DESA RANUPANI, TAMAN NASIONAL

  • View
    218

  • Download
    2

Embed Size (px)

Transcript

  • >

    *s~

    *

    Laporan Hasil Studi Lapangan

    KONFLIK PENGGUNAAN TANAH DI

    KAWASAN NASIONAL:STUDI KASUS;DESA RANUPANI, TAMAN NASIONAL

    BROMO TENGGER SEMERU

    Disusun oleh

    Jacek Marek Radecki

    NIM 06210556

    PROGRAM ACICIS

    FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

    DESEMBER 2006

  • ;

    \*r

    **

    -

    Judul Penelitian:

    Nama Peneliti:

    Konflik Penggunaan Tanah di KawasanNasional: Studi Kasus di Desa Ranupani,Tainan Nasional Bromo Tengger Semeru.

    Jacek M Radecki (NIM 06210556)

    Malang, Desember 2006

    Drs Bildi Suprapto, Msi

    Dekan FISIP- UMM, dan DosenPembimbine

    Phil King, PhD

    Resident Direktur ACICIS

    icz:isulaksumur B10/B Yogyakarta S>5281 Indonesia

    h. Mas'ud Said, PhD

    Ketua Program ACICISFISIP-UMM

    ft V;k-y i N if

    "f4 .

    fA

  • A

    %

    'IDA

    V

  • KATA PENGANTAR

    Penulis sangat beruntung kesempatan belajar satu tahun dan terutama satusemester di Fakultas FISIP di Universitas Muhammadiyah Malang pada tahun 2006. Itusangat menarik punya kesempatan belajar dalam sistem pendidikan berbeda dari padasistem pendidikan di Australia.

    Saya adalah Mahasiswa di Universitas Murdoch, Perth Western Australia untukgelar Saya, Saya pilih Asian Studies Specialist degree. Selama lima tahun belajar diUniversitas Murdoch, Saya belajar banyak aspek-aspek Negara Asia terutama Indonesia.Kuliah Bahasa Indonesia, Adat, Budaya, Politik dan Sejarah Indonesia.adalah topik-topikyang paling menarik dan menyenangkan bagi Saya. Saya selalu ingin untukmendaftar keProgram ACICIS untuk belajar satu tahun di Indonesia. Melalui percakapan denganbekas mahasiswa program ACICIS dari Universitas Murdoch Saya selalu punya harapanyang sangat tinggi tentang waktu belajar di Indonesia. Pengalaman Saya selama diIndonesia adalah paling baik. Itu sangat menyenangkan akhirnya bisa melihat,merasa danpengalaman terhadap semua aspek-aspek kehidupan di Indonesia, dan Saya bisa belajarserta membaca tentang apa saja dalam lima tahun. Menurut Saya, semua pengalamanSaya selama di Indonesia adalah pengalaman yang baik dan bukan pengalaman yangtidak baik.

    Menurut Saya, dalam dunia akedemia di jurusan Studi Asia ada fokus terlalubesar kepada aspek-aspek pemerintahan yang terlalu keras kepada penduduk negara. Jadiuntuk topik penelitian di UnMuh, Saya ingin cari topik apa yang bisa dilakukan daripihak pemerintah serta sikap pemerintah Indonesia karena itu penting untuk punya semuaaspek-aspek dan pendapat dalam mengetahui topik. Tidak mudah untuk mencari topiktersebut, tetapi akhirnya berkat bantuan dari banyak orang, terutama staff UnMuh danpetugas kantor ACICIS Saya pilih topik Konflik Penggunaan Tanah Di KawasanNasional.

    Setelah lama mempelajari tentang latar belakang topik Saya, Saya pilih DesaRanupani yang terletak dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai lokasistudi kasus. Peneliti datang ke sana pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2006.Di sana Peneliti mandapat izin dari Kantor Balai T.N.B.T.S Saya mendapat data dancatatan resmi yang memperbolehkan Saya untuk melakukan penelitian lengkap. Selamapeneliti melakukan penelitian di Ranupani, data dan catatan resmi memperbolehkan Sayauntuk menyangkal penelitian orang lain tentang aksi petugas T.N.B.T.S serta pendudukdesa yang tinggal dalam batas Kawasan Nasional ini. Penelitian Saya mendapatkan hasilyang membuktikan bahwa penelitian sebelumnya mendapatkan hasil yang salah

  • UCAPAN TERIMA KASIHPenulis ingin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada beberapa pihak yang telahmembantu dalam menyelesaikan tugas ini, jadi penulis ingin mengucapkan terima kasihkepada:

    Terlebih dahulu terima kasih kepada semua pemimpin ACICIS, (AustralianConsortium fo In Country Indonesian Studies). Dr Phil King PhD, ResidenDirektur (RD) Program ACICIS, Sebagai bekas mahasiswa program ACICIS,pengalaman dia sangat baik dan bantuannya kepada semua mahasiswa ACICISadalah baik sekali. Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak PhilKing untuk bantuan dengan penelitian ini. Bimbingan beliau serta bantuannyadalam mencari lokasi penelitian ini adalah tidak tergantikan. Kepada ProfesorDavid Hill Universitas Murdoch serta Profesor David Reeve, Universitas NewSouth Wales atas kerja keras mereka pada promosi program ACICIS.

    Universitas Murdoch atas pemberian ijin untuk belajar satu tahun di Indonesia.

    Universitas Muhammadiyah Malang (UnMuh) serta semua petugas kantorACICIS UnMuh. Drs Budi Suprapto, Msi, Dekan FISIP UMM. Sebagai dosenpembimbing beliau paling baik terutama dengan bantuan untuk mendapatkan ijinatas penelitian di Kawasan Nasional dari Balai Taman Nasional Bromo TenggerSemeru (B.T.N.B.T.S). Dr M. Mas'ud Said, pemimpin program ACICIS serta DrH.A. Habib, MA, DR. Wahyudi, Msi, Mbak Lulud Indah Purnani, dan BapakSupriyantana.

    Penulis mengucapkan terimah kasih kepada semua petugas Taman NasionalBromo Tengger Semeru, Malang, terutama kepada Ir. Herry Subagiadi, M.sc,Kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atas ijinnya memberikankesempatan dilakukan penelitian di Kawasan Nasional serta semua petugas diKantor Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Malang. Tak lupamengucapkan terima kasih semua petugas Resort Wilayah Konservasi IIRanupani; Bapak Sarmin, S Hut, Kepala Resort Ranupani; Pak MuhammadAzam; Bapak Tony Widiatmoko; Tuangkat dan terutama Polisi Hutan (PolHut)Pak Djoko Glemboh atas bantuan mereka selama melakukan penelitian di lokasi.Bapak Sukotjo, B.sc, Kepala Seksi Wilayah II sama petugas lain dan kepadapetugas Resort Senduro. Pak Yunus Tricahyono; Pak Tony Artaka dan Pak SaptoPriono.

    Pak Sulkan, Kepala desa Ranupai atas izin melakukan penelitian di Ranupani, PakBambang Dukun Desa Ranupani dan semua penduduk Desa Ranpani yang secarasukarela membantu dalam wawancara untuk laporan ini.

  • ABSTRAKSI

    Data yang diteliti dalam laporan ini adalah data resmi dan data serta informasidari observasi dan wawancara peneliti dengan dosen-dosen dari Fakultas FISIP,Universitas Muhammadiyah Malang; petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru;dan penduduk Desa studi kasus Ranupani.. Paling banyak data resmi serta catatan resmiadalah data dari kantor Resort Wilayah II, Ranupani. Data termasuk Laporan Bulanan;Surat Pernyataan; data Kepariwisataan; Kegiatan Bulanan. Termasuk data serta informasidari bacaan dan wawancara latar belakang topik penelitian.

    KesimpulanLaporan ini ada beberapa kesimpulan, dan beberapa kesimpulannya adalah

    kesimpulan yang tidak sama dengan hasil dan pendapat penelitian yang lain bahwajugadilakukan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, terutama di desa Ranupani.Penelitian yang disusun oleh peneliti Jane Cochrane Msc, dari Universitas Hull, Inggrisadalah penelitian tentang Eco Tourism di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.Walaupaun topik ini tidak samadengan topik laporan lain, penelitian tersebutmempunyaiinformasi dan data tentang kepariwisataan serta dampak kepariwisataan bagi pendudukT.N.B.T.S serta dampak kepariwisataan bagi hutan dan sumber alam di beberapa desadalam T.N.B.T.S terutama Desa Ranupani.Penelitian Cochrane berpendapat bahwa petugas Taman Nasional adalah orangmalas danjarang patroli hutan di Kawasan Nasional untuk mencari pencuri kayu dan kegiatan ilegallain. Menurut Cochrane, penduduk yangtinggal dalam T.N.B.T.S tidak takut akan sangsidan sering masuk ke hutan untuk mencuri kayu bakar dan kegiatan ilegal lain. Menurutlaporan ini, ada bukti yang tidak dapat disanggah karena itu bukti resmi. Jadi penelitiakan menyanggah pendapat Cochrane tersebut serta mengajukan bahwa teori Cochraneadalah teori salah dan tidak benar. Melalui Bacaan Laporan Bulanan serta SuratPernyataan dan wawancara dengan penduduk desa dan observasi kayu dan mediumbunga yang disita oleh petugas Taman Nasional dari pencuri yang tertangkap selamamelakukan kegiatan ilegal mempunyai bukti cukup untuk menyangkal teori Cochrane.

    Cochrane juga mengatakan mengenai catatan umum, misalnya catatan nomorwisatawan yang datang juga salah karena petugas Taman Nasional adalah orang yangmelakukan korupsi dan mencuri pendapatan Taman Nasional. Penelitian ini juga dapatmenyangkal teori lain dengan mempelajari catatan Resort Ranupani. Petugas TamanNasional dan terutama petugas di Resort Ranupani yang bertugas atas keselamatanpendaki Gunung Semeru harus melakukan pencatatan yang cermat, karena akibatnyaakan sangat serius. Sebagai contoh; jika ada orang yang hilang selama mendaki GunungSemeru dan terdaftar dia tidak mencatat itu akan menjadi masalah besar karena orangtidak akan tahu jika dia sudah turun atau hilang.

    Kesimpulan juga termasuk bahwa masalah yang dihadapi oleh petugas ResortRanupani adalah berbeda daripada Resort lain, misalnya masalah yang paling besar diRanupani adalah pencuri kayu bakar serta membakar hutan secara liar dibandingkan

  • Resort Senduro di mana ada masalah ilegal Logging untuk kayu dijual. Ada beberapaalasan untuk perbedaan tersebut. Dulu, geografi Taman Nasional Bromo Tengger Semeruterbagi dalam tiga zona. Zona Sub Montane; zona Montane; dan Zona Sub Alpine. Jadisetiap zona punya tumbuh-tumbuhan dan binatang yang berbeda. Sebagai contohRanupani adalah desa yang terletak di Zona Sub Alpine di mana tidak ada pohon besar,jadi orang tidak masuk untuk melakukan ilegal logging karena pohon di sana misalnyajenis Akasia adalah tidak bagus untuk dibangun, jadi orang masuk untuk ambil kayubakar.

    Menurut Laporan aspek kesimpulan yang paling baik adalah hubungan antarapetugas serta penduduk desa Ranupani, yang dikenal bahwa di Taman Nasional lainhubungan di antara petugas sama dengan penduduk adalah tidak baik dan sering terjadiperselisihan sengit. Sebagai contoh di Taman Nasional Ujung Kulon terletak di JawaBarat ada masalah besar sekali karena di sana pen