Click here to load reader

Diagnosis Kedokteran Keluarga Tiara

  • View
    163

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Diagnosis Kedokteran Keluarga Tiara

Diagnosa Kedokteran Keluarga SCABIES DENGAN INFEKSI SEKUNDER

DISUSUN OLEH: Tiara Ramadhani Syammarhan S.Ked (05.48864099265.09)

PEMBIMBING: dr. Sri Asih dr. Deasy Nursanti, M.Si dr. Ronny Isnuwardhana, MPH

LABORATORIUM ILMU KESEHATAN MASYARAKAT Fakultas Kedokteran Umum Universitas Mulawarman 2011

PENDAHULUAN

Skabies adalah infestasi dari kulit yang disebabkan oleh parasit yang disebut Sarcoptes scabei. Skabies dibeberapa negara berkembang termasuk Indonesia mempunyai prevalensi yang cukup tinggi yaitu 6%- 27% dari populasi umum dan cenderung tinggi pada anak-anak sampai dewasa. Di pusat kesehatan masyarakat (PUSKESMAS) maupun di rumah sakit rujukan, rata-rata infeksi kulit menduduki peringkat ke-2 setelah dermatitis. Skabies menempati urutan ke-3 dari 10 urutan penyakit kulit terbesar pada pelita IV. Banyak faktor yang menunjang perkembangan penyakit skabies, antara lain : keadaan sosial ekonomi yang rendah, hiegenitas yang buruk, hubungan seksual yang sifatnya promiskuitas (tidak memilih-milih), dan perkembangan demografik serta ekologi yang buruk merupakan hal-hal yang erat kaitannya dengan perkembangan penyakit ini. Penyebaran tungau skabies adalah dengan kontak langsung oleh penderita skabies. Skabies juga bisa menular melalui penggunaan handuk bersamaan, sprei tempat tidur, dan segala hal yang dimiliki pasien skabies. Oleh karena itu scabies sering menyebar dalam anggota keluarga, satu asrama, kelompok anak sekolah, pasangan seksual bahkan satu kampung atau desa. Penularan penyakit ini erat hubungannya dengan kebersihan lingkungan, kebersihan perorangan, tempat-tempat yang padat penduduknya seperti asrama serta tempat-tempat yang lembab dan kurang mendapat sinar matahari.

LAPORAN KASUS

Identitas Pasien Nama Umur Jenis Kelamin Agama Status dalam keluarga Identitas orang tua Nama ayah Usia Ayah Nama ibu Usia ibu : Tn. S : 47 tahun : Ny. S.A : 31 tahun : An. TRR : 2,4 tahun : Laki-laki : Islam : Anak ketiga

Anamnesis Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik dilakukan pada hari Rabu, 21 Desember 2011. Sumber anamnesis: alloanamnesis (ibu pasien)

Keluhan utama : Gatal pada kedua kaki dan bokong

Riwayat penyakit sekarang : Pasien An. TRR datang ke poli KIA puskesmas palaran diantar oleh ibu pasien hari rabu tanggal 21 Desember 2011 dengan keluhan gatal pada kaki dan bokong. Gatal diketahui pertama kali muncul sejak 2 hari sebelum pasien dibawa ke Puskesmas, awalnya berupa benjolan-benjolah kecil berwarna merah pada punggung kaki kiri dan kanan pasien, namun karena sangat gatal sehingga pasien menggaruk benjolan tersebut sehingga terlihat kulitnya terkelupas dan menjadi luka. Menurut pengakuan ibu pasien, gatal-gatal awalnya hanya berasal dari sela-sela jari dan punggung kaki, namun belakangan menjalar hingga ke betis dan bokong. Pasien juga sering mengeluhkan kakinya gatal terutama pada malam hari sehingga tidak bisa berhenti menggaruk, sementara untuk pagi dan siang hari biasanya pasien tidak terlalu merasakan gatal. Ibu pasien juga mengatakan tidak ada anggota keluarga lain maupun teman-teman pasien yang mengalami keluhan yang sama Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis, suhu 36,8 o C, status generalis lainnya dalam batas normal. Pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan penunjang.

Riwayat Penyakit Dahulu: Pasien sudah pernah mengalami keluhan serupa sebanyak dua kali dan diberikan pengobatan anti scabies serta anthistamin untuk mengurangi gatalnya, dan menurut pengakuan ibu pasien keluhan tersebut membaik dan akhirnya sembuh total.

Riwayat penyakit keluarga : Tidak ada keluarga pasien yang mengalami gejala serupa.

Riwayat Kebiasaan : ibu pasien kurang memperhatikan masalah higienitas anak-anaknya, sehingga kuku pasien panjang dan berwarna agak kehitaman karena kotoran. Pasien tidur bersama dengan seluruh saudara dan ibunya dalam satu tempat tidur. Pasien gemar bermain di tanah ataupun tumpukan pasir tanpa mengenakan alas kaki dan jarang mencuci kakinya setelah bermain.

Pemeriksaan Fisik Keadaan umum Tinggi badan Berat badan BMI Status gizi : sakit sedang : 86 cm : 10 kg : 11,89 kg/m2 : Baik

Tanda vital Tekanan darah Frekuensi Nadi Frekuensi Nafas Suhu :: 84 kali/menit, regular, kuat angkat : 24 kali/menit : 36,5 derajat celsius

Status generalisata Kepala : Mata : anemis (-), ikterik (-), cekung (-) Hidung : dalam batas normal Telinga : dalam batas normal Mulut : mukosa mulut basah, faring hiperemi (-), pembesaran tonsil (-)

Leher Dada

: pembesaran KGB (-) : Inspeksi : pergerakan simetris Palpasi : dalam batas normal Perkusi : sonor D = S Auskultasi : Paru : vesikuler, Rhonki (-/-), Wheezing (-/-) Jantung : S1S2 tunggal, reguler, murmur (-)

Abdomen

: Inspeksi : flat Palpasi : soefl, nyeri tekan (-), Perkusi : timpani Auskultasi : bising usus normal

Ekstremitas

: Atas : oedem (-/-), akral hangat Bawah : oedem (-/-), akral hangat

Status lokalis

: Pada regio dorsum pedis dekstra et sinistra terutama pada jari-jari kaki tampak bentukan vesikel yang sudah pecah berwarna kemerahan, dengan garis abu-abu di tepinya. Selain itu terlihat macula dan papula dengan permukaan berwarna abu-abu, dan bekas garukan yang telah menjadi ulkus dangkal atau ektima yang mengeluarkan nanah. Hal serupa terlihat pada cruris dan juga glutea.

Diagnosis sementara : Scabies dengan infeksi sekunder Diagnosis banding : - Dermatitis alergi - Pioderma

Penatalaksanaan: Rencana diagnostik

o

Kerokan kulit bagian yang terkena pada pasien untuk identifikasi parasit penyebabnya

Rencana terapi o Terapi non-farmakologi Konseling klinik sanitasi Edukasi

o Terapi Farmakologi Antti scabies salep 1x/hari saat malam hari Antihistamin untuk mengurangi gatalnya Antibiotik sistemik untuk luka yang terinfeksi

Rencana monitoring o Perbaikan gejala klinis, misalnya rasa gatal telah berkurang ataupun tidak timbul pada daerah yang lain.

Rencana edukasi o Memberikan pengetahuan tentang penyakit scabies dan pemakaian obat yang benar serta efek samping yang mungkin akan timbul o Memberikan penyuluhan tentang PHBS guna mencegah penyakit berulang dan penularan pada orang lain.

Prognosis: Bonam ANALISIS KEDOKTERAN KELUARGA IDENTITAS KELUARGA No 1 2. 3. 4. Nama Umur Jenis kelamin Status perkawinan I. KEPALA KELUARGA Tn. S 47 tahun Laki-laki Kawin II. PASANGAN Ny. S.A 31 tahun Perempuan Kawin

5. 6. 7. 8.

Agama Suku bangsa Pendidikan Pekerjaan

Islam Jawa STM Karyawan Perusahaan Tambang

Islam Jawa SMP Ibu rumah tangga

9.

Alamat lengkap

Jl. Ampera No.36 RT 40 kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran

ANGGOTA KELUARGA No 1 Anggota Keluarga D Usia 13 thn Pekerjaan Pelajar SMP 2 P 7 thn Pelajar Anak Hub. Klrg Anak Stt. Nikah Belum menikah Belum Menikah 3 TR 2,4 thn Anak Belum menikah Ya Serumah Tdk Kdg

GENOGRAM

Keterangan: : Perempuan : Laki-laki : Penderita : laki-laki (meninggal)

STATUS FISIK, SOSIAL, EKONOMI KELUARGA DAN LINGKUNGAN No 1 2 3 EKONOMI KELUARGA Luas tanah Luas bangunan Pembagian ruangan 7 x 11 m2 Rumah pasien terdiri dari: 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga, 2 kamar tidur, 1 dapur, 1 kamar mandi+ wc 4 5 Besarnya daya listrik Tingkat Pendapatan Keluarga : a. Pengeluaran rata-rata/bulan Kredit rumah Bahan makanan : Beras, lauk/ikan, tempe-tahu dan sayur mayur Diluar bahan makanan : Pendidikan Kesehatan Listrik Air bersih Lain-lain b. Penghasilan keluarga/bulan No 1 2 PERILAKU KESEHATAN Pelayanan promotif/preventif Rp35.000 Rp. 0,00 Rp. 80.000,00 Rp. 60.000 Rp. 500.000 Rp 1.000.000 Rp. 3.000.000,00 Rp.1.500.000 Rp 2.000.000 Rp700.000 Rp. 800.000,00 900 watt Keterangan 10 x 15 m2

Pemeliharaan kesehatan anggota keluarga Puskesmas lain

3 4 No 1

Pelayanan pengobatan Jaminan pemeliharaan kesehatan POLA MAKAN KELUARGA Kepala keluarga dan ibu

Puskesmas, Dokter praktek Asmara

Makan 3 kali sehari (pagi, siang dan malam). Nasi, ikan, ayam,

tahu, tempe, dan sayur. Buah jarang. 2 Anak Makan 3 kali sehari. Menu

makanan sama dengan anggota keluarga yang lain. Jajan diluar rumah. No 1 AKTIFITAS KELUARGA Aktivitas fisik a. Bapak Bekerja diluar kota, hanya

pulang saat waktu liburan

b. Ibu

Memasak,

membersihkan

rumah dan mengurus anak

c. Anak

Sekolah dan bermain di sekitar rumah

2

Aktivitas mental

Seluruh anggota keluarga cukup rutin melaksanakan salat 5 waktu.

No 1

LINGKUNGAN Sosial Hubungan sekitar baik dengan lingkungan

2

Fisik/biologik Perumahan dan fasilitas Luas tanah Luas bangunan Jenis dinding terbanyak Jenis lantai terluas Sumber penerangan utama Sarana MCK cukup Sederhana 10 x 15 meter 7 x 11 meter beton beton Lampu listrik Kamar mandi (1) di dalam rumah dan tempat buang air besar

didalam rumah.

Sarana pembuangan air limbah (SPAL)

Dibelakang rumah melalui pipa yang mengalir ke parit

Sumber air sehari-hari Sumber air minum Pembuangan sampah 3 Lingkungan kerja a. b. c. Ayah Ibu Anak

Air PAM Air PAM Di bakar

Di luar rumah Di dalam rumah Di luar, dalam dan sekitar rumah

POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT KELUARGA No. Indikator Pertanyaan Keterangan Jawaban Ya Tidak

A. Perilaku Sehat1 Tidak merokok Ada yang memiliki kebiasaan Ayah tidak merokok dalam 3 bulan merokok 2 Persalinan Dimana persalinan? 3 Imunisasi Apakah bayi ibu sudah di Imunisasi lengkap (BCG, DPT 1,2,3, imunisasi lengkap? Polio, hepatitis, campak) dilakukan semua 4 Balita di timbang Apakah 5 balita ibu sering Penimbangan di Posyandu ditimbang? Dimana? Sarapan pagi Apakah seluruh anggota Makanan yang dikonsumsi setiap keluarga mempunyai kebiasaan hari sarapan pagi? 6