Bangunan Bertingkat tinggi

  • View
    39

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Bangunan Bertingkat tinggi

Sistem Struktur Bangunan Bertingkat TinggiSistem Struktur Bangunan Bertingkat TinggiDalam perencanaan pembangunan gedung bertingkat ada beberapa factor yang dipertimbangkan sebelum membangunan, yaitu Sistem Konstruksi Bangunan yang merupakan factor pendukung utama agar dapat berdirinya bangunan bertingkat sesuai yang diharapkan tetapi ada bebrapa hal yang perlu diketahuai dalam sistem konstruksi Bangunan.A. Type sistem struktur bangunan bertingkat tinggi :1. Dinding pendukung sejajarPararel bearing wall2. Inti dan dinding pendukung fasadeCore and fasade bearing wall3. Boks Berdiri sendiriSelf support box4. Plat terkantileverCantilevered slab5. Plat rataFlat slab6. Interspasialinterspatial7. Gantungsuspention8. Rangka Selang SelingStaggered truss9. Rangka KakuRigid frame10. Rangka Kaku dan IntiRigid frame and core11. Rangka TrussedTrussed frame12. Rangka Belt trussed dan intiBelt trussed frame and core13. Tabung dalam tabungTube in tube14. Kumpulan tabungBundled tubiDari ke_!4 tipe system konstruksi memiliki peranan penting dalam berdirinya suatu bangunan karena system konstruksi yang dipaparkan diatas saling berkaitan antara satu dengan yang lain demi keutuhan dalam struktur konstruksi bangunannya.B. Adapun beberapa type struktur konstruksi yang dapat dijelaskan yaitu :1 Desain Rangka KakuStruktur rangka adalah jenis struktur yang tidak efisien apabila digunakan untuk beban lateral yang sangat besar. Untuk memikul beban yang demikian akan lebih efisien menambahkan dinding geser (shear wall) atau pengekang diagonal (diagonal bracing) pada struktur rangka. Apabila persyaratan fungsional gedung mengharuskan penggunaan rangka, maka dimensi dan geometri umum rangka yang akan didesain sebenarnya sudah dipastikan. Masalah desain yang utama adalah pada penentuan tiitik hubung, jenis material dan ukuran penampang struktur.Sistem rangka kaku murni dalam perkembangannya tidak praktis untuk bangunan yang lebih tinggi dari 30 lantai. Berbagai sistem telah diterapkan dengan menggunakan dinding geser didalam rangka untuk menahan beban lateral. Dinding ini terbuat dari beton atau rangka baja. Bentuknya bisa berupa inti interior tertutup, mengelilingi ruang lift atau ruang tangga, atau bisa berupa dinding sejajar di dalam bangunan, bahkan bisa juga berupa rangka fasade vertikal.

Untuk bangunan apartement, kebutuhan jaringan akan fungsi dan utilitas cenderung tetap, tetapi untuk bangunan komersial membutuhkan fkelsibilitas dalam hal tata letak yang memerlukan ruang terbuka yang cukup lebar dengan dinding partisi yang dapat dipindah-pindah. Untuk yang menggunakan sistem struktur inti, inti dapat dipergunakan untuk menempatkan sistem transportasi vertikal, tangga, wc, shaft, dan jaringan utilitas lainnya sehingga kadang bangunan mempunyai inti yang lebih dari satu.

Beberapa bangunan tinggi menggunakan inti dan rangka. Dari segi perilaku denah ini diterapkan untuk memuaskan sistem plat datar atau dinding rangka geser bersama belt trusses.Inti dapat terbuat dari beton , baja atau konbinasi antara betoin dan baja. Keuntungan inti baja, dalam perakitan lebih cepat karena pabrikasi. Sedangkan inti dari beton menghasilkan ruang yang sekaligus memikul beban. Juga dapat dipakai untuk perlindungan saat kebakaran.

Bentuk denah yang bermcam-macam menungkinkan perletakan sejumlah inti bangunan. Sistem inti ini dikaitkan dengan bentuk bangunan yang diatur menurut letaknya.1. Letak inti :- inti fasade eksterior (diluar)- inti interior : inti fasade (sekeliling)- inti didalam bangunan2. Jumlah inti :- inti tunggal- inti terpisah- inti banyak3. Bentuk inti :- inti tertutup : bujur sangkar, persegi panjang, bulat, segitiga- inti bentuk terbuka : bentuk X, I dan [- Brntuk inti disesuaikan dengan bentuk bangunanSusunan inti : - Simetris- Asimetris2. Dinding dan PlatDinding dan pelat datar adalah struktur kaku pembentuk permukaan. Dinding pemikul beban biasanya dapat memikul baik beban arah vertikal maupun beban lateral (gempa, angin dan lain-lain)Pelat datar biasanya digunakan secara horisontal dan memikul beban sebagai lentur, dan meneruskannya ke tumpuan. Struktur pelat biasanya terbuat dari beton bertulang atau baja.

Gambar 3.13 Pelat bangunan gedung.3. Struktur TabungPerkembangan mutakhir dalam rancangan struktur tabung, dikembangkan oleh Fazlur Khan. Saat ini , 4 dari 5 bangunan tinggi di dunia menggunakan struktur tabung. Bangunan tinggi itu diantaranya Hancock Building, Sears Building, Standard Oil Building. Sistem ini lebih efisien karena penggunaan bahan bangunan per m2 hampir sebanding dengan dengan jumlah yang digunakan untuk bangunan rangka yang besarnya separuh dari bangunan diatas.Dalam sistem ini, tabung dianggap fasade struktur bertindak terhadap beban lateral. Dinding eksterior dapat berfungsi sebagai penahan beban angin sehingga pengaku diagonal interior dapat ditiadakan.Dinding tabung terbuat dari kolom berjejer yang berdekatan di sekeliling bangunan yang diikat oleh balok pengikat. Sehingga kekakuan dinding fasade ini sedemikian tinggiTabung eksterior ini dapat memikul semua beban lateral.Pada dasarnya struktur tabung terbagi menjadi 2 besar yaitu : Tabung Kosong Tabung dengan pengaku interior

Tabung kosong terbagi dalam :1. Tabung rangka (frame tube)2. Tabung truss (trussed tube), dalam sistem ini terbagi menjadi : Tabung rangka kolom diagonal dan tabung rangka lattice4. Hubungan kolom dengan balok;

o Konstruksi kolom dalam struktur berhubungan dengan balok, terus sampai kepada ketinggian bangunan yang direncanakan. Dapat juga kolom konstruksi dipasangkan stek sebagai pekerjaan kolom konstruksi selanjutnya, tetapi pemasangannya kurang efisien.o Pemasangan konstruksi kolom pada saat dipasangkan bekisting, harus betul - betul berdirinya tegak dan pemasangan beton deking harus baik sehingga jika bekisting kolom ini dibuka hasil pengecoran kolomnya tidak mengalami kropos.a. Hal lain yang perlu diperhatikan pemasangan stek pada kolom tersebut untuk keperluan dalam pemasangan dinding bata sebagai perkuatannya.b. Pembesian balok portal yang berhubungan dengan kolom - kolom konstruksi agar memperhatikan posisi pembesian di daerah momen positip atau pada daerah tarikan begitu juga jarak dari sengkang atau cincinnya harus diperhatikan.i. Jika pada konstruksi balok portal yang membentang cukup panjang harus memperhatikan ZAKING, atau antisipasi pada kejadian lentur dikemudian hari setelah bekisting dibuka setelah umur beton sudah diliwati.ii. Hal yang perlu diperhatikan pada saat pelaksanaan khusus mengenai mutu beton yang akan dipakai agar melakukan percobaan slump test, begitu juga pada saat pengecoran berlangsung, harus menggunakan adukan 1 Pc: 2 Ps:3 Kr serta melakukan test kubus beton atau test silinder agar karakteristik betonnya dapat dicapai sesuai dengan persyaratan.

5. Kolom PortalKolom portal harus dibuat menerus dari lantai bawah sampai lantai atas, artinya letak kolom - kolom portal tidak boleh digeser pada tiap lantai, karena hal ini akan menghilangkan sifat kekakuan dari struktur rangka portalnya. Jadi harus dihindarkan denah kolom portal yang tidak sama untuk tiap - tiap lapis lantai. Ukuran kolom makin ke atas boleh makin kecil, sesuai dengan beban bangunan yang didukungnya makin ke atas juga makin kecil. Perobahan dimensi kolom harus dilakukan pada lapis lantai, agar pada satu lajur kolom mempunyai kekakuan yang sama.

Balok portal merangkai kolom - kolom menjadi satu kesatuan. Balok menerima seluruh beban dari plat lantai dan meneruskan ke kolom - kolom pendukung. HUbungan balok dan kolom adalah jepit - jepit, yaitu suatu sistem dukungan yang dapat menahan Momen, Gaya vertical dan Gaya horizontal. Untuk menambah kekakuan balok, di bagian pangkal pada pertemuan dengan kolom, boleh di tambah tebalnya.

C. Beberapa Bangunan bertingkat dengan tipe system struktur yang digunakan

1. RYUGYONG HOTEL, Pyongyang, Korea Utara

Bangunan: Hotel RyugyongLokasi: Pyongyang Korea UtaraUnder Construction: 1987-1992 (Pada terhenti sejak 1992)Arsitek: Arsitek Baikdoosan & Engineers

Kontraktor: Arsitek Baikdoosan & Engineers105 pencakar langit lantainya saat ini sedang dibangun dengan beton bertulang dan tertutup kaca cermin dan merupakan struktur terbesar di negara ini. Struktur ini terdiri dari tiga sayap, masing-masing berukuran 330 kaki panjang dan miring pada sudut 75 yang bertemu untuk membentuk puncak.

2. BANGUNAN TINGGI DI INDONESIA

Indonesia memiliki banyak bangunan tinggi. Sistem struktur yang lazim dipakai ialah sistem struktur rigid frame dan flat slab. Walaupun ketinggiannya tidak sefenomenal bangunan-bangunan tinggi yang ada di Dubai, Cina, Malaysia dan negara-negara asia lainnya namun bangunan-bangunan tinggi di Indonesia patut diperhitungkan dari segi efisiensi dan fungsionalitasnya.

Salah satu contoh bangunan tinggi di Indonesia ialah Wisma BNI 46 di Jakarta. Bangunan ini memiliki ketinggian 262 m (hingga pucuk antena) dengan jumlah lantai sebanyak 48 lantai. Menara dengan fungsi perkantoran ini dirancang oleh Zeidler Roberts Partnership dan DP Architects Ltd.

Berdasarkan tabel perbandingan jumlah lantai dan sistem struktur yang digunakan, bangunan tinggi Wisma BNI 46 termasuk dalam kategori efisien. Sistem struktur utama rangka kaku beton dibandingkan dengan jumlah lantai 48 buah dengan sistem pengkaku tambahan seperti dinding geser merupakan sistem struktur yang cukup tepat dipakai.

Dengan demikian, pemilihan sistem struktur dan bahan utama seperti beton atau baja mempengaruhi efisiensi ketinggian lantai yang optimal. Teknologi beton dan baja sudah berkembang baik dan banyak diterapkan di Indonesia. Dengan perbandingan sistem struktur yang sudah dilakukan oleh Fazlur Khan tentu dapat banyak membantu pembangunan gedung-gedung tinggi di Indonesia dalam mencapai efisiensinya, dan yang penting adalah bagaimana bangsa Indonesia terus mengembangkan teknologi tersebut dalam kaitannya d