Daya Dukung Lingkungan Berbasis Ecological Footprint di ... ?· Konsep ecological footprint ... campuran,…

Embed Size (px)

Text of Daya Dukung Lingkungan Berbasis Ecological Footprint di ... ?· Konsep ecological footprint ......

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, C 053-060 https://doi.org/10.32315/ti.6.c053

Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2017 | C 053

Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe

ISBN 978-602-17090-8-5 E-ISBN 978-602-51605-0-9

Daya Dukung Lingkungan Berbasis Ecological Footprint di

Kelurahan Tamangapa Kota Makassar

Febrianto1, Musdalifah Rahman2, Satriani3

1,2 Program Studi Magister Ilmu Perencanaan Wilayah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. 3 Program Studi Ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Korespondensi : febrianto_planology@yahoo.co.id

Abstrak

Penataan ruang memiliki upaya melaksanakan pemamfaatan sumber daya wilayah agar dikelola

sebaik dan sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat dengan memperhatikan kelestarian fungsi

lingkungan hidupnya. Pertambahan jumlah penduduk dengan berbagai aktifitasnya menyebabkan

peningkatan terhadap kebutuhan akan lahan serta konsumsi sumber daya yang semakin besar. Hal

tersebut akan mempengaruhi daya dukung lingkungan suatu wilayah. Daerah studi kasus penelitian

ini terletak di Kelurahan Tamangapa Kota Makassar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui

ketersediaan dan kebutuhan lahan melalui data kondisi fisik wilayah, jumlah penduduk, dan

penggunaan lahan. Penelitian ini pun menggunakan analisis Jejak Ekologi yang menghitung

tingkatan penggunaan sumber daya alam rata-rata individu, diikuti Analisis Biokapasitas yang

menghitung seberapa besar kemampuan lahan mendukung kehidupan penduduk, yang nantinya

dibandingkan melalui perhitungan ecological footprint. Dari hasil analisis tersebut disimpulkan bahwa

daya dukung lingkungan di kelurahan tamangapa dalam kondisis surplus, dengan nilai daya dukung

ekologis sebesar 1,1 diikuti kemampuan daya dukungnya dapat menghidupi hingga 11.568 orang

dalam beberapa tahun kedepan.

Kata-kunci : daya dukung,kebutuhan dan ketesediaan lahan

Kata-kunci : jurnal, naskah, panduan, penulisan, template

Pendahuluan

Menurut Undang-undang Nomor 32 tahun 2009

tentang pengelolaan lingkungan hidup, daya

dukung lingkungan hidup diartikan sebagai ke-

mampuan lingkungan hidup untuk mendukung

perikehidupan manusia dan makhluk hidup

lainnya. Menurut Lenzen (2003) kebutuhan

hidup manusia dari lingkungan dapat dinyatakan

dalam luas area yang dibutuhkan untuk mendu-

kung kehidupan manusia. Luas area untuk

mendukung kehidupan manusia disebut jejak

ekologi (ecological footprint). Lenzen juga

menjelaskan bahwa untuk mengetahui tingkat

keberlanjutan sumberdaya alam dan lingkungan,

kita kemudian harus membandingkan antara

kebutuhan hidup manusia dengan luas aktual

lahan produktif. Perbandingan antara jejak

ekologi dengan luas lahan produktif ini

kemudian dihitung sebagai perbandingan antara

lahan tersedia dan lahan yang dibutuhkan.

Kota Makassar sebagai Ibukota Provinsi Sula-

wesi Selatan merupakan kiblat perekonomian di

Kawasan Timur Indonesia, hal ini tentunya

menimbulkan arus urbanisasi di Kota Makassar

yang kian hari kian mengalami peningkatan

dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, dari

data BPS Kota Makassar dalam kurun waktu 5

tahun terakhir peningkatan tertinggi bahkan

mencapai 2,81% pada tahun 2013. Kondisi ini

menyebabkan kebutuhan akan lahan yang se-

makin besar dan menyebabkan daya dukung

lingkungan diberbagai tempat di Kota Makassar

mengalami penurunan kualitas. Berikut data BPS

Sulawesi Selatan terkait jumlah penduduk 5 ta-

mailto:febrianto_planology@yahoo.co.id

Daya Dukung Lingkungan Berbasis Ecological Footprint di Kelurahan Tamangapa Kota Makassar

C 054 | Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2017

hun terakhir di Kota Makassar.

Kelurahan Tamangapa sebagai salah satu ke-

lurahan yang berada di Kota Makassar, Se-

menjak tahun 2000, telah mendirikan berbagai

perumahan, seperti Perumahan Antang, Peru-

mahan TNI Angkatan Laut, Perumahan Graha

Janah, Perumahan Griya Tamangapa, dan Peru-

mahan Taman Asri Indah. Pembangunan ini

terus menerus berkembang hingga hari ini dan

telah memunculkan tumbuhnya pusat aktivitas

baru yang menyebabkan tergerusnya daerah

pertanian yang sekitar 50 % (lima puluh persen)

masih dimiliki di Kelurahan Tamangapa.

Hal inipun diasumsikan dengan semakin tinggi-

nya lahan terbangun, yang ditandai dengan

maraknya area perumahan permukiman di

Kelurahan Tamangapa, maka hal tersebut

secara tidak langsung akan menarik keatas per-

tumbuhan jumlah penduduk dari tahun ketahun,

semua inipun didukung dengan kondisi perkem-

bangan Kota Makassar yang semakin kesini

smakin mengarah keluar ke daerah perbata-

san/pinggir kota, yang dimana Kelurahan Tama-

ngapa juga merupakan salah satu daerah per-

batasan langsung dengan Kabupaten Gowa.

Berdasarkan permasalahan diatas maka peneliti

merasa sangat tertarik untuk membahas dan

mengkaji lebih dalam lagi perihal Daya dukung

lingkungan di Kelurahan Tamangapa, Kota

Makassar dengan menggunakan pendekatan

jejak ekologis (ecological footprint), Jejak eko-

logi (ecological footprint) merupakan salah satu

pendekatan untuk mengkaji batas-batas keber-

lanjutan suatu ekosistem dengan mengu-kur

permintaan penduduk atas alam dalam area

global bio-kapasitas. Konsep ecological footprint

pertama kali dirintis oleh William Rees dan

Mathis Wackernagel pada tahun 1996. Saat ini,

pendekatan tersebut menjadi satu referensi

yang paling penting untuk analisis keberlanjutan

global (rees dan Wackernagel, 1996).

Metode Penelitian

Metode Pengumpulan Data

Proses pengumpulan data dan informasi yang

diperlukan dalam penelitian ini, pada prinsipnya

di lakukan dengan melaksanakan observasi

lapangan yaitu dari hasil identifikasi penga-

matan langsung di lokasi penelitian dan inter-

view pada instansi terkait guna mengumpulkan

data-data yang kaitannnya dengan objek

penelitian. Adapun Teknik Kuesioner dilakukan

melalui penyebaran daftar pertanyaan yang

relevan dengan masalah yang diteliti. Kuesioner

dimaksudkan untuk memperoleh data yang

obyektiv terkati dengan daya dukung lingkungan

berbasis ecological footprint di Kelurahan Tama-

ngapa, Kota Makassar.

Metode Analisis Data

1. Untuk menjawab rumusan masalah Pertama

yaitu Mengetahui seberapa besar kondisi

jejak ekologi (ecological footprint) dan bio-

kapasitas yang terdapat di Kelurahan Tama-

ngapa, Kota Makassar. Maka, peneli-tian ini .

menggunakan rumus untuk meng-hitung

jejak ekologis atau permintaan penduduk

akan sumberdaya alam sebagai berikut:

JEi = JP x Ki x Efi

JEt = Ki=1 Jei

Keterangan :

JEi = Nilai Jejak Ekologis Untuk Penggunaan

Lahan 1 (ha).

JP = Jumlah Penduduk (Jiwa).

Ki = Nilai Kebutuhan Lahan i, untuk Memenuhi

Kebutuhan Konsumsi Penduduk Per

Kapita (ha/kapita) dengan Menggunakan

Hasil Penelitian WWF, XSL, dan

GFN (2006).

Efi = Faktor Ekuivalen (Hasil Penelitian WWF,

XSL, dan GFN (2006)).

JEt = Nilai Jejak Ekologi Total.

Global Footprint Network (GFN) (dalam

Wackermagel et al., 2005) telah menerbitkan

National Footprint and Biocapacity Account

2005: The Underlying Calculation Method yang

menentukan nilai ekuivalen bioproduktif (Tabel

3.1). Faktor ekuivalen adalah faktor kunci untuk

menkonversi produktivitas satu hektar lahan-

lahan tertentu ke dalam produktivitas rata-rata

dunia, yakni dalam satuan hektar (Gha). Nilai

faktor ekuivalen ini menunjukan tingkat produk-

tivitas dari kategori lahan yang bersangkutan.

Febrianto

Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2017 | C 055

Tabel 1. Faktor Ekuivalen Masing-Masing Area

Bioproduktif

(Sumber: Global Footprin Network)

2. Serta penelitian ini menggunakan rumus

untuk menghitung Biokapasitas atau berapa

bersaran lahan produktif di Kelurahan

Tamangapa, Kota Makassar, sebagai berikut:

BKi = (0,88 x LPLi x Fpi)/JP

BKt = Ki=1 Bki

Keterangan :

BKi = Biokapasitas Penggunaan Lahan

(ha/kapita).

LPLi = Luas Penggunaan Lahan I (ha).

0,88 = Konstanta (12%-nya digunakan untuk

menjamin keberlangsungan biodeversitas

(WWF, ZSL, dan GFN, 2006).

Fpi = Faktor Produksi-i (Ferguson, 1998)

JP = Jumlah Penduduk (Jiwa).

3. Untuk menjawab seberapa besar kondisi

Daya Dukung Lingkungan di Kelurahan

Tamangapa, Kota Makassar. Maka,

penelitian ini menggunakan rumus, sebagai

berikut:

4.

DDE = BK/JE

Keterangan :

DDE = Daya Dukung Ekologis.

BK = Biokapasitas (ha/Orang).

JE = Jejak Ekologis.

Berdasarkan rumus tersebut, maka apabila:

DDE > 1, Berarti bahwa terjadi kondisi surplus,

dimana ekosistem mampu me