Click here to load reader

Edisi 24 Agustus 2010 | Suluh Indonesia

  • View
    251

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Headline : Menteri Diminta Lebih Responsif

Text of Edisi 24 Agustus 2010 | Suluh Indonesia

  • No.161 tahun IVSelasa, 24 Agustus 2010

    8 Halaman

    Redaksi/Sirkulasi/Iklan:GEDUNG PERS PANCASILAJl. Gelora VII No. 32Palmerah Selatan Jakarta Pusat.Tlp: 021-5356272, 5357602Fax: 021-53670771

    Pengemban Pengamal Pancasila www.suluhindonesia.comLayanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

    F r e e D a i l y N e w s p a p e r

    Pelaku Pasar Saham Jenuh Jasa Marga Diminta Kaji Tol

    PERHUBUNGAN DKI Jakartameminta Jasa Marga untukmengkaji pintu-pintu tol yangkeberadaannya menyebabkankemacetan lalu lintas di Jakarta.DKI ingin Jasa Marga mengkajipintu-pintu tol mana saja ...hal. 3

    OJK Ganggu Pertumbuhan

    GUBERNUR Bank Indonesiaterpilih Darmin Nasutionmengatakan pendirianOtoritas Jasa Keuangan yangmemisahkan BI denganperbankan dapat mengganggupertumbuhan ekonomi ...hal. 1

    PERDAGANGAN saham diBursa Efek Indonesia (BEI),mulai berkurang, karena pelakupasar sudah jenuh melihatpotensi saham untuk naikcukup sulit, karena harganyasudah tinggi dan hanya ...hal. 2

    Suluh Indonesia/antKASUS - Menko Polhukam Djoko Suyanto memberi keterangan didampingi Menlu Marty Natalegawa dan Menteri Kelautan danPerikanan Indonesia Fadel Muhammad usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Polhukam, Jakarta, kemarin.

    JAKARTA - Presiden Susi-lo Bambang Yudhoyono me-minta para menteri dalam kabi-net Indonesia Bersatu II agarlebih responsif terhadap sejum-lah isu dan menjelaskannyapada masyarakat untuk mence-gah kesimpangsiuran informa-si. Saya berharap saudara se-bagai bagian dari pemerintah-an dan kabinet tekun danproaktif respons masalah inidengan baik, jangan bersem-bunyi dan diam, kata Pre-siden saat sidang kabinetparipurna di Kantor PresidenJakarta, kemarin.

    Hal tersebut disampaikanPresiden menanggapi sejumlahkritik kepada pemerintah akhir-akhir ini dan pemerintah harusmenanggapi dengan propor-

    JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yu-dhoyono mengatakan pemberian remisi dan gra-si terhadap terpidana kasus korupsi sudah se-suai dengan ketentuan dan perundang-un-dangan. Penegasan tersebut disampaikan Presi-den Yudhoyono menepis isu yang berkembangbahwa pemberian remisi itu karena adanya in-tervensi dirinya sehingga besannya, Aulia Po-han dapat menghirup udara bebas setelah di-nyatakan bebas bersyarat. Tentang remisi dangrasi, apa yang kita lakukan sudah ada cantelanhukumnya, sistem dan aturan main yang ada,kata Presiden dalam pengantar rapat kabinetparipurna di Kantor Presiden Jakarta, kemarin.

    Presiden berharap terhadap isu-isu semacamitu, para menteri harus menjelaskan duduk per-soalan dari tiap isu yang terjadi. Saya berharapSaudara sungguh tekun, sungguh proaktif, danmerespon masalah-masalah ini dengan baik, ja-ngan bersembunyi, kata Presiden.

    Presiden mengharapkan para menterinya bisa

    Presiden Yudhoyono :Grasi Sesuai Aturan Main

    Menteri Diminta

    Lebih Responsif

    Tegakkan Kedaulatan NegaraJAKARTA - Panglima Ten-

    tara Nasional Indonesia Jen-deral TNI Djoko Santoso me-ngatakan, pihaknya siap men-jaga dan menegakkan kedaula-tan negara dari berbagai ben-tuk ancaman. TNI sebagaialat pertahanan negara selalusiap sedia menegakkan kedau-latan negara, kata Panglimaketika ditemui sebelum SidangKabinet Paripurna di KantorKepresidenan Jakarta, kemarin.

    Panglima menyatakan halitu ketika ditanya tentang kete-gangan antara Indonesia danMalaysia akhir-akhir ini, teru-tama akibat insiden penang-

    kapan tiga petugas Kementeri-an Kelautan dan Perikanan olehPolisi Diraja Malaysia.

    Menurut Djoko, salah satuprioritas utama TNI adalahmenjaga integritas Tanah Airdan keselamatan negara. Olehkarena itu, dia menegaskan,TNI selalu siap untuk setiaptugas penyelamatan negara.

    Djoko menyatakan, TNIadalah alat pertahanan yangtidak bisa melepaskan darikeputusan politik. Oleh karenaitu, TNI akan bertindak sesuaiaturan dan sesuai keputusanpolitik. Apa yang dilakukandan tidak dilakukan TNI itu se-

    suai dengan keputusan otori-tas politik, kata Djoko.

    Terkait dengan ketegangandengan Malaysia, pemerintahIndonesia berniat segera mem-percepat pembahasan batasmaritim antara Indonesia danMalaysia untuk menghindariperbedaan pendapat antarke-dua negara.

    Untuk itu, Presiden Yudho-yono telah memerintahkan men-teri terkait untuk mempercepatupaya perundingan denganMalaysia guna membahas ba-tas wilayah antara Indonesiadan Malaysia yang selama inimemicu ketegangan. (ant)

    sional dan tepat. Akhir-akhirini saya ikuti di media massagencar kritik dan serangan ter-hadap pemerintah, kabinet ter-masuk terhadap Presiden. Sikapiini secara wajar, ini realitas poli-tik, katanya menegaskan.

    Kepala Negara menyatakanmenteri dalam kabinet sepe-nuhnya bertanggung jawab ke-pada Presiden, karena itu kepen-tingan partai hendaknya dike-sampingkan. Ketika menjelas-kan, saudara adalah menteri,bertanggung jawab pada Pre-siden bukan parpol. Kita satuperahu agar komunikasi de-ngan publik efektif, katanya.

    Kepala Negara mengatakan,peran menteri agar bisa men-jelaskan setiap permasalahanke masyarakat mengenai apa

    yang dilakukan pemerintahuntuk menyelesaikan masalahyang dimaksud karena tidaksetiap masalah harus dijelas-kan oleh Presiden. Saya akanmasuk ke isu yang tepat namunbanyak saya perhatikan sau-dara yang fungsional untukjelaskan berkomunikasi de-ngan rakyat dengan niat baik.Tangkap esensinya dan re-spons dengan baik, katanya.

    Namun demikian Presidenmengatakan respons yangdiberikan oleh menteri harustepat dan proporsional.Statament saudara harusmencerminkan apa yang di-lakukan pemerintah, apa yangmenjadi kebijakan dan tindakankita. Jangan sekadar bicara,kata Presiden. (har)

    merespon isu-isu yang berkembang dimasyarakat maupun di media massa sesuai de-ngan bidangnya masing-masing. Menurut Pre-siden, manakala isu-isu tertentu diangkat pub-lik di media massa dan forum-forum lain, di-harapkan para menteri bisa memberikan responsecara rasional, profesional, dan proporsional.Inilah demokrasi, rakyat punya hak untukmengkritisi pemerintahnya, ingin tahu,mengoreksi, menyalahkan, mengecam, itu hakmereka. Tetapi, pemerintah juga punya hak un-tuk menjelaskan, tegasnya.

    Presiden mengkritik menteri-menteri terkaityang tak segera merespon isu-isu yangberkembang akhir-akhir ini di masyarakat. Kare-na banyak berita yang sebenarnya tidak terlam-bat direspon. Respon baru dilakukan dua, tiga,hingga empat hari. Bahkan terkadang respon-nya tidak memadai. Ini sebetulnya tidak bolehterjadi. Yang begini-begini perlu direspon,dijelaskan, perintah Presiden. (har)

    SBY Minta LindungiWNI di Luar Negeri

    JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mene-gaskan pemerintah terus berupaya memberi bantuan hukum,pembelaan, dan upaya diplomasi untuk meringankan hukumanyang dijatuhkan kepada warga negara Indonesia (WNI) diluar negeri. Oleh karena itu, Presiden telah menginstruksikanMenteri Luar Negeri melakukan langkah-langkah pembelaandan perlindungan terhadap 345 WNI yang dikabarkan teran-cam hukuman mati di Malaysia. Saya sendiri datang beber-apa kali untuk mengurusi ini supaya tidak ada sesuatu yangtidak adil. Bahkan, dalam suatu pertemuan bilateral, saya di-update sendiri oleh Malaysia, one by one, kasus hukumnya,dan bagaimana solusinya sesuai dengan permintaan Indone-sia, kata Presiden Yudhoyono saat membuka sidang kabinetparipurna di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.

    Dalam rapat, Presiden juga meminta Menlu menjelaskanberapa sesungguhnya jumlah WNI di Malaysia yang teran-cam hukuman mati. Kepala Negara menginginkan agar jum-lahnya selalu di update. Selain itu, kepada kementerian terkaitPresiden juga meminta memperhatikan hak-hak tenaga kerjaIndonesia di Malaysia, seperti hari libur, gaji, dan pendidikanputra-putri mereka.

    Dalam upaya memberikan bantuan ini, Presiden mengi-ngatkan agar tetap menghormati sistem hukum di negara lain,sebagaimana negara lain menghormati sistem hukum di Indo-nesia. Kita juga biasa memvonis hukuman mati bagi warganegara asing. Saya juga sering diminta oleh kepala negarauntuk memberikan keringanan hukuman, tegasnya.

    Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskan-dar mengatakan WNI yang terancam hukuman mati memilikibermacam-macam latarbelakang. Ada yang tenaga kerja, adapula yang kriminal. Dalam hal ini, Kemenakertrans hanya akanmembantu mereka yang berstatus tenaga kerja Indonesia.

    Muhaimin mengatakan sebagian dari mereka sudah dita-ngani KBRI, sebagian ditangani Kementerian Luar Negeri mela-lui KBRI. Posisi Kemenakertrans menginventarisir mana-mana yang TKI, dan kita juga akan berkomunikasi dengankeluarga yang memungkinkan membantu, katanya.

    Mengenai jumlah 345 WNI seperti yang dirilis Migrant Care,Muhaimin meyakini tidak sebanyak itu. Dia memastikan, ha-nya 293 tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia yang teran-cam hukuman mati. Selain itu, terdapat 52 TKI lainnya yangterancam hukuman kurungan 6-20 tahun. (har)

    KapolriSakit Lagi

    JAKARTA - Kapolri Jenderal PolBambang Hendarso Danuri kembalijatuh sakit, sehingga tidak bisa meng-ikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kan-tor Kepresidenan Jakarta, kemarin.

    Hal itu dibenarkan oleh Wakil Kapol-ri, Komjen Pol Jusuf Manggabarani ke-tika hadir di Kantor Kepresidenan, se-belum Sidang Kabinet Paripurna dimu-lai. Istirahat sakit, kata Jusuf.

    Ketika dikonfirmasi informasi yangmenyebutkan Kapolri sempat berobatke rumah sakit pekan lalu, Jusuf mem-benarkan. Ya (benar), jadi dapat (su-rat) istirahat dokter, katanya.

    Jusuf tidak lama berada di komplekKantor Kepresidenan. Setelah sekitar10 menit berada di dalam Kantor Kepre-sidenan, Jusuf bergegas keluar.

    Ketika ditanya wartawan, dia me-nyatakan, hanya menyampaikan bahanyang akan disampaikan dalam SidangKabinet Paripurna. Sudah saya lapor-kan perkembangan situasi terakhir.Saya sedang kumpulkan bahan dari se-luruh Indonesia untuk dikembangkan,katanya. (ant)

  • 2Suluh Indonesia, Selasa 24 Agustus 2010K taK ilas

    Minum Miras Op