Dasar Dasar Bmt

  • View
    308

  • Download
    11

Embed Size (px)

Text of Dasar Dasar Bmt

POLA UMUM PENDIRIAN & OPERASIONAL BMT

Oleh : LUKMANUL HAKIM.Direktur ABSINDO Kab. Cianjur General Manager BMT Insan Mulia Kab.Cianjur

PINBUK

STRUKTUR USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI INDONESIAPersen Total TotalUsaha Menengah Usaha Menengah Usaha Kecil Usaha Kecil Usaha Mikro Usaha Mikro

39,12 Juta 39,12 Juta 0,05 Juta 0,05 Juta 2,70 Juta 2,70 Juta 36,37 Juta 36,37 Juta

100 % 100 % 0,13 % 0,13 % 6,90 % 6,90 % 92,97 % 92,97 %

MAKLUMAT1. Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan lantaran tekanan penyakit gila. Keadaan demikian itu adalah disebabkan mereka berkata sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allooh telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti dari mengambil riba, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan), dan urusannya terserah kepada Allooh. Orang yang mengulangi (mengambil riba) maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Alloh memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allooh tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa QS. AlBaqoroh:275-276 2. riba itu mempunyai 99 pintu (tingkatan) dosa, yang paling rendah dosanya sama dengan seseorang yang melakukan zina dengan ibunya. Hadits, Al-Hamim dari Ibnu Masud. 3. Satu dirham uang riba yang dimakan seseorang padahal ia tahu, adalah lebih berat dari pada tiga puluh enam pelacur Hadits, Dari Abdulah bin Hazhalah 4. Jabir berkata bahwa Rasulullaah SAW mengutuk orang yang menerima riba, orang yang membayarnya, dan orang yang mencatatnya, dan dua orang saksinya, kemudian Beliau bersabda, mereka itu semuanya sama. HR. Muslim No. 2995, Kitab Al-Masaqqah 5. Telah nyata kerusakan di daratan dan di lautan oleh karena tangan-tangan manusia. (TQS. Ar Rum: 41)

6. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kedalam Islam secara utuh.

RIBA & PERMASALAHANYA1. 2. Dalam hal Muamalah, segala hal yang berkaitan dengan muamalah adalah boleh (mubah) sebelum ada dalil yang mengharamkannya (Kaidah usul Fiqh). Beberapa larangan dalam Muamalah : 1. RIBA (Tambahan/bertambahnya suatu nilai diluar pokok pinjaman tanpa melihat akad, untung dan rugi) 2. GHOROR (PENIPUAN/TIDAK JELAS) 3. MAISIR (UNTUNG-UNTUNGAN) 4. GHOBN (PENIMBUNAN) ISLAM MEMANDANG PROSES/ CARA MENDAPATKAN HARTA DARI PADA HASIL. DALAM ISLAM UANG BUKAN ALAT KOMODITI TETAPI TIDAK LEBIH DARI SEKEDAR ALAT TUKAR.

3. 4.

5.

JENIS-JENIS RIBA : a. RIBA NASIAH (Bertambahnya nilai karena waktu). b. RIBA QORDHI (Bertambahnya nilai karena jasa pinjaman) c. RIBA FADHL (Bertambahnya nilai karena pertukaran barang sejenis) d. RIBA YADHI (Berpisah tempat sebelum timbang terima). KARAKTERISTIK RIBA (Imam Arrozi) : 1. ADANYA ZIADAH (TAMBAHAN). 2. DIAMBIL DARI POKOK 3. ADANYA UNSUR WAKTU 4. ADANYA UNSUR KEPASTIAN 5. UNSUR DZALIM & BATHIL

6.

BUNGA & FATWARUMUS BUNGAI = C= r = t =

I = C (1+ rt )

Investasi Capital/Modal Rate ( tingkat suku bunga) Time ( satuan waktu )

Pengertian BungaSebagai penentuan besarnya kelebihan dari pinjaman modal yang diterima oleh pemberi pinjaman dengan persyaratan periode waktu tertentu. Bunga mengandung ketiga unsur sebagai berikut : Kelebihan atau surplus yang melebihi dari modal yang dipinjamkan. Ketentuan bersarnya surplus tergantung periode waktu. Persetujuan terhadap syarat-syarat pembayaran kelebihan telah ditentukan

FATWA MUI, 16 DESEMBER 2003BUNGA BANK / LK DAN SEGALA JENIS ISTILAHNYA ADALAH HARAM

SOLUSI ISLAM TENTANG RIBA1. PRINSIP KERJASAMA BAGI HASIL. (MUDLOROBAH & MUSYAROKAH). 2. PRINSIP JUAL-BELI. (BAI AL-MUROBBAHAH, SALAM, & ISTISHNA) 3. PRINSIP SEWA (AL-IJAROH). 4. PRINSIP TITIPAN (WADIAH). 5. PRINSIP PINJAMAN (QORDH) 6. PINSIP GADAI (RAHN) 7. PRINSIP PERWAKILAN (WAKALAH) 8. PRINSIP PENGALIHAN PIUTANG (HIWALAH) 9. PRINSIP PENJAMINAN (KAFALAH) 10. PRINSIP JASA (UJROH) 11. PRINSIP SYARIAH LAINNYA.

PENGERTIAN BMT BMT = BAITUL MAAL WAT TAMWIL (RUMAH HARTA & PENGEMBANGAN KEUANGAN) BMT = BALAI USAHA MANDIRI TERPADU (ISTILAH DARI ICMI). BMT SAAT INI LEBIH BANYAK DIDEFINISIKAN SEBAGAI LEMBAGA KEUANGAN MIKRO YANG DIOPERASIKAN DENGAN PRINSIP BAGIHASIL, MENUMBUHKEMBANGKAN BISNIS USAHA MIKRO DAN KECIL, DALAM RANGKA MENGANGKAT DERAJAT DAN MARTABAT SERTA MEMBELA KEPENTINGAN KAUM FAKIR MISKIN (Amin Azis : 2004).

BAITUL MAAL WATTAMWIL BMTBM BAITUL MAAL(RUMAH HARTA)

BT BAITU TAMWIL(TEMPAT PENGEMBANGAN KEUANGAN)

VISI & MISI SOSIALSUMBER DANA1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. ZAKAT INFAQ SHODAQOH HIBAH WAKAF JIZYAH RIKAZ GHONIMAH DANA SOSIAL LAINNYA 1. 2. 3. 4. 5.

VISI & MISI BISNIS/ LABASUMBER DANASIMPANAN ANGGOTA (POKOK, WAJIB, SUKARELA) PINJAMAN PENYERTAAN DONASI/ HIBAH. DANA KOMERSIAL LAINNYA

DISTRIBUSI DANA1. 2. 3. 4. USAHA PRODUKTIF PEMBELIAN BARANG SEWA DG DIAKHIRI KEPEMILIKAN KEGIATAN KOMERSIAL LAINNYA.

DISTRIBUSI DANA1.2. 3. 1. 2.

8 ASHNAF (FAKIR, MISKIN,AMILIN, MUALLAF, IBNU SABIL, FISABILILLAH, RIQOB, GHORIMIN) PEMBANGUNAN FASILITAS UMUM KEGIATAN SOSIAL & KEAGAMAAN LAINNYA.

AKAD/ POLA1. 2. 3. 4. 5. KERJASAMA BAGI HASIL (MUSYAROKAH & MUDLOROBAH) JUAL BELI (BAI AL-MUROBBAHAH, BAI SALAM, ISTISHNA). SEWA DG DIAKHIRI KEPEMILIKAN. GADAI. PERWAKILAN ( WAKALAH) DLL.

AKAD/ POLAPINJAMAN KEBAJIKAN (QORDHUL HASAN). HIBAH

KELEMBAGAANLAZ, BAZ, UPZ (BDN. HUKUM YAYASAN)

KELEMBAGAANKOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH (KJKS)

ALUR KERJA BMTAGHNIYA/ MUZAKKI/ SHOHIBUL MAAL (PEMILIK DANA)SIMPANAN ANGGOTA/ ZIS/ PINJAMAN/ PENYERTAAN

BMT SEBAGAI LEMBAGA INTERMEDIASI PENGELOLA KEUANGAN MIKRO DENGAN PLA SYARIAH

PENDAPATAN BAGI HASIL/ KEUANTUNGAN KERJASAMA PEMBIAYAAN POLA SYARIAH

PENERIMA DANA MAAL (8 ASHNAF)

PENGUSAHA KECIL MIKRO PENGELOLA DANA (MUDLORRIB)

Landasan Hukum BMT = KJKS/UJKS Mengacu pada pasal 33 UUD 1945, maka kita melihat bahwa koperasi sebagai model badan usaha yang berbasis ekonomi kerakyatan yang dianggap paling sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia. Pada tataran pelaksanaannya telah diatur dan dikembangkan dalam berbagai peraturan. Misalnya, Undang-undang nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian. Berikutnya diikuti dengan PP No. 9 Tahun 1995 tentang pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi, kepmen koperasi dan PKM No. 194/KEP/M/IX/1998 tentang petunjuk pelaksanaan kegiatan kesehatan KJKS/UJKS/BMT-Koperasi dan kepmen Koperasi dan PKM No. 351/KEP/M/XII/1998 tentang petunjuk pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi. Berkaitan dengan telah menjamurnya berbagai koperasi yang menawarkan jasa keuangan syariah, baik berlabel Baitul Maal watTamwil (BMT), Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM), Koperasi Simpan Pinjam Syariah (KJKS), maka Kementerian Koperasi dan UKM memayungi serta menata dalam format Koperasi Jasa Keuangan Syariah dengan No.91/KEP/M.KUKM/IX/2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Usaha Koperasi Jasa Keuangan Syariahpinbukpusat@yahoo.com

Para Sahabat mengambil prakarsa !

gulirkan ide sosialisasi

Beberapa rekan, kaji buku ini, informasi, dll

Cari dukungan tokohtokoh masyarakat dan tokoh-tokoh formal

Persiapkan Panitia Penyiapan Pendirian BMT (P3B)

Alternatif Badan Hukum

Dinas Koperasi Kab./Kota

Siapkan Legalitas Badan Hukum

Ikuti Pelatihan BMT

Menunjuk Pengurus

Pertemuan Calon Pendiri

KSP-Syariah KSU-Unit Syariah (Kopsyah BMT), Kopontren, dsb.

Urunan Modal Awal Seleksi / pilih Calon Pengelola

Sertifikat Kemitraan

BMT - PINBUK PINBUK: sebagai LPSM / LPKM

Siapkan sarana prasarana kantor & perangkat adm.

Modal Awal ( Simp. Pokok Khusus)

Pelatihan dan Magang

BMT Ber operasi

CARA PENDIRIAN1. 2. 3. Inisiasi/ Prakarsa Identifikasi calon pendiri Pembentukan P3B (Panitia Persiapan Pendirian BMT) minimal terdiri dari : Ketua, Sekretaris & Bendahara, yang bertugas untuk : 1. Melakukan sosialisasi kepada calon pendiri). 2. Penghimpunan modal awal. 3. Penyusunan AD/ ART & Organisasi BMT. 4. Rencana Pengelola (SDM). 5. Rencana wilayah kerja/ lokasi BMT Sosialisasi Model lembaga BMT kepada calon pendiri Penghimpunan modal awal Pelatihan & Pemagangan pengelola BMT Persiapan Sarana & Prasarana : a. Susunan Pengelola. b. Model Produk & sistem operasionalnya. c. Formulir/ warkat-warkat. d. Meubeleair. e. Komputer / Mesin Tik f. ATK dll Pengurusan Perizinan (sebelum keluar dapat mengajukan kemitraan dengan lembaga pendukung gerakan BMT untuk proses pembinaan) Badan Hukum KJKS dari Dinas Koperasi Izin domisili usaha Desa/ Kecamatan. SIUP/ TDP dari Disperindag. SITU/ HO dari Pemda. NPWP dari Direktorat Pajak Grand Opening / Launching (BMT Siap beroperasi ).

4. 5. 6. 7.

8.

9.

PERJANJIAN BAGIHASIL

ANGGOTA/ MUDLORRIB

BMT/ SHOHIBUL MAAL

PROYEK/ USAHA PEMBAGIAN KEUNTUNGAN MODAL

CONTOH PEMBIAYAAN BAGI HASIL(MODAL SELURUHNYA DARI BMT) PLAFON MODAL : 1.000.000,JANGKA WAKTU : 10 BULAN RATA-RATA PENDAPATAN ANGGOTA : 100.000 / BLN. BAGIHASIL DISEPAKATI : 27 % BMT : 73 % ANGGOTA DARI LABA BULAN 1 USAHA ANGGOTA MENDAPAT KEUNTUNGAN Rp. 80.000,MAKA KEWAJIBAN ANGGOTA KEPADA BMT BULAN 1 ADALAH : POKOK : 100.000,BAGI HASIL : 21.600,JUMLAH : 121.600,BULAN 2 USAHA ANGGOTA MENDAPAT KEUNTUNGAN Rp. 120.000 MAKA KEWAJIBAN ANGGOTA KPD BMT BULAN KE 2 : POKOK : 100.000,BAGI HASIL : 32.400,JUMLAH : 132.400,CATATAN : SELANJUTNYA ANGGOTA MEMBAYAR KEWAJIBAN POKOK SAMA, NAMUN BAGI HASIL BELUM TENTU SAMA SETIAP BULAN KARENA DIDASARKAN PADA PENDAPATAN USAHA ANGGOTA.

CONTOH PEMBIAYAAN BAGI HASIL (MODAL HANYA SEBAGIAN DARI BMT)MODAL ANGGOTA 1.000.000 PORSI DANA : 1.000.000 = 66,7% 1.500