of 79/79
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user PROSES SERTIFIKASI SNI UNTUK IMPOR PRODUK PERALATAN MAKAN DAN MINUM MELAMIN PADA PT. FAMOUS PACIFIC SHIPMENT INDONESIA (FPS) BRANCH YOGYAKARTA Proposal Tugas Akhir Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dan Persyaratan Guna Mencapai Gelar Ahli Madya Pada Program D-3 Bisnis Internasional Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta Oleh: Adi Purna Wijaya F3108008 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id PROSES .../Proses...Proposal Tugas Akhir Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dan Persyaratan Guna Mencapai Gelar Ahli Madya Pada Program

  • View
    218

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id PROSES .../Proses...Proposal Tugas Akhir Diajukan Untuk...

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

PROSES SERTIFIKASI SNI UNTUK IMPOR PRODUK PERALATAN

MAKAN DAN MINUM MELAMIN PADA PT. FAMOUS PACIFIC

SHIPMENT INDONESIA (FPS) BRANCH YOGYAKARTA

Proposal Tugas Akhir

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dan Persyaratan Guna

Mencapai Gelar Ahli Madya Pada Program D-3 Bisnis Internasional

Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta

Oleh:

Adi Purna Wijaya

F3108008

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2012

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

ABSTRAKSI PROSES SERTIFIKASI SNI UNTUK IMPOR PRODUK PERALATAN

MAKAN DAN MINUM MELAMIN PADA PT. FAMOUS PACIFIC SHIPMENT INDONESIA (FPS) BRANCH YOGYAKARTA.

ADI PURNA WIJAYA

F3108008

Badan Standarisasi Nasional Adalah Lembaga yang mengurusi masalah sertifikasi standar produk nasional yang beredar di dalam wilaah pemasaran Indonesia. lembaga ini mengeluarkan sertifikat uji mutu suatu produk yang akan di pasarka atau di produksi di Indonesia. Peralaan makan dan minum melamin adalah alat makan berformalin yang mengandung formaldehyde yang membahayakan manusia apabila kadar penggunaanya melebihi aturan keamanan yang berlaku.

Impor adalah kegiatan memasukkan barang dari wilayah pabean lain masuk kedalam wilayah pabean dalam negeri.(amir ms). Importasi peralatan makan dan minum berbahan melamin dari china sangat diawasi importasinya di Indonesia, karena banyak sekali produk melamin murah dari china masuk ke Indonesia dengan tidak mengindahkan keamanan yang telah di tetapkan oleh badan standarisasi nasional.

Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk memperoleh gambaran lebih mendalam dan pemahaman mengenai sertifikasi produk impor melamin dan importasinya. Dalam hal ini terkait dengan Badan Standarisasi Nasional dan PT. FPS Indonesia Branch Yogyakarta.

Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang di peroleh langsung dari sumbernya atau sejumlah fakta yang di peroleh melalui penelitian secara langsungdari objek penelitian, sedangkan data sekunder adalah data data yang di peroleh langsung dari luar penelitian atau usmber lain yang masih berkaitan dnegan penelitian maupun sumber bacaan lainya

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sertifikasi produk berbahan melamin oleh BSN sudah memenuhi dasar hukum yang digunakan yaitu manual SNI 7322-2008 tentang standarisasi produk melamin peralatan makan dan minum. Dan syarat label SNI pada produk impor peralatan makan dan minum melamin, mutlak diwajibkan untuk impor produk peralatan makan dan minum dari china.

Kata Kunci : Standar Nasional Indonesia (SNI).

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

VISION

Saya akan menjadi pengusaha Real Estate

(Weyjaya, Adi Purna : 2012)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

PERSEMBAHAN

1. ALLAH SWT atas Rahmatnya

2. Untuk Ayah dan IBU yang paling saya

sayangi. Terimakasih atas kerja kerasnya, doa

doa dan kasih sayangnya yang tiada akan

terbalas.

3. Keluarga.

4. Semua teman - teman

5. Almamater

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabilalamin, Puji syukur dan terimakasih penulis panjatkan ke

hadirat ALLAH SWT. Karena anugerah dan kehendak-Nya penulis

menyelesaikan penulisan Tugas Akhir dengan judul Proses Sertifikasi SNI Untuk

Impor Produk Peralatan Makan dan Minum Melamin Pada PT. Famous Pacific

Shipment Indonesia (FPS) Branch Yogyakarta.

Dalam penyusunan tugas akhir ini tidak akan berhasil dengan baik tanpa

adanya bimbingan, bantuan, dukungan dan dorongan dari berbagai pihak. Maka

sehubungan dengan ini penulis menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-

besarnya kepada pihak-pihak yang secara langsung maupun tidak langsung turut

membantu hingga terselesainya tugas akhir ini, kepada:

1. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Bp. Drs Harimurti M.si Ketua Program Studi Diploma III Bisnis Internasional

Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

3. Bp. Mulyadi selaku pembimbing magang dan tugas akhir yang sejak awal

hingga akhir penulisan tugas akhir ini membimbing penulis dengan sabar

4. Bp. BRM Bambang Irawan selaku pembimbing akademik penulis

5. Seluruh staff pengajar jurusan bisnis internasional yang telah memberikan

ilmunya kepada penulis

6. Seluruh staff dan karyawan pengurus program diploma 3 yang telah

bersungguh sungguh membantu para mahasiswa belajar di kampus

7. PT. FPS Indonesia dan BSN yang telah berkenan memberikan izin magang

kerja dan penelitian untuk penulisan laporan tugas akhir.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

8. Pak Nurdin S, selaku branch manager PT. FPS Indonesia branch Yogyakarta

yang telah memberikan waktu dan tempatnya kepada penulis melakukan tugas

belajar magang di PT. FPS Yogyakarta dan Mas Budi (Bang Butong Idar)

yang sudah banyak membimbing penulis melakukan magang kerja dan

memberikan banyak pengalaman menarik bagi penulis.

9. Bapak dan Ibu yang telah melahirkan, membesarkan dan mendidik penulis

hingga sampai saat ini

10. For the special one, theres nothing else i can say Thank You.

11. Teman teman seperjuangan bisnis internasional angkatan 2008, yang cowok,

rhiky, mangun, dodik, tamon, afid, budi, sony, rizal, wawan, sugeng, dll dan

yang cewek mami deby, mbak punker, bunga, ocyk, ocha, dyah, mbak warih,

pita, lia, puput, poetri dan lain lain yang telah bersama selama 3 tahun di

bangku perkuliahan.

12. Teman teman kontrakan, teman teman kos arista puri, kos dika putra, teman

teman Griya bahasa solo, keluarga besar pak sular, keluarga bp sahuri,

keluarga bp joko, rs dr oen solo baru dan keluarga besar PMW 2010 UNS

13. Sahabat Bayat, Agung pambudi, Andi Wibowo, Eko yulianto.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan tugas akhir

ini. Oleh karena itu, segala bentuk saran dan kritik dari pembaca snangat penulis

harapkan. Akhirnya, penulis berhrap semoga tugas akhir ini bermanfaat bagi

pembaca. Amin.

Surakarta, 22 Mei 2012

Penulis

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL............................................................................................... i

ABSTRAKSI.......................................................................................................... ii

HALAMAN PERSETUJUAN.............................................................................. iii

HALAMAN PENGESAHAN............................................................................... iv

MOTTO.................................................................................................................. v

PERSEMBAHAN.................................................................................................. vi

KATA PENGANTAR.......................................................................................... vii

DAFTAR ISI.......................................................................................................... ix

DAFTAR GAMBAR............................................................................................. xi

DAFTAR TABEL................................................................................................. xii

DAFTAR LAMPIRAN....................................................................................... xiii

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah...............................................................................1

B. Perumusan Masalah.....................................................................................5

C. Tujan penelitian...........................................................................................5

D. Manfaat Penelitian.......................................................................................6

E. Metode Penelitian........................................................................................8

BAB II. LANDASAN TEORI

A. Pengertian Impor........................................................................................11

B. Ketentuan-Ketentuan Umum Impor...........................................................12

C. Izin Impor...................................................................................................13

D. Kontrak Impor dan Resiko Bisnis Impor...15

E. Pengertian EMKL......................................................................................19

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

F. Ruang Lingkup EMKL..............................................................................20

G. Dokumen-Dokumen Yang Digunakan Dalam Impor Melamin Peralatan

Makan dan Minum.20

H. Standar Nasional Indonesia (SNI)..24

I. Melamin Peralatan Makan dan Minum..33

BAB III. DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Perusahaan....................................................................38

B. Pembahasan................................................................................................56

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan................................................................................................64

B. Saran-Saran................................................................................................66

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 : Prosedur penyusunan Standar oleh BSN.28

Gambar 2.2 Struktur Dasar Sistem28

Gambar 2.3 Struktur Sistem dilengkapi Kontrol...29

Gambar 2.4 Peran Standar pada Sistem Produksi..30

Gambar 2.5 Struktur Sistem pada Sistem Produksi Jasa...31

Gambar 2.6 : Sumber Penyusunan Standar33

Gambar 3.1. : Struktur Organisasi PT. Internusa Cargo Branch Office

Yogyakarta.51

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Syarat Mutu35

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

DAFTAR LAMPIRAN

1. Surat Pernyataan

2. Surat Kuasa Impor

3. Invoice

4. Packing List

5. PIB (Pemberitahuan Impor Barang)

6. Delivery Order

7. Manifest

8. SSPCP

9. Bill of Lading

10. Asuransi

11. Surat Keterangan Jalan

12. SPPB (Surat Perintah Pengeluaran Barang)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

ABSTRAKSI PROSES SERTIFIKASI SNI UNTUK IMPOR PRODUK PERALATAN

MAKAN DAN MINUM MELAMIN PADA PT. FAMOUS PACIFIC SHIPMENT INDONESIA (FPS) BRANCH YOGYAKARTA.

ADI PURNA WIJAYA F3108008

Badan Standarisasi Nasional Adalah Lembaga yang mengurusi masalah sertifikasi standar produk nasional yang beredar di dalam wilaah pemasaran Indonesia. lembaga ini mengeluarkan sertifikat uji mutu suatu produk yang akan di pasarka atau di produksi di Indonesia. Peralaan makan dan minum melamin adalah alat makan berformalin yang mengandung formaldehyde yang membahayakan manusia apabila kadar penggunaanya melebihi aturan keamanan yang berlaku.

Impor adalah kegiatan memasukkan barang dari wilayah pabean lain masuk kedalam wilayah pabean dalam negeri.(amir ms). Importasi peralatan makan dan minum berbahan melamin dari china sangat diawasi importasinya di Indonesia, karena banyak sekali produk melamin murah dari china masuk ke Indonesia dengan tidak mengindahkan keamanan yang telah di tetapkan oleh badan standarisasi nasional.

Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk memperoleh gambaran lebih mendalam dan pemahaman mengenai sertifikasi produk impor melamin dan importasinya. Dalam hal ini terkait dengan Badan Standarisasi Nasional dan PT. FPS Indonesia Branch Yogyakarta.

Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang di peroleh langsung dari sumbernya atau sejumlah fakta yang di peroleh melalui penelitian secara langsungdari objek penelitian, sedangkan data sekunder adalah data data yang di peroleh langsung dari luar penelitian atau usmber lain yang masih berkaitan dnegan penelitian maupun sumber bacaan lainya

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sertifikasi produk berbahan melamin oleh BSN sudah memenuhi dasar hukum yang digunakan yaitu manual SNI 7322-2008 tentang standarisasi produk melamin peralatan makan dan minum. Dan syarat label SNI pada produk impor peralatan makan dan minum melamin, mutlak diwajibkan untuk impor produk peralatan makan dan minum dari china.

Kata Kunci : Standar Nasional Indonesia (SNI).

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada tanggal 1 januari 2010, telah di tetapkan secara regional pembukaan

pasar bebas wilayah Asia dan China yaitu Asia-China Free Trade Area

(ACFTA). Pembukaan perdagangan pasar bebas Asia dengan China ini

merupakan tantangan bagi Indonesia untuk lebih meningkatkan persaingan

perdagangan luar negerinya, mulai dari kualitas produk, harga, tenaga kerja,

sampai pemasaranya.

China dikenal dengan produknya yang murah dan berkualitas rendah,

maka hanya di Negara-negara berkembanglah, dimana china dapat

memasukkan produk ekspornya secara besar-besaran. Seiring berjalanya

ACFTA, beredar isu tentang bahaya produk-produk asing, khususnya dari

negara yang berwilayah terluas di Asia ini yaitu Republik Rakyat China,

produk impor yang masuk dari negara ini merupakan masalah utama yang

muncul dan harus menjadi perhatian khusus pemerintah.

Saat ini banyak melamin impor (dalam bentuk mangkuk, piring maupun

gelas) membanjiri pasar dalam negeri, disinyalir mengandung formalin

dengan harga yang sangat murah dibanding harga produk lokal yang ada

dipasaran, sehingga masyarakat tergiur untuk membeli dan menggunakannya.

Yang perlu dipahami masyarakat, penggunaan produk (melamin) ini ternyata

belum memenuhi standar kesehatan, alias berbahaya untuk digunakan.

Sementara melamin palsu atau melamin non food grade salah satunya terbuat

dari urea formaldehida, yang mengandung formalin tinggi. Berdasarkan

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

2

referensi, standar yang dapat digunakan sebagai acuan adalah ISO 14528-

3:1999 (E): Pasific - Melamine Formaldehyde Powder Maolding Compounds,

yang menyatakan bahwa kandungan formaldehida pada produk melamin yang

dapat ditolerir maksimal 3 ppm (3mg/l). Semua jenis dan merek produk

melamin untuk perlengkapan makanan/minuman dengan kandungan

formaldehida sampai dengan maksimum 3 ppm (3mg/l) diperbolehkan beredar

di pasar. Untuk mengetahui hal tersebut, terlebih dahulu harus dilakukan

pengujian pada laboraturium penguji dengan mengacu pada ISO 14528-

3:1999 (E):Pasific-Melamine Formaldehyde Powder Maolding Compounds.

Beberapa hasil uji laboraturium menunjukkan bahwa produk-produk melamin

yang dijual amat murah tersebut ternyata mengandung formaldehida diatas 3

ppm, yang apabila digunakan terus menerus sangat berbahaya bagi kesehatan.

Maka dari itu pemerintah Indonesia perlu menerapkan kebijakan proteksi

terhadap konsumen dan terhadap produk lokal serupa di Indonesia, Selain

ancaman kalahnya produk Indonesia dengan produk murah China, jaminan

keamanan produk terhadap kesehatan dari konsumen juga merupakan masalah

pokok dalam kebijakan pemerintah. Jadi untuk mengatasi masalah ini,

standarisasi produk adalah cara yang sesuai untuk memfiltrasi produk-produk

yang masuk kedalam wilayah pemasaran Indonesia.

Untuk membina, mengembangkan serta mengkoordinasikan kegiatan di

bidang standardisasi secara nasional menjadi tanggung jawab Badan

Standardisasi Nasional dibentuk dengan Keputusan Presiden Badan

Standardisasi Nasional (BSN). No. 13 Tahun 1997 yang disempurnakan

dengan Keputusan Presiden No. 166 Tahun 2000 tentang Kedudukan, Tugas,

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

3

Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga

Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah dan

yang terakhir dengan Keputusan Presiden No. 103 Tahun 2001, merupakan

Lembaga Pemerintah Non Departemen dengan tugas pokok mengembangkan

dan membina kegiatan standardisasi di Indonesia. Badan ini menggantikan

fungsi dari Dewan Standardisasi Nasional DSN. Dalam melaksanakan

tugasnya Badan Standardisasi Nasional berpedoman pada Peraturan

Pemerintah No. 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional.

SNI (standar nasional Indonesia) adalah system standar nasional yang

telah lama dan menjadi acuan Negara Indonesia dibawah Badan Standarisasi

nasional. BSN (Badan Standarisasi Nasional) menerapkan standarisasi produk

yang di produksi di Indonesia maupun produk yang masuk dari negara lain.

Sejalan dengan perkembangan kemampuan nasional di bidang standardisasi

dan dalam mengantisipasi era globlalisasi perdagangan dunia, AFTA (2003)

dan APEC (2010/2020), kegiatan standardisasi yang meliputi standar dan

penilaian kesesuaian (conformity assessment) secara terpadu perlu

dikembangkan secara berkelanjutan khususnya dalam memantapkan dan

meningkatkan daya saing produk nasional, memperlancar arus perdagangan

dan melindungi kepentingan umum.

Pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Standardisasi Nasional di bidang

akreditasi dilakukan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). KAN

mempunyai tugas menetapkan akreditasi dan memberikan pertimbangan serta

saran kepada BSN dalam menetapkan sistem akreditasi dan sertifikasi.

Sedangkan pelaksanaan tugas dan fungsi BSN di bidang Standar Nasional

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

4

untuk Satuan Ukuran dilakukan oleh Komite Standar Nasional untuk

Satuan Ukuran (KSNSU). KSNSU mempunyai tugas memberikan

pertimbangan dan saran kepada BSN mengenai standar nasional untuk satuan

ukuran. Sesuai dengan tujuan utama standardisasi adalah melindungi

produsen, konsumen, tenaga kerja dan masyarakat dari aspek keamanan,

keselamatan, kesehatan serta pelestarian fungsi lingkungan, pengaturan

standardisasi secara nasional ini dilakukan dalam rangka membangun sistem

nasional yang mampu mendorong dan meningkatkan, menjamin mutu barang

dan/atau jasa serta mampu memfasilitasi keberterimaan produk nasional dalam

transaksi pasar global. Dari sistem dan kondisi tersebut diharapkan dapat

meningkatkan daya saing produk barang dan atau jasa dari Indonesia di pasar

global.

Berdasarkan keputusan Badan Standarisasi Nasional, SNI telah di

wajibkan untuk semua barang impor yang masuk ke dalam wilayah pemasaran

Indonesia. Dari waktu ke waktu telah banyak pencekalan terhadap produk

berbahan dasar melamin formaldehyde seperti peralatan makan, minum, susu,

perlengkapan bayi, dan produk lain yang tidak lolos uji kelayakan dan

keamanan. karena kadar melamin yang terkandung didalamnya melebihi batas

berbahaya untuk di konsumsi masyarakat.

Sehubungan uraian diatas, penulis ingin mengungkapkan permasalahan-

permasalahan yang berhubungan dengan kewajiban penggunaan standar

nasional Indonesia untuk proses impor melamin dengan judul, Proses

Sertifikasi SNI untuk Impor Produk Peralatan Makan untuk Minum Melamin

Pada PT. Famous Pacific Shipment (FPS) Branch Yogyakarta.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

5

B. Perumusan Masalah

Untuk memudahkan pembahasan masalah dan pemahamannya, maka

penulis merumuskan karya ilmiah ini sebagai berikut :

1. Bagaimanakah tata cara memperoleh SPPT SNI dalam mendapatkan

sertifikat SNI sebagai syarat wajib untuk proses impor produk melamin

perlengkapan makan dan minum?

2. Bagaimanakah cara pengambilan contoh produk melamin perlengkapan

makan dan minum?

3. Bagaimana tata cara memperoleh surat pendaftaran melamin?

4. Bagaimana tata cara pencantuman tanda SNI produk melamin

perlengkapan makan dan minum?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian dilakukan untuk menjawab rumusan masalah yang telah

dirumuskan sebelumnya dalam sebuah kerangka penelitian. Adapun tujuan

penelitian ini adalah :

1. Mengetahui tata cara memperoleh SPPT SNI dalam mendapatkan

sertifikat SNI secara wajib untuk proses impor produk melamin

perlengkapan makan dan minum.

2. Mengetahui cara pengambilan contoh produk melamin perlengkapan

makan dan minum.

3. Mengetahui tata cara memperoleh surat pendaftaran melamin.

4. Mengetahui tata cara pencantuman tanda SNI produk melamin

perlengkapan makan dan minum.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

6

D. Manfaat Penelitian

Dengan merujuk pada tujuan penelitian yang telah di tentukan oleh penulis

diatas, penulis ingin mengungkap fakta dan peristiwa yang terjadi di lapangan

tentang kegiatan impor barang dari luar negeri, khususnya dari Negara china

dari negara ini banyak produk yang bermasalah dengan keamananya untuk

digunakan/dikonsumsi oleh masyarakat di negara pengimpor, maka dalam

penelitian ini banyak ditulis fakta-fakta yang mempunyai manfaat bagi banyak

kalangan pengguna yaitu diantaranya:

1. Bagi Penulis

Melalui penelitian ini diharapkan dapat memahami secara jelas proses

kegiatan impor khususnya produk-produk berbahan dasar melamin dan

sejenisnya. Dan merupakan penerapan ilmu ekonomi tentang terjadinya

kegiatan ekspor-impor yang diperoleh di bangku kuliah dalam dunia

praktek atau nyata. Oleh penulis, penelitian ini tidak hanya ditulis untuk

semata-mata menggugurkan syarat wajib mencapai gelar ahli madya pada

program D-3 Bisnis Internasional. Namun diharapkan dengan penelitian

ini penulis dapat mengetahui secara pasti fakta apa yang terjadi di

lingkunga perdagangan internasional di Indonesia, khususnya masalah

standarisasi produk dan semoga dapat bermanfaat untuk penulis saat

masuk pada dunia kerja.

2. Bagi Perusahaan (PT. FPS Indonesia Yogyakarta)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

7

Memberikan sedikit pedoman tentang proses sertifikasi SNI (standar

nasional indonesia) sekaligus syarat dan prasyarat tentang importasi

produk melamin yang saat ini sedang membanjiri pasar Indonesia.

Tentu dengan pengalaman dari PT. FPS Indonesia yang telah eksis

dalam jasa perdagangan internasional selama bertahun-tahun, telah banyak

wawasan dan ilmu yang diperoleh dari lapangan dibandingkan dengan

penulis yang sedang belajar memasuki dunia kerja, atau dalam ekonomi

yang sebenarnya. Namun penulis berharap dengan penelitian yang telah

disusun ini dapat membantu kinerja dari PT. FPS Indonesia, khususnya

mengenai kewajiban penggunaan tanda SNI pada produk impor melamin.

3. Bagi Perusahaan Impor (Produk Melamin)

Bagi perusahaan yang melakukan kegiatanya di bidang impor khususnya

produk melamin, maka karya tulis ini dapat dijadikan referensi sebagai

acuan dan panduan dalam rangka memenuhi syaratsyarat kelengkapan

dokumen SNI. Mulai dari cara mendapatkan pengajuan SPPT SNI, sampai

logo SNI diemboskan atau ditempelkan pada produk impor. Yang

khususnya bagi perusahaan yang produknya belum bersertifikat SNI.

4. Bagi Mahasiswa dan Pembaca Lainnya

Karya tulis ini merupakan tambahan referensi, bacaan dan informasi

mengenai materi wawasan tentang produk impor melamin dan sertifikasi

SNI (standar nasional indonesia). Khususnya bagi mahasiswa jurusan

Bisnis Internasional yang sedang menyusun Tugas Akhir dengan pokok

pembahasan dan permasalahan yang sama atau mengandung pembahasan

mengenai SNI dan Melamin.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

8

5. Bagi Pemerintah ( Badan Standarisasi Nasional, Jakarta )

Bagi pihak pemerintah, khususnya kementrian perdagangan Republik

Indonesia, KAN (komite akreditasi nasional), LS Pro (lembaga sertifikasi

produk), LSSM (lembaga sertifikasi system mutu) dan Laboratorium uji,

karya tulis ini dapat dijadikan sebagai evaluasi kinerja lembaga-lembaga

yang bergerak dibawah kementrian perdagangan, dan dapat dijadikan

sebagai pedoman dalam menentukan kebijakan pemerintah khususnya

pada seleksi kegiatan impor produk melamin.

E. Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian terapan, dengan menggunakan

metode Deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menemukan sebanyak

mungkin informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.

metode penelitian mengemukakan secara tertulis tata kerja dari suatu

penelitian, yang meliputi:

1. Ruang Lingkup Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian Tugas Akhir ini adalah studi

kasus, dan pendalaman materi. Studi kasus dikaji oleh penulis dengan

melihat artikel media cetak seperti majalah dan koran harian, media

elektronik dan berita berita dari media televisi. Sedangkan pendalaman

materi yang dilakukan penulis adalah mengambil referensi publikasi dari

sumber-sumber yang terkait didalam penelitian oleh penulis, diantaranya

adalah Badan Standarisasi Nasional, PT. FPS Indonesia, dan pihak yang

berkompeten di dalamnya sebagai narasumber seperti Staff dan Karyawan,

Dosen pembimbing dan Konsultan. Ruang lingkup penelitian ini

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

9

mengambil satu obyek tertentu untuk dianalisa berdasarkan landasan teori

dan memfokuskan pada satu masalah yaitu Proses Sertifikasi SNI untuk

Impor Produk Peralatan Makan Dan Minum Melamin Pada PT. Famous

Pacific Shipment (FPS) Yogyakarta.

2. Jenis dan Alat Pengumpul Data

a. Data

1) Jenis dan Sumber data Primer

Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumbernya.

Adapun data yang telah diperoleh adalah:

a) Publikasi SK. BSN tentang SNI No 7322-2008 tentang produk

melamin perlengkapan makan dan minum.

b) Hasil pertanyaan dari wawancara langsung dan tidak langsung

oleh penulis dengan relasi instansi terkait yaitu BSN dan PT.

FPS Indonesia Branch Yogyakarta.

c) Materi dari konsultan

Data primer ini diperoleh dengan cara wawancara langsung

pada bagian manajemen impor dan staf/karyawan PT. FPS

Indonesia, dan wawancara tidak langsung (via telepon) pada

bagian pelayanan atau Customer Service Badan Standarisasi

Nasional Indonesia, Jakarta.

2) Jenis dan Sumber data Sekunder

Data sekunder yaitu data pendukung yang diperoleh dari sumber

lain yang berkaitan dengan penelitian. Adapun diantaranya:

a) Buku-buku Referensi ekspor impor dari perpustakaan

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

10

b) Informasi resmi publik dari website Badan Standarisasi

Nasional Indonesia www.bsn.go.id, PT. FPS Indonesia,

Yogyakarta www.fpsindonesia.com.

c) Studi kasus dan pengkajian peristiwa dari artikel dan berita

media elektronik tentang masalah melamin dan SNI.

d) Bank data dari internet tentang semua yang berhubungan

dengan SNI, Melamin dan Impor, yang diantaranya adalah SK

menteri, SK BSN, KEPRES, peraturan perundangan tentang

standarisasi produk melamin, impor dan SNI serta revisinya.

b. Metode Pengumpulan Data

1) Wawancara

Merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan

tanya jawab secara langsung yang dilaksanakan dengan tatap muka

dengan pihak perusahaan PT. FPS Indonesia Yogyakarta dan

bagian informasi customer service dari BSN Indonesia. Dan

wawancara tidak langsung (by phone, E-mail, Social network, dll).

2) Studi Pustaka

Merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari

buku/referensi yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

3) Observasi

Dalam penelitian ini, penulis melihat secara langsung mengenai

kegiatan impor dan proses pengajuan sertifikasi SNI yang

dilakukan oleh PT. Famous Pacific Shipment Indonesia,

Yogyakarta.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

11

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Impor

Impor sebagai salah satu kegiatan perdagangan internasional yang akan

berdampak pada perekonomian Negara, khususnya mengenai cadangan devisa

Negara. Berdasarkan dasar kegiatanya Impor adalah proses pemasukan barang

dari luar negeri ke dalam wilayah pabean dalam negeri dengan memenuhi

ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Ruddy Tri Santoso,

1994:57), adapun daerah pabean adalah wilayah RI yang meliputi wilayah

daratan, perairan dan ruang udara diatasnya, serta tempat-tempat tertentu di

zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen yang didalamnya berlaku UU no

10/95 (pasal 1 butir 2).

Selain itu tujuan dari kegiatan impor adalah untuk memenuhi kebutuhan

masyarakat akan baran-barang dengan cara mendatangkan barang yang belum

tersedia didalam negeri dari luar negeri (Amir, M.S, 2003:139) dengan cara

membeli barang dari luar negeri ke dalam peredaran Republik Indonesia dan

barang yang dibeli tersebut harus dilaporkan kepada Direktorat Jendral Bea

dan Cukai Departemen Keuangan (Hamdani, 2003: 2)

Dari pengertian-pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa impor adalah

kegiatan memasukkan barang ke dalam wilayah Negara yang melewati daerah

pabean Indonesia. Konsekuensi dari kegiatan tersebut yaitu bahwa arus masuk

barang tersebut harus melalui daerah suatu Negara agar impor tersebut dapat

dianggap sebagai impor yang sah sesuai dengan peraturan perundang-

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

12

undangan yang berlaku. Jika tidak melalui prosedur yang ada, maka impor

tersebut dapat digolongkan sebagai kegiatan penyelundupan.

Barang yang dimasukkan ke dalam daerah pabean ini disebut sebagai

barang impor dan terkena bea masuk. Barang-barang impor harus melewati

pemeriksaan barang, baik pemeriksaan terhadap fisik barang maupun

pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen yang menyertai barang-barang

tersebut. Pelanggaran yang sering terjadi di pabean adalah kesalahan

menentukan tarif untuk suatu jenis barang yang disebabkan oleh laporan yang

tidak benar (Pasal 1 angka 1 kep. DJBC No. KEP-07/BC/2003). Tentang

petunjuk pelaksanan Tata laksana Kepabeanan di bidang impor.

B. Ketentuan-ketentuan Umum Impor

Dalam rangka mengantisipasi dampak globalisasi dan liberalisasi

perdagangan internasional yang berkembang pesat saat ini, serta

keterlindungan kepentingan pembangunan ekonomi nasional dari pengaruh

negatif pasar global, peningkatan tarif hidup produsen sekaligus guna

mendorong terciptanya kondisi perdagangan dan pasar dalam negeri yang

sehat dan iklim usaha yang kondusif maka pemerintah melalui Departemen

Perdagangan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 54/M-

DAG/PER/10/2009 tanggal 9 Oktober 2009 tentang Ketentuan Umum di

bidang Impor yang di dalamnya meliputi:

1. Impor hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang telah memiliki API,

API merupakan kode-kode yang menerangkan pihak-pihak tertentu telah

sah bertidak sebagai Importir.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

13

2. Barang Impor harus dalam keadaan baru. Barang Impor boleh merupakan

barang tidak baru selama berdasarkan Peraturan Perundang-undangan;

Kewenangan Menteri dan atau Usulan atau pertimbangan teknis dari

instansi pemerintah lainnya.

3. Pengecualian

Pemasukan barang-barang tersebut tidak dianggap sebagai impor jika :

a. Barang Pindahan, Barang Impor Sementara, Barang Kiriman, Barang

contoh Tidak Diperdagangkan, Hadiah, Barang Perwakilan Negara

Asing dan Barang Untuk Badan Internasional/Pejabatnya Bertugas di

Indonesia.

b. Kapal Pesiar dan Kapal ikan, atau Ditetapkan Lain Oleh Menteri

Perdagangan.

c. Barang Tertentu yang ditetapkan oleh Menteri Perdagangan. Misalnya,

pakaian dan barang-barang perhiasan milik penumpang, barang-barang

untuk dipakai sendiri kecuali lemari es, TV dsb. barang-barang yang

dikirim untuk keperluan perwakilan suatu Negara, barang-barang

untuk ekspedisi (penelitian ilmiah) dan eksibisi (pameran),

pembungkus (peti kemas), uang dan surat-surat berharga.

C. Izin Impor

Izin impor adalah persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang importir.

Dalam rangka meningkatkan peranan, kemampuan serta kepastian berusaha

perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan impor, maka impor hanya

dapat dilakukan oleh perusahaan yang mempunyai izin impor yaitu yang telah

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

14

memiliki angka pengenal impor dengan tujuan untuk mempermudah

pendataan, monitoring dan pengawasan yang bergerak di bidang impor.

1. Angka Pengenal Impor (API)

Angka Pengenal Impor adalah tanda pengenal sebagai importir yang

harus dimilikisetiap perusahaan yang melakukan prdagangan impor.

Namun, importir tertentu dapat melakukan impor tanpa memiliki API, jika

Impor tidak dilakukan terus-menerus dan tidak dimaksudkan untuk

diperdagangkan atau dipindahtangankan, Impor Tanpa API wajib

memperoleh Persetujuan Impor yang ditandatangani oleh Direktur Impor

Kementerian Perdagangan.

API terdiri dari 4 (empat) jenis:

a. API Umum (API-U)

Diberiakan kepada perusahaan dagang pemilik API-U untuk dapat

mengimpor barang, tujuannya untuk diperdagangkan dan jenis barang

yang dapat di impor tersebut tidak diatur tata niaganya, barang tersebut

misalnya, Furniture, Kendaraan bermotor, Makanan, dan lain

sebagainya yang termasuk dalam barang untuk diperdagangkan.

b. API Produsen (API-P)

Diberikan kepada perusahaan industri yang mengimpor barang

modal dan bahan baku atau penolong untuk keperluan proses

produksinya sendiri, atau barang lainya sepanjang digunakan. Barang

tersebut misalnya: bahan baku produksi, mesin-mesin produksi kain,

dan lain sebagainya.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

15

c. API Terbatas (API-T)

Diberikan kepada perusahaan modal/PMA (Penanaman Modal

Asing ) /PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) untuk mengimpor

barang keperluan proses produksi sendiri yang mendapatkan fasilitas

dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal).

BKPM adalah lembaga Pemerintah yang menjadi koordinator

kebijakan penanaman modal, baik koordinas antar instansi pemerintah,

pemerintah dengan Bank Indonesia, serta pemerintah dengan

pemerintah daerah maupun pemerintah daerah dengan pemerintah

daerah. Contoh barang untuk keperluan proses produksi.

d. API Kontraktor (API-K)

Diberikan kepada perusahaan untuk mengimpor barang keperluan

yang dimiliki oleh setiap kontraktor kontrak kerjasama yang

melakukan impor.

D. Kontrak Impor dan Resiko Bisnis Impor

Surat Pesanan (Order Sheet) diisi oleh importir dan dialamatkan kepada

eksportir. Secara lengkap surat pesanan itu berisikan (Amir, M.S, 2005:200)

1. Nomor order dari importir

Yaitu nomor yang dibuat oleh importir pada saat bimportir melakukan

order / pesanan kepada eksportir.

2. Nomor penawaran dari eksportir

Yaitu nomor yang dibuat oleh eksportir pada saat melakukan penawaran

harga barang kepada importer.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

16

3. Waktu penyerahan barang

Yaitu keteangan waktu yang merupakan tanggal pengiriman barang atau

shipment date.

4. Cara pembayaran (Payment)

Yaitu cara pembayaran yang dipilih oleh importir atas pembayaran barang

impor.

5. Dokumen pengapalan yang diisyaratkan (Shipping document)

Yaitu dokumen-dokumen yang diisyaratkan yang digunakan untuk

pengambilan barang impor.

6. Alamat korespondensi (natify addres)

Yaitu alamat korespondensi atau alamat dimana barang akan dikirim.

7. Nomor izin impor (Import licence)

Yaitu nomor ijin impor yang dimiliki importir, agar dapat mengimpor

barang dari eksportir.

8. Pelabuhan tujuan (destination)

Yaitu pelabuhan tujuan impor dinegara importir.

9. Syarat pengapalan

a. Pengapalan sebagian (Partial Shipment)

1) Diperkenankan : Allowed

2) Dilarang : Not Allowed

b. Pindah kapal (Transhipment)

1) Diperkenankan : Allowed

2) Dilarang : Not Allowed

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

17

10. Uraian barang yang dipesan, meliputi kode barang yang dipesan, jenis

barang dan nama barang.

11. Harga satuan dan total

Yaitu harga dari barang yang dipesan yang terdiri dari harga barang satuan

dan total harga dari barang tersebut.

12. Tanggal surat pesanan

Yaitu tanggal dimana importir melakukan pemesanan barang, dengan

mengirimkan surat pesanan. Surat pesanan setelah diisi selengkapnya

kemudian di tandatangani oleh importir dan dikirimkan ke eksportir untuk

kemudian juga ditandatangani. Surat pesanan tersebut kemudian di copy

dan di kembalikan kepada importir sebagai kontrak yang mengikat kedua

belah pihak. Tetapi ada juga setelah eksportir menerima surat pesanan,

maka berdasasrkan surat pesanan itu eksportir mengirimkan konfirmasi

atas pesanan itu kepada importir dalam bentukl sales contract yang perlu

pula ditandatangani oleh importir dan mengembalikan copynya kepada

eksportir.

Dalam kegiatan ekspor impor ada resiko yang harus ditanggung oleh

eksportir maupun importir. Resiko bisnis ekspor impor adalah sebagai

berikut :

1. Resiko Politik

a. Adanya perubahan peraturan pemerintah, misalnya ijin impor yang

telah disetujui dicabut sehingga menyebabakan barang yan dikirim

ditolak oleh pihak pabean.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

18

b. Pemerintah di Negara importir melarang transfer uang ke luar

negeri sehingga pembayaran tidak dapat di lakukan.

c. Pemerintah di Negara importir membatalkan ijin impor yang telah

diterbitkan.

d. Advissing Bank yang ditunjuk inportir adalah non koresponden.

2. Resiko kredit

a. Importir tidak mau membayar dokumen yang telah diterima oleh

bank sedangkan kondisi dokumen clean.

b. Importir menerima dokumen dalam kondisi clean tetapi barang

tidak sesuai dengan keinginan importir.

3. Resiko dokumen

Resiko dokumen dapat berupa :

a. Dokumen yang dikirim palsu

Yaitu shipping document yang dikirimkan kepada importir adalah

palsu artinya bahwa yang tertulis didalam dokumen berbeda

dengan kondisi barang yang dikirim, sehingga akan mempersulit

importir dalam hal pengeluaran barang dari pelabuhan.

b. Dokumen rusak/hilang

Yaitu dokumen yang dikirimkan rusak/hilang karena sesuatu hal,

sehingga akan mempersulit bagi importir dalam hal pengambilan

barang karena dokumen hilang/rusak maka importir diduga

melakukan penyelundupan barang.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

19

4. Resiko Nilai Tukar

Resiko kurs pada saat penyerahan jaminan yang berbeda

currency terlebih lagi jika cover yang di serahkan kurang dari

100% tidak dilakukan konversi. Pada saat rupiah melemah

kemungkinan importir akan menalami kerugian sangat besar

sehingga tidak dapat menebus dokumen impor karaena rupiah yang

disediakan tidak cukup untuk menebus.

E. Pengertian EMKL

Menurut Banu Santoso (1998:75), Ekspedisi Muatan Kapal Laut

merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengurusan dokumen

barang ekspor/impor/lokal khusus untuk muatan kapal laut termasuk pekerjaan

pengeluaran barang dari gudang pelabuhan ke gudang pemilik barang dan

sebaliknya pemasukan barang dari gudang pemilik ke gudang pelabuhan atas

perintah pemilik barang. Sesuai INPRES No. 4 tahun 1985, eksportir atau

pemilik barang boleh mengurus atau mengerjakan sendiri dokumen-dokumen

ekspor atau impor tetapi pada umumnya eksportir atau importir lebih memilih

menggunakan jasa EMKL dengan memberi surat kuasa. Dengan demikian

eksportir atau importir tidak perlu repot-repot mengurus dokumen-dokumen

yang menyertai barang dalam proses pengiriman barang tersebut.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

20

F. Ruang Lingkup EMKL

Ruang Lingkup EMKL haya terbatas pada jasa Muatan Kapal Laut saja.

EMKL hanya bergerak dalam pengurusan dokumen yaitu dengan pengisian

PIB serta melengkapi dokumen yang diperlukan dalam proses Impor. Setelah

dokumen sudah siap, EMKL juga mempersiapkan transportasi guna

mengangkut barang tersebut sampai di tangan Importir. EMKL juga mengurus

segala pembayaran Bea/pajak, serta pembayaran penyelesaian antara lain sewa

penumpukan kontainer, uang dermaga, LO(Lift ON/Lift Out), Empty

Countainer(kontainer kosong) danpembayaran yang lain yang berkaitan dalam

proses pengeluaran barang. EMKL juga mengurus jalur impor yang ditetapkan

oleh pihak bea Cukai.

EMKL berbeda dengan Freight Forwarding karena EMKL hanya khusus

menyediakan jasa melalui Transportasi laut saja, sedangkan Freight

Forwarding bisa melalui darat, laut, dan udara serta melakukan pengurusan

dokumen-dokumen yang diperlukan terkait dengan pengiriman barang

tersebut.

G. Dokumen-Dokumen Yang Digunakan Dalam Impor Melamin Peralatan

Makan dan Minum

1. Surat Kuasa Impor

Surat kuasa impor adalah dokumen yang dibuat importir yang isinya

memberikan kuasa penuh kepada pengusaha pengurusan jasa kepabeanan

(PPJK) atau biasa disebut EMKL. Kuasa yang dimaksud adalah untuk

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

21

mengurus segala sesuatu hal yang berhubungan dengan pengeluaran

barang impor.

2. Invoice

Invoice / factor adalah dokumen yang dikeluarkan oleh eksportir

mengenai keadaan barang, jumlah, kualitas, harga, syarat syarat

pembayaran dsb.

Invoice dibedakan menjadi 3 macam :

a. Proforma Invoice

Yaitu invoice yang dikeluarkan eksportir dalam rangka penawaran

penawaran barang.

b. Consularl Invoice

Yaitu invoice yang diterbitkan oleh consul atau perwakilan dagang

negara pembeli yang berkedudukan dinegara penjual.

c. Visaed Invoice

Yaitu commercial invoice yang ditandaskan/perwakilan dagang negara

pembeli yang berkedudukan di negara penjual.

3. Packing List

Packing list adalah dokumen yang dibuat oleh eksportir yang didalamnya

menerangkan tentang jenis kemasan, perincian barang, berat bruto dan

netto. Dan juga berfungsi sebagai dasar pembuatan dokumen PIB.

4. Pemberitahuan Impor Barang (PIB)

Adalah dokumen yang dibuat oleh EMKL dengan persyaratan tertentu

yang akan diteruskan kepada bea cukai melalui system Electronic Data

Interchange (EDI), proses PIB harus diketahui barangnya karena

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

22

mempengaruhi pajak, bea masuk, dan untuk mengetahui nomor HS. selain

itu PIB juga digunakan sebagai dasar penjaluran pengeluaran barang.

5. Deliveri Order

DO adalah dokumen yang dikeluarkan perusahaan pelayaran kepada

importir yang berisi bahwa barang sudah sampai pelabuhan, untuk

mengambil DO pihak EMKL harus membuat surat pengantar berupa surat

pengambilan DO ke pihak pelayaran, surat kuasa (2 lembar) dan surat

pinjam kontainer.

6. Manifest

Manifest atau (Cargo Manifest) atau sering dikenal dengan cargo

declaration menurut Convention on Facilitation of International Maritime

Traffic 1965 (FAL Convention of 1965) merupakan dokumen yang berisi

semua informasi yang berkaitan dengan barang barang niaga (kargo) yang

diangkut sarana pengangkutan (kapal) saat kedatangan maupun

keberangkatan. Dengan demikian semua semua barang ekspor dan impor

yang dibawa oleh sarana pengangkut akan terdata (recorded) semua dalam

Cargo Manifest. Semua proses pelayanan kepabeanan yang dilakukan oleh

bea dan cukai akan mengacu ke dalam dokumen manifest ini.

7. Surat Setoran Pabean Cukai dan Pajak (SSPCP) dalam rangka impor

Adalah surat tanda pelunasan bahwa bea masuk terhadap barang yang

diimpor sudah dibayar, nilainya tercantum dalam SSPCP juga diberikan

kepada pihak bank untuk bukti tagihan jumlah pajak dan bea masuk. dari

pihak bank akan memberikan stempel bank untuk memberikan bukti

bahwa perusahaan tersebut sudah membayar kewajibanya.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

23

8. Bill of Lading (B/L)

Bill of Lading adalah tanda terima pengiriman barang-barang yang

diberikan oleh pengangkut (carrier) kepada pengirim barang (shipper),

yang isinya menyatakan bahwa barang-barang tersebut telah diterima dan

disetujui oleh pengangkut untuk diangkut ke pelabuhan tujuan dan

diserahkan di sana kepada penerima barang (consignee) yang ditunjuk

oleh pengirim barang.

9. Asuransi

Asuransi adalah persetujuan dimana pihak penanggung berjanji akan

mengganti kerugian sehubungan dengan kerusakan kerusakan, kerugian

laba yang diharapkan oleh pihak tertanggung yang diakibatkan oleh suatu

kejadian yang tidak disangka.

10. Surat Keterangan Jalan

Surat ini dikeluarkan dengan maksud untuk mengambil barang ke CY

(container yard) oleh supir trailer, selain itu juga berguna untuk mengurus

sopir tersebut apabila sopir tersebut diperiksa dijalan oleh polisi.

11. Surat Perintah Pengeluaran Barang (SPPB)

Adalah surat pengeluaran barang yang dikeluarkan oleh bea dan cukai

setelah barang melalui pemeriksaan fisik. SPPB dibuat berdasarkan DO

yang akan dikeluarkan oleh pelayaran. SPPB diambil dengan menarik

respon lewat Sistem Elektronik Data Interchange (EDI) ke pihak bea

cukai pelabuhan semarang, biasanya SPPB dikeluarkan sekitar 15-30

menit setelah perusahaan EMKL mengirim PIB. Dokumen ini dicetak

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

24

secara otomatis oleh sistem komputer dan tidak memerlukan nama, tanda

tangan pejabat, dan cap dinas.

12. Setifikat SNI dari BSN

Adalah Sertifikat resmi yang diterbitkan oleh Badan Standarisasi Nasional

yang menyatakan bahwa, produk yang terdokumentasi telah memenuhi

syarat uji SNI dan diakui oleh Dirjen Industri Agro dan Kimia.

H. Standar Nasional Indonesia (SNI)

1. Definisi

Standar didefinisikan sebagai : Suatu dokumen tertulis, yang naskah

utamanya berisi ketentuan-ketentuan yang menunjukkan persyaratan yang

perlu ditaati, dan secara umum tidak bertentangan dengan standar atau

kode lain, atau bila diadopsi menjadi ketentuan hukum tidak bertentangan

dengan ketentuan hukum yang berlaku.

2. Standar Nasional Indonesia

Di Indonesia, Standar resmi pemerintah diterbitkan oleh Badan

Standardisasi Nasional, dengan nama Standar Nasional Indonesia (SNI).

Standar Nasional Indonesia (SNI) Produk melamin - Perlengkapan

makan dan minum merupakan standar baru. Standar ini disusun

dalam rangka pengembangan standardisasi, khususnya produk industri

aneka serta memperhatikan kebutuhan sektor industri, perdagangan dan

masyarakat pada umumnya. Standar ini disusun oleh Panitia Teknis

Perumus SNI 83-01, Industri Karet dan Plastik, dan telah dibahas dalam

rapat konsensus lingkup Panitia Teknis pada tanggal 14 Desember 2005

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

25

di Jakarta yang dihadiri oleh wakil-wakil dari pemerintah, produsen,

konsumen, tenaga ahli dan institusi terkait lainnya.

SNI ini juga telah melalui konsensus nasional yaitu jajak

pendapat pada tanggal 12 Juli 2007 s.d 12 September 2007 dan

pemungutan suara pada tanggal 26 Februari 2008 s.d 26 April 2008.

3. Definisi SNI Menurut BSN

SNI didefinisikan sebagai berikut : adalah dokumen berisi ketentuan

teknis (aturan, pedoman atau karakteristik) dari suatu kegiatan atau

hasilnya yang dirumuskan secara konsensus dan ditetapkan oleh Instansi

terkait untuk dipergunakan oleh stakeholder dengan tujuan mencapai

keteraturan yang optimal ditinjau dari konteks keperluan tertentu.

4. Lingkup SNI

a. Ketentuan tentang kelayakan produk ditinjau dari aspek keselamatan,

kesehatan, keamanan, kelestarian fungsi lingkungan dan kepentingan

publik.

b. Ketentuan tentang mutu, kinerja, kompatibilitas, interoperatibilitas,

dan keragaman produk.

c. Ketentuan tentang sistem manajemen kegiatan ditinjau dari aspek

kepastian dan perbaikan mutu, sanitasi dan kesehatan masyarakat, serta

kelestarian fungsi lingkungan.

d. Persyaratan pelaksanaan penilaian kesesuaian obyek tertentu terhadap

ketentuan tersebut di atas.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

26

5. Manfaat SNI

a. Melindungi kepentingan masyarakat dan kelestarian fungsi

lingkungan.

b. Menghilangkan segmentasi pasar, menghilangkan hambatan dan

meningkatkan efisiensi transaksi perdagangan, serta membentuk iklim

persaingan yang sehat dan transparan.

c. Meningkatkan kompatibilitas dan daya saing produk di pasar global,

serta memperlancar pembentukan rantai produksi.

d. Meningkatkan kepastian usaha bagi produsen dan melindungi

kepentingan konsumen.

6. Penerapan SNI

a. Penerapan standar oleh pihak yang berkepentingan pada dasarnya

bersifat sukarela.

b. Untuk keperluan melindungi keselamatan manusia, keamanan dan

kesehatan masyarakat, kelestarian fungsi lingkungan, serta

perkembangan ekonomi dan kepentingan umum lain, standar dapat

diberlakukan secara wajib oleh pemerintah sehingga menjadi

persyaratan pasar yang wajib dipenuhi.

c. Instansi pemerintah yang berhak memberlakukan standar wajib adalah

instansi yang memiliki lingkup kewenangan meregulasi suatu kegiatan

tertentu dan/atau peredaran produk yang dihasilkan oleh kegiatan itu.

d. Penerapan standar adalah kegiatan menggunakan standar oleh unsur-

unsur yang terkait seperti pemerintah, profesi, produsen, konsumen,

laboratorium dan lembaga sertifikasi.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

27

1) Pemerintah

Standar merupakan instrumen penting bagi pemerintah untuk

melaksanakan pengaturan, dan pengawasan untuk melindungi

kepentingan umum.

2) Profesi

Penerapan standar bagi unsur profesi sangat penting untuk

pengembangan metode, sistem, ilmu pengetahuan, teknologi dan

cara pemecahan masalah yang terkait dengan kegiatan

standardisasi.

3) Produsen

Bagi produsen, penerapan standar memingkinkan terjadinya

penyederhanaan operasi proses pada semua tingkat, pengurangan

jenis dan ragam persediaan bahan baku, komponen, dan produk

akhir, penggunaan teknik teknik produksi massal, dan peningkatan

efisiensi dan produktivitas.

4) Konsumen

Dengan produk standar, menunjukkan produk tersebut sesuai

dengan standar nasional. Bagi konsumen yang menggunakannya

akan terjamin keamanan dan keselamatannya.

5) Lembaga sertifikasi dan laboratorium

Melalui penerapan standar, lembaga sertifikasi, dan laboratorium

berperan serta dalam menjamin mutu barang dan/atau jasa serta

kebenaran hasil pengukuran dan pengujian.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

28

7. Prosedur Penyelenggaraan Standar

Prosedur penyelenggaraan standar oleh BSN ditunjukkan pada gambar

di bawah ini.

Gambar 2.1 : Prosedur penyusunan Standar oleh BSN.

Sumber: www.bsn.go.id, 2011.

8. Penerapan Standar Pada Sistem

Sistem didefinisikan sebagai kesatuan dari unit-unit yang bekerja

secara erat untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem mempunyai struktur

dasar yang terdiri dari Input (masukan), proses dan output (keluaran).

Struktur dasar dari sistem ditunjukkan pada gambar 2.2.

Gambar 2.2 Struktur Dasar Sistem.

Sumber: www.bsn.go.id, 2011.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

29

Struktur dasar sistem ini, biasanya pada pembuatan produksi tunggal,

di mana pemberi tugas merangkap seluruh pekerjaan konstruksi,

kualitasnya ditentukan oleh pemberi tugas sendiri, biaya dan waktu

penyelesaiannya bukan menjadi masalah.

Sebaliknya, apabila produksi sudah dalam jumlah masal, dengan biaya,

kualitas dan waktu penyerahan tertentu, maka rangka dasar sistem ini

perlu dilengkapi dengan Kontrol (diterjemahkan sebagai pengendalian),

dan ditunjukkan pada gambar 2.3

Gambar 2.3 Struktur Sistem dilengkapi Kontrol.

Sumber: www.bsn.go.id, 2011.

9. Standar Sebagai Sarana Jaminan Mutu

a. Mutu

Beberapa pakar mengartikan mutu sebagai berikut :

1) Philip B. Crosby : Mutu berarti kesesuaian terhadap persyaratan

2) W. Edward Dening : Mutu berarti pemecahan masalah untuk

mencapai penyempurnaan terus menerus

3) Joseph. M. Juran : Mutu berarti kesesuain dengan penggunaan

4) K. Ishikawa : Mutu berarti kepuasan pelanggan

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

30

Dari pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan Mutu lebih

ditekankan pada pemenuhan persyaratan dan kepuasan pelanggan

daripada harga atau merk.

b. Standar merupakan persyaratan minimal yang harus dipenuhi untuk

suatu produk agar selalu memberikan rasa puas dan aman bagi

pemakainya.

c. Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa produk

yang bermutu selalu memenuhi standar.

10. Jaminan Mutu Produk

a. Standar merupakan persyaratan yang digunakan untuk menjamin mutu

(kualitas) produk barang dan jasa.

Gambar 2.4 Peran Standar pada Sistem Produksi.

Sumber: www.bsn.go.id, 2011.

b. Standar merupakan sarana untuk melakukan kontrol mutu dalam

sistem produksi. Gambar 2.5 menunjukkan peran standar sebagai alat

kontrol untuk menjamin mutu.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

31

11. Peran Standar Pada Sistem Produksi Jasa

Gambar 2.5 Struktur Sistem pada Sistem Produksi Jasa.

Sumber: www.bsn.go.id, 2011.

Sebagai ilustrasi, struktur sistem untuk pekerjaan konstruksi

ditunjukkan pada gambar 2.5. Struktur sistem ini berdasarkan kondisi

lapangan saat ini, dan bukan merupakan sistem yang harus ditaati.

Berdasarkan gambar tersebut, maka tugas :

a. Perencana

Menghasilkan produk berupa Desain, Spesifikasi teknis, dan anggaran

biaya (bila tidak menggunakan jasa quantity surveyor).

b. Pelaksana

Melaksanakan pekerjaan sesuai yang telah ditetapkan dalam desain,

spesifikasi teknis dan dengan anggaran yang telah ditetapkan, serta

jadwal waktu yang telah ditentukan.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

32

c. Pengawas Konstruksi

Melaksanakan pengendalian kualitas pada tahap pelaksanaan sesuai

dengan desain, spesifikasi teknis, anggaran biaya dan jadwal waktu

yang tersedia.

12. Proses Penyusunan Standar

a. Penyusunan standar di Indonesia, di dasarkan atas 2 sumber, yaitu ;

standar internasional yang telah diakui oleh mayarakat profesi, dan

standar yang disusun dari konsep murni dan hasil perkembangan

penelitian.

b. Apabila sumber diambil dari standar internasional, adopsi yang

dilakukan dapat dengan 2 cara, yaitu :

1) Adopsi identik, artinya standar internasional tersebut tidak harus

diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, andaikan di terjemahkan

ke dalam bahasa Indonesia harus bersifat timbal balik, artinya bila

standar yang berbahasa Indonesia dikembalikan ke bahasa aslinya,

tidak berubah.

2) Adopsi modifikasi, artinya standar internasional tersebut

diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dan isinya disesuaikan

dengan kondisi Indonesia, peterjemahannya secara bebas, dan

apabila terjemahan bahasa Indonesia tersebut dikembalikan ke

bahasa aslinya tidak harus sama.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

33

Gambar 2.6 : Sumber Penyusunan Standar.

Sumber: www.bsn.go.id, 2011.

I. Melamin Peralatan Makan dan Minum

1. Pengertian Produk Melamin

Melamin adalah perlengkapan makan dan minum terbuat dari

melamin yang bersentuhan langsung dengan makanan dan minumann

sesuai dengan SNI 7322:2008 atau revisinya yang dibuat dari resin sintetis

hasil kondensasi melamin dan formaldehid.

Produk melamin merupakan salah satu jenis produk perlengkapan

makan dan minum yang banyak digunakan untuk keperluan makan dan

minum. Hal ini dikarenakan produk melamin mempunyai beberapa

kelebihan antara lain ringan, dapat dijumpai dalam berbagai bentuk

dan desain yang menarik serta tidak mudah pecah. Namun demikian

penggunaan produk melamin dan sejenisnya harus diwaspadai

terutama dengan semakin maraknya peredaran produk-produk tersebut

di pasaran yang mutunya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

34

beberapa produk tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada kesehatan

manusia apabila digunakan. Dengan menetapkan syarat mutu produk

melamin untuk perlengkapan makan dan minum, diharapkan dapat

menjadi acuan bagi produsen serta membantu upaya perlindungan

konsumen.

Melamin hanya sedikit larut dalam air kebanyakan berbentuk kristal

putih atau tepung putih yang kaya nitrogen. Melamina adalah trimer dari

sianamida, dan seperti sianamidaia mengandung 66% nitrogen

(berdasarkan massa). Ia merupakan metabolit darisiromazina, sejenis

pestisida. Melamina terbentuk dalam tubuh mamalia yang mengkonsumsi

siromazina. Istilah melamina digunakan juga untuk merujuk pada resin

melamina yakni plastic yang dibuat dari melamina dan formal dehida.

a. Resin Thermosetting

Resin yang berasal dari hasil kondensasi antara melamin dan

formaldehid, urea dengan formaldehid, fenolic dengan formaldehid

dan atau gabungan antara ketiganya dengan formaldehid.

b. perlengkapan untuk makan dan minum

Produk yang dipergunakan untuk makan dan minum yang bersentuhan

langsung dengan makanan dan minuman.

c. For food used packaging

Kemasan atau wadah yang dapat digunakan tanpa adanya pengaruh

atau migrasi kemasan terhadap produk yang dikemas, sehingga aman

bagi kesehatan manusia.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

35

d. Prinsip

Produk melamin untuk perlengkapan makan dan minum harus

memenuhi syarat mutu yang ditetapkan yang meliputi sifat yang

dipersyaratkan for food used packaging.

e. Syarat Mutu

Tabel 2.1 Syarat Mutu.

Sumber : SNI 7322 : 2008, 2008.

2. Ketentuan Umum SNI Peralatan Makan dan Minum Melamin

a. Menteri adalah Menteri Perindustrian

b. Produk melamin-perlengkapan makan dan minum yang selanjutnya

disebut melamin adalah perlengkapan makan dan minum terbuat dari

melamin yang bersentuhan langsung dengan makanan dan minumann

sesuai dengan SNI 7322:2008 atau revisinya yang dibuat dari resin

sintetis hasil kondensasi melamin dan formaldehid

c. Sistem manajemen mutu (SMM) adalah rangkaian kegiatan dalam

rangka penerapan manajemen mutu menurut SNI 19-9001-2001 atau

ISO 9001-2000 atau revisinya atau system manajemen lain yang diakui

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

36

d. Lembaga Sertifikasi Produk (LS Pro) adalah lembaga yang telah

diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) atau yang

ditunjuk oleh menteri untuk melakukan kegiatan sertifikasi produk

penggunaan tanda SNI

e. Lembaga Sertifikasi system manajemen muitu (LSSM) adalah

lembaga telah diakreditasi oleh KAN atau Badan akreditasi lain yang

telah melakukan perjanjian saling pengakuan atau Mutual Recognition

Agreement (MRA) dengan KAN untuk melakukan kegiatan sertifikasi

SMM

f. Laboratorium Uji adalah laboratorium yang telah diakreditasi oleh

KAN atau badan akreditasi yang telah melakukan perjanjian saling

pengakuan (MRA) dengan KAN atau yang ditunjuk oleh Menteri

untuk melakukan kegiatan pengujian terhadap contoh melamin sesuai

dengan spesifikasi dan metode uji SNI

g. Sertifikat produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) melamin adalah

sertifikat yang diberikan oleh LS Pro kepada pelaku usaha yang

mampu memproduksi melamin sesuai dengan persyaratan atau

revisinya

h. Sertifikat Hasil Uji (SHU) adalah sertifikat hasil pengujian atas contoh

melamin menurut spesifikasi, metode uji atau standar tertentu yang di

terbitkan oleh laboratorium Uji

i. Surat Pendaftaran Melamin adalah surat yang diterbitkan oleh Direktur

Jendral Industri Agro dan Kimia sebagai bukti bahwa jenis melamin

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

37

yang akan di produksi atau di impor telah didaftarkan atau sesuai

dengan penerapan tanda SNI

j. Perjanjian Saling Pengakuan atau Mutual Recognition Agreement

(MRA) adalah kesepakatan yang dilakukan KAN Indonesia dengan

badan akreditasi Negara lain untuk saling mengakui atau menerima

beberapa atau keseluruhan aspek dalam hal hasil hasil penilaian

kesesuaian

3. Lingkup Pemberlakuan SNI Melamin Secara Wajib

a. Penerapan SNI secara wajib diberlakukan pada melamin yang

diproduksi sejak diberlakukan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor

/M-IND/11/2008 tentang pemberlakuan standar nasional Indonesia

(SNI) Produk melamin-perlengkapan makan dan minum secara wajib.

b. Pemberlakuan SNI melamin secara wajib berlaku terhadap produk

melamin perlengkapan makan dan minum dengan nomor HS

3924.10.00.00 dan nomor SNI 7322:2008.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

38

BAB III

DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Perusahaan

1. Sejarah Perusahaan

PT. Internusa Hasta Buana atau PT. Internusa Cargo merupakan salah

satu perusahaan Freight forwarder atau jasa pengurusan trasportasi.

Perusahaan tersebut adalah perusahaan jasa pengurusan muatan dan pada

umumnya dilakukan dari pintu ke pintu, yaitu melakukan semua kegiatan

kepengurusan dan semua kegiatan yang diperlukan guna terlaksananya

kegaitan pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat,

laut dan udara. Freight Forwarder bertanggung jawab atas barang, mulai

dari di serahkannya barang oleh Shipper hingga barang diterima pihak

Consignee.

PT. Internusa Cargo didirikan oleh Bp. Iskandar Zulkarnain pada 26

September 1990, perusahaan yang memiliki slogan "Tumbuh dan Peduli"

pada awalnya menempati sebagian dari lantai tiga kantor milik PT. Harta

Hariman yang mengageni perusahaan pelayaran Taiwan Yang Ming Line.

Dua tahun kemudian, Harta Hariman memindahkan kantor dan menawari

Intemusa untuk membeli gedung tersebut Di gedung Jl. RE Martadinata,

Tanjung Priok, disanalah Pt. Internusa berkantor. Gedung tersebut terus

dipertahankan meskipun kantor pusat pindah ke Atrium Senen. Kantor

lama tersebut tetap digunakan sebagai kantor operasional. Internusa

roengawali dengan usahanya membuka layanan Ekspedisi Muatan Kapal

Laut ( EMKL) dengan bermodalkan kemampuan menangani kargo serta

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

39

kepercayaan para eksportir yang jadi pelanggannya. Lima belas tahun

setelah berdiri, PT. Internusa Hasta Buana memiliki 13 cabang di seluruh

Indonesia mulai Jakarta, Bandung, Cikarang, Cirebon, Medan. Semarang,

Yogyakarta, Jepara, Jogyakarta, Surabaya, Denpasar, hingga Mataram di

Lombok.

PT. Internusa Hasta Buana juga tidak lagi menjadi perusahaan

tunggal, melainkan telah mengembangkan beberapa perusahaan yang

berkaitan dengan forwarding Laut, Udara, Logistik, Perusahaan Bongkar

Muat, Pelayaran, dan MIS. Diantaranya adalah PT. Internusa Cargo, PT.

Internusa Intan Segara, PT. Internusa Mitra Sedaya, PT. FPS Indonesia,

PT. Interlogistic PT. Gesa Air, PT. Airfast dan di Sertifikasi System

Management pada PT. Intra Asia Internasional yang mendapat lisensi dari

WQA (Worldwide Quality Assurance) UK sebagai regional office di Asia

dengan akreditasi dari UKAS (United Kingdom Accreditation Service).

Sementara jaringan antar negara mencakup 108 negara dan lebih dari 300

pelabuhan dunia di bawah bendera Famous Pacific Shipment(FPS) Group.

IHB (Internusa Hasta Buana) adalah salah satu pendiri FPS Group ini.

Pada tanggal 8 Maret 2004 management membuka sub branch

JOGYAKARTA guna memperkuat jaringan serta untuk membuka pangsa

pasar baru. PT. Internusa Cargo Branch Jogyakarta kini beralamat di

Gedung Griya Jogyakarta Pos, Jl. Adisucipto No. 190, Jogyakarta. Dari

segi jaringan di Jawa Tengah nampaknya Internusa sudah cukup

memenuhi syarat, tinggal melengkapi dengan beberapa prasarana yang

ada, yang sedang digalakkan dalam pengembangannya saat ini adalah

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

40

bisnis import / eksport konsolidasi. Bahkan dalam setahun setelah dibuka

ke pulbik dengan mengedepankan branding membernya yaitu FPS.

Indonesia Obsesi dan rencana pengembangan kedepan mendatang adalah

EMKL. yang telah direalisasikan.

2. Mengenal FPS ( Famous Pacific Shipment) Indonesia

Peluncuran FPS (Famous Pacific Shipment) Indonesia menindak

lanjuti persetujuan dari mentri Transportasi Indonesia, PT Internusa Hasta

Buana, partner di Indonesia untuk FPS merustrukturisasi operasi bisnisnya

dan memperkenalkan brand FPS ( Famous Pacific Shipment) untuk

beberapa pengiriman dan pelayanan yang di tawarkannya pada clien.

Dari juni 2006, PT. FPS (Famous Pacific Shipment) Indonesia yang baru,

akan bertanggung jawab untuk semua pengiriman dan logistik, dengan

berfokus pada pemasaran sistem pengiriman melalui laut. Sebagai

perusahaan baru PT. FPS (Famous Pacific Shipment) Indonesia yang

dipimpin oleh Hendratmo sebagai Direktur dan Iskandar Zulkarnaen

sebagai Chairman Staff dari PT. Internusa Hasta Buana akan di pindahkan

ke kantor baru, dan dua kantor itu akan digabungkan. Mengomentari

perubahan ini, Izkandar Zulkarnaen berkata, merestrukturisasi operasi

kami di Indonesai adalah langkah penting untuk mengklarifikasi layanan

kami untuk pelanggan.

Peluncuran PT. FPS Indonesia diadakan pada 30 April 2006 di Jakarta,

bersamaan dengan ulang tahun ke 15 PT. Internusa Hasta Buana. Acara di

hadiri oleh lebih dari 1000 orang, termasuk para pemegang saham dan

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

41

perwakilan perusahaan dari Singapura, Malaysia, China, Filipina, Jepang,

Australia, dan Selandia Baru.

Didirikan Juni 2006 Sebagai bagian dari Internusa Cargo, FPS

Indonesia memiliki banyak pengalaman dan keunggulan teknis di bidang

Cargo, baik rute domestik maupun internasional. Di tengah-tengah

persaingan global dalam industri pengiriman yang memanas seiring

dengan adanya krisis ekonomi yang melanda Indonesia, perusahaan

bersyukur dapat bertahan dan bahkan berkembang hingga memiliki 13

cabang di Jakarta, Bandung, Cikarang, Tangerang, Cirebon, Medan,

Semarang, Yogyakarta, Jepara, Jogyakarta, Surabaya, Denpasar (Bali) dan

Mataram (Lombok).

a. Bisnis Utama :

1) Pengiriman muatan domestik dan Internasional

2) Penyedia Logistik

3) Persekutuan yang strategis

b. FPS Indonesia adalah salah satu Pendiri dan Anggota dari Famous

Pacific Shipment (FPS) Group Bisnis-bisnis yang berhubungan :

1) PT FPS movers

2) PT IHS Multi Engineering

3) PT Ultrafilter Indonesia

4) Saham dalam FPS Group

5) Gudang-gudang FPS di Singapura

6) Kanntor FPS di New York dan Los Angelos

c. Kelebihan FPS Indonesia :

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

42

1) Kami diprakarsai dan memiliki staff ahli yang berpngalaman

2) Dokumentasi lengkap dan memahami kebutuhan pengiriman cargo

3) Memiliki jaringan luas di lebih dari 108 negara dan 300 pelabuhan

di bawah FPS Group

4) Jasa yang disediakan dan dikelola oleh sistem yang berbasis

computer

5) Memiliki lebih dari 300 pekerja

d. Pengiriman melalui Laut

Pengiriman melalui laut merupakan layanan yang paling banyak

digunakan para eksportir, karena dinilai lebih efisen yang berpegaruh

pada pembiayaan. Dalam pelayanan, perusahaan akan melayani

pengiriman barang customer dengan cepat dan aman. PT. Internusa

Hasta Buana memiliki harga standar dengan pelayanan yang

kompetitif untuk FCL dan LCL untuk mencocokkan harga dengan

keinginan harga. Karena kepuasan pelanggan merupakan bagian

keberhasilan kami selaku pihak yang memberikan layanan jasa.

e. Transport Multimodal

Sistem pengiriman yang cepat akhir-akhir ini menjadi

pertimbangan dalam pengiriman cargo. FPS (Famous Pacific

Shipment) Indonesia menyediakan baik transportasi darat-laut (yang

selanjutnya disebut transportasi multi modal) untuk mengakomodasi

kebutuhan, didukung oleh lebih dari 30 staff yang berpengalaman

dalam pengiriman melalui laut terutama Jakarta, Bali, Bandung,

Semarang, Surabaya, dan Yogyakarya.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

43

f. Konsolidasi Jasa dengan Distribusi Global

Perusahaan menyediakan jasa konsolidasi untuk berbagai tujuan di

lima benua. Jasa konsol langsung ini memungkinkan cargo pelanggan

diantar dengan aman dan lebih cepat.

g. Penanganan dan Pemindahan Proyek Cargo

Team profesional PT. Internusa Hasta Buana siap mengantarkan

berbagai macam cargo dari dan keluar negeri, seperti contohnya cargo

yang berat dan berbahaya, barang-barang pameran, dan juga barang-

barang lain untuk waktu yang ditentukan. Pelayanan ini akan

menjamin keamanan pegiriman kargo pelanggan menuju berbagai

macam tujuan, bisa juga untuk jasa impor. Jasa ini juga melayani

pelayanan untuk kebutuhan rumah tangga maupun kantor. Reputasi

baik FPS (Famous Pacific Shipment) Indonesia juga digambarkan

untuk kesuksesannya dalam menangani beberapa proyek kargo.

Beberapa instansi pemerintahan telah menggunakan jasa PT. Internusa

Hasta Buana, misalnya :

1) Departemen Pertahanan dan Keamanan

2) Perusahaan minyak negara (pertamina)

3) PLN

4) Departemen Komunikasi

5) Agen-agen Departemen Ekspor-Impor

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

44

Jaringan luas PT. Internusa Hasta Buana di tiga belas cabang dan juga

dipelabihan-pelabuhan memungkinkan impor kargo anda dikirimkan

memalui dan ke beberapa titik impor di Indonesia. Jasa ini juga

melayani berbagai industri lokal yang melakukan pengiriman

antarpulau dengan harga yang memadai.

h. Sistem Kargo Track and Trace

Sistem ini merupakan pelayanan grup PT. Internusa Hasta Buana

yang memungkinkan klien melacak status pengiriman ke tujuan. Klien

juga bisa melacak laporan pengiriman, jadi mereka bisa tahu jumlah

pengiriman, tujuan dan si penerima.

i. Gudang / Warehouse :

FPS (Famous Pacific Shipment) Indonesia juga menyediakan jasa

penyimpanan untuk mengakomodasi kebutuhan manajemen distribusi

impor. Dengan banyak pengalaman, proses-proses termasuk

penyimpanan, gudang, menjaga stock, memberi label dan distribusi,

jasa kami juga dapat diperhitungkan.

Jasa gudang perusahaan difasilitasi dengan :

1) Area seluas 5000m2

2) Staff yang bertanggung jawab & berdedikasi

3) Surveyor bebas

4) CCTV

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

45

3. Budaya Perusahaan

Dalam menjalankan usaha PT. Internusa Hasta Buana mempunyai

value yang dijabarkan segitiga sama sisi. Sisi pertama adalah Sumber

Daya Insani (SDI) atau karyawan. Sisi kedua adalah perusahaan. Dan sisi

ketiga adalah kegiatan amal. Puncak dari segitiga sama sisi ini (tujuan

utama) adalah untuk mencapai ridlo Allah SWT. Karena itu, sejak awal

motto dari perusahaan ini adalah: "Bekerja sebagai ibadah". Dalam

menjalankan usahanya, IHB mempunyai Budaya Perusahaan;

"Trustworthy is Forever" untuk itu perusahaan harus mempunyai Sumber

Daya Insani yang handal. Maka 9 Internusa Value adalah butir-butir sifat

utama yang harus dihayati oleh seluruh Insan Internusa.

a. Value pertama adalah jujur (Honest). Salah satu kunci sukses sebuah

perusahaan jika semua individu didalamnya mengedepankan

kejujuran, bersikap amanah terhadap semua tugas yang diemban.

Tanpa kejujuran, aktivitas apapun tidak akan berhasil.

b. Kedua, bertanggung jawab (Responsible). Artinya, setiap individu

harus bertanggung jawab terhadap apa-apa yang ditugaskan dan yang

dikerjakan.

c. Ketiga, disiplin (Discipline). Artinya, setiap individu harus menaati

aturan yang telah ditetapkan perusahaan. Jika budaya disiplin bisa

diterapkan dalam bekerja, niscaya pekerjaan akan bisa diselesaikan

dengan mudah dan tertib.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

46

d. Keempat, cepat dan akurat (Fast and Accurate). Artinya, setiap

karyawan harus bekerja cepat dan tangkas namun tetap

mempertahankan kualitas yang ada, dan harus bekerja secara teliti dan

akurat

e. Kelima, bisa bekerja dalam tim (Teamwork). Artinya, seluruh individu

harus bekerja dalam sebuah tim yang kompak dan solid. Jika tim solid,

maka akan lahir kekuatan yang bisa mengalahkan hambatan

didepannya.

f. Keenam, adil (Fairness). Artinya, seluruh individu harus benar-benar

menempatkan sesuatu pada porsi yang sebenarnya.

g. Ketujuh, mempunyai rencana ke depan (Visionary). Artinya, tim yang

tergabung dalam kelompok kerja harus mempunyai rencana jauh ke

masa depan dengan benar. Ide-ide haras dimunculkan untuk

perkembangan perusahaan ke masa depan.

h. Kedelapan, ada rasa empati (Empathy). Artinya, seluruh individu haras

mempunyai rasa empati dan saling tolong-menolong terhadap semua.

i. Kesembilan, kasih sayang (Grateful). Artinya, jalinan kekerabatan

yang ada pada keluarga besar Internusa didasarkan pada rasa saling

mengasihi dan sayang.

4. Produk Jasa Yang Ditawarkan

a. Sea Freight (Layanan Jasa Laut)

1) Consol (Less than Container Load atau LCL)

LCL/LCL (Port to Port), pelayaran bertanggung jawab sejak atas

barang yang diterima dari shipper di container freight station

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

47

(CFS) di pelabuhan muat sampai dengan barang diserahkan ke

consignee dari CFS dipelabuhan bongkar.

Consol/CargoConsolidation/Konsolidasi Muatan atau juga

disebut grotipage, adalah pengumpulan beberapa kiriman barang

dari beberapa eksportir/shipper di tempat asal yang akan

dikirimkan untuk beberapa consignee ditempat tujuan, yang

dikemas dalam satu unit paket muatan, lalu muatan terkonsolidasi

tersebut dikapalkan dan ditujukan ke agen konsolidator di tempat

tujuan. Agen kemudian melaksanakan penyerahan barang kepada

pihak consignee masing-masing.

b. LCL (Less than Container Load )

Ciri-cirinya adalah:

1) Petikemas berisi muatan dari beberapa shipper dan ditujukan

untuk beberapa consignee

2) Muatan diterima dalam keadaan breakbulk dan diisi (stuffing) di

container freight station (CFS) oleh perusahaan pelayaran.

3) Di pelabuhan bongkar, petikemas di-unstuffing di CFS oleh

perusahaan pelayaran dan diserahkan kepada beberapa consignee

dalam keadaan breakbulk.

4) Perusahaan pelayaran bertanggung jawab atas kerusakan dan

kehilangan barang yang diangkut dalam petikemas.

5) NVOCC (Non-Vessel Operating Common Carrier) - ( Full

Container Load atauFCL)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

48

NVOCC, merupakan sebuah usaha cargo consolidation yang

muatannya dikumpulkan dalam petikemas yang sebetulnya lebih

merupakan usaha freight forwarding. Namun, dengan cara

pengiriman dan penerimaan barang dengan jadwal tetap karena

menggunakan space charter dari kapal linear petikemas dengan

jadwal yang tetap. Space charter ini dinamakan slot charter atau

boxtime. Untuk mengirim petikemasnya, NVOCC menggunakan

ocean bill of lading dari carrier, sedangkan untuk para pelanggannya

ditarik biaya dengan menggunakan house bill of lading,

Keuntungannya adalah carrier dibayar box rate sedangkan untuk

pelanggan ditarik "ongkos parcel" disertai minimum tarif bila

parcelnya kecil. Keuntungannya diambil dari perbedaan antara

freight dari petikemas yang dibayar kepada carrier dan freight parcel

yang ditarik dari pelanggannya atau NVOCC membayar petikemas

kepada carrier secara FCL dan menarik parcel dari pelanggannya

secara LCL.

c. Full Container Load (FCL)

Ciri-cirinya adalah :

1) Berisi muatan dari satu shipper dan dikirirn untuk satu

consignee.

Petikemas diisi (stuffing] oleh shipper (shipper load and count)

dan petikemas yang sudah diisi diserahkan di container yard

(CY) pelabuhan muat.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

49

2) Di pelabuhan bongkar, petikemas diambil oleh consignee di CY

dan di-unstuffing oleh consignee.

3) Perusahaan pelayaran tidak bertanggung jawab atas kerusakan

dan kehilangan barang yang ada dalam petikemas.

4) CFS Impor (Container Freight Station Impor )

Container Freight Station adalah kawasan yang digunakan untuk

menimbun petikemas LCL, melaksanakan stuffing/unstuffing,

dan untuk menimbun break-bulk cargo yang akan di-stuffing ke

petikemas atau di-unstuffing dari petikemas.

5) Air Freight

Menyediakan berbagai akomodasi yang bekerja sama dengan

maskapai penerbangan atau udara.

6) Project

Menyediakan akomodasi untuk proyek besar maupun kecil.

7) EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut ) - C. Clearance

Adalah pengurusan dokumen dan muatan yang akan diangkut

melalui kapal atau pengurasan dokumen dan muatan yang berasal

dari kapal. Untuk pengurusan ini, EMKL mendapat kuasa secara

tertulis dari pemilik untuk mengurus barangnya. Di pelabuhan

muat, EMKL akan membantu pemilik barang membukukan

muatan pada agen pelayaran, mengurus dokumen dengan Bea

Cukai dan instansi terkait lainnya dan membawa barang dari

gudang pemilik barang ke gudang di dalam pelabuhan. EMKL

bergerak sesuai SK Menhub No. KM 82/AL 3Q5/PHB-85. Di

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

50

pelabuhan bongkar, EMKL membantu pemilik barang mengurus

pemasukan barang dengan Bea Cukai, menerima muatan dari

pelayaran dan membawa barang dari pelabuhan ke gudang

pemilik barang.

8) Domestic (Transportasi Dalam Negeri)

Melayani berbagai jasa pengangkutan antar kota/propinsi dalam

negeri.

5. Bentuk dan Sruktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan suatu bentuk kerangka yang

mencerminkan tugas dan tanggung jawab dalam menciptakan sebuah team

kerja yang kompak dan bekerja dengan semangat yang tinggi agar tujuan

dari perusahaan dapat tercapai, untuk itu suatu perusahaan dalam

menentukan bentuk dan struktur organisasinya harus disesuaikan dengan

keadaan perusahaan tersebut.

Struktur organisasi yang diterapkan pada PT. Internusa Cargo

berbentuk organisasi garis atau line, pada bentuk ini tugas dan wewenang

mengalir dari atas kebawah. Sedangkan tanggung jawab bergerak dari

bawah ke atas. Keuntungan yang diperoleh dari bentuk organisasi ini

adalah adanya kesatuan perintah, pengawasan lebih efektif dan koordinasi

akan mudah dijalankan. Jadi, dalam hal ini pemilik perusahaan memegang

kekuasaan dan tanggung jawab terhadap pengambilan keputusan.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

51

Berikut adalah struktur organisasi dari PT. FPS Indonesia Branch Yogyakarta :

Gambar 3.1. : Struktur Organisasi PT. Internusa Cargo Branch Office Jogyakarta

Sumber Data : PT. Internusa Cargo Branch Jogyakarta.

Adapun masing-masing bagian mempunyai tugas sebagai berikut ini :

a. Branch Manager

BRANCH MANAGER

ACCOUNTING SALES

MARKETING

COSTUMER

SERVICE

OPERASIONAL

KASIR COLLECT

PAYMENT

ADM

KANTOR

ADM

UMUM

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

52

Bertugas untuk memimpin kantor cabang, mengkoordinasi setiap

kegiatan yang dilakukan bawahan agar mencapai sasaran yang

diinginkan dan bertanggung jawab kepada kantor pusat atas kinerja

kantor cabang.

b. Accounting

Bertanggungjawab atas semua masalah keuangan perusahaan,

baik pencatatan kas masuk maupun kas keluar dan membuat laporan

keuangan tiap tutup buku.

Tanggung jawab :

1) Menerbitkan laporan keuangan

2) Mengendalikan efektifitas dan efisiensi operasional, dan

3) Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan manajemen

Tugas :

1) Memeriksa kebenaran bukti transaksi

2) Melakukan inputing data transaksi, membuat jurnal-jurnal

penyesuaian

3) Membuat laporan-laporan yang dibutuhkan oleh manajemen

4) Menerbitkan laporan keuangan

5) Membuat evaluasi efektifitas operasional, dan

6) Mendokumentasi bukti transaksi

c. Bagian Administrasi Kantor, Umum, dan Kasir

Tanggung jawab :

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

53

1) Menyelenggarakan kas kecil,

2) Menjalankan administrasi perusahan untuk mendukung operasi,

dan

3) Menyiapkan daftar pembayaran kas besar.

Tugas:

1) Menyiapkan dokumen pembukuan yaitu dengan membuat bukti

pengeluaran dan pemasukan uang yang dilampiri dengan bukti

pendukung

2) Mempersiapkan gaji mingguan karyawan

3) Membuat pembukuan kas, dan

4) Membuat surat-surat

d. Collect payment

Bertanggung jawab atas semua biaya yang dikeluarkan dalam

pengiriman barang dan bertugas atas pengambilan pembayaran oleh

customer.

e. Sales Marketing

Tanggung jawab :

1) Memperluas pemasaran dan pengenalan produk

2) Menjaga hubungan baik dengan pelanggan luar negeri maupun

dalam negeri

3) Memenuhi target minimum perusahaan

4) Memajukan target penjualan

Tugas :

1) Menyusun target penjualan

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

54

2) Mengevaluasi prestasi penjualan

3) Menyusun jadwal prioritas penjualan

4) Mengorganisasi pengiriman penjualan

5) Berinteraksi dengan Customers sebaik mungkin

6) Loyal terhadap perusahaan, dan

7) Menjawab semua permasalahan yang timbul dari kegiatan

pengiriman barang yang telah diajukan oleh pelanggan, baik

dalam maupun luar negeri

f. Customer Service

Bertugas dan bertanggung jawab melayani pelanggan,

berhubungan dengan pihak luar yang terkait dengan perusahaan dan

mengurusi masalah dokumen pengiriman barang.

g. Operasional

Bertugas dan bertanggungjawab atas kinerja lapangan dan

mengawasi jalannya pengiriman barang. Bertanggungjawab atas

barang mulai dari diterimanya barang dari pihak shipper, hingga

barang diserahkan kepada pihak consignee udara.

6. Deskripsi Ekspor Barang PT. Internusa Cargo

Ekspor via udara jarang dilakukan oleh perusahaan ekspor

dibandingkan dengan ekspor via laut, karena biaya pengiriman via udara

relatif lebih mahal dan barang yang dikirim bersifat urgent. PT. Internusa

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

55

Cargo sel