DIKTAT ETIKA

  • View
    191

  • Download
    15

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Etika Profesi Kesehatan

Text of DIKTAT ETIKA

`BAB.I PENGENALAN FISIOTERAPI A. PENGERTIAN FISIOTERAPI Fisioterapi secara etimologi terbagi atas dua unsur, yaitu : Fisio yang berarti alam dan terapi yang berarti pengobatan. Menurut WCPT Fisioterapi adalah suatu ilmu atau kiat untuk melakukan suatu pengobatan dengan memanfatkan khasiat alam seperti cahaya, air, listrik, latihan-latihan dan manual. Menurut Joic I William Fisioterapi adalah suatu proses yang secara sistemik untuk mengatasi gangguan fungsi muskuloskeletal dan psikosomatos. Jadi pengertian Fisioterapi secara umum adalah suatu upaya umum pelayanan kesehatan profesional yang bertanggung jawab atas kapasitas fisik dan kemampuan fungsional yang dilaksanakan dengan tindakan terarah yang berorientasi pada pemecahan masalah dengan menggunakan pendekatan ilmiah yang dilandasi oleh etika profesi. Kapasitas fisik adalah potensi yang dimiliki oleh individu baik yang tersedia maupun yang potensial dipengaruhi oleh sistem dan subsistemnya yang komponennya dimulai dari sel, jaringan, organ, dan sistem organ yang ada di dalam tubuh Kemampuan fungsional adalah kemampuan individu untuk menggunakan kapasitas fisik yang dimilikinya dalam memenuhi kewajiban hidupnya untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Menurut Imam Waluyo Fisioterapi adalah upaya pelayanan kesehatan profesional yang bertanggung jawab atas kesehatan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional yang dilaksanakan terarah dan berorientasi pada masalah serta menggunakan pendekatan pendekatan ilmiah dan dilandasi etika profesi. Menurut Goddenson Fisioterapi memainkan peranan penting dalam rehabilitasi untuk cacat tubuh dan tanggung jawab pada kapsitas fisik dan

1

keterbatasan serta perencanaan program penanganan yang meringankan sakit memperbaiki atau memperkecil keburukan, menambah kekuatan dan gerakan pada umumnya memperbaiki kesehatan , fisioterapis memberi motifasi dan instruksi pada pasien, keluarga dan masyarakat yang mungkin telah membantu mempengaruhi dalam perilakunya dan program rehabilitasinya. Menurut Ensikopedia Fisioterapi memuat evaluasi dan cara pengobatan pada kelemahan pasien dan penyakit, kecelakaan dan stress. Menggunakan latihan-latihan dan ukuran-ukuran fisik lainnya untuk mengurangi rasa sakit dan kesadaran mudah bergerak yang tidak teratur. Melakukan evaluasi dengan fisioterapi termasuk termasuk tes dengan menggunakan gerakan sendi tingkat kekuatan otot, kelemahan dan kurannya koordinasi, kapasitas pernapasan, kelancaran pertukaran, sensor dan sistem pernapasan dan kemampuan pasien untuk melakukan kemampuan dasar dari evaluasi tiap hari dalam menyediakan informasi pada akibat-akibat pengobatan, tes-tes dengan menggunakan gerakan tangan atau dengan alat listrik dan cara lain. Menurut J.Hislop yang diikuti Heidy Paetrero Fisioterapi didefinisikan sebagai sebuah profesi kesehatan yang membedakan ilmu klinik yaitu patokinesiologi adalah suatu pemakaian dari anatomi dan fisiologi untuk gerakan manusia yang tidak normal. Kongres IKAFI oleh Gerry L. Smidt Fisioterapi meliputi suatu kecakapan khusus dan termasuk mengembangkan prinsif dan menginginkan kesehatan secara profesional. Fisioterapi menurut WCPT (Word Confederation For Phisical Therapy) 1995 dan 1999 Fisioterapi adalah tenaga kesehatan profesional yang bekerja untuk manusia segala umur yang bertujuan untuk memelihara, meningkatkan kesehatan, mengembalikan fungsi dan ketergantungan bila individu mendapatkan kekurangan gangguan kemampuan atau masalah yang disebabkan kerusakan fisik, psihis dan lain sebagainya. Ilmu yang dipelajari adalah Fisika, kemanusian dan ilmu kesehatan serta penggunaan

2

sumber fisis untuk menyembuhkan seperti latihan, tehnik manipulasi, dingin, panas serta modalitas eletroterapeutik. Fisioterapi adalah profesi yang mempunyai otonomi sendiri serta mandiri yang melaksanakan praktek secara terbuka dan mempunyai hubungan sejajar dengan profesi medis dan tenaga kesehatan profesional lainnya. Fisioterapi memberikan pelayanan pada sektor privat atau umum di rumah sakit, pusat rehabilitasi, puskesmas, klinik, sekolah dan tempat kerja. Fisioterapi menurut WCPT 1995 dan 1999 dapat diuraikan dan dijabarkan sebagai berikut : 1. Fisioterapi profesi yang mandiri 2. Sejajar dengan profesi kesehatan lainnya 3. Lingkup pelayanannya dari individu sampai masyarakat menyangkut promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Pelayanan Fisioterapi ditujukan kepada perorangan dan masyarakat dimana lingkup pelayanan fisioterapi adalah mengembangkan, memelihara, dan memulihkan serta yang menjadi bidang garapan Fisioterapi adalah maksimalisasi gerak dan kemampuan fungsional sedangkan sehat yang dimaksud fisioterapi adalah keadaan gerak penuh dan fungsional. Fisioterapi tersangku pada urusan mengenali dan memaksimalkan masalah potensi gerak yang berhubungan dengan lingkup promosi, preventif, penyembuhan dan pemulihan, Fisioterapi ikut dalam interaksi antara fisioterapis, pasien atau klien, pamili dan pemberi pelayanan kesehatan dalam proses pemeriksaan potensi gerak dalam upaya menegakkan tujuan yang disepakati dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan fisioterapi yang unik. Fisioterapis secara khusus memandang tubuh dan kebutuhan potensi gerak merupakan pusat penentuan diagnosis dan strategi intervensi dan konsisten dalam bentuk apapun dimana praktek fisioterapi dilakukan.

3

Bentuk pelayanan fisioterapi akan sangat bervariasi dalam hubungannya dengan dimana fisioterapis bekerja maupun berkenaan dengan promosi, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Fisioterapi adalah bentuk pelayanan yang dilakukan oleh (provide By) atau dibawah pengarahan (Under the direction), dan supervisi oleh fisioterapis termasuk pemeriksaan, diagnosa, perencanaan, intervensi dan evaluasi. Fisioterapi menurut Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) 1363 pasal 12 dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Fisioterapis melakukan : a. Asesment Fisioterapi Assesment termasuk pemeriksaan pada perorangan atau kelompok, nyata atau yang berpotensi untuk terjadi kelemahan, keterbatasan fungsi, ketidakmampuan atau kondisi kesehatan lainnya dengan cara pengambilan perjalanan penyakit (history Taking), skrening, tes khusus pengukuran dan evaluasi dari hasil pemeriksaan melalui analisis dan sintesa dalam sebuah proses pertimbangan klinis. b. Diagnosa Fisioterapi Diagnosa ditegakkan dari pemeriksaan dan evaluasi dan menyatakan hasil dari proses pertimbangan/ pemikiran klinis, dapat berupa pernyatan keadaan disfungsi gerak, dapat meliputi/mencakup kategori kelemahan, limitasi fungsi, kemampuan/ketidakmampuan dan sindrom. c. Intervensi fisioterapi Perencanaan dimulai dengan pertimbangan kebutuhan intervensi dan biasanya menuntun kepada pengembangan rencana intervensi, termasuk hasil sesuai dengan tujuan yang terukur yang disetujui dalam melaksanakan praktek berwewenang untuk

4

pasien/klien, famili atau pelayan kesehatan lainnya. Dapat menjadi pemikiran perencanaan alternatif untuk dirujuk kepada pihak lain bila dipandang kasusnya tidak tepat untuk fisioterapi. Intervensi di implementasikan dan dimodifikasilkan untuk mencapai tujuan yang disepakati dan dapat termasuk penanganan secara manual, peningkatan gerakan, peralatan fisis, peralatan elektroterapeutik dan peralatan mekanis : pelatihan fungsional, penentuan bantuan dan peralatan bantu, instruksi dan konseling, dokumentasi dan koordinasi, komunikasi dan intervensi dapat juga ditujukan pada pencegahan ketidaknormalan (kelemahan), keterbatasan fungsi, ketidakmampuan dan cidera, termasuk juga peningkatan dan pemeliharaan kesehatan, kualitas hidup, kebugaran segala umur dan segala lapisan masyarakat. d. Evaluasi/re-evaluasi/re-assesment Dilakukan setiap penerapan proses fisioterapi agar dapat memaksimalkan tujuan yang akan dicapai. 2. Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutik dan mekanis), pelatihan fungsi, komunikasi. B. SEJARAH PERKEMBANGAN FISIOTERAPI 1. SEJARAH FISIOTERAPI MAKASSAR Akademi Fisioterapi Ujungpandang berdiri pada tanggal 20 Agustus 1984 oleh Departemen Kesehatan RI dalam hal ini Kanwil Departemen Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan oleh kepala Kanwil Dr. Nur Arifin Naim dengan penanggung jawab Drs. Elim Salim, Kepala Tata Usaha Drs. M. Syukur Ibrahim, Unit pendidikan dan pengabdian Djohan Aras

5

SMPh, Unit pengabdian masyarakat dan kemahasiswaan Mustari Gani, SMPh dengan staf administrasi Amiruddin Yahya, Ester Lino, St. Sapiah, Marlina dan Tajuddin. Lahir dengan segala kesederhanaan dalam penantian pelembagaannya, awal yang benar-benar penuh cobaan untuk Akademi Kesehatan kedua milik Departemen Kesehatan Republik Indonesia, yang lebih dikenal dengan nama Akademi Fisioterapi Depkes Makassar yang pada saat itu untuk sementara waktu Akademi Fisioterapi Makassar bertempat di gedung Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) jalan adyaksa Makassar, sebuah rumah bersalin yang direnovasi untuk dijadikan ruang kuliah, Akfis Makassar terus memperbaiki diri dan berjuang untuk memenuhi semua sarana dan prasarana perkuliahannya samapi akhir selesai juga pembangunan kampus baru di jalan Paccerakkang No. 79 KM. 14 Daya Kel. Paccerakkang Kec. Biringkanaya Kota Makassar. Pergantian direkktur dan perubahan kelembagaan terus berlangsung setelah Drs. Elim Salim pada tahun 1990 Dr. Adnan Mahmud kemudian tahun 1992 Dr. Agil Allattas dan tahu 1996 Dr.Hj. Rostiaty Natsir, MSPh sampai berubah menjadi Poltekkes Makassar tahun 2002 menjadi Jurusan Fisioterapi Politiknik Kesehatan Makassar yang dulunya mulai dari Akademi Fisioterapi kemudian tahun 1990 berubah menjadi Pendidikan Ahli Madya Fisioterapi (PAMFIS) kemudian tahun 1995 berubah kembali menjadi Akademi Fisioterapi sampai tahun 2002 menjadi jurusan Fisioterapi Poltekkes Makassar. 2. SEJARAH FISIOTERA