of 31 /31
Universitas Sumatera Utara BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1. Daya Saing Perguruan Tinggi Daya saing merupakan efisiensi dan efektivitas yang memiliki sasaran yang tepat dalam menentukan arah dan hasil sasaran yang ingin dicapai yang meliputi tujuan akhir dan proses pencapaian akhir dalam menghadapai persaingan. Sumihardjo (2008: 8), memberikan penjelasan tentang istilah daya saing ini, yaitu: “Kata daya dalam kalimat daya saing bermakna kekuatan, dan kata saing berarti mencapai lebih dari yang lain, atau beda dengan yang lain dari segi mutu, atau memiliki keunggulan tertentu. Artinya daya saing dapat bermakna kekuatan untuk berusaha menjadi lebih dari yang lain atau unggul dalam hal tertentu baik yang dilakukan seseorang, kelompok maupun institusi tertentu.” Selanjutnya Sumihardjo (2008: 11), mengemukakan bahwa “daya saing meliputi: (1) kemampuan memperkokoh posisi pasarnya, (2) kemampuan menghubungkan dengan lingkungannya, (3) kemampuan meningkatkan kinerja tanpa henti, dan (4) kemampuan menegakkan posisi yang menguntungkan”. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa daya saing adalah kemampuan dari seseorang/kelompok untuk menunjukkan keunggulan dalam hal tertentu, dengan cara memperlihatkan situasi dan kondisi yang paling menguntungkan, hasil kerja yang lebih baik,

Daya Saing-Chapter II.doc

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Daya Saing-Chapter II.doc

Universitas Sumatera Utara

BAB II KAJIAN TEORITIS

2.1. Daya Saing Perguruan Tinggi

Daya saing merupakan efisiensi dan efektivitas yang memiliki sasaran

yang tepat dalam menentukan arah dan hasil sasaran yang ingin dicapai

yang meliputi tujuan akhir dan proses pencapaian akhir dalam menghadapai

persaingan.

Sumihardjo (2008: 8), memberikan penjelasan tentang istilah daya saing

ini, yaitu: “Kata daya dalam kalimat daya saing bermakna kekuatan, dan

kata saing berarti mencapai lebih dari yang lain, atau beda dengan yang lain dari

segi mutu, atau memiliki keunggulan tertentu. Artinya daya saing dapat

bermakna kekuatan untuk berusaha menjadi lebih dari yang lain atau unggul

dalam hal tertentu baik yang dilakukan seseorang, kelompok maupun institusi

tertentu.”

Selanjutnya Sumihardjo (2008: 11), mengemukakan bahwa “daya saing

meliputi: (1) kemampuan memperkokoh posisi pasarnya, (2) kemampuan

menghubungkan dengan lingkungannya, (3) kemampuan meningkatkan kinerja

tanpa henti, dan (4) kemampuan menegakkan posisi yang menguntungkan”.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa daya saing adalah

kemampuan dari seseorang/kelompok untuk menunjukkan keunggulan dalam hal

tertentu, dengan cara memperlihatkan situasi dan kondisi yang paling

menguntungkan, hasil kerja yang lebih baik, lebih cepat atau lebih

bermakna dibandingka n dengan yang lainnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007: 377), diuraikan

bahwa “pengertian perguruan tinggi adalah tempat pendidikan dan pengajaran

tingkat tinggi (seperti sekolah tinggi, akademi, universitas)”.

Daya saing perguruan tinggi menurut uraian di atas adalah kemampuan

dari perguruan tinggi untuk menunjukkan keunggulan bersaing dan menawarkan

nilai yang lebih atas kinerjanya dalam hal tertentu, dengan cara memperlihatkan

situasi dan kondisi yang paling menguntungkan, dibandingkan dengan perguruan

tinggi lainnya.

Persaingan antar perguruan tinggi saat ini sangat tinggi. Banyak hal

yang dilakukan oleh perguruan tinggi untuk dapat menjadi perguruan tinggi

nomor satu. Perguruan tinggi dapat diposisikan memiliki daya saing

Page 2: Daya Saing-Chapter II.doc

Universitas Sumatera Utara

ketika suatu

Page 3: Daya Saing-Chapter II.doc

Universitas Sumatera Utara

perguruan tinggi telah memenuhi indikator-indikator pencapaian tertentu

yang dimulai dari input, proses dan output terhadap pengamalan nilai-nilai Tri

Dharma Perguruan Tinggi. Citra perguruan tinggi menjadi penting untuk

meningkatkan visibilitasnya di mata publik, baik nasional maupun internasional

yang nantinya ternyata sangat berpengaruh terhadap peringkat perguruan tinggi

tersebut.

Penilaian terhadap pemeringkatan perguruan tinggi tidak terlepas dari

perpustakaannya yang merupakan salah satu indikator dalam penilaian daya

saing suatu perguruan tinggi.

2.2. Perpustakaan Perguruan Tinggi

Perpustakaan perguruan tinggi merupakan institusi pengelola koleksi

perpustakaan secara profesional dengan menggunakan sistem yang baku

guna memenuhi kebutuhan pengguna. Perpustakaan perguruan tinggi

merupakan jantung bagi universitas, nilai suatu perguruan tinggi dipengaruhi

oleh kondisi perpustakaannya, karena keberadaan perpustakaan perguruan

tinggi sangat strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pengertian perpustakaan berdasarkan UU No.43 Tahun 2007 Pasal 1

butir 1 yaitu: “Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya

cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna

memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi

para pemustaka”.

Perpustakaan perguruan tinggi pada hakekatnya adalah perpustakaan

yang terdapat pada perguruan tinggi memiliki tujuan dan fungsi dengan

cara memilih, menghimpun, mengolah, merawat serta melayankan

informasinya kepada civitas akademika sebagai penunjang terlaksananya Tri

Dharma Perguruan Tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi dapat disebut sebagai

jantung universitas karena tanpa perpustakaan maka proses pelaksanaan

proses belajar, mengajar serta pusat penelitian mungkin kurang optimal

dalam pencapaian hasil seperti yang diharapkan.

Perpustakaan perguruan tinggi sering dimaknai sebagai pusat penelitian

karena banyak menyediakan informasi yang berkaitan dengan sarana pendukung

dalam proses penelitian. Tugas dari perpustakaan perguruan tinggi

adalah

Page 4: Daya Saing-Chapter II.doc

Universitas Sumatera Utara

memberikan jasa yang dapat mendukung proses pelaksanaan

pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat pada umumnya, dengan

cara memutahirkan koleksi baik tercetak maupun tidak tercetak demi mendukung

dan mengembangkan kualitas program kegiatan perguruan tinggi tempatnya

bernaung.

Perpustakaan sebagai lembaga pengelola informasi, mempunyai posisi

yang strategis dalam penyediaan bahan pustaka dan informasi kemudian

menyebarkan informasi secara tepat dan cepat. Perpustakaan merupakan

pendukung bagi universitas menuju world class university dengan cara

mencari dan menggali potensi yang ada di universitas dan menjadikannya pusat

unggulan yang dimiliki oleh universitas antara lain dengan melakukan:

1. Pengembangan website universitas yang dinamis, lengkap dan

terintegrasi

2. Melakukaan Kebijakan penerapan informasi berteknologi di kampus

3. Kebijakan bagi peneliti (dosen dan mahasiswa) untuk ”diwajibkan”

meng-upload hasil penelitian pada website universitas, jurusan

dan fakultas dann perpustakaan.

4. Meningkatkan kemampuan perpustakaan digital untuk

menambah konten ilmiah (skripsi, tesis, dll.) melalui pengembangan

e-book, ejournal, e-grey literatutre dan e-local content.

5. Menggalakkan e-learning untuk meningkatkan konten

pembelajaran di website, dengan melengkapi bahan-bahan

perkuliahan.

6. Perlu sosialisasi yang terus menerus untuk membuka kesadaran

civitas akademika untuk meng-upload naskah publikasi baik dalam

bahasa Indonesia dan bahasa Inggris

7. Peningkatan kualitas networking

8. Dll

2.2.1. Perpustakaan Digital

Teknologi komputer telah banyak dipergunakan untuk menangani

kegiatan rutinitas kerumahtanggaan perpustakaan (library housekeeping) yang

mencakup bidang pengadaan, pengatalogan, pengawasan sirkulasi,

pengawasan

Page 5: Daya Saing-Chapter II.doc

Universitas Sumatera Utara

serial, dan penyediaan katalog online untuk umum dan memberikan

kemudahan dan efisiensi bagi pengguna perpustakaan.

Perpustakaan sebagai institusi pengelola informasi merupakan salah satu

bidang penerapan teknologi informasi yang berkembang dengan pesat.

Perkembangan dari penerapan teknologi informasi bisa dilihat dari

perkembangan jenis perpustakaan yang selalu berkaitan dengan teknologi

informasi, diawali dari perpustakaan manual, perpustakaan terotomasi,

perpustakaan digital atau cyber library. Kebutuhan akan teknologi informasi

sangat berhubungan dengan peran dari perpustakaan sebagai kekuatan dalam

pelestarian dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Menurut Supsiloani (2006: 34) Penerapan teknologi informasi di

perpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai bentuk antara lain:

1. Penerapan teknologi informasi dipergunakan sebagai sistem informasi manajemen perpustakaan. Bidang pekerjaan yang dapat diintegrasikan dengan sistem informasi perpustakaan adalah pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi, bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik, dan lain sebagainya. Fungsi ini sering diistilahkan sebagai bentuk otomasi perpustakaan.

2. Penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan,

mendapatkan dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Bentuk penerapan teknologi informasi dalam perpustakaan ini sering dikenal dengan perpustakaan digital.

Perpustakaan digital adalah suatu lingkungan perpustakaan dimana

berbagai objek informasi (dokumen, images, suara dan video-clips) disimpan dan

diakses dalam bentuk digital. Perpustakaan digital menurut Digital Library

Federation yang dikutip oleh Hasugian (2009: 185) menyatakan bahwa:

Perpustakaan digital adalah berbagai organisasi yang menyediakan sumberdaya, termasuk pegawai yang terlatih khusus, untuk memilih, mengatur, menawarkan akses, memahami, menyebarkan, menjaga integritas, dan memastikan keutuhan karya digital, sedemikian rupa sehingga koleksi tersedia dan terjangkau secara ekonomis oleh sebuah atau sekumpulan komunitas yang membutuhkannya.

Dari pendapat tersebut dapat dinyatakan bahwa perpustakaan digital

adalah bentuk perpustakaan dimana menyediakan sumberdaya dan memuat

berbagai objek informasi ilmu pengetahuan yang disimpan dan diakses serta

disebarluaskan dalam bentuk digital.

Page 6: Daya Saing-Chapter II.doc

Universitas Sumatera Utara

2.2.2. Koleksi Digital

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah memberi

dampak terhadap perubahan jenis koleksi pada perpustakaan, yaitu koleksi

tercetak berubah menjadi koleksi digital. Dengan bantuan adanya jaringan

Internet dan media komputer, perpustakaan dituntut untuk menyediakan koleksi

digital dalam penelusuran informasi yang cepat dan mudah untuk memenuhi

kebutuhan informasi.

Koleksi digital adalah koleksi informasi dalam bentuk elektronik yang

berbasis internet walaupun koleksi tersebut juga terdapat dalam koleksi tercetak,

yang dapat diakses secara luas menggunakan media penelusuran online. Koleksi

digital dapat terdiri atas beberapa jenis dokumen (file type) yaitu setiap program

yang berbeda akan menghasilkan jenis dokumen yang berbeda pula sesuai

dengan program yang digunakan, perbedaan itu dapat dilihat dari gambar icon

dokumen atau yang lebih umum adalah tiga huruf yang tertera setelah tanda titik

pada judul dokumen. Misalnya “judul.doc” menunjukkan dokumen tersebut

dibuat dengan program Microsoft Word, “judul.xls” menunjukkan dokumen

tersebut dibuat dengan program Microsoft Excel, dan banyak lagi ragamnya,

seperti tabel di

bawah ini:

Tabel 1: Jenis-Jenis Format File

Sumber: Fileinfo.com

Page 7: Daya Saing-Chapter II.doc

Universitas Sumatera Utara

2.2.3. Local Content

Situs web perpustakaan perguruan tinggi memiliki koleksi yang

unik yang tidak terdapat pada situs lain yang sering disebut dengan istilah

local content, yaitu suatu koleksi yang hanya dibuat di perguruan tinggi tersebut

dan tidak disebarluaskan ke publik maupun percetakan. Sulistyo-Basuki

(2001: 2) mengemukakan:

Istilah local content dapat diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi muatan lokal atau isi lokal. Bila menggunakan istilah muatan lokal, maka istilah tersebut mengandung arti materi atau informasi lokal yang dimasukka n ke sebuah wadah lain.

Local content yang dimaksudkan pada perguruan tinggi adalah koleksi

grey literature atau disebut juga dengan literatur kelabu. Merupakan hasil karya

civitas akademika suatu Perguruan Tinggi. International Journal dalam

Sulistyo- Basuki (2001: 2) mengemukakan:

Literatur kelabu ini didefinisikan sebagai informasi yang tidak terkendali oleh perhimpunan ilmu pengetahuan, universitas atau penerbit komersial, diterbitkan pada semua instansi pemerintah, akademia, bisnis, industri, baik dalam format tercetak maupun elektronik.

Literatur kelabu memiliki isi yang khas, yang tidak terdapat pada

dokumen yang dijual di pasar, yang isinya mampu menambah khasanah ilmu.

Menurut Hasanah (2009: 14) Grey literature dapat dikelompokkan sebagai

berikut:

1. Tugas Akhir (Skripsi), tugas akhir Mahasiswa Tingkat Sarjana.2. Tesis, adalah karya dari Mahasiswa Pascasarjana.3. Disertasi, adalah karya dari Mahasiswa Tingkat Doktor.4. Prosiding, yaitu hasil Seminar, Lokakarya, Pertemuan Ilmiah yang

diadakan di Perguruan Tinggi, dan karya sivitas akademikanya yang memberikan presentasi di berbagai kegiatan ilmiah.

5. Laporan penelitian dari setiap Kelompok Penelitian di PerguruanTinggi.

6. Pidato pengukuhan adalah penyampaian secara oral suatu makalah yang berupa buah pemikiran seorang Guru Besar di hadapan Sidang Terbuka Majelis Guru Besar selama waktu tertentu.

7. Karya tulis ilmiah.8. Artikel.

Page 8: Daya Saing-Chapter II.doc

Universitas Sumatera Utara

2.3. Penelusuran OnlineDalam dunia perpustakaan ada yang dikenal dengan proses temu kembali

informasi (information retrieval), dimana secara spesifik juga akan menyangkut

penelusuran informasi online (online searching). Temu kembali informasi

merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menyediakan dan memasok informasi

bagi pemakai sebagai jawaban atas permintaan atau berdasarkan kebutuhan

pemakai.

Pengertian yang dikemukakan oleh Hasugian (2006: 73) bahwa “pada

dasarnya sistem temu balik informasi adalah suatu proses untuk

mengidentifikasi, kemudian memanggil (retrieve) suatu dokumen dari suatu

simpanan (file), sebagai jawaban atas permintaan informasi”. Pendapat tersebut

mengindikasikan bahwa sistem temu balik informasi dirancang untuk memenuhi

kebutuhan informasi pengguna.

Sedangkan penelusuran informasi online merupakan bagian dari suatu

proses temu kembali informasi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan

pengguna akan informasi. Dengan bantuan berbagai alat penelusuran dan temu

kembali informasi yang dimiliki perpustakaan/ unit informasi baik yang berada

di dalam perpustakaan maupun diluar gedung perpustakaan.

Untuk melakukan penelusuran yang efektif diperlukan bahasa atau kosa

kata sebagai kata kunci penelusuran. Bahasa atau kosa kata penelusuran

berfungsi sebagai alat untuk memerintahkan sistem temu kembali informasi agar

dapat menemukan dokumen-dokumen yang sesuai dengan kebutuhan penelusur.

Dalam sistem temu kembali informasi dikenal dua pendekatan penelusuran yang

lazim digunakan yaitu bahasa alamiah (natural language), dan kosa kata

terkontrol (controled vocabulary).

Dalam pengindeksan kosa kata terkendali seperti tesaurus, istilah yang

digunakan untuk menyatakan kandungan atau isi suatu dokumen telah dibakukan

dalam suatu daftar indeks yang disusun secara alfabetis, misalnya dalam

Sears List of Subject Heading, Library of Congress Subject Heading, Macro

Economics Thesaurus, DDC Index, dan sebagainya.

Page 9: Daya Saing-Chapter II.doc

Universitas Sumatera Utara

Hasugian (2008: 14) mengemukakan bahwa:Esensi dari penelusuran informasi secara online adalah bagaimana memangil/ mendapatkan informasi yang tersedia dalam suatu database dan/atau web untuk memenuhi informasi yang diminta oleh pemakai; bagaimana menemukan informasi yang diminta pemakai; dan bagaimana memberikan solusi kepada pemakai untuk menemukan informasi yang dikehendaki. Oleh karena itu teknik penelusuran secara online sangat penting. Teknik itu mencakup mekanisme dan/atau proses penelusuran informasi, formulasi query dan teknik pengembangannya, serta pengenalan akan situs dan/atau lokasi (alamat URL) dari berbagai sumber informasi menjadi penting untuk menghasilkan sebuah temuan informasi (dokumen) yang relevan, akurat dan tepat. Selain itu, kemampuan menggunakan peralatan penelusuran dengan baik akan menghasilkan informasi yang tepat pula.

Ada lima komponen dalam penelusuran online yaitu: pengguna, query, dokumen elektronik, indeks dokumen dan fungsi pencocokan melalui machine matcher (infrastruktur informasi)a. Pengguna

Pengguna adalah mereka yang melakukan penelusuran atau pencarian informasi pada sistem informasi (end user). Selain itu, mereka yang mengoperasikan sistem bukan untuk keperluan pencarian/penelusuran informasi juga disebut pengguna sistem (operator system, administrator system dsb.).

b. QueryQuery adalah istilah (terms) yang dirumuskan oleh pengguna dan selanjutnya diinput ke dalam sistem untuk mendapatkan dokumen yang diinginkan. Istilah yang digunakan untuk penelusuran informasi (query) dapat diformulasikan dengan menggunakan sejumlah operator misalnya operator Bool (Boolean logic).

c. Dokumen Elektronik (e-document)

Dokumen elektronik dapat berupa buku elektronik (e-book), jurnal elektronik (e-journal), atau dokumen lain dalam format eletronik.

d. Indeks DokumenIndeks dokumen adalah istilah (terms) yang dijadikan sebagairepresentasi dan/atau wakil dokumen. Indeks dokumen ini dapat berupa kata atau istilah yang menjadi subjek dokumen dan dapat juga berupa kata yang mewakili judul dan/atau pengarang. Indeks dokumen dapat berupa istilah yang bersifat kosa kata terkendali (controlled vocabularies) dan kosa kata tak terkendali (uncontrolled vocabularies), terkecuali stopwords (kata tak terindeks) seperti dan, yang, karena, oleh, that, why, and dan sebagainya.

e. Pencocokan (Machine Matcher)Terjadinya pemanggilan dokumen dari simpanan (file) adalah melalui pencocokan yang dilakukan oleh komputer (machine matcher) yaitu mencocokkan istilah penelusuran (query) dengan indeks dokumen.. Jumlahnya akan dilaporkan (diposting) dan jumlah dokumen yang terpanggil disebut recall. (Hasugian, 2008: 14-15).

Page 10: Daya Saing-Chapter II.doc

Universitas Sumatera Utara

Masih menurut Hasugian (2008: 15) untuk melakukan penelusuran

online diperlukan tahapan-tahapan berikut yaitu: “merencanakan strategi

penelusuran, memilih database, memilih dan merumuskan istilah penelusuran

(query), menilai/ mengevaluasi hasil penelusuran dan mencetak (print out) atau

download hasil penelusuran”.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa para pencari informasi

harus mempersiapkan teknik penelusurannya terlebih dahulu. Teknik itu

mencakup mekanisme dan/atau proses penelusuran informasi, formulasi

query dan teknik pengembangannya sehingga menghasilkan informasi yang tepat

dan sesuai.

2.3.1. Internet

2.3.1.1. Pengertian Internet

Internet sebagai jaringan dari jaringan-jaringan yang dengan bebas

mempertukarkan informasi dan menghubungkan ribuan jaringan di seluruh

dunia, tumbuh-kembang dengan pesat. Internet dapat diartikan sebagai

jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan

pengguna komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di

dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga

yang dinamis dan interaktif.

2.3.1.2. World Wide Web (www)

WWW tidak terlepas dari internet, www sering digunakan saat

mengetikkan suatu alamat situs web misalnya w ww . u s u . ac . i d. www merupakan

salah satu layanan yang ada di Internet, atau yang biasa disebut dengan web

dapat didefinisikan sebagai kumpulan sumber atau informasi yang dihubungkan

dengan hyperlinks, melalui server HTTP (Hyper Text Transfer Protocol).

Isi dari www dapat ditampilkan dengan penggunaan sebuah web

browser antara lain seperti mozila firefox, interner explorer atau opera. WWW

memungkinkan penyebaran informasi melalui Internet, penggunaannya mudah

dalam format yang fleksibel.

Page 11: Daya Saing-Chapter II.doc

Universitas Sumatera Utara

2.3.1.3. Domain dan Subdomain

Domain adalah alamat permanen situs di dunia internet yang digunakan

untuk mengidentifikasi sebuah situs atau dengan kata lain domain name adalah

alamat yang digunakan untuk menemukan suatu situs pada dunia internet. Istilah

yang umum digunakan adalah URL. Domain adalah sebuah nama unik untuk

mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di

internet sebagai pengganti Internet Protocol (IP), yang didasarkan kepada

Domain Name System (DNS).

Nama domain dari tiap-tiap situs di seluruh dunia tidak ada yang sama

sehingga tidak ada satupun situs yang akan dijumpai tertukar nama atau tertukar

halaman situsnya. Untuk memperoleh nama dilakukan penyewaan domain,

biasanya dalam jangka waktu tertentu (tahunan).

Struktur domain terbagi atas: Pertama Top Level Domain adalah deretan

kata dibelakang nama domain seperti .com (dotcom). Ada dua macam Top Level

Domain, yaitu Generic Top Level Domain (gTLD) dan Country Code Top Level

Domain (ccTLD). gTLD seperti yang diungkapkan di atas ccTLD adalah TLD

yang diperuntukkan untuk masing-masing negara, seperti Indonesia dengan kode

ID (co.id, net.id, or.id) atau Singapura dengan kode SG (com.sg, net.sg,

dsb).Kedua Second Level Domain (SLD) adalah nama domain yang didaftarkan.

Misalnya ddd.com, maka ddd adalah SLD dan .com-nya adalah TLD.

Ketiga Third Level Domain adalah nama sebelum Second Level Domain dan

Top Level Domain. Misalnya ddd.com, maka dapat menambahkan nama lain

sebelum ddd, yaitu mail.ddd.com atau search.domainku.com.

Berikut domain yang disediakan untuk masing-masing negara seperti:- Indonesia menggunakan .id- Singapura menggunakan .sg- Malaysia menggunakan .my

Untuk Indonesia terbagi menjadi beberapa domain, seperti :- .or.id : Untuk Organisasi- .co.id : Untuk Badan Usaha- .go.id : Untuk Pemerintahan- .ac.id : Pendidikan Tinggi- .sch.id : untuk Sekolah- .net.id : Internet Provider- .web.id : digunakan untuk umum (Apima, 2008; Zero, 2009)

Page 12: Daya Saing-Chapter II.doc

Universitas Sumatera Utara

2.3.1.4. Situs Web dan Halaman Web

Setiap mengakses Internet sering terlebih dahulu mengetikkan suatu

alamat URL, seperti w w w . usu . ac . i d , dimana sebenarnya alamat tersebut

mewakili suatu situs web, situs web (web site) adalah “kumpulan dari halaman

web (web page), yang biasanya terangkum dalam sebuah domain atau

subdomain, yang tempatnya berada di dalam world wide web (www) di

Internet”.

Halaman web sendiri adalah dokumen yang ditulis dalam format

HTML (Hyper Text Markup Language) yaitu bahasa markup yang paling

dominan dalam pembuatan halaman web. Pada HTML dapat diketikkan teks

yang digunakan untuk membuat struktur dokumen yang terdiri atas headings,

paragraphs, lists, links, quotes, dan lain-lain. Dalam HTML dapat juga

memuat gambar yang menjadikan tampilan halaman web lebih interaktif. HTML

diakses melalui HTTP, yaitu protokol yang menyampaikan informasi dari server

situs web untuk ditampilkan kepada para pengguna melalui web browser.

Semua publikasi dari situs web tersebut dapat membentuk sebuah

jaringan informasi yang sangat besar. Halaman-halaman dari situs web dapat

diakses melalui sebuah URL yang biasa disebut homepage. URL mengatur

halaman-halaman web untuk menjadi sebuah hirarki, meskipun, hyperlink yang

ada di halaman tersebut mengatur para pengguna dan memberitahu

mereka sususan keseluruhan dan bagaimana arus informasi ini berjalan.

Beberapa situs web membutuhkan subskripsi (data masukan) agar para user bisa

mengakses sebagian atau keseluruhan isi situs web tersebut. Misalnya, ada

beberapa situs- situs bisnis, situs-situs e-mail gratisan, yang membutuhkan

subkripsi agar dapat diakses.

2.3.2. Search Engine

Alat atau fasilitas yang dipergunakan untuk mengeksplorasi

berbagai data, informasi, dan pengetahuan yang ada di internet adalah mesin

pencari atau yang biasa disebut sebagai “search engine”. Search engine adalah

sebuah program yang dapat diakses melalui internet yang berfungsi untuk

membantu pengguna komputer dalam mencari berbagai hal yang ingin

diketahuinya, seperti google, yahoo, dan lain sebagainya.

Page 13: Daya Saing-Chapter II.doc

Universitas Sumatera Utara

Battelle (2007: 22) mengemukakan bahwa:

Pada dasarnya, sebuah mesin pencari menghubungkan kata-kata yang dimasukkan pada sebuah database yang diciptakan dari halaman-halaman website (sebuah indeks). Mesin pencari ini kemudian akan menghasilkan daftar URL (dan ringkasan isinya) yang dipercaya paling relevan dengan pertanyaan yang dimasukkan.

Dalam internet, terdapat banyak search engine yang dapat diakses secara

cuma-cuma. Walaupun kurang lebih memiliki fungsi yang sama, setiap search

engine memiliki karakteristiknya masing-masing. Contoh-contoh hal yang

membedakan antara satu search engine dengan yang lainnya adalah: kecepatan

pencarian, ketepatan informasi, kuantitas situs yang dicari, teknik pencarian,

format hasil pencarian, dan lain sebagainya.

Hitwise.com, Januari 2010 menampilkan Top Search engine seperti

yang terlihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 2: Top Search EngineRank Search engine Searches

1 www . go o g l e . c o m 71.61 %

2 search.yahoo.com 14.76 %

3 www . b i ng . c o m 9.13 %

4 www . a s k . c o m 2.66 %

5 www . a o l s ea r c h . c o m 1.04 %

Alat bantu pencarian ini menyediakan hasil pencarian dalam bentuk

hypertext link dengan URL menuju halaman lainnya. Yang jika di klik akan

menuju ke alamat tersebut dimana dokumen, gambar, suara, dan banyak bentuk

lainnya yang yang ada pada server dituju.

2.4. World Ranking University

World Class University mempunyai pengertian yang berbeda-beda, baik

target maupun kriteria penilaiannya. Saat ini beberapa institusi yang telah

mantap dan diakui dunia sebagai lembaga pengakreditasi world class

university antara lain: The Times Higher Education - Quacquarelli Symonds

(THE-QS), Academic Ranking of World Universities (ARWU) oleh Institute

of Higher Education,

Page 14: Daya Saing-Chapter II.doc

Universitas Sumatera Utara

Shanghai Jiao Tong University, China dan Webometrics. Masing-masing

lembaga pengakeditasi mempunyai kriteria dan metodologi penilaian yang

berbeda-beda.

2.4.1. THES-QS

Times Higher Education-QS merupakan sumber informasi pendidikan

tinggi yang paling kompeten di London. Quacquarelli Symonds (QS) adalah

perusahaan yang khusus bergerak dibidang pendidikan dan belajar luar

negeri. THE menggunakan 4 kriteria utama dalam menentukan skor rangking

universitas di dunia, yaitu:

1. Kualitas Penelitian (Research Quality);2. Kesiapan Kerja Lulusan (Graduate Employability);3. Pandangan Internasional (International Outlook); dan4. Kualitas Pengajaran (Teaching Quality). Wahono (2007 : 1)

berikut:Penjabaran kriteria perangkingan THE-QS dapat dilihat pada tabel

Tabel 3: Indikator Perangkingan THE-QS

Page 15: Daya Saing-Chapter II.doc

2.4.2. Academic Ranking of World Universities (ARWU)

The Academic Ranking of World Universities (ARWU) menggunakan

enam indikator untuk menentukan rangking universitas dunia. Berikut penjelasan

Wahono (2007: 2) tentang 6 faktor utama ARWU perangkingan

universitas dunia, yaitu:

1. Alumni: Total jumlah alumni yang mendapatkan penghargaan Noble Prize di bidang fisika, kimia, ekonomi dan kedokteran serta meraih Field Medal di bidang matematika. Digunakan hitungan bobot (weight) berdasarkan kebaruan tahun mendapatkan penghargaan tersebut. Semakin lama mendapatkan penghargaan, semakin kecil bobot persentase nilainya.

2. Award: Total jumlah staf saat ini yang mendapatkan penghargaan Nobel Prize di bidang fisika, kimia, ekonomi dan kedokteran serta meraih Field Medal di bidang matematika. Perhitungan bobotnya sama dengan Alumni.

3. HiCi: jumlah peneliti (dosen) yang mendapatkan nilai citation tinggi (high cited researcher) alias penelitiannya banyak dikutip oleh peneliti lain, dalam 20 kategori subjek berdasarkan publikasi resmi dari h tt p:// i s i h i g hl y c i t e d . c o m .

4. PUB: Jumlah artikel yang diindeks oleh Science Citation Index- Expanded dan Social Science Citation Index (h t t p://www . i s i k n o w l e dg e . c o m ).

5. TOP: Persentase artikel yang dipublikasikan dalam top 20% journalinternasional dari berbagai bidang ilmu. Penentuan top 20% adalah berdasarkan nilai impact factors dari Journal Citation Report (h t t p://www . i s i k n o w l e dg e . c o m ).

6. Fund: Jumlah total anggaran biaya penelitian dari sebuah universitas.Data didapatkan dari negara dimana universitas berada dan dariinstitusi-intitusi pemberi dana penelitian.

Berdasarkan uraian di atas, perangkingan yang dilakukan oleh ARWU

memiliki beberapa kriteria penilaian antara lain adalah tentang alumni, award,

HiCi,PUB, TOP dan fund. Perangkingan yang dilakuka n oleh ARWU

dapat dilihat di h t t p : //www . a r w u . o r g .

2.4.3. Webometrics Rangking Of World University (WRWU)

Pembentukan Webometrics Ranking of World Universities merupakan

inisiatif Cybermetrics Lab, kelompok riset Centro de Información

Documentación (CINDOC), bagian dari National Research Council (CSIC), riset

publik terbesar di Spanyol.

Page 16: Daya Saing-Chapter II.doc

Webometrics Ranking of World Universities kebanyakan mengambil

faktor kehidupan universitas di dunia Internet. Termasuk didalamnya

adalah aksesibilitas dan visibilitas situs universitas, publikasi elektronik,

keterbukaan akses terhadap hasil-hasil penelitian, konektifitas dengan dunia

industri dan aktifitas internasionalnya.

Webometrics Ranking of World Universities adalah suatu peluang yang

menarik bagi universitas-universitas di negara berkembang untuk meraih status

universitas kelas dunia (World Class University). Kuncinya adalah bagaimana

universitas bisa memperbanyak konten (scientific paper) yang di-share ke publik,

diindeks di mesin pencari, dan sedikit kemampuan universitas memainkan

Search engine Optimization (SEO) untuk mengarahkan mesin pencari ke situs

universitas.

Ada empat faktor utama penilaian yang menentukan rangking suatu

universitas, yaitu :

1. Visibility (50%)

Jumlah total tautan eksternal yang unik yang diterima dari situs lain

(inlink), yang diperoleh dari yahoo search, live search dan exalead.

2. Size (20%)

Jumlah halaman yang ditemukan dari empat mesin pencari: google,

yahoo, live search dan exalead.

3. Rich Files (15%)

Volume file yang ada di situs Universitas dimana format file yang

dinilai layak masuk di penilaian (berdasarkan uji relevansi

dengan aktivitas akademis dan publikasi) adalah: Adobe Acrobat

(.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) dan Microsoft

Powerpoint (.ppt). Data-data ini diambil menggunakan Google dan

digabungkan hasil-hasilnya untuk setiap jenis berkas.

4. Scholar (15%)

Google Scholar menyediakan sejumlah tulisan-tulisan ilmiah

(scientific paper) dan kutipan-kutipan (citation) dalam dunia

akademik. Data Sc ini diambil dari google scholar yang menyajikan

tulisan-tulisan ilmiah, laporan-laporan, dan tulisan akademis lainnya.

Page 17: Daya Saing-Chapter II.doc

Perangkingan yang dilakukan Webometrics terhadap perguruan tinggi di

dunia berdasarkan 4 faktor penilaian yaitu: Visibility dengan bobot penilaian

sebesar 50%, penilaian terhadap Size sebesar 20 %, penilaian Rich Files

sebesar

15% dan penilaian terhadap Scholar sebesar 15%. Total dari penghitungan

inilah yang akan menjadikan peringkat suatu perguruan tinggi versi webometrics.

2.5. Literatur Batak

Batak merupakan salah satu suku bangsa yang ada di Indonesia tepatnya

wilayah Sumatera Utara. Identitas suku batak sangat kental yang

membedakannya dengan suku bangsa lain di Indonesia, salah satunya

ditandai dengan adanya Marga sebagai bagian dari satu keturunan. Selain itu

unsur-unsur kebudayaan Batak lainnya yang membedakan dengan suku

bangsa lainnya di Indonesia adalah: bahasa, pengetahuan, teknologi,

organisasi sosial, mata pencaharian, religi, kesenian, dan lain sebagainya.

Silsilah atau tarombo merupakan cara orang batak menyimpan

daftar silsilah marga mereka masing-masing dan merupakan suatu hal yang

sangat penting bagi orang Batak. Bagi mereka yang tidak mengetahui silsilahnya

akan dianggap sebagai "orang Batak kesasar" (nalilu). Orang Batak khususnya

laki-laki diwajibkan mengetahui silsilahnya minimal nenek moyangnya yang

menurunkan marganya dan teman semarganya (dongan tubu). Hal ini diperlukan

agar mengetahui letak kekerabatannya (partuturonna) dalam suatu klan atau

marga.

Penyebaran orang-orang batak tidak hanya di Indonesia tetapi sudah

menjangkau mancanegara. literatur mengenai orang-orang batak juga sudah

banyak tersebar diseluruh pelosok mancanegara.