CONTOH LANDASAN TEORI

  • View
    201

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

landasan teori proposal

Transcript

CONTOH LADASAN TEORI

PENGARUH PENDIDIKAN, PENGETAHUAN PERKOPERASIAN, DAN MOTIVASI BERKOPERASI TERHADAP MINAT MASYARAKAT MENJADI ANGGOTA KOPERASI DI KECAMATAN WEDARIJAKSA KABUPATEN PATI

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

2.1 Tinjauan Koperasi Secara umum

2.1.1 Pengertian Koperasi

Dalam UU No.25 Tahun 1992 telah dijelaskan bahwa koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Bapak Koperasi Indonesia Moh Hatta mendefinisikan koperasi sebagai usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong (Sitio dan Tamba, 2001:17). Sedangkan menurut menurut Kartasapoetra dkk. (2001:1) koperasi merupakan suatu badan usaha bersama yang berjuang dalam bidang ekonomi dengan menempuh jalan yang tepat dan mantap dengan tujuan membebaskan diri para anggotanya dari kesulitan-kesulitan ekonomi yang umumnya diderita oleh mereka.

International Labour Organization (ILO) menjelaskan pengertian koperasi ke dalam 6 (enam) elemen yaitu:

a. Koperasi adalah perkumpulan orang-orang.

b. Penggabungan orang-orang tersebut berdasar kesukarelaan.

c. Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai

d. Koperasi yang dibentuk adalah suatu organisasi bisnis (badan usaha) yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis.

e. Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan.

f. Anggota koperasi menerima risiko dan manfaat secara seimbang. (Sitio dan Tamba 2001: 16-17).

Kedudukan koperasi sangat kuat dan penting didalam sistem perekonomian nasional Indonesia, karena koperasi adalah sokoguru perekonomian Indonesia, hal tersebut telah tercantum dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1 yang berbunyi Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Pasal tersebut menunjukan bahwa koperasi mempunyai kedudukan yang kuat dan penting, karena koperasi merupakan badan usaha yang berdasarkan asas kekeluargaan. Sehingga koperasi diyakini dan diandalkan untuk mampu menopang perekonomian Indonesia.

Tujuan utama pendirian koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya (Sumarsono 2003:6). Dalam UU. No 25 tahun 1992 menjelaskan bahwa koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 (Sitio Tamba 2001:19). Dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ekonomi anggotanya itu, koperasi berpegang pada asas dan prinsip-prinsip ideal tertentu, maka kegiatan koperasi biasanya juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Koperasi menggunakan asas kekeluargaan sebagaimana telah dijelaskan dalam UU No.25 Tahun 1992 bahwa koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Sejalan dengan penegasan ayat 1 pasal 33 UUD 1945 yaitu sejauh bentuk-bentuk perusahaan lainnya tidak dibangun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, semangat kekeluargaan ini merupakan pembeda utama antara koperasi dengan bentuk-bentuk perusahaan lainnya (Sumarsono 2003:5-6).

Perbedaan ini juga dapat dilihat dari fungsi sebuah koperasi, yang tidak kalah pentingnya dalam perekonomian Indonesia. Menurut Sudarsono (2005:80) fungsi koperasi yaitu:

a. Alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat.

b. Alat pendemokrasian nasional

c. Sebagai salah satu urat nadi perekonomian bangsa Indonesia.

d. Alat pembinaan insan masyarakat untuk memperkokoh kedudukan ekonomi bangsa Indonesia serta bersatu dalam mengatur tata laksana perekonomian rakyat.

2.1.2 Prinsip-Prinsip Koperasi

Seseorang yang menjadi anggota koperasi hendaknya mengetahui prinsip-prinsip yang menjadikan koperasi berbeda dengan badan usaha lain. Prinsip-prinsip koperasi (cooperative principles) adalah ketentuan-ketentuan pokok yang berlaku dalam koperasi dan dijadikan sebagai pedoman kerja koperasi. Prinsip-prinsip koperasi sekaligus merupakan jati diri atau ciri khas koperasi tersebut. Adanya prinsip koperasi ini menjadikan watak koperasi sebagai badan usaha yang berbeda dengan badan usaha lain (Sitio Tamba 2001:20-21).

Ada tujuh prinsip koperasi yang dikembangkan oleh koperasi modern pertama yang didirikan tahun 1844 oleh 28 orang pekerja Lancashire di Rochdale. Prinsip-prinsip tersebut masih menjadi dasar gerakan koperasi Internasional, yaitu:

1. Keanggotaan terbuka (open membership).2. Satu anggota, satu suara (one member, one vote).

3. Pengembalian (bunga) yang terbatas atas modal (limited return on capital).

4. Alokasi Sisa Hasil Usaha sebanding dengan transaksi yang dilakukan anggota (allocation of surplus in proportion to member transactions).

5. Penjualan tunai (cash trading).

6. Menekankan pada unsur pendidikan (stress on education)

7. Netral dalam hal agama dan politik (religious and political neutrality). (Ropke, 2003:17).

2.1.3 Jenis-jenis Koperasi Jenis-jenis koperasi berkembang seiring dengan adanya berbagai kebutuhan manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Menurut Widiyanti dan Sunindhia (2003:49-63) dari berbagai macam koperasi yang lahir seirama dengan usaha untuk memperbaiki kehidupan, secara garis besar dapat dibagi menjadi 5 golongan, yaitu:

1. Koperasi Konsumsi

Koperasi konsumsi adalah koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari orang yang mempunyai kepentingan langsung dalam lapangan konsumsi.

2. Koperasi Kredit atau Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi kredit atau koperasi simpan pinjam ialah koperasi yang bergerak dalam lapangan usaha pembentukan modal melalui tabungan-tabungan para anggota secara teratur dan terus-menerus untuk kemudian dipinjamkan kepada para anggota dengan cara mudah, murah, cepat dan tepat untuk tujuan produktif dan kesejahteraan.

3. Koperasi Produksi

Koperasi produksi yaitu koperasi yang bergerak dalam bidang kegiatan ekonomi pembuatan dan penjualan barang-barang baik yang dilakukan oleh koperasi sebagai organisasi maupun orang-orang anggota koperasi.

4. Koperasi Jasa

Koperasi jasa yaitu koperasi yang berusaha di bidang penyediaan jasa tertentu bagi para anggota maupun masyarakat umum.

5. Koperasi Serba Usaha/ Koperasi Unit desa (KUD)

Koperasi ini berusaha dalam beberapa macam kegiatan ekonomi yang sesuai dengan kepentingan-kepentingan para anggotanya.

Kecamatan Wedarijaksa merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Pati. Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani dengan komoditas utama padi, tebu, palawija dan tanaman buah. Selain itu tidak sedikit pula yang berprofesi di bidang niaga, industri rumah tangga dan pelayanan jasa. Di Kecamatan tersebut terdapat beberapa jenis koperasi. Diantaranya yaitu KUD Makarti, KPRI Gawan, KSU Arga Sapta, Koperasi Pondok Pesantren, serta Koperasi Wanita Mawar. Koperasi-koperasi diatas memiliki orientasi dan tujuan masing-masing sesuai dengan jenisnya.

Adanya berbagai jenis koperasi tersebut, diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi dan memilih koperasi yang sesuai dengan tujuannya, untuk masuk menjadi anggota koperasi. Selanjutnya ikut berpartisipasi dalam mengembangkan dan memajukan koperasi.

2.2 Tinjauan Minat Menjadi Anggota Koperasi

Minat merupakan suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh (Slameto 2003:180). Minat adalah perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut atau kecenderungan lain yang mengarahkan individu pada suatu pilihan tertentu (Al-Mighwar 2006:113). Sedangkan menurut Sadirman (dalam Ardaniar 2008:26) minat adalah suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri/ arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan sendiri.

Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan minat menjadi anggota koperasi adalah satu rasa lebih suka dan keterikatan untuk mempelajari dan melakukan aktivitas berkoperasi. Minat tersebut dihubungkan dengan keinginan atau kebutuhannya sendiri, tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Menurut Al-Mighwar (2006:102) terdapat banyak minat pada remaja, tetapi ada minat-minat yang umum, seperti minat rekreasi, minat sosial, minat pribadi, minat terhadap pendidikan, minat terhadap pekerjaan, minat terhadap agama dan minat terhadap hal simbolik.

1. Minat Rekreasi

Kegiatan permainan yang biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya diubah dengan bentuk rekreasi yang baru dan lebih matang. Secara bertahap, bentuk permainan kekanak-kanakan itu menghilang, dan menjelang awal masa remaja, pola rekreasi individual hampir sama dengan pola akhir masa remaja dan awal masa dewasa.

2. Minat Sosial

Adanya minat remaja yang bersifat sosial bergantung pada kesempatan yang diperolehnya untuk mengembangkan minat tersebut.

3. Minat Pribadi

Minat pribadi atau minat pada diri sendiri merupakan minat yang terkuat. Karena dukungan sosial sangat dipengaruhi oleh penampilan diri dan kesadaran bahwa kelompok sosial menilai diri seseorang berdasarkan benda-benda yang dimiliki, kemandirian, keanggotaan sosial dan banyaknya uang yang dibelanjakan.

4. Minat terhadap Pendidikan

Minat remaja pada pekerjaan sangat mempengaruhi besarnya minat mereka terhadap pendidikan. Bagi mereka, pendidikan tinggi dianggap sebagai batu loncatan untuk meraih pekerjaan.

5. Minat terhadap Pekerjaan

Minat pada kar