Click here to load reader

DAFTAR ISI - Bank Syariah Mandiri · PDF fileBank Syariah Mandiri (BSM) berkomitmen untuk terus mempraktekkan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik untuk menjadikan BSM sebagai

  • View
    229

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of DAFTAR ISI - Bank Syariah Mandiri · PDF fileBank Syariah Mandiri (BSM) berkomitmen untuk...

  • PT Bank Syariah Mandiri i

    Laporan Pelaksanaan GCG 2016

    DAFTAR ISI

    Hal

    I. Pendahuluan…………………………………………………………………………….

    II. Komitmen Penerapan Tata Kelola Secara Berkelanjutan…………………………..

    III. Struktur Tata Kelola Perusahaan………………………………………………………

    IV. Mekanisme Tata Kelola Perusahaan………………………………………………….

    V. Struktur Organisasi………………………………………………………………………

    VI. Dewan Komisaris………………………………………………………………………...

    VII. Direksi……………………………………………………………………………………..

    VIII. Dewan Pengawas Syariah……………………………………………………………...

    IX. Komite Komite……………………………………………………………………………

    X. Kepemilikan Saham dalam Bank………………………………………………………

    XI. Self Assessment Pelaksanaan GCG………………………………………………….

    XII. Pendapatan Non-Halal dan Penggunaannya………………………………………..

    XIII. Penyaluran Dana Untuk Kegiatan Sosial Baik Jumlah Maupun Pihak

    Penerima………………………………………………………………………………….

    XIV. Remunerasi dan Fasilitas Lain…………………………………………………………

    XV. Buy Back Share dan Buy Back Obligation……………………………………………

    XVI. Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan……………………………………………………….

    XVII. Satuan Kerja Kepatuhan ……………………………………………………………….

    XVIII. Penanganan Benturan Kepentingan…………………………………………………..

    XIX. Code of Conduct…………………………………………………………………………

    XX. Pelaksanan Audit Intern…………………………………………………………………

    XXI. Whistleblowing System………………………………………………………………….

    XXII. Permasalahan Hukum Tahun 2016……………………………………………………

    XXIII. Daftar Konsultan, Penasihat Atau Yang Diepersamakan dengan Itu……………...

    1

    1

    3

    5

    7

    8

    13

    17

    23

    39

    39

    43

    44

    47

    50

    51

    52

    59

    61

    63

    66

    68

    69

  • Laporan Pelaksanaan GCG 2016

    PT Bank Syariah Mandiri 1

    LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

    PT BANK SYARIAH MANDIRI 2016

    Pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik secara berkesinambungan merupakan salah satu kunci

    dapat bertahannya perusahaan dalam menghadapi persaingan. Tata kelola perusahaan yang baik

    merupakan tools untuk menumbuhkan integritas perusahaan dan menjaga kepercayaan dari

    stakeholders. Bank Syariah Mandiri (BSM) berkomitmen untuk terus mempraktekkan pelaksanaan tata

    kelola perusahaan yang baik untuk menjadikan BSM sebagai perusahaan yang sehat dan turut menjadi

    bagian dalam membangun industri perbankan syariah di Indonesia.

    I. PENDAHULUAN

    Dalam pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) maka tidak lepas dari bagaimana

    implementasi prinsip-prinsip GCG. Prinsip-prinsip GCG menjadi mutlak diperlukan dalam

    mendukung kelangsungan usaha perusahaan. Sudah banyak perusahaan-perusahaan kelas dunia

    yang sudah puluhan tahun bertahan namun harus runtuh akibat praktek bad corporate governance

    yang dilakukan oleh orang dalam perusahaan sendiri. Berkaca dari pelajaran yang ada BSM

    menyadari perlunya untuk terus mempraktekkan dan mengikuti perkembangan praktik GCG sesuai

    dengan kebutuhan. Pentingnya implementasi prinsip-prinsip GCG menjadikan BSM untuk terus

    berupaya menjalankan sistem perbankan yang sehat dengan berlandaskan prinsip-prinsip GCG.

    Implementasi pelaksanaan GCG di BSM mengacu pada Peraturan Bank Indonesia

    No.11/33/PBI/2009 tanggal 7 Desember 2009 dan Surat Edaran Bank Indonesia No.12/13/DPbS

    tanggal 30 April 2010 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi BUS dan UUS yaitu

    penerapan 5 prinsip dasar Keterbukaan (Transparency), Akuntabilitas (Accountability),

    Pertanggungjawaban (Responsibility), Profesional (Professional) dan Kewajaran (Fairness).

    II. KOMITMEN PENERAPAN TATA KELOLA SECARA BERKELANJUTAN

    BSM menyadari bahwa untuk mendapatkan hasil positif dari implementasi GCG merupakan proses

    panjang yang berkesinambungan. Oleh karena itu BSM menginternalisasi pelaksanaan prinsip

    prinsip GCG kedalam sistem dan prosedur kerja serta perilaku jajaran BSM sehingga prinsip prinsip

    GCG benar benar menjadi sebuah budaya di BSM. Implementasi prinsip-prinsip GCG diharapkan

    mampu menjadi pendukung dalam menghadapi persaingan usaha, meningkatkan efektifitas dan

    efisiensi dalam pengelolaan sumber daya manusia untuk meningkatkan nilai perusahan.

    1. Kebijakan Dasar GCG

    BSM telah melakukan internalisasi prinsip-prinsip GCG kedalam kebijakan kebijakan operasional

    yang berlaku. BSM menyadari internalisasi prinsip-prinsip GCG yang lebih luas secara

    berkelanjutan perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan cakupan implementasi GCG di

    setiap aspek kegiatan BSM. Sebagai dasar pedoman, BSM telah memiliki aturan internal terkait

    GCG yang di tuangkan dalam Kebijakan Tata Kelola Perusahaan PT Bank Syariah Mandiri dengan

  • Laporan Pelaksanaan GCG 2016

    PT Bank Syariah Mandiri 2

    No. registrasi KBP/01-2016 yang sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

    No.18/POJK.03/2014 tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan.

    2. Sinergi Dengan Perusahaan Induk

    Merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.18/POJK.03/2014 tentang Penerapan Tata

    Kelola Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan maka BSM selaku perusahaan anak dari Bank

    Mandiri turut menjadi bagian dalam sinergi pelaksanaan tata kelola yang baik. Sebagai wujud

    komitmen pelaksanaan tata kelola terintegrasi dengan perusahaan induk jajaran BSM menjadi

    anggota dalam Komite Tata Kelola Terintegrasi dan menyampaikan kewajiban laporan Tata

    Kelola Terintegrasi ke Bank Mandiri secara periodic.

    3. Pemeringkatan GCG

    BSM mengikuti program Corporate Governance Perception Index (CGPI) yang diselenggarakan

    oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). CGPI adalah program riset dan

    pemeringkatan pelaksanaan GCG di Indonesia yang bertujuan mendorong perusahaan

    meningkatkan kualitas governance melalui perbaikan yang berkelanjutan.

    Keikutsertaan BSM dalam program CGPI bertujuan untuk:

    a. melakukan evaluasi pelaksanaan GCG secara independen dalam rangka mencapai

    pelaksanaan GCG yang optimal.

    b. Bentuk tanggung jawab, transparansi dan komitmen BSM kepada stakeholders atas

    pelaksanaan GCG.

    Manfaat yang ingin dicapai dari pelaksanaan CGPI adalah:

    a. Memperbaiki faktor internal perusahaan yang belum memadai guna meningkatkan kualitas

    penerapan GCG.

    b. Memetakan masalah strategis perusahaan guna meningkatkan kualitas penerapan GCG.

    c. Meningkatkan kesadaran dan komitmen bersama jajaran internal perusahaan dalam

    mengimplementasikan GCG

    d. Meningkatkan kepercayaan publik terhadap perusahaan.

    BSM telah mengikuti program CGPI sejak tahun 2011 sampai tahun 2015. Program CGPI menilai

    pelaksanaan GCG periode tahun setelah berjalan. Selama lima periode (periode penilaian tahun

    2011-2015) keikutsertaan BSM dalam program CGPI, BSM mendapatkan predikat perusahaan

    “The Most Trusted Companies”. Pencapaian peringkat “The Most Trusted Companies” yang

    BSM dapat secara berturut-turut menunjukkan komitmen BSM dalam mengimplementasikan

    GCG secara berkelanjutan.

  • Laporan Pelaksanaan GCG 2016

    PT Bank Syariah Mandiri 3

    III. STRUKTUR TATA KELOLA PERUSAHAAN

    Struktur tata kelola perusahaan BSM telah merujuk pada Undang-undang Perseroan Terbatas No.40

    Tahun 2007 dan Peraturan Bank Indonesia No.11/33/PBI/2009 Tentang Pelaksanaan Good

    Corporate Governance Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah.

  • Laporan Pelaksanaan GCG 2016

    PT Bank Syariah Mandiri 4

    Struktur Governance BSM

    Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya telah membentuk komite-

    komite untuk membantu dan meningkatkan fungsi pengawasan yang dijalankan Dewan Komisaris.

    Komite yang dibentuk terdiri dari:

    a. Komite Audit

    b. Komite Pemantau Risiko

    c. Komite Remunerasi & Nominasi

    Komite komite yang dibentuk beranggotakan Dewan Komisaris sendiri dan pihak pihak independen

    dan profesional dibidangnya.

Search related