citra merek

  • View
    247

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • 5/11/2018 citra merek

    1/16

    ANALISIS BRAND IMAGE HANDPHONEMEREK NOKIA TERHADAP LOYALITAS PELANGGANDI KECAMATAN KEBOMAS KABUPATEN GRESIK

    Tri Ariprabowo*)

    Abstract: The research is to know the brand image the handphoneproduct with the brand Nokia have an effect on by partial and simultantto loyality of cutomer in Kebomas Gresik. Some variable as forming ofbrand image are Favorability of brand association. Strength Of brandassociation, and Uniqueness Of brand association. The hypothesis isbrand image handphone of Nokia consisted of the Favorability ofbrand association. Strength Of brand association. Uniqueness Ofbrand association have an effect on by parsial and simultan to loyalityof cutotner ill Kebomas Gresik. Data Analysis using the doubledlinear regresion model constructively SPSS Version 13.0 for Windows.Hypothesis Examination by using test t and test the F with thestorey;Ievel signiflkan 5%. result of Equation regresion which is : Y =6,610 + 0,415 Xl + 0,090 X2 + 0,185 X3, the Equation Regresiindicate that the existence of positive influence of Brand Imagehandphone Nokia to loyality of cutomer in Kebomas Gresik .. The result indicates that the Brand image handphone composedthat the Favorabllity of brand association, Strength Of brandassociation, Uniqueness Of brand association from having influence byparsial and simultan to loyality of cutomer of Kebomas Gresik. Fromthe research result hence can be suggested by a company to increaseand take care of the brand association so that can strengthen the brandimage Nokia having an effect on to loyality of cutomer.Key words: brand image, loyality of customer, hanphone Nokia

    PENDAHULUANKomunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide,

    gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi salingmempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya komunikasidilakukan dengan menggunakan kata-kata lisan yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbalyang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapatdilakukan dengan menggunakan gerak -gerik badan, menunjukkan

    ' ) 'Dosen pada :ra {u fta s 'E J(p twm i U n iv ersita s M u fu lmm a aig afi (jresi{

  • 5/11/2018 citra merek

    2/16

    Jurnal Logos Vol.5 No.1 Juli 2007

    sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala,mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasanonverbal atau bahasa isyarat.Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetabuan danpengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa,sinyal, bicara, dan tulisan. Komunikasi dapat berupa interaktif,transtaktif, bertujuan, atau tidak bertujuan. Melalui komunikasi, sikapdan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami olehpihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesanyang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pes antersebut. Proses berlangsungnya komunikasi digambarkan sepertiberikut:1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkornunikasi

    dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yangdimaksud.

    2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu mediaatau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung.

    3. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan danmenerjernahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yangdimengerti kedua pihak.

    4. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atautanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah diamengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.Agar komunikasi pemasaran dapat mencapai tujuan yang

    diinginkan dibutuhkan kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang yangdisebut bauran komunikasi pemasaran atau di sebut juga bauranpromosi (promotional mix). Bauran promosi terdiri dari empatkomponen penting yaitu periklanan (advertising), promosi penjualan(sales promotion), hubungan masyarakat (publicity), dan penjualanpersonal (personality selling).

    Dalam melakukan kegiatan bauran komunikasi pemasaran,perusahaan berusaha membagi-bagi pasar dan menentukan pasarsasaran (target market) yang akan dimasuki. Segmentasi pasar adalahsuatu proses membagi pasar kedalam kelompok-kelompok yangmemiliki kemiripan dan menyeleksi kelornpok atau individu yangpaling tepat yang dipilih oleh perusahaan untuk dilayani.Setelah pasar dibagi dalam beberapa segmen, selanjutnyaperusahaan mengevaluasi dan menentukan segmen mana yang akan

    2

  • 5/11/2018 citra merek

    3/16

    Tri Ari Prabowo; Analisis Brand Image Handphone

    dimasuki atau dilayani. Dalam mengevaluasi segmen pasar, Kotler(1996) mengemukakan tiga faktor yang harus diperhatikan, yaitu:1. Ukuran dan pertumbuhan segmen.Ukuran suatu segmen yang tepat bagi sebuah perusahaan adalah

    relatif. Perusahaan yang besar lebih menyukai segmen yangmempunyai volume penjualan yang lebih besar dan seringkalimengabaikan segmen yang kecil, Perusahaan yang lebih kecilsebaliknya menghindari segmen besar karena menuntut terlalubanyak sumber daya dan akan mengalami kesulitan apabila harusbersaing dengan perusahaan-perusahaan besar. Dengan demikiandiharapkan kelangsungan hidup perusahaan dapat terjaga dalamjangka panjang

    2. Daya tarik struktural segmen.Suatu segmen mungkin mempunyai karakteristik ukuran danpertumbuhan yang dikehendaki tetapi tidak menarik dari sudutpandang kemampulabaan (profitability). Kotler (1996) jugamengemukakan lima kekuatan yang menentukan daya tarik jangkapanjang suatu pasar secara keseluruhan atau setiap segmendidalamnya. Lima kekuatan tersebut adalah peserta, pendatangbam potensial, produk pengganti, pembeli, dan pemasok.

    3. Tujuan dan sumber daya perusahaan.Walaupun suatu segmen mempunyai karakteristik ukuran danpertumbuhan yang positif dan menarik seeara struktural,perusahaan perlu mempertimbangkan tujuan dan sumber dayanyasendiri dalam kaitan dengan segmen tersebut. Artinya segmenyang menarik bisa saja diabaikan karena segmen tersebut tidaksesuai dengan tujuan jangka panjang perusahaan, bahkanseandainya suatu segmen coeok dengan tujuan perusahaan,perusahaan harus rnempertimbangkan keterampilan dan sumberdaya yang di perlukan untuk berhasil dalam segmen tersebut.Bagi setiap segmen yang akan dimasuki perusahaan, perlu

    dikembangkan suatu strategi penempatan produk. Pada hakikatnyayang dimaksud dengan penempatan produk (positioning) adalahtindakan meraneang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercintakesan tertentu dalam ingatan konsumen, sehingga dengan demikiankonsumen sasaran dapat memahami dan menghargai apa yangdilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya(Kotler, 1996).

    3

  • 5/11/2018 citra merek

    4/16

    Jurnal Logos Vol.5 No.1 Juli 2007

    Persaingan bisa datang dari mana saja diantaranya dari wilayahgeografis lain (competitor will be invisible). Dalam kondisi tersebutpelanggan harus di anggap sebagai patner atau mitra. Seorang mitraharus terus diajak diskusi demi kemajuan bersarna dan dia tidak bisaJagi hanya diperlukan sebagai client, apalagi sekedar consumer ataubuyer. Karena itu loyalitas harus terus diperjuangkan kalau tidak akansemakin sulit bagi perusahaan untuk mempertahankan serangan daripesaing yang bisa datang dari manapun. Aaker (1997) berpendapatbahwa loyalitas terhadap suatu merek sangat dipengaruhi olehbeberapa banyak orang yang sudah loyal pada brand tersebutdikarenakan orang yang sudah loyal bisa mengajak danmenginformasikan kepada orang lain untuk membeli brand tersebut.

    Keller (1993) berpendapat bahwa pada dasarnya brandawareness yang tinggi dan citra merek yang positif dapatmeningkatkan kemungkinan pilihan terhadap merek tersebut.Asosiasi-asosiasi merek yang membentuk citra merek menjadi pijakandalam keputusan konsumen untuk loyal terhadap merek tersebut,Orang sudah loyal tidak bisa melihat merek lain karena pada dasarnyakonsumen akan percaya pad a produk yang punya merek yang merekasudah kenal sebelumnya, bahkan mereka bisa memilih begitu sajasecara optimis merek yang mereka kenai tanpa usaha untukmembandingkan dengan merek lain.

    Dan karena itu sangat menguntungkan bagi sebuah perusahaanyang mempunyai produk dengan merek yang memiliki citra merekyang baik di mata konsumen sehingga harus diupayakan untukmembangun citra merek secara terus menerus agar merek tersebutmenjadi lebih dipilih dan konsumen akan loyal terhadap merektersebut.Seiring dengan makin majunya teknologi informasi sertakebutuhan informasi yang cepat dan akurat, telepon genggamihandphoney menjadi suatu produk yang seakan dapat menjawabkebutuhan tersebut, Di manapun berada dan kapanpun waktunya,seseorang dapat melakukan komunikasi dua arah dengan orang lain.Sehingga akses informasi dapat langsung diterima tanpa hamsmenunggu bertatap muka at au menunggu seseorang dapat dihubungidengan telepon rumah. Dibandingkan dengan prod uk radio panggilyang hanya memungkinkan untuk komunikasi satu arah, tentu sajatelepon genggam lebih dipilih sebagai sarana komunikasi modern.

    4

  • 5/11/2018 citra merek

    5/16

    Tri Ari Prabowo: Analisis Bra nd Im a ge H an dp hone

    Saat ini berbagai merek telepon genggam banyak beredar dipasaran. Beberapa diantaranya adalah Nokia, Sony Ericsson, Siemens,Motorola, Samsung, Philips, San ex, Alcatel, ZTE dan masih ban yaklagi. Merek-rnerek tersebut dengan segala keunggulannya salingbersaing agar dipilih oleh konsumen yang mernbutuhkan. Dari sekianbanyak merek yang ada di pasaran, tentu saja masing-masing akandipersepsikan secara berbeda olen konsumen dalam bentuk citramerek yang akan menentukan kesimpulan konsumen terhadapmasing-rnasing merek.

    Suatu merek pada gilirannya memberi tanda pada konsumenmengenai surnber produk tersebut, dan melindungi konsumen maupunprodusen dad para pesaing yang berusaha memberikan produk-produkyang tampak identik (Aaker, 1997). Sedangkan menurut Kotler(1996), terdapat lima alasan mengapa penjual memilih memberimerek pada produk