Dokumen sejarah kalender

  • View
    49

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Indonesian version of calendar history

Text of Dokumen sejarah kalender

Blog Lama http://t-djamaluddin.spaces.live.com/Just another WordPress.com site

Beranda Dokumentasi Blog Lama Dibuang Sayang

RSS

Category Archives: Hisab-RukyatSempurnakan Arah Kiblat dengan Benar25 Mar

Mari Kita Akhiri Kontroversi Arah KiblatMasalah arah kiblat yang seolah bergeser akibat gempa perlu segera diluruskan. Karena hal itu tidak berdasar logika ilmiah dan berpotensi meresahkan masyarakat. Pergeseran lempeng bumi hanya berpengaruh pada perubahan peta bumi dalam rentang waktu puluhan atau ratusan juta tahun, karenanya tidak akan berdampak signifikan pada perubahan arah kiblat di luar Mekkah dalam rentang peradaban manusia saat ini. Jadi, saat ini tidak ada pergeseran arah kiblat akibat pergeseran lempeng bumi atau gempa. Semua pihak (terutama Kementerian Agama dan MUI) jangan terbawa pada opini yang didasari pada informasi yang keliru.

Masalah ketidakakuratan arah kiblat yang terjadi pada banyak masjid, bukanlah masalah pergeseran arah kiblat, tetapi karena ketidakakuratan pengukuran pada awal pembangunannya. Itu bukan masalah serius dan mudah dikoreksi. Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama dan BHR Daerah serta kelompok-kelompok peminat hisab rukyat bisa memberikan bantuan penyempurnaan arah kiblat tersebut. Bisa juga dilakukan koreksi massal dengan panduan bayangan matahari pada saat matahari berada di atas Mekkah atau dengan panduan arah kiblat berbasis internet Google Earth/Qiblalocator. Setelah arah kiblat diketahui, tidak harus bangunannya yang diubah, cukup arah shafnya. Kementerian Agama bersama MUI, BHR, BHRD, dan kelompok-kelompok peminat hisab rukyat bisa melakukan sosialisasi penyempurnaan arah kiblat tersebut.

Info saat posisi matahari berada di atas Mekkah dapat dilihat di blog saya:

http://t-djamaluddin.spaces.live.com/default.aspx? _c01_BlogPart=blogentry&_c=BlogPart&handle=cns!D31797DEA6587FD7!113

Panduan langsung arah kiblat berbasis Google Earth pada dilihat di http://www.qiblalocator.com/

Fatwa MUI tentang arah kiblat yang membolehkan menghadap ke arah Barat perlu dipertimbangkan lagi karena menghadap arah kiblat yang benar bukan hal sulit dan penyempurnaan arah kiblat di banyak masjid juga tidak harus mengubah bangunannya.

Leave a comment Posted by tdjamaluddin pada Maret 25, 2010 in Hisab-Rukyat

Arah Kiblat tak Berubah22 Mar

Tak Benar Pergeseran Lempeng Bumi Mengubah Arah KiblatIni berita yang membangkitkan cerita awal 2010 seolah gempa mengubah arah kiblat. Berita ini kemudian muncul juga di running text TV One Jumat malam, 19 Maret, lalu Ketua MUI yang menjadi nara sumber muncul juga di TV One. ======================================================== Republika OnLine Dunia Islam Islam Nusantara

MUI Minta Masjid Sesuaikan Arah KiblatKamis, 18 Maret 2010, 17:59 WIB

JAKARTA-Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masjid di Indonesia menyesuaikan arah kiblat agar tepat mengarah Kabah di Kota Mekkah, Arab Saudi. Alasannya, akibat pergeseran lempengan bumi, arah kiblat dari Indonesia ke Mekkah bergeser sekitar 30 centimeter lebih ke kanan. Karena itu, arah kiblat masjid perlu disesuaikan. Jadi, harus disesuaikan dengan penemuan terbaru. Kalau melenceng 1-2 atau 5 cm tidak begitu masalah. Ini kan bergeser cukup besar sekitar 30 centimeter lebih, ujar Ketua MUI, KH Amidhan, Kamis (18/3) di Jakarta. ===================================================== Beberapa orang segera menelpon saya minta klarifikasi. Bahkan kabarnya ada masjid yang bersiap mengubah arah kiblatnya. Segera saya buat bantahan yang saya kirim ke beberapa media massa, karena khawatir meresahkan, seperti ada masjid yang sudah bersiap mengubah arah kiblatnya tersebut (tetapi bagaimana cara menggeser 30 cm ke kanan?). Okezone memuat bantahan itu pada 20 Maret. Walau seolah judulnya membatasi hanya Gempa Cile, kantor berita "Antara" memberitakan pada 20 Maret bantahan tersebut yang dikutip pada 21 Maret oleh banyak media lain (antara lain, Republika, Liputan 6, TV One, Berita8, Waspada (Medan), Semangat Pagi (Makassar). Malamnya Elshinta mewawancara saya langsung terkait masalah tersebut. Techno Science

Gempa Tidak Sebabkan Pergeseran KiblatSabtu, 20 Maret 2010 11:54 wib

Rachmatunnisa Okezone JAKARTA Awal tahun 2010, publik ramai membahas melencengnya arah kiblat. Gempa bumi yang terjadi bertubi-tubi ditengarai menjadi penyebab pergeseran arah kiblat di sejumlah masjid di Indonesia. Alasannya, akibat gempa tanah di Indonesia mengalami pergeseran sekitar tujuh centimeter per tahun. Padahal pada kenyataannya, gempa tidak sampai menyebabkan pergeseran arah kiblat. Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin memberikan catatan kepada media dan pihak terkait agar jangan sampai menimbulkan kesalahfahaman terkait hal ini. "Pernyataan tersebut mungkin salah kutip atau salah persepsi, tetapi berpotensi meresahkan masyarakat. Pergeseran lempeng yang mengubah peta bumi lalu mengubah arah kiblat, perlu waktu puluhan juta tahun. Jadi tidak akan ada perubahan arah kiblat akibat gempa," kata Thomas kepada Okezone, Sabtu (20/32010). Menurutnya, jika kenyataannya banyak mesjid yang arah kiblatnya kurang tepat, bukan disebabkan perubahan tersebut,

melainkan karena sejak awal menentukan arah kiblat yang memang kurang akurat.

Republika OnLine Dunia Islam Islam Nusantara

LAPAN: Gempa Cile tak Ubah Arah KiblatAhad, 21 Maret 2010, 11:04 WIB

JAKARTAPakar astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Prof Dr Thomas Djamaluddin, membantah pemberitaan bahwa pergeseran lempengan bumi akibat gempa Cile telah menggeser arah kiblat sekitar 30 centimeter lebih ke kanan. "Tidak ada pergeseran arah kiblat oleh pergeseran lempeng atau sebab lain. Pernyataan tersebut mungkin salah kutip atau salah persepsi, tetapi berpotensi meresahkan masyarakat," kata Djamal di Jakarta, Minggu (21/3). Diakuinya banyak masjid yang arah kiblatnya kurang tepat, namun bukan karena adanya perubahan arah kiblat, tetapi karena penentuan awal sebelum pembangunannya yang tidak akurat. Saat itu masjid cenderung dibangun dengan arah kiblat yang sekedar mengikuti arah barat lalu diserongkan sedikit ke kanan atau sekedar mendasarkan diri pada arah kiblat masjid terdekat yang belum tentu benar, ujarnya. "Jadi yang tidak benar metode pengukurannya, bukan alat ukurnya," katanya. Menurut dia, hanya dengan bantuan posisi matahari saja cukup akurat menentukan arah kiblat jika dipandu oleh orang yang terlatih ilmu falak, selain itu juga peranti lunak Qibla Locator yang termuat dalam situs web http://www.qiblalocator.com juga mudah digunakan. Ditegaskannya, pergeseran lempeng yang mengubah peta bumi termasuk mengubah arah kiblat, memerlukan waktu jutaan tahun. Pergeseran Lempeng

Ia juga mengatakan tentang NASA yang mengabarkan bahwa gempa Cile berdampak pada pergeseran poros "gambar bumi" dan percepatan rotasi bumi. "Tapi, pergeseran lempeng yang sebenarnya menyebabkan perubahan rotasi itu, bukan gempanya, karena gempa sekadar indikator pelepasan energi akibat pergeseran lempeng bumi," katanya. Akibat pergeseran lempeng, lanjut Djamal, kesetimbangan "gambar bumi" sedikit berubah karena titik massa kulit bumi bergeser. Hal itu menyebabkan poros "gambar bumi" bergeser. Poros "gambar bumi" (Earth`s figure axis), lanjut dia, tidak sama dengan poros astronomis (poros utara-selatan) yang menggambarkan poros rotasi bumi. "Untuk kasus gempa Cile 2010 pergeserannya sekitar 8 cm di mana sudutnya bergeser 2,7 mili detik busur =0,00000075 derajat dan terlalu kecil untuk dilihat," katanya. Demikian juga gempa Aceh 2004, pergeserannya hanya 7 cm di mana sudutnya bergeser 2,32 mili detik busur = 0,00000064 derajat, demikian Djamal. Leave a comment Posted by tdjamaluddin pada Maret 22, 2010 in Hisab-Rukyat

Khutbah Jumat T. Djamaluddin di Salman ITB13 Sep Menyikapi Perbedaan Hari Raya dan Upaya Mencari Titik Temu Situs http://www.spiritualsharing.net mengkompilasi audio khutbah Jumat dan ceramah lainnya. Menjelang Ramadhan 1430 lalu saya memberikan khutbah Jumat di Masjid Salman ITB bertema Mensikapi Perbedaan Penentuan Waktu dalam Islam. Audio khutbah Jumat tersebut dapat didengarkan di http://www.spiritualsharing.net/listen/detail/262/mensikapi-perbedaan-penentuan-waktu-dalamislam

Leave a comment Posted by tdjamaluddin pada September 13, 2009 in Hisab-Rukyat

Jadwal Waktu Shubuh Terlalu Cepat?19 Agu

WAKTU SHUBUH DITINJAU DARI DALIL SYARI DAN ASTRONOMIT. Djamaludin (Anggota BHR Depag RI/Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika LAPAN) Catatan: Beberapa waktu lalu di majalah Qiblati (yang dikutip juga oleh beberapa blog) ada serangkaian tulisan bertema "Salah Kaprah Waktu Shubuh". Dalam pertemuan Badan Hisab Rukyat (BHR) Depag RI di Jakarta, 3-4 Agustus 2009 lalu, masalah tersebut sempat dibahas dan saya diminta untuk menuliskan tanggapannya untuk menjadi pencerahan bagi masyarakat. Catatan di bawah ini adalah hasil kajian lengkapnya sebagai tindak lanjut diskusi di BHR tersebut.

Penentuan waktu shubuh diperlukan untuk penentuan awal shaum (puasa) dan shalat. Tentang waktu awal shaum disebutkan dalam Al-Quran, makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar" (QS 2:187). Sedangkan tentang awal waktu shubuh disebutkan di dalam hadits dari Abdullah bin Umar, dan waktu shalat shubuh sejak terbit fajar selama sebelum terbit matahari (HR Muslim). Fajar yang bagaimana yang dimaksudkan tersebut? Hadits dari Jabir merincinya, Fajar ada dua macam, pertama yang melarang makan, tetapi membolehkan shalat, yaitu yang terbit melintang di ufuk. Lainnya, fajar yang melarang shalat (shubuh), tetapi membolehkan makan, yaitu fajar seperti ekor srigala (HR Hakim). Dalam fikih kita mengenalnya sebagai fajar shadiq (benar) dan fajar kidzib (palsu). Lalu fajar shadiq seperti apakah yang dimaksud Rasulullah SAW?