of 75 /75

Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

  • Upload
    letuong

  • View
    241

  • Download
    3

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu
Page 2: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

KATA PENGANTAR

Untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel,

sesuai Instruksi Presiden RI No. 7 tahun 1999 tentang Sistem Akuntabilitas

Kinerja Instansi Pemerintah, yang ditindak lanjuti dengan Keputusan Kepala

Lembaga Administrasi Negara (LAN) No. 239 tahun 2003 serta Peraturan Menteri

Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 53 tahun 2014

tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu

Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, maka Direktorat Jenderal Tanaman

Pangan dan unit kerja dibawahnya secara berjenjang wajib menyusun Laporan

Kinerja (LAKIN).

Sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan kegiatan

pada tahun 2015 maka disusunlah “Laporan Kinerja (LAKIN) Direktorat

Budidaya Aneka Kacang dan Umbi”.

Lakin ini berisi gambaran hasil capaian kinerja dari rencana kebijakan dan

program yang telah ditetapkan, mulai dari perencanaan, pengukuran, pelaporan

dan evaluasi serta capaian kinerja Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi

Tahun 2015.

Saran dan masukan perbaikan yang konstruktif akan menjadi sangat

penting bagi penyempurnaan LAKIN ini.

Demikian, semoga laporan ini dapat menjadi bahan pertanggungjawaban

dan penilaian kinerja Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi.

Jakarta, Januari 2016

Direktur,

DR. Ir. Maman Suherman, MM. NIP. 19600908 198703 1 003

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | i

Page 3: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015

IKHTISAR EKSEKUTIF

Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah,

kacang hijau, ubikayu dan ubijalar merupakan komoditas yang penting didalam

mendukung ketahanan pangan Indonesia. Pentingnya peranan komoditas

tersebut semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan

bahan pangan, industri, pakan dan bahan bakar minyak (bioethanol). Direktorat

Budidaya Aneka Kacang dan Umbi mempunyai tugas untuk meningkatkan

produksi komoditas tesebut yang dilakukan melalui peningkatan produktivitas

maupun perluasan areal tanam/panen. Pada tahun 2015 kegiatan pengelolaan

produksi tanaman aneka kacang dan umbi mendapatkan alokasi anggaran untuk

kegiatan utama GP-PTT, PAT-PIP Refocusing dan PAT-PIP kedelai serta GP-PTT

ubikayu.

Kinerja Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi pada tahun 2015,

ukuran keberhasilan pencapaian sasaran kinerja kegiatan utamanya termasuk

sangat berhasil, berhasil dan cukup berhasil. Indikator kinerja kegiatan yang

tergolong sangat berhasil adalah GP-PTT Ubikayu (102,13%), kegiatan yang

berhasil adalah GP-PTT Kedelai (86,60%) dan PAT-PIP Refocusing Kedelai

(84,15%) dan kegiatan yang cukup berhasil adalah PAT-PIP APBN-P kedelai

(67,01%). Untuk kegiatan GP-PTT, PAT-PIP Refocusing dan PAT-PIP APBN-P

kedelai masih ada sisa kegiatan yang belum dilaksanakan sampai akhir Desember

2015 masing-masing seluas 5.808 ha, 3.110 ha dan 9.215 ha. Sisa kegiatan

tersebut direncanakan tanam pada bulan Januari sampai Maret 2016.

Kriteria ukuran keberhasilan peningkatan jumlah produksi aneka kacang dan

umbi tahun 2015 atas dasar Angka Ramalan II (ARAM II) BPS tergolong Berhasil.

Indikator kinerja peningkatan jumlah produksi aneka kacang dan umbi tahun

2015 yang tergolong berhasil yaitu realisasi produksi kedelai 982.967 ton

(81,91%) dari sasaran 1.200.000 ton, kacang tanah 610.337 ton (82,17%) dari

sasaran 742.750 ton, kacang hijau 265.416 ton (91,04%) dari sasaran 291.550

ton, ubikayu 22.906.118 ton (86,34%) dari sasaran 26.530.000 ton dan ubijalar

2.218.992 ton (83,74%) dari sasaran 2.650.000 ton.

Kriteria ukuran keberhasilan capaian produktivitas komoditas aneka kacang

dan umbi tahun 2015 atas dasar Angka Ramalan II (ARAM II) BPS tergolong

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | ii

Page 4: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015

Sangat Berhasil dan Berhasil. Indikator kinerja capaian produktivitas komoditas

aneka kacang dan umbi tahun 2015 yang tergolong sangat berhasil yaitu kedelai

sebesar 15,73 ku/ha (101,48%) dari sasaran 15,50 ku/ha, kacang hijau sebesar

11,71 ku/ha (100,09%) dari sasaran 11,70 ku/ha dan ubijalar sebesar 159,37

ku/ha dari sasaran 147,48%, sedangkan yang tergolong berhasil yaitu kacang

tanah sebesar 13,26 ku/ha (93,91%) dari sasaran 14,12 ku/ha dan ubikayu

sebesar 233,68 ku/ha (99,86%) dari sasaran 234 ku/ha.

Upaya yang telah dilakukan Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi

dalam mengatasi permasalahan antara lain : a) melakukan koordinasi dengan

produsen dan penangkar benih dalam penyediaan dan penyaluran benih, b)

memantapkan persiapan pelaksanaan kegiatan aneka kacang dan umbi di tingkat

kelompok tani, Dinas Pertanian Kabupaten, Provinsi, Pusat dan stakeholder yang

terkait; c) mengoptimalkan pemanfaatan lahan, bekerjasama dengan perkebunan

dan kehutanan dalam memanfaatkan lahan untuk meningkatkan indeks

pertanaman, sehingga meningkatkan produksi; d) meningkatkan peran penyuluh

di tingkat petani agar mempercepat adopsi teknologi oleh petani; e)

ditetapkannya kebijakan program stabilisasi harga kedelai (SHK), sehingga harga

pembelian petani dan harga penjualan untuk pengrajin tahu/tempe; f)

mengembangkan pola pendirian BUMD/Badan Usaha Milik Daerah bersama

dengan petani, koperasi, investor, perbankan dan stakeholder lainnya menjadi

shareholder; g) dalam menetapkan sasaran komoditas aneka kacang dan umbi ke

depan agar mempertimbangkan hasil capaian produksi dan produktivitas tahun-

tahun sebelumnya; h) meningkatkan sosialisasi, bimbingan dan pendampingan

terhadap upaya-upaya efisiensi usahatani dan peningkatan produktivitas/produksi

aneka kacang dan umbi, khususnya pada daerah-daerah sentra produksi dalam

upaya peningkatan daya saing; i) perbaikan infrastruktur jaringan pemasaran,

akses sistem informasi harga dan pemasaran yang akurat dan mudah didapat,

mempercepaat pengembangan agribisnis pola kemitraan dengan stakeholder

terkait dan j) mendorong konsistensi daerah untuk melaporkan pelaksanaan

kegiatan secara rutin.

Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi mengelola APBN sektoral

(BA.018) sebesar Rp. 957.500.205.000,- yang dilaksanakan melalui Program

Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. Anggaran tersebut

dialokasikan pada satker pusat dan daerah dengan rincian: 1) Satker Direktorat

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | iii

Page 5: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Pusat Rp. 13.659.855.000,- dan 2) Dana

Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan pada Satker Dinas Pertanian Tanaman

Pangan Provinsi dan Satker Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Rp.

943.840.350.000,-. Realisasi kegiatan APBN sektoral (BA.018) TA. 2015 Direktorat

Budidaya Aneka Kacang dan Umbi pada Lampiran 10.

Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi mengelola APBN sektoral

(BA.018) tahun 2015 sebesar Rp. 957.500.205.000,- yang dilaksanakan melalui

Program Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi terealisasi

sebesar Rp. 887.403.617.026,- (92,68%). Anggaran tersebut dialokasikan pada

satker pusat dan daerah dengan rincian 1) Satker Direktorat Budidaya Aneka

Kacang dan Umbi Pusat Rp. 13.659.855.000,- 2) Dana Dekonsentrasi dan Tugas

Pembantuan pada Satker Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi dan Satker

Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Rp. 943.840.350.000,-.

iv | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Page 6: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015

DAFTAR ISI

Hal.

KATA PENGANTAR ...................................................................................... i

IKHTISAR EKSEKUTIF .................................................................................. ii

DAFTAR ISI ................................................................................................ v

DAFTAR TABEL ............................................................................................ vi

DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... vii

BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................ 1

1.1. Latar Belakang .......................................................................... 1

1.2. Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Kewenangan ............................... 2

1.3. Susunan Organisasi dan Tata Kerja ............................................. 3

1.4. Sumberdaya Manusia ................................................................. 6

1.5. Dukungan Anggaran .................................................................. 7

BAB II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ........................................ 8

2.1.Rencana Strategis 2015 – 2019 ................................................... 8

2.1.1. Visi ................................................................................. 8

2.1.2. Misi ................................................................................. 8

2.1.3. Tujuan dan Sasaran ......................................................... 9

2.1.4. Arah Kebijakan ................................................................ 10

2.1.5. Program dan Kegiatan ...................................................... 11

2.2. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2015 .............................. 11

2.3. Perjanjian Kinerja (PK) Tahun 2015 ............................................ 12

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA ................................................................ 13

3.1. Kriteria Ukuran Keberhasilan Pencapaian Sasaran ........................ 13

3.2. Pencapaian Sasaran Strategis ..................................................... 14

3.3. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja .......................................... 24

3.4. Akuntabilitas Keuangan .............................................................. 36

3.5. Hambatan dan Kendala .............................................................. 38

3.6. Upaya dan Tindak lanjut ............................................................ 40

BAB IV. PENUTUP ........................................................................................ 42

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | v

Page 7: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Capaian Indikator Kinerja Sasaran Strategis Direktorat BudidayaAneka Kacang dan Umbi Tahun 2015 …………………………………….. 14

Tabel 2. Capaian Sasaran Kinerja Kegiatan Utama Direktorat BudidayaAneka Kacang dan Umbi Tahun 2015 …………………………………….. 15

Tabel 3. Kegiatan Pendukung Pencapaian Program Sasaran ProduksiAneka Kacang dan Umbi Tahun 2015 di Daerah ……………………… 16

Tabel 4. Kegiatan Pendukung Pencapaian Program Sasaran ProduksiAneka Kacang dan Umbi Tahun 2015 di Pusat ………………………… 17

Tabel 5. Capaian Komoditas Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2015 ………… 24

Tabel 6. Capaian Produksi , Luas Panen dan Produktivitas Kedelai Tahun2015 …………………………………………………………………………………… 25

Tabel 7. Neraca Produksi dan Kebutuhan Kedelai Tahun 2015 ………………. 25

Tabel 8. Capaian Produktivitas GP-PTT Kedelai Tahun 2015 ….................. 27

Tabel 9. Capaian Produktivitas PAT-PIP Refocusing Tahun 2015 …………... 29

Tabel 10. Capaian Produktivitas PAT-PIP Kedelai APBN-P Tahun 2015 ....... 30

Tabel 11. Capaian Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Kacang TanahTahun 2015 ………………………………………………………................... 30

Tabel 12. Capaian Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Kacang HijauTahun 2015 ........................................................................... 32

Tabel 13. Capaian Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Ubikayu Tahun2015 ...................................................................................... 33

Tabel 14. Sasaran dan Realisasi GP-PTT Ubikayu Tahun 2015 ................... 35

Tabel 15. Capaian Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Ubijalar Tahun2015 ...................................................................................... 35

vi | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Page 8: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Struktur Organisasi Direktorat Budidaya Aneka Kacang danUmbi ……………………………………………………………………………….. 44

Lampiran 2 Penyebaran Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Tingkatpada Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Tahun2015 ………………………………………………………………………………… 45

Lampiran 3 Perjanjian Kinerja Direktorat Jenderal Tanaman Pangan,Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi Tahun 2015 ……. 46

Lampiran 4 Sasaran dan Realisasi GP-PTT Kedelai Tahun 2015 ................. 48

Lampiran 5 Sasaran dan Realisasi PAT-PIP Refocusing Kedelai Tahun2015.

53

Lampiran 6 Sasaran dan Realisasi PAT-PIP APBN-P Kedelai Tahun 2015 .. 55

Lampiran 7 Sasaran dan Realisasi GP-PTT Ubikayu Tahun 2015 (APBN-P) .. 60

Lampiran 8 Realiasi Kegiatan APBN Sektoral (018) TA. 2015 DirektoratBudidaya Aneka Kacang dan Umbi ……………………………………… 47

Lampiran 9 Sasaran dan Realisasi Pelaksanaan Pendampingan PeningkatanProduksi Kedelai Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Tahun2015 ................................................................................... 61

Lampiran 10 Sasaran dan Realisasi Pelaksanaan Koordinasi Kemitraan,Pemantapan dan Evaluasi Pengembangan Aneka Kacang danUmbi Tahun 2015 ……….............................................…………. 62

Lampiran 11 Sasaran dan Realisasi Pelaksanaan Gerakan Tanam/PanenSerempak Kedelai Bersama TNI-AD di Provinsi Tahun 2015 ..... 63

Lampiran 12 Sasaran dan Realisasi Pelaksanaan Pendampingan PAT-PIPKedelai Tahun 2015 ....................................………………………. 64

Lampiran 13 Sasaran dan Realisasi Pelaksanaan Kegiatan BantuanTeknologi Penyimpan Benih Kedelai (Plastik Hermetik) diProvinsi Tahun 2015 ..............................……………………………. 65

Lampiran 14 Surat Direktur Jenderal Tanaman Pangan No.115/RC.230/C/11/2015, tentang Pemanfaatan AnggaranBansos Transfer Uang dan Transfer Barang TA.2015 ............... 66

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | vii

Page 9: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 1

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Komoditi aneka kacang dan umbi seperti kedelai, kacang tanah,

kacang hijau, ubikayu dan ubijalar merupakan komoditas yang sangat

prospektif untuk ditumbuhkembangkan. Hal tersebut dapat terlihat

dengan semakin meningkatnya kebutuhan baik sebagai bahan pangan,

pakan dan bahan baku industri maupun bahan bakar nabati (bioethanol).

Kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

(Akabi) merupakan salah satu upaya dari unit kerja Direktorat Jenderal

Tanaman Pangan dalam rangka memenuhi kebutuhan komoditas aneka

kacang dan umbi. Kegiatan tersebut difokuskan pada beberapa komoditi

antara lain kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu, ubijalar, serta

aneka kacang dan umbi lainnya, dengan prioritas pada

pendampingan/pengawalan penerapan budidaya yang tepat dan

berkelanjutan.

Pengelolaan Aneka kacang dan umbi (Akabi) pada dasarnya

merupakan rangkaian kegiatan untuk memfasilitasi tumbuh dan

kembangnya usaha budidaya aneka kacang dan umbi sehingga mampu

berproduksi sesuai dengan sasaran yang ditetapkan. Pengelolaan Aneka

kacang dan umbi juga memiliki orientasi untuk meningkatkan

produktivitas dan produksi, efisiensi, nilai tambah dan daya saing

sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani

maupun masyarakat sekitarnya.

Program pengelolaan komoditas aneka kacang dan umbi

difokuskan pada penerapan pengelolaan budidaya yang tepat dan efisien

yang diprioritaskan pada:

1. Komoditas utama dan unggulan nasional, yaitu kedelai, kacang

tanah, kacang hijau, ubikayu dan ubijalar.

2. Komoditas Akabi lainnya unggulan daerah (lokal) seperti talas, garut,

gembili, kacang koro pedang dan lain-lain. Komoditas ini berperan

sebagai substitusi maupun komplemen.

Page 10: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

2 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Sesuai dengan arahan dari Presiden Republik Indonesia bahwa

swasembada (padi, jagung, kedelai, gula dan daging) harus tercapai

pada tahun 2017. Oleh karenanya kebijakan alokasi anggaran

pemerintah pusat tahun anggaran 2015 diarahkan terutama untuk

mendukung tercapainya program swasembada tersebut.

Semula pengelolaan aneka kacang dan umbi (Akabi) tahun 2015 fokus

pada komoditi kedelai, namun karena ada kewajiban untuk merintis

dalam penyediaan bahan baku nabati (Inpres No. 1/2006) maka

pengelolaan produksi ubikayu difasilitasi secara terbatas sedangkan

untuk komoditi non kedelai lainnya (kacang tanah, kacang hijau dan

ubijalar) bersifat pendampingan, pembinaan dan koordinasi/kerjasama

baik dengan pemerintah daerah maupun pihak swasta.

Peluang dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan

komoditas aneka kacang dan umbi untuk mencapai sasaran antara lain:

a) mengupayakan peningkatan pemanfaatan teknologi budidaya spesifik

lokasi, guna mengurangi kesenjangan produktivitas riil petani dan

produktivitas potensial, b) merancang pemanfaatan lahan yang belum

optimal (lahan kering, lahan pasang surut, lahan rawa) dan peningkatan

intensitas pertanaman pada lahan areal pertanian yang belum optimal

pemanfaatannya, c) perbaikan teknologi panen dan pasca panen, untuk

menekan kehilangan hasil, d) meningkatkan upaya diversifikasi pangan

berbahan baku aneka kacang dan umbi spesifik lokasi, e) meningkatnya

kebutuhan komoditas aneka kacang dan umbi sejalan dengan

pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan industri; f)

perubahan iklim global dan persaingan komoditas dengan pasar

internasional.

1.2. Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Kewenangan

Bersasarkan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia

Nomor 43/Permentan/OT.010/8/2015 tahun 2015 tentang Organisasi

dan Tata Kerja Kementerian Pertanian. Kedudukan unit kerja Direktorat

Aneka Kacang dan Umbi sebagai salah satu Eselon II lingkup Direktorat

Page 11: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 3

Jenderal Tanaman Pangan. Tugas Direktorat Aneka Kacang dan Umbi

adalah melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan

dibidang peningkatan produksi kedelai, aneka kacang lain, ubikayu dan

aneka umbi lain.

Fungsi Direktorat Aneka Kacang dan Umbi adalah :

a. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang peningkatan produksi

kedelai, aneka kacang lain, ubikayu dan aneka umbi lain;

b. Pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan produksi kedelai,

aneka kacang lain, ubikayu dan aneka umbi lain;

c. Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang

produksi

kedelai, aneka kacang lain, ubikayu dan aneka umbi lain;

d. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang peningkatan

produksi kedelai, aneka kacang lain, ubikayu dan aneka umbi lain;

e. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang peningkatan

produksi kedelai, aneka kacang lain, ubi kayu dan aneka umbi lain;

f. Pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Aneka Kacang dan Umbi.

1.3. Susunan Organisasi dan Tata Kerja

Direktorat Aneka Kacang dan Umbi merupakan salah satu Unit

Eselon II dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan mempunyai struktur

organisasi sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Tanaman

Pangan No. 28/HK.310/C/5/2011 tanggal 23 Mei 2011 terdiri dari 4

(empat) Sub Direktorat, 8 (delapan) Seksi dan 1 (satu) Sub Bagian

dengan urutan sebagai berikut (struktur organisasi pada Lampiran 1).

1.3.1 Sub Direktorat Kedelai

Subdirektorat Kedelai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan

penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,

standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis

dan evaluasi di bidang peningkatan produksi kedelai.

Sub Direktorat Kedelai menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan penyusunan kebijakan di bidang peningkatan

intensifikasi dan ekstensifikasi kedelai, serta pemberdayaan;

Page 12: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

4 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan

intensifikasi dan ekstensifikasi kedelai, serta pemberdayaan;

c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria

di bidang peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi kedelai,

serta pemberdayaan;

d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang

peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi kedelai, serta

pemberdayaan; dan

e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang

peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi kedelai, serta

pemberdayaan.

1.3.2 Sub Direktorat Aneka Kacang Lain

Sub Direktorat Aneka Kacang Lain mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan,

penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria, serta

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bidang peningkatn

produksi aneka kacang lain.

Sub Direktorat Aneka Kacang Lain menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan penyusunan kebijakan di bidang peningkatan

intensifikasi dan ekstensifikasi aneka kacang lain, serta

pemberdayaan;

b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan

intensifikasi dan ekstensifikasi aneka kacang lain, serta

pemberdayaan;

c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria

di bidang peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi aneka

kacang lain, serta pemberdayaan;

d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang

peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi aneka kacang lain,

serta pemberdayaan; dan

Page 13: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 5

e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang

peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi aneka kacang lain,

serta pemberdayaan.

1.3.3 Sub Direktorat Ubikayu dan Aneka Umbi Lain

Sub Direktorat Ubikayu dan Aneka Umbi Lain mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan,

penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan

produksi ubikayu dan aneka umbi lain.

Sub Direktorat Ubikayu dan Aneka Umbi Lain menyelenggarakan

fungsi:

a. penyiapan penyusunan kebijakan di bidang peningkatan

intensifikasi dan ekstensifikasi ubikayu dan aneka umbi lain,

serta pemberdayaan;

b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan

intensifikasi dan ekstensifikasi ubikayu dan aneka umbi lain,

serta pemberdayaan;

c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria

di bidang peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi ubikayu

dan aneka umbi lain, serta pemberdayaan;

d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang

peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi ubikayu dan aneka

umbi lain, serta pemberdayaan; dan

e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang

peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi ubikayu dan aneka

umbi lain, serta pemberdayaan.

1.3.4 Sub Bagian Tata Usaha

Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan

kepegawaian, keuangan, perlengkapan, rumah tangga, dan surat

menyurat serta kearsipan Direktorat Aneka Kacang dan Umbi.

Page 14: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

6 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

1.3.5 Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan

kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing

berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Kelompok Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi:

a. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas jabatan fungsional

Pengawas Mutu Hasil Pertanian dikoordinasikan oleh pejabat

fungsional senior yang ditunjuk Direktur Aneka Kacang dan

Umbi;

b. Direktur Aneka Kacang dan Umbi menempatkan pejabat

fungsional

Pengawas Mutu Hasil Pertanian pada unit kerja eselon III

sesuai tugas jabatan fungsional;

c. Jumlah pejabat fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja; dan

d. Jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.

1.4. Sumberdaya Manusia

Jumlah sumber daya manusia tahun 2015 lingkup Direktorat

Budidaya Aneka Kacang dan Umbi sebanyak 57 orang meliputi,

berdasarkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 28 orang dan perempuan

29 orang. Berdasarkan golongan: golongan I sebanyak 1 orang,

golongan II sebanyak 11 orang, golongan III sebanyak 37 orang dan

golongan IV sebanyak 8 orang. Berdasarkan tingkat pendidikan meliputi

S3 sebanyak 2 orang, S2 sebanyak 10 orang, S1 sebanyak 26 orang, D3

sebanyak 4 orang, SLTA sebanyak 12 orang, SLTP/SD sebanyak 3 orang.

Selain itu terdapat 2 (dua) tenaga kontrak di Subbag Tata Usaha.

Berdasarkan distribusi di masing-masing Unit Eselon III dan Sub

Bagian Tata Usaha terdiri dari: Sub Direktorat Kedelai sebanyak 12

orang, Sub Direktorat Aneka Kacang sebanyak 8 orang, Sub Direktorat

Page 15: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 7

Ubikayu sebanyak 9 orang, Sub Direktorat Aneka Umbi sebanyak 9 orang

dan Sub Bagian Tata Usaha sebanyak 18 orang (Lampiran 2).

1.5. Dukungan Anggaran

Pada tahun 2015 Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi mengelola

APBN sektoral (BA.018) sebesar Rp. 957.500.205.000,- yang

dilaksanakan melalui Program Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka

Kacang dan Umbi. Anggaran tersebut dialokasikan pada satker pusat dan

daerah dengan rincian: 1) Satker Dit. BuAkabi Pusat Rp.

13.659.855.000,- dan 2) Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan

pada satker Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi dan satker

Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Rp. 943.840.350.000,-.

Kegiatan utama yang difasilitasi APBN sektoral Ditjen Tanaman Pangan

tahun 2015 melalui kegiatan pengelolaan produksi tanaman aneka

kacang dan umbi tahun 2015, yaitu: (1) GP-PTT Kedelai seluas 350.000

ha, (2) PAT – PIP Kedelai Refocusing seluas 131.500 ha, (3) PAT-PIP

Kedelai APBN-P seluas 172.158 ha, dan (4) GP-PTT Ubikayu seluas 3.000

ha, (5) Pendampingan Peningkatan Produksi Kedelai Kerjasama dengan

Perguruan Tinggi Tahun 2015, (6) Koordinasi Kemitraan Akabi Tahun

2015, (7) Gerakan Tanam/Panen Kedelai dengan TNI-AD Tahun 2015,

dan (8) Bantuan Teknologi Penyimpan Benih Kedelai (Plastik Hermetik)

Tahun 2015.

Page 16: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

8 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

BAB II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

2.1. Rencana Strategis 2015 – 2019

2.1.1. Visi

Visi merupakan kondisi ideal tentang hasil kerja yang ingin

diwujudkan oleh Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi

pada masa yang akan datang, yang akan dijadikan dasar dalam

menyusun rencana strategis tahun 2015 – 2019. Visi Direktorat

Budidaya Aneka Kacang dan Umbi adalah “Terwujudnya

Sistem Pertanian-Bioindustri Berkelanjutan yang

Menghasilkan Beragam Pangan Sehat dan Produk

Bernilai Tambah Tinggi Berbasis Sumber Daya Lokal

untuk Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani”.

2.1.2. Misi

Berdasarkan visi yang telah ditetapkan, dirumuskan misi-misi

sebagai berikut :

1. Mewujudkan ketersediaan aneka kacang dan umbi yang

cukup dan berkelanjutan melalui pengembangan kawasan-

kawasan yang terpadu.

2. Mengoptimalkan penggunaan lahan dan mengkoordinasikan

penyiapan lahan untuk komoditas aneka kacang dan umbi.

3. Mengembangkan bioindustri komoditi ubikayu yang memiliki

nilai tambah strategis terutama dalam mendukung

ketersediaan energi nasional.

4. Membantu koordinasi perencanaan penyediaan permodalan,

pengadaan sarana produksi dan tata niaga aneka kacang dan

umbi.

5. Mengkoordinasikan seluruh subsistem agribisnis terkait dalam

agribisnis aneka kacang dan umbi.

6. Meningkatkan kualitas kinerja Direktorat Budidaya Aneka

Kacang dan Umbi .

Page 17: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 9

Disamping visi dan misi, norma pengelolaan organisasi harus

mencerminkan karakter dan budaya seluruh aparat yang kreatif

dan kerjasama yang kompak dengan menjunjung tinggi

semangat kebersamaan. Makna dan karakter budaya kerja

tersebut adalah bahwa setiap pekerjaan dan tugas akan dapat

dilaksanakan oleh seluruh staf secara tepat, cermat dan cepat

serta memberikan kinerja dengan kualitas pelayanan yang prima.

2.1.3. Tujuan dan Sasaran

Pada dasarnya peningkatan produksi dengan cara peningkatan

produktivitas dan perluasan areal tanam komoditas aneka kacang

dan umbi merupakan upaya menjamin terpenuhinya kebutuhan

untuk bahan pangan, pakan dan industri. Dalam upaya

peningkatan produksi tersebut, maka Direktorat Budidaya Aneka

Kacang dan Umbi merumuskan tujuan yaitu :

1. Mewujudkan swasembada komoditi kedelai.

2. Meningkatkan produksi komoditas aneka kacang dan umbi

guna memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat

sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan

petani.

3. Mengurangi impor untuk menghemat devisa negara dan

mendorong terjadinya ekspor komoditas aneka kacang dan

umbi.

4. Memenuhi bahan baku industri kecil, menengah dan besar

sekaligus mengurangi ketergantungan bahan baku dari luar

negeri atau impor.

5. Mendukung diversifikasi pangan, substitusi pangan

karbohidrat non beras dan protein non daging, telur dan ikan.

6. Menumbuhkembangkan sistem dan usaha agribisnis aneka

kacang dan umbi yang berdaya saing, berkerakyatan,

berkelanjutan dan terdesentralisasi.

Page 18: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

10 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

7. Meningkatkan lapangan kerja di wilayah pedesaan, sekaligus

membantu mengurangi urbanisasi dari desa ke kota.

8. Mendorong kegiatan perekonomian di pedesaan dan

mendukung pembangunan ekonomi nasional.

9. Meningkatkan kapasitas dan mutu produksi ubi kayu.

10. Meningkatkan akuntabilitas kinerja Direktorat Budidaya Aneka

Kacang dan Umbi .

Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan tersebut, maka

sasaran yang hendak dicapai oleh Direktorat Budidaya Aneka

Kacang dan Umbi adalah :

3. Mewujudkan pencapaian swasembada kedelai dan

tercapainya sasaran produksi aneka kacang dan umbi;

4. Mewujudkan peningkatan diversifikasi pangan;

5. Mewujudkan peningkatan nilai tambah, daya saing, dan

ekspor; serta

6. Mewujudkan peningkatan kesejahteraan petani.

2.1.4. Arah Kebijakan

Arah kebijakan peningkatan produksi komoditas aneka

kacang dan umbi tahun 2015 adalah :

1. Pencapaian swasembada kedelai tahun 2017;

2. Meningkatkan produksi kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

dan ubijalar serta mengembangkan komoditi akabi lainnya;

3. Mengembangkan agribisnis akabi secara terpadu dengan

menumbuhkembangkan peran swasta, koperasi dan BUMN;

4. Mendukung gerakan peningkatan diversifikasi pangan;

5. Meningkatkan sumber permodalan yang mudah diakses

petani;

Page 19: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 11

6. Memperbaiki tata niaga komoditas akabi yang kondusif bagi

petani.

2.1.5. Program dan Kegiatan

Program prioritas Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan

Umbi Tahun 2015 adalah pengelolaan produksi tanaman aneka

kacang dan umbi.

Kegiatan yang dilaksanakan untuk pencapaian program

sasaran produksi adalah sebagai berikut :

1. Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT)

Kedelai seluas 350.000 ha

2. Optimasi Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui Peningkatan

Indeks Pertanaman (PIP) Kedelai Refocusing seluas 131.500

ha

3. PAT-PIP Kedelai APBN-P seluas 172.158 ha

4. Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT)

Ubikayu seluas 3.000 ha

5. Pendampingan peningkatan produksi kedelai kerjasama

dengan perguruan tinggi

6. Koordinasi kemitraan Akabi

7. Gerakan tanam/panen kedelai dengan TNI-AD

8. Bantuan teknologi penyimpan benih kedelai (Plastik Hermetik)

9. Pembinaan, Bimbingan dan Monitoring

2.2. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2015

Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan

Umbi Tahun 2015 adalah :

Mewujudkan pencapaian produksi secara berkelanjutan dalam

rangka penyediaan kebutuhan nasional dengan peningkatan jumlah

produksi kedelai sebesar 1.200.000 ton biji kering, produksi kacang

tanah 742.750 ton biji kering, produksi kacang hijau 291.550 ton biji

Page 20: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

12 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

kering, produksi ubikayu 26.530.000 ton umbi basah dan produksi

ubijalar 2.650.000 ton umbi basah. Dukungan program dan kegiatan

yang difasilitasi APBN Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi

meliputi : GP-PTT Kedelai seluas 350.000 ha, PAT-PIP Kedelai Refocusing

seluas 131.500 ha, PAT-PIP Kedelai APBN-P seluas 172.158 ha dan GP-

PTT Ubikayu seluas 3.000 ha.

2.3. Perjanjian Kinerja (PK) Tahun 2015

Penetapan Kinerja Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi

Tahun 2015 melalui program Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka

Kacang dan Umbi dan sasaran strategis mendorong tercapainya

peningkatan produktivitas komoditas aneka kacang dan umbi. Indikator

kinerja yang akan dicapai adalah :

1. Meningkatnya produktivitas kegiatan GP-PTT kedelai minimal 2 ku/ha,

2. Tercapainya produktivitas kegiatan PAT-PIP kedelai minimal 14 ku/ha,

3. Meningkatnya produktivitas kegiatan GP-PTT ubikayu minimal 20

ku/ha,

4. Tercapainya produktivitas kacang tanah 14,12 ku/ha,

5. Tercapainya produktivitas kacang hijau 11,70 ku/ha dan

6. Tercapainya produktivitas ubijalar 147,48 ku/ha.

Pernyataan Penetapan Kinerja Direktorat Budidaya Aneka Kacang

dan Umbi Tahun 2015 pada Lampiran 3.

Page 21: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 13

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah merupakan suatu

rangkaian yang terdiri dari perencanaan kinerja, pengukuran kinerja,

pelaporan kinerja, evaluasi dan pemanfaatan informasi kinerja. Akuntabilitas

kinerja suatu instansi dinilai untuk menentukan tingkat keberhasilan atas

target yang telah ditetapkan.

Perencanaan kinerja terdiri dari rencana strategis, rencana kinerja

tahunan dan penetapan kinerja. Pengukuran kinerja mengevaluasi dan

menganalisa rencana dan realisasi, dengan instrumen indikator kinerja.

Pelaporan kinerja dibuat dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi

Pemerintah (LAKIP). Evaluasi dan pemanfaatan informasi kinerja dilakukan

untuk menilai akuntabilitas kinerja dan memberikan saran perbaikan untuk

peningkatan kinerja dan penguatan akuntabilitas instansi pemerintah.

3.1 Kriteria Ukuran Keberhasilan Pencapaian Sasaran

Kriteria ukuran keberhasilan pencapaian sasaran tahun 2015 ditetapkan

berdasarkan penilaian melalui metode scoring, yaitu: (1) sangat berhasil

(realisasi > 100% dari target), (2) berhasil (realisasi 80 – 100% dari

target), (3) cukup berhasil (realisasi 60 – 79% dari target), dan (4)

kurang berhasil (realisasi < 60% dari target).

Pengukuran capaian sasaran kinerja Direktorat Budidaya Aneka Kacang

dan Umbi tahun 2015 dilakukan dengan membandingkan realisasi

masing-masing indikator kinerja utama sasaran strategis terhadap target

yang telah ditetapkan. Realisasi kegiatan diperoleh melalui pengukuran

dan pelaporan secara berjenjang dari kabupaten/kota, provinsi dan

pusat/nasional. Status angka produksi tahun 2015 yang digunakan pada

penyusunan LAKIP ini adalah Angka Ramalan II (ARAM II, BPS) yang

dirilis secara resmi oleh Badan Pusat Statistik tanggal 2 November 2015,

dan data realisasi dari Dinas Pertanian Daerah (Provinsi dan

Kabupaten/Kota).

Page 22: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

14 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

3.2 Pencapaian Sasaran Strategis

3.2.1. Capaian Indikator Kinerja

Berdasarkan Penetapan Kinerja (PK) Tahun 2015, Direktorat Budidaya

Aneka Kacang dan Umbi telah menetapkan pencapaian lima target

indikator kinerja sasaran strategis tahun 2015. Capaian indikator kinerja

sasaran strategis tersebut sebagaimana Tabel 1 berikut.

Tabel 1. Capaian Indikator Kinerja Sasaran Strategis Direktorat Budidaya

Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2015

1. Jumlah Produksi :

- Kedelai (ribu ton biji kering) 1,200 983 81.91 Berhasil

- Kacang Tanah (ribu ton biji kering) 743 610 82.17 Berhasil

- Kacang hijau (ribu ton biji kering) 292 265 91.04 Berhasil

- Ubikayu (ribu ton umbi basah) 26,530 22,906 86.34 Berhasil

- Ubijalar (ribu ton umbi basah) 2,650 2,219 83.74 Berhasil

2 Tercapainya produktivitas :

- Kedelai (ku/ha) 15.50 15.73 101.48 Sangat Berhasil

- Kacang Tanah (ku/ha) 14.12 13.26 93.91 Berhasil

- Kacang hijau (ku/ha) 11.70 11.71 100.09 Sangat Berhasil

- Ubi Kayu (ku/ha) 234.00 233.68 99.86 Berhasil

- Ubi Jalar (ku/ha) 147.48 159.37 108.06 Sangat Berhasil

%

Capaian Kategori Capaian

Mewujudkan

pencapaian

produksi secara

berkelanjutan

dalam rangka

penyediaan

kebutuhan

nasional

Mendorong

peningkatan

produktivitas

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi

Ket: ARAM II BPS

Capaian produksi pada tahun 2015 untuk kedelai sebesar 982.967 ton

(81,91%) dari sasaran 1.200.000 ton biji kering, kacang tanah sebesar

610.337 ton (82,17%) dari sasaran 742.750 ton biji kering, kacang

hijau sebesar 265.416 ton (91,04%) dari sasaran 291.550 ton biji

kering, ubikayu sebesar 22.906.118 ton (86,34%) dari sasaran

26.530.000 ton umbi basah dan ubijalar sebesar 2.218.992 ton

(83,74%) dari sasaran 2.650.000 ton umbi basah.

Capaian produktivitas pada tahun 2015 untuk kedelai sebesar 15,73

(101,48%) dari sasaran 15,50 ku/ha, kacang tanah sebesar 13,26

(93,91%) dari sasaran 14,12 ku/ha, kacang hijau sebesar 11,71 ku/ha

(100,09%) dari sasaran 11,70 ku/ha, ubikayu sebesar 233,68 ku/ha

Page 23: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 15

(99,86%) dari sasaran 234,00 dan ubijalar sebesar 159,37 ku/ha

(108,06%) dari sasaran 147,48 ku/ha.

3.2.2. Capaian Sasaran Kinerja

Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi telah menetapkan

pencapaian sasaran kinerja kegiatan utama tahun 2015, kriteria ukuran

keberhasilannya termasuk sangat berhasil, berhasil, cukup berhasil

dan kurang berhasil.

Tabel 2. Capaian Sasaran Kinerja Kegiatan Utama Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2015

Target Realisasi %

1 GP-PTT Kedelai 350,000 303,083 86.60 Berhasil

2

PAT Peningkatan Indeks

Pertanaman (PIP) dana

Refocusing

131,500 110,657 84.15 Berhasil

3

PAT Peningkatan Indeks

Pertanaman (PIP) dana

APBN-P *)

172,158 115,366 67.01 Cukup berhasil

4 GP-PTT Ubikayu 3,000 3,064 102.13 Sangat berhasil

No. Kegiatan Tanam (Ha)

Kriteria Ukuran

Keterangan:*) Target tanam semula 300.000 ha, setelah revisi menjadi 170.564 ha.

Luas areal pembinaan penerapan budidaya aneka kacang dan umbi

melalui GP-PTT kedelai, PAT-PIP Refocusing, PAT-PIP APBN-P dan GP-

PTT ubikayu tahun 2015 antara lain sebagai berikut :

a. Realisasi pelaksanaan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman

Terpadu (GP-PTT) Kedelai seluas tercapai seluas 303.083 ha

(86,60%) dari sasaran 350.000 ha. Adapun sisa kegiatan yang belum

dilaksanakan sampai akhir Desember 2015 seluas 5.808 ha dan

direncanakan tanam pada bulan Januari sampai Maret 2016, sesuai

dengan surat Direktur Jenderal Tanaman Pangan No.

Page 24: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

16 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

115/RC.230/C/11/2015 (Lampiran 14). Kegiatan ini dilaksanakan di 29

provinsi pada 213 kabupaten/kota (Lampiran 4).

b. Realisasi pelaksanaan Perluasan Areal Tanam melalui Peningkatan

Indeks Pertanaman (PAT-PIP) Refocusing Kedelai tercapai seluas

110.657 ha (84,15%) dari sasaran 131.500 ha. Adapun sisa kegiatan

yang belum dilaksanakan sampai akhir Desember 2015 seluas 3.110

ha dan direncanakan tanam pada bulan Januari sampai Maret 2016,

sesuai dengan surat Direktur Jenderal Tanaman Pangan No.

115/RC.230/C/11/2015 (Lampiran 14). Kegiatan ini dilaksanakan di 9

provinsi pada 64 kabupaten/kota (Lampiran 5).

c. Realisasi pelaksanaan Perluasan Areal Tanam melalui Peningkatan

Indeks Pertanaman (PAT-PIP) APBN-P kedelai seluas 115.366 ha

(67,01%) dari sasaran 172.158 ha. Adapun sisa kegiatan yang belum

dilaksanakan sampai akhir Desember 2015 seluas 9.215 ha dan

direncanakan tanam pada bulan Januari sampai Maret 2016, sesuai

dengan surat Direktur Jenderal Tanaman Pangan No.

115/RC.230/C/11/2015 (Lampiran 14). Kegiatan ini dilaksanakan di 24

provinsi pada 159 kabupaten/kota (Lampiran 6).

d. Realisasi pelaksanaan pengembangan ubikayu seluas 3.064 ha

(102,13%) dari sasaran 3.000 ha pada 6 provinsi, 9 kabupaten

(Lampiran 7).

Page 25: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 17

3.2.3. Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian program sasaran produksi tahun 2015 adalah sebagai berikut :

a. Kegiatan di Daerah

Tabel 3. Kegiatan Pendukung Pencapaian Program Sasaran Produksi

Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2015 di Daerah

Fisik %

1Pendampingan Peningkatan Produksi Kerjasama dengan

Perguruan Tinggi (Kali) 5 4 80.00 Berhasil

2Koordinasi Kemitraan, Pemantapan dan Evaluasi

Pengembangan Aneka Kacang dan Umbi (Kali)29 26 89.66 Berhasil

3Gerakan Tanam/Panen Kedelai Bersama TNI-AD di

Provinsi6 6 100 Berhasil

Pembinaan, Pembinaan PAT-PIP (Kali):*) 52 31 59.62 Kurang Berhasil

a. Kerjasama TNI-AD 52

b. Aparat Dinas (Provinsi, Kabupaten) 52

5Bantuan Taknologi Penyimpanan Kedelai (Plastik

Hermetik)(Paket)12 9 75.00 Cukup Berhasil

Gerakan Pengembangan Kawasan Kedelai di Kabupaten

(Paket):*)9,630 6,876 71.40 Cukup Berhasil

a. Papan Nama 9,630 3,065

b. Bantuan Transport 9,630 3,811

7 Ubinan (unit) 9,630 6,169.00 64.06 Cukup Berhasil

8Pendampingan, Pengawalan, Pembinaan dan Monev

Aneka Kacang dan Umbi*)252

Keterangan: *) Laporan Sementara

RealisasiKriteria Ukuran

6

4

No. Kegiatan Sasaran

b. Kegiatan di Pusat

Tabel 4. Kegiatan Pendukung Pencapaian Program Sasaran Produksi

Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2015 di Pusat

No. Uraian Pagu Anggaran (Rp.) Realisasi (Rp.) % Sasaran Satuan Realisasi Satuan %

1Rancangan pengembangan budidaya

aneka kacang dan umbi300,500,000 291,981,510 97.17 1 Rancangan 1 Rancangan 100.00

2Pedoman Pelaksanaan Pengembangan

Budidaya Aneka Kacang dan Umbi201,272,000 149,308,000 74.18 5 Pedoman 5 Pedoman 100.00

4Laporan pengelolaan produksi aneka

kacang dan umbi9,554,677,000 7,801,851,183 81.65 27 Laporan 27 Laporan 100.00

5Laporan Evaluasi Kegiatan

Pengembangan Aneka Kacang dan Umbi2,111,420,000 1,451,394,509 68.74 4 Laporan 4 Laporan 100.00

6 Laporan administrasi ketatausahaan 462,236,000 279,983,236 60.57 2 Laporan 2 Laporan 100.00

7Perangkat Pengolah Data dan

Komunikasi357,000,000 353,066,900 98.90 28 Unit 28 Unit 100.00

8 Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 672,750,000 590,054,050 87.71 37 Unit 37 Unit 100.00

SUB TOTAL 13,659,855,000 10,917,639,388 79.93 -

Page 26: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

18 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Output kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mendukung

pencapaian program sasaran produksi tahun 2015 di Pusat antara

lain :

1) Rancangan Pengembangan Budidaya Aneka Kacang dan Umbi

1. Kerangka Acuan/TOR, RAB Tahun 2016;

2. Buku Rencana Strategis Aneka Kacang Dan Umbi 2015 -

2019;

3. Rancangan Program dan Kegiatan Aneka Kacang Dan Umbi

Tahun 2016.

2) Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Budidaya Aneka Kacang

dan Umbi

1. Pedoman Pelaksanaan Aneka Kacang dan Umbi 2015;

2. Pedoman Teknis Pengelolaan Produksi Kedelai 2015;

3. Pedoman Teknis Pengelolaan Produksi ubikayu 2015;

4. Pedoman Teknis Pengelolaan Produksi Kedelai 2016;

3) Laporan Pengelolaan Produksi Aneka Kacang dan Umbi

1. Sosialisasi Dalam Rangka Pelaksanaan GP2TT dan PIP

Kedelai:

a) Bahan Sosialisasi Pelaksanaan GP2TT dan PIP Kedelai;

b) Leaflet Peningkatan Produksi Kedelai;

c) Buku Seri Agribisnis Kedelai;

d) Leaflet Pendataan Produksi Kedelai Melalui SMS Gateway;

e) Laporan Hasil Sosialisasi Pelaksanaan GP2TT dan PIP

Kedelai.

2. Bimbingan dan Pembinaan Pengembangan Kedelai:

a) Bahan Bimbingan dan Pembinaan Pengembangan Kedelai

Tahun 2015;

b) Leaflet Budidaya Kedelai;

c) Buku Panduan Peningkatan Produksi Kedelai Bagi Petugas

Lapang;

d) Laporan Hasil Bimbingan dan Pembinaan Pengembangan

Kedelai Tahun 2015;

Page 27: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 19

3. Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Produktivitas dan

Produksi Kedelai:

a) Bahan Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Produktivitas

dan Produksi Kedelai Tahun 2015;

b) Laporan Hasil Monitoring dan Evaluasi Peningkatan

Produktivitas dan Produksi Kedelai Tahun 2015;

4. Pembinaan Aneka Kacang:

a) SOP Subdit Aneka Kacang:

b) Buku Database Aneka Kacang;

c) Bahan Pembinaan Aneka Kacang;

d) Leaflet Peningkatan Produksi Kacang Hijau Tahun

2015;

e) Laporan Hasil Pembinaan Aneka Kacang Tahun 2015.

5. Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Produktivitas dan

Produksi Kacang Hijau:

a) Bahan Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Produktivitas

dan Produksi Kacang Hijau;

b) Laporan Hasil Monitoring dan Evaluasi Peningkatan

Produktivitas dan Produksi Kacang Hija

6. Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Produktivitas dan

Produksi Kacang Tanah:

a) Bahan Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Produktivitas

dan Produksi Kacang Tanah 2015;

b) Leaflet Peningkatan Produksi Kacang Tanah Tahun 2015;

c) Laporan Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Produktivitas

dan Produksi Kacang Tanah 2015;

7. Sistem Pengendalian Intern (SPI) Direktorat Buakabi:

a) Pedoman Sistem Pengendalian Intern (SPI) Direktorat

Bukabi Tahun 2015;

b) Laporan Hasil Sistem Pengendalian Intern (SPI) Direktorat

Bukabi Tahun 2015.

Page 28: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

20 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

8. Bimbingan dan Pembinaan Pengembangan Budidaya Ubikayu:

a) SOP Subdit Ubikayu;

b) Bahan Bimbingan dan Pembinaan Pengembangan

Budidaya Ubikayu Tahun 2015;

c) Buku profil Ubikayu Dalam Rangka Menarik Investor;

d) Buku Pengembangan Budidaya Ubikayu;

e) Leaflet Peningkatan Produksi Ubikayu;

f) Laporan Hasil Bimbingan dan Pembinaan Pengembangan

Budidaya Ubikayu Tahun 2015.

9. Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Ubikayu:

- Laporan Hasil Monitoring dan Evaluasi Pengembangan

Ubikayu Tahun 2015;

10. Bimbingan dan Pembinaan Pengembangan Budidaya

Ubijalar:

a) Bahan Bimbingan dan Pembinaan Pengembangan

Budidaya Ubijalar Tahun 2015;

b) Buku Seri Agribisnis Ubijalar;

c) Laporan Hasil Bimbingan dan Pembinaan Pengembangan

Budidaya Ubijalar Tahun 2015;

d) Booklet Ubijalar;

11. Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Produktivitas Ubijalar:

a) SOP Subdit Aneka Umbi;

b) Bahan Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Produktivitas

Ubijalar 2015;

c) Laporan Hasil Monitoring dan Evaluasi Peningkatan

Produktivitas Ubijalar 2015.

12. Gerakan Pencanangan Tanam/Panen Akabi:

- Laporan Hasil Pencanangan Gerakan Tanam/Panen Akabi

Tahun 2015.

Page 29: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 21

13. Penilaian dan Penghargaan Petani/Kelompok Tani Kedelai

Berprestasi:

a) Tropi/Piala Petani/Kelompok Tani Kedelai Berprestasi;

b) Piagam Penghargaan Petani/Kelompok Tani Kedelai

Berprestasi.

14. FGD Aneka Kacang dan Umbi:

- Laporan Pelaksanaan FGD Aneka Umbi

15. Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kedelai melalui

GP-PTT dan PIP:

- Laporan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kedelai

melalui GP-PTT dan PIP

16. Evaluasi Pelaksanaan GP-PTT dan PAT-PIP Kedelai:

- Laporan Evaluasi Pelaksanaan GP-PTT dan PAT-PIP Kedelai

17. Bimbingan dan Pembinaan Dalam Rangka UPSUS Kedelai

2015:

- Laporan Hasil Bimbingan dan Pembinaan UPSUS

Pengembangan Kedelai

18. Workshop Optimalisasi Pengelolaan Mekanisasi Usahatani

Kedelai Dalam Rangka UPSUS:

- Laporan Workshop Optimalisasi Pengelolaan Mekanisasi

Usahatani Kedelai.

19. Workshop Penerapan Teknologi Budidaya Kedelai Dalam

Rangka UPSUS:

- Laporan Workshop Penerapan Teknologi Budidaya Kedelai

Dalam Rangka UPSUS.

20. Workshop Penerapan Teknologi Budidaya Kedelai:

- Laporan Wokshop Penerapan Teknologi Budidaya kedelai

Page 30: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

22 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

4) Laporan Evaluasi Kegiatan Pengembangan Aneka Kacang dan

Umbi:

1. Evaluasi Kegiatan Pengembangan Aneka Kacang dan Umbi

a) Laporan Bulanan Kegiatan Akabi 2015

b) Laporan Tahunan Kegiatan Aneka Kacang dan Umbi 2015

c) Laporan Akuntabilitas/LAKIP 2015

2. Kelengkapan Ruang Informasi dan Display Aneka Kacang dan

Umbi:

a) Pembuatan papan nama pusat promosi dan informasi

Akabi

b) Cetakan banner, brosur, poster, leaflet komoditas Akabi

c) Pengadaan contoh produk dan replika aneka kacang dan

umbi

3. Workshop Konsolidasi UPSUS Provinsi Jawa Barat & Workshop

Persiapan Rancangan Pengembangan Kedelai Teknologi

Budidaya Jenuh Air (BJA):

a) Workshop Konsolidasi UPSUS Provinsi Jawa Barat:

- Laporan Workshop Konsolidasi UPSUS Provinsi Jawa

Barat

b) Workshop Pengolahan Data dan Analisis Hasil Identifikasi:

- Laporan Workshop Pengolahan Data dan Analisis Hasil

Identifikasi

c) Workshop Pembahasan dan Penyusunan Laporan Hasil

Identifikasi:

- Laporan Workshop Pembahasan dan Penyusunan

Laporan Hasil Identifikasi.

5) Laporan Administrasi Ketatausahaan:

1. Laporan Keuangan

a) Laporan Tahunan Pelaksaanaan Anggaran

b) Laporan Bulanan Pelaksanaan Anggaran

c) Laporan Triwulan Pelaksanaan Anggaran

Page 31: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 23

2. Pembinaan Pengembangan Ketatausahaan:

a) Data SDM

b) SOP Tata Usaha

c) Pedoman Persuratan

3. Laporan Barang Dit. Buakabi:

- Data Inventaris Kantor

6) Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi:

- Pengadaan Alat Pengolah Data: Laptop, Dekstop dan Printer,

7) Peralatan dan Fasilitas Perkantoran:

- Pengadaan Peralatan Perkantoran: furnitur (rak, meja, kursi),

lemari arsip, mesin penghancur kertas, lemari tembok, sarana

jaringan WIFI internet, tangga aluminium, TV LED, CCTV,

papan tulis elektronik, AC, portable sound system, karpet

ruang ibadah, hardisk external, pompa air dan sarana

penyemprotan taman, kursi ruang rapat, papan tulis

(whiteboard), infokus.

Page 32: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

24 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

3.3 Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja

Pengukuran capaian indikator kinerja sasaran Direktorat

Budidaya Aneka Kacang dan Umbi adalah produksi, luas panen dan

produktivitas komoditas aneka kacang dan umbi (kedelai, kacang tanah,

kacang hijau, ubikayu, dan ubijalar). Hasil pengukuran terhadap sasaran

produksi kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu dan ubijalar

dikategorikan sangat berhasil, berhasil dan cukup berhasil. Data capaian

angka ramalan II 2015 komoditas aneka kacang dan umbi terhadap

sasaran 2015 dan angka tetap 2014 terlihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Capaian Komoditas Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2015

Absolut % ATAP Kategori Sasaran Kategori

1 2 3 4 5 (6) (7) 6 7 8 9

1 Kedelai

Luas Panen (Ha) 615,685 774,250 624,848 9,163 1.49 101.49 Sangat Berhasil 80.70 Berhasil

Produktivitas (Ku/Ha) 15.51 15.50 15.73 0.22 1.42 101.42 Sangat Berhasil 101.48 Sangat Berhasil

Produksi (Ton BK) 954,997 1,200,000 982,967 27,970 2.93 102.93 Sangat Berhasil 81.91 Berhasil

Kacang Tanah

Luas Panen (Ha) 499,338 526,050 460,157 -39,181 -7.85 92.15 Berhasil 87.47 Berhasil

Produktivitas (Ku/Ha) 12.79 14.12 13.26 0.47 3.67 103.67 Sangat Berhasil 93.91 Berhasil

Produksi (Ton BK) 638,896 742,750 610,337 -28,559 -4.47 95.53 Berhasil 82.17 Berhasil

Kacang Hijau

Luas Panen (Ha) 208,016 249,200 226,584 18,568 8.93 108.93 Sangat Berhasil 90.92 Berhasil

Produktivitas (Ku/Ha) 11.76 11.70 11.71 (0.05) (0.43) 99.57 Berhasil 100.09 Sangat Berhasil

Produksi (Ton BK) 244,589 291,550 265,416 20,827 8.52 108.52 Sangat Berhasil 91.04 Berhasil

Ubi Kayu

Luas Panen (Ha) 1,003,494 1,133,760 980,217 -23,277 -2.32 97.68 Berhasil 86.46 Berhasil

Produktivitas (Ku/Ha) 233.55 234.00 233.68 0.13 0.06 100.06 Sangat Berhasil 99.86 Berhasil

Produksi (Ton UB) 23,436,384 26,530,000 22,906,118 -530,266 -2.26 97.74 Berhasil 86.34 Berhasil

Ubi Jalar

Luas Panen (Ha) 156,758 179,685 139,237 -17,521 -11.18 88.82 Berhasil 77.49 Cukup Berhasil

Produktivitas (Ku/Ha) 152.00 147.48 159.37 7.37 4.85 104.85 Sangat Berhasil 108.06 Sangat Berhasil

Produksi (Ton UB) 2,386,729 2,650,000 2,218,992 -167,737 -7.03 92.97 Berhasil 83.74 Berhasil

No Uraian ATAP 2014Sasaran

2015ARAM II 2015

Peningkatan (5) : (3) % Pencapaian Terhadap

2.

3.

4.

5.

Keterangan : BK = Biji Kering; UB = Umbi Basah 1. Sangat berhasil (capaian > 100%)

2. Berhasil (Capaian 80 – 100%) 3. Cukup Berhasil (Capaian 60 – 79%)

4. Kurang Berhasil (Capaian < 60%)

Page 33: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 25

3.3.1. Produksi Kedelai

Produksi kedelai tahun 2015 (berdasarkan Angka Ramalan II BPS-RI)

mencapai 983 ribu ton biji kering. Bila dibandingkan dengan target 1,2 juta

ton mencapai 81,91% (berhasil) dan bila dibandingkan dengan produksi

tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 27 ribu ton (2,93%).

Tabel 6. Capaian Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Kedelai Tahun 2015

Rerata

11-15ATAP 2014

Target

2015

Produksi (000 Ton) 882 955 1,200 983 111.39 102.93 81.91

Luas Panen (000 Ha) 596 616 774 625 104.80 101.49 80.70

Produktivitas (Ku/Ha) 14.80 15.51 15.50 15.73 106.29 101.42 101.50

% Capaian 2015 terhadap

UraianRerata

11-15

ATAP

2014

Target

2015

Realisasi*

2015

Keterangan: * Realisasi tahun 2015 berdasarkan ARAM II BPS-RI

Bila dibandingkan dengan kebutuhan 2,521 juta ton, produksi kedelai tahun

2015 masih defisit sebesar 1.538 juta ton biji kering atau baru mencapai

indeks swasembada 38.98, secara rinci pada Tabel 7.

Tabel 7. Neraca Produksi dan Kebutuhan Kedelai Tahun 2015

(Absolut) (%)

Produksi kedelai (Ton BK) 954,997 982,967 27,970 2.93

Kebutuhan (Ton BK) 2,163,094 2,521,664 358,570 16.58

Surplus/Defisit (Ton BK) (1,208,097) (1,538,697) (330,600) 27.37

Indeks Swasembada (%) 44.15 38.98 (5.17) (11.71)

Selisih 2015*)2014Uraian

Keterangan: - Produksi kedelai tahun 2014 = ATAP, tahun 2015 = ARAM II BPS-RI

- Jumlah penduduk dari Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035, BPS - Tingkat konsumsi dari Susenas - Kebutuhan Industri NMB, diolah BKP - Tanpa memperhitungkan kebutuhan pakan dengan asumsi bungkil kedelai yang dimanfaatkan untuk pakan, 100% berasal dari impor.

Capaian produksi kedelai tahun 2015 (ARAM II) mengalami peningkatan dari

tahun 2014 meskipun belum mencapai target. Perkembangan produksi kedelai

selama periode tahun 2011-2015 menunjukan pertumbuhan yang positif,

Page 34: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

26 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

meningkat dari 851 ribu ton biji kering pada tahun 2011 menjadi 983 ribu ton

biji kering tahun 2015 atau rata-rata tumbuh sebesar 4,23% per tahun.

Namun pertumbuhannya berfluktuasi, meningkat cukup tajam pada periode

tahun 2015. Pada tahun 2011 sampai 2013 terjadi penurunan, hal ini

disebabkan pengaruh penurunan luas tanam/luas panen yang cukup

signifikan dari 851 ribu ha tahun 2011 menjadi 780 ribu ha pada tahun 2013.

Kemudian tahun 2015 produksi mengalami peningkatan yang cukup tajam

mencapai 983 ribu ton.

Tingginya capaian produksi kedelai tahun 2015 disebabkan antara lain:

Peningkatan luas panen terjadi karena adanya realisasi program Gerakan

Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) Kedelai, Perluasan Areal

Tanam (PAT) Kedelai, adanya pemanfaatan lahan hutan untuk pertanaman

kedelai, adanya jaminan harga dan dukungan pemerintah daerah.

1. GP-PTT Kedelai Tahun 2015

Kegiatan GP-PTT Kedelai 2015 pada areal seluas 350.000 ha di 29 provinsi

pada 213 kabupaten/Kota. Luas satu unit GP-PTT kedelai minimal sebesar

10 ha dan untuk memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut Pemerintah

memberikan bantuan berupa sarana produksi paket lengkap meliputi

benih, pupuk dan pestisida. Sedangkan untuk areal pasang surut di luar

pulau Jawa, diberikan juga tambahan berupa kapur pertanian.

Realisasi tanam pelaksanaan GP-PTT kedelai sampai bulan Februari 2016

mencapai 303.083 ha (86,60%), luas panen 228.343 ha, produktivitas

15,48 ku/ha dan produksi 353.529 ton. Adapun sisa kegiatan yang belum

dilaksanakan sampai akhir Desember 2015 seluas 5.808 ha dan

direncanakan tanam pada bulan Januari sampai Maret 2016. Realisasi

anggaran kegiatan GP-PTT kedelai sampai bulan Februari 2016 sebesar

Rp. 595.903.703.000,- baru mencapai 93,52% dari sasaran sebesar Rp.

637.209.980.000,-. Rendahnya realisasi pelaksanaan GP-PTT kedelai

disebabkan antara lain a) adanya pergeseran tanam akibat dari dampak

Page 35: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 27

perubahan iklim; dan b) keterbatasan benih kedelai bermutu di tingkat

lapang. Secara rinci pada Lampiran 4.

Tabel 8. Capaian Produktivitas GP-PTT Kedelai Tahun 2015

% Capaian

Sebelum*) Sesudah Sesudah Sesudah**)

Thd Thd Thd dibanding

Sasaran Sasaran Sebelum*) Sasaran

(1) (2) (3) (4) (5) = (3) : (2) (6) = (4) : (2) (7) = (4) : (3) (8) (9) (10) = (9) : (8)

29 Provinsi, 231 Kabupaten 17.00 15.51 15.48 91.24 91.06 99.81 15.50 15.73 101.48

Keterangan : *) = Angka Tetap BPS 2014

**) = Angka Ramalan II BPS 2015

% CapaianProduktivitas GP-PTT (Ku/Ha)

Uraian

Produktivitas Nasional

(Ku/Ha)

Sasaran Sebelum*) Sesudah Sasaran Sesudah**)

Capaian produktivitas GP-PTT kedelai tahun 2015 baru mencapai 91,06%

lebih rendah 8,94% dari sasaran, namun bila dibandingkan dengan

produktivitas pada tahun sebelumnya mengalami penurunan sebesar

0,19%. Untuk capaian produktivitas di luar GP-PTT lebih tinggi bila

dibanding sasaran (101,48%) seperti pada Tabel 8.

Belum tercapainya produktivitas kedelai di lokasi GP-PTT disebabkan

antara lain:

1. Belum semua komponen sarana produksi diterapkan sepenuhnya oleh

petani sesuai dengan teknologi anjuran;

2. Ketersediaan benih bermutu kedelai masih terbatas;

3. Terjadinya kekeringan yang merupakan dampak dari El Nino yang

mengakibatkan mundurnya rencana tanam kedelai pada bulan Juni

hingga Agustus yang merupakan puncak tanam kedelai dan mengalami

puso/kekeringan di beberapa daerah pelaksana kegiatan GP-PTT

kedelai seperti di Aceh, Jabar dan Sulawesi Selatan;

4. Masih rendahnya harga kedelai di tingkat petani yang mengakibatkan

dilakukannya panen muda.

Page 36: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

28 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

2. Perluasaan Areal Tanam Melalui Peningkatan Indeks Pertanaman

(PAT-PIP) Kedelai Tahun 2015

Kegiatan PAT-PIP kedelai tahun 2015 semula dialokasikan seluas 431.500

ha di revisi menjadi 303.658 ha. Kegiatan PAT-PIP terdiri dari PAT-PIP

melalui dana APBN Refocusing Ditjen Tanaman Pangan seluas 131.500 ha

dilaksanakan di 9 Provinsi pada 64 Kab./Kota dan PAT-PIP melalui dana

APBN-P 2015 Ditjen PSP seluas 172.158 ha dilaksanakan di 24 Provinsi

pada 159 Kab./Kota. Luas satu unit PAT-PIP kedelai minimal 10 ha dan

untuk memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut Pemerintah

memberikan bantuan berupa sarana produksi paket lengkap yang meliputi

benih, pupuk, pestisida dan komponen sarana produksi lainnya sesuai

spesifikasi lokasi.

Sampai dengan Januari 2016, realisasi tanam PAT-PIP kedelai Refocusing

seluas 110.657 ha (84,15%) dari sasaran 131.500 ha, sedangkan luas

panen telah terealisasi seluas 78.874 ha, produktivitas 15,19 ku/ha

dengan produksi 119.821 ton. Adapun sisa kegiatan yang belum

dilaksanakan sampai akhir Desember 2015 seluas 3.110 ha dan

direncanakan tanam pada bulan Januari sampai Maret 2016. Realisasi

bantuan sosial kegiatan PAT-PIP Refocusing mencapai 91,31% atau Rp

233.125.395.000,- dari alokasi sebesar Rp 255.323.750.000,-. Kegiatan

PAT-PIP kedelai APBN-P telah dilaksanakan seluas 115.366 ha (67,01%)

dari sasaran 172.158 ha dengan luas panen 36.060 ha, produktivitas

14,97 ku/ha dan produksi 53.976 ton. Adapun sisa kegiatan yang belum

dilaksanakan sampai akhir Desember 2015 seluas 9.215 ha dan

direncanakan tanam pada bulan Januari sampai Maret 2016. Realisasi

bantuan sosial kegiatan PAT-PIP APBN-P mencapai 82,39% atau Rp

280.700.346.000,- dari alokasi sebesar Rp 337.625.316.000,-. Rincian

sasaran dan realisasi PAT-PIP Refocusing dan APBN-P dapat dilihat pada

Lampiran 5 dan 6.

Page 37: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 29

Penyebab masih rendahnya realisasi tanam kegiatan PAT-PIP disebabkan

antara lain :

1. Adanya kebijakan petani tidak diperbolehkan menerima bantuan sosial

lebih dari satu kegiatan pada tahun anggaran yang sama.

2. Adanya pengaruh dari perubahan iklim (El Nino) yang menyebabkan

mundurnya tanam kedelai sehingga pelaksanaan kegiatan dilakukan

menunggu musim hujan.

3. Alih tanam ke komoditi pangan lain untuk menghindari tumpang tindih

lahan dengan kegiatan lain.

4. Keterbatasan benih bermutu kedelai di tingkat lapang.

5. Adanya aplikasi baru dalam pencairan bantuan sosial di KPPN yang

menyebabkan terhambatnya pencairan bantuan sosial akibat kesalahan

dokumen administrasi.

Capaian produktivitas PAT-PIP kedelai Refocusing menurun sebesar 2,06%

dari produktivitas tahun 2014 dan bila dibandingkan terhadap sasaran

produktivitas 2015 mencapai 101,27% atau melebihi sasaran yang

ditetapkan. Sedangkan produktivitas diluar PAT-PIP kedelai Refocusing

mencapai 101,48% (15,73 ku/ha) lebih tinggi dari sasaran produktivitas

sebesar 15,50 Ku/Ha. Secara rinci pada tabel 9 berikut.

Tabel 9. Capaian Produktivitas PAT-PIP Kedelai Refocusing Tahun 2015

% Capaian

Sebelum*) Sesudah Sesudah Sesudah**)

Thd Thd Thd dibanding

Sasaran Sasaran Sebelum*) Sasaran

(1) (2) (3) (4) (5) = (3) : (2) (6) = (4) : (2) (7) = (4) : (3) (8) (9) (10) = (9) : (8)

9 Provinsi, 63 Kab/Kota 15.00 15.51 15.19 103.40 101.27 97.94 15.50 15.73 101.48

Keterangan : *) = Angka Tetap BPS 2014

**) = Angka Ramalan II BPS 2015

Uraian

Produktivitas PAT-PIP Refocusing

(Ku/Ha)% Capaian

Produktivitas diluar PAT-

PIP Refocusing (Ku/Ha)

Sasaran Sebelum*) Sesudah Sasaran Sesudah**)

Page 38: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

30 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Capaian produktivitas PAT-PIP kedelai APBN P menurun sebesar 3,48% dari

produktivitas tahun 2014 dan bila dibandingkan terhadap sasaran

produktivitas 2015 mencapai 99,80% atau kurang dari sasaran yang

ditetapkan. Sedangkan produktivitas diluar PAT-PIP kedelai APBN-P

mencapai 101,48% (15,73 ku/ha) lebih tinggi dari sasaran produktivitas

sebesar 15,50 Ku/Ha. Secara rinci pada tabel 10 berikut.

Tabel 10. Capaian Produktivitas PAT-PIP Kedelai APBN-P Tahun 2015

% Capaian

Sebelum*) Sesudah Sesudah Sesudah**)

Thd Thd Thd dibanding

Sasaran Sasaran Sebelum*) Sasaran

(1) (2) (3) (4) (5) = (3) : (2) (6) = (4) : (2) (7) = (4) : (3) (8) (9) (10) = (9) : (8)

25 Provinsi, 156 Kab/Kota 15.00 15.51 14.97 103.40 99.80 96.52 15.50 15.73 101.48

Keterangan : *) = Angka Tetap BPS 2014

**) = Angka Ramalan II BPS 2015

Uraian

Produktivitas PAT-PIP APBN-P

(Ku/Ha)% Capaian

Produktivitas diluar PAT-

PIP APBN-P (Ku/Ha)

Sasaran Sebelum*) Sesudah Sasaran Sesudah**)

3.3.2 Produksi Kacang Tanah

Produksi kacang tanah tahun 2015 (ARAM II) sebesar 610 ribu ton biji kering

atau mencapai 82,17% dari target 743 ribu ton biji kering (berhasil). Bila

dibandingkan dengan produksi tahun 2014, produksi kacang tanah tahun

2015 menurun sebesar 4,47%, dibandingkan rerata produksi lima tahun

terakhir (2011-2015) mengalami penurunan 17,83%. Sedangkan bila

dibandingkan dengan target produksi tahun 2015 sebesar 743 ribu ton biji

kering, produksi kacang tanah tahun 2015 (ARAM II) mencapai 82,17%.

Secara rinci dapat dilihat pada tabel 11.

Page 39: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 31

Tabel 11. Capaian Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Kacang Tanah

Tahun 2015

Rerata

10-14

ATAP

2014

Target

2015

Produksi (000 Ton) 671 639 743 610 90.96 95.53 82.17

Luas Panen (000 Ha) 516 499 526 460 89.26 92.15 87.47

Produktivitas (Ku/Ha) 13.02 12.79 14.12 13.26 101.90 103.66 93.94

% Capaian 2015 terhadap

UraianRerata

11-15

ATAP

2014

Target

2015

Realisasi

2015*)

Keterangan: *) Realisasi tahun 2015 berdasarkan ARAM II BPS-RI

Perkembangan produksi kacang tanah selama periode tahun 2011-2015

cenderung berfluktuasi dan mengalami penurunan, dari 691 ribu ton biji

kering tahun 2011 menjadi 610 ribu ton biji kering tahun 2015 atau turun

rata-rata 2,97% per tahun.

Pada periode 2011-2012 produksi kacang tanah cenderung meningkat, dari

691 ribu ton biji kering pada tahun 2011, naik menjadi 713 ribu ton biji kering

pada tahun 2012. Namun pada periode 2013-2015 produksi kacang tanah

cenderung menurun, dari 702 ribu ton biji kering tahun 2013 menjadi 610 ribu

ton biji kering tahun 2015. Menurunnya produksi kacang tanah pada tiga

tahun terakhir (2013-2015) dibanding periode sebelumnya antara lain

disebabkan berkurangnya dukungan fasilitasi kegiatan dan anggaran APBN,

penerapan teknologi budidaya yang belum optimal, serta masih terbatasnya

penanganan panen dan pascapanen.

Penurunan produksi kacang tanah tahun 2015 terutama disebabkan

menurunnya luas panen sebesar 39.181 ha (7,85%) dari 499.338 ha pada

tahun 2014 menjadi 460.157 ha pada tahun 2015. Walaupun produktivitas

mengalami peningkatan sebesar 0.47 ku/ha (3,67%) dari 12,79 ku/ha pada

tahun 2014 menjadi 13,26 ku/ha pada tahun 2015. Menurunnya luas panen

disebabkan oleh kondisi cuaca yang kurang mendukung saat pemolongan,

terbatasnya penggunaan benih varietas unggul, adanya serangan hama di

beberapa daerah, terjadinya alih komoditi yang lebih menguntungkan seperti

hortikultura dan jagung serta kurangnya minat petani menanam kacang tanah

karena harga yang kurang stabil.

Page 40: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

32 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

3.3.3 Produksi Kacang Hijau

Produksi kacang hijau tahun 2015 (ARAM II) sebesar 265 ribu ton biji kering

atau mencapai 91,04% dari target 292 ribu ton biji kering (berhasil). Bila

dibandingkan dengan produksi tahun 2014 dan rerata lima tahun terakhir

(2011-2015), produksi kacang hijau tahun 2015 mengalami peningkatan

sebesar 8,52% dari tahun 2014 dan turun 0,98% terhadap rerata lima tahun

terakhir. Sedangkan bila dibandingkan dengan target produksi tahun 2015

sebesar 292 ribu ton biji kering, produksi kacang hijau tahun 2015 (ARAM II)

telah mencapai 91,04%.

Tabel 12. Capaian Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Kacang Hijau Tahun 2015

Rerata

10-14

ATAP

2014

Target

2015

Produksi (000 Ton) 268 245 292 265 99.02 108.52 91.04

Luas Panen (000 Ha) 232 208 249 227 97.75 108.93 90.92

Produktivitas (Ku/Ha) 11.56 11.76 11.70 11.71 101.29 99.62 100.12

% Capaian 2015 terhadap

UraianRerata

11-15

ATAP

2014

Target

2015

Realisasi

2015*)

Keterangan: *) Realisasi tahun 2014 berdasarkan ARAM II BPS-RI

Perkembangan produksi kacang hijau selama periode tahun 2011-2015

berfluktuasi dan cenderung mengalami penurunan dari 341 ribu ton biji kering

tahun 2011 menjadi 265 ribu ton biji kering tahun 2015 atau turun rata-rata

4,18% per tahun. Pada periode tahun 2012-2013 produksi kacang hijau

cenderung menurun, 284 ribu ton biji kering pada tahun 2012 turun menjadi

205 ribu ton biji kering pada tahun 2013. Namun pada periode tahun 2014-

2015 produksi kacang hijau mengalami peningkatan dari 245 ribu ton biji

kering pada tahun 2014 menjadi 265 ribu ton biji kering pada tahun 2015.

Peningkatan capaian produksi kacang hijau tahun 2015 disebabkan oleh

meningkatnya luas panen yang cukup luas mencapai 18.568 ha (8,93%) dari

208.016 ha pada tahun 2014 menjadi 226.584 ha pada tahun 2015.

Meningkatnya luas panen kacang hijau disebabkan oleh kondisi cuaca yang

mendukung saat pemolongan, penggunaan benih varietas unggul serta harga

yang bagus mendorong minat petani menanam kacang hijau dengan

menerapkan teknologi budidaya sesuai anjuran.

Page 41: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 33

3.3.4 Produksi Ubikayu

Produksi ubi kayu tahun 2015 (ARAM II) sebesar 22,91 juta ton umbi basah

atau mencapai 86,34% dari target 26,53 juta ton umbi basah (berhasil). Bila

dibandingkan dengan produksi tahun 2014 mengalami penurunan sebesar

2,26%, dan bila dibandingkan terhadap rerata lima tahun terakhir (2011-

2015) menurun sebesar 3,35%. Sedangkan bila dibandingkan dengan target

produksi tahun 2015 sebesar 26,53 juta ton umbi basah, produksi ubi kayu

tahun 2015 (ARAM II) telah mencapai 86,34%.

Tabel 13. Capaian Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Ubikayu Tahun

2015

Rerata

10-14

ATAP

2014

Target

2015

Produksi (000 Ton) 23,700 23,436 26,530 22,906 96.65 97.74 86.34

Luas Panen (000 Ha) 1,073 1,003 1,134 980 91.37 97.68 86.46

Produktivitas (Ku/Ha) 220.93 233.55 234 233.68 105.78 100.06 99.86

% Capaian 2015 terhadap

UraianRerata

11-15

ATAP

2014

Target

2015

Realisasi

2015*)

Keterangan: *) Realisasi tahun 2015 berdasarkan ARAM II BPS-RI

Perkembangan produksi ubikayu selama periode tahun 2011-2015 berfluktuasi

dan cenderung mengalami penurunan dari 24,04 juta ton umbi basah tahun

2011 menjadi 22,91 juta ton umbi basah tahun 2015 atau turun rata-rata

1,20% per tahun. Pada periode tahun 2013-2015 produksi ubikayu cenderung

menurun, 23,94 juta ton umbi basah pada tahun 2013 turun menjadi 22,91

juta ton umbi basah pada tahun 2015.

Menurunnya capaian produksi ubikayu tahun 2015 disebabkan oleh

menurunnya luas panen seluas 23.277 ha (2,32%) dari 1.18 juta ha tahun

2011 menjadi 0.98 juta ha tahun 2015 yang antara lain disebabkan pengaruh

dari perubahan iklim (El Nino) yang menyebabkan mundurnya rencana tanam

ubikayu sehingga pelaksanaan kegiatan dilakukan menunggu musim hujan

dan terjadinya alih komoditi yang lebih menguntungkan seperti jagung dan

komoditi perkebunan lainnya.

Dalam upaya peningkatan produksi ubikayu tahun 2015 sebesar 26,530 juta

ton (umbi basah), ditempuh melalui peningkatan produktivitas pada areal

tanam yang selama ini telah terbiasa melakukan budidaya ubikayu, serta

Page 42: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

34 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

perluasan areal tanam yang diarahkan pada pengembangan, kemitraan dan

pemanfaatan lahan (perkebunan, kehutanan, dll). Dukungan kegiatan

pengelolaan produksi ubikayu sebagai salah satu upaya meningkatkan

produksi dilaksanakan melalui kegiatan Gerakan Penerapan Pengelolaan

Tanaman Terpadu (GP-PTT) dialokasikan seluas 3.000 ha dilaksanakan di 6

Provinsi dan 9 Kabupaten dengan sumber dana dari APBN-P 2015. Luas satu

unit GP-PTT ubikayu minimal seluas 25 ha. Untuk memfasilitasi pelaksanaan

kegiatan ini, pemerintah memberikan bantuan dalam bentuk dana bansos

untuk keperluan pemenuhan pupuk anorganik (Urea, NPK dan SP-36)

bersubsidi yang pembeliannya melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok

(RDKK) sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain pupuk anorganik

diatas, dana bansos tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pembelian

pupuk organik dan pestisida/herbisida.

Bantuan sarana produksi kegiatan GP-PTT, diberikan langsung kepada

kelompok tani peserta GP-PTT dalam bentuk transfer uang, dengan nilai uang

sebesar Rp. 3.000.000,- per hektar. Jenis komponen sarana produksi bansos

GP-PTT ubikayu per hektar: pupuk urea 300 kg; pupuk SP36 150 kg; pupuk

NPK 300 kg; pestisida/herbisida 1pkt; pupuk organik 2.500kg. Sampai dengan

Desember 2015, realisasi tanam kegiatan GP-PTT ubikayu sebesar 3.064 ha

(102,13%) dari sasaran sebesar 3.000 ha, sedangkan realisasi bantuan sosial

telah mencapai 99,10% atau Rp 8.918.740.000,-, selengkapnya dapat dilihat

pada Tabel 14 berikut dan secara rinci dapat dilihat pada Lampiran 8.

Page 43: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 35

Tabel 14. Sasaran dan Realisasi GP-PTT Ubikayu Tahun 2015

No Uraian Sasaran Realisasi Capaian (%)

1 Luas Tanam (Ha) 3,000 3,064 102.13

2 Bansos (Rp. 000) 9,000,000 8,918,740 99.10 Keterangan: Panen ubikayu berkisar 10-11 bulan

3.3.5 Produksi Ubijalar

Produksi ubi jalar tahun 2015 (ARAM II) sebesar 2.218.992 ton umbi basah

atau mencapai 83,74% dari target 2.650.000 ton umbi basah (berhasil).

Dibandingkan dengan produksi tahun 2014 mengalami penurunan sebesar

163.666 ton (0,17%) dari 2.382.658 ton menjadi 2.218.992 ton pada tahun

2015. Terhadap rerata lima tahun terakhir (2011-2015) juga mengalami

penurunan sebesar 114.582 ton (4,91%). Dan bila dibandingkan dengan

target produksi tahun 2015 sebesar 2.650.000 ton umbi basah, produksi

ubijalar tahun 2015 (ARAM II) baru mencapai 83,74%.

Tabel 15. Capaian Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Ubijalar Tahun

2015

Rerata

10-14

ATAP

2014

Target

2015

Produksi (000 Ton) 2,334 2,383 2,650 2,219 95.09 93.13 83.74

Luas Panen (000 Ha) 163 157 180 139 85.50 88.82 77.49

Produktivitas (Ku/Ha) 143.29 152 147.48 159.37 111.22 104.85 108.06

% Capaian 2015 terhadap

UraianRerata

11-15ATAP 2014 Target 2015

Realisasi

2015*)

Keterangan: *) Realisasi tahun 2015 berdasarkan ARAM II BPS-RI

Perkembangan produksi ubi jalar selama periode lima tahun terakhir (2011-

2015) mengalami trend pertumbuhan positif dari 2.196.033 ton umbi basah

tahun 2011 menjadi 2.218.992 ton umbi basah tahun 2015 atau tumbuh rata-

rata 0,54% per tahun.

Belum tercapainya produksi ubijalar tahun 2015 disebabkan oleh menurunnya

luas panen yang cukup signifikan seluas 17.521 ha (11,18%) dari 156.758 ha

tahun 2014 menjadi 139.237 ha tahun 2015 yang antara lain berkurangnya

dukungan fasilitasi kegiatan dan anggaran APBN, alih fungsi lahan ke

komoditas perkebunan dan pertambangan, berkurangnya minat petani

Page 44: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

36 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

menanam ubijalar dan harga ubi jalar kurang menjanjikan. Namun demikian,

produktivitas ubijalar meningkat sebesar 7,37 ku/ha (4,85%) dari 152 ku/ha

tahun 2014 menjadi 159,37 ku/ha tahun 2015 yang disebabkan oleh

pemanfaatan teknologi budidaya ubijalar yang sudah diterapkan di beberapa

daerah sentra produksi ubijalar.

3.4 Akuntabilitas Keuangan

Pada tahun 2015 Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi

mengelola APBN sektoral (BA.018) sebesar Rp. 957.500.205.000,- yang

dilaksanakan melalui Program Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang

dan Umbi. Anggaran tersebut dialokasikan pada satker pusat dan daerah

dengan rincian: 1) Satker Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Pusat

Rp. 13.659.855.000,- secara rinci dapat dilihat pada Lampiran 9 dan 2) Dana

Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan pada satker Dinas Pertanian Tanaman

Pangan Provinsi dan satker Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Rp.

943.840.350.000,-. Realisasi kegiatan APBN sektoral (BA.018) TA. 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi pada Lampiran 10, 11 dan 12.

a. Akuntabilitas keuangan kegiatan pengelolaan produksi tanaman aneka

kacang dan umbi, dengan realisasi anggaran pada kegiatan :

Realisasi kegiatan GP-PTT kedelai sebesar Rp 596.808.545.000,-

(93,66%) dari total anggaran sebesar Rp. 637.230.500.000,-

Realisasi kegiatan Perluasan Areal Tanam melalui peningkatan Indeks

Pertanaman (PAT-PIP) kedelai refocusing sebesar Rp.

237.655.819.000,- (93,45%) dari total anggaran sebesar Rp.

254.321.000.000,-

Realisasi kegiatan Perluasan Areal Tanam melalui peningkatan Indeks

Pertanaman (PAT-PIP) kedelai APBN-P sebesar Rp. 299.998.335.000,-

(88,88%) dari total anggaran sebesar Rp. 346.042.003.000,-

Realisasi kegiatan pengembangan ubikayu sebesar Rp. 8.918.740.000,-

(99,10%) dari total anggaran sebesar Rp. 9.000.000.000,-

Page 45: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 37

Realisasi kegiatan pendampingan peningkatan produksi kerjasama

dengan perguruan tinggi sebesar Rp. 600.000.000,- (80%) dari total

anggaran Rp. 750.000.000,-

Realisasi kegiatan koordinasi kemitraan, pemantapan dan evaluasi

pengembangan aneka kacang dan umbi sebesar Rp. 2.300.000.000,-

(87.62%) dari total anggaran Rp. 2.625.000.000,-

Realisasi kegiatan gerakan tanam/panen kedelai bersama TNI-AD di

provinsi sebesar Rp. 600.000.000,- (100%) dari total anggaran Rp.

600.000.000,-

Realisasi kegiatan pembinaan dan pendampingan PAT-PIP kedelai

sebesar Rp. 7.214.717.000,- (68,62%) dari total anggaran Rp.

10.514.000.000,-

Realisasi kegiatan bantuan teknologi penyimpanan kedelai (plastik

hermetik) sebesar Rp. 900.000.000,- (75%) dari total anggaran Rp.

1.200.000.000,-

Realisasi kegiatan gerakan pengembangan kawasan kedelai di

kabupaten sebesar Rp. 1.787.234.000,- (37,88%) dari total anggaran

Rp. 4.718.700.000,-

Realisasi kegiatan ubinan kedelai sebesar Rp. 1.108.811.000,-

(63,97%) dari total anggaran Rp. 1.733.400.000,-

Realisasi kegiatan pendampingan, pengawalan, pembinaan dan

monitoring evaluasi aneka kacang dan umbi (pusat dan daerah)

sebesar Rp. 11.292.912.000,- (33,41%) dari total anggaran Rp.

33.804.855.000,-

b. Akuntabilitas keuangan kegiatan pengelolaan produksi tanaman aneka

kacang dan umbi di Satker Pusat, dengan realisasi anggaran pada

kegiatan:

Rancangan Pengembangan Budidaya Aneka Kacang dan Umbi total

anggaran Rp. 300.500.000,- realisasi Rp. 291.981.510,- (97,17%).

Page 46: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

38 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Budidaya Aneka Kacang dan

Umbi total anggaran Rp. 201.272.000,- realisasi sebesar

Rp. 149.308.000,- (74,18%).

Laporan Pengelolaan Produksi Aneka Kacang dan Umbi total anggaran

Rp. 9.554.677.000,- realisasi sebesar Rp. 7.801.851.183,- (81,65%)

Laporan Evaluasi Kegiatan Pengembangan Aneka Kacang dan Umbi

total anggaran Rp. 2.111.420.000,- realisasi sebesar Rp.

1.451.394.509,- (68,74%)

Laporan Administrasi Ketatausahaan total anggaran Rp.462.236.000,-

realisasi sebesar Rp. 279.983.236,- (60,57%)

Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi total anggaran sebesar

Rp. 357.000.000,- realisasi Rp. 353.066.900,- (98,90%)

Peralatan dan Fasilitas Perkantoran total anggaran Rp. 672.750.000,

realisasi sebesar Rp. 590.054.050,- (87,71%)

3.5 Hambatan dan Kendala

Permasalahan dan upaya yang dihadapi oleh Direktorat Budidaya

Aneka Kacang dan Umbi dalam melaksanakan kegiatan pembangunan

pengelolaan aneka kacang dan umbi antara lain :

Aspek Produksi :

1. Komponen sarana produksi yang sesuai dengan anjuran belum

diterapkan sepenuhnya oleh petani;

2. Ketersediaan benih bermutu kedelai masih terbatas;

3. Terjadinya kekeringan dampak dari El Nino yang menyebabkan

mundurnya rencana tanam kedelai pada bulan Juni hingga Agustus

yang merupakan puncak tanam kedelai, serta mengalami puso

akibat kekeringan di beberapa daerah pelaksana kegiatan GP-PTT

kedelai seperti di Aceh, Jabar dan Sulawesi Selatan;

4. Masih rendahnya harga kedelai di tingkat produsen sehingga

mengakibatkan panen muda.

Page 47: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 39

5. Adanya alih tanam ke komoditi pangan lain untuk menghindari

tumpang tindih penggunaan lahan;

6. Terbatasnya produsen benih skala besar, yang baru dikembangkan

skala kecil/penangkar, sehingga penggunaan benih unggul bermutu

masih rendah yang mengakibatkan produksi belum mencapai potensi

hasil dan

7. Pelaporan dari daerah sering terlambat bahkan ada beberapa daerah

yang tidak/belum melaporkan pelaksanaan kegiatan.

Aspek serapan anggaran :

Masih rendahnya realisasi serapan anggaran disebabkan :

1. Adanya kebijakan petani yang tidak diperbolehkan menerima bantuan

sosial lebih dari satu kegiatan pada tahun anggaran yang sama.

2. Adanya aplikasi baru dalam pencairan bantuan sosial di KPPN yang

menyebabkan terhambatnya pencairan bantuan sosial akibat

kesalahan dokumen administrasi.

Aspek ketatausahaan :

1. Kekurangan sumber daya manusia/SDM, terutama pada operator

komputer, pengetik, pramu utus dan tenaga kebersihan.

2. Kendaraan operasional sudah tidak layak pakai dan mengalami

kerusakan baik kendaraan roda 2 maupun roda 4.

3. Diperlukan perbaikan sarana dan prasarana penunjang seperti daya

listrik, AC ruangan yang nyaman dan air bersih.

Page 48: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

40 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

3.6 Upaya dan Tindak Lanjut

Upaya pemecahan masalah yang telah dilakukan adalah :

Aspek Produksi :

1. Melakukan koordinasi dengan produsen dan penangkar benih dalam

penyediaan dan penyaluran benih.

2. Memantapkan persiapan pelaksanaan kegiatan aneka kacang dan

umbi di tingkat kelompok tani, Dinas Pertanian Kabupaten, Provinsi,

Pusat dan stakeholder yang terkait.

3. Mengoptimalkan pemanfaatan lahan, bekerjasama dengan

perkebunan dan kehutanan dalam memanfaatkan lahan untuk

meningkatkan indeks pertanaman, sehingga meningkatkan produksi.

4. Meningkatkan peran penyuluh di tingkat petani agar mempercepat

adopsi teknologi oleh petani.

5. Ditetapkannya kebijakan program stabilisasi harga kedelai (SHK),

sehingga harga pembelian petani dan harga penjualan untuk

pengrajin tahu/tempe.

6. Mengembangkan pola pendirian BUMD/Badan Usaha Milik Daerah

bersama dengan petani, koperasi, investor, perbankan dan

stakeholder lainnya menjadi shareholder.

7. Dalam menetapkan sasaran komoditas aneka kacang dan umbi ke

depan harus mempertimbangkan hasil capaian produksi dan

produktivitas tahun sebelumnya.

8. Meningkatkan sosialisasi, bimbingan dan pendampingan terhadap

upaya-upaya efisiensi usahatani dalam peningkatan

produktivitas/produksi aneka kacang dan umbi, khususnya pada

daerah-daerah sentra produksi dalam upaya peningkatan daya saing.

9. Perbaikan infrastruktur jaringan pemasaran, akses sistem informasi

harga dan pemasaran yang akurat dan mudah didapat,

mempercepaat pengembangan agribisnis pola kemitraan dengan

stakeholder terkait.

10. Mendorong konsistensi daerah untuk melaporkan pelaksanaan

kegiatan secara rutin.

Page 49: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 41

Aspek Ketatausahaan :

1. Mengoptimalkan kinerja SDM.

2. Penambahan sarana kerja berupa komputer dan meningkatkan

kapasitas komputer sesuai perkembangan teknologi,

3. Penggantian pendingin ruangan (AC) yang tidak layak pakai.

4. Penambahan kendaraan operasional dalam menunjang kelancaran

kerja Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi.

5. Mengoptimalkan pengoperasian mesin diesel

6. Mengoptimalkan pengoperasian mesin fotocopy, mesin fax dan

telepon.

Page 50: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

42 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

BAB IV. PENUTUP

Kinerja Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi pada tahun 2015,

ukuran keberhasilan pencapaian sasaran kinerja kegiatan utamanya termasuk

sangat berhasil, berhasil, dan cukup berhasil. Indikator kinerja kegiatan yang

tergolong sangat berhasil adalah GP-PTT Ubikayu (102,13%), kegiatan yang

berhasil adalah GP-PTT Kedelai (86,55%) dan PAT-PIP Refocusing Kedelai

(84,15%) dan kegiatan yang cukup berhasil adalah PAT-PIP APBN-P kedelai

(66,17%). Untuk kegiatan GP-PTT, PAT-PIP Refocusing dan PAT-PIP APBN-P

kedelai masih ada sisa kegiatan yang belum dilaksanakan sampai akhir

Desember 2015 masing-masing seluas 5.808 ha, 3.110 ha dan 9.215 ha. Sisa

kegiatan tersebut direncanakan tanam pada bulan Januari sampai Maret 2016.

Kriteria ukuran keberhasilan peningkatan jumlah produksi aneka kacang

dan umbi tahun 2015 atas dasar Angka Ramalan II (ARAM II) BPS tergolong

Berhasil. Indikator kinerja peningkatan jumlah produksi aneka kacang dan

umbi tahun 2015 yang tergolong berhasil yaitu realisasi produksi kedelai

982.967 ton (81,91%), kacang tanah 610.337 ton (82,17%), kacang hijau

265.416 ton (91,04%), ubikayu 22.906.118 ton (86,34%) dan ubijalar

2.218.992 ton (83,74%).

Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi mengelola APBN sektoral

(BA.018) tahun 2015 sebesar Rp. 957.500.205.000,- yang dilaksanakan

melalui Program Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

terealisasi sebesar Rp. 887.403.617.026,- (92,68%). Anggaran tersebut

dialokasikan pada satker pusat dan daerah dengan rincian 1) Satker Dit.

BuAkabi Pusat Rp. 13.659.855.000,- 2) Dana Dekonsentrasi dan Tugas

Pembantuan pada satker Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi dan

satker Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Rp. 943.840.350.000,-.

Page 51: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 43

L A M P I R A N

Lampiran 1

Page 52: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

44 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Struktur Organisasi

Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi

Page 53: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 45

Lampiran 2

Penyebaran Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Tingkat Pendidikan pada Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2015

1 Direktur 1 - - - - - 1

2 Subdit kedelai - 3 7 - 2 - 12

3 Subdit Aneka Kacang 1 1 6 - - - 8

4 Subdit Ubikayu - 2 5 1 1 - 9

5 Subdit Aneka Umbi - 3 3 - 2 1 9

6 Sub Bagian Tata Usaha - 1 5 3 7 2 18

Jumlah 2 10 26 4 12 3 57

JumlahNo Unit Kerja S3 S2 S1 D3 SLTASLTP/

SD

Page 54: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

46 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Lampiran 3

Page 55: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 47

Lanjutan Lampiran 3

Page 56: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

48 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Lampiran 4

Sasaran dan Realisasi GP-PTT Kedelai Tahun 2015

Panen Produktivitas Produksi

(Ha) % (Ha) (Ku/Ha) (Ton)

1 ACEH 45,000 35,333 78.52 22,515 13.74 30,926

1 Kab. Aceh Besar 500 500 100.00 495 12.49 618

2 Kab. Aceh Selatan 1,500 1,500 100.00 970 16.35 1,285

3 Kab. Aceh Tengah 500 500 100.00 460 20.00 920

4 Kab. Aceh Timur 8,000 7,980 99.75 3,412 12.39 4,227

5 Kab. Aceh Utara 13,500 11,480 85.04 5,543 11.34 6,288

6 Kab. Bireuen 6,000 5,645 94.08 5,453 15.99 8,717

7 Kab. Aceh Pidie 3,000 2,311 77.03 2,046 13.80 2,824

8 Kab. Aceh Barat Daya 500 328 65.60

9 Kab. Aceh Jaya 2,000 1,100 55.00 891 12.02 1,071

10 Kab. Aceh Tamiang 6,000 2,870 47.83 2,267 16.62 3,767

11 Kab. Pidie Jaya 3,500 1,118.50 31.96 978 12.36 1,208

2 SUMATERA UTARA 1,700 1,700 100.00 1,531 13.83 2,117

1 Kab. Deli Serdang 250 250 100.00 250 25.00 625

2 Kab. Langkat 250 250 100.00 238 14.82 353

3 Kab. Tapanuli Selatan 200 200 100.00 200 14.15 283

4 Kab. Padang Lawas 500 500 100.00 343 9.02 309

5 Kab Padang Lawas Utara 500 500 100.00 500 10.95 547

3 RIAU 2,200 1,895 86.14 515 17.08 879.80

1 Kab. Kampar 500 270 54.00

2 Kab. Rokan Hilir 1,500 1,425 95.00 315 20.00 630

3 Kab. Rokan Hulu 200 200 100.00 200 12.49 249.80

4 JAMBI 5,000 4,537 90.74 3,077 12.43 3,824

1 Kab. Batanghari 250 233 93.20 195 11.61 226

2 Kab. Bungo 500 500 100.00 430 16.00 517

3 Kab. Kerinci 500 314 62.80 135 14.00 189

4 Kab. Merangin 500 430 86.00 251 15.00 378

5 Kab. Muaro Jambi 250 60 24.00 60 15.00 90

6 Kab. Sarolangun 500 500 100.00 225 11.00 248

7 Kab. Tj. Jabung Timur 500 500 100.00 500 14.00 700

8 Kab. Tebo 2,000 2,000 100.00 1,281 11.00 1,476

5 SUMSEL 10,250 7,892 77.00 5,619 12.82 7,202.27

1 Kab. Lahat 1,000 1,000 100.00 965 18.84 1,818

2 Kab. Musi Banyuasin 1,500 1,375 91.67 855 5.75 490

3 Kab. Musi Rawas 1,000 1,000 100.00 1,000 14.50 1,447

4 Kab. Muara Enim 500 100 20.00 92 8.84 81

5 Kab. Ogan Komering Ilir 2,000 373 18.65

6 Kab. Ogan Komering Ulu 1,000 1,000 100.00 640 16.95 1,085

7 Kab. Banyuasin 1,500 1,500 100.00 1,460 13.75 2,008

8 Kab. OKU Timur 1,000 1,000 100.00 370 10.10 218

9 Kab. Ogan Ilir 250 124 49.60

10 Kab. Empat Lawang 400 320 80.00 222 1.99 44

11 Kota Pagar Alam 100 100 100.00 15 8.20 12

Luas

Tanam

(Ha)

Tanam (Ha) NO.

PROVINSI &

KABUPATEN/KOTA

SASARAN REALISASI

Page 57: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 49

Lanjutan Lampiran 4

Panen Produktivitas Produksi

(Ha) % (Ha) (Ku/Ha) (Ton)

6 BENGKULU 8,000 5,473 68.42 3,724 10.59 3,946

1 Kab. Bengkulu Selatan 1,000 759 75.90 83 2.79 23.16

2 Kab. Bengkulu Utara 1,500 763 50.88 269 8.00 214.90

3 Kab. Rejang Lebong 1,000 1,000 100.00 1,000 11.00 1,100

4 Kab. Kaur 500 500 100.00 466 9.00 401

5 Kab. Seluma 1,000 1,000 100.00 990 11.67 1,155

6 Kab. Muko-muko 1,000 500 50.00 355 10.25 364

7 Kab. Kepahiang 500 500 100.00 500 12.00 600

8 Kab Bengkulu Tengah 500 220 44.00 62 14.15 87

9 Kab. Lebong 1,000 231 23.10

7 LAMPUNG 9,550 7,854 82.24 5,376 10.82 5,816

1 Kab. Lampung Barat 350 350 100.00 350 9.50 334

2 Kab. Lampung Selatan 1,000 1,000 100.00 1,000 10.00 1,000

3 Kab. Lampung Tengah 1,500 1,044 69.60 815 12.11 987

4 Kab. Lampung Utara 500 350 70.00 178 4.52 80

5 Kab. Lampung Timur 1,000 1,000 100.00 904 11.00 995

6 Kab. Tanggamus 1,000 807 80.70 807 11.93 963

7 Kab. Tulang Bawang 2,500 1,791 71.64 637 13.22 840

8 Kab. Way Kanan 500 490 98.00

9 Kab. Mesuji 250 250 100.00 250 11.00 275

10 Kab. Pringsewu 700 522 74.57 228 14.00 167

11 Kab. Pesisir Barat 250 250 100.00 207 8.24 176

8 JABAR 43,750 36,678 83.84 31,105 16.57 51,534

1 Kab. Ciamis 5,000 1,790 35.80 1,172 12.22 1,433

2 Kab. Cianjur 10,000 8,170 81.70 5,820 14.45 8,410

3 Kab. Cirebon 500 231 46.20 231 13.60 314

4 Kab. Garut 2,000 2,000 100.00 1,885 15.97 3,010

5 Kab. Indramayu 11,500 11,500 100.00 10,016 18.12 18,153

6 Kab. Karawang 1,000 1,000 100.00 1,000 13.03 1,303

7 Kab. Kuningan 500 460 92.00 410 19.66 806

8 Kab. Majalengka 2,500 1,912 76.48 1,912 15.23 2,912

9 Kab. Subang 1,000 90 9.00 75 12.10 91

10 Kab. Sumedang 1,000 950 95.00 875 16.91 1,480

11 Kab. Tasikmalaya 3,000 3,000 100.00 2,920 20.53 5,993

12 Kab. Bandung Barat 1,750 1,575 90.00 1,377 13.00 1,790

13 Kab. Sukabumi 4,000 4,000 100.00 3,412 17.12 5,840

9 JATENG 39,250 33,507 85.37 30,925 18.12 56,042

1 Kab. Banyumas 3,000 707 23.57 707 13.62 963

2 Kab. Blora 4,000 3,401 85.03 1,271 14.28 1,815

3 Kab. Boyolali 1,000 1,000 100.00 977 16.91 1,652

4 Kab. Brebes 500 500 100.00 500 18.25 913

5 Kab. Cilacap 1,000 1,000 100.00 1,000 16.38 1,606

6 Kab. Grobogan 8,000 8,000 100.00 8,000 23.95 19,162

7 Kab. Kebumen 7,250 6,345 87.52 6,345 11.76 7,462

8 Kab. Kendal 500 500 100.00 500 20.72 1,036

9 Kab. Klaten 1,000 1,000 100.00 1,000 19.32 1,932

10 Kab. Pati 2,000 2,000 100.00 2,000 21.50 4,408

11 Kab. Purworejo 4,000 2,584 64.60 2,545 16.30 4,149

12 Kab. Rembang 2,000 1,480 74.00 1,280 15.96 2,043

13 Kab. Sragen 1,000 1,000 100.00 1,000 18.03 1,803

14 Kab. Sukoharjo 1,000 1,000 100.00 1,000 23.14 2,314

15 Kab. Wonogiri 3,000 2,990 99.67 2,800 17.09 4,785

Luas

Tanam

(Ha)

Tanam (Ha) NO.

PROVINSI &

KABUPATEN/KOTA

SASARAN REALISASI

Page 58: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

50 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Lanjutan Lampiran 4

Panen Produktivitas Produksi

(Ha) % (Ha) (Ku/Ha) (Ton)

10 DI YOGYAKARTA 4,000 3,781 94.53 3,549 16.15 5,732

1 Kab. Bantul 1,000 970 97.00 970 22.26 2,185

2 Kab. Gunung Kidul 2,000 1,970 98.50 1,970 13.73 2,553

3 Kab. Kulon Progo 1,000 841 84.10 609 16.32 993.61

11 JATIM 54,250 53,400 98.43 48,450 18.11 87,743

1 Kab. Bangkalan 2,500 2,500 100.00 2,500 13.60 3,400

2 Kab. Banyuwangi 7,000 7,000 100.00 7,000 20.26 14,185

3 Kab. Blitar 3,500 3,500 100.00 950 13.00 1,245

4 Kab. Bojonegoro 2,000 2,000 100.00 2,000 20.38 4,076

5 Kab. Gresik 500 500 100.00 500 19.09 955

6 Kab. Jember 3,000 3,000 100.00 3,000 23.65 7,096

7 Kab. Jombang 2,000 2,000 100.00 2,000 18.00 3,560

8 Kab. Kediri 250 250 100.00 250 22.21 555

9 Kab. Lamongan 2,000 2,000 100.00 1,950 18.22 3,553

10 Kab. Lumajang 500 500 100.00 500 18.63 932

11 Kab. Madiun 2,500 2,320 92.80 2,320 17.92 4,158

12 Kab. Magetan 2,000 2,000 100.00 2,000 18.70 3,785

13 Kab. Mojokerto 1,000 1,000 100.00 1,000 17.62 1,801

14 Kab. Nganjuk 3,000 3,000 100.00 3,000 20.75 6,225

15 Kab. Ngawi 2,000 2,000 100.00 2,000 17.80 3,559

16 Kab. Pacitan 4,000 4,000 100.00 3,870 13.84 5,357

17 Kab. Pasuruan 3,000 2,475 82.50 1,975 17.93 3,542

18 Kab. Ponorogo 5,000 4,980 99.60 4,980 17.47 8,700

19 Kab. Probolinggo 500 500 100.00 500 11.45 573

20 Kab. Sumenep 1,000 1,000 100.00 1,000 15.45 1,545

21 Kab. Sidoarjo 1,000 875 87.50 875 21.05 1,842

22 Kab. Trenggalek 4,000 4,000 100.00 2,330 15.44 3,598

23 Kab. Tulungagung 2,000 2,000 100.00 1,950 18.00 3,500

12 BANTEN 5,750 4,750 82.61 - - -

1 Kab. Lebak 1,500 1,095 73.00

2 Kab. Pandeglang 3,000 3,000 100.00

3 Kab. Serang 1,000 467 46.70

4 Kota Cilegon 250 188 75.20

13 BALI 2,000 2,000 100.00 485 18.91 917

1 Kab. Badung 500 500 100.00

2 Kab. Gianyar 500 500 100.00

3 Kab. Klungkung 500 500 100.00 250 19.76 494

4 Kab. Tabanan 500 500 100.00 235 18.00 423

14 NTB 52,500 51,596 98.28 42,626 13.21 56,321

1 Kab. Bima 13,000 13,000 100.00 9,740 11.18 10,893

2 Kab. Dompu 12,000 12,000 100.00 8,938 14.04 12,547

3 Kab. Lombok Barat 3,000 2,497 83.23 2,460 10.46 2,573

4 Kab. Lombok Tengah 12,000 11,827 98.56 11,827 12.32 14,567

5 Kab. Lombok Timur 3,500 3,500 100.00 2,956 17.15 5,070

6 Kab. Sumbawa 6,000 5,865 97.75 3,820 17.06 6,519

7 Kab. Sumbawa Barat 2,000 2,000 100.00 2,000 12.50 2,500

8 Kota Mataram * 500 440 88.00 440 20.36 896

9 Kota Bima* 500 467 93.40 445 17.01 757

Luas

Tanam

(Ha)

Tanam (Ha) NO.

PROVINSI &

KABUPATEN/KOTA

SASARAN REALISASI

Page 59: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 51

Lanjutan Lampiran 4

Panen Produktivitas Produksi

(Ha) % (Ha) (Ku/Ha) (Ton)

15 NTT 1,505 1,457 96.78 602 12.74 766

1 Kab. Ende 50 50 100.00 20 9.00 18

2 Kab. Flores Timur 50 10 20.00 8 11.63 9

3 Kab. Lembata 100 100 100.00

4 Kab. Manggarai 500 500 100.00 230 15.00 345

5 Kab. Ngada 500 500 100.00 130 8.00 104

6 Kab. Manggarai Barat 250 250 100.00 198 14.50 287

7 Kab. Alor 30 30 100.00

8 Kab. Nagekeo 25 16.50 66.00 16 2.07 3

16 KALBAR 1,050 1,030 98.10 557 21.00 1,170

1 Kab. Bengkayang 250 250 100.00 80 11.25 90

2 Kab. Ketapang 100 100 100.00 8 11.67 9

3 Kab. Sambas 500 480 96.00 469 22.82 1,070

4 Kab. Sekadau 200 200 100.00

17 KALTENG 1,650 860 52.12 404 13.52 546

1 Kab. Barito Utara 250 88 35.20

2 Kab. Kapuas 250 90 36.00 48 7.00 34

3 Kab. Kotawaringin Barat 150 85 56.67 54 12.41 67

4 Kab. Lamandau 250 240 96.00 75 23.00 173

5 Kab. Pulang Pisau 500 220 44.00 217 12.00 260

6 Kab. Barito Timur 250 137 54.80 10 12.10 12

18 KALSEL 9,000 7,903 87.81 5,340 8.81 4,704

1 Kab. Banjar 2,500 2,205 88.20 1,924 3.08 593

2 Kab. Kota Baru 2,000 2,000 100.00 1,050 10.00 1,050

3 Kab. Tabalong 2,000 1,198 59.90 893 15.18 1,356

4 Kab. Tanah Laut 1,000 1,000 100.00 630 11.23 707

5 Kab. Balangan 1,000 1,000 100.00 799 12.00 959

6 Kab. Tanah Bumbu 500 500 100.00 44 9.00 40

19 KALTIM 500 500 100.00 158 6.36 101

1 Kab. Berau 250 250 100.00 74 10.00 74

2 Kab. Kutai Barat 150 150 100.00 46 4.37 20

3 Kab. Penajem Paser Utr 100 100 100.00 38 1.70 6

20 SULUT 7,500 5,613 74.84 2,765 13.05 3,609

1 Kab. Bolaang Mangondow 1,950 1,140 58.46 500 15.85 793

2 Kab. Minahasa 1,170 1,000 85.47 680 13.80 938

3 Kab. Kep. Talaud 250 250 100.00 118 5.00 56

4 Kab. Minahasa Selatan 653 249 38.13

5 Kota Tomohon 207 119 57.49 119 13.90 165

6 Kab. Minahasa Utara 560 500 89.29 500 12.37 619

7 Kab. Minahasa Tenggara 1,000 1,000 100.00 433 10.30 446

8 Kab. Bolmong Utara 250 220 88.00 3 12.00 4

9 Kab. Sangihe 100 60 60.00 11 9.26 10

10 Kab. Bolmang Selatan 500 475 95.00 133 13.61 181

11 Kab. Bolmang Timur 230 230 100.00

12 Kota Bitung 250 105 42.00 62 13.27 82

13 Kota Manado 260 145 55.77 86 16.00 137

14 Kota Kotamobagu 120 120 100.00 120 14.80 178

Luas

Tanam

(Ha)

Tanam (Ha) NO.

PROVINSI &

KABUPATEN/KOTA

SASARAN REALISASI

Page 60: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

52 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Lanjutan Lampiran 4

Panen Produktivitas Produksi

(Ha) % (Ha) (Ku/Ha) (Ton)

21 SULTENG 5,000 5,000 100.00 2,441 18.90 4,614

1 Kab. Banggai 2,000 2,000 100.00 1,047 18.73 1,961

2 Kab. Poso 500 500 100.00 500 19.65 983

3 Kab. Tojo Una-Una 2,000 2,000 100.00 444 18.35 815

4 Kab. Morowali Utara 500 500 100.00 450 19.00 855

22 SULSEL 22,250 14,573 65.50 6,759 17.96 12,137

1 Kab. Bone 5,000 5,000 100.00

2 Kab. Maros 3,000 3,000 100.00 3,000 17.96 5,387

3 Kab. Pangkep 500 500 100.00 500 17.36 868

4 Kab. Pinrang 750 575 76.67 444 12.77 567

5 Kab. Sidenreng Rappang 2,000 138 6.90 72 17.84 128

6 Kab. Sinjai 1,000 543 54.30

7 Kab. Soppeng 6,000 1,461 24.35 1,244 19.50 2,493.39

8 Kab. Wajo 4,000 3,356 83.90 1,499 14.14 2,693

23 SULTRA 5,795 4,013 69.25 2,484 16.96 4,213

1 Kab. Buton 500 -

2 Kab. Konawe 1,295 344 26.56 133 18.33 244

3 Kab. Kolaka 1,000 1,000 100.00 353 12.00 424

4 Kab. Muna 1,000 799 79.90 371 10.19 378

5 Kab. Konawe Selatan 1,000 870 87.00 742 26.13 1,939

6 Kab. Buton Utara 1,000 1,000 100.00 885 13.89 1,229

24 GORONTALO 2,300 2,300 100.00 1,963 12.78 2,509

1 Kab. Boalemo 300 300 100.00 300 12.00 360

2 Kab. Gorontalo 1,000 1,000 100.00 663 11.30 749

3 Kab. Pohuwato 1,000 1,000 100.00 1,000 14.00 1,400

25 SULBAR 6,000 5,329 88.82 2,425 10.80 2,619

1 Kab. Mamuju 1,400 1,191 85.07 1,191 8.50 1,012

2 Kab. Mamuju Utara 1,000 1,000 100.00 1,000 12.88 1,288

3 Kab. Mamuju Tengah 2,100 1,896 90.29

4 Kab. Polewali Mandar 1,500 1,242 82.83 234 13.64 319

26 MALUKU 1,000 869 86.90 511 16.18 409

1 Kab. MTB 500 500 100.00 500 8.00 400

2 Kab. Maluku Tengah 200 85 42.50

3 Kab. Seram Bag Timur 300 284 94.67 11 8.18 9

27 MALUT 500 500 100.00 182 12.99 237

1 Kab. Halmahera Timur 300 300 100.00

2 Kab. Halmahera Selatan 200 200 100.00 182 13.10 237

28 PAPUA 2,000 2,000 100.00 1,831 13.49 2,470

1 Kab. Jayapura 500 500 100.00 496 16.03 795

2 Kab. Merauke 500 500 100.00 422 12.02 507

3 Kab. Mimika 100 100 100.00 60 12.31 74

4 Kab. Nabire 500 500 100.00 495 12.00 594

5 Kab. Sarmi 100 100 100.00 81 17.28 140

6 Kab. Keerom 200 200 100.00 180 14.33 258

7 Kab. Puncak Jaya 100 100 100.00 97 10.52 102

29 PAPUA BARAT 750 740 98.67 425 9.98 424

1 Kab. Sorong 50 40 80.00

2 Kab. Manokwari 500 500 100.00 425 10.33 424

3 Kab. Teluk Bintuni 50 50 100.00

4 Kab. Teluk Wondama 50 50 100.00

5 Kab. Kaimana 50 50 100.00

6 Kab Manokwari Selatan 50 50 100.00

350,000 303,083 86.60 228,343 15.48 353,529

Keterangan : *) Laporan Sementara

TOTAL

Luas

Tanam

(Ha)

Tanam (Ha) NO.

PROVINSI &

KABUPATEN/KOTA

SASARAN REALISASI

Page 61: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 53

Lampiran 5

Sasaran dan Realisasi PAT-PIP Refocusing Kedelai Tahun 2015

Tanam Panen Produktivitas Produksi

(Ha) (Ha) % (Ha) (Ku/Ha) (Ton)

1 Sumatera Selatan 5,000 3,857 77.14 2,542 9.39 2,386

1 Kab. Musi Rawas 500 500 100.00 362 13.70 496

2 Kab. Banyuasin 2,000 2,000 100.00 1,570 9.47 1,486

3 Kab. Ogan Komering Ilir 2,000 857 42.85 110 7.46 82

4 Kab. OKU Selatan 500 500 100.00 500 6.45 322

2 Lampung 2,750 1,795 65.25 1,402 9.15 1,282

1 Kab. Mesuji 1,750 1,295 73.97 1,262 8.74 1,103

2 Kab. Tulang Bawang 500 500 100.00 140 12.80 179

3 Kab. Way Kanan 500 -

3 Jawa Barat 35,500 31,916 89.90 25,754 17.14 44,150

1 Kab. Garut 2,500 2,500 100.00 2,273 16.38 3,722

2 Kab. Bandung 1,000 650 65.00 420 13.39 563

3 Kab. Indramayu 21,500 20,906 97.24 15,915 17.01 27,077

4 Kab. Karawang 500 500 100.00 500 16.20 810

5 Kab. Bandung Barat 1,000 1,000 100.00 850 11.83 1,006

6 Kota Tasikmalaya 500 500 100.00 406 11.54 468

7 Kab. Pangandaran 4,000 3,465 86.63 3,295 19.40 6,393

8 Kota Banjar 500 215 43.00 210 13.81 290

9 Kab. Purwakarta 500 405 81.00 115 14.19 163

10 Kab. Subang 2,000 275 13.75 270 16.95 458

11 Kab. Tasikmalaya 1,500 1,500 100.00 1,500 21.34 3,201

4 Jawa Tengah 4,500 2,641 58.69 2,609 16.02 4,179

1 Kab. Banjarnegara 200 105 52.50 105 17.88 188

2 Kab. Banyumas 500 64 12.80 64 9.20 59

3 Kab. Boyolali 1,300 300 23.08 290 17.07 495

4 Kab. Cilacap 500 450 90.00 450 14.09 633

5 Kab. Grobogan 500 500 100.00 500 19.54 977

6 Kab. Klaten 100 100 100.00 100 16.80 168

7 Kab. Pati 300 300 100.00 300 18.61 558

8 Kab. Pemalang 300 22 7.33

9 Kab. Rembang 500 500 100.00 500 13.41 671

10 Kab. Kudus 300 300 100.00 300 14.34 430

5 Jawa Timur 16,500 14,731 89.28 14,603 16.07 23,470

1 Kab. Bangkalan 3,000 3,000 100.00 3,000 13.90 4,170

2 Kab. Banyuwangi 2,000 1,910 95.50 1,910 20.02 3,823

3 Kab. Blitar 500 500 100.00 400 12.00 480

4 Kab. Bojonegoro 500 500 100.00 500 15.70 785

5 Kab. Jember 2,000 1,975 98.75 1,975 20.85 4,117

6 Kab. Jombang 500 - -

7 Kab. Nganjuk 1,000 1,000 100.00 1,000 13.96 1,396

8 Kab. Ngawi 500 500 100.00 500 14.32 716

9 Kab. Pasuruan 1,000 378 37.80 350 15.46 541

10 Kab. Ponorogo 4,500 4,187 93.05 4,187 15.00 6,283

11 Kab. Trenggalek 500 500 100.00 500 14.06 703

12 Kab. Mojokerto 500 281 56.20 281 16.23 456

Tanam (Ha) NO PROVINSI

SASARAN REALISASI

Page 62: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

54 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Lanjutan Lampiran 5

Tanam Panen Produktivitas Produksi

(Ha) (Ha) % (Ha) (Ku/Ha) (Ton)

6 NTB 24,250 24,198 99.79 21,067 13.67 28,806

1 Kab. Bima 4,500 4,500 100.00 3,440 16.36 5,628

2 Kab. Dompu 5,000 5,000 100.00 3,497 14.10 4,931

3 Kab. Lombok Tengah 8,000 7,990 99.88 7,990 12.09 9,663

4 Kab. Lombok Timur 1,000 1,000 100.00 1,000 14.08 1,408

5 Kab. Sumbawa 2,000 2,000 100.00 2,000 14.43 2,885

6 Kota Bima 750 708 94.40 465 17.48 813

7 Kab. Sumbawa Barat 3,000 3,000 100.00 2,675 13.00 3,478

7 Kalimantan Selatan 5,500 4,894 88.98 3,581 58.74 3,989

1 Kab. Tanah Laut 1,000 1,000 100.00 637 12.87 661

2 Kab. Banjar 1,000 900 90.00 564 10.90 615

3 Kab. Hulu Sungai Tengah 1,000 564 56.40 345 12.50 431

4 Kab. Kota Baru 1,500 1,500 100.00 1,105 10.99 1,214

5 Kab. Tapin 1,000 930 93.00 930 11.48 1,068

8 Sulawesi Selatan 25,000 20,221 80.89 3,576 13.62 4,870

1 Kab. Wajo 500 212 42.40 178 10.73 189

2 Kab. Bone 16,500 16,500 100.00

3 Kab. Gowa 3,000 3,000 100.00 3,000 13.98 4,195

4 Kab. Soppeng 5,000 509 10.19 398 12.22 486

9 Sulawesi Tenggara 12,500 6,404 51.23 3,741 14.91 6,689

1 Kab. Buton 1,000 121 12.10

2 Kab. Konawe 2,500 - -

3 Kab. Kolaka 2,500 1,019 40.76 516 12.00 619

4 Kab. Muna 2,000 1,452 72.60 519 9.80 508

5 Kab. Konawe Selatan 2,500 1,849 73.96 1,220 28.43 3,469

6 Kab. Kolaka Timur*) 500 463 92.60 86 10.00 86

7 Kab. Buton Utara 1,500 1,500 100.00 1,400 14.34 2,007

131,500 110,657 84.15 78,874 15.19 119,821

Keterangan : *) Laporan Sementara

Tanam (Ha)

TOTAL

NO PROVINSI

SASARAN REALISASI

Page 63: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 55

Lampiran 6

Sasaran dan Realisasi PAT-PIP APBN-P Kedelai Tahun 2015

Ditjen PSP (Ha) (%) (Ha) (Ku/Ha) (Ton)

2 Sumatera Utara 10,150 10,150 8,475 6,003 70.83 2,704 12.64 3,418

1 Kab. Deli Serdang 1,000 1,500 1,000 10 1.00

2 Kab. Langkat 500 500 315 315 100.00 315 11.20 352

3 Kab. Tapanuli Selatan 500 500 230 230 100.00

4 Kab. Padang Lawas 2,000 2,000 2,000 1,705 85.25 689 8.83 608

5 Kab Padang Lawas Utara 500 500 310 305 98.39 68 8.56 58

6 Kab. Nias Selatan 1,000 1,000 1,000 100 10.00

7 Kab. Batubara 500 500 500 500 100.00 500 16.94 847

8 Kab. Labuan Batu 500 500 - -

9 Kab. Asahan 200 200 200 140 70.00 62 12.27 76

10 Kota Binjai 150 - - -

11 Kab. Simalungun 500 500 500 500 100.00 500 11.77 588

12 Kab. Mandailing Natal 500 500 500 500 100.00 500 15.24 762

13 Kab. Serdang Bedagai 2,200 1,720 1,720 1,620 94.19

14 Kab. Padang Sidempuan 100 100 100 70 70.00 70 17.96 126

15 Kota Tebing Tinggi - 30 - - -

16 Kab. Gunung Sitoli - 100 100 8 8.00

3 Riau 1,700 1,700 789 477 60.39 - -

1 Kab. Kampar 500 500 - -

2 Kab. Rokan Hulu 400 400 400 390 97.50

3 Kab Bengkalis 250 250 - -

4 Kab. Indragiri Hulu 50 50 50 - -

5 Kab. Meranti 100 100 75 29.50 39.33

6 Kab. Indragiri Hilir 400 400 107 57 53.27

7 Provinsi - - 157 -

4 J a m b i 8,500 8,500 4,464 2,779 62.25 - - -

1 Kab. Merangin 1,370 1,370 750 100 13.33

2 Kab. Soralangun 260 260 260 205 78.85

3 Kab. Bungo 1,750 1,750 500 315 63.00

4 Kab. Tebo 2,000 2,000 2,000 1,467 73.35

5 Kab. Batanghari 500 500 402 140 34.83

6 Kab. Muaro Jambi 1,250 1,250 - - -

7 Kab. Tanjab Barat 250 250 85 85 100.00

8 Kab. Tanjab Timur 870 870 217 217 100.00

9 Kab. Kerinci 250 250 250 250 100.00

5 Sumatera Selatan 5,959 5,959 4,844 2,309 47.67 695 13.64 948

1 Kab. Musi Rawas 2,000 2,000 1,895 -

2 Kab. Penukal Abab Pematang Ilir 265 265 205 205 100.00

3 Kab. Empat Lawang 300 300 300 300 100.00 10 18.00 18

4 Kab. Musi Banyuasin 500 500 418 397 94.98

5 Kab. Muara Enim 200 200 - - -

6 Kab. Lubuklinggau 460 460 460 460 100.00 460 14.70 676

7 Kab. Lahat 400 400 202 202 100.00

8 Kota Prabumulih 100 100 160 160 100.00

9 Kab. Musi Rawas Utara 870 870 340 321 94.26

10 Kab. Banyuasin 864 864 864 265 30.67 225 11.27 254

6 Bengkulu 1,500 1,500 1,500 1,215 81.00

1 Kab. Kepahiang 500 500 500 215 43.00

2 Kab. Kaur 500 500 500 500 100.00

3 Kab. Rejang Lebong 500 500 500 500 100.00

Revisi I Semula Revisi II

Tanam NO PROVINSI

SASARAN REALISASI

Tanam (Ha) Panen Produktivitas Produksi

Page 64: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

56 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Lanjutan Lampiran 6

Ditjen PSP (Ha) (%) (Ha) (Ku/Ha) (Ton)

7 Lampung 41,000 9,040 6,116 2,631 43.02 377 8.80 368

1 Kab. Mesuji 10,000 1,000 537 -

2 Kab. Tulang Bawang 5,000 - - - - - - -

3 Kab. Way Kanan 5,000 - - - - - - -

4 Kab. Lampung Barat 3,000 825 - - - - - -

5 Kab. Lampung Tengah 5,000 - - - - - - -

6 Kab. Lampung Utara 3,000 - - - - - - -

7 Kab. Lampung Timur 5,000 3,350 3,290 1,042 31.67 280 10.80 302

8 Kab. Tanggamus 3,000 750 750 520 69.33 97 6.80 66

9 Kab. Pesisir Barat 2,000 1,850 1,539 1,069 69.46

10 Kab. Pringsewu - 1,265 - - - - - -

8 Jawa Barat 1,000 1,000 1,000 1,000 100.00 - - -

1 Kab. Indramayu 1,000 1,000 1,000 1,000 100.00

9 Jawa Tengah 10,650 3,700 3,476 3,074 88.43 2,967 14.91 4,424

1 Kab. Banyumas 2,950 - - - - - - -

2 Kab. Boyolali 500 - - - - - - -

3 Kab. Cilacap 3,900 1,621 1,526 1,406 92.14 1,406 13.01 1,868

4 Kab. Grobogan 750 750 750 750 100.00 750 18.33 1,375

5 Kab. Pati 500 500 500 490 98.00 490 19.98 979

6 Kab. Pemalang 200 150 150 47 31.33 6 15.00 9

7 Kab. Kendal 50 - - - - - - -

8 Kab. Semarang 800 128.90 - - - - - -

9 Kab. Purworejo 1,000 500 500 349 69.80 315 6.14 193

10 Kab. Purbalingga - 50 50 32 64.00

10 Jawa Timur 37,300 37,300 37,300 24,717 66.27 12,403 16.64 20,635

1 Kab. Banyuwangi 10,000 10,000 10,000 2,079 20.79

2 Kab. Blitar 300 300 300 300 100.00

3 Kab. Jember 2,000 2,000 2,000 1,910 95.50 1,910 22.17 4,234

4 Kab. Nganjuk 5,000 5,000 5,000 5,000 100.00 2,400 14.00 3,360

5 Kab. Ponorogo 3,000 3,000 8,550 5,118 59.86 5,118 16.52 8,455

6 Kab. Mojokerto - - - - - - - -

7 Kab. Kediri 10,000 10,000 2,000 1,560 78.00 1,560 14.00 2,184

8 Kab. Tulungagung 1,000 1,000 1,000 1,000 100.00 950 15.98 1,518

9 Kab. Lumajang 1,000 1,000 1,450 1,450 100.00 465 19.00 884

10 Kab. Sampang 5,000 5,000 5,000 5,000 100.00

11 Kab. Trenggalek - - 2,000 1,300 65.00

11 Banten 2,250 2,250 2,250 2,250 100.00

1 Kab. Pandeglang 1,500 1,500 2,000 2,000 100.00

2 Kab. Lebak 250 250 - - -

3 Kab. Serang 500 500 - - -

4 Kota Serang - - 250 250 100.00

12 NTB 19,750 19,750 19,750 19,750 100.00 4,224 14.21 6,001

1 Kab. Bima 2,500 2,500 9,271 9,271 100.00 2,759 15.33 4,230

2 Kab. Lombok Tengah 14,250 14,250 7,250 7,250 100.00 1,465 12.09 1,771

3 Kab. Sumbawa Barat 3,000 3,000 1,229 1,229 100.00

4 Kab. Dompu 2,000 2,000 100.00

Revisi I Semula Revisi II

Tanam NO PROVINSI

SASARAN REALISASI

Tanam (Ha) Panen Produktivitas Produksi

Page 65: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 57

Lanjutan Lampiran 6

Ditjen PSP (Ha) (%) (Ha) (Ku/Ha) (Ton)

13 NTT 5,885 5,885 5,365 4,880 90.96 682 6.93 472

1 Kab. Sumba Timur 1,000 1,000 500 500 100.00 287 4.00 115

2 Kab. Sumba Tengah 1,000 1,000 1,000 1,000 100.00 28 8.20 23

3 Kab. Lembata 1,000 1,000 1,000 775 77.50

4 Kab. Sumba Barat Daya 1,000 1,000 480 480 100.00

5 Kab. Manggarai Barat 600 600 600 600 100.00 342 8.83 302

6 Kab. Sikka 250 250 250 250 100.00

7 Kab. Ngada 500 500 500 470 94.00

8 Kab. Flores Timur 50 50 50 25 50.00 25 13.08 33

9 Kab. Alor 85 85 85 80 94.12

10 Kab. Sumba Barat 300 300 300 300 100.00

11 Kab. TTS 100 100 100 100 100.00

12 Kab. Nagekeo - - 300 300 100.00

13 Kab. Manggarai Timur - - 200 -

14 Kalimantan Barat 2,045 2,045 2,045 665 32.49

1 Kab. Bengkayang 230 230 230 20 8.70

2 Kab. Ketapang 250 250 250 2 0.80

3 Kab. Sambas 100 100 100 100 100.00 93

4 Kab Kubu Raya 300 300 300 38 12.50

5 Kab Melawi 150 150 150 - -

6 Kab Sintang 50 50 50 - -

7 Kab Landak 500 500 500 219 43.80 34 10.00 34

8 Kab. Kapuas Hulu 100 100 100 - -

9 Kab. Mempawah 200 200 200 156 78.00

10 Kab. Sanggau 140 140 140 105 75.00

11 Kota Singkawang 25 25 25 25 100.00

15 Kalimantan Selatan 5,000 5,000 3,451 220 6.37 - - -

1 Kab. Banjar 5,000 5,000 3,451 220 6.37

16 Kalimantan Timur 2,136 2,136 1,736 1,003 57.78 177 9.15 162

1 Kab. Penajam Pasir Utara 400 400 - - - - - -

2 Kab. Kutai Barat 100 100 100 100 100.00 59 5.61 33

3 Kab. Paser 136 136 136 136 100.00

4 Kab. Kutai Kartanegara 500 500 500 494 98.80

5 Kab. Kutai Timur 400 400 400 - -

6 Kab. Samarinda 100 100 100 56 56.00

7 Kab Berau 500 500 500 217 43.40 118 10.92 129

-

17 Kalimantan Utara 5,000 5,000 4,169 3,923 94.10 3,132 12.56 3,934

1 Kab. Bulungan 5,000 5,000 4,169 3,923 94.10 3,132 12.56 3,934

18 Sulawesi Utara 10,000 10,000 10,000 3,460 34.60

1 Kab. Bolaang Mangondow 2,000 2,000 2,000 470 23.50

2 Kab. Minahasa 2,000 2,000 2,000 - -

3 Kab. Minahasa Selatan 1,500 1,500 1,500 - -

4 Kab. Minahasa Utara 2,000 2,000 2,000 1,390 69.50

5 Kab. Minahasa Tenggara 1,500 1,500 1,500 1,200 80.00

6 Kab. Bolmang Selatan 500 500 500 140 28.00

7 Kab. Bolmang Timur 500 500 500 260 52.00

19 Sulawesi Tengah 6,500 6,500 6,500 5,510 84.76 673 26.85 1,807

1 Kab. Morowali Utara 600 600 646 646 100.00

2 Kab. Tojo Una-una 1,500 1,500 1,200 1,200 100.00

3 Kab. Morowali 600 600 90 90 100.00

4 Kab. Banggai 1,000 1,000 1,000 860 86.00 50 15.00 75

5 Kab. Donggala 200 200 100 100 100.00

6 Kab. Toli-toli 1,400 1,400 300 300 100.00 43 11.35 49

7 Kab. Poso 550 550 1,000 1,000 100.00 368 29.52 1,086

8 Kab.Parigi Moutong 650 650 384 355 92.44 212 28.15 597

9 Kab.Buol - - 800 800 100.00

10 Kab. Sigi - - 981 159 16.22

Revisi I Semula Revisi II

Tanam NO PROVINSI

SASARAN REALISASI

Tanam (Ha) Panen Produktivitas Produksi

Page 66: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

58 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Lanjutan Lampiran 6

Ditjen PSP (Ha) (%) (Ha) (Ku/Ha) (Ton)

20 Sulawesi Selatan 91,100 39,055 31,126 22,383 71.91 7,276 14.69 10,690

1 Kab. Wajo 12,000 3,000 3,000 1,412 47.07

2 Kab. Bone 35,000 19,525 11,875 11,100 93.47

3 Kab. Gowa 3,000 3,000 3,000 2,670 89.00 2,670 15.93 4,253

4 Kab. Soppeng 15,000 - - - - - - -

5 Kab. Maros 6,000 - - - - - - -

6 Kab. Pangkep 1,000 200 200 200 100.00 200 16.50 330

7 Kab. Bantaeng 1,000 1,000 766 129 16.84

8 Kab. Sidenreng Rappang 3,000 - - - - - - -

9 Kab. Sinjai 2,000 645 645 300 46.51

10 Kab. Jeneponto 7,000 7,000 7,000 2,982 42.60 1,101 14.36 1,581

11 Kab. Bulukumba 3,000 1,500 1,500 1,500 100.00 1,500 15.54 1,990

12 Kab. Takalar 3,000 1,845 1,800 1,800 100.00 1,780 14.07 2,504

13 Kota Makasar 100 100 100 50 50.00 25 13.00 32

14 Kab. Tana Toraja - 740 740 240 32.43

15 Kab. Enrekang - 500 500 - -

21 Sulawesi Tenggara 13,000 13,000 8,227 2,534 30.79

1 Kab. Buton 1,500 1,500 - - - - - -

2 Kab. Konawe 3,000 3,000 3,000 -

3 Kab. Kolaka 2,000 2,000 1,000 287 28.70

4 Kab. Muna 1,000 1,000 500 500 100.00

5 Kab. Konawe Selatan 2,000 2,000 1,000 150 15.00

6 Kab. Kolaka Timur*) 1,500 1,500 1,306 486 37.17

7 Kab. Bombana 500 500 500 437 87.40

8 Kab. Muna Barat 1,000 1,000 639 550 86.07

9 Kota Kendari 250 250 250 92 36.80

10 Kota Bau Bau 250 250 32 32 100.00

22 Sulawesi Barat 5,000 5,000 5,000 1,371 27.42 - - -

1 Kab. Mamuju 1,500 1,500 - -

2 Kab. Mamuju Utara 1,500 1,500 500 60 12.00

3 Kab. Mamuju Tengah 2,000 2,000 2,250 -

4 Kab. Polewali Mandar - - 2,250 1,311 58.26

23 Maluku 1,750 1,750 1,750 530 30.29 145 17.00 247

1 Kab Seram Bagian Timur 500 500 750 155 20.67

2 Kab Maluku Tenggara Barat 1,000 1,000 450 -

3 Kab. Buru 250 250 250 145 58.00 145 17.00 247

4 Kepulauan Aru - - 250 230 92.00

5 Kota Ambon - - 50 - -

24 Maluku Utara 1,000 1,000 1,000 950 95.00 606 41.92 871

1 Kab. Morotai 100 100 100 100 100.00

2 Kab. Halmahera Barat 50 50 50 50 100.00 48 12.92 62

3 Kab. Kep. Sula 350 350 350 300 85.71 279 14.50 405

4 Kab. Halmahera Timur 500 200 200 200 100.00

5 Kab. Halmahera Selatan - 300 300 300 100.00 279 14.50 405

25 Papua Barat 1,825 1,825 1,825 1,734 95.01

1 Kab. Sorong 250 250 250 250 100.00

2 Kab. Manokwari 500 500 500 409 81.80

3 Kab. Teluk Bintuni 100 100 200 200 100.00

4 Kab. Teluk Wondama 75 75 75 75 100.00

5 Kab. Kaimana 50 50 50 50 100.00

6 Kab Manokwari Selatan 100 100 100 100 100.00

7 Kab. Sorong Selatan 100 100 100 100 100.00

8 Kab Raja Ampat 50 50 50 50 100.00

9 Kab. Maybrat 500 500 225 225 100.00

10 Kab. Tambraw 50 50 50 50 100.00

11 Kab. Fak Fak - - 150 150 100.00

12 Kota Sorong - - 25 25 100.00

13 Kab. Pegunungan Arfat 50 50 50 50 100.00

300,000 209,045 172,158 115,366 67.01 36,060 14.97 53,976

Keterangan : *) Laporan Sementara

TOTAL

Revisi I Semula Revisi II

Tanam NO PROVINSI

SASARAN REALISASI

Tanam (Ha) Panen Produktivitas Produksi

Page 67: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 59

Sasaran

Tanam Panen Produktivitas Produksi

(Ha) (Ha) % (Ha) (Ku/Ha) (Ton)

1 SUMUT 500 500 100,00 - -

1. Kab. Deli Serdang 250 250 100,00

2. Kab. Serdang Bedagai 250 250 100,00

2 SUMSEL 500 500 100,00 - -

3. Kab. Banyuasin 500 500 100,00

3 BENGKULU 300 275 91,67 - -

4. Kab Bengkulu Tengah 300 275 91,67

4 LAMPUNG 500 500 100,00 - -

5. Kab. Lampung Tengah 500 500 100,00

5 JAWA BARAT 500 500 100,00 - -

6. Kab. Bandung 200 200 100,00

7. Kab. Cianjur 200 200 100,00

8. Kab. Sukabumi 100 100 100,00

6 JAWA TENGAH 700 789 112,71 - -

9. Kab. Pati 700 789 112,71

3.000 3.064 102,13 - - - Jumlah

No. Provinsi / Kabupaten

Realisasi

Tanam

Lampiran 7

Sasaran dan Realisasi GP-PTT Ubikayu Tahun 2015 (APBN-P)

Page 68: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

60 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Lampiran 8

REALISASI KEGIATAN APBN SEKTORAL (018) TA. 2015

DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN (Posisi Laporan Tanggal 29 Januari 2016)

(Rp. 000,-) % Uraian Satuan Target Volume %

957,500,205

1 GP-PTT Kedelai 637,230,500 596,718,345 93.64 GP-PTT Kedelai Ha 350,000 258,748 73.93 213 Kab.

- GP-PTT Non Kawasan 601,634,000 564,666,273 93.86 - GP-PTT Non Kawasan Ha 333,500 272,422 81.69 202 Kab.

- GP-PTT Kawasan 35,596,500 32,038,432 90.00 - GP-PTT Kawasan Ha 16,500 11,517 69.80 11 Kab.

2 PAT Peningkatan Indeks Pertanaman (PIP) dana

Refocusing255,323,750 236,911,229 92.79

PAT Peningkatan Indeks Pertanaman (PIP)

dana RefocusingHa 131,500 100,701 76.58 64 Kab.

3 PAT Peningkatan Indeks Pertanaman (PIP) dana APBN-

P *)

PAT Peningkatan Indeks Pertanaman (PIP)

dana APBN-P Ha 174,857 121,391 69.42 159 Kab.

4 GP-PTT Ubikayu 9,000,000 8,918,740 99.10 GP-PTT Ubikayu Ha 3,000 3,064 102.13 9 Kab.

5 Pendampingan Peningkatan Produksi Kerjasama

dengan Perguruan Tinggi (Kali) 750,000 600,000 80.00 Pendampingan Peningkatan Produksi

Kerjasama dengan Perguruan Tinggi (Kali)Kali 5 4 80.00 5 Prov.

6 Koordinasi Kemitraan, Pemantapan dan Evaluasi

Pengembangan Aneka Kacang dan Umbi (Kali)2,625,000 2,300,000 87.62

Koordinasi Kemitraan, Pemantapan dan

Evaluasi Pengembangan Aneka Kacang dan

Umbi (Kali)

Kali 29 26 89.66 29 Prov.

7 Gerakan Tanam/Panen Kedelai Bersama TNI-AD di

Provinsi (Kali) 600,000 600,000 100.00 Gerakan Tanam/Panen Kedelai Bersama

TNI-AD di Provinsi (Kali)Kali 6 6 100 6 Prov.

8 Pembinaan, Pendampingan PAT-PIP (Kali)**) 10,514,000 7,214,717 68.62 Pembinaan, Pembinaan PAT-PIP (Kali) Kali 52 31 60 44 Kab.

a. Kerjasama TNI-AD4,677,800 3,067,050

65.57 a. Kerjasama TNI-AD Kali 52

b. Aparat Dinas (Provinsi, Kabupaten)5,836,200 4,147,667 71.07 b. Aparat Dinas (Provinsi, Kabupaten) Kali 52

9 Bantuan Taknologi Penyimpanan Kedelai (Plastik

Hermetik)(Paket) 1,200,000 900,000 75.00 Bantuan Taknologi Penyimpanan Kedelai

(Plastik Hermetik)(Paket)Paket 12 9 75.00 12 Prov.

10 Gerakan Pengembangan Kawasan Kedelai di

Kabupaten (Paket)**) 4,718,700 1,787,234 37.88 Gerakan Pengembangan Kawasan Kedelai

di Kabupaten (Paket)Paket 9,630 6,876 71.40 224 Kab.

a. Papan Nama (Unit)481,500 152,255 31.62

a. Papan Nama (Unit)Unit 9,630 3,065 31.83

b. Bantuan Transport (Paket)4,237,200 1,634,979 38.59

b. Bantuan Transport (Paket)Paket 9,630 3,811 39.57

11 Ubinan (unit) 1,733,400 1,108,811 63.97 Ubinan (unit) Unit 9,630 6,169 64.06 225 Kab.

12 Pendampingan, Pengawalan, Pembinaan dan Monev

Aneka Kacang dan Umbi (Satker)**) 33,804,855 11,292,912 33.41

Pendampingan, Pengawalan, Pembinaan

dan Monev Aneka Kacang dan Umbi

(Satker)

Satker 252 252 100 252 Satker

a. Kabupaten/Kota 9,525,000 177,272 1.86 224 224

b. Provinsi 10,620,000 198,001 1.86 27 27

b. Pusat 13,659,855 10,917,639 79.92 1 1

957,500,205 868,351,988 90.69

Ket: *) PAT-PIP Kedelai 2015 dana APBN-P DIPA Ditjen PSP

**) Laporan Sementara

Jumlah

Lokasi KegiatanPagu Anggaran

(Rp. 000,-)

Realisasi Anggaran Indikator Output Realisasi

PENGELOLAAN PRODUKSI ANEKA KACANG DAN UMBI

Page 69: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 61

Lampiran 9

Sasaran dan Realisasi Pelaksanaan Pendampingan Peningkatan

Produksi Kedelai Kerjasama dengan Perguruan Tinggi

Tahun 2015

Page 70: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

62 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Lampiran 10

Sasaran dan Realisasi Pelaksanaan Koordinasi Kemitraan,

Pemantapan dan Evaluasi Pengembangan Aneka Kacang dan Umbi

Tahun 2015

Page 71: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 63

Lampiran 11

Sasaran dan Realisasi Pelaksanaan Gerakan Tanam/Panen

Serempak Kedelai Bersama TNI-AD di Provinsi Tahun 2015

Page 72: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

64 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Lampiran 12

Sasaran dan Realisasi Pelaksanaan Pendampingan PAT-PIP Kedelai

Tahun 2015

(Rp.000) Kali (Rp.000) Kali (Rp.000) % Kali % (Rp.000) % Kali %

1 LAMPUNG 153,480 4 192,927 4

Dinas Provinsi 47,900 1 97,724 1

Jml Kabupaten/Kota: 105,580 3 95,203 3

1 Kab. Tulang Bawang 19,440 1 17,310 1

2 Kab. Way Kanan 19,440 1 17,310 1

3 Kab. Mesuji 66,700 1 60,584 1

2 JABAR 1,667,837 10 2,079,675 10 1,664,036 99.77 10 2,079,675 10

Dinas Provinsi 518,000 1 1,041,098 1 518,000 100 1 1

Jml Kabupaten/Kota: 1,149,837 9 1,038,577 9 1,146,036 99.67

1 Kab. Bandung 39,000 1 34,619 1 39,000

2 Kab. Garut 96,000 1 86,548 1 96,000 1 1

3 Kab. Indramayu 668,528 1 605,837 1 668,528

4 Kab. Karawang 19,800 1 17,310 1 19,800 1 1

5 Kab. Subang 58,000 1 51,929 1 59,400 1 1

6 Kab. Tasikmalaya 39,300 1 34,619 1 34,100 1 1

7 Kota Banjar 19,100 1 17,310 1 19,100

8 Kab. Bandung Barat 38,201 1 34,619 1 38,201

9 Kota Tasikmalaya * 19,101 1 17,310 1 19,101 1

10 Kab. Pangandaran 152,806 1 138,477 1 152,806 1 1

3 JATENG 291,736 11 279,475 11

Dinas Provinsi 69,000 1 140,998 1

Jml Kabupaten/Kota: 222,736 10 138,477 10

1 Kab. Banjarnegara 76,806 1 6,924 1

2 Kab. Banyumas 19,201 1 17,310 1

3 Kab. Boyolali 11,521 1 10,386 1

4 Kab. Cilacap 19,201 1 17,310 1

5 Kab. Grobogan 38,403 1 34,619 1

6 Kab. Klaten 3,840 1 3,462 1

7 Kab. Kudus 11,521 1 10,386 1

8 Kab. Pati 11,521 1 10,386 1

9 Kab. Pemalang 11,521 1 10,386 1

10 Kab. Rembang 19,201 1 17,310 1

4 JATIM 838,383 13 1,041,098 13 346,360 41.31 10 76.92 378,040 36.31 10 77

Dinas Provinsi 259,000 1 521,810 1 50,000 1 100 67,700.00 1 100

Jml Kabupaten/Kota: 579,383 12 519,288 12 296,360 - 310,340 -

1 Kab. Bangkalan 57,692 1 51,929 1 56,400 1 100 51,400 1 100

2 Kab. Banyuwangi 76,923 1 69,238 1 18,000 1 100 24,000 1 100

3 Kab. Blitar 19,231 1 17,310 1 18,000 1 100 17,310 1 100

4 Kab. Bojonegoro 19,231 1 17,310 1 5,000 1 100 13,000 1 100

5 Kab. Jember 76,923 1 69,238 1 22,110 1 100 16,830 1 100

6 Kab. Jombang 19,231 1 17,310 1 Tidak melaksanakan - -

7 Kab. Mojokerto 19,231 1 17,310 1 Tidak diserap - 8,200 0 -

8 Kab. Nganjuk 38,461 1 34,619 1 33,000 1 100 33,000 1 100

9 Kab. Ngawi 19,231 1 17,310 1 17,600 1 100 17,000 1 100

10 Kab. Pasuruan 39,000 1 34,619 1 10,000 1 100 7,600 1 100

11 Kab. Ponorogo 175,000 1 155,787 1 116,250 1 100 130,200 1 100

12 Kab. Trenggalek 19,231 1 17,310 1 Tidak diserap

5 KALSEL 278,677 6 348,713 6 276,013 6 349,557 3

Dinas Provinsi 86,000 1 175,617 1 44,567 40,075

Jml Kabupaten/Kota: 192,677 5 173,096 5 154,258 145,871

1 Kab. Banjar 38,535 1 34,619 1 38,535 17,740

2 Kab. Hulu Sungai Tengah 38,535 1 34,619 1 1,000 31,429

3 Kab. Kota Baru 57,803 1 51,929 1 57,612 51,757

4 Kab. Tanah Laut 38,535 1 34,619 1 37,843 27,635

5 Kab. Tapin 19,268 1 17,310 1 19,268 17,310

6 SULSEL 1,036,385 3 1,387,290 3 507,165 48.94 3 100 1,008,991 72.73 3 100

Dinas Provinsi 344,000 1 694,906 1 338,125 1 100 693,981 1 100

Jml Kabupaten/Kota: 692,385 2 692,385 2 84,520 2 100 157,505 2 100

1 Kab. Bone 519,288 1 519,288 1 75,900 1 100 150,105 1 100

2 Kab. Wajo 173,096 1 173,096 1 8,620 1 100 7,400 1 100

7 SULTRA 141,627 3 175,617 3

Dinas Provinsi 43,347 1 89,069 1

Jml Kabupaten/Kota: 98,280 2 86,548 2

1 Kab. Konawe 58,968 1 51,929 1

2 Kab. Kolaka 39,312 1 34,619 1

8 NTB 269,675 2 331,404 2 269,675 100 2 100 331,404 100 2 100

Dinas Provinsi 83,000 1 166,963 1 83,000 1 166,963 1

Jml Kabupaten/Kota: 186,675 1 164,441 1 186,675 164,441

1 Kab. Lombok Tengah 186,675 1 164,441 1 186,675 1 164,441 1

4,677,800 52 5,836,200 52 3,063,249 65.48 31 59.62 4,147,667 71.07 28 53.85

a. PROVINSI (DEKON) 1,450,247 8 2,928,185 8

- Dinas Provinsi 1,450,247 8 2,928,185 8

-

b. KAB/KOTA (TP) 3,227,553 44 2,908,015 44

- Dinas Kab/Kota 3,227,553 44 2,908,015 44

Kerjasama TNI AD Aparat DinasKerjasama TNI AD Aparat Dinas

Jumlah (8 Provinsi, 44 Kabupaten)

No. Provinsi/Kabupaten

Sasaran Realisasi

Page 73: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi | 65

Lampiran 13

Sasaran dan Realisasi Pelaksanaan Kegiatan Bantuan Teknologi

Penyimpan Benih Kedelai (Plastik Hermetik) di Provinsi Tahun 2015

No. ProvinsiSasaran

(Kali)Realisasi (Kali) %

1 Aceh 1 1 100

2 Jambi*) 1 - -

3 Sumatera Selatan 1 1 100

4 Lampung 1 1 100

5 Jawa Barat 1 1 100

6 Jawa Tengah 1 1 100

7 Jawa Timur 1 1 100

8 Kalimantan Selatan*) 1 - -

9 Sulawesi Selatan 1 1 100

10 Sulawesi Tenggara 1 1 100

11 Nusa Tenggara Barat 1 1 100

12 Banten*) 1 - -

12 9 75.00

Ket: *) Menunggu konfirmasi dari daerah

Jumlah

Page 74: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu

Laporan Kinerja Tahun 2015

66 | Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi

Lampiran 14

Page 75: Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbiakabi.tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front...Komoditas aneka kacang dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu