Click here to load reader

Edisi 03 Agustus 2009 | Suluh Indonesia

  • View
    245

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Headline : KPU Salahartikan UU

Text of Edisi 03 Agustus 2009 | Suluh Indonesia

  • No. 143 tahun IIISenin, 3 Agustus 2009

    8 Halaman

    Redaksi/Sirkulasi/Iklan:GEDUNG PERS PANCASILAJl. Gelora VII No. 32Palmerah Selatan Jakarta Pusat.Tlp: 021-5356272, 5357602Fax: 021-53670771

    Pengemban Pengamal Pancasila www.suluhindonesia.comLayanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

    F r e e D a i l y N e w s p a p e r

    JAKARTA - Partai Golkar dan Partai Demokratmenerima keputusan rapat pleno KPU yangmenunda melaksanakan putusan MA. Keputu-san itu dinilai sebagai kemandirian KPU untuktidak berpihak kepada partai manapun. Kitaharus terima seperti itu, memang dilematis seka-li, kata Kalla disela-sela peringatan Hari AnakNasional di Jakarta, kemarin.

    Kalla yang juga Ketua Umum Partai Golkarmengatakan, jika mengikuti putusan MA se-harusnya Golkar diuntungkan karena kursiGolkar akan bertambah. Tetapi, karenaketidakjelasan aturan setelah pemilu usai,akhirnya membuat bingung semua pihak. Se-harusnya memang semua peraturan jelas sebe-lum kita mulai bermain, kata Kalla.

    Kalla mengingatkan kompetisi politik dalampemilu jangan seperti pertandingan bola ataudomino. Pertandingan sudah selesai, pe-menangnya sudah ada, tetapi tiba-tiba dibatal-kan dan dimunculkan permainan baru. Bisaberkelahi kita. UU jadi tidak jelas, ujarnya.

    Dengan mimik kecewa, Kalla tetap memper-cayakan KPU yang memutuskan menundamelaksanakan putusan MA. Ditanya benarkanKPU sebagai sumber masalah dari persoalanini,

    Kalla seolah membenarkan. Itulah kenapa kitagugat karena ada masalah. Contohnya soal DPT(daftar pemlih tetap), kata saudagar Bugis ini.

    Secara terpisah, Ketua DPP Partai Demokrat,Anas Urbaningrum mengatakan, pihaknya dalamposisi menghormati keputusan dan menaruh per-hatian terhadap kemandirian KPU itu. Sama sep-erti Golkar, Partai Demokrat juga diuntungkandengan putusan MA karena akan mengalami pe-nambahan kursi paling banyak. Namun, Anasberpendapat bahwa KPU sebagai lembaga inde-penden itu tidak boleh ditekan untuk mengun-tungkan atau merugikan peserta pemilu tertentu.Biarkan KPU dengan independen memutuskan-nya. Kami yakin, jika KPU melaksanakan rumuspembagian kursi yang sudah diatur jelas olehUU, maka tidak akan ada pihak yang diuntung-kan dan dirugikan, kata Anas.

    Anas mengatakan semua partai dan calonmendapatkan hak yang sesuai dengan perolehansuara yang ada. Hal itu didapat bukan karenamelakukan tekanan, lobi-lobi hitam, dan cara yangtidak patut. PD mendukung agar seluruh prosesdan tahapan penyelenggaraan pilpres berjalan ber-sih, prosedural, taat asas dan menjunjung prisn-sip luber dan jurdil, kata Anas. (son/har)

    Subsidi Dipangkas

    LEMBAGA swadayamasyarakat (LSM) LumbungInformasi Rakyat (LIRA)mendesak pemerintah untukbersikap tegas mengenaiperaturan tentangBlackberry dan terhadap...hal. 3

    Harga BBM Bakal Naik

    HARGA Bahan Bakar Minyak(BBM) jenis premium dan solardiperkirakan akan naik pada akhirtahun nanti. Hal itu disebakankenaikan harga minyak mentahyang sudah melewati batasambang kemampuan...hal. 1

    PEMERINTAH dan DPR sepakat,belanja untuk subsidi sebesar Rp157,727 triliun, turun sekitar Rp 9triliun bila dibandingkan paguAPBN 2009 yang mencapaiRp 166,701 triliun. Demikiandisampaikan Ketua...hal. 2

    Tegas Atur Blackberry

    Kompetisi Politik Dalam PemiluJangan Seperti Permainan Bola

    KPU Salahartikan UU

    JAKARTA - Politisi se-nior Partai Golkar, FerryMursyidan Baldan menilai,pemilu terancam tak lagi se-bagai ajang atau ruang ko-mpetisi politik, setelah adan-ya putusan MA tentang pen-gaturan perolehan kursi ta-hap ketiga. Kendati pihakKPU akhirnya menyatakan,putusan MA tersebut tidakberlaku surut, namun mem-perhatikan perkembangandinamika yang terjadi kedepan, pemilu berpotensitidak lagi menjadi arena ko-mpetisi demokrasi, katanyadi Jakarta, kemarin.

    Hal itu, katanya, karenaselalu saja ada pihak yangberusaha mencari celah den-gan mengutak-atik aturanmain pemilu demi keuntun-gan pribadi maupun kelom-pok politiknya. Ketika se-

    mua ini berawal dari per-nilaian tentang PeraturanKPU Nomor 15 Tahun 2009yang dianggap bertentangandengan UU 10 Tahun 2008itu, atau penilaian tentangKPU yang salah menerapkanketentuan dalam penetapanperolehan kursi sehinggakeluarlah Putusan MA danMK, maka ke depan memangakan banyak pengaruhnyakepada dinamika kompetisidemokrasi melalui Pemilu itutadi, ungkap anggota Ko-misi II DPR RI itu.

    Sebab, lanjutnya, denganlandasan uji materi, seharus-nya Undang Undang Nomor10 Tahun 2008 yang jadi ru-jukan. Namun ternyata nor-ma yang digunakan bukan-lah norma undang-undang,tetapi norma persepsi pemo-hon, katanya. (ant)

    Pesawat Merpati Hilang di Papua

    Pemilu Bukan lagiAjang Kompetisi

    JAKARTA - Keputusan Ko-misi Pemilihann menurut Pen-gamat Hukum Tata Negara, Ir-manputra Sidin hanyalah lang-kah mendinginkan suasanapolitik, padahal keputusan KPUitu belum menyelesaikan per-soalan hukum dan belum men-jawab putusan MA sesunggu-hnya. Namun, keinginan KPUuntuk melaksanakan keputusanMA perlu diapresiasi bahwaKPU sudah mulai sadar ter-hadap gejala perlawanan kepu-tusan kekuasaan kehakimanyang sesungguhnya tidakboleh dilakukan. Logika ber-laku surut adalah logika yangtidak tepat dikomunikasikan diruang public, karena putusanMA terhadap judicial reviewperaturan KPU tersebut tidakdalam perdebatan berlaku surutatau tidak berlaku surut. Ketaku-tan parpol selama ini yang men-imbulkan suasana memanas di-antara parpol dan lingkup inter-nal parpol sesungguhnya han-ya halusinasi dan mimpi burukdari parpol sendiri, katanya diJakarta, kemarin.

    Sebenarnya dengan melak-

    sanakan putusan MA makatidak berimplikasi pada materihasil pemilu legislatif yaitu per-olehan kursi DPR, DPRD Provin-si dan DPRD Kabupaten/Kotadan seterusnya. Karena meskiperaturan KPU dibatalkan se-sungguhnya pembatalan ituhanya pada batas bentukanformil tidak menyentuh padasubstansi perolehan kursi par-pol yang telah ditetapkan KPU.Jadi sesungguhnya pelakasan-ana putusan tersebut sebenarn-ya sangat simple yaitu dengancara KPU mencabut peraturan-nya yang telah dibatalkan olehMA tersebut kemudian membuatperaturan baru yang substansidan materi dari peraturan barutersebut dapat mengambil utuhfrasa atau kalimat pasal 205 UUPileg tentang pembagian kursitahap kedua. Maka itu sudahmelaksanakan putusan MA den-gan mengganti yang baru,jelasnya.

    Langkah kedua, kata Irmankeputusan KPU tentang pene-tapan hasil pemilu yang mu-ngkin memaktubkan peraturan-peraturan yang telah dibatal-

    JAKARTA - Pesawat Twin Otter milik maska-pai penerbangan Merpati Nusantara Airlines hi-lang kontak saat melakukan penerbangan ruteJayapura-Oksibil, kemarin.

    Direktur Operasional PT Merpati Kapten Nik-matullah mengatakan, pesawat dengan nomorpenerbangan MNA 976 OD tinggal landas dariJayapura sekitar pukul 10.15 WIT dan diperkira-kan tiba sekitar pukul 11.05 waktu setempat. Na-mun, sejak tinggal landas pesawat tidak melaku-kan kontak dengan menara pengawas lalu lintaspenerbangan, ujarnya.

    Nikmatullah mengatakan, pesawat selain mem-bawa pilot, ko-pilot dan seorang mekanik, jugamengangkut 11 orang dewasa dan dua orang bayi.Kami segera mengerahkan pesawat sejenis un-tuk mencari pesawat itu di beberapa jalur yangmungkin dilalui dalam rute Jayapura-Oksibil, ibuko-ta Kabupaten Pegunungan Bintang, katanya.

    Penerbangan yang dilakukan pesawat naas itumerupakan penerbangan rutin Papua Oksibil yangdilayani dua kali sehari. Pesawat telah melakukanpengecekan rutin sebelum terbang, katanya. (ant)

    kan oleh MA tersebut dihapussemuanya kemudian menggan-ti secara redaksional denganperaturan-peraturan baru yangsesuai dengan UU.

    Irman mengatakan, keputu-san ini tidak akan mengubahmateri substansi perolehan ha-sil kursi parpol tersebut, kare-na perolehan kurisi parpoltersebut tidak diakibatkan olehperaturan KPU yang dibatal-kan oleh MA tapi diakibatkanoleh UU No.10/2008 tentangPemilu legislatif.

    Sayangnya, kebanyakan or-ang takut bahwa melaksana-kan putusan MA itu diartikanmengubah komposisi substan-si yang telah ditetapkan KPUtersebut, padahal perolehankursi bukan diakibatkan olehperaturan KPU. Bahwa benarjika peraturan KPU dibatalkanoleh MA, maka segala akibatdari peraturan KPU tersebutjuga hilang, namun perolehankursi tersebut bukanlah dariakibat hukum dari peraturanKPU tersebut namun akibathokum yang dilahirkan padatingkatan UU, tegasnya. (har)

    Suluh Indonesia/antTAMAN SUROPATI CHAMBER - Dua bocah perempuan anggota komunitas musik Taman Suropati Chamber melakukanlatihan dalam rangka persiapan pagelaran mengenang almarhum seniman besar Ismail Marzuki 7 Agustus mendatang.

  • K ta 2Suluh Indonesia, Senin 3Agustus 2009

    Kami memberikan kesempatankepada Anda yang punya talenta dan

    berminat di bidang jurnalistik untukmenjadi Kontributor di wilayah

    Jabodetabek

    Kirimkan lamaran Anda ke :

    PO. BOX 6233 JKBKG

    Paling lambat seminggu setelah pengumuman iniPaling lambat seminggu setelah pengumuman ini

    Lowongan Menjadi WartawanLowongan Menjadi Wartawan

    G.04-Low

    K ilas

    Ditemukan Kerugian Negara Rp14,8 M

    Foke Siap Tindak LanjutiJAKARTA - Pemerintah

    ProvinsiDKI Jakarta FauziBowoalias Fokemenyatakan siapmen-indaklanjuti temuan Badan Pe-meriksaan Keuangan RepublikIndonesia (BPK RI) terhadaplaporan keuangan pemerintahdaerah (LKPD) Provinsi DKIJakarta tahun2008 lalu. Selain itu,Pemprov DKI Jakarta juga ber-janji akan terus memperbaikipengelolaan keuangan daerah ditahun-tahun mendatang. Sebab,pada umumnya temuan BPK RItersebut hanya kesalahan admi-nistrasi, bukan penyimpangananggaran yang bisa menimbul-kan kerugian negara.

    Banyak catatan yang me-mang menjadi pekerjaan rumahPemprov DKI. Semua itu akan

    diselesaikan dengan baik, kataFauziBowo,GubernurDKIJakar-ta, kemarin, seperti dilaporkanmedia resmi Pemprov DKI, Be-ritajakarta. Langkah penindak-lanjutan ini dimaksudkan untukmemperbaiki pengelolaan ke-uangan daerah sehingga antarapemanfaatan d