Crash Modul 5

  • View
    6

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sfsfsfsfsdfs

Text of Crash Modul 5

Pleno Modul V Gangguan Pendengaran dan Keseimbangan

Gangguan Pendengaran dan KeseimbanganOleh :Joan Laylan EP

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTERUNIVERSITAS MALIKUSSALEHLHOKSEUMAWE 2014Learning ObjectiveGangguan Pendengaran karena InfeksiGangguan Pendengaran karena Non InfeksiGangguan Keseimbangan

LO 1Gangguan Pendengaran InfeksiOtitis eksternaOtitis eksterna adalah suatu infeksi pada saluran telinga luar. Infeksi ini bisa menyerang seluruh saluran (otitis eksterna generalisata) atau hanya pada daerah tertentu sebagai bisul (furunkel).Faktor prediposisi:pH yang meningkat (basa)Udara hangat dan lembabTrauma ringan (mengorek telinga)Patofisiologi : Adanya faktor predisposisi otitis eksterna dapat menyebabkan berkurangnya lapisan protektif yang menimbulkan edema epitel skuamosa. Keadaan ini menimbulkan trauma lokal yang memudahkan bakteri masuk melalui kulit, terjadi inflamasi dan cairan eksudat. Rasa gatal memicu terjadinya iritasi, berikutnya infeksi lalu terjadi pembengkakan dan akhirnya menimbulkan rasa nyeri.

Otitis Media AkutFaktor penyebab utama : Sumbatan tuba EustachiusPencetus lain : infeksi saluran nafas atasPada bayi, tuba eustachiusnya pendek, lebar, dan lebih horisontal.

PatologiKuman penyebab utama : Streptokokus hemolitikus, Stafilokokus aureus, dan Pneumokokus.Haemofilus influenza sering ditemukan pada anak berusia di bawah 5 tahun.

Stadium OMA :Stadium Oklusi Tuba EustachiusStadium HiperemisStadium SupurasiStadium PerforasiStadium Resolusi

Gejala Klinis Bergantung pada stadium dan umurAnak-anak : rasa nyeri di dalam telinga, suhu tubuh tinggi, terdapat riwayat batuk pilek sebelumnya.

Dewasa / Anak yang lebih besar : gangguan pendengaran berupa rasa penuh/kurang dengar, dan nyeri.

Pada bayi: suhu tubuh tinggi (39,5C), anak gelisah, susah tidur, tiba2 anak menjerit sewaktu tidur, diare, kejang-kejang.

PenatalaksanaanStadium oklusi tuba : Bertujuan utk membuka kembali tuba eustachius, pemberian obat tetes hidung, dan antibiotik.Stadium Hiperemis : obat tetes hidung, antihistamin bila ada tanda alergi, simptomatis, dan antibiotik.Stadium supurasi : segera rawat atu rujuk ke THT utk Miringotomi, antibiotik parenteral.Stadium perforasi : berikan antibiotik, cairan telinga dibersihkan dengan solutio H2O2 3%.Otitis Media Supuratif KronikOMSK dapat berasal dari OMA stadium perforasi yang berlanjut.Bila OMA > 1,5 bulan / 2 bulan OMSKBeberapa faktor yang menyebabka OMA OMSK :Pengobatan terlambat diberikan dan tidak adekuatVirulensi kuman tinggiDaya tahan tubuh / gizi / hygiene kurang

Penyebab Staphylococus aureus,Pseudomonas aureginosa

Penatalaksanaan OTOMIKOSIS

Manifestasi Klinisotalgia otorrhea kurangnya pendengaranrasa penuh pada telinga dan gatal. Daun telinga menjadi merah, skuamous dan dapat meluas ke dalam liang telinga sampai 2/3 bagian luar. Didapati adanya akumulasi debris fibrin yang tebal, pertumbuhan hifa berfilamen yang berwana putih dan panjang dari permukaan kulit.MASTOIDITISRadang tulang yang terletak pada bagian bwah belakang dalam telingaEtiologi: penyebab terbesar adalah otitis media supurative chronis yg berkembang menjadi mastoiditisBisa juga berasal dari nasofaring melalui tuba eustachius saat infeksi saluran nafas atasOrganisme yg menyerang mllui MAE tersering : staphylococcus, pseudomonas aeruginosa, streptococcus viridans

Gejala KlinisNyeri telingaOtore (keluar cairan dari dlm telinga)DemamNyeri tekanKemerahanDan penebalan sekitar prosesus mastoiddeusDan biasanya pd pem.telinga terapat sekret purulen dari perforasi membran timpaniPatofisiologi :Infeksi dari telinga tengah => menjalar mengenai tulang mastoid dan sel2 di alamnya => terjadi proses nekrosis tulang mastoid serta merusak struktur tulangBila tdk segera diobati infeksinya maka dpt akibatkan terjadinya abses sub peritoneal pd mastoidPenatalaksanaanPengobatan dgn AB IV spt pennisillin, ceftriaxone, dan metronidazoleJika tdk embaik dgn antibiotic mka dilakukan operasi mastoidektomy => utk menghilangkan sel2 tulang mastoid yg terinfeksi dan utk mengalirkan nanahTympanoplasty => pembedahan rekonstruksi telingan tengah utk memelihara pendengaranMastoidits kronis membutuhkan mastoidektomy radikal (namun jarang dilakukan)Komplikasi :MeningitisParalisis wajahAbses otakGangguan pendengaran sensorineural

LO 2Gangguan Pendengaran Non InfeksiSumbatan serumenSerumen adalah hasil produksi kelenjar sebasea, kelenjar seruminosa, epitel kulit yg terlepas dan partikel debu. Konsistensinya lunak namun dpt menjadi keras.

Gumpalan serumen yg menumpuk di liang telinga akan menimbulkan gangguan pendengaran spt tuli konduktif.

Faktor-faktor yg menyebabkan serumen menjadi keras dan mengumpal adalah:Dermatitis kronik di liang telingaLiang telinga sempitProduksi serumen yg kental dan bykAda benda asing di liang telingaSerumen terdorong oleh jari yg terbiasa mengorek telinga

Serumen yg lembek dpt dibersihkan dg kapas yg dililitkan pd pelilit kapas.Bila serumen keras,dpt dikeluarkan dengan kuret atau di lunakkan terlebih dahulu dgn tetes karbogliserin 10%.Jika serumennya sudah terlalu jauh terdorong ke dlm dan ditakutkan membran timpani dpt pecah saat dibersihkan,maka dpt dilakukan irigasi dengan tetes H2O2 3% dan ditunggu selama 15 menit. Tindakan ini tdk boleh dilakukan bila ada perforasi membran timpani.Tatalaksana

LO 3Gangguan KESEIMBANGANBenign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)BPPV adalah gangguan vestibular yang paling sering dijumpai yang ditandai dengan rasa pusing tiba-tiba yang terkadang disertai oleh mual dan keringat dingin yang dipicu oleh perubahan posisi kepala yang tiba-tiba.EpidemiologiDijumpai sekitar 107 kasus per 100.000 penduduk, dan lebih banyak pada perempuan serta usia tua (51-57 tahun). Etiologi Penyebab utama BPPV pada orang di bawah umur 50 tahun adalah cedera kepala. Pada orang yang lebih tua, penyebab utamanya adalah degenerasi sistem vestibuler pada telinga tengah. BPPV meningkat dengan semakin meningkatnya usia.

DiagnosisAnamnesisPasien biasanya mengeluh vertigo dengan onset akut kurang dari 10-20 detik akibat perubahan posisi kepala. Posisi yang memicu adalah berbalik di tempat tidur pada posisi lateral, bangun dari tempat tidur, melihat ke atas dan belakang, dan membungkuk. Vertigo bisa diikuti dengan mual2. Pemeriksaan fisikPasien memiliki pendengaran yang normal, tidak ada nistagmus spontan, dan pada evaluasi neurologis normal. Pemeriksaan fisis standar untuk BPPV adalah Dix-Hallpike.Diagnosa bandingNeuritis periferLabirinitisPenyakit Meniere

PenatalaksanaanPenatalaksanaan utama pada BPPV adalah manuver untuk mereposisi debris yang terdapat pada utrikulus, manuver yang paling banyak digunakan adalah Epleys manuver.

Penyakit MeniereDEFENISIsuatu penyakit pada telinga dalam yang bisa mempengaruhi pendengaran dan keseimbangan.

ETIOLOGIIdiopatikadanya gangguan dalam fisiologi sistem endolimfe yang dikenal dengan hidrops endolimfePATOFISIOLOGIPada pemeriksaan histopatologi tulang temporal didapatkan pelebaran dan perubahan pada morfologi pada membran Meissner. Terdapat penonjolan ke dalam skala vestibuli, terutama di daerah apeks koklea, helikotrema. Sakulus juga mengalami pelebaran yang dapat menekan utrikulus. Pada awalnya pelebaran skala media dimulai dari apeks koklea, kemudian dapat meluas mengenai bagian tengah dan basal koklea. Hal ini yang dapat menjelaskan terjadinya tuli saraf nada rendah pada penyakit Meniere. GEJALA KLINISVertigoTinitusTuli sensoroneuralTerasa ada tekanan dalam telinga

PEMERIKSAAN PENUNJANG Tes pendengaran ( tes penala )Tes gliserinAudiogramTes kaloriElectronystamographyPemeriksaan radiologi

DIAGNOSIS BANDINGTumor nervus akustikusLabirintitisNeuritis vestibularisVertigo posisionil benignaPenatalaksanaanObat simptomatik : sedatif, dan bila diperlukan dapa diberikan anti muntahObat vasodilator perifer