Click here to load reader

Buletin Suluh Edisi 11

  • View
    241

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

Text of Buletin Suluh Edisi 11

  • BULETIN SULUH IAIN PONTIANAK | 1

    SULUH20

    halaman

    Jimly Asshiddiqie

    IAIN Pontianak

    Edisi 11, Juni - Juli 2015

    SARJANA BARU, HARUS PUNYA PERAN DALAM MEMBANGUN MORAL, MENTALITAS, DAN KARAKTER BANGSA

  • 2 | BULETIN SULUH IAIN PONTIANAK

    Tanggal 1 Ramadhan 1436 H atau bertepa-tan 18 Juni 2015, Dipimpin oleh Rektor IAIN Pontianak, Dr. H. Hamka Siregar, M.Ag., me-letakkan batu pertama pembangunan ge-dung kuliah baru, dihadiri Wakil Rektor, Dekan Fakultas dan Pejabat stuktural lainnya.

    Sebelum meletakkan batu pertama, Rektor IAIN Pontianak, Dr. H. Hamka Siregar, M.Ag dalam sambutannya, mengatakan, gedung yang akan dibangun setinggi lima setengah lantai ini bisa menjadi gedung kebanggaan IAIN dan umumnya untuk masyarakat Kalbar.

    Gedung ini akan menelan biaya sekitar 32 milyar, menjadi gedung utama untuk menam-pung aktivitas belajar mengajar di IAIN Pontia-nak, karena akan ada 62 ruang kelas baru yang akan dibangun gedung lima lantai ditambah dengan setengah lantai khusus untuk 2 ruang pertemuan ruang pertemuan berkapasitas 150 orang ebagai pengganti ruangan Teater, dan gedung ini akan menjadi gedung tertinggi di lingkungan IAIN Pontianak, terang Hamka.

    Hamka juga mengajak pada seluruh civitas akademik untuk mendukung pembangunan gedung ini dengan menjelaskan kepada siapa-pun yang bertanya tentang proyek ini dengan penjelasan yang membawa kemaslahatan bagi siapapun. Karena hambatan atau masa-lah yang mungkin ada akan bisa diminimalisir dengan usaha dan doa dari kita semua.

    Melalui momentum awal bulan Ramadhan ini, pungkasnya, dipilih untuk memulai pemban-gunan gedung ini bisa menjadi barokah dari Allah untuk semuanya, baik itu saat penger-jaannya mudah-mudahan lancar dan selesai tepat pada waktu yang ditentukan.

    Acara tersebut berlangsung singkat, dimulai dengan pembacaan do`a yang dipimpin oleh Drs. H. Dulhadi, M.Pd, kemudian sambutan Rektor IAIN Pontianak dan sesi peletakkan batu pertama oleh Dr. H. Hamka Siregar, M.Ag dan dilanjutkan peninjauan lokasi pembangu-nan gedung.

    REKTOR LETAKKAN BATU PERTAMA, PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAHSULUH

    Buletin Civitas Akademika IAIN Pontianak

    E d i s i 1 1 , J u n - J u l 2 0 1 5

    PENANGGUNG JAWAB

    Dr. H. Hamka Siregar, M.Ag

    EDITOR

    Eka Hendry, Ar., M.Si

    Aspari, S.Pd.I

    REDAKTUR

    Handes, M.I.Kom

    KESEKRETARIATAN

    Farninda, Aditya, S.Pd.I

    LAYOUT

    Setia Purwadi, S.EI

    TIM PENYUSUN

    Syamsul Kurniawan, M.S.I

    Sharach Septiarni Dewi, SH.

    Khairul Muttaqin

    Ona Sutiono

    ALAMAT REDAKSI

    Kampus IAIN PontianakJalan Letjen Soeprapto No.19

    Telp./Fax: 0561-734170, Pontianak 78121

    Website: www.iainptk.ac.idemail: [email protected]

  • BULETIN SULUH IAIN PONTIANAK | 3

    KONTEN

    IAIN PONTIANAKMESTI PUNYAPERAN DALAMPERKEMBANGANMASYARAKATINTERNASIONAL

    SARJANA BARU, HARUS PUNYA PERAN DALAM MEMBANGUN MORAL, MENTALITAS, DAN KARAKTER BANGSA

    MAHASISWA KKLHARUS MENJADIDUTA IAIN PONTIANAK

    KHAIRUNAS:Mengutamakan 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama

    hal. 10

    LAILIAL MUHTIFAH:Guru Professional Adalah Guru yang Memiliki Kemampuan Mumpuni dalam Melaksanakan Tugas

    hal. 08

    Ilmu dalam Perspektif Epistimologi Barat dan Islam hal. 16

    Membangun Kesadaran Budaya Mutu hal. 14

    NASRI: PTKIN Unggul, Dengan Perencanaanyang Bermutu

    hal. 18

    IAIN Pontianak tidak boleh berhenti berbenah. Kita semua paham, bahwa era globalisasi menuntut adanya kesiapan untuk menghadapi tantangandan persaingan yang semakin kompetitif, termasuk di bidang pendidikan dan dakwah Islam

    Melalui kegiatan wisuda ini seba-gai momentum untuk mulai be-lajar dari kenyataan hidup, dan mulai untuk bertindak sesuai dengan apa yang didapatkan selama di bangku kuliah

    PENYALAHGUNAANWEWENANG JABATAN(ABUSE OF POWER)

    Seseorang akan cenderungmenyalahgunakan jabatan ataukekuasaannya untuk memper-kaya diri sendiri, orang lain atau korporasi apabila mempunyai kesempatan

    KKL Integratif menguatkankompetensi akademik maha-siswa, hal ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat mengembang kan dan mengkontekstualisasi-kan pengetahuan dan keteram-pilan yang mereka perolehselama dibangku perkuliahan.

    HAL. 6

    HAL. 12 HAL. 20

    BERITA UTAMA

  • 4 | BULETIN SULUH IAIN PONTIANAK

    SARJANA BARU, HARUS PUNYA PERAN DALAM MEMBANGUN MORAL, MENTALITAS DAN KARAKTER BANGSA

    Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ass-hiddiqie, mengucapkan selamat kepada para wisudawan IAIN Pontianak, mudah-mudahan sesudah menjadi sarjana bisa melanjutkan tugas untuk belajar dari kehidupan nyata, jika sebelumnya belajar dari buku, ucapnya.Sebagai umat Islam dan seluruh umat manusia, mari kita belajar sebagaimana Allah SWT memerintahkan kepa-da Rasulullah Saw, pertama kali mendapat wahyu yakni dengan perintah membaca (iqra), sedangkan Allah SWT mengetahui ketika pertama kali nabi Muhammad Saw tidak dapat membaca buku, maka perintah Iqra itu mak-nanya tidak lain, bukan membaca leterlek seperti yang

    wisuda ini sebagai momentum untuk mulai belajar dari kenyataan hidup, dan

    mulai untuk bertindak sesuai dengan apa yang didapatkan selama di bangku kuliah,

    dan bekerja untuk kemajuan bangsa di bidang keahlian masing-masing.

  • BULETIN SULUH IAIN PONTIANAK | 5

    kita pahami, membaca disitu adalah membaca kehidu-pan, kata Jimly.Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum RI (DKPP-RI) 2012-2017 ini juga mengajak se-genap sarjana baru agar memulai membaca kehidupan, bukan sekedar lagi membaca buku. Buku oleh penulisnya menjelaskan dan menceritakan realitas masa lalu, sering kali buku ketinggalan zaman. Jadi, terangnya, kalau selama ini rajin membaca buku, jan-gan-jangan pengetahuan kita sudah ketinggalan, maka kita harus membaca dunia nyata sambil menjadikan buku sebagai referensi, karena itu membuat kita terus menerus bergaul dengan perkembangan informasi kehidupan dan terlibat dalam perkembangan teknologi.Kepada kedua orangtua wisudawan, Jimly, sekali lagi men-gucapkan selamat putra-putrinya telah menjadi sarjana, mudah-mudahan menambah kualitas kualifikasi genera-si muda bangsa yang menempati posisi intelektual yang dapat memberikan kecemerlangan, sinar bagi kemajuan umat.Bangsa Indonesia, menurut Jimly, adalah bangsa yang san-gat kaya raya, tetapi kekayaan alam yang dimiliki itu bisa dua kemungkinan yaitu bisa menjadi anugerah dan bisa menjadi sumber malapetaka. Pasalnya, semua Negeri Is-lam mulai dari Maroko sampai Marauke kaya akan sumber daya alam, itu sebabnya di jajah oleh bangsa Barat. Jimly, mengutip Joseph E. Stiglitz, dalam tesisnya, esca-ping from the curse of natural resources, kekayaan sum-ber daya alam itu bisa menjadi anugrah dan bisa menjadi sumber kutukan, gara-gara kaya bangsanya dijajah, ter-masuk Indonesia belum mengalami pencerahan, disebab kan rata-rata tingkat pendidikan masih rendah. Sarjana baru IAIN Pontianak hendaknya bisa menambah kualitas generasi baru Indonesia yang menduduki lapisan SDM yang dapat mengelola dan mengurusi Negara dan bangsa Indonesia ke depan.Jimly menyerukan, agar moment wisuda dijadikan seba-gai momentum untuk mulai belajar dari kenyataan hidup, dan mulai untuk bertindak sesuai dengan apa yang dida-patkan selama di bangku kuliah, dan bekerja untuk kema-juan bangsa di bidang keahlian masing-masing.Selain ahli dibidangnya juga punya peran dalam mem-bangun moral, mentalitas, dan karakter bangsa. Apa lagi

    Jimly Asshiddiqie

    Setelah 15 tahun reformasi, justru mentalitas dan etika kehi-dupan berbangsa yang melorot dan memprihatinkan.

    pemerintah saat ini mencanangkan revolusi mental, atau gerakan nasional revolusi mental dengan maksud menja-dikan mentalitas dan moralitas menjadi korp bisnis pem-bangunan bangsa.Hal ini diakuinya, setelah 15 tahun reformasi, justru mo-ralitas dan etika kehidupan berbangsa jadi melorot dan memprihatinkan. Hukum kita carut marut, politik mem-buat orang berburu kekuasaan dengan berbagai macam cara, demokrasi membuat orang bebas mencari nafkah untuk memperkaya diri sendiri, tegasnya.Dampaknya adalah kehidupan liberalisme pasca refor-masi yang menyebabkan turunnya kualitas moral berba-gai lini sehingga kehidupan berbangsa mengalami keru-sakan. Karena itu, bangsa ini sangat memerlukan sarjana yang memenuhi aspek moralitas, etika dan karakter. Mu-dah-mudahan sarjana IAIN Pontianak dapat memanfaa-tkan peluang dan mengambil peran dalam membangun bangsa, ajak Jimly.Jimly menuturkan, kehidupan moral bangsa saat ini se-dang menghadapi masalah, tingkat kriminal sedang meningkat tajam, fakta menunjukkan penjara diseluruh wilayah Indonesia penuh dengan orang-orang yang ber-masalah.Hukum yang ditegakkan tidak mengurangi tingkat krimi-nalitas, tentu hal ini disebabkan moral bangsa ini sedang rusak, oleh sebab itu urusan moral harus dijadikan sasaran untuk berdakwah, dan perubahan, ini menjadi tantangan para sarjana IAIN Pontianak, pungkas Jimly.

  • 6 | BULETIN SULUH IAIN PONTIANAK

    Momentum alih status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak ke Institut Agama Islam Nege-ri (IAIN) Pontianak saat ini telah dimanfaatkan secara maksimal.IAIN Pontianak tidak bo-leh berhenti berbenah. Kita semua paham, bahwa era globalisasi menuntut adanya kesiapan untuk menghadapi tantangan dan persaingan yang se-makin kompetitif, termasuk di bidang pendidikan dan dakwah Islam, kata Dr. H. Hamka Siregar, M.Ag, saat menyampaikan pidato rek-tor pada wisuda IAIN Pon-tianak, Rabu, 3 Juni 2015. Sebagai Rektor IAIN Pon-tianak, Hamka, punya pan-dangan ke depan menja-dikan perguruan tinggi ini kelas dunia (world class uni-versity) dan perguruan tinggi percontohan (model univer-sity) dengan tata kelola yang baik (proper management), beridentitas kerakyatan (po-puly identity) serta berakar

    pada sosio-kultur Indone-sia (Indon