of 30 /30
CASE REPORT ENDOFTALMITIS Perceptor : dr. M. Yusran, Sp.M., M.Sc. Penyusun : Ni Made Agusuriyani Diana Putri S.Ked

Case Endoftalmitis Fix

Embed Size (px)

DESCRIPTION

m

Citation preview

  • CASE REPORT ENDOFTALMITIS Perceptor : dr. M. Yusran, Sp.M., M.Sc.

    Penyusun : Ni Made Agusuriyani Diana Putri S.Ked

  • PENDAHULUAN

    Endoftalmitis merupakan kejadian yang jarang namun merupakan komplikasi yang membahayakan. Endoftalmitis sering terjadi setelah trauma pada mata termasuk setelah dilakukannya operasi mata yang merupakan faktor risiko masuknya mikroorganisme ke dalam mata.

  • BAB IILAPORAN KASUS

    IDENTITAS

    Nama: Tn. SUmur: 41 tahunJenis Kelamin: Laki-lakiAgama: IslamPekerjaan: taniAlamat: Sukaraja 3Masuk RSAY: 9 Februari 2015

  • ANAMNESA

  • RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

    Satu bulan lalu pasien datang ke UGD RSAY dengan keluhan mata kiri merah dan nyeri akibat terkena kayu saat pasien sedang bekerja. Setelah 2 hari dirawat inap, dilakukan pengambilan serpihan kayu dari mata pasien. Setelah itu keluhan membaik dan pasien diperbolehkan pulang, Sejak Dua minggu lalu, pasien kembali mengeluh mata kiri merah dan disertai penglihatan kabur secara mendadak setelah pulang dari ladang. Pasien mengatakan tidak mengetahui pasti apakah mata kirinya kembali terkena suatu benda. Keluhan disertai mata terasa sangat nyeri dan kelopak mata sulit dibuka. Keluhan tidak disertai mata belekan, bercak putih pada bagian tengah mata, sakit kepala, mual muntah dan berjalan sering tersandung.

  • PEMERIKSAAN FISIKKeadaan umum: Baik Kesadaran:Kompos mentis Tanda Vital: Tekanan Darah: 110/60 mmHg Nadi : 80 x/mnt Respirasi : 20x/m Suhu: 36,7 oCKepala: dalam batas normalLeher: dalam batas normalToraks: dalam batas normalAbdomen: dalam batas normalekstremitas: dalam batas normal

    Status presentStatus generalis

  • RESUMESatu bulan lalu pasien datang ke UGD RSAY dengan keluhan mata kiri merah dan nyeri akibat terkena kayu saat pasien sedang bekerja. Setelah 2 hari dirawat inap, dilakukan pengambilan serpihan kayu dari mata pasien. Setelah itu keluhan membaik dan pasien diperbolehkan pulang, Sejak Dua minggu lalu, pasien kembali mengeluh mata kiri merah dan disertai penglihatan kabur secara mendadak setelah pulang dari ladang. Pasien mengatakan tidak mengetahui pasti apakah mata kirinya kembali terkena suatu benda. Keluhan disertai mata terasa sangat nyeri dan kelopak mata sulit dibuka.

    Status oftalmologis(OD)(OS)Visus: 6/61/30Conjungtiva bulbi: Injeksi Konjungtiva (-)Injeksi Konjungtiva (+)Sklera: injeksi siliaris (-)injeksi siliaris (+)Lesi (+)Cornea : JernihKeruhCOA: beningkeruh, hipopion (+)Fundus refleks: positifnegatifCorpus vitreum: jernihkeruh

  • PENATALAKSANAAN

    IFVD RL gtt xx/menitCefoperazone 1gr iv/12jamDexametason 1amp/8jamRanitidin 1amp/8jamLevofloxacin ED 2gtt/jam OSPerban mata kiriJangan memegang atau menggosok-gosok mata.Jaga mata supaya tidak kemasukan air

    MedikamentosaNon-medikamentosa

  • PROGNOSIS

    Quo Ad Vitam:Ad bonam Quo Ad Functionam:Dubia ad malamQuo Ad Sanationam:Dubia ad bonam

  • II. TINJAUAN PUSTAKA

  • Anatomi Vitreous Humour

    Vitreous humour atau badan kaca menempati daerah belakang lensa. Struktur ini merupakan gel transparan yang terdiri atas air (lebih kurang 99%), sedikit kolagen, dan molekul asam hialuronat yang sangat terhidrasiBerfungsi mengisi ruang untuk meneruskan sinar dari lensa. Kebeningan badan vitreous disebabkan tidak terdapatnya pembuluh darah dan sel.

  • Definisi Endoftalmitis Endoftalmitis merupakan radang purulen pada seluruh jaringan intraokuler, disertai dengan terbentuknya abses di dalam badan kaca

    Etiologi EndoftalmitisEndogenEksogen

  • Patofisiologi Endoftalmitis

    Dalam keadaan normal, sawar darah-mata (blood-ocular barrier) memberikan ketahanan alami terhadap serangan dari mikroorganisme. Kerusakan jaringan intraokular dapat juga disebabkan oleh invasi langsung oleh mikroorganisme dan atau dari mediator inflamasi dari respon kekebalan. Endophthalmitis dapat terlihat nodul putih yang halus pada kapsul lensa, iris, retina, atau koroid

  • Severe ocular painMata merahLakrimasiPenurunan visusFotofobia

    Kelopak mata bengkak dan eritema Konjungtiva tampak chemosis Kornea edema, keruh, tampak infiltrateHypopion (lapisan sel-sel inflamasi dan eksudat di ruang anterior) Iris odem dan keruhPupil tampak yellow reflekEksudat pada vitreusTIO meningkat atau menurun

    GEJALATANDA

  • JENIS-JENIS ENDOFTALMITIS

  • DIAGNOSA BANDINGUveitisKeratitisToxic anterior segment syndrome (TASS)Glaukoma akut

  • PEMERIKSAAN PENUNJANGLaboratorium Studi Imaging Prosedur Diagnosa (evaluasi ophtalmologi)Periksa visusSlit lampTekanan intraokular funduscopy

  • TERAPINon farmakologiFarmakologiAntibiotik SteroidTerapi suportifoperatif

  • VITRECTOMYBedah debridemen rongga vitreous terinfeksi menghilangkan bakteri, sel-sel inflamasi, dan zat beracun lainnya untuk memfasilitasi difusi vitreal, untuk menghapus membran vitreous yang dapat menyebabkan ablasio retina, dan membantu pemulihan penglihatan. Vitrectomy juga memainkan peran penting dalam pengelolaan endoftalmitis yang tidak responsif terhadap terapi medikamentosa (Gan IM, et al., 2005)

  • PROGNOSIS

    Prognosis dari endoftalmitis sendiri bergantung Durasi dari endoftalmitis, jangka waktu infeksi sampai penatalaksanaan, Virulensi bakteri dan Keparahan dari trauma. Diagnosa yang tepat dalam waktu cepat dengan tatalaksana yang tepat mampu meningkatkan angka kesembuhan endoftalmi (Gan IM, et al., 2005).

  • IV. PEMBAHASAN

  • pasien datang dengan keluhan mata kiri merah disertai penglihatan kabur mendadak sejak 2 minggu yang laluDiagnosis banding pada keluhan mata merah disertai penurunan visus mendadak antara lain keratitis, ulkus kornea, glaukoma akut, endoftalmitis, uveitis, dan panoftalmitis.

  • Keluhan disertai mata kiri tera nyeri dan kelopak mata sulit dibuka. Pasien memiliki riwayat mata terkena kayu pada 1 bulan lalu. Keluhan pasien tidak disertai mata belekan, bercak putih pada bagian tengahmata, sakit kepala, mual muntah dan berjalan sering tersandung. Riwayat keluhan yang sama sebelumnya (-). Riwayat trauma pada mata kiri (+). Riwayat operasi mata (-). Riwayat penggunaan obat kortikosteroid (-).keluhan mengarah kepada diagnosis endoftalmitis eksogen post trauma. Gejala pada endoftalmitis antara lain Severe ocular pain, mata merah, Lakrimasi, Penurunan visus, Fotofobia.

  • Pada pasien diberikan terapi IFVD RL gtt xx/menit, Cefoperazone 1griv/12jam, Dexametason 1amp/8jam, Ranitidin 1amp/8jam, Levofloxacin ED 2gtt/jam OS.

    Terapi pada endoftalmitis terdiri dari medikamentosa berupa antibiotik, steroid dan suportif dan apabila medikamentosa gagal dapat direncanakan tindakan bedah berupa eviserasi ataupun vitrectomy.

  • BAB VKESIMPULAN

    Endophthalmitis adalah adanya peradangan hebat intraokular, Tanda dan gejala yang ditunjukan antara lain adanya penurunan visus, hiperemi konjungtiva, nyeri, pembengkakan, dan hipopion. Konjungtiva chemosis dan edema kornea. Sedangkan jenis dari endoftalmitis ini sendiri Endoftalmitis endogen dan eksogen.Pemeriksaan penunjang untuk endoftalmitis adalah vitreous tap untuk mengetahui organisme penyebab sehingga terapi yang diberikan sesuai. Terapi operatif (vitrectomy) dilakukan pada endoftalmitis berat.