0,300 > 0,05 yang berarti data berasal dari populasi

yang memiliki variansi sama (homogen). Oleh karena itu, uji independent

sample t-test yang digunakan adalah uji independent sample t-test jenis

equal variances assumed. Uji tersebut menghasilkan nilai signifikansi

0,226>0,05 sehingga H0 diterima atau tidak terdapat perbedaan nilai

pretest kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Oleh karena itu dapat

disimpulkan bahwa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam

kondisi seimbang.

Tabel 4.7

Hasil uji Independent Samples t_test Pretest Levene's Test

for Equality of Variances

t-test for Equality of Means

F Sig. T df Sig. (2-tailed)

Mean Differen

ce

Std. Error

Difference

95% Co