37
49 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat yang digunakan untuk mencacah sinyal dari detektor dalam selang waktu tertentu. Alat tersebut akan mendapat perintah dari komputer dan mengirimkan hasilnya kembali kepada komputer. Dalam hal ini ada 3 komponen penting yang perlu diperhatikan, yaitu apa saja yang dibutuhkan untuk proses pencacahan, data apa saja yang akan dikirimkan oleh komputer, data apa saja yang akan diterima oleh komputer, dan data apa saja yang akan disimpan oleh komputer sebagai data yang valid, yaitu : a. Data yang dibutuhkan untuk melakukan pencacahan : - Port open : karena program ini merupakan program dengan menggunakan komunikasi serial, maka dibutuhkan pembukaan port dari komputer yang dihubungkan oleh kabel serial DB9. Port yang dibuka sesuai dengan port yang telah terhubung dengan kabel serial (dapat dilihat pada device manager pada komputer). - Jenis uji : adalah jenis pengujian yang akan dilakukan, terdapat 2 jenis pengujian yaitu pengujian dengan 1 jenis sample atau pengujian dengan banyak jenis sample. (pencacahan dengan sampel yang berbeda contoh (rumput dan tanah) atau pencacahan dengan hanya satu jenis sample tetapi jumlah sampel banyak) - Jumlah sample : pengisian jumlah sample tergantung dari ketika user melilih jenis uji, maksudnya ketika pengujian berdasarkan 1 sample

BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

  • Upload
    buinhan

  • View
    232

  • Download
    1

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

49

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir

Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat yang digunakan untuk

mencacah sinyal dari detektor dalam selang waktu tertentu. Alat tersebut akan

mendapat perintah dari komputer dan mengirimkan hasilnya kembali kepada

komputer. Dalam hal ini ada 3 komponen penting yang perlu diperhatikan, yaitu

apa saja yang dibutuhkan untuk proses pencacahan, data apa saja yang akan

dikirimkan oleh komputer, data apa saja yang akan diterima oleh komputer, dan

data apa saja yang akan disimpan oleh komputer sebagai data yang valid, yaitu :

a. Data yang dibutuhkan untuk melakukan pencacahan :

- Port open : karena program ini merupakan program dengan

menggunakan komunikasi serial, maka dibutuhkan pembukaan port dari

komputer yang dihubungkan oleh kabel serial DB9. Port yang dibuka

sesuai dengan port yang telah terhubung dengan kabel serial (dapat

dilihat pada device manager pada komputer).

- Jenis uji : adalah jenis pengujian yang akan dilakukan, terdapat 2 jenis

pengujian yaitu pengujian dengan 1 jenis sample atau pengujian dengan

banyak jenis sample. (pencacahan dengan sampel yang berbeda contoh

(rumput dan tanah) atau pencacahan dengan hanya satu jenis sample

tetapi jumlah sampel banyak)

- Jumlah sample : pengisian jumlah sample tergantung dari ketika user

melilih jenis uji, maksudnya ketika pengujian berdasarkan 1 sample

Page 2: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

50

maka jumlah sample akan bernilai 1 dan hanya sample tersebut yang

akan diuji selama berkali – kali. Sebalinya ketika user memilih banyak

sample, maka akan ada lebih dari 1 sample yang akan diuji. Maksimal

jumlah sample yang diuji adalah sebanyak 10 sample.

- Jumlah pencacahan

- Waktu pencacahan

b. Data yang dikirim komputer :

- Jumlah Pencacahan : jumlah pencacahan adalah jumlah berapa kali satu

sample dicacah. Hal ini diperlukan untuk mendapatkan deviasi standard

pencacahan. Pengulangan pencacahan dilakukan sesuai dengan jumlah

yang dikehendaki.

- Waktu pencacahan : adalah lama satu sampel dicacah. Waktu minimum

yang diberikan adaalah 1 detik dan waktu maksimum yang diberikan

adalah 1 jam. Karena proses penginputan waktu cacah sample dilakukan

didalam komputer maka waktu yang digunakan bisa fleksibel. Ketika

waktu terpenuhi, maka waktu akan di reset oleh mikrokontroler untuk

melakukan proses perhitungan dari awal selama jumlah cacahan masih

belum terpenuhi.

c. Data yang diterima oleh komputer

- Hasil pencacahan : adalah hasil cacah satu kali pencacahan pada setiap

sample. Hasil pencacahan dikirim secara real time tiap satu kali

pencacahan selesai. Sehingga semua hasil pencacahan dapat disimpan

secara valid.

Page 3: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

51

d. Data yang disimpan oleh komputer

- Tanggal : digunakan sebagai acuan kapan proses pencacahan dilakukan

oleh user. Karena pencacahan satu sample bisa dilakukan berkali – kali

dan dalam waktu yang berbeda. Hal ini juga dapat digunakn untuk

melihat grafik pengaruh nuklir terhadap sample dalam kurung waktu

tertentu.

- Waktu : dibutuhkan kapan waktu pencacahan dilakukan, karena mungkin

saja dalam 1 hari dilakukan pencacahan lebih dari satu kali pada 1

sample.

- Nama sample : digunakan untuk memberikan nama sample apa yang

sedang diuji, karena ada berbagai jenis sample yang diuji. Dan nama

sample digunakan agar dapat membedakan hasil pencacahan yang

diterima.

- Rata – rata : nilai yang digunakan, atau disimpan dari pencacahan tiap

sample. Karena dalam proses pencacahan hasil yang diperoleh tidak

selalu sama, maka diperlukan rata – rata untuk memperoleh 1 hasil yang

nantinya digunakan sebagai hasil dari pencacahan tersebut.

- Standart Deviasi : toleransi kesalahan yang diperoleh ketika terdapat

perbedaan hasil pencacahan yang dilakukukan lebih dari 1 kali. Standart

deviasi bernilai (±).

Sehingga dibuatlah sebuah perancangan seperti dibawah ini :

Page 4: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

52

Gambar 4.1 Blok Diagram Aplikasi sistem Pencacah Nuklir

4.2 Perancangan Sistem Aplikasi

Dari data – data diatas, maka didesainlah sebuah program untuk

merealisasikan aplikasi sistem pencacah nuklir.

Gambar 4.2 Blok Diagram Perancangan Aplikasi Sistem Pencacah Nuklir

Pengiriman data ke alat

Proses

pencacahan Pengiriman

hasil cacah

Penyimpanan Hasil cacah

Jumlah Pencacahan

Waktu

Nama Sample

Waktu (tanggal, jam)

Rata – Rata hasil

pencacahan

Standart Deviasi

sample

Page 5: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

53

Pada perancangan Aplikasi Sistem Pencacah Nuklir terdapat beberapa

komponen atau aplikasi yang mendukung untuk membuat aplikasi tersebut

diantaranya adalah :

1. Visual Basic 6.0 : berfungsi sebagai pemroses utama, dimana akan

mengolah data dari database, data dari alat pencacah nuklir, dan laporan

hasil cacah nuklir

2. Microsoft Access : berfungsi sebagai tempat pengolah database.

3. Crystal Report : berfungsi sebagai output dari data yang dihasilkan dalam

betuk laporan yang sudah diatur sedemikian rupa.

4. MSChart : berfungsi sebagai output yang digunakan untuk menampilkan

sebuah grafik yang datanya didapat dari database yang sudah diolah.

5. Microsoft Excel : berfungsi sebagai output yang dapat digunakan untuk

proses pengolahan data selanjutnya oleh user.

6. Oncomm : sebuah komponen pada Visual Basic 6.0 yang digunakan

untuk menyambungkan, mengambil dan memberikan data pada alat

secara komunikasi serial.

7. ADODB : adalah salah satu cara berkomunikasi antara Visual Basic

dengan Microsoft Access.

8. Komponen Cristal Report : komponen yang terdapat pada Visual Basic

6.0 yang digunakan untuk memanipulasi data pada database agar dapat

ditampilkan menjadi sebuah laporan pada saat di print.

9. ADODC : salah satu komponen yang digunakana untuk komunikasi

antara Visual Basic dengan Microsoft Access.

Page 6: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

54

4.2.1 Visual Basic 6.0

Visual Basic adalah salah satu program berorintasi object, pada

rancangan ini menggunakan Visual Basic 6.0 sebagai landasan pemrograman

yang dapat berkomunikasi secara langsung dengan user. Semua program

pendukung lain dikontrol melalui pemrograman yang ada pada Visual Basic.

Penggunaan Visual Basic 6.0 dikarenakan bahasa pemrogramannya yang mudah

dimengerti dan suadah umum sehingga penelitian ini dapat diteruskan oleh pihak

lain. Terdapat 8 form yang digunakan untuk membuat aplikasi pencacah nuklir

ini, yaitu :

1. Form Login

toolbar

Login

Gambar 4.3 Tampilan Awal Program Pencacah Nuklir

Page 7: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

55

Form login digunakan sebagai pengaman, karena tidak semua orang

boleh atau dapat melakukan pencacahan nuklir. Hasil pencacahan nuklir harus

bisa dipertanggung jawabkan oleh petugas, maka form login ini dibuat agar

msing – masing petugas dapat bertanggung jawab atas apa yang dikerjakan,

dan kemungkinan disalah gunakan oleh petugas lain yang tidak bertanggung

jawab, maka diberikan password pada setiap pegawai yang bersifat pribadi.

2. Form Login Pimpinan

Gambar 4.4 Form Login Sukses pada Pimpinan

Hal yang membedakan dari form login petugas dan pimpinan adalah

adanya form data pegawai dan form add pegawai, karena hanya pimpinan yang

Page 8: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

56

berwenang dalam menambahkan atau mengetahui data pegawai. Cara

membedakannya dapat dilakukan seperti contoh program diatas.

3. Form Login Petugas

Nama petugas yang

sudah login

Gambar 4.5 Form Login Sukses pada Petugas

Berbeda pada form login pada pimpinan tidak terdapat tombol akses

untuk menambah pegawai dan melihat daftar pegawai. Tapi kedua form

tersebut sama – sama mencantumkan siapa nama user yang sudah berhasil

login seperti pada gambar 4.4 dan gambar 4.5.

4. Form Proses

Pada form proses terdapat 3 bagian yang saling berkaitan, diantara

adalah :

- Pengisian

Page 9: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

57

Pada form pengisian, Terdapat peringatan not connected, hal ini

menunjukan bahwa aplikasi belum terhubung dengan alat pencacah

nuklir secara serial, maka diperlukannya penyambungan dengan cara

memilih pada PORT berapa kabel terhubung (dapat dilihat pada device

maneger pada komputer), saat tulisan not connected berubah menjadi

connected maka saat itulah komputer sudah terhubung secara serial. Dan

user diminta untuk melakukan pengisian data yang diperlukan seperti

yang sudah dijelaskan diatas. Pengisian data harus dilakukan dengan

benar, karena apabila terjadi kesalahan maka proses pengiriman data

tidak akan bisa dilakukan.

Gambar 4.6 Form Pengisian Data

Page 10: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

58

Pada proses ini dilakukan pengiriman data secara serial kepada alat

pencacah nukir.

- Proses Cacah

Proses cacah adalah dimana saat aplikasi menerima hasil

pencacahan yang sudah dilakukan oleh alat pencacah nuklir secara serial.

Gambar 4.7 Proses Cacah

Page 11: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

59

Pada proses pencacahan terdapat beberapa keterangan yang

diketahui oleh user, diantaranya adalah jenis uji, nama sample, waktu

pencacahan, hasil pencacahan, urutan proses pencacahan yang sedang

berlangsung serta jumlah proses pencacahan yang dilakukan, dan urutan

sample yang sedang berlangsung serta jumlah sample yang dilakukan,

karena proses pencacahan akan terus berjalan sampai seluruh jumlah

sample terpenuhi. Dan tabel yang terdapat pada gambar 4.6 adalah data

asli atau data sebenarnya dari pencacahan yang dilakukan, yang belum

diolah ( belum dijadikan rata – rata ). Sehingga user dapat melihat berapa

nilai pencacahan tiap percobaan pada setiap sample. Data tersebut bisa

disimpan atau tidak tergantung keinginan user, dengan menekan tombol

save, dan dapat membatalkan pencacahan dengan menekan tombol

cancel.

- Hasil Cacah

Data yang diperoleh secara otomatis akan diolah sedemikian

rupa sehingga menjadi data yang bisa dijadikan parameter seberapa besar

pengaruh nuklir terhadap lingkungan. Karena setiap sample bisa

dilakukan beberapa kali pencacahan, maka data yang disimpan adalah

data rata – rata dari hasil cacah. hasil dari pencacahan pada tebel diatas

merupakan data yang sudah diolah menjadi sebuah data yang valid, dan

data pada tabel sesuai dengan data yang disimpan pada database. Tombol

Page 12: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

60

ok digunakan untuk memulai kembali pengisian data untuk pencacahan

sample.

Gambar 4.8 Hasil Cacah

Page 13: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

61

5. Form Grafik

Gambar 4.9 Form Grafik

Pada form grafik terdapat beberapa tool yang harus diisi agar user

mendapatkan data yang diinginkan untuk ditampilkan pada sebuah grafik. Data

– data yang harus diisi diantaranya adalah :

1. Tanggal : tanggal harus diisi agar user dapat memfilter atau

memberikan jangkauan waktu pengambilan data

2. Nama Sample : digunakan untuk memfilter sample apa yang akan

diteliti.

3. Pilihan Grafik : pada MSChart terdapat banyak model grafik yang bisa

dipilih oleh user tergantung kebutuhan user.

Page 14: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

62

4. Tampilkan legend : digunakan untuk menampilkan data apa yang

sedang diteliti, hal ini bisa ditampilkan atau disembunyikan.

Selain grafik, terdapat juga sebuah tabel yang digunakan untuk

memberikan informasi hasil cacah dan standart deviasi dari data yang sudah

ditampilkan pada grafik. Hal ini untuk memudahkan user dalam melihat data,

sehingga user dapat lebih mudah melihat data dan dapat mengambil sebuah

kesimpulan.

6. Form Search

Gambar 4.10 Form Search

Page 15: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

63

Pada form search, user dapat melihat semua data pencacahan yang

telah dilakukan sampai pada hari form dibuka, pada form ini user dapat

memanipulasi data yang ada didalamnya. Untuk pencarian data dapat

dilakukan dengan memfilter tanggal, nama sample, atau hasil cacah. Dengan

begitu dapat diketahui sebarapa besar pengaruh paparan nuklir terhadap sample

yang telah diuji dalam kurung waktu tertentu. Terdapat tombol hapus data

digunakan untuk menghapus satu atau beberapa buah data sekaligus sesuai

dengan filter yang telah dilakukan oleh user. Sama halnya dengan form lainnya

di pojok kanan atas selalu terdapat nama dari user yang telah login.

7. Form Search Pegawai (hanya bisa diakses oleh bu Dewita)

Gambar 4.11 Form Search Pegawai

Page 16: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

64

Pada form hanya dapat diakses oleh pimpinan yang memberikan akses

pada pegawai untuk melakukan pengujian pencacahan. Pada form ini diberi 2

fasilitas yaitu update dan delete pegawai. Proses pencarian dimudahkan dengan

cara mengetikkan salah satu identitas pegawai yaitu NIP atau nama, ketika NIP

telah diisi dan user menekan tombol enter maka nama pegawai seketika akan

muncul, begitu juga pada saat mengetikkan nama pegawai maka secara

otomatis pada tabel akan memfilter data pegawai sesuai dengan nama yang

diketikkan pada kolom yang sudah disediakan. Dan terdapat sebuat tabel untuk

menampilkan seluruh data para pegawai. Fungsi dari tombol update adalah

untuk meng-update data pegawai, maka disediakan form untuk update data

pegawai seperti dibawah ini.

Gambar 4.12 Form Update Pegawai

Page 17: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

65

8. Form Penambahan Pegawai (hanya bisa diakses oleh bu Dewita)

Gambar 4.13 Form Add Pegawai

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa pimpinan memiliki hak untuk

memberikan akses kepada pegawai. Maka pada aplikasi ini diberikan fasilitas

untuk menambahkan pegawai, data yang diisikan akan dimasukkan kedalam

database yang telah disiapkan.

Terdapat beberapa menu toolbar yang dapat dipilih oleh user.

Diantaranya adalah: cacah, graph, search, delete, export, print dan exit.

Gambar 4.14 Toolbar

Page 18: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

66

Seperti yang terlihat pada gambar 4.12 aplikasi ini menyediakan

sortcut untuk memudahkan user, karena dapat meminimalisir penggunaan

mouse. Cacah merupakan tool untuk membuka form proses, graph untuk

membuka form grafik, dan search untuk membuka form search. Penggunaan

tool delete, print, dan export hanya dapat dilakukan ketika user membuka form

search.

Berbeda dengan tombol delete pada form search, toolbar delete

digunakan untuk menghapus hanya sebuah data pada tabel ketika cursor

diletakkan pada salah satu row pada tabel.

Disediakan juga tool untuk meng-export data adalah agar user dapat

lebih mudah memanipulasi data yang tidak dapat dilakukan oleh aplikasi ini.

Hasil export data berupa file excel.

Gambar 4.15 Export Data

Page 19: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

67

Gambar 4.16 Tipe File

Gambar 4.17 Hasil Export Sesuai dengan Tabel pada Database

Pada toolbar juga terdapat Print, ini digunakan untuk print data yang

diinginkan oleh user dengan cara memilih data pada form search. Format print

data diatur oleh Crystal Report. Selain dapat di print laporan ini juga dapat

Page 20: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

68

disimpan dalam bentuk pdf. Terdapat 3 format print yang telah disediakan

yaitu :

1. Hasil Cacah

Laporan yang berisikan semua hasil cacah dalam kurung waktu tertentu.

Gambar 4.18 Laporan Hasil Cacah

Page 21: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

69

2. Hasil Sample Cacah

Laporan yang berisikan semua hasil cacah sebuah sample dalam

kurung waktu tertentu, untuk dapat melihat seberapa besar paparan radiasi

nuklir berpengaruh pada sample tersebut.

Gambar 4.19 Laporan Hasil Sample Cacah

Page 22: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

70

3. Range Hasil Pencacahan

Laporan yang berisikan semua hasil pencacahan dalam kisaran atau

range tertentu dalam kurung waktu tertentu, untuk dapat melihat seberapa

besar atau kecil paparan radiasi nuklir berpengaruh pada sample.

Gambar 4.20 Laporan Hasil Range Cacah

Page 23: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

71

4.2.2 Microsoft Access

Pada pembuatan Aplikasi Pencacah Nuklir ini Microsoft Access

digunakan untuk menyimpan data dalam sebuah database. Database dibuat

dengan nama BATAN, dan memiliki 3 tabel. Penggunaan Microsoft Access untuk

menyimpan data dikarenakan penggunaannya yang relatif lebih mudah

dibandingkan dengan MySQL atau SQL Server, dan kapasitasnya diharapkan

mampu menampung data yang akan disimpan. Tabel yang terdapat dalam

database ini adalah :

- Tabel Pegawai

Tabel pegawai digunakan untuk menyimpan seluruh data

pegawai yang dapat melakukan encacahan nuklir. tabel ini berisikan data

– data berupa : NIP, nama, alamat, Tempat Tanggal Lahir, jabatan, no

telp, username, password.

- Tabel Proses Cacah

Tabel proses cacah digunakan untuk menyimpan data hasil

pencacahan yang belum dirata – rata, gunanya agar user dapat

mengetahui darimana hasil rata – dara didapat, tabel ini berisikan data

berupa : tanggal, nama sample, waktu percobaan, percobaan ke, hasil

percobaan, id pegawai(NIP).

Page 24: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

72

- Tabeh Hasil Cacah

Tabel hasil cacah adalah tabel hasil pencacahan yang sudah

dimanipulasi atau diolah, sehingga data yang terdapat pada tabel inilah

yang nantinya digunakan oleh user sebagai parameter tingkat paparan

radiasi yang terkandung pada sample. Data yang terdapat pada tabel ini

adalah : tanggal, waktu, nama sample, waktu pencacahan, hasil

pencacahan, standard deviasi, id pegawai (NIP).

4.2.3 Komponen Crystal Report pada Visual Basic

Selain terdapat aplikasi Crystal Report, pada Visual basic sendiri terdapat

componen Crystal Report untuk menghubungkan Visual Basic dengan Crystal

Report agar laporan yang ditampilkan dapat sesuai dengan keinginan user

sehinggah harus diolah di Visual Basic. Penggunaan Crystal Report sendiri

berhubungan dengan database dalam pengambilan datanya. Karena penggunaan

database tidak menggunakan ODBC maka pengambilan data dilakukan dengan

memilih file database. Selanjutkan memilih tabel apa yang akan digunakan

sebagai acuan dlam pembuatan laporan, karena data yang diambil adalah data

yang hanya berasal dari tabel hasil cacah maka yang dipilih adalah tabel hasil

cacah. Setiap perubahan yang dilakukan pada database, maka pada Crystal Report

database harus diverifikasi ulang.

4.2.4 MSChart

MSChart adalah sebuah komponen pada Visual Basic yang digunakan

untuk menampilkan data pada sebuah grafik.

Page 25: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

73

4.2.5 Komponen Oncomm

Oncomm adalah salah satu komponen pada Visual Basic yang digunakan

untuk melakukan komunikasi serial. Terdapat 2 jenis komunikasi seial, yaitu

komunikasi asynchronous dan synchronous. Dan karena sarana yang digunakan

untuk komunikasi serial adalah RS232, maka komunikasi ini termasuk dalam

komunisai serial asynchronous. Dalam melakukan komunikasi serial dibutuhkan

beberapa pengaturan, diantaranya adalah :

- Rstreshold diberikan nilai 1 untuk membedakan adanya pengiriman data

atau penerimaan data.

- Setting : 9600,n,8,1 yang artinya setiap pengiriman dilakukan dengan

baudrate 9600, dan tidak memiliki bit paritas, data yang dikirimkan adalah

sebanyak 8 bit yang diakhiri oleh bit dengan logika 1 disetiap pengiriman

datanya.

- Baud rate: jumlah perubahan tegangan yang dimungkinkan oleh sinyal

dalam satu detik.

Gambar 4.21 Pengirima Sinyal pada Komunikasi Serial

Page 26: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

74

4.2.6 ADODB dan ADODC

Merupakan beberapa teknik dalam menyambungkan data pada database

didalam Microsoft Access dengan Visual Basic. Pada komunikasi ADODC

sendiri, Visual Basic memiliki komponen ADODC sehingga pengaturan

dilakukan pada propertis yang ada pada ADODC, pada aplikasi ini digunakan

untuk menampilkan data pada tabel. Cara mengakses database melalui ADODC :

1. Memilih propertis ADODC

2. Mengatur connecting string dengan memilih

Provider = Microsoft.Jet.OLEDB.4.0

Database = D : / Batan.mdb

3. Lakukan test koneksi

4. Lakukan pengaturan recordset dengan memilih

Command type : tabel

Tabel : hasil cacah

Pada Tabel ( dalam hal ini datagrid) dilakukan pengaturan seperti ini :

1. Isi datasource pada propertis dengan ADODC1 menandakan datagrid

terhubung dengan ADODC1.

2. Klik kanan pada datagrid dan lakukan pengaturan columns.

Lain halnya koneksi yang dilakukan dengan menggunakan ADODB adalah

koneksi yang dilakukan pada sintax, yaitu dengan mengetikkan :

Sub koneksi(flag As Boolean)

Set conn = New ADODB.Connection

On Error GoTo Handler

If flag = True Then

conn.Open "PROVIDER=MICROSOFT.JET.OLEDB.4.0;PERSIST

SECURITY INFO=FALSE;DATA SOURCE=" & App.Path &

"\batan.mdb"

Page 27: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

75

conn.CursorLocation = adUseClient

Else

conn.Close

End If

Exit Sub

Handler:

MsgBox Err.Description, vbCritical, "Error"

End Sub

4.3 Perancangan Program

4.3.1 Program Utama pada Seluruh Program

Dari proses kerja yang sudah dikerjakan, dapat dibuat sebuah flowchart

yang dapat digunakan untuk memudahkan dalam pembuatan program, maka

dibuatlah flowchart seperti dibawah ini :

Gambar 4.22 flowchart keseluruhan

Program

Page 28: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

76

Gambar 4.19 hanya menjelaskan bagaimana program pengiriman dan

penerimaan data ini berjalan, sedangkan dalam suatu aplikasi pencacah nuklir

tidak hanya dibutuhkan program untuk pencacahan nuklir saja, tapi terdapat

program – program lain pendukungnya, diantaranya adalah :

Gambar 4.23 Flowchart Login

Pada program untuk login, program pada Visual Basic disambungkan ke

database untuk mencocokkan inputan user dengan database. Karena koneksi

yang digunakan anatara Visual Basic dengan database menggunakan ADODB,

maka dari program diatas dibuatlah program seperti dibawah ini :

RS.Open “select * from PEGAWAI where username=’” & Text1.Text &

“’ and pass=’” & Text2.Text & “’”, conn

If Not RS.EOF Then

Label5.Caption = RS!nama

Label5.Visible = False

Page 29: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

77

If RS!UserName = “DEWITA” Then

a = MsgBox(“Selamat Anda Berhasil Login”,

vbInformation, “Pemberitahuan”)

Form6.Show

Toolbar1.Enabled = True

key = True

Else

a = MsgBox(“Selamat Anda Berhasil Login”,

vbInformation, “Pemberitahuan”)

Form5.Show

Toolbar1.Enabled = True

key = True

End If

ElseIf Text1.Text = “” Or Text2.Text = “” Then

a = MsgBox(“Data yang anda isikan belum lengkap”,

vbExclamation + vbOKOnly, “Peringatan!”)

Text1.Text = “”

Text2.Text = “”

Text1.SetFocus

Else

MsgBox “Maaf User atau password salah”, vbExclamation,

“Fatal”

Text1.Text = “”

Text2.Text = “”

Text1.SetFocus

End If

Penjelasan program diatas adalah :

RS.Open digunakan untuk membuka data dari database dengan cara

memfilter sesuai dengan data pada textbox (text1 dan text2), data ditemukan

apabila username dan password benar (ada pada database). Selanjutnya

dimasukkan kedalam kondisi apakah username = DEWITA ? jika benar maka

login akan masuk pada login pimpinan, jika salah maka login akan masuk pada

login petugas biasa. Login tidak dapat dilakukan ketika salah satu atau kedua

textbox kosong.

Form login ini diletakkan pada form MDI yang ada pada Visual Basic,

form ini biasanya digunakan sebagai wadah dari form – form lainnya. Dan

digunakan untuk meletakkan toolbar, karena tidak dapat diletakkan pada form

biasa.

Page 30: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

78

Hal selanjutnya yang paling terpenting dari aplikasi ini adalah proses

pencacahan itu sendiri, seperti yang sudah dijelaskan pada diagram alir (gambar

4.19), pada kenyataannya tidak sesimpel diagram alir seperti diatas. Terdapat

penspesifikasian sehingga menjadi program yang sempurna.

Gambar 4.24 Flowchart input data

Gambar 4.25 Flowchart Nama Sample

Fowchart diatas adalah alur bagaimana sebuah proses persiapan sebelum

dilakukan proses pencacahan, dalam hal ini pengiriman data secara serial. Maksud

return pada flowchart diatas adalah karena flowchart tersebut saling berhubungan

dengan yang lain. setelah pemberian nama sample pengiriman data secara

otomatis berjalan.

Page 31: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

79

Gambar 4.26 Flowchart Pengiriman Data

Pengiriman data pada komunikasi serial dilakukan dengan cara

mengirimkan secara string, dan juga diperlukan adanya kesepakatan antara

mikrokontroler dengan program pada komputer bentuk pengiriman dan

penerimaan data. Pada pembuatan aplikasi ini, keseluruhan data dikirimkan secara

bersamaan, dan cara pemisahan data dilakukan dengan ketentuan setiap 2 digit

data merupakan 1 bagian. Jadi dalam pengiriman terdapat 6 character. Misalnya

saja :

Data pengiriman : 031015

Page 32: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

80

Maka mikrokontroler akan memisahkan, 03 adalah jumlah pencacahan,

sedangkan 1015 menunjukkan bahwa waktu pencacahan dilakukan dalam waktu

10 menit 15 detik.

Gambar 4.27 Flowchart Penerimaan Data dan Penyimpanan Data

Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa pengiriman serial dilakukan

dengan mengirimkan sebuah character. Maka penerimaan pada mscomm juga

satu per satu charakter. Maka diperlukannya penanda bahwa penerimaan data

merupakan 1 hasil pencacahan, hal ini dilakukan dengan pemberian character

Page 33: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

81

“x”. Sebelum dilakukan penyimpanan data, data dioleh terlebih dahulu, karena

data yang disimpan merupakan rata – rata dari hasil pencacahan setiap sample

dalam beberapa percobaan yang dilakukan dalam 1 waktu.

4.3.2 Program Pendukung pada Aplikasi

Pada aplikasi pencacah nuklir terdapat beberapa program pendukung

untuk menyempurnakan aplikasi ini, diantaranya adalah program untuk pencarian

data, menampilkan data sebagai grafik, dan menampilkan data kedalam Microsoft

Excel.

Gambar 4.28 Flowchart Pencarian data

Page 34: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

82

Gambar 4.29 Flowchart Print data

Gambar 4.30 Flowchart Export Data

Page 35: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

83

Pada dasarnya pengolahan export data, print data, dan search data

memiliki kesamaan dalam proses, hanya saja cara memprogramnya yang berbeda,

yaitu :

- Contoh Export Data

Sub ExportExcel()

Dim Excel As Object

Dim book As Object

Dim sheet1 As Object

Dim r As Long

Dim JB As Long

Dim NoPrev As String

Dim j As Long

Set Excel = CreateObject("Excel.Application")

Set book = Excel.Workbooks.Add

Set sheet1 = book.Worksheets(1)

sheet1.Range("A1:H1").Font.Bold = True

sheet1.Range("A1:H1").Value = Array("NO.", "TANGGAL", "JAM",

"NAMA SAMPLE", "WAKTU CACAH", "HASIL CACAH", "STANDART DEVIASI",

"ID PEGAWAI")

j = 0

RS1.Open "select * from hasil_cacah where tanggal >= #" &

Format(Form4.DTPicker1.Value, "mm/dd/yy") & "# and tanggal <= #"

& Format(Form4.DTPicker2.Value, "mm/dd/yy") & "#", conn

If Not RS1.BOF Then

While Not RS1.EOF

j = j + 1

sheet1.Cells(1 + j, 1).Value = j

sheet1.Cells(1 + j, 2).Value = Format(RS1!tanggal, "dd-

MMM-yyyy")

sheet1.Cells(1 + j, 3).Value = Format(RS1!Waktu,

"hh:mm")

sheet1.Cells(1 + j, 4).Value = (RS1!nama_sample)

sheet1.Cells(1 + j, 5).Value = (RS1!waktu_sample)

sheet1.Cells(1 + j, 6).Value = (RS1!HASIL_CACAH)

sheet1.Cells(1 + j, 7).Value = (RS1!STANDART_DEVIASI)

sheet1.Cells(1 + j, 8).Value = (RS1!id_pegawai)

RS1.MoveNext

Wend

End If

sheet1.Columns("A:H").AutoFit

CD.Filter = "Excel files (*.xls)|*.xls"

CD.CancelError = True

On Error Resume Next

CD.ShowSave

Page 36: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

84

If Err Then Exit Sub

book.SaveAs CD.FileName

Excel.Quit

MsgBox "Export Data Selesai", vbInformation, "Informasi"

RS1.Close

End Sub

- Contoh Search Data Private Sub Command1_Click()

Dim RS1 As New ADODB.Recordset

RS1.Open "select * from hasil_cacah where tanggal >= #" &

Format(DTPicker1.Value, "mm/dd/yy") & "# and tanggal <= #" &

Format(DTPicker2.Value, "mm/dd/yy") & "#", conn

Set DataGrid1.DataSource = RS1

End Sub

- Contoh Print Data With CR

.ReportFileName = App.Path & "\hasil cacah sample.rpt"

.RetrieveDataFiles

.WindowState = crptMaximized

.Formulas(0) = "id_pegawai='" & Form4.Label8.Caption & "'"

.Formulas(1) = "tanggal_dari='" & Form4.DTPicker1.Value & "'"

.Formulas(2) = "tanggal_sampai='" & Form4.DTPicker2.Value & "'"

.Formulas(3) = "nama_sample = '" & Form4.Text1.Text & "'"

.SelectionFormula = "{hasil_cacah.tanggal}>=#" &

Format(Form4.DTPicker1.Value, "mm/dd/yy") & "# and

{hasil_cacah.tanggal}<=#" & Format(Form4.DTPicker2.Value,

"mm/dd/yy") & "# and {hasil_cacah.nama_sample} = '" &

Form4.Text1.Text & "'"

.Action = 1

End With

Gambar 4.31 Flowchart Grafik Data

Page 37: BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklirsir.stikom.edu/id/eprint/1415/6/BAB_IV.pdf4.1 Proses Kerja Sistem Pencacah Nuklir . Sistem Pencacah Nuklir adalah sebuah alat

85

Selain program pendukung diatas terdapat juga program pendukung lainnya, yaitu

program menambah data prgawai dan update data pegawai.

Gambar 4.32 Add Pegawai

Gambar 4.33 Update Pegawai