BARANG BARANG BERBAHAYA

  • View
    734

  • Download
    64

Embed Size (px)

Transcript

BARANG BARANG BERBAHAYA (DANGEROUS GOOD)

PREPARE BY Gede Suandha.

PENDAHULUAN Peranan angkutan udara dalam perpindahan muatan dari tempat asal menuju ketempat tujuan, menjadi sangat berarti karena mempunyai kemampuan jarak jangkau yang sangat singkat. Karena kemampuan tersebut diatas, membuka peluang cukup besar terhadap lalu lintas penumpang dan barang/bahan, dari satu negara ke negara lain, termasuk didalamnya pengangkutan barang/bahan berbahaya. Seperti kita ketahui bersama, Bandar udara merupakan tempat perpindahan penumpang dan muatan pesawat udara temasuk barang berbahaya. Mengingat banyaknya jenis dan sifat barang bebahaya maka diperlukan personil yang cakap, sarana penunjang dan koordinasi yang baik didalam penanganan barang berbahaya di bandar udara atau ditempat tempat pergerakan helicopter yang lainnya. Kondisi yang tidak sesuai persyaratan dalam pengangkutan barang berbahaya dengan pesawat udara akan menimbulkan bahaya terhadap keselamatan penerbangan dan personil bandar udara. Dengan tujuan untuk menunjang perusahan penerbangan atau organisasi bandar udara dalam upaya untuk meningkatkan keselamatan penerbangan dan melancarkan transportasi secara effectipe dan effisien serta mengurangi atau mencegah sekecil mungkin timbulnya kecelakaan terhadap pesawat, manusia dan harta benda.

PERSYARATAN Definisi dari bahan/barang berbahaya adalah barang/bahan yang dapat membahayakan kesehatan, keselamatan jiwa dan harta benda serta keamanan dan keselamatan penerbangan. Pengangkutan bahan/barang berbahaya dengan pesawat udara sipil mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang ada antara lain:

Internasional (ICAO). 1. ANNEX 18 - The safe transport of dangerous good by air.

2. Doc 2984 AN/905 - Technical Instruction for the safe Transport of dangerous goods By air. Dalam kedua panduan diatas datur tentang lingkup pemberlakuan: Klasifikasi barang/bahan. Pembatasan dalam pengangkutan Pengemasan Pelabelan. Penandaan. Tanggung jawab pengangkutan. Tanggung jawab operator pesawat udara. Tata cara pemberitahuan, program latihan.

3. Doc 9375 - AN/913 Book 1 4 ICAO Dangerous goods Training Programme. 4. Doc 9481 - AN/928 ICAO - Emergency Response Guidance for Aircraft incidents Involving Dangerous Goods.

5. Dangerous Goods Regulation (IATA Resolution 618). 6. IATA Dangerous Goods Training Programme Book 1 4.

Nasional. 1. SKEP/275/XII/1998 Tentang pengangkutan Bahan/Barang Berbahaya dengan pesawat udara. SKEP ini terdiri dari 5 BAB dan 13 pasal, Yaitu: BAB I BAB II Ketentuan umum. Penyelenggaraan pengangkutan bahan dan/atau barang berbahaya. Bagian pertama wewenang dan tanggung jawab (pasal 2). Bagian kedua persyaratan pengangutan bahan dan/atau bahan Berbahaya (pasal 3, 4, 5). Bagian ketiga persyaratan penempatan di pesawat udara (pasal6). Bagian keempat persyaratan penyimpanan dibandar udara (pasal7). Bagian kelima kewajiban dan tanggung jawab pengangkut (pasal8). BAB III Tata cara memperoleh surat persetujuan (pasal 9, 10 ). BAB IV Ketentuan peralihan ( pasal 11). BAB V Ketentuan penutup ( pasal 12 , 13 ).

2. SKEP/293/XI/1999 Tentang sertifikasi kecakapan petugas penanganan pengangkutan bahan dan/atau barang berbahaya dengan pesawat udara. SKEP ini terdiri dari: XI BAB dan 33 pasal. Yaitu: BAB I BAB II Ketentuan umum (pasal 1) Sertificate kecakapan terdiri dari 8 pasal (pasal 2- 9).

Bagian pertama Ketentuan sertificate kecakapan (pasal 2). 1. Pengidentifikasian, pengklasifikasian, penggunaan kemasan, Pelabelan, pemarkaan, pembuatan document, pengechekan dokument, atau

penempatan bahan dan/ atau barang berbahaya yang akan diangkut dengan pesawat udara dilakukan oleh petugas yang telah memiliki sertifikat kecakapan yang sah,dan masih berlaku. 2. Sertifikat kecakapan sebagai mana dimaksud dalam ayat (1) dibagi dalam: a. Sertifikat kecakapan petugas penanganan pengangkutan bahan dan/atau barang berbahaya A (Sertifikat keca kapan A) untuk: Shippers staff. Air line cargo acceptance staff. Cargo agent staff. Postal acceptance staff dan - Packers.

b. Sertifikat kecakapan petugas penanganan pengangkutan bahan dan/atau barang berbahaya B(Sertifikat kecakapan B) untuk: Warehouse staff dan Loading/unloading supervisor.

Sertipikat kecakapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 Ayat (2) berlaku selama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang (pasal 3) BAB III. Pendidikan dan pelatihan (pasal 10 & 11) 1. Shipper staff, airline cargo acceptance staff, cargo agent staff, postel acceptance staff dan packers yang diberi tugas untuk melaksanakan pengidifikasian, pengklasifikasian, penggunaan kemasan, pelabelan,

pemarkaan, pembuatan document, atau pengechekan dokumen, bahan/atau barang berbahaya yang akan diangkut dengan pesawat udara wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan bidang penanganan bahan dan/atau barang berba haya program A(Dangerous Goods Programme A). 2. Warehouse staff dan loading/unloading supervisor yang diberi tugas untuk melaksanakan pengecekan document atau penempatan bahan dan/atau barang berbahaya yang akan diangkut dengan pesawat udara, wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan bidang penanganan bahan dan /atau barang berbahaya program B.(Dangerous Goods training Program B). 3. Flight crew, flight attendant, passengers handling staff, loading personil, load planners, aircraft material store staff, pax & baggage screening staff, wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan bidang penanganan bahan dan/ atau barang berbahaya. (Dangerous Goods Training Programme ) 4. Pendidikan dan pelatihan sebagaimana maksud dalam ayat (3) tidak untuk memperoleh sertifikat kecakapan. BAB IV Ujian dan penguji ( pasal 12, 13, 14, 15, 16, ) BAB V BAB VI Bentuk buku sertifikat kecakapan (pasal 17). Kewajiban pemegang sertifikat kecakapan (pasal18)

BAB VII Sangsi ( pasal 19, 20, 21, 22 ). BAB VIII Tata cara memperpanjang dan memperbaharui sertifikat kecaakapan (23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30). BAB IX Ketentuan lain lain. (pasal 31). BAB X Ketentuan peralihan. (pasal 32).

BAB XI

Ketentuan penutup ( pasal 33).

PENGANGKUTAN. Bahan dan/atau barang berbahaya dibagi dalam emapat katagori antara lain: 1. Dapat diangkut dengan pesawat udara (Dangerous Goods Acceptable). 2. Dilarang diangkut dengan pesawat udara dengan batasan ketentuan.(Dangerous Goods forbidden Under any Cyrcumstance). 3. Dilarang diangkut dengan pesawat udara kecuali mendapat persetujuan pemerintah. (Dangerous Goods Forbidden unless Exemted). 4. Dapat diangkut dengan pesawat udara dengan mendapat perkecualian. (Dangerous Goods Excepted).

1. Dapat diangkut dengan pesawat udara: Banyak jenis bahan dan/atau barang berbahaya yang dapat diangkut dengan pesawat udara dengan mengikuti persyaratan-persyaratan tentang pengangkutan bahan dan/atau barang berbahaya dengan pesawat udara sipil. Persyaratan persyaratan tersebut antara lain: Klasifikasi Marka Kemasan Label

Daftar dan bahan dan/atau barang berbahaya ( List of Dangerous Goods) baik yang ada dalam Technical Instruction ICAO maupun IATA menguraikan tentang persyaratanpersyaratan pengangkutan.

2. Dilarang diangkut dengan pesawat udara dengan batasan ketentuan: Bahan dan/atau barang berbahaya yang dilarang diangkut denga pesawat udara, dengan batasan ketentuan antara lain : a. Bahan peledak yang dapat terbakar atau berubah bentuk jika dipanaskan pada temperatur 75 C selama 48 jam. b. Bahan peledak yang mengandung chlorates dan Ammonium salt c. Bahan peledak yang mengandung campuran Chlorates dengan Obosphorus. d. Bahan peledak padat yang diklasifikasikan sangat sensitive terhadap goncangan mechanis. e. Bahan peledak cair yang diklafikasikan cukup sensitive terhadap goncangan mekanis. f. Beberapa bahan yang selama pengakutan dapat menjadi berbahaya dengan menimbulkan panas atau gas pada kondisi normal dalam penerbangan. g. Radio aktip cair seperti Pyrophoric. h. Padat mudah terbakar dan mengadung organic peroksida.

3. Dilarang diangkut dengan pesawat udara kecuali mendapat persetujuan Pemerintah. Bahan dan/atau barang berbahaya yang dilarang diangkut dengan pesawat udara, dapat diangkut jika mendapatkan persetujuan dari Pemerintah. Bahan dan/atau barang berbahaya yang dilarang tetapi dapat diangkut dengan persetujuan/pembebasan dari Pemerintah, antara lain:

a. Bahan berbahaya yang dilarang diangkut berdasarkan table bahan dan/atau barang berbahaya. (List of Dangerous Goods). b. Beberapa bahan radio aktip juga sebagai peledak. c. Binatang terinfeksi. 4. Dapat diangkut dengan pesawat udara dengan mendapatkan perkecualian. Beberapa bahan dan/atau barang berbahaya yang dapat diangkut dengan pesawat udara dengan perkecualian antara lain: A. Bahan atau barang yang dibawa oleh penumpang atau awak pesawat (lamp. 1) B. Dalam pos udara(Air mail). Universal Postal Union Convention melarang bahan dan/atau barang berbahaya dikirim melalui pos udara. Beberapa bahan dan/atau barang berbahaya dapat diangkut melalui pos udara dengan mengikuti persyaratan pengangkutan bahan dan/atau barang berbahaya. C. Bahan/barang operator (untuk keperluan pesawat udara) antara lain. I. Barang berbahaya untuk operator. a. Bahan atau barang yang diklasifikasikan sebagai barang berbahaya tetapi dipergunakan didalam pesawat udara berkaitan dengan persyaratan kelaikan dan peraturan operasi. b. Minuman beralkohol, parfum dan colognes, yang dibawa dalam pesawat penumpang oleh operator untuk dijual selama dalam penerbangan. c. Dry ice yang dipergunakan sebagai pendingin makanan dan minuman Catering pesawat udara.

II. Barang bawaan penumpang atau awak pesawat udara. a. Minuman beralkohol yang dibawa penumpang atau crew dalam bagasi cabin atau bagasi check in yang dikemas setiap bottle tidak lebih dari 0.5 liter. b. Obat-obatan atau bahan keperluan toilet yang dibawa dalam bagasi cabin atau bagasi check in total jumlah bersih yang dibawa oleh setiap penumpang atau crew untuk obat dan