Click here to load reader

Edisi 26 Agustus 2009 | Suluh Indonesia

  • View
    235

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Headline : KPK Kantongi Nama Anggota DPR Terima Suap dan Gratifikasi

Text of Edisi 26 Agustus 2009 | Suluh Indonesia

  • No. 159 tahun IIIRabu, 26 Agustus 2009

    8 Halaman

    Redaksi/Sirkulasi/Iklan:GEDUNG PERS PANCASILAJl. Gelora VII No. 32Palmerah Selatan Jakarta Pusat.Tlp: 021-5356272, 5357602Fax: 021-53670771

    Pengemban Pengamal Pancasila www.suluhindonesia.comLayanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

    F r e e D a i l y N e w s p a p e r

    Polisi TangkapMohamad Jibril

    JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yud-hoyono meminta pemerintah Malaysia dapatmemberikan atensi penuh terkait persoalan klaimtari pendet oleh warga negaranya. Peringatantersebut ditujukan kepada pemerintah Malay-sia agar hubungan baik yang selama terjalin jan-gan sampai terganggu oleh masalah-masalahsemacam itu. Berkaitan dengan isu tarian Pen-det yang menjadi bagian iklan di Malaysia, kedepan pemerintah Malaysia harus sungguh-sungguh memberikan atensi, menjaga perasaanrakyat Indonesia, memelihara hubungan baikdan Eminent Persons Group bisa difungsikanuntuk mencegah hal-hal yang seperti itu. Iniharapan saya, dengan semangat menjaga danmemelihara hubungan baik, tegasnyadi Kan-tor Presiden, Jakarta, kemarin.

    Penegasan disampaikan Presiden seusai me-nerima Menteri Kebudayaan dan Pariwisata JeroWacik, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda,Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa danSekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Presiden Yud-hoyono menerima laporan dan penjelasan ber-kaitan dengan isu klaim Tari Pendet yang di-gunakan sebagai bagian dari iklan promosi wisa-ta Malaysia.

    Masalah RI-Malaysia diakui Presiden Yud-hoyono seringkali terjadi. Terhadap masalah TariPendet itu Presiden berharap niat baik dan tu-lus dari pemerintah Malaysia untuk menyele-saikannya dan menjaga perasaan rakyat Indo-nesia. Bagaimanapun saya berharap pemerin-tah Malaysia bisa menjaga sensitifitas rakyatIndonesia berkaitan dengan itu, karena kejadi-an ini bukan yang pertama kali, tandasnya.

    Presiden mengapresiasi langkah Menbudparatas nama pemerintah yang telah bertindak den-gan menyampaikan surat bernada protes danmeminta penjelasan tentang duduk perkara se-benarnya kepada pemerintah Malaysia. Jawa-ban sementara pemerintah Malaysia adalah bah-wa iklan dibuat oleh private company. Protesyang dilakukan pemerintah Indonesia saya ang-gap tidak berlebihan, karena sudah terjadi be-berapa kali dan ini tujuannya untuk kebaikan dimasa depan, kata Presiden.

    Secara khusus, Presiden meminta Menbud-par dan Menlu untuk menentukan langkah-lang-kah penanganan dan penyelesaian ke depanagar ciptaan dan karya anak bangsa mendapat-kan pengesahan, baik di dunia internasionalmaupun di luar negeri. (har)

    Rupiah Jeblok

    KAMAR Dagang dan Industri(Kadin) Indonesia menolakrencana pemerintah untukmewajibkan sertifikasi halal bagiproduk makanan, minuman,farmasi dan kosmetikkarena baik pengusaha...hal. 3

    Inflasi Lebihi Perkiraan

    TINGKAT inflasi pada 2010diperkirakan akan lebih tinggi dariperkiraan realisasi inflasi selamatahun 2009 karena berbagaifaktor. Dokumen paparankerangka ekonomi makro danasumsi makro RAPBN...hal. 1

    KURS rupiah terhadap dolar ASdi pasar spot antarbank Jakarta,kemarin turun mencapaiRp 10.020-Rp 10.035 per dolaratau melemah 35 poin, karenapelaku pasar masih aktifmembeli dolar. Pembelian...hal. 2

    Kadin Tolak Kewajiban

    Klaim Tari PendetSBY Minta Malaysia Sensitif

    Suluh Indonesia/sepMASUK KEJARI - Ketua KPK non aktif Antasari Azhar (tengah) disambut para jaksa saat tiba di Gedung KejariJaksel, kemarin. Antasari dan beberapa tersangka pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen segera diadili.

    JAKARTA - Komisi Pem-berantasan Korupsi (KPK) te-lah mengantongi data sejum-lah nama yang diduga meneri-ma suap dan gratifikasi, seper-ti yang diterima oleh anggotaDPR Mufid A. Busyairi. In-dikasi dugaan siapa penerimasudah ada, kata Direktur Grat-ifikasi KPK, Lambok Hutaurukdi Jakarta, kemarin.

    KPK telah memiliki nama-nama penerima gratifikasi diDPR RI. Laporan gratifikasi itutidak akan berhenti di laporansaja. Direktur Gratifikasi KPKLambok Hutahuruk menyata-kan data ini diperoleh seusaimereka menindaklanjuti pelap-oran gratifikasi yang dilakukanoleh Anggota Komisi IV DPR,Mufid A Busyairi. Kami sudahkantongi beberapa nama mere-ka, ujarnya di Gedung KPK,Jakarta, kemarin.

    Namun Lambok engganmenyebutkan nama-namatersebut, karena sebelum 30hari nama-nama tersebut masihdirahasiakan. Saat ini belumbisa diungkap karena belum 30hari, terangnya.

    Ia meminta, beberapa pen-erima gratifikasi untuk segeramengembalika uang tersebut keKPK, karena jika telah melewatimasa 30 hari, bisa dikenai pasalsuap. Jika sebelum 30 hari

    mengembalikan, ini bisa dian-ulir, tambahnya.

    Menurut Lambok, laporangratifikasi yang dilakukan olehMufid A Busyairi tidak berhen-ti. Laporan ini telah diuji oten-titasnya, dan petunjuk pembe-rian gratifikasi telah ditindak-lanjuti oleh KPK. Pengemban-gan gratifikasi tidak berhentisampai laporan saja. Dan KPKtelah menindaklanjuti, kitatunggu 30 hari ini, ujarnya.

    Saat ini KPK belum bisa me-mastikan, tujuan gratifikasitersebut. Karena, selain terlibatdalam penyusunan RUU Sus-duk, Mufid juga termasuk dalambeberapa tim di komisi IV DPR.Kami belum bisa pastikan un-tuk tim, atau pansus, atau apa,jelas Lambok.

    DiultimatumPada kesempatan yang

    sama, Wakil Ketua KPK BidangPencegahan Haryono Umarmengimbau agar para anggotaDewan yang menerima danagratifikasi itu segera melapordan mengembalikan danatersebut ke KPK.

    KPK, menurutnya, akanmemberikan batas waktu pelap-oran dan pengembalian danatersebut maksimal 30 hari se-menjak, Selasa (18/8) lalu, saatMuhfid A Busyairi menerima

    JAKARTA - Kadiv Humas Polri Irjen Pol Nanan Soekar-na mengakui, Densus 88 Anti Teror Badan Reserse Krimi-nal Polri telah menangkap Mohamad Jibril, buronan kasusterorisme. Benar, Polri menangkap dia tadi sore (kemaren-red), kata Nanan di Jakarta, kemarin.

    Ia mengatakan, Jibril masih menjalani pemeriksaan olehtim Densus 88 Anti Teror. Jibril ditangkap dalam perjalananpulang dari tempat kerjanya di Bintaro ke rumah orang tuan-ya di Pamulang, Tangerang, Banten, sekitar pukul 15.30 WIB.

    Penangkapan itu hanya beberapa jam setelah Polri mer-ilis bahwa Jibril menjadi buronan karena diduga menjadiperantara aliran dana dari luar negeri ke Indonesia untukdipakai dalam aksi ledakan bom di Hotel JW Marriot danRtiz-Carlton. Dalam selebaran yang dikeluarkan Polri, Jibrilmemiliki nama lain Muhamad Ricky Ardhan yang lahir diBanjarmasih 3 Desember 2009.

    Dia terakhir tinggal di JL M Saidi RT 10 RW 01 Pesang-grahan, Jakarta Selatan. Ciri fisik dia antara lain laki-laki,tinggi badan 165 cm, kepala bulat, mata hitam, alis tipisdan bibir tipis. Ia juga masih memegang paspor nomor S335026 yang masih berlaku.

    Polisi menduga Jibril memiliki hubungan dengan Al Kha-lil Ali, WN Arab Saudi yang kini ditahan Mabes Polri kare-na diduga terlibat tindak pidana terorisme. Ali disangkamenjadi perantara dana dari luar negeri untuk ledakan bomdi kedua hotel itu.

    Selain Ali, polisi telah menahan Aris dan Hendra, wargaTemanggung karena diduga ikut menyediakan sarana aksibom di Jl Mega Kuningan, Jakarta Selatan. (son)

    dana Rp 100 juta tersebut.Kita tunggu 30 hari ke depandari 18 Agustus kemarin. Ma-kanya lebih baik dikembalikan.Karena dari tanggal 18 itu KPKterus menggali informasi sela-ma 30 hari. Jadi siapa pun yangmenerima nanti akan ada dat-anya, katanya.

    Jadi yang menerima danatersebut Pansus DPR ? Hary-ono menjawab, tergantungpansus yang mana. Pansus kanbanyak ada yang anggotanya100 orang, 10 orang. Apa artin-ya penerima dana bukan han-ya anggota Komisi IV, menurutHaryono, bisa saja.

    Sebelumnya, anggota DPRMufid A. Busyairi mengembali-kan uang sebesar Rp 100 jutakepada negara melalui KPK.Ya sudah saya sampaikan keKPK, kata Mufid.

    Namun, politisi PKB itu men-gaku tidak mengetahui asal uangtersebut. Dia juga mengakutidak tahu maksud dari pembe-rian itu. Mufid menjelaskan,uang itu dikirimkan kepadanya,tanpa disertai informasi statusuang tersebut. Anggota Komi-si IV DPR itu enggan menjelas-kan apakah anggota DPR yanglain juga menerima uang sepertiyang dia terima.

    Mufid hanya menegaskanagar setiap anggota DPR han-

    ya menerima apa yang menja-di hak mereka. Yang berhakdiambil tidak apa-apa, yangtidak berhak dikembalikan,

    kata Mufid yang pernah ter-gabung dalam pembahasanRUU Susunan dan Keduduk-an DPR RI. (nas/son)

    KPK Kantongi Nama Anggota DPR

    Terima Suap dan Gratifikasi

  • K ta 2Suluh Indonesia, Rabu 26Agustus 2009K ilas

    Kami memberikan kesempatankepada Anda yang punya talenta dan

    berminat di bidang jurnalistik untukmenjadi Kontributor di wilayah

    Jabodetabek

    Kirimkan lamaran Anda ke :

    PO. BOX 6233 JKBKG

    Paling lambat seminggu setelah pengumuman iniPaling lambat seminggu setelah pengumuman ini

    Lowongan Menjadi WartawanLowongan Menjadi Wartawan

    G.04-Low

    Diskon 50%diAncolPENGELOLA Taman Impian Jaya Ancol memberikandiskon spesial berupa potongan harga tiket masuk sebe-sar 50 persen kepada pengunjung unit rekreasi DuniaFantasi, Gelanggang Samudera, dan Atlantis WaterAdventure selama bulan Ramadhan. Direktur Utama PTPembangunan Jaya Ancol Tbk Budi Karya Sumadidalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA diJakarta, Selasa, menyebutkan, diskon spesial terse-but berlaku mulai Sabtu (22/8) hingga 18 September2009. Selain itu, Ancol sebagai salah satu destinasiwisata kuliner juga menawarkan berbagai menu berbu-ka puasa dengan diskon khusus hingga 25 persen diberbagai restoran di dalam kawasan wisata terpadu itu.Program diskon khusus tersebut tersedia antara lain direstoran Segarra, Backstage Cafe, Seaside Suki, Der-maga One, Jimbaran Resto, dan Bandar Djakarta. Se-dangkan menu yang ditawarkan oleh beragam restorantersebut antara lain makanan/minuman dengan cita rasakhas Sulawesi, Bali, Thailand, dan hidanganbarat.Diskon tersebut sebagaibentuk dukungan Ancoldalam menyambut bulan suci Ramadh