Bengkalis KIE Dr.siska

  • View
    216

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

a

Text of Bengkalis KIE Dr.siska

  • Strategi Komunikasi dalam peningkatan cakupan imunisasi rutin

    SEKSI SURVEILANS DAN KESEHATAN MATRADINAS KESEHATAN PROVINSI RIAU

  • Key Issues Findings, 2011-2012 Java Drop Out Survey Kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya imunisasiInformasi terkait imunisasi yang beredar banyak yang tidak tepatPetugas kesehatan tidak memberikan informasi tentang imunisasi, Pesan yang tidak efektif, tidak sesuai kebutuhan masyarakatKurangnya dukungan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

  • Crosscutting ThemesPendekatan berdasarkan HAM (Hak Azasi Manusia)Persamaan genderPartisipasi Masyarakat

  • Pendekatan Strategi Komunikasi

    Berdasarkan data dan faktaBerorientasi HasilBermitra dengan potensial lokal groupSharing informasi dengan publik dan masyarakatSebagai instrumen yg efektif untuk mempengaruhi perilaku seseorang

  • Pentingnya Strategi Komunikasi ImunisasiAgar memastikan orang tua dan pengasuh :Terinformasi manfaat imunisasi dan bahayanya jika tidak mendapatkan imunisasi lengkap.Mengetahui ketersediaan akses pelayanan imunisasi di wilayahnya (jumlah kunjungan dan jarak waktu mendapatkan imunisasi lengkap)Mengetahui peran dan tanggung jawab dalam melindungi kesehatan tumbuh kembang anaknya.Termotivasi untuk mengimunisasikan anaknya secara lengkap

  • Social Ecological Model

    Figure 1. The Social Ecological Model (source: UNICEF /EAPRO Regional Communication Guide 2013)

  • Level Individu dan InterpersonalMasyarakat , kader, nakes dengan tingkat pendidikan yang rendah

    Masyarakat di daerah terpencil susah terjangkau

    Kurangnya pengetahuan orang tua/pengasuh tentang imunisasi dan jadwalnya

    Kurangnya keterlibatan ayah/kakek terutama daerah yang menganut patriarki

    Informasi yang kurang

    Kurangnya komunikasi antara nakes dengan orang tua terutama terkait penggunaan bahasa lokal

  • MasyarakatKurangnya dukungan dari TOMA, TOGA

    Informasi yang salah tentang keamanan vaksin dengan alasan budaya dan agama

    Partisipasi di tingkat masyarakat masih rendah terutama para pemangku kepentingan di masyarakat, TOMA, TOGA, orang tua,

    Kurangnya koordinasi antara nakes dan kader

  • Level OrganisasiKetidakhadiran nakes dan kader karena faktor geografis terutama akses yang sulit dan jauh.

    Jarak yang jauh ke Posyandu/Puskesmas

    Jadwal imunisasi yang tidak fleksibel

    Tidak adanya kegiatan monitoring dan evaluasi intervensi komunikasi di masyarakat

  • KebijakanKebijakan pemerintah dalam menyediakan layanan imunisasi gratis.

    Masih ada layanan imunisasi yang mengharuskan orang tua membayar.

    Pentingnya penguatan kebijakan terutama di daerah dengan cakupan imunisasi rendah.

  • Media Analisis

  • Media Cetak

    Masih sedikit masyarakat yang terpapar media cetakMedia cetak yang ada tidak menjangkau ke daerah-daerahKetersediaan media cetak masih sedikit.Belum spesifik lokal.Beberapa promkes di daerah sudah membuat media cetak, tapi tidak di desain dengan baik.Media cetak yang spesifik lokal sangat dibutuhkan

  • Audio and audio-visual media

    Media audio-visual seperti TV spot dan radio spot sudah pernah diproduksi tapi terbatas pada campaign saja. Radio spot sudah ada yang lokal spesifik, spot TV belum ada.Media TV yang spesifik lokal juga dibutuhkan

  • Mass mediaStasiun Radio mempunyai Jangkauan terbatas terutama di daerah terpencilPrsentasi rumah tangga yang mendengarkan radio bervariasi antar daerah.Penggunaan radio menurun terutama di daerah dengan jakngkauan televisi. Radio masih efektif di daerah yang tidak ada listrik.

  • Mass Media lainnya170 koran harian dan 40 TV stasiun swasta nasionalInternet dan sosial media tidak mampu sendiri menjawab kebutuhan komunikasi layanan imunisasiIklan layanan masyarakat baik Radio dan TV dapat meningkatkan kesadaran dalam imunisasi. Namun demikian, daerah terpencil yang tidak mempunyai akses masih banyak sehingga tidak terpapar pesan tersebut.Pesan singkat (SMS) juga bisa digunakan, tetapi ada daerah dengan jangkauan sinyal lemah, sehingga tidak dapat mengakses SMS. Masih banyak pula masyarakat dengan tingkat baca rendah.

  • Inter-personal and small group communication

    Komunikasi interpersonal masih efektif dalam merubah perilaku. Juga dapat menyakinkan orang tau dan pengasuh untuk mengimunisasikan anaknya.Komunikasi Face to Face masih sangat relevan dengan budaya Indonesia. Apalagi difasilitasi oleh TOMA/TOGA.Pentingnya menjaga Trust dengan masyarakat. Komunikasi interpersonal sudah banyak digunakan tetapi kualitasnya masih kurang.

  • GOALBerkontribusi pada target nasional yaitu 90 % anak-anak dari 80% target sasaran lokasi diimunisasi lengkap pada usia satu tahun di tahun 2015. (proxy indicator from EPI programme)

  • TUJUAN KHUSUSPada tahun 2015 :90 % orang tua dan pengasuh membawa anak mereka yang dibawah satu tahun ke pelayanan kesehatan setidaknya 5 kali untuk imunisasi lengkap.90% orang tua dan pengasuh membawaanak merekan yang dibawah satu tahun mengetahui dua manfaat kesehatan dari imunisasi lengkap.80 % orang tua dan pengasuh mengetahui setidaknya dua efek samping yang biasa terjadi dari imunisasi (contoh demam)

    Pada tahun 2014 :90% Nakes dan Kader secara sistematis menginformasikan setidaknya (3) tiga pesan imunisasi selama interaksi dengan pengasuh dan orang tua

  • Sasaran PrimerOrang tua dan pengasuhTenaga Kesehatan

    (Upaya yang dilakukan difokuskan dengan intervensi Komunikasi Perubahan Perilaku)

  • Kaders dan tenaga sukarelaTokoh masyarakatTokoh AgamaKomunitas peduli kesehatan, komunitas agama, dllAnggota masyarakat yang lain.

    Upaya yang dilakukan mobilisasi sosialSasaran Sekunder

  • Sasaran TersierPara Decision Makers, kepala daerah, dllBidan, dokter spesialis anak, dokter praktik swastaMedia Lembaga donorUpaya berupa advokasi dan penyebarluasan informasi

  • Pesan Kunci

    Imunisasi dapat menyelamatkan hidup anak andaImunisasi melindungi anak anda dari kecacatan5 kali kunjungan ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan vaksinasi lengkap untuk perlindungan anak anadaDemam ringan setelah imunisasi adalah normal dan tidak perlu khawatirAman bagi anak anda jika diimunisasi ketika demam ringan Hib adalah vaksin baru untuk meningkatkan perlindungan anak anda.

  • Vaksin itu amanSebagai orang tua yag baik, lindungi anak anda dengan imunisasi lengkapJagalah kartu imunizasi anak andaVaksinasilah anak anda sesuai jadwalnyaImunisasi didapatkan di...........pada........dalam berapa kali

    Pesan Pendukung

  • Prioritas Intervensi AdvokasiMobilisasi SosialKomunikasi Perubahan Perilaku

  • Target Advokasi

    PemerintahTokoh agama dan organisasi sosial ProfesionalPihak SwastamediaPengambil keputusan(Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri)-Organisasi Keagamaan Muhammadiyah (Aisyiyah, Alhidayah), NU (Fatayah NU and Muslimat NU) and others -Organisasi Perempuan (e.g. YABII, PERWANAS, DWP, KOWANI)-PramukaIDIIDAIIBI PPNI POGI, dll-Biofarma -GSK-NovartisKoran , TV, stasiun Radio tk. Nasional, Propinsi dan Kab/Kota

  • Mobilisasi Sosial

    Mobilisasi anggota masyarakat dan jejaringnya dalam mendukung imunisasi rutin.Kader, Toma, Toga dan lembaga sosial juga perlu terlibat

  • Behaviour change communication

    Komunikasi perubahan perilaku dapat efektif pada level individu. Lebih efektif lagi jika ada lingkungan yang kondusif dan mendapatkan dukungan dari tokoh setempatPerlu strategi dan intervensi yang spesifik terutama dengan metode yang bersifat partisipatif Komunikasi interpersonal

  • Saluran yang akan digunakan

  • Saluran

    Komunikasi Interpesonal(-mainly to prompt behaviour change) Diskusi kelompok kecil (-mainly used for social mobilization and advocacy)Media Cetak (-mainly for awareness-raising on immunization benefits)Media tradisional (-mainly for edutaining awareness-raising on immunization benefits)Media Massa (mainly for awareness-raising)a) Radio b) Small-scale communication toolsc) Audio-visual media d) Public information and media relations

  • Peningkatan KapasitasPelatihan kepada petugas pusat, propinsi dan kab/kota terkait strategi komunikasi dan rencana aksi di wilayah masing-masingDirekomendasikan untuk melatih lagi kepada lokal counterparts dan kaders tentang implementasi rencana aksi, mobilisasi sosial, komunikasi interpesonal dan media terkait

  • KOORDINASI DAN KEMITRAAN

    Perlunya koordinasi dan bermitra dengan seluruh stakeholder dalam peningkatan cakupan imunisasi lengkap

  • TERIMA KASIH

    Kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya imunisasiInformasi terkait imunisasi yang beredar banyak yang tidak tepatPetugas kesehatan tidak memberikan informasi tentang imunisasi,Pesan yang tidak efektif, tidak sesuai kebutuhan masyarakatKurangnya dukungan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

    *Strategi KomunikasiPendeketan berdasarkan data dan faktaBerorientasi HasilBermitra dengan potensial lokal groupSharing informasi dengan publik dan masyarakatSebagai instrumen yg efektif untuk mempengaruhi perilaku seseorang

    *Mengapa Strategi Komunikasi Penting Untuk memastikan orang tua dan pengasuh :Terinformasikan tentang manfaat imunisasi dan bahayanya jika tidak mendapatkan imunisasi lengkap.Mengetahui ketersediaan akses pelayanan imunisasi di wilayahnya (jumlah kunjungan dan jarak waktu mendapatkan imunisasi lengkap)Mengetahui peran dan tanggung jawab dalam melindungi kesehatan tumbuh kembang anaknya.Termotivasi untuk mengimunisasikan anaknya secara lengkap

    *a caregiver (mother, father or other carer) of a small child who needs immunization coverage. In order for the child to receive vaccines, her caregiver needs to be aware o