172
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user i EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA SEMANGGI DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN ( Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Efektivitas Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa Semanggi Dalam Pemberdayaan Masyarakat Miskin Di Surakarta ) Disusun Oleh : AGNESSIA FERY ANDRIYANI NIM D 0304015 SKRIPSI Diajukan untuk Melengkapi Tugas dan Memenuhi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Sosiologi FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

  • Upload
    vonga

  • View
    270

  • Download
    12

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

i

EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA SEMANGGI DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN

( Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Efektivitas Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa Semanggi Dalam

Pemberdayaan Masyarakat Miskin Di Surakarta )

Disusun Oleh :

AGNESSIA FERY ANDRIYANI

NIM D 0304015

SKRIPSI Diajukan untuk Melengkapi Tugas dan Memenuhi Syarat Guna

Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Jurusan Sosiologi

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2012

Page 2: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

ii

PERSETUJUAN

Telah Disetujui Untuk Dipertahankan di Hadapan Panitia Ujian Skripsi

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Sebelas Maret

Surakarta

Pembimbing

Drs. TH.A.Gutama M.Si NIP. 195609111986021001

Page 3: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

iii

HALAMAN PENGESAHAN

Telah diuji dan disahkan oleh Panitia Ujian Skripsi

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Sebelas Maret Surakarta

Pada Hari : Tanggal :

Panitia Penguji

1. Drs. Bambang Wiratsasongko, M.Si NIP. 19510727 198203 1 002 (_____________________)

Ketua

2. Eva Agustinawati, S.Sos, M.Si NIP. 19700813 199512 2 001 (_____________________)

Sekretaris

3. Drs. TA. Gutama, M.Si

NIP. 19560911 198602 1 001 (_____________________)

Penguji

Disahkan oleh :

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Sebelas Maret Surakarta

Dekan,

Prof. Drs. Pawito, Ph.D Nip 19540805 198503 1 002

Page 4: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

iv

MOTTO

Terus percaya bahwa TUHAN membawa kita ke padang

yang hijau, masa depan yang penuh harapan, meskipun

mungkin saat ini kita sedang melewati padang gurun yang

tandus

1 Petrus 5:7 “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-

Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

Bersabarlah dalam kesesakan, bersukacitalah dalam

kesedihan, walaupun itu sakit. Karena kita akan menerima

semuanya dengan indah.

Page 5: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

v

PERSEMBAHAN

Dengan penuh rasa syukur, karya yang sederhana ini aku persembahkan kepada :

Bapak Sukatno, Ibu Handayani , Ibu Sudarni, Mas Bimo Prayitno dan juga seluruh keluarga besar, yang telah memberikan doa, dan segalanya, yang tak bisa dihitung lagi dengan apapun. Aku kuat karena cinta kasih kalian semua.

Sahabatku yang selalu mendengarkan dan membantu dalam kekuranganku ”Rochana Sagita, Iswara Pramudita, Frans

Nugroho, Hendrawan Tito Wisnu Wardana” Terima kasih sudah menjadi sahabat terbaik.

Sahabatku Sosiologi Angkkatan 2004

Seseorang dimasa depanku Y

Alamamaterku tercinta.

Page 6: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan kasih dan

penyertaan Tuhan, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai syarat untuk

memperoleh gelar sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Sosiologi.

Penulis banyak mendapatkan bimbingan, petunjuk, dukungan dan bantuan

yang berharga dari berbagai pihak dalam penyusunan skripsi ini. Dengan segala

kerendahan hati, pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih

kepada :

1. Prof. Drs. Pawito, Ph.D selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

universitas sebelas maret Surakarta.

2. Dr. Bagus Haryono, M.Si selaku ketua Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial

dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta.

3. Drs. Pandjang .S selaku pembimbing akademik dari penulis

4. Drs. TH.A.Gutama, M.Si selaku pembimbing skripsi. Terima kasih atas ilmu,

waktu dan kesabaran Bapak selama membimbing dan mengarahkan penulis.

5. Seluruh staf pengajar Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

universitas sebelas maret Surakarta, terima kasih atas semua ilmu yang

diberikan selama penulis berada di bangku kuliah.

Page 7: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

vii

6. Kedua orang tua saya yang tidak pernah lelah memberikan dorongan untuk

menyelesaikan skripsi ini dan doa yang senantiasa dipanjatkan dengan penuh

ketulusan dan keikhlasan.

7. Saudara-saudaraku tercinta untuk kesabaran, kerepotan, support dan doanya.

8. Sahabat-sahabat terkasih, yang selalu mendukung aku disaat aku terpuruk.

9. Teman-teman Sosiologi 2004 Asri, Efi, Puji, Murni (rindu saat KKPM di

Rembang lagi), Wahyu, Vicky, Indah, Dafir, Andhy, Oshien, Bowo, Rendra,

dan yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih banyak atas

kebersamaan kita selama ini. Para Senior yang senantiasa mengingatkan,

memarahi, menasehati dan mendorong penulis.

10. Serta semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Terima kasih

atas semuanya sehingga penulis bisa menyelesaikan karya ini.

Namun penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan karya tulis

ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik

yang bersifat membangun guna kesempurnaan laporan ini.

Semoga Karya tulis dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang

membutuhkan.

Surakarta, April 2012

Agnessia Fery Andriyani

Page 8: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

viii

DAFTAR ISI Halaman

HALAMAN JUDUL........................................................................................ i

HALAMAN PERSETUJUAN ......................................................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... iii

HALAMAN MOTTO ...................................................................................... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... v

KATA PENGANTAR ..................................................................................... vi

DAFTAR ISI .................................................................................................... viii

DAFTAR TABEL ............................................................................................ xii

DAFTAR MATRIK ......................................................................................... xiii

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xiv

ABSTRAK ....................................................................................................... xv

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ..................................................................................... 1

B. Perumusan Masalah ............................................................................. 13

C. Tujuan Penelitian ................................................................................. 13

D. Manfaat Penelitian ............................................................................... 13

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Pustaka...................................................................................... 15

1. Konsep yang digunakan

a. Efektivitas................................................................................. 15

Page 9: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

ix

b. Rusunawa................................................................................. 18

c. Pemberdayaan.......................................................................... 27

d. Masyarakat Miskin ................................................................... 37

2. Landasan Teori ............................................................................... 41

B. Definisi Konsep.................................................................................... 48

C. Kerangka Berpikir................................................................................. 49

BAB III METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian ................................................................................. 51

B. Jenis Penelitian ..................................................................................... 51

C. Sumber Data ......................................................................................... 52

D. Teknik Pengumpulan Data ................................................................... 53

E. Metode Penarikan Sampel ................................................................... 55

F. Teknik Pengambilan Sampel .............................................................. 56

G. Validitas Data ...................................................................................... 57

H. Teknik Analisis Data ........................................................................... 58

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Lokasi

1. Rusunawa Semanggi Kota Surakarta ............................................. 60

2. Kondisi Sosial dan Ekonomi .......................................................... 65

3. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) ………………………… 68

4. Unit Pengelola Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA)

Kota Surakarta …………………………………………………. 73

Page 10: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

x

5. Tata Cara Penghunian…………………………………………… 83

B. Profil Informan dan Responden ........................................................ . 87

1. Informan ....................................................................................... . 88

2. Responden ..................................................................................... 91

C. Gambaran Kondisi Sebelum dan Setelah Tinggal

di Rusunawa Semanggi ..................................................................... 96

1. Kondisi Penghuni Sebelum Tinggal di Rusunawa Semanggi ..... 96

2. Kondisi Penghuni Setelah Tinggal di Rusunawa Semanggi ....... 100

D. Pemberdayaan Masyarakat Miskin Melalui Pembangunan

Rusunawa Semanggi ........................................................................ 103

1. Memberdayakan Penghuni Rusunawa ........................................ 106

2. Menswadayakan Masyarakat ..................................................... 113

3. Memandirikan Masyarakat ......................................................... 115

E. Kebijakan dan Pembinaan ................................................................. 119

F. Indikator Keberdayaan ...................................................................... 123

G. Efektivitas Pembangunan Rusunawa ................................................ 130

1. Program Peningkatan Taraf Ekonomi ......................................... 131

2. Perbaikan Sarana dan Prasarana Permukiman yang Partisipatif .. 134

3. Program Peningkatan Kualitas Hidup Sehat Masyarakat ............ 136

H. Analisis Dampak Pembangunan Rusunawa Terhadap Kondisi Fisik

Lingkungan Permukiman, Sosial, dan Ekonomi. .............................. 137

1. Dampak Pembangunan Rusunawa Terhadap Kondisi

Page 11: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xi

Fisik Lingkungan Permukiman ................................................... 138

2. Dampak Pembangunan Rusunawa Terhadap Kondisi Ekonomi

Masyarakat. ................................................................................. 142

3. Dampak Pembangunan Terhadap Kondisi Sosial Masyarakat. .. 144

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan ............................................................................................. 148

B. Implikasi.................................................................................................. 150

1. Implikasi Teoritis ................................................................................ 150

2. Implikasi Metodologis ........................................................................ 152

3. Implikasi Empiris ................................................................................ 154

C. Saran........................................................................................................ . 154

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Page 12: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 4.1 Jumlah Kepala Keluarga Penghuni Menurut Usia ......................... 66 Tabel 4.2 Jumlah Penghuni Menurut Tingkat Pendidikan .............................. 66 Tabel 4.3 Jumlah Penghuni Menurut Mata Pencarian ................................... 67 Tabel 4.4 Susunan Anggota Unit Pengelola Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA) Kota Surakarta ...................................................... 81 Tabel 4.5 Susunan Tim Pembina Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA) Kota surakarta ...................................................... 82

Page 13: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xiii

DAFTAR MATRIK

MATRIK 4.1 Memberdayakan Masyarakat Melalui Pembangunan

Rusunawa ............................................................................. 111

MATRIK 4.2 Menswadayakan masyarakat melalui KUBE ........................ 115

MATRIK 4.3 Memandirikan masyarakat dalam menghuni Rusunawa

Semanggi ............................................................................... 119

Page 14: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

1. Interview Guide

2. Matrik Hasil Wawancara

3. Surat Keterangan dari Lokasi

4. Surat Ijin Penelitian

5. Gambar Dokumentasi

Page 15: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xv

ABSTRAK

AGNESSIA FERY ANDRIYANI, D0304015. TAHUN 2012 “EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA SEMANGGI DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN” (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Efektivitas Keberadaan Rumah Susun Sederhana Sewa Semanggi Dalam Pemberdayaan Masyarakat Miskin Di Surakarta). Skripsi: Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan sejauh mana efektivitas pembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu pelaksanaan program peremajaan kota untuk penanganan permukiman kumuh perkotaan.

Sejalan dengan tujuan penelitian tersebut, maka bentuk penelitian yang digunakan berupa penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan data dengan kata-kata / uraian dan penjelasan tentang suatu permasalahan. Penelitian ini menggunakan teori tindakan sosial dari Max Weber dan Teori Perubahan Sosial dari Karl Marx. Penelitian ini mengambil lokasi di Rusunawa Semanggi Kota Surakarta. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik validitas data yang digunakan berupa teknik trianggulasi data yaitu menggumpulkan data sejenis dari beberapa sumber yang berbeda. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan perincian sampel sebagai berikut: DPU sebagai agen perubahan, Pengurus Paguyuban Rusunawa Semanggi, Penghuni Rusunawa Semanggi. Sedangkan teknis analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin di Kota Surakarta. Dengan metode penelitian deskriptif kualitatif, analsis yang diperoleh sebagai berikut: (a) kehidupan sosial dan ekonomi sebagian penghuni rumah susun sederhana sewa sudah mengalami perubahan yang berarti setelah tinggal di Rusunawa Semanggi. Perubahan yang dirasakan adalah dalam bentuk pemenuhan tempat tinggal yang layak (kondisi fisik bangunan) dan peningkatan kesejateraan ekonomi penghuni Rusunawa ; (b) Sarana dan prasarana bersama , tidak terpelihara dengan baik, karena penghuni belum dapat beradaptasi dengan lingkungan permukiman baru, selain itu disebabkan oleh status kepemilikan (sewa) menyebabkan rendahnya kepedulian penghuni terhadap lingkungan perumahan dan permukiman; (c) Fasilitas umum dan fasilitas sosial belum tersedia secara lengkap; (d) Rendahnya frekuensi pembinaan dari Pemerintah Daerah terhadap upaya pemberdayaan dan peningkatan kehidupan sosial dan ekonomi para penghuni rumah susun sederhana sewa.

Page 16: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xvi

ABSTRACT

AGNESSIA FERY ANDRIYANI, D0304015. YEAR 2012 “EFFECTIVENESS DEVELOPMENT OF RUSUNAWA SEMANGGI EMPOWERMENT OF THE POOR "(Study Descriptive Qualitative Regarding the Effectiveness Development of Simple Rent Flats Semanggi In Empowerment of the Poor in Surakarta). Thesis: Sociology Faculty Social and Political Sciences of University Sebelas Maret Surakarta.”

This study has the objective to describe the extent to which the Effectiveness

Rusunawa Semanggi in the presence of empowerment of the poor. Simple construction of rental flats (Rusunawa) is one of the implementation of urban renewal program for the treatment of urban slums.

Considering the previous purpose, the research employs a Descriptive Qualitative Research having purpose to describe data by words and explanation towards problems. The research employs a Social Action theory by Karl Marx abd place in Semanggi Surakarta City. Techniques of collecting data include interview, observation, and documentation. Data validity technique employed is data trianggulation which collect similar data from several different sourches of data, the sampling techniques of the research is purposive sampling with the following sample details: DPU as agent of change, the Society Board Rusunawa Semanggi, Occupants Rusunawa Semanggi. The analysis of data includes data reduction, data presentation and conclusion drawing.

The purpose of this study to examine the effectiveness of the presence of Rusunawa Semanggi in empowering the poor in the city of Surakarta. With descriptive qualitative research methods, analsis obtained as follows: (a) social and economic life most modest rental apartment dwellers have experienced significant change after living in Rusunawa Semanggi. Perceived change is in the form of compliance to adequate housing (physical condition) and an increase in economic welfare Rusunawa residents, (b) Facilities and infrastructure together, are not well preserved, because residents have not been able to adapt to a new neighborhood, but was caused by ownership status (rent) cause low concern for residents of neighborhoods and settlements; (c) public facilities and social amenities are not yet available in full; (d) the low frequency of formation of the Regional Government of empowerment and increased social and economic life of the occupants of the apartment simple lease.

Page 17: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pembangunan Nasional pada hakekatnya adalah pembangunan manusia

seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia yang menekankan pada

peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat, sehingga terjadi

keseimbangan pembangunan kemakmuran lahiriah dan batiniah dalam suatu

masyarakat Indonesia yang maju dan berkeadilan sosial. Salah satu unsur pokok

kesejahteraan rakyat adalah terpenuhinya kebutuhan perumahan yang merupakan

kebutuhan dasar bagi setiap warga Negara Indonesia dan keluarganya sesuai dengan

harkat dan martabatnya sebagai manusia. Sebagai kebutuhan dasar perumahan

mempunyai peranan yang sangat strategis dalam pembentukan watak dan

kepribadian bangsa yang perlu dikembangkan demi kelangsungan dan peningkatan

kehidupan dan penghidupan bangsa.

Pembangunan merupakan suatu proses perubahan disegala bidang kehidupan

yang dilakukan secara sengaja berdasarkan suatu rencana tertentu. Pembangunan

nasional di Indonesia, misalnya, merupakan suatu proses perubahan yang dilakukan

berdasarkan rencana tertentu, dengan sengaja dan memang dikehendaki, baik oleh

pemerintah yang menjadi pelopor pembangunan maupun masyarakat (Soerjono

Soekanto, 1990:407)

Page 18: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

2

Proses pembangunan terutama bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup

masyarakat, baik secara spiritual maupun material. Peningkatan hidup masyarakat

mencakup suatu perangkat cita-cita yang meliputi hal-hal sebagai berikut :

1. Pembangunan harus bersifat rasionalitas; artinya haluan yang diambil harus

dilandaskan pada pertimbangan rasional. Haluan itu hendaknya didasarkan pada

fakta, sehingga nantinya merupakan suatu kerangka yang sinkron.

2. Adanya rencana pembangunan dan proses pembangunan. Artinya ada keinginan

untk selalu membangun pada ukuran dan haluan yang terkoordinasi secara

rasional, dalam suatu system.

3. Peningkatan produktivitas

4. Peningkatan standar kehidupan

5. Kedudukan, peranan, dan kesempatan yang sederajat dan sama dibidang politik,

sosial, ekonomi dan hokum,

6. Pengembangan lembaga-lembaga sosial dan sikap-sikap dalam masyarakat.

Sikap-sikap tesebut mencakup : (a) efisiensi: (b) kerajinan dan ketekunan; (c)

keteraturan; (d) ketetapan; (e) kesederhanaan dan kecermatan; (f) ketelitian dan

kejujuran; (g) bersifat rasional dalam mengambil keputusan; (h) selalu siap untuk

menghadapi berbagai perubahan; (i) selalu mempergunakan kesempatan dengan

benar; (j) giat dalam usaha; (k) mempunyai integritas dan dapat berdiri sendiri;

(l) bersikap kooperatif; (m) konsilidasi nasional; (n) kemerdekaan nasional.

(Soerjono Soekanto, 1990:408)

Pembangunan bukanlah hanya menjadi tema sentral perbaikan hajat hidup

atau inisiatif pemerintah saja, akan tetapi juga harus mampu memberikan wadah

Page 19: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

3

bagi berkembangnya partisipasi, dan rasa tanggung jawab secara meluas, yang

perduli terhadap emansipasi diri dan kemampuan endogen yang ada dalam tingkat

lokal. Untuk itu, pembangunan sebagai usaha perubahan sosial secara berencana

seharusnyalah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat yang di

dalam strukturnya, hingga dapat maju atas kemampuan diri sendiri (self sustaining

procces). Pembangunan yang mendasarkan diri pada keswadayaan dapat dilihat

sebagai jalan keluar untuk meningkatkan pendapatan, mengatasi kesenjangan, dan

sekaligus meningkatkan partisipasi wong cilik. Keswadayaan bisa dipahami sebagai

"semangat" yakni upaya yang didasarkan pada kepercayaan kemampuan diri yang

berdasarkan pada sumberdaya yang dimiliki. Keswadayaan berarti juga semangat

untuk membebaskan diri dari ketergantungan pada pihak luar atau kekuatan dari atas

(Rahardjo, 1992:56).

Perumahan dan pemukiman merupakan kebutuhan dasar manusia, yang

sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian bangsa. Perumahan dan

pemukiman tidak dapat hanya dilihat sebagai sarana kebutuhan hidup, tetapi lebih

merupakan proses bermukim manusia dalam menciptakan tatanan hidup untuk

masyarakat dan dirinya dalam menampakkan jati diri.

Pesatnya perkembangan perkotaan akan menyebabkan meningkatnya

permintaan lahan di kota. Masalah yang timbul kemudian berkembang kearah

kebutuhan penduduk akan tempat tinggal atau perumahan. Karena dari tingkat

pendapatan masing-masing penduduk yang berbeda akan mengakibatkan berbeda

pula daya beli mereka terhadap suatu tempat tinggal (rumah). Bagi penduduk kota

yang berpendapatan rendah, kebutuhan tempat tinggal ini merupakan masalah yang

Page 20: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

4

berat bagi mereka. Penyediaan perumahan merupakan salah satu hal yang harus

dihadapi wilayah perkotaan dimasa yang akan datang, seiring dengan perkembangan

kota yang berlangsung cepat.

Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar (basic needs) manusia selain

pangan dan sandang, maka pemenuhan kebutuhan akan rumah menjadi prioritas

yang tidak dapat ditangguhkan. Di sisi lain, masyarakat mempunyai kemampuan

terbatas untuk mencukupi biaya pengadaan perumahan, karena tidak mampu

mendapatkan lahan yang legal di pusat kota, maka masyarakat berpenghasilan

rendah menduduki tanah-tanah secara illegal di sepanjang jalur kereta api, kuburan,

pinggiran sungai dan lahan-lahan terlantar lainnya.

Problematika kepadatan penduduk masyarakat kota berbanding terbalik

dengan semakin minimnya ketersediaan lahan. Hal ini disebabkan oleh

meningkatnya laju perpindahan penduduk dari desa ke kota akibat tuntutan hidup

yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan zaman. Selain itu juga laju

pertumbuhan penduduk yang terus meningkat sehingga lahan semakin langka.

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, tercatat jumlah penduduk di Kota

Surakarta sebanyak 500.642 jiwa. Dengan luas sebesar 44,03 km² membuat tingkat

kepadatan penduduk di Kota Surakarta sangat tinggi, bahkan tertinggi di Jawa

Tengah, yaitu 11.370 jiwa/km² (BPS, Kota Surakarta). Untuk mengatasi hal tersebut

pemerintah Kota Surakarta membangun rumah susun (rusun) sebagai alternative

tempat tinggal untuk merelokasi warga kalangan menengah ke bawah (Rusunawa

Semanggi, Kelurahan Semanggi, Surakarta)

Page 21: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

5

Untuk mengatasi keterbatasan lahan dalam pemenuhan perumahan yang

layak huni bagi masyarakatnya, pemerintah Surakarta mengeluarkan kebijakan

pembagunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Rusunawa ini di

harapkan keterbatasan lahan yang ada dapat diatasi untuk memenuhi

pemukiman yang layak huni bagi warga Solo. Pembangunan Rusunawa ini

nampaknya merupakan jalan yang dianggap sesuai bagi perkotaan dalam

mengatasi pemukiman kumuh yang semakin meningkat dan juga mampu

memberdayakan masyarakat miskin untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih

baik lagi.

Pembangunan Rusunawa ini dinilai sesuai dalam mendukung pertumbuhan

kota. Pengelolaan pembangunan Rusunawa perkotaan yang efektif dan efisien,

mengacu pada rencana tata ruang perkotaan yang berkualitas, termasuk pengelolaan

administrasi pertanahan yang tertib dan adil, dan ditunjang oleh kelembagaan

pemerintah yang siap melaksanakan otonomi daerah; makin mantapnya kemitraan

pemerintah daerah dengan masyarakat dan dunia usaha dalam pelaksanaan

pembangunan perkotaan; meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang ditunjukkan

oleh meningkatnya pendapatan per kapita dan kualitas hidup penduduk yang makin

merata; berkurangnya jumlah penduduk miskin di perkotaan; serta meningkatnya

kualitas fisik lingkungan di perkotaan.

Pembangunan Rusunawa merupakan respon terhadap kebutuhan rumah bagi

masyarakat. Rusunawa menjadi alternative pilihan untuk penyediaan hunian karena

merupakan pilihan yang ideal bagi negara-negara berkembang. Daerah yang

mempunyai tingkat kepadatan penduduk yang tinggi memiliki permasalahan pada

Page 22: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

6

kurangnya ketersediaan hunian, ketidaklayakan hunian, dan keterbatasan lahan. Hal

ini membutuhkan suatu konsep perencanaan dan pembangunan yang tepat agar

permasalahan hunian dapat terselesaikan.

Keseriusan Pemerintah akan pentingnya rumah susun diwujudkan dengan

hadirnya Undang-undang No. 16 Tahun 1985, tentang Rumah Susun, Bab II, Pasal

2 dan Pasal 3, yang dilanjutkan dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No. 4

tahun 1988, tentang Rumah Susun, Bab II, Pasal 2, Ayat 1 dan 2. Pembangunan

rumah susun berlandaskan pada asas kesejahteraan umum, keadilan dan pemerataan,

serta keserasian dan keseimbangan dalam perikehidupan. Adapun Pembangunan

rumah susun bertujuan untuk :

(1) a. memenuhi kebutuhan perumahan yang layak bagi rakyat, terutama

golongan masyarakat miskin yang berpenghasilan rendah, yang

menjamin kepastian hukum dalam pemanfaatannya;

b. meningkatkan daya guna dan hasil guna tanah di daerah pekotaan

dengan memperhatikan kelestarian sumber daya alam dan

menciptakan lingkungan pemukiman yang lengkap, serasi, dan

seimbang

(2) Memenuhi kebutuhan untuk kepentingan lainnya yang berguna bagi

kehidupan masyarakat, dengan tetap mengutamakan ketentuan ayat (1

huruf a).

Menurut UU No.16 tahun 1985 tentang rumah susun. Rumah susun diartikan

sebagai berikut: “Rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun

dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan

Page 23: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

7

secara fungsional dalam arah horisontal maupun vertikal dan merupakan satuan-

satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah terutama

untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama dan

tanah bersama.” Jadi bisa dikatakan bahwa rumah susun merupakan suatu

pengertian yuridis arti bangunan gedung bertingkat yang senantiasa mengandung

sistem kepemilikan perseorangan dan hak bersama, yang penggunaannya bersifat

hunian atau bukan hunian. Secara mandiri ataupun terpadu sebagai satu kesatuan

sistem pembangunan. Atau rumah susun adalah bangunan yang dibangun untuk

menampung sekumpulan manusia yang terorganisir kedalam suatu wadah dengan

pertimbangangan kehidupan manusia hidup secara layak secara horizontal dan

vertikal dengan sistem pengelolaan yang menganut konsep kebersamaan.

Pemerintah dalam undang-undang nomor 3 tahun 1958 juga telah mengatur

tentang urusan perumahan yang intinya mengenai penguasaan perumahan dan

peruntukan penghuniannya. Khusus mengenai sewa menyewa selama ini diatur

dalam Peraturan Pemerintah nomor 17 dan 49 tahun 1963, Peraturan Pemerintah

nomor 55 tahun 1981.

Kebijakan ini dilanjutkan dengan pelaksanaan pembangunan rumah susun di

berbagai kota di Indonesia. Kebijakan terbaru pemerintah diwujudkan dengan

Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 26 Tahun 2006, Tentang Tim

Koordinasi Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan. Dalam

keputusan ini presiden mengamanatkan agar proses pembangunan itu didukung

penuh oleh pemerintah daerah dalam hal ini gubernur dan bupati/walikota.

Page 24: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

8

Menurut Yudohusodo (1991), dalam membangun rumah susun sederhana

sewa perlu diperhatikan beberapa aspek, yaitu :

1. Aspek ekonomi

Rusunawa yang berdekatan dengan tempat kerja, tempat usaha atau tempat

berbelanja untuk keperluan sehari- hari akan sangat membantu menyelesaikan

masalah perkotaan, terutama yang menyangkut masalah transportasi dan lalu

lintas kota.

2. Aspek lingkungan

Pada setiap lingkungan perumahan yang dibangun membutuhkan sejumlah

rumah tambahan bagi masyarakat yang mempunyai tingkat sosial ekonomi yang

berbeda. Melalui penerapan subsidi silang masih dimungkinkan membangun

sejumlah rumah sewa yang dibiayai oleh lingkungan itu sendiri.

3. Aspek tanah perkotaan

Rusunawa yang secara minimal dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pada

saat ini, tidak akan lagi memenuhi kebutuhan masyarakat di kemudian hari.

Program peremajaan lingkungan dengan membangun kembali perumahan sesuai

dengan standar yang dituntut, harus dilaksanakan agar lingkungan perkotaan

tetap dapat terjamin kualitasnya. Dengan dikuasainya tanah dimana Rusunawa

sewa itu dibangun, program peremajaan lingkungan di masa mendatang dengan

mudah dapat dilaksanakan.

4. Aspek investasi

Pembangunan Rusunawa untuk masyarakat miskin secara ekonomis kurang

menguntungkan. Besarnya sewa tidak dapat menutup seluruh biaya investasinya.

Page 25: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

9

Akan tetapi apabila ditinjau dari nilai tanah perkotaan yang selalu meningkat

sesuai dengan perkembangan kotanya, maka cadangan tanah yang dikuasai

pemerintah akan selalu meningkat harganya. Dengan nilai tanah tersebut, akan

terpenuhi pengembalian sebagian atau seluruhnya biaya investasi.

5. Aspek keterjangkauan

Untuk dapat mencapai sasaran yang tepat maka tarif sewa disesuaikan dengan

kemampuan masyarakat, atas dasar penghasilan yang nyata dan besarnya

pengeluaran rumah tangga. Letak keberhasilan pembangunan dan penghunian

rusunawa tergantung pada lokasinya.

Pembangunan rumah susun merupakan respon terhadap kebutuhan rumah

bagi masyarakat. Rumah susun menjadi alternatif pilihan untuk penyediaan hunian

karena merupakan pilihan yang ideal bagi negara-negara berkembang. Daerah yang

mempunyai tingkat kepadatan penduduk yang tinggi memiliki permasalahan pada

kurangnya ketersediaan hunian, ketidak layakan hunian dan keterbatasan lahan. Oleh

karena itu dibutuhkan suatu konsep perencanaan dan pembangunan yang tepat agar

permasalahan hunian dapat terselesaikan. Pembangunan Rusunawa merupakan salah

satu solusi yang paling rasional yang perlu dipertimbangkan dan diterima oleh

Pemerintah Daerah dalam upaya memukimkan masyarakat perkotaan yang kurang

beruntung. Rusunawa dengan keterbatasan dan kesederhanaanya menawarkan cara

hidup yang lebih bermatabat dengan harga yang lebih terjangkau pada lokasi yang

tetap dekat dengan sumber penghasilan.

Program rusunawa ini nantinya juga diharapkan dapat mengatasi masalah

hunian liar yang kerap terjadi di kawasan perkotaan. Semakin sempitnya lahan

Page 26: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

10

karena populasi yang meningkat membuat harga tanah di perkotaan melonjak

tinggi, banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang mendirikan bangunan

ditanah yang tidak berizin karena keterbasan ekonomi. Program rusunawa inilah

merupakan obyek eksperimen dari pemerintah dalam hal mengatasi pemukiman liar

dan pemukiman kumuh yang ada di Surakarta yang setiap tahunnya semakin

bertambah. Sehingga ini merupakan langkah yang bijak dari pemerintah, dalam hal

ini dengan melalui pendekatan kepada masyarakatnya tanpa dengan menggunakan

tindakan yang kasar seperti penggusuran, karena pembangunan rusunawa tersebut

menggunakan lahan kosong di Semanggi.

Pembangunan Rusunawa Semanggi adalah program Rusunawa yang kedua

kali di kota Surakarta setelah pembangunan Rusunawa Begalon I dan Rusunawa

Begalon II yang dibangun oleh DPU tahun 2003-2004 di Kelurahan Panularan dan

telah dihuni sejak April 2009. Program Rusunawa Semanggi ini dilaksanakan mulai

pada tahun 2006-2007 dengan pembangunan Rusunawa di Kelurahan Semanggi

Kecamatan Pasar Kliwon Surakarta, terdiri dari 196 unit dan telah dihuni sejak

Januari 2010.

Kebijakan pembangunan Rusunawa tersebut merupakan salah satu alternatif

dalam penanganan permasalahan perumahan dan permukiman di Surakarta.

Rusunawa Semanggi dirancang dengan pola pengelolaan Rusunawa sederhana

melalui peraturan-peraturan untuk pengelola maupun penghuni Rusunawa. Namun,

dalam kenyataannya peraturan tersebut tidak dapat berjalan dengan semestinya, hal

ini dapat terlihat dalam beberapa aspek yaitu aspek pembiayaan sebagai perumahan

yang bersifat sosial, pembayaran sewa seharusnya diperuntukan bagi operasional

Page 27: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

11

harian rusunawa Semanggi, pemeliharaan lingkungan dan penjagaan keamanan;

aspek sosial penataan unit hunian dan blok lingkungan sebaiknya memungkinkan

terjalinnya hubungan sosial antar penghuni sehingga menunjang hubungan sosial;

aspek ekonomi dengan adanya rusunawa Semanggi disebabkan karena lokasi rusun

yang strategis maupun dengan membuka peluang usaha; aspek pengelolaan yang

dapat melaksanakan tata aturan dan penerapan sanksi dengan baik, dan adanya

pemberdayaan masyarakat merupakan hal yang sangat penting dan strategis untuk

segera direalisasikan. Pemberdayaan komunitas penghuni Rusunawa ini seharusnya

mencakup interaksi aktif dua pelaku, yaitu pihak pemberdaya (pemerintah) dan

pihak yang diperdayakan (penghuni rusunawa). Pihak pemberdaya di sini tidak

mutlak datang dari pemerintah, tetapi dapat pula berasal dari sistem sosial komunitas

lainnya.

Pendekatan pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu wujud

pembangunan alternatif yang menghendaki agar masyarakat mampu mandiri dalam

memenuhi kebutuhan hidupnya. Empowerment (pemberdayaan) berasal dari Bahasa

Inggris, dimana power diartikan sebagai kekuasaan atau kekuatan. Menurut Robert

Dahl (1973:50), pemberdayaan diartikan pemberian kuasa untuk mempengaruhi atau

mengontrol. Manusia selaku individu dan kelompok berhak untuk ikut berpartisipasi

terhadap keputusan-keputusan sosial yang menyangkut komunitasnya. Sedangkan

menurut Korten (1992) pemberdayaan adalah peningkatan kemandirian rakyat

berdasarkan kapasitas dan kekuatan internal rakyat atas SDM baik material maupun

non material melalui redistribusi modal.

Page 28: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

12

Salah satu pola pendekatan pemberdayaan masyarakat yang paling efektif

dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat adalah inner resources approach.

Pola ini menekankan pentingnya merangsang masyarakat untuk mampu

mengidentifikasi keinginan-keinginan dan kebutuhan-kebutuhannya dan bekerja

secara kooperatif dengan pemerintah dan badan-badan lain untuk mencapai

kepuasan bagi mereka. Pola ini mendidik masyarakat menjadi concern akan

pemenuhan dan pemecahan masalah-masalah yang mereka hadapi dengan

menggunakan potensi yang mereka miliki (Ross 1987 : 77-78).

Sementara itu efektivitas dapat diartikan sebagai pencapaian sasaran dari

upaya bersama, dimana derajat pencapaian menunjukkan derajat efektivitas (Bernard

dalam Gybson 1997 : 56). Efektivitas dapat digunakan sebagai suatu alat evaluasi

efektif atau tidaknya suatu tindakan (Zulkaidi dalam Wahyuningsih D, 2005:22)

yang dapat dilihat dari : (a) Kemampuan memecahkan masalah, keefektifan tindakan

dapat diukur dari kemampuannya dalam memecahkan persoalan dan hal ini dapat

dilihat dari berbagai permasalahan yang dihadapi sebelum dan sesudah tindakan

tersebut dilaksanakan dan seberapa besar kemampuan dalam mengatasi persoalan

dan (b) Pencapaian tujuan, efektivitas suatu tindakan dapat dilihat dari tercapainya

suatu tujuan dalam hal ini dapat dilihat dari hasil yang dapat dilihat secara nyata.

Menurut Kartasasmita (1995:19) upaya memberdayakan rakyat harus

dilakukan melalui tiga cara, yaitu : (1) Menciptakan suasana yang memungkinkan

potensi masyarakat untuk berkembang, (2) Memperkuat potensi yang dimiliki oleh

rakyat dengan menerapkan langkah-langkah nyata, (3) Melindungi dan membela

kepentingan masyarakat lemah.

Page 29: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

13

B. PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah dikemukakan di atas

dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

“ Bagaimana efektivitas pembangunan Rusunawa Semanggi bagi penghuni

dalam pemberdayaan masyarakat miskin di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar

Kliwon, Kota Surakarta ? ”

C. TUJUAN PENELITIAN

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pembangunan

Rusunawa Semanggi bagi penghuni dalam pemberdayaan masyarakat miskin di

Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

D. MANFAAT PENELITIAN

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah :

1. Pemerintah dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sebagai pengelola rusunawa

dapat dijadikan masukan guna perumusan kebijakan pengelolaan lingkungan

Rusunawa sederhana sewa yang optimal.

2. Masyarakat penghuni rumah susun sederhana sewa dapat dijadikan sebagai

wawasan pelaku/subyek aktivitas lingkungan rumah susun sederhana sewa

yang berkesinambungan.

3. Bagi dunia ilmu pengetahuan, hasil penelitian ini dapat memperkaya konsep

pengelolaan rumah susun sederhana sewa untuk waktu yang akan datang.

Page 30: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

14

4. Bagi peneliti sendiri dapat digunakan sebagai pembelajaran dan juga sebagai

bahan kajian ilmiah dalam pengelolaan rusunawa.

Page 31: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

15

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. KAJIAN PUSTAKA

1. Konsep yang digunakan

a. Efektivitas

Efektivitas menurut Ratminto dan Atik Septi Winarsih (2005:174)

yaitu tercapainya suatu tujuan yang telah ditetapkan, baik itu dalam

bentuk target, sasaran jangka panjang maupun misi organisasi.

Sedangkan R. Ferry Anggoro Suryokusumo (2008:14) menjelaskan

efektivitas secara sederhana yaitu dapat diartikan ”tepat sasaran”, yang

juga lebih diarahkan pada aspek kebijakan, artinya program-program

pembangunan yang akan dan sedang dijalankan ditujukan untuk

memperbaiki kualitas kehidupan rakyat yang benar-benar memang

diperlukan untuk mempermudah atau menghambat pencapaian tujuan

yang akan dicapai.

Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya

efektivitas adalah suatu penyelesaian pekerjaan yang benar dan tepat

waktu hingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik.

Alasan pemilihan kriteria ini yaitu untuk mengetahui efektivitas dari

kebijakan pembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan

masyarakat miskin di Surakarta serta faktor-faktor apa sajakah yang

mempengaruhi efektivitas kebijakan tersebut.

Page 32: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

16

Efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih

tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan

menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Efektifitas bisa juga

diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-

tujuan yang telah ditentukan. Sebagai contoh jika sebuah tugas dapat

selesai dengan pemilihan cara-cara yang sudah ditentukan, maka cara

tersebut adalah benar atau efektif.

Adapun Henry, Brian dan White (dalam Samodra W, 1994:65)

mengemukakan beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk mengukur

efektivitas program atau kebijakan yaitu:

a) Waktu pencapaian

b) Tingkat pengaruh yang diinginkan.

c) Perubahan perilaku masyarakat.

d) Pelajaran yang diperoleh para pelaksana proyek.

e) Tingkat kesadaran masyarakat akan kemampuan dirinya.

Suatu program yang tidak mengarah pada kriteria-kriteria tersebut

dipandang tidak efektif. Melalui beberapa kriteria yang telah disebutkan

tadi, menjelaskan bahwa pada dasarnya pelaksanaan suatu program juga

merupakan suatu proses belajar bagi para pelaksana sendiri. Selain itu

juga proses pelaksanaan program yang dilakukan oleh pemerintah

semestinya mengarah ke peningkatan kemampuan masyarakat dan juga

dipandang sebagai usaha penyadaran masyarakat.

Page 33: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

17

Efektifitas adalah melakukan tugas yang benar sedangkan

efisiensi adalah melakukan tugas dengan benar. Penyelesaian yang

efektif belum tentu efisien begitu juga sebaliknya. Yang efektif bisa saja

membutuhkan sumber daya yang sangat besar sedangkan ya Efektivitas

memiliki arti berhasil atau tepat guna. Efektif merupakan kata dasar,

sementara kata sifat dari efektif adalah efektivitas. Menurut Effendy

(1989) mendefinisikan efektivitas sebagai berikut:

”Komunikasi yang prosesnya mencapai tujuan yang direncanakan

sesuai dengan biaya yang dianggarkan, waktu yang ditetapkan dan

jumlah personil yang ditentukan” (Effendy, 1989;14).

Efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau

tujuan yang telah ditentukan sebelumnya (Handayaningrat, 1995:16).

Dari pengertian Handayaningrat dapat diartikan sebagai suatu

pengukuran akan tercapainya tujuan yang telah direncanakan sebelumnya

secara matang.

Menurut Kumoronto (1996), efektivitas sebagai salah satu kriteria

untuk dijadikan pedoman dalam menilai kinerja organisasi pelayanan

publik memiliki pengertian, yaitu apakah tujuan dari didirikannya

organisasi pelayanan publik tersebut tercapai ? Hal tersebut erat

kaitannya dengan rasionalitas teknis : nilai, misi, tujuan organisasi, serta

fungsi pembangunan. Sedangkan efektivitas kinerja pelayanan menurut

Salim dan Woodward (1992) ialah untuk melihat tujuan atau target

pelayanan yang telah ditentukan.

Page 34: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

18

Adapun Emerson dalam Handayaningrat (1996:16) mengatakan

bahwa “Efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya sasaran

atau tujuan yang telah ditentukan”. Jadi apabila tujuan tersebut telah

dicapai, baru dapat dikatakan efektif. Masih dalam buku yang sama, Hal

ini dipertegas kembali dengan pendapat Hasibuan dalam Handayaningrat

(1996:16) bahwa “efektivitas adalah tercapainya suatu sasaran eksplisit

dan implisit”. Hal senada juga dikemukakan oleh Miller dalam

Handayaningrat (1996:16) “Effectiveness be define as the degree to

which a social system achieve its goals. Effectiveness must be

distinguished from efficiency. Efficiency is mainly concerned with goal

attainments”, yang artinya efektivitas dimaksudkan sebagai tingkat

seberapa jauh suatu sistem-sistem sosial mencapai tujuannya.

Efektivitas organisasi sendiri dapat dinyatakan sebagai tingkat

keberhasilan organisasi dalam usaha untuk mencapai tujuan atau sasaran

(Lubis, 1987:34). Dengan demikian efektivitas menyangkut persoalan

apa yang akan dilakukan (input), bagaiman cara melakukannya (proses)

dan apa hasilnya (output), dengan demikian tentunya tidak terlepas

dengan sistem yang digunakan.

b. Rusunawa

1. Pengertian Rusunawa

Rumah susun sederhana sewa, yang selanjutnya disebut

rusunawa, adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam

suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan

Page 35: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

19

secara fungsionaldalam arah horizontal maupun vertikal dan

merupakan satuan-satuan yang masing-masing digunakan secara

terpisah, status penguasaannya sewa serta dibangun dengan

menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dengan fungsi utamanya

sebagai hunian. (Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor

:18/PERMEN/M/2007). Program pembangunan Rusunawa diharapan

dapat meningkatkan kualitas lingkungan menuju perumahan yang

lengkap, serasi, dan seimbang.

Rusunawa adalah bangunan yang dibangun untuk menampung

sekumpulan manusia yang terorganisir kedalam suatu wadah dengan

pertimbangangan kehidupan manusia hidup secara layak secara

horizontal dan vertikal dengan sistem pengelolaan yang menganut konsep

kebersamaan.

2. Landasan hukum pembangunan rumah susun sederhana

a) UU No. 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun dan Peraturan

Pemerintah No. 4 Tahun 1988 tentang Rumah Susun Pasal 15

dalam undang-undang yang berkaitan dengan pembangunan rumah

susun antara lain menyebutkan:

· Rumah susun dibangun disesuaikan dengan tingkat keperluan dan

kemampuan masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah.

Page 36: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

20

· Pembangunan rumah susun dapat diselenggarakan oleh Badan

Usaha Milik Negara atau Daerah, Koperasi dan Badan Usaha

Milik Swasta yang bergerak dalam bidang itu, serta swadaya

masyarakat.

b) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 60/PRT/1992 tentang

Persyaratan Teknis Pembangunan Rumah Susun. Di dalam pasal 2

tentang maksud dan tujuan Persyaratan Teknis Pembangunan

Rumah Susun, disebutkan antara lain:

· Persyaratan teknis pembangunan rumah susun dimaksudkan

sebagai landasan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan,

pengelolaan dan pembangunan rumah susun dalam rangka

peningkatan kualitas hidup penghuninya.

· Persyaratan teknis pembangunan rumah susun bertujuan untuk

menjamin keamanan, keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan

bagi penghuni dan/atau pemakainya.

c) Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 3 Tahun 1992 tentang

Pedoman Penyusunan Peraturan Daerah tentang Rumah Susun.

Peraturan ini berisi tentang perlunya membentuk Perhimpunan

penghuni sebagai Badan Hukum untuk mengatur kehidupan di

lingkungan rumah susun agar tertib dan lebih menjamin kepastian

hukum bagi penggunaan bagian bersama, benda bersama dan tanah

bersama.

Page 37: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

21

d) UU No. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. Pola

hunian perumahan di kota-kota besar maupun berkembang menurut

dua bentuk yaitu sistem sewa dan system kepemilikan.

Pembangunan rumah susun sederhana dengan system sewa sebagai

salah satu bentuk dari perumahan sederhana, merupakan salah satu

alternatif perumahan bagi masyarakat golongan berpenghasilan

rendah. Membangun Rusunawa bagi masyarakat miskin

berpenghasilan rendah mempunyai beberapa sasaran, yaitu :

· Untuk masyarakat miskin berpenghasilan rendah yang tidak

memiliki pendapatan atau penghasilan tetap yaitu sulit

mendapatkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) karena

persyaratan bank yang sulit terpenuhi.

· Masyarakat yang belum dapat kesempatan memiliki rumah yang

dibangun oleh Perumnas atau sendiri.

· Bagi mereka yang baru berumahtangga dan belum mampu

membeli rumah.

3. Tujuan

Berdasarkan Undang-Undang No. 16 tahun 1985 tentang

Rumah Susun, pembangunan rumah susun bertujuan :

· Memenuhi kebutuhan perumahan yang layak bagi rakyat,

terutama golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah yang

menjamin kepastian hukum dalam pemanfaatannya.

Page 38: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

22

· Meningkatkan daya guna dan hasil guna lahan di daerah

perkotaan dengan memperhatikan kelestarian sumber daya alam

dan menciptakan lingkungan pemukiman yang lengkap, serasi

dan seimbang.

Tujuan khusus pembangunan rumah susun adalah untuk

mengurangi laju pertumbuhan perumahan biasa yang banyak memakan

lahan dan kurang terkendali dalam perencanaannya.

4. Kriteria Pembangunan Rumah Susun :

a) Kesesuaian dengan Tata Ruang Kota (sesuai peruntukannya)

b) Konsisi sosial ekonomi dan sosial budaya penghuni kawasan pada

umumnya rendah (penghasilan, pendidikan, perilaku/kebiasaan).

c) Kepadatan bangunan melebihi daya dukung lingkungan.

d) Kondisi prasarana dan sarana lingkungan pada umumnya kurang

dan tidak memenuhi persyaratan teknis dan kesehatan.

e) Potensi kawasan untuk kegiatan perdagangan, jasa, pendidikan,

pariwisata, industri, dan lain-lain.

f) Jika akan dibangun rumah susun/sewa yang akan dikelola oleh

Pemda, Pemda harus dapat menyediakan lahan dan biaya

penampungannya selama proses pembangunan rumah susun.

Page 39: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

23

g) Penduduk awal diprioritaskan dapat ditampung kembali pada rumah

susun.

5. Sasaran Pembangunan Rumah Susun

Pembangunan rumah susun seperti yang telah dicantumkan

dalam UU No. 16/1985 lebih diutamakan bagi peningkatan

kesejahteraan masyarakat yang berpenghasilan rendah. Upah minimum

yang ditetapkan dunia adalah US$ 2.00 per hari atau (Rp.

500.000/bulan). Jadi masyarakat ekonomi rendah bisa dikategorikan

masyarakat yang berpenghasilan kurang dari atau sama dengan Rp.

500.00,00.

6. Berdasarkan status kepemilikan Rumah Susun Sederhana Sewa,

penghuni membayar uang sewa atau kontrak sesuai dengan perjanjian

yang disepakati bersama :

· Bagi keluarga baru/masyarakat tidak mampu untuk membeli

rumah susun, rumah susun sewa memberi kemudahan dapat

tinggal dan menempati unit hunian dengan secara sewa.

· Cocok bagi orang-orang yang sering berpindah tempat kerja, dan

tinggal pada suatu daerah tidak terlalu lama.

· Bagi developer, pengembalian modal butuh waktu lama serta

membutuhkan biaya maintenance yang besar.

Page 40: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

24

7. Komponen Perencanaan Rumah Susun Sederhana Sewa :

a) Komponen Non Fisik

· Penyiapan Masyarakat

Berupa penyuluhan antara lain mengenai untung ruginya

hidup di rumah susun, tata cara hidup di rumah susun,

kelembagaan masyarakat yang tinggal di rumah susun.

· Instansi Terkait

Kaitan antara Pemda, masyarakat, dan pihak lain yang

terlibat dalam penyelenggaraan rumah susun, meliputi penyiapan

lahan, jaringan listrik, air bersih, kelembagaan yang menangani

rumah susun dalam rangka pengelolaan dan pemeliharaan yang

berkelanjutan.

· Detail Engineering

Perencanaan rumah susun disesuaikan dengan aspirasi

masyarakat yang akan menghuni rumah susun, memperhatikan

efisiensi penggunaan lahan, memenuhi persyaratan teknis

pembangunan rumah susun yang sesuai dengan standarisasi dan

pedoman yang telah ditetapkan.

b) Komponen Fisik

Page 41: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

25

· Bangunan Rumah Susun

Terdiri dari unit-unit hunian yang mengelompokkan dalam

jumlah tertentu yang dinyatakan dalam blok-blok rumah susun.

Untuk mencapai efisiensi lahan maka ruang-ruang penunjang

dapat dipergunakan secara komunal, misalnya, fasilitas ruang

bersama, sirkulasi koridor, tangga.

· Fasilitas Umum

Rumah susun dilengkapi pula dengan fasilitas umum

berupa ruang serba guna, parkir dan tempat ibadah.

· Sarana Penunjang dan Jaringan Utilitas Lingkungan

Dapat saling menunjang dengan kegiatan peremajaan

perumahan kota, antara lain: jalan, drainase, air bersih,

persampahan.

8. Dasar Penyelenggaraan Rumah Susun .

Sebenarnya secara hukum, undang-undang tentang rumah susun

telah ditetapkan sejak tahun 1985 (UU RI No. 16 Tahun 1985) namun

karena kurang sosialisasi, komitmen dan penerimaan mitra serta

masyarakat pengguna, sehingga belum tercipta visi bersama tentang

peranan dan penyelenggaraan rumah susun sehingga dalam

pelaksanaannya masih terasa jauh dari harapan. Pengembangan rumah

susun dinilai berpotensi dalam mengatasi permasalahan di bidang

perumahan dan pemukiman mencakup aspek pembiayaan dan

Page 42: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

26

operasional, keterjangkauan masyarakat, pemanfaatan lahan serta

pengendalian pengembangan kawasan di perkotaan, serta juga

diharapkan dapat ikut mengendalikan pengembangan wilayah strategis

secara lebih luas.

Gagasan penyelenggaraan rumah susun diperkuat dengan

dikeluarkannya PP No. 4 tahun 1988 tentang Penyelenggaraan Rumah

Susun, yang juga merupakan tidak lanjut pemerintah Indonesia dalam

meratifikasi kesepakatan-kesepakatan dunia untuk penyediaan

perumahan dan pemukiman bagi manusia. Kesepakatan-kesepakatan

tersebut pada intinya memberi perhatian untuk mewujudkan tempat

hunian yang layak bagi seluruh manusia sebagai kebutuhan dasarnya.

Namun demikian, belum semua kota-kota besar di Indonesia telah

mengembangkan bentuk hunian dalam mengakomodasi kebutuhan

perumahan di masing-masing daerah perkotaan.

Penyelenggaraan rumah susun ternyata belum cukup memadai

dalam mengimbangi laju peningkatan kebutuhan perumahan terutama

di kawasan perkotaan dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan

masalah urbanisasi. Banyak hambatan-hambatan ditemui terutama

terkait dengan permasalahan sosial, budaya, landasan hukum di daerah

di luar aspek teknis dan ekonomi, sehingga upaya percepatan

pemenuhan kebutuhan perumahan melalui penyediaan rumah susun

tidak mudah direalisasikan. (Sugandi, 2002:5)

Page 43: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

27

Pembangunan rumah susun memberikan penawaran terhadap

penghematan penggunaan lahan, terutama di kawasan perkotaan

dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dan pertumbuhan

ekonomi perkotaan yang semakin meningkat. Penyelenggaraan rumah

susun diharapkan mampu mengurangi pemanfaatan lahan produktif

tanpa melampaui daya dukung lingkungannya serta daya dukung

kawasan perkotaan secara lebih luas.

Pemanfaatan lahan untuk rumah susun yang terkonsentrasi akan

turut mengendalikan pola perkembangan kota serta mengurangi

rusaknya struktur kawasan perkotaan.

Memperhatikan uraian tersebut di atas, dengan demikian

hendaknya penyelenggaraan dan pembangunan rumah susun bukan

hanya dipandang sebagai sebuah bangunan atau kompleks bangunan,

melainkan juga harus memperhatikan nilai-nilai fisik, sosial budaya,

ekonomi, dan kelembagaan masyarakat. Pada bagian lain

penyelenggaraan dan pembangunan rumah susun juga melaksanakan

peran dalam memperkokoh struktur dan kedudukan kota secara

keseluruhan dalam skala wilayah.

c. Pemberdayaan

Pemberdayaan menunjuk pada kemampuan orang, khususnya

kelompok rentan dan lemah sehingga mereka memiliki kekuatan dalam

(a) memenuhi kebutuhan dasarnya sehingga mereka memiliki kebebasan

Page 44: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

28

(freedom), dalam arti bukan saja bebas mengemukakan pendapat,

melainkan bebas dari kelaparan, bebas dari kebodohan, bebas dari

kesakitan; (b) menjangkau sumber-sumber produktif yang

memungkinkan mereka dapat meningkatkan pendapatannya dan

memperoleh barang-barang dan jasa-jasa yang mereka perlukan; dan (c)

berpartisipasi dalam proses pembangunan dan keputusan-keputusan yang

mempengaruhi mereka (Edi Suharto, 2005 : 58).

Proses pemberdayaan masyarakat merupakan suatu proses yang

bertitik tolak untuk memandirikan masyarakat agar dapat meningkatkan

taraf hidupnya sendiri dengan menggunakan dan mengakses sumberdaya

setempat sebaik mungkin. Proses tersebut menempatkan masyarakat

sebagai pihak utama atau pusat pengembangan. Pemberdayaan

masyarakat merupakan upaya yang disengaja untuk memfasilitasi

masyarakat lokal dalam merencanakan, memutuskan dan mengelola

sumberdaya lokal yang dimiliki melalui collective action dan networking

sehingga pada akhirnya mereka memiliki kemampuan dan kemandirian

secara ekonomi, ekologi, dan sosial.

Pemberdayaan masyarakat mengandung arti mengembangkan,

memandirikan, menswadayakan, dan memperkuat posisi tawar menawar

masyarakat lapisan bawah terhadap kekuatan-kekuatan penekan di segala

bidang dan sektor kehidupan. Disamping itu, juga mengandung arti

melindungi dan membela dengan berpihak kepada yang lemah, untuk

mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang dan eksploitasi atas

Page 45: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

29

yang lemah (Sugeng, 2008 : 65).

Pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan

pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap penghuni

Rusunawa semanggi, dalam rangka pemberdayaan masyarakat miskin di

Surakarta. Jadi sebelum memasuki tujuan utama tersebut, konsep

pemberdayaan harus dipahami terlebih dahulu.

“Community empowerment is a concept that has both domestic and international resonance. In industrialised democracies it is integral to debates over the participation of citizens in the political and policy process. ‘Community development’ is a domestic policy process ideal that continues to have adherents, although its apogee appears, for now, to have been the growth in the 1970s of community-based legal services, housing and urban redevelopment cooperatives, and welfare and health services. An echo, if only that, of this spirit remains in more recent, government-funded ‘communities of place’ initiatives and policies that aim to redress “failures of the state and the market” in the delivery of social services (Dr Thomas W D Davis : APSA Conference 2007 The Real World of ‘Community Empowerment’ in International Development’)

Yang artinya :

”Pemberdayaan masyarakat adalah sebuah konsep yang resonansi baik domestik dan internasional. Dalam industri demokrasi adalah integral perdebatan atas partisipasi warga dalam proses politik dan kebijakan. 'Pengembangan masyarakat' adalah proses ideal kebijakan domestik yang terus ada penganutnya, walaupun sering muncul, untuk saat ini, telah bertumbuh di tahun 1970-an masyarakat berbasis jasa hukum, perumahan dan mengembangkan kembali koperasi perkotaan, dan pelayanan kesehatan dan kesejahteraan. Jika hanya itu, ini masih dalam semangat yang lebih baru, yang didanai oleh pemerintah 'masyarakat tempat' inisiatif dan kebijakan yang bertujuan untuk memperbaiki "kegagalan negara dan pasar" dalam pemberian pelayanan sosial.”

”The World Bank’s position on this bears close similarity to those of other donors. It has certainly taken on the language of empowerment. Its current mission statement quite clearly brings together the rhetoric of economic growth with that of

Page 46: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

30

empowerment and participation: Our mission is to help developing countries and their people reach the goals by working with our partners to alleviate poverty. To do that we concentrate on building the climate for investment, jobs and sustainable growth, so that economies will grow, and by investing in and empowering poor people to participate in development. (World Bank web page www.wb.org/aboutus)”

Yang artinya:

”Bank Dunia pada posisi ini sama dekatnya dengan donor-donor yang lain. Ia telah diambil pada bahasa pemberdayaan. Pernyataan misi yang saat ini cukup jelas yang menyatukan retorika pertumbuhan ekonomi dengan pemberdayaan dan partisipasi: Misi kami adalah untuk membantu negara-negara berkembang dan orang-orang mencapai tujuan dengan bekerja dengan mitra kami untuk mengurangi kemiskinan. Untuk melakukan itu kami berkonsentrasi untuk membangun iklim investasi, pekerjaan dan pertumbuhan berkelanjutan, sehingga perekonomian akan tumbuh, dan menginvestasikannya dan memberdayakan masyarakat miskin untuk berpartisipasi dalam pembangunan.”

Upaya pemberdayaan masyarakat umumnya mempunyai dua

tujuan yaitu, tujuan kesejahteraan sosial (social welfare) berupa

pemberdayaan pelaku usaha dan tujuan pembangunan ekonomi melalui

kegiatan penanggulangan kemiskinan, penciptaan lapangan pekerjaan

dan pengembangan usaha. Dalam kaitan dengan jenis kegiatan dan

langkah-langkah kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan

menggunakan strategi kepoloporan, di bawah ini akan dijelaskan

langkah-langkah (tahapan-tahapan) kegiatan yang sistematik dan

komprehensif, yaitu sebagai berikut (Sugeng, 2008 : 33) :

1. Survei Potensi

Survei potensi bertujuan untuk memperoleh data yang akurat

dan lengkap mengenai wilayah sasaran program, baik data potensi

Page 47: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

31

sumber daya alam maupun data sosial ekonomi masyarakat. Survei

dilakukan dengan teknik wawancara khusus dan pengamatan lapangan

yang menggunakan instrumen yang telah disiapkan termasuk teknik

sosiometri untuk menentukan tokoh-tokoh kunci dalam masyarakat.

Tokoh kunci adalah tokoh masyarakat yang meliputi tokoh agama, tokoh

adaa, tokoh ekonomi, dan atau tokoh formal/ pemerintahan yang berada

di tengah-tengah masyarakat sasaran dan merupakan bagian tak

terpisahkan dari masyarakat sasaran.

2. Analisis Kebutuhan

Berdasarkan hasil survei potensi tersebut, dilakukan analisis

kebutuhan masyarakat yang terutama dimaksudkan untuk menetapkan

paket-paket pembinaan yang sesuai dengan potensi sumber daya alam

lokal dan sesuai dengan minat dan kebutuhan masyarakat sasaran

program. Paket pembinaan dapat berupa paket umum yang bersifat

peningkatan pemahaman, sikap, dan perilaku, dapat pula berupa paket

khusus yang bersifat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan, yang

diarahkan kepada peningkatan pendapatan dan perluasan kesempatan

kerja dengan teknik dan cara yang ramah lingkungan. Penetapan paket

khusus peningkatan ketrampilan juga mempertimbangkan prospek atau

lapangan kerja dan kesempatan berusaha setelah memiliki ketrampilan.

Page 48: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

32

3. Pelaksanaan Pemberian Paket

Pelaksanaan paket umum yang bertujuan untuk meningkatkan

pemahaman dan penghayatan terhadap materi pembinaan yang

diharapkan akan membentuk sikap dan perilaku, baik sikap dan perilaku

berwawasan lingkungan dan taat hukum maupun sikap dan perilaku

produktif. Pelaksanaan pemberian paket umum ini dapat dilakukan

dalam dua bentuk : (1) melalui penyuluhan dan pembinaan khusus tokoh

kunci yang disiapkan untuk menjadi pelopor, dan (2) penyuluhan

langsung kepada masyarakat luas termasuk generasi muda dan wanita.

Pelaksanaan pemberian peket khusus yang bertujuan untuk

meningkatkan ketrampilan dan memperluas kesempatan bekerja dan

berusaha dilakukan dengan menggunakan metode ceramah (tatap muka),

praktek lapangan, dan percontohan.

4. Kegiatan Pembinaan Pasca Pelatihan

Kepada masyarakat yang telah mengikuti pelatihan atau telah

memiliki jenis ketrampilan tertentu dilakukan pembinaan pasca pelatihan

dalam bentuk bimbingan manajemen usaha, penilaian kelayakan usaha,

diversivikasi, dan prospek pasar. Dengan demikian diharapkan bahwa

penumpukan pada jenis usaha tertentu yang mungkin merugikan dapat

dihindari.

Page 49: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

33

5. Pemberian Bantuan Modal

Kepada kelompok masyarakat yang dianggap telah siap

mengelola usaha/ pekerjaan tertentu (siap berproduksi) tetapi tidak

mempunyai modal, seyogyanya pihak pembina dengan sistem pinjaman

tanpa bunga dapat pula berupa bantuan tidak langsung, yaitu pihak

pembina berfungsi sebagai mediator dengan sistem yang disesuaikan

dengan pihak pemberi bantuan.

6. Pembentukan dan Pemantapan Kelembagaan dalam Masyarakat

Untuk mendukung efektivitas semua jenis pembinaan yang

diberikan, maka dilakukan pula pembinaan kelembagaan dalam

masyarakat yang dilakukan dalam dua bentuk, yaitu (1) membentuk

Kelompok Usaha Bersama (KUBE) atau koperasi sebagai lembaga

ekonomi dalam masyarakat dan (2) memantapkan dan meningkatkan

fungsi dan efektivitas lembaga-lembaga yang sudah ada dalam

masyarakat.

7. Pembinaan Kader

Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan semua jenis

pembinaan maka secara bertahap dilakukan pembentukan dan pembinaan

kader yang lebih diprioritaskan pada kelompok generasi muda. Tugas dan

fungsi kader yang utama adalah sebagai salah satu unsur pelaksana

pengawasan lingkungan. Selain itu kader sasaran program dapat juga

Page 50: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

34

membantu memperluas dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas

dan fungsi pelopor atau tokoh-tokoh kunci.

Dalam konteks pekerjaan sosial, pemberdayaan dapat dilakukan

melalui 3 (tiga) aras atau matra pemberdayaan (empowerment setting)

(Suharto, 2005 : 66-67) :

a. Aras Mikro : Pemberdayaan dilakukan terhadap klien secara individu

melalui bimbingan, konseling, stress management, crisis

intervention. Tujuan utamanya adalah membimbing atau melatih

klien dalam menjalankan tugas-tugas kehidupannya. Model ini sering

disebut sebagai Pendekatan yang Berpusat pada Tugas (task centered

approach).

b. Aras Mezzo : pemberdayaan dilakukan terhadapa sekelompok klien.

Pemberdayaan dilakukan dengan menggunakan kelompok sebagai

media intervensi. Pendidikan dan pelatihan, dinamika kelompok,

biasanya digunakan sebagai strategi dalam meningkatkan kesadaran,

pengetahuan, ketrampilan, dan sikap-sikap klien agar memiliki

kemampuan memecahkan permasalahan yang dihadapinya.

c. Aras Makro : Pendekatan ini disebut juga sebagai Strategi Sistem

Besar (large-system strategy), karena sasaran perubahan diarahkan

pada system lingkungan yang lebih luas. Perumusan kebijakan,

perencanaan sosial, kempanye, aksi sosial, lobbying,

pengorganisasian masyarakat, manajemen konflik. Strategi Sistem

Page 51: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

35

Besar memandang klien sebagai orang yang memiliki kompetensi

untuk memahami situasi-situasi mereka sendiri, dan untuk memilih

serta menentukan strategi yang tepat untuk bertindak.

Menurut teori pemberdayaan, konsep pemberdayaan berlaku

tidak hanya bagi individu sebagai kelompok, organisasi, dan masyarakat,

namun juga bagi individu itu sendiri. Di tingkat individu, pemberdayaan

merupakan pengembangan psikologis yang menggabungkan persepsi

kendali personal, pendekatan proaktif pada kehidupan, dan pengetahuan

kritis akan lingkungan sosiopolitis. Pada tingkat organisasi,

pemberdayaan mencakup proses dan struktur yang meningkatkan

keahlian para anggotanya dan memberikan dukungan timbal-balik yang

diperlukan oleh anggotanya untuk mempengaruhi perubahan di tingkat

masyarakat. Di tingkat masyarakat, pemberdayaan berarti tindakan

kolektif untuk meningkatkan kualitas hidup suatu masyarakat dan

hubungan antara organisasi masyarakat (Perkins dan Zimmerman, 1995

dalam Wrihatnolo dan Dwidjowijoto, 2007).

Beragam definisi pemberdayaan menjelaskan bahwa

pemberdayaan adalah sebuah proses dan tujuan. Sebagai proses,

pemberdayaan adalah serangkaian kegiatan untuk memperkuat kekuasaan

atau keberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk individu-

individu yang mengalami masalah kemiskinan. Sebagai tujuan, maka

pemberdayaan menunjuk pada keadaan atau hasil yang ingin dicapai oleh

perubahan sosial; yaitu masyarakat yang berdaya, memiliki kekuasaan

Page 52: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

36

atau mempunyai pengetahuan dan kemampuan memenuhi kebutuhan

hidupnya baik yang bersifat fisik, ekonomi, maupun sosial seperti

memiliki kepercayaan diri, mampu menyampaikan aspirasi, mempunyai

mata pencaharian, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dan mandiri

dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupannya.

Pemberdayaan masyarakat adalah serangkaian kegiatan sebagai

upaya untuk memberdayakan, menswadayakan dan memandirikan

masyarakat (miskin), supaya tujuan kesejahteraan sosial (social welfare)

berupa pemberdayaan pelaku usaha dan tujuan pembangunan ekonomi

dapat terwujud. Inti dari definisi pemberdayaan masyarakat di atas adalah

memberdayakan, menswadayakan, dan memandirikan masyarakat, maka

dari itu peneliti mencoba untuk memberikan pengertian mengenai inti

dari definisi tersebut, sebagai berikut:

· Memberdayakan : dari kata dasar berdaya yang menurut kamus besar

bahasa Indonesia mempunyai arti berkekuatan; berkemampuan;

mempunyai akal untuk mengatasi sesuatu. Jadi, memberdayakan

berarti membuat jadi berdaya yaitu membuat jadi berkekuatan,

berkemampuan, dan mempunyai akal untuk mengatasi sesuatu.

· Menswadayakan : dari kata dasar swadaya yang menurut kamus besar

bahasa Indonesia mempunyai arti kekuatan (tenaga) sendiri. Jadi,

menswadayakan berarti membuat jadi mempunyai kekuatan (tenaga)

sendiri untuk mengatasi sesuatu.

Page 53: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

37

· Memandirikan : dari kata dasar mandiri yang menurut kamus besar

bahasa Indonesia mempunyai arti keadaan dapat berdiri sendiri ; tidak

tergantung orang lain. Jadi, memandirikan berarti membuat jadi

mandiri yaitu dapat berdiri sendiri dan tidak tergantung dengan pihak

lain.

Program pemberdayaan masyarakat telah menjadi mainstream

upaya peningkatan kesejahteraan serta pengentasan kemiskinan, dengan

pemberdayaan masyarakat maka pembangunan tidak dimulai dari titik

nadir, tetapi berawal dari sesuatu yang sudah ada pada masyarakat.

Pemberdayaan berarti apa yang telah dimiliki oleh masyarakat adalah

sumberdaya pembangunan yang perlu dikembangkan sehingga makin

nyata kegunaannya bagi masyarakat sendiri.

d. Masyarakat Miskin

Menurut Mayor Polak, masyarakat (society) diartikan sebagai

wadah segenap antar-hubungan sosial yang terdiri atas banyak sekali

kolektivitas-kolektivitas serta kelompok-kelompok yang lebih kecil atau

sub kelompok. Semuanya itu tersusun hierarkis (dari atas ke bawah) atau

berseimbangan, sejajar dan setaraf ataupun saling tembus-menembus

(berantar-penetrasi).

Masyarakat adalah golongan besar atau kecil terdiri dari beberapa

manusia, yang dengan atau karena sendirinya bertalian secara golongan

dan pengaruh mempengaruhi satu sama lain (Hasan Shadily; 1984:47).

Di dalam “Electronic Journal of Sociology” (1995) ISSN: 1198

Page 54: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

38

3665, yang berjudul “Dynamics of Power and Cooperationin Rural

Development” diuraikan sebagai berikut :

“In recent years, analyses of poverty have become increasingly narrow, often leading to a focus on conventional images of public assistance. Poverty means more than "the condition or quality of being poor; need; indigence; lack of means of subsistence." It also means "deficiency in necessary properties or desirable qualities, or in a specific quality, etc. (Dubow, Saul. 1995. Cambridge University Press)” Yang mempunyai arti: “Di tahun terakhir, analisa kemiskinan menjadi semakin terus meningkat, sering mendorong ke arah suatu fokus atas gambaran bantuan publik konvensional. Kemiskinan dapat diartikan lebih dari "kondisi atau mutu menjadi lemah/miskin, kebutuhan, ketidakwajaran, ketiadaan alat/ makna penghidupan" Itu juga berarti " kekurangan di dalam kebutuhan dasar atau kualitas yang diinginkan, atau di dalam suatu mutu spesifik, dan lain-lain (Dubow, Saul. 1995. Pers Universitas Cambridge)” Kemiskinan dalam arti umum adalah kondisi kekurangan untuk

memenuhi kebutuhan hidupnya yang layak (Fuad Amsyiri dalam Bagong

Suyanto; 1995:179). Sedangkan menurut Soerjono Saekanto, kemiskinan

diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup

memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan

juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam

kelompok tersebut (Soerjono Soekanto; 1994:406).

Di dalam studi-studi empiris (Yudhoyono, 2004) sering

digunakan tiga indikator untuk mengukur kemiskinan yaitu :

1. The incidence of poverty (the poverty headcount index atau rasio H),

yang menggambarkan presentase dari populasi yang hidup dalam

Page 55: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

39

keluarga dengan pengeluaran konsumsi per kapita di bawah garis

kemiskinan.

2. The depth of poverty (the poverty gap index), yang menggambarkan

dalam kemiskinan di suatu wilayah. Indeks ini mengestimasi

jarak/perbedaan rata-rata pendapatan orang miskin dari garis

kemiskinan, yang dinyatakan sebagai suatu rasio dari garis

kemiskinan.

3. The severity of poverty, yang menunjukan kepemilikan kemiskinan di

suatu wilayah dengan memperhitungkan ketimpangan di antara orang

miskin. Indeks kedalaman kemiskinan tidak sensitif terhadap

distribusi pendapatan di antara penduduk miskin, karena itu perlu

diukur dengan indeks keparahan kemiskinan.

Indikator utama kemiskinan dapat dilihat dari (1) kurangnya

pangan, sandang, dan perumahan yang tidak layak; (2) terbatasnya

kepemilikan tanah dan alat produksi; (3) kurangnya kemampuan

membaca dan menulis; (4) kurangnya jaminan dan kesejahteraan hidup;

(5) kerentanan dan keterpurukan dalam bidang sosial dan ekonomi; (6)

ketakberdayaan atau daya tawar yang rendah; (7) akses terhadap ilmu

pengetahuan yang terbatas; (8) dan sebagainya. Indikator tersebut

dipertegas dengan rumusan yang jelas, yang dibuat oleh Bappenas.

Sedangkan indikator kemiskinan pada satu rumah tangga yang

ditentukan Badan Pusat Statistik adalah :

1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 m2 per orang;

Page 56: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

40

2. Jenis lantai bangunan tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu

murahan;

3. Jenis dinding tempat tinggal terbuat dari bambu/rumbia/kayu

berkualitas rendah/tembok tanpa plester;

4. Tidak memiliki fasilitas buang air besar atau bersama-sama dengan

rumah tangga lain;

5. Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik;

6. Sumber air minum berasal dari sumur/mata iar tidak

terlindungi/sungai/ air hujan;

7. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/arang/

minyak tanah

8. Hanya mengkonsumsi daging/susu/ayam satu kali dalam seminggu;

9. Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun;

10. Hanya sanggup makan sebanyak satu/dua kali dalam sehari;

11. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di Puskesmas/Poliklinik;

12. Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah petani dengan luas

lahan 0,5 ha, buruh tani, nelayan, buruh perkebunan atau pekerjaan

lainnya dengan pendapatan di bawah Rp. 600.000,- (Enam ratus ribu

rupiah)

13. Pendidikan teringgi kepala rumah tangga adalah tidak sekolah/tidak

tamat SD/hanya SD;

14. Tidak memiliki tabungan/barang yang mudah dijual dengan nilai Rp.

500.000,- (Lima ratus ribu rupiah) seperti sepeda motor (kredit/non

Page 57: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

41

kredit), emas, ternak, kapal motor atau barang modal lainnya.

Jadi, secara umum masyarakat miskin dapat diterjemahkan

sebagai masyarakat yang "belum berdaya" yakni masyarakat yang berada

pada situasi kerentanan, keterisolasian, dan ketidakmampuan untuk

melepaskan diri dari kemiskinannya.

2. Landasan Teori

Permasalahan dalam penelitian ini akan dikaji dengan pendekatan

sosiologi. Roucek dan Waren (Soekanto, 1990: 19) mendefinisikan Sosiologi

sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-

kelompok sosial. William F.Ogburn dan Meyer F. Nimkoff (Soekanto, 1990:

19) bahwa Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial

dan hasilnya yaitu organisasi. Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi

(Soekanto, 1990: 20) menyatakan bahwa Sosiologi atau ilmu masyarakat

adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial,

termasuk perubahan-perubahan sosial.

Pitirim Sorokin, mengungkapkan sosiologi adalah suatu ilmu yang

diharapkan untuk mempelajari :

1. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala

sosial.

2. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan non

sosial.

3. Ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial.

Page 58: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

42

(Soekanto, 1990: 19-20).

Definisi diatas dan seperti halnya dengan ilmu-ilmu sosial lainnya,

objek sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antar

manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam

masyarakat. Masyarakat mempunyai batasan yang cukup luas yang

mencakup berbagai faktor termasuk didalamnya juga mencakup tentang

pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tersebut (Soekanto, 1990: 23).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Sosiologi merupakan

ilmu yang objeknya masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antar

manusia dan proses yang timbul dari hubungan antar manusia dan proses

yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat.

Di dalam Sosiologi sendiri ada tiga Paradigma yang biasa digunakan

untuk menelaah masalah sosial yang ada, ketiga Paradigma itu adalah

Paradigma Fakta Sosial, Paradigma Definisi Sosial dan Paradigma Perilaku

sosial. Dalam penelitian ini, untuk mengkaji masalah-masalah yang ada,

peneliti menggunakan Paradigma Definisi Sosial, dimana eksemplar

paradigma ini merupakan salah satu aspek khusus dari karya Max Weber,

yaitu tentang tindakan sosial (social action).

Bertolak dari konsep dasar tentang tindakan sosial dan antar

hubungan sosial itu Weber mengemukakan 5 ciri pokok yang menjadi

sasaran Sosiologi, yaitu:

1. Tindakan manusia, yang menurut si aktor mengandung makna yang

subjektif ini meliputi berbagai tindakan nyata.

Page 59: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

43

2. Tindakan nyata dan yang bersifat membatin sepenuhnya dan bersifat

subjektif.

3. Tindakan yang meliputi pengaruh positif dari situasi , tindakan yang

sengaja diulang serta tindakan dalam bentuk persetujuan secara diam-

diam.

4. Tindakan itu diarahkan kepada seseorang atau kepada kepada beberapa

induvidu.

5. Tindakan itu memperhatikan tindakan orang lain dan terarah pada orang

lain itu. (Ritzer, 2004 : 39).

Menurut Weber, atas dasar rasionalitas tindakan sosial, maka tipe

tindakan sosial dapat dibedakan menjadi :

1. Zwerk rational

Yaitu tindakan sosial murni. Aktor tidak hanya sekedar menilai cara yang

terbaik untuk mencapai tujuannya tapi juga menentukan nilai dari tujuan

itu sendiri.

2. Werkrational action

Dalam tindakan tipe ini aktor tidak dapat menilai apakah cara-cara yang

dipilihnya itu merupakan yang paling tepat ataukah lebih tepat untuk

mencapai tujuan lain.

3. Affectual action

Tindakan yang dibuat-buat, dipengaruhi oleh perasaan emosi dan kepura-

puraan si aktor.

Page 60: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

44

4. Traditional action

Tindakan yang didasarkan atas kebiasaan-kebiasaan dalam mengerjakan

sesuatu dari masa lalu (Ritzer , 2004 : 40-41).

Sesuai dengan tema yang diambil oleh penelitian ini maka teori yang

digunakan adalah Teori perubahan Sosial. Menurut Abdul Syani (1995: 83-

84) mendefinisikan perubahan sebagai suatu proses sosial yang

mengakibatkan keadaan sekarang berbeda dengan keadaan sebelumnya dan

perubahan itu sendiri bisa berupa kemunduran dan bisa juga berupa orang-

orang yang saling berhubungan dengan hukum dan budaya tertentu untuk

mencapai tujuan bersama. Sehingga perubahan masyarakat secara umum

menyangkut perubahan-perubahan struktur, fungsi budaya dan perilaku

masyarakat. Jadi, ruang lingkup perubahan bersifat immaterial maupun

material.

Hampir setiap masyarakat pasti mengalami perubahan walaupun

kadar perubahan itu berbeda dari satu masyarakat dengan masyarakat yang

lain. Materi yang berubah bisa menyangkut banyak hal antara lain: struktur

dan fungsi di dalam masyarakat, pola tingkah laku, norma-norma dan nilai-

nilai serta perubahan unsur-unsur kebudayaan. Perubahan sosial selalu

mengandaikan tiga aspek yakni manusia, waktu dan tempat. Hal ini berarti

bahwa setiap perubahan sosial menyangkut manusia di dalam suatu unit

waktu dan lingkungan tertentu. Karena itu di dalam analisis tentang

perubahan sosial ketiga unsur tersebut harus diperhatikan.

Perubahan sosial dalam masyarakat bukan merupakan sebuah hasil

Page 61: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

45

atau produk tetapi merupakan sebuah proses. Perubahan sosial merupakan

sebuah keputusan bersama yang diambil oleh anggota masyarakat. Konsep

dinamika kelompok menjadi sebuah bahasan yang menarik untuk memahami

perubahan sosial.

William F. Ogburn mengemukakan bahwa ruang lingkup perubahan-

perubahan sosial mencakup unsur-unsur kebudayaan yang materiil maupun

immateriil dengan menekankan bahwa pengaruh yang besar dari unsur-unsur

immaterial. (Soekanto, 2010:262)

Kinglesy Davis mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan

yang terjadi dalam fungsi dan struktur masyarakat. Perubahan-perubahan

sosial dikatakannya sebagai perubahan dalam hubungan sosial (sosial

relationship) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium)

hubungan sosial tersebut. (Soekanto, 2010:262)

Gillin dan Gillin mengatakan bahwa perubahan-perubahan sosial

untuk suatu variasi cara hidup yang lebih diterima yang disebabkan baik

karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan materiil, kompetisi

penduduk, ideologi, maupun karena adanya difusi atau perubahan- perubahan

baru dalam masyarakat tersebut. (Soekanto, 2010:263)

Selo Soemardjan mengatakan perubahan sosial adalah perubahan

yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan di dalam sutau masyarakat yang

mempengaruhi sitem sosial, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap- sikap

dan pola perilaku diantara kelompok dalam masyarakat. (Soekanto,

2010:263)

Page 62: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

46

Selo Soemarjdjan (1962:379) mendefinisikan perubahan sosial

sebagai segala perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan

dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi pada sistem sosialnya,

termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perikelakuan di

antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Wilbert More (Robert H. Lauer, 1989:4) menyebutkan bahwa

perubahan sosial itu meliputi perubahan struktur tentang pola-pola perilaku

dan interaksi sosial.

Robert H. Lauer (1989:5) mendefinisikan perubahan sosial menunjuk

kepada perubahan fenomena sosial diberbagai tingkat kehidupan manusia

mulai dari tingkat individual hingga ketingkat dunia.

Victor Ferkiss (Soerjono Soekanto, 1989:3) menyebutkan bahwa

perubahan sosial amat diperlukan oleh manusia karrena tuntutan kebutuhan-

kebutuhan primernya, baik yang mencakup aspek material maupun aspek

spiritualnya. Kebutuhan-kebutuhan primer tersebut senantiasa berkembang,

oleh karena harus disesuaikan dengan tantangan-tantangan yang dihadapinya

baik yang berasal dari lingkungan sosial maupun lingkungan alam.

Karl Marx (1818-1833) mengemukakan dua postulat yang utama,

postulat yang pertama yaitu determinasi ekonomi, yang menyatakan bahwa

faktor ekonomi adalah penentu fundamental bagi struktur dan perubahan

masyarakat. Bentuk-bentuk produksi yang bersifat teknologis menentukan

organisasi sosial suatu produksi, yaitu relasi-relasi yang mengakibatkan

pekerja memproduksikan hasil dengan lebih efektif. Relasi-relasi itu

Page 63: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

47

berkembang bebas dari kehendak manusia, atau dikatakan hal yang tidak

terelakkan (Garna, 1993 : 43).

Postulat yang kedua, menyentuh mekanisme perubahan (change),

yang menurut pandangan Marx, perubahan sosial itu harus dipahami dalam

arti tiga fase atau tahap yang selalu tampak. Tiga tahap itu merupakan skema

dialektik, yang idenya dipinjam dari seorang filsuf Jerman Georg Hegel

(1770-1831). Segala sesuatu yang ada di dunia, dan termasuk masyarakat

sendiri, harus melalui tiga tahapan yaitu (1) tesis (affrimation); (2) antitesis

(negation), dan (3) sintesis (reconciliation of opposites) (Garna, 1993 : 44).

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapatlah dimengerti bahwa

yang dimaksud dengan perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi

dalam masyarakat meliputi perubahan struktur, sistem dan organisasi sosial

sebagai akibat adanya modifikasi pola-pola kehidupan manusia yang

dipengaruhi kebutuhan intern dan ekstern masyarakat itu sendiri. Perubahan

di atas terjadi secara terus menerus, oleh karena perubahan sosial merupakan

fenomena yang kompleks menembus pada berbagai tahapan dari kehidupan

sosial. Perubahan itu sendiri pada wujudnya, senantiasa menyertai setiap

kehidupan masyarakat dimana pun ia berada, oleh karenanya tidak ada satu

masyarakat pun yang tidak mengalami perubahan dalam sejarah perjalanan

kehidupannya.

Masyarakat sebagai suatu sistem sudah tentu dalam perwujudannya,

senantiasa mengalami perubahan yang dapat berupa kemajuan atau

kemunduran, luas atau terbatas, cepat atau lambatnya. Sebagai suatu sistem

Page 64: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

48

masyarakat terdiri dari sub-sub sistem yang saling berinteraksi dan secara

abstrak masyarakat terdiri dari pranata sosial, struktur sosial, sistem nilai,

norma, aturan maupun kebiasaan-kebiasaan yang terwujud ke dalam tatanan

konkret sub sistem ekonomi, suub sistem sosial, sub sistem budaya, sub

sistem politik dan sub-sub sistem yang lain baik langsung atau btidak

langsung. Keberdaan sub-sub sistem ini saling memperkokoh satu sama lain

karena setiap sub sistem itu dengan peranannya dipandang mutlak adanya.

Dengan keberadaan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan

masyarakat miskin selama kurang lebih dua tahun lamanya adanya

perubahan sosial yang terjadi di kalangan penghuni Rusunawa Semanggi.

Indikator penting dari perubahan sosial tersebut ialah adanya perbedaan atau

perkembangan di dalam struktur, pola pikir, dan pola tingkah laku yang

terjadi pada sebagian penghuni Rusunawa Semanggi.

B. DEFINISI KONSEPTUAL

1. Efektivitas

Efektivitas ialah suatu konsep untuk mengukur efek suatu program

dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, sehingga pertimbangan

untuk pembuatan keputusan lebih lanjut mengenai program itu dan

peningkatan program yang akan datang.

2. Rusunawa

Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) adalah bangunan gedung

bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam

Page 65: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

49

bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional dalam arah horisontal

maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing

digunakan secara terpisah, status penguasaannya sewa serta dibangun

dengan menggunakan dana APBN dan atau APBD dengan fungsi

utamanya sebagai hunian (Permenpera No.14/Permen/M/2007 tentang

Pengelolaan Rusunawa Sederhana Sewa).

3. Pemberdayaan

Pemberdayaan adalah serangkaian kegiatan sebagai upaya untuk

memberdayakan, menswadayakan dan memandirikan masyarakat

(miskin), supaya tujuan kesejahteraan sosial (social welfare) berupa

pemberdayaan pelaku usaha dan tujuan pembangunan ekonomi dapat

terwujud.

4. Masyarakat Miskin

Masyarakat miskin adalah suatu kondisi dimana fisik masyarakat

yang tidak memiliki akses ke prasarana dan sarana dasar lingkungan yang

memadai, dengan kualitas perumahan dan pemukiman yang jauh di bawah

standart kelayakan serta mata pencaharian yang tidak menentu yang

mencakup seluruh multidimensi, yaitu dimensi politik, dimensi social,

dimensi lingkungan, dimensi ekonomi dan dimensi asset.

C. KERANGKA BERPIKIR

Kerangka pikir merupakan alur berpikir yang mempengaruhi penelitian

yangdigambarkan secara menyeluruh dan sistematis untuk mempelajari teori

Page 66: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

50

yang mendukung penelitian tersebut. Adapun kerangka pikir peneliti sebagai

berikut :

Bagan 1 Kerangka Pemikiran

Permasalahan Pemukiman di

Kota Solo

Tujuan Pembangunan

Rusunawa Semanggi

Dasar Pembangunan Rusunawa Semanggi

Pembangunan Rusunawa Semanggi

Aspek Fisik Lingkungan; Aspek Ekonomi; Aspek

Sosial

Pemberdayaan Masyarakat Miskin

§ Memberdayakan Masyarakat

§ Menswadayakan Masyarakat.

§ Memandirikan Masyarakat

Efektifitas Pembangunan Rusunawa Semanggi

Pencapaian Tujuan Pembangunan Rusun

Page 67: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

51

BAB III

METODE PENELITIAN

A. LOKASI PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di Rusunawa Semanggi yang berada di Jl.

Serang No 1, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta.

Pemilihan lokasi tersebut dengan pertimbangan sebagai berikut:

a. Rusunawa Semanggi merupakan salah satu Rusunawa di Surakarta yang

berdiri sudah lebih dari 2 tahun, dengan jumlah penghuni yang tinggi.

b. Rusunawa Semanggi merupakan salah satu lokasi yang menjadi perhatian

dari Pemerintah Daerah dalam kebijakan pembangunan dan merupakan

Rusunawa dengan penghuni yang aktif dalam berbagai kegiatan

perekonomian.

c. Kawasan Rusunawa Semanggi ini memungkinkan peneliti untuk

mendapat data-data yang diperlukan dalam penelitian ini karena

banyaknya kajian yang meneliti tentang Rusunawa dan sorotan dari

berbagai media massa yang mengekspos tentang Rusunawa Semanggi.

B. JENIS PENELITIAN

Berdasarkan pada masalah yang diangkat dalam penelitian ini maka

jenis penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif. Deskripsi

merupakan metode penelitian yang bertujuan mendiskripsikan secara

terperinci fenomena sosial tertentu (Sutopo, 2002 : 110). Penelitian

Page 68: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

52

Deskriptif juga dapat diidentikkan sebagai penelitian yang terbatas pada

usaha mengungkapkan suatu masalah atau keadaan atau peristiwa

sebagaimana adanya sehingga bersifat sekedar untuk mengungkapkan fakta

(fact finding). Kualitatif merupakan tata cara penelitian yang menghasilkan

data deskriptif analisis, yaitu apa yang dinyatakan secara tertulis atau lisan

dan juga perilaku yang nyata, teliti dan dipelajari sebagai suasana yang utuh,

jadi penelitian deskriptif kualitatif studi kasusnya mengarah kepada

pendeskripsian secara rinci dan pendalaman mengenai potret kondisi tentang

apa yang sebenarnya terjadi menurut apa adanya di lapangan studinya

(Nawawi, 1995:31).

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penggalian data melalui

observasi lokasi penelitian yaitu efektivitas pembangunan Rusunawa

Semanggi, serta melakukan wawancara kepada para informan yang terdiri

dari dua macam lapisan, yaitu pemerintah DPU UPTD Kota Surakarta dan

masyarakat penghuni Rusunawa Semanggi. Dengan pertimbangan agar data

yang didapatkan akan lebih dapat mewakili populasi dalam penelitian ini

C. SUMBER DATA

Menurut Moleong, Lofland&Lofland mengatakan bahwa sumber data

utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan selebihnya

adalah data tabahan dokumen dan yang lainnya. Kata-kata dan tindakan

orang yang diamati atau diwawancarai adalah sumber data utama. Pencatatan

sumber data utama melalui wawancara atau pengamatan berperan merupakan

hasil kegiatan dari melihat, mendengar, dan bertanya. Pada penelitian

Page 69: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

53

kualitatif kegiatan-kegiatan ini dilakukan secara sadar, terarah, dan

senantiasa bertujuan memperoleh suatu informasi yang diperlukan

(Moleong, 2007:157-158)

Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Data Primer

Data Primer data yang diperoleh secara langsung dari informan

yang diperoleh melalui wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah

Dinas Pekerjaan Umum Surakarta, Unit Pengelola Rusunawa Surakarta,

Penghuni Rusunawa Semanggi Surakarta.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung,

yaitu melalui buku-buku, kepustakaan, majalah/jurnal, dokumen, arsip

serta sumber-sumber dari internet yang menyediakan banyak data

sekunder dan keterangan lain yang berhubungan dengan masalah

penelitian yang digunakan sebagai pendukung dan pelengkap data

primer. Dengan kata lain, data sekunder merupakan data yang sudah

diolah dan disajikan oleh pihak lain sehingga siap digunakan. Dalam hal

ini, pemakaian data sekunder khususnya yang berhubungan dengan

program rumah susun sederhana sewa di Kota Surakarta

D. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Ada beberapa teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam

penelitian ini. Teknik pengumpulan data tersebut adalah:

1. Interview (wawancara)

Page 70: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

54

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu,

dilaksanakan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan

pertanyaan dan yang diwawancarai yang memberikan jawaban-jawaban

atas pertanyaan tersebut. Teknik wawancara ini dilakukan dengan

struktur yang tidak ketat dan semi formal agar keterangan yang diperoleh

dari informan mempunyai kedalaman dan keluasan, sehingga mampu

memperoleh informasi yang sebenarnya tentang proses terbentuknya

respons terhadap program ini. Pada setiap informan, wawancara secara

informal ini dapat berkali-kali sesuai dengan keperluan peneliti tentang

kejelasan masalah yang diteliti. Sehingga data yang dikumpulkan akan

lebih mendalam (Moleong, 2002 : 135).

Dalam pelaksanaan wawancara di lapangan peneliti menggunakan

daftar pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya secara sistematis

sehingga dapat berfungsi sebagai interview guide dalam penelitian.

Interview guide ini bersifat fleksibel, artinya pertanyaan-pertanyaan yang

diajukan kepada pemegang polis akan berkembang dan tidak hanya

terpaku pada daftar pertanyaan yang telah peneliti sediakan.

2. Observasi

Observasi adalah cara pengumpulan data melalui pengamatan

maupun pencacatan secara langsung terhadap hal yang berkaitan dengan

persoalan-persoalan yang diteliti. Teknik observasi adalah teknik

pengumpulan data yang bersifat nonverbal. Teknik ini dapat melibatkan

Page 71: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

55

indera pendengaran, penglihatan, rabaan dan penciuman (Slamet, 2006 :

85-86).

E. METODE PENARIKAN SAMPEL

1. Satuan Kajian (Unit Of Analisis)

Yang dimaksud dengan unit analisis dalam penelitian adalah satuan

tertentu yang diperhitungkan sebagai subjek penelitian (Arikunto,

2002:121). satuan kajian dalam penelitian ini adalah beberapa

penghuni Rusunawa Semanggi yang tersentuh pada program

pembangunan Rusunawa Semanggi.

2. Sampel

Sample adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto,

2002:121). dengan sample ini hasil pnelitian yang diperoleh akan

memberikan gambaran yang sesuai dengan sifat populasi yang

bersangkutan. sehingga dengan penelitian sample ini dapat

digeneralisasikan dengan mengangkat kesimpulan penelitian sebagai

suatu yang berlaku bagi populasi. sample sebagai informan dalam

penelitian ini dibedakn menjadi dua, yaitu: pertama, aparat pelaksana

yang menjadi perencana dan penanggungjawab program kebijakan

dalam hal ini adalah Dinas Pekerjaan Umum UPTD Kota Surakarta.

kedua, Kelompok sasaran program kebijakan, yaitu penghuni

Rusunawa Semanggi.

Page 72: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

56

F. TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL

Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan untuk menentukan

informan adalah purpossive sampling. Teknik ini pengambilan

narasumber dengan pertimbangan narasumber paling tahu dan relevan

dengan masalah yang ingin diketahui (Sugiyono, 2005:54). Teknik

purpossive sampling adalah teknik penelitian yang mencakup seleksi atas

dasar kriteria tertentu yang dibuat oleh peneliti berdasarkan tujuan

penelitian (Kriyantono, 2006:155). Informan dalam penelitian ini adalah

narasumber utama yang memiliki kredibilitas dalam memberikan

masukan mengenai program pembangunan Rusunawa Semanggi dalam

pemberdayaan masyarakat miskin di Surakarta. Pemilihan narasumber ini

telah ditentukan sejak awal melalui teknik purpossive sampling.

Pemilihan informan menggunakan purpossive sampling. Kriteria dari

seorang informan yang dikemukakan oleh Sugiyono antara lain:

1) Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu melalui proses

ekulturasi, sehingga sesuatu itu bukan sekedar diketahui tetapi

juga dihayati.

2) Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau

terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti.

3) Mereka yang tidak cenderung menyampaikan hasil

“kemasannya sendiri”.

Page 73: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

57

4) Mereka yang pada mulanya tergolong “cukup asing” dengan

peneliti sehingga lebih menggairahkan untuk dijadikan

semacam guru atau narasumber (informan).

Berdasarkan kriteria-kriteria informan yang ada maka informan-

informan yang akan diwawancara adalah para penghuni Rusunawa

Semanggi yang berada di lokasi penelitian sebanyak 5 orang, pejabat

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Surakarta sebanyak 1 orang, pengurus

paguyuban Rusunawa Semanggi sebanyak 4 orang. Dan responden yang

merupakan penghuni Rusunawa Semanggi sebanyak 7 orang.

G. VALIDITAS DATA

Validitas data menunjukkan bahwa apa yang diamati peneliti

sesuai dengan apa yang sesungguhnya ada dilokasi penelitian dan

penjabaran dari deskripsi permasalahan sesuai dengan keadaan yang

sebenarnya. Data yang diperoleh selama proses penelitian akan diuji

kembali dengan melakukan pengujian validitas data melalui penggunaan

trianggulasi data. Trianggulasi data adalah tehnik pemeriksaan data

dengan memanfatkan sesuatu yang lain diluar untuk keperluan

pengecekan atau pembandingan terhadap data itu. Tehnik trianggulasi

ada empat macam, yaitu : pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan

sumber, metode, penyelidikan dan teori. Tehnik pemeriksaan data dalam

penelitian ini menggunakan trianggulasi sumber karena data yang akan

diperoleh berasal dari sumber yang lokasinya terjangkau penelitian. Ini

Page 74: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

58

berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu

informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam

metode kualitatif, hal ini dapat dicapai dengan:

1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan data yang diperoleh

dari hasil wawancara.

2. Membandingkan apa yang dikatakan orang didepan umum dengan

apa yang dikatakan secara pribadi.

3. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi

peneliti, dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu.

4. Membandingkan keadaan perspektif seseorang dengan berbagai

pendapat dan pandangan orang lain.

5. Membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan

(Moleong, 2002 : 176).

H. TEKNIK ANALISIS DATA

Analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif

yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Ketiga hal

tersebut adalah:

a. Reduksi Data

Merupakan proses seleksi, pemfokusan, penyerderhanaan dan

abstraksi data (kasar) yang ada pada penelitian. Hal ini dimulai dari

sebelum pengumpulan pelaksanaan penelitian pada saat pengumpulan

data berlangsung. Reduksi data berupa pembuatan singkatan,

memusatkan tema dan membuat batas-batas permasalahan.

Page 75: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

59

b. Penyajian data

Adalah suatu rakitan organisasi informasi yang memungkinkan

kesimpulan penelitian dilakukan. Dengan melihat suatu penyajian data,

peneliti akan mengerti apa yang akan terjadi dan memungkinkan untuk

mengerjakan suatu analisa atau suatu tindakan lain berdasarkan

tindakan tersebut. Susunan penyajian yang baik dan jelas

sistematikanya akan banyak menolong peneliti itu sendiri.

c. Penarikan kesimpulan

Dalam awal pengumpulan data, peneliti sudah mulai mengerti

apa arti hal-hal yang ditemui dengan melakukan pencatatan peraturan-

peraturan, pola pertanyaaan-pertanyaan, konfigurasi-konfigurasi yang

mungkin dan arahan sebab akibat. Kesimpulan yang perlu diverifikasi

dapat berupa pengulangan yang menyeluruh cepat sebagai pemikiran

kedua yang melintas dalam pemikiran peneliti pada waktu menulis

dengan melihat kembali sebentar pada field notes (HB Sutopo,

2002:96).

Skema Teknik Analisa Data

Penarikan Kesimpulan

Reduksi Data Penyajian Data

Pengumpulan Data

Page 76: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

60

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. DESKRIPSI LOKASI

1. Rusunawa Semanggi Kota Surakarta

Rumah susun sederhana sewa Semanggi terletak di Kelurahan

Semanggi Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta. Kecamatan ini

merupakan salah satu kecamatan yang terletak di sebelah tenggara dari kota

Surakarta. Adapun peta wilayah Pasar Kliwon adalah sebagai berikut :

Gambar 4:1

Peta Wilayah Kecamatan Pasar Kliwon

Page 77: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

61

Wilayah Pasar Kliwon memiliki luas 4,82 km2, jumlah penduduk

sebesar 74.316 jiwa dengan kepadatan 15.418 jiwa/ km2, yang terdiri dari 9

(Sembilan) kelurahan yaitu : Kampung Baru, Kauman, Kedung Lumbu,

Baluwarti, Gajahan, Joyosuran, Semanggi, Pasar Kliwon dan Keluarahan

Sangkrah.

Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Semanggi yang dibangun

oleh pemerintah, dalam hal ini Pemkot Surakarta sejumlah 2 blok. Tujuan dari

pembangunan rumah susun sederhana sewa ini adalah menjawab tantangan

kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau

masyarakat miskin yang berada di Surakarta, sekaligus mengurangi kawasan

pemukiman kumuh yang selalu menjadi salah satu patologi perkotaan.

Kelompok sasaran dari pembangunan rusunawa ini adalah masyarakat miskin

yang bekerja di sektor informal, oleh sebab itu harga sewa yang dibebankan

ke penghuni sangatlah rendah. Rumah susun sederhana sewa Semanggi

diresmikan penggunaannya pada tanggal 10 Januari 2010 oleh Bapak Presiden

Susilo Bambang Yudhoyono.

Di kawasan rumah susun sederhana sewa ini terdapat 2 blok, yaitu

blok A, blok B, dengan unit hunian berjumlah 196 unit rumah, tingkat

penghunian rata-rata mencapai 98%. Dan pada saat penelitian dilakukan

hanya kurang lebih 5 unit hunian yang tidak berpenghuni.jumlah anggota

keluarga dalam unit hunia rumah rata-rata mencapai 4 jiwa. Status

kependudukan yang merupakan salah satu persyaratan utama bagi calon

penghuni rusunawa ini adalah memiliki Kartu Tanda Penduduk Kota

Page 78: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

62

Surakarta. Sejak diresmikan penggunaanya, pihak pengelola yaitu UPTD

Kota Surakarta juga telah banyak menolak beberapa calon penghuni yang

dinilai kurang memenuhi persyaratan.

Unit blok rumah susun sederhana sewa Semanggi merupakan

bangunan 5 lantai. Luas lantai di setiap unitnya adalah 24 m². Pada

perkembangnnya Rusunawa itu mengalami penurunan kualitas baik bangunan

maupun lingkungan. Pengelola Rusunawa pada saat ini masih kurang

diperhatikan,karena bangunan unit hunian masih banyak yang mengeluhkan

kebocoran. Pengelola lingkungan masih mengandalkan 2 petugas kebersihan

dan juga mempekerjakan 2 penjaga keamanan.

Fasilitas yang tersedia di rusunawa ini dapat dikatakatan layak sebagai

rumah sehat. Disetiap unit rumah terdapat ruang tamu, kamar tidur, MCK,

dapur, dan tempat jemuran. Untuk kebutuhan listrik disediakan listrik sebesar

900 watt untuk setiap unit rumah. Sedangkan untuk keperluan air minum dan

memasak penghuni harus membeli Rp 2000 – Rp 3000 per galon, sedangkan

air tanah yang terdapat di rusunawa Semanggi tidak layak dikonsumsi karena

berasa asin dan mengandung kadar besi. Sanitasi lingkungan dapat dikatakan

cukup baik, karena air limbah mengalir cukup lancar.

Di rusunawa Semanggi ini juga tersedia satu gedung mushola, satu

gedung serba guna dengan seperangkat pesawat Televisi ditiap-tiap blok.

Serta disetiap lantai terdapat satu warung tempat belanja kebutuhan sehari-

hari bagi para penghuni. Sedang anak-anaknya biasanya bermain di jalan

dalam lingkungan pemukiman , di tempat parkir dan di ruang tangga.

Page 79: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

63

Harga sewa bulanan rusunawa semanggi ini berkisar antara Rp 70.000

– Rp 100.000 perbulan untuk sewa unit huniannya. Dengan rincian tarif sewa

rusunawa untuk tiap lantai menurut Dasar PERDA NOMOR 9 TAHUN 2011

TENTANG RETRIBUSI DAERAH, yaitu:

• Lantai Difabel/Dasar : 100.000,-/ Bulan

• Lantai 1 : 100.000,-/ Bulan

• Lantai 2 : 90.000,-/ Bulan

• Lantai 3 : 80.000,-/ Bulan

• Lantai 4 : 70.000,-/ Bulan

Jika ditambah dengan biaya air dan listrik serta biaya keamanan dan

kebersihan, penghuni bisa membayar hingga Rp 200.000 - Rp 270.000

perbulan.

Pada mulanya wilayah tempat berdirinya rusunawa semanggi ini

merupakan tanah milik pemerintah yang merupakan tanah dengan Hak Pakai

Atas Nama Pemerintah Kota Surakarta yang menjadi lahan kosong digunakan

sebagai tempat rongsokan container dan juga ada beberapa hunian liar.

Kemudian atas kebijakan pemerintah Kota Surakarta didirikan suatu

perumahan yang akan diperuntukan bagi golongan masyarakat miskin dan

dalam bentuk rumah susun sederhana sewa Semanggi, dengan batas-batas

sebagai berikut :

Sebelah Barat : Terminal Angkot, Pasar Klithikan Notoharjo

Sebelah Timur : Kampung Jamparing RT 05 / RW V

Page 80: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

64

Sebelah Utara : Pasar Besi Tua RT 02/ RW VI

Sebelah Selatan : Jalan Serang dan Tanah Kosong milik Rutan Kelas II

Surakarta

Adapun rincian bangunan Rusunawa ini adalah sebagai berikut:

1. Luas Tanah : 13.365 m²

2. Luas Bangunan : 4000 m² per blok

3. Jumlah Lantai : 5 Lantai

4. Fasilitas Sosial dan Umum: Terletak di lantai dasar

5. Jumlah Unit Hunian : 196 Unit

6. Tahun Pembuatan : 2008-2009

7. Ketua Paguyuban saat ini : Bp. Sunarto (Blok A) dan Bp. Andhy (Blok B)

8. Fasilitas Kamar adalah sebagai berikut

a. Luas per kamar adalah 24 m², terdiri dari :

(1) Teras; (2) Ruang utama ukuran 5 x 3 meter; (3) Satu kamar mandi/

WC dalam ; (4) Satu dapur , (5) Tempat jemur/ teras belakang

b. Jaringan Listrik 900 Watt dengan meteran per unit

c. Jaringan PDAM

d. Ruang pertemuan

e. Tempat parkir

f. Pos Keamanan

Page 81: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

65

Gambar 4:2

Peta Lokasi Deskripsi Rusunawa Semanggi

Dibangun Oleh : DEPARTEMEN PU

Luas : 8.000 m2

- Sumber Dana : APBN - DIPA : Ta. 2008 No. 0624/033-05.0/-/2007 - No. IMB : No. 601/0992/P-02/IMB/XII/2009 - Type : Type -24 / 2 Blok - Jmlh Lantai : 5 Lantai

- Jumlah Unit : 192 Unit/ 24 m2

- Julmah Difable : 4 Unit/ 24 m2

- Lokasi : Kel. Semanggi Kec. Pasar Kliwon Ska - Pemilik Tanah : Pemkot Surakarta

- Sertifikat Hak : Pakai HP.36, luas : 13.365 M2 - Tgl Penerbitan : 29-7-2005 No. 11.02.03.02.4.00036 - Dihuni : Th. 2010

2. Kondisi Sosial dan Ekonomi

Secara umum (78,4%) atau sekitar 149 kepala rumah tangga penghuni

rumah susun sederhana sewa Semanggi di Blok A dan Blok B berusia antara

20 tahun - 49 tahun atau tercakup dalam kelompok usia produktif, sisanya

terdiri dari 50 tahun - 79 tahun sebesar 21,6 persen atau sekitar 41 kepala

keluarga penghuni Rusunawa Semanggi.

Page 82: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

66

Tabel 4:1

Jumlah Kepala Keluarga Penghuni menurut Usia

No Kelompok Umur Jumlah %

1 20-29 16 8,4

2 30-39 68 35,8

3 40-49 65 34,2

4 50-59 33 17,4

5 60-69 5 2,6

6 70-79 3 1,6

Jumlah 190 100

Sumber : Hasil Survei Lapangan, Maret 2012

Ditinjau dari aspek pendidikan yang ditamatkan Kepala Keluarga

(KK), rata-rata berpendidikan SLTA, dengan komposisi sebagai berikut: tamat

SD 14,7% persen, SLTP sebanyak 22,7 persen , SLTA sebanyak 54,7 persen,

Diploma sebanyak 3,7 persen, dan sisanya merupakan lulusan Sarjana

sebanyak 4,2 persen.

Tabel 4:2

Jumlah Penghuni menurut Tingkat Pendidikan Umum

No Tingkat Pendidikan Umum Jumlah %

1 Tamat SD / Sederajat 28 14,7

2 Tamat SLTP / Sederajat 43 22,7

3 Tamat SLTA / Sederajat 104 54,7

4 Diploma 7 3,7

5 Sarjana 8 4,2

Jumlah 190 100

Page 83: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

67

Pada umumnya, jenis pekerjaan kepala keluarga sebagai pegawai

swasta di sektor informal berkisar 56,3 persen dari jumlah keseluruhan kepala

keluarga penghuni yaitu 190 KK, peringkat kedua ditempati oleh buruh

sebanyak 20 persen, sedangkan wiraswasta atau pedagang hanya 18,9 persen.

Sisanya bekerja sebagai Pegawai Negri Sipil dan bidang lain sebesar 4,8

persen.

Tabel 4:3

Jumlah Penghuni Menurut Mata Pencaharian

No Jenis Mata Pencaharian Jumlah %

1 Pegawai Negeri Sipil 3 1,6

2 Swasta 107 56,3

3 Wiraswasta / Pedagang 36 18,9

4 Buruh 38 20

5 Lain-lain 6 3,2

Jumlah 190 100

Sumber : Hasil Survei Lapangan, Maret 2012

Dari pendapatan yang diperoleh penghuni Rusunawa, dari hasil

wawancara dengan penghuni rumah susun umumnya menyatakan rata-rata

perbulan pendapatannya berkisar Rp 1.000.000,- . Kemudian di sektor

pedagang dengan pendapatan berkisar Rp 500.000,- sampai dengan Rp

750.000,-. Tetapi ada juga penjual bakso bakar yang memiliki penghasilan

hingga Rp 15.000.000 perbulannya.

Page 84: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

68

Sumber penghasilan utama dari penghuni rumah susun berasal dari

pekerjaan tetap yang dilakukan sehari-hari. Sedangkan rata-rata pengeluaran

mereka setiap bulannya berkisar Rp 500.000,- sampai dengan Rp 800.000,-.

Pengeluaran tersebut digunakan untuk keperluan makan, membayar sewa

rumah, listrik, air, gas, uang sekolah anak, biaya transportasi dan lain

sebagainya.

Pada saat dilakukan penelitian, gambaran mengenai kesehatan

penghuni Rusunawa Semanggi dalam kondisi cukup baik. Kondisi tersebut

juga ditunjang dari hasil wawancara dengan penghuni. Menurut informan

tidak pernah mengalami sakit berat, umumnya mengatakan penyakit yang

banyak dialami penghuni berupa penyakit ringan.

3. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)

STRUKTUR ORGANISASI UPTD RUMAH SEWA

(PERWALI NOMOR 45 TAHUN 2008)

Struktur Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis pada Dinas

Pekerjaan Umum Kota Surakarta diatur tersendiri dalam Peraturan Walikota

KA. UPTD

KA. SUB BAG. TU

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Page 85: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

69

Nomor 45 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata kerja Unit Pelsaksana

Teknis pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Surakarta. Unit Pelaksana Teknis

pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Surakarta yang ada saat ini adalah UPT

Rumah Sewa. Hal-hal yang diatur mengenai UPT pada Dinas Pekerjaan

Umum Kota Surakarta sesuai Peraturan Walikota Nomor 45 Tahun 2008

tentang Organisasi dan Tata kerja Unit Pelsaksana Teknis pada Dinas

Pekerjaan Umum Kota Surakarta antara lain sebagai berikut;

1) Kedudukan, Tugas Pokok, dan Fungsi

Rumah Sewa merupakan UPTD pada Dinas yang dipimpin oleh seorang

Kepala Rumah Sewa yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab

kepada Kepala Dinas. UPTD Rusunawa mempunyai tugas pokok

melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan

teknis penunjang Dinas di bidang penanganan kegiatan teknis di Rumah

Sewa sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Dinas; UPTD

Rusunawa mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan, pengaturan dan

pemberdayaan penghunian serta penyempurnaan dan pemeliharaan aset

rumah susun sederhana sewa. Untuk melaksanakan tugas pokoknya, UPTD

Rumah Sewa memiliki fungsi:

a. Penyusunan rencana teknis operasional bidang penanganan kegiatan

teknis di rumah sewa.

b. Pelaksanaan kebijakan teknis operasional bidang penanganan kegiatan

teknis di rumah sewa.

Page 86: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

70

c. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang penanganan kegiatan

teknis di rumah sewa

d. Pengelolaan ketatausahaan

e. Penyusunan rencana anggaran operasional dan pemeliharaan kegiatan

pengelolaan tahunan

f. Pelaksanaan kegiatan rutin perawatan dan perbaikan fisik gedung serta

sarana dan prasarana lingkungan rumah susun sederhana sewa

(Rusunawa)

g. Pelaksanaan kegiatan pemeliharaan, perbaikan, penyempurnaan,

penyediaan utilitas ( listrik dan air bersih )

h. Pelaksanaan kegiatan penyewaan, pengamanan pelanggan, pembinaan

dan pemberdayaan penghuni, keamanan dan ketertiban lingkungan

i. Pelaksanaan kerjasama kemitraan dengan pihak ketiga untuk

melakukan sebagian kegiatan pengelolaan gedung dan prasarana yang

diperlukan

j. Pelaksanaan kegiatan administrasi penghunian dan pengelolaan

k. Penerimaan uang sewa dan penerimaan lainnya, menyetorkannya ke

kas umum daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku

l. Pelaksanaan pemasaran dan promosi untuk tercapainya tingkat hunian

rusunawa

m. Pembinaan sumber daya manusia dalam lingkup tugas dan tanggung

jawabnya

n. Pengevaluasian dan pelaporan dan pelaksanaan kegiatan

Page 87: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

71

o. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan

tugas dan fungsinya.

2) Susunan Organisasi UPTD Rumah Sewa terdiri dari

a. Kepala

Kepala Rumah Sewa mempunyai tugas memimpin pelaksanaan tugas

pokok dan fungsi UPT Rumah Sewa.

b. Subbagian Tata Usaha

Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan

perencanaan, kepegawaian, keuangan, ketatausahaan, rumah tangga,

perlengkapan, evaluasi dan pelaporan.

c. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan

sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan

perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugasnya

kelompok jabatan fungsional secara administratif dikoordinasikan oleh

Kepala Subbagian Tata Usaha.

Pasal 10 Peraturan Walikota Nomor 45 Tahun 2008 tentang

Organisasi dan Tata kerja Unit Pelsaksana Teknis pada Dinas

Pekerjaan Umum Kota Surakarta menyebutkan bahwa,

a) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan

fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan

fungsional sesuai dengan bidang keahliannya.

Page 88: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

72

b) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

c) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada

ayat (1) diatrur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang

berlaku.

d) Pembinaan terhadap Pejabat Fungsional sebagaiman dimaksud pada

ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan

yang berlaku.

3) Tata Kerja

Tata kerja dalam UPTD Rumah Sewa sesuai dengan Peraturan Walikota

Nomor 45 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata kerja Unit Pelsaksana

Teknis pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Surakarta adalah sebagai

berikut;

a. Kepala Rumah Sewa dan Kepala Subbagian dalam melaksanakan

tugasnya berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan

kebijakan yang ditetapkan oleh Dinas.

b. Kepala Rumah Sewa, Kepala Subbagian dan Pejabat Fungsional wajib

menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi secara

vertical dan horizontal, baik daam lingkungan masing-masing maupun

antar unit organisasi lain sesuai dengan tugasnya.

c. Kepala Rumah Sewa, Kepala Subbagian wajib mengawasai

bawahannya dan apabila terjadi penyimpangan agar mengambil

Page 89: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

73

langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-

undangan yang berlaku.

d. Kepala Rumah Sewa, Kepala Subbagian bertanggung jawab dalam

memimpin, mengkoordinasikan bawahannya serta memberikan

bimbingan dan petunjuk bagi pelaksanaan tugas dan bawahannya.

e. Kepala Rumah Sewa dan Kepala Subbagian wajib mengikuti dan

mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-

masing serta menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.

f. Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan, tembusan

laporan disampaikan kepada satuan organisasi lain yang secara

fungsional mempunyai hubungan kerja.

g. Setiap laporan yang diterima oleh Kepala Rumah Sewa dan Kepala

Subbagian dari bawahan wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan

penyusunan laporan lebih lanjut dan dijadikan bahan untuk

memberikan petunjuk kepada bawahan

4. Unit Pengelola Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA) Kota

Surakarta

Unit Pengelola Rusunawa merupakan unit non structural yang

dibentuk berdasarkan Peraturan Walikota No 2 tahun 2005 tentang

Pembentukan Unit Pengelola Rusunawa Kota Surakarta yang mempunyai

kewenangan mengelola Rusunawa. Unit Pengelola Rusunawa mempunyai

tugas menyelenggarakan dan melaksanakan urusan rumah tangga dan

pengembangan Rusunawa, diantaranya;

Page 90: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

74

a) Mengkoordinasi pelaksanaan seluruh kegiatan

b) Menyusun Rencana Kerja Tahunan dan Rencana Anggaran Unit Pengelola

Rusunawa

c) Melaporkan perhitungan hasil usaha dan kegiatan Unit Pengelola

Rusunawa, sesuai dengan ketentuan

d) Melaksanakan kerja sama dengan pihak ketiga dalam hal pembangunan

Rusunawa, sesuai dengan ketentuan

Dalam melaksanakan tugasnya, Unit Pengelola Rusunawa mempunyai

fungsi sebagai berikut :

a. Penyelenggaraan tata usaha Unit Pengelola Rusunawa

b. Pengelolaan Admnistrasi keuangan dan pemasaran

c. Pengelolaan penyewaan dan penghunian

d. Pelaksanaan teknis

I. Susunan Organisasi Unit Pengelola Rusunawa

Adapun susunan organisasi Unit Pengelola Rusunawa Kota Surakarta

adalah sebagai berikut;

1. Tim Pembina sebagai unsur Pengawasan Umum dan Pembina, yang

mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut

Tugas Pokok Tim Pembina adalah:

a. Mengarahkan kebijakan Unit Pengelola Rusunawa sesuai dengan

kebijakan Pemerintah Kota

b. Melaksanakan pengawasan terhadap pengelolaaan Rusunawa dan

bertanggungjawab kepada walikota

Page 91: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

75

Fungsi Tim Pembina Rusunawa adalah:

a. Pembinaan, Pengarahan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan

Rusunawa

b. Pelaporan hasil; pelaksanaan tugas kepada Walikota melalui Sekretaris

Daerah

2. Kepala Unit Pengelola Rusunawa sebagai unsur Pimpinan Pengelola,

Unit Pengelola Rusunawa dipimpin oleh seorang Kepala yang dalam

melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada

Dinas Pekerjaan Umum Kota Surakarta.

3. Tata Usaha dan Seksi-seksi sebagai unsur pelaksana

a) Tata Usaha

Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala bagian yang

dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab

kepada Kepala Unit Pengelola Rusunawa. Kepala Tata Usaha

mempunyai tugas;

1) Menyusun rencana, program dan laporan serta tatalaksana

2) Mengelola keuangan Unit Pengelola Rusunawa

3) Mengelola kepegawaian, perlengkapan, surat menyurat dan

rumah tangga serta humas

4) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Unit

Pengelola Rusunawa

5) Seksi-Administrasi Keuangan dan Pemasaran. Seksi

Administrasi Keuangan dan Pemasaran dipimpin oleh seorang

Page 92: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

76

Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugasnya berada di

bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Unit Pengelola

Rusunawa. Kepala Seksi Administrasi Keuangan dan

Pemasaran mempunyai tugas;

6) Mengelola arus kas masuk dari sewa penghuni

7) Melakukan koordinasi dengan seksi lain dalam pemanfaatan

dana

8) Melakukan terobosan untuk mendapatkan dana dari pihak-pihak

lain selain pemerintah

9) Mempromosikan Rusunawa kepada masyarakat melalui media

cetak, elektronik dan sebagainya

10) Mengantisipasi perubahan eksternal pasar Rusunawa dengan

melakukan penyesuaian-penyesuaian atas tarif sewa, system

pembayaran dan sebagainya

11) Melakukan aktivitas pemasaran kepada segmen-segmen pasar

tertentu sehingga tingkat penghunian Rusunawa dapat tetap

tinggi

12) Mengelola keuangan dalam rangka kerja sama antara Rusunawa

dengan pihak ketiga

13) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Unit

Pengelola Rusunawa

14) Seksi Penyewaan dan Penghunian. Seksi Penyewaan dan

Penghunian dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam

Page 93: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

77

melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggungjawab

kepada Kepala Unit Pengelola Rusunawa. Kepala Seksi

Penyewaan dan Penghunian mempunyai tugas;

15) Melakukan seleksi atas calon penghuni sesuai dengan

persyaratan penghuni Rusunawa

16) Melakukan perjanjian dengan calon penghuni

17) Melakukan pembaruan/pengkajian atas kontrak yang sudah

jatuh

18) Melakukan penagihan atas biaya sewa setiap bulannya kepada

para penghuni. Melakukan penagihan atas tunggakan sewa oleh

penghuni

19) Menjelaskan kepada penghuni atas hak dan kewajibannya yang

harus dipatuhi dan dijalankan oleh setiap penghuni atas

Rusunawa dan juga atas bagian bersama

20) Melakukan pengecekan atas kondisi Rusunawa sebelum dan

sesudah ditempati

21) Menerima keluhan dari para penghuni atas pelayanan yang

dirasa kurang memuaskan

22) Menerima keluhan dari para penghuni atas tindakan dan

kelakuan dari penghuni lainnya yang dirasakan mengganggu

23) Menyelesaikan keluhan yang diterima melalui koordinasi

dengan seksi yang terkait sesuai dengan permasalahan yang

dikeluhkan

Page 94: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

78

24) Menyelesaikan keluhan dengan melakukan pengecekan kepada

penghuni yang dinilai mengganggu penghuni lainnya

25) Memfasilitasi dialog antar penghuni

26) Menginformasikan kepada penghuni kebijakan-kebijakan baru

yang berkaitan dengan masalah penghunian

27) Memfasilitasi pembentukan perhimpunan penghuni jika

diperlukan oleh para penghuni

28) Melakukan dialog/pertemuan/pengecekan bersama secara

berkala dengan perwakilan perhimpunan penghuni atas

permasalahan yang terjadi di bangunan rumah susun, termasuk

masalah keamanan, kebersihan dan sebagainya

29) Melaksnakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Unit

Pengelola Rusunawa

b) Seksi Teknis dan Pemeliharaaan

Seksi Teknis dan Pemeliharaan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi

yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah Kepala Unit

Pengelola Rusunawa. Seksi Teknis dan Pemeliharaan mempunyai

tugas sebagai berikut;

1) Melakukan perbaikan atas kerusakan yang terjadi pada komponen

mekanik dari bangunan

2) Melakukan pemeliharaan terhadap fasilitas elektrikal yang ada

dalam bangunan

Page 95: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

79

3) Melakukan perbaikan atas kerusakan yang terjadi pada komponen

elektrikal dari bangunan

4) Melakukan pemeliharaan terhadap utilitas yang ada dalam

bangunan

5) Melakukan perbaikan atas kerusakan yang terjadi pada komponen

utilitas

6) Melakukan pemeliharaan terhadap eksterior dan interior

bangunan, termasuk lingkungan sekitar bangunan seperti taman

dan ruang terbuka lainnya

7) Melakukan perbaikan/penggantian atas kerusakan eksterior dan

interior bangunan.

8) Mengawasi dan melaporkan pelaksanaan pembangunan dan

pengembangan Rusunawa yang dilaksanakan oleh pihak ketiga.

9) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Unit

Pengelola Rusunawa

II. Tata Kerja Unit Pengelola Rusunawa

Di dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Unit Pengelola

Rusunawa memiliki tata kerja sebagai berikut;

1) Setiap Pimpinan Satuan Tugas dalam lingkungan Unit Pengelola

Rusunawa bertanggung jawab memimpin, mengkoordinasikan, dan

memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya

masing – masing.

Page 96: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

80

2) Selain itu setiap Pimpinan satgas dalam lingkunangan Unit Pengelola

Rusunawa wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab

serta menyampaikan laporan insidentil/berkala/tahunan tepat pada waktu

yang telah ditentukan.

3) Setiap laporan yang diterima Pimpinan satuan tugas dari bawahan wajib

diolah dan dipergunakan sebagai bahan peenyusunan laporan lebih lanjut

dan untuk memberikan petunjuk – petunjuk kepada bawahan.

4) Tim Pembina beserta anggota diangkat dan diberhentikan oleh walikota

atas usul sekretaris Daerah.

5) Kepala Unit Pengelola Rusunawa diangkat dan diberhentikan oleh walikota

atas usul Sekretaris Daerah.

6) Kepala Tata Usaha dan Kepala Seksi diangkat dan diberhentikan oleh

Walikota atas usul Sekretaris Daerah sepengetahuan Kepala Unit

Pengelola.

7) Di dalam menjalankan tugasnya Tim Pembina, Kepala Unit pengelola,

Kepala Tata Usaha, Kepala Seksi menerapkaan prinsip koordinasi,

integrasi, dan sinkronisasi secara vertikal dan horisontal.

8) Kepala unit pengelola mengadakan hubungan koordinasi dan konsultasi

dengan satuan – satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kota dan instansi –

instansi yang berkaitan erat dengan bidang tugasnya untuk kelancaran

pengelolaan Rusunawa.

Page 97: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

81

9) Dalam melaksanakan kebijaksanaan dan pengawasan atas pengelolaan

Rusunawa, Tim Pembina mengadakan rapat tahunan, rapat berkala, rapat

khusus.

10) Dalam melaksanakan pengelolaan Rusunawa, Kepala Unit dan Kepala

Seksi mengadakan rapat tahunan, rapat berkala dan rapat Khusus.

Dengan memperhatikan Peraturan Walikota Nomor 2 Tahun 2005

tentang Pembentukan Unit Pengelola Rusunawa, kemudian dikeluarkan Surat

Keputusan Walikota Surakarta Nomor 648/05/54/1/2005 tentang Pembentukan

Tim Pembina dan Unit Pengelola Rusunawa Surakarta. Surat keputusan ini

menetapkan susunan anggota Unit Pengelola Rusunawa Surakarta dan susunan

anggota Tim Pembina Rusunawa Surakarta.

Adapun susunan anggota Unit Pengelola Rusunawa I Kota Surakarta

adalah sebagai berikut;

Tabel 4:4

Susunan Anggota Unit Pengelola Rumah Susun Sederhana Sewa

(RUSUNAWA) Kota Surakarta

NO

Kedudukan dalam Unit Pengelola

Nama

Instansi

1 Kepala Unit Pengelola Rumah

Susun Sederhana Sewa

Toto Jayanto, SH, MHum

UPTD

2 Kepala Tata Usaha Totok Sulistiyono Bagian Organisasi

Page 98: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

82

3 Kepala Seksi Administrasi,

keuangan dan pemasaran

Muh. Joko Susanto, SE

Dipenda

4 Kepala Seksi Pengawas dan

Penghunian

Slamet Agus Yuliyanto

Kantor Pengelolaan

Aset Daerah

5 Kepala Sesi Teknis dan

Pemeliharaan

Herry Sukoraharjo DPU

Sumber : Data UPTD DPU Kota Surakarta

Tabel 4:5

Susunan Tim Pembina Rumah Susun Sederhana Sewa

(RUSUNAWA) Kota surakarta

NO KEDUDUKAN DALAM TIM

PEMBINA

KEDUDUKAN DALAM INSTANSI

1 Ketua Asisten Pemerintah Sekda Kota Surakarta

2 Sekretaris merangkap Anggota Kepala Dinas Pekerjaan Umum

3 Anggota Kepala Kantor Keuangan Daerah

4 Anggota Kepala Kantor Pengelolaan Aset Daerah

5 Anggota Kepala Bagian Hukum dan HAM

Sumber : Data UPTD DPU Kota Surakarta

Page 99: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

83

5. Tata Cara Penghunian

Prinsip utama pembangunan rusunawa ialah penyediaan hunian bagi

masyarakat miskin dengan sifat hunian sementara. Jadi berfungsi sebagai

jembatan sebelum mereka atau calon penghuni mendapatkan kesempatan

untuk memiliki perumahan yang cukup sehat dan layak.

1. Tata cara penghunian

a. Mengajukan permohonan dan mengisi surat perjanjian atau pernyataan

yang disiapkan oleh pengelola rusunawa yaitu pihak UPTD. Kemudian

pengelola mengadakan penilaian pada calon penghuni atas dasar

kelengkapan persyaratan yang ditentukan. Jika terlihat adanya

kejanggalan dalam kelengkapan persyaratan atau adanya kecurigaan-

kecurigaan lain, maka pihak pengelola akan mengadakan penelitian yang

lebih teliti sebelum mengabulkan permohonan calon penghuni. Oleh

sebab itu ada kemungkinan permohonan yang diajukan tersebut tidak

dikabulkan, meskipun terdapat unit rumah yang sedang kosong saat itu.

b. Mematuhi segala tata tertib yang berlaku

2. Tata tertib Rusunawa Semanggi

a. Hak dan kewajiban pengelola

1) Hak pengelola

a) Menarik uang sewa, rekening air, listrik dan beaya-beaya lain

yang ditetapkan pengelola.

b) Mengenakan sanksi atas pelanggaran penghunian oleh penyewa.

c) Melaksanakan penertiban penghuni

Page 100: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

84

d) Melaksanakan pemutusan sewa apabila penyewa melalaikan

kewajibannya

2) Kewajiban pengelola

a) Menyediakan fasilitas listrik, air bersih di setiap satuan unit

Rusunawa

b) Melakukan pemeriksaan, pemeliharaan, perbaikan secara teratur

terhadap seluruh elemen dan komponen sarana Rusunawa sesuai

dengan standar kesehatan dan keamanan.

c) Mewujudkan lingkungan yang bersih dan teratur serta lestari.

d) Menjaga keamanan lingkungan bekerjasama dengan penyewa

dan aparat keamanan

e) Memberikan informasi kepada penyewa atas kebijakan-kebijakan

pengelola yang akan ditetapkan.

f) Memberikan pemberitahuan kepada penyewa atas kegiatan-

kegiatan berkaitan dengan pemeliharaan dan atau perbaikan

Rusunawa

b. Hak dan kewajiban penyewa

1) Hak penyewa

a) Menempati satuan unit Rusunawa untuk keperluan tempat

tinggal.

b) Menggunakan fasilitas umum dan fasilitas sosial dalam

lingkungan Rusunawa.

c) Mengajukan keberatan atas pelayanan yang kurang baik oleh

Page 101: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

85

pengelola Rusunawa.

d) Mendapatkan penjelasan, pelatihan dan bimbingan tentang

pencegahan, pengamanan dan penyelamaran terhadap bahaya

kebakaran.

e) Memanfaatkan bagian bersama.

f) Memanfaatkan benda bersama.

g) Memanfaatkan tanah bersama yang didasarkan atas luas sarana

Rusunawa.

2) Kewajiban penyewa

a) Membayar sewa dan segala biaya yang ditetapkan pengelola.

b) Membayar rekening listrik dan air bersih yang terpakai.

c) Membuang sampah setiap hari dan dilakukan di tempat yang

telah ditentukan / disediakan dengan menggunakan pembungkus

secara rapi dan teratur tidak berserakan.

d) Memelihara sarana Rusunawa yang disewa dengan sebaik-

baiknya.

e) Mematuhi ketentuan tata tertib di sarana Rusunawa yang

ditetapkan oleh pengelola dan penyewa.

f) Mengikuti kegiatan yang dilakukan warga Rusunawa.

c. Larangan bagi penyewa / pemegang ijin sewa

1) Bidang administrasi

a) Menyewakan / memindah tangankan sarana rusunawa kepada

pihak lain tanpa ijin pengelola.

Page 102: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

86

b) Dilarang menyewa lebih dari satu satuan unit Rusunawa

c) Dilarang menggunakan satuan unit Rusunawa sebagai tempat

usaha.

2) Fasilitas Rusunawa

a) Dilarang melakukan tindakan merusak atau melakukan tindakan

yang dapat menimbulkan pencemaran terhadap fasilitas bersama

yang ada di lingkungan rusunawa.

b) Dilarang memasng tambahan instalasi listrik atau air, menggali

jalan, taman, dan lain-lain tanpa seijin pengelola.

c) Dilarang memasang alat pendingin (AC) tanpa ijin pengelola.

d) Dilarang merusak instalansi listrik, air, lampu taman dan lampu

penerangan di komplek Rusunawa.

e) Dilarang memasang antene rig, radio cb maupun alat komunikasi

radio lainnya selain yang disediakan oleh pengelola.

3) Konstruksi bangunan

a) Penyewa dilarang melakukan perubahan atau perombakan

bangunan RUSUNAWA dalam bentuk apapun tanpa persetujuan

tertulis dari pengelola.

b) Penyewa dilarang membuat bangunan tambahan.

c) Penyewa dilarang memaku atau melobangi dinding.

d) Penyewa dilarang membongkar langit-langit dan menyimpan

barang-barang di langit-langit.

Page 103: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

87

e) Penyewa dilarang membawa, meletakkan, menaruh benda/ barang

yang beratnya melampaui batas kekuatan/ daya dukung lantai

yang ditentukan.

4) Ketertiban

a) Penyewa dilarang memelihara binatang peliharaan kecuali ikan

hias di dalam akuarium.

b) Penyewa dilarang membuang benda/ sampah dari atas ke bawah

c) Penyewa dilarang melakukan kegiatan yang menimbulkan suara

bising/ keras, bau menyengat dan lainnya.

d) Penyewa dilarang melakukan perbuatan yang dapat mengganggu

keamanan, ketertiban dan kesusilaan. Perbuatan tersebut antara

lain berjudi, menjual/ memakai narkoba, minuman keras, berbuat

maksiat dan lain sebagainya

e) Penyewa dilarang menyimpan, meletakkan barang/ benda di

koridor, tangga atau tempat yang dapat mengganggu/

menghalangi kepentingan bersama

f) Penyewa dilarang menjemur pakaian selain di tempat yang telah

disediakan.

B. PROFIL INFORMAN DAN RESPONDEN

Informan yang diambil peneliti dalam penelitian ini seluruhnya

berjumlah 5 orang, yang pertama merupakan Kepala UPTD Kota Surakarta, dan

Page 104: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

88

yang 4 orang merupakan penghuni Rusunawa Semanggi yang juga berperan

sebagai pengurus paguyuban di Rusunawa Semanggi. Sedangkan responden

berjumlah 7 orang yaitu yang berstatus sebagai penghuni Rusunawa Semanggi.

Untuk mengetahui gambaran umum mengenai kehidupan masing-masing

informan dan responden ini, maka diperoleh profil informan dan responden

tersebut seperti yang tergambar berikut ini:

1. Informan

a. Bapak Toto Jayanto

Usianya 49 tahun, bertempat tinggal di Jl Kahuripan utama no 37

Solo. Beliau merupakan kepala UPTD Kota Surakarta. Tugas Bapak Toto

sebagai kepala UPTD adalah mengatur segala hal yang berkaitan dengan

Rusunawa dan penghuninya. Konsepnya membangun Rusunawa adalah

supaya masyarakat miskin bisa menabung membeli rumah sendiri. Bapak

Toto juga sering mengadakan sarasehan dengan penghuni Rusunawa,

menampung aspirasi penghuni dan memberikan solusi atas permasalahan

yang terjadi. Serta memberikan arahan-arahan kepada penghuni agar

keberadaan Rusunawa bisa efektif.

b. Bapak Sutro Agus Suryanto

Usianya 59 tahun. Bapak Agus didaulat menjadi wakil ketua

paguyuban Blok B Rusunawa Semanggi. Hobinya yang gemar membaca

mencetuskan ide membuka perpustakaan di Rusunawa dengan bantuan dari

Page 105: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

89

pemerintah dan pihak swasta. Dahulu Bapak Agus mengontrak rumah di

daerah Gabutan Joyosuran dengan biaya Rp 1.750.000 / tahun, dimana

hunian tersebut merupakan hunian yang rawan terkena banjir setiap kali

hujan deras. Bersama istri,dua orang anaknya, satu menantu dan dua orang

cucunya mereka menempati Rusunawa Semanggi sejak 15 Maret 2010.

Anak yang pertama seorang perempuan sudah bekerja di sebuah toko kue

dan memiliki suami serta dua orang anak. Anak kedua lak-laki sudah

bekerja di sebuah pabrik. Bapak Agus bekerja sebagai wiraswasta dengan

membuka usaha di pasar klithikan yang kiosnya gratis disediakan oleh

pemerintah kepada warga Rusunawa Semanggi. Bapak Agus terkadang

juga menjadi supir jika ada orang memerlukan jasanya, sedangkan istrinya

ikut membantu menafkahi keluarga dengan membuat usaha kecil-kecilan

emping lalu Bapak Agus yang mendistribusikan emping itu ke warung-

warung. Meskipun keduanya telah bekerja dan kedua anaknya sudah

memiliki penghasilan sendiri, beliau mengaku kadang masih merasa berat

jika harus membayar uang sewa Rusunawa mencapai Rp 230.000 setiap

bulannya, dengan penghasilan rata-rata Rp 1.000.000 perbulan dengan

estimasi pengeluaran Rp 800.000 - Rp 900.000. Harapanya agar

dibebaskan dari biaya sewa unit hunian, jadi hanya membayar biaya listrik

dan air.

Page 106: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

90

c. Bapak Andhy

Berusia 40 tahun. Bapak Andhy merupakan Ketua paguyuban Blok

B Rusunawa Semanggi. Beliau mempunyai 1 orang anak yang masih

duduk di bangku Taman Kanak-Kanak. Dahulu Bapak Andhy bertempat

tinggal di rumah orang tuanya di daerah Kampung Baru, lalu semenjak 14

Januari 2010 Bapak Andhy memutuskan untuk pindah ke Rusunawa

Semanggi alasannya karena ingin hidup mandiri tidak bergantung sama

orang tua. Bapak Andhy bekerja sebagai swasta non informal dengan

penghasilan perbulan Rp 1.200.000, pengeluaran perbulan mencapai Rp

1.000.000. Sedangkan istrinya bekerja sebagai penjahit dan membuka

usaha jahit di unit hunian yang ditempati. Waktu awal menempati

Rusunawa Semanggi, Bapak Andhy belum memiliki kendaraan pribadi,

jadi mau kemana-mana lumayan sulit transportasinya. Tapi sekarang beliau

sudah bisa mengambil kredit motor yang dikumpulkan dari penghasilan

beliau dan istrinya. Dengan tinggal di Rusunawa Semanggi perekonomian

Bapak Andhy bisa lebih meningkat dari yang sebelumnya karena istrinya

membuka usaha jahit. Dan juga mampu membeli barang-barang elektronik

yang sebelumnya tidak dimiliki.

d. Bapak Seto Caroko

Usianya 34 tahun. Bapak Seto bertugas sebagai sekretaris di

paguyuban Blok A Rusunawa Semanggi. Bapak Seto bersama istri dan

anak pertamanya yang masih balita menghuni di Rusunawa Semanggi

Page 107: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

91

sejak bulan Mei 2011, sebelumnya Bapak Seto tinggal di rumah orang

tuanya di Sragen, sedangkan sang istri asli Solo. Setelah mendapat

pekerjaan di Solo Bapak Seto pindah ke Solo dan menempati Rusunawa

Semanggi dengan bantuan mertuanya yang mengajukan ijin tinggal di

Rusunawa Semanggi. Sebelum tinggal di Rusunawa Semanggi, Bapak Seto

pernah ngontrak rumah juga, tetapi karna harganya mahal dan kondisi

lingkungan tidak bersih sehingga menyebabkan anaknya yang balita sering

sakit akibat polusi lingkungan lalu Bapak Seto memutuskan untuk pindah

ke Rusunawa Semanggi yang dirasa lebih layak untuk dihuni dan harga

sewa yang tidak mahal. Bapak Seto bekerja sebagai pegawai swasta, selain

itu beliau juga memiliki hoby memelihara hewan ular yang bisa diikutkan

kompetesi dan kemudian bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Penghasilan Bapak Seto rata-rata Rp 1.500.000 perbulan dengan

pengeluaran Rp 1.000.000 tiap bulannya. Sementara itu istrinya bekerja

sebagai desainer baju dan penjahit penghasilan yang tidak pasti setiap

harinya.

2. Responden

a. Bapak Putut

Berusia 50 tahun. Bapak Putut merupakan pengurus koordinator

Blok A. Beliau menempati Rusunawa Semanggi dengan alasan rumah

orang tua yang beliau tempati bersama istri dan ke empat orang anaknya

telah dijual karena kedua orang tua beliau telah meninggal dunia, dan hasil

Page 108: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

92

penjualan rumah tersebut dibagi-bagikan sebagai warisan untuk beliau dan

saudara-saudaranya. Dahulu Bapak Putut bekerja di percetakan dengan

penghasilan Rp 750.000/bulan. Setelah menempati Rusunawa Semanggi

dan mendapatkan modal dari hasil penjualan rumah orang tuanya, Bapak

Putut menggunakannya untuk memulai usaha membuka percetakan sendiri

di halaman depan unit hunian yang beliau tempati. Dengan menggunakan

satu mesin percetakan dan ditambah dengan bekerja di Showbis atau

pertunjukan musik keliling, saat ini beliau bisa memperoleh penghasilan

Rp 2.500.000,-. Dengan pengeluaran perbulan rata-rata Rp 2.000.000,-.

Bapak Putut juga tidak segan-segan membagikan ilmunya bermain

keyboard dengan mengajarkan ke penghuni Rusunawa Semanggi.

b. Bapak Danang

Usianya 30 tahun. Bapak Danang merupakan penghuni Rusunawa

sejak bulan Januari 2010. Dahulu beliau ikut tinggal di rumah orang tua

daerah Norowangsan sebelum menempati Rusunawa Semanggi. Tinggal di

Rusunawa dengan alasan ingin belajar hidup mandiri dan juga kalau

kontrak di luar biaya kontrak lebih mahal. Di Rusunawa Semanggi bapak

Danang membuka usaha laundry, dulunya bapak Danang kerja ikut orang.

Sekarang bisa mempekerjakan tetangga di Rusunawa sebagai pekerjanya.

Meski usahanya masih kecil-kecilan namun bisa menghasilkan pendapatan

Rp 1.500.000 setiap bulannya, dengan usaha laundry penghasilannya bisa

bertambah daripada sebelum dia tinggal di Rusunawa Semanggi .

Page 109: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

93

Pengeluaran perbulan sekitar Rp 800.000 – Rp 900.000, untuk membayar

biaya sewa dan bayar listrik juga air mencapai Rp 250.000.

c. Bapak Broto

Usianya 37 tahun. Bapak Broto dahulu mengontrak rumah di

daerah Semanggi RT 05 / RW 16, dengan biaya sewa Rp 250.000 / bulan

itu belum termasuk biaya listrik, sedangkan di Rusunawa Bapak Broto

hanya mengeluarkan biaya Rp 230.000 / bulan dan itu sudah merupakan

biaya listrik dan air. Dahulu Bapak Broto sebelum menempati Rusunawa

bekerja sebagai pedagang bakso ojek dengan menaiki sepeda kayuh sejak

tahun 2007. Ketika pindah ke Rusunawa Semanggi Bapak Broto berinovasi

dalam menjual baksonya menjadi bakso bakar. Pertama dia mampu

mengajak 5 orang penghuni Rusunawa Semanggi bekerja sama dengan

beliau, setelah bakso bakar Bapak Broto laris, 10 orang dari luar penghuni

Rusunawa ikut bergabung menjadi pegawai Bapak Broto. Sekarang

penghasilannya Bapak Broto mampu mencapai Rp 15.000.000 perbulan

untuk menggaji 15 orang pegawai Rp 900.000 setiap orangnya.

d. Ibu Trisno

Berusia 46 tahun. Ibu Trisno memiliki dua orang anak, beliau

tinggal di Rusunawa Semanggi sejak Januari 2010. Alasan beliau pindah

karena dulunya menumpang di rumah mertua di daerah Gading. Di rumah

mertua dahulu dia bekerja sebagai baby sitter di tetangga sebelah rumah,

dengan pendapatan Rp 500.000 setiap bulannya. Setelah pembangunan

Page 110: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

94

Rusunawa Semanggi, Ibu Trisno beserta keluarganya memutuskan untuk

pindah ke Rusunawa. Demi memenuhi kebutuhan hidupnya Ibu Trisno

membuka warung di Unit Hunian yang dia tempati. Setiap bulannya Ibu

Trisno mampu mendapatkan penghasilan Rp 1.000.000, pengeluaran untuk

membayar biaya sewa Rusunawa Semanggi Rp 230.000. Sedang suaminya

bekerja sebagai buruh harian.

e. Ibu Samiyem

Usianya 47 tahun. Ibu Samiyem tinggal bersama suami dan kedua

anaknya. Beliau menempati Rusunawa Semanggi sejak bulan Januari 2010.

Dulunya Ibu Samiyem mengontrak rumah di daearah Semanggi dengan

biaya sewa Rp 2.500.000 pertahun, kondisi kontrakan dari gebyok atau

triplek sangat tidak layak huni. Jika mau mandi harus ke MCK umum

dengan membayar Rp 500 – Rp 1000. Sedangkan biaya sewa di Rusunawa

lebih rendah Rp 200.000 perbulan. Ibu Saniyem berjualan susu sapi, dulu

sebelum menempati Rusunawa Semanggi Ibu Saniyem membuka usahanya

di depan pasar dengan menyewa tempat berjualan Rp 150.000 per bulan.

Sekarang dengan menempati Rusunawa Semanggi, Ibu Saniyem dapat

membuka usaha berjualan susu sapi di lantai dasar Rusunawa tanpa harus

membayar uang sewa. Dengan penghasilan mencapai Rp 1.500.000 Ibu

Saniyem mampu menyisihkan penghasilannya untuk menabung kelak

untuk membeli rumah sendiri.

Page 111: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

95

f. Bapak Tono

Usianya 29 tahun. Bapak Tono dahulu tinggal di Rusunawa

Begalon Tipes, lantaran dibangun Rusunawa Semanggi dengan unit hunian

lebih luas kemudian Bapak Tono mengajukan ijin tinggal di Rusunawa

Semanggi. Bapak Tono memanfaatkan unit hunian untuk berjualan toko

kelontong dan di lantai dasar setiap pagi dia gunakan untuk berjualan

sayuran mentah. Kalau ada waktu longgar beliau juga mengajak anak-anak

Karang Taruna berjualan jagung bakar di halaman depan Rusunawa

Semanggi waktu malam hari. Serta membagikan ketrampilan membuat roti

kepada pemuda-pemudi Rusunawa Semanggi. Di Rusunawa Semanggi,

Bapak Tono berperan sebagai penasehat Karang Taruna Rusunawa.

Penghasilan Bapak Tono perbulan mencapai Rp 1.500.000, kehidupan

perekonomian jauh lebih baik daripada sebelumnya, karena membuka

usaha di Rusunawa Semanggi lebih ramai pembelinya dibandingkan

dengan Rusunawa Begalon.

g. Bapak Sarjono

Berusia 52 tahun. Bapak Sarjono menempati Rusunawa Semanggi

karena harga kontrakan di luar semakin lama semakin naik. Bapak Sarjono

hidup berpindah-pindah dari kontrakan satu ke kontrakan yang lain sudah

selama 15 tahun. Beliau dahulu mengontrak rumah di daerah Dawung

Wetan dengan biaya Rp 3.500.000 per tahunnya, sedangkan setiap tahun

biaya tersebut naik hingga Rp 500.000 per tahun. Bapak Sarjono tinggal

Page 112: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

96

bersama istri dan satu orang anaknya. Beliau memanfaatkan tinggal di

Rusunawa Semanggi dengan berjualan angkringan di lantai dasar

Rusunawa. Dengan penghasilan Rp 1.000.000 perbulan, dengan

pengeluaran rata-rata Rp 600.000 setiap bulan. Tinggal di Rusunawa

Semanggi dirasa lebih nyaman, menggunakan fasilitas lahan untuk

berjualan tanpa harus tambah membayar biaya tiap bulannya.

h. Bapak Sentot

Usianya 46 tahun. Dulu Bapak Sentot mengontrak rumah di

wilayah Joyosuran dengan biaya Rp 800.000 pertahun, dengan kondisi

rumah dekat dengan pemakaman Gabutan yang rawan banjir. Bapak Sentot

yang berprofesi sebagai pendeta diberi tugas menangani bidang kerohanian

Nasrani di Rusunawa Semanggi. Beliau juga memanfaatkan unit hunian

untuk tempat berjualan. Jumlah anggota keluarga yang tinggal bersamanya

di Rusunawa berjumlah enam orang. Dengan penghasilan Rp 1.000.000

setiap bulannya, dan Rp 700.000 rata-rata pengeluaran setiap bulan.

C. Gambaran Kondisi Sebelum dan Setelah Tinggal di Rusunawa Semanggi

1. Kondisi Penghuni Sebelum Tinggal di Rusunawa Semanggi

Ada beberapa permasalahan yang terjadi pada calon penghuni

Rusunawa sebelum menempati Rusunawa Semanggi. Secara umum penghuni

Rusunawa dahulu tidak mempunyai rumah, dengan tingkat ekonomi lemah,

penghuni sering tidak tercatat sebagai warga setempat, rata-rata bertempat

tinggal di permukiman yang kumuh, rawan banjir dan kebakaran serta rawan

Page 113: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

97

terhadap timbulnya penyakit, dan kebanyakan mereka mengontrak dengan

berpindah-pindah tempat. Sehingga menjadikan alasan bagi calon penghuni

Rusunawa ingin tinggal di Rusunawa Semanggi. Seperti apa yang

diungkapkan oleh informan sebagai berikut:

”Tempat yang dulu deket kuburan gabutan merupakan lahan banjir. Pindah disini karna fasilitas memadai, merupakan contoh rumah sehat, kamar mandi sendiri, pas dulu kontrak kamar mandi untuk rombongan / umum.” (wawancara dengan Bapak Sentot, 8 Maret 2012)

”Karena pengalaman yang sudah-sudah menempati hunian 3x3, sekarang 4x6 dan semuanya di dalem. Kalau ngekost dapur umur. Hanya terpaut sidikit biayanya pilih disini lebih komplit dan nyaman. Dulu ke tempat kerja juga jauh. Juga dahulu jualan susu di dekat pasar , menyewa tempat 150rb/bulan. Sekarang berjualan di lantai dasar Rusunawa ga ditarik biaya.” (wawancara dengan Ibu Samiyem, 7 Maret 2012)

”Kalau diluar belum sampai 1 tahun udah dioyak-oyak, harganya sudah mencapai 3,5 juta/tahun. Apalagi setiap tahun naik 500 ribu. Sudah selama 15 tahun ngontrak disana. Kalau tinggal di rusun lebih tenang dan murah.” (wawancara dengan Bapak Sarjono, 7 Maret 2012)

”Kalau tinggal di luar lokasi kurang memadai, fasilitas kurang , kesehatan juga terganggu.” (wawancara dengan Bapak Tono, 8 Maret 2012)

Sebagaimana diketahui, mayoritas penghuni yang hidup di Rusunawa

Semanggi umumnya mata pencaharian penghuninya tidak tetap dan usahanya

non-formal, pendidikan rendah. Oleh sebab itu dapat dipahami apabila untuk

meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin yang tidak mempunyai

tempat tinggal serta hunian yang layak yaitu dilakukan dengan cara

memberdayakan masyarakat miskin dengan cara pembangunan Rusunawa

Semanggi.

Page 114: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

98

Sarana dan prasarana di lingkungan perumahan dan permukiman

penghuni sebelum tinggal di Rusunawa Semanggi tidak memadai. Rumah

kontrakan tidak layak dihuni, serta akibat kepadatan yang tinggi

menyebabkan terbatasnya penggunaan air bersih WC dan kamar mandi

bersama dengan warga sekitar. Demikian juga dengan fasilitas tempat cuci.

Penggunan fasilitas tersebut, warga yang menggunakan WC dan kamar

mandi bersama harus membayar Rp. 500,- (lima ratus rupiah) sampai Rp.

1000,- (seribu rupiah) untuk setiap melakukan kegiatan seperti mandi, cuci

dan sebagainya. Juga ada pula warga yang sering jadi korban kebanjiran di

tempat tinggal yang lama. Seperti yang diungkapkan oleh informan berikut

ini:

“Dulu tinggal di kampung mau butuh air aja harus antri, mau ke belakang, mandi, nyuci itu harus antri karena padatnya bangunan, sumur aja dipakai bareng. Jika ke kamar mandi umum harus bayar 500-1000 rupiah.” (wawancara dengan Ibu Samiyem, 7 Maret 2012)

“Kalau tinggal di rumah yang dulu pas hujan kebanjiran.” (wawancara dengan Bapak Sutro Agus, 3 Maret 2012)

Sedangkan kondisi lahan sebelum didirikan Rusunawa Semanggi

merupakan lahan kosong Hak Pakai Pemerintah Kota Surakarta yang

sebelumnya digunakan untuk barang rongsokan dan ada beberapa hunian

liar. Sebagaimana diungkapkan oleh ketua paguyuban:

“Sekarang dapat lebih tertata, soalnya dulu kumuh. Karena tempat rongsokan barang bekas, jual beli besi dan permukiman kumuh. Sekarang lebih terlihat indah, soalnya dulu kayak hutan.” (wawancara dengan Bapak Andhy, 4 Maret 2012)

Page 115: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

99

Berhubungan dengan kesehatan, sebelum tinggal di rumah susun

seringkali mengalami sakit terutama pada anak-anak. Lingkungan yang tidak

sehat menyebabkan banyak virus penyakit bertebaran. Sehingga

menyebabkan penduduk yang sering mengeluhkan sakit. Tindakan awal yang

dilakukan oleh warga bila sakit adalah mengobati dengan obat-obatan yang

tersedia di warung yang diyakini. Seperti penuturan salah satu penghuni di

Rusunawa Semanggi berikut ini :

“Dulu pernah nyoba ngontrak di luar tapi kondisi lingkungan tidak bersih sehingga anak saya yang balita sering sakit, karena polusi lingkungan. Akhirnya saya pindah.” (wawancara dengan Bapak Seto Caroko, 5 Maret 2012)

Dari gambaran tersebut diatas, sedikitnya ada 10 (sepuluh) ciri-ciri

permukiman kumuh yang biasanya dihuni oleh masyarakat miskin yang tidak

memiliki rumah, yaitu :

a. Tempat tinggal berdesakan, tidak seimbang dengan jumlah

penghuni, hanya berfungsi sebagai tempat istirahat, melindungi diri

dari pengaruh iklim atau cuaca.

b. Lingkungan dan tata permukiman tidak teratur, tidak terencana

dengan baik sifat fisik bangunan sementara, tidak sedap dipandang,

dan terkesan acak-acakan.

c. Fasilitas prasarana tidak memadai, seperti MCK, air bersih, saluran

air, limbah, drainase, listrik , jalan sempit (gang), terkesan jorok,

tidak sehat.

Page 116: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

100

d. Fasilitas sosial, seperti tempat ibadah, kesehatan, dan sebagainya

tidak memadai.

e. Pekerjaan penghuni tidak tetap dan taraf hidupnya rendah.

f. Bidang usaha yang dilakukan sebagian besar informal.

g. Status tempat tinggal pada umumnya sewa di atas milik perorangan,

swasta, atau rumah di atas tanah negara.

h. Tingkat pendiidikan dan keahlian penghuninya rendah.

i. Sebagian besar penghuninya tidak tercatat sebagai penduduk

setempat.

j. Lingkungan permukiman rawan terhadap kebakaran dan penyakit.

2. Kondisi Penghuni Setelah Tinggal di Rusunawa Semanggi

Sarana dan prasarana di lingkungan perumahan dan permukiman di

bandingkan sebelum tinggal di rumah susun jauh lebih baik, umumnya

sarana dan prasarana yang disediakan cukup memadai dan berfungsi

sebagaimana mestinya. Menurut pengelola sarana dan prasarana yang ada di

Rusunawa Semanggi tidak terawat, bahkan sebagian sarana dan prasarana

yang disediakan mengalami perubahan baik fungsi maupun kondisinya,

seperti taman dan ruang terbuka sebagian dimanfaatkan untuk kebutuhan

penghuni yaitu pengembangan ruang permukiman khusus pada penghuni

yang berada di lantai dasar, sehingga terkesan kotor dan kumuh. Untuk

Page 117: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

101

mengetahui kondisi sarana dan prasarana yang tersedia di Rusunawa

Semanggi meliputi sarana kebersihan, sarana kegiatan ekonomi, sarana

keagamaan, yaitu sebagai berikut:

a. Sarana Kebersihan

Pihak pengelola dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum UPTD

Kota Surakarta sudah menyediakan sarana kebersihan yang memadai,

sampah warga penghuni sudah tertampung pada tempatnya. Dan juga

terdapat satu petugas kebersihan di masing-masing blok Rusunawa

Semanggi yang bertugas membersihkan tiap lantai. Meskipun

demikian harus ada kesadaran para penghuni untuk ikut membantu

menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah dengan

sembarangan, dan membersihkan bagian depan unit hunian masing-

masing supaya terlihat bersih. Karena sangat tidak memungkinkan

satu petugas kebersihan secara khusus bisa aktif membersihkan

tangga, jalan, taman dan sebagainya, sehingga suasananya tidak

terlihat terurus dan kumuh. Seperti ungkapan informan sebagai

berikut:

“Kebersihan kurang, karena terdiri dari berbagai habitat, Kebersihan belum terjaga dengan baik, dari lantai dasar anak tangga masih kotor. Petugas kebersihan hanya 1 orang per blok. Harusnya warga rusunawa ikut berpartisipasi terhadap kebersihan dimasing-masing rumah. Warga harusnya bisa saling berbagi.” (wawancara dengan Bapak Sutro Agus, 4 Maret 2012)

Page 118: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

102

b. Sarana Kegiatan Ekonomi

Sarana kegiatan ekonomi yang tersedia adalah warung, salon,

bimbingan belajar, penjahit, penjual bakso bakar, angkringan, penjual

keliling, tukang sol sepatu, servis alat elektronik, pembudidayaan

ikan lele, percetakan, desain lukisan rukuh, laundry, penjual sayuran,

masakan padang, penjual pulsa, dan masih banyak lagi kegiatan

perekonomian yang terdapat di Rusunawa Semanggi. Kegiatan

tersebut dilakukan oleh sebagian warga untuk memenuhi kebutuhan

ekonominya. Seperti peneuturan informan berikut ini:

”Tergantung kreativitas kita saja. Kalau disini di jadiin tempat usaha juga harus siap mental karna banyak yang hutang, pengembangan ekonomi di Rusunawa tergantung kreativitas individu.” (wawancara dengan Bapak Danang, 5 Maret 2012)

”Membuat lapangan kerja baru untuk penghuni, 15 orang telah menjadi pegawai saya, yang 5 orang dari penghuni Rusunawa semanggi dan 10 orang dari luar. Penghasilan mereka 900 rb/bulan. Disediakan grobak untuk berjualan. Ini merupakan inisiatif saya sendiri dari sebelum tinggal disini, sejak tahun 2007 sudah memulai usaha bakso bakar. Dari yang awal mulanya saya berjualan sendiri dengan mengayuh sepeda jengki. Saya ingin membuat usaha tahu bakso, didirikan grobak-grobak kecil didepan Mini market. Supaya penghuni yang belum mempunyai penghasilan dapat memperoleh penghasilan sendiri dari jualan tahu bakso” (wawancara dengan Bapak Broto, 6 maret 2012)

” Usaha disini lebih baik dari pada dulu. Lebih rame disini buka warung. Jadi kehidupan perekonomian lebih baik.” (wawancara dengan Bapak Tono, 8 Maret 2012)

c. Sarana Keagamaan

Sarana keagamaan berupa bangunan tempat ibadah yang

tersedia hanya untuk penganut agama islam saja yaitu bangunan

Page 119: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

103

Mushola masing-masing blok terdapat 1 Mushola, untuk Masjid

belum didirikan di Rusunawa Semanggi. Mushola digunakan

penghuni agama islam melaksanakan ibadah sholat baik sholat lima

waktu. Untuk sholat jumat dilaksanakan di Masjid yang berada di

sekitar Rusunawa Semanggi. Acara pengajian juga rutin dilakukan

setiap hari minggu pagi yang dilaksankan sebulan sekali,

mengundang pembicara dari luar. Sedangkan untuk umat kristiani

memakai aula sebagai tempat ibadah untuk anak-anak kecil yang

diberi nama Ibadah Kamis Ceria, untuk perayaan ibadah seperti Natal

dan Paskah umat Kristiani blok A dan blok B berkumpul menjadi

satu mengadakan kebaktian dengan mengundang pendeta dari Gereja

luar. Seperti yang diungkapkan oleh informan:

”Terdapat kegiatan pengajian di Mushola maupun di Aula dilaksanakan satu bulan sekali, TPA juga diadakan. Untuk umat nasrani ada ibadah kamis ceria untuk anak kecil, dan ibadah perayaan hari besar umat kristen.” (wawancara dengan Bapak Putut, 4 Maret 2012)

D. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN MELALUI

PEMBANGUNAN RUSUNAWA SEMANGGI

Upaya yang pokok dalam pemberdayaan masyarakat adalah peningkatan

taraf pendidikan, dan derajat kesehatan, serta akses ke dalam sumber-sumber

kemajuan ekonomi seperti modal, teknologi, informasi, lapangan kerja, dan pasar.

Untuk itu, perlu ada program khusus bagi masyarakat yang kurang berdaya.

Masyarakat miskin tidak dalam posisi “have not” but “have a little”, maka

Page 120: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

104

diperlukan sebuah wahana yang menyatukan setiap orang miskin sehingga kuat

dan mempunyai akses terhadap pembangunan. Berangkat dari keterbatasan yang

dimiliki masyarakat (khususnya masyarakat miskin), maka wahana yang relevan

untuk pemberdayaan mereka adalah wahana yang memungkinkan mereka

memiliki tambahan posisi untuk berkembang. Namun, dengan tetap mengingat

bahwa pemberdayaan semestinya tidak menyeret mereka ke dalam ketergantungan

yang akan melestarikan kemiskinannya.

Pemberdayaan yang relevan dengan konsep tersebut adalah pemberdayaan

yang dibentuk dari – oleh – untuk mereka, yang memberikan kesempatan pada

mereka untuk saling membantu, tanpa menutup keterlibatan pihak luar yang tidak

bertujuan untuk membangun ketergantungan pada diri mereka. Pemberdayaan

yang dimaksud adalah pembangunan Rusunawa untuk masyarakat miskin yang

belum memiliki rumah.

Penghuni Rusunawa adalah sekumpulan orang yang menghimpun diri

dalam suatu kelompok dikarenakan adanya ikatan pemersatu yaitu kepentingan

dan kebutuhan yang sama sehingga dalam kelompok tersebut memiliki tujuan

yang ingin dicapai bersama.

Pemberdayaan masyarakat melalui pembangunan Rusunawa Semanggi

merupakan salah satu cara pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi,

karena kegiatan-kegiatan di dalamnya tidak lepas dari kegiatan-kegiatan yang

berhubungan dengan ekonomi, seperti kegiatan ekonomi produktif, pertemuan

rutin, arisan, pelatihan-pelatihan dan yang utama adalah peminjaman modal.

Page 121: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

105

Kelompok penghuni Rusunawa Semanggi ini berorientasi kepada :

a. Peningkatan pendapatan anggota dan kelompok. Dalam kaitan ini, perlu

diupayakan terus-menerus pemahaman dan peningkatan bagi rumah tangga

yang efektif, pemupukan modal swadaya serta pengembangan usaha

produktif dan pemasaran.

b. Adanya keterbukaan di kalangan penghuni terhadap berbagai hal baru ke

arah kemajuan, disamping itu juga terbuka terhadap kerja sama baru untuk

mencapai tingkat usaha yang lebih besar.

c. Menerapkan prinsip demokrasi dan partisipasi dalam penyelenggaraan

kelompok penghuni Rusunawa Semanggi. Hal ini ditandai oleh pertemuan

anggota secara rutin dan berkelanjutan, pengurus dipilih dari dan oleh

anggota.

Proses pemberdayaan warga masyarakat diharapkan dapat menjadikan

masyarakat menjadi lebih berdaya berkekuatan dan berkemampuan. Kaitannya

dengan indikator masyarakat berdaya, Sumardjo (1999) menyebutkan ciri-ciri

warga masyarakat berdaya yaitu :

1. Mampu memahami diri dan potensinya, mampu merencanakan

(mengantisipasi kondisi perubahan ke depan)

2. Mampu mengarahkan dirinya sendiri

3. Memiliki kekuatan untuk berunding

Page 122: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

106

4. Memiliki bargaining power yang memadai dalam melakukan kerjasama

yang saling menguntungkan

5. Bertanggung jawab atas tindakannya

Pemberdayaan masyarakat bukan membuat masyarakat menjadi makin

tergantung pada berbagai program pemberian. Pada dasarnya setiap apa yang

dinikmati, harus dihasilkan atas usaha sendiri (yang hasilnya dapat dipertukarkan

dengan pihak lain). Dengan demikian, tujuan akhirnya adalah memandirikan

masyarakat, memampukan, dan membangun kemampuan untuk memajukan diri ke

arah kehidupan yang lebih baik secara sinambung.

Berikut dibawah ini peneliti akan membicarakan mengenai inti dari

pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Pemerintah DPU UPTD Kota

Surakarta dalam pembangunan Rusunawa yang bertujuan untuk memberdayakan,

menswadayakan, dan memandirikan masyarakat:

1. Memberdayakan Masyarakat

Memberdayakan berarti membuat jadi berdaya yaitu membuat jadi

berkekuatan, berkemampuan, dan mempunyai akal untuk mengatasi sesuatu.

Masyarakat miskin tentunya menginginkan dirinya berdaya dalam menghadapi

kebutuhan hidup mereka, apabila mereka menginginkan dirinya berdaya

tentunya mereka harus mempunyai akal untuk mengatasi keadaannya tersebut.

Pembangunan Rusunawa untuk masyarakat miskin dibentuk sebagai salah satu

cara atau wadah untuk membuat masyarakat miskin menjadi berdaya.

Page 123: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

107

DPU memberikan kesempatan kepada masyarakat miskin yang tidak

mempunyai rumah yaitu dengan memfasilitasi masyarakat melalui pembangunan

Rusunawa Semanggi dengan memberikan perumahan layak dan terjangkau,

tinggal bagaimana masyarakat miskin dan tentunya yang ingin mempunyai atau

merintis suatu usaha untuk menambah pendapatan dalam menghuni Rusunawa

Semanggi tersebut.

Rumah yang layak huni merupakan salah satu kebutuhan pokok yang

sangat penting bagi manusia dalam melangsungkan kehidupannya. Faktor

Ekonomi dan pendapatan yang tidak menentu menjadi faktor penyebab bagi

masyarakat tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk membeli atau menyewa

rumah yang layak huni. Mereka lebih mementingkan untuk memenuhi

kebutuhan sehari-hari seperti makan, minum, pakaian dan kesehatan daripada

menyewa rumah layak huni.

Kondisi seperti ini akhirnya memunculkan banyak rumah yang tidak

layak huni dan tidak memenuhi standar kesehatan seperti rumah yang kotor dan

lembab karena tidak ada ventilasi, dinding terbuat dari bilik dan seng bekas,

lantai masih tanah, bocor, atap terbuat dari seng. Masih banyaknya kondisi

rumah yang tidak layak huni menjadikan permukiman menjadi kumuh.

Upaya untuk menata permukiman kumuh dengan pembangunan

Rusunawa Semanggi akan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat yaitu hunian

yang layak huni, harga sewa yang terjangkau, dan sifatnya terus-menerus

(berkelanjutan) dan bergilir bagi warga yang tidak memiliki rumah sendiri.

Page 124: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

108

Dengan pembangunan Rusunawa Semanggi diharapkan mampu mengurangi

permukiman kumuh yang ada di Surakarta serta dapat memberdayakan penghuni

Rusunawa supaya dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Pembangunan Rusunawa diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup

masyarakat miskin. Program ini diharapkan dapat meningkatkan aspek sosial dan

kepedulian masyarakat lain yang tergolong mampu, Pemerintah, pihak swasta

dan stakeholder lain untuk membantu baik dalam bentuk tenaga maupun materi

lainnya.

Masyarakat miskin yang sadar akan keadaan dirinya, tentunya akan

mempergunakan kesempatan ini untuk memperbaiki kesejahteraan hidupnya,

karena banyak manfaat yang positif diperoleh dalam menghuni Rusunawa

Semanggi. Seperti hasil wawancara berikut ini :

“ Positif, karena memfasilitasi warga Surakarta yang tidak mempunyai tempat tinggal, keberadaan Rusunawa dibutuhkan” (wawancara Bapak Sutro Agus, 3 Maret 2012).

“ Positif, bagus untuk masyarakat miskin yang membutuhkan tempat tinggal.” (wawancara Bapak Putut , 4 Maret 2012).

“ Positif, karna masyarakat miskin dulu ga punya rumah lalu diberi tempat yang layak.” (wawancara Bapak Andhy , 4 Maret 2012).

“ Positif, saya kan keluarga baru yang habis menikah, yang terbeban mencari rumah, disini ringan dan nyaman bisa menempati rusunawa ini, bisa interaksi dengan warga.” (wawancara Bapak Seto, 5 Maret 2012).

Hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa terdapat kebijakan yang

positif dari pihak DPU kepada masyarakat dalam pembagunan Rusunawa

Semanggi tentunya bagi masyarakat yang miskin atau yang membutuhkan

Page 125: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

109

tempat tinggal bagi dirinya untuk meningkatkan pendapatan keluarganya untuk

mencapai suatu keberdayaan dan kemandirian ekonomi rumah tangganya.

Pembangunan Rusunawa merupakan salah satu bentuk dari cara untuk

memberdayakan masyarakat, karena dengan adanya pembangunan Rusunawa

maka masyarakat pun mulai berpikir untuk bisa menabung penghasilan mereka

agar suatu saat nanti bisa memiliki tempat tinggal sendiri.

Cara berpikir inilah yang merupakan wujud dari masyarakat yang

berdaya, maksudnya apabila masyarakat menerima program dari pemerintah

tersebut otomatis cara berpikir mereka sudah berkembang karena mereka sadar

dengan menjadi penghuni Rusunawa maka dapat merubah keadaan dirinya

menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Seperti yang telah diungkapkan Bapak

Toto Jayanto sebagai berikut:

” Keberadaan Rusunawa ini sudah cukup untuk mengurangi biaya pengeluaran perbulan. Kalau bisa hemat kan bisa nyelengin, kalau sudah bisa nyelengin kan bisa buat beli rumah sendiri. Program pembangunan Rusunawa sebenarnya seperti itu. Biaya rusunawa ini sepertiga dari UMR di Surakarta.” (wawancara tanggal 2 Maret 2012).

Sebagaian besar penghuni mengalami permasalahan dengan permodalan

untuk melanjutkan usaha. Dari pihak DPU Kota Surakarta juga akan membantu

penghuni Rusunawa Semanggi dalam upaya peningkatan perekonomian

penghuni Rusunawa Semanggi. Seperti penuturan Bp. Toto Jayanto selaku Ketua

UPTD Kota Surakarta:

”Kita mau gandeng dinas-dinas terkait yang punya program peningkatan perekonomian, seperti koperasi, ngundang berbagai macam pelatihan biar bisa punya kemampuan memberdayakan mereka agar kemampuan

Page 126: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

110

meningkat. Konsep kita disana agar penghuni biar semua bisa punya penghasilan. Kerjasama dengan instansi lain yang punya potensi-potensi meningkatkan kemampuan ekonomi. Seperti di Blok B ada pinjaman modal usaha dari koperasi senilai 5 juta dan 20 juta. Saya juga senang jika warga punya inisiatif sendiri untuk melakukan berbagai kegiatan.” (wawancara 2 April 2012)

Teori Pemberdayaan mengatakan bahwa pemberdayaan merupakan

pengembangan psikologis yang menggabungkan persepsi kendali personal,

pendekatan proaktif pada kehidupan, dan pengetahuan kritis akan lingkungan

sosiopolitis. Pengembangan psikologis dari data penelitian di atas dapat dilihat

bahwa adanya syarat-syarat dan kriteria dari DPU bagi calon penghuni

Rusunawa bertujuan supaya calon penghuni memiliki rasa tanggung jawab,

disiplin dan ikut berpartisipasi nyata dalam kegiatan pemberdayaan yang

dilakukan di Rusunawa Semanggi.

Masyarakat yang sadar akan keadaannya sebagai orang kurang mampu

atau orang miskin dan ikut serta mensukseskan program pemerintah dalam

pembagunan Rusunawa, supaya dia dapat menjadikan dirinya berdaya dalam

menghadapi tuntutan hidupnya, sehingga mereka pun akan mentaati peraturan-

praturan yang berlaku bagi penghuni Rusunawa Semanggi yang membuat

mereka lebih bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup keluarganya.

Berdasarkan informasi dan data di atas serta dihubungkan dengan teori

dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa memberdayakan masyarakat

adalah sebagai berikut :

1. Memberikan perumahan yang layak dan terjangkau, terutama bagi

masyarakat miskin berpenghasilan rendah.

Page 127: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

111

2. Peningkatan kemampuan masyarakat dalam pengembangan perumahan

swadaya berbasis pemberdayaan masyarakat.

3. Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat miskin.

4. Mewujudkan permukiman yang sehat, aman, harmonis.

Matrik 4.1

Memberdayakan Masyarakat Melalui Pembangunan Rusunawa

No Memberdayakan Masyarakat Penjabaran

1 Memberikan perumahan yang layak dan terjangkau, terutama bagi masyarakat miskin berpenghasilan rendah.

Melalui pembangunan Rusunawa Semanggi masyarakat miskin yang tidak mempunyai rumah diberdayakan dengan keberadaan Rusunawa, masyarakat miskin dapat mengajukan permohonan untuk menghuni Rusunawa Semanggi dengan membayar biaya sewa yang terjangkau yaitu sepertiga dari UMR Kota Surakarta. Biaya keseluruhan yang dibebankan tiap bulan antara Rp 200.000 – Rp 250.000,- .

2 Peningkatan kemampuan masyarakat dalam pengembangan perumahan swadaya berbasis pemberdayaan masyarakat.

Dengan harga sewa yang relatif murah, masyarakat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Apalagi bisa menabung untuk membeli rumah sendiri.

3 Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat miskin.

Di Rusunawa Semanggi tercipta adanya kegiatan-kegiatan ekonomi produktif dari sebagian penghuni. DPU sebagai fasilitator segala kegiatan yang hendak dilakukan oleh penghuni. DPU menyediakan shelter untuk berjualan di lantai dasar Rusunawa Semanggi. Hal ini sangat berguna bagi masyarakat miskin yang merupakan penghuni Rusunawa Semanggi, yang membutuhkan suatu wadah bagi dirinya untuk mencapai suatu

Page 128: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

112

keberdayaan yang nantinya juga akan meningkatkan pendapatan keluarganya.

Kegiatan yang dikembangkan antara lain seperti penyediaan prasarana dan sarana usaha ekonomi produktif bagi keluarga miskin, termasuk penyediaan prasarana dan sarana dasar perumahan dan permukiman yang memadai, pengadaan kegiatan pelatihan yang berkaitan dengan teknologi tepat guna dan pengembangan kewirausahaan serta keterampilan pendukung lainnya, disamping pemberian akses kepada berbagai sumber daya pembangunan, seperti modal usaha, biaya pembangunan dan pelatihan. Dalam kerangka pemberdayaan ekonomi yang berbasis pada pembangunan berkelanjutan untuk pengembangan usaha ekonomi produktif tetap menjadi pertimbangan yang tetap signifikan. Diharapkan keberhasilannya di dalam mengembangkan kegiatan ekonomi produktif rumah tangga dan komunitas akan membantu mengentaskan kemiskinan.

4 Mewujudkan permukiman yang sehat, aman, harmonis.

Hal ini berguna untuk mengembangkan jati diri penghuni Rusunawa, kemandirian dan produktivitas penghuni Rusunawa. Kualitas perumahan yang layak huni dan terjangkau secara ideal perlu didukung dengan kualitas lingkungan permukiman yang lebih luas sebagai satu kesatuan hunian yang tidak terpisahkan guna mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, baik di perkotaan maupun di perdesaan. Pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan secara menyeluruh akan dapat berlangsung

Page 129: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

113

lebih efektif apabila terwadahi di dalam permukiman yang sehat secara fisik, emosional, dan spiritual; yang aman dari segi keselamatan dan kepentingan publik; yang harmonis sebagai satuan permukiman yang utuh dan kualitas hubungannya dengan fungsi-fungsi kawasan lainnya; serta yang berkelanjutan dari segi sosial, ekonomi, dan lingkungan secara keseluruhan.

2. Menswadayakan Masyarakat

Menswadayakan berarti membuat jadi mempunyai kekuatan (tenaga)

sendiri untuk mengatasi sesuatu. Masyarakat miskin menginginkan suatu usaha

untuk menambah pendapatan bagi keluarganya supaya dapat memenuhi

kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak keluarganya.

DPU menjadi fasilitator dalam memberikan pinjaman modal ke Badan

Kredit Kecamatan (BKK) melalui program KUBE kepada penghuni untuk

merintis suatu usaha yang tujuannya supaya mereka dapat meningkatkan

pendapatan keluarganya, seperti hasil wawancara berikut ini :

” Disini ada 200 Kepala Keluarga (KK), saya masukan siapa saja membutuhkan modal lunak dana bergulir. Dari 200 KK hanya 45 KK yang mengajukan. Yang 5 orang dikucuri 20 juta, yang 40 orang menjadi 8 KUBE (Kelompok Usaha Bersama), per kelompok mendapat 5 juta. Harapan saya itu bisa untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Tapi dari 8 kelompok yang eksis hanya 1 kelompok. Yang lainnya tidak kompak, sehingga terjadi suasana yang kurang mengenakkan. Dana digunakan untuk usaha pengembangan emping, ada yang warung, jual buah-buahan, pakaian bekas di pasar Klithikan. Pengembalian dana selama 2 tahun, perbulan mengembalikan Rp. 234.000 per KUBE. Membayarnya di BKK.” (wawancara Bapak Sutro Agus, 3 Maret 2012).

Page 130: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

114

Pinjaman modal dari KUBE dapat meningkatkan pendapatan khususnya

bagi yang ingin merintis usaha dan mengembangkan usahanya itu, selain itu

pinjaman modal dapat digunakan sebagai biaya tambahan seperti biaya sekolah

anak, kulakan, serta kebutuhan hidup yang lain.

Teori pemberdayaan mengatakan bahwa pemberdayaan berarti tindakan

kolektif untuk meningkatkan kualitas hidup suatu masyarakat dan hubungan

antara organisasi masyarakat. Ini berarti bahwa tindakan kolektif merupakan

suatu cara membentuk kesadaran mayarakat akan pentingnya kebersamaan.

Tindakan kolektif yang ada di dalam KUBE adalah ketika anggota

membayar iuran yaitu simpanan pokok dan simpanan wajib. Simpanan pokok

dan simpanan wajib itulah yang akan digunakan untuk meminjamkan modal,

atau bisa dikatakan simpanan pokok dan simpanan wajib merupakan modal

utama KUBE supaya dapat memberikan pinjaman kepada anggotanya. Pinjaman

modal digunakan oleh anggota untuk mengembangkan dan merintis suatu usaha

yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan keluarganya, apabila pendapatan

meningkat maka otomatis kualitas hidup pun meningkat.

Berdasarkan informasi dan data di atas serta dihubungkan dengan teori

dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa menswadayakan masyarakat

oleh KUBE adalah sebagai berikut :

a. Tindakan kolektif

b. Peminjaman modal

Page 131: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

115

c. Merintis usaha dan mengembangkan usaha dalam rangka peningkatan

kualitas hidup

Matriks 4.2

Menswadayakan masyarakat melalui KUBE

No Menswadayakan Masyarakat Penjabaran

1 Tindakan Kolektif Dengan membayar iuran-iuran (simpanan pokok & simpanan wajib) maka anggota pun sadar akan adanya suatu ikatan untuk mencapai tujuan yaitu peningkatan pendapatan dengan cara meminjam di KUBE untuk modal usaha dan tambahan kebutuhan hidup, karena modal KUBE didapat dari BKK dan juga dari iuran-iuran tersebut.

2 Peminjaman Modal Peminjaman modal merupakan salah satu bagian dari proses pemberdayaan yang berfungsi untuk menambah modal bagi anggota yang ingin merintis dan mengembangkan usahanya serta untuk tambahan biaya hidup.

3 Merintis usaha serta mengembangkan usaha dalam rangka peningkatan

kualitas hidup

Keberhasilan usaha yang dirintis dan dikembangkan menjadi suatu kepuasan tersendiri untuk anggota karena dengan berkembangnya usaha maka terjadi peningkatan pendapatan sehingga mempengaruhi peningkatan kualitas hidup.

3. Memandirikan Masyarakat

Memandirikan berarti membuat jadi mandiri yaitu dapat berdiri sendiri

dan tidak tergantung orang lain. Mandiri merupakan salah satu sikap yang

seyogyanya dimiliki setiap orang, untuk dapat mandiri maka individu harus

Page 132: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

116

dapat mengatur kehidupannya, baik itu mengatur kebutuhan hidup maupun

mengatur keuangan (pengeluaran dan pendapatan).

DPU memberikan kesempatan kepada masyarakay miskin yang tidak

memiliki rumah untuk menempati Rusunawa Semanggi dengan kewajiban harus

membayar uang sewa Rusunawa Semanggi sesuai dengan ketentuan dari

Pemerintah. Pihak DPU memberi batasan waktu kepada penghuni dalam

membayar uang sewa supaya dapat melatih anggotanya bertanggung jawab dan

dapat mengatur sendiri keuangannya. Maksudnya, supaya dapat membayar tepat

waktu maka anggota pun hendaknya dapat mengatur keuangannya, sehingga

pada saat tanggal pembayaran uang sewa Rusunawa tersebut sudah tiba, mereka

sudah menyiapkan uang untuk membayar, sehingga mereka tidak perlu

membayar dobel di bulan berikutnya. Jika 3 bulan berturut-turut penghuni tidak

membayar Rusunawa, maka hak huni akan dicabut oleh pihak DPU.

Membayar uang sewa dengan tepat waktu merupakan salah satu bentuk

dari sikap mandiri, karena apabila individu tidak dapat membayar uang sewa

tepat waktu maka dapat dikatakan bahwa individu tersebut belum dapat

mengatur kebutuhan serta keuangannya atau belum mandiri, seperti yang

diungkapkan oleh Bapak Toto Jayanto :

”Memanage perilaku penyewa ada tantangannya. Ketaatan bayar, tata tertib kurang, belum seperti yang kita harapkan. Masih ada 10% penghuni yang suka telat bayar” (wawancara 3 Maret 2012)

Hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa penghuni Rusunawa

Semanggi sejumlah 10% atau sekitar 19 orang belum mempunyai kemampuan

Page 133: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

117

dalam mengatur keuangan rumah tangganya, karena kebutuhan hidup yang

terus meningkat dan terbiasa dengan gaya hidup ”gali lubang tutup lubang”. Hal

tersebut berarti masih ada penghuni yang tergantung dengan orang lain,

maksudnya dengan utang orang lain maka dia tergantung dengan orang tersebut

kemudian hasil yang didapat dari usaha bukan untuk memenuhi kehidupan

sehari-hari tetapi untuk membayar utang, sehingga utang akan dilakukan secara

kontinuitas.

Menabung merupakan salah satu cara untuk dapat mengatur keuangan

rumah tangga, karena dengan menabung maka jika ada kebutuhan mendadak

uang dari tabungan itu dapat dipakai sehingga tidak perlu untuk hutang kepada

orang lain atau lembaga keuangan. Dan dari Pihak DPU selalu menganjurkan

agar penghuni mampu menabung supaya dikemudian har mampu membeli

rumah sendiri.

Prosedur dalam pembayaran Rusunawa merupakan salah satu aturan

yang harus dipatuhi di dalam menghuni Rusunawa Semanggi yaitu membayar

uang sewa setiap bulan selama masih menempati Rusunawa. Prosedur ini

melatih penghuni untuk disiplin dan bertanggung jawab dalam mengembalikan

pinjaman. Prosedur ini juga dapat melatih anggotanya untuk menjadi mandiri

dan sadar akan keadaan keuangan rumah tangganya, maksudnya apabila

memang di tidak mampu untuk mengembalikan pinjaman maka anggota juga

tidak akan meminjam banyak, seperti hasil wawancara dibawah ini, sebagai

berikut :

Page 134: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

118

”Membayarnya bisa di UPTD atau bisa di Rusunawa, ada petugas yang kita kirimkan kesana tanggal bayar 1-10 setiap bulannya. Rusunawa ditarik itu karena tidak tertib 3-4 bulan ga bayar, dioper keorang lain, dijual belikan, berurusan sama pihak polisi seperti memakai narkoba. Kalau dioper ada yang lapor ke UPTD, biasanya mereka pindah karna nunggak berbulan-bulan lalu dioper ke orang lain, jika penyewa baru adalah warga Solo saya masih toleransi tapi kalau bukan orang Solo ya ga bisa. Kalau lama ga dipakai saya segel. Saya mengganti orangnya.” (wawancara Bapak Toto Jayanto, 3 Maret 2012)

Teori pemberdayaan mengatakan bahwa pemberdayaan mencakup

proses dan struktur yang meningkatkan keahlian para anggotanya dan

memberikan dukungan timbal-balik yang diperlukan oleh anggotanya untuk

mempengaruhi perubahan di tingkat masyarakat. Adanya prosedur atau aturan

dalam mengembalikan pinjaman, meningkatkan keahlian para anggotanya.

Keahlian yang dimaksud disini adalah keahlian dalam mengelola atau

mengatur keuangan rumah tangganya, apabila penghuni membayar uang sewa

dengan tepat waktu maka uang atau modal dalam pengelolaan Rusunawa akan

terus berputar sehingga terjadi hubungan timbal balik yang menguntungkan

antara penghuni Rusunawa dan DPU UPTD Kota Surakarta yaitu jika ada

kerusakan fasilitas sarana dan prasarana Rusunawa, dari DPU UPTD akan

secepat mungkin memperbaiki.

Berdasarkan informasi dan data di atas serta dihubungkan dengan teori

dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa memandirikan masyarakat

adalah sebagai berikut :

a. Prosedur pembayaran biaya sewa Rusunawa

b. Kemampuan dalam mengatur keuangan rumah tangga.

Page 135: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

119

Matriks 4.3

Memandirikan masyarakat dalam menghuni Rusunawa Semanggi

No Memandirikan Masyarakat Penjabaran

1 Prosedur DPU dalam pembayaran uang sewa

Prosedur atau aturan dalam pembayaran uang sewa merupakan salah satu cara DPU untuk melatih penghuni Rusunawa supaya mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab

2 Kemampuan anggota dalam mengatur keuangan rumah tangganya

Kedisiplinan dalam pembayaran uang sewa menunjukkan bahwa penghuni dapat mengatur keuangan rumah tangganya, karena apabila penghuni tidak dapat mengatur keuangan rumah tangganya maka bisa dikatakan dia belum mandiri, disiplin serta bertanggung jawab kepada DPU dalam pembayaran uang sewa

E. KEBIJAKAN DAN PEMBINAAN

Kehidupan sehari-hari masyarakat yang tinggal di Rusunawa sama

halnya seperti layaknya warga masyarakat yang berkehidupan lebih baik dalam

arti tetap menjalani kesibukan. Hanya saja yang membedakan dari masyarakat

yang lebih baik adalah tingkat pendapatan dan penghasilannya jauh lebih kecil

dan tidak cukup untuk membiayai kebutuhan hidup yang lebih layak. Meskipun

pendapatan dan penghasilan warga masyarakat di bawah tuntutan kehidupan

modern jaman sekarang, dalam kehidupan sehari-harinya tidak merasa

terganggu, karena mereka masih bisa memenuhi kebutuhan dasar hidup, seperti

sandang, pangan dan papan, walaupun dalam kualifikasi jauh di bawah standar.

Page 136: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

120

Namun secara umum mereka tidak menyadari, sesungguhnya kehidupan mereka

berada dalam kemiskinan dan dapat diusahakan untuk diperbaiki.

Bertitik tolak dari uraian tersebut diatas, langkah awal yang dapat

dilakukan adalah menyadarkan warga masyarakat, sesungguhnya tingkat

kehidupannya berada di bawah standar, serta meyakinkan warga bahwa kondisi

tersebut bisa diperbaiki dan / ditingkatkan. Dengan kesadaran atas kondisi

kehidupan yang demikian rendah, dan keyakinan akan bisa diperbaiki,

diharapkan masyarakat akan tergerak untuk belajar dan menyerap berbagai

kemungkinan yang dapat dilakukan.

Melalui penyadaran diharapkan penghuni rumah susun lebih mudah

menerima informasi mengenai bimbingan dan arah yang diberikan untuk

kepentingan hidup masyarakat. Bagaimanapun juga tanpa kesadaran dan

keyakinan, sulit bagi Pemerintah Kota Surakarta untuk berharap upaya-upaya

pengentasan kemiskinan akan berjalan dengan lancar dan cepat. Bagaimanapun

junis program dan kegiatan yang dilakukan, betapapun besarnya biaya yang

diberikan disertai dengan fasilitas dan kemudahan, bisa diyakini tiidak akan

membawa hasil yang berarti tanpa tumbuhkan motivasi di kalangan masyarakat

miskin itu sendiri.

Penanggulangan kemiskinan tidak lain adalah upaya pemberdayaan

masyarakat miskin melalui suatu proses pembinaan yang berkelanjutan dengan

menerapkan prinsip “menolong diri mereka sendiri” (self help) dan berdasarkan

pada peningkatan kemampuan untuk menghasilkan pendapatan (income

generating capacity), sehingga warga masyarakat mampu menjangkau (akses)

Page 137: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

121

terhadap sumber daya yang ada, seperti dibidang kesehatan warga masyarakat

memanfaatkan sarana dan prasarana kesehatan yang ada.

Gambar 4:3

Tahapan Penanggulangan Kemiskinan

pada Penghuni Rusunawa Semanggi

Tahap IV

Tahap III

Tahap II

Tahap I

Sebagaimana tampak pada gambar di atas, tahap pertama yang dilakukan

adalah menyadarkan warga masyarakat, bahwa sesungguhnya derajat kehidupan

mereka rendah (di bawah standar). Dengan meyakinkan warga masyarakat

diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri atau menumbuhkan motivasi,

bahwa kondisi mereka dapat diperbaiki bahkan ditingkatkan. Dengan kesadaran

dan kepercayaan diri atau menumbuhkan motivasi warga masyarakat, akan lebih

mudah untuk menerima dan tanggap terhadap setiap pembaharuan yang

diberikan oleh Pemerintah.

Tahap kedua adalah kegiatan pemberdayaan warga masyarakat.

Kemiskinan seringkali diartikan ketidak mampuan ekonomi, kesehatan,

pendidikan, sehingga mereka benar-benar hidup dalam kemiskinan. Maka pada

Peningkatan kesadaran dan

kepercayaan diri

Peningkatan Pemberdayaan

Peningkatan Kesejahteraan

Peningkatan Sosial Budaya

Page 138: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

122

tahap yang kedua yang dilakukan adalah bagaimana membantu dan

membimbing warga masyarakat agar memiliki kemampuan usaha-usaha untuk

perbaikan ke arah yang lebih baik.

Dalam berbagai literatur, kegiatan pemberdayaan (empowerment)

masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kinerja peran serta masyarakat yang

dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain melalui pendidikan dan

pelatihan, bimbingan, pemberian informasi melalui komunikasi dan penyuluhan.

Dalam pengadaan pelayanan penyuluhan (extension service) kepada

warga masyarakat, sudah lama diakui sebagai suatu bentuk atau cara yang paling

strategis dalam rangka mengetuk hati dan kesadaran masyarakat melalui cara-

cara yang luwes dan adaptif terhadap kondisi psikososial dari kelompok sasaran

yang dituju. Bentuk kegiatan penyuluhan lebih bersifat kondisional, yakni

seseuai dengan aspirasi dan mengutamakan kemampuan dan kapasitas

masyarakat atau kelompok sasaran dari penyuluhan itu sendiri. Melalui

penyuluhan sehari secara continue, diharapkan akan terjadi perubahan orienatasi

masyarakat mengenai arti kehidupan. Dalam proses pembinaan, peran pelayanan

informasi dan komunikasi sangat menentukan untuk lebih mendorong

keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan yang dilakukan.

Setelah tahap kedua tercapai, langkah berikutnya tahap ketiga adalah

peningkatan kesejahteraan. Seperti kita ketahui bersama, bahwa warga

masyarakat yang tinggal di rumah susun tidak hanya miskin dalam ekonomi,

tetapi juga miskin dalam aspek-aspek lainnya, seperti pendidikan dan

ketrampilan, msikin kesehatan dan sebagainya. Maka dari itu, bila ingin

Page 139: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

123

meningkatkan kesejahteraan, maka masyarakat perlu dibantu dalam hal

menciptakan lapangan kerja baru sehingga mampu meningkatkan kehidupan

sosial dan ekonomi.

Dengan demikian, warga masyarakat tidak hanya terbina dalam aspek

ekonomi saja akan tetapi juga aspek pendidikan, aspek kesehatan, agama atau

rohani. Melalui pembinaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan atau

meningkatkan kesejahteraannya.

Dengan berpindahnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari

rumah kumuh ke rumah susun menimbulkan dampak peningkatan taraf hidup

dan kesehatan yang dipicu sarana dan prasarana yang memadai, Peningkatan

kesejahteraan terlihat pada pemenuhan fungsi rumah tinggal yang sehat.

F. INDIKATOR KEBERDAYAAN

Untuk mengetahui fokus dan tujuan pemberdayaan secara operasional,

maka perlu diketahui berbagai indikator keberdayaan yang dapat menunjukkan

seseorang itu berdaya atau tidak. Sehingga ketik sebuah program pemberdayaan

sosial diberikan , segenap upaya dapat dikonsentrasikan pada aspek-aspek apa

saja dari sasaran perubahan yang dalam hal ini adalah peningkatan kualitas hidup

para penghuni dalam menempati Rusunawa semanggi.

Keberdayaan dalam konteks masyarakat adalah kemampuan individu yag

bersenyawa dalam masyarakat dan membangun keberdayaan masyarakat yang

bersangkutan. Suatu masyarakat yang sebagian besar anggotanya sehat fisik dan

mental., terdidik dan kuat, tentunya memiliki keberdayaan yang tinggi.

Page 140: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

124

Keberdayaan masyakarakat adalah unsur dasar yang memungkinkan suatu

masyarakat bertahan dan dalam pengertian yang dinamis mengembangkan diri

dalam mencapai tujuan.

Pemberdayaan sering kali hanya dikaitkan dengan pemberdayaan

ekonomi untuk meningkatkan kemampuan ekonomi individu yang merupakan

prasyarat pemberdayaan. Namun sebenarnya lebih dari sekedar hal yang

berkaitan dengan ekonomi, pemberdayaan merupakan usaha segala aspek baik

sosial, budaya , politik, psikologi baik secara individual maupun secara kolektif

yang berbeda menurut kelompok sosialnya.

Jadi esensi dari pemberdayaan adalah memberikan kekuasaan,

mengalihkan kekuatan atau mendelegasikan otoritas ke pihak lain, upaya untuk

memberikan kemampuan atau keberdayaan kepada pihak lain dalam berbagai

aspek, baik ekonomi, sosial, budaya, politik, hukum dan sebagainya, baik secara

kolektif maupun personal.

Pemberdayaan masyarakat miskin penghuni rusunawa semanggi ini

dengan demikian adalah suatu upaya untuk memberikan keberdayaan bagi

penghuni dalam berbagai aspek tersebut, sehingga mereka memiliki kebebasan

menjadi dirinya sendiri, bebas dari berbagai eksploitasi yang ada.

Dengan demikian masyarakat, dan lingkungannya mampu secara

partisipatif menghasilkan dan menumbuhkan nilai tambah ekonomis. Masyarakat

miskin atau yang berada dalam posisi belum termanfaatkan secara penuh

potensinya akan meningkat bukan hanya ekonominya, tetapi juga harkat,

martabat, percaya diiri, dan harga dirinya. Dapat dikatakan, pemberdayaan tidak

Page 141: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

125

saja menumbuhkan dan mengembangkan nilai tambak ekonomis tetapi juga nilai

tambah sosial dan nilai tambah budaya. Jadi, partisipasi masyarakat

meningkatkan emansipasi masyarakat.

Berikut ini adalah beberapa indikator yang akan menunjukkan apakah

penghuni rusunawa semanggi ini berdaya atau tidak? Karena keberhasilan

pemberdayaan nantinya dapat diukur dari keberdayaan mereka.

Indikator keberdayaan itu antara lain: keberhasilan mobilitas tiap

individu dalam hal ini penghuni Rusunawa Semanggi mampu untuk bergerak ke

luar wilayahnya (ke pasar, fasilitas medis, dan sebagainya). Kemampuan

membeli komoditas kecil, kemampuan membeli barang-barang kebutuhan

keluarga sehari-hari dan kemampuan membeli komoditas besar yakni

kemampuan membeli barang-barang sekunder atau tersier. Jaminan ekonomi dan

konstribusi terhadap keluarga juga menjadi indikator, dalam hal ini penghuni

sudah mampu menyewa tempat tinggal yang nyaman, dan istri diperbolehkan

ikut bekerja sebagai salah satu bentuk konstribusi wanita dalam meningkatkan

kesejahteraan keluarga.

Keberdayaan individu dalam Rusunawa akan tercermin jika terjadi

perubahan situasi dan keadaan di dalam kelompok itu sendiri. Perubahan

keadaan pada kelompok yang pertama adalah berkembangnya inisiatif-inisiatif

lokal kelompok dalam menjawab kebutuhan mereka, baik kebutuhan individu

maupun kebutuhan kolektif.

Adanya anggapan bahwa masyarakat di lapisan bawah tidak tahu apa

yang dibutuhkan atau bagaimana memperbaiki nasibnya, jadi harus banyak

Page 142: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

126

dituntun dan diberi petunjuk. Ini tercermin pada reaksi pertama adanya program

pemberdayaan terhadap mayarakat miskin penghuni Rusunawa semanggi.

Dengan anggapan demikian, masalah kemiskinan bukannya dipandang

sebagai usaha penguatan ekonomi, melainkan usaha sosial. Padahal sebagian

besar individu yang ada dalam kelompok penghuni Rusunawa telah memiliki

motivasi dan keinginan untuk meningkatkan perekonomiannya seperti yang

diungkapkan berikut:

”Berharap adanya modal dari pemerintah, apalagi penghuni termasuk ekonomi lemah. Tanpa modal usaha ga akan bisa berjalan.” (wawancara dengan Bapak Putut)

”Piye carane supaya nduwe usaha, lihat keadaan pasar.” (wawancara dengan Bapak Tono)

Semakin meningkatnya kemampuan seseorang, akan selalu diimbangi

dengan adanya hambatan-hambatan di dalamnya. Sehingga para pelaku dalam

proses pemberdayaan ini harus dapat mengontrol sendiri kegiatan yang

dilakukan di Rusunawa semanggi. Tiap individu juga dapat mengambil peran

dalam proses tersebut dengan kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki.

Meningkatnya solidaritas atau tindakan bersama dengan orang lain untuk

menghadapi hambatan-hambatan, sumber dan kekuatan pada tingkat rumah

tangga, maupun masyarakat. Kolektivitas tetap harus terjaga dalam

keberlangsungan kegiatan pemberdayaan, agar tidak ada kesenjangan antara

anggota / kelompok satu dengan anggota atau kelompok yang lain. Hal ini

senada diungkapkan oleh informan berikut:

”Harapannya begitu asal harapannya ga aneh-aneh bisa dikomunikasikan , wacana dari warga dan daya dukung dari warga

Page 143: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

127

sendiri akan mempercepat proses pemberdayaan.” (wawancara dengan Bapak Toto Jayanto)

Berkembangnya sumberdaya lokal yang dimiliki kelompok dan akes

terhadap sumberdaya dari luar juga menjadi indikator keberdayaan sebuah

kelompok. Namun perlu diperhatikan adanya transparansi dalam pengelolaan

informasi dan sumberdaya itu sendiri. Setiap pihak yang tergabung sebagai

pelaku dalam keberadaan Rusunawa Semanggi menginkan untuk mendapat

akses yang sama pada pelayanan dan mobilitas publik, sehingga mereka dapat

menimba ketrampilan yang lebih leluasa.

Kemampuan seseorang untuk mengakses kesejahteraan berarti

merupakan salah satu upaya pengentasan kemiskinan sosial. Kemiskinan sosial

adalah kurangnya jaringan sosial dan struktur sosial yang mendukung orang

untuk mendapatkan kesempatan-kesempatan agar produktivitasnya meningkat.

Dapat dikatakan juga bahwa kemiskinan sosial adalah kemiskinan yang

disebabkan oleh adanya faktor-faktor penghambat sehingga mencegah dan

menghalangi seseorang memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang tersedia.

Secara sosial, kemiskinan masyarakat terutama yang dirasakan oleh penghuni

Rusunawa dimaknai sebagai berkurangnya atau hilangnya kesempatan para

penghuni untuk mewujudkan kesejahteraannya dalam interaksinya dengan pihal

luar. Kemiskinan jenis ini bisa lahir misalnya karena rendahnya networking,

tekanan dan himpitan pihak luar terhadap penghuni, misalnya tuan tanah,

pengusaha atau bahkan negara. (Nurhadi dalam Agnes Sunatiningsih, 2004:211)

Page 144: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

128

Dalam hal ini secara politik, kemiskinan sangat dirasakan oleh baik itu

individu maupun kelompok karena rendahnya akses terhadap kekuatan sehingga

mereka tidak dapat menjangkau sumberdaya yang ada untuk meningkatkan

kesejahteraannya. Oleh karena itu perlu adanya keikutsertaan dan keterlibatan

mereka dalam berpartisipasi menentukan kebijakan secara umum.

Dari pengalaman di lapangan, dapat dijumpai ada beberapa tafsiran yang

beragam mengenai inti dari partisipasi masyarakat, antara lain sebagai

konstribusi sukarela dari masyarakat kepada proyek tetapi tanpa ikut serta dalam

pngambilan keputusan sampai pada pemahaman bahwa partsipasi masyarakat

keterlibatan mereka sejak persiapan, pelaksanaan dan monitoring, serta

pemanfaatan hasil kegiatan yang dalam hal ini adalah pemberdayaan penghuni

Rusunawa.

Berkembangnya partisipasi aktif semua penghuni Rusunawa dalam

mewujudkan gagasan-gagasan yang telah dirumuskan. Berkembangnya pola

relasi yang baru dan setara dengan berbagai pihak juga. Terorganisasinya

inisiatif-inisiatif lokal dan gagasan-gagasan kelompok paguyuban menjadi

rencana kegiatan yang lebih konkret, sehingga pola pengambilan keputusan lebih

demokratis dan relasi kuasa lebih setara dalam organisasi kelompok pada

umumnya. Seperti yang diungkapkan oleh informan berikut:

”Penghuni bisa mengutarakan gagasannya dalam kegiatan pertemuan kelompok rutin tiap satu bulan sekali, bahkan bisa juga mengutarakannya dalam forum yang diselenggarakan oleh DPU.” (wawancara dengan Bapak Andy)

Page 145: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

129

Keinginan mereka hanya untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya,

karena kebanyakan ibu-ibu yang tinggal di Rusunawa Semanggi masih

mempunyai anak-anak yang harus dibiayai uang sekolahnya, terlebih lagi harus

mengeluarkan biaya untuk uang sewa Rusunawa. Seperti yang diungkapkan oleh

informan berikut:

”Kalau cuma makan sehari-hari saja bapaknya bisa memenuhi, tapi saya juga mau melihat anak saya bisa sekolah sampai setinggi-tingginya mbak, jadi ya mau tidak mau saya harus bekerja juga. Untuk menyewa kan butuh penghasilan.” (wawancara dengan Ibu Trisno)

Perempuan dan laki-laki sesungguhnya mempunyai peluang yang sama

untuk meningkatkan kesejahteraannya namun banyak perempuan yang kurang

produktif, tidak mempunyai skill yang mencukupi sehingga tidak dapat

memanfaatkan peluang tersebut.

Jika ditarik secara garis besarnya, maka keikutsertaan perempuan dalam

berproduksi / bekerja akan membantu terpenuhinya kebutuhan dasar individu

dalam kelompok penghuni Rusunawa Semanggi. Sehingga semakin baiknya

tingkat kesejahteraan penghuni.

Baik laki-laki maupun perempuan berhak ikut berpartisipasi dalam proses

pembangunan. Selama ini, penyelenggaraan partisipasi masyarakat di Indonesia

dalam kenyataannya masih terbatas pada keikutsertaan anggota masyarakat

dalam implementasi atau penerapan program-program pembangunan saja.

Kegiatan partisipasi masyarakat masih dipahami sebagai upaya mobilisasi untuk

kepentingan pemerintah atau negara, namun selama ini para pihak yang terlibat

dalam keberadaan Rusunawa Semanggi telah cukup memiliki wawasan

mengenai hak dan kewajiban sebagai penghuni. Selain itu, hal lain yang penting

Page 146: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

130

adalah kemampuan melindungi masyarakat terutama menguatkan dan

memperhatikan kelompok-kelompok lemah agar tidak tertidas oleh kelompok

kuat, menghindari terjadinya persaingan yang tidak seimbang (apalagi tidak

sehat) antara yang kuat dan lemah, dan mencegah terjadinya ekploitasi kelompok

kuat terhadap kelompok lemah. Pemberdayaan harus diarahkan pada

penghapusan segala jenis diskriminasi dan dominasi yang tidak menguntungkan

rakyat kecil.

Pemberdayaan masyarakat miskin penghuni Rusunawa Semanggi adalah

sebuah proses, yang utama adalah bahwa kelompok yang akan diberdayakan

nantinya memang benar-benar bisa diberdayakan. Dengan kata lain, untuk

mencapai keberdayaan masyarakat dibutuhkan langkah-langkah yang sistematis

dan terencana (strategi) agar hasil pemberdayaan itu dapat maksimal. Walaupun

demikian, hasil tersebut tidak bisa diprediski dalam jangka waktu tertentu.

G. EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA

Efektivitas adalah kesesuaian antara output dan input dengan tujuan yang

telah ditetapkan dalam program. Analisis efektivitas program pembangunan

rusunawa dalam pemberdayaan masyarakat miskin ini dilakukan untuk menilai

keberhasilan program relokasi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan

dalam program. Program dinilai efektif apabila tujuan yang diinginkan dalam

program dapat tercapai.

Tujuan dari program pembangunan Rusunawa di Kota Surakarta yaitu

untuk memberikan rumah yang layak huni bagi masyarakat miskin,

Page 147: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

131

meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Program pembangunan

Rusunawa menjadi tidak efektif dalam mencapai tujuannya apabila masih

terdapat hunian Rusunawa Semanggi yang kosong tidak ditempati penghuni.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak-pihak pengelola Rusunawa

dan didukung dengan data hasil observasi lapangan maka program pembangunan

Rusunawa telah berhasil dalam mencapai tujuannya karena dari jumlah hunian

sebanyak 196 unit, jumlah penghuni yang menempati Rusunawa Semanggi

sebanyak 190 Kepala Keluarga, dengan jumlah unit hunian yang kosong

sejumlah 6 unit dengan alasan penghuni pindah bekerja di luar kota, mengontrak

yang lebih dekat dengan lokasi kerja, bahkan ada yang sudah mampu membeli

rumah sendiri.

Dengan demikian berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapangan

yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa program pembangunan

Rusunawa yang dilakukan di Kelurahan Semanggi telah berhasil dalam

mencapai tujuan program karena telah dihuni oleh 97% penghuni Rusunawa

Semanggi.

1. Program Peningkatan Taraf Ekonomi

Program peningkatan taraf ekonomi bertujuan untuk meningkatkan

perekonomian masyarakat penghuni Rusunawa Semanggi yang rata-rata

mempunyai pendapatan yang rendah. Untuk menggerakkan masyarakat dalam

berpartisipasi diperlukan upaya perbaikan aspek ekonomi masyarakat terlebih

dahulu. Masyarakat tidak akan berpartisipasi jika kondisi ekonomi mereka masih

kurang, mereka akan mendahulukan kebutuhan ekonomi mereka daripada

Page 148: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

132

kebutuhan sosial (partisipasi). Program peningkatan taraf ekonomi (faktor

internal) terdiri dari dua sub program yaitu pelatihan ketrampilan (skill) dan

pelatihan manajemen KUBE.

a. Sub Program Pelatihan Ketrampilan (skill)

Program pelatihan ketrampilan bagi masyarakat penghuni Rusunawa

Semanggi yang rata-rata hanya berpendidikan SMP dan SMA dengan tujuan

meningkatkan sumberdaya manusia. Dengan berbekal pelatihan yang telah

diberikan diharapkan mereka dapat menambah ketrampilan dan menambah

penghasilan/pendapatan yang dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka.

Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan menjalin kerjasama dengan bagian

Perekonomian Pemerintah, Dinas instansi terkait serta pihak swasta yang

dapat menunjang dalam bidangnya untuk mengadakan pelatihan ketrampilan.

Jenis-jenis ketrampilan yang dapat diberikan dengan melihat potensi

lokal yang ada di Rusunawa Semanngi seperti ketrampilan kewirausahaan,

ketrampilan menjahit, ketrampilan melukis, ketrampilan membuat hidangan

dari tiwul sebagai pengganti nasi dan melalui Karang Taruna Gamasunggi

(Gabungan Muda-Mudi Rusunawa Semanggi) diadakan pelatihan-pelatihan

tari dan teater dengan mentor dari ISI untuk mengisi acara dalam kegiatan

bazar, panggung pentas peringatan HUT RI di Rusunawa Semanggi.

b. Sub Program Pelatihan Manajemen KUBE di Rusunawa Semanggi

Kondisi ekonomi dan pendapatan yang tidak menentu merupakan

masalah yang sering dihadapi pada masyarakat miskin. Kondisi ini

Page 149: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

133

dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk memberikan jasa pinjaman uang

dengan bunga yang cukup tinggi. Masih banyak warga masyarakat yang

dengan terpaksa memanfaatkan jasa tersebut baik untuk memenuhi kebutuhan

sehari-hari, biaya sekolah anak maupun untuk permodalan usaha. Sub

program pelatihan manajemen KUBE diharapkan dapat mendorong penghuni

Rusunawa Semanggi dapat membentuk KUBE dengan efektif dan efisien bagi

peningkatan kesejahteraan penghuni. Tujuan dibentuknya KUBE ini adalah

untuk mempermudah akses warga masyarakat dalam mendapatkan pinjaman

uang dengan bunga yang rendah dan terjangkau. Modal awal pembentukan

KUBE ini adalah pengajuan kepada Badan Kredit Kecamatan dan Pemerintah

Kota yang mendapat total bantuan modal sebesar Rp 140.000.000. Melalui

program KUBE ini 8 kelompok penghuni Rusunawa Semanggi terbentuk yang

terdiri dari 5 anggota perkelompok. Setiap kelompok KUBE mendapat modal

Rp. 5.000.000,- . Sedangkan 5 orang lainnya mendapat bantuan modal

perorang Rp 20.000.000, modal tersebut untuk mengembangkan usaha

perekonomian yang dilakukan penghuni Rusunawa Semanggi. Dengan adanya

KUBE ini diharapkan ikatan antara penghuni Rusunawa Semanggi dapat

terjalin erat, saling membantu serta dapat meningkatkan taraf ekonomi dari

warga masyarakat. Penanggung jawab KUBE ini adalah Badan Kredit

Kecamatan, UPTD DPU Kota Surakarta dan Pengurus KUBE Rusunawa

Semanggi.

Page 150: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

134

2. Perbaikan Sarana dan Prasarana Permukiman yang Partisipatif

Diperlukan program yang berkaitan langsung dengan penanganan

permukiman kumuh yaitu program perbaikan sarana dan prasarana yang ada di

Rusunawa Semanggi. Dalam pelaksanaan program tersebut diharapkan dapat

melibatkan seluruh stakeholder agar program bersifat partisipatif (faktor

lingkungan dan faktor internal). Program tersebut terdiri dari tiga sub program :

a. Kerja Bakti

Upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terutama pada

penghuni Rusunawa Semanggi adalah melalui kegiatan kerja bakti

membersihkan lingkungan disekitar Rusunawa. Latar belakang munculnya

program ini karena masyarakat merasa bahwa kegiatan kerja bakti tidak

pernah lagi dilakukan selama beberapa bulan ini. Program Jumsih (Jumat

Bersih) yang selama ini digalakkan oleh UPTD DPU bersama Dinas

Kebersihan Kota (DKK) tidak pernah lagi dilaksanakan. Penghuni Rusunawa

mengharapkan Ketua Peguyuban yang menggerakkan warga masyarakatnya

untuk kegiatan kerja bakti seperti membersihkan gorong-gorong (saluran air

kotor), membersihkan lingkungan disekitar Rusunawa, gerakan penghijauan

dengan menanam bunga atau pohon di Rusunawa Semanggi untuk

memperindah lingkungan Rusunawa. Seluruh masyarakat diharapkan terlibat

dalam kegiatan ini, bentuk partisipasi warga bisa dalam bentuk tenaga, materi

dan usulan-usulan kegiatan. Hasil dari FGD telah dilaksanakan kegiatan kerja

bakti pada minggu pertama setiap bulannya dengan kegiatan membersihkan

selokan, taman, dan lingkungan sekitar Rusunawa. Kegiatan kerja bakti ini

Page 151: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

135

direncanakan akan dilaksanakan secara rutin. Hampir semua masyarakat

terlibat dalam kegiatan ini, bagi mereka yang tidak ikut serta turut

menyumbang dalam bentuk uang maupun bahan bangunan seperti cat atau

semen untuk memperbaiki bangunan Rusunawa yang sudah rusak atau bocor.

Kegiatan kerja bakti ini selain dapat menggerakkan partisipasi masyarakat juga

dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan bebas banjir.

Penanggung jawab kegiatan kerja bakti adalah Ketua Paguyuban di rusunawa

Semanggi.

b. Penyediaan Sarana Air Bersih

Sarana air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok pada

masyarakat. Sarana air bersih ini belum sepenuhnya dapat terpenuhi oleh

warga Rusunawa karena kualitas air yang terdapat di Rusunawa Semanggi ini

belum bisa di konsumsi, jadi air yang tersedia hanya untuk MCK saja. Karena

keterbatasan ekonomi penghuni Rusunawa belum bisa memasang saluran air

PDAM. Rencana program untuk memenuhi kebutuhan akan sarana air bersih

masih dalam tahap planning menunggu bantuan dari pemerintah. Saat ini air

yang digunakan untuk konsumsi masak dan minum adalah dengan membeli

dari penjual air galon keliling Rp 2.000 pergalon.

c. Penyediaan sarana MCK

Pada umumnya, masyarakat sebelum menghuni Rusunawa Semanggi

tidak memiliki sarana MCK sendiri di tiap-tiap rumah yang mereka sewa

karena keterbatasan lahan dan ekonomi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut,

mereka menggunakan sarana MCK (Mandi Cuci Kakus) umum yang

Page 152: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

136

digunakan secara bersama-sama dengan penduduk lain. Sebagian besar kondisi

MCK di permukiman yang dahulu di tempati tidak memadai, walaupun

tersedia sarana MCK, jumlah MCK yang terbatas tidak sesuai dengan jumlah

masyarakat yang menggunakannya. Akibatnya mereka harus antri jika

menggunakan MCK. Sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) yang ada di Rusunawa

Semanggi kondisinya sudah memadai karena setiap unit hunian sudah terdapat

MCK sendiri, ada sarana air bersih, terdapat sarana kloset. Kondisi bangunan

MCK di Rusunawa Semanggi sudah dapat dikatakan layak. Jika ada kerusakan

yang terjadi pada saluran MCK di Rusunawa Semanggi, maka sumber biaya

yang digunakan untuk renovasi dan pemeliharaan MCK tersebut selain dari

bantuan Pemerintah juga diharapkan swadaya dari masyarakat dan stakeholder

dengan tujuan untuk menumbuhkan tingkat partisipasi masyarakat sesuai

dengan kemampuan masing-masing warga penghuni Rusunawa Semanggi.

Ketersediaan MCK yang layak adalah untuk meningkatkan taraf kesehatan dan

kebersihan bagi penghuni Rusunawa Semanggi.

3. Program Peningkatan Kualitas Hidup Sehat Masyarakat

Kesadaran dan pengetahuan akan kesehatan serta kebersihan lingkungan

masih tampak rendah pada sebagian warga penghuni Rusunawa Semanggi. Hal

ini terlihat dari lingkungan sekitar Rusunawa yang masih kotor, tidak tertata

dengan baik, kurangnya penghijauan dari tanaman. Penataan lingkungan

merupakan faktor yang sangat penting dalam usaha penciptaan lingkungan sehat.

Upaya untuk menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan akan kesehatan dan

kebersihan lingkungan adalah melalui program sosialisasi kepada masyarakat

Page 153: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

137

secara terus menerus dan berkesinambungan. Kegiatan yang dapat dilakukan

adalah dengan penyuluhan dan modelling (percontohan) yang dapat dilakukan

oleh UPTD DPU Kota Surakarta, Dinas Kesehatan, aparat Kelurahan, Ketua

Paguyuban, dan PKK tentang pentingnya hidup sehat yang mencakup pada

kesehatan lingkungan seperti sarana air bersih, sarana MCK, kebersihan rumah

dan halamannya. Keberhasilan program ini tergantung kepada partisipasi yang

dimulai dari masyarakat, Tokoh Masyarakat, Pemerintah dan pihak swasta serta

stakeholder lain.

H. Analisis Dampak Pembangunan Rusunawa Terhadap Kondisi Fisik

Lingkungan Permukiman, Sosial, dan Ekonomi.

Penilaian dampak dilakukan untuk mengetahui perubahan yang terjadi

akibat dari dilaksanakannya suatu program. Penilaian suatu dampak harus

menggali seluruh cakupan, baik dari sisi negatif maupun positif. Dampak dapat

terjadi baik dalam kurun waktu yang bersamaan maupun setelah beberapa waktu

berselang. Dalam pembahasan ini kajian akan dilakukan untuk mengetahui

dampak program pembangunan Rusunawa Semanggi terhadap kondisi fisik

lingkungan permukiman, ekonomi dan sosial masyarakat yang menghuni

Rusunawa Semanggi.

Dalam melakukan analisis terhadap dampak pembangunan yang

dilakukan di Kelurahan Semanggi digunakan metode Before After comparasion

yaitu untuk mengetahui dampak pembangunan dengan membandingkan kondisi

sebelum dilakukannya program pembangunan dengan kondisi setelah

dilakukannya program pembangunan Rusunawa Semanggi. Data yang diperoleh

Page 154: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

138

merupakan data dari hasil wawancara terhadap penghuni dan Rusunawa

Semanggi. Subjek yang diukur yaitu kondisi fisik (kelayakan rumah, kualitas

lingkungan permukiman, aksesbilitas), kondisi ekonomi (pendapatan dan

pengeluaran, kemudahan mendapatkan pekerjaan), kondisi sosial (relasi sosial).

Dengan analisis tersebut maka dapat diketahui tingkat signifikansi dampak yang

terjadi setelah program pembangunan yang dilakukan di Kelurahan Semanggi.

1. Dampak Pembangunan Rusunawa Terhadap Kondisi Fisik Lingkungan

Permukiman

Permukiman dalam arti luas meliputi rumah dengan segala fasilitas

pendukungnya yang bersana membentuk satu lingkungan permukiman.

Fasilitas permukiman mencakup saranan dan prasarana yaitu meliputi

ketersediaan pelayanan air bersih, sanitasi aksesbilitas dan sebagainya yang

kesemuanya sangat penting bagi kehidupan masyarakat dalam permukiman

tersebut.

Indikator yang digunakan untuk melihat dampak fisik lingkungan

permukiman yaitu kelayakan rumah, kualitas fisik lingkungan permukiman

(air bersih, MCK , listrik, sampah) dan aksesibilitas. Berikut uraian mengenai

dampak fisik lingkungan permukiman program pembangunan Rusunawa

Semanggi.

a. Kelayakan Kondisi Rumah

Kondisi rumah pada saat tinggal di rumah kontrakan berdasarkan

hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti sebelum masyarakat

Page 155: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

139

menghuni Rusunawa Semanggi dapat dikatakan dalam kondisi yang

kurang baik, kondisi ini ditandai oleh struktur dinding bangunan rumah

yang sebagian besar masih terbuat dari bambu “gedeg”, papan, seng,

lantai bangunan yang masih tanah, rawan banjir, lingkungan yang kumuh

sehingga menimbulkan gangguan kesehatan.

Setelah pindah menempati Rusunawa Semanggi kondisi kualitas

rumah saat ini sudah mengalami perubahan yang lebih baik. Kondisi ini

dapat dilihat dari struktur bangunan rusunawa yang sudah permanen

dengan menggunakan dinding tembok, lantai bangunan yang sudah dari

keramik, dan pola rumah yang tertata dengan baik. Kondisi bangunan

rusunawa relative lebih baik dibandingkan kondisi rumah di lokasi lama.

Kondisi ini juga dapat dilihat dari penilaian responden yang merupak

penghuni Rusunawa Semanggi. Responden menyatakan kondisi rumah

yang sekarang sudah baik daripada rumah yang dulu.

Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa program

pembangunan Rusunawa Semanggi memberikan dampak yang lebih baik

pada kondisi rumah dibandingkan dengan sebelum pindah Rusunawa

Semanggi, sehingga program pembangunan Rusunawa Semanggi dapat

dikata berhasil dalam meningkatkan kualitas unit hunian. Dengan adanya

bantuan infrastruktur dari pemerintah dan pihak swasta menambah

kenyamanan menghuni Rusunawa Semanggi.

b. Prasarana Lingkungan Permukiman

Page 156: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

140

Secara fisik kondisi permukiman tidak hanya dilihat dari kualitas

kondisi hunian rumahnya saja, akan tetapi juga melihat kualitas kondisi

hunian rumahnya saja akan tetpi juga melihat kualitas prasarana

lingkungan permukiman yang dapat dilihat dari prasarana air bersih,

sanitasi dan MCK, prasarana jaringan listrik, persampahan dan kondisi

prasarana jaringan jalan.

c. Kondisi Prasarana Jaringan Air Bersih

Dalam kaitannya dengan pelayanan air bersih, sebelum menghuni

Rusunawa Semanggi (ketika bertempat tinggal di lokasi lama) untuk

memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat menggunakan sumber air

dari sumur, tidak menggunakan jaringan pipa air bersih dai PDAM/PAM,

karena di Rusunawa Semanggi ini tidak dilayani jaringan pipa. Meskipun

menggunakan sumber dari sumur tanah responden mengaku kualitas

airnya sudah cukup baik dan memadai untuk keperluan sehari-hari.

d. Kondisi Sanitasi dan MCK Rusunawa

Ketersediaan fasilitas sanitasi MCK sebelum adanya program

pembangunan Rusunawa Semanggi, reponden menyatakan untuk

keperluan MCK mereka menggunakan MCK umum. MCK umum yang

digunakan dalam kondisi yang buruk dan tidak terawat. Setelah

menempati Rusunawa Semanggi seluruh responden sudah memiliki

fasilitas MCK pribadi dan juga tersedia terdapat MCK umum di lantai

dasar Rusunawa Semanggi.

Page 157: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

141

e. Kondisi Prasarana Jaringan Listrik

Mengenai ketersediaan listrik, baik di lokasi permukiman lama

dan permukiman baru keduanya sudah tersedia jaringan listrik. Sebelum

menempati Rusunawa Semanggi sebagian penduduk menyatakan bahwa

listrik di tempat tinggal dahulu masih “gantol”. Setelah menempati

Rusunawa Semanggi, masing-masing unit hunia sudah terpasang jaringan

listrik sendiri.

f. Kondisi Prasarana Jaringan Jalan

Terhadap kondisi jaringan jalan lingkungan permukiman yang

terdahulu ada responden yang menyatakan bahwa kondisi jalan kurang

baik, karena seringnya daerah tersebut terkena banjir. Setelah berada di

lokasi Rusunawa mayoritas responden menyatakan bahwa kondisi jalan

di lingkungan Rusunawa Semanggi sudah baik dengan kontruksi jalan

dengan menggunakan paving. Pembangunan jaringan jalan di lokasi

Rusunawa merupakan bantuan dari Cipta Karya DPU Provinsi Jawa

Tengah sebagai program pembanguna 1000 tower di Indonesia. Dengan

adanya kondisi jalan yang baik maka dapat meningkatkan kualitas

permukiman dan jauh dari pendangan kumuh.

g. Aksesbilitas

Aksesbilitas berkaitan dengan hubungan antara beberapa lokasi

sebagai asal dan tujuan pergerakan untuk memenuhi kebutuhan seseorang

Page 158: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

142

yang dikaitkan dengan tingkat kemudahan dalam mencapainya, baik

dalam parameter jarak, waktu dan biaya dan kenyamanan. Pertimbangan

terhadap aksesbilitas bagi suatu kawasan permukiman merupakan salah

satu prasyarat yang cukup mendasar bagi suatu perencanaan dan

pengembangan permukiman di perkotaan.

Kaitannya dalam penelitian ini aksesbilitas yang dimaksud adalah

hubungan antar lokasi permukiman yang mereka huni (lokasi

permukiman) dengan tempat-tempat lain yang menjadi tujuan

penghuninya sesuai dengan kepentingannya. Mengenai aksesbilitas atau

kemudahan dalam menjangkau berbagai fasilitas untuk aktifitas dan juga

mencapai lokasi pekerjaan dengan mudah. Namun jika tidak mempunyai

transportasi sendiri akan terasa susah untuk mencari angkutan umum,

harus jalan dahulu ke jalan besar.

2. Dampak Pembangunan Rusunawa Terhadap Kondisi Ekonomi

Masyarakat.

Perubahan pada kondisi ekonomi rumah tangga adalah salah satu

tingkat indikator penting dalam menjelaskan perubahan taraf hidup

masyarakat yang pindah di Rusunawa. Dalam rangka pembangunan

Rusunawa Semanggi, pihak DPU UPTD mengungkapkan bahwa di

lingkungan yang baru akan tercipta sumber-sumber produktif, pendapatan

dan mata pencaharian baru. Sebagai salah satu program pembangunan

diharapkan mampu untuk memberkan manfaat terhadap perekonomian

masyarakat pada lokasi baru.

Page 159: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

143

Indikator yang digunakan untuk melihat dampak ekonomi yang

ditimbulkan dari program pembangunan Rusunawa yaitu perubahan tingkat

pendapatan dan peluang dalam memperoleh sumber peghasilan. Berikut akan

diuraikan mengenai perubahan yang terjadi pada kondisi perekonomian

berdasarkan indikator tersebut :

a. Tingkat pendapatan

Pendapatan merupakan sarana umtuk memenuhi kebutuhan dan

keinginan rumah tangga keluarga. Kehidupan ekonomi masyarakat yang

pindah ke Rusunawaa Semanggi tergolong pada masyarakat dengan

tingkat ekonomi yang rendah. Sebagian besar masyarakatnya bekerja

pada sektor informal yaitu berjualan, sopir taxi, buruh srabutan, PKL,

pembantu. Pekerjaan masyarakat yang pindah ke Rusunawa mayoritas

bekerja sebagai buruh dan berjualan.

Adanya kegiatan perekonomian yang baru setelah menempati

Rusunawa. Penghuni yang mempunyai usaha kecil dikembangkan

bersama-sama dengan penghuni yang belum bekerja Seperti

pengembangan usaha bakso bakar, hingga sekarang bisa sukses padahal

dahulunya tidak berkembang sebesar sekarang. Dan usaha-usaha

perekonomian lain tercipta di Rusunawk a Semanggi.

Hali ini karena program pembangunan Rusunawa tidak hanya

menyentuh aspek fisik saja tetapi juga menyentuh aspek ekonomi karena

adanya pembinaan dari pihak DPU dalam memajukan perekonomian di

Page 160: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

144

Rusunawa. Hali ini merupakan pengaruh yang signifikan terhadap

kondisi ekonomi / tingkat pendapatan penghuni Rusunawa.

b. Kemudahan memperoleh peluang sumber penghasilan

Kondisi pasca menghuni Rusunawa Semanggi hingga penelitian

ini dilakukan sudah mampu memberikan perbaikan serta perluasan

ketersediaan lapangan pekerjaan di lingkungan Rusunawa. Hal ini terlihat

meningkatknya jumlah responden yang dipermudah mencari peluang-

peluang usaha yang tercipta di lingkungan Rusunawa, karena di dekat

Rusunawa terdapat Pasar Klithikan. Sebagian penghuni berjualan di

Pasar Klthikan. Jika dibandingkan dengan lokasi permukiman yang

lama, lokasi yang sekarang lebih memiliki peluang untuk memperoleh

sumber pendapatan.

Sudah tumbuhnya masyarakat dalam meningkatkan kondisi

ekonominya setelah menempati Rusunawa, disebabkan oleh terbentuknya

stabilitas sistem dan jaringan kerja masyarakat pada permukiman yang

mereka tempati sekarang.

3. Dampak Pembangunan Rusunawa Terhadap Kondisi Sosial

Masyarakat.

Dalam pembahasan ini akan dijelaskan mengenai perubahan yang

terjadi pada kondisi sosial sehingga dampak adanya program pembangunan

Rusunawa Semanggi. Kehidupan di suatu permukiman tidak hanya berkaitan

dengan fisik lingkungan dan pemenuhan kebutuhan terhadap tuntunan

Page 161: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

145

ekonomi mereka, akan tetapi juga menyangkut terhadap kondisi sosial untuk

menunjang kehidupan mereka di suatu lingkungan.

Kondisi sosial yang dijadikan sebagai indikator untuk mengetahui

dampak sosial dengan adanya relokasi adalah tingkat interaksi sosial

masyarakat. Interaksi sosial merupakan salah satu aspek penting dalam

kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena interaksi merupakan syarat utama

terjadinya aktivitas sosial, seperti dalam kehidupan sosial ekonomi, politik

dan budaya. Apabila interaksi sosial tidak berjalan dengan baik, maka

memungkinkan terjadinya disintegrasi dalam kehidupan masyarakat pada

akhirnya menghambat proses sosial itu sendiri. Dengan terjadinya interaksi

yang baik maka aspek integrasi memungkinkan tercapai.

Dengan demikian maka indikator kondisi sosial yang akan dinilai

adalah interaksi masyarakat dengan lingkungan luar permukiman, interaksi

dengan tetangga, kehadiran dalam mengikuti kegiatan gotong royong, dan

kegiatan dalam pertemuan rutin warga. Berikut adalah pembahasan

mengenai masing-masing indikator :

a. Interaksi Dengan Tetangga

Nilai-nilai kemasyarakatan yang sudah terbentuk pada lokasi

permukiman yang lama relative tidak mengalami perubahan, atau dengan

kata lain sosial masyarakat di permukiman yang lama masih dibawa pada

lokasi permukiman yang baru di Rusunawa Semanggi. Seperti contohnya

pada saat peneliti melakukan wawancara didapatkan bahwa kegiatan /

Page 162: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

146

aktivitas masyarakat yang biasa mereka lakukan di lokasi yang lama

masih dilakukan di lokasi yang baru sekarang seperti arisan, pertemuan

rutin bapak-bapak, kerja bakti dan lain-lain.

b. Interaksi dengan lingkungan luar

Interaksi antar warga di luar Rusunawa Semanggi sangat jarang

sekali. Hal ini karena pemindahan penduduk dilokasi ini baru berjalan

dua tahun. Maka perlu adaptasi dan penyesuaian diri dengan lingkungan

masyarakat sekitar Rusunawa.

c. Kehadiran dalam Kegiatan Penghuni Rusunawan

Dalam wawancara yang penulis lakukan, bentuk kegiatan yang

dilakukan oleh masyarakat selama masih bermukim di permukiman lama

adalah arisan, pertemuan bapak-bapak, Kube, PKK, membantu tetangga

yang punya hajat, kerja bakti kebersihan lingkungan. Pada saat tinggal di

Rusunawa kegiatan ini tetap masih dijalankan oleh warga. Frekuensi

dalam mengikuti pertemuan warga tersebut masih tinggi dan terlihat

adanya peningkatan. Adanya peningkatan tersebut mengindikasikan

bahwa warga memiliki keinginan untuk terlibat dalam membicarakan

masalah lingkungannya agar menjadi lebih baik.

Berdasarakan pembahasan diatas diketahui bahwa program pembangunan

Rusunawa Semanggi memberikan dampak baik dan positif. Terhadap kondisi

fisik relokasi memberikan perubahan yang positif terhadap kondisi permukiman

Page 163: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

147

yang sekarang. Terhadap dampak sosial,pembangunan Rusunawa Semanggi

dalam mempertahankan tatanan sosial yang sudah terbentuk. Sedangkan

terhadap ekonomi masyarakat program pembangunan Rusunawa memberikan

dampak yang positif karena mampu menciptakan sumber penghasilan baru,

membuka lapangan pekerjaan, sehingga pendapatan penghuni Rusunawa dapat

meningkat

Page 164: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

148

BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari uraian dan pembahasan yang telah peneliti lakukan maka

beberapa kesimpulan yang dapat peneliti lakukan adalah dari hasil analisis

dan pembahasan dapat peneliti simpulkan sebagai berikut:

1. Tinggal di rusunawa sangat efektif membawa dampak dari segi

lingkungan, ekonomi dan sosial. Kecenderungan ke arah perubahan

kualitas hidup yang lebih baik daripada tinggal pada hunian

sebelumnya. Penerapan kriteria kenyamanan tinggal memberikan

manfaat peningkatan kualitas hidup pada tingkat sejahtera.

2. Pembangunan Rusunawa Semanggi pada dasarnya telah dapat

memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal yang sehat dan

teratur bagi warga masyarakat miskin berpenghasilan rendah.

3. Dalam kaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, pemerintah melalui

DPU mencoba untuk memfasilitasi rakyat miskin akan pemenuhan

kebutuhan dasar terutama dalam bidang perumahan sebagai salah satu

kebutuhan pokok manusia. Selanjutnya adanya rusunawa juga

membangun dan mengembangkan kolektifitas bersama sebagai

pencapaian kebutuhan individu.

Page 165: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

149

4. Selain itu adanya rusunawa juga mencipatakan kegiatan perekonomian

yang sebelumnya tidak diperoleh pada saat sebelum menghuni

rusunawa, yang pada akhirnya pemberdayaan perekonomian yang ada

pada rusunawa Semanggi akan menjadi salah satu pondasi dalam

menciptakan struktur perekonomian nasional yang kuat dengan

berlandaskan kepada perkembangan perekonomian mikro.

5. Pada umumnya penghuni rusunawa, menghadapi suatu perubahan

lingkungan yang betul-betul berbeda dari lingkungan sebelumnya di

lingkungan permukiman bukan rumah susun. Perubahan lingkungan

yang dihadapi, mengharuskan untuk mengadakan penyesuaian diri

terhadap lingkungan fisik dan lingkungan sosial yang baru. Ternyata

sebagian penghuni rusunawa belum mampu menyesuaikan diri

terhadap lingkungan fisik dan lingkungan baru, sehingga perilaku di

lingkungan permukiman sebelumnya masih terbawa di lingkungan

permukiman rumah susun.

6. Luas hunian yang terbatas di rusunawa serta jumlah anggota rumah

tangga dalam satu unit hunian, membuat sebagian penghuni rusunawa

berusaha memanfaatkan semaksimal mungkin ruang-ruang yang

terdapat di dalam unit hunian rumah susun.

7. Dengan status kepemilikan rumah susun sistem sewa yang berarti tetap

sama dengan status kepemilikan sebelum tinggal di rumah susun,

makan sikap dan perilaku tidak peduli (kurangnya rasa memiliki)

terhadap lingkungan tetap muncul dan tidak dipengaruhi oleh kondisi

Page 166: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

150

fisik lingkungan rusunawa. Faktor tersebut antara lain disebabkan oleh

: (1) rendahnya kondisi kehidupan sosial dan ekonomi penghuni; (2)

kurangnya perhatian dan pembinaan dari pihak DPU terhadap upaya

peningkatan kehidupan sosial ekonomi para penghuni.

B. IMPLIKASI

1. Implikasi Teoritis

Dalam penelitian ini mengacu pada paradigma definisi sosial,

dimana eksemplar paradigma ini merupakan salah satu aspek yang

khusus dari karya Weber, yaitu dalam analisisnya tentang tidankan sosial

(social action). Weber tidak dengan tegas memisahkan antara struktur

sosial dan pranata sosial, keduanya membantu untuk membentuk

tindakan manusia yang penuh arti atau makna. Menurut Weber

mempelajari perkembangan pranata secara khusus dari luar tanpa

memperhatikan tindakan manusiannya sendiri berarti mengabaikan segi-

segi yang prinsipil dari kehidupan sosial.

Menurut Weber arah dari interaksi tersebut adalah hubungan

sosial dan tindakan sosial. Yang keduanya sebagai dasar dari tindakan

yang penuh arti pada individu. Yang dimaksudkan adalah tindakan

individu sepanjang tindakan tersebut mempunyai arti atau makna dan

diarahkan pada tindakan orang lain. Secara definitif teori ini berusaha

memahami dan menafsirkan tindakan sosial dan antar hubungan kasual.

Tindakan itu berupa tindakan yang nyata-nyata diarahkan kepada orang

Page 167: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

151

lain, juga dapat berupa tindakan yang bersifat ”membatin” atau bersifat

subyektif yang mungkin terjani karena pengaruh positif dan situasi

tertentu atau merupakan tindakan perulangan dengan sengaja sebagai

akibat pengaruh situasi serupa. Atau berupa persetujuan secara pasif

dalam situasi tertentu. (Ritzer, dalam Alimandan, 1992: 44-45).

Adapun hasil temuan dari penelitian ini, menyimpulkan bahwa

tindakan sosial yang dilakukan oleh DPU UPTD Kota Surakarta dalam

upaya pemberdayaan masyarakat miskin ini berupa pengadaan hunian

yang layak yaitu Rusunawa Semanggi. Menurut Weber dalam tindakan

sosial atas dasar rasionalitas, peran-peran yang telah diaplikasikan oleh

pemerintah terhadap penghuni Rusunawa Semanggi termasuk (zwerk

rational) atau tindakan sosial yang dilakukan untuk mencapai tujuan

tertentu. Dalam pengertiannya tindakan dari pemerintah diarahkan secara

rasional dengan tujuan untuk memberdayakan kelompok penghuni

Rusunawa Semanggi yang sebelumnya mengalami ketidakberdayaan

karena ada permasalahan yang baik yang dating dari kondisi internal

(tempat tinggal yang tidak layak huni, kondisi ekonomi yang pas-pasan)

serta permasalahan yang datang dari kondisi eksternal (mahalnya biaya

kontrak rumah dengan kondisi layak huni, harga kontrakan rumah yang

setiap tahun naik, berpindah-pindah kontrakan) agar menjadi lebih

berdaya.

Melalui konsep perubahan sosial yang dikemukakan oleh Gerbert

Blummer yang menyebutkan bahwa perubahan sosial merupakan hasil

Page 168: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

152

dari gerakan sosial sebagai usaha kolektif untuk menegakkan suatu tata

kehidupan yang baru, maka efektivitas keberadaan Rusunawa Semanggi

dalam pemberdayaan masyarakat miskin merupakan suatu bentuk dari

perubahan sosial. Dengan keberadaan Rusunawa Semanggi dalam

pemberdayaan masyarakat miskin selama kurang lebih dua tahun

lamanya adanya perubahan sosial yang terjadi di kalangan penghuni

Rusunawa Semanggi. Indikator penting dari perubahan sosial tersebut

ialah adanya perbedaan atau perkembangan di dalam struktur, pola pikir,

dan pola tingkah laku yang terjadi pada sebagian penghuni Rusunawa

Semanggi.

2. Implikasi Metodologis

Penelitian ini berjudul “Efektivitas Pembangunan Rusunawa

Semanggi Dalam Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Surakarta”

Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah

keberadaan Rusunawa Semanggi dipandang dari aspek fisik lingkungan,

aspek ekonomi, dan aspek sosial. Peranan DPU UPTD Surakarta dalam

pembinaan dan pemberdayaan penghuni Rusunawa Semanggi. Dalam

rangka mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan

penghuni Rusunawa Semanggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk

mengetahui sejauhmana efaktivitas pembangunan Rusunawa Semanggi

dalam pemberdayaan masyarakat miskin di Surakarta.

Page 169: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

153

Data yang diperoleh dalam penelitian ini, diperoleh dengan cara

peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mengamati berbagai peristiwa

dan fenomena yang terjadi. Teknik pengumpulan data yang digunakan

dengan cara teknik wawancara mendalam (indepth interview), obervasi

langsung serta pencarian data dari dokumentasi. Kegiatan observasi

merupakan bentuk pengamatan melalui kegiatan pemusatan perhatian

terhadap obyek yang diteliti. Dalam penelitian ini, penulis datang ke

lokasi penelitian untuk pengamatan secara langsung mengenai aktivitas

yang ada dan sedang berlangsung.

Dalam pengambilan sampel, penulis menggunakan teknik

purposive sampling atau sampling bertujuan, yakni memilih informan

yang dianggap tahu dan dapat dipercaya menjadi sumber data yang

lengkap dan megetahuinya secara mendalam.

Untuk menganalis data yang telah diperoleh, penulis menggunakan

teknik analisis interaktif, proses ini diawali dengan pengumpulan data.

Dikarenakan data yang diperoleh berkembang di lapangan, maka penulis

membuat reduksi data dan penyajian data. Penulis menyeleksi data yang

diperoleh di lapangan kemudian diikuti dengan penyusunan sajian data

berupa uraian yang sistematik. Setelah pengumpulan data berakhir,

tindakan penelitian selanjutnya adalah menarik kesimpulan dan

verifikasi berdasarkan seluruh hal yang terdapat dalam penulisan reduksi

data dan sajian data.

Page 170: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

154

3. Implikasi Empiris

Dari pihak pemberdaya yaitu DPU UPTD Kota Surakarta

diharapkan mempunyai pemikiran-pemikiran yang efektif dan efisien

dalam menghadapi masalah yang dialami oleh penghuni Rusunawa

Semanggi. Akan tetapi peneliti dalam melihat peran DPU UPTD Kota

Surakarta dalam melakukan pemberdayaan terhadap penghuni kurang

terfokus, karena masih mempunyai proyek pembangunan Rusunawa

yang lain. Adanya hal itu mengakibatkan pemberdayaan di Rusunawa

Semanggi kurang begitu optimal dilakukan oleh pemerintah.

C. SARAN

Beberapa saran yang dapat penulis berikan berkaitan dengan

penelitian yang telah dilakukan ini adalah sebagai berikut :

1. Kepada para penghuni rusunawa bahwa masih banyak lapangan

perekonomian yang dapat dilakukan untuk peningkatan dan

pemberdayaan sehingga adanya rusunawa tidak hanya sebagai lokasi

tempat tinggal namun juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk

meningkatkan kesejahteraan.

2. Bagi masyarakat yang tadinya menempati lingkungan permukiman

kumuh, dimana pada saat menempati rusunawa yang memiliki

karakteristik lingkungan yang berbeda dengan permukiman

sebelumnya, maka masyarakat harus melakukan penyesuaian dengan

lingkungan baru, sementara kondisi sosial yang dimiliki adalah

Page 171: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

155

kondisi sosial di lingkungan permukiman perkampungan bukan

rusunawa. Oleh sebab itu pemindahan penduduk dari lingkungan

perumahan dan perumahan yang sebelumnya tinggal di lingkungan

perkampungan kumuh ke lingkungan permukiman rusunawa, harus pula

diikuti dengan penciptaan kondisi lingkungan perumahan dan

permukiman yang dapat mendukung terpeliharanya aspek sosial yang

sebelumnya ada di lingkungan perkampungan bukan rumah susun.

3. Sistem kepemilikan unit rumah susun berupa system sewa tidak

membangkitkan rasa tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan

perumahan dan permukiman, karena memang bukan hak miliknya.

Untuk itu diharapkan adanya kebijakan yang ditempuh Pemerintah Kota

Surakarta dalam menetukan status kepemilikan perlu diubah dari system

sewa menjadi sewa beli. Dengan status tersebut dapat meningkatkan

status sosial penghuni dari tidak memiliki menjadi memiliki.

Untuk mencegah terjadinya pergeseran kepemilikan dari warga kepada

pihak lain, maka peningkatan ekonomi penghuni ditingkatkan melalui

pendekatan:

a) Meningkatkan sumber daya manusia melalui pemberian pelatihan dan

ketrampilan bagi penghuni rumah susun sesuai dengan kebutuhan

pasar sehingga tersedia tenaga kerja siap pakai,

b) Pemerintah Kota Surakarta menjembatani dengan pihak swasta yang

ada disekitar lokasi rusunawa untuk pemanfaatan tenaga kerja siap

Page 172: EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUSUNAWA · PDF filepembangunan Rusunawa Semanggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) adalah salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

156

pakai (warga penghuni rusunawa) dengan prinsip saling

menguntungkan (win win solution).

Dengan demikian pembangunan rusunawa bukan saja sekedar

memindahkan manusia dari rumah tidak layak huni ke rumah yang sehat

dan layak huni, tetapi juga lebih mengutamakan peningkatan kehidupan

sosial dan ekonomi masyarakat penghuni rumah susun itu sendiri.

Dengan meningkatnya penghasilan penghuni, maka harapan untuk

memiliki rumah dapat tercapai, dan dapat dijaminkan untuk

mendapatkan harapan, dan dapat dijaminkan untuk mendapatkan modal

dalam rangka pengembangan usaha, sehingga dengan demikian

kehidupan sosial akan meningkat dan terwujudnya masyarakat sejahtera.

4. Pembinaan yang dilakukan oleh DPU Kota Surakarta dengan didukung

meningkatnya ekonomi masyarakat penghuni rumah susun,

kemungkinan terjadinya pengalihan hak kepada pihak ketiga dapat

dihindari, sehingga target group yang dituju dapat terwujud, dan tujuan

pembangunan rusunawa untuk meningkatkan mutu kehidupan dan

penghidupan, harkat, derajat dan martabat masyarakat penghuni

permukiman kumuh terutama masyarakat miskin berpenghasilan rendah

dapat tercapai.