13
BAB IX JIG DAN FIXTURE Jig dan fixture adalah piranti pemegang benda kerja produksi yang digunakan dalam rangka membuat penggandaan komponen secara akurat. Hubungan dan kelurusan yang benar antara alat potong atau alat bantu lainnya, dan benda kerja mesti dijaga. Untuk melakukan ini maka dipakailah jig atau fixture yang didesain untuk memegang, menyangga dan memposisikan setiap bagian sehingga setiap pengeboran, pemesinan dilakukan sesuai dengan batas spesifikasi. Jig didefinisikan sebagai piranti/peralatan khusus yang memegang, menyangga atau ditempatkan pada komponen yang akan dimesin. Alat ini adalah alat bantu produksi yang dibuat sehingga ia tidak hanya menempatkan dan memegang benda kerja tetapi juga mengarahkan alat potong ketika operasi berjalan. Jig biasanya dilengkapi dengan bushing baja keras untuk mengarahkan mata gurdi/bor (drill) atau perkakas potong lainnya (gambar 1A). Pada dasarnya, jig yang kecil tidak dibaut/dipasang pada meja kempa gurdi (drill press table). Namun untuk diameter penggurdian diatas 0,25 inchi, jig biasanya perlu dipasang dengan kencang pada meja. Fixture adalah peralatan produksi yang menempatkan, memegang dan menyangga benda kerja secara kuat sehingga pekerjaan pemesinan yang diperlukan bisa dilakukan. Blok ukur atau feeler gauge digunakan pada fixture untuk referensi/setelan alat potong ke benda kerja (gambar 1B). Fixture harus dipasang tetap ke meja mesin dimana benda kerja diletakkan Asyari Daryus --Proses Produksi II Universitas Darma Persada – Jakarta. 134

BAB IX JIG DAN FIXTURE - ft.unsada.ac.idft.unsada.ac.id/wp-content/uploads/uploads/2008/04/bab9-pp2.pdf · BAB IX JIG DAN FIXTURE Jig dan fixture adalah piranti pemegang benda kerja

  • Upload
    lamdat

  • View
    244

  • Download
    4

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: BAB IX JIG DAN FIXTURE - ft.unsada.ac.idft.unsada.ac.id/wp-content/uploads/uploads/2008/04/bab9-pp2.pdf · BAB IX JIG DAN FIXTURE Jig dan fixture adalah piranti pemegang benda kerja

BAB IX

JIG DAN FIXTURE

Jig dan fixture adalah piranti pemegang benda kerja produksi

yang digunakan dalam rangka membuat penggandaan komponen

secara akurat. Hubungan dan kelurusan yang benar antara alat

potong atau alat bantu lainnya, dan benda kerja mesti dijaga. Untuk

melakukan ini maka dipakailah jig atau fixture yang didesain untuk

memegang, menyangga dan memposisikan setiap bagian sehingga

setiap pengeboran, pemesinan dilakukan sesuai dengan batas

spesifikasi.

Jig didefinisikan sebagai piranti/peralatan khusus yang

memegang, menyangga atau ditempatkan pada komponen yang

akan dimesin. Alat ini adalah alat bantu produksi yang dibuat

sehingga ia tidak hanya menempatkan dan memegang benda kerja

tetapi juga mengarahkan alat potong ketika operasi berjalan. Jig

biasanya dilengkapi dengan bushing baja keras untuk mengarahkan

mata gurdi/bor (drill) atau perkakas potong lainnya (gambar 1A).

Pada dasarnya, jig yang kecil tidak dibaut/dipasang pada meja

kempa gurdi (drill press table). Namun untuk diameter penggurdian

diatas 0,25 inchi, jig biasanya perlu dipasang dengan kencang pada

meja.

Fixture adalah peralatan produksi yang menempatkan,

memegang dan menyangga benda kerja secara kuat sehingga

pekerjaan pemesinan yang diperlukan bisa dilakukan. Blok ukur atau

feeler gauge digunakan pada fixture untuk referensi/setelan alat

potong ke benda kerja (gambar 1B). Fixture harus dipasang tetap ke

meja mesin dimana benda kerja diletakkan

Asyari Daryus --Proses Produksi II Universitas Darma Persada – Jakarta.

134

Page 2: BAB IX JIG DAN FIXTURE - ft.unsada.ac.idft.unsada.ac.id/wp-content/uploads/uploads/2008/04/bab9-pp2.pdf · BAB IX JIG DAN FIXTURE Jig dan fixture adalah piranti pemegang benda kerja

JENIS-JENIS JIG

Jig bisa dibagi atas 2 kelas : jig gurdi dan jig bor. Jig bor

digunakan untuk mengebor lobang yang besar untuk digurdi atau

ukurannya aneh (gambar 2). Jig gurdi digunakan untuk menggurdi

(drilling), meluaskan lobang (reaming), mengetap, chamfer,

counterbore, reverse spotface atau reverse countersink (gambar 3).

Jig dasar umumnya hampir sama untuk setiap operasi pemesinan,

perbedaannya hanya dalam ukuran dan bushing yang digunakan.

Gambar 1. Referensi alat bantu terhadap benda kerja.

Gambar 2. Jig bor.

Asyari Daryus --Proses Produksi II Universitas Darma Persada – Jakarta.

135

Page 3: BAB IX JIG DAN FIXTURE - ft.unsada.ac.idft.unsada.ac.id/wp-content/uploads/uploads/2008/04/bab9-pp2.pdf · BAB IX JIG DAN FIXTURE Jig dan fixture adalah piranti pemegang benda kerja

Jig gurdi bisa dibagi atas 2 tipe umum yaitu tipe terbuka dan tipe

tertutup. Jig terbuka adalah untuk operasi sederhana dimana benda

kerja dimesin pada hanya satu sisi. Jig tertutup atau kotak digunakan

untuk komponen yang dimesin lebih dari satu sisi

Gambar 3. Operasi umum jig gurdi.

Jig template adalah jig yang digunakan untuk keperluan akurasi.

Jig tipe ini terpasang diatas, pada atau didalam benda kerja dan tidak

diklem (gambar 4). Template bentuknya paling sederhana dan tidak

mahal. Jig jenis ini bisa mempunyai bushing atau tidak.

Gambar 4. Jig Template.

Asyari Daryus --Proses Produksi II Universitas Darma Persada – Jakarta.

136

Page 4: BAB IX JIG DAN FIXTURE - ft.unsada.ac.idft.unsada.ac.id/wp-content/uploads/uploads/2008/04/bab9-pp2.pdf · BAB IX JIG DAN FIXTURE Jig dan fixture adalah piranti pemegang benda kerja

Jig plate sejenis dengan template, perbedaannya hanya jig jenis

ini mempunyai klem untuk memegang benda kerja. (gambar 4).

Gambar 5. Jig plate.

Jig plate kadang-kadang dilengkapi dengan kaki untuk menaikkan

benda kerja dari meja terutama untuk benda kerja yang besar. Jig

jenis ini disebut jig table/meja (gambar 6).

Jig sandwich adalah bentuk jig plate dengan pelat bawah. Jig

jenis ini ideal untuk komponen yang tipis atau lunak yang mungkin

bengkok atau terlipat pada jig jenis lain (gambar 7).

Gambar 7. Jig sandwich.

Jig angle plate (pelat sudut) digunakan untuk memegang

komponen yang dimesin pada sudut tegak lurus terhadap mounting

locatornya (dudukan locator) yaitu dudukan untuk alat penepatan

posisi benda kerja. Gambar 8 adalah jig jenis ini. Modifikasi jig jenis

Asyari Daryus --Proses Produksi II Universitas Darma Persada – Jakarta.

137

Page 5: BAB IX JIG DAN FIXTURE - ft.unsada.ac.idft.unsada.ac.id/wp-content/uploads/uploads/2008/04/bab9-pp2.pdf · BAB IX JIG DAN FIXTURE Jig dan fixture adalah piranti pemegang benda kerja

ini dimana sudut pegangnya bisa selain 90 derjat disebut jig pelat

sudut modifikasi dan diperlihatkan oleh gambar 9.

Gambar 6. Jig meja.

Gambar 8. Jig pelat sudut. Gambar 9. Jig pelat sudut dimodifikasi

Asyari Daryus --Proses Produksi II Universitas Darma Persada – Jakarta.

138

Page 6: BAB IX JIG DAN FIXTURE - ft.unsada.ac.idft.unsada.ac.id/wp-content/uploads/uploads/2008/04/bab9-pp2.pdf · BAB IX JIG DAN FIXTURE Jig dan fixture adalah piranti pemegang benda kerja

Jig kotak atau jig tumble, biasanya mengelilingi komponen

(gambar 10). Jig jenis ini memungkinkan komponen dimesin pada

setiap permukaan tanpa memposisikan ulang benda kerja pada jig.

Jig Channel adalah bentuk paling sederhana dari jig kotak

(gambar 11). Komponen dipegang diantara dua sisi dan dimesin dari

sisi ketiga.

Gambar 10. jig kotak atau tumble.

Gambar 11. Jig kanal.

Jig daun (leaf) adalah jig kotak dengan engsel daun untuk

kemudahan pemuatan dan pelepasan (gambar 12). Jig daun

biasanya lebih kecil dari jig kotak.

Jig indexing digunakan untuk meluaskan lobang atau daerah

yang dimesin lainnya disekeliling komponen (gambar 13). Untuk

melakukan ini, jig menggunakan komponen sendiri atau pelat

referensi dan sebuah plunger. Jig indexing yang besar disebut juga

jig rotary.

Asyari Daryus --Proses Produksi II Universitas Darma Persada – Jakarta.

139

Page 7: BAB IX JIG DAN FIXTURE - ft.unsada.ac.idft.unsada.ac.id/wp-content/uploads/uploads/2008/04/bab9-pp2.pdf · BAB IX JIG DAN FIXTURE Jig dan fixture adalah piranti pemegang benda kerja

Jig Trunnion adalah jenis jig rotary untuk komponen yang besar

atau bentuknya aneh (gambar 14). Komponen pertama-tama

diletakkan didalam kotak pembawa dan kemudian dipasang pada

trunnion.

Jig pompa adalah jig komersial yang mesti disesuaikan oleh

pengguna (gambar 15). Pelat yang diaktifkan oleh tuas membuat alat

ini bisa memasang dan membongkar benda kerja dengan cepat.

Gambar 12. Jig daun.

Gambar 13. Jig indeks.

Asyari Daryus --Proses Produksi II Universitas Darma Persada – Jakarta.

140

Page 8: BAB IX JIG DAN FIXTURE - ft.unsada.ac.idft.unsada.ac.id/wp-content/uploads/uploads/2008/04/bab9-pp2.pdf · BAB IX JIG DAN FIXTURE Jig dan fixture adalah piranti pemegang benda kerja

Jig multistation (stasion banyak) mempunyai bentuk seperti

gambar 16. Ciri utama jig ini adalah cara menempatkan benda kerja.

Ketika satu bagian menggurdi, bagian lain meluaskan lubang

(reaming) dan bagian ketiga melakukan pekerjaan counterbore.

Satsion akhir digunakan untuk melepaskan komponen yang sudah

selesai dan mengambil komponen yang baru.

Gambar 14. Jig trunnion.

Gambar 15. Jig pompa.

JENIS-JENIS FIXTURE

Jenis fixture dibedakan terutama oleh bagaimana alat bantu ini

dibuat. Perbedaan utama dengan jig adalah beratnya. Fixture dibuat

Asyari Daryus --Proses Produksi II Universitas Darma Persada – Jakarta.

141

Page 9: BAB IX JIG DAN FIXTURE - ft.unsada.ac.idft.unsada.ac.id/wp-content/uploads/uploads/2008/04/bab9-pp2.pdf · BAB IX JIG DAN FIXTURE Jig dan fixture adalah piranti pemegang benda kerja

lebih kuat dan berat dari jig dikarenakan gaya perkakas yang lebih

tinggi.

Fixture pelat adalah bentuk paling sederhana dari fixture (gambar

17). Fixture dasar dibuat dari pelat datar yang mempunyai variasi

klem dan locator untuk memegang dan memposisikan benda kerja.

Konstruksi fixture ini sederhana sehingga bisa digunakan pada

hampir semua proses pemesinan.

Gambar 16. jig multi-stasion.

Gambar 17. Fixture plate.

Asyari Daryus --Proses Produksi II Universitas Darma Persada – Jakarta.

142

Page 10: BAB IX JIG DAN FIXTURE - ft.unsada.ac.idft.unsada.ac.id/wp-content/uploads/uploads/2008/04/bab9-pp2.pdf · BAB IX JIG DAN FIXTURE Jig dan fixture adalah piranti pemegang benda kerja

Fixture pelat sudut adalah variasi dari fixture pelat (gambar 18).

Dengan fixture jenis ini, komponen biasanya dimesin pada sudut

tegak lurus terhadap locatornya. Jika sudutnya selain 90 derjat,

fixture pelat sudut yang dimodifikasi bisa digunakan (gambar 19)

Gambar 18. Fixture pelat sudut.

Gambar 19. Fixture pelat sudut modifikasi.

Gambar 20. Fixture vise-jaw.

Asyari Daryus --Proses Produksi II Universitas Darma Persada – Jakarta.

143

Page 11: BAB IX JIG DAN FIXTURE - ft.unsada.ac.idft.unsada.ac.id/wp-content/uploads/uploads/2008/04/bab9-pp2.pdf · BAB IX JIG DAN FIXTURE Jig dan fixture adalah piranti pemegang benda kerja

Fixture vise-jaw, digunakan untuk pemesinan komponen kecil

(gambar 20). Dengan alat ini, vise jaw standar digantikan dengan jaw

yang dibentuk sesuai dengan bentuk komponen.

Gambar 21. Fixture Indeks.

Gambar 22. Komponen mesin dengan menggunakan fixture indeks.

Fixture indexing mempunyai bentuk yang hampir sama dengan jig

indexing (gambar 21). Fixture jenis ini digunakan untuk pemesinan

komponen yang mempunyai detail pemesinan untuk rongga yang

detil. Gambar 22 adalah contoh komponen yang menggunakan

fixture jenis ini.

Asyari Daryus --Proses Produksi II Universitas Darma Persada – Jakarta.

144

Page 12: BAB IX JIG DAN FIXTURE - ft.unsada.ac.idft.unsada.ac.id/wp-content/uploads/uploads/2008/04/bab9-pp2.pdf · BAB IX JIG DAN FIXTURE Jig dan fixture adalah piranti pemegang benda kerja

Fixture multistation, adalah jenis fixture untuk kecepatan tinggi,

volume produksi tinggi dimana siklus pemesinan kontinyu. Fixture

duplex adalah jenis paling sederhana dari jenis ini dimana hanya ada

dua stasiun (gambar 23). Mesin tersebut bisa memasang dan

melepaskan benda kerja ketika pekerjaan pemesinan berjalan. Misal,

ketika pekerjaan pemesinan selesai pada stasiun 1, perkakas

berputar dan siklus diulang pada stasiun 2. Pada saat yang sama

benda kerja dilepaskan pada stasiun 1 dan benda kerja yang baru

dipasang.

Gambar 23. Fixture duplex.

Gambar 24. Fixture Profil.

Fixture profil, digunakan mengarahkan perkakas untuk

pemesinan kontur dimana mesin secara normal tidak bisa

Asyari Daryus --Proses Produksi II Universitas Darma Persada – Jakarta.

145

Page 13: BAB IX JIG DAN FIXTURE - ft.unsada.ac.idft.unsada.ac.id/wp-content/uploads/uploads/2008/04/bab9-pp2.pdf · BAB IX JIG DAN FIXTURE Jig dan fixture adalah piranti pemegang benda kerja

melakukan. Kontur bisa internal atau eksternal. Gambar 24

memperlihatkan bagaimana nok/cam secara akurat memotong

dengan tetap menjaga kontak antara fixture dan bantalan pada pisau

potong fris.

Klasifikasi Fixture

Fixture biasanya diklasifikasikan berdasarkan tipe mesin yang

menggunakannya. Misal, fixture yang digunakan pada mesin milling

disebut fixture milling. Fixture bisa juga diklasifikasikan dengan

subklasifikasi. Misal, jika pekerjaan yang dilakukan adalah milling

stradle maka fixture disebut straddle milling fixture.

Berikut ini adalah list operasi produksi yang menggunakan fixture:

Assembling Lapping

Boring Milling

Broaching Planing

Drilling Sawing

Forming Shaping

Gauging Stamping

Grinding Tapping

Heat treating Testing

Honing Turning

Inspecting Welding

Asyari Daryus --Proses Produksi II Universitas Darma Persada – Jakarta.

146