Biokimia Urea

  • View
    10

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

biokimia

Transcript

Slide 1

Assalamualaikum Wr. Wb.

Disusun oleh :Kelompok 5Andri Nurhadis 1127040006Edi Supriadi 1127040017Fitri Patimah 1127040024Indri Santika N. 1127040034Ine Fadilah 1127040036Masfufah M. 1127040040

Siklus Urea, EnergiKontrol Siklus Urea & Toksisitas Amonia

OutlinePendahuluanSiklus UreaToksisitas amoniaEnergi

PendahuluanKelebihan asam amino merupakan syarat asam amino untuk melakukan degradasi. Asam amino dapat terlepas dalam bentuk amonia yang merupakan suatu toksin. Amonia dapat bersifat tidak beracun ketika menjadi urea.Tempat asam amino di degradasi yaitu di dalam hati.Pembagian nitrogen dapat terpisah menjadi dua tingkatan :1. pelepasan gugus asam amino2. pembentukan urea melalui siklus ornitin

TransdeaminasiDalam hal ini transaminase berarti transfer gugus amino dari asam amino untuk membentuk glutamate dalam sitosol

LanjutanDeaminasi oksidatif, dikatalisis dengan glutamate dehydrogenase, pemindahan gugus amino dari glutamate. Reaksinya terjadi di mitokondria dan gugus amino dilepaskan dan masuk ke siklus urea

Transaminasi

Deaminasi juga dapat terjadi dengan enzyme yang lain, tapi hanya pathway minor.Contoh: enzim L-amino acid oxidase. Tapi terkadang ada juga enzim yang spesifik seperti serine dan threonine dehidratase yang akan mendeaminasi serine dan threonine yang memindahkan H2O dan NH4+ . Enzim cysteine desulphydrase yang mendeaminasi cysteine dan menghasilkan hidrogen sulfide

Pembentukan urea melalui siklus ornitinSiklus urea terdiri dari lima reaksi yang mensintesis urea senyawa organik dari dua senyawa anorganik yaitu CO2 dan NH4+.Urea (NH2-CO-NH2) yang mengandung dua atom nitrogen.Satu nitrogen disuplai dari pembentukan ammonia oleh transdeaminasi asam amino yang berasal dari aspartate. Siklus menggunakan molekul pembawa ornitin yang lebih dikenal jalur siklus TCA menggunakan oksaloasetatLokasi : liver hepatocytes, periportal selTempat : dua reaksi pertama terjadi di mitokondria dan tiga reaksi terakhir di sitosol

SIKLUS UREA

Sintesis asam fumarat

fumaratmalatAsam oksaloasetatfumaraseMengalami transaminasi menjadi aspartatBerubah menjadi glukosa melalui jalur glukoneogenesisBerkondensasi dengan Asetil Ko-A membentuk sitratBerubah menjadi pirufat

Hasil ATP keseleuruhan4 molekul ATP yang dibutuhkan untuk setiap pembentukan 1 molekul urea (reaksi 1 dan 3)Konversi fumarat ke oksaloasetat menghasilkan NADH, yang dioksidasi oleh rantai transpor elektron untuk menghasilkan 3 ATP 1ATP keseluruhan yang dikonsumsi untuk setiap molekul urea dibentuk oleh siklus

Pengendalian Siklus UreaWaktu singkat kontrol alosterik Kontrol utama siklus urea adalah dengan N-asetil glutamat (terbentuk dari asetil CoA sebuah glutamat) yang alosterik mengaktifkan karbamoil fosfat sintase I (CPS I), enzim tersebut mengkatalisis langkah dari siklus urea. SSetelah makan kaya protein, asam amino kelebihan deaminasi, yang mengakibatkan peningkatan konsentrasi glutamat dan dengan demikian N-asetil glutamat mengaktifkan CPS I. Terjadi siklus urea, untuk mengatasi beban nitrogen ekstra.

Regulasi jangka panjangPada diet protein tinggi kerangka asam amino dioksidasi untuk energi disimpan sebagai lemak dan glikogen, tetapi nitrogen amino haruh dieksresikan dengan siklus urea.Perubahan dalam diet akan mendorong atau menekan transkripsi enzim siklus urea.

Toksisitas AmoniaAmonia adalah racun yang ekstrim. Perubahan amonia menjadi urea : tidak beracun, senyawa organik. Diekresikan dalam ginjal. Sifat-sifat Amonia: Molekul kecil, netral, larut dalam airBeratnya 50% mendekati berat nitrogenMenggunakan sedikit energi saat sintesisToksisitasnya:Gangguan otakKomaKematian

Mekanisme Toksisitas AmoniaRacun amonia dapat mempengaruhi otak dan sistem saraf pusatKenaikan konsentrasi dari amonia dikarenakan perubahan dari keseimbangan reaksi dehidrogenase pada pembentukan glutamatKetika otak dan sistem saraf mengalami jumlah energi Yang sangat besar maka jumlah racun amonia juga meningkat. NADH + H+ GDH NAD+ glutamin sintetase KG glutamatglutamin

NH3+

NH3+