36
Kunjungan Kerja Menteri Agama Di Alor Dari Nusa Tenggara Timur Untuk Nusantara Be rn as Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17, Juli 2015 NTT: NUSA TERINDAH TOLERANSINYA UNTUK MEMELIHARA KERUKUNAN HIDUP MOMENTUM HALAL BIHALAL

Bernas Edisi Juli 2015

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Momentum Halal Bihalal, NTT : " Nusa Terindah Toleransinya "

Citation preview

Page 1: Bernas Edisi Juli 2015

Kunjungan Kerja Menteri Agama Di Alor

Dari Nusa Tenggara Timur Untuk Nusantara

BernasEdisi

05 Ta

hun I

V, No

mor 1

7, Jul

i 2015

NTT: NUSA TERINDAH TOLERANSINYA

UNTUK MEMELIHARA KERUKUNAN HIDUPMOMENTUM HALAL BIHALAL

Page 2: Bernas Edisi Juli 2015

Http :// ntt.kemenag.go.id

M I S I• Meningkatkan Pemahaman dan Pengamalan Ajaran Agama• Memantapkan Kerukunan Intra dan Antar Umat Beragama• Menyediakan Pelayanan Kehidupan Beragama yang Merata dan Berkualitas• Meningkatkan Pemanfaatan dan Kualitas Pengelolaan Potensi Ekonomi

Keagamaan • Mewujudkan Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang Berkualitas dan

Akuntabel• Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Umum Berciri Agama, Pendidikan

Agama pada Satuan Pendidikan Umum dan Pendidikan Keagamaan• Mewujudkan Tatakelola Pemerintahan yang Bersih, Akuntabel dan Terpercaya

KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMAPROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

V I S ITerwujudnya Masyarakat

Nusa Tenggara Timur Yang Taat Beragama, Rukun,Cerdas, dan Sejahtera Lahir

Batin dalam Rangka Mewujudkan Indonesia yang

Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan

Gotong-Royong

Page 3: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

1

Membangun Masyarakat Beragama NTT Beriman, Cerdas, Rukun, dan Sejahtera

Pelindung :Kepala Kantor Wilayah

Kementerian AgamaProvinsi Nusa Tenggara Timur

(ex-officio)

Penanggungjawab :Kepala Bagian Tata Usaha

Kantor Wilayah Kementerian AgamaProvinsi Nusa Tenggara Timur

(ex-officio)

Pemimpin Umum :Drs. Sarman Marselinus

Wakil Pemimpin Umum:H. Hasan Manuk, S.Pd, M.Pd

Pemimpin Redaksi./Redaktur Pelaksana :

John. B. Seja

Dewan Redaksi :Yohanes F. G.M. Wassa

Yos SudarsoBobby Babaputra

Ivony BlegurGenoveva Menggol

Robertus FidiantoPaskalis F. Gara

Sirkulasi :Genoveva Menggol; Ivony Blegur

Design Grafis/Layout/ Foto :Paskalis F. Gara

Kontributor Daerah :Kantor Kementerian Agama Kabupaten/

Kota dan Madrasah Negeri se-NTT

ALAMAT REDAKSI/ SIRKULASI :Subbag Informasi dan Humas

Kanwil Kementerian Agama NTTJl. Frans Seda Kupang,

Telp/Fax [email protected]

Diterbitkan sebagai Media Komunikasi dan Informasi

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur

PERCETAKAN : CV. INARApublishing

Redaksi menerima berita, opini, baik dari kalangan internal maupun dari penulis di luar lingkup Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur sesuai dengan misi penerbitan majalah ini. Redaksi berhak melakukan editing tanpa mengubah isi dan struktur naskah. Naskah yang tidak dimuat tidak dikembalikan

DITERBITKAN OLEH SUB BAGIAN INFORMASIDAH HUBUNGAN MASYARAKAT

KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMAPROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Salam Redaksi

1

Salam Sejahtera.

Pembaca nan budiman.

Selamat bersua kembali dalam BERNAS edisi kelima. Tema pokok BERNAS edisi bulan Juli adalah Momentum Halal Bihalal Bersama Menag RI Menjadi Langkah Bersama Mempertahankan Kerukunan di

NTT. Hal ini dikarenakan pada bulan Juli yang bertepatan dengan Hari Idul Fitri ini, NTT dikunjungi oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin.

Pada rubrik fokus utama, kami suguhkan kisah menarik hadirnya seorang Menteri Agama di Bumi Kenari, negeri 1000 Moko, Alor. Sebuah kisah kunjungan kerja orang nomor satu di Kementerian Agama yang menyentuh hati. Gambaran dari internalisasi apresiasi yang tinggi pada kemajemukan di nusantara. Jejak kunjungan Menag yang ditinggalkan bagi kita adalah kerukunan hidup yang otentik di NTT ini harus dijaga dan dilestarikan sepanjang masa.

Liputan Khusus menampilkan ceritera Halal Bihalal di Nusa Tenggara Timur. Sebuah perayaan seremonial rutin yang sudah menjadi tradisi di wilayah NTT, yang dilakukan secara formal pun informal, mulai dari kelompok suku, RT, RW, Desa dan Kelurahan, bahkan hingga tingkat Provinsi. Maknanya jelas, mau menyatakan bahwa kita semua masih bersaudara. Dan harapannya adalah kita tetap bersaudara sampai kapan pun, bersaudara dalam kebhinekaan.

Sebagai instansi pemerintah yang membidangi pembangunan agama, yang di dalamnya termasuk mengatur lalu lintas agama-agama di tengah masyarakat, sepak terjang Kementerian Agama Provinsi NTT jelas yakni membina kerukunan hidup umat beragama. Dan pekerjaan ini dilakukan bersama-sama dengan semua elemen masyarakat, tanpa kecuali. Iklim yang kita nikmati sekarang ini, kerukunan dan kedamaian, merupakan hasil kerja keras setiap unsur dalam masyarakat. Kerukunan bukan hanya hasil kerja Kementerian Agama sendiri.

Karena itu, seyogyanya segenap barisan Kementerian Agama menyatukan langkah dan mengarahkan orientasi pada penciptaan kerukunan hidup umat beregama ini. Kisah-kisah yang kami tampilkan dalam BERNAS edisi Juli ini hanya sekedar mengingatkan kita, supaya tetap bertahan dan setia pada ikrar. Kerukunan hidup umat beragama di NTT adalah sabuk kejuaraan yang pantas kita pertahankan, jangan biarkan dia direnggut dari kita. Dan terutama, jangan sampai kita sendirilah yang menjadi pemicu hengkangnya kebanggaan ini. Selamat membaca.

Redaksi

Page 4: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

2

DAFTAR ISI

Salam Redaksi 1

Daftar Isi 2

Editorial 3

Fokus Utama 4-7

Ssst, Ini Bukan SARA 8

Liputan Khusus 9-13

Bidik Lensa 14-18

Seputar Kanwil 19-24

Lintas Flobamora 25-29

Sahabat BERNAS 30-31

Bianglala 32

Fokus Utama Hal. 4 - 7

Liputan Khusus Hal. 9 - 13

Sahabat BERNAS Hal. 30 - 31

Halal BihalalMomentum Mempererat silaturahmi

Menteri Agama RI dan Surga di Timur Matahari

“Alor ibarat Indonesia mini, kaya akan keragaman suku, agama, ras dan adat, juga aneka potensi wisata, baik alam maupun budaya. Kekerabatan, kerukunan dan toleransi masyarakat Alor yang dikenal sebagai “Surga di Timur Matahari” ini sangat kental karena terikat kearifan lokal “Taramiti Tominuku” yang berarti satu dalam keberagaman serta semboyan “Ite Kakang Aring” yang berarti kita semua bersaudara.“

“Laboratorium Kerukunan”Sejenak Bersama Kepala Kankemenag Kab. Alor

“jika bekerja dengan hati yang bersih dan penuh keiklasan maka semua kesulitan pasti bisa diatasi”

Page 5: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

3

Kerukunan Itu Sangat Dinamis

Editorial

Kasus Tolikara 17 Juli 2015 tepat ketika perayaan Idul Fitri dimulai di Kurubaga Papua merupakan awasan bahwa kerukunan itu sangat dinamis.

Hari ini rukun, besok atau bahkan 5 menit kemudian, bisa berubah sama sekali, berbalik 180 derajat. Bahkan di hari raya keagamaan, ketika semua insan seyogyanya menyucikan diri dan mengagungkan keluhuran ciptaan Sang Khalik, semangat merusak dan menghancurkan tetap ada dan menyelimuti hati manusia, seperti yang dikatakan oleh Plautus tahun 945 M, homo homini lupuz, manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

Tanggal 28 dan 29 Juli 2015, Halal Bihalal di Alor dan Kupang menghadirkan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin. Acara halal bihalal meriah dan menjadi perhatian khalayak ramai. N u a n s a ke r u ku n a n k i ta ta m p i l ka n s e b a ga i m a n a a d a nya . D a n M e n a g R I terpukau lalu mengakui bahwa ini adalah sebuah pelajaran berharga, sebuah kerukunan otentik, tanpa embel-embel, tidak ada udang di balik batu. Sebuah model hidup bersama ya n g s e b e n a r nya , ya n g mengakui keragaman sebagai Sunnatullah.

Drs. Sarman Marselinus, Kakanwil Kemenag Prov. NTT dalam banyak kesempatan, menegaskan bahwa atmosfer kerukunan di NTT adalah buah dari warisan leluhur yang dijalankan dan dipelihara oleh setiap putra-putri NTT, dalam bimbingan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuka agama bersama pemerintah. Kerukunan bukan semata-mata hasil kerja Kementerian Agama. Apa yang kita nikmati sekarang ini adalah hasil kerja sama semua umat beragama di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Salah satu tugas Kanwil Kementerian Agama Provinsi sesuai PMA nomor 13 tahun 2012 adalah menyelenggarakan fungsi pembinaan kerukunan umat beragama. Hal ini memberikan Kementerian Agama amanah untuk menjadi yang paling depan dan paling giat mengupayakan kerukunan, bahkan dalam skema anggaran, kerukunan diberikan tempat khusus sebagai core bussines-nya Kementerian Agama.

Artinya, setiap program dan kegiatan lainnya, bahkan yang teknis dan khas agama tertentu sekalipun, harus mempertimbangkan aspek kerukunan sebagai salah satu sasarannya.

Tugas Kementerian Agama menjadi tidak ringan lagi. Begitu besar gelombang tawaran nilai lain menerpa masyarakat, yang diduplikasi oleh kekuatan media sosial langsung memasuki ruang privasi. Ini juga terjadi di Nusa Tenggara Timur karena tidak ada lagi wilayah yang tak tersentuh sinyal globalisasi. Kita tidak dapat mengabaikannya, sebaliknya harus bertahan dan

meningkatkan imunitas mela lu i penghayatan nilai agama yang otentik, beragama untuk semakin memanusiakan manusia.

N u s a Te r i n d a h Toleransinya, inilah sapaan manis bumi flobamorata y a n g d i s a m p a i k a n oleh Gubernur NTT di hadapan Menteri Agama RI . Mengingat begitu dinamisnya kerukunan hidup, maka julukan ini ibarat sabuk kejuaraan yang harus dipertahankan d e n g a n s e r i u s , j i k a t idak mau d i reng gut dari pinggang kita. Apa yang harus di lakukan guna mempertahankan

kerukunan ini?Di tengah upaya membangun Zona Integritas,

peningkatan kuantitas dan kualitas kinerja ASN Kanwil Kemenag Provinsi NTT menjadi tuntutan. Sasarannya adalah layanan publik yang semakin bermutu, efisien dan efektif. Terkait isu kerukunan hidup beragama yang sudah menjadi ikon NTT, maka pelaksanaan tugas dan fungsi ASN Kemenag pun harus berkiblat pada upaya memelihara kerukunan itu. Mulai dari perencanaan dan pengalokasian anggaran, pemilihan prioritas, penentuan kegiatan dan pemberian layanan, seyogyanya memasukkan unsur kerukunan juga. Jangan sampai justru kiprah kita menjadi katalisator bagi ketidakrukunan di wilayah NTT. Kerukunan sangat dinamis, bisa berubah cepat dalam hitungan detik menjadi bencana bila salah memaknainya. (by. John Seja)

Page 6: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

4

Fokus Utama

***“Alor ibarat Indonesia mini, kaya akan keragaman suku, agama, ras dan adat, juga

aneka potensi wisata, baik alam maupun budaya. Kekerabatan, kerukunan dan toleransi masyarakat Alor yang dikenal sebagai “Surga di Timur Matahari” ini sangat kental

karena terikat kearifan lokal “Taramiti Tominuku” yang berarti satu dalam keberagaman serta semboyan “Ite Kakang Aring” yang berarti kita semua bersaudara.“

***

“Bapak Menteri Agama akan berada di Alor pada hari Selasa (28/07) dan bermalam di Alor untuk menghadiri Halal Bihalal di Stadion Mini Kalabahi. Pada hari Rabu (29/07), kembali ke Jakarta transit Kupang. Di Kupang, beliau akan menghadiri Halal Bihalal sekaligus memberikan materi pembinaan bagi segenap ASN Kanwil Kemenag Prov. NTT, dan tatap muka dengan segenap Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Pimpinan Madrasah Negeri se Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kemudian kembali ke Jakarta pada hari yang sama,” demikian penjelasan Kabag TU Kanwil Kemenag Prov. NTT, H. Hasan Manuk, S.Pd, M.Pd.

Berita gembira kunjungan kerja Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, sosok menteri gaul, ke wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur sontak memberikan warna ceria dan semangat baru bagi insan Ikhlas Beramal di NTT. Berita gembira ini pun

Menteri Agama RI dan Surga di Timur Matahari

langsung disampaikan sendiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Prov NTT, Drs. Sarman Marselinus kepada Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya.

Kehadiran Menag Lukman Hakim Saifuddin di bumi flobamorata in i merupakan jawaban atas undangan Pemda Kabupaten Alor guna menghadiri Halal Bihalal Pemda Alor dan juga Tatap Muka dengan tokoh agama serta pimpinan SKPD se kabupaten Alor.

Makan Bersama di Kantor Kemenag Alor

Bersama Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni dan Kakanwil Kemenag NTT, Drs. Sarman Marselinus, Menteri Agama terbang menuju Alor dengan pesawat komersil Wings Air, setelah sebelumnya beristirahat di VIP Bandara El Tari Kupang pasca penerbangan dari Jakarta. Di Bandara Mali Alor, diiringi tarian gemulai nan lincah penuh semangat putri-putri Alor, Bupati Alor, Amon Djobo menjemput kedatangan Menteri Agama bersama rombongan.

Perjalanan beriringan memasuki kota Kalabahi di teriknya siang, menghantar rombongan menuju Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor, sebuah bangunan sederhana yang berdiri di atas bidang tanah milik Pemda Alor yang sedang diproseshibahkan ke Kementerian Agama. Menteri Agama menikmati kebersamaan santap siang di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor.

“Alor adalah contoh pemerintah daerah

Page 7: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

5

otonomi yang memiliki kepedulian besar pada Instansi Vertikal yang berkarya di wi layah a d m i n i s t r a t i f n y a ,” d e m i k i a n u j a r D rs . Sarman Marselinus.

Tanpa pendingin ruangan, acara makan siang yang dijalin di “rumah sendiri” tampak a k r a b d a n p e n u h persaudaraan. Mendapat kepercayaan menjamu sang ayah, keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Alor merasa s a n ga t t e r s a n j u n g . Senyum bahagia tampak menghiasi wajah segenap warga Ikhlas Beramal Alor yang dinahkodai oleh Drs. Muhammad Marhaban, selaku Kepala Kantor.

Didaulat Menjadi Sesepuh AlorHotel Kenari Kalabahi menjadi saksi Menteri

Agama Lukman Hakim Saifuddin dinobatkan sebagai sesepuh bagi masyarakat Alor. Penobatan ini diberikan kepada Menag saat menghadiri pertemuan tokoh agama se Kabupaten Alor, Selasa (28/07) sore

hari.“Saya merasa tidak pantas mendapatkan

kehormatan yang luar biasa ini, untuk menjadi sesepuh masyarakat Alor,” terang Menag. Menag Lukman mengakui bahwa kehadirannya di Pulau Kenari Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur adalah untuk yang pertama kalinya. Bahkan, Menag menjadi Menteri Agama pertama yang menginjakkan kaki di Alor.

Atas kepercayaan yang diberikan masyarakat Alor, Menag mengucapkan terima kasih, dan berharap

nantinya mampu menjalankan fungsi dan peran sesuai yang diharapkan masyarakat Alor. “Mudah-mudahan saya mampu menjalankan tugas dan fungsi saya terhadap peran ini,” katanya.

Alor Sebuah Pelajaran BerhargaBertempat d i S tad ion

Mini Kalabahi, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin didampingi oleh Wakil Gubernur NTT, Drs. Benny Litelnoni, Kakanwil Kemenag Prov. NTT, Drs. Sarman Marselinus dan Anggota DPR RI Komisi V, Syahrulan Pua Sawa menghadiri Halal Bihalal Tingkat Kabupaten Alor Tahun 2015 Bersama Pemerintah, DPRD, TNI/POLRI dan Masyarakat,

Page 8: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

6

Selasa (28/07) pukul 20.00 wita.

A l o r i b a r a t I n d o n e s i a mini, kaya akan k e r a g a m a n suku, agama, ras dan adat, j u g a a n e k a potensi wisata, b a i k a l a m

maupun budaya. Kekerabatan, kerukunan dan toleransi masyarakat Alor yang dikenal sebagai “Surga di Timur Matahari” ini sangat kental karena terikat kearifan lokal “Taramiti Tominuku” yang berarti satu dalam keberagaman serta semboyan “Ite Kakang Aring” yang

berarti kita semua bersaudara. Insiden Tolikara dua pekan sebelumnya yang

meninggalkan duka dan mencederai suasana kerukunan seolah terhapus oleh suguhan persaudaraan di Alor.

Salah satu yang berkesan bagi Menag sebagaimana diungkapkannya dalam acara temu tokoh lintas agama Kabupaten Alor adalah dirinya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga di Alor.

“Saya belajar sesuatu yang luar biasa. Karena toleransi dan rasa saling menghargai yang ditunjukkan masyarakat di Kabupaten Alor benar-benar tulus, tidak ada embel-embel lain,” ujar Menag.

Kekaguman pak Menteri tentu bukan sekedar

basa-basi. Karena pulau Alor yang terletak di perbatasan negeri ini dihuni penduduk beragam etnis dan agama. Namun belum sekalipun terdengar pernah terjadi konflik bernuansa SARA di tempat ini. Kuncinya adalah -mengutip pernyataan pak Menteri- ada rasa saling menghargai dan menghormati secara tulus tanpa embel-embel lain.

Apa yang disaksikan Menag di Alor itu adalah cerminan dari sikap masyarakat NTT pada umumnya. Toleransi dan rasa saling menghargai di wilayah ini tidak hanya ditunjukkan sebagai bagian dari persahabatan atau pertemanan, melainkan sudah memberikan nilai-nilai dalam tataran sebagai satu-kesatuan keluarga.

Di sana, panitia pembangunan gereja melibatkan warga Muslim. Begitupun sebaliknya. Pada Hari Natal warga muslim berduyun-duyun bertandang ke rumah warga Kristiani. Dan pada hari

Lebaran, gantian warga K r i s t i a n i d a t a n g menyalami warga Muslim.

S u a s a n a kebersamaan yang h a r m o n i s d a l a m kehidupan bersama ini patut menjadi contoh bagi bangsa Indonesia yang sangat pluralitas ini. Toleransi yang d i tun jukkan m a s y a r a k a t A l o r dan NTT umumnya adalah sesuatu yang unik bagi masyarakat Indonesia, sehingga

harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan untuk menjadi cermin bagi kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Mengunjungi rumah Ibadah di AlorSebelum kembali ke Kupang melalui Bandara

Mali Alor, Menag RI berkenan mengunjungi MAN Alor, Masjid agung Al fatah, Masjid Babuljihad Wetabua, Gereja Katolik Paroki Yesus Gembala Yang Baik Alor, Gereja Kristen Bethlehem Lipa dan Gereja Kristen Ichtus Puildon Kalabahi, pada Rabu (29/07/2015).

Setelah memaparkan 5 Nilai Budaya Kerja

“Saya belajar sesuatu yang luar biasa. Karena

toleransi dan rasa saling menghargai yang ditunjukkan masyarakat di Kabupaten Alor benar-

benar tulus, tidak ada embel-embel lain.”

Page 9: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

7

“Keragaman adalah Sunnatullah, sesuatu

yang given, dikehendaki oleh Tuhan. Kita sebagai manusia

jangan pernah terobsesi untuk menyeragamkan semuanya. Itu artinya

kita menentang Tuhan.”

Kementerian Agama di hadapan segenap p i m p i n a n S K P D K a b u p a t e n A l o r, M e n t e r i A g a m a a t a s i n i s i a t i f n y a mengunjungi rumah ibadah di Kalabahi. Ini merupakan salah satu wujud kepedulian dan konsistensi Menag RI dalam menyikapi pluralitas agama.

“ K e r a g a m a n adalah Sunnatullah, sesuatu yang given, d i ke h e n d a k i o l e h Tuhan. Kita sebagai manusia jangan pernah terobsesi untuk menyeragamkan semuanya. Itu artinya kita menentang Tuhan,” ujar Menag RI.

Ada yang unik dari Alor, negeri 1000 moko, bahkan Amon Djobo sang Bupati berujar, “Hanya di Alor terdapat Gereja Ismail dan Masjid Ishak.” Gereja yang ada di Kalabahi, dibangun secara bergotong royong oleh umat Islam, demikian pun sebaliknya.

Menag Lukman mengatakan situasi masyarakat yang rukun seperti di Kalabahi jarang sekali ditemukan. Untuk itu, dia berharap situasi semacam ini dapat terus dipertahankan. "Ini merupakan potret kerukunan yang luar biasa," ungkap Lukman.

“Tugas semua umat beragama adalah mengangkat esensi agama yakni memanusiakan manusia. Tidak ada agama yang mau merendahkan martabat manusia,” ajak Menag RI.

Mengakhiri kunjungan ke rumah ibadah, Menteri Agama RI dengan santai dan penuh keakraban menyempatkan diri menikmati suguhan makanan khas Alor yakni “jagung titi”, yang disiapkan oleh ibu-ibu dari Gereja Kristen Ichtus Puildon Kalabahi, langsung di halaman gereja yang mayoritas pekerja bangunannya adalah warga muslim Alor. Sebuah ekspresi paling jujur tentang persaudaraan sejati yang melampaui batas dan sekat SARA.

Diterima di Kanwil Kemenag Provinsi NTT dengan Jarian Jai

Terik siang tak menghalangi Ibu-ibu DWP unit Kanwil Kemenag Provinsi NTT unjuk kebolehan menampilkan tarian Jai menyambut Menteri Agama RI, setelah menghadiri Halal Bihalal di Kalabahi, Kabupaten Alor.

Tampak para ibu-ibu DWP bergerak lincah mengikuti irama Jai yang menghentak mengiringi langkah kaki sang Menteri dan rombongan memasuki Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT usai

pengalungan selendang yang dilakukan oleh Ketua DWP Kanwil, Ny. Xaveria Ghunu Sarman. Lenggak-lenggok para Ibu DWP menarikan Jai dibawakan secara apik sebagai simbol selamat datang kepada Menteri Agama RI.

Kehadiran Menteri Agama di Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT untuk menghadiri acara Halal Bihalal sekaligus memberikan materi pembinaan bag i segenap ASN Kanwi l

Kemenag Prov. NTT, dan tatap muka dengan segenap Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Pimpinan Madrasah Negeri se Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selamat Datang Menteri Agama RI di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur. (sumber: ntt.kemenag.go.id/by.jose)

Page 10: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

8

Sssttt...Ini Bukan SARA

8

Ketika mulut tak mampu berucap, Ketika telinga tak mampu mendengar,Ketika tangan tak mampu berjabat erat, dan ketika kaki tak mampu melangkah...Di hari yang FITRI ini segeralah menuju ke RS terdekat, (Itu mungkin tanda-tanda stroke ringan).

(Ivony Blegur dari berbagai sumber)

Pak Sukoco menelepon Udin, anak bungsunya yang sudah bekerja di Amerika Serikat dan belum pulang selama 5 tahun."Ayah dengan ibu akan berpisah...", Udin mulai panik dan berkata, "Hah? Betul kah? Tunggu dulu, Yah! Ini Udin akan segera telepon kakak di Jerman, kami akan segera ke Indonesia besok lusa!"Pak Sukoco meletakkan gagang telepon dan sambil tersenyum berkata kepada istrinya, "Anak-anak kita akan pulang ke rumah hari Lebaran besok ini.."

(Ivony Blegur dari berbagai sumber)

Tanda-tanda di Hari yang Fitri

Ayah dan Ibu Akan Berpisah

Page 11: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

9

Liputan Khusus

Siang itu, suasana yang sehari-hari diwarnai kesibukan para pegawai mengerjakan tugas-tugas administratif

perkantoran seakan terhenti oleh lantunan nada-nada sholawat para ibu Majelis Taqlim yang sejak pagi berbaris membentuk pagar betis di sepanjang lobby kantor. Suara-suara merdu itu seolah mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama Provinsi NTT untuk secara bersama, tak terkecuali, merenungkan kebesaran Allah SWT atas anugerahNya yang tak terkira. Ya, maklumlah, hari itu, Rabu, (29/07/2015) seluruh jajaran Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur merayakan Silaturahim dan Halal bihalal mensyukuri kemenangan Idul Fitri.

Meskipun dirayakan secara sederhana, namun esensi Halal bihalal sebagai media yang efektif untuk merajut hubungan dengan sesama dengan cara saling memaafkan betul-betul kental terasa. Sekat yang membatasi relasi Senior-Yunior atau antara Pejabat – Staf semakin samar

Halal BihalalMOMENTUM MEMPERERATSILATURAHIM

Page 12: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

10

terlihat dalam sebuah pemandangan yang unik ketika saudara-saudara yang Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha juga berbaur merayakan kegembiraan saudaranya yang Muslim. Hari itu sungguh-sungguh ditasbih sebagai momen menghangatkan yang beku, meluruskan yang kusut dan melepaskan yang membelenggu. Semua riang, padu dalam kebersamaan Halal bihalal.

Menteri Agama HadirSukacita Halal Bihalal jajaran Kanwil

Kementerian Agama Provinsi NTT tahun ini menjadi semakin lengkap dengan kehadiran pucuk pimpinan Kementerian Agama, Menag Lukman Hakim Saefuddin. Bagi jajaran Kemenag Provinsi NTT, sejak didapuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Agama, ini merupakan kesempatan perdana bisa bertemu muka dengan pribadi yang mencanangkan lima nilai budaya kerja ini. Sungguh sebuah kesempatan yang amat berharga.

Tentang ini, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, Drs. Sarman Marselinus, atas nama seluruh jajarannya mengungkapkan

rasa syukurnya karena aparatur K e m e n t e r i a n Agama Provinsi N T T d a p a t bertatap muka dengan Menteri Agama.

“ K a m i m e r a s a b e r s y u k u r karena Bapak M e n t e r i d i tengah jadwal yang sedemikian p a d a t m a s i h b e r k e n a n hadir di Kanwil K e m e n t e r i a n Agama Provinsi N T T p a d a kesempatan ini sekaligus mengobati kerinduan yang telah lama berkecamuk dalam diri kami,” tutur Kakanwil.

“Inilah saat yang tepat untuk bertemu Bapak

“NTT adalah miniatur Nusantara

dalam buritan NKRI. Perbedaan adalah kekuatan kami. Kerukunan

dan hidup bersama secara damai

adalah spiritualitas kami untuk terus membangun &

melanggengkan NTT sebagai

Nusa Terindah Toleransinya.”

Page 13: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

11

Menteri Agama RI, kami semua penuh sukacita menyambut Bapak Menteri,” sambung Kakanwil seraya menyampaikan Selamat Idul Fitri memohon maaf lahir dan batin.

“Semoga kemenangan mendorong kita semua untuk semakin bersemangat memberikan pelayanan kepada masyarakat,” harap Kakanwil.

NTT, Nusa Terindah Toleransinya, Miniatur Nusantara

Sementara itu, Gubernur NTT, Drs. Frans Leburaya dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Biro Kesra Setda Pemprov. NTT, Barthol Badar, SH, MM mengatakan bahwa NTT merupakan miniatur Nusantara.

“Perbedaan adalah kekuatan kami. Kerukunan dan hidup bersama secara damai adalah spiritualitas kami untuk terus membangun NTT dan melanggengkan NTT sebagai Nusa Terindah Toleransinya,” ungkap Gubernur.

Menurutnya, heterogenitas budaya dan etnis serta perbedaan agama diyakni merupakan kekuatan untuk menggalang hidup bersama yang lebih bermartabat dan manusiawi.

“Kami bersepakat menolak segala bentuk radikalisme, terorisme, dan ISIS di NTT. Kami juga berkomitmen bersama menolak orang-orang asing yang datang di NTT yang mencederai kebersamaan serta mencabik-cabik kerukunan dan keharmonisan hidup masyarakat NTT,” tegasnya.

Untuk itu, Gubernur NTT menyampaikan terima kasih yang tulus atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT kepada Menteri Agama RI yang telah berkenan menghadiri Halal Bihalal di NTT.

“Mudah-mudahan kehadiran Menteri Agama dan rombongan di NTT makin meneguhkan kami untuk hidup bersama dengan damai,” tutur Badar.

Page 14: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

12

“Mari sehati sesuara membangun NTT baru yang lebih baik dengan meningkatkan iman dan ketaqwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa serta meningkatkan kuaitas kepedulian sosial kita kepada sesama,” pinta Menag.

Kerukunan Di NTT, Murni Tidak Dibuat-BuatMenteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin

mengatakan persaudaraan dan kerukunan di NTT murni, asli, dan tanpa dibuat-buat. Karenanya, Menag mengaku bersyukur berkesempatan hadir di NTT yang sesungguhnya sudah lama direncanakan namun terus tertunda karena berbagai agenda.

Menag mengaku bahwa di NTT ia mendapatkan pelajaran dan merasakan betapa persaudaraan begitu tulus, asli, dan tanpa dibuat-buat. Menag meyakini, kerukunan di NTT sudah sejak lama ditanamkan oleh para pendahulu dan orang tua. Karenanya, Menag bersyukur bahwa kerukunan masih dijaga dan dirawat hingga kini. Untuk itu, Menag berharap nilai-nilai kerukunan tetap lestari dan diwariskan kepada anak cucu generasi penerus.

Lebih jauh, Menag mengatakan bahwa pesan setiap agama sama yakni tujuan yang akan kembali kepada Sang Pencipta pada akhirnya meskipun dengan syariat dan cara yang berbeda-beda.

Karenanya, Menag berpesan agar di masa-masa mendatang, umat beragama khususnya Muslim mampu menangkap esensi dari puasa yang dilakukan di Bulan Ramadhan.

Karena itu, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, pada kesempatan itu memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada pemuka agama, majelis agama, ormas keagamaan, tokoh agama, dan pemerintah daerah yang telah ikut dalam membantu misi Kementerian Agama.

“Atas nama pemerintah, selaku Menteri Agama saya menyampaikan terima kasih kepada majelis agama, ormas-ormas keagamaan dan tokoh-tokoh agama yang telah memberikan kontribusi yang nyata bagi bangsa Indonesia serta ikut menjalankan misi Kemenag. Sumbangsih

“Persaudaraan dan kerukunan di NTT murni, asli, dan tanpa dibuat-buat,” Menag LHS ketika memberikan sambutan pada Silaturahmi & Halal Bihala dengan Jajaran Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Rabu, (29/10/2015)

Page 15: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

13

dari pemuka agama sangat luar biasa,” ungkap Menag.

Menag pun berpesan kepada para pemuka agama agar kiranya ketika memberi dakwah agama lebih kepada esensinya yakni memanusiakan manusia, bukan merendahkan derajat kemanusiaan.

“Mari berlomba-lomba untuk kebajikan,” ajak Menag.

Menag menambahkan, problem agama itu adalah ketika sebagian besar orang mempersepsikan bahwa agama terbaik adalah yang memiliki umat terbanyak. Karenanya, Menag mengajak segenap pemuka agama untuk menebarkan sebanyak-banyaknya kebajikan sehingga bisa menuju titik yang sama dan di situlah, menurut Menag, rahmat bagi alam semesta bisa terwujud.

“Mudah-mudahan semua kita diberkahi dan diberi kekuatan untuk senantiasa berkemampuan menjalankan amanah yang mulia agar bangsa Indonesia semakin baik di masa mendatang,” pungkas Menag mengakhiri sambutan.

Hadir pada kesempatan Halal Bi Halal tersebut Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi NTT. Hadir pula seluruh jajaran Kanwil Kemenag Provinsi NTT, 19 Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kepala Madrasah se-Provinsi NTT serta pengurus dan anggota DWP Kanwil Kemenag NTT.

(bernas-fidianto)

Page 16: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

14

Pembinaan rohani bagi para pegawai beragama katolik di lingkup Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT yang secara rutin dilakukan pada hari Jumat pertama setiap bulan.

Bidik Lensa

Kepala Bagian Tata Usaha, H. Hasan Manuk, S.Pd, M.Pd saat membuka kegiatan workshop SOP yang diselenggarakan oleh Biro Ortala Kementerian Agama RI di Kupang.

Page 17: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

15

Kakanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, Drs. Sarman Marselinus (kedua dari kiri) saat menghadiri acara Buka Puasa Bersama di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Bersilaturahmi ke kediaman Ketua DPRD Provinsi NTT, H. Anwar Pua Geno saat lebaran Idul Fitri 1436 H.

Page 18: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

16

Kakanwil bersalaman dengan Kepala Bagian Tata Usaha saat lebaran Idul Fitri 1436 H.

Kakanwil bersilaturahmi ke kediaman Danrem 161/Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Heri Wiranto, SE,MM saat lebaran IdulFitri 1436 H.

Page 19: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

17

Kakanwil bersama Kabid Bimas Kristen, Drs. Sem Saetban sedang bercengkerama dengan Bapak Drs. H. Pahlawan Mukin (mantan Kabag TU) saat silaturahmi Idul Fitri 1436 H.

Sambut hari kemenangan, ASN Kanwil Kemenag Prov. NTT di Kupang saling memberikan salam sembari mengucap mohon maaf lahir dan batin.

Page 20: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

18

Bersama Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin dan Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni di Bandara El Tari Kupang.

Kakanwil Kemenag NTT beserta jajaran bergambar bersama FKUB Provinsi NTT setelah rapat khusus bersama Kabinda NTT, Dirintelkam Polda NTT dan Kaban Kesbangpol NTT menyikapi Insiden Tolikara di Kupang.

Page 21: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

19

Seputar Kanwil

Pembimas Hindu, Kanwil Kemenag Prov NTT menyelenggarakan Orientasi Festival Nasional Seni Keagamaan Hindu bertempat

di LPMP Provinsi NTT, tanggal 2 – 4 Juli 2015.Ketua panitia pelaksana, I Wayan Alit Sudarma,

S.Ag dalam laporannya mengatakan bahwa Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI telah dua kali menyelenggarakan kegiatan Festival Nasional Seni Keagamaan Hindu, namun NTT belum pernah berpartisipasi di dalamnya.

Atas dasar itulah, kegiatan yang diikuti oleh 25 orang peserta dari seluruh wilayah NTT diselenggarakan dengan harapan NTT bisa ikut dalam festival seni keagamaan hindu, tahun depan.

“Kegiatan ini, selain memberikan informasi tentang kebijakan kakanwil pada program seni juga dalam rangka sosialisasi tentang peran festival seni keagamaan hindu sebagai media untuk pelestarian dan perekat seni budaya dan agama hindu,” ungkapnya.

Orientasi Festival NasionalSeni Keagamaan Hindu

Sementara itu, Kepala Bidang Urusan Agama Katolik, Drs. Yakobus B. Kleden, MM yang mewakili Kakanwil Kemenag Prov. NTT saat membuka kegiatan ini mengajak peserta untuk mendukung program kerja Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT serta bekerja bersama-sama membangun kepedulian dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan dan kualitas kehidupan bersama dalam penghayatan iman dan pengamalan agama masing-masing.

“Festival keagamaan adalah bagian dari upaya mempertahankan ajaran iman dalam bentuk yang selalu bisa diperbaharui,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, beliau mengharapkan agar melalui kegiatan ini tercapai persamaan persepsi tentang festival seni keagamaan sehingga nantinya bisa bersama-sama merencanakan keberhasilan di tingkat nasional.

Sumber: ntt.kemenag.go.id/pascal/yen

Page 22: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

20

“Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT akan memperoleh tambahan tiga satker baru. Ketiga satker tersebut masing-masing Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Timur, Kementerian Agama Kabupaten Sabu Raijua dan Kementerian Agama Kabupaten Malaka.”

Kepastian tersebut diungkapkan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, H. Hasan Manuk, S.Pd, M.Pd dalam rapat bersama para Pimpinan Unit Kerja di lingkungan Kanwil Kementerian Agama ProvinsiNTT, Jumat (10/07/2015)

Di hadapan semua Kepala Bidang dan Pembimbing yang hadir, beliau mengungkapkan bahwa kepastian dimaksud diperoleh setelah beberapa waktu lalu beliau mendapat informasi dari Biro Ortala Kemenag bahwa Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sudah menyetujui usulan pembentukan satker Kementer ian Agama p a d a t i ga D a e ra h Otonom baru d i Nusa Tenggara Timur.

L e b i h l a n j u t , m a n t a n Kepala MTsN Kupang itu menyatakan

PMA pembentukan tiga satuan kerja baru tersebut akan segera rampung pada akhir tahun ini sehingga pada awal tahun 2016, ketiga satker baru tersebut bisa segera berjalan.

“Mudah-mudahan akhir tahun ini PMAnya bisa segera terbit sehingga awal tahun depan bisa segera action,” ujarnya berharap.

Sehubungan dengan akan hadirnya tiga satker tersebut, putra Lembata itu dalam nada kelakar mengajak seluruh karyawan/ti untuk menyiapkan diri mengemban tugas di tempat baru.

“Dengan hadirnya tiga satker baru tersebut, kita semua bersiap untuk mengabdi di tiga

satker tersebut, entah sebagai pejabat maupun sebagai staf,” pungkasnya

dengan nada kelakar. Sumber: ntt.kemenag.go.id/Rf/yen

Tiga Satker Kemenag BaruAkan Segera Hadir

Page 23: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

21

Sebanyak 517 orang calon jemaah haji asal Nusa Tenggara Timur sudah siap diberangkatkan ke tanah suci pada musim

haji tahun 2015. Ke-517 orang calon Jemaah haji tersebut, masing-masing terdiri dari 516 orang calon Jemaah haji dan satu orang Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD).

Kepastian tersebut diperoleh dari penjelasan Kepala Kanwil Agama Prov. NTT, Drs. Sarman Marselinus melalui Kepala Bidang Haji dan Bimas Islam, Drs. H. M. Syamsul Ma’arif yang dimintai informasi terkait perkembangan calon jemaah haji asal Provinsi NTT tahun 2015 di ruang kerjanya, Selasa, (14/07/2015).

“Sampai dengan batas akhir tahap II pelunasan biaya keberangkatan haji, dari total 516 orang calon Jemaah haji, quota NTT tahun 2015, sebanyak 514 yang sudah melunasi seluruh biaya keberangkatannya. Sedangkan 2 orang lainnya belum,” ujarnya. “Pada prinsipnya, yang berangkat adalah yang sudah melunasi biaya keberangakatan haji. Jadi yang belum lunas, melalui SISKOHAT akan secara otomatis digeser

517 Calon Jemaah Haji NTTSiap Diberangkatkan

oleh calon lain yang ada dalam daftar tunggu,” jelasnya.

Lebih jauh mantan guru pada MAN Model Kupang itu mengungkapkan bahwa ke-516 orang calon Jemaah Haji asal Nusa Tenggara Timur itu selanjutnya akan didampingi oleh satu orang Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) yakni atas nama Drs. Hamka Abdul Haris Weru dari Pemda Kota Kupang. Sedangkan dua calon pendamping lainnya yakni, Ahmad Daud dan Sitti Saleha Umar dari Pemda Flores Timur, sesuai informasi terakhir yang diperoleh bahwa kedua orang tersebut dinyatakan batal berangkat karena tidak memenuhi syarat usia yang ditentukan.

Menurut rencana, ke-516 calon Jemaah haji tersebut akan diberangkatkan dari masing-masing Kabupaten/Kota se NTT pada tanggal 9 – 10 September 2015. Pada Kamis, (10/09/2015) semuanya sudah harus masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebelum diberangkatkan ke tanah suci melalui embarkasi Surabaya.

Sumber: ntt.kemenag.go.id/Rf/yen

Page 24: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

22

Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT melalui Sub Bagian Informasi dan Humas (Inmas) meluncurkan Buku

Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2014. Hal tersebut diungkapkan Kepala Subbag Inmas Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, Yohanes B. Seja, S.Fil di ruang kerjanya (Rabu, 15/7/2015).

Buku Kementerian Agama Prov. NTT Dalam Angka 2014 tersebut memuat data kuantitatif Kementerian Agama Provinsi NTT, yang berupa gambaran umum tentang kelembagaan, kepegawaian, pendidikan dan keagamaan yang dikelola atau dalam binaan Kementerian Agama.

Terkait proses pengumpulan data sampai terbitnya Buku, mantan JFU Pengembang Tenaga Pendidikan pada Seksi Pendidikan Katolik Kemenag Kab. Ende ini menjelaskan bahwa data-data pada Buku Kementerian Agama Prov. NTT Dalam Angka 2014 ini, diperoleh melalui kegiatan pendataan informasi pada Kantor Kementerian Agama Kab/ Kota se Prov. NTT pada tahun anggaran 2014.

Kanwil Kemenag NTT Luncurkan Buku Data

“Data-data dari daerah tersebut kemudian diolah dan disinkronkan dengan data Bidang/Pembimbing pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT,” lanjut mantan Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kab. Ende ini.

John Seja mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah terlibat dan bekerja sama sampai dengan terbitnya Buku Kementerian Agama Prov. NTT Dalam Angka 2014 ini.

Di akhir perbincangan, Kasubag Inmas berharap agar Buku Kementerian Agama Provinsi NTT dalam Angka 2014 ini dapat berguna bagi semua yang membacanya.

“Semoga buku ini dapat berguna bagi siapa saja yang membutuhkan Data Agama dan Keagamaan pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT. Ada banyak kekurangan dalam terbitan perdana ini. Karena itu, kami mohon maaf sekaligus meminta pengertiannya. Tiada gading yang tak retak,” pungkasnya.

Sumber: ntt.kemenag.go.id/yen

Page 25: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

23

Bidang Bimas Kristen Kanwil Kemenag P ro v. N T T m e ny e l e n g ga ra ka n pembinaan Karya Tulis Ilmiah bagi

guru-guru Agama Kristen tingkat SMP, di aula LPMP Kupang

Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari, dari tanggl 29 s/d 31 Juli 2015 ini diikuti oleh 50 orang guru Agama Kristen dan dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTT, Drs. Sarman marselinus pada Rabu, (29/07/2015).

Dalam sambutannya kakanwil mengungkapkan bahwa kesuksesan seorang guru dalam menulis karya tulis ilmiah sangat tergantung pada sejauh mana yang bersangkutan memiliki ketekunan.

“Kuncinya adalah ketekunan saja. Mau kerja dan bertahan dengan kerja,” ungkap Kakanwil.

Kakanwil juga mengatakan bahwa seorang guru jangan menjadi plagiator. Dalam rangka memahirkan diri dalam menulis, seorang guru harus banyak membaca. Salah satu teknik melakukan

Bimas Kristen SelenggarakanPenulisan KTI Guru PAK SMP

inovasi adalah ATM. Amati, Tiru dan Modifikasi.

Karena itu, mantan Kepala Kantor Kemenag K a b u p a t e n Sumba Tengah i t u m e m i nta s e m u a g u r u Agama Kristen a g a r s e l a l u memiliki niat untuk ser ing m e m b a c a . Meniru model t u l i s a n d a r i s e j u m l a h p e n u l i s

profesional. Tetapi tidak perlu meniru secara total. Tulisan orang lain itu harus dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan kita.

Menurut Kakanwil, tulis-menulis Ilmiah sesungguhnya bukan sesuatu yang sukar. Yang paling pokok adalah ketekunan dan niat yang sungguh-sungguh untuk melatih diri. Kementerian Agama dalam hal ini Bidang Bimas Kristen hanya memfasilitasi keinginan para guru agama Kristen untuk meningkatkan profesionalitas dalam hal tulis-menulis.

Dalam laporan pembukaannya, Ketua Panitia, Maxen Y. Nope, S.Th mengungkapkan bahwa kegiatan in i bertu juan untuk meningkatkan kualitas guru agama Kristen. Panitia menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten baik yang berasal dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT maupun dari kalangan profesional.

Sumber: ntt.kemenag.go.id/Rf/yen

Page 26: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

24

Direktur Pendidikan Katolik Ditjen Bimas Katolik Kemenag RI, Fransiskus Endang, SH, MM, menjelaskan tentang

jalan penuh liku dalam proses penegerian SMAK.Hal ini disampaikannya dalam sambutan pada

acara pembukaan kegiatan Bimtek Kurikulum 2013 bagi guru pendidikan Agama Katolik tingkat dasar dan menengah region Nusa Tenggara (NTT, NTB dan Bali), bertempat di Hotel Romyta Kupang (Rabu, 01/07/2015).

Dijelaskannya, proses penegerian SMAK harus melewati berbagai Kementerian dan lembaga serta perlu mendapat persetujuan anggaran dari DPR RI. Dan saat ini masih sedang moratorium. Namun, beliau mengatakan Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama akan terus berjuang.

“Kita akan terus berjuang walau kini sedang moratorium,” paparnya.

Namun dikatakan, menjadi negeri atau pun tidak, Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI akan tetap membantu dengan berbagai program.

Jalan Berliku Penegerian SMAKEndang juga memberikan apresiasi atas

prestasi yang dicapai SMAK St. Thomas Morus, Ende. Prestasi yang diraih oleh SMAK St. Thomas Morus yang baru berusia 3 tahun, menurutnya, menunjukan bahwa potensi yang dimiliki sangat baik. Apabila dikelola dengan baik, maka akan sangat berpotensi. “Ada sekitar 20 SMAK di bawah naungan Ditjen Bimas Katolik namun baru lima sekolah yang sudah menggelar dan mengikuti UAN.” Demikian disampaikan putra Nele, Maumere ini.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga mengungkapkan tentang banyaknya permintaan bagi lulusan Sekolah Tinggi Pastoral. Karena itu, beliau meminta para lulusan STP untuk tidak minder dengan ijazah kesarjanaan yang dimiliki. Terkait hal ini, beliau memberikan motivasi dengan sebuah ungkapan bahwa “bukan senjata yang menentukan, tetapi orang di balik senjata yang menentukan.”

Sumber: ntt.kemenag.go.id/Joe/yen

Page 27: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

25

Lintas FLOBAMORA

Ende - ASN Kementerian Agama diwajibkan untuk memiliki AKIK. Demikian diungkapkan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ende, Yosef Nganggo, S.Ag ketika memberikan arahan usai kegiatan pembinaan rohani ASN beragama Katolik lingkup Kantor Kemenag Kab. Ende, di Aula Ikhlas Beramal, Rabu (01/07/2015).

“Di era demam batu akik ini, para ASN Kemenag diharapkan memiliki AKIK. AKIK yang saya maksudkan adalah akronim dari Agamis, Kreatif,

ASN Kemenag Harus Miliki AKIKInovatif dan Kompeten. Hal ini sesuai dengan spirit yang sedang kita hidupi dalam Lima Nilai Budaya Kerja Kemenag RI,” tegasnya. Menurut penggagas lahirnya SMAK Ende ini, ketika seorang ASN Kementerian Agama mengenakan cincin batu akik di jarinya, sesungguhnya ia sedang mempertegas identitas dirinya sebagai seorang yang sungguh agamis, kreatif, inovatif dan kompoten.

“Cincin batu akik yang melingkar indah di jari seorang ASN Kemenag, tidak hanya sekedar aksesoris untuk tampil gagah-gagahan; tetapi lebih dari itu, ia sedang diingatkan untuk memiliki sejumlah nilai dan keutamaan hidup yang mewujud dalam karya sesui dengan spirit yang terkandung dari akronim kata akik tersebut,” urai Kakankemenag dalam nada humor. Sumber : ntt.kemenag.go.id/NP/RF/JW

Page 28: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

26

Larantuka - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Petrus Pedo Beke, S.Ag akhirnya mengundurkan jadwal pelaksanaan Pembinaan Rohani dalam rangka HUT ke-70 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Flores Timur bagi anggota TNI/Polri, ASN dan Karyawan/ti BUMN/BUMD yang beragama Islam se - Kota Larantuka ke tanggal 24 Juli 2014.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Kepala Kantor melakukan rapat terbatas di ruang rapat Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur pada Kamis, (02/07/2015).

“Mengingat saat ini sedang dalam masa puasa bagi sesama umat Muslim, maka rencana kegiatan yang terjadi pada bulan puasa, kita tinjau kembali untuk menetapkan jadwal yang pas terkait kegiatan seksi Ibadah dan Pembinaan Rohani,” ungkapnya.

Terkait dengan permintaan tersebut, Kepala

Hormati Yang Berpuasa,Pembinaan Rohani Diundur

Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Flotim, Awalludin Husain, S.Ag, pada kesempatan tersebut meminta jadwal kegiatan pembinaan rohani bagi anggota TNI/Polri/para ASN dan Karyawan/ti BUMN/BUMD yang beragama Islam tidak terjadi selama masa puasa dan diundur pelaksanaannya ke tanggal 24 Juli 2015 .

“Jadwal pembinaan rohani untuk kaum Muslim sebaiknya diundur dari tanggal 10 Juli menjadi 24 Juli bersamaan dengan jadwal kegiatan pembinaan rohani bagi yang beragama Katolik dan Kristen,” pintanya.

Kepala Kantor Kemenag Kab. Flotim, Petrus Pedo Beke, S.Ag pun menyetujui permintaan tersebut dan langsung mengarahkan Informasi dan Humas Kantor Kemenag Kab. Flotim untuk segera berkoordinasi dengan Bagian Pemerintahan Setda Kab. Flores Timur terkait perubahan jadwal kegiatan dimaksud.

Sumber : ntt.kemenag.go.id/PL/RF/JW

Page 29: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

27

Waingapu – Tim tenis meja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Timur meraih Trophy Juara I I I Kapolres Cup pada perayaan HUT Bhayangkara ke – 69 pada tanggal 01 Juli 2015 yang lalu.Tr o p h y d a n h a d i a h lainnya diserahkan pada malam ramah tamah bersama Keluarga Besar Bhayangkara Kabupaten Sumba Timur.Keterlibatan tim tenis meja Kemenag Sumba Timur guna menunjukan hubungan kerja sama yang baik antara Kemenag dengan Kapolres Sumba T i m u r y a n g s a m a -sama berperan sebagai Instansi Pemerintahan yang mempunyai tujuan melayan i masyarakat Sumba Timur.“ Ke m e n a n ga n b u ka n menjadi prioritas utama, kebersamaanlah yang ingin dibangun,” ungkap salah satu anggota Tim Tenis Meja Kemenag Sumba Timur.

Sumber: ntt.kemenag.go.id/DN/JW

Kemenag Sumba TimurJuara III Tenis MejaKapolres Cup 2015

Page 30: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

28

Oelamasi – Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kupang, Drs. Yorhans S. Lopis, M.Si, mengharapkan agar buka puasa bersama di Bulan Suci Ramadhan dapat mempererat tali silaturahmi serta semakin menumbuhkan rasa solidaritas sosial di Kabupaten Kupang.

Harapan ini disampaikan Lopis ketika memberikan sambutan dalam acara buka puasa bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kupang bersama umat muslim dalam tajuk “Kementerian Agama Kabupaten Kupang Peduli Umat” di wilayah Kecamatan Kupang Tengah di pelataran Masjid All Muhtadin Noelbaki, Jumad (10/07/2015).

Kemenag Kabupaten Kupang

Peduli Umat“ S aya m e ra s a b e rsy u ku r

bahwa kita dapat berbuka puasa b ers a ma ma sya ra kat mu s l i m Kecamatan Kupang Tengah, kita semua larut dalam nuansa solidaritas untuk mempererat hubungan tali silaturahmi. Mari kita bina hubungan yang harmonis di antara sesama agar suasana kerukunan tetap terpelihara dengan baik,” ujar Lopis.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam, Abdul Qadir S. Dasy, S.Ag

selaku ketua panitia penyelenggara mengatakan bahwa momentum puasa tahun ini dikemas dalam nuansa berbeda. Panitia bekerja sama dengan pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kupang membagikan Sembako berupa beras, minyak goreng, super mie, gula pasir kepada kaum dhuafa.

Tampak hadir pula, Ketua MUI Kab. Kupang, Jamaludin Mustafa, Ketua FKUB Kab. Kupang, Pdt. Daniel Nenotek, S.Th, para pejabat Lingkup Kankemenag Kab. Kupang, Imam Masjid, Alim Ulama, Pemuka Agama, Tokoh Masyarakat dan undangan lainnya. Sumber : ntt.kemenag.go.id Ama/Jose/Jw

Kefamenanu – “Allahhu Akbar, Allahhu Akbar, Allahhu Akbar…“ Aman, tertib, tenang dan damai, begitulah suasana saat mentari kemenangan terbit yang diiringi dengan gema Takbir, Tahmid dan Tahlil yang berkumandang di Kefamenanu, Kota dengan julukan Kota SARI (Sehat, Aman, Rindang dan Indah), saat 1 Syawal 1436 H / 17 Juli 2015 M.

Suasana hari kemenangan yang ditandai dengan pelaksanaan Shalat Ied ini berlangsung di Alun-Alun Kantor Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara dan dipimpin oleh Imam Masjid Djami Al-Muhajirin Kefamenanu, Kyai Ismail Djazuli, dan bertindak sebagai Khotib, Bapak Muhaemin Mas’ud, S.HI., serta yang menjadi Billal adalah Bapak Arifin Made.

“Telah tiba hari kemenangan, setelah sebulan lamanya kita berpuasa di bulan Ramadhan. Tiba saatnya ikhlaskan hati

Hari Kemenangan Yang Indah Di Kota SARIuntuk bersillaturahmi dengan keluarga, teman, sahabat, handai taulan untuk saling memaafkan, guna menyucikan diri di hari yang Fitrah nan indah ini. Jangan sampai takdir yang telah ditentukan oleh Allah SWT, yang mungkin tidak sesuai dengan harapan dan keinginan membuat hati kita tidak ikhlas, akan tetapi hal itu mampu meningkatkan keimanan kita terhadap Allah SWT,” demikian kutipan singkat dalam Khutbah Shalat Ied yang disampaikan oleh Khotib Muhaemin Mas’ud, S.HI.

Dalam kesempatan ini Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara, Raymundus Fernandez, S.Pt yang turut hadir dan sejumlah Pejabat Struktural Kantor Kementerian Agama Kab. TTU, di antaranya Kepala Seksi Bimas dan Pendis, Suhardinal S, S.Ag, Penyelenggara Haji dan Umrah, H. Jumhur Sarbini, S.Pd.I., Kepala KUA Kec. Kota

Page 31: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

29

Labuan Bajo – Kepala Kantor Kementerian Agama Manggarai Barat, Drs. Kristoforus Mahal memberi pengajaran kepada para anak putus sekolah binaan Dinas Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Manggarai Barat melalui program Pengurangan Pekerja Anak - Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) yang berlangsung di Persekolahan St. Yosefa, Labuan Bajo Selasa (14/07/2015).

Memutar video kesuksesan motivator ulung dunia, Nick Vujicic yang mengalami keterbatasan fisik namun mampu mengembangkan bakat dan talentanya, Kakankemenag mengajak 30

Kakankemenag Mabar Beri Pengajaran

Pada Anak Putus Sekolahanak-anak dari berbagai kecamatan di Mabar ini untuk mengembangkan bakat, kemampuan dan potensinya agar mampu menjadi orang-orang sukses lewat dunia pendidikan yang akan mereka jalani.

Terkait peluang anak-anak ini kembali ke sekolah formal, guru pendamping

yang juga menjadi pengajar di SMP Negeri Pulau Mesah, Narty mengatakan anak-anak dampingannya diberi hak penuh untuk melanjutkan pendidikan formal di sekolah-sekolah yang direkomendasikan dinas PPO.

Seusai menempuh pendidikan selama sebulan, para siswa ini akan diberi rekomendasi sebagai dasar untuk mendaftar di sekolah yang dituju dan wajib sifatnya sekolah tempatnya mendaftar menerima mereka sesuai syarat-syarat khusus yang mereka miliki.

Sumber : ntt.kemenag.go.id/YM/PG/JW

Kefamenanu, H. Yayan Mulyana, S.Ag yang mewakili keluarga besar Kementerian Agama Kab. TTU mengucapkan, “Selamat

Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H” kepada semua Umat Muslim di dunia, khususnya Umat Muslim di Kab. TTU.

Sumber : ntt.kemenag.go.id/Didi/Jose/JW

Page 32: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

30

Sahabat BERNAS

30

saudara muslim Ilawe. Selain itu yang menjadi perekat kerukunan di Kabupaten Alor adalah sistem kekerabatan, kearifan Bela Baja/tidak boleh saling menyakiti. Perkawinan antara gunung (Kristen) dan pantai (Islam) yang sudah terjadi sejak nenek moyang orang Alor ada.

Sejauh mana peran Kementerian Agama dalam membina Kerukunan Umat Beragama di Alor?

Terkait dengan upaya memperkokoh kerukunan umat beragama kami rutin melakukan dialog tokoh agama, perempuan dan pemuda lintas agama se-Kabupaten Alor, melakukan sosialisasi PBM Nomor 8 dan 9 Tahun 2006, bersama dengan FKUB Kabupaten Alor. Juga memfasilitasi pertemuan Koordinasi Pimpinan Gereja Denominasi se-Kabupaten Alor, serta bersama dengan MUI Kabupaten Alor melakukan pembinaan kerukunan interen Umat Islam.

Selain pembinaan kerukunan umat beragama, Kementerian Agama Kabupaten Alor juga mengambil peran dalam menyelesaikan kasus–kasus keagamaan di Kabupaten Alor di antaranya menyelesaikan kasus Majelis Dzikir, masalah perpecahan antara persekutuan doa, memediasi penyelesaian konflik internal antara pimpinan Daerah Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) daerah Alor. Menjadi mediator penyelesaian kasus pembangunan Gereja.

Seperti apa partisipasi tokoh agama dan peran pemerintah daerah dalam menciptakan kerukuran ?

Partisipasi tokoh agama lintas agama di Kabupaten dalam rangka menciptakan kerukunan di Kabupaten Alor sangat tinggi, inisiatif dan sumbangsih pikiran untuk membangun kerukunan selalu disampaikan baik diminta mupun tidak. Di Kabupaten Alor telah di bangun gedung Sekber FKUB Kabupaten Alor yang menjadi tempat pertemuan rutin para tokoh agama.

Ini tidak terlepas dari peran pemda Alor. Bahkan Pemda Alor menganggarkan dana khusus untuk memberangkatkan tokoh -tokoh agama lintas agama untuk melakukan ziarah rohani. Juga menyelenggarakan perayaan Natal Oikumene dan pelaksanaan Halal Bilhalal.

Sejauh mana komunikasi yang dibangun dengan tokoh agama dan pemda setempat ?

Komunikasi dengan tokoh agama lintas agama selalu dibuat dengan mengundang tokoh agama untuk tukar pikiran jika terjadi persoalan-persoalan, juga melakukan silaturahmin pada hari raya keagamaan.

Komunikasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Alor dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah sangat baik. Dengan komunikasi yang baik pula saat ini tanah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor yang adalah tanah milik pemerintah daerah, telah dihibahkan kepada Kementerian Agama Kabupaten Alor dan telah mendapat sertifikat.

Apa kesulitan dan tantangan yang dihadapi dewasa ini di Alor ?

“Laboratorium Kerukunan”Sejenak Bersama Kepala Kankemenag Kab. Alor

Bicaranya bebas lepas, penuh canda. Ketika

berjumpa dengannya, orang tidak menyangka

kalau pria ini telah b e r u m u r 5 0 - a n

tahun. Dia adalah Drs. Muhammad M a r h a b a n . Pr ia kelahiran Lahayong, Flores Timur.

Menapaki k a r i e r d i l i n g k u n g a n K e m e n t e r i a n A ga m a P ro v. N T T, h i n g g a a k h i r n y a

dipercaya sebagai K e p a l a K a n t o r

Kementerian Agama Kabupaten Alor pada

tahun 2012. Kearifan budaya yang terpelihara di bumi Kenari ini

membuatnya yakin bahwa jalinan persaudaraan di masyarakat yang berbeda itu ibarat darah dan daging. Tidaklah mengherankan karena kerja dan komunikasi dengan pemerintahan daerah, Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin berkenan merayakan Halal Bihalal di Alor.

Simak penuturan putra Solor kepada BERNAS tentang Alor, sepak terjangnya memimpin Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor, komunikasinya dengan berbagai pihak dan harapannya menjadikan Alor sebagai laboratorium kerukunan.

Bagaimana gambaran suasana kerukunan di Kabupaten Alor?

Kerukunan umat beragama di Alor sangat baik karena nenek moyang orang Alor sejak dahulu sudah hidup rukun. Masyarakat Alor yang penduduknya heterogen menampilkan kerukunan yang autentik. Setiap hari raya keagamaan, mereka saling mengunjungi dan memberikan hadiah, bahkan bertukar penganan dilakukan dari dulu sampai sekarang tanpa ada halangan apa pun.

Keunikan lainnya adalah dalam membangun rumah Ibadah pasti melibatkan seluruh masyarakat dari berbagai agama. Demikian pun dalam pelaksanaan MTQ, Pesparawi, dan sidang Klasis GMIT selalu melibatkan semua unsur agama (Islam, Kristen dan Katolik).

Ada gereja di Desa Ilawe Kecamatan Kabola diberi nama Gereja Ismail Ilawe karena Gereja ini dibangun oleh saudara–

Page 33: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

31

BIODATANama : Drs. Muhammad Marhaban NIP : 19630408 199103 1 001 Tempat/tgl Lahir : Lohayong Solor Flores Timur, 8 April 1963 Riwayat Pendidikan SDN Lohayong Solor Timur Flores timur MTs Tarbiyah Islamiyah Lohayong Solor Timur SMA Muhammadiyah Kupang Universitas Negeri Nusa Cendana Kupang Riwayat Jabatan Kasi Doktik Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Depag Prov NTT; Kasi Pendais pada Sekolah Umum Bidang Binbagais Kanwil Depag Prov NTT; Kasi Keluarga Sakinah dan Ibadah Sosial Bidang Urais Kanwil Depag Prov. NTT; Kasi penghuluan Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Prov NTT; Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor sampai sekarang Data Keluarga Istri : Ny. Lusiana Binti (Alm) Dhafar AkedAnak : 1. Fahrul Fadliansyah 2. Ahmad Aryad Al-Banjiri Hobbi : Membaca

31

Prinsip saya, jika bekerja dengan hati yang bersih dan penuh keiklasan maka semua kesulitan pasti bisa diatasi. Tantangannya adalah Alor daerah kepulauan yang berbukit, sehingga pelayanan bidang kehidupan beragama di Kabupaten Alor belum menjangkau daerah pegunungan dan pulau-pulau kecil karena kurangnya alat transportasi.

Tantangan lain yang kami hadapi adalah gedung Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor yang di bangun sejak tahun 1988 sudah termakan usia dan telah di guncang oleh 3 kali gempa bumi, maka perlu dibangun dengan gedung yang baru.

Sterategi apa yang akan di terapkan menghadapi tantangan yang ada ?

Strategi terbaik adalah membangun komunikasi intensif dengan Pemerintah daerah Alor untuk membantu mengatasi kesulitan transportasi. Ada angan–angan dan keinginan kami untuk memiliki speedboad atau perahu motor yang diberi nama speedboad Kerukunan dan akan digunakan sebagai kendaraan operasional untuk melayani umat beragama di daerah kepulauan.

Menghadirkan Menteria Agama di Kabupaten Alor adalah suatu Prestasi. Apa pendapat Bapak?

Sebenarnya kehadiran Bapak Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin ke Alor adalah hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama. Ide untuk menghadirkan Menteri Agama ke Alor sudah ada sejak jaman Bupati Simeon Th. Pally, yakni untuk menghadiri Natal Oekumene. Tetapi karena Natal Oekumene tingkat Nasional terjadi di Papua, maka Menteri Agama batal hadir di Alor.

Ide itu kemudian dilanjutkan pada masa Bupati Drs. Amon Djobo dengan mengundang Bapak Menteri Agama RI untuk menghadiri acara Halal Bihalal tahun 2015 dan berhasil mendatangkan Menteri Agama. Ini sukses kita semua.

Saat di Kalabahi Bapak Menteri Agama RI mampir dan makan siang di Kantor Kementerian Agama dan hal ini menurut

sekretaris Menteri Agama RI (Choirul Huda) sebagai sebuah prestasi yang luar biasa karena tidak biasanya Menteri Agama menyinggahi Kantor Kemenag Kabupaten/Kota pada acara kunjungan kerja.

Apa harapan Bapak untuk membangun kerukunan di Kabupaten Alor ke depan?

Ada beberapa agenda membangun Alor dalam konteks kerukunan umat beragama dan ini dilakukan dalam sinergi dengan pemerintah daerah Kabupaten Alor antara lain: Lebih intensif lagi membangun forum dialog antar umat beragama, untuk saling mengenal dan saling berbagi pengalaman hidup beragama. Juga berupaya menjaga Alor agar bertahan sebagai laboratorium kerukunan umat beragama sehingga menjadi contoh bagi kabupaten lain di Indonesia untuk datang dan belajar kerukunan.

Di Alor, rasa saling menghargai dan menghormati antar umat beragama terjadi secara spontan, tulus dan tanpa embel-embel lain (kerukunan autentik), karena tidak hanya ditunjukan sebagai bagian dari persahabatan atau pertemanan, melainkan sudah memberikan nilai-nilai dalam tataran sebagai satu kesatuan keluarga.

Alor menjadi l a b o r a t o r i u m k e r u k u n a n d i tingkat nasional sehingga aroma kerukunan akan berhembus dari Nusa Kenari untuk Nusa Tenggara dan dari Nusa Tenggara untuk Nusantara.

(by.bobby)

Page 34: Bernas Edisi Juli 2015

Edisi 05 Tahun IV, Nomor 17 Juli 2015

32

Bianglala

Komitmen Kesalehan Sosial Memaknai halal bihalal dengan jiwa

Kata halal memiliki dua makna. Pertama, memiliki arti 'diperkenankan'. Dalam pengertian pertama ini, kata halal

adalah lawan dari kata haram. Kedua, berarti “baik”. Dalam pengertian kedua, kata “halal” terkait dengan status kelayakan sebuah makanan.

Dalam pengertian yang lebih luas, halal-bihalal adalah acara maaf-memaafkan pada hari Lebaran. Keberadaan Lebaran adalah suatu pesta kemenangan umat Islam yang selama bulan Ramadhan telah berhasil melawan berbagai nafsu hewani. Dalam konteks sempit, pesta kemenangan Lebaran ini diperuntukkan bagi umat Islam yang telah berpuasa, dan mereka yang dengan dilandasi iman. Menurut Dr. Quraish Shihab, halal-bihalal merupakan kata majemuk dari dua kata bahasa Arab halala yang diapit dengan satu kata penghubung ba (dibaca: bi) (Shihab, 1992: 317).

Halal bihalal juga bisa dimaknai secara sosial. Aktivitas ibadah puasa sebulan penuh selama Ramadan selalu mendorong seorang hamba selalu melakukan ibadah. ibadah tidak hanya dilakukan secara vertikal kepada sang Khalik. Selama Ramadan, Umat Islam pun dididik untuk selalu beribadah hor i sonta l (muamalah) . Karena itu, selama Ramadan, Umat Islam dilatih untuk selalu menanamkan nilai-nilai kemanusiaan. Ramadan penuh dengan pesan etika keshalehan sosial yang sangat tinggi, seperti pengendalian dir i , d is ip l in, kejujuran, kesabaran, solidaritas dan saling tolong-menolong. Ini

merupakan sebuah potret yang mengarah kepada eratnya keshalihan pribadi dengan keshalihan sosial.

Kunjungan Menteri Agama Republik Indonesia, H. Lukman Hakim Syaifudin, di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam konteks perayaan Halal Bi Halal ( yang notabene umat mayoritasnya adalah kristiani) bisa dibaca dengan ‘jiwa’; bahwa wujud terpenting dan terindah dalam memaknai ajaran agama, adalah ketika kita mampu mewujudkan komitmen dalam menyatukan perilaku dan kasih sayang dalam wujud persaudaraan yang sejati sebagai manusia hamba Tuhan, yang tidak tersekat atas nama apapun. Semua demi kerukunan bagi umat beragama di belahan Nusantara. Seperti Sabda Rasulullah Muhammad SAW “ Khoirun Naas anfa‘uhum linnaas – sebaik –baik manusia adalah yang memberi manfaat pada manusia lainnya“. (aida Ceha)

Page 35: Bernas Edisi Juli 2015

KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMAPROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Drs. Sarman MarselinusKakanwil

Kepada umat Muslim di Nusa Tenggara Timur

Page 36: Bernas Edisi Juli 2015