Click here to load reader

Conveyor 2

  • View
    1.233

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of Conveyor 2

Pesawat Pengangkat CONVEYOR

1. Conveyor Di dalam industri, bahan -bahan yang digunakan kadangkala merupakan bahan yang berat maupun berbahaya bagi manusia. Untuk itu diperlukan alat transportasi untuk mengangkut bahan-bahan tersebut mengingat keterbatasan kemampuan tenaga manusia baik itu berupa kapasitas bahan yang akan diangkut maupun keselamatan kerja dari karyawan. Salah satu jenis alat pengangkut yang sering digunakan adalah Conveyor yang berfungsi untuk mengangkut bahan-bahan industri yang berbentuk padat. Pemilihan alat transportasi (conveying equipment) material padatan antara lain tergantung pada : Kapasitas material yang ditangani Jarak perpindahan material Kondisi pengangkutan : horizontal, vertikal atau inklinasi Ukuran (size), bentuk (shape) dan sifat material (properties) Harga peralatan tersebut.

2. Jenis - Jenis Conveyor Secara umum jenis - jenis Conveyor yang sering digunakan dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Belt Conveyor Chain Conveyor : Scraper Conveyor Apron Conveyor Bucket Conveyor Bucket Elevator Screw Conveyor Pneumatic Conveyor Conveyor Chute Conveyor Roda Conveyor Slat Vibrating Conveyor Conveyor Vertikal

D3 MESIN PRODUKSI DISNAKER ITS SURABAYA

1

Pesawat Pengangkat CONVEYOR

D3 MESIN PRODUKSI DISNAKER ITS SURABAYA

2

Pesawat Pengangkat CONVEYOR

2.1 Belt Conveyor Belt Conveyor pada dasarnya mernpakan peralatan yang cukup sederhana. Alat tersebut terdiri dari sabuk yang tahan terhadap pengangkutan benda padat. Sabuk yang digunakan pada belt conveyor ini dapat dibuat dari berbagai jenis bahan misalnya dari karet, plastik, kulit ataupun logam yang tergantung dari jenis dan sifat bahan yang akan diangkut. Untuk mengangkut bahan -bahan yang panas, sabuk yang digunakan terbuat dari logam yang tahan terhadap panas. Karakteristik dan performance dari belt conveyor adalah: Dapat beroprasi secara mendatar atau miring dengan sudut maksimum sampai dengan 180. Sabuk disanggah oleh plat roller untuk membawa bahan. Kapasitas tinggi Serba guna Dapat beroprasi secara continyu Kapasitas dapat diatur. Kecepatannya sampai dengan 600 ft/m Dapat naik turun Perawatan mudah.

D3 MESIN PRODUKSI DISNAKER ITS SURABAYA

3

Pesawat Pengangkat CONVEYOR

Pada umumnya belt conveyor terdiri dari : kerangka (frame), dua buah pulley yaitu pulley penggerak (driving pulley) pada head end dan pulley pembalik ( take-up pulley) pada tail end, sabuk lingkar (endless belt), Idler roller atas dan Idler roller bawah, unit penggerak, cawan pengisi (feed hopper) yang dipasang di atas conveyor, saluran buang (discharge spout), dan pembersih belt (belt cleaner) yang biasanya dipasang dekat head pulley. Gambar Konstruksi belt conveyor

Keterangan : 1. Frame 2. Drive pulley 3. Take up pulley 4. Endless belt 5. Upper pulley 6. Lower pulley 7. Drive unit 8. Feed hopper 9. Discharge 10. Cleaner

2.2 Chain Conveyor Chain conveyor dapat dibagi atas beberapa jenis, yaitu: Scraper conveyor Apron conveyor Bucket conveyor Bucket elevator Dari keempat jenis elevator tersebut pada dasarnya menggunakan rantai untuk menggerakkan material.

D3 MESIN PRODUKSI DISNAKER ITS SURABAYA

4

Pesawat Pengangkat CONVEYOR

2.3 Scraper Conveyor Scraper conveyor merupakan conveyor yang sederhana dan paling murah diantara jenis conveyor lainnya. Conveyor jenis ini dapat digunakan dengan kemiringan yang besar. Conveyor jenis ini digunakan untuk mengangkut material ringan yang tidak mudah rusak, seperti : abu, kayu, dan kepingan. Karakteristik dan performance dari scraper conveyor adalah : Dapat beroprasi dengan kemiringan sampai 450. Mempunyai kecepatan maksimum 150 ft/m Kapasitas pengangkutan hingga 360 ton/jam Harganya murah Kelemahan pada scraper conveyor : mempunyai jarak yang pendek Tenaga tidak konstan Biaya mahal Mengangkut beban ringan dan tidak tepat.

2.4 Apron Conveyor Apron conveyor digunakan untuk variasi yang lebih luas dan untuk beban yang lebih berat dengan jarak yang pendek. Apron conveyor yang sederhana terdiri dari dua rantai yang dibuat dari mata rantai yang dapat ditempa dan ditanggalkan dengan alat tambahan A. Palang kayu dipasang pada alat tambahan A diantara rantai dengan seluruh tumpuandari tarikan conveyor. Untuk bahan yang berat dan pengangkutan yang lama dapat ditambahkan roda

D3 MESIN PRODUKSI DISNAKER ITS SURABAYA

5

Pesawat Pengangkat CONVEYOR

(roller) pada alat tambahan A. Selain digunakan roller, palang kayu dapat juga digantikan dengan plat baja untuk mengangkut bahan yang berat. Karakteristik dan performance Apron Conveyor adalah : Dapat beroprasi dengan kemiringan hingga 25 0. Kapasitas hingga 100 ton/jam. Kecepatan maksimum 100 ft/m Dapat digunakan untuk bahan yang kasar, berminyak maupun yang besar. Perawatan murah Kelemahan Apron Conveyor Kecepatan relative rendah Kapasitas pengangkutan yang kecil Hanya satu arah gerakan

Gambar 2.3 Apron Conveyor

D3 MESIN PRODUKSI DISNAKER ITS SURABAYA

6

Pesawat Pengangkat CONVEYOR

2.5 Bucket Conveyor Bucket Conveyor merupakan jenis conveyor yang menyerupai Apron conveyor yang dalam. Karakteristik dan perfamance dari bucket conveyor adalah : Bucket terbuat dari baja Bucket digerakkan dengan rantai Biaya relative murah Rangkaian sederhana Dapat digunakan untuk mengangkut bahan bentuk bongkahan Kecepatan maksimum 100 ft/m Kapasitas kecil 100 ton/jam Kelemahan bucket conveyor adalah: Ukuran partikel yang diangkut 2-3 in Investasi mahal Kecepatan rendah

2.6 Bucket Elevator Belt, scraper maupun apron conveyor mengankut material dengan kemiringan yang terbatas. Belt conveyor jarang beroprasi pada sudut yang lebih besar dari 15-200 dan scraper jarang melebihi 300. Sedangkan kadangkala diperlukan pengangkatan material dengan

D3 MESIN PRODUKSI DISNAKER ITS SURABAYA

7

Pesawat Pengangkat CONVEYOR

kemiringan yang curam. Untuk itu dapat digunakan bucket elevator. Secara umum Bucket elevator terdiri dari timba-timba (bucket) yang dibawa oleh rantai atau sabuk yang bergerak. Timba-timba yang digunakan mempunyai beberapa bentuk sesuai dengan fungsinya masingmasing.

Bentuk dari bucket dapat dibagi atas: Minneapolis Type Bentuk ini hamper dipakai di seluruh dunia. dipergunakan untuk mengangkut bbutiran dan material kering yang sudah lumat. Bucket for wet or sticky materials Bucket yang lebih datar. Digunakan untuk mengangkut material yang cenderung lengket. Stamped steel bucket for crused rock Dipergunakan untuk mengangkut bongkahan-bongkahan besar dan material yang berat. Ketiga jenis bucket tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini :

D3 MESIN PRODUKSI DISNAKER ITS SURABAYA

8

Pesawat Pengangkat CONVEYOR

Gambar 2.5 Bucket Elevator 2.7 Screw Conveyor Jenis konveyor yang paling tepat untuk mengangkut benda padat berbentuk halus atau bubur adalah screw conveyor. Alat ini pada dasarnya terbuat dari pisau yang berpilin mengelilingi suatu sumbbu sehingga bentuknya mirip screw. pisau ini disebut Filight. Macam-macam flight adalah : Sectional flight Helicoid flight Special flight Cast iron flight Ribbon Flight Cut flight Conveyor berflight section (gambar 2.6-a) dibuat dari pisau pendek yang disatukan tiap pisau berpilin satu putaran penuh dengan cara disimpul tepat pada tiap ujung sebuah pisau dengan paku keeling sehingga akhirnya akan membentuk sebuah pilinan yang panjang. Sebuah helicoid flight, bentuknya seperti pita panjang yang berpilin mengelilingi suatu poros ( Gambar 2.6-b ). Untuk membentuk suatu conveyor, flight-flight disatukan dengan cara dilas tepat pada poros yang bersesuaian dengan pilinan berikutnya. Flight khusus digunakan dimana suhu dan tingkat kerusakan tinggi adalah flight cast iron. Flight-flight ini disusun sehingga membentuk sebuah conveyor (Gambar 2.6-c). Untuk bahan yang lengket, digunakan ribbon flight (Gambar 2.6-d). untuk mengaduk digunakan cut flight (Gambar 2.6-e). Flight pengaduk ini dibuat dari flight biasa, yaitu dengan cara memotong flight biasa lalu membengkokan potongan ke berbagai arah.

D3 MESIN PRODUKSI DISNAKER ITS SURABAYA

9

Pesawat Pengangkat CONVEYOR

Untuk mendapatkan conveyor panjang yang lebih sederhana dan murah, biasanya conveyor tersebut disusun dari conveyor-conveyor pendek. Sepasang conveyor pendek disatukan dengan sebuah penahan yang disebut hanger dan disesuaikan pasangan pilinannya. tiap conveyor pendek mempunyai standar tertentu sehingga dapat dipasang dengan conveyor pendek lainnya, yaitu dengan cara memasukkan salah satu poros sebuah conveyor ke lubang yang terdapat pada poros conveyor yang satunya lagi (Gambar 2.7).

Gambar 2.6 Screw conveyor: a. Sectional ; b. Helicoid ; c. Cast Iron ; d. Ribbon ; e. Cut Flight

Gambar 2.7 Screw Conveyor Coupling Wadah conveyor biasanya terbuat dari lempeng baja (Gambar 2.8), panjang sebuah wadah antar 8, 10, dan 12 ft. Tipe wadah yang paling sederhana (gambar 2.8-a) hanya bagian dasarnya, yang berbentuk setengah lingkaran, sedangkan sisi-sisi lurus lainnya terbuat dari kayu. Untuk mendapatkan sebuah wadah yang panjang, wadah-wadah pendek disusun sehingga sesuai dengan panjang conveyor. Gambar 2.8-b menunjukkan wadah yang lebih rumit dimana semua konstruksinga terbuat dari besi.

D3 MESIN PRODUKSI DISNAKER ITS SURABAYA

10

Pesawat Pengangkat CONVEYOR

Perlu diperhatikan bahwa poros conveyor harus digantung dan dipersambung yang tetap sejajar. dua buah persambungan di buat pada ujung wadah, dan sepanjang wadah harus tetap das hanger atau penahan. Biasanya sebuah hanger untuk tiap bagian. Gambar 2.9 menunjukkan beberapa tipe hanger. Gambar 29.9-a menunjukkan tipe palingsederhana dan murah. Gambar 2.9-b menunjukkantipe yang mempunyai persambungan terpisah danditempatkan di

Search related