Daftar Spln

  • View
    2.041

  • Download
    261

Embed Size (px)

DESCRIPTION

SPLN

Text of Daftar Spln

BIDANG PEMBANGKITANNo.1

SPLN No.SPLN 19 : 1979

2

SPLN 20 : 1980

3

SPLN 20A : 1978

4

SPLN 21A : 1980

5

SPLN 22 : 1980

6

SPLN 23A : 1980

7

SPLN 23B : 1980

8

SPLN 23C : 1980

9

SPLN 23D : 1980

10 SPLN 23E : 1980

11 SPLN 23F : 1980

12 SPLN 23G : 1980

13 SPLN 23H : 1980

14 SPLN 24 : 1980

15 SPLN 25 : 1980

16 SPLN 30 : 1980 17 SPLN 32 S1 : 1984

18 SPLN 32 : 1980

19 SPLN 33 : 1980 20 SPLN 34-1 : 1980

21 SPLN 34A : 1980

22 SPLN 34B : 1980

23 SPLN 34C : 1980

24 SPLN 34D : 1980

25 SPLN 34E : 1980

26 SPLN 35 : 1981

27 SPLN 35A : 1980

28 SPLN 38 : 1980

29 SPLN 44 : 1981

30 SPLN 46-1 : 1981

31 SPLN 46-2 : 1981

32 SPLN 46-3 : 1982

33 SPLN 47-1 S1 : 1984

34 SPLN 47-1 : 1981

35 SPLN 47-2 : 1982

36 SPLN 47-3 : 1986

37 SPLN 47-4 : 1983

38 SPLN 47-4 : 1984

39 SPLN 47-5 : 1986

40 SPLN 48 : 1981

41 SPLN 51 : 1982

42 SPLN 53 : 1983

43 SPLN 58 : 1984

44 SPLN 62-1 : 1986

45 SPLN 62-2 : 1987

46 SPLN 73 : 1987 47 SPLN 79 : 1987 48 SPLN 80 : 1989 49 SPLN 85 : 1990 50 SPLN 86-2 : 1992

51 SPLN 86 : 1990

52 SPLN 89-1 : 1991

53 SPLN 89-2 : 1994

54 SPLN 90-2-1 : 1995

55 SPLN 90 : 1990 56 SPLN 111-1 : 1994

57 SPLN 111-4 : 1995

58 SPLN 112 : 1994

59 SPLN 68-1A : 1986

EMBANGKITANJUDULPEMBAKUAN PERALATAN LABORATORIUM PLTU

PEDOMAN PENERAPAN UNTUK KOMISIONING, PENGUSAHAAN DAN PEMELIHARAN TURBIN AIR GUIDE FOR COMISSIONING, OPERATION AND MAINTENANCE OF HYDROLIC TURBINES INTERNATIONAL CODE FOR THE FIELD ACCEPTANCE TESTS OF HYDROLIC TURBINES IKHTISAR PERENCANAAN DAN HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATI PADA BLOK PONDASI UNTUK MESIN DIESEL MENURUT BSI CP 2021 : PART 1 RECIPROCATING INTERNAL COMBUSTION ENGINES - DEFINITIONS OF LOCATIONS ON AN ENGINE RECIPROCATING INTERNAL COMBUSTION ENGINES - VOCABULARY

RECIPROCATING INTERNAL COMBUSTION ENGINES - PERFORMANCE PART 1 : STANDARD REFERENCE CONDITIONS AND DECLARATIONS OF POWER, FUEL CONSUMPTION AND LUBRICATING OIL CONSUMPTION RECIPROCATING INTERNAL COMBUSTION ENGINES - PERFORMANCE PART 2 : TEST METHODS RECIPROCATING INTERNAL COMBUSTION ENGINES - PERFORMANCE PART 3 : TEST MEASUMENTS RECIPROCATING INTERNAL COMBUSTION ENGINES - PERFORMANCE PART 4 : SPEED GOVERNING RECIPROCATING INTERNAL COMBUSTION ENGINES - DESIGNATION OF THE DIRECTION OF ROTATION RECIPROCATING INTERNAL COMBUSTION ENGINES - DESIGNATION OF THE CYLINDERS GUIDE FOR COMISSIONING, OPERATION AND MAINTENANCE OF DIESEL ENGINES PEDOMAN PENERAPAN UNTUK KOMISIONING, PENGUSAHAAN DAN

PEMELIHARAAN MESIN DIESEL. PEDOMAN PENERAPAN METODA ASTM UNTUK ANALISA KIMIA AIR SUPLEMEN PERTAMA SPLN 32 1980PEMBAKUAN KAPASITAS SATUAN PEMBANGKIT DIESEL DAN KAPASITAS PUSAT LISTRIK TENAGA DIESEL

PEMBAKUAN KAPASITAS SATUAN PEMBANGKIT DIESEL DAN KAPASI TAS PUSAT LISTRIK TENAGA DIESEL

PEDOMAN PENERAPAN PUBLIKASI IEC 34 MESIN LISTRIK YANG BER PUTAR BAGIAN 1 : PUBLIKASI 34-1 S/D 34-5 ROTATING ELECTRICAL MACHINES PART 1 : RATING AND PERFORMANCE ROTATING ELECTRICAL MACHINES PART 2 : METHODS OF DETERMINING LOSSES AND EFFICIENCY OF ROTATING ELECTRICAL MACHINERY FROM TESTS ( EXCLUDING MACHINES FOR TRACTION VEHICLES ) ROTATING ELECTRICAL MACHINES PART 3 : RATINGS AND CHARACTERISTICS OF THREE PHASE, 50 HZ TURBINE TYPE MACHINES RECOMMENDATIONS FOR ROTATING ELECTRICAL MACHINERY (EXCLUDING MACHINES FOR TRACTION VEHICLES PART 4 : METHODS FOR DETERMINING FOR SYNCHRONOUS MACHINE QUANTITIES FROM TESTS ROTATING ELECTRICAL MACHINES PART 5 : DEGREES OF PROTECTION BY ENCLOSERS FOR ROTATING MACHINERY PEDOMAN PENERAPAN PUBLIKASI IEC 193 (1965) DAN 193A (1972)

INTERNATIONAL CODE FOR MODEL ACCEPTANCE TESTS OF HYDRO LIC TURBINES FIRST SUPPLEMENT TO PUBLICATION 193 (1965) PEDOMAN PENERAPAN METODA ASTM UNTUK ANALISA MINYAK PELUMAS PEDOMAN PENERAPAN METODA ASME UNTUK ANALISA GAS BUANG

PEDOMAN PEMBATASAN TINGKAT BISING BAGIAN 1 : TINGKAT BISING DI TEMPAT KERJA PEDOMAN PEMBATASAN TINGKAT BISING BAGIAN 2 : TINGKAT BISING PUSAT LISTRIK TERHADAP LINGKUNGAN PEDOMAN PEMBATASAN TINGKAT BISING BAGIAN 3 : PEDOMAN PENGUKURAN TINGKAT BISING DI-TEMPAT KERJA DAN TINGKAT BISING LINGKUNGAN SUPLEMEN PERTAMA SPLN 47-1 : 1981 PEMBAKUAN PLTD BAGIAN 1 : PLTD BAKAL, PLTD KECIL DAN PLTD SEDANG PEMBAKUAN PLTD BAGIAN 1 : PLTD BAKAL, PLTD KECIL DAN PLTD SEDANG PEMBAKUAN PLTD BAGIAN 2 : PLTD BESAR PEMBAKUAN PLTD BAGIAN 3 : GENERATOR PEMBAKUAN PLTD BAGIAN 4 : KONTROL DAN PENGAMAN A. BAGIAN MEKANISUNTUK PLTD BAKAL, PLTD KECIL DAN PLTD SEDANG

PEMBAKUAN PLTD BAGIAN 4 : KONTROL DAN PENGAMAN C. PLTD BESAR PEMBAKUAN PLTD BAGIAN 5 : UJI SIAP GUNA PEDOMAN PENERAPAN METODA ASTM UNTUK ANALISA BATUBARA

PEDOMAN PENERAPAN METODA ASTM UNTUK ANALISA BAHAN BAKAR GAS ALAM PEDOMAN PENERAPAN STANDAR ISO 3744 DAN 3746 MENENTUKAN TINGKAT DAYA BUNYI SUMBER BISING KOMISIONING PLTG

STANDAR OPERASI PUSAT LISTRIK TENAGA UAP BAGIAN SATU : POLA PENGUSAHAAN STANDAR OPERASI PUSAT LISTRIK TENAGA UAP

BAGIAN DUA : FAKTOR-FAKTOR PENGUSAHAAN KOMISIONING JARINGAN STANDAR OPERASI PUSAT LISTRIK TENAGA DIESEL STANDAR OPERASI PUSAT LISTRIK TENAGA GAS KOMISIONING KETEL UAP KOMISIONING TURBIN UAP PUSAT LISTRIK BAGIAN 2 : PERHITUNGAN UNJUK KERJA TURBIN UAP KOMISIONING TURBIN UAP PUSAT LISTRIK BAGIAN 1 : UMUM GETARAN MESIN PEMBANGKIT BAGIAN 1 : PEMANTAUAN GETARAN MESIN PEMBANGKIT DALAM KONDISI OPERASI NORMAL GETARAN MESIN PEMBANGKIT BAGIAN 2 : IDENTIFIKASI GETARAN TIDAK NORMAL PADA MESIN PEMBANGKIT KOMISIONING PLTA BAGIAN 2-1 : PEDOMAN PENGUJIAN PRAJALAN TURBIN AIR DAN PERALATAN BANTUNYA KOMISIONING PLTA MANAJEMEN PEMELIHARAAN PUSAT LISTRIK BAGIAN 1 : UMUM MANAJEMEN PEMELIHARAAN PUSAT LISTRIK BAGIAN 4 : MANAJEMEN PEMELIHARAAN PLTD AMBANG BATAS KUAT MEDAN LISTRIK DAN INDUKSI MEDAN MAGNIT DIBAWAH SALURAN TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI TINGKAT JAMINAN SISTEM TENAGA LISTRIK BAGIAN SATU : SISTEM TENAGA HULU A. PEMBANGKITAN

BIDANG TRANSMISINo.1

SPLN No.SPLN 2 : 1978

JUDULPENTANAHAN NETRAL SISTEM TRANSMISI, SUB-TRANSMISI DAN DISTRIBUSI BESERTA PENGAMANANNYA PEDOMAN PEMILIHAN TINGKAT ISOLASI TRANSFORMATOR DAN PENANGKAP PETIR KOORDINASI ISOLASI BAGIAN 1 : ISTILAH, DEFINISI,PRINSIP DAN KETENTUAN KOORDINASI ISOLASI BAGIAN 2 : PEDOMAN APLIKASI LIGHTNING ARRESTER PART 1 : NON LINEAR RESISTOR TYPE ARRESTER FOR AC SYSTEM RECOMMENDATIONS FOR LIGHTNING ARRESTERS PART 1 : NON LINEAR RESISTOR -TYPE ARRESTERS TRANSFORMATOR TENAGA BAGIAN 1 : UMUM TRANSFORMATOR TENAGA BAGIAN 2 : KENAIKAN SUHU TRANSFORMATOR TENAGA BAGIAN 3-1 : TINGKAT ISOLASI DAN UJI DIELEKTRIK JARAK BEBAS LUAR DI UDARA TRANSFORMATOR TENAGA BAGIAN 3 : TINGKAT ISOLASI DAN UJI DIELEKTRIK TRANSFORMATOR TENAGA BAGIAN 4 : SADAPAN DAN HUBUNGAN TRANSFORMATOR TENAGA BAGIAN 5 : KEMAMPUAN MENAHAN HUBUNG SINGKAT HIGH VOLTAGE ALTERNATING CURRENT CIRCUIT BREAKERS PART 1 : GENERAL AND DEFINITIONS HIGH VOLTAGE ALTERNATING CURRENT CIRCUIT BREAKERS PART 2 : RATING HIGH VOLTAGE ALTERNATING CURRENT CIRCUIT BREAKERS PART 3 : DESIGN AND CONSTRUCTION

2

SPLN 7 : 1978

3

SPLN 7A : 1978

4

SPLN 7B : 1978

5

SPLN 7C : 1978

6

SPLN 7D : 1978

7

SPLN 8-1 : 1991

8

SPLN 8-2 : 1991

9

SPLN 8-3-1 : 1991

10 SPLN 8-3 : 1991

11 SPLN 8-4 : 1991

12 SPLN 8-5 : 1991

13 SPLN 9A : 1978

14 SPLN 9B : 1978

15 SPLN 9C : 1978

16 SPLN 9D : 1978

HIGH VOLTAGE ALTERNATING CURRENT CIRCUIT BREAKERS PART 4 : TYPE TESTS AND ROUTINE TESTS HIGH VOLTAGE ALTERNATING CURRENT CIRCUIT BREAKERS PART 4 : TYPE TESTS AND ROUTINE TESTS APPENDIX E- : METHODS OF DETERMINING PROSPECTIVE TRANSIENT RECOVERY VOLTAGE WAVES HIGH VOLTAGE ALTERNATING CURRENT CIRCUIT BREAKERS PART 5 : RULES FOR THE SELECTION OF CIRCUIT BREAKERS FOR SERVICE HIGH VOLTAGE ALTERNATING CURRENT CIRCUIT BREAKERS PART 6 : INFORMATION TO BE GIVEN WITH ENQUIRIES,TENDERS AND ORDERS RULES FOR TRANSPORT, ERECTION AND MAINTENANCE KETENTUAN TENTANG JENIS DAN UKURAN ISOLATOR YANG DIPILIH ISOLATOR RENTENG JENIS KAP DAN PIN DIMENSI BOLA DAN KOPLING SENDI DARI UNIT (SATUAN) ISOLATOR RENTENGAN LOCKING DEVICES FOR BALL AND SOCKET COUPLINGS OF STRING INSULATOR UNITS PART 1 : DIMENSIONS AND GENERAL RULES LOCKING DEVICES FOR BALL AND SOCKET COUPLINGS OF STRING INSULATOR UNITS PART 2 : TESTS ISOLATOR UNTUK SALURAN UDARA DENGAN TEGANGAN NOMINAL DIATAS 1000 VOLT BAGIAN 1 : UNIT ISOLATOR KERAMIK ATAU GELAS UNTUK SISTEM ARUS BOLAK BALIK, DEFINISI ,METODE UJI DAN KRITERIA SERAH TERIMA. ISOLATOR UNTUK SALURAN UDARA DENGAN TEGANGAN NOMINAL DIATAS 1000 VOLT BAGIAN 2 : RENTENGAN ISOLATOR DAN SET ISOLATOR UNTUK SISTEM ARUS BOLAK BALIK, DEFINISI ,METODE UJI DAN KRITERIA SERAH TERIMA. PENGUJIAN TEGANGAN IMPULS HUBUNG PADA ISOLATOR TEGANGAN TINGGI TEST ON INDOOR AND OUTDOOR POST INSULATORS FOR SYSTEM WITH NOMINAL VOLTAGE GREATER THAN 1000V

17 SPLN 9E : 1978

18 SPLN 9F : 1978

19 SPLN 9G : 1978

20 SPLN 10-1 : 1978

21 SPLN 10-1A : 1996 22 SPLN 10-1B : 1978

23 SPLN 10-1C : 1978

24 SPLN 10-1D : 1978

25 SPLN 10-1E-1 : 1996

26 SPLN 10-1E-2 : 1996

27 SPLN 10-1F : 1989

28 SPLN 10-2A : 1978

29 SPLN 10-2B : 1978

DIMENSIONS OF INDOOR AND OUTDOOR POST INSULATORS AND POST INSULATOR UNITS FOR SYSTEMS WITH NOMINAL VOLTAGES GREATER THAN 1000 V TINGKAT INTENSITAS POLUSI SEHUBUNGAN DENGAN PEDOMAN PEMILIHAN ISOLATOR ISOLATOR TONGGAK PIN (PIN POST) UNTUK SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20 kV ISOLATOR TONGGAK SALURAN UNTUK SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20 kV ISOLATOR PIN UNTUK SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20